The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Jangan lupa baca dan pahami:)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Muhamad Ardani, 2020-10-21 07:18:01

Membuat Sigil

Jangan lupa baca dan pahami:)

Keywords: Simdig

Kata Pengantar. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
...i
Daftar isi
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan makalah
Bab II Pembahasan
A. Kolonialisasi Spanyol. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
B. Tahun 1521 Spanyol Mulai Masuk perairan Indonesia . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
C. Dampak Spanyol Bagi Ekonomi Indonesia Utara. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9
Bab III Penutup

A. Kesimpulan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sejarah Indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimulai sejak
zaman prasejarah oleh “Manusia Jawa” pada masa sekitar 500.000 tahun yang lalu. Periode dalam
sejarah Indonesia dapat dibagi menjadi lima era: era pra kolonial, munculnya kerajaan-kerajaan
Hindu-Buddha serta Islam di Jawa dan Sumatera yang terutama mengandalkan perdagangan. era
kolonial, masuknya orang-orang Eropa (terutama Belanda) yang menginginkan rempah-rempah
mengakibatkan penjajahan oleh Belanda selama sekitar 3,5 abad antara awal abad ke-17 hingga
pertengahan abad ke-20, era kemerdekaan, pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (1945) sampai
jatuhnya Soekarno (1966), era Orde Baru, 32 tahun masa pemerintahan Soeharto (1966–1998); serta
era reformasi yang berlangsung sampai sekarang.

Tujuan kedatangan bangsa Spanyol ke Indonesia sama dengan tujuan bangsa Portugis, yaitu
mencari kekayaan, menyebarkan agama Nasrani, dan mencari daerah jajahan. Pada tanggal 8
November 1521, kapal dagang Spanyol berlabuh di Maluku, setelah melalui Filipina, Kalimantan
Utara, kemudian langsung ke Tidore. Disini bangsa Spanyol diterima baik oleh rakyat Tidore. Namun
Portugis yang ada di Ternate merasa terancam dan tidak mau disaingi sesama bangsa Eropa, yang
dianggap akan mengganggu monopolinya.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana kolonialisasi Spanyol
2. Tahun berapakah spanyol mulai masuk perairan Indonesia
3. Dampak Spanyol Bagi Ekonomi Indonesia Utara
4. Bagaimana penjajahan spanyol di Indonesia
5. Seperti apakah pelayaran bangsa spanyol di Indonesia
6. Bagaimana dampak penjelajahan samudra yang dilakukan spanyol

C. Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini pada dasarnya ialah yang pertama merupakan syarat
mengikuti Pembelajaran Sejarah Indonesia. Namun dari sisi lain kami juga ingin
mengetahui bagaimana proses masuknya bangsa spanyol ke Indonesia dan seperti apakah
pelayran yang telah di lakukan bangsa spanyol ke Indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Kolonisasi Spanyol

Ferdinand Magelhaens (kadang juga ditulis Ferdinan) Magelan. Karena tokoh inilah, yang
memimpin armada yang pertama kali mengelilingi dunia dan membuktikan bahwa bumi bulat, saat
itu itu dikenal oleh orang Eropa bumi datar. Dimulainya Kolonisasi berabad-abad oleh Spanyol
bersama bangsa Eropa lain, terutama Portugis,Inggris dan Belanda.

Dari Spanyol ke Samudra Pasifik itulah armada Portugis mengarungi Samudra Pasifik, melewati
Tanjung Harapan Afrika, menuju Selat Malaka. Dari sini penjelajahan dilanjutkan ke Kepulauan
Maluku untuk mencari rempah-rempah, komoditas yang setara emas kala itu. ”Pada abad 16 saat
petualangan itu dimulai biasanya para pelaut negeri Katolik itu diberkati oleh pastor dan raja
sebelum berlayar melalui samudera.

