1
2
Ada dua orang anak laki-laki yang sedang
bermain di taman. Setelah beberapa hari kemarin turun
hujan, hari ini cuacanya cerah, sehingga mereka
memutuskan untuk bermain bersama. Saat itu mereka
sedang bermain pesawat mainan dari kertas. Kedua
anak laki-laki tadi tidak dapat menerbangkan pesawat
mainannya untuk terbang lebih jauh, karena tubuh
mereka yang belum cukup tinggi. Sehingga mereka
memutuskan untuk naik ke sebuah bangku dan
menerbangkan pesawat mereka sambil berdiri diatas
bangku tersebut.
Dan akhirnya mereka senang sekali karena
pesawat mainan mereka bisa terbang lebih jauh dan
lebih lama daripada sebelumnya. Setelah bermain
pesawat kertas, kedua anak ini bermain di ayunan.
Saat berada di atas ayunan itu mereka melihat
anak perempuan yang sedang berlari-lari. Lalu anak
perempuan itu duduk di atas bangku yang mereka naik
tadi.
3
Tiba-tiba saja ada seorang nenek yang datang
mendekat lalu berkata, “aduh nak bajumu terlihat
kotor”, ujar nenek tersebut. Ternyata baju anak
perempuan ini kotor karena tadi menduduki sebuah
bangku yang berlumpur.
Kemudian nenek tersebut meminjamkan sapu
tangannya untuk membersihkan baju anak
perempuan tadi. Dan pada akhirnya, kedua anak laki-
laki tersebut masih berdiri di atas ayunan dan saling
bertatapan dengan ekspresi campur aduk antara
merasa sedih, bingung dan menyesal, karena mereka
baru sadar bahwa ternyata sepatu mereka kotor
karena menginjak
tanah yang becek
akibat hujan. Dan
tanpa sengaja
membuat bangku
yang mereka naik
tadi menjadi kotor.
4
Apa kesalahan yang telah di
perbuat oleh kedua anak laki-
laki tadi?
Mengapa itu salah?
Apa yang seharusnya mereka
lakukan untuk memperbaiki
kesalahan mereka?
Pengajaran Moral :
Anak-anak di harapkan lebih berhati-hati lagi
dalam melakukan sesuatu. Karena sesuatu yang tidak
di pertimbangkan dengan baik atau kesenangan kita
dapat merugikan orang lain.
Dari cerita tadi ada sikap “senang menolong”
yang ditunjukkan oleh nenek yang meminjamkan sapu
tangannya untuk membersihkan baju anak perempuan
yang terkena kotoran tadi.
5
Assalamu’alaikum teman-teman,
perkenalkan namaku Zahra. Kali ini kita
akan mendengarkan cerita tentang
“Berjalan membungkuk”. Teman-teman
diharapkan menyimak dengan baik ya.
Bagaimana tata karma terhadap orang
yang lebih tua dari kita, selamat
menikmati ceritanya ya.
6
Cerita ini berawal dari seorang guru yang sedang
mengajar murid-muridnya di kelas. Guru tersebut
sebelum mengajar bertanya kepada muridnya,
“anak-anak adakah yang tau salah satu contoh tata
krama atau sopan santun?. Lalu murid yang ada
dikelas tersebut menyampaikan pendapat mereka
masing-masing. Salah satu murid perempuan yang
bernama Mira memberikan tanggapan dari
pertanyaan gurunya, “tata krama itu adalah salam bu
guru.” Kata Mira.
7
Lalu pada hari minggu Mira ikut pergi berbelanja
ke pasar bersama ibunya. Di pasar itu ibu melihat ada
seorang anak laki-laki dan seorang nenek yang sedang
duduk. Bersamaan dengan itu anak laki-laki tadi
hendak lewat di depan nenek tersebu. Secara
spontan anak laki-laki tersebut membungkukkan
badannya untuk permisi melewati nenek tersebut.
8
Ibu tersenyum melihat tindakan anak laki-laki
tadi dan memuji tindakan anak tersebut. Lalu ibu
berkata kepada Mira, “apakah kamu melihat anak
laki-laki tadi? Sangat sopan dan baik sekali dalam
bertata krama ya.” Kata ibu.
Mira heran kenapa menurut ibunya itu adalah
perbuatan yang baik, padahal hanya jalan
membungkuk. Lalu mira berkata, “mengapa
menurut ibu itu baik, sepengetahuanku tata krama
itu adalah salam, anak laki-laki tadi kan hanya
membungkukkan badan sambil bilang permisi saja
sambil berjalan”, jawab mira.
