The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by endrikurniawan, 2021-11-02 17:36:19

MATERI INTERAKSI SOSIAL

MATERI INTERAKSI SOSIAL

INTERAKSI
SOSIAL

Standar Kompetensi Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai
Kompetensi Dasar dan norma yang berlaku dalam masyarakat

Mendiskripsikan proses interaksi sosial sebagai dasar
pengembangan pola keteraturan dan dinamika kehidupan sosial

Tujuan pembelajaran :
Dengan mempelajari bab ini, siswa diharapkan mampu;

1. Mendeskripsikan pengertian tindakan dan interaksi sosial

2. Menyebutkan jenis-jenis tindakan sosial

3. Menyebutkan fungsi nilai sosial

4. Mendeskripsikan macam-macam interaksi sosial

5. Menjelaskan bentuk-bentuk interaksi sosial

6. Menyebutkan ciri-ciri interaksi sosial

A. Tindakan sosial .

Tindakan sosial adalah perilaku manusia yang mempunyai maksud subjektif
bagi dirinya, artinya tindakan tersebut merupakan perwujudan dari pola pikir individu
yang bersangkutan.

Tidak semua tindakan manusia disebut tindakan sosial, misal seorang remaja
yang menhayalkan cewek pujaannya, seseorang menyanyi dikamar mandi, seseorang
yang sedang bermimpi. Akan menjadi tindakan sosial apablia remaja tadi
mengutarakan cintanya kepada cewek pujaanya, orang yang menyanyi didepan
panggung, menceritakan mimpinya kepada orang lain. Suatu perbuatan baru dapat
dikatan tindakan sosial apabila perbuatan itu telah dinyatakan kepada orang
lain.

Max Weber mendefinisikan tindakan sosial sebagai tindakan seseorang
individu yang dapat mempengaruhi inividu-individu lainya didalam masyarakat.

1

B. Jenis-jenis tindakan sosial

1. Tindakan sosial yang bersifat rasional dan instrumental
Tindakan sosial yang dilaksanakan dengan pertimbangan dan pilihan secara sadar,
meliputi proses sosial yang sistematis untuk mencapai tujuan yang sudah
direncakan.
Example : menentukan pilihan jurusan IPA/IPS/IPB, menentukan pilihan
mendaftar di SMAN 1 atau di sma lain.

2. Tindakan sosial yang bersifat irasional
Tindakan tersebut berorientasi kepada suatu sistem nilai tertentu. Tindakan sosial
ini dilaksakan tanpa memperhatikan terlebih dahulu asas manfaat dan tujuannya,
yang diperhitungkan adalah cara atau proses sosial untuk mencapai tujuannya itu.
Example : upacara keagamaan, upcara adat.

3. Tindakan sosial yang bersifat tradisional
Tindakan sosial yang bersifat rasional, namun si pelaku tidak lagi
memperhitungkan proses sosial dan tujuannya terlebih dahulu, yang dijadikan
pertimbangan adalah kondisi atau tradisi sosial yang sudah baku.
Example : berlaku sopan santun, hormat dan patuh terhadap orang tua,
menghargai nilai-nilai tradisonal.

C. Interaksi sosial

Ada beberapa sosiolog mendefinisikan interaksi sosial, yaitu;
1. S.S. Sargent

“ social intercation is to consider social behavior always within a group
framework, as related to group structure and function”.
2. H. Bonner
Mendefinisikan interaksi sosial suatu hubungan antara dua atau lebih individu
manusia ketika kelakuan individu yang lain, atau sebaliknya.

Dapat disimpulkan, Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara
individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan
kelompok dalam masyarakat.

Sejak manusia dilahirkan mempunyai naluri untuk hidup bergaul dengan
sesamanya, naluri itu adalah gregariousness. Naluri merupakan salah satu
kebutuhan manusia yang paling mendasar untuk memenuhi kebutuhan lainnya,
kebutuhan afeksi, kebutuhan inklusi, kebutuhan kontrol.

a. Kebutuhan afeksi adalah kebutuhan akan cinta kasih sayang.
Kebutuhan afeksi menimbulkan tingkah laku afeksi yang berupa hubungan
persahabatan, kasih sayang, percintaan.

2

b. Kebutuhan inklusi adalah kebutuhan untuk mendapatkan kepuasan dan
mempertahankannya
Kebutuhan inklusi terwujud dalam tingkah laku inklusi, yang mencerminkan
keinginan untuk bergabung dengan sesamanya, misal keinginan untuk
menjadi bagian dari kelompok.

c. Kebutuhan kontrol adalah kebutuhan akan pengawasan dan kekuasaan.
Kebutuhan kontrol akan menghasilkan tingkah laku yang menunjuk pada
proses pengambilan keputusan, untuk memmimpin, mempengaruhi, mengatur
bahkan untuk melawan atau memebrontak.

