LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM GERAK PADA TUMBUHAN Dosen Pengampu : Drs. Hery Kresnadi, M.Pd Disusun Oleh : Nadila Sari _F1081211007 Dhiny Rizkawati_F1081211018 Hani Widya Cahyani_F1081211021 Fadilah Fitri Kemuning_F1081211033 KELAS 4A REGULER PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN PENDIDIKAN DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK 2023
Gerak pada Tumbuhan A. Tujuan Percobaan 1. Mengamati gerak seimonasti. 2. Mengamati gerak niktinasti. 3. Mengamati gerak geotropisme negatif pada tumbuhan. B. Alat dan Bahan 1) Seimonasti dan niktinastiT a) Tanaman putri malu dalam pot 2 buah b) Tumbuhan putri malu di suatu lahan c) Kotak dari kardus yang dilapisi karton hitam d) Skop e) Stop watch atau jam tangan 1 buah f) Alat-alat tulis dan penggaris 2) Geotropisme a) Pot berukuran kecil 2 buah/ wadah plastic 2 buah b) Tanah yang subur secukupnya/ kapas c) Biji kacang hijau secukupnya d) Air secukupnya C. Landasan Teori Tumbuhan merupakan salah satu mahkluk hidup yang terdapat di alam semesta. Seperti makhluk hidup pada umumnya, tentunya tumbuhan juga bernafas, makan, berkembang biak, serta bergerak. Gerak pada tumbuhan tidak mudah untuk kita amati, kecuali pada beberapa tumbuhan tertentu yang melakukan gerak niktinasti dan seismonasti. Terdapat tiga jenis gerak pada tumbuhan yaitu gerak taksis, nasti, dan tropisme.
Gerak taksis adalah gerak seluruh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh sumber ransangan. Berdasarkan jenis ransangannya, gerak taksis dibedakan menjadi gerak kemotaksis dan fototaksis. Kemotaksis adalah gerak seluruh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh sumber ransangan berupa bahan kimia. Sementara itu, Fototaksis adalah gerak seluruh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh sumber ransangan berupa cahaya. Gerak nasti adalah gerak sebagian tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh ransangan dari luar. Pada gerak nasti, arah geraknya tidak di pengaruhi oleh arah ransangan. Gerak nasti dapat dibedakan menjadi niktinasti, seismonasti, termonasti, fotonasti, dan nasti kompleks. Niktinasti adalah gerak tidur daun menjelang petang akibat perubahan turgor pada persendian daun; seismonasti adalah gerak bagian tubuh tumbuhan akibat pengaruh ransangan sentuhan atau gerataran; termonasti adalah gerak bagian tubuh tumbuhan akibat dari pengaruh ransangan suhu; fotonasti adalah gerak yang melibatkan bagian pada tunbuhan akibat dari pengaruh ransangan berupa cahaya; nasti kompleks adalah gerak sebagian tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh lebih dari satu macam ransangan. Gerak tropisme adalah gerak bagian tubuh tumbuhan menuju atau menjauhi ransangan. Berdasarkan jenis ransangan yang memengaruhinya, tropisme dapat dibedakan menjadi fototropis, kemotropisme, hidrotropisme, geotropisme, dan tigmotropisme. Kemotropisme adalah gerak sebagian tubuh tumbuhan ke arah sumber ransangan yang berupa bahan kimia. Hidrotropisme adalah gerak bagian tubuh tumbuhan akibat pengaruh air. Tigmotropisme adalah gerak membeloknya bagian tubuh tumbuhan akibat adanya sentuhan. Fototropis adalah gerak tumbuhan yang terjadi akibat pengaruh arah datangnya ransangan berupa cahaya. Pada fototropisme positif jika gerak tanaman menuju arah datangnya cahaya sebaliknya disebut fototropisme negatif, jika arah gerak tanaman atau bagian tanaman menjauhi arah datangnya cahaya. Geotropisme adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh gaya gravitasi. Gerak ini terjadi pada batang dan akar tumbuhan. Geotropisme jika positif gerak yang menuju pusat bumi sebaliknya disebut geotropisme negatif, jika gerak bagian tubuh tanaman menjauh pusat bumi. D. Cara Kerja 1) Seimonasti dan Niktinasti a) Seimonasti (1) Sediakan alat dan bahan yang diperlukan seperti tanaman putri malu, lembar kerja, alat-alat tulis, dan penggaris. (2) Carilah lahan yang ditumbuhi oleh tanaman putri malu yang berukuran sedang. (3) Selanjutnya, lakukanlah sentuhan halus hingga sentuhan yang paling kasar terhadap daun-daun putri malu tersebut dengan menggunakan penggaris. (4) Catatlah hasil pengamatan pada Lembar Kerja (Tabel 1.2) b) Niktinasti (1) Sediakan dua buah pot putri malu. (2) Berilah tanda A pada pot pertama dan tanda B pada pot kedua. (3) Letakkan pot A di tempat terang dan terbuka. (4) Tutuplah pot B menggunakan kotak kardus yang dilapisi karton hitam dengan hati-hati agar tidak menyentuhnya.