Lalu ibu tersenyum dan berkata kepada Mira,
“coba di pikirkan dulu, apakah tata krama itu
hanya sekedar membantu orang lain saja? coba
kamu pikirkan dulu ya?”
Pertanyaan tersebut terus terngiang-ngiang di
pikiran Mira. Lalu keesokan harinya, Mira kembali
masuk sekolah. Pagi itu Mira bertemu dengan ibu
guru yang sedang duduk di kursi luar kelas. Lalu
Mira memutuskan untuk melihat bagaimana reaksi
ibu guru nanti ketika melihat dia membungkukkan
badan ketika melewati ibu guru.
Dan ternyata ibu guru terkesan dan senang
sekali dengan hal itu karena muridnya pandai
dalam bertata krama. Ibu gurupun memuji
perbuatan Mira tadi. Mirapun sangat bahagia dan
tersenyum lebar.
9
“Posisi berjalan membungkuk”
Membungkukkan badan ke bawah,
Kemudian meletakkan satu tangan di
belakang,
Kemudian tangan yang satunya
diluruskan ke bawah agak ke depan,
Lalu sambil berkata “Maaf, permisi”
Saat berjalan harus pelan2 bukan
malah berlari.
10
Tahukah kamu??
Alasan anak tidak sopan juga faktor dari
orang tua, termasuk terlalu toleran terhadap
perilaku anak, interaksi dengan anak kurang,
atau anak terlalu diistimewakan.
Ternyata sopan santun membuat anak
menjadi seseorang yang berkarakter
dan berperilaku yang baik, juga
meningkatkan kemampuan anak
berinteraksi dengan orang lain.
11
Bagaimana jika kita
tidak bersikap sopan?
12
1133
14
Saya melakukan tata krama dengan baik.
Nama :
1. Tuliskan tata krama yang pernah Anda lakukan!
2. Stiker Keberuntungan
3. Perasaan seperti apa yang Anda miliki? Mari kita
melukis symbol ekspresi.
15
Baiklah, teman-teman sudah menikmati
cerita sebelumnya. Sekarang kita lanjut
ke cerita tentang bagaimana menjaga
hubungan dengan orang yang
menyandang disabilitas. Saya harap
teman-teman dapat mengambil
kesimpulan yang baik dari cerita
tersebut.
16
Cerita ini bermula dari seorang murid perempuan yang
sedang mengunjungi perpustakaan sekolah. Di sana dia bertemu
dengan seorang temannya yang bernama Rara. Rara adalah seorang
yang menyandang disabilitas yang karena keterbatasan fisiknya ia
membutuhkan kursi roda untuk membantunya beraktifitas.
Saat itu murid perempuan tadi sedang melihat Rara yang
kesulitan mengambil buku di bagian rak paling atas. Lalu dengan
spontan murid perempuan tadi mengambil buku itu dan
menyerahkannya langsung kepada Rara. Tapi entah kenapa Rara
hanya diam saja dan tidak mengucapkan terimakasih selayaknya
orang yang baru saja menerima bantuan dari orang lain.
17
Dan lalu murid perempuan ini berkata dalam hati, “Kenapa
ya Rara hanya diam saja? kenapa seperinya ia tidak berkenan atas
apa yang aku lakukan untuknya? Padahal aku hanya berniat baik
untuk membantunya”,kata murid perempuan itu dalam hati.
Lalu murid perempuan tadi berlalu meninggalkan Rara
untuk melakukan hal lainnya. Di hari berikutnya, murid perempuan
tadi kembali berkunjung kesekolah dan ternyata ia kembali
bertemu dengan Rara. Waktu itu Rara terlihat sedang kesulitan
mengambil bukunya yang jatuh di lantai. Dan seperti kemarin,
murid perempuan ini cepat-cepat ingin membantu temannya.
Namun langkah murid perempuan ini terhenti, ia teringat
dengan kejadian sebelumnya. Setelah berpikir sejenak akhirnya ia
memutuskan untuk bertanya terlebih dahulu kepada Rara. “Rara,
apakah ada yang bisa aku bantu?”, tanya murid perempuan itu.
Dan ternyata tidak seperti hari kemarin, Rara pun menjawab
pertanyaan itu dengan senyuman dan berkata, “terimakasih atas
tawaran bantuannya, tetapi aku bisa mengambil bukuku sendiri”,
jawab Rara. Lalu Rara berusaha mengambil bukunya sendiri dan
berhasil. Lalu dua anak
Perempuan itupun saling
Bertatapan dan tersenyum
manis.
