The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Ahmad Nurfadilah, 2023-03-06 02:17:13

FINAL FA FFI 2022 - Katalog (01032022)

FINAL FA FFI 2022 - Katalog (01032022)

KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 208 PENATA MUSIK TERBAIK Ricky Lionardi BEFORE, NOW & THEN (NANA) PENCIPTA LAGU TEMA TERBAIK Andi Rianto & Monty Tiwa LAGU: MELANGKAH BACKSTAGE PENATA SUARA TERBAIK Mohamad Ikhsan & Anhar Moha PENGABDI SETAN 2: COMMUNION KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022


209 PENATA BUSANA TERBAIK Gamailla Gea Geriantiana SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS DIWAKILI OLEH MEISKE TAURISIA (PRODUSER) PENATA RIAS TERBAIK Eba Sheba KADET 1947 PEMERAN UTAMA PRIA TERBAIK Marthino Lio SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS 209 PERAIH PIALA CITRA & PENGHARGAAN KHUSUS FFI 2022


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 210 PEMERAN UTAMA PEREMPUAN TERBAIK Ladya Cheryl SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS DIWAKILI OLEH AMI GUMELAR (KELUARGA), MEISKE TAURISIA & MUHAMMAD ZAIDY (PRODUSER) PEMERAN PENDUKUNG PEREMPUAN TERBAIK Putri Marino LOSMEN BU BROTO PEMERAN PENDUKUNG PRIA TERBAIK Slamet Rahardjo Djarot CINTA PERTAMA, KEDUA & KETIGA KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 210


211 FILM CERITA PENDEK TERBAIK Dancing Colors M. REZA FAHRIYANSYAH (SUTRADARA) & SAID NURHIDAYAT (PRODUSER) FILM DOKUMENTER PENDEK TERBAIK Gimbal SIDIQ ARIYADI (SUTRADARA) & SUTRISNO (PEMERAN) FILM DOKUMENTER PANJANG TERBAIK Ininnawa: An Island Calling ARFAN SABRAN (SUTRADARA) & NICK CALPAKDJIAN (PRODUSER) 211 PERAIH PIALA CITRA & PENGHARGAAN KHUSUS FFI 2022


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 212 FILM ANIMASI PENDEK TERBAIK Blackout FAIZ AZHAR (SUTRADARA & PRODUSER) & FABIAN EMILLIO (PENGARAH ARTISTIK & PENYUNTING GAMBAR) PENGABDIAN SEUMUR HIDUP UNTUK FILM Rima Melati DIWAKILI OLEH ADITYA TUMBUAN, HANNEKE TUMBUAN, MARISA TUMBUAN (ANAK & MENANTU) KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 212


213 PENGHARGAAN TANETE PONG MASAK KRITIK FILM TERBAIK FFI 2022 Perempuan Sebagai Ilusi: Politik Seksual Film Love for Sale ERINA ADELINE TANDIAN (KREATOR) PENGHARGAAN RATNA ASMARA FILM PILIHAN PENONTON FFI 2022 Mencuri Raden Saleh CHRISTIAN IMANUELL (PRODUSER) & ANGGA DWIMAS SASONGKO (SUTRADARA) PERAIH PIALA CITRA & PENGHARGAAN KHUSUS FFI 2022 213


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 214 PENGHARGAAN RIMA MELATI AKTRIS PILIHAN PENONTON FFI 2022 Aghniny Haque MENCURI RADEN SALEH PENGHARGAAN BENYAMIN SUEB AKTOR PILIHAN PENONTON FFI 2022 Vino G. Bastian MIRACLE IN CELL NO. 7 PENGHARGAAN KHUSUS DEWAN JURI AKHIR KATEGORI FILM CERITA PENDEK MEMBICARAKAN KEJUJURAN DIANA SUTRADARA: ANGKASA RAMADHAN PRODUSER: RIEN AL-ANSHARI & LINDA OCHY Peraih Penghargaan Khusus Dewan Juri Akhir FFI 2022 KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 214


215 Catatan Dewan Juri Akhir & Dewan Pengabdian Seumur Hidup Untuk Film


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 216


217 CATATAN DEWAN JURI AKHIR & DEWAN PENGABDIAN SEUMUR HIDUP UNTUK FILM Film Indonesia 2022 Menuju Era Emas Film Indonesia Memilih sistem penjurian, bukanlah sekedar mengumpulkan juri, tetapi sistem penjurian merepresentasikan ekosistem film. Dengan kata lain, proses penjurian juga mendukung berjalannya ekosistem film. Oleh karena itu, proses penjurian melibatkan pemangku kepentingan utama perfilman, yang didasari oleh pilihan Asosiasi Profesi Perfilman, Akademi Citra (para insan perfilman yang telah meraih penghargaan dalam sejarah Festival Film Indonesia) dan dipuncaki oleh Dewan Juri Akhir. Pada penentu akhir ini, Dewan Juri Akhir tidak saja beranggotakan para profesional di bidang film, tapi juga pengajar, kritikus hingga budayawan. 217


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 218 KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 Lewat sistem dewan juri, ekosistem demokrasi lewat pertukaran informasi dan dialog dari pakarnya menjadikan metode ini bertumpu pada proses diskusi para ahli hingga menghasilkan pemetaan film Indonesia. Pada aspek lain, FFI 2022 memberi ruang partisipasi Akademi Citra sebagai penentu Nominasi FFI 2022. Inisiatif ini mempunyai tujuan tersendiri, yakni menjaga demokrasi dan pelibatan seluruh unsur FFI dan insan film yang masih aktif berkarya dan berdedikasi, dan juga melakukan pengumpulan data peraih Piala Citra dalam sejarah FFI sebagai ensiklopedia dan bentuk penghormatan kepada para peraih Piala Citra. Kerja ini tentu saja merupakan kerja bertahap yang terus dilakukan bersama Badan Perfilman Indonesia (BPI). Selain itu, kategori film dan aktor-aktris pilihan penonton lewat media sosial menjadikan proses penjurian sebagai bagian yang mendorong pertumbuhan ekosistem perfilman nasional. Pilihan nominasi pada FFI tahun ini telah menunjukkan kekayaan pencapaian serta keragamannya, sebuah peta dinamika tumbuhnya sinema Indonesia. Catatan ini menjadi penting. Pertama, institusi-institusi perfilman bersama FFI mulai menumbuhkan dirinya. Prosedur FFI yang mengajak keterlibatan asosiasi profesi perfilman telah mendorong gerak organisasi dan profesi itu sendiri, termasuk BPI. Kedua, Nominasi FFI merepresentasikan penanda era emas film Indonesia setelah era 2017-2019. Tandatanda era emas ini bisa dilihat pada aspek kuantitas dengan lebih dari 70 film terdaftar di FFI, dan secara kualitas terbukti dengan prestasi-prestasi film Indonesia di festivalfestival bergengsi skala internasional. Aspek lainnya adalah masuknya film-film populer bergenre horor, komedi, dan juga thriller dengan kemampuan menarik pertumbuhan penonton film Indonesia yang diiringi pencapaian teknis yang terus berkembang sehingga mewarnai FFI 2022. Garin Nugroho Ketua Bidang Penjurian FFI 2021-2023 218


