The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Penelitian Tugas Akhir (TA) ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana
proses penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by r14n1611, 2022-06-22 04:17:15

PROSES PENANGANAN PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU (PKWT)

Penelitian Tugas Akhir (TA) ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana
proses penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu

Keywords: Tugas Akhir

PROSES PENANGANAN
PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU (PKWT)

PADA PT BRINGIN GIGANTARA (BRICASH)
JAKARTA

Tugas Akhir

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Salah Satu Syarat Kelulusan
Program Diploma Tiga Politeknik LP3I Jakarta
Oleh:
Kurnia Oktafyani
180113010003

JURUSAN ADMINISTRASI
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI BISNIS

POLITEKNIK LP3I JAKARTA
TAHUN 2021

ABSTRAK

Proses Penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
Pada PT Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta

Kurnia Oktafyani
([email protected])

Penelitian Tugas Akhir (TA) ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana
proses penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) pada PT
Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui hambatan dan solusi alternatif dalam pemecahan
masalah. Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa dalam
proses penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) kegiatan
yang dilakukan, yaitu menerima dokumen pekerja baru, memasukkan data
pekerja ke portal SDM, mencetak PKWT, mengarsip PKWT, dan
mengevaluasi pekerja. Adapun hambatan yang terjadi dalam proses
penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), yaitu person in
charge (PIC) terkadang melakukan kekeliruan dalam mengunggah periode
kontrak pada portal SDM, beberapa person in charge (PIC) kantor cabang
terlambat dalam mengunggah evaluasi pekerja, dan dokumen pekerja tidak
ditemukan karena ada pekerja yang dimutasi tetapi person in charge (PIC)
belum memindahkan arsipnya di kantor cabang yang baru. Solusi yang
dilakukan untuk menanggulangi hambatan-hambatan sejauh ini berjalan
cukup efektif karena proses yang dilakukan dari awal sampai akhir berjalan
dengan baik.

Kata kunci : Proses, Penanganan, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

v

ABSTRACT

The Process Of Handling Temporary Work Agreement
At Bringin Gigantara (BRICASH) Ltd Jakarta

Kurnia Oktafyani
([email protected])

This final project research was conducted to find out how the handling
process of a handling temporary work agreement at Bringin Gigantara
(BRICASH) Ltd Jakarta. The aim of this research is to find out obstacles and
alternative solutions in solving problem. Based on the results of the
observation, it shows that in the process of handling temporary work
agreement activities that are done, namely receiving new employees
documents, entering data employees to the HR portal, print temporary work
agreement, archive temporary work agreement, and evaluate workers.
There are obstacles that occur in the process handling of temporary work
agreement, namely was persons in charge (PIC) sometimes made mistake
in uploading the contract period on the HR portal, several branches office
persons in charge (PIC) were late in uploading employees evaluations, and
employees documents were not found because there were workers who
were transferred but persons in charge (PIC) has not moved the archives at
the new branch office. The solution which ware done to overcome the
barriers so far running quite effective because the process is carried out
from start to finish well.

Keywords: Process, Handling, Temporary Work Agreement.

vi

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa
atas segala berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
Tugas Akhir (TA) ini tepat pada waktunya.

Sebagaimana ketentuan yang berlaku di Politeknik LP3I Jakarta, bahwa
mahasiswa tingkat akhir diharuskan menyusun dan memaparkan Tugas
Akhir (TA) sebagai salah satu persyaratan penyelesaian pendidikan
Politeknik LP3I Jakarta Program D3. Untuk itu penulis melakukan observasi
dari bulan Desember 2021 di PT Bringin Gigantara (BRICASH) kemudian
menyusun laporan hasil pengamatan tersebut dalam bentuk Tugas Akhir
(TA) ini di bawah bimbingan Ibu Sugianti, S.Pd., M.Si.

Dengan kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah terlibat dalam mendorong dan membantu penulis dalam
pelaksanaan penyusunan pelaporan Tugas Akhir (TA), khususnya kepada:

1. Direktur Politeknik LP3I Jakarta, Akhwanul Akmal, S.P., M.Si.
2. Wakil Direktur Bidang Akademik, Dra. Euis Winarti, M.M.
3. Wakil Direktur Bidang Non Akademik, Teddy Setiady, M.Kom.
4. Wakil Direktur Bidang Pemasaran, Rini Mardikawanty, S.Kom., M.A.
5. Ketua Jurusan Administrasi, Mujtabah Fatururrahman, M.M.
6. Kepala Bagian Pembelajaran & Laboratorium, Dedi Miswar, S.E.
7. Kepala Bagian Bahasa, Utep Sobarli, M.Pd.
8. Kepala Bagian Agama, Subly Abbas, M.E.Sy.
9. Dosen Pembimbing Tugas Akhir, Sugianti, S.Pd, M.Si. yang bersedia

membimbing penulis dalam menyusun Tugas Akhir (TA) di tengah
kesibukannya.
10. Kepada Direktur Utama PT Bringin Gigantara (BRICASH) Bapak
Nunung Murdiyanto.

viii

11. Kepala Divisi Pengelolaan Sumber Daya (PSD) PT Bringin Gigantara
(BRICASH) Bapak Jadi Suprijadi Talkanda beserta anggota divisi
Pengelolaan Sumber Daya (PSD) lainnya yang telah membimbing dan
membantu penulis dalam melakukan magang di PT Bringin Gigantara
(BRICASH).

12. Kepada seluruh Dosen Politeknik LP3I Jakarta Kampus Pasar Minggu
yang telah mengajarkan penulis pengetahuan tentang ilmu dan bisnis.

13. Kepada orang tua dan keluarga tersayang yang telah memberikan
dukungan moril maupun spiritual beserta doa-doanya.

14. Kepada teman-teman tersayang yang selalu memberikan dukungan
dan bantuannya.

15. Kepada Bapak Joni Iskandar, Bang Alldian Dwi Juliansyah, Bapak
Sarwo Edi Wibowo, Mba Yora Annisa, Mba Desi Faradilla, Pak Ari, dan
semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan
Tugas Akhir (TA) ini, serta semua pihak yang tidak dapat penulis
sebutkan satu persatu.

Untuk semua bimbingan, petunjuk dan dorongan yang telah diberikan
penulis mengucapkan banyak terima kasih. Semoga semua kebaikan
Bapak/Ibu mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT.

Akhir kata penulis berharap semoga Tugas Akhir (TA) ini dapat bermanfaat
bagi kita semua, khususnya bagi perusahaan dan mahasiswa Politeknik
LP3I Jakarta.

Jakarta, 01 April 2021
Penulis

Kurnia Oktafyani

ix

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL..................................................................................... i
PENGESAHAN NASKAH TUGAS AKHIR ............................................... ii
PENGESAHAN UJIAN TUGAS AKHIR ................................................... iii
SURAT PENYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR ................................. iv
ABSTRAK ................................................................................................. v
ABSTRACT .............................................................................................. vi
SURAT KETERANGAN MAGANG ......................................................... vii
KATA PENGANTAR .............................................................................. viii
DAFTAR ISI............................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR ................................................................................ xiii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. xiv

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 1
1.1 Latar Belakang Masalah ..................................................... 1
1.2 Alasan Pemilihan Objek...................................................... 3
1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan ........................................... 3

1.3.1 Tujuan Penulisan ..................................................... 3
1.3.2 Manfaat Penulisan ................................................... 4
1.4 Rumusan Masalah.............................................................. 5
1.5 Batasan Masalah ................................................................ 5
1.6 Metodologi Penulisan ......................................................... 5
1.7 Sistematika Penulisan ........................................................ 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA................................................................ 8
2.1 Pengertian Proses .............................................................. 8
2.1.1 Bentuk-Bentuk Simbol Proses.................................. 8
2.2 Pengertian Penanganan ................................................... 11
2.3 Pengertian Perjanjian Kerja .............................................. 11

x

2.3.1 Ketentuan Perjanjian Kerja..................................... 12
2.3.2 Pengertian Perjanjian Kerja Waktu Tertentu

