KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 i ii DAFTAR ISI KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 PRAKATA 1 SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI 3 SAMBUTAN KETUA UMUM BADAN PERFILMAN INDONESIA 5 SAMBUTAN KETUA KOMITE FFI 7 SAMBUTAN KETUA BIDANG PENJURIAN 9 TEMA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 11 PEREMPUAN PERFILMAN INDONESIA 12 LINIMASA 13 KOMITE FESTIVAL FILM INDONESIA 2021-2023 18 CATATAN PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 23 DUTA FFI 2022 24 KATEGORI PENGHARGAAN 25 SISTEM PENJURIAN FILM CERITA PANJANG 29 SISTEM PENJURIAN FILM NON CERITA PANJANG 33 SISTEM PENJURIAN KRITIK FILM 35 SISTEM PEMILIHAN FILM, AKTRIS, DAN AKTOR PILIHAN PENONTON 37 TAHAP SELEKSI AWAL 38 TAHAP REKOMENDASI 40 ASOSIASI PROFESI PERFILMAN 40 PERWAKILAN ASOSIASI PROFESI PERFILMAN INDONESIA 41 FILM CERITA PANJANG REKOMENDASI ASOSIASI 43 FILM CERITA PENDEK REKOMENDASI ASOSIASI 44 FILM ANIMASI PENDEK REKOMENDASI ASOSIASI 46 FILM DOKUMENTER PANJANG REKOMENDASI ASOSIASI 47 FILM DOKUMENTER PENDEK REKOMENDASI ASOSIASI 48 KRITIK FILM REKOMENDASI ASOSIASI 50 TAHAP NOMINASI 52 NOMINASI PENGHARGAAN PIALA CITRA 57 NOMINASI PENGHARGAAN KHUSUS 63 TAHAP PEMENANG 64 DEWAN JURI AKHIR 64 DEWAN PENGABDIAN SEUMUR HIDUP UNTUK FILM 72 NOMINASI FILM CERITA PANJANG TERBAIK 73 AUTOBIOGRAPHY 75 BEFORE, NOW & THEN (NANA) 79 MENCURI RADEN SALEH 83 NGERI-NGERI SEDAP 87 SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS 91 NOMINASI KATEGORI SPESIFIK TERBAIK 95 NOMINASI FILM CERITA PENDEK TERBAIK 119 BASIYAT: BATHE MY CORPSE WITH WINE 121 CULAS 123 DANCING COLORS 125 MEMBICARAKAN KEJUJURAN DIANA 127 PASUKAN SEMUT 129 THE SCENT OF RAT CARCASSES 131 NOMINASI FILM ANIMASI PENDEK TERBAIK 133 BLACKOUT 135 DESA TIMUN: BOLA 137 JAMBRONG & GONDRONG 139 NUSA ANTARA (THE ARCHIPELAGO) 141 WIRA SANG PENDEKAR CILIK 143 NOMINASI FILM DOKUMENTER PANJANG TERBAIK 145 ATAS NAMA DAUN 147 ININNAWA: AN ISLAND CALLING 149 MENCARI IBU 151 RODA-RODA NADA 153 SEGUDANG WAJAH PARA PENANTANG MASA DEPAN 155 NOMINASI FILM DOKUMENTER PENDEK TERBAIK 157 GIMBAL 159 KEMARIN SEMUA BAIK-BAIK SAJA 161 KOESNO, JATI DIRI SOEKARNO 163 LADY ROCKER SYLVIA SAARTJE 165 MARAMBA 167 SINTAS BERLAYAR 169 TASANEDA SASANDU DALEN 171 NOMINASI KRITIK FILM TERBAIK 173 MENUJU MALAM ANUGERAH 175 MALAM ANUGERAH PIALA CITRA FESTIVAL FIM INDONESIA 2022 193 PERAIH PIALA CITRA & PENGHARGAAN KHUSUS FFI 2022 203 CATATAN DEWAN JURI AKHIR & DEWAN PENGABDIAN SEUMUR HIDUP UNTUK FILM 215 KOMITE & PANITIA FFI 2022 231 Daftar Isi
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 1 2 Komite FFI 2021-2023 mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Bapak Nadiem Anwar Makarim beserta jajarannya, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Ibu Sri Mulyani Indrawati beserta jajarannya, Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia, Bapak Erick Thohir beserta jajarannya, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Bapak Sukardi Rinakit, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bapak Ganjar Pranowo beserta jajarannya, Pemerintah Kabupaten Magelang, Bapak Zaenal Arifin beserta jajarannya, Ketua Badan Perfilman Indonesia, Bapak Gunawan Paggaru beserta jajarannya, Ketua Lembaga Sensor Film, Rommy Fibri Hardiyanto beserta jajarannya, asosiasi-asosiasi profesi perfilman Indonesia, dan seluruh komponen ekosistem perfilman Indonesia atas dukungan dan kerja samanya selama persiapan dan pelaksanaan FFI 2022. Salam Sinema! PRAKATA KEJERNIHAN GAGASAN & TEMA Film yang memiliki kejernihan gagasan dan tema yang relevan dengan situasi dan perkembangan zaman. 1 2 3 KUALITAS TEKNIS & ESTETIKA Film dengan pencapaian teknis dan estetika berkualitas yang mendukung keutuhan gagasan dan tema. PROFESIONALISME Film yang merefleksikan profesionalisme dan keterampilan pembuat film dalam mewujudkan gagasannya. ORISINALITAS Film yang orisinal dari karya-karya yang sudah ada. Sambutan: Nadiem A. Makarim Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 4 PRINSIP KEBERAGAMAN Film yang lugas memaparkan budaya inklusif dalam kebhinekaan Indonesia. 5 NUANSA BARU Film yang membawa nilai-nilai kebaruan, baik dalam hal teknis, cara tutur, unsur genre maupun tema. 6 Geliat kebangkitan insan film Indonesia pasca pandemi dan prestasi sineas perempuan di kancah internasional kembali mewarnai ekosistem perfilman Indonesia. Kelahiran karya mereka memperkaya pelaksanaan Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) yang ke-42 tahun ini dengan cerita, tema, hingga capaian kualitas teknis yang beragam. Di tahun ini pula, Festival Film Indonesia (FFI) memberikan apresiasi tertinggi kepada perempuan perfilman Indonesia. Mereka telah menjadi bagian dari dinamika perfilman Indonesia, terlibat berkarya dari depan layar hingga ke belakang layar pada setiap lini, sejak film mulai diproduksi secara lokal hingga saat ini. Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) ke-42 yang bertema Perempuan: Citra, Karya & Karsa ini diselenggarakan dengan mengutamakan kriteria: 1 2
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 3 4 SAMBUTAN Salam budaya, Festival Film Indonesia (FFI) merupakan ajang penghargaan tertinggi di dunia perfilman Indonesia yang telah memberikan dampak besar terhadap perkembangan dan kemajuan kebudayaan kita. Penyelenggaraan FFI bukan sekadar tentang kompetisi di antara para sineas, tetapi juga menjadi peta untuk membaca dinamika perjalanan perfilman Indonesia. Salah satu unsur penting dalam dinamika tersebut adalah andil besar perempuan dalam membangun ekosistem perfilman Indonesia. Kita mengenal Ratna Asmara sebagai sutradara film perempuan Indonesia pertama yang semangatnya dilanjutkan oleh Chitra Dewi, Sofia W.D., dan Ida Farida. Dan sekarang, Indonesia memiliki semakin banyak sineas film perempuan dengan karyakarya membanggakan yang menorehkan penghargaan di kancah internasional. Kehadiran perempuan sangatlah penting untuk membangun ekosistem perfilman Indonesia yang maju dan menjunjung tinggi nilai-nilai inklusivitas. Oleh karena itulah FFI 2022 digelar dengan mengusung tema “Perempuan: Citra, Karya & Karsa”. Para duta FFI 2022, yakni Cut Mini, Marsha Timothy, Prilly Latuconsina, serta Shenina Cinnamon, juga mewakili para tokoh perempuan Indonesia yang inspiratif citra, karya, dan karyanya. Kami di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah berkomitmen untuk terus hadir untuk memberikan dukungan dan fasilitasi kepada para sineas film guna mendorong lahirnya karya-karya berkualitas yang menghibur dan mendidik. Demi pemajuan kebudayaan Indonesia, mari kita terus bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar, Merdeka Berbudaya. Nadiem Anwar Makarim Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 Sambutan: Gunawan Paggaru Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia 3 4
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 5 6 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas terselenggaranya perhelatan Festival Film Indonesia (FFI) 2022 yang baru saja selesai dengan penuh sukacita. Merupakan kebahagiaan tersendiri, pada perhelatan Piala Citra ini kita dapat saling bertemu dan saling menyapa. Walaupun pandemi COVID sempat merenggut kebahagiaan ini, namun tidak dapat memadamkan semangat insan perfilman Indonesia untuk tetap terus berkarya. Melalui beberapa rangkaian kegiatan FFI 2022, jelas memperlihatkan wujud kecintaan masyarakat terhadap film-film karya anak bangsa. Hal ini sebagai bukti bahwa kita telah memasuki pintu kejayaan film Indonesia. Salah satu wujud nyata itu adalah peningkatan market share film Indonesia sebesar 61% melampui film impor yang hanya sebesar 39% saja. Capaian yang luar biasa ini tidak hanya dapat kita raih sebagai dampak pasca pandemi COVID, tetapi capaian ini merupakan capaian tertinggi yang berhasil kita raih di sepanjang sejarah perfilman kita. Prestasi yang menggembirakan kita semua ini tentu saja sebagai hasil dari kerja keras kita semua, seluruh pemangku kepentingan perfilman, dan dukungan pemerintah yang terus menerus tanpa henti melakukan pembinaan dalam upaya menumbuhkembangkan ekosistem perfilman Indonesia. Badan Perfilman Indonesia mengucapkan selamat serta salam hormat kepada seluruh penggiat perfilman Indonesia, pemerintah, pewarta, dan para penonton setia film Indonesia–yang tidak pernah lelah untuk terus menghidupi perfilman Indonesia. Mari kita terus bersama-sama menjalin dan menguatkan kolaborasi, dari sisi edukasi, produksi, distribusi, dan ekshibisi, baik di dalam maupun di luar negeri. Marilah kita terus bergandengan tangan untuk menjaga dan meningkatkan keberhasilan ini. Keberhasilan yang telah kita capai ini, tentu saja harus sejalan dengan tujuan perfilman kita sesuai dengan yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 dan UU no. 33 tahun 2009 tentang perfilman, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya, mari kita mulai kembali bekerja bersama untuk merancang caracara berproduksi yang lebih baik, yang memanusiakan pekerja film, dan melindungi pekerja film perempuan, serta kelompok lainnya yang terinklusi secara sosial. Terus mencari cara-cara penyelesaian masalah-masalah yang muncul karena penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran etika yang masih terdengar dalam industri kita. Dengan semangat bersama memajukan perfilman Indonesia, sekali lagi kami ingin mengajak Bapak, Ibu, teman-teman semua untuk mengenang teman-teman baik dan rekan kerja kita, insan-insan perfilman terbaik yang telah berpulang dalam dua tahun terakhir ini. Kepada penyelenggara FFI tahun ini, kami haturkan hormat sebesar-besarnya. Dengan berbagai dialog sehat tentang format, sistem, dan ketentuan yang berlangsung di dalamnya, semoga penyelenggaraan FFI tahun ini bisa menjadi dasar bagi perbaikan dan penyempurnaan penyelenggaraan di tahun-tahun selanjutnya. Badan Perfilman Indonesia sekali lagi menghaturkan selamat kepada kita semua, dalam semangat kebersamaan memajukan perfilman Indonesia yang tercermin dalam penyelenggaraan Festival Film Indonesia tahun ini. Kepada segenap Tim Kurasi, Juri Awal, Akademi Citra, dan Juri Akhir, serta anggota Komite FFI, seluruh asosiasi profesi dan komunitas perfilman sebagai bagian penting dari pemangku kepentingan, serta seluruh pihak lainnya yang terkait dengan kebijakan yang bekerja keras untuk menyukseskan penyelenggaraan FFI 2022. Semoga semangat kemajuan film Indonesia oleh FFI 2022 terpelihara! Maju terus perfilman Indonesia! Gunawan Paggaru Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia SAMBUTAN Sambutan: Reza Rahadian Ketua Komite FFI 2021 - 2023 KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 5 6
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 7 8 Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmatnya sehingga seluruh rangkaian kegiatan Piala Citra Festival Film Indonesia 2022 dapat terlaksana dengan baik. Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Bapak Nadiem A. Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI beserta seluruh jajaran, Bapak Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Ristek RI beserta jajarannya, Bapak Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek RI beserta jajarannya, Bapak Sukardi Rinakit, Staf Khusus Presiden RI, Badan Perfilman Indonesia, asosiasi-asosiasi profesi perfilman, dan seluruh komponen ekosistem perfilman Indonesia yang terlibat sejak awal hingga malam anugerah. Terima kasih yang tak terhingga kepada keluarga besar Komite FFI 2021-2023 dan Tim Kerja FFI 2022 yang telah bekerja keras sehingga kegiatan Piala Citra Festival Film Indonesia 2022 dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Andil besar perempuan dalam membangun ekosistem perfilman Indonesia sejak film pertama kali diproduksi di Indonesia hingga hari ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Perempuan telah mengisi peran-peran penting dalam ekosistem perfilman Indonesia, baik di depan layar maupun di belakang layar, dari produser, sutradara, penulis skenario, pengarah sinematografi, penyunting gambar, penata artistik, dan beragam peran lainnya pada lini produksi perfilman. Sayangnya, mereka sering terlupakan dan sering tak tercatat sebagai sebuah investasi besar dan penggerak pertumbuhan industri perfilman. Oleh karena itu, FFI 2022 digelar dengan mengangkat tema “Perempuan: Citra, Karya & Karsa”. Kata Citra melambangkan keindahan perempuan yang abadi, kata Karya melambangkan ciptaan yang lahir, dan kata Karsa melambangkan sumber kekuatan keindahan karya yang lahir dari perempuan. Perempuan sebagai insan adalah sumber kelahiran, sedangkan perempuan dalam perfilman Indonesia adalah sumber kelahiran karya. Melalui tema ini, kami mengapresiasi dan memperkenalkan tokoh-tokoh perempuan dalam perfilman Indonesia. Salah satunya adalah Roekiah yang menjadi inspirasi dari tema dan poster FFI 2022. Roekiah merupakan sosok legendaris yang berpengaruh dalam sejarah perfilman Indonesia. Kemunculannya sebagai bintang film perempuan pertama di era tahun 1930-an telah membawa cerita baru bagi perfilman Indonesia. Selain itu, FFI tahun ini telah melahirkan sejumlah program baru yang kami tayangkan melalui kanal YouTube FFI dengan narasumber yang didominasi oleh perempuan. Program-program tersebut adalah PEREMPUAN (Percakapan Empat Puan), Selaras Sineas, Gambar Hidup, Dua Sineas, dan Lebih Dekat Dengan. Melalui program-program tersebut, kami akan terus menyuguhkan informasi seputar perfilman Indonesia yang mengedukasi dan juga menghibur. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak, khususnya para sineas dan kritikus film yang telah mendaftarkan karyanya ke FFI 2022. Senang sekali melihat karya yang kami terima tahun ini memiliki keragaman tema, gagasan, dan latar belakang budaya dari Sumatera hingga Papua. Film-film tersebut mengangkat tema lokal dengan beragam budaya dan bahasa. Para pemain dari lintas generasi di film yang tayang di bioskop, platform digital, hingga festival internasional juga memberikan warna tersendiri. Dengan beragamnya karya yang mendaftar ke FFI 2022 ini, semoga bisa menjadi pertanda baik untuk kemajemukan perfilman Indonesia yang terus bergerak maju. Akhir kata, saya mengucapkan selamat kepada penerima penghargaan Festival Film Indonesia 2022. Maju terus perfilman Indonesia. Reza Rahadian Ketua Komite FFI 2021 - 2023 SAMBUTAN KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 Sambutan: Garin Nugroho Ketua Bidang Penjurian FFI 2021 - 2023 7 8
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 9 10 Salam budaya. Salam sinema. Salam kebersamaan. Sistem penjurian hibrida pada Festival Film Indonesia periode 2021-2023 dirancang berkesinambungan setiap tahunnya. Aspek penting dalam Penjurian FFI berpijak pada tiga hal, yaitu pertama, peran asosiasi film dan para insan film peraih Piala Citra melalui Akademi Citra, sebagai bentuk demokrasi dan penghormatan terhadap profesionalisme dan dedikasi para insan film, kedua adalah sistem dewan juri untuk menempatkan film sebagai produk budaya yang dinilai tidak hanya dengan kacamata kuantitatif, tapi juga secara kualitatif yang diwakili oleh para pakar di bidangnya, dan ketiga adalah keterlibatan publik guna menumbuhkan partisipasi dan menjangkau publik yang seluas-luasnya. Selain keterlibatan Akademi Citra, FFI tahun ini juga disempurnakan dengan Ruang Penayangan FFI, sebuah platform daring untuk kemudahan proses dan keamanan penjurian. Setelah masa pandemi, sebagian besar film Indonesia akhirnya kembali tayang di bioskop dan film-film Indonesia yang bersaing di ajang festival internasional semakin membawa prestasi. Namun, hal ini tidak menyurutkan kreativitas dan ragam film-film yang diproduksi untuk jaringan OTT. Film-film pendek semakin menjamur dan dipenuhi nama-nama baru yang penuh semangat, produksi film-film dokumenter dan animasi pun semakin menunjukkan ragamnya. Karya film tahun ini hadir dengan penuh keragaman, cara bertutur, genre, hingga tema dan generasi baru. Tahun ini terdaftar sebanyak 74 judul film cerita panjang, 309 judul film cerita pendek, 38 judul film animasi pendek, 83 judul film dokumenter pendek, dan 13 judul film dokumenter panjang. Komite FFI juga menerima sebanyak 135 judul karya kritik film, dan lebih dari 28.362 masyarakat Indonesia telah berpartisipasi untuk kategori Film, Aktor, dan Aktris Pilihan Penonton. Angka ini menunjukkan geliat produksi film dan antusiasme publik terhadap film Indonesia yang semakin meningkat. Pada tahap penjurian, sebanyak 121 orang asosiasi-asosiasi yang terlibat pada penentuan Tahap Film Rekomendasi, 89 orang Akademi Citra pada Tahap Film Nominasi, serta Dewan Juri Akhir yang berjumlah total 24 orang berembuk untuk menentukan pemenang 23 kategori penghargaan Piala Citra dan penghargaan khusus. Mereka terdiri dari sembilan juri Film Cerita Panjang, tiga juri Film Cerita Pendek, tiga juri Film Animasi Pendek, tiga juri Film Dokumenter yang menilai Film Dokumenter Pendek dan juga Film Dokumenter Panjang, tiga orang Dewan Pengabdian Seumur Hidup Untuk Film, dan tiga juri untuk kategori Kritik Film. Pilihan nominasi yang dihasilkan dari pemungutan suara Akademi Citra menunjukkan kualitas yang tepat dan beragam, baik dari segi genre maupun kualitasnya. Dan, catatan tersendiri pada proses Penjurian Tahap Akhir, Dewan Juri melakukan pilihannya secara demokratis dengan saling berbagi pengetahuan dan pandangan sesuai latar belakang masing-masing yang memperkaya proses diskusi penjurian membaca peta film Indonesia. Proses penjurian tidak akan berjalan tanpa para juri yang berdedikasi penuh profesionalitas dalam melakukan tugasnya menilai film-film Indonesia tahun ini. Apresiasi tertinggi saya ucapkan atas kerja sama, kedisiplinan, dan usaha bersama seluruh juri yang bekerja memberikan hasil terbaik hingga tercapainya para peraih penghargaan Piala Citra, Penghargaan Tanete Pong Masak (Karya Krtik Film), Penghargaan Ratna Asmara (Film Pilihan Penonton), Penghargaan Benyamin Sueb (Aktor Pilihan Penonton), dan Penghargaan Rima Melati (Aktris Pilihan Penonton), juga kepada Dewan Pengabdian Seumur Hidup Untuk Film untuk pilihannya kepada Rima Melati, tokoh pemeran perempuan penuh talenta yang sangat berjasa pada perkembangan film Indonesia hingga saat ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam pelaksanaan FFI 2022, yaitu seluruh jajaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Badan Perfilman Indonesia, asosiasi-asosiasi profesi perfilman Indonesia, Akademi Citra, seluruh Komite Kerja FFI, dan seluruh pendukung yang terlibat. Selamat atas pencapaian insan film Indonesia pada tahun 2022. Selamat kepada para pemenang untuk seluruh kategori. Salam kemajuan ekosistem perfilman Indonesia. Garin Nugroho Ketua Bidang Penjurian FFI 2021 - 2023 SAMBUTAN KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 9 10
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 11 12 TEMA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 TEMA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 Perempuan: KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 Perempuan sejak dahulu telah menjadi ikon industri jasa dan kreatif, khususnya industri perfilman. Mereka memberi warna pada industri ini dan mengelola kepopuleran karya-karya film yang dihasilkan. Sayangnya, mereka sering terlupakan dan sering tak tercatat sebagai sebuah investasi besar dan penggerak pertumbuhan industri perfilman. Perempuan Perfilman Indonesia
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 11 12 TEMA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 TEMA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 Perempuan: KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 Perempuan sejak dahulu telah menjadi ikon industri jasa dan kreatif, khususnya industri perfilman. Mereka memberi warna pada industri ini dan mengelola kepopuleran karya-karya film yang dihasilkan. Sayangnya, mereka sering terlupakan dan sering tak tercatat sebagai sebuah investasi besar dan penggerak pertumbuhan industri perfilman.