Maslow merinci kebutuhan hidup manusia kedalam tujuh macam kebutuhan, yakni :
a. Kebutuhan fisik/fisiologis : makan, minum, istirahat, tidur
b. Kebutuhan rasa aman : menghindari bahaya, menghilangkan kecemasan
c. Kebutuhan diterima dan kasih sayang: persahabatan, keluarga, pertemanan
d. Kebutuhan untuk dihargai
e. Kebutuhan perwujudan diri/ aktualisasi diri : mengungkapkan potensi,
f. Kebutuhan ingin tahu
g. Kebutuhan akan keindahan

Peddington mengklasifikasikan kebutuhan hidup manusia sebagai berikut :
a. Kebutuhan utama/primer

Kebutuhan ini muncul sebagai akibat dari adanya kebutuhan yang bersumber dari
aspek-aspek biologis/prganisme tubuh manusia.
1. Makan/minum
2. Buang air besar/kecil, berkeringat
3. Perlindungan dari iklim/cuaca/suhu
4. Istirahat/tidur
5. Pelepasan dorongan seksual serta reproduksi
6. Kesehatan yang baik
b. Kebutuhan sosial/sekunder
Terwuju sebagai akibat dari adanya usaha untuk dapat memenuhi kebutuhan
primer, yang harus dipenuhinya dengan cara melibatkan orang/sejumlah orang
lain.
1. Berkomunikasi dengan sesama
2. Kegiatan-kegiatan bersama
3. Kepuasan akan benda-benda material/kekayaan
4. Sistem pendidikan
5. Keteraturan sosial dan kontrol social
c. Kebutuhan integratif

Muncul dan terpencar dari hakikat manusia sebagai makhluk pemikir dan
bermoral, yang berfungsi untuk mengintegrasikan berbagai kebutuhan dan
kebudayaan menjadi suatu satuan sistem yang bulat dan menyeluruh serta masuk
akal bagi para pendudkung kebudayaan tersebut.

3

1. Adanya perasaan benar-salah, adil-tidak adil
2. Mengungkapkan perasaan dan sentimen kolektif/kebersamaan
3. Perasaan keyakinan diri (confindence) dan keberadaanya (existence)
4. Ungkapan estetika atau keindahan
5. Rekreasi/hiburan

D. Macam-macam interaksi social

Dalam kehidupan sehari terdapat tiga macam interaksi sosial
1. Interaksi antara individu dan individu

Individu yang satu memberi pengaruh, rangsangan kepada individu lainnya.
Sebaliknya individu yang terkena pengaruh itu akan memberikan reaksi,
tanggapan atau respons.
Example : berjabat tangan, saling menegur, bercakap-cakap, bertengkar, marah-
marahandengan saling berdiam saat bertemu, orang yang memakai pakaian
dengan mode mencolok sehingga mengundang perhatian orang lain.
2. Interaksi antara individu dan kelompok
Individu berinteraksi dengan banyak orang
Example : guru menerangkan dikelas orator berpidato, kyai berceramah
3. Interaksi antara kelompok-dan kelompok
Bentuk interaksi yang menunjukkan bahw akepentingan individu dalam kelompok
meruapakan satu kesatuan, berhubungan dengan kepentingan individu dalam
kelompok lain.
Example : pertandingan sepak bola antar klub

Analisislah gambar disamping adalah
bentuk interaksi sosial apa!

E. Ciri-ciri interaksi sosial

1. Jumlah pelakunya lebih dari satu orang
2. Terjadinya komunikasi diantara pelaku melalui kontak sosial
3. Mempunyai maksud dan tujuan yang jelas
4. Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu
5. Dimensi waktunya kini/sekarang

4

F. Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial

Dalam interaki sosial terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi
sosial tersebut, faktor itu antara lain:
1. The nature of the social situation

Situasi sosial memberi bentuk tingkah laku terhadap individu yang berada dalam
situasi tersebut.
2. The norms prevailing in any given social group
Kekuasaan norma-norma kelompok sangat berpengaruh terhadap terjadinya
interaksi soial antarindividu.
3. Their own personality trends
Masing-masing individu memiliki tujuan kepribadian sehingga berpengaruh
terhadap tinggkah lakunya
4. A person’s transitory tendencies
Setiap individu berinteraksi sesuai dengan kedudukan dan kondisinya yang besifat
semenatara
5. The process of perceiving and interpreting a situation
Setiap situasi m,emngandung arti bagi setiap individu sehingga hal ini
memengaruhi individu untuk melihat dan menafsirkan situasi tersebut.

