Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 37di Mekah, yang digunakan sebagai basis dakwah sebagai bentuk syiar tentang nilai kebenaran yang harus diperjuangan umat Islam. Rumah Nabi Muhammad SAW di Mekkah itu berdiri di atas tanah seluas 2.500 meter firkan (persegi) yang dikelilingi oleh dinding-dinding tembok dengan bahan baku tanah liat. Sebagai kebiasaan bangsawan-bangsawan Arab pada masa itu, Nabi Muhammad SAW pun membuat pelataran besar di dalam lingkungan rumah. Pelataran itulah yang sering dipergunakan untuk mengadakan syura (rapat) bersama para sahabat sebagai orang seperjuangan.Bentuk dan pola arsitektur juga mengacu pada arsitektur di Mekkah yang juga diterapkan pada bangunan Masjid Madinah dengan halaman yang luas, sehingga dikenal dengan pola hipostyle. Pada sisi selatan dibuat portico atau serambi beratap, ditopang oleh tiga deret tiang dari batang pohon palem. Arsitektur Masjid Nabawi mempunyai beberapa karakteristik dari sebuah bangunan masjid, di antaranya adalah memiliki halaman yang luas atau pelataran terbuka yang dikelilingi oleh tembok yang dibuat dengan batu dan tanah liat sebagai perekat dan pelapisnya. Sedangkan portico, sebagai sebuah serambi yang dipergunakan untuk tempat shalat berjamaah. Adanya Sahn, yaitu halaman dalam yang dikelilingi tembok dan ada ruangan pelataran yang dikelilingi tiang sebagai bentuk pola hipostyle. Begitu juga hiasan dan ornamentik yang memakai struktur arabesque, sebagai bentuk arsitektur yang memberikan inspirasi dalam bangunan masjid di daerah maghribi, Afrika Tengah, masyiriqi dan wilayah Spanyol.Masjid Nabawi kemudian diperluas oleh Khalifah Umar Ibnu Khathab dengan penambahan luas tanah di bagian utara. Sedangkan Khalifah Utsman Ibnu Affan membangun bagunan masjid yang berlangsung selama satu tahun, yaitu tahun 649-650 masehi. Masa Dinasti Umayyah di bawah Khalifah Al-Walid memperluas bangunan masjid dan memperluas halaman masjid lengkap dengan mihrab, dindingnya bagian selatan dimodifikasi dengan sentuhan seniman ukir kreasi yang memperindah interior masjid menjadi bentuk kesatuan ruang yang menarik dengan mempergunakan struktur arabesque bentuk hiasan dekorasi yang memadukan kaligrafi. Begitu juga dengan menara yang dibangunnya menjadi satu kesatuan dari bangunan masjid sebagai bagian dari arsitektur masjid. Begitu juga Khalifah Al-Mahdi (Mamluk) yang membangun kubah di atas kamar Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Sultan Mahmud II dari
38 Sejarah Seni Rupa Islam Gambar 3.6Masjid Al-Aqsha Tampak Depan Kubah Berwarna Hijau.(Sumber: http://islamthis.wordpress.com)dinasti Turki Utsmani membangun kubah yang dibangun oleh Sultan Qaitabai. Pada masa kekuasaan Sultan Abdul Majid I dari dinasti Turki Utsmani memperluas tanah dan bangunan mencapi 1.293 meter dan ruang bawah tanah setinggi 4 meter. Pada masa pemerintahan Raja Fahd tahun 1984 luasnya makin bertambah menjadi 165.000 meter dengan 10 buah menara yang tingginya 105 meter ditambah ornamen tiang bulan sabit. Tinggi lantai datar 12,55 meter dan ruang bawah tanah setinggi 4 meter dan memiliki 27 kubah berteknologi tinggi yang dapat dibuka secara elektrik untuk mengatur suhu udara secara alami di dalam masjid.c. Masjid Al-Aqsha yang dibuat oleh Nabi Sulaiman as di daerah Al-Quds Asy-Syarif yang kemudian berkembang manjadi kota, karena menjadi pusat pemerintahan Nabi Sulaiman AS. Kota tersebut didirikan oleh Nabi Dawud as, bernama Al-Quds Asy-Syarif yang sekarang dikenal dengan Kota Yerusalem. Di mana Masjid Al-Aqsha pada masa Khulafaur Rasyidin, para sahabat Nabi, yaitu pada kekhalifahan Umar bin Khathab yang kemudian dikembangkan dengan dibangun kembali masjid yang lebih monumental sebagai bagian dari kecintaan terhadap Masjid Al-Aqsha oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwa.Keindahan kota Al-Quds Asy-Syarif yang dikenal dengan Yerusalem bukan dilihat dari pemandangan alam yang melingkupi Masjid Al-Aqsha. Sebuah arsitektur spiritual, di mana dapat ditelusuri sebagai keindahan bangunan saja, tapi keindahan nilai dari sebuah sejarah tentang perkembangan dari agama samawi memberikan makna yang dalam bagi
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 39peradaban dunia untuk dipahami bahwa keberadaan Allah di muka bumi itu bukan pada masa Islam. Karena Islam memang menjadi satu bentuk agama yang diwahyukan Allah bagi umat manusia di dunia ini.Hal ini juga yang digambarkan dalam tulisan Bruce Lawrence, seorang peneliti Islam dan seorang ahli komperatif lulusan Princeton University yang telah menjadi dosen di Duke University. Dia menggambarkan keindahan arsitektur The Dome of The Rock, kubah emas, dilihat dari interiornya. Di mana arsitektur itu berada di dekat sebuah masjid, Masjid Al-Aqsha, tempat di mana Nabi Muhammad SAW dipercaya telah mendarat dari perjalanan Isra Mi’raj. Namun, The Dome of The Rock bukan benar-benar masjid. Sebenarnya, lokasi itu adalah sebuah tempat suci yang menegaskan tentang kenaikannya Nabi Muhammad SAW pada malam Isra Mi’raj, walaupun tempat persis kenaikan tersebut ditandai dengan sebuah kubah yang lebih kecil di dekatnya. Tujuan dibangunannya The Dome of The Rock adalah untuk menonjolkan sebuah batu besar di dalamnya yang berbentuk menakjubkan. Ada dua jalan berbentuk segi delapan yang mengelilingi sebuah lingkaran pusat, yang berada di sebelah utara dari sebuah lapangan buatan yang begitu besar. Tujuan pembuatan desain itu adalah untuk meninggikan pesan yang disampaikan di atas batu dan naskah. Ada pula mozaikmozaik yang membingkai baris demi baris huruf Arab, yang merupakan tanda-tanda dari Al-Qur’an. Tanda-tanda tersebut membentuk pesan yang bisa dilihat oleh semua orang. Semuanya pesan dari Al-Qur’an yang tertulis besar-besar di atas dinding, bercampur dengan bentuk-bentuk geometris yang dibentuk menggunakan huruf-huruf yang menyerupai balok-balok. Huruf-huruf dikembangkan menjadi katakata, digabungkan menjadi kalimat-kalimat, dan semuanya menghadap ke batu itu sebagai cermin, sebagaimana mereka menjadi bayangan batu tersebut.Ayat-ayat yang terdapat di sana melampui hasil tulisan manusia, layaknya Kitab (Al-Qur’an) yang keagungannnya melebihi gulungan kertas dan pena yang membuat dan menandai buku-buku karya manusia sebagai tulisan biasa semata. Ini adalah ayat-ayat dari satu-satunya kitab yang membawahi seluruh buku-buku manusia, The Protected Tablet (Lauhul Mahfudz):”Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Qur’an yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauhul Mahfudz.”(QS. Al-Buruj [85]: 21-22)
40 Sejarah Seni Rupa IslamKitab keilahian ini adalah kitab yang menginspirasikan Taurat, Zabur, dan Injil. Ia adalah buku di atas semua buku. Begitulah Al-Qur’an Suci diwahyukan. Kisahnya turun dalam penyampaian-penyampaian wahyu Allah SWT. Kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Sebagaimana Jibril telah mengabarkan kepada Maryam bahwa ia akan menjadi ibu bagi Nabi Isa as, maka Jibril memberitahukan lagi dan lagi kepada Nabi Muhammad SAW, kisah yang akan menyempurnakan baginya—bagi bangsa Arab dan bagi umat manusia—pesan yang telah diberikan sebelummnya kepada kaum Yahudi dan Nasrani.Meskipun kisah itu begitu penting, ia tidaklah jelas atau transparan. Ayat-ayat yang paling penting baru bisa dilihat begitu memasuki bangunan. Jika melihat ke bagian atas, akan terlihat ayat-ayat utama tertulis di sisi bagian dalam kubah. Teks tersebut bisa dibaca dengan cara memutari inti lingkaran hingga ke titik yang berada sebelum pintu masuk.Teks utama itu dimulai di sisi selatan dari persegi delapan dengan beberapa bagian pengakuan keimanan. Ia diikuti oleh sebuah rangkaian kutipan dari bagian-bagian berbeda dari Al-Qur’an, diselingi dengan inti-inti keimanan yang menguatkan pesan utamanya.”Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, Ia adalah Yang Mahaesa, tak ada sekutu baginya. Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi; hanya Allahlah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujianpujian; dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. At-Taghabun [64]:1, Al-Hadid [57]: 2)”Muhammad adalah hamba Tuhan dan Nabi-Nya. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi, ’Hai orang-orang yang beriman, bershalawat kamu untuk, Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya’.” (QS Al-Ahzab [33]: 56)Semoga shalawat dan salam dari Tuhan untuknya, dan semoga Tuhan memenuhinya.”Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melapaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang menciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 41Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasulNya dan janganlah kamu mengatakan, ’(Tuhan itu), berhentilah (dari ucapan itu). (itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Mahaesa, Mahasuci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah dan tidak (pula enggan) malaikatmalaikat yang terdekat (kepada Allah). Barang siapa yang enggan dari menyembah-Nya dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan semua kepadaNya.” (QS An-Nisaa [4]: 171-172)”Wahai Tuhan, rahmatilah Nabi dan hamba-Mu, Isa bin Maryam. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” Itulah Isa Putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantah tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu maka Dia hanya berkata kepadanya; ”Jadilah”, maka jadilah ia. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.” (QS. Maryam [19]: 33-36)”Allah menyatakan bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu) Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orangorang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (QS. Ali Imran [3]: 18-19)Dan kemudian, saat meninggalkan sisi selatan setelah memutari batu, Anda bisa menyerap pesan bahwa Nabi Isa as sebenarnya memang Al-Masih yang dibesarkan dalam ketinggian oleh Tuhan, tapi dalam kedudukan sebagai seorang hamba, bukan sebagai seorang anak, dari Dia yang Maha Esa yang merupakan ”Tuhanku dan Tuhanmu.” Dan Anda akan menemukan lagi ayat-ayat lain yang mengulangulang dan menguatkan sebuah pesan yang sama.