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 13 14 Perempuan di Depan Layar Perempuan di Belakang Layar PEREMPUAN PERFILMAN INDONESIA pelopor dan idola perfilman, juga ikon mode dan kecantikan. Pada era selanjutnya, bermunculan wajahwajah baru yang meramaikan industri perfilman Indonesia yang notabene masih didominasi oleh pria. Ada yang terus bertahan, tetapi tak sedikit yang menghilang. Ratna Asmara, Dhalia, Sofia W.D., Fifi Young, Chitra Dewi, Mieke Wijaya, Indriati Iskak, dan Tuty S. adalah beberapa nama yang muncul dengan karya keartisan dan kepopulerannya masingmasing. Tidak hanya di depan layar, mereka juga berkiprah di belakang layar, baik sebagai sutradara, penulis maupun produser. Sejak awal tahun 1950-an hingga akhir tahun 1990-an tercatat hanya ada empat perempuan yang berhasil menapaki karier sebagai sutradara di industri perfilman. Mereka adalah Ratna Asmara, Sofia W.D., Chitra Dewi, dan Ida Farida. Ratna Asmara adalah sutradara perempuan pertama di industri perfilman Indonesia. Pemilik nama asli Suratna ini mengawali kariernya sebagai seorang penari dan penyanyi di kelompok sandiwara Dardanella pada awal tahun 1930-an, sebelum akhirnya bergabung di kelompok Bolero pimpinan suaminya, Andjar Asmara pada akhir 1930-an dan menjadi bintang Bolero. Ia membintangi tiga film Andjar Asmara, yaitu Kartinah (1940), Noesa Penida (1941), dan Djauh Dimata (1948), serta satu film Suska (Sutan Usman Karim) yang berjudul Ratna Moetoe Manikam (1941). Pada tahun 1950, Ratna menyutradarai film pertamanya berjudul Sedap Malam (1951) yang naskahnya ditulis Andjar Asmara, diproduseri Djamaludin Malik, dan diproduksi oleh Persari. Ia juga menyutradarai dua film lainnya, Musim Bunga di Selabintana (1951) dan Dr. Samsi (1952). Ratna mendirikan perusahaan film, Ratna Films, pada tahun 1953, yang kemudian berganti nama menjadi Asmara Film, dan membuat dua film, Nelajan (1953) dan Dewi dan Pemilihan Umum (1954). Setelah Ratna Asmara, Sofia W.D. juga berkiprah sebagai sutradara. Sofia memulai debutnya dengan bermain di film Air Mata Mengalir di Tjitarum (1948) yang diproduksi oleh Tan & Wong Bros. Selain berakting, ia juga menjadi penata skrip (Senen Raja, 1954 dan Si Bego Menumpas Kutjing Hitam, 1970) dan banyak mempelajari teknik penyutradaraan, kamera, dan penataan gambar dari Yoshua dan Othniel Wong bersaudara, sutradara dan juru kamera perfilman Hindia Belanda yang beretnis Tionghoa. Film Badai Selatan (1960) yang diproduksi oleh CV Ibukota Film menjadi awal karier Sofia KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 Pada awal perkembangan film di masa pendudukan Belanda, perempuan mulai terlibat secara kreatif di depan layar. Maroana menjadi pembuka jalan perempuan pribumi untuk terlibat di industri film dengan bermain di Loetoeng Kasaroeng (1926), film bisu pertama dengan cerita asli dan pemain pribumi, meskipun diproduksi oleh perusahaan asing, NV Java Film Company. Soekria, Ining Resmini, N. Noerhani, Momo, Soekarsih, dan beberapa nama lainnya lalu hadir sebagai generasi awal aktris pribumi. Pada Terang Boelan (1937), film laris yang menghidupkan kembali industri perfilman yang nyaris punah dan menginspirasi banyak produksi film selanjutnya, termasuk di Malaya Britania (Singapura dan Semenanjung Malaysia), Roekiah (1917-1945) hadir mempertegas jalan “karier” keaktrisan yang telah dirintis. Bersama Rd. Mochtar, Roekiah disebut sebagai selebriti yang memperkenalkan konsep “bintang pelaris” di industri perfilman. Ia menjadi salah satu Terang Boelan Produser. Albert Balink Penulis. Saeroen 1937 Dr. Samsi Sutradara. Ratna Asmara Penulis. Andjar Asmara 1952 Sedap Malam Sutradara. Ratna Asmara 1951 Singa Betina dari Marunda Sutradara. Sofia W.D. Produser. A. Sutrisno Sudomo 1971 Bertjinta dalam Gelap Sutradara. Chitra Dewi Produser. Chitra Dewi sebagai sutradara. Ia kemudian menyutradarai beberapa film, yaitu Singa Betina dari Marunda (1971), Bengawan Solo (1971), Melawan Badai (1974), Tanah Harapan (1976), Jangan Menangis Mama (1977), dan Halimun (1982). Pada tahun 1974, ia mendirikan perusahaan film, PT Dirgahayu Jaya Film, yang berfokus pada pembuatan film dokumenter. Selain sebagai sutradara, ia juga seorang produser dan peraih Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik lewat film Mutiara dalam Lumpur (1972) di FFI 1973. Roro Patma Dewi Tjitrohadikusumo atau lebih dikenal dengan nama Chitra Dewi memulai kiprahnya dengan bermain di film Tamu Agung (1955), tapi lebih terkenal lewat film laris Perfini, Tiga Dara (1956), yang disutradarai Usmar Ismail. Di akhir 1960-an, ia terlibat di belakang layar dengan mendirikan perusahaan filmnya sendiri, Chitra Dewi Film Production, sambil tetap berakting di depan kamera. Ia memproduksi lima film dan menyutradarai tiga film di antaranya, yaitu Bertjinta dalam Gelap (1971), Dara-Dara (1971), dan Penunggang Kuda dari Tjimande (1971). Ia dikenal sebagai bintang film tiga zaman dan meraih Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik lewat film Gara-Gara Istri Muda (1977) di FFI 1979. Terakhir, Ida Farida, seorang jurnalis dan penulis cerpen yang kemudian terjun ke industri film atas ajakan Sofia W.D. Ia memulai kariernya sebagai pengawas skrip (script girl) di film Melawan Badai (1974) dan asisten sutradara film Jangan Menangis Mama (1977). Ia mulai menjadi sutradara di film yang ditulisnya sendiri, Guruku Cantik Sekali (1977) dan berlanjut ke film-film lainnya, antara lain Busana dalam Mimpi (1980), Perawan-Perawan (1981), Merenda Hari Esok (1981), Tirai Malam Pengantin (1983), Tante Garang (1983), Asmara di Balik Pintu (1984), Tak Ingin Sendiri (1985), Sabar Dulu Dong…! (1989), Semua Sayang Kamu (1989), Perempuan Kedua (1990), Mutiara di Khatulistiwa (1990), dan Barang Titipan (1991). Ia pernah menyutradarai film 13 14
15 produksi Malaysia, Suara Kekasih (1986), dan meraih Piala Citra untuk Skenario Terbaik lewat film Semua Sayang Kamu (1989) di FFI 1989. Selain sutradara, produser perempuan juga telah unjuk gigi kala itu. Tuty S. memulai kariernya dengan bermain di film Hanja Sepekan (1955) dan menjadi produser pada tahun 1971 lewat film Tiada Maaf Bagimu. Sepanjang kariernya, ia bermain di lebih dari 50 judul film dan memproduseri 12 judul film. Sebaliknya, Tuti Mutia memulai kariernya sebagai produser film Fadjar Ditengah Kabut (1966) lalu delapan film lainnya, sebelum akhirnya bermain di enam film hingga awal tahun 80-an. Setelah itu, Budiati Abiyoga hadir sebagai produser dari awal tahun 80-an hingga saat ini lewat perusahaan film yang ia dirikan, PT Prasidi Teta Film. Ia memproduseri film debut Garin Nugroho, Cinta dalam Sepotong Roti (1991), yang meraih lima Piala Citra, termasuk kategori Film Kebangkitan Perfilman dan Peran Perempuan Kini Terbaik, di Festival Film Indonesia 1991. Ia juga turut memproduseri Surat Untuk Bidadari (1994) yang meraih penghargaan di festivalfestival film internasional, seperti Festival Film Internasional Berlin, Festival Film Internasional Tokyo, dan Festival Film Taormina di Italia. Tahun 90-an merupakan titik nadir ekosistem perfilman Indonesia. Jumlah produksi film yang sangat rendah, tema seks dan eksploitasi perempuan yang meresahkan masyarakat, kemunculan teknologi optis, perkembangan televisi swasta nasional, perubahan tuntutan pasar, serbuan budaya pop asing, hingga perubahan politik dan kebijakan perfilman merupakan beberapa penyebab mati surinya perfilman Indonesia. Di tengah kondisi suram tersebut, produksi kolaboratif dan independen yang dilakukan Garin Nugroho seakan menjaga api perfilman Indonesia tetap menyala di kancah perfilman internasional. Setelah mati suri selama satu dekade, perfilman Indonesia kembali menggeliat dengan dinamika baru yang memberi peluang bagi semua orang, termasuk perempuan. Jumlah perempuan di industri perfilman Indonesia semakin meningkat dibanding era sebelumnya. Mereka mengisi semua lini kreatif dan produksi yang dulunya didominasi oleh pria, seperti sutradara, produser, penulis skenario, penata kamera, penyuting gambar, pengarah artistik, dan lain-lain. Rima Melati memulai debutnya sebagai sutradara lewat film Blanco, the Colour of Love (1997), satu dari dua film yang sempat ia sutradarai di sepanjang kariernya. Christine Hakim juga berkolaborasi dengan Garin Nugroho dengan memproduksi film Daun di Atas Bantal (1998), baik sebagai pemeran Sutradara. Garin Nugroho Produser. Budiati Abiyoga Sutradara. Ida Farida Produser. Puji Agung Daun di Atas Bantal Sutradara. Garin Nugroho Produser. Christine Hakim 1991 1989 15 Cinta dalam Sepotong Roti Semua Sayang Kamu maupun produser. Film ini memenangkan penghargaan Film Terbaik di Festival Film Asia Pasifik 1998, ditayangkan pada sesi Un Certain Regard di Festival Film Cannes 1998 dan menjadi perwakilan Indonesia di ajang Academy Awards ke-71 tahun 2000. Film ini juga memberikan kemenangan bagi Christine Hakim sebagai Aktris Terbaik di Festival Film Asia Pasifik 1998. Setelah dua sutradara perempuan, Mira Lesmana dan Nan T. Achnas, yang berkolaborasi dengan Riri Riza dan Rizal Mantovani membuat film Kuldesak (1998) dan menginspirasi kebangkitan kembali perfilman Indonesia, lahir sutradara-sutradara, sinematografer hingga produser perempuan. Nama-nama seperti seperti Nia Dinata, Shanty Harmayn, Lola Amaria, Upi, Djenar Maesa Ayu, Tyas Abiyoga, Ucu Agustin, Sheila Timothy, 1998 PEREMPUAN PERFILMAN INDONESIA
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 16 KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 Petualangan Sherina Ca Bau Kan Arisan! Sutradara. Riri Riza Produser. Mira Lesmana Sutradara . Nia Dinata Produser. Afi Shamara & Nia Dinata 2000 2002 2003 Fiksi Sutradara. Mouly Surya Produser. Parama Wirasmo, Tia Hasibuan & Sapto Soetarjo 2017 2008 Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak Sutradara. Mouly Surya Produser. Rama Adi & Fauzan Zidni Pritagita Arianegara, Gina S. Noer, Anggi Frisca, dan lain-lain, turut mewarnai perfilman Indonesia dan karya-karyanya diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional. Sebagai bagian dari ekosistem perfilman, mereka bisa menyampaikan aspirasi dan memberikan inspirasi dengan menjadi pencerita kisahnya sendiri, dengan tema, sudut pandang, dan pendekatan yang lebih perempuan. Mereka juga mendapat pengakuan dan penghargaan yang sama. Mouly Surya menjadi sutradara perempuan pertama yang meraih Piala Citra untuk Sutradara Terbaik lewat film Fiksi (2008) di FFI 2008 dan Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017) di FFI 2018. Selain itu, beberapa film terbaik pemenang Piala Citra Festival Film Indonesia juga lahir dari tangan dingin sutradara perempuan, seperti Arisan! 2020 You and I Sutradara. Fanny Chotimah Produser. Yulia Evina Bhara, Amerta Kusuma & Tazia Teresa Darryanto 16 Kuldesak Sutradara & Mira Lesmana, Produser. Nan T. Achnas, Riri Riza & Rizal Mantovani Sutradara . Nia Dinata Produser. Afi Shamara & Nia Dinata (Nia Dinata, 2003), Fiksi (Mouly Surya, 2008), dan Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (Mouly Surya, 2017) untuk kategori Film Cerita Panjang, serta Sabotase (Hadrah Daeng Ratu, 2009), Jemari yang Menari di Atas Luka (Putri Sarah Amelia, 2020), Donor ASI (Ani Ema Susanti, 2011), Di Batas Kekuasaan (Nur Fitriah Napiz 2012), Dolanan Kehidupan (Afina Fahru M. & Yopa Arfi Y., 2014), Denok dan Gareng (Dwi Susanti Nugraheni, 2013), You and I (Fanny Chotimah, 2020), dan Invisible Hopes (Lamtiar Simorangkir, 2021) untuk kategori Film Non Cerita Panjang. © Miles Films
19 PEREMPUAN PERFILMAN INDONESIA SUMBER Alkhajar, ENS. 2010. Masa-Masa Suram Dunia Perfilman Indonesia (Studi Periode 1957-1968 dan 1992-2000). Jurnal Komunikasi Massa 3(1):1-19. Biran, MY. 2009. Sejarah Film 1900-1950: Bikin Film di Jawa. Jakarta: Komunitas Bambu. Nugroho, G. 2020. Memoar Garin Nugroho: Era Emas Film Indonesia 1998-2019. Yogyakarta: Warning Books. Nugroho, G. 2022. Garin Nugroho 40 Years of Work (1981-2021): A Micro Map of Indonesian Crisis. Jakarta: Garin Workshop, Radepa Studio & Madani Film Festival. Pranata, G. 2021. Melihat Produksi Loetoeng Kasaroeng, Film Bisu Pertama Indonesia. National Geographic Indonesia. https://nationalgeographic.grid.id/read/132855487/ melihat-produksi-loetoeng-kasaroeng-film-bisu-pertamaindonesia?page=all Autobiography Sutradara. Makbul Mubarak Produser. Yulia Evina Bhara Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Sutradara. Edwin Produser. Meiske Taurisia & Muhammad Zaidy Laut Memanggilku Sutradara. Tumpal Tampubolon Produser. Mandy Marahimin 17 Di tingkat internasional, karya-karya film yang disutradarai atau diproduseri oleh perempuan juga diperhitungkan oleh sineas dunia. Dalam dua tahun terakhir, film-film seperti Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021) diproduseri Meiske Taurisia, Yuni (2021) disutradarai Kamila Andini dan ditulis bersama Prima Rusdi, Dear to Me (2021) disutradarai Monica Vanesa Tedja dan diproduseri Astrid Saerong, Laut Memanggilku (2021) diproduseri Mandy Marahimin, Before, Now & Then (Nana) (2022) ditulis dan disutradarai Kamila Andini dan diproduseri Gita Fara, meraih unggulan dan penghargaan di festivalfestival besar dunia. Selain itu, Autobiography (2022), film cerita panjang pertama Makbul Mubarak yang diproduseri Yulia Evina Bhara juga memenangkan penghargaan FIPRESCI (Federasi Kritikus Film Internasional) pada sesi Orizzonti & Parallel di Festival Film Venice 2022 dan penghargaan utama di Festival Film Internasional Tokyo Filmex 2022. Kini, setelah 96 tahun perempuan Indonesia memulai kiprahnya di industri perfilman, ruang gerak untuk berkreasi dan berkarya semakin luas dibanding era sebelumnya. Meskipun masih banyak catatan-catatan penting yang menjadi pekerjaan rumah bersama, representasi perempuan semakin membaik dan memperkaya kompleksitas ekosistem perfilman Indonesia. 2021 Before, Now & Then Sutradara. Kamila Andini Produser. Ifa Isfansyah & Gita Fara Yuni Sutradara. Kamila Andini Produser. Ifa Isfansyah & Chand Parwez Servia Swestin, G. 2009. In the Boy’s Club: A Historical Perspective on the Roles of Women in the Indonesian Cinema 1926 – May 1998. Jurnal Ilmiah SCRIPTURA 3(12): 103-111. http://filmindonesia.or.id/ https://id.wikipedia.org/wiki/Chitra_Dewi https://id.wikipedia.org/wiki/Dhalia https://id.wikipedia.org/wiki/Ida_Farida https://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Film_Indonesia https://id.wikipedia.org/wiki/Ratna_Asmara https://id.wikipedia.org/wiki/Roekiah https://id.wikipedia.org/wiki/Sofia_W.D. https://id.wikipedia.org/wiki/Terang_Boelan https://id.wikipedia.org/wiki/Tiga_Dara 2022
