The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Berbagai macam kumpulan kegiatan praktikum IPA di Sekolah Dasar yang bisa membantu pembaca, guru, ataupun Mahasiswa dalam Melakukan Praktikum IPA di SD

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by iraanisa087, 2022-06-21 04:51:37

Kegiatan Praktikum IPA di SD

Berbagai macam kumpulan kegiatan praktikum IPA di Sekolah Dasar yang bisa membantu pembaca, guru, ataupun Mahasiswa dalam Melakukan Praktikum IPA di SD

• Papaya
Pada uji lemak, papaya yang diiris kecil kemudian diusap-usapkan pada kertas coklat
dan didiamkan sampai 10 menit kemudian, setelah 10 menit kertas dilihat
menggunakan lampu/senter ternyata tidak meninggalkan noda transparan pada
kertas, hal itu menunjukkan bahwa papaya tidak mengandung lemak.

• Santan
Pada uji lemak, santan yang diteteskan/diusap-usapkan pada kertas coklat dan
didiamkan sampai 10 menit kemudian, setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan
lampu/senter ternyata meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu
menunjukkan bahwa santan mengandung lemak.

• Susu
Pada uji lemak, susu yang ditetskan/diusap-usapkan pada kertas coklat dan
didiamkan sampai 10 menit kemudian, setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan
lampu/senter ternyata tidak meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu
menunjukkan bahwa susu tidak mengandung lemak.

• Minyak goring
Pada uji lemak, minyak goreng diteteskan/diusap-usapkan pada kertas coklat dan
didiamkan sampai 10 menit kemudian, setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan
lampu/senter ternyata meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu
menunjukkan bahwa minyak goreng mengandung lemak.

G. Kesimpulan
Setelah melakukan uji lemak dengan menggunakan contoh bahan-bahan makanan (

kemiri, margarin, wortel, seledri, biji jagung kering, singkong kering, kacang tanah kering,
papaya, santan, susu, dan minyak goreng) maka ada beberapa bahan yang teridentifikasi
mengandung lemak dan ada pula yang teridentifikasi tidak mengandung lemak seperti sebagai
berikut :
a. Bahan yang mengandung lemak :kemiri, margarine, kacang tanah kering, santan, minyak

goreng.
b. Bahan yang tidak mengandung lemak : wortel, seledri, biji jagung kering, singkong kering,

papaya, susu.

44

KEGIATAN PRAKTIKUM IPA

14. STUKTUR SISTEM PENCERNAAN
A. Tujuan

• Dapat mengurutkan bagian bagian dari system pencernaan.
• Percobaan Pengelompokan Bahan Makanan
• Percobaan Gerak Lurus Berubah Beraturan
• Praktikum Ciri-ciri Mahkluk Hidup
B. Alat dan Bahan
• Gambar system pencernaan
• Alat tulis
C. Cara Kerja
1. Perhatikan gambara system pencernaan
2. Urutkan system pencernaan mulai dari mulut
3. Tulis bagian bagiannya pada lembar kerja
4. Simpukan apa yang dapat diambil dari percobaan ini

Gambar 1.22 Sistem Pencernaan

D. Hasil Pengamatan
Bagian Bagian utama saluran pencernaan pada manusia adalah:

a. Rongga mulut
b. Kerongkongan
c. Lambung
d. Usus besar
e. Usus halus
f. Anus
E. Pembahasan
a. Bagian Mulut

45

Mulut adalah bagian terdepan dari sistem pencernaan manusia. Mulut dianggap
sebagai pintu bagi makanan dan minuman yang telah konsumsi untuk masuk dan
diteruskan kepada sistem pencernaan selanjutnya. Bagian mulut terdapat beberapa bagian
penting, diantaranya adalah lidah.

Lidah berfungsi untuk merasakan makanan, serta memposisikan makanan agar
mudah dikunyah dan membantu makanan agar mudah ditelan. Kemudian gigi, bagian ini
berfungsi untuk mengunyah makanan yang dikonsumsi agar menjadi lebih halus dan lebih
mudah dicerna. Yang terakhir adalah ludah yang akan membantu Anda menelan makanan
dengan lebih mudah lagi dan juga berfungsi sebagai pelindung rongga mulut.
b. Bagian Kerongkongan (Esofagus)

Kerongkongan atau Esofagus berasal dari bahasa ilmiah. Kerongkongan
merupakan lorong yang akan dimasuki makanan yang selesai di kunyah dan telah
diproses di dalam mulut. Kegiatan ini terjadi diantara rongga mulut menuju lambung dan
melalui proses pencernaan yang selanjutnya.

