The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Hallo, saya Diniarti Dachlan lahir di Kopang, 25 Mei 1977. Saya memiliki kegemaran menonton drama, selain itu saya juga suka berolah raga, . Sekarang, saya sedang menempuh S1 dengan Studi Pendidik (2)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by diniartidachlan55, 2024-06-28 01:42:54

MODUL AJAR MATERI TEKS DRAMA

Hallo, saya Diniarti Dachlan lahir di Kopang, 25 Mei 1977. Saya memiliki kegemaran menonton drama, selain itu saya juga suka berolah raga, . Sekarang, saya sedang menempuh S1 dengan Studi Pendidik (2)

Sumber : https://youtu.be/NhFZfIh5mZ4 SilahkanscankodeQRdi bawah ini!! 1.Bagaimana inti cerita drama “Langit Tak Selamanya Abu-Abu”? 2.Berilah tanggapanmu terhadap cerita drama tersebut! Setelah Kalian memperhatikan drama "Langit Tak Selamanya Abu-abu” Coba jawab pertanyaan berikut ini. Mari mencoba berlatih! 49


Drama juga tak jarang menggunakan kosa kata halnya percakapan seharu-hari. Seperti "Oh ya?" , "Ah ya!" , "Bagus!" Drama merupakan karya fiksi yang dinyatakan dalam bentuk dialog. Kalimat-kalimat yang tersaji di dalamnya hampir semuanya berupa dialog. Adapun kalimat-kalimat tidak langsung terdapat pada bagian prolog dan epilognya. Pada bagian prolog dan epiloh digunakan kata ganti ketiga. Jika melibatkan banyak pelaku (tokoh), kata ganti yang lazim digunakan adalah mereka. Sedangkan dalam bagian dialognya, kata ganti yang digunakan adalah kata ganti orang pertama dan kedua. Mungkin juga digunakan kata-kata sapaan. Seperti yang tampak pada contoh teks drama di atas bahwa kata-kata ganti yang dimasud adalah saya, kami, kita, Anda. Adapun kata sapaannya adalah panembahan. Menganalisis Kebahasaan dalam Drama yang Dibaca atau Ditonton 50


Kebahasaan teks drama Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh pelaku (tokoh). Contoh: Menginginkan, mengharapkan, mendambakan, merasakan, mengalami. Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu (Konjungsi kronologis) Contoh: Sekarang, mula-mula, kemudian, setelah itu. Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi. Contoh: menyuruh, menobatkan, menyingkirkan, menghadapi, beristirahat. 51


Menggunakan kata-kata sifat (descriotive language) untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasna. Contoh : rapih, bersih, baik, gagah, kuat. Menggunakan kata ganti orang ketiga pada bagian prolog atau epilognya. Kata ganti yang lazim digunakan adalah mereka. Lain halnya dengan bagian dialognya, yang kata gantinya adalah orang pertama dan kedua. mungkin menggunakan kata-kata sapaan seperti saya, kami, kita, Anda. Bagaimana? kalian sudah tahu kebahasaan dalam teks drama kan? 52


Mendemostrasikan sebuah naskah drama dengan memerhatikan isi dan kebahasaan Kegiatan yang menonjol dalam memerankan drama ialah dialog antar tokoh, monolog, ekpresi mimik, gerak anggota badan, dan perpindahan pemain. Saat akan melakukan dialog maka aspek seperti lafal, intonasi, nada atau tekanan dan mimic memiliki peran yang penting dalam aspekaspek suprasegmental seperti lafal, intonasi, nada dan mimik memiliki peran penting. Lafal (pengucapan) yang jelas, intonasi yang tepat, dan nada atau tekanan yang dapat mendukung penyampaian isi atau pesan kepada penonton. Sebelum memerankan drama, kegiatan awal yang perlu dilakukan yaitu membaca dan memahami naskah drama. Adapun secara umum terdapat dua langkah utama yang harus dilakukan ketika akan mementaskan drama adalah sebagai berikut. 1.Memahami naskah dan karakter tokoh yang akan diperankan, yaitu melalui dialog-dialognya kita dapat mengetahui bagaimana karakter tokoh tersebut. 2.Memerankan tokoh dengan memerhatikan aspek lafal, intonasi, nada/tekanan, dan gerak-geriknya. 53