219 Film Cerita Panjang FFI 2022 219 CATATAN DEWAN JURI AKHIR & DEWAN PENGABDIAN SEUMUR HIDUP UNTUK FILM Dari 74 film yang mendaftar ke penyelenggara Festival Film Indonesia (FFI) 2022, terpilih enam belas film yang memperebutkan tujuh belas kategori. Keenam belas itu menunjukkan keragaman tematik, genre, dan pendekatan artistiknya. Inilah yang memantik dewan juri untuk menuliskan pembacaan terhadap keenam belas film itu yang barangkali bisa dianggap sebagai gambaran perkembangan sinema Indonesia mutakhir. Ditilik dari sisi genre, horor tampaknya menjadi genre yang masih popular, setidaknya ada tiga, yakni Inang, Pengabdi Setan 2: Communion, KKN di Desa Penari, dalam daftar film yang memperebutkan di antara tujuh belas kategori. Bahkan, film KKN di Desa Penari, menurut catatan situs filmindonesia.or.id, mampu menarik 9.233.847 penonton, sehingga ditabalkan sebagai film Indonesia terlaris hingga kini. Selain itu, bisa dilihat hadirnya genre wiracarita dalam Satria Dewa: Gatotkaca terlepas dari pencapaiannya. Masa dua tahun pandemi COVID-19 agaknya menjadi masa inkubasi bagi sinema Indonesia dalam menemukan kematangannya, sehingga melahirkan karya dengan gagasan yang kuat serta pendekatan artistik yang segar, antara lain film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, Before, Now & Then (Nana), dan Autobiography. Ketiga film ini tampak digarap dengan penuh kesungguhan serta memiliki kualitas produksi yang baik. Pada tataran teknis, ada proses menuju kematangan dalam efek visual seperti dalam film Kadet 1947, Mencuri Raden Saleh, dan Pengabdi Setan 2: Communion. Meski demikian, dewan juri mencatat ada kecenderungan sebagian pembuat film itu tenggelam ke dalam kebagusan bentuk, namun kurang ada pengendapan yang lebih dalam. Begitu pula, kemudahan yang disodorkan oleh teknologi digital acapkali melahirkan kemubaziran dalam bertutur, alih-alih menciptakan naratif yang bernas dan padat. Sementara itu, tampak ikhtiar film Indonesia mengawetkan memori kolektif terhadap kelompok kesenian yang pernah populer di eranya seperti dalam Srimulat: Hil Yang Mustahal Babak Pertama dan tafsir anak muda atas revolusi Indonesia dalam Kadet 1947. Sementara film Autobiography menggambarkan masih berurat akarnya sejarah kekerasan hingga kini, film Before, Now & Then (Nana) menunjukkan ikhtiar perempuan menemukan makna kebebasannya di tengah kemelut politik dan kungkungan sistem yang patriarkal. Begitu pula, sedikit berbeda dengan versi aslinya, film Losmen Bu Broto memberikan fokus pada relasi yang pelik di antara karakter perempuan. Kendati merupakan karya adaptasi, film Miracle in Cell No. 7 mengedepankan persoalan difabel mental dan ikhtiar mencari keadilan. Tema tentang pergulatan di masa tua (termasuk persoalan dimensia) serta keluarga campur diangkat dalam Cinta Pertama, Kedua & Ketiga. Tentu saja, tema tentang disabilitas dan


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 220 KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 kalangan usia lanjut tentu penting dieksplorasi lebih jauh dalam sinema Indonesia mengingat kedua isu tersebut acapkali luput dari perhatian publik maupun pengambil kebijakan. Persoalan adat yang dikontekstualisasi pada masyarakat kontemporer Indonesia bisa dilihat dalam film Ngeri-Ngeri Sedap. Dalam balutan komedi, film ini justru mampu memperbincangkan adat etnis Batak secara terbuka namun mengena yang jauh dari kesan menggurui anak muda yang perlahan mulai terasing dari adatnya. Menilik sukses komersial film ini, Ngeri-Ngeri Sedap sejatinya mengisyaratkan adanya potensi untuk mengolah narasi berlatar kekayaan adat di Indonesia dengan segenap kompleksitasnya ke dalam layar perak. Proses deliberasi juri dilakukan lewat diskusi yang hangat dalam menentukan pemenang tujuh belas kategori. Utamanya, dalam penentuan pemenang kategori film panjang terbaik, sutradara terbaik, penulis skenario asli terbaik terjadi perdebatan yang tajam, namun penuh keakraban. Perdebatan itu mengerucut pada tiga film, yakni Autobiography, Before, Now & Then (Nana), dan Seperti Dendam, Rindu Harus Dendam Harus Dibayar Tuntas. Ini bukanlah hal yang mengejutkan mengingat ketiga film tersebut memborong banyak nominasi dalam berbagai kategori dibandingkan dengan film yang lain. Pada akhirnya, Dewan Juri Akhir memilih Before, Now & Then (Nana) sebagai film terbaik, Edwin sebagai sutradara terbaik, dan Makbul Mubarak sebagai penulis skenario asli terbaik. Film Before, Now & Then (Nana) terpilih menjadi film terbaik karena secara subtil berhasil menggunakan bahasa tubuh dan semua elemen sinematik dalam mengekspresikan perlawanan perempuan di tengah dunia yang serba diam menjadi bahasa tutur personal. Edwin lewat Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas terpilih sebagai sutradara terbaik karena menunjukkan kemampuannya dalam mengorkestrasi pelbagai elemen sinematik menjadi sesuatu yang padu dan utuh serta berhasil meyakinkan penonton untuk memasuki semesta yang diciptakannya. Makbul Mubarak terpilih sebagai penulis cerita asli terbaik lewat Autobiography karena berhasil menyodorkan kisah tentang teror dan ketakutan yang mewarnai sejarah bangsa hingga kini yang sarat dengan kekerasan serta pekat dengan bahasa kekuasaan melalui relasi yang kompleks antara karakter pensiunan tentara dengan remaja putra sebagai asisten rumah tangganya. Penting dicatat, dari keenam belas film yang masuk nominasi, tiga film di antaranya disutradarai oleh perempuan, yakni Kamila Andini (Before, Now & Then (Nana)), Gina S. Noer (Cinta Pertama, Kedua & Ketiga), dan Sabrina Rocehelle Kalangie (Noktah Merah Perkawinan). Di samping itu, di balik kamera ada banyak perempuan terlibat sebagai produser (Yulia Evina Bhara, Gita Fara, Mieske Taurisia), penulis skenario (Titien Wattimena, Sabrina Rochelle Kalangie), penyunting gambar (Dinda Amanda), pengarah artistik (Vida Sylvia), penata busana (Angela Suri Nasution, Retno Ratih Damayanti, Gemailla Gea Geriantiana), penata rias (Eba Sheba), dan penggubah lagu tema (Maudy Ayunda). Ini merupakan perkembangan yang patut diberi garis tebal karena perempuan telah mewarnai semua lini dalam perfilman Indonesia. Pendeknya, perempuan tak lagi menjadi pelengkap atau apendiks dalam sinema mutakhir Indonesia. Demikianlah, FFI 2022 menjadi bukti kiprah penting perempuan dalam jagat sinema Indonesia serta kian terbentangnya kisah-kisah perempuan yang menggugah di mana tonggaknya telah ditancapkan oleh Ratna Asmara tujuh puluh satu tahun silam lewat film Sedap Malam (1951). Budi Irawanto Perwakilan Dewan Juri Akhir FFI 2022—Kategori Film Cerita Panjang Dewan Juri Akhir Kategori Film Cerita Panjang FFI 2022 Budi Irawanto | Christine Hakim | Dolorosa Sinaga | Edwin Nazir | Iswandi Pratama | Nur Hidayat, I.C.S. | Prima Rusdi | Thoersi Argeswara | Yosep Anggi Noen