Gerakan peristaltic adalah gerakan yang membantu mendorong makanan yang
sudah dikunyah agar masuk ke dalam lambung secara perlahan-lahan. Berdasarkan
penelitian makanan akan melewati kerongkongan biasanya hanya terjadi dalam waktu 6
detik.
c. Bagian Lambung

Lambung atau dalam bahasa ilmiah disebut Ventrikulus. Lambung berbentuk
seperti kantong yang menggelembung dan letaknya pada bagian kiri dalam rongga di
perut. Lambung secara garis besar terdiri dari 3 bagian. Ia memiliki fungsi penting dalam
sistem pencernaan salah satunya adalah menghasilkan asam klorida yang akan membasmi
semua mikroorganisme yang ada pada makanan yang kita makan.
d. Bagian Usus Halus

Usus Halus memiliki beberapa bagian, diantaranya adalah usus dua belas jari, usus
kosong dan usus penyerapan. Ada banyak proses kimia yang terjadi pada usus halus,
karena di dalam usus halus juga memproduksi berbagai macam enzim yang dapat
mengubah beberapa zat makanan menjadi kandungan yang dibutuhkan tubuh agar lebih
mudah diserap.
e. Bagian Usus Besar

46

Usus besar adalah tempat sisa makanan kemudian berada dan nantinya akan
dibusukkan menggunakan bakteri Escherichia coli sehingga bisa menjadi kotoran (feses)
yang kemudian akan dibuang melalui anus.
f. Rektum dan Anus

Rektum adalah bagian paling ujung dari usus besar. Rektum inilah yang disebut
sebagai jalur yang akan dilalui kotoran menuju ke tempat pembuangan terakhirnya yaitu
anus. Pada saat kotoran memasuki rektum maka itu berarti tempat penyimpanan kotoran
yang berada di atasnya sudah penuh dan pada saat itulah seseorang akan merasakan sakit
perut serta keinginan untuk buang air besar. Sedangkan anus seperti yang kita semua
ketahui merupakan lubang dimana kotoran akan dikeluarkan dari dalam tubuh untuk
dibuang.
F. Kesimpulan

Sistem pencernaan manusia adalah sebuah sistem penting yang membantu manusia
dalam mencerna makanan dan minuman yang dikonsumsinya menjadi zat yang lebih mudah
dicerna oleh tubuh dan diambil berbagai kandungan penting di dalamnya yang bermanfaat
untuk organ dalam dan bagian tubuh secara keseluruhan.

Hal ini terjadi karena adanya proses perubahan makanan dan penyerapan sari makanan
yang berupa nutrisi- nutrisi yang dibutuhkan tubuh dengan bantuan enzim yang memcah
molekul makanan kompleks menjadi sederhana sehingga mudah dicerna tubuh. Sistem
Pencernaan Manusia dimulai dari Proses memasukan makanan ke dalam mulut (Injesti),
Proses mengubah makanan menjadi kecil dan lembut (dikunyah) oleh gigi (Pencernaan
mekanik), Proses mengubah molekul makanan kompleks menjadi sederehana oleh enzim,
asam, ‘bile’ dan air (Pencernaan Kimiawi). Penyerapan Nutrisi dan Pembuangan Kotoran
(Proses Penyingkiran).

Pertanyaan dan Jawaban

1. Sebutkan Bagian dari system pencernaan yang mengeluarkan enzim
Jawaban: Mulut, lambung, dan usus halus

2. Enzim apa saja yang dihasilkan oleh organ tersebut

Jawaban:

47

a. Mulut yaitu kelenjar ludah menghasilkan enzimptralin
b. Lambung menghasilkan pepsin, renin, asam klorida
c. Usus halus menghasilkan enzim sakrose, maltase, laktase, peptidase. Pangkreas

menghasilkan enzim lipase, amilase, tripsinogen.

48

KEGIATAN PRAKTIKUM IPA

15. PENGELOMPOKAN SAYURAN
A. Tujuan

Dapat mengelompokkan sayuran berdasarkan macamnya.
B. Alat dan Bahan

• Tempat plastik
• 20 macam bahan sayuran

Gambar 1.23 Pengelompokan Sayuran
C. Materi

Sayuran merupakan kelompok komoditas pangan yang pada umumnya sangat banyak
dikonsumsi oleh masyarakat, baik sebagai sayuran mentah (lalapan) ataupun dengan cara
dimasak terlebih dahulu. Mengonsumsi sayuran memberi sumbangan terutama vitamin A dan
C, serta serat yang sangat penting bagi tubuh. Sayuran diklasifikasikan sebagai tanaman
hortikultura.