Pada tanggal 20 September 1519, San Antonio, Concepción, Victoria, dan Santiago yang terbesar
hingga yang terkecil mengikuti kapal induk Magelhaens, Trinidad, kapal terbesar kedua, seraya
mereka berlayar menuju Amerika Selatan. Pada tanggal 13 Desember, mereka mencapai Brasil, dan
sambil menatap Pāo de Açúcar, atau Pegunungan Sugarloaf, yang mengesankan, mereka memasuki
teluk Rio de Janeiro yang indah untuk perbaikan dan mengisi perbekalan. Kemudian mereka
melanjutkan ke selatan ke tempat yang sekarang adalah Argentina, senantiasa mencari-cari el paso,
jalur yang sulit ditemukan yang menuju ke samudera lain. Sementara itu, udara semakin dingin dan
gunung es mulai tampak. Akhirnya, pada tanggal 31 Maret 1520, Magelhaens memutuskan untuk
melewatkan musim salju di pelabuhan San Julián yang dingin.

Pelayaran tersebut kini telah memakan waktu enam kali lebih lama daripada pelayaran
Columbus mengarungi Samudra Atlantik yang pertama kali dan belum terlihat satu selat pun!
Semangat juang mereka mulai sedingin cuaca di San Julián, dan pria-pria, termasuk beberapa kapten
serta perwira, merasa putus asa dan ingin pulang saja. Tidaklah mengherankan bila terjadi
pemberontakan. Namun, berkat tindakan yang cepat dan tegas di pihak Magelhaens, hal itu
digagalkan dan dua pemimpin pemberontak tersebut tewas.

Kehadiran kapal asing di pelabuhan pastilah menarik perhatian penduduk lokal yang kuatdan
berbadan besar. Merasa seperti orang kerdil dibandingkan dengan raksasa-raksasa ini, para
pengunjung tersebut menyebut daratan itu Patagonia dari kata Spanyol yang berarti "kaki besar"
hingga hari ini. Mereka juga mengamati 'serigala laut sebesar anak lembu, serta angsa berwarna
hitam dan putih yang berenang di bawah air, makan ikan, dan memiliki paruh seperti gagak'. Tentu
saja tidak lain tidak bukan adalah anjing laut dan pinguin!

Daerah lintang kutub cenderung mengalami badai yang ganas secara tiba-tiba, dan sebelum
musim dingin berakhir, armada itu mengalami korban pertamnyaSantiago yang kecil. Namun,

untunglah para awaknya dapat diselamatkan dari kapal yang karam itu. Setelah itu, keempat kapal
yang masih bertahan, bagaikan ngengat kecil bersayap yang terpukul di tengah arus laut yang
membeku dan tak kunjung reda, berjuang sekuat tenaga menuju ke selatan ke perairan yang
semakin dingin hingga tanggal 21 Oktober. Berlayar di bawah guyuran air hujan yang membeku,
semua mata terpaku pada sebuah celah di sebelah barat. El paso? Ya! Akhirnya, mereka berbalik dan
memasuki selat yang belakangan dikenal sebagai Selat Magelhaens! Namun, bahkan momen
kemenangan ini ternoda. San Antonio dengan sengaja menghilang di tengah jaringan rumit selat itu
dan kembali ke Spanyol.

Ketiga kapal yang masih bertahan, diimpit oleh teluk yang sempit di antara tebing-tebing
berselimut salju, dengan gigih berlayar melewati selat yang berkelok-kelok itu. Merek mengamati
begitu banyaknya api di sebelah selatan, kemungkinan dari perkemahan orang Indian, jadi mereka
menyebut daratan itu Tierra del Fuego, “Tanah Api”.