(PKWT) .................................................................. 13
2.3.3 Ketentuan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu

(PKWT) .................................................................. 14
2.3.4 Batas Waktu Perjanjian Kontrak Kerja ................... 16

BAB III PROFIL PERUSAHAAN .......................................................... 18
3.1 Sejarah Singkat Perusahaan ............................................ 18
3.2 Visi dan Misi Perusahaan ................................................. 20
3.2.1 Visi Perusahaan ..................................................... 21
3.2.2 Misi Perusahaan .................................................... 21
3.3 Aspek Kegiatan Usaha PT Bringin Gigantara
(BRICASH) Jakarta........................................................... 21
3.4 Struktur Organisasi ........................................................... 22
3.5 Deskripsi Pekerjaan.......................................................... 23

BAB IV PEMBAHASAN ........................................................................ 27
4.1 Proses Penanganan Perjanjian Kerja Waktu
Tertentu (PKWT) Pada PT Bringin Gigantara (BRICASH)
Jakarta.............................................................................. 27
4.1.1 Menerima Dokumen Pekerja Baru ......................... 29
4.1.2 Memasukkan Data Pekerja Ke Portal SDM............ 31
4.1.3 Mencetak PKWT .................................................... 32
4.1.4 Mengarsip PKWT ................................................... 34
4.1.5 Mengevaluasi Pekerja ............................................ 37
4.2 Hambatan-Hambatan Yang Dihadapai Dalam Proses
Penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) Pada
PT Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta ........................ 40

xi

4.3 Solusi Menanggulangi Hambatan-Hambatan Yang
Dihadapi Dalam Proses Penanganan Perjanjian Kerja Waktu
Tertentu (PKWT) Pada PT Bringin Gigantara (BRICASH)
Jakarta.............................................................................. 41

BAB V PENUTUP ............................................................................... 43
5.1 Kesimpulan ....................................................................... 43
5.2 Saran ............................................................................... 44

DAFTAR PUSTAKA
BIODATA PENULIS
LAMPIRAN

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Struktur Organisasi ............................................................. 22
Gambar 4.1 Bagan Proses Penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu

(PKWT) ............................................................................... 28
Gambar 4.2 Portal SDM Input Data Pekerja Baru .................................. 31
Gambar 4.3 Portal SDM Cetak PKWT.................................................... 33
Gambar 4.4 Input Data di Microsoft Excel .............................................. 34
Gambar 4.5 Penyimpanan Arsip Di Filing Cabinet.................................. 35
Gambar 4.6 Penyimpanan Arsip Di Lemari Arsip ................................... 36
Gambar 4.7 Input Data Sebelum Dikirim Ke Kantor Cabang.................. 39

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1: Dokumen Pekerja Baru
Lampiran 2: Surat Pengantar Dokumen Dari Kantor Cabang
Lampiran 3: Surat Permohonan Pekerja Baru
Lampiran 4: Form Kelengkapan Berkas Pekerja
Lampiran 5: Form Evaluasi Pekerja
Lampiran 6: Form Evaluasi Manager

xiv

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Persaingan dalam dunia bisnis merupakan hal yang lumrah dan tidak
bisa dielakkan lagi oleh para pelaku bisnis. Semakin bertambahnya
kompetitor tentu akan menjadi ancaman bagi setiap perusahaan.
Tujuan setiap perusahaan ialah mendapatkan laba sebesar-
besarnya. Salah satu aset yang paling berharga dalam perusahaan
ialah tenaga kerja.

Tenaga kerja yang kompeten dan berkualitas diperlukan dalam
memenangkan persaingan dunia bisnis. Kemudian akan mendorong
kinerja perusahaan secara keseluruhan dan pada akhirnya
meningkatkan profit perusahaan. Mengelola sumber daya manusia
secara tepat merupakan investasi untuk menyiapkan kebutuhan
perusahaan untuk masa depan yang lebih baik. Hal tersebut perlu
didukung dengan peraturan-peraturan yang berlaku diantaranya
ialah perjanjian kerja. Di dalam perjanjian kerja dijelaskan mengenai
hak dan kewajiban yang disepakati antara pekerja dengan
perusahaan.

Perjanjian kerja bertujuan untuk mengikat kedua belah pihak dengan
tidak menghilangkan hak dan kewajiban dari pihak yang bersepakat,
serta untuk memudahkan pembuktian, acuan bekerja sama,
melaksanakan transaksi, dan kepastian hukum. Hal ini dimaksudkan
apabila terdapat perbedaan pendapat dikemudian hari dapat kembali
mengacu pada perjanjian yang telah disepakati karena itu, perjanjian
kerja ini dapat dijadikan bukti yang autentik. Salah satu strategi
perusahaan adalah dengan menekan biaya, sehingga perusahaan

dapat efisien dalam operasinya untuk meningkatkan atau
memaksimalkan keuntungan perusahaan. Salah satu strategi dalam
menekan biaya perusahaan adalah dengan tenaga kerja kontrak.

PT Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta bergerak dibidang
pengelolaan uang rupiah dibeberapa bank papan atas di Indonesia.
Untuk tetap menjalankan bisnisnya diperlukan perjanjian kerja
dengan pekerja. PT Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta memiliki
tiga puluh dua kantor cabang yang tersebar di Indonesia. PT Bringin
Gigantara (BRICASH) Jakarta menerapkan Perjanjian Kerja Waktu
Tertentu (PKWT) pada sebagian pekerjanya yang kemudian disebut
dengan pekerja kontrak.

PT Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta memerlukan penanganan
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang tepat untuk
menghindari kesalahan-kesalahan atau kerugian bagi kedua belah
pihak, mengingat banyaknya pekerja yang dimiliki dan tersebar di
Indonesia seperti menghindari kesalahan dalam penginputan nama
pekerja, jangka waktu perjanjian kerja, nomor kartu tanda penduduk
(KTP) pekerja, alamat pekerja, dan memastikan bahwa pekerja
benar-benar memahami isi dari perjanjian kerja yang ditandatangani.
Penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang tepat
juga sebagai perlindungan yang jelas bagi pekerja dan perusahaan,
serta efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya
manusia dapat terpenuhi.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis tertarik untuk
mengambil judul dalam penulisan Tugas Akhir (TA) dengan judul
“PROSES PENANGANAN PERJANJIAN KERJA WAKTU
TERTENTU (PKWT) PADA PT BRINGIN GIGANTARA (BRICASH)
JAKARTA”.

2

1.2 Alasan Pemilihan Objek
Dalam penulisan Tugas Akhir (TA) ini, penulis memilih untuk
membahas tentang proses penanganan Perjanjian Kerja Waktu
Tertentu (PKWT) sebagai objek pembuatan Tugas Akhir (TA)
dengan alasan karena penulis melakukan magang pada PT Bringin
Gigantara (BRICASH) Jakarta, sehingga dapat mengetahui dan
mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan proses penanganan
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan
1.3.1 Tujuan Penulisan
Adapun penulisan yang di lakukan dalam Tugas Akhir (TA) ini
mempunyai tujuan sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui proses penanganan Perjanjian Kerja
Waktu Tertentu (PKWT) pada PT Bringin Gigantara
(BRICASH) Jakarta.
2. Untuk mengetahui hambatan-hambatan apa saja yang
dihadapi dalam proses penanganan Perjanjian Kerja
Waktu Tertentu (PKWT) pada PT Bringin Gigantara
(BRICASH) Jakarta.
3. Untuk mengetahui solusi yang dapat dilakukan untuk
mengatasi hambatan-hambatan dalam proses
penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
pada PT Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta.