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 20 KOMITE FESTIVAL FILM INDONESIA 2021-2023 Reza Rahadian Ketua Komite Garin Nugroho Ketua Bidang Penjurian Linda Gozali Sekretariat Inet Leimena Ketua Bidang Acara Gita Fara Keuangan dan Pengembangan Usaha Emira P. Pattiradjawane Humas Penjurian Resti Ghina Ulfah Media Sosial & Website Nazira C. Noer Humas Acara Arya Ibrahim Ketua Pelaksana Festival Film Indonesia 2021-2023 Komite KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 18
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 19 20 KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 TEGUH ZAENOERI, YANTI WIJATNO, YUDITH HASYIM IVAN MAKHSARA, MUHAMMAD GHIFAR, NOVA MOCHTAR, TALITHA MAILANGKAY, FADHLURROHMAN, MADELEINE KERENHAPUKH TOMASOA, SALWA ENA RATIOSA, TASYA AZIZA DARA NINGGAR, AHMAD NURFADILAH, ALITA RAMADHANTI, DIAN PURNAMASARI, DIANA HANDYARSIWI, INDRA GUNAWAN, LUKE TRINITA, RATQA GHAISANI, RAYMOND GILBERT, RULITA SANI Tim Humas Acara Tim Media Sosial & Website RIDLA AN-NUUR S., KHARISMA RHANY, LUSI TRIANA, MIKE R. RUQAYA, RULIKA ROESLI SUGAR NADIA, HAFIZ HUSNI, HERA ANNISA, FATIMAH LILIANI, WAHID AINUR RAFENDA ANUNG SARI, LYDIA TRI ARYANI, TRI SUCI MEILAWATI, MAGDA JULIA KHAIRUNISSA RINO NOVERIO, I GUSTI AGUNG AYU NOVITASARI, ROBERTUS DARREN RADYAN, IDA WAYAN PANGSUA DHARMA, PUTU AFRI HARDYANA, YAKOB JATI YULIANTO Tim Pelaksana RIVALDI F. HARUN, RIZKY F. ZULHAN Tim Sekretariat Tim Acara Tim Keuangan Tim Pengembangan Usaha Tim Penjurian ANDI F. YAHYA, FREDERIKA K. DAPAMANIS, TRI PUTRA SEPTIANTO Tim Humas Penjurian KOMITE, TIM KERJA & VOLUNTER FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 21 22 Catatan Piala Citra Festival Film Indonesia KOMITE, TIM KERJA & VOLUNTER FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 Volunter Festival Film Indonesia 2022 Komite & Tim Kerja Festival Film Indonesia 2022
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 23 24 Memasuki tahun 2022, Komite FFI 2021- 2023 sudah mulai melakukan pendataan peraih Piala Citra Festival Film Indonesia untuk penyempurnaan sistem penjurian. Data tersebut menjadi rujukan untuk membentuk Akademi Citra FFI yang beranggotakan para insan film yang pernah meraih Piala Citra, masih terlibat aktif dalam produksi dan kegiatan perfilman, serta terdaftar pada salah satu asosiasi profesi perfilman. Selain sebagai bentuk penghargaan, Akademi Citra FFI diharapkan dapat menjadi platform bagi para peraih Piala Citra untuk berbagi, bersinergi, dan berkolaborasi ke depannya. Anggota Akademi Citra FFI juga berperan dalam menentukan nominasi sesuai kategori yang pernah diraih. Tahun ini, terdata sebanyak 109 anggota Akademi Citra 2022 dan 89 orang di antaranya berpartisipasi sebagai Juri Nominasi Festival Film Indonesia 2022 untuk kategori Film Cerita Panjang. Komite FFI 2021-2023 juga menyediakan Ruang Penayangan FFI bekerja sama dengan Bioskop Online. Ruang Penayangan FFI ini memanfaatkan kemajuan teknologi digital yang penyimpanan dan keamanan materi film dan proses penjurian. Ruang Penayangan FFI ini juga memudahkan kerja Tim Kerja Penjurian untuk mengelola distribusi film dan kegiatan penjurian pada sebuah platform yang aman. Masa kerja Komite FFI 2021-2023 kini tersisa satu tahun. Semoga kerja yang belum usai bisa selesai di masa yang tersisa. Perubahan untuk kemajuan perfilman Indonesia bukanlah hal yang mudah. Perubahan memerlukan perencanaan yang matang, kebijakan yang integratif, proses yang panjang, dan kerja sama lintas profesi. Di tahun kedua ini, Komite Festival Film Indonesia (FFI) 2021-2023 melanjutkan kerjanya untuk membenahi sistem dan teknis penyelenggaraan Festival Film Indonesia, bekerja sama dengan para anggota ekosistem perfilman, baik insan perfilman, asosiasi-asosiasi profesi, maupun lembaga dan institusi pemerintah terkait. Prilly Latuconsina Shenina Cinnamon KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 Marsha Timothy Cut Mini Duta FFI 2022 CATATAN PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA Cut Mini, Marsha Timothy, Prilly Latuconsina, dan Shenina Cinnamon adalah empat perempuan perfilman Indonesia dengan beragam karya dan sederet prestasi di tingkat nasional dan internasional. Mereka menjadi Duta Festival Film Indonesia 2022 mewakili generasinya yang dapat memberikan inspirasi dan aspirasi tentang kiprah dan karya perempuan, khususnya di industri perfilman Indonesia.
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 23 24 Memasuki tahun 2022, Komite FFI 2021- 2023 sudah mulai melakukan pendataan peraih Piala Citra Festival Film Indonesia untuk penyempurnaan sistem penjurian. Data tersebut menjadi rujukan untuk membentuk Akademi Citra FFI yang beranggotakan para insan film yang pernah meraih Piala Citra, masih terlibat aktif dalam produksi dan kegiatan perfilman, serta terdaftar pada salah satu asosiasi profesi perfilman. Selain sebagai bentuk penghargaan, Akademi Citra FFI diharapkan dapat menjadi platform bagi para peraih Piala Citra untuk berbagi, bersinergi, dan berkolaborasi ke depannya. Anggota Akademi Citra FFI juga berperan dalam menentukan nominasi sesuai kategori yang pernah diraih. Tahun ini, terdata sebanyak 109 anggota Akademi Citra 2022 dan 89 orang di antaranya berpartisipasi sebagai Juri Nominasi Festival Film Indonesia 2022 untuk kategori Film Cerita Panjang. Komite FFI 2021-2023 juga menyediakan Ruang Penayangan FFI bekerja sama dengan Bioskop Online. Ruang Penayangan FFI ini memanfaatkan kemajuan teknologi digital yang penyimpanan dan keamanan materi film dan proses penjurian. Ruang Penayangan FFI ini juga memudahkan kerja Tim Kerja Penjurian untuk mengelola distribusi film dan kegiatan penjurian pada sebuah platform yang aman. Masa kerja Komite FFI 2021-2023 kini tersisa satu tahun. Semoga kerja yang belum usai bisa selesai di masa yang tersisa. Perubahan untuk kemajuan perfilman Indonesia bukanlah hal yang mudah. Perubahan memerlukan perencanaan yang matang, kebijakan yang integratif, proses yang panjang, dan kerja sama lintas profesi. Di tahun kedua ini, Komite Festival Film Indonesia (FFI) 2021-2023 melanjutkan kerjanya untuk membenahi sistem dan teknis penyelenggaraan Festival Film Indonesia, bekerja sama dengan para anggota ekosistem perfilman, baik insan perfilman, asosiasi-asosiasi profesi, maupun lembaga dan institusi pemerintah terkait. Prilly Latuconsina Shenina Cinnamon KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 Marsha Timothy Cut Mini Duta FFI 2022 CATATAN PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 25 26 Kategori Penghargaan / Piala Citra Festival Film Indonesia 2022 KATEGORI PENGHARGAAN DAN SISTEM PENJURIAN 1. Film Cerita Panjang Terbaik 2. Sutradara Terbaik 3. Penulis Skenario Terbaik 4. Penulis Skenario Adaptasi Terbaik 5. Pengarah Sinematografi Terbaik 6. Pengarah Artistik Terbaik 7. Penata Efek Visual Terbaik 8. Penyunting Gambar Terbaik 9. Penata Suara Terbaik 10. Penata Musik Terbaik 11. Pencipta Lagu Tema Terbaik 12. Penata Busana Terbaik 13. Penata Rias Terbaik 14. Pemeran Utama Pria Terbaik 15. Pemeran Utama Perempuan Terbaik 16. Pemeran Pendukung Pria Terbaik Kategori Penghargaan / Penghargaan Khusus Penghargaan Tanete Pong Masak FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 Kritik Film Terbaik Penghargaan Ratna Asmara FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 Film Pilihan Penonton Penghargaan Benyamin Sueb FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 Aktor Pilihan Penonton Penghargaan Rima Melati FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 Aktris Pilihan Penonton 17. Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik 18. Film Cerita Pendek Terbaik 19. Film Dokumenter Pendek Terbaik 20.Film Dokumenter Panjang Terbaik 21. Film Animasi Panjang Terbaik 22. Film Animasi Pendek Terbaik 23. Pengabdian Seumur Hidup Untuk Film KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 25 26 KATEGORI PENGHARGAAN DAN SISTEM PENJURIAN PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 27 28 KATEGORI PENGHARGAAN DAN SISTEM PENJURIAN TANETE PONG MASAK RATNA ASMARA RIMA MELATI H. BENYAMIN SUEB 27 28 Ratna Asmara (Sawah Lunto, 1913 – 10 Agustus 1968) mulai terlibat di industri film sebagai pemeran utama ketika suaminya, Andjar Asmara, diminta The Teng Chun untuk menyutradarai Kartinah (1940), sebuah film untuk Java Industrial Film (JIF). Ia juga menjadi pemeran utama di tiga film Andjar berikutnya, Ratna Moetoe Manikam (1941), Noesa Penida (1941), dan Djauh Dimata (1948). Pada 1950, atas permintaan Djamaluddin Malik dari Persari, ia menyutradarai film Sedap Malam yang skenarionya ditulis oleh Andjar Asmara. Film ini menjadikannya sebagai sutradara perempuan pertama di Indonesia. Ia kemudian menyutradarai film Musim Bunga di Selabintana (1951) dan Dr. Samsi (1952) untuk Djakarta Film. Pada 1953, ia mendirikan Ratna Films dan memproduksi satu film, Nelajan, sebelum berganti nama menjadi Asmara Films. Film terakhirnya, Dewi dan Pemilihan Umum (1954), dirilis untuk menyambut pemilihan umum pertama. Tanete Pong Masak (Tana Toraja, Sulawesi Selatan, 6 Agustus 1953 – 10 Desember 2017) adalah satu dari sedikit akademisi film bergelar doktor di Indonesia. Karier akademisinya bermula dari studi sastra di Jurusan Satra Inggris, Universitas Hasanuddin. Ia melanjutkan studinya tentang linguistik terapan dan budaya Prancis di Université de Franche-Comté, Besançon, Prancis, dari 1976 sampai 1980 dengan beasiswa Pemerintah Prancis. Ia kemudian mengambil program doktoral tentang sejarah sosial dan sinema di École des Hautes Études en Sciences Sociales (EHESS), Paris, dari 1980 sampai 1989. Disertasinya yang berjudul Le Cinéma Indonésien (1926–1967): Études d’Histoire Sociale dan dibukukan menjadi Sinema Pada Masa Soekarno oleh FFTV IKJ Press adalah satu dari sedikit literatur yang membahas aktivitas dan politik perfilman sebelum Orde Baru. Disertasi tersebut mengisi satu lubang besar dalam penulisan sejarah perfilman nasional. Marjolien Tambajong (Tondano, 22 Agustus 1939 – Jakarta, 23 Juni 2022) atau lebih dikenal dengan Rima Melati, nama pemberian Presiden Soekarno, memulai kiprahnya di industri film lewat peran kecil di film Djuara Sepatu Roda (1958). Ia kemudian mendapat peran utama di film Kasih Tak Sampai (1961), hingga memutuskan cuti setelah menyelesaikan film Kunanti Jawabmu (1963). Tak lama berselang, ia kembali ke dunia peran dan bermain dalam film Laki-Laki Tak Bernama (1969) yang disutradarai oleh Wim Umboh. Sepanjang kariernya, ia telah bermain di lebih dari 100 film, termasuk film debut Teguh Karya, Wadjah Seorang Laki-Laki (1971), debut Sjumandjaja, Lewat Tengah Malam (1971), dan film kolaborasi Indonesia–Belanda, Max Havelaar (1975), serta menyutradarai dua film. Ia meraih Piala Citra untuk Pemeran Utama Perempuan Terbaik di FFI 1973 dan penghargaan Aktris Pendukung Terbaik di Festival Film Asia Pasifik 2005. H. Benyamin Sueb (Batavia, 5 Maret 1939 – Jakarta, 5 September 1995) memulai kiprahnya di industri film sebagai pemeran pendukung di film Honey, Money and Djakarta Fair (1970) yang disutradarai oleh Misbach Jusa Biran. Pada 1972, ia beradu peran dengan Rima Melati sebagai pemeran utama di film Intan Berduri (Turino Djunaidy, 1972) dan mendapatkan Piala Citra untuk Pemeran Utama Pria Terbaik di FFI 1973. Ia juga mendapatkan Piala Citra untuk Pemeran Utama Pria Terbaik di FFI 1977 lewat film Si Doel Anak Modern (Sjumandjaja, 1976). Selain berakting di depan kamera, lewat PT Jiung Film, ia juga memproduseri dan menyutradarai sendiri film-filmnya, di antaranya Musuh Bebuyutan (1974), Buaye Gile (1974), Benyamin Koboi Ngungsi (1975), Hippies Lokal (1976), dan Duyung Ajaib (1978). Sepanjang kariernya di industri film dari 1970 hingga 1992, ia telah bermain di lebih dari 50 film, memproduseri lima film, dan menyutradarai tiga film.