Tiba di Pilipina Magelhaens mengajak para penduduk lokal dan pimpinan mereka untuk
memeluk agama Katolik. Tetapi semangatnya juga menjadi bencana, dimana kemudian ia terlibat
dalam pertikaian antarsuku. Hanya dengan dibantu kekuatan 60 pria, ia menyerang sekitar 1.500
penduduk pribumi, dengan keyakinan bahwa meskipun harus melawan senapan busur, senapan
kuno, namun Tuhan akan menjamin kemenangannya. Akan tetapi yang terjadi adalah Sebaliknya, ia
dan sejumlah bawahannya tewas. Magelhaens pada saat itu berusia sekitar 41 tahun. Pigafetta yang
setia meratap, 'Mereka membunuh cerminan, penerang, penghibur, dan penuntun sejati kita'.
Beberapa hari kemudian, sekitar 27 perwira yang hanya menyaksikan dari kapal mereka, dibunuh
oleh para kepala suku yang sebelumnya bersahabat.

Dikarenakan jumlah awak kapal yang tersisa hanya sedikit, sehingga tidak mungkin untuk
berlayar menggunakan tiga kapal, mereka kemudian menenggelamkan Concepción dan berlayar
dengan dua kapal yang masih tersisa, Trinidad dan Victoria ke tujuan terakhir mereka, yaitu
kepulauan Rempah. Setelah ke 2 kapal tersebut diisi penuh dengan rempah-rempah, kemudian
kedua kapal itu kembali berlayar secara terpisah. Akan tetapi salah satu dari ke 2 kapal
tersebut,Trinidad tertangkap oleh Portugis dan kemudian awak kapalnya dipenjarakan.

Namun, Victoria, di bawah komando mantan pemberontak Juan Sebastián de Elcano, luput.
Sambil menghindari semua pelabuhan kecuali satu, mereka mengambil risiko melewati rute Portugal
mengelilingi Tanjung Harapan. Namun, tanpa berhenti untuk mengisi perbekalan merupakan strategi
yang mahal. Sewaktu mereka akhirnya mencapai Spanyol pada tanggal 6 September 1522 tiga tahun
sejak keberangkatan mereka hanya 18 pria yang sakit dan tidak berdaya yang bertahan hidup.
Meskipun demikian, tidak dapat dibantah bahwa merekalah orang pertama yang berlayar
mengelilingi bumi. Juan Sebastián de Elcano pun menjadi pahlawan. Sungguh suatu hal yang
menakjubkan, muatan rempah Victoria seberat 26 ton menutup ongkos seluruh ekspedisi!

Ketika satu kapal yang selamat, Victoria, kembali ke pelabuhan setelah menyelesaikan
perjalanan mengelilingi dunia yang pertama kali, hanya 18 orang laki-laki dari 237 laki-laki yang
berada di kapal pada awal keberangkatan. Di antara yang selamat, terdapat dua orang Itali, Antonio
Pigafetta dan Martino de Judicibus. Martino de Judicibus (bahasa Spanyol: Martín de Judicibus)
adalan orang dari Genoa yang bertindak sebagai Kepala Pelayan. Ia bekerja dengan Ferdinand
Magellan pada perjalanan historisnya untuk menemukan rute barat ke Kepulauan Rempah-rempah
Indonesia. Sejarah perjalanannya diabadikan dalam pendaftaran nominatif pada Archivo General de
Indias di Seville, Spanyol. Nama keluarga ini disebut dengan patronimik Latin yang tepat, yakni: "de
Judicibus". Pada awalnya ia ditugaskan pada Caravel Concepción, satu dari lima armada Spanyol
milik Magellan. Martino de Judicibus memulai ekspedisi ini dengan gelar kapten. (baca selengkapnya
dalam buku "Sejarah Kolonial Spanyol di Indonesia" oleh David DS Lumoindong.

Sebelum menguasai kepulauan Filipina pada 1543, Spanyol menjadikan pulau Manado Tua
sebagai tempat persinggahan untuk memperoleh air tawar. Dari pulau tersebut kapal-kapal Spanyol
memasuki daratan Sulawesi-Utara melalui sungai Tondano. Hubungan musafir Spanyol dengan
penduduk pedalaman terjalin melalui barter ekonomi bermula di Uwuran (sekarang kota Amurang)
ditepi sungai Rano I Apo. Perdagangan barter berupa beras, damar, madu dan hasil hutan lainnya
dengan ikan dan garam.