221 Film Cerita Pendek FFI 2022 Setiap film Nominasi Film Cerita Pendek ini memiliki kekuatan dan kekurangannya masing-masing. Dalam memutuskan pemenangnya, Dewan Juri harus membahas film sesuai selera personal masing- masing sebelum dapat bersepakat menentukan film yang paling memenuhi seluruh Kriteria Penjurian FFI 2022. Basiyat, Bathe My Corpse with Wine Membenturkan Islam dan tradisi dan isu sosial di masyarakat adalah topik hangat untuk media. Namun, ada beberapa ‘sandungan’ yang menghalangi penonton untuk bisa larut menikmati film ini. Hal yang mengganggu adalah konsistensi antara akting teater dan akting film kurang terkontrol. Selain itu, Dewan Juri juga menerima informasi judul versi bahasa Inggris yang dipastikan akan memancing polemik. ‘Wine’ dan arak memiliki perbedaan yang cukup jauh, walaupun sama-sama sebuah minuman yang mengandung alkohol. Sehingga hal ini juga beresiko besar menciptakan salah kaprah tentang kebudayaan dan isu masyarakat yang sedang dicoba untuk diangkat dalam film ini. Culas Film ini memiliki ambisi besar, namun penggarapannya kurang terpadu. Beberapa adegan bisa berjalan dengan manis, namun adegan-adegan lainnya sangat datar. Secara cerita, film ini terasa tipis dan hanya memiliki satu lapisan saja, yang menyebabkannya terkesan flat dan monoton ketika ditonton. Perubahan karakter utama dari seorang perempuan polos, mudah tersentuh, dan percaya, menjadi seseorang yang emosional dan berkata kasar, terasa terlalu mendadak. Pasukan Semut Film ini menggunakan ritme lambat melalui pendekatan akting cukup natural sehingga mengesankan seolah film dokumenter. Hal yang menarik dari film ini adalah tema kriminal akibat desakan ekonomi dengan kesenjangan kondisi sosial di perbatasan antara dua negara cukup jarang diangkat di 221 CATATAN DEWAN JURI AKHIR & DEWAN PENGABDIAN SEUMUR HIDUP UNTUK FILM


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 222 Indonesia. Jika saja penggarapan film ini lebih fokus mengangkat tema dan tidak terjebak dalam pendekatan drama, tentu akan menghasilkan film yang lebih menarik lagi. The Scent of Rat Carcasses Film ini membicarakan mengenai rasa kehilangan dalam bentuk yang berbeda. Dialog-dialog singkat dan adegan-adegan metafor dipergunakan untuk membicarakannya. Keberhasilan film ini adalah membangun suasana rasa kehilangan secara halus melalui bahasa visual. Membicarakan Kejujuran Diana Menonton film pendek ini seperti menikmati sebuah orkestra dialog yang menarik. Karakterkarakternya saling merespon dengan intensif, dan mengantarkan kisah yang menarik dan aktual ini melaju ke penyelesaian ceritanya. Dewan Juri sepakat dan salut untuk pencapaian penulisan skenarionya yang luar biasa. Di sisi lain, akting para aktornya bukanlah elemen yang terlalu menonjol, walaupun ada beberapa aktor profesional yang terlibat. Hal yang menjadi ganjalan adalah editing dan konsistensi kualitas gambar yang kurang berhasil menandingi kematangan skenarionya. Namun, Dewan Juri tetap sepakat bahwa film pendek ini hampir saja menjadi karya terbaik film pendek Indonesia tahun ini. Dancing Colors Sebuah film yang berhasil menampilkan adegan-adegan yang secara artistik berada di atas film lainnya. Adegan-adegannya ditampilkan dengan tata cahaya dan permainan kamera yang baik. Film ini menghibur mata, menghibur akal, nakal, dan berhasil secara kreatif memakai latar kisah praktek eksorsisme Islam. Narasinya masuk dan diakhiri dengan baik, tanpa berpanjang-panjang atau memaksakan pesan-pesan moral. Atas dasar itulah, Dewan Juri sepakat memilih film ini sebagai Film Cerita Pendek Terbaik Festival Film Indonesia 2022. Dewan Juri Akhir Kategori Film Cerita Pendek FFI 2022 Edo Wulia | Lulu Ratna | Mandy Marahimin KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 222