(5) Biarkan pot B tertutup selama lebih kurang setengah jam. (6) Setelah ditutup kurang dari setengah jam, bukalah dengan hati-hati (tidak menyentuhnya). (7) Amati apa yang terjadi dengan daun putri malu tersebut dan bandingkan dengan daun putri malu pada pot A. (8) Catatlah hasil pengamatan dan tuangkan hasilnya pada Lembar Kerja (Tabel 1.3) 2) Gerak Tropisme (geotropisme negatif ) (1) Buatlah 2 buah pot tanaman kacang hijau. Caranya tanamlah 3-4 biji kacang hijau dalam setiap pot ukuran kecil (gelas plastic ) 3-5 hari sebelum percobaan dimulai. Pembuatan pot tanaman kacang hijau sebaiknya dilakukan di tempat terbuka.\ (2) Jika anda sudah mendapatkan dua pot tanaman kacang hijau yang cukup baik dan berdiri tegak, selanjutnya beri label A untuk pot pertama dan label B untuk pot yang lainnya. (3) Letakkan pot B secara horizontal (arah mendatar), sedangkan pot A dibiarkan berdiri (vertical) dan simpanlah keduanya di tempat terbuka. (4) Lakukan pengamatan setiap pagi dan sore selama 1 minggu. (5) Tuangkan hasil pengamatan pada lembar kerja. E. Pertanyaan 1) Sebutkan dua jenis tanaman lain yang dapat melakukan niktinasti! Jelaskan alasan Anda memilihnya! 2) Apa perbedaan antara niktinasti dengan seismonasti pada percobaan yang telah Anda lakukan? Jelaskan! 3) Pada percobaan geotropisme yang telah Anda lakukan sebenarnya Anda juga sekaligus telah membuktikan adanya gerak fototropisme. Mengapa? Jenis fototropisme apakah yang terjadi? Jelaskan
F. Tabel hasil pengamatan Tabel 1.2. Hasil Pengamatan Seimonasti No. Jenis Sentuhan pada daun putri malu Reaksi daun putri malu Keterangan 1. Halus Pada sentuhan halus yang dilakukan menggunakan penggaris, proses menutupnya daun putri malu terjadi dengan sangat lambat. 2. Sedang Pada sentuhan sedang yang dilakukan menggunakan penggaris, proses menutupnya daun putri malu terjadi sedikit lebih cepat dibandingkan dengan sentuhan halus. 3. Kasar Pada sentuhan kasar yang dilakukan menggunakan penggaris, proses menutupnya daun putri malu terjadi dengan sangat cepat. Dan batang dari putri malu yang disentuh secara kasar juga ikut turun kebawah.
Tabel 1.3 Hasil Pengamatan Niktinasti No. Pot putri malu Reaksi daun putri malu Mula-mula 1 2 ⁄ jam kemudian 1. Disimpan di tempat terang Daun putri malu terbuka lebar. Daun putri malu tetap terbuka. 2. Ditutup dengan penutup yang kedap cahaya Daun putri malu terbuka lebar. Daun putri malu menguncup. Tabel 1.4. Hasil Pengamatan Geotropisme Negatif No Jenis pot Pengamatan hari ke Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 1 A Mulai tumbuh tunas/akar yang mengarah ke bumi. Akar mengarah ke bumi, Akar tumbuh ke bawah (bumi), biji mulai pecah, pucuk mulai terlihat. Batang mulai tumbuh ke atas. Batang berwarna hijau keunguan. Tinggi batang 8 cm, daun sudah mulai mekar berwarna hijau, batang tumbuh keatas (vertikal) Tinggi batang 11,5 cm, semakin tumbuh keatas Batang semakin tinggi ke atas, daun mulai membes ar, akar semakin banyak bergerak ke bawah Batang tumbuh ke atas atau ke arah vertikal (normal) artinya bergerak menjauhi bumi. Akar tumbuh dan bergerak ke bawah artinya mendekati gravitasi bumi. 2 B Tunas tumbuh mengarah ke bumi. Akar mengarah ke bumi. Akar tumbuh kebawah, batang lebih tinggi ke arah samping (horizontal). Batang mulai tumbuh menyamp ing (keluar gelas). Batang berwarna hijau keunguan. Tinggi batang 8,2 cm, daun sudah mekar berwarna hijau, dan batang tumbuh kesampin g (horizonta l Tinggi 11,7 cm, serta tumbuh kesampi ng Batang semakin tinggi menyam ping (keluar gelas), daun mulai membes ar, akar semakin banyak bergerak ke bawah (bumi) Batang tumbuh menyamping keluar gelas (horizontal) artinya bergerak menjauhi bumi dan menuju arah cahaya matahari. Akar tumbuh dan bergerak ke bawah artinya mendekati gravitasi bumi.
