47 “Mereka murid yang mewakilkan sekolah untuk program pertukaran pelajar bukan sih? Wah awas aja tuh kalau sampai bikin sekolah malu” “Parah sih kalau sampai bikin malu sekolah, apalagi itu di Negara lain” susul anak yang lainnya. Setelah mendengar itu, Sera jadi berjalan menundukkan kepalanya, selama menelusuri lorong sekolah yang panjang itu Sera terus berpikir “Bagaimana kalau yang dikatakan oleh mereka terjadi? Bagaimana Kalau sampai diri nya mempermalukan sekolah? Bagaimana kalau dia gagal dalam memperkenalkan budaya Negara nya sendiri?” Pikiran Sera mendadak menjadi kalut, dia takut menghancurkan ekspektasi yang sekolah berikan kepadanya, bagaimanapun juga program ini sangat sulit untuk di ikuti karna murid yang terpilih harus bisa menjalankan program ini dengan baik. Pikiran Sera sangat kalut setelah mendengar pembicaraan segerombolan murid tadi, Sera sangat membenci diri nya yang seperti ini, yang selalu overthinking saat mendengarkan perkataan orang lain, sampai akhir nya Sera mendengar Hesa berbicara “Nggak usah didengerin omongan yang tadi, percaya sama diri kamu sendiri, kamu pasti bisa ra” Perkataan Hesa berhasil membuat isi pikiran Sera yang tadi nya sangat berisik, menjadi tenang kembali. Dan membuat nya menyadari kalau Sera sudah di depan pintu kelas nya. Ucapan Hesa yang tadi ia dengar seperti obat penenang bagi nya. Dari kecil Sera sudah berteman dekat dengan Hesa, Hesa selalu menjadi tempat cerita bagi Sera yang memiliki pikiran yang selalu “berisik” apalagi dengan kondisi keluarga Sera yang selalu menuntutnya untuk menjadi anak pertama yang sempurna, membuatnya menjadi selalu khawatir jika suatu saat ia menghancurkan ekspektasi yang orang lain berikan pada nya, dan berakhir mengecewakan mereka.
48 “Makasih ya sa” Ucap Sera dengan senyum manis terukir diwajahnya, dan manik mata coklat nya yang melihat ke arah Hesa.“Iyaa ra” Hesa tanpa sadar ikut tersenyum saat melihat senyuman manis yang terukir diwajah Sera. *** Hari yang ditunggu pun tiba, setelah memakan waktu 15 jam di pesawat. Akhirnya Hesa dan Sera, juga beberapa murid lainnya yang mengikuti program pertukaran pelajar sampai juga di Belanda. Mereka didampingi oleh beberapa guru termasuk Pak Adam, Mereka disambut dengan baik di sana. Tak terasa sudah 2 minggu berlalu, dengan didampingi beberapa guru mereka bisa beradaptasi dengan baik tanpa masalah. Awalnya Sera merasa takut tidak bisa beradaptasi dengan baik di sana, ternyata pikiran nya salah, banyak murid di sana yang ingin berteman dengannya. Beberapa hari yang lalu, mereka diberitahukan bahwa minggu depan akan diadakan national culture day. Hari di mana mereka menggelar pameran budaya negara mereka, ini merupakan hari yang ditunggu – tunggu karna salah satu tujuan program ini diadakan untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Pak Adam memberitahu agar kami bisa mempersiapkannya dengan baik. Sera sudah menentukan bahwa dia akan menampilkan tari tradisional. Alunan musik tradisional terdengar dari sebuah ruangan, denting dan alunan musik itu terus menerus terdengar berulang kali, dan di dalam ruangan itu terlihat, Sera yang berparas cantik nan anggun dan juga elok nya sedang mengayunkan tangan nya dengan indah, dan juga raut wajah nya yang terlihat penuh penghayatan disetiap gerakkan tari yang dia lakukan, membuat nya semakin terlihat indah.
49 “Tarian mu sudah bagus nak, jangan lupa saat tampil nanti harus percaya diri ya” kata Bu Eni yang dari tadi menemani Sera berlatih untuk national culture day. “Terima kasih bu” Sera menjawab dengan senyuman ramah diwajahnya. “Permisi Bu saya izin keluar ruangan duluan” Kata Sera yang dibalas dengan anggukan oleh Bu Eni. Setelah latihan Sera keluar dari ruangan, namun mata nya tertuju kepada Hesa yang seperti nya sudah sedari tadi menunggu di depan ruangan, Terlihat laki – laki itu berdiri tegak dan raut wajahnya yang tadi terlihat lelah menjadi tersenyum titpis saat pandangannya menemui manik mata coklat Sera yang tertuju kepada nya. “Udah selesai latihan nya Ra?” Tanya Hesa sembari menghampiri Sera yang baru saja keluar dari ruang latihannya. “Baru aja selesai, kamu juga?” Balas Sera “Udah nih” Kata Hesa sembari berjalan mendekati Sera perlahan. Mereka berjalan menelusuri lorong yang sepanjang jalannya dipenuhi dengan banyak murid yang menggunakan bahasa asing. Tidak heran, karna sekolah yang mereka datangi untuk melakukan program ini merupakan salah satu sekolah yang cukup ternama di Belanda. *** Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba, Sera sedang menunggu gilirannya untuk tampil. Namun, raut wajah Sera terlihat gugup dan memikirkan sesuatu, isi kepala gadis itu mengingat kembali pembicaraan murid di sekolah nya yang membuatnya overthinking. Pembicaraan waktu itu sekarang terbayang-bayang dibenaknya. “Seraaa! tadi kamu liatkan penampilan aku? Menurut kamu gimana? Bagus kan?” Hesa berlarian kecil menghampiri Sera
