The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Herzon Ranau, 2020-09-22 03:48:49

BAHAN AJAR TEKS EDITORIAL

BAHAN AJAR TEKS EDITORIAL

TEKS EDITORIAL

KELAS XII
SMK/SMA

Kompetensi Dasar

3.6.Menganalisis struktur dan kebahasaan teks editorial
4.6.Merancang teks editorial dengan memerhatikan struktur dan

kebahasaan baik secara lisan maupun tulis

Kegiatan Pembelajaran
 Menentukan struktur dan unsur kebahasaan dalam teks editorial
 Menyusun teks editorial yang sesuai topik, struktur, dan kebahasaan
 Mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi topik, kerangka, stuktur, unsur kebahasaan,

dan teks editorial yang telah disusun

Disusun oleh :

Herzon, S.Pd

BAHASA INDONESIA

KATA
PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena atas rahmat dan karunia-Nya, e-modul ini dapat
diselesaikan dengan baik. E-modul ini terkait dengan materi
pempembelajaranan menganalisis struktur kebahasaan tek
editorial yang akan dipelajari, yaitu mata pelajaran bahasa
Indonesia, kelas XII.

Penulis sangat berharap e-modul ini dapat berguna dalam
rangka menambahwawasan serta pengetahuan kita mengenai
pempembelajaranan Bahasa Indonesia. Lebih karena itu,
penulis berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan
e- modul yang telah penulis buat di masa yang akan datang.

Semoga e-modul sederhana ini dapat digunakan dan
dipahami dengan baik dan jelas.

Simpang Sender, September 2020

Penulis
Herzon, S.Pd

DAFTAR ISI

1. Kata Pengantar ........................................................ 1
2. Pengertian Teks Editorial .................. ........................ 3
3. Fungsi Teks Editorial . ................................................ 3
4. Pengertian Editorial Menurut Ahli ............................. 4
5. Tujuan Teks Editorial ........ ......................................... 4
6. Manfaat Teks Editorial... ............................................ 5
7. Ciri Teks Editorial ........................................................ 5
8. Struktur Teks Editorial ................................................ 6
9. Kaidah Kebahasaan Teks Editorial .............................. 7
10. Jenis – Jenis Teks Editorial .................................. 8
11. Contoh Teks Editorial ......................................... 9
12. Daftar Pustaka .................................................... 11

1. Pengertian Teks Editorial

Editorial adalah artikel utama yang ditulis oleh

redaktur koran yang merupakan pandangan redaksi terhadap
suatu peristiwa (berita) aktual (sedang menjadi sorotan),
fenomenal, dan kontroversial (menimbulkan perbedaan
pendapat).

2. Fungsi Teks Editorial

Fungsi teks editorial di antaranya
sebagai berikut:

1.Menjelaskan fakta atau peristiwa dan akibatnya kepada
masyarakat

2.Mengisi latar belakang dari isu dengan kenyataan

sosial dan faktor yang mempengaruhinya.

3.Memberikan pandangan kepada pembaca terhadap isu
yang sedang berkembang.

4.Memberikan penilaian moral tentang isu tersebut.

5.Mengajak pembaca untuk ikut berpikir tentang masalah
(isu/topik) yang sedang hangat terjadi di kehidupan
sekitar

3. Pengertian Teks Editorial
Menurut Para Ahli

 Menurut Dja’far H Assegaf dalam bukunya “jurnalistik
masa kini” yang dikutip dari Lyle Spencer
dalam “editoril writing”, tajuk rencana merupakan
pernyataan mengenai fakta dan opini secara singkat,
logis, menarik ditinjau dari segi penulisan dan bertujuan
untuk mempengaruhi pendapat atau memberikan
interpretasi terhadap suatu berita yang menonjol
sebegitu rupa sehingga bagi kebanyakan pembaca surat
kabar akan menyimak pentingnya arti berita yang
ditajukkan tadi (Dja’far H. Assegaff : 1991).