Umur panen sayuran pada umumnya relatif pendek (kurang dari satu tahun) dan secara
umum bukan merupakan tanaman musiman, artinya hampir semua jenis tahun, tidak mengenal
musim. Karakteristik ini sedikit berbeda dengan beberapa jenis buahbuahan seperti mangga,
durian dan sebagainya yang hanya dijumpai pada musim-musim tertentu satu kali dalam satu
tahun.

Jenis-jenis sayuran yang sering dengan mudah dijumpai, baik di pasar-pasar tradisional
maupun di pasar swalayan meliputi: wortel, tomat, sawi hijau dan putih, kangkung, buncis,
bayam, seledri, daun bawang, labu siam, selada, terong, kentang dan sebagainya.
• Pengelompokan Sayuran

Sayuran dapat dikelompokkan kedalam dua hal yaitu berdasarkan bagian dari
tanaman dan berdasarkan iklim tempat tumbuh. Berbagai-bagian dari tanaman misalnya
akar, umbi, batang, daun, buah, bunga, biji dan sebagainya dapat dimanfaatkan sebagai

49

sayuran konsumsi, antara lain wortel, kentang, yang diambil dari bagian umbinya,

kangkung, bayam, selada, sawi yang diambil dari bagian daun, asparagus, rebung dari

bagian batang yang masih muda, tomat, cabe, labu siam, terong dari bagian buahnya,

kacang merah, kacang hijau dari bagian buah bijinya

D. Cara Kerja

1. Kumpulkan bahan sayuran sebanyak 20 macam

2. Kelompokkan masing-masing sayuran tersebut ke dalam kelompok sayuran daun,

sayuran buah, sayuran akar/umbi, sayuran kacang-kacangan dan sayuran tunas.

3. Catat semua data masing-masing kelompok itu dalam kolom yang sudah disediakan pada

lembar kerja.

4. Simpulan apa yang dapat diambil dari percobaan ini?

E. Hasil Pengamatan

No Jenis Bahan Sayuran Sayuran Sayuran Sayuran Sayuran

Makanan Daun Buah Akar Kacang Tunas
1 Bayam 
2 Kangkong    
3 Sawi    
4 Daun Singkong    
5 Daun Pepaya    
6 Tomat
7 Cabe
8 Melinjo
9 Waluh
10 Wortel
11 Kentang
12 Kacang Panjang
13 Kacang Merah
14 Kacang
15 Buncis
16 Timun

50

17 Terong  
18 Rebung  
19 Tauge
20 Kapri

Tabel 1.21

F. Pembahasan

Bahan makanan sayuran adalah bahan makanan dari tumbuh-tumbuhan yang setelah

diolah menjadi makanan penyerta dan makanan utama. Bahan makanan sayuran dibedakan

menajdi beberapa kelompok:

a. Sayuran daun: tumbuhan dengan bagian utama yang diubah menjadi hidangan makanan

adalah bagian daunnya. Contoh: bayam, kangkung, sawi, daun, singkong dan daun

pepaya.

b. Sayuran buah : tumbuhan dengan bagian utama yang diolah menjadi hidangan makanan

adalah buahnya. Contoh: tomat, terong, cabe, melinjo, nangka, waluh

c. Sayuran umbi/akar : tumbuhan dengan bagian utama yang diolah menjadi hidangan

makanan adalah bagian umbi/akarnya. Contoh: wortel, kentang .

d. Sayuran kacang-kacangan : tumbuhan dengan bagian utama yang diolah menjadi

hidangan makanan adalah biji yang berupa kacang-kacangan. Contoh: kacang panjang,

kacang tanah, buncis, kapri.

e. Sayuran tunas : tumbuhan dengan bagian utama sebagai makanan adalah tunas tanaman.

Contoh: tauge, rebung

G. Kesimpulan

Bahan makanan berupa sayuran dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok yaitu :

a) Sayuran daun

b) Sayuran buah

c) Sayuran umbi/akar

d) Sayuran kacang-kacangan

e) Sayuran tunas

Pertanyaan dan Jawaban

1. Bila dilihat dari TRIGUN MAKANAN sayuran termasuk kedalam kelompok zat makanan

apa saja?