3

1.3.2 Manfaat Penulisan
1. Bagi Penulis
Sebagai wujud dan bukti terima kasih atas kesempatan
yang diberikan untuk penulis dalam memperoleh data
serta menambah banyak informasi, wawasan,
pengetahuan dan pemahaman dalam proses penanganan
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

2. Bagi Dunia Pendidikan
Sebagai media pembelajaran dan tambahan informasi
kerena pembuatan Tugas Akhir (TA) ini bersumber dari
pihak yang kompeten dalam bidangnya dan sebagai
perbandingan dan laporan sejenis yang pernah dibuat
sebelumnya.

3. Bagi Lembaga atau Perusahaan
Sebagai bahan masukan yang dapat memberikan manfaat
dalam mengembangkan proses penanganan Perjanjian
Kerja Waktu Tertentu (PKWT), serta sebagai wujud atau
bukti terima kasih atas kesempatan yang diberikan penulis
dalam memperoleh data pada PT Bringin Gigantara
(BRICASH) Jakarta.

4

1.4 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas terdapat rumusan
masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana proses penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
(PKWT) pada PT Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta?
2. Apa saja hambatan-hambatan dalam proses penanganan
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) pada PT Bringin
Gigantara (BRICASH) Jakarta?
3. Apa saja solusi yang dilakukan untuk menanggulangi hambatan-
hambatan dalam proses penanganan Perjanjian Kerja Waktu
Tertentu (PKWT) pada PT Bringin Gigantara (BRICASH)
Jakarta?

1.5 Batasan Masalah
Dalam materi yang diuraikan pada Tugas Akhir (TA) ini karena
keterbatasan penulis, penulis hanya membatasi masalah pada
proses penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) pada
PT Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta.

1.6 Metodologi Penulisan
Dalam menyusun Tugas Akhir (TA) ini penulis membutuhkan data-
data yang berkaitan dengan kajian penulis guna melengkapi
informasi yang penulis berikan yang bersumber dari :

1. Studi Kepustakaan (Library Research)
Pengumpulan data-data yang dilakukan dengan cara
mempelajari berbagai bahan tertulis seperti buku-buku
penunjang kajian, catatan maupun referensi yang sesuai dengan
kajian bersifat tertulis.

5

2. Studi Lapangan (Field Research)
Pengumpulan data dengan melakukan observasi atau
pengamatan langsung kepada staf senior untuk memperoleh
data-data yang benar dan akurat.

3. Teknik Dokumentasi
Cara pengumpulan data melalui peninggalan tertulis berupa
arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat teori,
dalil-dalil atau buku-buku lain yang berkenaan dengan proses
penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan berisi uraian singkat bab yang akan
memberikan gambaran secara langsung tentang isi dari tiap-tiap bab
yang diklasifikasikan secara sistematis ke dalam 5 (lima) bab, yaitu :

BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini akan menguraikan tentang latar belakang masalah,
alasan pemilihan objek, tujuan dan manfaat penulisan,
rumusan masalah, batasan masalah, metodologi penulisan,
sistematika penulisan.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini akan menjelaskan mengenai tinjauan pustaka
menurut para ahli maupun menurut undang-undang
dengan materi mengenai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
(PKWT).

6

BAB III : PROFIL PERUSAHAAN
Dalam bab ini diuraikan tentang segala sesuatu yang
berkaitan tentang sejarah singkat dan perkembangan
perusahaan, visi dan misi perusahaan, aspek kegiatan
usaha, struktur organisasi dan deskripsi kerja.

BAB IV : PEMBAHASAN
Pada bab ini akan dijelaskan materi penulisan yaitu proses
penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) pada
PT Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta, hambatan-
hambatan yang dihadapi dalam proses penanganan
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), dan solusi yang
dilakukan untuk menangani hambatan-hambatan yang
dihadapi dalam proses penanganan Perjanjian Kerja Waktu
Tertentu (PKWT).

BAB V : PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dan saran-saran yang berguna
untuk perusahaan dan juga sebagai bahan masukan dalam
pengambilan keputusan.

7

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Proses
Menurut Mariati Rahman (2017:9):
“Proses adalah rangkaian perbuatan manusia yang
mengandung maksud tertentu yang memang dikehendaki oleh
yang melakukan perbuatan itu. Disini termasuk pula segenap
aktivitas yang terjadi sebagai akibat perbuatan itu”.

Kiagus Ahmad Roni dan Cekmas Cekdin (2020:5) menyatakan
bahwa: “Proses adalah rangkaian pengolahan suatu bahan untuk
menghasilkan produk tertentu”.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Silvia Rahmawati
dan Shalahuddin (2017:100) menyatakan bahwa: “Proses adalah
rangkaian tindakan, pembuatan, pengolahan yang menghasilkan
produk”.

2.1.1 Bentuk-Bentuk Simbol Proses
1 Simbol arus / flow

Untuk menyatakan jalannya arus suatu
proses.

2 Simbol Communication link

Untuk menyatakan bahwa adanya
transisi suatu data/informasi dari suatu
lokasi ke lokasi lainnya.

3 Simbol Connector
Untuk menyatakan sambungan dari
suatu proses keproses lainnya dalam
halaman/lembar yang sama.

4 Simbol Offline Connector
Untuk menyatakan sambungan dari
suatu proses keproses lainnya dalam
halaman/lembar yang berbeda.

5 Simbol Offline Connector
Untuk menyatakan sambungan dari satu
proses keproses lainnya dalam
halaman/lembar yang berbeda.

6 Simbol Manual
Untuk menyatakan suatu tindakan
(proses) yang tidak dilakukan oleh
komputer (manual).

7 Simbol Decision Logika
Untuk menunjukkan suatu kondisi
tertentu yang akan menghasilkan dua
kemungkinan jawaban ya/tidak.

8 Simbol Terminal
Untuk menyatakan permulaan atau akhir
suatu program.

9

9 Simbol Keying Operation
Untuk menyatakan segala jenis operasi
yang diproses dengan menggunakan
suatu mesin yang mempunyai keyboard.

10 Simbol Offline Storage
Untuk menunjukkan bahwa data dalam
simbol ini akan disimpan kesuatu media
tertentu.

11 Simbol Manual Input
Untuk memasukkan data secara manual
menggunakan online keyboard.

12 Simbol Input-output
Untuk menyatakan proses input dan
output tanpa tergantung dengan jenis
peralatannya.

13 Simbol Punched Card
Untuk menyatakan input berasal dari
kartu atau output ditulis kekartu.

14 Simbol Magnetic-tape unit
Untuk menyatakan input berasal dari pita
magnetic atau output disimpan kepita
magnetic.

15 Simbol Document
Untuk mencetak laporan keprinter.

10

2.2 Pengertian Penanganan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring dalam
Antonius. P.S. Wibowo (2019:5): “Penanganan adalah proses, cara,
perbuatan menangani, penggarapan”.

Nurcahyanto Eri (2018:5) mengemukakan bahwa:
“Penanganan yaitu suatu jenis tindakan yang bisa berupa
tindakan menyentuh, mengendalikan, mengelola,
menggunakan, dan lain-lain dimana ditujukan untuk
menyelesaikan suatu perkara atau masalah”.

Menurut Guritno (2006) dalam Ahyar Muhammad Diah, Amir
Hidayat, dan La Ode Muh. Farhan. A (2020:38) mendefinisikan
bahwa: “Penanganan adalah kegiatan-kegiatan administratif dalam
menangani suatu kegiatan yang meliputi pencatatan, pengalaman,
pengiriman, dan pengarsipan”.

2.3 Pengertian Perjanjian Kerja
Subekti dalam Mas Muanam dan Ronald Saija (2019:40)
mendefinisikan bahwa:
“Perjanjian kerja adalah perjanjian antara seorang buruh
dengan seorang majikan, perjanjian mana ditandai oleh ciri-
ciri adanya suatu upah atau gaji tertentu yang diperjanjikan
dan adanya suatu hubungan diparetas, yaitu suatu hubungan
berdasarkan mana pihak yang satu (majikan) berhak
memberikan perintah-perintah yang harus ditaati oleh pihak
yang lain”.