.
Seru nih......
Guru dapat mengajak murid bermain peran dengan cerita diatas untuk
memperagakan serta mengembangkan jalan cerita tersebut.
18
Melalui cerita ini, anak-anak belajar etika yang baik ketika
sedang berhubungan dengan penyandang disabilitas. Satu hal yang
harus selalu diingat adalah perlakukan semua orang dengan penuh
rasa hormat.
Contohnya seperti bertanya terlebih dahulu sebelum
membantu. Setiap orang tentunya berbeda dan memiliki preferensi
yang berbeda dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
Cerita tadi menggambarkan bahwa Rara digambarkan
sebagai seseorang yang tidak ingin teman-temannya berasumsi
bahwa dia selalu membutuhkan bantuan orang lain. Dia ingin
diperlakukan sama seperti teman-teman lainnya.
Terkadang bantuan yang datang tanpa ia minta itu justru
akan membuat dia merasa sedih dan membuat ia merasa berbeda
dengan teman-teman lainnya.
Disisi lain teman-teman juga belajar untuk menghargai dan
menerima perbedaan pendapat. Belum tentu apa yang menurut
mereka itu baik juga baik dianggap orang lain.
19
Hai, masih bersamaku ya...
Bagaimana cerita sebelumnya, seru
bukan?.
Cerita selanjutnya akan menceritakan
tentang “Peduli terhadap sesama”.
Selamat membaca dan menyimak.
20
Cerita ini bermula dari seorang anak perempuan
yang sedang pulang dari sekolah dengan berjalan kaki.
Dan saat di jalan dia melihat seorang perempuan dewasa
yang berjalan di depannya. Perempuan tadi terlihat
sedang memegang dan mengayunkan alat bantu jalan
berupa tongkat ke kanan dan kekiri sambil menelusuri
garis kuning yang ada di jalan.
Lalu anak perempuan tadi sadar bahwa perempuan
dewasa tadi adalah penyandang disabilitas netra. Yang
membuat anak ini heran adalah, ketika lampu merah di
traffic signal menyala perempuan tadi berhenti dipinggir
jalan. Dan ketika lampu hijau menyala terdengar suara
traffic signal yang menandakan bahwa jalanan aman
untuk dilalui bagi penyandang disabilitas netra.
21
Dan perempuan tadipun bisa menyebrang jalan
tanpa dibantu oleh siapapun. Sesampainya dirumah, anak
perempuan tadi menceritakan pengalaman yang dilihatnya
tadi kepada ibunya. Dan ibupun menegaskan bahwa garis
kuning yang ia lihat tadi adalah guiding block.
Di hari berikutnya disaat pulang sekolah, anak
perempuan itu kembali bertemu dengan perempuan
dewasa yang sama. Seperti kemarin perempuan dewasa itu
terlihat berjalan menelusuri navigasi dari guiding block.
Namun, tiba-tiba Guiding block atau jalur
saja langkahnya terhenti pemandu adalah markah yang
karena tongkatnya dipasang untuk membantu
menabrak sesuatu. penyandang disabilitas
Ternyata ada sepeda yang khususnya tuna netra ketika
terparkir di atas guiding berjalan. Tekstur di guiding
block yang ia ikuti block bisa dimanfaatkan oleh
arahnya. Lalu anak penyandang disabilitas untuk
perempuan tadi mendekat mengarahkan atau memberi
dan mencoba menawarkan peringatan.
bantuan kepadanya.
Anak perempuan
tadipun berkata, “Permisi
kak, saya tadi berjalan di
belakang kakak dan
melihat kakak tiba-tiba
22
saja berhenti. Apakah kakak baik-baik saja?Apa ada yang
bisa saya bantu?, kata anak perempuan.
Lalu perempuan tadi menjawab, “Sepertinya tadi
saya menabrak sesuatu. Dan anak perempuan itu
menjelaskan bahwa ada sepeda yang terparkir diatas
guiding block. Ayo kak, saya bantu, kata anak perempuan.
Dan anak perempuan tersebut membantu membimbing
perempuan dewasa tadi untuk kembali ke guiding block
yang bebas halangan.
Dan setelah itu, perempuan dewasa tadi
mengucapkan terimakasih dan lalu berlalu melanjutkan
perjalanannya.