Gudang Kopi Manado dan Minahasa menjadi penting bagi Spanyol, karena kesuburan tanahnya
dan digunakan Spanyol untuk penanaman kofi yang berasal dari Amerika-Selatan untuk dipasarkan
ke daratan Cina. Untuk itu di- bangun Manado sebagai menjadi pusat niaga bagi pedagang Cina yang
memasarkan kofi kedaratan Cina. Nama Manado dicantumkan dalam peta dunia oleh ahli peta
dunia, Nicolas Desliens‚ pada 1541. Manado juga menjadi daya tarik masyarakat Cina oleh kofi
sebagai komoditi ekspor masyarakat pedalaman Manado dan Minahasa. Para pedagang Cina
merintis pengembangan gudang kofi (kini seputar Pasar 45) yang kemudian menjadi daerah pecinan
dan pemukiman. Para pendatang dari daratan Cina berbaur dan berasimilasi dengan masyarakat
pedalaman hingga terbentuk masyarakat pluralistik di Manado dan Minahasa bersama turunan
Spanyol, Portugis dan Belanda.

Kemunculan nama Manado di Sulawesi Utara dengan berbagai kegiatan niaga yang dilakukan
Spanyol menjadi daya tarik Portugis sejak memapankan posisinya di Ternate . Untuk itu Portugis
melakukan pendekatan mengirim misi Katholik ke tanah Manado dan Minahasa pada 1563 dan
mengembangkan agama dan pendidikan Katholik. Lomba Adu Pengaruh di Laut Sulawesi

Antara Minahasa dengan Ternate ada dua pulau kecil bernama Mayu dan Tafure. Kemudian
kedua pulau tadi dijadikan pelabuhan transit oleh pelaut Minahasa. Waktu itu terjadi persaingan
Portugis dan Spanyol dimana Spanyol merebut kedua pulau tersebut. Pandey asal Tombulu yang
menjadi raja di pulau itu lari dengan armada perahunya kembali ke Minahasa, tapi karena musim
angin barat lalu terdampar di Gorontalo. Anak lelaki Pandey bernama Potangka melanjutkan
perjalanan dan tiba di Ratahan. Di Ratahan, dia diangkat menjadi panglima perang karena dia ahli

menembak meriam dan senapan Portugis untuk melawan penyerang dari Mongondouw di wilayah
itu. Tahun 1563 diwilayah Ratahan dikenal orang Ternate dengan nama “Watasina” karena ketika
diserang armada Kora-kora Ternate untuk menhalau Spanyol dari wilayah itu (buku “De Katholieken
en hare Missie” tulisan A.J. Van Aernsbergen). Tahun 1570 Portugis dan Spanyol bersekongkol
membunuh raja Ternate sehinga membuat keributan besar di Ternate. Ketika itu banyak pedagang
Islam Ternate dan Tidore lari ke Ratahan. Serangan bajak laut meningkat di Ratahan melalui
Bentenan, bajak laut menggunakan budak-budak sebagai pendayung. Para budak tawanan bajak laut
lari ke Ratahan ketika malam hari armada perahu bajak laut dirusak prajurit Ratahan Pasan.
Kesimpulan sementara yang dapat kita ambil dari kumpulan cerita ini adalah Penduduk asli wilayah
ini adalah Touwuntu di wilayah dataran rendah sampai tepi pantai Toulumawak di pegunungan,
mereka adalah keturunan Opok Soputan abad ke-tujuh. Nama Opo' Soputan ini muncul lagi sebagai
kepala walak wilayah itu abad 16 dengan kepala walak kakak beradik Raliu dan Potangkuman.
Penduduk wilayah ini abad 16 berasal dari penduduk asli dan para pendatang dari Tombulu,
Tompakewa (Tontemboan), Tonsea, Ternate dan tawanan bajak laut mungkin dari Sangihe.