42 Sejarah Seni Rupa Islam”Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Tak ada Tuhan (Yang berhak disembah) kecuali Allah, Ia Mahaesa dan tidak mempunyai sekutu. Katakanlah Dia lah Allah, Yang Mahaesa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tiada ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas [112]: 1-4)”Muhammad adalah Utusan Allah, semoga rahmat Allah selalu bersama beliau. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha penyayang. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah. Ia Mahaesa dan tiada sekutu. Muhammad adalah Nabi Allah. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab [33]: 56)”Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah. Ia Mahaesa. Dan katakanlah: ”Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan dia bukan pula hina yang memerlukan pertolongan dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesarbesarnya.” (QS. Al-Israa [17]: 2)Muhammad adalah Nabi Tuhan Rahmat Allah semoga untuknya. Hamba Tuhan, Pemimpin yang diberkahi, pemimpin orang-orang yang beriman. Membangun kubah ini dalam tahun 2 dan 70. Semoga Allah menerima darinya dan menyayangi beliau! Amin! Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam. Hamba Tuhan pemimpin yang diberkahi. Pemimpin orang-orang yang beriman. Kata terakhir, yang merupakan sebuah prasasti, tampak begitu kabur. Tanggal 2 dan 70 adalah 72 hijriah, merujuk kepada tahun Hijrah, penanggalan kalender Muslim, yang sama dengan tahun 692 Masehi. Senada dengan itu, Khalifah Bani Umayyah juga menyebut dirinya sendiri dengan nama (hamba, pemimpin, komandan) daripada nama sebenarnya Abdul Malik.Tapi, terlepas dari penjelasan-penjelasan ini, bagaimana caranya tanda-tanda Al-Qur’an yang terukur pada The Dome of Rock menunjukkan pesannya. Ayat-ayat tersebut diulangulang, tetapi pengulangan tersebut hanya untuk kepentingan klarifikasi dan penekanan. Ayat-ayat dan kata-kata yang
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 43diulang-ulang digunakan untuk menginstruksikan. Setiap penekanan akan diperhatikan, setiap garis menandai sebuah pesan yang mendesak. Di bagian dalam dari segi delapan tersebut, penyataan keimanan diikuti oleh kesatuan ayatayat menjelaskan kekuatan Tuhan. Nabi Muhammad SAW diperkenalkan dengan sebuah kemuliaan yang menggemakan Al-Qur’an walaupun itu tidak secara langsung dikutip dari Al-Qur’an.Kaligrafi di sisi luar terdiri atas enam bagian yang dipisahkan dengan ornamen-ornamen, bagian yang terletak paling akhir menjadi peringatan dasar yang aktual. Masing-masing dari lima bagian lainnya dimulai dengan basmalah, mungkin untuk menggemakan pola dari shalat lima waktu yang diperintahkan kepada umat Muslim melalu Nabi Muhammad SAW pada Malam Isra Mi’raj bersama Malaikat Jibril di hadapan Singgasana Ilahi. Pada setiap empat bagian pertama, doanya diikuti dengan pernyataan keimanan dan ayat AlQur’an yang disusun sedemikian rupa untuk membentuk sebuah pernyataan yang berdiri sendiri dan saling bertautan, yang didahului dengan sebuah shalawat untuk Sang Nabi. Bagian kelima dan terakhirnya agak janggal, yaitu pernyataan keimanan biasa dengan sebuah shalawat untuk Nabi Muhammad SAW tanpa permohonan lebih lanjut. Tiaptiap bagian di luar ini mempunyai efek seperti layaknya sebuah tulisan tangan, sebuah tanda yang menutupi tema utama dari kaligrafi yang lebih panjang di sisi bagian dalam.Limpahan cahaya yang menerobos jendela kaca menguatkan pada aksen kekuatan ruang, sehingga menampakan keindahan interior. Sebagai bentuk mosaik yang dibuat Gambar 3.7The Dome of Rock, Qubbatus Ash’, Kubah Emas. Di Masjid AlAqsha.(Sumber: http://senirupasmasa.wordpress.com)
44 Sejarah Seni Rupa Islammenjadi bagian dari keindahan masjid sebagai tempat ibadah juga menjadi representasi dari sebuah peradaban Islam yang melihat kesenian sebagai sebuah aspek yang sangat penting bagi kesenian lokal yang dapat diakomodir oleh Islam.Selain itu juga, bangunan masjid ini dihiasi dengan seni kaligrafi dan menjadi unsur yang paling utama dari seni Islam. Karena hampir semua bangunan masjid baik itu pada permukaan batu, plesteran semen atau tanah liat, maupun batu pualam, hiasi dengan seni kaligrafi. Hal itu juga terdapat di bangunan pintu gerbang dan dinding hiasan bangunan. Keindahan kaligrafi yang dipadukan dengan keindahan seni ornamentik dengan pola geometrik menghasilkan keindahan bentuk dan kompleksitas serta kesempurnaan yang belum pernah dikenal sebelumnya.Begitu juga dengan pola tumbuhan sebagai bentuk pola alami yang memperlihatkan ketelitian dalam penggarapannnya, sehingga bunga dan pepohonan dalam lukisan pada panel satu warna dari satu pualam putih terasa elok dan indah dalam bentuk relief. 3.4.1. Al-Quds Asy-Syarif Kota Yerusalem mempunyai lima keunikan:1. Sebagai kota suci umat Islam, Yahudi dan Nasrani serta sumber peradaban manusia karena agama samawi secara konsisten dan berkesinambungan memberikan penjelasan tentang kesempurnaan agama Allah—yang menjadi agama umat manusia yang diutus oleh Allah Gambar 3.8Masjid Al-Aqsha dengan The Dome of Rock.(Sumber: http://muhamadilyas.wordpress.com,)
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 45para Nabi untuk memberikan petunjuk hidup. Agama Allah ini adalah sebuah bentuk yang telah sempurna untuk mengembangkan diri manusia menjadi manusia yang utuh.2. Terdapat monumen peristiwa Isra Mi’raj, begitu juga apa yang terjadi dengan peristiwa perintah Allah pada Nabi Muhammad SAW untuk menjalani shalat lima waktu. Sebuah perjalanan dari masjidil Haram ke masjidil Aqsha menjadi tonggak sejarah dari perkembangan masjid Aqsha. Untuk menguatkan keindahan arsitektur Masjid Al-Aqsha bukan dilihat dari bentuk bangunan, tapi spirit keagamaannya yang kuat.3. Bagi umat Islam yang shalat di Masjid Al-Aqsha mendapat nilai 1.000 dibandingkan shalat di tempat lain. Al-Aqsha adalah kiblat pertama umat Islam sebelum ada perintah dari Allah untuk memindahan kiblatnya ke Masjidil Haram. Juga sejarah keagamaan yang kuat, karena menjadi peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW untuk diperintah menjalankan shalat lima waktu.4. Sebagai kota kelahiran Nabi Isa as. Sebuah sejarah dari perkembangan agama samawi menjadi lebih kuat ketika Islam berkembang hampir ke seluruh dunia dengan memasuki wilayah Eropa. Memberikan inspirasi bagi bangsa Eropa—dalam hal ini tokoh agamanya—untuk kembali merebut wilayah yang telah dikuasai kaum muslim, sekaligus mengumandangkan perang agama dengan menyerang sampai ke jantung wilayah Islam. Dan, wilayah kelahiran Nabi Isa as menjadi target penguasaan wilayah. Kota kelahiran dan makam Nabi Dawud as sebagai nilai dari bagian sejarah manusia tentang kehidupan seorang nabi di dalam mendampingi kehidupan umatnya. Namun, pada akhirnya para nabi itu dikhianati, dimusuhi dan juga hendak dibunuh.Di Al-Quds ada Masjid Umar yang dibangun oleh Khalifah kedua, Umar bin Khathab dan masjid batu karang. Di dalam masjid batu karang ada gua batu hitam yang cekung dibuat dengan Sakhrah Muqaddasah. Di sana Nabi Muhammad SAW melakukan shalat dua rakaat sebelum Isra Mi’raj ke Sidratul Muntaha. Dan peristiwa itu merupakan perintah shalat lima waktu bagi kaum muslim.
46 Sejarah Seni Rupa Islam3.5. FUNGSI TAMBAHAN MASJIDA. Masjid TentaraBerawal dari perkembangan Islam ke seluruh dunia untuk menumbangkan kezaliman di muka bumi. Tentara Islam dengan gagah perkasa tidak menghilangkan keinginan untuk membuat masjid yang didirikan sewaktu ekspansi Islam; tempat shalat tentara Islam. Bangunan masjid pada waktu itu adalah bangunan tenda-tenda yang menjadi tempat tinggal para prajurit muslim. Kemudian tenda-tanda itu berubah menjadi bangunan yang diganti dengan batu untuk menjadi bangunan yang kuat dan permanen. Hal itu sejalan dengan kemenangan umat Islam ke seluruh dunia, dengan membangun peradaban baru melalui karya arsitektural dan perkembangan seni rupa yang memberikan pengaruh pada kesenian kepada daerah yang dikuasai oleh kaum muslim.B. Masjid MakamDidirikan untuk memuliakan khalif (pemimpin/sultan) dengan memasukkan makam dalam masjid. Namun, kalau kita mau melihat, Masjidil Haram itu bukan dikatakan masjid makam, meskipun makam Nabi Muhammad SAW berada di dalam masjid. Karena ketika Nabi wafat, Masjid Nabawi itu masih sederhana dan berdekatan dengan rumah Nabi. Kemudian Nabi di makamkan dekat masjid dan rumahnya. Namun, sejalan dengan perkembangan Islam yang begitu cepat dan merambah ke seluruh wilayah, membuat khalifah mempunyai kekayaan untuk memperluas Masjid Nabawi dan memperindahnya dengan arsitektur yang agung dan indah. Gambar 3.9(Sumber: scribesvibe.blogspot.com)
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 47C. Masjid MadrasahTidak lepas dengan peran masjid di dalam mengembangkan kemampuan umat Islam, masjid selain tempat ibadah shalat, juga dipergunakan oleh Rasullah untuk membina para sahabat dan umat Islam pada umumnya, yaitu didirikan untuk pendidikan agama. Untuk itu, sejalan dengan pendidikan, maka dengan berkembangnya pula perpustakaan sebagai pendukung pendidikan, hal itu yang menjadikan masjid menjadi pusat ilmu pengetahuan bagi peradaban Islam.Gambar 3.10Arsitektur Makam Taj Mahal di India.(Sumber: www.archicentral.com,)Gambar 3.11Masjid Al-Azhar di Mesir, Masjid Madrasah.(Sumber: www.mwnftravels.net, Masjid Al-Azhar)
48 Sejarah Seni Rupa Islam3.6. KOMPONEN MASJIDA. MihrabSebuah ceruk atau ruang relatif kecil yang masuk dalam dinding, dan berfungsi sebagai arah kiblat. Mihrab menjadi bagian yang penting dari arsitektur masjid karena di situlah tempat berdirinya seorang imam untuk memimpin shalat berjama’ah. Mihrab di dalam Al-Qur’an di sebutkan di dalam surat Ali Imran yang disebut sebanyak dua kali yaitu di ayat 37 dan 39, yang menurut tafsir Ibnu Katsir (jilid II) yang dimaksud dengan mihrab adalah tempat tertutup yang digunakan Zakaria dan Maryam untuk beribadah dan bermunajat pada Allah SWT. Mihrab sudah dikenal pada zaman Nabi-nabi sebelumnya yang dimulai oleh Nabi Dawud as. Pada surat Maryam dalam ayat 11 dijelaskan untuk selalu bertasbih, di mana Nabi Zakariya as keluar dari mihrab untuk memberikan isyarat kepada mereka untuk bertasbih pada waktu pagi dan petang. Sedang dalam surat Shad ayat 21 menjelaskan mengenai orang yang berselisih menghampir Nabi Dawud as ke mihrab untuk meminta penyelesaian di antara mereka..Bentuknya ceruk bukan semata-mata sebagai aspek ruang yang memberikan nilai keindahan dari ruang. Tetapi, juga mempunyai sejarah yang para nabi yang diutus Allah dalam bermunajat. Ceruk sebagai mihrab yang mendekati diri pada Allah memberikan kekhusyukan. Keindahan ceruk dari bagian interior yang selalu menghiasi, mempunyai dimensi spiritual. Ceruk bukan sebuah bentuk yang berdiri sendiri sebagai ruang, tapi ruang ceruk itu menjadi bagian dari unity Gambar 3.12Mihrab Masjid Kiblatain di Madinah(Sumber: Dolumen Pribadi)
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 49ruang yang lebih luas, di mana para jamaah yang mengikuti shalat imam yang mempimpinnya di mihrab dalam bentuk ceruk.Interior masjid dilengkapi dengan mihrab yang pertama kali adalah Masjid Nabawi di Madinah ketika mengalami perluasan yang dilakukan oleh Gubernur Umar bin Abdul Azis pada tahun 708-711 masa pemerintahanya kekhalifah Walid bin Abdul Malik. Karena sebelumnya, di Masjid Nabawi untuk menandai arah kiblat itu dengan mimbar seperti apa yang dilakukan pada zaman Nabi Muhammad SAW. Pada saat yang bersamaan juga dibangun masjid dengan mempergunakan mihrab berbentuk lengkung, masa kekhalifahan Umayyah oleh seorang pegawai yang bernama Qurh bin Syarik di Mesir. Namun, dalam perkembanganya, mihrab Masjid Nabawi di Madinah itu mempunyai enam mihrab yang diberikan nama masing-masing. Mihrab pertama diberi nama mihrab Nabi Muhamad SAW yang terletak di bagian Raudah—antara mimbar dan makam Rasulullah. Yang kedua adalah mihrab Usmani. Ketiga, mihrab Hanafi—sekarang mihrab Sulaimani yang dibangun Togan Syekh sesudah tahun 860 H. Mihrab ini dihiasi marmer putih dan hitam oleh Sulaiman I dari kerajaan Ottoman pada 938 H. Keempat, adalah mihrab Tahajud—terletak di sebelah mihrab Fatimah Az-Zahra. Kelima, yaitu mihrab Fatimah yang terletak di sebelah mirab tahajud. Keenam, adalah mihrab tarawih yang sering digunakan imam masjid Madinah saat memimpin shalat.Pada perkembangannya, mihrab menjadi sebuah elemen estetika seni arsitektur yang menjadi menarik perhatian dari para seniman dan pemimpin muslim di dalam membuat arsitektur masjid. Mihrab merupakan tempat shalat, di mana imam memimpin shalat berjamaah yang menunjukkan kiblat. Desain ini merupakan sebuah perkembangan dari arsitektur masjid untuk mempertegas sebuah kepemimpinan seorang imam yang bisa dilihat dalam kehidupan realitas sosial sebagai tanggung jawab seorang pendakwah—kepemimpinan yang menjadi sebuah kekuatan dalam budaya Islam. Bahwa dalam satu jamaah perlu dipilihnya para pemimpin untuk mengatur ritme gerak yang lebih baik dan terarah untuk mencapai tujuan seperti tujuan dalam shalat.Mihrab di dalam Al-Qur’an menjadi sebuah penjelasan yang diberikan pada Nabi Zakaria as di dalam beribadah pada Allah. Mihrab dalam sejarah agama samawi bukan saja sebagai bentuk petunjuk dari arah kiblat. Tapi, mempunyai