23
Apa yang bisa kita pelajari dari cerita
tersebut?
Peduli terhadap sesama termasuk ke dalam
pancasila ke-2. Bunyinya “Kemanusiaan
yang adil dan beradap”.
Penjelasan sila ke-2 adalah setiap manusia
memiliki derajat yang sejajar, dan setara,
serta manusia harus memiliki sikap yang adil
dan beradap. Adil dan beradap untuk orang
lain dan lingkungan sekitar.
Setiap manusia harus memiliki sikap peduli
terhadap sesama, baik peduli terhadap orang
lain maupun lingkungan sekitar. Peduli ini
akan mengetahui sikap sebagaimana
mempunyai rasa empati terhadap orang lain
dan lingkungan sekitar.
24
25
26
Hari ini cuaca cerah, matahari bersinar terang
dan udara terasa hangat. Sekarang adalah waktu
istirahat di sekolah. Dan aku sedang asik mengobrol
dengan teman sekelasku. Waktu berlalu begitu cepat
dan bel sekolah berbunyi tanda waktu istirahat telah
usai. Kamipun kembali masuk kedalam kelas.
Aku duduk bersebelahan dengan temanku.
Kami menyiapkan buku dan alat tulis yang akan
digunakan untuk belajar selanjutnya yaitu belajar
matematika.
27
Bu guru segera menulis latihan soal
penjumlahan di papan tulis. Lalu kemudian ibu guru
bertanya.
“Ayo, siapa yang bisa mengerjakan soal
nomor satu?. Dua puluh empat ditambah dua puluh
tujuh hasilnya berapa ya?” tanya bu guru.
Lalu tiba-tiba saja teman sekelasku ina berdiri
sambil mengangkat tangannya dan berkata. “Saya
bisa bu guru!”, jawab Ina dengan nada yang keras.
2288
Sama seperti mina aku juga ingin mencoba
menjawab soal itu, tapi aku hanya mengangkat
salah satu tanganku saja sambil menunggu siapa
yang akan ditunjuk oleh bu guru.
Ternyata bu guru memilihku. “Ayo Queensha
coba jawab nomor satu ya!”, kata bu guru. Mina
terlihat sedikit kecewa dengan pilihan bu guru. Aku
yang diberi kesempatan untuk menjawab segera
berdiri dari tempat dudukku. Aku memasukkan
kursiku ke bawah meja lalu berdiri di belakangnya.
Kemudian aku berkata, “duapuluh empat
tambah tiga puluh tujuh sama dengan enam puluh
satu bu guru”. Jawab Queensha. “Iya, jawabannya
betul sekali, terimakasih Queensha”, kata bu guru.
Lalu akupun duduk kembali.
29
Bu guru segera meulis jawaban soal nomor satu
di papan tulis. Lalu kemudian kembali bertanya. “Ayo
siapa sekarang siapa yang bisa menjawab soal nomor
dua. Tiga puluh tiga ditambah Sembilan puluh dua
hasilnya berapa ya?”
Teman sekelasku yang ingin menjawab
segera mengangkat tangan mereka. Tapi lagi-lagi
Mina langsung berdiri dan langsung berteriak.
“Saya bisa bu guru, tiga puluh tiga ditambah
Sembilan puluh dua sama dengan seratus dua puluh
lima”, jawab Mina.
30
Ibu guru sedikit terkejut saat mendengar
suara Mina. Lalu kemudian bu guru berkata, “ayo
Akira coba jawab soal nomor dua ya”. Mina kembali
terlihat kecewa karena belum mendapat
kesempatan menjawab. Temanku Akira yang duduk
dibelakang Mina segera berdiri dan menyampaikan
jawabannya. “Tiga puluh tiga ditambah Sembilan
puluh dua sama dengan seratus dua puluh lima bu
guru”. Iya, jawabannya seratus dua puluh lima,
terimakasih akira, silahkan duduk kembali, kata bu
guru.
31
Lalu kemudian ibu guru segera menuliskan
jawaban soal nomor dua di papan tulis. Selesai
menulis bu guru lalu berkata, “anak-anak terimakasih
ya, ibu senang sekali karena semua sudah
bersemangat dalam mengerjakan soal latihan tadi.
Tapi ibu ingin mengingatkan kembali bahwa kita
harus selalu bersikap sopan dan santun dimanapun
kita berada, termasuk saat kita sedang berada di
dalam kelas. Jika ingin menjawab pertanyaan
silahkan anak-anak langsung mengangkat tangan.