4. Tujuan Teks Editorial

Setidaknya terdapat 2 tujuan utama dari
teks editorial:

1. Teks editorial bertujuan mengajak pembaca

untuk ikut berpikir tentang isu aktual yang sedang hangat
dibicarakan atau sedang terjadi di kehidupan sekitar.

2. Teks editorial bertujuan untuk memberikan

opini atau pandangan redaksi kepada pembaca terhadap
isu yang sedang berkembang.

5. Manfaat Teks Editorial

 Memberikan informasi kepada pembaca
 Bermanfaat untuk merangsang pemikiran

pembaca
 Teks editorial terkadang mampu

menggerakkan pembaca untuk bertindak.

6. Ciri-Ciri Teks Editorial :

1.Topik tulisan teks editorial selalu hangat
(sedang berkembang dan dibicarakan
secara luas oleh masyarakat), bersifat
aktual dan faktual.

2.Teks editorial bersifat sistematis dan logis.
3.Teks editorial merupakan sebuah opini /

pendapat yang bersifat argumentative.
4.Teks editorial menarik untuk dibaca,

karena ditulis dengan menggunakan
kalimat yang singkat, padat dan jelas.

7. Struktur Teks Editorial

Terdapat 3 struktur yang menyusun teks editorial/opini, yaitu:

1. Pernyataan pendapat (tesis), bagian yang

berisi sudut pandang penulis tentang masalah yang
dibahas, biasanya berisi sebuah teori yang akan diperkuat
oleh argumen.

Argumentasi2. , merupakan alasan atau bukti

yang digunakan guna memperkuat pernyataan dalam
tesis. Argumentasi yang diberikan dapat berupa
pertanyaan umum/data hasil penelitian, pernyataan para
ahli, maupun fakta-fakta berdasarkan referensi yang bisa
dipercaya.

3. Pernyataan/Penegasan ulang
pendapat (Reiteration), merupakan

bagian yang berisi penegasan ulang pendapat yang
didukung oleh fakta di bagian argumentasi guna
memperkuat/menegaskan. Penegasan ulang berada di
bagian akhir teks.

8. Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Kaidah kebahasaan yang digunakan dalam
tek editorial tidak berbeda jauh dengan teks prosedur

kompleks yaitu menggunakan verba material.

 Adverbia, bertujuan agar pembaca meyakini teks

yang dibahas dengan menggunakan kata keterangan
seperti selalu, sering, biasanya, kadang-kadang, jarang
dan lain sebagainya.

 Konjungsi yaitu kata penghubung pada teks, seperti

bahkan dan lain sebagainya.

 Verba material yaitu verba yang menunjukan

perbuatan fisik atau peristiwa.

 Verba rasional yaitu verba yang menunjukan

hubungan intensitas(Pengertian B adalah C) dan milik
(Mengandung pengertian B memiliki C)

 Verba mental yaitu verba yang menunjukan

persepsi (melihat, dan lainnya), afeksi (khawatir dan
lainnya), dan kognisi (mengerti dan lainnya). Pada verba
mental ada partisi[am pengindra dan fenomena.

9. Jenis jenis Teks Editorial

 Interpretaive editorial, editorial

ini bertujuan untuk menjelaskan isu dengan menyajikan
fakta dan figur untuk memberikan pengetahuan.

 Controversial editorial, editorial bertujuan

untuk meyakinkan pembaca pada keinginan atau
menumbuhkan kepercayaan pembaca terhadap suatu isu.
Dalam editorial ini biasanya pendapat yang berlawanan
akan digambarkan lebih buruk.

 Explantory editorial, editorial ini

menyajikan masalah atau suatu isu agar dinilai oleh
pembaca. Biasanya teks editorial ini bertujuan untuk
mengeidentifikasi suatu masalah dan membuka mata
masayarakat untuk memperhatikan suatu isu.

