The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by retnoastuti751, 2022-06-03 08:03:02

32A9 Koneksi Antar Materi

32A9 Koneksi Antar Materi

32A9. KONEKSI ANTAR MATERI

Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya




Retno Pudji Astuti
SMKN 1 Buduran Sidoarjo

CGP Angkatan 4

Ekosistem merupakan sebuah tata interaksi
antara makhluk hidup dan unsur yang tidak hidup

dalam sebuah lingkungan. Sebuah ekosistem
mencirikan satu pola hubungan yang saling

menunjang pada sebuah teritorial atau
lingkungan tertentu. Jika diibaratkan sebagai
sebuah ekosistem, sekolah adalah sebuah bentuk

interaksi antara faktor biotik (unsur yang
hidup) dan abiotik (unsur yang tidak hidup).
Kedua unsur ini saling berinteraksi satu sama
lainnya sehingga mampu menciptakan hubungan

yang selaras dan harmonis.

Pendekatan Berbasis Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (Deficit-Based
Kekurangan/Masalah Thinking)
(Deficit-Based Thinking)
Fokus pada masalah dan isu.
dan Berkutat pada masalah utama
Pendekatan Berbasis Mengidentifikasi kebutuhan dan kekurangan – selalu bertanya
Aset/Kekuatan (Asset- apa yang kurang?
Fokus mencari bantuan dari sponsor atau institusi lain
Based Thingking) Merancang program atau proyek untuk menyelesaikan masalah

Mengatur kelompok yang dapat melaksanakan proyek
Pendekatan berbasis aset (Asset-Based Thinking)
Fokus pada aset dan kekuatan
Membayangkan masa depan
Berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih dan kekuatan
untuk mencapai kesuksesan tersebut.
Mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya (aset dan
kekuatan)
Merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan
Melaksanakan rencana aksi yang sudah diprogramkan

Aset – aset Modal Manusia
Modal Sosial
dalam sebuah Modal Fisik
Modal lingkungan/alam
komunitas Modal Finansial
Modal Politik

Modal agama dan budaya

Sekolah merupakan salah satu bentang sosial yang dapat
diibaratkan seperti komunitas yang didalamnya terdapat
sekumpulan populasi yang saling mempengaruhi. Proses yang
terjadi di dalam komunitas dipengaruhi oleh unsur-unsur

yang menghuni komunitas tersebut didukung dengan
lingkungan yang sesuai. Demikian pula pada komunitas
sekolah, hubungan interaksi akan berjalan dengan baik
apabila sumber daya yang ada disekolah dapat dikembangan
secara maksimal serta didukung oleh lingkungan yang

nyaman dan kondusif.

Apabila dalam lingkungan pendidikan telah terbentuk ekosistem
yang baik, hal ini berarti seorang pemimpin pembelajaran telah

mampu mengelola sumber daya yang ada di sekolah dengan baik.
Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya berarti
bagaimana seorang pemimpin pembelajaran baik di kelas maupun
sekolah bisa mengoptimalkan aset atau kekuatan yang dimilikki
oleh sekolah, baik aset fisik dan nonfisik yang terdiri atas
modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal lingkungan/alam,
modal finansial, modal politik, modal agama dan budaya untuk
membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas.

Hubungan Modul 3.2 dengan Modul Lain

Filosofi Nilai dan Visi Guru Budaya
KHD Peran Guru Penggerak Positif
Penggerak

Pemimpin dalam
Pengelolaan Sumber Daya

Pengambilan Keputusan Coaching PSE Pembelajaran
sebagai Pemimpin Diferensiasi
Pembelajaran

Hubungan Modul 3.2 dengan Modul Lain

1.1 FILOSOFI KHD 1.2 NILAI DAN PERAN 1.3 VISI GURU
Tugas Guru adalah GURU PENGGERAK PENGGERAK
menuntun segala kodrat
yang dimilikki siswa. Guru Jika seorang guru Tahapan BAGJA merupakan
harus mampu menggali penggerak mampu langkah penting yang harus
dan mengelola potensi mengoptimalkan nilai dan dilakukan oleh seorang pemimpin
yang dimilikki siswanya perannya maka mereka dalam mengelola sumber daya.
agar mereka dapat bisa menjadi seorang
berkembang sesuai bakat pemimpin pembelajaran Seorang pemimpin dapat
yang dapat memaksimalkan mengelola sumber daya dengan
dan minatnya aset yang dimilikki sekolah tepat sesuai dengan tujuan visi dan

misi yang telah diprogramkan
dengan memanfaatkan kekuatan
baik yang dimilikki individu maupun

sekolah.