50 Sejarah Seni Rupa Islamsejarah yang digambarkan sebagai tempat di mana Nabi Zakariya as selalu bermunajat, seperti apa yang jelaskan dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 3. “Dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya, Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya.” Mihrab juga menjadi tempat untuk menjalankan ibadah shalat untuk selalu dekat pada Allah sebagai kecintaan dan ketaatan sebagai mahluk pada Rabbnya. Di mihrab pula malaikat Jibril menyampaikan apa yang menjadi perintah Allah pada Nabi Zakariya as yang tidak kunjung juga dikaruniakan keturunannya. “Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri malakukan shalat di mihrab.” (Ali Imran [3]: 39 )Dari panggilan Allah melalui Malaikat Jibril, Zakariya kemudian memahaminya sebagai sebuah perintah Allah. Untuk itu, Zakariya keluar dari mihrab untuk kembali menemui kaumnya sebagai ketaatan pada Allah.“Maka, ia keluar dri mihrab menuju kaumnya, lalu memberikan isyarat kepada mereka, lalu memberikan isyarat kepada mereka, hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.” (Yunus [10]: 11)Kemudian, dalam perkembangannya bentuk mihrab sebagai bagian dari interior masjid menjadi bagian dari seni arsitektur masjid dengan berbagai macam desain bentuk yang dipadukan dalam interior masjid pada umumnya. Hal ini yang dapat dilihat dalam interior Masjid Nabawi di mana mihrab yang dikenal dalam perbendarahan Al-Qur’an dalam kaitan non arsitektural berbentuk bulat oleh Al-Walid ketika menjabat sebagai gubernur di Madinah.B. MimbarTempat di mana khatib menyampaikan firman-firman Allah dan Hadits Nabi sebagai bentuk nasihat atau tausiyah kepada para sahabat dan pengikutnya untuk menumbuhkan dan memperkuat nilai keimanan dan ketaqwaan pada Allah SWT. Selain itu juga, di dalam perkembangannya, para khatib banyak menyampaikan permasalahan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, baik sosial, ekonomi, dan teknologi yang
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 51tetap berkaitan dengan firman Allah sebagai bagian nilai Islam yang berkaitan dan dasar segala ilmu pengetahuan. Letaknya berada di depan mihrab di mana imam memimpin shalat. Dengan menghadap kepada para jamaah agar bisa terjadi bentuk dialogis yang dibangun dalam proses berjamaah. Karena dengan berhadapan dengan jamaah, di dalam memberikan ceramah menjadi lebih mudah. Namun, mimbar itu berawal dari keinginan Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan risalah agar dapat diketahui umatnya, sehingga Nabi duduk di dekat mihrab agar terlihat para jamaah. Mimbar yang berkembang pada waktu itu mimbar berbentuk bangku yang berundak, sehingga mencapai ketinggian tertentu. Namun, dalam perkembangannya sekarang mimbar lebih sebagai sebuah kedudukan yang mencapai derajat ketinggian tertentu, dengan bentuk yang menutup tubuh imam dalam berceramah.C. Tempat WudhuSetiap muslim di dalam menjalankan ibadah shalat diperintahkan untuk berwudhu, seperti apa yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an mengenai keharusan berwudhu sebelum menjalankan shalat (Al-Maidah [5]: 6)Tempat mensucikan diri dari hadats besar dan kecil bagian dari arsitektur masjid yang mempunyai nilai ibadah yang baik. Sebagai tempat pembersih dari hadats besar dan kecil, pembersih dari dosa-dosa yang yang dilakukan oleh tangan, mulut, mata, telinga dan kaki. Sebuah nilai ibadah yang sangat kontekstual terhadap kehidupan masyarakat dan individual di dalam menyikapi kehidupan sehari-hari. Bahwa tempat wudhu bukan sebagai bentuk ruang sebagai pembersih dari kotoran. Tapi, tempat wudhu itu menjadi ruang yang memberikan kesadaran pada manusia bahwa kehidupannya penuh dengan noda yang harus dibersihkan. Kesadaran manusia untuk selalu menjadi kebersihan tubuh, hati dan lingkungan di mana kita berada. Kesadaraan akan wudhu memberikan kesiapan untuk selalu siap menghadap Allah SWT agar selalu bersih jasmani dan rohani.Letaknya berada di dekat bangunan masjid yang menyatu dengan aksentuasi bentuk taman dan kolam yang mangalir, sehingga memberikan kemudahan bagi para jamaah. Tempat wudhu itu dibagi menjadi dua, tempat wudhu laki-laki dan
52 Sejarah Seni Rupa Islamperempuan yang dibatasi dengan dinding, namun tetap dalam satu atap. Tapi, pintu yang berbeda dengan memberikan akses masuk ke dalam masjid yang berbeda. Karena tempat wudhu merupakan suatu unit yang saling berkaitan dengan ruang utama untuk shalat.Dengan desain ruang terbuka sangat membantu sirkulasi udara di dalam lebih baik, sejuk dan nyaman. Karena angin masuk dalam batasan rongga dengan bentuk geometrik yang berbentuk segi tiga tersusun, atau paduan dengan ditumpang di atas antara segi tiga berbentuk limas, sehingga berbentuk sesuatu yang memberikan kesan keindahan yang padu.D. Ruang shalatDikenal pula dengan ruang Harram. Tempat para jama’ah untuk mengadakan shalat bersama, jama’ah yang akan dipimpin oleh seorang imam yang berakhlaq baik, bacaan ayat Al-Qur’an dengan tartil yang baik dan hafizh Qur’an, di mana mempunyai lorong yang dapat mengakses beberapa ruang masuk, ruang wudhu, ruang mihrab, ruang teras dan sebagainya tergantung dari akses yang diingini. Ruang dengan lorong yang memberikan akses ke mana-mana itu disebut dengan hipostyle, karena ruang itu menjadi transis antara ruang dalam dan luar yang tidak dibatasi dinding. Juga, karena mempergunakan batasan yang berongga seperti lengkungan berbentuk tapal kuda, kubah bawah. Lengkungan yang menjadi bagian dari hipostyle itu tidak mempergunakan daun pintu untuk menutupnya. Begitu juga ruang itu dikombinasikan atau diselingkan dengan tiangtiang penyangga sebagai sebuah aksentuasi yang memberikan nilai keindahan dari ruang interior masjid. Desain ruang shalat dengan atap yang tinggi dan pola kubah bulat memberikan kesan luas dengan sirkulasi udara yang baik, dari fetelasi itu memberikan cahaya dan angin memasuki dari jendela. Di tambah lagi dengan hiasan ornamentik kubah yang memberikan kesan ringan dan memberikan perspektif yang lebih indah. Sedangkan di dinding tidak berdiri masif, tapi berongga dan berbentuk seperti koridor yang memberikan ruang yang lebih bervariasi untuk bisa memasuki ruang utama shalat. Dinding pembatas itu berbentuk ornamentik geometrik berbentuk bintang, segi tiga, limas dan sebagainya. Sebagai bentuk hiasan yang mengisi dinding menjadi lebih semarak dan memberikan spirit kehidupan untuk selalu memberikan
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 53kondisi yang lebih baik dalam beribadah pada Allah SWT. Ruang masjid yang tidak tertutup rapat memberikan akses ke ruang eksterior, sehingga peranan teras arsitektur masjid menjadi transisi dari ruang dalam masjid dengan ruang luar masjid. Ruang teras itulah yang membangun kesatuan ruang dalam masjid dan luar masjid.Dengan ruang dan koridor masjid yang memadukan bentuk ornamentik dalam rongga batas itu, antara ruang masjid utama dengan taman menjadi satu kesatuan dan lebih ke depan lagi bangunan masjid itu menjadi padu dengan taman dan lingkungan masjid, sehingga menarik untuk mengunjungi masjid. Paduan ruang masjid dengan luar masjid dapat membangun suasana lingkungan masjid menjadi lebih asri dan indah. Keindahan lingkungan masjid menjadi keindahan alam ini menjadi lebih baik dan terpelihara. E. MenaraTempat mengumandangkan adzan untuk shalat berjamaah. Karena adzan menandakan waktu shalat sudah tiba dan mengharapkan semua orang muslim untuk bergegas datang ke masjid untuk shalat berjama’ah. Mengumandangkan adzan yang dimulai dengan Bilal bin Rabah dengan menaiki atap rumah Nabi Muhammad SAW yang paling tinggi di sekitar masjid, menjadi bagian dari seni ruang yang memberikan kekuatan dan karakter dari masjid sebagai karya seni rupa yang melekat dalam arsitektur masjid. Dari sinilah ada keinginan untuk membangun tempat yang lebih tinggi untuk mengumandangkan adzan di masjid, sehingga dibuatlah menara, dan menurut para sarjana Gambar 3.13 Jenisdankaraktermenara masjid(Sumber: islamicvoice.com)
54 Sejarah Seni Rupa Islammengungkapkan, di rumah Abdullah Ibnu Umar berdiri sebuah tiang, dari atas tiang itu adzan dikumandangkan sehingga bisa terdengar sampai jauh. Konon, tiang itu masih berdiri hingga abad ke 10 hijriah, sebagai tempat yang lebih tinggi dan menjadi bagian dari arsitektur masjid. Namun, masjid yang pertama membuat bangunan menara adalah masjid besar di Basrah sekitar tahun 665-666 M. Akan tetapi, yang memperkenalkan arsitektur masjid dengan menaranya adalah masjid Amr bin Al-Ash di Kota Fusthat, Mesir pada tahun 673 M pada pemerintahan Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Sedangkan menurut sarjana Inggris terkemuka yang mengkaji arsitektur Islam, KAC Creswell, jejak menara di dunia Islam pertama kali ditemukan di Damaskus pada tahun 673 M. Dua arsitektur masjid yang mempergunakan menara dengan tahun yang sama dan dianggap masjid yang mempunyai menara yang pertama kali dalam arsitektur masjid. Yang satu ada di Mesir dan yang satu lagi ada di Damaskus.Sekitar tahun 703 M atau 91 Hijiriah, Umar ibnu Abdul Aziz juga telah membangun empat menara di setiap sudut masjid Nabi. Setiap menara tingginya mencapai sembilan meter. Melalui menara itu, muadzin bisa mengumandangkan panggilan shalat. Sementara itu, Khalifah Al-Walid (705-715) dari Bani Umayyah merupakan pemimpin pertama yang memasukkan unsur menara dalam arsitektur masjid. AlWalid yang memang dikenal memiliki selera dan kepedulian tinggi dalam rancangan bangunan arsitektur telah memulai tradisi membangun menara sebagai salah satu unsur khas dari bangunan masjid. Menara masjid pertama muncul ketika Khalifah Al-Walid memugar bekas basilika Santo John menjadi sebuah masjid besar yang bernama Masjid Agung Damaskus. Awalnya, pada bekas basilika itu terdapat dua buah menara yang berfungsi sebagai penunjuk waktu, lonceng pada siang hari dan kerlipan lampu pada malam hari. Menara itu sebenarnya merupakan salah satu ciri khas bangunan Byzantium. Khalifah Al-Walid mempertahankan menara itu untuk tidak dihancurkan tetapi diperbaiki dan menambah satu bangunan menara masjid Agung di sebelah utara pelataran masjid, tepat di atas gerbang Al-Firdaus. Menara itu pun biasa disebut menara Utara Masjid Agung Damaskus.Setahun kemudian Khalifah Al-Walid memutuskan memugar Masjid Nabawi di Madinah. Untuk dilengkapi dengan bangunan menara sebagai tempat muadzin mengumandangkan adzan.
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 55Bentuk bangunan menara Masjid Nabawi hampir sama dengan menara Masjid Agung Damaskus di sebelah utara. Hal itu terlihat juga dalam ornamen kubah puncak menara yang ramping.Dengan dibangunnya menara Masjid Nabawi di Madinah menjadi sebuah rujukan arsitektur masjid di Arab, Afrika, Spanyol, dan ke seluruh dunia. Dalam perkembangannya, menara desain masjid menjadi lebih beragam karena dipengaruhi oleh gaya dan bentuk menara yang disesuaikan dengan budaya dan kondisi lingkungan wilayahnya. Namun, secara umum dapat dilihat enam gaya yang berkembang dalam arsitektur masjid yakni menara klasik, menara variasi, menara segi empat, menara spiral, menara bentuk langsing dan bundar, dan menara silinder.Menara Klasik memiliki desain yang khas. Lantai dasarnya berbentuk segi empat, naik ke atas menjadi oktagonal (segi delapan) dan kemudian diakhiri dengan tower silinder yang dipuncaki dengan sebuah kubah kecil. Menara Masjid Mad Chalif di Kairo yang dibangun Khalifah Hakim dari Dinasti Fatimiyah menggunakan desain menara klasik. Menara berbentuk oktagonal lainnya adalah menara masjid terkemuka terletak di Chefchaouen China di bangun pada 1778 oleh Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing.Menara Variasi Masjid Al-Azhar menggunakan menara dengan desain variasi. Diawali dengan segi empat di bagian bawah, lalu bertranformasi menjadi segi enam yang dihiasi dengan balkon segi delapan. Menara Segi Empat, salah satunya digunakan di Aleppo wilayah Mediterania. Uniknya menara masjid Aleppo menerapkan tren baru, sepenuhnya berbentuk segi empat dari dasar hingga puncak, yaitu menara yang dibangun oleh penguasa Turki Seljuk pada tahun 1089. Di Mesir dan Syiria pada abad ke 7 hingga 13, menara yang digunakan berbentuk segi empat dan tak terlalu tinggi serta terletak di empat sisi masjid.Menara Spiral dalam arsitektur masjid, tidak ada yang membuatnya dengan gaya demikian kecuali di Irak. Karena bentuk menara spiral yang khas ini menjadi khas dari masjid-masjid di Samarra yang merupakan tradisi dalam bangunan budaya Mesopotamia. Menara Masjid Samarra dan Masjid Dullaf, bahkan hingga sekarang masih tegak berdiri walaupun sudah berusia 1.200 tahun.