G. Faktor-faktor yang mendasari terbentuknya interkasi sosial

1. Imitasi
Gabriel Tarde dianggap sebagai penemu istilah imitasi atas dasar kesimpulan yang
ditarik dari tugasnya sebagai ahli hukum. Ia berpendapat bahwa kejahatan yang
dilakukan oleh seseorang adalah akibat imitasi. Imitasi berasal dari kata imitation
yang berarti peniruan. Imitasi adalah proses sosial atau tindakan seseorang untuk
meniru orang lain melalui sikap, penampilan, gaya hidupnya, bahkan apa saja yang
dimiliki orang lain. Proses imitasi pertama kali terjadi dalam sosialisasi keluarga.
Example : seorang anak sering kali meniru kebiasaan-kebiasaan orang tuanya seperti
cara bicara, cara berpakaian, berjalan

a. Syarat-syarat imitasi
1) Harus ada minat/perhatianterhadap hal/sesuatu yang akan diimitasi
2) Harus ada sikap menjunjung tinggi atau mengagumi pada hal-hal yang
diimitasi.
3) Harus ada penghargaan sosial yang tinggi
4) Harus ada pengetahuan dari individu

b. Macam-macam imitasi
Baldwin membagi imitasi menjadi 2 macam :

5

1) Nondeliberate imitation
Suatu peniruan yang berlangsung tanpa mengetahui maksud dan tujuan
dari peniruan tersebut.

2) Deliberate imitation
Suatu penituan yang berlangsung dengan sengaja, artinya suatu peniruan
dengan maksud dan tujuan tertentu dari peniruanyang dilaksanakan.

c. Tahap-tahap proses imitasi
Dalam setiap imitasi yang tidak disengaja, terkandung tiga tahap yang

harus dilalui:
1) Tahap proyeksi

Pada tahap ini Individu memperoleh kesan dari sesuatu yang akan
diimitasi
2) Tahap subjektif
Pada tahap ini individu cenderung untuk menerima hal-hal yang akan
diimitasi, misal sikap dan tingkah laku dari individu lain.
3) Tahap objektif
Pada tahap ini individu telah menguasai apa yang akan diimitasi sehingga
akhirnya ia dapat berbuat seperti individu lain yang akan diimitasi.

d. Akibat imitasi
1) Akibat positif
i. Dapat diperoleh kecakapan dengan segera
ii. Adanya tingkah laku yang seragam
iii. Dapat mendorong individu/kelompok untuk bertingkah laku
2) Akibat negatif
i. Apabila yang diimitasi hal-hal yang salah, dapat menimbulkan
kesalahan massal
ii. Cara berfikir kritis dapat dihambat dengan imitas.

2. Identifikasi
Identifikasi adalah upaya yang dilakukan oleh seorang individu untuk menjadi

sama (identik) dengan individu lain yang ditirunya.
Proses identifikasi erat sekali kaitanya dengan imitasi. Pola menirunya sudah

begitu rupa eratnya, sehingga si peniru sudah mengidentifikasikan dirinya menjadi
sama dengan orang yang ditirunya. Identifikasi juga melalui proses penjiwaan yang
sangat mendalam dari sesorang yang meniru.

Tujuan identifikasi adalah individu yang bersangkutan ingin mempelajari
tingkah laku individu lain walaupun tanpa disadari sebelumnya. Umumnya proses ini
berlangsung lama serta baru disadari apabila proses tersebut telah membawa hasil.

Example : orang yang mengagumi M. Jackson, maka dia akan mengikuti
model ramut, pakaian bahkan perilakunya dengan menganggap dirinya sama dengan
M. Jackson

6

3. Sugesti
Beberapa istilah yang dipakai para ahli tentang sugesti antara lain :
- Masmer dengan konsepsinya Animal Magnitism.
- Baid dengan konsepsinya idio motor response.
- Liebealut dengan konsepsinya hypnotism
- Berbuheim dengan konsepsinya sugestive-psychotherapy
- Gustave Le Bon dengan konsep kesadaran yang kacau

Sugesti berasal dari kata suggere, yang berarti memengaruhi. Sugesti adalah
rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu
lainya sedemikian rupa, sehingga orang yang diberi sugesti tersebut menuruti atau
melaksanakan apa yang disugestikan itu tanpa berfikir lagi secara kritis dan rasional.
Wujud sugesti seprti sikap perilaku, pendapat, saran, pertanyaan. Reklame dan iklan
yang dimuat di media cetak dan elektronik juga merupakan sugesti yang bersifat
massal. Umumnya orang yang tersugesti adalah orang atau kelompok yang berada
dalam kondisi lemah, tertekan, frustasi.
Example : seorang yang menderita penyakit menahun akan mudah tersugesti untuk
pergi ke dukun daripada berobat rutin ke dokter
a. Macam-macam sugesti

1) Auto sugesti
Suatu proses sugesti yang diberikan kepada diri sendiri sehingga akan
diperoleh tingkah laku yang lebih meningkat dari sebelumnya.