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 29 30 Sistem Penjurian Film Cerita Panjang KATEGORI PENGHARGAAN DAN SISTEM PENJURIAN KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 TAHAP SELEKSI AWAL a. Pendataan dilakukan oleh Komite Bidang Penjurian FFI 2021-2023 terhadap filmfilm Indonesia yang tayang selama periode 1 September 2021 – 15 September 2022 yang harus didaftarkan secara resmi oleh Rumah Produksi/ Produser masing-masing selambatlambatnya 31 Agustus 2022 melalui situs FFI. b. Komite Bidang Penjurian FFI 2021-2023 melakukan tahap seleksi administratif dan kurasi awal berdasarkan unsur penilaian pada syarat dan ketentuan. Film diseleksi menjadi 30 film yang pada tahap selanjutnya akan diseleksi oleh asosiasi profesi perfilman. TAHAP FILM REKOMENDASI a. Asosiasi profesi perfilman melalui perwakilan anggotanya (minimum 3 orang dan maksimum 20 orang) akan menonton 30 film seleksi awal melalui laman Ruang Penayangan FFI. b. Asosiasi dibebaskan untuk menentukan sendiri metode pemilihan Film Rekomendasi. Metode tersebut dapat berupa diskusi, pemungutan suara atau penunjukan langsung dari pengurus asosiasi. c. Asosiasi merekomendasikan 15 film yang memenuhi kriteria nilai-nilai profesionalisme dengan tetap menilai film secara menyeluruh (komprehensif) dalam formulir yang disediakan oleh Komite Bidang Penjurian FFI 2021-2023 dan ditandatangani oleh perwakilan asosiasi. d. Seluruh data yang masuk, melalui Akuntan Publik, akan ditabulasi menjadi 20 Film Rekomendasi Asosiasi berdasarkan ranking (pilihan terbanyak). 29 30
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 31 32 KATEGORI PENGHARGAAN DAN SISTEM PENJURIAN KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 TAHAP FILM NOMINASI a. Anggota Akademi Citra akan menilai 20 Film Rekomendasi Asosiasi melalui laman Ruang Penayangan FFI. b. Anggota Akademi Citra akan menilai film sesuai kategori penghargaan Piala Citra yang pernah diraih dan memilih 3-5 nominasi. Anggota Akademi Citra juga akan memilih 3-5 film terbaik yang akan dinilai unsurnya secara keseluruhan (komprehensif). c. Khusus untuk para peraih kategori Film Terbaik (Produser) dan Sutradara Terbaik dapat memilih 3-5 nominasi pada minimal 10 kategori. d. Anggota Akademi Citra wajib memberikan skor pada masing-masing pilihan dengan rentang nilai 50-100 (kelipatan 5). e. Laman penilaian Nominasi akan muncul setelah anggota Akademi Citra menonton seluruh Film Rekomendasi Asosiasi. f. Semua nilai yang masuk akan dihitung oleh Akuntan Publik dan 5 (lima) peringkat tertinggi pada masing-masing kategori akan menjadi Nominasi FFI 2022. TAHAP FILM PEMENANG a. Proses penjurian akhir, yaitu pemilihan 1 (satu) pemenang, dilakukan oleh Dewan Juri Akhir FFI 2022, yang terdiri dari 9 (sembilan) orang perwakilan ekosistem perfilman Indonesia dengan beragam latar belakang profesinya. b. Dewan Juri Akhir dipilih oleh Komite FFI 2021-2023 berdasarkan rekomendasi atau usulan oleh masing-masing asosiasi profesi perfilman dan insan film. c. Komite Bidang Penjurian FFI 2021-2023 akan memberikan daftar nominasi beserta jadwal menonton bersama, dan juga Formulir Penjurian. d. Dewan Juri Akhir menilai film dari daftar nominasi dan tidak dapat mengubah hasil Nominasi yang telah ditetapkan oleh Juri Nominasi. e. Dewan Juri Akhir memberikan hasil pilihan dalam Formulir Penjurian yang selanjutnya akan didiskusikan dalam rapat penentuan Pemenang FFI 2022. f. Penentuan Pemenang FFI 2022 dilakukan dengan cara diskusi terbuka yang difasilitasi oleh Ketua Bidang Penjurian FFI dan diawasi oleh Akuntan Publik. g. Keputusan Dewan Juri Akhir disahkan oleh Akuntan Publik dan tidak dapat diganggu gugat. h. Jika terjadi pelanggaran hukum yang sudah ditetapkan oleh lembaga pengadilan pada unsur film yang memenangkan penghargaan Piala Citra FFI 2022, maka penghargaan yang diberikan pada kategori tersebut akan dibatalkan demi hukum. ANGGOTA DEWAN JURI FILM CERITA PANJANG a. JURI NOMINASI Juri Nominasi adalah anggota Akademi Citra yang merupakan insan perfilman Indonesia yang pernah meraih Piala Citra dan diutamakan sudah terdaftar pada salah satu asosiasi profesi perfilman. Anggota Akademi Citra berperan dalam menentukan Nominasi sesuai kategori Piala Citra yang pernah diraih dan Nominasi Film Terbaik. Anggota Akademi Citra peraih kategori Film Terbaik (Produser) dan Sutradara Terbaik memilih untuk seluruh kategori. b. DEWAN JURI AKHIR Anggota Dewan Juri Akhir adalah para insan perfilman Indonesia yang merupakan anggota dan/atau pengurus asosiasi profesi perfilman dan para ahli yang mewakili ekosistem perfilman Indonesia dengan beragam latar belakang profesi. Anggota Dewan Juri Akhir dipilih oleh Komite FFI 2021-2023 melalui berbagai masukan dan rekomendasi oleh asosiasi dan juga insan film. Dewan Juri Akhir terdiri dari: 1. Profesional Film/Pembuat Film. 2. Kritikus Film dan Seni. 3. Budayawan. 4. Aktor dan Aktris. 5. Pakar Pendidikan Film. 6. Perwakilan Wartawan/Pers. 31 32
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 33 34 TAHAP SELEKSI AWAL a. Komite FFI 2021-2023 menerbitkan surat penunjukan kepada Asosiasi Film Non Cerita Panjang agar dapat melaksanakan proses penjurian untuk masing-masing kategori Penghargaan Film Non Cerita Panjang. b. Komite FFI 2021-2023 membuka pendaftaran kategori Film Non Cerita Panjang melalui situs resmi FFI pada 30 Maret – 15 September 2022. c. Asosiasi melakukan pendataan dan menjaring peserta melalui jejaring dan kolaborasi dengan festival film, komunitas di daerah-daerah, dan masyarakat umum, serta menjadi jembatan untuk menginformasikan perihal pendaftaran film melalui situs resmi FFI. d. Komite Bidang Penjurian FFI 2021-2023 mengirimkan data pendaftar Film Non Cerita Panjang kepada asosiasi yang Sistem Penjurian Film Non Cerita Panjang selanjutnya akan dipilih oleh asosiasi menjadi daftar pendek 30 film yang lolos seleksi awal. TAHAP FILM NOMINASI a. Asosiasi menunjuk 3 (tiga) orang yang bertugas sebagai Juri Nominasi. Juri Nominasi adalah anggota, pengurus asosiasi, dan perorangan yang ditunjuk dan diberikan kuasa sebagai pemangku tugas. b. Juri Nominasi terdiri dari perorangan yang mempunyai pengetahuan, wawasan atau pengalaman mengenai Film Pendek, Film Dokumenter, dan Film Animasi, baik sebagai praktisi, pengamat, penggiat maupun pengajar. c. Juri Nominasi akan menilai film untuk menentukan Nominasi pada setiap kategori sebanyak 5 (lima) nomine. Penambahan jumlah nomine dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan Juri Nominasi. d. Asosiasi mengelola proses penjurian dengan memberikan Formulir Penjurian dan melakukan koordinasi dengan Juri Nominasi. e. Penentuan Nominasi dilakukan dengan cara diskusi terbuka yang difasilitasi oleh Ketua Bidang Penjurian FFI dan diawasi oleh Akuntan Publik. f. Keputusan Juri Nominasi disahkan oleh Akuntan Publik dan tidak dapat diganggu gugat. TAHAP FILM PEMENANG a. Asosiasi menunjuk 3 (tiga) orang yang bertugas sebagai Dewan Juri Akhir. Dewan Juri Akhir adalah anggota, pengurus asosiasi, dan perorangan yang ditunjuk dan diberikan kuasa sebagai pemangku tugas. b. Dewan Juri Akhir terdiri dari perorangan yang mempunyai pengetahuan, wawasan atau pengalaman mengenai Film Pendek, Film Dokumenter, dan Film Animasi, baik sebagai praktisi, pengamat, penggiat maupun pengajar. c. Asosiasi mengelola proses penjurian dengan memberikan Formulir Penjurian dan melakukan koordinasi dengan Dewan Juri Akhir. d. Dewan Juri Akhir menonton film nominasi melalui laman Ruang Penayangan FFI. e. Dewan Juri Akhir menentukan pemenang dengan cara diskusi terbuka yang difasilitasi oleh Ketua Bidang Penjurian FFI dan diawasi oleh Akuntan Publik. f. Keputusan Dewan Juri Akhir disahkan oleh Akuntan Publik dan tidak dapat diganggu gugat. Film Cerita Pendek, Film Animasi Panjang, Film Animasi Pendek, Film Dokumenter Panjang, dan Film Dokumenter Pendek KATEGORI PENGHARGAAN DAN SISTEM PENJURIAN KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 33 34
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 35 36 TAHAP SELEKSI AWAL a. Komite FFI 2021-2023 menerbitkan surat penunjukkan kepada asosiasi agar dapat melaksanakan proses penjurian untuk kategori Kritik Film. b. Komite FFI 2021-2023 membuka pendaftaran kategori Kritik Film melalui situs resmi FFI pada 30 Maret – 15 September 2022. c. Asosiasi melakukan pendataan dan menjaring peserta melalui jejaring dan kolaborasi dengan festival film, komunitas di daerah-daerah, dan masyarakat umum, serta menjadi jembatan untuk menginformasikan peserta perihal pendaftaran kritik film melalui situs resmi FFI. d. Komite Penjurian FFI 2021-2023 mengirimkan data pendaftar kategori Kritik Film kepada asosiasi yang selanjutnya akan dipilih oleh asosiasi menjadi daftar pendek kritik film yang lolos seleksi awal. TAHAP NOMINASI a. Asosiasi menunjuk 3 (tiga) orang yang bertugas sebagai Juri Nominasi. Juri Nominasi adalah anggota dan/atau pengurus asosiasi yang ditunjuk dan diberikan kuasa sebagai pemangku tugas. b. Juri Nominasi terdiri dari perorangan yang mempunyai pengetahuan, wawasan atau pengalaman mengenai kritik dan kajian film, baik sebagai praktisi pengamat, penggiat maupun pengajar. c. Juri Nominasi akan menilai tulisan kritik film untuk menentukan sebanyak 5 (lima) nomine. d. Asosiasi memberikan daftar pendek kritik film beserta tautan tulisan dan juga Formulir Nominasi. e. Juri Nominasi memberikan hasil rekomendasi nomine dalam Formulir Nominasi yang selanjutnya akan didiskusikan dalam rapat dengar pendapat penentuan Nominasi. Sistem Penjurian Kritik Film KATEGORI PENGHARGAAN DAN SISTEM PENJURIAN KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 f. Rapat Penentuan Nominasi dilakukan dengan cara diskusi terbuka dan/atau pemungutan suara. g. Semua rekomendasi yang masuk akan dihitung oleh Akuntan Publik, dan 5 (lima) peringkat tertinggi akan menjadi Nominasi. TAHAP FILM PEMENANG a. Asosiasi menunjuk 3 (tiga) orang yang bertugas sebagai Dewan Juri Akhir penentu pemenang kategori Kritik Film. Dewan Juri Akhir adalah anggota dan/atau pengurus asosiasi yang ditunjuk dan diberikan kuasa sebagai pemangku tugas. b. Dewan Juri Akhir terdiri dari perorangan yang mempunyai pengetahuan, wawasan atau pengalaman mengenai mengenai kritik dan kajian film, baik sebagai praktisi pengamat, penggiat maupun pengajar. c. Asosiasi memberikan daftar nominasi beserta tautan karya tulisan maupun non-tulisan, dan juga Formulir Pemenang kepada Dewan Juri Akhir. d. Dewan Juri Akhir menentukan pemenang dengan dengan cara diskusi terbuka yang difasilitasi oleh Ketua Bidang Penjurian FFI dan diawasi oleh Akuntan Publik. e. Keputusan Dewan Juri Akhir disahkan oleh Akuntan Publik dan tidak dapat diganggu gugat. 35 36
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 37 38 Sistem Pemilihan Film, Aktris, dan Aktor Pilihan Penonton a. Komite FFI 2021-2023 melampirkan data film dan data nama aktor dan aktris sesuai dengan film yang telah lolos seleksi 30 Film Seleksi Awal melalui situs resmi FFI. b. Publik dapat menuliskan film, aktris, dan aktor pilihan mereka melalui formulir yang tersedia di situs resmi FFI. c. Hasil pemungutan suara akan dihitung dan pemenangnya akan diumumkan pada Malam Anugerah FFI 2022. KATEGORI PENGHARGAAN DAN SISTEM PENJURIAN Film Cerita Panjang yang terdaftar mengikuti FFI 2022 adalah sebanyak 74 judul dari 114 judul yang terdata tayang selama periode 1 September 2021 – 15 September 2022. Film Non Cerita Panjang yang terdaftar sebanyak 445 judul dengan rincian 309 judul Film Cerita Pendek, 38 Film Animasi Pendek, 13 Film Dokumenter Panjang, dan 83 Film Dokumenter Pendek. Selain itu, terdaftar juga karya Kritik Film sebanyak 135 judul. Film Cerita Panjang yang memenuhi kriteria dan elemen penjurian, potensi nominasi, dan persyaratan administrasi adalah: 1. AKHIRAT: A LOVE STORY Sutradara. Jason Iskandar Produksi. BaseEntertainment, Studio Antelope 2. AUTOBIOGRAPHY Sutradara. Makbul Mubarak Produksi. KawanKawan Media 3. BACKSTAGE Sutradara. Guntur Soeharjanto Produksi. Paragon Pictures/ PT Inspira Citra Asia 4. BEFORE, NOW & THEN (NANA) Sutradara. Kamila Andini Produksi. Fourcolours Films, Titimangsa Foundation 5. CINTA PERTAMA, KEDUA & KETIGA Sutradara. Gina S. Noer Produksi. Starvision, Wahana Kreator 6. DEAR NATHAN: THANK YOU SALMA Sutradara. Kuntz Agus Produksi. Rapi Films 7. FATHER AND SON Sutradara. Danial Rifki Produksi. KlikFilm Productions 8. GARA-GARA WARISAN Sutradara. Muhadkly Acho Produksi. Starvision 9. INANG Sutradara. Fajar Nugros Produksi. IDN Pictures 10. IVANNA Sutradara. Kimo Stamboel Produksi. MD Pictures 11. JUST MOM Sutradara. Jeihan Angga P. Produksi. Dapur Film, Taman Wisata Candi KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 37