56 Sejarah Seni Rupa IslamMenara Langsung dan Bundar terdapat pada menara masjid di Turki pada abad 11, jumlah menara pada masjidnya bervariasi mulai dari 1,2,4, atau 6. Menara itu berhubungan dengan ukuran masjid. Menara langsing dan bundar ini menjadi bagian dari masjid yang selalu disesuaikan dengan bangunan masjidnya.Menara Silinder lebih banyak terdapat di Persia, Iran dengan diameter silinder yang semakin mengecil di puncak salah satu contohnya menara Masjid Natanz.Dengan membangun arsitektur menara yang menjadi bagian dari masjid yang menjulang tinggi memberikan aksentuasi antara bentuk kubah masjid memberikan keindahan yang padu untuk memperkuat arsitektur masjid terlihat megah. Dan, menara masjid menjadi sebuah simbol dari peradaban Islam. Dengan adanya lantunan adzan untuk mengumandangkan waktunya shalat, memberikan gema tersendiri dari penampilan arsitektur masjid. Di dalam perkembangan peradaban Islam, seni bangunan arsitektur yang nampak menonjol, yaitu menara, juga mengalami perubahan, baik dalam bentuk maupun ukurannya. Hal itu terlihat dalam seni bangunan arsitektur Masjid Umayyah di Damaskus yang berbentuk persegi. Di mana pengaruh gaya menara ini meluas ke Afrika dan Spanyol. Begitu juga dengan masa khalifah Abbasiyah pada kepemimpinan Al-Mutawakkil, yang menghidupkan kembali keindahan bentuk seni Zigurat sebagai inspirasi untuk membuat menara dengan desain yang unik pada masa Byzantium. Dengan ada menara bergaya Zigurat, masjid memberikan keindahan seni Islam di dalam memadukan masa lalu dengan nilai keindahan seni Islam. Menara bergaya Zigurat itu memperindahan gaya masjid utama Samarra. Bentuk menara dengan bentuk persegi, polygonual, silinder, spiral, maupun perpaduan di antara bentuk-bentuk itu. Hal ini merupakan bentuk apresisasi para arsitek muslim terhadap bentuk dari kebudayaan lokal, sehingga untuk bisa menjelajahi kemungkinan jenis dan gaya menara yang menghiasi keindahan masjid di dunia Islam.Adzan berfungsi sebagai media untuk mengumandangkan ajakan untuk sujud merendahan diri dan hati untuk menyembah Allah. Sebuah realita kehidupan manusia untuk selalu kembali menyadarkan dirinya pada nilai kehidupan yang sebenarnya, bahwa kehidupan itu adalah ibadah kepada Allah yang memberikan nilai keindahan dan kekuatan melihat permasalahan secara menyeluruh untuk
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 57menembus makna dari nilai kehidupan. Bentuk menara di dalam perkembangannya mulai mempunyai bermacammacam bentuk sesuai dengan latar belakang budayanya di mana masjid itu dibuat. Karena menara menjadi bagian dari arsitektur masjid, dengan sendiri yang penting dari kegiatan ibadah shalat secara berjama’ah. Hal itu yang selalu sesuai dengan tradisi arsitektur lokal dan berkembang menjadi gaya dari arsitektur setempat yang telah dimaknai oleh nilai keindahan Islam, contoh:• Menara berbentuk menara lonceng, pengaruh tradisi bangunan basilika, karena hampir sebagian dari kekuasaan Islam itu adalah pemerintahan yang beragama Kristen. Karena Islam mempunyai sikap toleransi yang tinggi, menara lonceng bagian dari arsitektur gereja menjadi bagian dari keindahan seni Islam pada masa akan datang.• Menara berbentuk menara benteng pertahanan, biasanya terdapat pada masjid tentara. Selain berfungsi sebagai tempat mengumandangkan adzan juga sebagai tempat pengintaian terhadap musuh yang akan menyerangnya. Karena tipe masjidnya adalah masjid lapangan yang berbentuk benteng pertahanan dari serangan musuh.• Menara berbelit, karena ada tangga yang membelit dari bawah ke atas berasal dari kebudayaan Bynzantium untuk dipelihara nilai keindahan arsitekturnya. Sebagai bentuk paduan dari budaya masa lalu, sebelum Islam berkembang dengan budaya Islam yang menyosong masa depan, sehingga bisa memberikan kekuatan dan kekayaan dari peradaban umat manusia dalam bidang arsitektur—seni rupa pada khususnya. Yang menyiratkan Gambar 3.14Menara Spiral Masjid di Sammara.(Sumber: www.studyblue.com)
58 Sejarah Seni Rupa Islamkeindahan arsitektur bangunan masjid sebagai bagian dari bentuk kesinambungan sebuah kebudayaan yang berkembang secara alami.• Menara meruncing bertahap, karena ada tahap/tingkat dengan balkon dan ditutup dengan atap kerucut meruncing. Seperti menara yang ada di masjid Aya Shopia dan masjid Biru yang di bangun oleh kesultanan Turki. Sebagai aksentuasi arsitektural kubah besar masjid dan kubah-kubah kecil yang menjadi memberikan komposisi yang menarik antara bentuk setengah bulat dengan runcingan menara di antara kubah besar dan kecil.• Dikka, tempat salah satu orang yang menyambung suara imam kepada jamaah lain untuk memperjelas suara imam shalat, bagian dari interior yang ada dalam ruang harram, sebagai penyambung suara dari seorang imam di dalam shalat berjama’ah. Namun, dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang membuat teknologi pengeras suara dengan sendiri, Dikka lama kelamaan tidak menjadi bagian dari interior harram. Namun, bentuk desain ini menjadi satu bentuk kreativitas pada masa lalu di dalam pengeras suara dari suara seorang imam pemimpin masjid. Dengan cara pembantu imam berdiri paling tinggi di Dikka yang menyambungkan suara imam ke para jamaah. Dengan desain ini menjadi bagian interior yang menarik dari ruang shalat yang sekarang sudah tidak ada lagi.• Kubah, salah satu bagian yang khas dari arsitektur masjid di berbagai negara. Lengkungan yang ada di dalam interior masjid memberikan kesan langit tanpa Gambar 3.15Interior Masjid Menggambarkan Adanya Mihrab, Mimbar dan Dikka.(Sumber: www.alfredrichter.de)
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 59batas. Dengan memberikan keluasan terhadap alam semesta yang diciptakan Allah di muka bumi ini. Di mana pertama kali masjid yang mempergunakan bentuk kubah dalam arsitektur adalah Masjid Al-Aqsha, Qubah As-Sakhra, kubah batu. Di mana keindahan seni di dalam interior kubah dihiasi dengan arabesque, dikombinasikan dengan hiasan berbentuk geometris, sehingga memberikan aksentuasi yang menarik pada imajinasi kehidupan yang jauh ke depan. Hal ini terlihat juga dengan hiasan tanaman merambat dan ornamentasi kaligrafis sebagai keindahan seni khat Islam, membuat bentuk kubah itu seperti bentuk keindahan abastrasi dari kehidupan.Kemudian dalam perkembangannya, kubah masjid ini menjadi bagian dari keindahan arsitektur masjid di wilayah Islam. Dengan berbagai macam gaya dari bentuk kubah, sesuai dengan warna lokal yang ada di setiap wilayah Islam dengan memberikan kekayaan bentuk, sehingga menjadi keindahan seni kubah itu, memberikan kekuatan seni bangunan arsitektur. Dengan ditemukan gaya bentuk kubah noktah, kubah bulat Turki, kubah berbentuk setengah buah kelapa, kubah bergaya Tarbusy dan sebagainya. Memberikan keindahan seni kubah dengan kekuatan gaya mampu memberikan satu kesatuan tentang arsitektur masjid sebagai dari manifestasi ketaatan umat Islam di wilayah Islam. • Mihrab adalah tanda kiblat yang menempel pada dinding belakang dari ruang mihrab, biasanya berbentuk relung dengan pelengkung.Gambar 3.16Mihrab Masjid Nabawi yang Diperluas.(Sumber: DokumenPribadi)
60 Sejarah Seni Rupa Islam3.7. BENTUK SENI INTERIOR MASJIDDi dalam karya seni interior, tanpa keindahan bentuk dari arsitektur yang memberikan nuansa berbeda dan sesuai dengan latar belakang budaya, di mana seni Islam berkembang: 1. Lengkungan Tapak Kuda pada Masjid Muawiyyah. Jami Qairawan berangkat dari bentuk yang mempergunakan gaya busur lingkaran dalam arsitektur Islam. Jenis gaya lengkung yang dipakai dalam arsitektur masjid yang berbentuk telapak kuda. Bentuk lengkung dalam bangunan yang bersifat religius, seperti halnya sifat dunia yang mempunyai kecenderungan, ke arah bermacam gaya yang berbeda yaitu lengkung noktah, lengkung dua pusat, lengkung tumbuh-tumbuhan yang daunnya tiga serangkai yang dikenal juga dengan trefoil. Gambar 3.17Mimbar: Singgasana dengan Tangga, disamping Mihrab. Dari Kayu Ukiran.(Sumber: www.sacreddestinations.com) Gambar 3.18Interior Masjid Cordova di Spanyol.(Sumber: www.europaenfotos.com)
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 612. Lengkungan Berlengkung Tiga (Trefoil) adalah sebuah bentuk lengkung tumbuh-tumbuhan yang daunnya tiga serangkai menghiasi masjid yang tersebar di seluruh Maghrib dan Spanyol pada kekhalifahan Umayyah di Cordova. Dengan bentuk desain geometrik ini, melengkung berlengkung tiga ini merupakan hasil dari rancangan dari para arsitek Muslim. Di dalam perkembangannya bentuk lengkung ini dimodifikasi menjadi lengkung dengan berbagai paduan sesuai dengan kekayaan seni lokal yang dapat menghiasi seni bangunan arsitektur masjid. Dan gaya lengkung ini berkembang bukan pada seni bangunan arsitektur masjid, tetapi bangunan lainnya di berbagai wilayah Italia, Spanyol, Prancis dan Amerika Latin karena ekspansi Spanyol menguasai Amerika Latin. 3. Lengkungan Rangkai yang dikenal dengan bentuk telinga sebagai halnya dengan lengkung tapak kuda dan lengkung lekuk tiga. Dilihat dalam bentuk lengkung yang ditandai dengan pemotongan pinggiran-pinggiran, dengan begitu menghasilkan bentuk rangkaian setengah lingkaran atau setengah bentuk telinga. Tipe lengkung ini mungkin sekali telah diinspirasikan dengan bentuk pinggiran kulit kerang. Tetapi hal itu terdapat dalam arsitektur Islam dengan mengambil bentuk geometrik yang murni, dengan demikian menjadi suatu karya yang orisinal. Hal ini yang terlihat dalam karya seni arsitektur Istana Qashr Al-Mashatta yang dibangun pada abad 10 M.Di dalam perkembangannya bentuk lengkung rangkai Gambar 3.19Sisi Lain dari Interior Masjid Cordova di Spanyol.(Sumber: www.planetware.com)
62 Sejarah Seni Rupa Islammenghiasi arsitektur masjid yang menghiasi keindahan interior dengan luas masjid yang menjadi paduan yang menarik. Hiasan lengkungan itu menghiasi masjid dengan mengadakan pengembangan bentuk ragam, sehingga memberikan kesan bangunan masjid yang menawan. Pada abad selanjutnya bentuk lengkung rangkai itu dimodifikasi dengan berbagai gaya, baik dengan bentuk tumpang tindih, dengan jumlah yang banyak dan ukuran yang mengecil, dan dibuat saling menyilang dengan bunga-bunga mawar dan bunga kecil lainnya. Dengan begitu, bentuk mendapatkan unsur dekorasi yang menghiasi menara-menara dan mihrabmihrab masjid memberikan aksentuasi keindahan dan keharmonisan sebuah ruang masjid.Ternyata, dalam perkembangannya bukan dalam seni bangunan masjid saja, tetapi menjadi bangunan lain di dalam budaya Islam, mulai dari arsitektur sekolah-sekolah, rumahrumah sakit atau gedung pemerintahan. Bentuk lengkung telinga itu juga menjadi inspirasi arsitektur di Eropa. Hal itu terlihat dalam karya arsitektur gereja di Petit Palais, di mana terlihat keindahan dari lengkung rangkaian yang lengkungan-lengkungannya dipisahkan oleh bentuk bungabunga kecil yang menjuntai ke bawah dengan garis-garis yang amat cantik, mengikuti susunan semi setengah lingkarannya, yang menjadikan bagian depan gereja tersebut gaya Romawi yang paling indah di Propinsi Girondian di Prancis Barat. Gambar 3.20Menara masjid Qairawan di Tunisia(Sumber: www.tripadvisor.co.uk)
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 634. Lengkung Lancip dari arsitektur Arab-Islam memungkinkan kesan dari bangunan itu terkesan tinggi dengan tetap mempertahankan kekompakan dan kestabilan dari bentuk bangunan secara keseluruhan. Di Al-Jawsag AlKhagaini, Ibnu Tulun yang dikombinasi dengan ornamentik dua dimensi dan tiga dimensi, sehingga memberikan lembut dan ringan bentuk struktur dari interior mihrab.5. Lengkungan Buntu Dekorasi pintu serambi mihrab model yang memberikan dimensi geometris secara repetitif. Lengkungan terdapat dalam bentuk yang terjalin dan tumpang tindih di Masjid Jami’ Cordova. Sebagai bentuk yang berjalin dan memberikan ritme gerak, sehingga memberikan kesan meruang dari struktur langit-langit tersebut. Begitu pula dengan bentuk lengkung buntu dengan berjenjang dengan sendirinya ke dalam dan sangat indah.Gambar 3.21Interior Mihrab Dihiasi Ornamentik Lengkungan Bentuk Stalatik.(Sumber: http://www.popscreen.com)Gambar 3.22Interior dengan Lengkung yang Mengarah pada Interior Mihrab.(Sumber: commons.wikimedia.org)
64 Sejarah Seni Rupa Islam6. Atap lengkungan dan kubah Masjid Zaitun menara Battlement (tembok lekukan). 7. Coubul: Struktur tumpul yang dibuat semacam tiang penyangga sebagai dekorasi arsitektur masjid. Selain memberikan gradasi ruang juga memberikan kepadatan dalam bentuk. Karena lengkung kubah menjadi bagian ornamentik atap yang memberikan ritme dari keindahan dekorasi dua dimensi dengan tiga yang menjadi satu kesatuannya.A. Istana AlhambraIstana yang didirikan di Granada terkenal dengan julukan Istana Singa, atau yang lebih terkenal dengan Alhambra. Penampilan istana ini dimulai dengan pintu gerbang yang megah, disusul pelataran yang dilengkapi dengan berbagai elemen seperti kolam yang memakai air mancur yang didukung oleh patung-patung singa; pintu gerbang itu terkenal dengan gerbang singa. Dua belas patung singa dari marmer mendukung air mancur tadi, mencangkung berkeliling dan mengeluarkan air dari mulutnya. Air mancur dengan 12 singa tersebut merupakan pelataran sebagai titik orientasi terhadap ruang-ruang fasilitas, seperti ruang harem yang dilengkapi dengan kamar-kamar pribadi. Istana Alhambra dibangun pada sekitar abad ke- 13.Sedangkan di interior dalam, terdapat tiang-tiang yang menjulang tinggi itu dihiasi dengan seni ornamentik dan seni kaligrafi yang melingkarinya. Begitu juga di dalam dinding istana Alhambra dihiasi dengan ormanentik dan Gambar 3.23Teras Penghubung Interior dan Eksterior.(Sumber:?)