Pasal 1 angka 14 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang
ketenagakerjaan dalam Tim Visi Yustisia (2016:2) menyatakan
bahwa: “Perjanjian kerja adalah perjanjian antara pekerja/buruh
dengan pengusaha atau pemberi kerja yang memuat syarat-syarat
kerja, hak dan kewajiban para pihak”.

11

Menurut Ingrid Simler QC dalam Ike Farida (2019:50) mendefinisikan
bahwa:

“Perjanjian kerja sebagai aturan-aturan utama mengenai
hubungan kerja, secara tertulis atau lisan, yang mengatur
mengenai hak dan kewajiban antara pemberi kerja dengan
pekerja”.

2.3.1 Ketentuan Perjanjian Kerja
Undang-undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 pasal
51 ayat 1 dan 2 dalam Tim Redaksi Huta Publisher (2016:25)
menyatakan bahwa:
1. Perjanjian kerja dibuat secara tertulis atau lisan
2. Perjanjian kerja yang dipersyaratkan secara tertulis
dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku

Undang-undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 pasal
52 ayat 1 dalam Tim Redaksi Huta Publisher (2016:25)
mengemukakan bahwa perjanjian kerja dibuat atas dasar:
1. Kesepakatan kedua belah pihak
2. Kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan

hukum
3. Adanya pekerjaan yang diperjanjikan
4. Pekerjaan yang diperjanjikan tidak bertentangan dengan

ketertiban umum, kesusilaan, dan peraturan perundang-
undangan yang berlaku

12

Undang-undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 pasal
54 ayat 1 dalam Tim Redaksi Huta Publisher (2016:26)
menyatakan bahwa perjanjian kerja yang dibuat secara
tertulis sekurang-kurangnya memuat:

1. Nama, alamat perusahaan, dan jenis usaha
2. Nama, jenis kelamin, umur, dan alamat pekerja/buruh
3. Jabatan atau jenis pekerjaan
4. Tempat pekerjaan
5. Besarnya upah dan cara pembayarannya
6. Syarat-syarat kerja yang memuat hak dan kewajiban

pengusaha dan pekerja/buruh
7. Mulai dan jangka waktu berlakunya perjanjian kerja
8. Tempat dan tanggal perjanjian kerja dibuat
9. Tanda tangan para pihak dalam perjanjian kerja

Undang-undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 pasal
54 ayat 3 dalam Tim Redaksi Huta Publisher (2016:27):

“Perjanjian kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat 1
dibuat sekurang-kurangnya rangkap dua, yang
mempunyai kekuatan hukum yang sama, serta
pekerja/buruh dan pengusaha masing-masing mendapat
satu perjanjian kerja”.

2.3.2 Pengertian Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
Undang-undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 pasal
59 dalam Mas Muanam dan Ronald Saija (2019:53)
mendefinisikan:
“Perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) adalah perjanjian
kerja antara pekerja/buruh dan pengusaha untuk
mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau
untuk pekerjaan tertentu”.

13

Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Repubik
Indonesia Nomor 100 Tahun 2004 dalam Tim Visi Yustisia
(2016:40) menyatakan bahwa:

“Perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) adalah perjanjian
kerja antara pekerja dengan pengusaha untuk
mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau
untuk pekerjaan tertentu. Dengan demikian, PKWT
didasarkan atas jangka waktu atau selesainya suatu
pekerjaan tertentu”.

Menurut I Made Suwitra Wirya (2020:92) mengemukakan
bahwa:

“Perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) adalah karyawan
yang melakukan ikatan perjanjian atau kontrak kerja
dengan perusahaan yang didasari oleh jangka waktu
atau selesainya suatu pekerjaan tertentu”.

2.3.3 Ketentuan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
Tim Visi Yustisia (2016:12) menyatakan bahwa Perjanjian
Kerja Waktu Tertentu (PKWT) memiliki ketentuan sebagai
berikut:
1. Dibuat secara tertulis serta menggunakan bahasa
Indonesia dan huruf latin
2. Untuk perjanjian kerja yang dibuat dalam bahasa
Indonesia dan bahasa asing, jika dikemudian hari terdapat
perbedaan penafsiran antara keduanya, yang berlaku
adalah perjanjian kerja berbahasa Indonesia.

14

Undang-undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 pasal
58 ayat 1 dan 2 dalam Tim Redaksi Huta Publisher (2016:28)
menyatakan bahwa:
1. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu tidak dapat

mensyaratkan adanya masa percobaan kerja
2. Dalam hal disyaratkan masa percobaan kerja dalam

perjanjian kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat 1,
masa percobaan kerja yang disyaratkan batal demi
hukum.

Menurut Undang-undang Republik Indonesia No. 13 Tahun
2003 pasal 59 dalam Tim Redaksi Huta Publisher (2016:28)
menyatakan bahwa:
1. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat dibuat

untuk pekerjaan tertentu yang menurut jenis dan sifat atau
kegiatan pekerjaanya akan selesai dalam waktu tertentu,
yaitu:
a. Pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara

sifatnya
b. Pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam

waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama tiga tahun
c. Pekerjaan yang bersifat musiman
d. Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru,

kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam
percobaan atau penjajakan

2. Perjanjian kerja waktu tertentu tidak dapat diadakan untuk
pekerjaan yang bersifat tetap.

3. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu dapat diperpanjang
atau diperbaharui.

15

4. Perjanjian kerja waktu tertentu yang didasarkan atas
jangka waktu tertentu dapat diadakan untuk paling lama
dua tahun dan hanya boleh diperpanjang satu kali untuk
jangka waktu paling lama satu tahun.

5. Pengusaha yang bermaksud memperpanjang perjanjian
kerja waktu tertentu tersebut, paling lama tujuh hari
sebelum perjanjian kerja waktu tertentu berakhir telah
memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada
pekerja atau buruh yang bersangkutan.

6. Pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu hanya dapat
diadakan setelah melebihi masa tenggang waktu tiga
puluh hari berakhirnya perjanjian kerja waktu tertentu yang
lama, pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu ini hanya
boleh dilakukan satu kali dan paling lama dua tahun.

2.3.4 Batas Waktu Perjanjian Kontrak Kerja
Pasal 61 Undang-Undang Ketenagakerjaan dalam Tim Visi
Yustisia (2016:46) mengemukakan bahwa:
1. Pekerja meninggal dunia
2. Berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja
3. Adanya putusan pengadilan atau penetapan lembaga
penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang telah
mempunyai kekuatan hukum tetap, atau
4. Adanya keadaan atau kejadian tertentu yang dicantumkan
dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau
perjanjian kerja bersama yang dapat menyebabkan
berakhirnya hubungan kerja

16

Menurut Tim Visi Yustisia (2016:46):
“Perjanjian kerja tidak berakhir karena meninggalnya
pemberi kerja atau beralihnya hak atas perusahaan yang
disebabkan penjualan, pewarisan, atau hibah. Jika
terjadi pengalihan perusahaan, hak-hak pekerja menjadi
tanggung jawab pengusaha baru, kecuali ditentukan lain
dalam perjanjian pengalihan yang tidak mengurangi hak-
hak pekerja. Jika pemberi kerja meninggal dunia, ahli
warisnya dapat mengakhiri perjanjian kerja setelah
merundingkan dengan pekerja. Sementara itu, jika
pekerja meninggal dunia, ahli waris pekerja berhak
mendapatkan hak-haknya sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku atau hak-hak yang
telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan
perusahaan, atau perjanjian kerja bersama. Namun, jika
salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum
berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam PKWT,
pihak yang mengakhiri hubungan kerja diwajibkan
membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah
pekerja, hingga batas waktu berakhirnya jangka waktu
perjanjian kerja”.