B. Tahun 1521 Spanyol Mulai Masuk perairan Indonesia

Awak kapal Trinidad yang ditangkap oleh Portugal dan dipenjarakan kemudian dengan bantuan
pelaut Minahasa dan Babontewu dari kerajaan Manado mereka dapat meloloskan diri. Ke 12 pelaut
ini kemudian berdiam dipedalaman Minahasa, ke Amurang terus ke Pontak, kemudian setelah
beberapa tahun mereka dapat melakukan kontak kembali dengan armada Spanyol yang telah
kembali ke Pilipina. 1522 Spanyol memulai kolonisasi di Sulawesi Utara 1560 Spanyol mendirikan pos
di Manado

Minahasa memegang peranan sebagai lumbung beras bagi Spanyol ketika melakukan usaha
penguasaan total terhadap Filipina. Pada tahun 1550 Spanyol telah mendirikan benteng di Wenang
dengan cara menipu Kepala Walak Lolong Lasut menggunakan kulit sapi dari Benggala India yang
dibawa Portugis ke Minahasa. Tanah seluas kulit sapi yang dimaksud spanyol adalah tanah seluas tali
yang dibuat dari kulit sapi itu. Spanyol kemudian menggunakan orang Mongodouw untuk
menduduki benteng Portugis di Amurang pada tahun 1550-an sehingga akhirnya Spanyol dapat
menduduki Minahasa. Dan Dotu Kepala Walak (Kepala Negara) Lolong Lasut punya anak buah
Tonaas Wuri' Muda.

Nama Kema dikaitkan dengan pembangunan pangkalan militer Spanyol ketika Bartholomeo de
Soisa mendarat pada 1651 dan mendirikan pelabuhan di daerah yang disebutnya ‘La Quimas.’
Penduduk setempat mengenal daerah ini dengan nama ‘Maadon’ atau juga ‘Kawuudan.’ Letak
benteng Spanyol berada di muara sungai Kema, yang disebut oleh Belanda, "Spanyaardsgat, " atau
Liang Spanyol.

Dr. J.G.F. Riedel menyebutkan bahwa armada Spanyol sudah mendarat di Kema tepat 100 tahun
sebelumnya.Kema berkembang sebagai ibu negeri Pakasaan Tonsea sejak era pemerintahan
Xaverius Dotulong, setelah taranak-taranak Tonsea mulai meninggalkan negeri tua, yakni Tonsea Ure
dan mendirikan perkampungan- perkampungan baru. Surat Xaverius Dotulong pada 3 Februrari
1770 kepada Gubernur VOC di Ternate mengungkapkan bahwa ayahnya, I. Runtukahu Lumanauw
tinggal di Kema dan merintis pembangunan kota ini. Hal ini diperkuat oleh para Ukung di Manado
yang mengklaim sebagai turunan dotu Bogi, putera sulung dari beberapa dotu bersaudara seperti
juga dikemukakan Gubernur Ternate dalam surat balasannya kepada Xaverius Dotulong pada 1
November 1772.

1. Asal Nama Kema

Misionaris Belanda, Domine Jacobus Montanus dalam surat laporan perjalanannya pada 17
November 1675, menyebutkan bahwa nama Kema, yang mengacu pada istilah Spanyol, adalah nama
pegunungan yang membentang dari Utara ke Selatan. Ia menulis bahwa kata ‘Kima’ berasal dari
bahasa Minahasa yang artinya Keong. Sedangkan pengertian ‘Kema’ yang berasal dari kata Spanyol,
‘Quema’ yaitu, nyala, atau juga menyalakan. Pengertian itu dikaitkan dengan perbuatan pelaut
Spanyol sering membuat onar membakar daerah itu. Gubernur Robertus Padtbrugge dalam memori
serah terima pada 31 Agustus 1682 menyebutkan tempat ini dengan sebutan "Kemas of grote
Oesterbergen, " artinya adalah gunung-gunung besar menyerupai Kerang besar. Sedangkan dalam
kata Tonsea disebut ‘Tonseka,’ karena berada di wilayah Pakasaan Tonsea.