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 65seni kaligrafi. Di mana dalam tulisan seni kaligrafi yang indah berisikan pesan dan makna yang ingin disampaikan. Misalnya ada frasa yang berisikan pesan dengan kalimat, “Tidak ada pemenang selain Allah.”Setidaknya, ada seratus tulisan kaligrafi yang memberikan pesan dan moto dari dinasti Nasrid yeng pernah berkuasa di Granada, Andalusia, sejak tahun 1238 hingga penggambilan ahli oleh Spanyol. Moto ini menghiasi di dinding istana Alhambra untuk mengingatkan bahwa apa yang di jalan ini merupakan bagian dari amanah yang harus dijalani.Selain itu tulisan “Kebahagiaan Abadi” mengingatkan bahwa kebahagian abadi adalah kebahagiaan di akhirat. Dengan ungkapan memohon pada Allah sebagai penguasa hidup ini yang dapat memberikan keabadian. Kebahagian ini menjadi doa bagi pengusaha.Hal ini diperlihatkan adanya pesan yang kuat bagi para penguasa untuk selalu diingatkan, seperti dalam kalimat ini, “Berhematlah dalam berkata-kata maka engkau akan menemukan kedamaian atau bersukacitalah dalam kesenangan karena Allah menolongmu.” Kehidupan kita sebagai manusia selalu berkaitan dengan ketentuan Allah. Seni kaligrafi selalu mengingatkan pada kehidupan ini untuk selalu ingat pada ketentuan yang telah Allah berikan.Tulisan kaligrafi yang menghiasi dinding dan tiang istana Alhambra belum semuanya terungkap isi dari pesan yang dituliskan dalan seni kaligrafi Arab. Untuk itu adalah sebuah penelitian yang lebih mendalam dengan mempergunakan teknologi canggih, antara lain dengan kamera digital dan sistem pemindahan gambarnya dengan mempergunakn laser tiga dimensi. Sehingga, dapat mempermudah pembacaannya tanpa harus menyentuh dan melihat ke atas. Juga, akan mempermudah penelitan. Dengan bantuan teknologi canggih akan mewujudkan sebuah katalog yang akan memberikan kemudahan bagi setiap orang untuk dapat mempelajari seni kaligrafi Islam di istana Alhambra mengenai tulisan dan juga maknanya, tanpa harus mendekati dinding dan tiang istana yang ada di atas. Hal ini yang sedang dilakukan oleh seorang peneliti ilmiah yang bernama Juan Castila untuk dijadikan sebuah katalog. Penelitan di bawah Dewan Penelitian Spanyol ini menjadi program yang sudah dilakukan pada tahun 2002 sampai 2011, di mana penelitian tentang tulisan ini sudah diindentifikasi dengan jumlah sebanyak 3.116 dari 10 ribu tulisan kaligrafi yang menghiasi dinding istana.
66 Sejarah Seni Rupa IslamPenelitian ini merupakan salah satu wujud ketakjuban dari karya seni kaligrafi dan ornamentik Islam. Dengan mempergunakan teknik ukir dengan bentuk yang rumit dan memberikan keindahan di dalam interior istana. Dengan keindahan seni kaligrafi ini menjadi bagian dari kekayaan dari budaya Spanyol pada masa pemerintahan kekhalifahan Islam pada masa Muawiyyah. Granada terletak di dataran tinggi yang merupakan tepi dari ujung pengunungan Siera, Nevada. Daerah ini mendapatkan air dari pencairan salju abadi Siera, Nevada. Maka, tak heran kalau daerah ini terlihat cukup besar. Istana Alhambra berada di Granada pada tempat yang cukup tinggi. Dari kejauhan, tampak sekali bentuk arsitektur bentengnya. Dinding-dinding bata merah yang masif menjulang di tepi-tepinya melindungi istana bagian dalam.Warna merah tampak dominan dalam eksterior bangunan yang merupakan warna dari dinding bata dan genting tanah liat yang dipergunakannya. Oleh karena berwarna merah itulah menjadi bernama Alhambra. Istana ini dibangun pada tahun 1250 tahun kemudian. Istana Alhambra merupakan salah satu simbol dari kekuasaan penguasa muslim Andalusia yang terakhir, yang akhirnya direbut oleh kekuasaan pasukan Ferdinand dan Isabella of Castille pada tahun 1492.Arsitektur kota yang umumnya dikelilingi dengan tembok—di mana kota menjadi pusat pemerintahan dan kota—juga didirikan masjid Jami (Masjid Raya) sebagai pusat pemerintahan yang harus dinaungi dengan kehidupan beragama, karena pemerintahan Islam berdasarkan AlQur’an dan Hadits. Dengan begitu, kepemimpinan harus dipertanggungjawabkan pada Allah. Arsitektur masjid adalah salah satu mekanisme bahwa pemimpin harus sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits. Arsitektur kota dapat selalu menjadikan masjid sebagai pusat kota, bagian lainnya adalah tempat perdagangan, begitu juga dengan bagian industri dengan berbagai macam ragamnya. Begitu pula dengan bangunan rumah-rumah penduduk, di mana tiap bagian rumah penduduk terhubungkan dengan pintu sebagai penjagaan terhadap kehidupan masyarakatnya.Daerah Bashrah pada mulanya adalah desa yang kemudian dijadikan kota oleh Umar bin Khathab di mana di tengah kota didirikan Masjid Jami yang berada di antara gedung pemerintahan. Di sampingnya didirikan bangunan istana untuk kediaman gubernur, di mana bagian kota ini juga
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 67didirikan perumahan penduduk yang menjadi satu kesatuan dari arsitektur kota. Dan Kota Basrah ini menjadi pusat perdagangan dengan India dan Cina.Begitu juga dengan kota Kufah sebagai kota yang mempunyai udara yang segar dengan pemandangan alam yang indah dan menarik. Kota ini dibangun berdasarkan rekomendasi dari Salman Al-Farisy dan Hudzaifah bin Yaman. Namun, yang merancang dan mendirikan kota ini adalah Abu Hayyaj, seorang arsitek. Mendirikan masjid di antara gedunggedung pemerintahan dan rumah-rumah para pembesar di sekelilingnya sebagai satu kesatuan dan pemerintahan Islam, bahwa kehidupan dunia dan akhirat menjadi perhatian yang sangat besar dalam perencanaan arsitektur kota yang dibangun. Dengan jalan-jalan kota yang luas memanjang, yang ditanami dengan pohon yang rindang menaungi jalan di kiri dan kanan jalan. Setelah Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, ibu kota negara kemudian dipindahkan dari Madinah ke Kufah. Kota yang mempunyai gaya arsitektur bangunan Persia, dan menjadi pusat terpenting bagi kegiatan ilmu pengetahuan, ekonomi, budaya serta militer.Ketika Amr bin Ash menduduki Iskandariah, bagian dari wilayah Mesir ini kurang layak menjadi kota. Maka Amr bin Ash yang telah diangkat sebagai gubernur di Mesir memindahan kota ke daerah yang lebih luas dengan pemandangan yang indah dan segar karena luas daerah adalah daerah pertanian, yang terletak antara Sungai Nil dan perbukitan Muqaththam untuk didirikan kota yang diberi nama Kota Fusthath. Di tempat ini tidak ada rumahrumah kecuali benteng Babilon, tempat bertahannya tentara Romawi. Di tengah kota itu didirikan Masjid Jami’ yang kemudian dikenal dengan Masjid Amr. Kota Fusthath menjadi ibukota wilayah Mesir, sampai dibangunnya kota Al-Asykar yang kedua kota itu kemudian digabung menjadi satu kota yang diberi nama kota Al-Qahirah atau Kairo.Tapi, itu semua kalau mau dilihat dalam perkembangan sejarah seni Islam mempunyai dasar estetika Islam berakar pada gambaran dari taman-taman surga yang sering disebutkan di Al-Qur’an, yang kemudian hari melahirkan sebuah revolusi pertanian di Arab di Laut Tengah. Pesona dengan tanaman hijau dan menggambarkan taman-taman surga ini kemudian menjadi kecenderungan tanaman menjadi kebun dapur untuk memasok makanan, tetapi keindahan alam juga yang menimbulkan sebuah inspirasi bagi seniman Arab. Karena konsep ruang dalam arsitektur berkaitan dengan konsep taman di ruang itu. Berbeda dengan tradisi Barat yang konsentrasi