17

BAB III
PROFIL PERUSAHAAN

3.1 Sejarah Singkat Perusahaan
PT Bringin Gigantara (BRICASH) merupakan salah satu anak
perusahaan Bridapen (Dana Pensiun BRI). Awal mula penyebutan
nama atau logonya adalah BG, kemudian berubah menjadi BRIIT,
selanjutnya saat ini BRIIT telah berdiri sendiri, sedangkan PT Bringin
Gigantara menggunakan logo BRICASH, mengikuti Peraturan Bank
Indonesia (PBI) No. 21/10/PBI/2019 tanggal 30 Agustus 2019
mengenai Pengelolaan Uang Rupiah sekaligus mengatur
Perusahaan Pengelola Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR).

Akta pendirian PT Bringin Gigantara (BRICASH) di Jakarta pada
tanggal 14 November 1990 nomor 77, dihadapan notaris Agus
Madjid, S.H. PT Bringin Gigantara secara resmi telah memperoleh
Izin Resmi Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR)
dari Bank Indonesia pada tahun 2017 dan telah menjalankan Sistem
Manajemen Mutu ISO yang dibuktikan dengan diperolehnya
sertifikat ISO 9001:2015.

Mitra Kerja PT Bringin Gigantara (BRICASH):
1. Jasa Pengisian Uang Rupiah (Cash Replenishment Outsource)

a. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
b. PT Bank BJB Tbk
c. PT Bank Bukopin Tbk
d. PT Bank Artha Graha Internasional Tbk
e. PT Jalin Pembayaran Nusantara

2. Jasa Pengambilan dan Pengantaran Uang Kertas (Cash Pick Up,
Cash In Transit)
a. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
b. PT Bank Bukopin Tbk
c. PT Citra Mandiri Energi
d. PT Sebastian Citra Indonesia
e. PT Kantor Pos Indonesia (Cabang Fatmawati)

3. Jasa Pemrosesan Uang Rupiah (Cash Processing)
a. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

4. Jasa Penyimpanan Uang Rupiah di Khazanah (Cash In Save)
a. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Sertifikat Kompetensi PT Bringin Gigantara (BRICASH):
1. PJPUR (Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah)

PT Bringin Gigantara (BRICASH) telah memperoleh izin resmi
dari Bank Indonesia sebagai penyelenggara jasa pengolahan
uang rupiah No. 19/18/KEP.KADEP/DPU/2017 pada tanggal 18
September 2017.

2. ISO 9001:2015 (Quality Management System)
PT Bringin Gigantara (BRICASH) telah memiliki sertifikat ISO
9001:2015 dari ACS Registars UKAS.

3. SIOP (Surat Ijin Operasional)
PT Bringin Gigantara (BRICASH) telah memperoleh izin resmi
sebagai penyelenggara jasa kawal angkut uang dan barang
berharga dari kepolisian Republik Indonesia.

19

4. APJATIN (Asosiasi Perusahaan Jasa Pengolahan Uang Tunai
Indonesia)
PT Bringin Gigantara (BRICASH) telah menjadi anggota
APJATIN (Asosiasi Perusahaan Jasa Pengolahan Uang Tunai
Indonesia) yang ditetapkan pada tanggal 24 Februari 2019.

5. KADIN (Kamar Dagang Industri)
PT Bringin Gigantara (BRICASH) telah menjadi anggota biasa
dari KADIN (Kamar Dagang Industri Republik Indonesia).

6. Training of Trainer (Bank Indonesia-APJAITIN)
PT Bringin Gigantara (BRICASH) mempunyai personil yang telah
memiliki sertifikat “Keaslian Uang Rupiah dan Manajemen
Pengolahan Uang Rupiah”.

7. Training (Gada Utama)
PT Bringin Gigantara (BRICASH) mempunyai personil yang telah
memiliki sertifikat “Pelatihan Satuan Pengaman Kualifikasi Gada
Utama” yang diterbitkan oleh KORBINMAS BAHARKAM POLRI.

3.2 Visi dan Misi Perusahaan
Setiap perusahaan memiliki tujuan yang ingin dicapai, baik dalam
jangka waktu pendek maupun jangka waktu panjang. Untuk itu setiap
perusahaan memiliki visi dan misi untuk dijadikan tolak ukur dalam
mencapai tujuan yang diinginkan yaitu mencapai target dan
kesuksesan. Berikut ini visi dan misi PT Bringin Gigantara
(BRICASH) Jakarta adalah sebagai berikut.

20

3.2.1 Visi Perusahaan
Menjadi perusahaan yang handal di industri penyelenggara
jasa cash management, dengan mengutamakan kepuasan
pelanggan, amanah dan berintegritas.

3.2.2 Misi Perusahaan
Mengelola integrated cash management services yang tepat
waktu, aman dan terpercaya, dengan jaringan kerja yang
luas, tenaga teknis yang terampil dan profesional.

3.3 Aspek Kegiatan Usaha PT Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta
PT Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta sebagai perusahaan Cash
Management Services. Sejak tahun 2011 PT Bringin Gigantara
(BRICASH) dipercaya menangani Cash Replenishment Outsource
(CRO) dan Cash In Transit (CIT) dibeberapa Bank papan atas di
Indonesia. Bidang Bisnis PT Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta
adalah sebagai berikut:
1. Jasa Pengisian Uang Rupiah (Cash Replenishment Outsource)
Jasa pengisian uang di mesin ATM di lokasi yang telah ditentukan
selama 24 jam berikut First level Maintenance (FLM).

2. Jasa Pengambilan dan Pengantaran Uang Kertas (Cash Pick Up,
Cash In Transit)
Cash In Transit (CIT), Jasa pengambilan dan pengantaran uang
kertas secara fisik dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Lokasi
meliputi sentra kas dan cabang, dengan kendaraan khusus yang
dimodifikasi dengan standar keamanan Kepolisian Negara
Republik Indonesia.

21

3.5 Deskripsi Pekerjaan
Berikut adalah tugas kerja pada PT Bringin Gigantara (BRICASH)
Jakarta Divisi Pengelolaan Sumber Daya (PSD) yang akan dibahas
dari masing-masing jabatan secara singkat diuraikan sebagai
berikut:

1. Kepala Divisi PSD
Tugas:
a. Merencanakan, menetapkan, mengembangkan
mengkoordinasikan sistem pengelolaan dan kebijakan
sumber daya manusia, serta mengontrol pelaksanaan
fungsi manajemen sumber daya manusia diseluruh unit
kerja agar dapat menunjang dan meningkatkan kinerja
sumber daya manusia khususnya serta perusahaan pada
umumnya.
b. Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan
sumber daya manusia (SDM) dalam mencapai target
perusahaan.
c. Merencanakan, menetapkan dan memonitor pengelolaan
barang atau jasa inventaris perusahaan untuk mendukung
aktivitas operasional perusahaan, serta mengelola
anggaran atas biaya barang dan jasa perusahaan.

2. Kepala Bagian PSD
Tugas:
a. Melaksanakan, memonitor dan memeriksa sistem
pengelolaan dan kebijakan sumber daya manusia, serta
mengontrol dan mengkoordinasikan pelaksanaan fungsi
manajemen sumber daya manusia khususnya serta
perusahaan pada umumnya.

23

b. Mengelola dan memonitor barang atau jasa inventaris
perusahaan untuk mendukung aktivitas operasional
perusahaan, melakukan pemeliharan aset perusahaan
serta mengelola anggaran atas biaya barang dan jasa
perusahaan.