223 Hasil penilaian Dewan Juri Akhir untuk lima karya kategori Film Animasi Pendek hingga terseleksi menjadi satu karya animasi terbaik adalah sebagai berikut: Desa Timun: Bola Mengusung tema permainan dan keceriaan anak-anak merupakan pilihan bijak untuk film pendek ini. Ceritanya pun dibumbui dengan beberapa adegan komedi yang pas. Keberanian dalam eksplorasi visual bernuansa wayang dieksekusi dengan apik, dan cukup berhasil dalam memperkenalkan budaya Indonesia kepada audiens generasi sekarang. Jambrong & Gondrong Animasi Jambrong & Gondrong menjadi sangat berkesan dan mudah dinikmati karena menghadirkan dua karakter utama yang kuat penokohannya. Setting penitipan sepeda motor beserta elemen dan gimik pendukung lainnya membuat film pendek ini menjadi menarik karena sangat erat dengan keadaan sebenar di kehidupan perkotaan. Nusa Antara Film pendek ini mengunakan animasi untuk menyampaikan gagasan, gagasan tentang perbedaan, serta cerita personal. Kemudian cerita tadi disatukan dalam satu urutan bercerita yang tidak menyatu dengan visualisasinya, tetapi hal ini justru memberikan kekayaan dan pengalaman baru dari sebuah karya animasi kita. Wira Sang Pendekar Cilik Karya animasi bergenre ‘action’ dengan setting silat merupakan ide yang menarik untuk dieksplorasi lebih jauh. Anak-anak Indonesia perlu dikenalkan dan diberikan kebanggaan terhadap pencak silat yang menjadi tema besar film pendek ini. Film Animasi Pendek FFI 2022 223 CATATAN DEWAN JURI AKHIR & DEWAN PENGABDIAN SEUMUR HIDUP UNTUK FILM


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 224 Blackout Dari storytelling menampilkan ide baru, unsur penceritaan menyampaikan pesan dari perkembangan karakter dalam cerita, penokohan karakter yang berbeda dan unik dengan gaya desain dan pewarnaan kekinian mendukung penyampaian pesan cerita dengan mengombinasikan elemen-elemen teknis sinematografis memainkan scene, shot, dan angle yang lengkap untuk menyampaikan emosi dengan unsur terobosan terbaru yang futuristik. Berdasarkan penilaian tersebut, film ini terpilih sebagai Film Animasi Pendek Terbaik Festival Film Indonesia 2022 Dewan Juri Akhir Kategori Film Animasi Pendek FFI 2022 Bony Wirasmono | Chandra S. Endroputro | Kemal Hassan Tahun ini diputuskan jumlah nominasi Film Dokumenter Pendek sebanyak tujuh film dan untuk nominasi Film Dokumenter Panjang sebanyak lima film. Menariknya, semua nominasi film dokumenter ini memiliki kekuatan tema, konsep naratif, dan gaya film yang beragam. Hal ini menggambarkan semakin bertumbuhnya dokumenteris Indonesia dalam menciptakan karya film dokumenter. Beberapa nominasi film dokumenter mengangkat nilai-nilai kemanusiaan, permasalahan sosial masyarakat, dan menyuarakan hak masyarakat. Film dokumenter yang disajikan tidak hanya dibuat untuk memberikan informasi atau hiburan semata, namun memiliki pesan yang kritis untuk dijadikan renungan bagi semua, dengan material susunan potret realita kehidupan yang ada di sekitar kita. Agak sulit kami menentukan pilihan sebagai film terbaik untuk kategori Film Dokumenter Pendek maupun kategori Film Dokumenter Panjang, karena semua sama-sama memiliki nilai lebih. Namun, dengan membandingkan kekuatan dan kelemahan antara film nominasi, maka disepakati Film Dokumenter FFI 2022 KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 224


225 untuk kategori Film Dokumenter Panjang, Ininnawa: An Island Calling sebagai Film Dokumenter Panjang Terbaik FFI 2022. Sebuah film dokumenter yang mengangkat tema tentang perjuangan perempuan dua generasi dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat di pulau terpencil. Pada film ini, dokumenteris tampak berupaya optimal dalam memotret realita kehidupan seorang ibu bidan atau suster yang konsisten memberikan pelayanan kesehatan masyarakat bahkan di masa pensiunnya. Kemudian jejak pengorbanan ini dilanjutkan oleh anak perempuannya yang juga lulusan sekolah kesehatan. Mereka mendedikasikan diri untuk masyarakat yang berada di pulau kecil wilayah Sulawesi. Rangkaian cerita nyata serta permasalahan yang dihadapi ibu dan anak ini, berhasil disusun sedemikian rupa menjadi cerita film yang utuh, merepresentasikan potret permasalahan kesehatan masyarakat Indonesia yang berada di daerah-daerah terpencil, khususnya di pulau-pulau kecil. Sebagai ibu, terpaksa harus berpisah dengan anak-anaknya dan suaminya demi memberikan pelayanan kesehatan masyarakat. Dua perempuan dalam dua generasi, rela mengorbankan diri untuk berpisah dengan keluarga, demi kepentingan orang banyak di pulau kecil yang membutuhkan pelayanan dan penyuluhan kesehatan. Pada kategori Film Dokumenter Pendek, film Gimbal ditetapkan sebagai Film Dokumenter Pendek Terbaik FFI 2022. Film ini mengangkat kekayaan budaya tradisi di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Upacara ritual ruwatan pemotongan rambut gimbal yang diadakan satu tahun sekali, menjadi latar cerita yang diangkat. Dokumenteris berhasil memilih subjek film untuk menggulirkan cerita film yang sarat akan permasalahan berkaitan dengan adat dan kepercayaan yang mereka junjung tinggi. Keluarga yang dipilih sebagai subjek film adalah keluarga yang memiliki seorang anak perempuan berambut gimbal, namun kemampuan ekonomi mereka sangat terbatas. Cerita realita sekeluarga yang hidup sangat sederhana dan berupaya untuk mempersiapkan kebutuhan ruwatan pemotongan rambut gimbal anaknya, menjadi fokus permasalahan film. Rangkaian adegan realita yang disajikan dalam film ini tidak hanya sebatas rekaman realita semata, namun banyak visual yang sarat akan makna. Dalam film ini, banyak rangkaian shot yang memiliki kekuatan visual untuk menyampaikan pesan dan menyiratkan kesan tentang: kesederhanaan, kegigihan ataupun harapan. Hal ini membuat film Gimbal tampil lain, tidak bercerita secara gamblang, namun bercerita secara estetik. Film Gimbal mencoba menyuguhkan salah satu contoh permasalahan yang dihadapi masyarakat ekonomi lemah ketika harus memenuhi ritual adat yang dipercayainya demi harapan kesehatan dan masa depan anak mereka. Dewan Juri Akhir Kategori Film Dokumenter FFI 2022 Erlan Basri | Fanny Chotimah | I.G.P. Wiranegara 225 CATATAN DEWAN JURI AKHIR & DEWAN PENGABDIAN SEUMUR HIDUP UNTUK FILM