G. Pembahasan Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang artinya tumbuhan dapat bernafas, makan, berkembang biak serta bergerak. Gerakan yang terjadi pada tumbuhan sangat terbatas, hanya dilakukan pada bagian tertentu saja. Pada tumbuhan terdapat berbagai macam jenis gerak. Contohnya, pada daun, akar, serta tunas. Pada percobaan ini, kami mengamati 3 jenis gerak yang terjadi pada tumbuhan. Yaitu, gerak nasti yang terbagi menjadi gerak seismonasti dan gerak niktinasti, serta gerak geotropisme. Gerak seismonasti merupakan gerak yang timbul karena adanya rangsang berupa getaran atau sentuhan. Gerak ini bisa terjadi pada tumbuhan putri malu, saat disentuh daundaunnya akan menutup. Reaksi menutupnya daun tersebut dikarenakan adanya perubahan tekanan turgor akibat pemberian rangsang. Dari percobaan pengamatan yang kami lakukan pada tanaman putri malu dengan tiga reaksi yang berbeda (halus,sedang,kasar) ternyata terdapat perbedaan yang berbeda. Saat daun putri malu disentuh secara halus , daunnya akan menutup perlahan dan sangat lambat. Sedangkan jika daun putri malu disentuh secara sedang maka daun akan menutup secara cepat namun bagian batang tidak bereaksi sama sekali (tidak menurun). Yang terakhir sentuhan kasar pada tanaman putri malu menyebabkan seluruh daun menguncup dengan cepat sekali serta daun sekitar nya juga ikut menutup, bahkan batang pada setiap daun juga ikut menurun . Karena inilah tanaman putri malu merupakan tumbuhan yang sangat peka terhadap rangsangan . halus dan kasarnya sentuhan yang diberikan pada daun putri malu pasti akan mempengaruhi kecepatan menutup daun putri malu. Sedangkan gerak niktinasti merupakan gerak tidur (menutup) yang terjadi pada tumbuhan karena adanya rangsang berupa gelap. Gerak niktinasti biasanya terjadi pada tumbuhan yang berdaun majemuk, contohnya seperti tumbuhan petai cina, putri malu, dan Cassia corymbosa. Niktinasti terjadi karena pulpinus atau sel motorik di persendian tangkai daun memompa ion K+ dari satu bagian ke bagian lainnya sehingga terjadi perubahan tekanan turbo. Dari hasil pengamatan kami pada kedua pot yakni pot A dan pot B yang diletakkan di tempat yang berbeda ternyata terdapat perbedaan yang signifikan terutama pot yang ditutup. Pada pot A atau pengamatan langsung kami di lokasi yakni tumbuhan putri malu yang berada ditempat terang , daunnya selalu terbuka meski dibiarkan ½ jam kecualin ada rangsangan dari luar/angin yang sangat kencang maka daunnya akn mnguncup.Sedangkan tanaman putri malu yang sudah kami pindahkan kedalam pot B yang semula daunnya mekar dengan sempurna namun setelah ditutup dengan hati-hati tanpa mengenai daun selama ½ jam menggunakan kardus yang dlapisi karton hitam , daun putri malu langsung menguncup. Hal ini membuktikan adanya reaksi dari gerak niktinasti yang disebabkan oleh rangsangan berupa gelap. Gerak geotropisme merupakan gerak yang terjadi pada tumbuhan disebabkan oleh rangsangan gaya gravitasi. Arah gerak akar menuju arah datangnya rangsangan gravitasi bumi, maka gerak akar tersebut disebut geotropisme positif. Sedangkan, gerak bagian tumbuhan lain yang menjauhi gravitasi bumi disebut geotropisme negatif. Dari hasil percobaan pengamatan yang kami lakukan selama seminggu menggunakan 2 pot yaitu pot A dan Pot B dapat dilihat pada hari ke-1 hingga ke-3 pertumbuhan batang belum terlalu jelas namun dapat dilihat pada akarnya yang tumbuh mengarah ke pusat bumi. Sedangkan pada hari ke-4 hingga ke-7 pertumbuhan batang cukup tinggi dan daun sudah mekar dengan sempurna. Pada pot A yang diletakkan secara vertikal Nampak tanaman kacang hijau tegak dengan sempurna sedangkan pada Pot B yang diletakkan secara horizontal