3. Supervisor PSD
Tugas:
a. Mengontrol rekapitulasi absensi pekerja dengan batas
akhir setiap sepuluh bulan berikutnya.
b. Melakukan verifikasi dan paraf Perjanjian Kerja Waktu
Tertentu (PKWT) pekerja yang sudah berakhir.
c. Melakukan verifikasi dan paraf untuk pembayaran lembur
dan shift pekerja.
d. Melakukan proses payroll.
e. Melakukan verifikasi dan paraf atas voucer pembayaran
pesangon, cuti, pembayaran pihak ke tiga.
f. Pembuatan dan verifikasi laporan BPJS ketenagakerjaan
perusahaan dan rekonsiliasi data pekerja yang masuk dan
keluar.
g. Membuat surat keputusan perusahaan (Penugasan,
Promosi dan Mutasi).
h. Penyusunan arsip kepegawaian (SK, data pegawai, dan
lain-lain).

4. Bagian Asset Management & Internal Support
Tugas:
a. Melakukan pengembangan aplikasi untuk intern
perusahaan diseluruh unit kerja, sesuai dengan
kebutuhan dan perkembangan perusahaan.

24

b. Berkoordinasi dengan bagian IT Manajemen Divisi Cash
Management atas keamanan data digital dari seluruh
aplikasi perusahaan.

c. Berkoordinasi dengan legal officer dalam menyiapkan
dokumen syarat perusahaan.

d. Melakukan pengadaan alat tulis kantor dan supplies
komputer untuk operasional internal perusahaan.

e. Membuat dan mengusulkan pembayaran surat perintah
jalan (SPJ).

f. Mengkoordinir dan mamantau pelaksanaan kerja
pramubakti, sopir, kurir, penjaga malam, dan satpam
perusahaan.

g. Menata kelola administrasi surat masuk dan surat keluar
serta mendistribusikan sesuai peruntukkannya.

h. Mengelola administrasi dan operasional penerimaan
tamu, penerimaan telepon, dan faks perusahaan.

i. Menata kelola administrasi dan menginventarisir aset
perusahaan dengan tertib.

j. Pendataan, kodifikasi/labeling, pengelompokkan dan
pembukuan atau administrasi aset perusahaan sesuai
dengan tujuan manajemen aset.

5. Bagian Operasional PSD
Tugas:
a. Menindaklanjuti dokumentasi hasil rekrutmen dan
membuat kontrak kerja.
b. Mengusulkan pembayaran gaji, bonus, cuti, tunjangan
hari raya, dan lembur.
c. Membuat dan mengusulkan pembayaran pajak, BPJS,
dan premi asuransi.
d. Mengelola asuransi kesehatan.

25

e. Membuat laporan sumber daya manusia.
f. Membuat bukti pembukuan.
g. Administrasi dokumen sumber daya manusia dan

rekrutmen kantor cabang.
h. Administrasi kebutuhan penunjang sumber daya manusia

dan asuransi sumber daya manusia kantor cabang.
i. Administrasi hak dan kewajiban sumber daya manusia

kantor cabang.

6. Bagian Kebijakan PSD
Tugas:
a. Mempersiapkan sumber-sumber tenaga kerja.
b. Merencanakan dan melaksanakan proses rekrutmen
tenaga kerja.
c. Merencanakan dan melaksanakan proses seleksi tenaga
kerja.
d. Menyusun kebijakan bagian Pengelolaan Sumber Daya
(PSD) sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan
perusahaan.
e. Melakukan sosialisasi pelaksanaan kebijakan bagian
Pengelolaan Sumber Daya (PSD).
f. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan
kebijakan bagian Pengelolaan Sumber Daya (PSD).
g. Merencanakan dan melaksanakan pembinaan bagian
Pengelolaan Sumber Daya (PSD) dalam rangka
pencapaian kinerja.
h. Merencanakan dan melaksanakan program peningkatan
implementasi budaya perusahaan dan teamwork.

26

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Proses Penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
Pada PT Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau PKWT ialah perjanjian kerja
antara dua pihak, yaitu antara pekerja dengan perusahaan untuk
mengadakan hubungan kerja untuk waktu tertentu. Dalam Perjanjian
Kerja Waktu Tertentu (PKWT), perusahaan mempekerjakan pekerja
secara kontrak oleh karena itu, pekerja yang bersangkutan disebut
dengan pekerja kontrak yang bersifat sementara.

Pada Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) memuat pihak terkait,
hak-hak dan kewajiban antara pekerja dengan perusahaan, waktu
kerja, upah dan tunjangan, pasal hubungan kerja, dan jangka waktu
kerja. Pada PT Bringin Gigantara (BRICASH), Perjanjian Kerja
Waktu Tertentu (PKWT) ditangani oleh divisi Pengelolaan Sumber
Daya (PSD). Divisi Pengelolaan Sumber Daya (PSD) PT Bringin
Gigantara (BRICASH), bukan hanya menangani Perjanjian Kerja
Waktu Tertentu (PKWT) pekerja kantor pusat saja, tetapi juga
menangani Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) kantor cabang
PT Bringin Gigantara (BRICASH) seluruh Indonesia.

Dibawah ini adalah bagan proses penanganan Perjanjian Kerja
Waktu Tertentu (PKWT) pada PT Bringin Gigantara (BRICASH)
Jakarta.

Berikut ini dijelaskan proses penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
(PKWT) pada PT Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta.

4.1.1 Menerima Dokumen Pekerja Baru
Setelah menemukan kandidat yang sesuai selanjutnya, akan
dibuatkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Kantor
cabang PT Bringin Gigantara (BRICASH) akan mengirimkan
dokumen pekerja baru ke kantor pusat PT Bringin Gigantara
(BRICASH).

Setelah diterima oleh person in charge (PIC) kantor pusat
kemudian, akan diperiksa segala kelengkapan dokumennya,
seperti dokumen wajib yang disiapkan oleh pekerja, yaitu
surat lamaran yang telah ditandatangani pekerja, daftar
riwayat hidup yang telah ditandatangani pekerja, pass photo,
fotokopi kartu tanda penduduk (KTP), fotokopi ijazah terakhir,
fotokopi kartu keluarga, fotokopi nomor pokok wajib pajak
(NPWP), fotokopi buku rekening Bank Rakyat Indonesia
(BRI), surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), surat
keterangan bebas narkoba (SKBN).

Dokumen pelengkap yang disediakan oleh perusahaan, yaitu
resume internal PT Bringin Gigantara (BRICASH), hasil tes
internal PT Bringin Gigantara (BRICASH), hasil wawancara
PT Bringin Gigantara (BRICASH), job description.
Kelengkapan dokumen pekerja baru diisi oleh person in
charge (PIC) kantor pusat pada form kelengkapan berkas
pekerja.

29

Surat pengantar dikirim bersamaan dengan dokumen pekerja
baru yang berisi nama-nama pekerja baru yang menjelaskan
dokumen yang dikirim atas nama siapa saja. Kemudian,
person in charge (PIC) kantor pusat PT Bringin Gigantara
(BRICASH) akan memastikan kesesuaian nama-nama
disurat pengantar dengan dokumen pekerja baru yang dikirim
tersebut.

Sebelum mengirimkan dokumen pekerja baru, person in
charge (PIC) kantor cabang PT Bringin Gigantara (BRICASH)
membuat surat permohonan pemenuhan pekerja baru melalui
sistem e-office PT Bringin Gigantara (BRICASH). Kemudian,
person in charge (PIC) kantor pusat mencetak surat tersebut
ketika sudah menerima dokumen pekerja baru yang dikirim
oleh kantor cabang PT Bringin Gigantara (BRICASH).

Setelah menerima dokumen lalu, person in charge (PIC)
kantor pusat PT Bringin Gigantara (BRICASH)
menginformasikan kepada person in charge (PIC) kantor
cabang PT Bringin Gigantara (BRICASH) bahwa
dokumennya sudah diterima. Setelah surat permohonan
pekerja baru dicetak, person in charge (PIC) kantor pusat
akan memasukkan surat tersebut beserta dokumen pekerja
baru ke dalam map snelhecter, map tersebut diberi nama
sesuai dengan nama masing-masing pekerja.