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 37 38 Sistem Pemilihan Film, Aktris, dan Aktor Pilihan Penonton a. Komite FFI 2021-2023 melampirkan data film dan data nama aktor dan aktris sesuai dengan film yang telah lolos seleksi 30 Film Seleksi Awal melalui situs resmi FFI. b. Publik dapat menuliskan film, aktris, dan aktor pilihan mereka melalui formulir yang tersedia di situs resmi FFI. c. Hasil pemungutan suara akan dihitung dan pemenangnya akan diumumkan pada Malam Anugerah FFI 2022. KATEGORI PENGHARGAAN DAN SISTEM PENJURIAN Film Cerita Panjang yang terdaftar mengikuti FFI 2022 adalah sebanyak 74 judul dari 114 judul yang terdata tayang selama periode 1 September 2021 – 15 September 2022. Film Non Cerita Panjang yang terdaftar sebanyak 445 judul dengan rincian 309 judul Film Cerita Pendek, 38 Film Animasi Pendek, 13 Film Dokumenter Panjang, dan 83 Film Dokumenter Pendek. Selain itu, terdaftar juga karya Kritik Film sebanyak 135 judul. Film Cerita Panjang yang memenuhi kriteria dan elemen penjurian, potensi nominasi, dan persyaratan administrasi adalah: 1. AKHIRAT: A LOVE STORY Sutradara. Jason Iskandar Produksi. BaseEntertainment, Studio Antelope 2. AUTOBIOGRAPHY Sutradara. Makbul Mubarak Produksi. KawanKawan Media 3. BACKSTAGE Sutradara. Guntur Soeharjanto Produksi. Paragon Pictures/ PT Inspira Citra Asia 4. BEFORE, NOW & THEN (NANA) Sutradara. Kamila Andini Produksi. Fourcolours Films, Titimangsa Foundation 5. CINTA PERTAMA, KEDUA & KETIGA Sutradara. Gina S. Noer Produksi. Starvision, Wahana Kreator 6. DEAR NATHAN: THANK YOU SALMA Sutradara. Kuntz Agus Produksi. Rapi Films 7. FATHER AND SON Sutradara. Danial Rifki Produksi. KlikFilm Productions 8. GARA-GARA WARISAN Sutradara. Muhadkly Acho Produksi. Starvision 9. INANG Sutradara. Fajar Nugros Produksi. IDN Pictures 10. IVANNA Sutradara. Kimo Stamboel Produksi. MD Pictures 11. JUST MOM Sutradara. Jeihan Angga P. Produksi. Dapur Film, Taman Wisata Candi KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 37
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 39 40 Asosiasi Profesi Perfilman Asosiasi profesi perfilman adalah organisasi yang mewadahi masing-masing profesi yang terkait dengan industri perfilman. Asosiasi profesi perfilman Indonesia yang terlibat dalam proses Penjurian FFI 2022 tahap Rekomendasi Asosiasi adalah: ASOSIASI CASTING INDONESIA (ACI) | ASOSIASI DOKUMENTERIS NUSANTARA (ADN) | ASOSIASI INDUSTRI ANIMASI INDONESIA (AINAKI) | ASOSIASI PENGKAJI FILM INDONESIA (KAFEIN) | ASOSIASI PERUSAHAAN FILM INDONESIA (APFI) | ASOSIASI PRODUSER FILM INDONESIA (APROFI) | COORDINATION FOR FILM FESTIVAL IN INDONESIA (COFFIE) | INDONESIAN CINEMATOGRAPHERS SOCIETY (ICS) | INDONESIAN FILM DIRECTORS CLUB (IFDC) | INDONESIAN FILM EDITORS (INAFEd) | INDONESIAN MOTION AND PICTURE AUDIO ASSOCIATION (IMPAct) | INDONESIAN PRODUCTION DESIGNERS (IPD) | KARYAWAN FILM DAN TELEVISI INDONESIA (KFT INDONESIA) | PENULIS INDONESIA UNTUK LAYAR LEBAR (PILAR) | PERSATUAN ARTIS FILM INDONESIA (PARFI) | PERSATUAN ARTIS FILM INDONESIA 56 (PARFI 56) | PERKUMPULAN ARTIS FILM INDONESIA (PAFINDO) | RUMAH AKTOR INDONESIA (RAI). 12. KADET 1947 Sutradara. Rahabi Mandra, Aldo Wastia Produksi. Temata Studios, Legacy Pictures 13. KKN DI DESA PENARI Sutradara. Awi Suryadi Produksi. MD Pictures 14. LOSMEN BU BROTO Sutradara. Ifa Isfansyah, Eddie Cahyono Produksi. Paragon Pictures/ PT Inspira Citra Asia 15. MENCURI RADEN SALEH Sutradara. Angga Dwimas Sasongko Produksi. Visinema Pictures 16. MIRACLE IN CELL NO. 7 Sutradara. Hanung Bramantyo Produksi. Falcon Pictures 17. NAGA NAGA NAGA Sutradara. Deddy Mizwar Produksi. Citra Sinema, MD Pictures 18. NGERI-NGERI SEDAP Sutradara. Bene Dion Rajagukguk Produksi. Imajinari 19. NOKTAH MERAH PERKAWINAN Sutradara. Sabrina Rochelle Kalangie Produksi. Rapi Films 20. ONE NIGHT STAND Sutradara. Adriyanto Dewo Produksi. Relate Films, Bioskop Online 21. PENGABDI SETAN 2: COMMUNION Sutradara. Joko Anwar Produksi. Rapi Films 22. PERJALANAN PERTAMA Sutradara. Arief Malinmudo Produksi. Mahakarya Pictures, D’Ayu Pictures 23. RANAH 3 WARNA Sutradara. Guntur Soeharjanto Produksi. MNC Pictures 24. ROMANTIK PROBLEMATIK Sutradara. B.W. Purbanegara Produksi. Purbanegara Films, Bioskop Online 25. SATRIA DEWA: GATOTKACA Sutradara. Hanung Bramantyo Produksi. PT Satria Dewa Studio 26. SEPEDA PRESIDEN Sutradara. Garin Nugroho Produksi. Radepa Productions (Radepa Content Initiatives) 27. SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS Sutradara. Edwin Produksi. Palari Films 28. SRIMULAT: HIL YANG MUSTAHAL - BABAK PERTAMA Sutradara. Fajar Nugros Produksi. MNC Pictures, IDN Pictures 29. TEKA TEKI TIKA Sutradara. Ernest Prakasa Produksi. Indie Picture, Starvision 30. YOWIS BEN FINALE Sutradara. Fajar Nugros, Bayu Skak Produksi. Starvision TAHAP SELEKSI AWAL KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 39 40 Asosiasi Profesi Perfilman Asosiasi profesi perfilman adalah organisasi yang mewadahi masing-masing profesi yang terkait dengan industri perfilman. Asosiasi profesi perfilman Indonesia yang terlibat dalam proses Penjurian FFI 2022 tahap Rekomendasi Asosiasi adalah: ASOSIASI CASTING INDONESIA (ACI) | ASOSIASI DOKUMENTERIS NUSANTARA (ADN) | ASOSIASI INDUSTRI ANIMASI INDONESIA (AINAKI) | ASOSIASI PENGKAJI FILM INDONESIA (KAFEIN) | ASOSIASI PERUSAHAAN FILM INDONESIA (APFI) | ASOSIASI PRODUSER FILM INDONESIA (APROFI) | COORDINATION FOR FILM FESTIVAL IN INDONESIA (COFFIE) | INDONESIAN CINEMATOGRAPHERS SOCIETY (ICS) | INDONESIAN FILM DIRECTORS CLUB (IFDC) | INDONESIAN FILM EDITORS (INAFEd) | INDONESIAN MOTION AND PICTURE AUDIO ASSOCIATION (IMPAct) | INDONESIAN PRODUCTION DESIGNERS (IPD) | KARYAWAN FILM DAN TELEVISI INDONESIA (KFT INDONESIA) | PENULIS INDONESIA UNTUK LAYAR LEBAR (PILAR) | PERSATUAN ARTIS FILM INDONESIA (PARFI) | PERSATUAN ARTIS FILM INDONESIA 56 (PARFI 56) | PERKUMPULAN ARTIS FILM INDONESIA (PAFINDO) | RUMAH AKTOR INDONESIA (RAI). 12. KADET 1947 Sutradara. Rahabi Mandra, Aldo Wastia Produksi. Temata Studios, Legacy Pictures 13. KKN DI DESA PENARI Sutradara. Awi Suryadi Produksi. MD Pictures 14. LOSMEN BU BROTO Sutradara. Ifa Isfansyah, Eddie Cahyono Produksi. Paragon Pictures/ PT Inspira Citra Asia 15. MENCURI RADEN SALEH Sutradara. Angga Dwimas Sasongko Produksi. Visinema Pictures 16. MIRACLE IN CELL NO. 7 Sutradara. Hanung Bramantyo Produksi. Falcon Pictures 17. NAGA NAGA NAGA Sutradara. Deddy Mizwar Produksi. Citra Sinema, MD Pictures 18. NGERI-NGERI SEDAP Sutradara. Bene Dion Rajagukguk Produksi. Imajinari 19. NOKTAH MERAH PERKAWINAN Sutradara. Sabrina Rochelle Kalangie Produksi. Rapi Films 20. ONE NIGHT STAND Sutradara. Adriyanto Dewo Produksi. Relate Films, Bioskop Online 21. PENGABDI SETAN 2: COMMUNION Sutradara. Joko Anwar Produksi. Rapi Films 22. PERJALANAN PERTAMA Sutradara. Arief Malinmudo Produksi. Mahakarya Pictures, D’Ayu Pictures 23. RANAH 3 WARNA Sutradara. Guntur Soeharjanto Produksi. MNC Pictures 24. ROMANTIK PROBLEMATIK Sutradara. B.W. Purbanegara Produksi. Purbanegara Films, Bioskop Online 25. SATRIA DEWA: GATOTKACA Sutradara. Hanung Bramantyo Produksi. PT Satria Dewa Studio 26. SEPEDA PRESIDEN Sutradara. Garin Nugroho Produksi. Radepa Productions (Radepa Content Initiatives) 27. SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS Sutradara. Edwin Produksi. Palari Films 28. SRIMULAT: HIL YANG MUSTAHAL - BABAK PERTAMA Sutradara. Fajar Nugros Produksi. MNC Pictures, IDN Pictures 29. TEKA TEKI TIKA Sutradara. Ernest Prakasa Produksi. Indie Picture, Starvision 30. YOWIS BEN FINALE Sutradara. Fajar Nugros, Bayu Skak Produksi. Starvision TAHAP SELEKSI AWAL KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 41 42 Perwakilan Asosiasi Profesi Perfilman Indonesia ASOSIASI CASTING INDONESIA (ACI) BOWIE BUDIANTO, CALVIN MONIAGA, IKHSAN SAMIAJI, MEIRINNA ALWIE, RUDI KOWEK, SANCA KHATULISTIWA, WIDHI SUSILA ASOSIASI PENGKAJI FILM INDONESIA (KAFEIN) EVI ELIYANAH, MUHAMMAD BAHRUDDIN, PANJI WIBOWO ASOSIASI PERUSAHAAN FILM INDONESIA (APFI) CELERINA JUDISARI, EMILKA, ILYA AKTOP, IRFAN BAGIR, PATRICIA GUNADI, REZA SERVIA, TESA DESRADARYZA ASOSIASI PRODUSER FILM INDONESIA (APROFI) MANDY MARAHIMIN, SENDI SUGIARTO, WULAN GURITNO INDONESIAN CINEMATOGRAPHERS SOCIETY (ICS) BAMBANG SUPRIADI, BARLY JUAN FIBRIADY, FAHMI JUSUF SAAD, UMMU HANY, VERA LESTAFA, YUDHA PRATAMA INDONESIAN FILM DIRECTORS CLUB (IFDC) AGUS MAKKIE, ANGGY UMBARA, ERTANTO ROBBY, HERWIN NOVIANTO, HESTU SAPUTRA, IFA ISFANSYAH, IVANDER TEDJAKUSUMA, JEIHAN ANGGA, JOKO ANWAR, PRITAGITA ARIANEGARA, SEKAR AYU ASMARA, SIM F., YOSEP ANGGI NOEN INDONESIAN FILM EDITORS (INAFEd) AHSAN ANDRIAN, ANDHY PULUNG, GREGORIUS ARYA DHIPAYANA INDONESIAN MOTION PICTURE AND AUDIO ASSOCIATION (IMPAct) HANDI ILFAT, MUHAMMAD ICHSAN, SITI ASIFA NASUTION, WAHYU TRI PURNOMO, YUDHI ARFANI INDONESIAN PRODUCTION DESIGNERS (IPD) ALLAN SEBASTIAN, DITA GAMBIRO, EROS EFLIN, INDRA TAMORON, KEKEV MARLOV, OKIE YOGA PRATAMA, OSCART FIRDAUS, VIDA SYLVIA, WENCISLAUS DE ROZARI KARYAWAN FILM DAN TELEVISI INDONESIA (KFT INDONESIA) CLARA SINTA RENDRA, DEWI ALIBASAH, EMBI C. NOER, GUNAWAN PAGGARU, H.M. SOLEH RUSLANI, HANDI ILFAT, INDRAYANTO KURNIAWAN, KARSONO HADI, M. IQBAL, NASWAN ISKANDAR, RUDY KOERWET PENULIS INDONESIA UNTUK LAYAR LEBAR (PILAR) ADHITYA MULYA, ALIM SUDIO, ARIEF ASH SHIDDIQ, ENDIK KOESWOYO, HAQI ACHMAD, IFAN ISMAIL, LELE LAILA, LINTANG PRAMUDYA, NINIT YUNITA, NOVIA RINI, OKA AURORA, PRIESNANDA DWISATRIA, RINO SARJONO, SEKAR AYU ASMARA, SWASTIKA NOHARA, TITIEN WATTIMENA PERSATUAN ARTIS FILM INDONESIA (PARFI) ADE NURUL, ADITYAWARMAN, ALICIA DJOHAR, BEDJO SULAKTONO, DEDI SETIADI, EVI SINGH, GUSTI RANDA, S.H., HANNA HENDRAYANTI, HERDI KHILADI, ISMAIL SOFYAN SANI, NETA GABRINEV, PARAMITHA RUSADY, ROSITA SIMATUPANG, SYAHGITA MARLINASHINTA, YESSY GUSMAN PERSATUAN ARTIS FILM INDONESIA 56 (PARFI 56) ARZETI BILBINA, AYU DYAH PASHA, DENNIS ADHISWARA, EGI FEDLY, FERENC RAYMOND SAHETAPY, JOSE RIZAL, LUNA MAYA, MARCELLA ZALIANTY, NUNU DATAU, OLIVIA ZALIANTY, WANDA HAMIDAH PERKUMPULAN ARTIS FILM INDONESIA (PAFINDO) AMING, ELMA THEANA, ERNA SANTOSO, RENCY MILANO, ROBY BO, TYA SUBIAKTO, YENNI RUMAH AKTOR INDONESIA (RAI) DIAN SASTROWARDOYO, INE FEBRIANTI, LUKMAN SARDI, TEUKU RIFNU WIKANA, VERDI SOLAIMAN TAHAP REKOMENDASI KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 43 44 1. AUTOBIOGRAPHY Sutradara. Makbul Mubarak Produksi. KawanKawan Media 2. BACKSTAGE Sutradara. Guntur Soeharjanto Produksi. Paragon Pictures/ PT Inspira Citra Asia 3. BEFORE, NOW & THEN (NANA) Sutradara. Kamila Andini Produksi. Fourcolours Films, Titimangsa Foundation 4. CINTA PERTAMA, KEDUA & KETIGA Sutradara. Gina S. Noer Produksi. Starvision, Wahana Kreator 5. GARA-GARA WARISAN Sutradara. Muhadkly Acho Produksi. Starvision 6. INANG Sutradara. Fajar Nugros Produksi. IDN Pictures 7. KADET 1947 Sutradara. Rahabi Mandra, Aldo Wastia Produksi. Temata Studios, Legacy Pictures 8. KKN DI DESA PENARI Sutradara Awi Suryadi Produksi. MD Pictures 9. LOSMEN BU BROTO Sutradara. Ifa Isfansyah, Eddie Cahyono Produksi. Paragon Pictures/ PT Inspira Citra Asia 10. MENCURI RADEN SALEH Sutradara. Angga Dwimas Sasongko Produksi. Visinema Pictures 11. MIRACLE IN CELL NO. 7 Sutradara. Hanung Bramantyo Produksi. Falcon Pictures 12. NAGA NAGA NAGA Sutradara. Deddy Mizwar Produksi. Citra Sinema, MD Pictures 13. NGERI-NGERI SEDAP Sutradara. Bene Dion Rajagukguk Produksi. Imajinari 14. NOKTAH MERAH PERKAWINAN Sutradara. Sabrina Rochelle Kalangie Produksi. Rapi Film 15. PENGABDI SETAN 2: COMMUNION Sutradara. Joko Anwar Produksi. Rapi Film Film Cerita Rekomendasi Panjang Asosiasi Profesi Perfilman Indonesia 16. PERJALANAN PERTAMA Sutradara. Arief Malinmudo Produksi. Mahakarya Pictures, D’Ayu Pictures 17. RANAH 3 WARNA Sutradara. Guntur Soeharjanto Produksi. MNC Pictures 18. SATRIA DEWA: GATOTKACA Sutradara. Hanung Bramantyo Produksi. PT Satria Dewa Studio 19. SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS Sutradara. Edwin Produksi. Palari Films 20. SRIMULAT: HIL YANG MUSTAHAL - BABAK PERTAMA Sutradara. Fajar Nugros Produksi. MNC Pictures, IDN Pictures Film Cerita Pendek 1. A TALE BEFORE NIGHTFALL Sutradara. Yusuf Jacka Ardana Produser. Cindyfia Gusdiah Wati, Aditya Saputra, Ryan Sebastian 2. ANJING-ANJING MENYERBU KUBURAN Sutradara. Eden Junjung Produser. Amerta Kusuma 3. ARAL MELINTANG Sutradara. Muhammad Iqbal Mustaqiem Produser. Fourcolours Films, Titimangsa Foundation 4. ARISAN SIASAT Sutradara. Erlina Rakhmawati Produser. Erlina Rakhmawati, Alexandrie Dolly 5. BASIYAT: BATHE MY CORPSE WITH WINE Sutradara. Ahmad Faiz Produser. Imam Syafi’i Rekomendasi Coordination for Film Festival in Indonesia (COFFIE) TAHAP REKOMENDASI KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 45 46 6. BERDOA, MULAI Sutradara. Tanzilal Azizie Rachim Produser. Muslikha Ayu 7. BIBIR MERAH SIAPA YANG PUNYA Sutradara. Pawadi Jihad Produser. Haris Supiandi 8. CULAS Sutradara Sabrina Rochelle Kalangie Produser. Ridla An-Nuur, Nurita Anandia W. 9. DANCING COLORS Sutradara. M. Reza Fahriyansyah Produser. Said Nurhidayat 10. JAGAT Sutradara. Taufik Fathoni Indra Permana Produser. Dani Aprilia Royyanti 11. JIWO Sutradara. Luhki Herwanayogi Produser. Iqbal Mohammad Hamdan 12. KALA RAU WHEN THE SUN GOT EATEN Sutradara. Medy Mahasena Produser. Cindyfia Gusdiah Wati, Medy Mahasena 13. KAMA Sutradara. Esra Desvita Produser. Esra Desvita 14. LUCKIEST MAN ON EARTH Sutradara. Muhammad Exsell Naufal Rabbani Produser. Euro Linus 15. MALAM TERANG Sutradara. Ismail Basbeth Produser. Lyza Anggraheni 