10. Contoh Teks Editorial Dalam Surat Kabar

Sedia Mitigasi Sebelum Bencana

Tim Redaksi Lampung Post 09 Aug 2018 – 1:30 199

SEDIA payung sebelum hujan, menjadi ungkapan yang
diajarkan nenek moyang dan menjadi patokan untuk
mengantisipasi setiap problem yang akan datang. Untuk itulah
pemerintah menggaungkan program mitigasi untuk setiap
daerah yang rawan bencana.

Sudah sepatutnya pemerintah menggelar berbagai upaya
pencegahan, kesiapsiagaan, peringatan dini, antisipasi, dan
mitigasi hingga penanggulangan becana. UU No 24/2007
tentang Penanggulangan Bencana, Pasal 5 menyebutkan
pemerintah dan pemerintah daerah menjadi penanggung
jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Tolok ukur kesiapsiagaan dan mitigasi yang dilakukan
pemerintah itu tecermin dari gempa dua kali di Lombok
Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa pertama terjadi
pada 28 Juli 2018 dengan kekuatan 6,4 skala Richter (SR) dan
tidak ada korban jiwa. Selain itu, juga tidak terjadi tsunami di
sepanjang pantai Lombok Utara itu.

Dan sepekan kemudian, pada 5 Agustus 2018 gempa kembali
mengguncang Lombok Utara, saat warga sedang menunaikan
salat magrib. Kali ini gempa berkekuatan makin dahsyat,
yakni 7 SR. Walau tidak terjadi tsunami, korban jiwa jatuh
sangat banyak. Ratusan warga meninggal dunia terkena
reruntuhan bangunan saat gempa itu.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat
sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan
roboh. Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan

Geofisika (BMKG) berteori bahwa gempa pertama
merupakan pendahuluan, sementara gempa utamanya atau
main earthquake pada 5 Agustus dengan kekuatan 7 SR.
Selanjutnya gempa susulan dengan kekuatan yang relatif lebih
kecil.

Jika disimak dari penjelasan dua badan pemerintah yang
dipercaya untuk menanggulangi bencana itu, berarti sudah ada
prediksi bahwa Lombok Utara adalah daerah rawan gempa.
Sebab, daerah itu berada di atas patahan lempeng bumi,
sehingga jauh hari mestinya sudah bisa dilakukan mitigasi
bencana.

Pengertian mitigasi sendiri sesuai dengan UU 24/2007 itu
adalah upaya mengurangi risiko bencana bagi masyarakat
yang berada pada kawasan rawan bencana. Hal itu berarti di
daerah Lombok Utara semestinya sudah dilakukan upaya itu,
setidaknya sosialisasi kepada masyarakat menghadapi gempa.
Sosialisasi konstruksi bangunan antigempa dan jalur-jalur
evakuasi sudah disiapkan.

Kini Lampung juga merupakan daerah rawan bencana gempa
bumi, terkait posisi Bumi Ruwa Jurai di atas patahan lempeng
Eurasia dan Indo-Australia. Sehingga akan ada ancaman
korban jiwa, jika pemerintah lalai untuk menyediakan mitigasi
sebelum bencana itu datang, penderitaan bagi masyarakat
banyak akan menjadi pemandangan tragis yang tidak dapat
terelakkan lagi.

Jangan sampai akibat kurangnya mitigasi, bencana yang
datang akan memakan banyak korban. Apalagi jika mitigasi
dan penanggulangan bencana hanya dijadikan proyek. Maka,
korban yang sudah sangat terluka justru makin menjerit pada
dalamnya sakit. Sedia mitigasi sebelum bencana datang
menerjang adalah keharusan.

Daftar Pustaka

https://zuhriindonesia.blogspot.com/2018/09/menganalisis-
kebahasaan-teks-ceramah.html

Kosasih, E. 2014. Jenis-Jenis Teks dalam Mata Pelajaran
Bahasa Indoneisa SMA/MA/SMK. Bandung: Yrama Widya

Suherli, dkk. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas XII
Revisi Tahun 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan,
Balitbang, Kemendikbud.

Suherli, dkk. 2017. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas XII
Revisi Tahun 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan,
Balitbang, Kemendikbud


Click to View FlipBook Version