2) Hetero sugesti
Suatu proses sugesti yang berlangsung dan ditujukan kepada individu lain
agar dapat dipengaruhi sesuai maksud individu yang memberi pengaruh.

b. Faktor-faktor yang mempercepat sugesti
1) Karena hambatan berpikir
Example : keadaan lelah dan sakit
2) Karena pikiran terpecah belah
Example : siswa yang tidak bisa konsen karena memikirkan tugas, rumah,
pacar
3) Karena keadaan otoritas
Example : orang yang ahli, berpengaruh
4) Karena keadaan mayoritas menyebabkan individu mudah terkena sugesti oleh
individu lain
Example : individu yang bersama-sama individu lain saat melihat sepak bola
5) Karena keadaan will to believe

4. Motivasi
Motivasi nerupakan dorongan, rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan
seorang individu kepada individu lainya sedenikian rupa, sehingga orang yang diberi
motivasi tersebut menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis,
rasional, dan penuh tanggung jawab.

7

Wujud motivasi bisa dilihat dari berbagai contoh sikap atau perilaku, pendapat,
saran, pertanyaan.
Example : guru memberi tugas kepada siswa
Motivasi diberikan pula oleh orang-orang yang berkedudukan atau statusnya lebih
tinggi dan berwibawa.
Example : seorang ayah yang baik dan bijak, adalah tokoh panutan yang disegani
bagi seluruh anggota keluarganya. Apa yang dilakukan sang ayah akan menjadi
motivasi bagi keluarganya untuk berbuat dan berperilaku sebaik ayahnya.

5. Simpati
Simpati adalah suatu proses kejiawaan, misalnya seorang individu merasa tertarik
kepada sesorang atau sekelompok orang, karena sikapnya, penampilanya, wibawanya
atau perbuatanya yang sedemikian rupa.
Istilah simpati dikenalkan oleh Mac Dougull. Istilah simpati berasal dari kata
sympathia, yang berarti turut merasakan. Kemudian istilah itu berkembang sehingga
simpati berarti foundation of all social existence (dasar dari semua kenyataan sosial).
Simpati pada dasarnya suatu proses terteariknya seseorang individu kepada individu
lain dalam suasana atau situasi sosial.
Proses belangsungnya simpati sering tidak berdasar atas logika rasional tetapi lebih
banyak atas dasar penilaian perasaan dan umumnya rasa tertarik pada simpati ini
meliputi keseluruhan ciri pola tingkah laku atau keadaan individu lain.
Tujuan simpati adalah agar tercipta kerja sama dan saling pengertian karena
dorongan utamanya adalah pengertian dan kerja sama diantara mereka.
a. Macam-macam simpati
Beberapa ahli menyebutkan macam-macam simpati :
1) Adam smith
a) Simpati yang menimbulkan respons yang cepat, hampir seperti relfeks.
Example : melihat orang memanjat pohon sampai tinggi menjadi ngeri
b) Simpati yang sifatnya lebih intelektual
Example : mengucapkan terima kasih apabila temen anda sukses
2) Herbert Spencer
a) Perspectively presentative, simpati yang timbul secara cepat, seperti reflex
Example : melihat orang dipukul merasa seperti ada rasa sakit
b) Representative, simpati yang sadar refleksif
Example : mengucapkan selamat atas kedatangan tamu
c) Re-representative sympathy, simpati yang kadar intelektualnya lebih tinggi
Example : mengucapkan rasa salut atas keberhasilan seseorang yang
membantu adiknya sampai menjadi sarjana

8

3) Theodore Ribot
a) Tipe primitif atau otomatis, artinya simpati yang dapat diterangkan
melalui respons bersyarat
b) Tipe reflektif, artinya simpati yang menimbulkan kesadaran pada diri
sendiri
c) Tipe intelektual, artinya simpati yang bersifat umum dan lebih abstrak.