16. MAYBE SOMEDAY, ANOTHER DAY, BUT NOT TODAY Sutradara. Bihar Jafarian Produser. Kikit Rizqillah, Re Fakhri 17. MEMBICARAKAN KEJUJURAN DIANA Sutradara. Angkasa Ramadhan Produser. Rien Al-Anshari, Linda Ochy 18. MEMORI DIA Sutradara. Asarela Orchidia Dewi Produser. Dani Huda, Sugar Nadia Azier 19. NECESSITY OF LIFE Sutradara. Kevin Rahardjo Produser. Giovanni Rustanto, Abraham Joshua, Catherine Karenina 20. PASUKAN SEMUT Sutradara. Haris Supiandi Produser. Loeloe Hendra Komara, Pawadi Jihad 21. RIWAYAT CETI Sutradara. Azalia Muchransyah Produser. Teguh Triguna, Azalia Muchransyah, Adhi Anugroho 22. SEMBUNYIK GONG Sutradara. Rian Apriansyah Produser. Rian Apriansyah 23. SINEMA BLACK MAGIC Sutradara. Loeloe Hendra Produser. Indra Yudhitya 24. SUBUH (MIRACLE AT DAWN) Sutradara. Achmad Rezi Fahlevie Produser. Muhammad Wahyu Saputra 25. SUNDAY Sutradara. Ezra Cecio Produser. Elvina Kurniawan 26. TELUR (HOW TO BE AN EGG) Sutradara. Vania Qanita Damayanti Produser. Sarah Adilah, Yusuf Radjamuda 27. THE SCENT OF RAT CARCASSES Sutradara. Dharma Putra Purna Nugraha Produser. Yuh Rohana Meliala 28. THESE COLOURS DON’T RUN (BALAS) Sutradara. Difizckal Satriatama Produser. Stephanie Cornelia 29. TUGAS AKHIR Sutradara. Fauzan Kurnia Muttaqin Produser. Sarah Adilah, Yusuf Radjamuda 30. WAVES OF EMOTIONS Sutradara. Janice Angelica Produser. Hannan Cinthya, Bing Bang Film Animasi Rekomendasi Pendek Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) 1. BLACKOUT Sutradara. Faiz Azhar Produser. Faiz Azhar 2. BONI & GINO Sutradara. Gladys Ongiwarno Produser. Gladys Ongiwarno 3. CERITA AKU... Sutradara. Nastassia Sidarto, Aditya L. Produser. Nastassia Sidarto, Aditya L. 4. DESA TIMUN: BOLA Sutradara. Daud Nugraha Produser. Daud Nugraha 5. FLOWER WARRIOR Sutradara. Liana Tjen Produser. Stephanie Prajitna 6. JAMBRONG & GONDRONG Sutradara. Monica Wijaya Produser. Dermawan Syamsuddin, Tengku Ega Ghassany 7. LANGIT-LANGIT TOPLES KACA Sutradara. Jason Tirtanegara Produser. Diana Tanamas 8. NUSA ANTARA (THE ARCHIPELAGO) Sutradara Azalia Muchransyah, Firman Widyasmara Produser. Firman Widyasmara TAHAP REKOMENDASI KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 47 48 Film Dokumenter Panja Rekomendasi ng Asosiasi Dokumenteris Nusantara (ADN) 9. PURPOSE Sutradara. Muhammad Amin Rais Produser. Muhammad Amin Rais 10. SERANGAN OEMOEM Sutradara. Fajar Martha Santosa Produser. Ilman Hidayat 11. SERPIH Sutradara. Rizky Adhitama Rosandi Produser. Dermawan Syamsuddin 12. TEMPER Sutradara. Ales Candra Wibawa, Sekar Ayu Mayangsari Produser. Ales Candra Wibawa, Sekar Ayu Mayangsari, Azel Halim Pratama 1. ATAS NAMA DAUN Sutradara. Mahatma Putra Produser. Anggita Panji Nayantaka, Dominique Renee Makalew 2. DOLO Sutradara. Hafiz Rancajale Produser. Yuki Aditya 3. ININNAWA: AN ISLAND CALLING Sutradara. Arfan Sabran Produser. Nick Calpakdjian, Mark Olsen 4. MENCARI IBU Sutradara. Dwiki Marta, Ayomi Amindoni Produser. Dwiki Marta, Ayomi Amindoni 13. THE ANCIENT SILAT Sutradara. Arisman Produser. Arisman 14. ULTIMATE CYBERCOCK Sutradara. Darsan Marco Tanuardy Produser. Galang Aby Ludira 15. WIRA SANG PENDEKAR CILIK Sutradara. Maulana Layar Nurhakiki Produser. Maulana Layar Nurhakiki Film Dokumenter Pend Rekomendasi ek Asosiasi Dokumenteris Nusantara (ADN) 5. NISAN TAK TERUKIR Sutradara. Abdul Ghaniy Rosyidin Produser. Amorelin Shafira, Bunga Nirwana 6. RODA-RODA NADA Sutradara. Yuda Kurniawan Produser. Yuda Kurniawan, Misya Latief 7. SEGUDANG WAJAH PARA PENANTANG MASA DEPAN Sutradara. I Gde Mika, Yuki Aditya Produser. Hafiz Rancajale 1. ASA DALAM GELAP Sutradara. Muhamad Ahyad Kahfiyanto Produser. Muhamad Ahyad Kahfiyanto 2. FLIRT MAN Sutradara. I Made Suniartika Produser. I Made Kresna Wijaya 3. GIMBAL Sutradara. Sidiq Ariyadi Produser. Irnayani Dina Mahmudah 4. IBU BUMI (MOTHER EARTH) Sutradara. Julietta Shinta Indrasari Produser. Febrizal Akbar 5. KEMARIN SEMUA BAIK-BAIK SAJA Sutradara. Kurnia Yudha Fitranto Produser. Ratno Hermanto 6. KOESNO, JATI DIRI SOEKARNO Sutradara. Faizal Anwar Produser. Rina Fahlevi 7. KURSI KOSONG Sutradara. Muhammad Abror Produser. Restina Miyanti 8. LADY ROCKER SYLVIA SAARTJE Sutradara. Subiyanto Produser. Andhika Yudha Pratama TAHAP REKOMENDASI KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 49 50 9. LAMEK Sutradara. Yulika Anastasia Indrawati Produser. Sidarman 10. LAST FORTRESS Sutradara. Hasya Puspita Maharani Produser. Adila 11. MARAMBA Sutradara. Riandhani Yudha Pamungkas Produser. Daris Dzulfikar 12. MY FATHER’S LOVE Sutradara. Yosua Putra Wisena Produser. Zanuar Ali Mustiko Aji 13. MY GRANDMOTHER IS A BIRD Sutradara. Andrea Suwito Produser. Mandy Marahimin, Finbar Somers 14. PRIANGAN Sutradara. Andry Herdiansyah Produser. Naya Kartaadiredja 15. RUANG SUNYI JEMEK SUPARDI Sutradara. Ratno Murdiyat Produser. Bambang J.P. 16. SANG PENAKLUK OMBAK Sutradara. Leonardus Jalu Fernada Produser. Ida Bagus Gede Darma Putra 17. SEPUH LEKONG Sutradara. Kevin Sahlul Khuluq Produser. Razka Robby Ertanto 18. SINTAS BERLAYAR Sutradara. Firgiawan Produser. Dwi Anggyan 19. TANJUNG PAMALI Sutradara. Intje Hajri Produser. Marco Fahriel Mile Doucet, Ryan Ahmed Mile, Intje Hajri 20. TASANEDA SASANDU DALEN Sutradara. Wisnu Dwi Prasetyo Produser. Wisnu Dwi Prasetyo 21. THE FARMER (SOKOGURU) Sutradara. Eko Fitri Yulyanto Produser. Sugito 22. THE LONGHOUSE OF APAI INDAI Sutradara. Pawali Jihad Produser. Haris Supiandi 23. WOMEN WHO LIVED IN AVIARY Sutradara. Ivan Tobias Soerjanto Produser. Tesalonika Geralda 24. XABI: SEBUAH PETUALANGAN FANTASMAGORIA Sutradara. Nosa Normanda Produser. Nosa Normanda 25. YK48 Sutradara. Riezky Andhika Pradana Produser. Rifqi Mansur Maya Kritik Film Rekomendasi Asosiasi Pengkaji Film Indonesia (KAFEIN) PERWAKILAN ASOSIASI PENGKAJI FILM INDONESIA (KAFEIN) DEBBY DWI ELSHA, DYAH AYU WIWID SINTOWOKO, HARIYADI, HERI PURWOKO, I.G.A.K. SATRYA WIBAWA 1. ANALISIS GEMBEL KENAPA FILM KERAMAT TERAMAT KERAMAT? DAN JURUS AMPUH BIKIN FILM HOROR FOUND FOOTAGE Kreator. Cine Crib Media Rilis. YouTube/CineCrib 2. BEFORE, NOW & THEN (NANA): BERTAHAN KARENA MIMPI, BERMIMPI KARENA TAHAN Penulis. Raksa Santana Media Rilis. Cinema Poetica 3. DARASSINEMA #2: BIOPIC SRIMULAT BERGAYA SRIMULATISM Kreator. Ekky Imanjaya Media Rilis. YouTube/binusfilm 4. DUA PEMBACAAN ATAS JALAN HIDUP NANA Penulis. Arie Saptaji Media Rilis. YTPrayeh.com/ariesaptaji TAHAP REKOMENDASI KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 51 52 5. GANJARAN DARI PARA PENCURI Penulis. Riana A. Ibrahim Media Rilis. Kompas 6. IRONI TRADISIONALISME MENCURI RADEN SALEH YANG TAMPAK BEGITU MODERN Penulis. Deda Ibrahim Media Rilis. nongkrong.co 7. MELIHAT YANG TAK TERLIHAT DAN MENDENGAR YANG TAK TERDENGAR DARI TUBUH YUNI Penulis. Aprillia Ramadhina Media Rilis. apriltupai.com 8. ‘NGERI-NGERI SEDAP’ DAN FILM BATAK YANG BERUSAHA LEPAS DARI JAKARTASENTRIS Penulis. Aulia Adam Media Rilis. magdalene.co 9. NOKTAH MERAH PERKAWINAN (2022): MANUSIA DALAM LAYAR LEBAR Penulis. Runi Arumndari Media Rilis. medium.com/ @msgretagarbo 10. PENGABDI SETAN 2: COMMUNION, SEBUAH TRIBUTE HOROR UNTUK HOROR? Penulis. Himawan Pratista Media Rilis. montasefilm.com 11. PENYALIN CAHAYA: KETIKA TUBUH DILUKIS DALAM EKOSISTEM DIGITAL Penulis. Dimas Ramadhiansyah Media Rilis. astronet-info.blogspot.com 12. PEREMPUAN SEBAGAI ILUSI: POLITIK SEKSUAL FILM LOVE FOR SALE Kreator. Erina Adeline Tandian Media Rilis. YouTube/ErinaAdeline 13. REPRESENTASI FEMINISIME PADA TOKOH UTAMA FILM PENYALIN CAHAYA Penulis. Deni Septian Media Rilis. instagram.com/baroe_ 14. WAHANA HANTU PASAR MALAM SEKUEL PENGABDI SETAN Penulis. Dwiki Aprinaldi Media Rilis. JawaPos.com 15. YUNI (2021): BAKAL RABI Penulis. Nimas Safira Widhiasti Wibowo Media Rilis. slankordnamnim.blogspot.com Proses Penjurian tahap Nominasi tahun 2022 mengalami penyempurnaan pada kategori Film Cerita Panjang. Juri Nominasi untuk kategori Film Cerita Panjang berasal dari anggota Akademi Citra FFI 2022, sedangkan untuk kategori Film Non Cerita Panjang dan Kritik Film berasal dari perwakilan masing-masing asosiasi profesi perfilman Indonesia terkait (COFFIE, AINAKI, ADN, dan KAFEIN), yang menilai dan menentukan nominasi film atau kritik film. TAHAP REKOMENDASI KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 51 52 5. GANJARAN DARI PARA PENCURI Penulis. Riana A. Ibrahim Media Rilis. Kompas 6. IRONI TRADISIONALISME MENCURI RADEN SALEH YANG TAMPAK BEGITU MODERN Penulis. Deda Ibrahim Media Rilis. nongkrong.co 7. MELIHAT YANG TAK TERLIHAT DAN MENDENGAR YANG TAK TERDENGAR DARI TUBUH YUNI Penulis. Aprillia Ramadhina Media Rilis. apriltupai.com 8. ‘NGERI-NGERI SEDAP’ DAN FILM BATAK YANG BERUSAHA LEPAS DARI JAKARTASENTRIS Penulis. Aulia Adam Media Rilis. magdalene.co 9. NOKTAH MERAH PERKAWINAN (2022): MANUSIA DALAM LAYAR LEBAR Penulis. Runi Arumndari Media Rilis. medium.com/ @msgretagarbo 10. PENGABDI SETAN 2: COMMUNION, SEBUAH TRIBUTE HOROR UNTUK HOROR? Penulis. Himawan Pratista Media Rilis. montasefilm.com 11. PENYALIN CAHAYA: KETIKA TUBUH DILUKIS DALAM EKOSISTEM DIGITAL Penulis. Dimas Ramadhiansyah Media Rilis. astronet-info.blogspot.com 12. PEREMPUAN SEBAGAI ILUSI: POLITIK SEKSUAL FILM LOVE FOR SALE Kreator. Erina Adeline Tandian Media Rilis. YouTube/ErinaAdeline 13. REPRESENTASI FEMINISIME PADA TOKOH UTAMA FILM PENYALIN CAHAYA Penulis. Deni Septian Media Rilis. instagram.com/baroe_ 14. WAHANA HANTU PASAR MALAM SEKUEL PENGABDI SETAN Penulis. Dwiki Aprinaldi Media Rilis. JawaPos.com 15. YUNI (2021): BAKAL RABI Penulis. Nimas Safira Widhiasti Wibowo Media Rilis. slankordnamnim.blogspot.com Proses Penjurian tahap Nominasi tahun 2022 mengalami penyempurnaan pada kategori Film Cerita Panjang. Juri Nominasi untuk kategori Film Cerita Panjang berasal dari anggota Akademi Citra FFI 2022, sedangkan untuk kategori Film Non Cerita Panjang dan Kritik Film berasal dari perwakilan masing-masing asosiasi profesi perfilman Indonesia terkait (COFFIE, AINAKI, ADN, dan KAFEIN), yang menilai dan menentukan nominasi film atau kritik film. TAHAP REKOMENDASI KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 53 54 Kategori Film Cerita Panjang Akademi Citra FFI 2022 Terima kasih dan apresiasi tertinggi kepada seluruh anggota Akademi Citra FFI 2022 atas dedikasi dan partisipasinya sebagai Juri Nominasi Festival Film Indonesia 2022. Anggota Akademi Citra FFI adalah para peraih Piala Citra minimal 1 (satu) kali, masih terlibat aktif dalam produksi dan kegiatan perfilman hingga saat ini, serta diutamakan yang sudah terdaftar pada salah satu asosiasi profesi perfilman. Anggota Akademi Citra FFI berperan dalam menentukan Nominasi sesuai kategori yang pernah diraih. Kategori Film Non Cerita Panjang Film Cerita Pendek COORDINATION FOR FILM FESTIVAL IN INDONESIA (COFFIE) Ayu Diah Cempaka Penulis dan programer festival film. Ia menjadi programer di Festival Film Dokumenter (FFD) Yogyakarta (2015-2019), Balinale – Bali International Film Festival 2022, dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2022. Ia juga menjadi juri untuk beberapa festival film, seperti Jogja NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2017, Festival Film Indonesia (FFI) 2018, Denpasar Film Festival 2018-2019, dan Malang Film Festival 2019. Ulasan filmnya dimuat di Cinema Poetica, Film Criticism Collective – Yamagata International Film Festival, Goethe Institut Indonesien, Jurnal Ruang, Bali Post, dan Balebengong. Pada tahun 2016, Ayu menjadi salah satu inisiator Cinecoda, kelompok pemutaran dan diskusi film di Denpasar, Bali. Nauval Yazid Menamatkan pendidikan sarjana di National University of Singapore pada tahun 2002. Ia mulai bekerja di bidang film sebagai publicity officer untuk Jakarta International Film Festival pada tahun 2006 hingga akhirnya menjadi ko-direktur pada tahun 2010. Ia bergabung dengan divisi distribusi dan pemasaran Salto Film pada tahun 2011, dan bersama Ade Kusumaningrum dan Michael Ratnadwijanti mendirikan Median Publicist pada tahun 2012, salah satu dari sedikit perusahaan yang fokus pada publisitas dan promosi rilis film di Indonesia. Ia pernah menjadi direktur program XXI Short Film Festival (2012-2016) dan juri Festival Film Indonesia (FFI) kategori Film Cerita Pendek (2014-2015). Saat ini, ia bekerja sebagai ko-direktur festival film internasional terlama di Indonesia, Europe on Screen. TAHAP NOMINASI KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 Gorivana Ageza Mahasiswa pascasarjana di Fakultas Filsafat Universitas Parahyangan. Sebelumnya, ia menyelesaikan pendidikan sarjana di kampus yang sama dan pascasarjana di program studi Kajian Budaya Universitas Padjajaran. Saat menempuh pendidikan S1, ia menjadi bagian dari Sinesofia, kelompok diskusi film di Fakultas Filsafat. Setelah lulus, ia bersama sejumlah teman mendirikan Bahasinema, sebuah komunitas yang berfokus pada pemutaran dan kajian film, pada tahun 2015. Ia juga terlibat dalam mengelola laman situs bahasinema.com. Ia menjadi salah satu programer Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) mulai tahun 2019 dan menjadi juri nominasi Festival Film Indonesia (FFI) untuk kategori Film Cerita Pendek pada tahun 2021.