51

Jawab: Dilihat dari TRIGUNA MAKANAN sayuran termasuk zat pembangun.
2. Termasuk apakah sayuran manakah mlinjo, brokoli, cabe, bawang merah dan terong

Jawab:
a. Melinjo termasuk sayuran kacang-kacangan
b. Brokoli termasuk sayuran
c. Cabe termasuk sayuran buah
d. Bawang merah termasuk sayuran umbi/akar
e. Terong termasuk sayuran buah

52

KEGIATAN PRAKTIKUM IPA

16. PANAS MATAHARI
A. Tujuan : Menjelaskan matahari sebagai sumber panas.
B. Alat dan Bahan

• 2 buah tempat air yang sama ukurannya (panic, baskom, atau ember).
• Termometer
• Plastik transparan.
• Stopwatch.
• Alat tulis
• Air secukupnya
C. Materi

Perpindahan panas dapat dari satu tempat ke tempat lain melalui 3 cara yaitu : konduksi,
konveksi dan radiasi. Contoh bentuk perpindahan panas secara radiasi adalah perpindahan
panas dari matahari ke bumi dengan melewati gelomvbang hampa. Dalam proses radiasi,
energy yang dibawa adalah gelombang elektromagnetik. Jadi panas dapat merambat dengan
cara memancar/radiasi. Pada peristiwa radiasi, panas yang memancar tanpa zat antara atau
menembus zat antara. Besar kecilnya panas suatu benda tergantung pada suhu benda. Makin
tinggi suhu benda makin besar pula radiasi panas yang dikeluarkan. Makin panas air maka
rambatannya makin tinggi.
D. Cara Kerja
1. Isilah kedua tempat air dengan air dingin yang sama banyaknya.
2. Ukur dengan thermometer suhu dingin air (Ti) tersebut, catatlah dalam lembar

pengamatan
3. Tempatkan kedua tempat air tersebut di bawah langsung sinar matahari.
4. Tempatkan lempeng plstik transparan di atas salahsatu tempat air dengan jarak sekitar 10

cm dari permukaan air dalam tempat air. Susunlah alat dan bahan percobaan seperti
gambar di bawah ini.
5. Atur agar kedua tempat air tersebut selalu menghadap matahari.
6. Amati temperature air pada kedua tempat air tersebut (To) setiap 30 menit, selama 10 kali
pengukuran. Catatlah dalam lembar pengamatan!

53

7. Bila ada luks meter, amati dan ukurlahkuat penerangan cahaya matahari tempat di atas

permukaan air setiap 30 menit. Catatlah dalam lembar pengamatan!

E. Data Pengamatan Pengukuran Temperatur (◦C)
Waktu (Menit)

Baskom Tanpa Plastik Baskom dengan Plastik

10 menit Tinggi air 4,5 cm dengan Tinggi air 4,5 cm dengan

suhu 32,8◦C suhu 32,8◦C

25 menit Tinggi air 4,4 cm dengan Tinggi air 4,5 cm dengan

suhu 34,0◦C suhu 33,1◦C

40 menit Tinggi air 4,4 cm dengan Tinggi air 4,5 cm dengan

suhu 34,0◦C suhu 33,0◦C

65 menit Tinggi air 4,4 cm dengan Tinggi air 4,5 cm dengan

suhu 33,4◦C suhu 32,3◦C

75 menit Tinggi air 4,3 cm dengan Tinggi air 4,5 cm dengan

suhu 33,4◦C suhu 32,4◦C

Tabel 1.22

Gambar 1.24 Pengukuran Temperatur Air
F. Pembahasan

Dari hasil pengamatan bahwa air yang tanpa lempeng terasa panasnya lebih cepat karena
tingkat radiasi sinar matahari langsung tanpa penghalang. Berbeda dengan yang menggunakan
lempeng plastik, tingkat panasnya air sangat lambat dikarenakan adanya penghalang (lempeng
plastik).
G. Kesimpulan

Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa panas matahari dapat langsung
memancar dan menembus zat antara dan kemudian besar kecilnya radiasi panas suatu benda
bergantung pada suhu benda.
Pertanyaan dan Jawaban

54

1. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan panas dan cahaya matahari sampai di
permukaan bumi!
Jawab: Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan panas matahari sampai ke permukaan
bumi yaitu:
• Jika pada suatu tempat banyak tumbuh-tumbuhannya maka panas matahari akan
berkurang karena diterima dulu oleh tumbuhan, sehingga tidak langsung menuju bumi.
• Jika udara di suatu tempat dingin, maka panas matahari juga akan terasa tidak terlalu
panas.
• Jika di suatu tempat yang gersang, tidak ada tumbuhannya maka penerimaan panas
matahari di bumi akan terasa sangat panas.
Jadi faktor-faktor yang mempengaruhi adalah suhu udara, banyaknya tumbuhan hidup, dan
keadaan daerah (pegunungan atau pantai).