4) Max Schelter
a) Meteinander fuhlung, simpati yang prosesnya berlangsung dengan spontan
b) Gefuhlsantechung, simpati yang prosesnya atas dasar perasaan tertekan,
dapat disebut transpathy
c) Einsfuhlung, simpati yang proses berlangsungnya atas dasar identifikasi
perasaan, disebut juga empati
d) Nachfuhlung, simpati yang prosesnya berlangsung atas dara perasaan
masing-masing individu sehingga dapat terjadi perbedaan.
e) Mitgefuhl, simpati yang prosesnya atas dasar pertimbangan perasaan
orang laindan bersifat positif.
f) Menchencliebe, simpati yang prosesnya atas dasar penghargaan dan
penghormatan kepada individu lain. Dapat berbentuk altruisme dan
filantropi
g) Akos misch person und gottes liebe, simpati yang prosesnya atas dasar
penyatuan jiwa dengan tuhan.

6. Empati
Empati mirip perasaan simpati, akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan
saja. Empati dibarengi perasaan oragnism tubuh yang sangat dalam.
Example : ketika kita melihat orang kecelakaan dan orang itu adalah teman kita,
maka perasaan empati menempatkan kita seolah-olah ikut celaka. Kita tidak hanya
merasa kasihan terhadap yang terkena musibah, tetapi kita ikut merasakan
penderitaanya.

H. Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial

Interaksi sosial dapat berlangsung jika memenuhi dua syarat:
1. Kontak sosial

Istilah kontak berasal dari kata latin, yaitu crun atau con, yang berarti
bersama-sama dan tangere yang berarti menyentuh.

Secara harfiah kontak berati bersama-sama menyentuh. Tetapi dalam ilmu
sosiologi kontak tidak hanya menyentuh secara fisik, tetapi juga secara non fisik.

Kontal sosial adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang
merupakan awal terjadinya interaksi sosial, dan masing-masing pihak saling
berekasi antara satu dengan yang lain meski tidak harus bersentuhan secara fisik.

9

Kontak sosial dapat dibedakan bebrapa macam.
a. Kontak beradasarkan cara pihak-pihak yang berkomunikasi.

1) Kontak langsung
Komunikator menyampaikan pesanya secara langsung kepada pihak
komunikan, baik secara tatap muka maupun melalui alat bantu media
komunikasi.
Example : ayah berjabat tangan dengan tamu, bejo bercakap-cakap dengan
temanya melalui telepon

2) Kontak tidak langsung
Pihak komunikator menyampaikan pesanya kepada komunikan melalui
perantara pihak ketiga.
Example : ryan mengucapkan ulang tahun kepada fito melalui adiknya

b. Kontak sosial berdasarkan bentuknya
1) Kontak antara individu dengan individu
2) Kontak antara individu dengan suatu kelompok
3) Kontak antara sekelompok manusia dengan kelompok manusia lain

c. Kontak sosial berdasarkan sifatnya
1) Kontak positif mengarah pada kerja sama
Example : jual beli
2) Kontak negatif mengarah suatu pertentangan/konflik
Example : perang

d. Kontak berdasarkan tingkat hubungannya.
1) Kontak primer
Apabila kedua orang yang mengadakan hubungan langsung bertemu atau
bertatap muka
Example : berjabat tangan, saling tersenyum, saling mengucap salam
2) Kontak sekunder
Apabila kedua orang yang mengadakan hubungan, melalui suatu perantara
atau media, bisa orang atau alat.
Example : egi dan ninunk berbicara melalui telepon

2. Komunikasi
Komunikasi berasal dari bahasa latin communicare, yang berarti berhubungan.

Secara harfiah komunikasi berati berhubungan atau bergaul dengan orang lain.
Komunikasi adalah tindakan seseorang menyampaikan pesan kepada orang

lain dan orang lain tersebut memberikan tafsiran atas pesan tadi dan
mewujudkannya dalam perilaku.

Sebuah proses komunikasi terjadi pada saat kontak sosial berlangsung,
meskipun ada kontak sosial belum tentu berarti komunikasi telah terjadi. Adapun
perbedaan diantara kontak sosial dengan komunikasi. Pada kontak sosial
pengertianya lebih menekankan kepada individu atau kelompok yang mengadakan
interaksi, sedangkan komunikasi lebih menekankan pada bagaimana pesan itu
diproses serta menuntut adanya pemahaman makna terhadap pesan tersebut dan
tujuan bersama kedau belah pihak.

10

Orang yang menyampaikan pesan disebut komunikator, sedangkan orang yang
menerima pesan disebut komunikan. Suatu proses komunikasi dikatakan
komunikatif, apabila pesan yang disampaikan diproses secara berdaya guna dan
berhasil guna.
e. berdaya guna : apabila pesannya disampaikan secara praktis, efisien, rasional,

mudah dimengerti
f. berhasil guna : apabila pesanya itu jelas maksud dan tujuannya, sehingga si

komunikan menanggapi, memenuhi, atau melaksakan keinginan si
komunikator dengan baik.