MEMAHAMI TEKNIK DAN LANGKAHLANGKAH PEMENTASAN DRAMA 54 Memerankan tokoh dengan memerhatikan aspek lafal, intonasi, nada/tekanan, mimik, dan gerak-geriknya. Lafal adalah cara seseorang dalam mengucapkan kata atau bunyi bahasa. Intonasi adalah naik turunya lagu kalimat. Kalimat berita, perintah, dan kalimat tanya yang harus menggunakan intonasi yang berbeda. Nada/tekanan adalah kuat lemahnya penurunan suatu kata dalam kalimat. Kata yang ingin diperjelas maksudnya. Mimik adalah ekpresi atau raut muka yang menggambarkan suatu emosi: sedih, gembira, kecewa, takut, takut, dan sebagainya. Gerak-gerik adalah berbagai gerak pada anggota badan atau tingkah laku seseorang dalam menyatakan maksud tertentu. Misalnya, anggukan kepala, menggigit jari.


RINGKASAN Tema drama merupakan inti atau ide dasar sebuah drama. Tema dalam drama dismapaikan secara tidak l angsung, sehingga tema drama dapat diketahui setelah menyeksikan seluruh adegan atau membaca naskah sevara keseluruhan dan dialog antarpelaku dalam pementasan drama. Ciri-ciri kebahasaan dalam teks drama antara lain: 1.Kata ganti pertama dan kedua dalam dialog, sedangkan kata ganti ketiga digunakan dalam prolog dan epilog. 2.Banyak menggunakan bahasa/kosa kata percakapan. 3.Menggunakan konjungsi kronologis 4.Menggunkaan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa dan kata kerja yang menyatakan suatu yang dirasakan atu dipikirkan tokoh. 5.Menggunakan kata sifat, untuk mengambarkan tokoh, tempat, dan suasana. Dalam mementaskan drama intonasi, nada/tekanan, lafal, gerak tubuh, dan ekpresi sangat penting. 55


Bacalah naskah drama di bawah ini! Pagi-pagi, suasana di kelas IX SMAN 1 Kopang cukup ramai. Bermacam-macam tingkah kegiatan mereka. Ada yang mengobrol, ada yang membaca buku. Ada pula yang keluar masuk kelas. Riska : “Ssst… Bu Dini datang!” (Para siswa ........................segera beranjak duduk di tempatnya ........................masing-masing) Bu Dini : “Selamat pagi, Anak-anak!” (ramah) Anak-anak : “Selamat pagi, Buuuuuu!” (kompak). Bu Dini : “Anak-anak, kemarin Ibu memberikan .........................tugas Bahasa Indonesia membuat .........................pantun, semua sudah mengerjakan?” Anak-anak : “Sudah Bu.” Bu Dini : “Thadif, kamu sudah membuat pantun?” Thadif : “Sudah dong Bu.” Bu Dini : “Coba kamu bacakan untuk temantemanmu.” Thadif : (tersenyum malu-malu) “Jalan ke hutan melihat salak, Ada pula pohon-pohon tua Ayam jantan terbahak-bahak Lihat Inka giginya dua” Latihan Kelompok 5 6


Anak-anak : (Tertawa terbahak-bahak). Intan : (Cemberut, melotot pada Agra) Bu Dini : “Thadif, kamu nggak boleh seperti itu sama temannya.” (Agak kesal) Kekurangan orang lain itu bukan untuk ditertawakan. Coba kamu buat pantun yang lain.” Thadif: “Iya Bu!” (masih tersenyum senyum). Babak II Siang hari. Anak-anak SMAN 1Kopang pulang sekolah, Intan mendatangi Thadif. Intan : “Thadif, kenapa sih kamu selalu usil? .........................Kenapa kamu selalu mengejek aku? .........................Memangnya kamu suka kalau diejek?” .........................(cemberut) Thadif : (Tertawa-tawa) “Aduh…maaf deh! Kamu .........................marah ya, In? ” Intan : “Iya dong. habis…kamu nakal. Kamu ........................memang sengaja mengejek aku kan, biar .........................anak-anak sekelas menertawakan aku.” Thadif: “Wah…jangan marah dong, aku kan ........................cuma bercanda. Eh, katanya marah itu ........................bisa menghambat pertumbuhan gigi, ........................nanti kamu giginya dua terus, hahaha…” Zia: (Tertawa). “Iya, Kak. Nanti ayam jago .........................menertawakan kamu terus!” Intan : “Huh! .........................kalian jahat! (Berteriak) Aku nggak .........................ngomong lagi sama kalian!” (Pergi) 57