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 226 Kemampuan menyusun argumen dalam penulisan kritik film merupakan unsur penting dalam karya kritik film, baik dalam bentuk tulisan maupun non-tulisan. Di tahap awal, juri bekerja keras untuk memilih karya dengan argumen yang baik dan mendalam. Kemampuan berargumen ini membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan ditunjang dengan referensi yang cukup. Berargumen dengan baik ini menjadi tantangan besar dalam penulisan kritik film, baik yang ditampilkan dalam bentuk tulisan dan non-tulisan. Argumen yang baik ditunjang dengan kemampuan menulis atau mengartikulasikan dengan bahasa yang tepat akan membuat sebuah karya kritik film berbobot, dan bisa dicerna dengan baik oleh pembacanya. Hal inilah yang menjadi poin penting dalam memilih karya pemenang kritik film. Karya kritik film yang bagus akan menjadi informasi penting dan produksi pengetahuan bagi para pembaca dan masyarakat pada umumnya. Membaca karya kritik yang baik, pembaca bukan sekedar mendapatkan gambaran mengenai sebuah film, namun yang lebih penting, mendapatkan cara pandang yang kritis dan berbeda. Perspektif berbeda ini menyodorkan nilai lebih dalam menggulirkan inspirasi kreatif lebih lanjut. Karya kritik film yang dinyatakan lolos seleksi awal termuat dalam beragam jenis medium. Karya kritik tulisan berbentuk artikel media massa cetak, artikel website, artikel jurnal, hingga artikel panjang yang mirip laporan penelitian. Karya kritik non-tulisan berbentuk podcast dan video esai atau vlog. Meskipun secara medium sangat beragam, tidak banyak dari karya kritik tersebut disusun dengan argumen yang mendalam dan meyakinkan, atau juga ditulis/diproduksi dengan kesadaran bahwa baik konten kritik maupun bentuk penyajian sama-sama penting diperhatikan. Mayoritas karya kritik film mengulas film dengan menceritakan kembali isi film, disertai komentar/ penilaian terhadap film tersebut, tanpa disertai argumen/basis argumen yang memadai. Kecenderungan yang didapati tim juri adalah kritik non-tulisan berbentuk podcast masih banyak mengandalkan spontanitas alih-alih ditulis dengan struktur argumen yang tertata. Akibatnya, ulasan yang diberikan terkesan kurang menarik, dalam arti sporadis arah pembicaraannya, sehingga sukar mengatakan karya kritik sedemikian itu mampu memberikan pengetahuan atau wawasan kepada audiens tentang film yang dibahas. Sementara itu, sebagian besar kritik nontulisan yang berbentuk video/vlog tampak lebih menonjolkan aspek visual agar terlihat menarik sebagai tontonan, alih-alih menjelajahi/membuka ruang kemungkinan-kemungkinan penafsiran atas film yang dikritiknya. Kurang optimalnya keberanian mengeksplorasi penafsiran juga tampak dalam kritik berbentuk tulisan. Kritik film yang terbit di media cetak, meskipun memiliki keterbatasan ruang, sesungguhnya juga dapat menawarkan telaah mendalam. Keterampilan berbahasa tulis seperti penggunaan diksi yang jitu, kalimat efektif, aransemen paragraf dan argumen, serta kejelian memilih fokus, menjadi Kritik Film FFI 2022 KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 226


227 tantangan tersendiri dalam kritik film media massa cetak. Namun, tidak semua karya kritik yang masuk memperlihatkan kompleksitas kajian dan keterampilan penyajian seperti yang dimaksud di atas. Kritik tulisan yang terbit di website sesungguhnya punya ruang yang lebih lega dan fleksibel dibandingkan media massa cetak. Meski demikian, tidak banyak karya kritik tulisan yang dimuat di website menggunakan ruang tulisan yang fleksibel ini secara optimal. Daftar Pendek Lima belas karya kritik yang masuk dalam daftar pendek terpilih karena menunjukkan pembahasan yang eksploratif dalam arti mengidentifikasi kompleksitas isu dalam film yang dikritiknya. Selain itu, karya kritik di tahap ini dianggap komunikatif, dalam arti mampu menyampaikan argumen inti dari kritik yang dibuatnya. Isu yang dimunculkan dalam kritik film di tahap ini beragam, mulai dari penghadiran lokalitas daerah, posisi dan peran perempuan dalam lanskap kebudayaan tertentu, hingga pada telaah terhadap aspek sinematografi dan genre film. Nominasi Di tahap nominasi, lima karya kritik film terpilih karena menghadirkan pemaparan yang komprehensif tentang isu dalam film yang dibahasnya. Penggunaan istilah-istilah konseptual/ teoritik pada beberapa karya yang masuk di nominasi ini juga dinilai tepat guna, dalam arti memang digunakan sebagai peranti analisis sekaligus basis menyampaikan argumen dan temuan. Secara bentuk, baik karya tulisan maupun non-tulisan yang terpilih sebagai nominasi juga menunjukkan keseriusan dan kesadaran pembuatnya pada bentuk/medium. Karya kritik non-tulisan di nominasi ini, misalnya, disusun secara apik tanpa mesti kehilangan kedalaman kajiannya. Demikian juga kritik berbentuk tulisan, dapat menawarkan cara pandang atau penafsiran yang ulang alik antara teks film maupun konteks sosio-kulturalnya. Beberapa karya tulisan yang masuk dalam nominasi ditulis dengan panjang sehingga mampu menawarkan analisis terhadap kompleksitas isu dalam film yang dikajinya. Karya Pemenang Setelah melalui diskusi intens dan pembacaan bersama berulang kali, tim juri akhirnya sepakat menentukan karya pemenang. Karya pemenang adalah karya kritik non-tulisan berbentuk video-esai yang menyertakan naskah/transkrip secara lengkap. Sebagai suatu video-esai, karya pemenang berhasil menghadirkan visual yang bersahaja, namun relevan dengan konten yang disampaikan. Adapun dari naskah/transkrip video yang disertakan, karya kritik film ini menunjukkan bahwa penulisnya telah menggunakan referensi primer dalam arti berasal dari literatur yang ditulis langsung oleh para pakar dalam kajian film maupun kajian budaya. Konsep-konsep teoritik yang diterapkan secara jelas, analitis, dengan temuan yang cukup meyakinkan. Karya pemenang merupakan karya paling unggul dalam dua hal: kedalaman argumen dan kematangan penyampaian. Ia tidak saja tekun dan disiplin dalam menjalin gagasan yang hendak disampaikan, tapi juga peka terhadap unsur-unsur dalam medium penyampaiannya. Sebagai kritik dalam bentuk video, karya pemenang cukup baik dalam memanfaatkan keunikan penyampaian yang dimungkinkan oleh medium audiovisual. Pembuat karya tidak semata menyuarakan atau menuliskan gagasannya, tapi juga mengolahnya dalam ekspresi visual beragam rupa. Sebagai 227 CATATAN DEWAN JURI AKHIR & DEWAN PENGABDIAN SEUMUR HIDUP UNTUK FILM