2. Dapatkah matahari disebut sebagai sumber energi panas? Jelaskan!
Jawab: Matahari adalah sumber energi panas, yang memanfaatkan energi panas matahari di
bumi bukan hanya manusia tetapi juga hewan, dan tumbuhan.

3. Dari percobaan, apakah pengaruh lempeng plastik transparan terhadap penerimaan panas?
Jawab: Pengaruh lempeng plastik transparan terhadap penerimaan panas adalah mengurangi
atau menghambat cahaya panas matahari yang jatuh di permukaan air.

55

KEGIATAN PRAKTIKUM IPA

17. GAYA LISTRIK STATIS
A. Tujuan

• Untuk mengetahui adanya gaya listrik statis.
• Untuk membuktikan adanya gaya listrik statis.
B. Materi

Gaya listik adalah tarikan/dorongan yang ditimbulkan oleh benda-benda yang
bermuatan listrik. Ada 2 jenis muatan litrsik, yaitu : muatan listrik positif dan muatan listrik
negatif. Kekekalan muatan listrik menyatakan bahwa jika sejumlah muatan listrik dengan
jenis tertentu dihasilkan dalam suatu proses maka sejumlah listrik bermuatan lawan jenisnya
dihasilkan, sehingga jumlah muatan neto suatu sistem terisolasi adalah nol.

Teori Listrik dibagi menjadi dua yaitu, listrik statis dan listrik dinamis. Listrik statis
adalah listrik yang tidak mengalir atau listrik yang muatan-muatan listriknya berada dalam
keadaan diam. Listrik statis merupakan bentuk listrik yang dihasilkan bila beberapa benda
digosokkan satu sama lain. Sedangkan listrik dinamis adalah muatan-muatan arus listrik yang
bergerak dan menghasilkan arus listrik. Peristiwa ini terjadi karena proses pemberian muatan
secara induksi (digosokkan) kepada isolator. Kebanyakan atom atau molekul netral pusat
muatan positif berimpit dengan muatan negatif. Ketika isolator didekati oleh benda bermuatan
positif, pusat muatan negatif ditarik mendekati benda bermuatan positif. Ini menghasilkan
muatan lebih negatif pada sisi yang berdekatan dengan pemberi muatan. Gejala ini dikenal
dengan sebutan polarisasi. Pada keadaan ini muatan benda berlawanan jenis dengan polaritas
muatan induksi isolator. Muatan yang berbeda jenis menghasilkan gaya tarik menarik sehinga
isolator dapat menempel pada benda bermuatan listrik.
C. Alat dan Bahan
• Penggaris plastik
• Potongan-potongan kecil kertas
• Rambut seseorang yang agak tebal dan kering
D. Cara Kerja
1. Gosokan penggaris plastik ke rambut.
2. Kemudian dekatkan penggaris plastik itu ke potongan-potongan kertas kecil.

56

3. Amati apa yang terjadi.
4. Catat semua hasil pengamatan pada lembar kerja
5. buatlah kesimpulan tentang gaya listrik statis.
E. Hasil Observasi

Penggaris dapat menarik potongan-potongan kertas karena semua benda-benda tersebut

bermuatan listrik. Muatan listrik tersebut berada dalam keadaan diam (statis), oleh karena

itulah disebut sebagai listrik statis. Listrik statis merupakan energi yang dimiliki oleh benda

bermuatan listrik.

No Keadaan Penggaris Keadaan Kertas

1 Sebelum digosok ke rambut Diam tak bergerak

2 Sesudah digosok ke rambut Bergerak/tertarik kea rah penggaris

Tabel 1.23

F. Pembahasan
Untuk mengetahui adanya gaya listik statis, maka kita melakukan percobaan dengan

penggaris plastik, rambut kering dan agak tebal dan potongan-potongan kertas. Setelah kita
gosokkan atau kita penggaris rambut yang agak tebal dengan penggaris plastik, kemudian kita
dekatkan dengan potongan-potongan kertas, maka yang terjadi adalah potongan-potongan
kertas akan tertarik kearah penggaris plastik tersebut. Hal itu disebabkan karena penggaris
plastik sudah mengandung /bermuatan gaya kelistrikan. Adanya gaya kelistrikan inilah yang
membuat benda plastik dapat menarik potongan-potongan kertas atau benda-benda kecil
lainnya. Akan tetapi, tarikan tersebut hanya berlangsung sementara (sebentar), hal itu terjadi
karena benda plastik menjadi tidak bermuatan listrik lagi.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Gaya apakah yang menyebabkan potongan kertas tertarik oleh penggaris plastik yang
digosokkan dengan rambut kering?
Jawab: gaya listrik statis.