Riska : (Menghampiri Intan) “Sudahlah In, .................. . Nanti kalau kita marah, dia ..........................malah.tambah senang. Kita diamkan saja ...........................anak itu. Babak III Hari berikutnya, sewaktu istirahat pertama. Thadif : (Duduk tidak jauh dari Riska) “Ris, nama kamu kok bagus sih. mengeja nama Riska itu gimana?” Riska: “Apa sih, kamu mau mengganggu lagi, ya? Beraninya cuma sama anak perempuan.” Thadif : “Aku kan cuma bertanya, mengeja nama Riska itu gimana. Masak gitu aja marah.” Riska : “Memangnya kenapa sih? (Curiga) Gendis ya mengejanya R-I-S-K-A dong!” tHADIF : “Haaa…kamu itu gimana sih ris. Udah SMA kok belum bisa mengeja nama sendiri dengan benar. RISKA itu mengejanya R-I-S-K-O-K. , hahaha….” Temanteman Thadif : (tertawa) Riska : “Thadiff, kamu selalu begitu! Bisa nggak sih, sehari tanpa berbuat nakal? Lagi pula kamu cuma berani mengganggu anak perempuan. Dasar!” (Marah dan meninggalkan Thadif). 58


Babak IV Di perjalanan, hari sudah siang. Intan dan Riska berjalan kaki pulang sekolah. Tiba-tiba di belakang mereka terdengar bunyi bel sepeda berdering dering. Thadif : (Di atas sepeda) “Hoi…minggir…minggir…. Pangeran Thadif yang ganteng ini mau lewat. Rakyat jelata diharap minggir.” Intan & Riska : (Menoleh sebal) Thadif: (Tertawa-tawa dan…. gubrak terjatuh) “Aduuuuh!” Intan: “Rasakan kamu! (Berteriak) Makanya kalau naik sepeda itu lihat depan.” Risa : “Iya! Makanya kalau sama anak perempuan jangan suka nakal. Sekarang kamu kena batunya.” Thadif : (Meringis kesakitan) “Aduh… tolong, dong. Aku nggak bisa bangun nih?” Intan : “Apa-apaan ditolong. Dia kan suka mengganggu k ita kita. Biar tahu rasa sekarang. Lagi pula, paling dia cuma pura-pura. Nanti kita dikerjain lagi.” Thadif : “Aduh… aku nggak pura-pura. Kakiku sakit sekali. (Merintih) Aku janji nggak akan ngerjain kalian lagi.” Intan : (Menjadi merasa kasihan pada Thadif) ”Ditolong yuk, Ris.” Riska : “Tapi…” Intan: “Sudahlah, kita kan nggak boleh dendam orang lain. Bagaimanapun, Thadif kan teman kita juga 59


Riska : (Mengangguk dan mendekati Thadif). Intan: “Apanya yang sakit, Dif?” Thadif : “Aduh… kakiku sakit sekali. Aku nggak kuat berdiri nih.” Intan : “Gini aja Ris, kamu ke sekolah cari Pak Dan yang jaga sekolah. Pak Dan kan punya motor. Nanti Thadif biar diantar pulang sama Pak Dan. Sekarang aku di sini menemai Thadif” riska : (Bersemangat) “Ide yang bagus.” (Pergi menuju ke sekolah yang masih kelihatan dari tempat itu). Thadif : “In… (Lirih) Maafkan aku, ya. Aku sering gangguin kamu, Riska, Dita, dan teman-teman yang lain.” Riska : “Makanya kamu jangan suka ngerjain orang apalagi mengolok-olok kekurangan mereka Jangan suka meremehkan anak perempuan. Nyatanya, kamu membutuhkan mereka juga, kan?” Thadif: “Iya deh, aku janji nggak akan ngerjain kalian lagi.” Thadif betul-betul menepati janjinya. Sejak kejadian itu, ia tak pernah mengganggu teman-temannya lagi. Thadif pun jadi punya banyak sahabat, termasuk Intan dan Riska. Mereka sering mengerjakan PR dan belajar bersama. (Adaptasi dari cerpen “Kena Batunya” , Veronica Widyastuti) Sumber : https://www.ruangguru.com/blog/contoh-naskah-dram 60