Hendrik Berton dalam memori 3 Agustus 1767, melukiskan Kema selain sebagai pelabuhan
untuk musim angin Barat, juga menjadi ibu negeri Tonsea. Hal ini terjadi akibat pertentangan antara
Manado dengan Kema oleh sengketa sarang burung di pulau Lembeh. Pihak ukung-ukung di Manado
menuntut hak sama dalam bagi hasil dengan ukung-ukung Kema. Waktu itu Ukung Tua Kema adalah
Xaverius Dotulong.

Portugis dan Spanyol merupakan tumpuan kekuatan gereja Katholik Roma memperluas
wilayah yang dilakukan kesultanan Ottoman di Mediterania pada abad ke-XV. Selain itu Portugis dan
Spanyol juga tempat pengungsian pengusaha dan tenaga-tenaga terampil asal Konstantinopel ketika
dikuasai kesultanan Ottoman dari Turki pada 1453. Pemukiman tersebut menyertakan alih
pengetahuan ekonomi dan maritim di Eropa Selatan. Sejak itupun Portugis dan Spanyol menjadi
adikuasa di Eropa.

Alih pengetahuan diperoleh dari pendatang asal Konstantinopel yang memungkinkan bagi
kedua negeri Hispanik itu melakukan perluasan wilayah-wilayah baru diluar daratan Eropa dan
Mediterania. Sasaran utama adalah Asia-Timur dan Asia-Tenggara. Mulanya perluasan wilayah
antara kedua negeri terbagi dalam perjanjian Tordisalles, tahun 1492. Portugis kearah Timur
sedangkan Spanyol ke Barat. Masa itu belum ada gambaran bahwa bumi itu bulat. Baru disadari
ketika kapal-kapal layar kedua belah pihak bertemu di perairan Laut Sulawesi. Kenyataan ini juga

menjadi penyebab terjadi proses reformasi gereja, karena tidak semua yang menjadi "fatwa" gereja
adalah Undang-Undang, hingga citra kekuasaan Paus sebagai penguasa dan wakil Tuhan di bumi dan
sistem pemerintahan absolut theokratis ambruk. Keruntuhan ini terjadi dengan munculnya gereja
Protestan rintisan Martin Luther dan Calvin di Eropa yang kemudian menyebar pula ke berbagai
koloni Eropa di Asia, Afrika dan Amerika.

Dari kesepakatan Tordisalles itu, Portugis menelusuri dari pesisir pantai Afrika dan samudera
Hindia. Sedangkan Spanyol menelusuri Samudera Atlantik, benua Amerika Selatan dan melayari
samudera Pasifik. Pertemuan terjadi ketika kapal-kapal Spanyol pimpinan Ferdinand Maggelan
menelusuri Pasifik dan tiba di pulau Kawio, gugusan kepulauan Sangir dan Talaud di Laut Sulawesi
pada 1521. Untuk mencegah persaingan di perairan Laut Sulawesi dan Maluku Utara, kedua belah
pihak memperbarui jalur lintas melalui perjanjian Saragosa pada tahun 1529. Perjanjian tersebut
membagi wilayah dengan melakukan batas garis tujuhbelas derajat lintang timur di perairan Maluku
Utara. Namun dalam perjanjian tersebut, Spanyol merasa dirugikan karena tidak meraih lintas niaga
dengan gugusan kepulauan penghasil rempah-rempah. Untuk itu mengirimkan ekspedisi menuju
Pasifik Barat pada 1542. Pada bulan Februari tahun itu lima kapal Spanyol dengan 370 awak kapal
pimpinan Ruy Lopez de Villalobos menuju gugusan Pasifik Barat dari Mexico . Tujuannya untuk
melakukan perluasan wilayah dan sekaligus memperoleh konsesi perdagangan rempah-rempah di
Maluku Utara.