I. Bentuk-bentuk interaksi sosial

Gillin dan Gillin dalam Soekanto menggolongkan proses sosial menjadi dua macam:
1. Proses Asosiatif, yang mencakup akomodasi, asimilasi, dan akulturasi
2. Proses Disosiatif, yang mencakup persaingan, pertentangan, atau pertikaian yang

berupa kontravensi dan konflik.
◼ Soekanto, tahun 2003, mengembangkan pendapat Gilin dengan menyajikan

jenis – jenis proses sosial yang meliputi proses asosiatif dan proses disosiatif.
Asosiatif ditambah dengan kerja sama
◼ Pada tahun 1986 Tamotsu Shibutani megutarakan pendapatnya tentang
interaksi sosial. Ia lebih mengedepankan hal – hal berikut:
1. Akomodasi
2. Ekspresi
3. Interaksi Strategis
4. Pengembangan Perilaku Manusia

g. Proses asosiatif
Merupakan proses sosial menuju terbentuknya persatuan atau integrasi sosial.

Proses asosiatif mempunyai bentuk-bentuk:
1) Kerja sama
2) Akomodasi
3) Asimilasi
4) Akulturasi

a) Kerja sama
Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara individu atau kelompok
untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama muncul apabila orang
menyadari memiliki kepentingan dan tujuan yang sama, serta menyadari
bahwa hal tersebut bermanfaat bagi dirinya atau orang lain.
Berdasarkan pelaksanaanya, kerja sama meiliki lima bentuk.
i. Kerukunan atau gotong royong
ii. Bargaining

11

Pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara
dua organisasi atau lebih.
iii. Kooptasi
Proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan dan
pelaksanaan politik organisasi sebagai satu-satunya cara untuk
menghindari konflik yang bisa mengguncang organisasi.
iv. Koalisi
Kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan
sama. Biasanya bekerja sama untuk mecapai tujuan tertentu, dan
apabila tujuan telah tercapai kolasisi akan bubar, sehingga sifatnya
hanya sementara
v. Joint-venture
Kerja sama dalam pengusahaan proyek tertentu, misal pengeboran
minyak, perhotelan.

Disamping itu, beberapa ahli juga membagi kerjasama dalam beberapa
bentuk:
1) Kerja sama spontan (kerja sama serta merta).

Example : kerjasama menolong orang kecelakaan
2) Kerja sama langsung (hasil dari perintah atasan atau penguasa)

Example : kerja sama atasan dengan bawahan
3) Kerja sama kontrak (kerja sama atas dasar tertentu)

Example : kerja sama antar pemain dalam sepak bola
4) Kerja sama tradisional (kerja sama sebagai bagian antara unsur dalam

sistem sosial). Gotong royong

b) Akomodasi
Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan
tanpa menghancurkan lawan.
Akomodasi mempunyai dua makna: sebagai keadaa dan proses
Akomodasi sebagai keadaan mengacu pada keseimbangan interaksi
antarindividu atau antar kelompok yang berkaitan dengan nilai dan
norma sosial yang berlaku. Akomodasi sebagai sebuah proses mengacu
pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan agar
tercipta keseimbangan.

Tujuan akomodasi
1. Untuk mengurangi pertentangan/konflik antara individu atau

kelompok sebagai akibat perbedaan pendapat
2. Untuk mencegah meledaknya pertentangan yang bersifat sementara
3. Untuk memungkinkan kerja sama antara kelompok-kelompok sosial

sebagai akibat psikologis atau kebudayaan
4. Untuk mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial

yang terpisah.

12

Bentuk-bentuk akomodasi
1. Coercion (koersif)

Bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan dengan kekerasan.
Example : penangan PKL dengan penggusuran
2. Compromise (kompromi)
Bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi
tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian yang ada.
3. Arbitration (arbitrasi)
Pertentangan diselesaikan oleh pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah
pihak yang kedudukannya lebih tinggi dari pihak-pihak yang bertentangan.
Example : dua siswa yang berkonlik diselesaikan oleh wali kelas.
4. Mediation (mediasi)
Pihak ketiga yang netral dalam soal perselisihan. Kedudukan pihak ketiga
hanya sebagai penasehat, tidak mempunyai wewenang untuk member
keputusan penyelesaian konflik.
5. Conciliation (konsiliasi)
Suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak yang
berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
6. Toleration (tolerasi)
Suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal, biasanya
disebabkan karena watak seseorang untuk menghindarikan diri dari suatu
perselisihan.
7. Stalemate
Suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentang karena mempunyai
kekuatan yang seimbang berhenti pada suatu titik tertentu untuk melakukan
pertentangan.
8. Adjudication (ajudikasi)
Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
9. Gencatan senjata
Menangguhkan permusuhan untuk waktu tertentu.
10. Segegration (segregasi)
Masing-masing pihak memisahkan diri dan saling menghindar dalam rangka
mengurangi ketegangan.
11. Elimination (eliminasi)
Pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik karena
mengalah.
12. Subjugation (dominasi)
Pihak yang mempunyai kekuatan besar untuk meminta pihak lain
mentaatinya.
13. Majority rule (keputusan mayoritas)
Keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak dalam voting
14. Minority consent
Golongan minoritas yang tidak merasa dikalahkan tetapi dapat melakukan
kegiatan bersama

