The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Artikel ini untuk menambah informasi untuk rakyat indonesia

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by akbardanikun, 2022-01-17 23:53:28

KEWARGANEGARAAN DIGITAL

Artikel ini untuk menambah informasi untuk rakyat indonesia

Keywords: artikel kewarganegaraan digital

KEWARGANEGARAAN DIGITAL

A.Pengertian Kewarganegaraan Digital

Kewarganegaraan Digital adalah sebuah konsep tentang hak warga negara dalam
aktivitas online mereka, yang mana harus mengetahui hal baik dan yang buruk
dalam pemanfaatan teknologi dunia maya.
Untuk itu dibutuhkan sebuah digital citizenship education agar warga digital ini
memiliki kecerdasan perilaku teknologi. Dengan begitu, mereka bisa membuat
pilihan yang tepat saat menggunakan dan mengoperasikan teknologi baik dalam
sebuah komunitas, pekerjaan, maupun hanya untuk media rekreasi.

B. Unsur-Unsur Kewarganegaraan Digital

Terdapat 9 unsur kewarganegaraan digital yang dapat dibagi menjadi 3 kategori,
yaitu sebagai berikut:

1. Lingkungan Belajar dan Akademis

 Unsur pertama, akses digital, yang artinya setiap warga negara memiliki hak
untuk menggunakan fasilitas teknologi informasi, akan tetapi tidak setiap orang
mempunyai wewenang untuk untuk mengakses hal-hal yang bersifat rahasia dan
juga yang terlarang. Sebagai contoh, seorang anak dilarang untuk mengakses
konten atau tontonan orang dewasa seperti film kekerasan, dan lain sebagainya.
 Unsur kedua, komunikasi digital, yang artinya setiap netizien sebaiknya
mengetahui jenis-jenis media komunikasi, dan mengetahui kelebihan dan
kekurangan media-media tersebut.
 Unsur ketiga, literasi digital, yang artinya kemampuan setiap netizen dalam
memahami dan menggunakan teknologi.

2. Lingkungan Sekolah dan Tingkah Laku

 Unsur keempat, hak digital, yaitu setiap warga negara mempunyai hak
privasi, kebebasan berbicara, dan lain-lain dalam berkomunikasi secara online.
Selain hak, mereka juga mempunyai kewajiban yang harus dipenuhi sesuai dengan
aturan yang berlaku.
 Unsur kelima, etiket digital, yaitu suatu aturan dalam dunia digital dalam
bentuk tata krama, sehingga setiap netizen mampu menjaga kenyamanan dan
keamanan warga digital
 Unsur keenam, keamanan digital, yaitu setiap netizen harus berhati-hati
menjaga informasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

3. Kehidupan di Luar Lingkungan Sekolah

 Unsur ketujuh, hukum digital, yaitu peraturan yang mengatur tata cara
penggunaan teknologi dalam masyarakat.
 Unsur kedelapan, transaksi digital, yaitu berkatan dengan transaksi online,
termasuk dalam jual-beli online, yang mana penjual dan pembeli harus menyadari
keuntungan jual-beli online dan risikonya.
 Unsur kesembilan, kesehatan digital, yaitu selain memberikan manfaat,
teknologi digital juga menimbulkan hal-hal yang dapat mengancam kesehatan baik

fisik maupun mental. Oleh karenanya, setiap netizen harus menyadari bahaya yang
dapat ditimbulkan dari pemanfaatan teknologi digital.

C.Tata Krama dalam Kewarganeragaan Digital

Tata krama dalam kewarganegaraan digital adalah norma perilaku yang tepat dan
bertanggung jawab atas penggunaan teknologi. Setiap warga digital harus
menggunakan teknologi dunia maya dengan baik dan benar. Sebagai contoh
menggunakan pemilihan kata yang tepat saat berkomunikasi, tidak menyinggung
pihak lain, dan tidak menyebarkan berita bohong (hoax).

Dalam kewarganegaraan digital dikenal istilah T.H.I.N.K yang merupakan
akronim dari:

 Is it True (Benarkah)?

Sebelum memposting sesuatu, tanyakan pada dirimu apakah benarkah postingan
tersebut. Seorang warga digital harus mengetahui isu yang akan diposting beserta
sumbernya.

 Is it Hurtful (Menyakitkankah)?