H. Kesimpulan
Penggaris plastik setelah digunakan untuk menyisir rambut kering, lalu didekatkan pada

potongan kertas kecil-kecil, maka kertas tersebut akan tertarik dan menempel pada penggaris.
Hal ini terjadi karena gesekan penggaris dengan rambut mampu menghasilkan gaya listrik

57

statis. Gaya listrik statis inilah yang menyebabkan potongan kertas tertarik dan menempel
pada ketas.

KEGIATAN PRAKTIKUM IPA

58

18. GAYA MAGNET
A. Tujuan

• Untuk mengetahui bahwa magnet dapat menarik benda-benda tertentu
• Untuk mengetahui jenis-jenis benda yang dapat ditarik magnet
B. Materi

Magnet berasal dari kata “magnesia” yang artinya nama sebuah daerah kecil di Asia.
Dahulu, di tempat itulah orang pertama kali menemukan batu yang mampu menarik besi. Batu
itu kemudian di namakan magnet. Magnet tersebut tergolong magnet alam. Setelah manusia
menguasai teknologi, maka dibuat magnet buatan. Berbagai benda dapat ditarik oleh magnet
tersebut. Tetapi hanya benda-benda tertentu yang mampu ditarik oleh magnet.

Magnet dapat menarik benda-benda yang terbuat dari logam tertentu, seperti besi, nikel,
dan kobalt. Sedangkan benda lain tidak dapat ditarik oleh magnet karena tidak mengandung
salah satu dari logam tersebut.
C. Alat dan Bahan
• Magnet batang
• Jarum jahit
• Alumunium
• Seng
• Seutas benang jahit
• Potongan plastik
• Potongan kertas
• Statif
D. Cara Kerja
1. Dekatkan magnet batang dengan bahan yang tersedia tetapi tidak sampai bersentuhan.
2. Amati apa yang terjadi.
3. Masukan data dalam tabel pengamatan.
E. Hasil Observasi

59

Gambar 1.25 Uji Gaya Magnet

No Magnet Bahan Tertarik/Tidak Tertarik
Tertarik
1 Magnet Batang Jarum Tidak tertarik
Tertarik
2 Magnet Batang Aluminium Tidak tertarik
Tidak tertarik
3 Magnet Batang Seng Tidak tertarik

4 Magnet Batang Benang jahit

5 Magnet Batang Plastic

6 Magnet Batang Kertas

Tabel 1.24

F. Pembahasan
Untuk mengetahui bahan-bahan apa saja yang bisa/tidak tertarik oleh magnet, maka kita

lakukan percobaan seperti di atas. Hasil dari data pengamatan tersebut dapat kita ketahui
bahwa jarum jahit dan seng tertarik oleh magnet. Sedangkan aluminiun, benang jahit, plastik,
dan kertas tidak tertarik oleh magnet. Jarum jahit dan seng tertarik mendekati magnet yang
kita dekatkan.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Mengapa benda-benda logam yang kecil dapat ditarik oleh magnet batang ?
Jawab : karena benda-benda kecil tersebut mengandung sifat megnetis, sehingga jika
didekatkan dengan magnet batang, maka akan tertarik mendekati magnet batang tersebut.

G. Kesimpulan
Setelah kita melakukan percobaan dan mengetahui hasilnya, maka dapat kita simpulkan

bahwa magnet dapat menarik benda-benda tertentu yang terbuat dari besi, nikel dan kobalt
yang disebut benda magnetik. Sedangkan benda-benda yang lain tidak tertarik oleh magnet
dan disebut benda nonmagnetik.