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 228 kritik non-tulisan berbentuk video-kritik, kritik pemenang menunjukkan kemampuan pembuatnya dalam memanfaatkan medium komunikasinya (visualitas, audio, plot) dengan tetap menjaga kedalaman analisis sebagai video kritik film. Karya ini juga dilengkapi dengan naskah yang dapat dibaca secara utuh dan persis seperti disampaikan dalam bentuk video. Selain prima dalam bentuk video, sebagai karya tulis, naskah ini menunjukkan bahwa pembuatnya memiliki stamina untuk menyusun tulisan yang komprehensif dalam pembahasan, namun efisien dan cermat dalam teknik penulisan. Karya ini bahkan mencoba menawarkan interpretasi lain terhadap konsep utama yang digunakan dalam analisisnya. Artinya, kritik pemenang tidak semata-mata menerapkan begitu saja konsep yang sudah ada, melainkan juga mengeksplorasi kemungkinan perkembangan teoretik yang memang mungkin saja terjadi. Dewan Juri Akhir Kategori Kritik Film FFI 2022 Adrian Jonathan | Kukuh Yudha Karnanta | Mundi Rahayu KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 228


229 Predikat petarung sejati nampaknya layak disematkan untuk sosok perempuan yang satu ini. Ia tak hanya bertarung menaklukkan berbagai jenis bidang pekerjaan di industri hiburan, tapi juga menaklukkan berbagai badai kehidupan. Di tahun 1958, ia memulai debut karier di industri film Indonesia melalui peran kecil di film Djuara Sepatu Roda. Ia kemudian merambah karier ke dunia peran sebagai bintang utama lewat film Kasih Tak Sampai (1961). Film inilah yang telah membuka jalan kariernya sebagai aktris layar lebar. Dan sejak itu pula, perempuan kelahiran Tondano, 22 Agustus 1937, bekerja bersama sutradara-sutradara legendaris negeri ini, seperti Wim Umboh dalam film Laki-Laki Tak Bernama (1969), Teguh Karya dalam film Wadjah Seorang Laki-Laki (1971), dan Sjumandjaja dalam film Lewat Tengah Malam (1971). Ia pun pernah terlibat dalam produksi kerja sama Belanda dan Indonesia, Max Havelaar (1976). Rima Melati 229 CATATAN DEWAN JURI AKHIR & DEWAN PENGABDIAN SEUMUR HIDUP UNTUK FILM


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 230 Ia kemudian terpilih sebagai Aktris Terbaik versi PWI Jaya tahun 1971 lewat Noda Tak Berampun (1971). Aktris Harapan 1972 lewat Wadjah Seorang Laki-Laki dan Aktris Harapan 1973 lewat Salah Asuhan (1972) juga dari lembaga yang sama. Di tahun 1973, ia diganjar sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan kepadanya berkat perannya dalam film Intan Berduri (1972) yang disutradarai oleh Turino Djunaedi. Di tahun 1980, bersama Nurbani Yusuf, ia mendirikan Yayasan Kesejahteraan Artis Perintis Film Indonesia atau KARIFINA. Sebuah yayasan yang bertujuan untuk membantu aktor dan aktris perintis industri film Indonesia tahun 1940–1959, yang mengalami kekurangan dan kesulitan hidup. Hidupnya berubah setelah perjuangannya melawan kanker yang ia hadapi dengan ketegaran, serta semangat dan senyum khasnya. Kanker tidak memupuskan semangatnya untuk berkarya. Sebagai penyintas kanker, ia pun melanjutkan perjalanan kariernya dengan menyutradarai serial televisi Api Cinta Antonio Blanco (1997). Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, ia sempat membintangi film Banyu Biru (2005), Ayah, Mengapa Aku Berbeda? (2011), dan Ungu Violet (2005) yang diganjar Aktris Pendukung Terbaik di ajang Festival Film Asia Pasifik ke-50. Meski sudah terkenal berkat penampilannya di layar lebar, ia juga tetap aktif tampil di layar kaca. Berbagai peran ia lakoni di beberapa judul sinetron, mulai dari tahun 90-an hingga menuju akhir tahun 2000-an. Dengan rasa hormat yang mendalam, Festival Film Indonesia memberikan Penghargaan Pengabdian Seumur Hidup Untuk Film kepada perempuan tangguh, pemerhati sosial, aktris tanah air lintas generasi, matahari bagi keluarganya, dan sumber inspirasi bagi semua insan perfilman dan industri hiburan Indonesia, Marjolien Tambajong atau yang lebih dikenal dengan nama harumnya, Rima Melati. Penghargaan yang seharusnya ia dapatkan 10 tahun yang lalu. Meskipun ia sudah tak lagi bersama kita, kita tetap mencintainya. Dewan Pengabdian Seumur Hidup Untuk Film FFI 2022 Budiyati Abiyoga | Jajang C. Noer | Widyawati 230 KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022