Hubungan Modul 3.2 dengan Modul Lain

1.4 BUDAYA POSITIF 2.1 PEMBELAJARAN 2.2 PEMBELAJARAN
Pengelolaan aset yang DIFERENSIASI SOSIAL EMOSIONAL

tepat guna sesuai dengan Mengelola sumber daya Teknik STOP dapat
tujuan yang diharapkan manusia yang terdapat digunakan untuk
dalam diri murid sesuai mengatasi ketika
dapat mewujudkan kondisi dengan bakat, minat, serta seseorang mengalami
yang nyaman sehingga kebutuhan belajarnya dapat stress saat pengelolaan
budaya positif di sekolah menciptakan pembelajaran sumber daya tidak sesuai
dapat terwujud yang berkualitas yang dengan yang diharapkan
berpusat pada murid

Hubungan Modul 3.2 dengan Modul Lain

2.3 COACHING 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN

SEBAGAI PEMIMPIN
PEMBELAJARAN
Teknik Coaching model TIRTA
digunakan untuk menggali kekuataan 4 dilema etika, 3 prinsip pengambilan
keputusan, dan 9 langkah pengambilan
dan potensi murid untuk
menemukan solusi dari masalah dan pengujian keputusan bisa
yang dihadapi murid terkait dengan menghasilkan pengambilan keputusan

pemanfaatan sumber daya yang tepat dan bertanggungjawab
dalam mengelola sumber daya agar
tidak keluar dari norma dan tata aturan

Kesimpulan:
Mindset saya berubah !!!




Sebelum mempelajari modul 3.2
Selama ini saya hanya memandang segala sesuatu dari segi kekurangan dan
masalah-masalah yang sering dihadapi. Tanpa kita sadari bahwa dibalik
kekurangan yang ada tersimpan kelebihan dan potensi yang dapat kita
optimalkan pemanfaatannya.
Setelah mempelajari modul 3.2
Saya baru menyadari bahwa banyak kelebihan yang dapat kita gali dan kita
optimalkan penggunaannya tanpa hanya memandang segala sesuatu dari
kekurangan. Melalui pengelolaan dan pemanfaatan aset yang tepat guna dapat
menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan berpihak pada murid.

Harapan saya:

Setelah mempelajari modul 3.2 ini, saya menjadi guru yang tanggap
dan kreatif dalam mengenali setiap peluang dan potensi yang
dimilikki oleh sekolah sebagai aset dan kekuatan. Pemanfaatan
sumber daya secara optimal yang terdapat di lingkungan sekolah
dengan strategi yang sesuai diharapkan akan tercipta
pembelajaran yang berkualitas, sehingga siswa dapat berkembang
secara optimal sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing.

Tahapan Buat pertanyaan utama
Perubahan yang Ambil Pelajaran
akan dilakukan Gali mimpi
Jabarkan rencana
dengan Atur eksekusi
menggunakan
tahapan BAGJA:

Prakarsa perubahan:

Meningkatkan kompetensi siswa dalam
pelajaran Matematika dengan

memanfaatkan aset Teaching Factory
(TEFA)

BUAT PERTANYAAN

Pertanyaan Tindakan

Apa yang harus saya Mengajak rekan MGMPS Matematika
lakukan untuk bertukar pikiran terkait
meningkatkan kompetensi pentingnya meningkatkan kompetensi
siswa dalam pelajaran siswa dalam pelajaran Matematika
Matematika? Melakukan riset kepada murid dengan
Aset sekolah apa yang bisa memanfaatkan sumber daya yang ada
dimanfaatkan untuk Meakukan pemetaan aset yang
meningkatkan kompetensi dimilikki sekolah serta membuat
murid dalam pelajaran rancangan strategi pemanfaatan
Matematika? aset tersebut