60

KEGIATAN PRAKTIKUM IPA

19. GAYA GESEK
A. Tujuan

Untuk mengetahui adanya gaya gesek suatu benda (balok).
B. Materi

Gaya gesek adalah gaya yang berarah melawan gerak benda atau arah kecenderungan
benda akan bergerak. Gaya gesek muncul apabila dua buah benda bersentuhan. Benda-benda
yang dimaksud di sini tidak harus berbentuk padat, melainkan dapat pula berbentuk cair,
ataupun gas. Gaya gesek antara dua buah benda padat misalnya adalah gaya gesek statis dan
kinetis, sedangkan gaya antara benda padat dan cairan serta gas adalah gaya Stokes.
C. Alat dan Bahan
• Meja kayu
• Neraca pegas 1 buah
• Balok kayu dengan 4 bahan sisi berbeda (kayu, plastik mika, busa, dan kain wool)
D. Cara Kerja
1. Letakkan sebuah balok kayu di atas meja kayu.
2. Kaitkan ujung neraca pegas pada balok.
3. Tariklah neraca pegas ke kanan perlahan – lahan dan catat penunjukan pada skala neraca

pegas (saat balok mulai bergerak).
4. Tarik terus sampai balok bergerak dan catat berapa gaya yang diperlukan untuk bergerak.
5. Ulangi langkah di atas dengan mengganti alas menggunakan sisi yang berbeda. Catatlah

perbedaan gaya yang ditunjukkan skala neraca pegas.
E. Hasil Observasi

Gambar 1.26 Gaya Gesek Balok

61

No Keadaan Balok Penunjukan nereca pegas (N)

Alas Kayu

1 Sebelum Bergerak 0

2 Saat Bergerak 0,6

3 Sesudah Bergerak 0,4

Tabel 1.25

F. Pembahasan
Pada saat balok kayu ditarik oleh neraca pegas dengan gaya yang kecil, balok kayu

belum bergerak karena adanya gaya gesek antara kubus dan permukaan meja yang melawan
gaya tarik.

Pada saat dibandingkan manakah yang lebih mudah menarik balok kayu yang
permukaannya kasar atau yang permukaanya halus, ternyata balok kayu yang permukaanya
kasar lebih mudah ditarik dari pada balok kayu yang permukaanya halus. Kenapa balok di atas
meja hanya bisa ditarik dengan gaya tertentu? Balok di atas meja hanya dapat ditarik dengan
gaya gesek karena semakin besar/luas benda yang bergesekan semakin besar pula gaya gesek
yang ditimbulkan berarti gerak benda semakin terhambat.
G. Kesimpulan

Gaya gesek terjadi apabila dua benda yang saling bersentuhan. Gaya gesek memiliki
arah berlawanan dengan arah gerak benda. Gaya gesek makin besar jika permukaan benda
yang bersentuhan kasar dan gaya gesek berkurang jika permukaan benda yang bersentuhan
licin

62

KEGIATAN PRAKTIKUM IPA

20. GAYA PEGAS
A. Tujuan

Untuk mengetahui adanya gaya pegas.
B. Materi

Bila sebuah benda diregangakan oleh gaya, maka panjang benda akan bertambah.
Panjang atau pendeknya pertambahan panjang benda tergantung pada elastisitas bahan dari
benda tersebut dan juga gaya yang diberikannya. Apabila benda masih berada dalam keadaan
elastis (batas elastisitasnya belum dilampaui), beradasarkan hukum Hooke pertambahan
panjang sebanding dengan besar gaya F yang meregangkan benda. Asas ini berlaku juga bagi
pegas heliks, selama batas elastisitas pegas tidak terlampaui (Umar, 2008). Jika gaya yang
bekerja pada sebuah pegas dihilangkan, pegas tersebut akan kembali pada keadaan semula.
Robert Hooke, ilmuwan berkebangsaan Inggris menyimpulkan bahwa sifat elastis pegas
tersebut ada batasnya dan besar gaya pegas sebanding dengan pertambahan panjang pegas.
Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan bahwa besar gaya pegas pemulih sebanding
dengan pertambahan panjang pegas.
C. Alat dan Bahan
• Karet Gelang
• Penggaris
• Beban 30 gr, 40 gr, 45 gr, 49 gr
• Statif
D. Cara Kerja
1. Seutas karet gelang digantungkan pada statif.
2. Sebuah beban digantungkan pula pada ujung karet yang satunya lagi.
3. Beban ditarik ke bawah kemudian dilepaskan.
E. Hasil Observasi

63

Gambar 1.27 Gaya Peges pada Beban

No Masa Beban (gr) Panjang Karet Gelang

1 30 15

2 40 18,5

3 45 20,6

4 49 24

Tabel 1.26

Karet gelang yang diberi beban bila ditarik ke bawah selama beberapa kali akan bergerak
kembali ke atas. Hal ini di sebabkan oleh kelenturan dan gaya dorong yang ada pada karet
gelang yang menimbulkan gaya pegas.