231 KOMITE FESTIVAL FILM INDONESIA KETUA KOMITE REZA RAHADIAN KETUA BIDANG PENJURIAN GARIN NUGROHO KETUA SEKRETARIAT LINDA GOZALI KETUA KEUANGAN & PENGEMBANGAN USAHA GITA FARA KETUA BIDANG ACARA INET LEIMENA KETUA PELAKSANA ARYA IBRAHIM KETUA HUMAS ACARA NAZIRA C. NOER KETUA HUMAS PENJURIAN EMIRA P. PATTIRADJAWANE KETUA MEDIA SOSIAL & WEBSITE RESTI GHINA ULFAH TIM KERJA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 TIM PELAKSANA RIVALDI F. HARUN, RIZKY F. ZULHAN TIM PENJURIAN SUGAR NADIA, HAFIZ HUSNI, HERA ANNISA, FATIMAH LILIANI, WAHID AINUR RAFENDA TIM SEKRETARIAT RIDLA AN-NUUR S., KHARISMA RHANY, LUSI TRIANA, MIKE R. RUQAYA, RULIKA ROESLI TIM KEUANGAN ANUNG SARI, LYDIA TRI ARYANI, TRI SUCI MEILAWATI, MAGDA JULIA KHAIRUNISSA TIM PENGEMBANGAN USAHA RINO NOVERIO, I GUSTI AGUNG AYU NOVITASARI, ROBERTUS DARREN RADYAN, IDA WAYAN PANGSUA DHARMA, PUTU AFRI HARDYANA, YAKOB JATI YULIANTO ACARA TEGUH ZAENORI, YANTI WIJATNO, YUDITH HASYIM HUMAS ACARA IVAN MAKHSARA, MUHAMMAD GHIFAR, NOVA MOCHTAR, TALITHA MAILANGKAY, FADHLURROHMAN, MADELEINE KERENHAPUKH TOMASOA, SALWA ENA RATIOSA, TASYA AZIZA HUMAS PENJURIAN ANDI F. YAHYA, FREDERIKA K. DAPAMANIS, TRI PUTRA SEPTIANTO TIM MEDIA SOSIAL & WEBSITE DARA NINGGAR, AHMAD NURFADILAH, ALITA RAMADHANTI, KOMITE & PANITIA FFI 2022 Komite & Panitia FFI 2022 231


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 232 DIAN PURNAMASARI, DIANA HANDYARSIWI, INDRA GUNAWAN, LUKE TRINITA, RATQA GHAISANI, RAYMOND GILBERT, RULITA SANI DOKUMENTASI ARMAN FEBRYAN, YOGA RAMADHAN FEBYANTO, MUHAMMAD RIZKY ADLY LAYANA, ADINDA RAMADHANI WIBOWO, DIPUTRA ANTARJAYA, IMANUEL ABRAHAM WAHYUDI, RAFA NAHDIN BIGOVICK, THEODORUS SIENAMANTO TIM TEKNIS PENGUMUMAN NOMINASI PENGISI ACARA CUT MINI, PRILLY LATUCONSINA, SHENINA CINNAMON, WORO MUSTIKO PENATA BUSANA HAGAI PAKAN PENATA RIAS AKTRIS HANDRADJASA PENATA RAMBUT ICHANA TIM MANAJEMEN PANGGUNG MONTY ARYAAWANGGA, ABDUL HAMID, SURYA WIRATAMA, DUDI SUPRIYADI TIM MULTIMEDIA – TABA & TEAM TABA SANCHABAKHTIAR, FRINCHIKA LAMANDA, FARRAS SAFIRA, CASSIUS HANDOYO, DESAL SEMBADA, BIMO CHRISTANTYO, EKO CAHYADI TIM PENYIARAN & MULTIKAMERA – LOADING SQUAD IBOY ASHARI, HERMAN , METHIA, SONIA, DWI PENCENK, MAWAR DINUR, SAM REKSA, VICKY NELSAN TIM TEKNIS MARIO ANGGA, RHICHALDI, M. YUSUF TIM TEKNIS MALAM ANUGERAH PENATA ARTISTIK JAY SUBYAKTO PENATA CAHAYA IWAN HUTAPEA PENATA MULTIMEDIA TABA SANCHABAHTIAR PENATA TEKNIS TOTO ARTO PENYELIA TEKNIS DUREN ARDI TEKNIS MULTIMEDIA BUDHIMAN PENULIS SKRIP YURIA KURNIASARI KONTEN MULTIMEDIA TABA & TEAM MANAJEMEN PANGGUNG ALAM ZAENOERI, MONTY MAKMUR, ABDUL HAMID, AZIS SAIDIMAN, DUDI SUPRIYADI, ICA JUSUF, KOKOK, SUKARNO DJOKO, SURYA WIRATAMA, ADE ADRA, EVA NOVARITA, DITA PRADITASARI, MEIRIZKA SARI, MEYTA RIZKI, MONIKA IMELDA, SENDY WILDIANI, YENNY JOBS TIM LOGISTIK ISMIRALDA, DEDI SOPANDI, DIAN PUJIANTI, RENNY, SIGIT, IWAN, TYO PENANGANAN ARTIS DIMAS LEIMENA & TEAM TIM PENYIARAN PENATA PROGRAM METHIA JURU KAMERA ANDY GONDHYL & TEAM PENDIRI PANGGUNG 3DIMENSI KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 232


233 PERALATAN SUARA SUMBER RIA TATA LAMPU ETCETERA LED KARINDO SISTEM PENYIARAN INDOMEDIA TIM RED CARPET TIM DESAIN & MURAL WHATEVER WORKSHOP TIM TEKNIS MARIO ANGGA, RHICHALDI, GEMA, CIPTO PENATA PROGRAM AGUNG AJA TIM LAPANGAN SHADIQ M., RINO S., I MADE S., TAHIRA PARTAKUSUMA PEMBUAT SET X-SET STUDIO KAMERA & SISTEM PENYIARAN LOADING SQUAD PENATA BUSANA HAGAI PAKAN TIM PENATA BUSANA JULIANA LUMBAN GAOL, ZHE YAMADA, IVONNE LATU, FADIL TIMORINDO, FAHADSCALE PENATA RIAS AKTRIS HANDRADJASA PEMOTRETAN PEMENANG FOTOGRAFER JOZZ FELIX SET JUMAH CENIK, MOIRE RUGS VOLUNTER AHMAD MUTAAL, ALFIANDI FAHRI WIBOWO, ALYA NABILAH SALMAH, AMALIA LUTHFYA PRADIFERA, AMORETA ANINDYA OULE RUZLINA, ANZAKYEL IZDIHAR NADYA, ARDHYA PUTRI DEWI, ARI NUGROHO, AULIA RAHMA, AURELIA CALVINA NUGRAHA , AYU TRI ANDINI, BAYOU PANGESTU, DIENDRA THIFAL RAHMAH, DILA PUSPITA, ENDRINAYLA RAFA AMANDA, FACHRY AMIEN AL FARUQI, FASYA SHAFIRA AZ-ZAHRA, HAFIZ ARIQ BAIHAQI, HERU PRASETYO, KHAIRUNNISA FADHILAH, LELLI SETIAWATI, LUFFIATI GINA PUSPITA, MISSUARY KENCANA PUTRI, MORIEN ASTERIAWATI, MUTASYAROVA MUTIARA HAIKAL, NABILA VIRA FITRIA, NADASKA ILYASA WIBOWO, NADIA SAFIRA FATHIN, NADIA TIFFANNY DEVI SALSABILA, NANDA SAFIRA HERDIYANTI, NATASHA MELINDA, NINA CHAIRANI NASUTION, NURLELA ISYA TRI A., NURUL IZZATI SEKARWENING, QOLBI BINURI HIDAYATTIKA, RADIA LUTHFINA NETHANIA, REZKY ANRIJA, RIZANDY SATRIA PAHLEVI, SALWA AZZAHRAH, SEPTIAN ADI SAPUTRA, SHABRINA RACHMA PUTRI, TINA MAYLANI, WIDYA INTAWANI, WIHDIASMARA LIA FARHATI, WUDY HISWARA, YASMIN SEKAR KINASIH, YUSRINA ADZHANI, ZAKI ADI SAPUTRA, ZANCKO ZEBEDILLAH ZAYYAAN, ZYQSAL MUHAMMAD QADRAN SIMANUNGKALIT KOMITE & PANITIA FFI 2022