30

Data-data yang dimasukkan seperti nama pekerja, alamat
pekerja, ID pekerja, tanggal lahir, nomor pokok wajib wajak
(NPWP) pekerja, jabatan pekerja, nomor kartu tanda
penduduk (KTP) pekerja, jenis kelamin pekerja, agama
pekerja, nomor kartu keluarga pekerja, level jabatan pekerja,
status perkawinan pekerja, nomor telepon pekerja, pendidikan
terakhir pekerja, email pekerja, pengalaman kerja, status
pekerja.

4.1.3 Mencetak PKWT
Setelah data pekerja baru dimasukkan ke portal SDM dan
sudah disetujui oleh kepala bagian divisi Pengelolaan Sumber
Daya (PSD) kemudian, person in charge (PIC) kantor pusat
PT Bringin Gigantara (BRICASH) akan mengkonfirmasi ke
person in charge (PIC) kantor cabang bahwa Perjanjian Kerja
Waktu Tertentu (PKWT) sudah bisa dicetak. Jika sudah
dicetak kemudian, person in charge (PIC) kantor cabang akan
mengirim Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang
sudah ditandatangani pekerja di atas materai dan yang belum
ditandatangani oleh direktur utama PT Bringin Gigantara
(BRICASH) atau kepala bagian Pengelolaan Sumber Daya
(PSD) ke kantor pusat untuk ditandatangani di atas materai
oleh direktur utama PT Bringin Gigantara (BRICASH) atau
kepala bagian Pengelolaan Sumber Daya (PSD).

Jika jabatan pekerja adalah supervisor keatas maka yang
menandatangani Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
ialah direktur utama PT Bringin Gigantara (BRICASH).
Namun, jika jabatan pekerja adalah supervisor kebawah
maka yang menandatangani Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
(PKWT) adalah kepala bagian Pengelolaan Sumber Daya

32

(PSD). Jika kepala cabangnya sudah berhak untuk
menandatangani Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT),
person in charge (PIC) kantor cabang hanya perlu
mengirimkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang
sudah ditandatangani pekerja di atas materai untuk
diarsipkan.

Kepala cabang belum berhak tanda tangan dikarenakan
posisinya sebagai kepala cabang masih pengganti sementara
sehingga, belum resmi sebagai kepala cabang. Jika sudah
ditandatangani oleh direktur utama atau kepala bagian
Pengelolaan Sumber Daya (PSD), kemudian person in
charge (PIC) kantor pusat akan segera mengirimkan
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) tersebut ke kantor
cabang yang bersangkutan lalu kantor cabang memberikan
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) kepada pekerja.

Berikut ini adalah tampilan portal SDM untuk mencetak
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) pekerja.

Gambar 4.3 : Portal SDM Cetak PKWT
Sumber : PT Bringin Gigantara (BRICASH)

33

4.1.5 Mengevaluasi Pekerja
Masa Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) adalah satu
periode, yang berarti sebelas bulan. Person in charge (PIC)
kantor pusat akan menginformasikan kepada person in
charge (PIC) kantor cabang tujuh hari sebelum habis kontrak
nama-nama pekerja yang akan habis kontrak. Saat Perjanjian
Kerja Waktu Tertentu (PKWT) habis, perusahaan berhak
mengambil keputusan untuk memperpanjang atau tidak.
Keputusan tersebut diambil melalui evaluasi pekerja.

Kepala bagian masing-masing bagian kantor pusat bertindak
sebagai evaluator kantor pusat kemudian, dikonfirmasi oleh
kepala divisi masing-masing divisi. Supervisor kantor cabang
bertindak sebagai evaluator kantor cabang setelah itu
dikonfirmasi oleh kepala cabang. Kepala cabang akan
dievaluasi oleh kepala divisi cash management. Jika pekerja
berusia lebih dari 60 tahun akan dievaluasi oleh direktur
utama. Merekalah yang memberikan penilaian dan keputusan
atas kinerja setiap pekerjanya. Evaluasi pekerja dilakukan
dengan cara mengamati kinerja setiap pekerja, kepribadian,
dan prestasinya. Pekerja yang memiliki kinerja baik tentu akan
diperpanjang oleh perusahaan namun jika ada yang memiliki
kinerja kurang baik, perusahaan akan memberikan percobaan
selama tiga bulan untuk pembinaan. Hal ini dilakukan untuk
mengetahui apakah terjadi peningkatan kinerja atau tidak.
Setelah itu baru ditentukan akan diperpanjang atau tidak.

Batas waktu mengunggah evaluasi pekerja pada portal ialah
sebelum tanggal lima belas untuk setiap bulannya. Setelah
melakukan evaluasi pekerja, evaluasi tersebut diunggah ke
portal SDM selanjutnya, person in charge (PIC) kantor cabang

37

akan mengkonfirmasi ke person in charge (PIC) kantor pusat
bahwa evaluasi pekerja sudah diunggah. Melalui portal SDM
akan diketahui pekerja yang akan diperpanjang kontraknya,
tidak diperpanjang kontraknya, atau mengundurkan diri.

Pekerja yang tidak diperpanjang kontraknya akan diberikan
pesangon sebesar satu bulan gaji dan diberikan lampiran
yang memuat nama pekerja, jabatan pekerja, masa kerja,
perincian gaji, pesangon, dan jumlah yang dibayarkan oleh
perusahaan kepada pekerja. Pekerja yang diperpanjang
kontraknya juga akan diberikan pesangon sebesar satu bulan
gaji, hanya saja tidak diberikan lampirannya.

Apabila perusahaan memperpanjang kontrak pekerja, maka
perusahaan perlu membuat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
(PKWT) yang terbaru. Person in charge (PIC) kantor pusat
akan membuat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
terbaru kemudian, meminta persetujuan kepala bagian
Pengelolaan Sumber Daya (PSD), kemudian person in
charge (PIC) kantor pusat mengkonfirmasi kepada person in
charge (PIC) kantor cabang bahwa Perjanjian Kerja Waktu
Tertentu (PKWT) terbaru sudah bisa dicetak.

Jika sudah dicetak, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
terbaru akan ditandatangani oleh pekerja di atas materai, jika
pimpinan cabang belum berhak tanda tangan, Perjanjian
Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dikirim ke kantor pusat untuk
ditandatangani oleh direktur utama atau kepala bagian
Pengelolaan Sumber Daya (PSD). Setelah ditandatangani
oleh direktur utama atau kepala bagian Pengelolaan Sumber
Daya (PSD), Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang

38

Dokumen pekerja yang sebelumnya sudah diarsip diambil
terlebih dahulu di ruang arsip, sesuai dengan daftar nama
pekerja pada surat pengantar yang dikirim oleh kantor cabang
pada masing-masing wilayah. Jika pimpinan cabang yang
bersangkutan sudah berhak tanda tangan, Perjanjian Kerja
Waktu Tertentu (PKWT) yang sudah ditandatangani pekerja
langsung saja dimasukkan pada map snelhecter yang sudah
ada sesuai dengan nama pekerja dan wilayah kantor
cabangnya. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang
diarsipkan di kantor pusat merupakan Perjanjian Kerja Waktu
Tertentu (PKWT) asli yang sudah ditandatangani oleh pekerja
di atas materai. Sebelum diarsip, person in charge (PIC)
kantor pusat akan memasukkan data Perjanjian Kerja Waktu
Tertentu (PKWT) di microsoft excel. Data tersebut bertujuan
untuk mengetahui keberadaan arsip, seperti mutasi atau
tidak, dan tanggal pengarsipannya.

4.2 Hambatan-Hambatan Yang Dihadapi Dalam Proses Penanganan
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) Pada PT Bringin
Gigantara (BRICASH) Jakarta
Dalam menangani Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT),
terkadang mengalami berbagai macam kendala yang dapat
menghambat pekerjaan, membuat pekerjaan menjadi lebih lama
selesai ataupun tertunda. Berikut ini berbagai hambatan yang
dihadapi dalam proses penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
(PKWT) pada PT Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta.