1. Bagaimana inti cerita yang terdapat dalam teks drama di atas ? 2.Setelah membaca teks drama tersebut. Sebutkan dan sertai bukti 5 ciri kebahasaan yang terdapat pada teks drama tersebut! 3.Demostrasikan teks drama tersebut bersama beberapa orang teman dengan memerhatikan isi dan kebahasaan! Perhatikan juga intonasi, ekpresi, nada, tekanan, lafal, gerak-gerik dan aspek-aspek pementasan lainnya. Jika diperlukan gunakan pula properti yang bisa mendukung pementasan kelompokmu itu. latihan kelompok 61 Setelah kalian membaca teks drama di atas. Jawablah pertanyaan di bawah ini!


2 9 4 5 2 6 8 4 3 3 5 10 7 1 RUBRIK PENILAIAN 62 Keterangan skor isi Mencantumkan4 kata kunci isi drama Mencantumkan3 kata kunci isi drama Mencantumkan2 kata kunci isi drama Mencantumkan1 kata kunci isi drama Menyebutkan5 kebahasaandalam teks drama beserta bukti Menyebutkan4 kebahasaandalam teks drama beserta bukti Menyebutkan3 kebahasaandalam teks drama beserta bukti Menyebutkan2 kebahasaandalam teks drama beserta bukti Menyebutkan1 kebahasaandalam teks drama beserta bukti Menyebutkan5 kebahasaandalam teks drama beserta bukti Menyebutkan4 kebahasaandalam teks drama beserta bukti Menyebutkan3 kebahasaandalam teks drama tidak disertai bukti Menyebutkan2kebahasaandalam teks drama tidak disertai bukti Menyebutkan1 kebahasaandalam teks drama beserta bukti Kebahasaan teks drama


keterangan Tepat Kurang tepat Tidak tepat Lafal Nada Tekanan Ekpresi Intonasi Gerak gerik 5 5 5 5 5 5 3 3 3 3 1 1 1 1 1 1 Rubrik penilaian mendemostrasikan teks drama dengan memerhatikan isi dan kebahasaan 3 3 RUBIK PENILAIAN 63


Apakah kalian dapat menemukan tema dalam teks drama? Penilaian diri 1 2 3 4 No Pernyataan Tidak ya Apakah kalian dapat mendemostrasikan naskah drama? Apakah kalian dapat menemukan kebahasaan dalam teks drama? Apakah kalian telah memahami isi teks drama? Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jujur dan bertanggungjawab! Jika menjawab "Tidak" pada salah satu pernyataan diatas, maka pelajarilah kembali materi dan pelajari ulang kegiatan pembelajaran 1. Bila perlu kalian dapat meminta bimbingan guru atau teman sejawat. Jangan putus asa untuk mengulang lagi. 64


DAFTAR PUSTAKA 65 Istiqomah dkk. 2017. Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/ kelas XI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbut. Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia, unsur intrinsik Drama Bahasa Indonesia kelas XI.Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Menengah Atas 2020. Penyusun Sutji Harijanti, M.Pd. yesHEis Indonesia. 18 Mei 2019, I/0 INFINITY, 25 Mei 2023. https://youtu.be/j3VKSU-tkKs Video Pembelajaran-Bahasa dan Sastra IndonesiaTema Drama-Kelas XI. Herwin Hamid. 14 Agustus 2022, 25 Mei 2023. https://youtu.be/zmuRMJjcwLk Langit Tak Selamanya Abu-Abu, 2022, diakses 25 Mei 2023, https://youtu.be/NhFZfIh5mZ4 Contoh Naskah Drama Pendek berbagai Tema, Ruang Guru, 31 Maret 2023, diakses pada 3 Juni, https://www.ruangguru.com/blog/contoh-naskahdrama Kasih Ibu, Rangga Kusmalendra,2019, diakses pada 3 Juni, https://youtu.be/8NOGkJWm9Dk


Hallo, saya Diniarti Dachlan lahir di Kopang, 25 Mei 1977. Saya memiliki kegemaran menonton drama, selain itu saya juga suka berolah raga, . saya Pernah menempuh S1 dengan Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesi , Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Selain itu saya pernah menempuh S-2 dengan studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di satu-satunya Universitas Negeri di daerah saya pada zaman itu. Jika ingin mengenal saya lebih jauh kirim email [email protected] BIODATA


Click to View FlipBook Version