F. Pembahasan
Dari hasil pengamatan gaya yang terjadi adalah gaya pegas, karena karet gelang tersebut

kembali ke bentuk semula (karet gelang merupakan benda yang elastic). Bila suatu benda di
kenai sebuah gaya dan kemudian gaya tersebut di hilangkan, maka benda akan kembali ke
bentuk semula, berarti benda itu adalah benda elastis. Namun pada umumnya benda bila
dikenai gaya tidak dapat dikembalikan ke bentuk semula walaupun gaya yang bekerja sudah
hilang. Benda seperti ini disebut benda plastis. Jadi benda elastic yang kembali kebentuk
semula mempunyai gaya pegas sedangkan benda plastis tidak mempunyai gaya pegas.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apa yang menyebabkan benda yang digantung pada karet gelang bila ditarik ke bawah akan
kembali ke atas?
Jawab: Karena adanya gaya pegas pada benda elastis, yaitu karet gelang.

G. Kesimpulan
Pada kegiatan, yang menyebabkan benda yang digantung pada karet gelang bila ditarik

kebawah kembali keatas adalah karena gaya pegas.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, ternyata semakin besar gaya yang bekerja

pada suatu pegas, maka semakin besar pula pertambahan panjangnya. Hal ini juga dipengaruhi

64

oleh besarnya massa benda yang mempengaruhi besarnya gaya tarik pegas. Di mana gaya
tarik pegasnya berbanding lurus dengan massa benda. Besarnya konstanta pegas tergantung
dari pada jenis pegas yang bekerja.

Karet gelang yang diberi beban bila ditarik ke bawah selama beberapa kali lalu ke kanan
dan ke kiri. Hal ini di sebabkan oleh kelenturan dan gaya dorong yang ada pada karet gelang
yang menimbulkan gaya pegas

KEGIATAN PRAKTIKUM IPA

65

21. GAYA BERAT
A. Tujuan

Untuk mengetahui adanya gaya berat pada benda untuk bergerak.
B. Materi

Gaya berat (gaya gravitasi) adalah suatu gaya yang bersifat menarik suatu benda menuju
benda lain. Segala benda dapat jatuh ke bumi karena bumi menarik benda tersebut. Gaya tarik
bumi dinamakan gaya gravitasi bumi. Benda jatuh bebas disebabkan oleh gaya gravitasi
bumi.
C. Alat dan Bahan
• Karet gelang
• Penggaris
• Beban (benda bermassa 50 gr, 100 gr, 150 gr, 200 grdan 250 gr)
• Statif
D. Cara Kerja
1. Ambil seutas karet gelang, gantungkan salah satu ujungnya pada statif.
2. Ukur panjang karet gelang mula-mula.
3. Gantungkan pula sebuah beban pada ujung karet gelang.
4. Ukur panjang karet gelang.
5. Ulangi mengukur panjang karet gelang setiap penggantian beban yang lebih besar (5

macam beban).
6. Tulislah hasil pengukuran pada tabel pengamatan.
E. Hasil Observasi

Gambar 1.28 Gaya Berat pada Beban

66

Panjang karet gelang mula-mula: 5,5 cm

No Massa Beban (gr) Panjang Karet Gelang (cm)

1 50 6,5

2 100 8,5

3 150 13,5

4 200 17

5 250 20

Tabel 1.27

F. Pembahasan
Setelah kita melakukan percobaan di atas, maka dapat kita ketahui bahwa semakin berat

beban yang kita gantungkan, maka semakin panjang karet gelangnya. Semua itu disebabkan
karena gaya gravitasi yang terdapat pada benda tersebut juga semakin besar, jika beban yang
digantungkan juga besar.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Mengapa panjang karet gelang bertambah sesuai dengan bertambahnya beban yang
digantungkan?
Jawab: Karena semakin besar/berat benda, maka gaya gravitasinya juga semakin besar.
Sehingga semakin besar gaya gravitasi buminya, maka gaya tarik bumi juga semakin besar
yang menyebabkan panjang karet semakin panjang.

G. Kesimpulan
Dari pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa semakin berat

beban yang diterima maka karet gelang akan semakin memanjang dikarenakan adanya gaya
berat (gaya gravitasi). Setiap benda mempunyai gaya berat (gravitasi). Besar gaya gravitasinya
tergantung berat benda tersebut.

67


Click to View FlipBook Version