13

15. Konversi
Penyelesaian konflik diamana salah satu pihak bersedia mengalah dan mau
menerima pendirian pihak lain.

Hasil-hasil yang dicapai akomodasi antara lain:
1. Terjadinya integrasi didalam masyarakat
2. Dapat menekan oposisi
3. Sebagai sarana koordinasi dari kepribadian yang berbeda
4. Terjadinya perubahan yang sesuai dengan keadaan baru
5. Terjadinya perubahan kedudukan
6. Membuka jalan ke arah asimilasi

c) Asimilasi
Asimilasi merupakan usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan-perbedaan
antarindividu atau kelompok guna mencapai satu kesepakatan berdasarkan
kepentingan dan tujuan-tujuan bersama.
Menurut Koentjaraningrat proses asimilasi akan timbul jika ada kelompok-
kelompok yang memiliki perbedaan kebudayaan, kemudian individu-individu
dalam kelompok tersebut saling berinteraksi secara langsung dan terus
menerus dalam jangka waktu lama, sehingga kebudayaan masing-masing
kelompok berubah dan saling menyesuaikan diri. Misalnya A+B = C . contoh
ini menunjukkan bahwa kedua budaya mereka melebur sehingga sudah terlihat
lagi budaya asli mereka dan membentuk budaya baru.

Faktor-faktor yang mempercepat terjadinya asimilasi:
1. Sikap toleransi dari kedua belah pihak
2. Keseimbangan dari keduanya
3. Sikap terbuka
4. Persamaan unsur kebudayaan dari keduanya
5. Perkawinan campuran
6. Ancaman bersama dari luar.

Faktor penghalang asimilasi
1. Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat
2. Kurangnya pengtahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi
3. Adanya perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang

dihadapinya
4. Adanya perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan /kelompok tertentu

lebih tinggi daripada kebudayaa lainya.
5. Adanya perbedaan warna kulit/ciri-ciri badaniah
6. Adanya in-group feeling yang kuat
7. Adanya gangguan golongan minoritas terhadap golongan yang berkuasa.
8. Adanya perbedaan kepentingan dan pertentangan-pertentangan pribadi.

14

d) Akulturasi
Akulturasi adalah berpadunya dua kebudayaan yang berbeda dan
membentuk suatu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan ciri
kepribadian masing-masing. Contohnya menarta kudus perpaduan antara
budaya islam dan hindu, tradisi kenduri perpaduan islam dan hindu

h. Proses disosiatif
Proses disosiatif atau oposisi dibedakan kedalam 3 bentuk :
persaingan(kompetisi), kontravensi
1) Persaingan (competition)
Persaingan adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau
kelompok sosial tertentu agar memperoleh kemenangan atau hasil secara
kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik. Pihak-pihak
yang bersaing mempunyai aturan maen yang mengatur jalan persaingan.

Persaingan mempunyai fungsi yang dinamis, yaitu :
a) Menyalurkan daya kreatifitas yang dinamis
b) Menyalurkan daya juang yang sifatnya kompetitif
c) Memberikan stimulus atau rangsangan dinamis untuk berpresatsi

secara optimal
d) Menyeleksi penempatan atau kedudukan seseorang dalam hierarki

organisasi secara tepat sesuai dengan kemampuannya (the right man in
the right place)
e) Menghasilakn spesialisasi keahlian yang menghasilkan sistem
pembagian kerja secara efektif.

Suatu persaingan diharapkan dapat menghasilkan :
a) Perubahan sikap dan kepribadian yang semakin mantap
b) Daya juang yang dinamis dan progresif
c) Timbulnya rasa percaya diri
d) Makin kokohnya rasa solidaritas dan kebanggan kelompok.