Sebelum memposting sesuatu di dunia online, tanyakan pada dirimu apakah post
tersebut dapat enyakiti perasaan orang lain ataukah tidak. Jika ia, maka kamu bisa
menyimpannya untuk kepentingan pribadimu atau menghapusnya.

 Is it Illegal (Ilegalkah)?

Sebelum memposting sesuatu di dunia online, tanyakan dan cari sumber apakah
postingan tersebut legal ataukah tidak (ilegal) sesuai dengan peraturan komunitas.

 Is it Necessary (Pentingkah)?

Sebelum memposting sesuatu di dunia online, tanyakan kepada dirimu apakah post
tersebut sebegitu penting sehingga harus di post.

 Is it Kind (Santunkah)?

Sebelum memposting sesuatu di dunia online, tanyakan kepada dirimu apakah post
tersebut sudah santun ataukah masih terdapat kata-kata yang dapat menyinggung
orang lain.

D.Indikator Kewarganegaraan Digital

Kewarganegaraan digital memiliki sejumlah indikator perilaku keterampilan yang
harus dimiliki oleh setiap warga digital. Kesepuluh indikator tersebut kemudian
dikelompokan dalam tiga kategori aspek kompetensi psikologis individu, yaitu:

1. Being online

Yaitu kemampuan dan keterampilan setiap warga negera dalam mengunakan
teknologi informasi sebagai media online. Keterampilan being online tersebut
adalah:

 Keterampilan bersifat teknis, yaitu kemampuan warga digital dalam
mengakses dan menggunakan teknologi (access and inclusion).
 Keterampilan bersifat psikologi, yaitu kemampuan warga digital dalam
mempelajari dan penguasanan kreatifitas online (learning and creativity)
 Kemampuan literasi fungsional dan digital dasar, yaitu kemampuan
mengakses, membaca, menulis, menginput, dan mengunggah informasi,
menerbitkan, berpartisipasi dalam jajak pendapat, atau mengekspresikan diri
dengan cara yang memungkinkan mereka untuk terlibat secara digital di komunitas
mereka.

2. Wellbeing online

Yaitu kondisi psikologis terutama yang berhubungan dengan kecerdasan emosional
individu atau remaja yang mengunakan media online.

Adapun indikator ini terdiri dari:

 Ethics and empathy, yaitu setiap warga digital harus memiliki norma dan
kode etik sehingga ia mamou menjaga empati kepada sesama pengguna lain.
 Health and wellbeing, yaitu setiap warga digital menggunakan teknologi
informasi dengan cara yang sehat sehingga secara psikologis timbul rasa bahagia.
 Communications, yaitu kemampuan keterlibatan komunikasi interpersonal
yang positif.

3. Rights online

Yaitu setiap warga digital memilki hak dan tanggungjawab dalam mengunakan
media online terutama yang bersifat sebagai berikut:

 Active participation, yaitu kemapuan berpartisipasi secara aktif.
 Rights and responsibilities, yaitu bebas dan bertanggungjawab.
 Privacy and security, yaitu memiliki ruang privasi untuk kemanaan dan
kenyaman online.
 Consumer awareness, yaitu kesadaran bahwa semua perilaku online adalah
bersifat konsumsi publik, sehingga setiap warga digital harus hati-hati dalam
merespon permasalahan publik, dan setiap perilakunya akan dievaluasi oleh publik.

Kini kamu paham bahwa pendidikan kewarganegaraan digital adalah bertujuan
agar warga digital memiliki perilaku online yang benar dan menyadari akan
dampak dan konsekuensi hukum dari setiap perbuatan mereka di dunia maya, baik
hukum positif maupun hukum sosial.

E. Fungsi kewarganegaraan digital

 Menciptakan dunia digital yang bertanggung jawab

Walau dunia digital adalah dunia maya, namun dunia digital berdampak secara
langsung ke kehidupan nyata manusia. Baca juga: Ciri-Ciri Masyarakat Modern
Netizen (sebutan warga digital) bisa berkomentar apa saja tanpa memikirkan efek
komentar yang ia berikan. Disinilah tugas kewarganegaraan digital yang mengatur
agar warga digital dapat bertanggung jawab atas semua hal yang dia lakukan di
dunia maya. Kewarganegaraan digital akan menghindari terjadinya cyberbullying
(pembulian di dunia maya) dan cyberharrasment (pelecehan di dunia maya).