AMBIL PELAJARAN

Pertanyaan Tindakan

Apa manfaat pelajaran Matematika? Diskusi dengan guru pelajaran produktif
Apa kaitan pelajaran Matematika (jurusan)
dengan pelajaran produktif Wawancara/ survei pengalaman/pendapat
(jurusan)? guru dan murid
Aktivitas apa saja yang membuat Mencari contoh nyata penerapan Matematika
murid meningkat kompetensinya di kehidupan sehari-hari
dalam pelajaran Matematika? Sinkronisasi pelajaran Matematika dengan
Ketrampilan apa yang sudah saya pelajaran produktif
milikki untuk meningkatkan Mengidentifikasi ketrampilan-ketrampilan
kompetensi murid dalam pelajaran yang dibutuhkan seorang guru untuk
Matematika? meningkatkan kompetensi murid dalam
pelajaran Matematika dengan memanfaatkan
sumber daya yang ada.

GALI MIMPI

Pertanyaan Tindakan

Bisakah semua murid saya meningkat Membuat skema atau model belajar
kompetensinya dalam pelajaran yang berpihak pada murid
Matematika? Meyakinkan siswa bahwa belajar
Apa yang saya rasakan jika semua Matematika itu mudah
murid saya meningkat kompetensinya Mencoba mengatur dan
dalam pelajaran Matematika? mengkondisikan lingkungan kelas
Apa saja hal-hal yang dapat Mempraktekkan kebiasaan-kebiasaan
mendukung agar murid meningkat tersebut secara continue
kompetensinya dalam pelajaran Memanfaatkan aset-aset yang
Matematika? dimilikki oleh setiap jurusan
Apa pelajaran Matematika dapat sehingga murid menjadi lebih
menunjang pelajaran produktif bersemangat dalam belajar
(jurusan) siswa?

JABARKAN RECANA

Pertanyaan Tindakan

Berapa lama target untuk membuat murid Membuat capaian yang realistis untuk
meningkat kompetensinya dalam pelajaran setiap kali pertemuan
Matematika? Membuat catatan khusus target yang akan
Apa tindakan-tindakan yang bisa dicapai
mendukung usaha untuk mmeningkatkan Berkolaborasi dengan teman guru sejawat
kompetensi murid dalam pelajaran (guru Tata Busana)
Matematika? Merencanakan pembelajaran di Teaching
Bagaimana mengukur kemajuan atau progres Factory (TEFA) milik jurusan busana
langkah-langkah tersebut? yaitu Konveksi dan Butik Ageman
Dengan siapa saya berkolaborasi dalam Membuat asesmen
usaha untuk mmeningkatkan kompetensi Memberikan reward kepada murid yang
murid dalam pelajaran Matematika?? aktif
Apa langkah paling sederhana atau langkah
pertama yang bisa dilakukan?

ATUR EKSEKUSI

Pertanyaan Tindakan

Siapa saja yang saya libatkan dalam Mengajak kolaborasi rekan guru Tata
mewujudkan rencana ini? Busana
Kapan rencana untuk mmeningkatkan Sering komunikasi dengan siswa di luar
kompetensi murid dalam pelajaran kelas untuk menumbuhkan sikap simpati
Matematika mulai dilakukan? dan empati
Bagaimana pencatatan untuk Meminta siswa untuk saling suport agar
mmeningkatkan kompetensi murid dalam semakin berkembang
pelajaran Matematika? Tetap berusaha dan menjaga kebiasaan
Bagaimana tindak lanjut untuk baik secara continue
mmeningkatkan kompetensi murid dalam Gunakan metode belajar yang menarik
pelajaran Matematika? Jangan kesankan Matematika itu sulit
Bagaimana cara menjaga hal baik yang Jadilah guru Matematika yang
sudah ada secara continue? menyenangkan

Terima Kasih
Salam dan Bahagia


Click to View FlipBook Version