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 234 KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 PENDUKUNG KONTEN RUANG PENAYANGAN RESMI MASKAPAI RESMI PENYELENGGARA SPONSOR ASOSIASI PROFESI PERFILMAN


235 TERIMA KASIH • MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN KEBUDAYAAN RI • MENTERI SEKRETARIS NEGARA RI • MENTERI KEUANGAN RI • MENTERI BUMN RI • BAPAK SUKARDI RINAKIT, STAF KHUSUS PRESIDEN • DIREKTUR JENDERAL KEBUDAYAAN, KEMENDIKBUDRISTEK RI • GUBERNUR JAWA TENGAH • BUPATI MAGELANG, JAWA TENGAH • KEPALA KEPOLISIAN RESORT MAGELANG, JAWA TENGAH • KEPALA KEPOLISIAN SEKTOR BOROBUDUR, MAGELANG, JAWA TENGAH • BALAI KONSERVASI BOROBUDUR • PT TAMAN WISATA CANDI • PONDOK TINGAL • SARINAH • JAKARTA CONVENTION CENTER • KELOMPOK KERJA APRESIASI DAN LITERASI FILM (POKJA ALIF), DIREKTORAT PERFILMAN, MUSIK, DAN MEDIA, KEMENDIKBUDRISTEK RI REKANAN MEDIA REKANAN KERJA MINUMAN RESMI CENDERAMATA RESMI PENATA RIAS RESMI


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 236 inflasi Berita utama Saat mencari berita, Anda pasti ingin yakin kalau hasilnya dapat dipercaya. Teknologi Google memprioritaskan sumber yang relevan. Alat cek fakta kami membantu Anda memahami konteks di balik berita online yang Anda baca. Kami melakukan berbagai hal untuk membantu Anda mengakses berita yang resmi dan akurat. Pelajari cara Google mendukung industri berita di g.co/MendukungBerita Membantu Indonesia menemukan fakta.


237


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 238 #BanggaBerwisataDiIndonesia www.injourney.id Temukan Keindahan Indonesia di Tiap Langkahnya DanauToba, Sumatera Utara


239 UPGRADE DAPATKAN POINTS SENILAI KE ALLO PRIME Rp 25.000 Terdaar dan diawasi oleh Peserta penjamin simpanan Registrasi Mudah Bebas Biaya Admin Bebas Biaya Transfer Bunga Hingga 6% @allobank @allobankid @allobankid www.allobank.com DOWNLOAD DI DAPATKAN DI EXPERIENCE A SIMPLE LIFE UPGRADE DAPATKAN POINTS SENILAI KE ALLO PRIME Rp 25.000 Terdaar dan diawasi oleh Peserta penjamin simpanan Registrasi Mudah Bebas Biaya Admin Bebas Biaya Transfer Bunga Hingga 6% @allobank @allobankid @allobankid www.allobank.com DOWNLOAD DI DAPATKAN DI EXPERIENCE A SIMPLE LIFE Lebih hemat pakai WE GOT YOU LAGI NGIRIT TAPI PERLU PERGI? Kode promo: GOJEKINAJA Cashback 90% s.d. *S&K berlaku


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 Lebih hemat pakai 240 WE GOT YOU LAGI NGIRIT TAPI PERLU PERGI? Kode promo: GOJEKINAJA Cashback 90% s.d. *S&K berlaku Lebih hemat pakai WE GOT YOU LAGI NGIRIT TAPI PERLU PERGI? Kode promo: GOJEKINAJA Cashback 90% s.d. *S&K berlaku


241 for Everyone, Everywhere, Every Time Available on:


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 242 for Everyone, Everywhere, Every Time Available on:


243


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 244


245 GUNAKAN KODE VOUCHER INI UNTUK EXTRA DISKON 15%: TELUSURFFI “Kalau orang tak tahu sejarah bangsanya sendiri, tanah airnya sendiri, gampang jadi orang asing di antara bangsa sendiri.” - Pramoedya Ananta Toer - Dengan suka cita, Telusur Kultur membawa nuansa khas Indonesia dalam bentuk baru. Hadir dalam bentuk busana dan berbagai macam aktivitas sosial media, Telusur Kultur menjadi platform untuk mengenal kembali akan sejarah dan kebudayaan Indonesia dengan cara yang lebih relevan. Tak kenal maka tak sayang bukan? Siap bertelusur? Mari bergabung dengan Telusur Kultur. scan di sini:


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 246


247


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 248 LET’S START NOW JOIN JANUARY 2023 INTAKE ● Fashion Design ● Fashion Business ● Graphic Design ● Game Art & Design ● Interior Design ● Artistic Makeup ● Photography For info: (021) 5785 1819


249 KATALOG FFI: PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2022 Hak Cipta © Komite Festival Film Indonesia, 2022 Penyunting ANDI F. YAHYA Desain Grafis, Tata Letak & Lukisan Digital WHATEVER WORKSHOP SUTRA DJAROT WASTUWIDYAWAN RENASSYA AUFAR CAESAR Penyelia Produksi INET LEIMENA YUDITH HASYIM Penanggung Jawab REZA RAHADIAN Penerbit FESTIVAL FILM INDONESIA


KATALOG FFI PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2021 250


251


Click to View FlipBook Version