68 Sejarah Seni Rupa Islampada penampilan luar bangunan. Sedangkan arsitektural Islam berkaitan dengan ruang tertutup yang didefinisikan sebagai bahan bangunannya. Karena estetika Islam melihat kualitas volume, cahayanya, kesejukan, dan dekorasi menjadi lebih penting daripada massa. Hasilnya adalah arsitektural internal, dan tak terpisahkan dengan tata kota, bahwa tempat tinggal menjadi saling berkait antara satu sama lain. Konsep arsitektural dari rumah Islam dan kota, menjadi suatu cermin kondisi kehidupan manusia yang ideal—yang harus tertarik dalam simbol-simbol luar dan sangat perhatian dengan ruang bagi jiwa batin untuk bernapas dan berkembang—taman harus membuat perlindungan itu baik secara harfiah maupun secara kiasan. Hal itu tidak banyak lompatan untuk melihat hubungan antara kebun dan dapur.Karena kebun menjadi sebuah ungkapan perasaan taman surga, untuk menemukan yang menjadi dasar landasan taman yang ada di Spanyol dan Italia menjadi kebun dapur dan landasan hortikultura untuk impresif kuliner. Sebuah perjalanan Eropa dalam menatap taman istana yang menakjubkan dari penguasa Mesir Tululd Khumarawaih (memerintah 884-896) akan terheran-heran. Taman ini penuh dengan bunga berbau manis ditanam untuk membentuk kaligrafi Arab, pada halaman yang merupakan kolam menakjubkan. Untuk itu, taman Islam sangat berbeda dengan taman-teman di Eropa yang menjadi terkenal selama renaissance. Bustan adalah taman dalam rumah, sebuah taman formal dengan kolam dan saluran air. Jannah merupakan merupakan kebun jeruk dan tanaman merambat, di mana ada irigasi sebagai bentuk kanal. Raudah sebagai kebun sayur yang menghasilkan makanan untuk dimasak.Taman menjadi surga dunia menjadi sebuah kenyataan, karena petani dan tukang kebun mampu mengairkan perkebunannya. Karena bangsa Arab juga sangat menghargai air menjadi sumber kehidupan yang penting bagi sehari-hari. Dari situlah kemudian kaum muslim menemukan teknologi hidrolik yang paling penting dalam sejarah ilmu pengetahuan Islam dengan membuat qanat, sebuah jalur air bahwa tanah yang dibentuk oleh penghubung serangkaian sumur untuk memanfaatkan sumber daya air tanah, karena kegunaannya menjadi perangkat untuk menangkap, menyimpan, menyalurkan dan mengangkat air. Di antara yang lebih penting, selain qanat adalah jenis baru dari bendungan dan mempergunakan berbagai roda. Norias sebagai kincir air, berbalik dengan bintang atau air listrik yang digunakan untuk mengangkat air, kadang sangat tinggi, dari sungai, kanal, dan sumur. Dari
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 69sini kemudian kaum muslim mengembangkan Kota Madrid dengan qanat, saluran air bawa tanah. Di kemudian hari, warisan teknologi hidrolik Arab ditemukan di seluruh Mediterania. Ada bukti fisik kebun, seperti chadar air (saluran air) dari istana Ziza di Palermo dan Generalite (dari Arab Al-A’rif, berarti inspektur surga) di Granada, sebuah monumen Nasrid dari akhir abad ketigabelas yang merupakan salah satu bangunan luar Al-Hambram, menjadi bukti sejarah hortikultural. Seperti fakta bahwa orang Arab adalah yang pertama untuk merancang kebun dalam kota untuk mendorong pertumbuhan lebih mudah dan permanen, serta terbukti menjadi teknologi pertanian yang berhasil dalam masa Islam. Dari situ bisa dilihat perkembangan arsitektur kota yang menjadi bagian dari arsitektur masjid. Hal ini diinspirasikan oleh wilayah masjid Qairawan di Tunisia. Di mana lingkungan masjid merupakan wilayah yang terpadu dengan kegiatan masyarakat sehari-hari, yaitu desain lingkungan masjid dibuat dengan bangunan toko, restoran, rumah dan tempat rekreasi, sehingga memberikan aksentuasi yang lebih luas, sebagai sebuah nilai dunia dan akhirat.Berkembangnya arsitektur masjid dan kota melahirkan karya seni rupa dalam bentuk seni ukir dan seni pahat, yang kemudian menjadi satu kesamaan antara zaman permulaan Islam. Seni ukir ini berkembang sejalan dengan perkembangan masjid, karena seni ukir inilah yang menghiasi interior masjid menjadi lebih indah dan mengagumkan. Dengan paduan antara motif tumbuhan dan kaligrafi Arab yang banyak berisikan tentang ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi, kemudian memberikan hikmah bagi para jama’ah masjid. Dari seni ukir, berkembang menghiasi istana dan rumah masyarakat muslim sebagai bagian dari keindahan interior rumah. Kekuatan ukiran dan seni pahat ini lebih menonjolkan suasana keindahan interior istana di temboktembok istana, seperti di dalam istana Qushair Amrah atau Istanan Mungil Amrah, begitu juga dengan istana musim panas yang berada di daerah pengunungan, kurang lebih 50 mil sebelah timur Amman. Istana yang dibangun oleh Khalifah Walid bin Abdul Malik khusus membangun tempat peristirahatan pada musim panas untuk memburu, sehingga tempat itu dinamakan juga dengan ”Istana Berburu”.Spanyol yang ditundukkan oleh Jenderal Tahriq bin Ziyad yang menjadi gubernur Afrika Utara dengan pasukan Islam dari suku Barbar dan juga berkoalisi dengan pasukan Akhila
70 Sejarah Seni Rupa Islam(kristen), penguasa kerajaan Visighot. Begitu juga dengan Musa bin Nushair yang melanjutkan kemenangan Thariq. Dengan begitu, Thariq bin Ziyad dan Musa bin Nushair mampu mengubah wajah Andalusia menjadi bersinar dengan cahaya Islam. Dan pasukan Islam di terima oleh para pengikut raja Akhila sebagai penguasa baru.Ketika pada masa pemerintahan Abdul Rahman menjadikan Cordova sebagai pusat pemerintahan, pada tahun 785, Abdul Rahman merancang desain masjid besar yang menajdi salah satu masterpiece arsitektur klasik Islam di daratan Eropa. Masjid itu terkenal dengan sebutan masjid Cordova. Pada awalnya, Abdul Rahman hanya membangun masjid seluas 70 meter firkan di atas tanah seluas 5.000 meter yang berbentuk pelataran dengan mengikuti tradisi arsitektur Islam lainnya. Hall hipostyle ini memiliki sebelas ruangan besar yang tegak lurus terhadap arah kiblat. Tiap-tiap ruang itu dipisahkan atau dibatasi oleh 11 deretan arcade yang atapnya mempunyai lengkung-lengkungan. Setiap deretan mempunyai 11 tiang kolom, sehingga masing-masing ruangan seolah-olah memiliki 20 tiang kolom. Jumlah tiang kolom-kolom itu seluruhnya 110 tiang kolom. Tiang-tiang kolom tersebut merupakan tiang-tiang zaman Romawi, yang disimpan kerajaan Visighot, semasa kerajaan itu menjadi sekutu Romawi saat berkuasa. Hal ini mirip dengan apa yang dilukikan Khalifah Al-Walid, leluhur Abdul Rahman. Ketika membangun Masjid Damaskus, Abdul Rahman mendatangkan batu-batu pualam dari Nirbonne, Seville, dan Konstantinopel—sekarang Istambul, Turki.Panjang masjid Cordova dari utara ke selatan 175 meter dan lebar dari timur ke barat 134 meter. Sedangkan tingginya mencapai 20 meter. Tidak semua bangunan diberikan atap. Ada bagian-bagian tertentu yang segaja dibuat terbuka agar cahaya dan udara segar bisa masuk ke dalam masjid. Bahkan, cahaya yang masuk dibuat sedemikian rupa, sehingga langsung masuk ke ruang shalat utama, yang tepatnya dibuat dari kayu-kayu pilihan.Pada masa pemerintahan Abdul Rahman (822-852) dilakukan perluasan dengan menambah jumlah ruang tiang kolom di ruangan berbentuk gaya hipostyle tersebut menjadi 200 tiang kolom. Sedangkan pada masa pemerintahan Abdul Rahman III (912-961) melakukan perluasan aula dan sektor barat daya dan membangun sebuah menara segi empat setinggi 34 meter pada tepi halaman pelataran. Menara ini lebih tinggi dan mewah. Pembangunannya mengunakan tenaga Al-
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 71Muntasir, seorang ahli mosaik dari Konstantinopel. Dengan demikian, maka saat itu terdapat 32 lorong dan sebuah mihrab di bawah atap kupola (atap Kubah) berbentuk segi delapan yang lebih tinggi dari segi tiga kupola lain yang letaknya berhadap-hadapan satu sama lain. Karakter inilah yang menjadi kekhasan dari Masjid Cordova. Di muka mihrab terdapat empat tiang yang berseberangan, dua di antaranya terbuat dari batu pualam berwarna hijau dan yang dua lagi berwarna biru langit. Dalam ruang mihrab ini dibuat tujuh buah arcade (semacam lorong beratap) yang ditopang oleh tiang-tiang yang sangat halus buatannya. Di sebelah kiri mihrab terdapat khazanah, ruang tempat menyimpan harta kekayaan masjid.Masjid Cordova memiliki 20 buah gapura berlapis tembaga yang berukiran hiasan kaligrafi Arab. Salah satu gapura dinamai Bab Al-Manarah. Gapura yang memiliki tinggi 10 meter dan lebar 8 meter ini merupakan salah satu gapura masjid yang terindah di dunia. Beberapa tahun kemudian, Al-Hakim II (961-976) melanjutkan modifikasi atas masjid dengan memberikan sentuhan monumental, yaitu mengubah bentuk ruang di depan mihrab dari ruang terbuka biasa menjadi satu lajur yang membujur. Lebarnya masih 70 meter, namun panjangnya menajdi 115 meter dengan 320 tiang kolom.Masjid Cordova adalah suatu masjid berbentuk segi empat dengan desain lengkung bertingkat, masjid ini merupakan salah satu bangunan terindah di dunia, bahkan merupakan bangunan paling unik di seluruh Spanyol. Karena dillihat dari kombinasi antara gaya Roma, Gotik, Byzantium, Siria, dan Spanyol dengan mosaik-mosaik porselin yang indah. Ruangruang Masjid Cordova ini terdiri dari sebuah pelataran dalam berpagar tembok, sebuah menara, ruang-ruang dalam, ruang mihrab, serta atapnya yang terukir sangat indah.Keindahan bentuk yang ditampilkan dalam karya arsitekturnya merupakan bentuk kekayaan budaya. Di mana budaya Islam bukan hanya menjadi bagian dari perkembangan Islam sebagai agama, tetapi juga sebuah peradaban. Karena mempunyai peranan yang dapat memberikan nilai kekuatan, sehingga dapat diterima oleh setiap budaya, di mana Islam tumbuh dan berkembang.