Sehingga perlakuan yang menyangkut keduanya bisa dilaporkan dan diproses
secara hukum. Dengan adanya kewarganegaraan digital juga menghindarkan
adanya isu mengenai SARA maupun hal-hal berbau pornografi. Kewarganegaraan
digital akan membuat warga digital berpikir apakah hal ini jelas kebenarannya dan
bukan hoax, apakah hal ini pantas untuk di sebarkan, apakah hal ini sopan dan
tidak menyakiti orang lain, apakah betul hal ini penting untuk disebarkan.
Sehingga menuntun kita pada penggunaan internet yang sehat dan nyaman.

 Membantu proses interaksi

Kewarganegaraan digital membantu proses interaksi antar warga digital di seluruh
dunia dengan aman, nyaman, dan kondusif. Dilansir dari Date Reportal, Internet
menghubungkan sekitar 4,72 milyar orang pada April 2021 atau sekitar sepertiga
populasi manusia di muka Bumi. Manusia dapat saling berkomunikasi dengan
mudah tanpa dibatasi tempat dan juga waktu. Baca juga: Contoh Perilaku Boros
dan Hemat Energi di Lingkungan Masyarakat Memungkinkan kita menghubungi
orang asing di belahan bumi lain, melihat fenomena alam diseluruh dunia,
menyimak berita yang terjadi di negara lain, memperoleh ilmu yang dikembangkan
di negara lain, hingga mengetahui kabar orang-orang terdekat yang tinggal jauh
dari tanah air. Menciptakan keamanan digital

 Menciptakan keamanan digital

Kewarganegaraan digital menciptakan keamanan serta menghindari permasalahan
dari dunia maya. Kewarganegaraan digital memberikan hak, kewajiban, hukum,
serta keamanan bagi para pengguna media digital. Hal ini menghindarkan
terjadinya pencurian data, password, file, nomor kartu kredit, pin ATM, dan data
lainnya yang bisa menyebabkan kerugian. Kewarganegaraan digital diharapkan
mampu melindungi warga digital dari segala macam cybercrime (kejahatan
digital). Dilansir dari Interpol, kejahatan dunia maya berkembang dengan sangat
cepat dengan tren baru yang terus bermunculan. Contoh cybercrime adalah konten
illegal, penyusupan data (hacking), sabotase digital, kejahatan informasi pribadi,
perusakan sistem keamanan, dan pembobolan kartu kredit.

 Menambah pemahaman dalam penggunaan media digital

Dengan adanya kewarganegaraan digital, pengguna media digital mendapat
pemahaman yang lebih dan tidak sekedar menggunakannya saja. Tidak hanya
generasi muda, generasi yang lebih tua akan lebih memahami penggunaan media
serta perangkat digital. Baca juga: Macam-Macam Norma di Masyarakat

 Terbukanya peluang bisnis

Internet yang sehat akibat adanya kewarganegaraan digital, membuka luas
peluang bisnis. Dunia digital menghubungkan semua manusia di segala penjuru
dunia, memberikan jangkauan bisnis yang lebih luas dan beragam. Terbukanya
peluang bisnis akan menaikkan pendapatan juga membantu mengentaskan
kemiskinan.

 Akses informasi yang berkualitas

Dengan adanya kewarganegaraan digital, akses informasi yang bermutu dan
berkualitas akan semakin mudah dan bijaksana. Informasi dapat berupa artikel,
buku, jurnal, berbagai ulasan, sejarah, berita, hingga hukum yang berlaku. Dengan
adanya akses informasi yang berkualitas dan tidak melanggar hak cipta, dapat
mencerdaskan dan memberikan pola pikir yang baik bagi warga. Pada zaman
dahulu kita akan kesulitan mencari sumber materi karena internet belum seperti
sekarang, namun sekarang kita dapat mencari apapun di internet dengan sumber
yang kredibel. Adanya kewarganegaraan digital juga menghindarkan warga dari
informasi yang buruk. Misalnya berita bohong (hoax), foto-foto rekayasa, dan
hasutan yang membahayakan kedaulatan baik dari segi politik, pemerintahan,
agama, ras, maupun status sosial).

Sc ; https://penerbitbukudeepublish.com/kewarganegaraan-digital/

https://www.kompas.com/skola/read/2021/04/23/132628169/kewarganegaraan-digital-definisi-dan-
fungsi?page=all


Click to View FlipBook Version