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 55 56 Film Dokumenter ASOSIASI DOKUMENTERIS NUSANTARA (AINAKI) Firdausy SSaat ini, ia masih aktif sebagai pembuat film dokumenter dan pengajar di Jurusan Film, Universitas Binus. Gerzon R. Ayawaila Dosen Film Dokumenter dan Etno Dokumenter di Institut Kesenian Jakarta. Ia membuat sejumlah karya Dokumenter dan Etno Dokumenter, serta menyelesaikan studi doktoralnya di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Onny Kresnawan Lahir di Medan pada pada tanggal 7 Januari 1968. Ia seorang sutradara film dokumenter dan saat ini menjadi Ketua Asosiasi Dokumenteris Nusantara (ADN) Korda Medan. Film Animasi ASOSIASI INDUSTRI ANIMASI INDONESIA (AINAKI) Deddy Syamsuddin Dosen dan animator. Kandidat doktor di Universitas Sains Malaysia (USM) dan seniman grafika komputer profesional untuk pengerjaan iklan animasi. Ehwan Kurniawan Deputi Kolaborasi Asosiasi Industri Animasi Indonesia (2018-2022). Ia pernah terlibat dalam Tim Penyusun Kajian Data Industri Animasi AinakiKemenparekraf 2021 dan menjadi Ketua Event Animasi, Animakini 2017-2020. Saat ini, ia masih aktif sebagai pengajar dan pengkaji animasi di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Kesenian Jakarta. Yudhatama Fajar Nugroho Salah satu pendiri Manimonki Studio. Saat ini, ia masih aktif sebagai Direktur Kreatif Manimonki Studio. TAHAP NOMINASI Kategori Kritik Film ASOSIASI PENGKAJI FILM INDONESIA (KAFEIN) Debby Dwi Elsha Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Ia menyelesaikan studi S1 Ilmu Komunikasi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan S2 Ilmu Komunikasi di Universitas Gadjah Mada. Ia juga berpengalaman memproduksi film dan menulis kritik film bersama komunitas film independen. Heri Purwoko Menyelesaikan studi film S1 di Institut Kesenian Jakarta dan S2 di Universitas Indonesia. Memulai karier sebagai perencana program dan kreatif di TV7. Selanjutnya, ia bekerja sebagai penulis dan manajer di majalah cetak dan daring, serta periklanan. Saat ini, ia aktif sebagai dosen di kampus swasta di Jakarta, manajer di perusahaan media yang bertanggung jawab atas citra visual di produk komersial, juga terlibat dalam penciptaan seni teater dan film. Dyah Ayu Wiwid Sintowoko Dosen dan akademisi profesional Kajian Film di Program Studi Seni Rupa, Universitas Telkom sejak tahun 2020 hingga saat ini. Bidang keahliannya adalah film, televisi, media massa, dan komunikasi interkultural. I.G.A.K. Satrya Wibawa Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP, Universitas Airlangga dan Direktur Pusat Studi Industri Kreatif, Sekolah Pasca Sarjana Universitas Airlangga. Saat ini, ia sedang mengemban tugas sebagai Atase Pendidikan & Kebudayaan KBRI Singapura. Hariyadi Dosen di Jurusan Sosiologi FISIP, Universitas Jenderal Soedirman. Ia pernah menulis tentang film Islam Indonesia dan sekarang sedang meneliti tentang konstruksi perempuan dalam filmfilm horor kontemporer Indonesia. Pada tahun 2021, ia menjadi Juri Akhir kategori Kritik Film Festival Film Indonesia. KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 57 58 Nominasi Film Cerita Panjang Terbaik 1. AUTOBIOGRAPHY Produksi. KawanKawan Media Produser. Yulia Evina Bhara 2. BEFORE, NOW & THEN (NANA) Produksi. Fourcolours Films & Titimangsa Foundation Produser. Ifa Isfansyah & Gita Fara 3. MENCURI RADEN SALEH Produksi. Visinema Pictures Produser. Cristian Imanuell 4. NGERI-NGERI SEDAP Produksi. Imajinari Produser. Dipa Andika 5. SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS Produksi. Palari Films Produser. Meiske Taurisia & Muhammad Zaidy Nominasi Sutradara Terbaik Nominasi Penulis Skenario Asli terbaik 1. ANGGA DWIMAS SASONGKO | MENCURI RADEN SALEH 2. BENE DION RAJAGUKGUK | NGERINGERI SEDAP 3. EDWIN | SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS 4. KAMILA ANDINI | BEFORE, NOW & THEN (NANA) 5. MAKBUL MUBARAK | AUTOBIOGRAPHY 1. BENE DION RAJAGUKGUK | NGERINGERI SEDAP 2. GINA S. NOER | CINTA PERTAMA, KEDUA & KETIGA 3. HUSEIN M. ATMODJO & ANGGA DWIMAS SASONGKO | MENCURI RADEN SALEH 4. MAKBUL MUBARAK | AUTOBIOGRAPHY 5. RAHABI MANDRA & ALDO SWASTIA | KADET 1947 Nominasi Penghargaan Piala Citra TAHAP NOMINASI Nominasi Pengarah Sinematografi Terbaik 1. BAGOES TRESNA ADJI | MENCURI RADEN SALEH 2. BATARA GOEMPAR, I.C.S. | BEFORE, NOW & THEN (NANA) 3. BATARA GOEMPAR, I.C.S. | KADET 1947 4. JAISAL TANJUNG, I.C.S. | PENGABDI SETAN 2: COMMUNION 5. MUHAMMAD FIRDAUS, I.C.S | LOSMEN BU BROTO Nominasi Penulis Skenario Adaptasi Terbaik 1. ALIM SUDIO | LOSMEN BU BROTO 2. ALIM SUDIO | MIRACLE IN CELL NO. 7 3. EDWIN & EKA KURNIAWAN | SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS 4. KAMILA ANDINI & AHDA IMRAN | BEFORE, NOW & THEN (NANA) 5. TITIEN WATTIMENA & SABRINA ROCHELLE KALANGIE | NOKTAH MERAH PERKAWINAN Nominasi Pengarah Artistik Terbaik Nominasi Penata Efek Visual Terbaik Nominasi Penyunting Gambar Terbaik 1. ALLAN SEBASTIAN | PENGABDI SETAN 2: COMMUNION 2. EROS EFLIN | SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS 3. FRANS X.R. PAAT | KADET 1947 4. VIDA SYLVIA | BEFORE, NOW & THEN (NANA) 5. YUSUF KAISUKU | MENCURI RADEN SALEH 1. ABBY ELDIPIE | PENGABDI SETAN 2: COMMUNION 2. AFTER LAB | MENCURI RADEN SALEH 3. HARRIS REGGY | KKN DI DESA PENARI 4. LUMINE STUDIO | SATRIA DEWA: GATOTKACA 5. SATRYA MAHARDHIKA | KADET 1947 1. AKHMAD FESDI ANGGORO | BEFORE, NOW & THEN (NANA) 2. DINDA AMANDA | PENGABDI SETAN 2: COMMUNION 3. HENDRA ADHI SUSANTO | MENCURI RADEN SALEH 4. SENTOT SAHID | MIRACLE IN CELL NO. 7 5. WAWAN I. WIBOWO | INANG KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 57 58
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 59 60 Nominasi Penata Musik Terbaik 1. ABEL HURAY | MENCURI RADEN SALEH 2. AGHI NAROTTAMA, BEMBY GUSTI & TONY MERLE | PENGABDI SETAN 2: COMMUNION 3. DAVE LUMENTA | SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS 4. RICKY LIONARDI | BEFORE, NOW & THEN (NANA) 5. VIKY SIANIPAR INC. | NGERI-NGERI SEDAP Nominasi Penata Suara Terbaik 1. AUFA R. ARIAPUTRA & SATRIO BUDIONO | MENCURI RADEN SALEH 2. L.H. AIM ADINEGARA & HADRIANUS EKO | AUTOBIOGRAPHY 3. MOHAMAD IKHSAN & ANHAR MOHA | PENGABDI SETAN 2: COMMUNION 4. SATRIO BUDIONO & JANTRA SURYAMAN | KADET 1947 5. WAHYU TRI PURNOMO & SYAF FADRULSYAH | MIRACLE IN CELL NO. 7 Nominasi Pencipta Lagu Tema Terbaik 1. ANANDA BADUDU, DAVE LUMENTA & RUBINA Lagu. Bangun, Bajingan Penyanyi. Ananda Badudu & Rubina Film. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas 2. ANDI RIANTO & MONTY TIWA Lagu. Melangkah Penyanyi. Sissy Prescillia & Vanesha Prescilla Film. Backstage 3. MAUDY AYUNDA Lagu. Semakin Jauh Penyanyi. Maudy Ayunda & Danilla Riyadi Film. Losmen Bu Broto 4. MIKHA ANGELO Lagu. Pulang Penyanyi. Maudy Ayunda Film. Losmen Bu Broto 5. SAL PRIADI Lagu. Ambilkan Bintang Penyanyi. Sal Priadi Film. Autobiography TAHAP NOMINASI Nominasi Penata Busana Terbaik 1. ANGELA SURI NASUTION | SRIMULAT: HIL YANG MUSTAHAL - BABAK PERTAMA 2. GEMAILLA GEA GERIANTIANA | KADET 1947 3. GEMAILLA GEA GERIANTIANA | SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS 4. HAGAI PAKAN | LOSMEN BU BROTO 5. RETNO RATIH DAMAYANTI | BEFORE, NOW & THEN (NANA) Nominasi Penata Rias Terbaik 1. CHERRY WIRAWAN | SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS 2. DARWYN TSE | PENGABDI SETAN 2: COMMUNION 3. EBA SHEBA | BEFORE, NOW & THEN (NANA) 4. EBA SHEBA | KADET 1947 5. JERRY OKTAVIANUS | SRIMULAT: HIL YANG MUSTAHAL - BABAK PERTAMA Nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik Nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik 1. BIO ONE | SRIMULAT: HIL YANG MUSTAHAL - BABAK PERTAMA 2. KEVIN ARDILOVA | AUTOBIOGRAPHY 3. MARTHINO LIO | SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS 4. OKA ANTARA | NOKTAH MERAH PERKAWINAN 5. VINO G. BASTIAN | MIRACLE IN CELL NO. 7 1. HAPPY SALMA | BEFORE, NOW & THEN (NANA) 2. LADYA CHERYL | SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS 3. MARSHA TIMOTHY | NOKTAH MERAH PERKAWINAN 4. MAUDY KOESNAEDI | LOSMEN BU BROTO 5. TIKA PANGGABEAN | NGERI-NGERI SEDAP KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 59 60
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 61 62 Nominasi Film Cerita Pendek Terbaik 1. BASIYAT: BATHE MY CORPSE WITH WINE Sutradara. Ahmad Faiz Produser. Imam Syafi’i 2. CULAS Sutradara. Sabrina Rochelle Kalangie Produser. Ridla An-Nuur & Nurita Anandia W. 3. DANCING COLORS Sutradara. M. Reza Fahriyansyah Produser. Said Nurhidayat 4. MEMBICARAKAN KEJUJURAN DIANA Sutradara. Angkasa Ramadhan Produser. Rien Al-Anshari & Linda Ochy 5. PASUKAN SEMUT Sutradara. Haris Supiandi Produser. Loeloe Hendra Komara & Pawadi Jihad 6. THE SCENT OF RAT CARCASSES Sutradara. Dharma Putra Purna Nugraha Produser. Yuh Rohana Meliala Nominasi Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik 1. LAURA BASUKI | BEFORE, NOW & THEN (NANA) 2. MAUDY AYUNDA | LOSMEN BU BROTO 3. PUTRI MARINO | LOSMEN BU BROTO 4. RATU FELISHA | SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS 5. SHEILA DARA | NOKTAH MERAH PERKAWINAN Nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik 1. ARSWENDY BENING SWARA | AUTOBIOGRAPHY 2. ELANG EL GIBRAN | SRIMULAT: HIL YANG MUSTAHAL - BABAK PERTAMA 3. REZA RAHADIAN | SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS 4. RUKMAN ROSADI | INANG 5. SLAMET RAHARDJO DJAROT | CINTA PERTAMA, KEDUA & KETIGA TAHAP NOMINASI Nominasi Film Animasi Pendek Terbaik Nominasi Film Dokumenter Panjang Terbaik 1. BLACKOUT Sutradara. Faiz Azhar Produser. Faiz Azhar 2. DESA TIMUN: BOLA Sutradara. Daud Nugraha Produser. Daud Nugraha 3. JAMBRONG GONDRONG Sutradara. Monica Wijaya Produser. Dermawan Syamsuddin & Tengku Ega Ghassany 4. NUSA ANTARA (THE ARCHIPELAGO) Sutradara. Azalia Muchransyah & Firman Widyasmara Produser. Firman Widyasmara 5. WIRA SANG PENDEKAR CILIK Sutradara. Maulana Layar Nurhakiki Produser. Maulana Layar Nurhakiki 1. ATAS NAMA DAUN Sutradara. Mahatma Putra Produser. Anggita Panji Nayantaka & Dominique Renee Makalew 2. ININNAWA: AN ISLAND CALLING Sutradara. Arfan Sabran Produser. Nick Calpakdjian & Mark Olsen 3. MENCARI IBU Sutradara. Dwiki Marta & Ayomi Amindoni Produser. Dwiki Marta & Ayomi Amindoni 4. RODA-RODA NADA Sutradara. Yuda Kurniawan Produser. Yuda Kurniawan & Misya Latief 5. SEGUDANG WAJAH PARA PENANTANG MASA DEPAN Sutradara. I Gde Mika & Yuki Aditya Produser. Hafiz Rancajale KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 61 62
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 63 64 Nominasi Penghargaan Khusus Kritik Film Terbaik Nominasi Film Dokumenter Pendek Terbaik 1. GIMBAL Sutradara. Sidiq Ariyadi Produser. Irnayani Dina Mahmudah 2. KEMARIN SEMUA BAIK-BAIK SAJA Sutradara. Kurnia Yudha Fitranto Produser. Ratno Hermanto 3. KOESNO, JATI DIRI SOEKARNO Sutradara. Faizal Anwar Produser. Rina Fahlevi 4. LADY ROCKER SYLVIA SAARTJE Sutradara. Subiyanto Produser. Andhika Yudha Pratama 5. MARAMBA Sutradara. Riandhani Yudha Pamungkas Produser. Daris Dzulfikar 6. SINTAS BERLAYAR Sutradara. Firgiawan Produser. Dwi Anggyan 7. TASANEDA SASANDU DALEN PSutradara. Wisnu Dwi Prasetyo Produser. Wisnu Dwi Prasetyo 1. ‘NGERI-NGERI SEDAP’ DAN FILM BATAK YANG BERUSAHA LEPAS DARI JAKARTASENTRIS Penulis. Aulia Adam Media Rilis. magdalene.co 2. ANALISIS GEMBEL KENAPA FILM KERAMAT TERAMAT KERAMAT? DAN JURUS AMPUH BIKIN FILM HOROR FOUND FOOTAGE Kreator. Cine Crib Media Rilis. YouTube/CineCrib 3. PENYALIN CAHAYA: KETIKA TUBUH DILUKIS DALAM EKOSISTEM DIGITAL Penulis. Dimas Ramadhiansyah Media Rilis. astronet-info.blogspot.com 4. PEREMPUAN SEBAGAI ILUSI: POLITIK SEKSUAL FILM LOVE FOR SALE Kreator. Erina Adeline Tandian Media Rilis. Andhika Yudha Pratama 5. YUNI (2021): BAKAL RABI Penulis. Nimas Safira Widhiasti Wibowo Media Rilis. slankordnamnim. blogspot.com TAHAP NOMINASI Dewan Juri Akhir merupakan perwakilan ekosistem perfilman Indonesia dengan beragam latar belakang profesi yang dipilih oleh Komite FFI 2022 berdasarkan masukan dan rekomendasi dari asosiasi dan insan perfilman. KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 63 64
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 63 64 Nominasi Penghargaan Khusus Kritik Film Terbaik Nominasi Film Dokumenter Pendek Terbaik 1. GIMBAL Sutradara. Sidiq Ariyadi Produser. Irnayani Dina Mahmudah 2. KEMARIN SEMUA BAIK-BAIK SAJA Sutradara. Kurnia Yudha Fitranto Produser. Ratno Hermanto 3. KOESNO, JATI DIRI SOEKARNO Sutradara. Faizal Anwar Produser. Rina Fahlevi 4. LADY ROCKER SYLVIA SAARTJE Sutradara. Subiyanto Produser. Andhika Yudha Pratama 5. MARAMBA Sutradara. Riandhani Yudha Pamungkas Produser. Daris Dzulfikar 6. SINTAS BERLAYAR Sutradara. Firgiawan Produser. Dwi Anggyan 7. TASANEDA SASANDU DALEN PSutradara. Wisnu Dwi Prasetyo Produser. Wisnu Dwi Prasetyo 1. ‘NGERI-NGERI SEDAP’ DAN FILM BATAK YANG BERUSAHA LEPAS DARI JAKARTASENTRIS Penulis. Aulia Adam Media Rilis. magdalene.co 2. ANALISIS GEMBEL KENAPA FILM KERAMAT TERAMAT KERAMAT? DAN JURUS AMPUH BIKIN FILM HOROR FOUND FOOTAGE Kreator. Cine Crib Media Rilis. YouTube/CineCrib 3. PENYALIN CAHAYA: KETIKA TUBUH DILUKIS DALAM EKOSISTEM DIGITAL Penulis. Dimas Ramadhiansyah Media Rilis. astronet-info.blogspot.com 4. PEREMPUAN SEBAGAI ILUSI: POLITIK SEKSUAL FILM LOVE FOR SALE Kreator. Erina Adeline Tandian Media Rilis. Andhika Yudha Pratama 5. YUNI (2021): BAKAL RABI Penulis. Nimas Safira Widhiasti Wibowo Media Rilis. slankordnamnim. blogspot.com TAHAP NOMINASI Dewan Juri Akhir merupakan perwakilan ekosistem perfilman Indonesia dengan beragam latar belakang profesi yang dipilih oleh Komite FFI 2022 berdasarkan masukan dan rekomendasi dari asosiasi dan insan perfilman. KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 63 64
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 65 66 Budi Irawanto Christine Hakim Dolorosa Sinaga Kategori Film Cerita Panjang Pengajar di Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Program Studi Kajian Budaya dan Media, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada. Ia juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Doktor Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana di Universitas yang sama. Sejak 2017, ia berkhidmat sebagai presiden Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), serta beberapa kali ditunjuk sebagai presiden juri dan anggota juri di sejumlah festival film internasional di Jerman, Korea Selatan, dan Filipina. Hingga saat ini, ia telah terlibat di lebih dari 50 film, baik sebagai pemain maupun produser. Sepanjang kariernya, ia telah mendapatkan 15 nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia, dan memenangkan sepuluh di antaranya. Ia juga mendapat Asia Pacific Producer Association Screen Award (2010) dan beragam penghargaan dari dalam dan luar negeri, termasuk Pengabdian Seumur Hidup Untuk Film dari Festival Film Indonesia 2016, Satyalencana Wira Karya (1999) dan Bintang Budaya Parama Dharma (2003) dari Pemerintah RI, penghargaan dari Pemerintah Perancis (1993 dan 2003), dan penghargaan dari Pemerintah Jepang (2015). Sejak tahun 1985, ia telah terlibat sebagai juri di 15 festival film internasional, termasuk 55th Cannes International Film Festival 2002, dan empat di antaranya sebagai President of the Jury untuk South East Asia Biennale Film Festival di Cambodia (1996), Busan International Film Festival di Korea Selatan (1999), Osian’s Cinefan International Film Festival of Asian and Arab Cinema di India (2008), dan Malaysia International Film Festival (2022). Menyelesaikan pendidikan Seni Rupa (seni patung) di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan St. Martin’s School of Art, London, Inggris. Mengikuti pendidikan singkat di Amerika tentang pengecoran perunggu dan proses pewarnaan kimiawi, teknik cetak Lifesize dan pembesaran model, serta pendidikan pendek di bidang manajemen seni dan sistem jaringan kerja pemberdayaan masyarakat. Ia telah banyak melakukan pameran tunggal, menjadi kurator, pembicara, dan juri di berbagai kegiatan seni rupa, film, teater, dan arsitektur serta menerima penghargaan, di antaranya penghargaan dari Menteri Urusan Peranan Wanita RI, UNESCO, Great Britain Council, dan Program Australian Today in Indonesia. Ia pernah menjadi Dekan dan Ketua Senat Fakultas Seni Rupa