72 Sejarah Seni Rupa IslamB. Arsitektur BentengDi antara bangunan- bangunan non religi yang muncul pada saat ini adalah bangunan benteng-benteng pertahanan, yang juga menunjukkan perkembangan arsitektur Islam pada masa itu. Menjadi paduan yang kuat sebagai sebuah arsitektur bahwa pertahanan bukan semata-mata dalam bentuk semata. Tapi, pertahanan juga terlihat dalam karya seni rupa yang menyiratkan paduan bangunan yang kuat dan agung yang dihiasi dengan taman dan aksentuasi air yang menjadi satu kesatuan dari bangunan itu menjadi terlihat bukan benteng, tapi bangunan yang mengedepankan keindahan bentuk yang harmonis dengan lingkungannya.Perkembangan arsitektur tersebut berkembang di daerahdaerah kekuasaan Abbasiyah, seperti di Samarkand dengan dibangunnya Masjid Jami’ Samarkand. Demikian juga di Persia ketika Syah Abbas yang Agung (abad ke-15) mendirikan Masjid Agung sebagai masjid Syab, dan arsitektur Islam itu juga berkembang dalam bangunan- bangunan istana pada daerah-daerah kekuasaan Seljuk.3.8. ARSITEKTUR TATA RUANG LINGKUPPada abad ke 7 M, Islam mengalami kejayaan di mana hal itu terlihat dalam karya arsitektur kota di beberapa negara Islam, yaitu Damaskus, Baghdad, Persia, Cordova, dan Ahzarah. Di mana kota besar itu dihiasi dengan taman dan perairan yang baik, begitu juga dengan sanitasi pembuangan bagi masyarakat. Sehingga, di tempat-tempat umum ada Gambar 3.24Masjid Benteng.(Sumber: www.bjornmoerman.com)
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 73kamar mandi, toilet umum disediakan, serta beraksentuasi air mancur. Begitu juga dengan penataan taman kota yang memakai pola geometris pengaruh dari tradisi ilmu pengetahuan dan nilai keimanan serta ketaqwaan, sehingga taman dibuat mengesankan sebuah taman surga yang indah dan menawan. Sedangkan malam hari lampu yang didesain begitu indah menambah suasana keindahan kota.Namun, dari arsitektur tata ruang itu bisa dilihat Seni Ruang dalam budaya Islam. Yaitu unit isi, sebuah bentuk bangunan arsitektural yang tersendiri atau karya seni plastis yang terpisah tanpa ruang interior, seperti kolom taman, pelengkungan gapura, menara dalam lingkungan masjid, jembatan sebagai bentuk penghubung juga memberikan nilai keindahan, sedangkan air mancur merupakan nilai karya seni yang baik dalam tata tuang lingkungan bagi kota dan taman kota. Begitu juga dengan pembentuk terowongan air yang merupakan bagian dari perairan dan sirkulasi air yang mengalir di bawah bangunan dan taman, serta kebun menjadi satu kesatuan yang padu. Sistem pengairan ini yang membuat taman menjadi bagian dari bangunan dalam arsitektur Islam. Dan terowongan merupakan arsitektur yang berkaitan dengan lingkungan alam menjadi representasi satu kesatuan karya seni dengan alam sekitarnya. Sebagai bentuk karya seni rupa tiga dimensi yang dipadukan dengan bentuk ornamentik, sehingga memperkaya bentuk itu menjadi nilai seni Islam, yang memberikan keindahan unitisi sebagai bagian dari seni ruang yang dapat dinikmati secara satu kesatuan. Di mana bentuk tiga dimensi memberikan ruang keindahan pada bentuk kesatuan yang menjadi nilai Islam. Hal ini senada dengan ajaran Islam, bahwa jadilah kamu seorang muslim yang menyeluruh.Gambar 3.25Keindahan Taman Al-Hambra Memakai Teknologi Hidrolik.(Sumber: designtableau.blogspot.com)
74 Sejarah Seni Rupa IslamTaman kota dengan segala macam bentuk keindahan merupakan manifestasi dari satu kesatuan nilai keindahan Islam kepada nilai keimanan dan ketaqwaan. Karena keindahan yang taman kota dengan kolam, jembatan penghubung bukan sekadar bentuk, tetapi sebuah ungkapan keindahan tentang keharmonisan alam dengan keindahan seni arsitektur bangunan. Bangunan kota menjadi dimensi ruang kota yang menyatu dengan lingkungan yang terdiri taman, air kolam, air mancur, jembatan dan lengkungan gapura. Membuat arsitektur kota menjadi nuansa keindahan dan kesempurnaan dari kehidupan. Karena keindahan dan kesempurnaan menjadi kerinduan dari keindahan dan kesempurnaan surga yang penuh kedamaian.Hal ini yang terlihat dalam istana Al-Hambra secara keseluruhanan, massa bangunan membentuk beberapa halaman dalam terbuka. Dua halaman terbuka yang agak besar, yakni di tengahnya terdapat kolam persegi panjang yang diapit oleh deretan tanaman yang dipangkas dan ditata sedemikian rupa, sehingga memberikan bentuk yang indah dan menyiratkan dunia surga. Karena di taman itu juga dihiasi dengan air mancur yang diletaknya di ujung taman itu. Dan di tengahnya terdapat cawan air mancur yang ditopang oleh patung-patung singa. Yang terakhir ini dapatlah dikatakan sebagai bagian puncak keindahan dari rangkaian halaman dalam terbuka istana. Kerinduan dan keinginan hidup yang sempurna di akhirat nanti menjadi kekuatan lahir sebuah karya seni ruang yang memberikan dimensi keharmonisan dan kekuatan spiritual.Di bagian dalam itu terdapat kolom-kolom berbentuk bulatan yang terbuat dari bahan alabaster (marmer putih) utuh. Dinding dipenuhi dengan ornamen yang pada level 130 cm dipenuhi dengan ornamen mosaik dari keramik berglazur warna-warni (hijau, kuning, biru, coklat dan hitam). Ornamen itu membentuk pola ornamen goemetrikal yang indah dan mengagumkan.Hal ini menjadi bagian dari arsitektur seni Islam, perpaduan bentuk keindahan dari masjid dan istana yang selalu memberikan keanekaragaman bentuk. Bahwa keindahan air mancur, kolam dan taman ini merepresentasikan bentuk keindahan dari keindahan surga. Untuk memberikan nilai dan pemahaman tentang nilai kehidupan manusia di dalam kehidupan di akhirat nanti. Bahwa keindahan itu memang harus diupayakan menjadi sebuah kekuatan untuk selalu mencapai apa yang menjadi bagian dari kehidupan yang lebih bermakna.
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 75Begitu juga karya arsitektur adalah sebuah struktur dengan ruang interior yang selalu ditarik pada kesatuan ruang eksterior. Karena arsitektur adalah kreasi artistik yang menambah ruang interior dan penutup pada dimensi horizontal dan vertikal, dan memberikan perspektif terhadap kedalaman, volume dan massa. Hal itu bisa kita lihat bentuk ruang yang tidak masif, tetapi selalu ada ceruk yang memberikan dimensi kekuatan ruang yang lebih luas. Begitu juga dengan bentuk kubah yang dihiasi jendela membuat kesan ruang yang lebih luas menjulang ke atas, sehingga memberikan sirkulasi udara. Ruang interior merupakan bentuk karya seni Islam yang memberikan dimensi ruang dalam dan luar, dalam hal ini bangunan istana dan masjid yang memberikan keterkaitan dengan suasana lingkungan alam yang alami. Cahaya bagi banyak umat Islam, tidak ada simbol yang sempurna lebih dari kesatuan Ilahi daripada cahaya.“Allah adalah cahaya langit dan bumi...” (QS Nur [24]: 35) Untuk alasan ini, seniman muslim berusaha mengubah halhal yang sangat fashioning menjadi getaran cahaya. Dalam arsitektur Islam, fungsi lampu dekoratif untuk memodifikasi unsur-unsur lain. Jadi, permukaan interior sebuah masjid dengan mosaik-mosaik di ubin keramik, misalnya, lapisannya sering terbatas pada bagian bawah dinding, seolah-olah untuk menghilangkan “berat” desainnya. Hal ini bertujuan sama ketika para senima juga mengubah permukaan lainnya ke relief berlubang untuk menyaring cahaya. “Stalaktit” juga berfungsi sebagai lampu perangkap dan akan menyebarkan cahaya dengan gradasi paling halus. Dengan cahaya yang tepat, menusuk bagian permukaan, menambahkan kualitas yang dinamis untuk arsitektur, memperluas pola, bentuk dan desain ke dalam dimensi waktu.” (Sumber: Burckhardt, ISLAM II, diedit oleh S.H. Nasr)Gambar 3.26Bentuk Batas Ornamentik Interior dan Eksterior.(Sumber: www.masterfile.com)
76 Sejarah Seni Rupa IslamArsitektur merupakan bangunan masjid yang berangkat dari nilai keimanan dan ketaqwaan seorang muslim dalam beribadah pada Allah dalam bentuk shalat. Shalat merupakan aktivitas taat pada Allah dalam sujud, di mana sujud itu memberikan ruang pada kesadaran ruang tentang taat pada Allah di mana pun kita berada. Seni arsitektur masjid itu menjadi ungkapan nilai keimanan dan ketaqwaan pada Allah. Sedangkan karya seni istana dengan berbagai taman, kolam dan air mancur menjadi bagian dari keindahan sebuah keimanan dan ketaqwaan pada Allah. Seperti apa yang selalu di jelaskan di dalam Al-Qur’an, bahwa orang beriman dan bertaqwa yang mendapatkan tempat di surga dengan sungai yang mengalir dan taman-taman yang indah. Karya seni arsitektur Islam menjadi bentuk yang menyeluruh dari bagian kehidupan seorang muslim. Arsitektur Islam menjadi transformasi bentuk kehidupan duniawi dan ukhrawi.Begitu juga dengan keindahan dari arsitektur masjid maupun istana, selalu dipadukan menjadi satu kesatuan keindahan taman, kolam taman, dan keindahan air mancur mampu menjelajahi imajinasi kepada nilai yang lebih sublim, untuk ditangkap sebagai nilai keberadaan sebagai seorang muslim di manapun ia berada. Alam sebagai bentuk representasi keberadaan seorang muslim untuk selalu mengingat akan keindahan dan kebesaran Allah sebagai bentuk ungkapan dari orang yang beriman dan bertaqwa.Pertamanan yang menjadi bagian dari arsitektur memberikan satu kesatuan karya seni Islam dengan kehidupan alam, untuk memberikan kesan alami dan memberikan kesan dunia dan akhirat. Sehingga, dikenal dengan Hortikultural, yaitu aspek taman yang digarap dengan pola simetris tanpa berujung. Hal ini yang menjadikan seni pertamanan bukan hanya sebagai bagian dari konsep keimanan terhadap hari akhir, akan tetapi juga memberikan keserasian ruang tata kota menjadi lebih asri. Keasrian ruang tata kota merupakan bagian akrab lingkungan hidup, agar kota bisa terlihat lebih manusiawi. Di mana aspek kemanusiaan yang menjadi bagian dari nilai penataan. Karena dengan memanusiakan manusia dengan sendirinya akan meningkatkan taraf hidup dan kesadaran di dalam beragama. Sehingga, memberikan kesan bukan lingkungan duniawi, tapi lingkungan surgawi yang dikembangkan dalam konsep pertamanan. Sedangkan Aquakultural adalah konsep air mancur sebagai bentuk dari transformasi air yang merupakan bentuk dari
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 77tranformasi air terjun yang ada dalam alam. Warna yang menjadi penyejuk hati dan pikiran manusia di dalam ruang lingkup lingkungannya. Kejernihan air yang mengalir selalu memberikan inspirasi pada cara berpikir masyarakatnya di dalam menjalani hidupnya secara lebih jernih dan tenang. Dengan begitu, segala permasalahan bisa di atasi dengan hati dan pikiran yang jernih. Bahwa kehidupan bukan hanya sebuah keindahan dan kesenangan bentuk saja. Tetapi, juga sebuah nilai yang memberikan kekayaan dan keluasan di dalam menghadapi hidup yang lebih bermakna.Hal ini yang dapat ditemui di istana Al-Hambra dengan mempergunakan manajemen air, di mana melakukannya dengan cara-cara yang sangat menarik dan apik, melalui sebuah perhitungan gravitasi yang prima: air dialirkan ke halaman dalam terbuka tadi untuk membentuk kolam air mancur. Air dialirkan dengan saluran tertutup, lalu muncul di ruang dalam sebagai mata air, yang kemudian dialirkan lagi melalu saluran kecil yang terbuka menuju kolam halaman dalam terbuka. Hal ini mengingatkan pada kita ayat ”Jannatin tajri min tahtih al-anhar” (Jannah yang mengalir di bawahnya sungai).Keindahan tanaman dengan paduan kolam dan air mancur yang memberikan warna arsitektur masjid dan istana, sehinggga memberikan udara yang nyaman dan sejuk. Kepaduan desain taman dengan air mancur memberikan karakteristik dari desain arsitektur. Bahwa bentuk keindahan Allah yang dimanifestasikan menjadi keindahan miniatur alam agar memberikan kosmologi dari suasana kedekatan dengan alam, sehingga terasa alami. Memberikan keindahan pada citra rasa manusia tentang keindahan, karena dengan keindahan memberikan keindahan jiwa dan pikiran untuk selalu memberikan kekuatan keimanan dan ketaqwaan seorang muslim.Pertamanan bukan sebagai unsur dari seni arstektur masjid atau bangunan istana, rumah sakit, sekolah dan instansi pemerintah. Karena pertamanan, kolam air, air mancur atau air yang mengalir dengan jernihnya, itu memberikan bentuk penjelajahan tentang nilai keindahan dari sebuah keindahan yang ada dalam sebuah surga seperti apa yang digambarkan dalam Al-Qur’an, surga adalah tempat kehidupan yang abadi dengan segala macam keindahan dan kenikmatan yang tidak akan pernah sirna.Hal itu juga menjadi sebuah kajian tentang tanaman dalam pengertian yang lebih luas lagi dan mendalam di
78 Sejarah Seni Rupa Islamdalam perkembangan terhadap tanah di wilayah Islam yang menyangkut kondisi iklim, musim dan perubahan ekologi yang dapat mempengaruhi tanaman. Karena adanya kajian tentang kondisi tanah dan iklim dengan sendirinya memajukan dunia pertanian dengan kemampuan membuat irigasi, sehingga memberikan masukan pada masyarakat dan memajukan daerah. Banyak wilayah Islam yang menghasilkan sayur-sayuran, buah-buahannya, kopi, wijen dan kapas dari hasil perkebunan yang didukung dengan perkembangan teknologi pertanian.Begitu juga dengan pengembang air yang begitu mendalam oleh ilmuwan muslim, sehingga mampu membuat waduk untuk irigasi seperti di Qairawan, Tunisia dan jembatan Khaju, Isfahan, Irak yang memperllihatkan gerbang Sluice, juga membuat kincir angin raksaksa di Hama, Syiria. Hal ini karena kemampuan kaum muslim di dalam mengelola air secara baik untuk segala keperluan sesuai dengan kebutuhan. Karena kondisi wilayah Islam mempunyai keragaman iklim dan ekologi air pengelolaan air yang baik menjadi sebuah solusi pada masa itu, sebagai bagian dari budaya masyarakat muslim. Dengan begitu, kaum muslim mengembangkan sistem perairan di bawah tanah yang dapat di alirkan sampai bermilmil, karena didukung dengan berbagai penemuan teknologi mengangkat air mulai dari yang sederhana sampai yang rumit, begitu juga mulai dari yang kecil seperti tempat cuci tangan atau sampai waduk dan kincir air raksasa. Air bukan saja memberikan dimensi manfaat pada bentuk air mancur, irigasi perkebunan dan mengalirkan air di dalam bawah tanah, tetapi air juga dapat menggerakan bentuk alat waktu yang dinamakan dengan jam air yang terdapat di seberang madrasah Bu’inaniyyah, Fez, Maroko.A. Desain Kota dan DesaMerupakan satu kesatuan dalam tata kota yang dikembangkan Islam sebagai satu keserasian. Di mana kota merupakan masjid dan pusat pemerintahan, yang kemudian dibangun segalam macam sarana dan prasarana baik itu pemandianpemandian, sekolah, rumah sakit dan rumah penduduk dengan segala macam usaha kerajinan dan industri rakyat di dalam mendukung kehidupan masyarakatnya. Sedangkan desa merupakan tata kehidupan yang menggarap sumber daya alam dalam bidang pertanian. Sehingga, pada masa Islam sudah dikenal dengan irigasi pertanian.