Dan ibu akan menunjuk langsung menunjuk salah satu
dari kalian. Anak yang ibu tunjuk bisa berdiri dan
memberikan jawabannya setelah itu boleh duduk
kembali, tidak perlu saling berebut atau berteriak
karena semua akan mendapatkan kesempatan yang
sama. Kalau ada yang berteriak nanti akan
mengganggu teman yang lainnya. Bukankah kita
harus selalu menghormati orang lain.” nasehat bu
guru.
3322
Mina yang mendengarkan penjelasan bu guru
langsung sadar akan kesalahannya. Dia tersenyum
mmalu sambil menggaruk kepalanya, lalu kemudian
Mina membungkukkan badannya sebagai tanda
permintaan maaf. “Saya minta maaf bu guru, saya
berjanji tidak akan mengulanginya lagi”, kata Mina.
33
Nah teman-teman pelajaran apa saja ya yang kita
dapat dari cerita kali ini?
1. Tuliskan pendapat teman-teman pada kolom di
bawah ini!
2. Berikan ekspresimu tentang cerita tersebut!
34
35
3366
Aku teringat dengan salah satu pengalaman yang
berkesan disekolah saat musim semi lalu, siang itu saat
jam istirahat, aku dan Yuri teman sekelasku bersama-
sama membersihkan tempat cuci tangan di koridor
sekolah lantai tiga. Letaknya tidak terlalu jauh dari kelas
kami, tempat cuci tangan itu dipakai oleh semua siswa
yang kelasnya berada di lantai tiga, kami bertugas
membersihkannya setiap hari selama satu semester. Ini
adalah tugas tambahan yang kami pilih sendiri. Dan
kamipun sangat senang melakukannya. Karena kami bisa
menghabiskan waktu bersama dan bercerita dengan
panjang lebar terntang banyak hal.
3377
Musim dingin telah tiba, salju pun menyelimuti
halaman sekolah kami. Aku dan Yuri mulai merasa
malas tiap membersihkan tempat cuci tangan itu. Air
yang mengalir dari keran rasanya dingin sekali, kamipun
menjadi tidak bersemangat dalam melakukannya.
Hingga suatu hari Yuri pun berkata, “Queen,
bagaimana kalau kita berhenti membersihkan tempat
cuci tangan ini selama musim dingin, nanti kita akan
membersihkannya lagi saat cuaca sudah terasa lebih
hangat. Sepertinya tidak apa-apakan?”, usul Yuri. Lalu
akupun menyetujui usulnya, kan tidak ada guru yang
memeriksa hasil pekerjaan kami, karena ini adalah
tugas tambahan yang dilakukan suka rela dilakukan
oleh para siswa disekolah.
3388
Dua hari berselang
sejak kami tidak lagi
membersihkan tempat
cuci tangan itu.
Saat aku hendak mencuci tangan disana, terlihat air
mengalir dari beberapa keran tidak ditutup dengan
rapat. Bak cuci tanganpun terlihat sedikit kotor dan
terdapat genangan air di dalamnya. Namun aku hanya
menghiraukannya saja, keesokan harinya aku terkejut
saat melihat bak cuci tangan itu dipenuhi dengan
genangan air, ternyata air tidak dapat mengalir dengan
lancer karena selangnya tersumbat oleh kotoran aku
pun langsung merasa bersalah, lalu aku segera
memanggil Yuri dan menunjukkan padanya apa akibat
dari kemalasan kami selama beberapa hari ini. Yuri pun
terlihat sangat menyesal.
39
Lalu saat itu juga
kami memutuskan untuk
segera membersihkannya.
Kali ini kami melakukannya dengan sunguh-sungguh, air
dingin yang mengalir dari keran sama sekali tidak
menghalangi niat kami. Di hari berikutnya, saat jam
istirahat tiba, aku kembali mendatangi tempat cuci
tangan itu, terlihat ada seorang adik kelas sedang
mencuci tangan disana. Wajahnya berseri-seri, dia
tersenyum sambil melihat kedua tangannya yang sudah
bersih kembali.
40
Dari pengalaman itu kami
belajar bahwa saat kita memilih saat
melakukan sesuatu, kita juga harus
bertanggung jawab atas pilihan itu.
Aku dan Yuri tetap melaksanakan
tugas dengan baik, meskipun tidak ada
pengawasan dari guru. Karena tugas
kecil yang kami lakukan setiap hari itu
sangat bermanfaat untuk orang lain.