40

1. Person in charge (PIC) terkadang melakukan kekeliruan dalam
mengunggah periode kontrak pada portal SDM.

2. Beberapa person in charge (PIC) kantor cabang terlambat dalam
mengunggah evaluasi pekerja.

3. Dokumen pekerja tidak ditemukan karena ada pekerja yang
dimutasi tetapi person in charge (PIC) belum memindahkan
arsipnya di kantor cabang yang baru.

4.3 Solusi Menanggulangi Hambatan-Hambatan Yang Dihadapi
Dalam Proses Penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
(PKWT) Pada PT Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta
Setiap hal yang dikerjakan pasti ada hambatan-hambatannya dan
memerlukan solusi serta tindaklanjut untuk mengatasi hambatan-
hambatan tersebut yang harus segera dilakukan agar tidak
menghambat pekerjaan dan supaya pekerjaan dapat berjalan dengan
lancar dan selesai tepat waktu. Begitupun dalam proses penanganan
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), tentu juga mengalami
berbagai hambatan. Berikut ini solusi yang diambil untuk menangani
hambatan-hambatan yang dihadapi.

1. Memberikan informasi kepada person in charge (PIC) kantor
cabang bahwa periode kontrak pekerja yang diunggah salah dan
harus segera diganti dan PT Bringin Gigantara (BRICASH)
memperbarui portal SDM. Pada portal SDM yang baru periode
kontrak akan otomatis terinput tanpa harus menghitungnya
secara manual.

41

2. Person in charge (PIC) kantor pusat mengingatkan person in
charge (PIC) kantor cabang untuk segera mengunggah evaluasi
pekerja dan PT Bringin Gigantara (BRICASH) memperbarui
portal SDM. Sehingga, pada sistem portal SDM yang baru
apabila kantor cabang telat mengunggah evaluasi pekerja maka,
sistem akan otomatis tertutup.

3. Person in charge (PIC) mengecek rekam jejak pekerja tersebut
di portal SDM untuk mengetahui pekerja tersebut pernah bekerja
di wilayah mana saja, kemudian mencari dokumennya sesuai
dengan wilayahnya.

42

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Pada bagian akhir dari Tugas Akhir (TA) ini, penulis menarik
kesimpulan berdasarkan pengalaman yang telah didapatkan selama
tiga bulan magang pada PT Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta.
Adapun kesimpulan yang dapat diambil ialah.

1. Proses penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
pada PT Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta sudah cukup
efektif dan terintegrasi dengan baik dengan digunakannya portal
SDM. Proses tersebut meliputi menerima dokumen pekerja baru,
memasukkan data pekerja ke portal SDM, mencetak PKWT,
mengarsip PKWT, dan mengevaluasi pekerja.

2. Hambatan yang dihadapi dalam proses penanganan Perjanjian
Kerja Waktu Tertentu (PKWT) pada PT Bringin Gigantara
(BRICASH) Jakarta masih kerap ditemui seperti person in charge
(PIC) terkadang melakukan kekeliruan dalam mengunggah
periode kontrak pada portal SDM, beberapa person in charge
(PIC) kantor cabang terlambat dalam mengunggah evaluasi
pekerja, dokumen pekerja tidak ditemukan karena ada pekerja
yang dimutasi tetapi person in charge (PIC) belum memindahkan
arsipnya di kantor cabang yang baru.

3. Upaya yang dilakukan dalam menyelesaikan hambatan-
hambatan yang dihadapi sudah cukup optimal, dengan
diperbaruinya portal SDM PT Bringin Gigantara (BRICASH)
Jakarta, membuat penanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu

(PKWT) semakin maksimal seperti apabila kantor cabang
terlambat mengunggah evaluasi pekerja maka sistem akan
otomatis tertutup dan periode kontrak pekerja akan otomatis
terinput tanpa harus menghitungnya secara manual. Jika
dokumen pekerja tidak ditemukan, selanjutnya person in charge
(PIC) mengecek rekam jejak pekerja tersebut diportal SDM untuk
mengetahui pekerja tersebut pernah bekerja di wilayah mana
saja, kemudian mencari dokumennya sesuai dengan wilayahnya.

5.2 Saran
Berikut ini penulis menyampaikan saran yang mungkin berguna bagi
PT Bringin Gigantara (BRICASH) Jakarta.

1. Sebaiknya person in charge (PIC) lebih teliti lagi dengan
memeriksa data beberapa kali untuk memastikan tidak ada lagi
kesalahan sebelum mengunggah data Perjanjian Kerja Waktu
Tertentu (PKWT).

2. Sebaiknya penanganan arsip lebih ditingkatkan lagi dengan cara,
membuat lembar pinjam arsip jika ada yang meminjam arsip. Hal
ini dilakukan agar keberadaan arsip dapat diketahui. Sebaiknya
arsip disimpan dengan sistem gabungan, yaitu geografis abjad.
Arsip-arsip dimasukkan sesuai wilayahnya selanjutnya, arsip-
arsip tersebut diurutkan sesuai abjad sehingga lebih
memudahkan dalam penemuan kembali arsip.

44

DAFTAR PUSTAKA

Diah, Ahyar Muhammad, Amir Hidayat, dan La Ode Muh. Farhan A. 2020.
“Penanganan Kasus KFC . Jet Liner Menabrak Kantor KSOP Kota
Kendari Sulawesi Tenggara” dalam Jurnal Maritim Volume 10 (hlm.
37-43). Samarinda: Jurusan Kemaritiman Politeknik Negeri
Samarinda.

Eri, Nurcahyanto. 2018. “Penanganan Muatan Kayu Log Yang
Berhubungan Dengan Stabilitas Dan Keselamatan Kapal Di KM.
Dahlia Merah Milik PT Pelayaran Inti Internasional”. Tidak
diterbitkan. Semarang: Universitas Maritim Amni. Karya Tulis.

Farida, Ike. 2019. Perjanjian Perburuhan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
dan Outsourcing. Jakarta Timur: Sinar Grafika.

Muanam, Mas dan Ronald Saija. 2019. Rekonstruksi Kontrak Kerja
Outsourcing Di Perusahaan. Yogyakarta: Deepublish.

Rahman, Mariati. 2017. Ilmu Administrasi. Makassar: CV Sah Media.

Rahmawati, Silvia dan Shalahuddin. 2017. “Proses Seleksi Karyawan Baru
Bagian Sales Pada PT Mitra Sukses Karya Bersama Bekasi” dalam
Jurnal Administrasi Kantor Volume 5 (hlm. 99-106). Bekasi Timur:
Akademi Sekretari dan Manajemen Bina Insani.

Redaksi Huta Publisher, Tim. 2016. Undang-Undang Ketenagakerjaan.
Depok: Huta Publisher.

Roni, Kiagus Ahmad dan Cekmas Cekdin. 2020. Sistem Kendali Proses
Industri. Yogyakarta: ANDI.

Visi Yustisia, Tim. 2016. Hak dan Kewajiban Pekerja Kontrak. Jakarta
Selatan: Visimedia.

Wibowo, Antonius. P.S. 2019. Penerapan Hukum Pidana Dalam
Penanganan Bullying Di Sekolah. Jakarta Selatan: Universitas Katolik
Indonesia Atma Jaya.

Wirya, Suwitra I Made. 2020. “Peranan Manajer Dalam Menjaga Semangat
Kerja Karyawan Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tertentu (PKWT) Di
Hotel Gran Hyatt Bali” dalam Jurnal Perhotelan dan Pariwisata
Volume 10 (hlm. 90-102). Bali: Sekolah Tinggi Pariwisata Triatma
Jaya.


Click to View FlipBook Version