50 setelah penampilan yang dibawakannya selesai, dengan raut wajah senang dan terlihat sedikit lelah setelah mengenalkan pencak silat kepada semua murid di sana, yang membuat Sera tersadar dari lamunan nya. “Tadi kamu keren banget Hes!” Kata Sera dengan senyum manis merekah di wajah nya. Walau pikirannya sangat penuh, bukan berarti ia tidak memperhatikan Hesa sama sekali, dia tetap mencoba berkali-kali mengalihkan pandangannya kepada Hesa. “Hehehe siapa dulu dong yang tampil? Hesaa gitu loh” Wajah Hesa yang sedikit memerah dengan senyuman khas nya setelah mendengar pujian dari Sera terlihat sangat jelas. “Abis ini kamu kan, Ra?” Tanya Hesa yang akhirnya dibalas anggukkan oleh Sera. “Semangat ya, Jangan kebanyakan mikir apa kata orang lain. Kamu pasti bisa!” Ucap Hesa senbari tangan nya bergerak mengusap halus kepala Sera agar membuatnya sedikit tenang. Sepertinya Hesa sedari tadi sadar apa yang Sera khawatirkan. Sera mengangguk, dan lagi-lagi omongan Hesa berhasil menjadi penenang baginya. Setelah itu Sera bisa mendengar namanya dipanggil untuk segera keatas panggung. Dentingan alat musik tradisional mulai terdengar, dan disusul dengan langkah Sera yang perlahan mulai menunjukkan tariannya. Gadis yang memiliki paras cantik itu mulai menggerakkan tubuhnya dengan
51 anggun, senyumanan manis terus terpancar dari wajah cantik nya. memiliki paras cantik itu mulai menggerakkan
52 Diakhir tariannya di hadapan semua orang, dia bisa mendengar tepukan tangan yang meriah dan kerumunan orang ramai bersorakkan memuji tariannya dengan berbagai bahasa. Namun, di antara kerumunan itu, pandangan Sera tertuju kepada Hesa. Dia bisa melihat dengan jelas tatapan Hesa yang sedari awal penampilan Sera dimulai, arah mata nya yang selalu mengarah kepada Sera, dengan lengkungan yang membentuk senyuman di bibirnya. *** “Gimana? Nggak semenakutkan yang kamu pikirkan kan, Ser?” Tanya Hesa yang duduk di samping Sera. “Hehehe aku merasa seneng banget deh akhirnya tujuan kita ikut program ini bisa kita laksanakan dengan baik!” Ucap Sera dengan senyum sumingarah di wajah nya. “Dan sekali lagi makasih ya, Hes” Kata Sera dengan menoleh ke arah Hesa yang duduk di samping nya. Nyatanya Hesa selalu berhasil menjadi warna cerah bagi Sera yang selalu memiliki pikiran abu-abu.
53 TENTANG PENULIS Aku Katrina Arl Rouza. Aku lahir di Cilegon Banten, tanggal 13 februari 2009. Hobi aku bermain alat musik dan bermain game. Aku memiliki motto hidup yaitu “Semakin keras usaha maka akan semakin kuat pendirian”. Minat mabar? dm IG aja @katrinaarl_ Nama saya Chika Zahra Camiela. Saya lahir di Cilegon, Banten. Saya lahir tanggal 23 November 2008. Saya suka mendengarkan musik dan menonton film. Motto hidup saya “tetap berjuang walau banyak rintangan yang menghalangimu”. Kenalan? ke IG ajaa @chkaazhra Halo semuaa! Aku Diandra Ratna Paramitha Li bisa dipanggil Diandra, lahir di Cilegon, tanggal 2 Agustus 2009. Kalau ditanya hobi, aku suka banget masak tapi ga suka cuci piringnya, suka juga nonton film apalagi yang tipe 2000's rom-com gitu! Dengerin musik, dan ngebaca 'girls tips' di tiktok ataupun Pinterest. Motto hidup? "Don't let your fear decide your future" karena kalau kata mami Taylor "Everything you lose is a step you take," that's it! Ayo kenalan lebih deket di Instagram @daay.andra yaa, see yaa! Haii, nama saya Kanaya Azzahra Octarina. Saya lahir di Serang, Banten pada tanggal 28 Oktober 2009. Hobi saya membaca buku dan menonton film. Saya memiliki motto hidup “Miliki teman baik di sekitar kamu, miliki rekan-rekan yang baik. Kelilingi dirimu dengan orang baik, karena kamu juga orang baik”. Kalau mau kenal lebih dekat, mampir ke IG @kanayaoctrn
54 Haii! Nama saya Safina Aprilia. Saya lahir di Cilegon, Banten pada tanggal 27 april 2009. Hobi saya memasak dan juga mendengarkan musik. Motto hidup saya “diam adalah jawaban terbaik daripada bicara tak bermakna”. Mau kenal lebih dekat? Mampir ke IG aja @spinaa00_ halo! nama aku Nafisha Mahira, panggil aja Caca ^_^ aku lahir di Cilegon 29 Maret 2009 Hobiku membaca novel dan menggambar. motto hidup aku "Kita hanya hidup sekali" kalo mau kenalan ke ig aja!! @nasitlor Haloo, nama aku Nadia Astrela Firas Sejati, bisa dipanggil Nadia. lahir di Jakarta pada tanggal 19 Juni 2009. Aku suka baca novel romance gitu! Aku juga suka dengerin musik. Motto hidup? “Never be so kind you forget to be clever, Never be so clever you forget to be kind.” Intinya kalo kata mbak Taylor jadi orang jangan lupa diri. Sinii kalau mau kenalan @aenayyws.flly
55