IKJ. Saat ini masih aktif sebagai pengajar mata kuliah Persiapan Tugas Akhir dan Aktivisme Seni, serta menjadi fasilitator International Art Leadership Program, Australia (2021), anggota Akademi Jakarta periode 2022-2025, dan anggota International Sculpture Conference. TAHAP PEMENANG Nur Hidayat (Monod) Edwin Nazir Iswadi Pratama Menulis puisi, cerpen, naskah drama, kolom, kajian teater, dan artikel mengenai masalah-masalah sosial, budaya, dan politik di beberapa media massa lokal dan nasional, di antaranya Lampung Post, Koran Tempo, Kompas, Media Indonesia, Harian Merdeka, Jurnal Sastra, dan Jurnal Kalam. Puisi dan cerita pendeknya telah diterbitkan dalam beberapa buku antologi. Naskah dramanya, Nostalgia Sebuah Kota, meraih GKJ Award pada Festival Teater Alternatif Indonesia 2003 untuk kategori Naskah Terbaik Pertama, serta telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Jerman. Selain itu, ia aktif sebagai aktor dan sutradara di Teater Satu Lampung sejak tahun 1996. Ia juga mengajar kelas akting dan menyutradarai lakon-lakon kolaborasi internasional dan nasional yang dipentaskan di dalam dan luar negeri. Ia pernah terpilih sebagai salah satu sutradara penampil di Asian Theatre Directors Festival, Toyama, Jepang pada tahun 2016. Pertama kali terlibat di industri film sebagai asisten pengarah sinematografi dalam film Kasmaran (1987), lalu film Kantata Takwa (2008) yang pembuatannya dimulai pada tahun 1990. Ia kemudian mulai aktif sebagai pengarah sinematografi dalam film Bulan Tertusuk Ilalang (1995) dan mendapat nominasi kategori Fotografi Terbaik di Festival Film Asia Pasifik 1995. Ia memenangkan satu Piala Citra kategori Pengarah Sinematografi Terbaik pada Festival Film Indonesia 2014 lewat film Sebelum Pagi Terulang Kembali (2014). Hingga saat ini, ia telah terlibat di 20 film cerita panjang. Ia juga menggarap film dokumenter dan iklan, serta aktif mengajar dan memberi pelatihan di beberapa institusi dan komunitas film. Memulai kariernya di bidang televisi dan multimedia dengan bekerja untuk RCTI, stasiun TV swasta terbesar di Indonesia, dan Astro, perusahaan TV kabel global. Selama kariernya di industri pertelevisian, ia telah memproduksi film-film dokumenter pemenang penghargaan. Pada tahun 2012, ia mendirikan Angka Fortuna Sinema, sebuah perusahaan produksi yang berfokus pada film dan iklan TV. Film debutnya, 9 Summers 10 Autumns memenangkan beberapa penghargaan di festival nasional. Filmfilm lainnya, Dreadout (2019), film Indonesia pertama berdasarkan video game, dan The Science of Fictions (2019), yang mendapat Special Mention di kompetisi utama Festival Film Locarno 2019. Ia pernah menjadi salah satu komisioner Badan Perfilman Indonesia (BPI) (2014-2017) dan saat ini masih aktif sebagai ketua Asosiasi Film Produser Film Indonesia (APROFI) (2019-2022 & 2022-2025). KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 65 66
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 67 68 Prima Rusdi Skenario pertamanya Eliana, Eliana (2002), ditulisnya bersama Riri Riza meraih Piala Citra pada Festival Film Indonesia (FFI) 2004. Ia ikut menulis cerita dan skenario Ada Apa Dengan Cinta? (2001) dan Garasi (2005) yang meraih nominasi di FFI 2006. Bersama Rayya Makarim, ia menulis skenario Banyu Biru (2004). Ia adalah salah satu inisiator 9808 Antologi 10 Tahun Reformasi Indonesia yang diputar perdana di Busan International Film Festival 2008. Dokumenter panjang arahan Dwi Nugraheni yang diproduserinya bersama Dian Herdiany (Kampung Halaman), Between the Devil and the Deep Blue Sea meraih nominasi di FFI 2020. Skenario Yuni yang ditulisnya bersama Kamila Andini meraih nominasi pada FFI 2021. Hingga 2022, ia meraih empat nominasi FFI dan memperoleh satu penghargaan Piala Citra. Ia menulis skenario film pendek peraih Jury Prize for Best Short Film Sundance Film Festival Asia 2022, Evakuasi Mama Emola (sutradara Anggun Priambodo). Yosep Anggi Noen Sutradara, penulis, editor, dan pengajar. Ia mulai membuat film saat masih di sekolah menengah. Ia kemudian bergabung dengan kolektif film lokal Limaenam Films di Yogyakarta dan terlibat aktif di Jogja-NETPAC Asian Film Festival. Ia memulai debut penyutradaraannya dengan merilis film panjang perdananya, Vakansi yang Janggal & Penyakit Lainnya, di Locarno Film Festival pada 2012. Film keduanya, Istirahatlah Kata-Kata (2015), mendapat dua nominasi untuk kategori Sutradara Terbaik dan Penulis Skenario Asli Terbaik pada FFI 2016. Hiruk-Pikuk si Al-Kisah (2019) mendapat sepuluh nominasi Piala Citra pada FFI 2020, termasuk untuk kategori Sutradara Terbaik, dan memenangkan satu Piala Citra untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik atas nama Gunawan Maryanto. Selain itu, ia juga telah mendapatkan beragam nominasi dan penghargaan dari festival-festival di dalam dan luar negeri. Thoersi Argeswara Salah satu penata musik yang paling aktif di Indonesia sejak tahun 1997. Ia telah melakukan banyak pekerjaan menggarap musik untuk film cerita panjang, film dokumenter, film dan serial televisi, dan iklan TV dengan banyak rumah produksi. Ia adalah salah satu pendiri IMPAct, sebuah asosiasi pekerja film yang mengkhususkan diri pada musik audio dan film, yang didirikan pada tahun 2013. Pada tahun 2004, ia mendapat nominasi Musik Terbaik di Festival Film Asia Pasifik lewat fllm Pasir Berbisik (2001) yang disutradarai Nan Achnas. Ia juga telah mendapatkan 16 nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia dan memenangkan tiga di antaranya, lewat film Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010), The Mirror Never Lies (2011), dan Tanah Surga…. Katanya (2012). TAHAP PEMENANG Kategori Film Cerita Pendek Edo Wulia Lulu Ratna Mandy Marahimin Seniman dengan latar belakang beragam. Berpengalaman profesional sebagai musisi/perkusi, penata suara, seniman visual, dan desainer. Ia besar di Bali dengan musik dan seni menjadi bagian integral dari kehidupan keluarganya. Ia mendalami pendidikan formal Seni Grafis di ISI Yogyakarta, Drum & Perkusi di Percussion Institute of Technology di Los Angeles dan menyelesaikan training Pre-press & Visual Design di Cambridge College, Melbourne. Ia telah bekerja dengan festival film pendek Minikino sejak tahun 2003. Ia mulai menjabat sebagai direktur organisasi pada tahun 2014 dan direktur festival Minikino Film Week pada tahun 2016. Pada tahun 2019, sebagai co-founder, ia mendirikan MASH Denpasar, sebuah Art House Cinema dan fasilitas residensi seniman di Denpasar. Sri Ratna Setiawati, atau dikenal sebagai Lulu Ratna, lahir dan tinggal di Jakarta. Lulusan Antropologi, Universitas Indonesia (1997) dan Sekolah Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta (2020) ini, pernah bekerja dan menjadi juri di beberapa festival film di dalam dan luar Indonesia. Aktif dalam Organisasi Boemboe (https://boemboe.org/) sejak tahun 2003 dan Coordination for Film Festival in Indonesia (https://coffie.id/) sejak tahun 2012. Anggota Asosiasi Pengkaji Film Indonesia (https://kafein.or.id/) ini, sekarang mengajar di Program Studi Film, Universitas Multimedia Nusantara Tangerang. Sejak tahun 2021, ia menjadi salah satu Program Advisor IDFA (International Documentary Film Festival Amsterdam). Memulai perjalanannya di industri film dengan menjadi publisis untuk film Ada Apa dengan Cinta? Sejak itu, ia telah bekerja sebagai produser lini dan produser sebelum memutuskan untuk mendirikan rumah produksinya sendiri di tahun 2013, yang bernama Talamedia. Ia pernah terpilih mengikuti Rotterdam Lab, sebuah program pengembangan produser film di International Film Festival, dan Berlinale Talents di Berlinale International Film Festival. Saat ini, ia sedang menyelesaikan sebuah dokumenter panjang berjudul One Big Sumba Family dan menyiapkan sebuah film fiksi panjang berjudul Crocodile Tears. Film pendek terakhir yang ia produseri, Laut Memanggilku, memenangkan penghargaan Best Short Film Asia (Sonje Award) dari Busan International Film Festival, dan Film Pendek Terbaik FFI 2021. KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 67 68
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 69 70 TAHAP FILM PEMENANG Bony Wirasmono Chandra S. Endroputro Kemal Hassan Kategori Film Animasi Memulai kariernya di bidang animasi pada sebuah studio animasi di Batam sebagai character animator dan layout artist, kemudian kariernya berlanjut di Malaysia dan Singapura. Ia menyutradarai film dan series animasi Nussa. Selain sebagai sutradara, saat ini ia berperan sebagai Chief Creative Officer di studio animasi Little Giantz, dan dipercaya untuk membuat konsep cerita dan pengembangan IP. Senior di industri film dan animasi Indonesia. Ia terjun ke dunia audio visual sejak 1990-an. Pada tahun 1996, ia memperoleh piala video untuk program TV ‘AikonTV’ kategori Dokumenter. Pada tahun 2003, ia membuat Janus Prajurit Terakhir, film kombinasi dengan live-shot pertama di Indonesia. Ia memperoleh Panasonic Award untuk serial animasi Didi Tikus pada tahun 2010 dan Piala Citra untuk kategori Film Animasi Pendek Terbaik lewat film Petualangan Garuda Cilik pada FFI 2015. Pada tahun 2016, ia membuat serial animasi Petualangan Si Unyil. Ia menjabat sebagai direktur studio animasi BASE Bali pada 2016-2019 dan direktur studio animasi Temotion (Tempo Animation) sejak tahun 2019 hingga sekarang. TAHAP PEMENANG Erlan Basri Fanny Chotimah I.G.P. Wiranegara Kategori Film Dokumenter Menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Dokumenteris Nusantara. Sejak era Reformasi hingga sekarang, ia aktif membuat film dokumenter. Saat ini, ia mengajar di Fakultas Film dan Televisi, Institut Kesenian Jakarta (FFTV-IKJ). Pembuat film yang berdomisili di Solo. Film dokumenter panjang debut pertamanya sebagai sutradara, You and I (2020), meraih penghargaan Piala Citra dan Piala Maya sebagai Film Dokumenter Panjang Terbaik, juga penghargaan Asian Perspective di DMZ International Film Festival Korea dan Next: Wave Award di CPH:DOX Copenhagen, Denmark. Saat ini, ia bergiat di komunitas film Kembang Gula dan banyak terlibat menjadi juri di beberapa lomba film dan festival film dalam negeri. KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 69 70 Telah 30 tahun bekerja di industri audio visual sebagai pekerja kreatif dan juga sebagai dosen. Film pendek terakhir yang ia produseri, Ahasveros, memenangkan Piala Citra untuk kategori Film Animasi Pendek Terbaik Festival Film Indonesia 2021. Menyelesaikan Diploma-3 sebagai videografer pada tahun 2002, dan jenjang sarjana sebagai sutradara film dokumenter pada tahun 2004. Sambil mengajar di FFTV-IKJ, ia menyelesaikan program Magister Seni, Pascasarjana, IKJ pada tahun 2011, dan mendapatkan gelar doktoral dari Pascasarjana, Institut Seni Indonesia, Surakarta pada tahun 2019. Film tugas akhirnya, Paku Buwono XII, Berjuang Untuk Sebuah Eksistensi (2004), berhasil meraih Piala Citra kategori Film Dokumenter Terbaik Festival Film Indonesia 2005. Beberapa karya filmnya yang lain adalah Menyemai Terang dalam Kelam (2006), Meniti Buih Gelombang Tsunami (2006), Tumbuh Dalam Badai (2008), MPR Dari Masa Ke Masa (2008), Bali Menantang Masa Depan (2010), Nani Wartabone, Patriot Pejuang Kemerdekaan (2011), dan Paku Buwono XII, Sunan Amardika (2019).
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 71 72 Dewan Pengabdian Seumur Hidup untuk Film Budiyati Abiyoga Jajang C. Noer Widyawati Kariernya di industri perfilman dimulai dengan mendirikan PT Prasidi Teta Film pada tahun 1973 dan memproduksi film pertamanya, Hati Yang Perawan (1984), yang disutradarai oleh Chaerul Umam. Film-film berikutnya yang ia produksi meraih nominasi dan penghargaan dari festival-festival di dalam dan luar negeri, seperti Festival Film Asia Pasifik, Festival Film Internasional Berlin, dan Festival Film Internasional Tokyo. Film Naga Bonar (1986) dan film debut sutradara Garin Nugroho yang ia produseri, Cinta Dalam Sepotong Roti (1990), meraih Piala Citra kategori Film Terbaik Festival Film Indonesia. Ia pernah diangkat menjadi anggota dan ketua Komisi A Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N) untuk masa jabatan 1995-1998. Ia pernah mendapat penghargaan Djamaluddin Malik dari BP2N pada tahun 1997 untuk prestasinya sebagai produser dan penghargaan Pengabdian Seumur Hidup Untuk Film dari Festival Film Indonesia pada tahun 2017. Mulai menekuni dunia peran ketika bergabung di Teater Kecil pimpinan suaminya, Arifin C. Noer, pada tahun 1972. Ia kemudian ditugaskan sebagai pencatat skrip ketika Arifin C. Noer membuat film Suci Sang Primadona (1977). Ia meraih Piala Citra kategori Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik, Festival Film Indonesia 1992 dan 2013, masing-masing lewat perannya di film Bibir Mer (1992) dan Cinta Tapi Beda (2013). Ia juga mendapat lima nominasi, baik untuk kategori Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik maupun Pemeran Utama Perempuan Terbaik. Hingga saat ini, ia telah bermain di lebih dari 80 film. Selain berakting, ia juga menyutradarai serial dan film televisi, antara lain Bukan Perempuan Biasa (1997), Ibu (2001), dan Arisan! The Series (2006). Ia menerima Lifetime Achievement Award dari Indonesian Movie Actors Awards pada tahun 2019 dan Pengabdian Seumur Hidup Untuk Film dari Festival Film Indonesia pada tahun 2021. Memulai kariernya sebagai penyanyi bersama kakak-kakaknya lewat trio Visca pada tahun 1965. Ia kemudian memulai debutnya di dunia peran lewat film Segenggam Tanah Perbatasan (1965) yang diproduseri oleh Suzanna. Saat ini, ia masih aktif di dunia peran dan telah terlibat di lebih dari 70 film. Sepanjang kariernya, ia telah menerima banyak penghargaan dari festival-festival di dalam dan luar negeri, termasuk dua Piala Citra Festival Film Indonesia dari sembilan nominasi. Piala Citra kategori Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik FFI 1977 dimenangkan lewat film Semoga Kau Kembali (1976), sedangkan Piala Citra kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik FFI 1987 dimenangkan lewat film Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat (1987). Ia menerima Lifetime Achievement Award dari Indonesian Movie Actors Awards dan Festival Film Bandung pada tahun 2016, serta Pengabdian Seumur Hidup Untuk Film dari Festival Film Indonesia pada tahun 2018. KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 72 Adrian Jonathan Pasaribu Kukuh Yudha Karnanta Mundi Rahayu Kategori Kritik Film Penulis, peneliti, dan pegiat komunitas film di Cinema Poetica sejak tahun 2010. Saat ini, ia tengah menempuh S2 Film Studies di University of Amsterdam, Belanda. Dosen di Departemen Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga. Peraih Kritik Film Terbaik Festival Film Indonesia 2021. Ia banyak meneliti dan menulis soal film, literasi, dan praktik-praktik komunitas budaya Dosen mata kuliah Cultural Studies dan Literary Studies di UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang sejak tahun 2006. Ia mendapatkan gelar doktoralnya dari Universitas Gadjah Mada dengan disertasi berjudul Representasi Muslim Arab dalam Film-Film Hollywood. TAHAP PEMENANG 71
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 73 74 01. AUTOBIOGRAPHY 02. BEFORE, NOW & THEN (NANA) 03. MENCURI RADEN SALEH 04. NGERI-NGERI SEDAP 05. SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS Nominasi
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 73 74 01. AUTOBIOGRAPHY 02. BEFORE, NOW & THEN (NANA) 03. MENCURI RADEN SALEH 04. NGERI-NGERI SEDAP 05. SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS
KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 75 76 NOMINASI FILM CERITA PANJANG TERBAIK Autobiography Sinopsis / Rakib bekerja menjaga rumah kosong milik seorang pensiunan bernama Purna. Suatu hari, Purna pulang kampung untuk mencalonkan diri menjadi bupati di daerah kampungnya. Rumah yang Rakib jaga kini tidak lagi kosong. Setiap hari, ia menemani Purna ketika melaksanakan sejumlah kegiatan sebagai calon bupati, termasuk berkampanye dan memasang spanduk. Rakib melihat sosok seorang ayah yang ia dambakan dalam diri Purna, hingga sebuah kejadian tak terduga mengubah semua pandangannya tersebut. KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 75 76