batang mulai mengikuti arah keluarnya pot dan batang sekaligus daun mengikuti arah datangnya matahari ( tampak bengkok ke atas). Pertumbuhan akar termasuk dalam gerak geotropisme positif karena gerak akar mengikuti arah pusat bumi sedangkan pertumbuhan batang yang keatas termasuk dalam geotropism negative karena menjauhi pusat bumi. Selain itu pertumbuhan batang dan daun mengikuti arah rangsangan cahaya matahari dan membuktikan gerak fototropisme pada tumbuhan. H. Kesimpulan Dari percobaan yang telah kelompok kami lakukan dapat disimpulkan bahwa, menutupnya daun putri malu bisa disebabkan karena sentuhan serta rangsangan berupa gelap. Dengan memberikan sentuhan kasar kepada putri malu dapat membuat daun dan batang putri malu menguncup dengan cepat. Dan dengan adanya rangsangan gelap, seperti menutup pot yang berisi putri malu menggunakan kardus yang dilapisi kertas hitam juga dapat membuat putri malu menjadi menguncup. Hal ini tentunya membuktikan bahwa benar adanya gerak seismonasti dan gerak niktinasti. Sedangkan untuk tumbuhan kacang hijau yang kami tanam, walaupun keadaan wadah nya dimiringkan (horizontal) akar tumbuhan kacang hijau tetap mengikuti arah pusat bumi (geotropism positif). batang dan daun menjauhi arah pusat bumi (geotropisme negatif). Kemudian batang dan daun juga mendekati arah datangnya matahari, karena pada dasarnya tumbuhan memerlukan matahari untuk berfotosintesis. Kedua hal ini sekaligus membuktikan bahwa adanya gerak fototropisme dan geotropism yang terjadi bersamaan. I. Jawaban pertanyaan 1. Sebutkan dua jenis tanaman lain yang dapat melakukan niktinasti! Jelaskan alasan Anda memilihnya! Jawab : Dua jenis tanaman lain yang dapat melakukan niktinasi ialah tanaman daun petai cina dan daun bunga kupu-kupu. Karena, kedua tanaman tersebut dapat menutup ketika mendapatkan rangsangan berupa gelap. 2. Apa perbedaan antara niktinasti dengan seismonasti pada percobaan yang telah Anda lakukan? Jelaskan! Jawab : Pada percobaan yang telah kami lakukan, adapun perbedaan yang terlihat antara niktinasi dengan seismonasti ialah, gerak niktinasi merupakan gerak menutupnya/menguncup daun karena adanya pengaruh gelap. Sedangkan gerak seismonasti merupakan gerak yang terjadi pada tumbuhan disebabkan oleh adanya getaran ataupun sentuhan. 3. Pada percobaan geotropisme yang telah Anda lakukan sebenarnya Anda juga sekaligus telah membuktikan adanya gerak fototropisme. Mengapa? Jenis fototropisme apakah yang terjadi? Jelaskan Jawab : Pada percobaan geotropisme yang telah kelompok kami lakukan juga sekaligus dapat membuktikan adanya gerak fototropisme pada tumbuhan. Hal demikian terjadi karena
geotropisme dan fototropisme terjadi secara bersamaan pada saat pertumbuhan kacang hijau. Jenis fototropisme yang terjadi yakni fototropisme positif dan fototropisme negatif. Dimana fototropisme positif terjadi pada batang yang bergerak mendekati rangsangan cahaya dan fototropisme negatif terjadi pada akar yang bergerak menjauhi rangsangan cahaya. J. Dokumentasi a) Kegiatan Seismonasti (gambar anggota kelompok) (gambar melakukan sentuhan terhadap putri malu) (gambar melakukan sentuhan terhadap putri malu)
b) Kegiatan Niktinasti Pot Mula-mula 1 2 ⁄ jam kemudian Disimpan di tempat terang (Pot A) Ditutup dengan penutup yang kedap cahaya (Pot B) (gambar anggota kelompok) (gambar persiapan kegiatan niktinasti)
c) Kegiatan Geotropisme Negatif Hari ke- Pot A dan B Hari ke- Pot A dan B 1 A B 5 2 6 3 7 4