2) Kontravensi
Kontravensi adalah bentuk proses sosial yang berada diantara persaingan
dan pertentangan/konflik.
Wujud kontravensi adalah tidak senang, baik secara tersembunyi maupun
secara terang-terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok
maupun terhadap unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap
tersebut berubah menjadi kebencian, tetapi tidak sampai menjadi konflik.
Contoh lain adalah dengan menyebarkan isu atau desas-desus terhadap
saingannya.

15

Kontravensi memiliki lima bentuk :
1) Kontravensi yang bersifat umum : penolakan, keengganan, gangguan

terhadap pihak lain, pengacauan rencana pihak lain, perbuatan kekerasan.
2) Kontravensi yang bersifat sederhana : memaki-maki, menyangkal pihak

lain, mencerca, memfitnah, menyebarkan surat selebaran
3) Kontravensi yang bersifat intensif : penghasutan, penyebaran desas-desus,

mengecewakan pihak lain
4) Kontravensi yang bersifat rahasia : mengumumkan rahasia pihak lain dan

berkhianat
5) Kontravensi yang bersifat taktis : intimidasi, provokasi, mengejutkan pihak

lawan, mengganggu atau membingungkan pihak lawan.

Tipe-tipe umum kontravensi meliputi:
1) Kontravensi yang menyangkut generasi : perbedaan pendapat antara

golongan tua dengan golongan muda
2) Kontravensi yang menyangkut perbedaan jenis kelamin : perbedaan

pendapat antara golongan wanita dan pria.
3) Kontravensi parlementer : pertentangan golongan mayoritas dengan

minoritas dimasyarakat.

3) Pertentangan/konflik
konflik adalah suatu bentuk interaksi sosial dalam rangka mencapai
sesuatu telah melanggar aturan yang ada dan disertai dengan cara berusaha
menghilangkan pihak lawan.

Sebab-sebab munculnya konflik
a. Menurut Soerjono Soekanto (2004: 99)

- Perbedaan antar individu-individu
Perbedaan pendirian dan perasaan akan melahirkan bentrokan
antara mereka.

- Perbedaan kebudayaan
Perbedaan kepribadian dari orang-perorangan tergantung pula dari
pola-pola kebudayaan yang menjadi latar belakang pembentukan
serta perkembangan kepribadian tersebut.

- Perbedaan kepentingan
Wujud kepentingan dapat bermacam-macam ada kepentingan
ekonomi, politik, dan sebagainya Example : majikan vs buruh

- Perubahan sosial
Perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat akan mengubah
nilai-nilai yang ada dalam masyarakat sehingga dapat
menyebabkan terjadinya golongan-golongan yang berbeda
pendiriannya. Example : reorganisasi sistem nilai.

16

b. Sebab-sebab terjadinya konflik secara umum
o Perbedaan pendapat mengenai suatu masalah prinsip
o Perselisihan paham yang berkepanjangan yang mengusik harga diri
dan kebanggan masing-masing pihak
o Benturan kepentingan mengenai suatu objek yang sama.
o Perbedaan sistem nilai dan norma dari kelompok masyarakat yang
berlainan kebudayaan
o Perbedaan kepentingan politik kenengaraan baik dalam satu
neganra atau antarnegara

Dampak konflik
1) Dampak secara langsung

a) Menimbulkan keretakan antar individu atau kelompok dengan
individu atau kelompok lain.

b) Adanya perubahan kepribadian seseorang ; rasa benci, curiga
c) Hancurnya harta benda dan korban jiwa, jika konfliki berubah

jadi kekerasan
d) Kemiskinan
e) Lemahnya perekonomian
f) Rendahnya pendidikan
2) Dampak tidak langsung
Dampak yang tidak dirasakan secara langsung dampaknya oleh
pihak yang berkonflik, dengan kata lain dampak yang panjang dari
konflik.
3) Dampak positif
a) Meningkatnya solidaritas sesama anggota kelompok (in-group

solidarity)
b) Munculnya pribadi-pribadi yang kuat dan tahan uji menghadapi

berbagai situasi konflik
c) Membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan

menciptakan norma-norma baru.
d) Munculnya kompromi baru apabila pihak yang berkonflik

dalam kekuatan seimbang.

Tugas individu

Cari contoh bentuk-bentuk interaksi sosial asosiatif dan disosiatif disekitar tempat tinggal
anda!

17

Amati gambar berikut!

1. Analisis lah gambar diatas!
2. Diskuusikan dengankelompok
3. Bagaimana solusi permasalahan tersebut!
4. Hasil diskusi dipresentasikan didepan kelas!

Persahabatan bukan hanya tentang bagaimana kamu berkata kamu
peduli, tapi juga tentang bagaimana kamu menunjukkan kamu peduli.

18


Click to View FlipBook Version