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 79Begitu juga rancangan standar sebuah bazar terdiri jaringan blok-blok sugs, yang dikenal dengan pasar, berada dalam satu bangunan dengan beberapa kubah di atasnya. Terkadang, dengan sebuah kubah utama di pusat bangunan. Seperti halnya pola pusat perdagangan masa kini, toko-toko yang menjual barang yang sama berkelompok dalam blok yang sama. Oleh karena banyak blok, maka tentu saja di dalam terdapat banyak lorong. Hal ini juga yang ada pada masa dinasti Utsmani ketika membangun masjid. Masjid menjadi pusat kota lain dari pusat pemerintahan, dan di situ juga dibuat pasar yang berkaitan dengan arsitektur masjid, sehingga mempunyai bangunan yang khas dari arsitektur kota.Desain kota dan desa memberikan kesan pola kehidupan yang saling berkaitan antara satu dengan lain, untuk mendukung dan memberikan kesan pola kehidupan yang saling berkaitan antara satu dengan lain, untuk mendukung dan memberikan kebutuhan sesuai dengan kehidupan manusia yang membutuhkan sandang pangan dan materi untuk kehidupan sehari-hari. Begitu juga bagaimana mengelola semua itu menjadi kebutuhan sebuah suku bangsa dalam mengelolah sumber daya kehidupan dengan sarana prasarana.Gambar 3.27Al-Quds Dikenal dengan Yerusalem. Masjid AlAqsha dan The Dome of Rock.(Sumber:?)Gambar 3.28Tata Kota yang Memperlihatkan Keindahan dan Keharmonisan.(Sumber:?)
80 Sejarah Seni Rupa IslamPusat pemerintahan dengan keindahan seni bangunan, arsitektur masjid memberikan nilai keluasan terhadap tata kehidupan manusia di dalam masyarakat. Pemerintah yang menjadi pemimpin bukanlah orang yang berkuasa untuk menguasai hajat hidup orang banyak. Tetapi, pemimpin dalam Islam adalah sebuah amanah yang harus dilaksanakan dengan baik. Karena kalau amanah itu tidak dilakukan dengan baik, akan berakibat pada pertanggungjawabannya di akhirat pada Allah. Karena pertanggungjawaban seorang pemimpin adalah pertanggungjawaban dunia dan akhirat. Pemimpin dilihat bukan sebagai penguasa wilayah, tetapi pemimpin dilihat sebagai pelayan masyarakat yang setiap saat memperhatikan kehidupan rakyatnya. Untuk itu, desain kota yang dibangun itu harus sesuai dengan konsep kepemimpinan yang melayani rakyat. Dengan desain bangunan yang terpadu, tetapi memberikan aksentuasi keindahan dari seni arsitektur menjadi bagian atmosfir yang sangat penting bagi sebuah bangsa di mana mereka berada. Bahwa keindahan seni bangunan menjadi bagian yang sangat penting dalam tata kota arsitektur seni Islam.
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 81
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 83Prawacana:Seni kaligrafi Islam di dalam terminologi Bahasa Arab disebut dengan seni khat, yang artinya seni menulis indah—yang berangkat dari tulisan Al-Qur’an yang diturunkan Allah pada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril sebagai bentuk perintah pertama pada Nabi Muhammad SAW untuk membaca dan menulis, seperti apa yang terdapat dalam surat Al-’Alaq, ”Bacalah dengan nama tuhanmu yang menciptakan, Menciptakan manusia dari segummpal darah. Bacalah, Dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan menulis dengan kalam. Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al’Alaq: 1-5) Indikator keberhasilan:Setelah mengikuti pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan dapat:• Memahami latar belakang sejarah seni kaligrafi Islam dari khalifah Umar bin Khathab. Dengan dituliskannya Al-Qur’an dalam kitab suci bentuk lembaran.• Mengerti bahwa kaligrafi bukan masalah tulisan indah, tapi mempunyai makna yang dalam mengenai ajaran Islam.• Konsep seni kaligrafi itu bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits.• Mengerti proses kaligrafi itu lahir, tumbuh dan berkembangnya sesuai dengan zamannya. SENI KALIGRAFI ISLAM4
84 Sejarah Seni Rupa IslamSeni kaligrafi bukan hanya sebagi tulisan indah, tapi sarat dengan makna karena Al-Qur’an menjadi acuannya. Hal itu bisa dilihat dalam surat Al-Baqarah, ayat 31 yang berbunyi, ”Allah mengajari Adam pengetahuan tentang semua nama.” Dikatakan bahwa 300 tahun sebelum wafatnya, Nabi Adam as menulis di atas lempeng tanah yang selanjutnya dibakar dan menjadi tembikar. Setelah bumi dilanda banjir bah di zaman Nabi Nuh as, dan air sudah surut seperti yang dijelaskan dalam surat Hud ayat 25-49, di mana setiap bangsa atau kelompok turunan mendapat tembikar bertulisan tersebut. Ini pula yang dianggap, bahwa setiap bangsa telah punya tulisan masing-masing.Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan di Abi Dzar AlGhiffary, beliau berkata, ”Aku bertanya kepada Rasullah SAW, kataku, ‘Ya Rasullah, setiap Nabi diutus dengan apa?’ Jawabnya, ‘Dengan kitab yang diturunkan.’ Kataku, ‘Ya Rasullah, kitab apakah yang diturunkan kepada Adam?’ Jawabnya, ‘Alif, Ba, Ta, Tsa, Ja dan seterusnya.’ Kataku, ‘Ya Rasullah, berapa huruf?’ Jawabnya, ‘Dua puluh sembilan’.” (Sirajuddin: 1985, hal 5).Kemudian, di masa Nabi Muhammad SAW mengajarkan firman Allah yang diajarkan pada para sahabat dengan menghafalnya atau dicatat di berbagai media setiap Nabi mendapat wahyu dari Allah. Namun, ketika peperangan, banyak para sahabat yang syahid di jalan Allah itu, sehingga menimbulkan kekhawatiran para sahabat. Untuk itu, ketika pada masa pemerintahan khalifah Abu Bakar, Umar mengusulkan untuk mengumpulkan dalam sebuah kitab agar bisa terpelihara sepanjang masa. Walaupun Allah sendiri telah menjamin dan menjaga Al-Qur’an sampai akhir zaman.Pada masa khalifah Umar bin Khathab mulai mengadakan pengumpulan, yang ditugaskan adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, dan Zaid bin Tsabit yang dikenal sebagai sekretaris pada zaman Nabi Muhammad SAW yang pandai menulis wahyu Allah untuk dikumpulkan, selain banyak dihafal oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW. Ketika zaman khalifah Utsman bin Affan ayat-ayat yang diwahyukan Allah pada Nabi Muhammad SAW dikumpulkan dalam kita suci Al-Qur’an. Kemudian, dikirim ke beberapa wilayah Islam untuk diperbanyak agar bisa dipahami oleh umat Islam pada umumnya. Al-Qur’an ini diterbitkan pada masa kekhalifahan Utsman, yang kemudian menjadi dikenal dengan kaligrafi Utsman—di dalam perkembangannya banyak jenis kaligrafi
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta 85Arab yang berkembang, tanpa harus mengurangi jenis kaligrafi Utsman yang pertama untuk menuliskan firman Allah sebagai kitab suci Al-Qur’an.Dari situlah perkembangan para kaligrafer dalam menuliskan kembali Al-Qur’an dalam satu kitab untuk dapat diperbanyak. Maka, dengan sendirinya melahirkan banyak penulis kaligrafi untuk memperbanyaknya. Keindahan seni kaligrafi dengan sendiri terus berkembang sesuai dengan diperbanyaknya AlQur’an. Seni kaligrafi dengan kekuatan garis dan kekuatan ekspresi dari keindahan yang menciptakan keindahan itu membuat karya seni kaligrafi memberikan ruang yang memungkinkan untuk menjadi elastis untuk dapat menyelusuri sanubari kehidupan yang lebih dalam. Begitu juga dengan keluwesan mampu menyiratkan keindahan bentuk dari makna-makna yang diwahyukan Allah pada umat manusia. Bahwa firman Allah itu bukan saja memberikan gambaran tentang kehidupan secara luas, tetapi juga memperhatikan hal-hal kecil yang menjadi kebutuhan semua manusia, yaitu dengan niat berbuat baik saja sudah diberikan pahala, apalagi melakukan kebaikan, pahalanya lebih banyak. Sebuah ungkapan yang sangat sublim untuk dikatakan sebagai sebuah keindahan bentuk dengan makna yang dalam. Fleksibilitas dari garis, sehingga memberikan bentuk huruf arab yang khas, bahwa bahwa arab yang diungkapan berbeda dengan bahasa Arab yang Arab jahilliyah. Kekuatan yang dibangun dalam bahasa bukan dari bentuk dan tata bahasa yang baik saja, tapi itu saja jelas menjadi keindahan yang Maha Kuasa, Allah SWT dalam firman-firman-Nya.Hal itu tidak lepas dari sejarah menulis di kalangan kaum muslim itu dimulai oleh Nabi Muhammad SAW ketika seusai perang Badar Kubra yang terjadi pada kedua Hijriah. Di mana dalam perang ini Nabi Muhammad SAW didukung oleh para sekutunya menjadi 300-an pasukan dengan peralatan perang yang minim berhasil menaklukan pasukan musuh berjumlah 1000 orang terlatih dengan segala peralatan yang lebih baik. Dan ini menjadi sebuah titik awal dari kelangsungan Islam. Dengan perkembangannya, kemampuan menulis dan membaca itu, mampu memberikan kemajuan yang luar biasa bagi umat Islam dalam peradabannya. Karena dengan kemampuan menulis dan membaca itu banyak melahirkan gagasan-gagasan ilmu pengetahuan yang berasal dari
86 Sejarah Seni Rupa IslamAl-Qur’an dan Hadits. Begitu juga dapat meluaskan nilai keislaman ke berbagai belahan dunia sejalan dengan perkembangan Islam ke beberapa negara. Begitu juga dengan kemampuan di dalam memahami kebudayaan masyarakat setempat, di mana Islam dapat diterima sebagai sebuah nilai keyakinan, makin memperkaya dengan karya seni dan ilmu pengetahuan yang diserapnya dari berbagai suku bangsa. Karena didasarkan sikap terbuka Islam terhadap kebudayaan masyarakat muslim yang beraneka ragam. Sikap pluralisme di dalam masyarakat muslim ini memberikan kekuatan di dalam karya seni menulis indah yang mengadopsi istilah dari Yunani dengan kaligrafi, dan menjadi dikenal sebagai “seni menulis indah” yang di identikkan dengan seni menulis huruf Arab. Karena tulisan Al-Qur’an memakai tulisan Arab yang memberikan aksen keindahan bentuk dan makna yang dalam, dalam seni kaligrafi. Kaligrafi sendiri berasal dari Bahasa Inggris yang disebut dengan calligraphy, berasal dari kata latin ”kalios” yang berarti indah dan ”graph” yang berarti tulisan, sehingga kaligrafi disebut dengan dengan tulisan indah. Karena yang ditulisanya dalam bentuk ayat-ayat Al-Qur’an berisikan firman Allah untuk menyerukan manusia menjadi hamba Allah yang beriman dan bertaqwa di dalam kehidupan ini.Kaligrafi yang dikenal dengan khat dalam bahasa Arab mempunyai makna, sebagai bentuk seni arsitektur rohani, dilahirkan melalui alat jasmani, sebagaimana kutipan seorang kaligrafer pada masa kekhalifahan Turki Utsmani, yang melihat khat dari keindahan maknanya. Kaligrafi atau khat dilukiskan sebagai kecantikan rasa, duta akal, penasihat pikiran, senjata pengetahuan, penjinak saudara dalam pertikaian, pembicara jarak jauh, penyimpan rahasia dan khazanah pelbagai masalah kehidupan. Ringkasnya, ”Khat itu ibarat ruh di dalam tubuh”. (Sirajuddin: 1985, hal 3) Gambar 4.29Keindahan Bentuk Garis yang Berkarakter dan Dinamis.(Sumber: www.freelancewebdesigner.me)