Dan jika kami tidak melakukannya
dengan baik, maka nantinya akan
sangat merugikan orang lain juga.
Bukankah sebaik-baiknya manusia
adalah manusia yang bermanfaat
bagi sesamanya.
41
42
Sore ini teman-teman sekelasku datang kerumah.
Mereka adalah Ria, Ani, dan Kia. Ketiganya adalah
sahabat terdekatku disekolah, setiap hari kami selalu
bermain bersama. Dan sore ini kami berempat akan
mengerjakan pekerjaan rumah bersama-sama juga.
Ketika sudah waktunya untuk pulang tiba-tiba
saja diluar hujan deras. Teman-temanku lalu
kebingungan, jadi akupun langsung mengambil tiga
buah paying dan meminjamkannya kepada mereka. Lalu
mereka mengucapkan terimakasih dan berpamitan
pulang kerumah masing-masing.
4433
Akupun melanjutkan
kegiatanku dirumah,
selang beberapa jam saat
asik menggambar, tiba-
tiba saja bel rumah
berbunyi.
“Sepertinya ada tamu”, kata Queen. Saat aku membuka
pintu terlihat Ani di depan rumah ku.
Ani berkata, “hai Queen, aku datang untuk
mengembalikan payung yang aku pinjam tadi. Maaf ya
payungnya masih sedikit basah, ini aku juga
membawakan kue buatan ibuku untuk kamu.”
“Wah, Ani repot-repot sekali, kan kamu bisa
memulangkannya besok hari saja, terimakasih ya”, kata
Queen.
“Tidak apa-apa Ani, aku tidak merasa lebih lega
jika mengembalikan barang lebih awal. Terimakasih ya
telah meminjamkan payungnya.”, kata Ani. Lalu Ani
berpamitan pulang.
44
Keesokan harinya, saat
akan berangkat kesekolah,
aku bertemu dengan Ria di
depan rumah. Ternyata Ria
juga ingin mengembalikan
payung yang aku pinjamkan kemarin sore.
Ria pun berkata, “selamat pagi Queen, ini payung
yang aku pinjam kemarin, terimakasih ya”,. Sekilas aku
perhatikan payung dalam genggamannya, terlihat sudah
kering dan dilipat dengan sangat rapi. Akupun menerima
payung itu, lalu menyimpan didalam rumah. Kami pun
berangkat ke sekolah bersama.
45
Waktupun berlalu,
siang harinya seperti
biasa saat istirahat
aku selalu bermain
dengan teman-teman
dihalaman sekolah.
Lalu aku mendengar Kia berteriak memanggil
namaku dari dalam kelas. “Queen jangan kemana-
mana, tunggu aku disitu ya”, teriak Kia.
Selang beberapa saat Kia datang menghampiri ku,
ia lalu menyerahkan payung yang aku pinjamkan
kemarin dengan kedua tangannya sambil berkata.
“Maaf ya quin aku baru bisa mengembalikan payungmu
sekarang, karena kemarin sesampainya dirumah tali
pengikat payungnya hampir putus jadi aku minta
bantuan ibuku untuk menjahitnya dulu. Terimakasih
atas pinjaman payungnya ya”. Lalu akupun menerima
payungnya dengan senang hati.
4466
Dari ketiga sahabatku, aku belajar tentang
pentingnya mengucapkan terimakasih saat
menerima bantuan dari orang lain. Mereka memang
melakukannya dengan cara yang berbeda.
Ani memilih mengembalikan barang dengan
secepatnya sambil membawakan kue sebagai
ungkapan rasa terimakasih.
Sementara Ria lebih memilih menunggu
keesokan harinya, untuk memastikan bahwa payung
yang ia pinjam dapat dikembalikan dalam kondisi
yang kering dan berlipat dengan rapi.
Lalu Kia meskipun dia adalah orang terakhir
yang mengembalikan barang yang ia pinjam, namun
dia memastikan bahwa barang tersebut
dikembalikan dalam kondisi yang baik yaitu dengan
cara memperbaiki kerusakan yang ada pada barang
tersebut. Dan kalau teman-teman perhatikan Kia
juga mengulurkan kedua tangannya saat
menyerahkan sesuatu kan, ini adalah sikap yang
baik dan patut untuk kita tiru. Kita juga tidak boleh
lupa untuk selalu mengucapkan terimakasih.
Karena dengan mengucapkan terimakasih kita akan
membuat diri kita dan juga orang-orang disekitar
kita menjadi lebih bahagia.