Dari pelayaran ini Villalobos mendarat digugusan kepulauan Utara disebut Filipina, di ambil
dari nama putera Raja Carlos V, yakni Pangeran Philip, ahli waris kerajaan Spanyol. Sekalipun Filipina
tidak menghasilkan rempah-rempah, tetapi kedatangan Spanyol digugusan kepulauan tersebut
menimbulkan protes keras dari Portugis. Alasannya karena gugusan kepulauan itu berada di bagian
Barat, di lingkungan wilayahnya. Walau mengkonsentrasikan perhatiannya di Amerika-Tengah,
Spanyol tetap menghendaki konsesi niaga rempah-rempah Maluku-Utara yang juga ingin didominasi
Portugis. Tetapi Spanyol terdesak oleh Portugis hingga harus mundur ke Filipina. Akibatnya Spanyol
kehilangan pengaruh di Sulawesi Utara yang sebelumnya menjadi kantong ekonomi dan menjalin
hubungan dengan masyarakat Minahasa.

Peperangan di Filipina Selatan turut memengaruhi perekonomian Spanyol. Penyebab utama
kekalahan Spanyol juga akibat aksi pemberontakan pendayung yang melayani kapal-kapal Spanyol.
Sistem perkapalan Spanyol bertumpu pada pendayung yang umumnya terdiri dari budak-budak
Spanyol. Biasanya kapal Spanyol dilayani sekitar 500 - 600 pendayung yang umumnya diambil dari
penduduk wilayah yang dikuasai Spanyol. Umumnya pemberontakan para pendayung terjadi bila
ransum makanan menipis dan terlalu dibatasi dalam pelayaran panjang, untuk mengatasinya
Spanyol menyebarkan penanaman palawija termasuk aneka ragam cabai (rica), jahe (goraka), kunyit
dll.

Kesemuanya di tanam pada setiap wilayah yang dikuasai untuk persediaan logistik makanan
awak kapal dan ratusan pendayung. Pergerakan Mengusir Penjajahan lawan Spanyol Minahasa juga

pernah berperang dengan Spanyol yang dimulai tahun 1617 dan berakhir tahun 1645. Perang ini
dipicu oleh ketidakadilan Spanyol terhadap orang-orang Minahasa, terutama dalam hal perdagangan
beras, sebagai komoditi utama waktu itu. Perang terbuka terjadi nanti pada tahun 1644-1646. Akhir
dari perang itu adalah kekalahan total Spanyol, sehingga berhasil diusir oleh para waranei (ksatria-
ksatria Minahasa).

2. Dampak Spanyol Bagi Ekonomi Indonesia Utara

Diplomasi para pemimpin pemerintahan Walak mendekati Belanda berhasil mengusir
Spanyol dari Minahasa. Namun konsekwensi yang harus dialami adalah rintisan jalur niaga laut di
Pasifik hasil rintisan Spanyol sejak abad ke-17 terhenti dan memengaruhi perekonomian Sulawesi
Utara. Sebab jalur niaga ini sangat bermanfaat bagi penyebaran komoditi eskpor ke Pasifik. Sejak
itupun pelabuhan Manado menjadi sepi dan tidak berkembang yang turut memengaruhi
pengembangan kawasan Indonesia bagian Timur hingga Pasifik Barat Daya. Dilain pihak, pelabuhan
Manado hanya menjadi persinggahan jalur niaga dari Selatan (berpusat di Surabaya, Tanjung Priok
yang dibangun oleh Belanda sejak abad ke-XVIII) ke Asia-Timur melalui lintasan Selat Makassar.
Itupun hanya digunakan musiman saat laut Cina Selatan tidak di landa gelombang ganas bagi kapal-
kapal.

Sedangkan semua jalur niaga Asia-Timur dipusatkan melalui Laut Cina Selatan, Selat Malaka,
Samudera Hindia, Tanjung Harapan Atlantik-Utara yang merupakan pusat perdagangan dunia.
Sebagai akibatnya kegiatan hubungan ekonomi diseputar Laut Sulawesi secara langsung dengan
dunia luar praktis terlantar. Karena penyaluran semua komoditi diseluruh gugusan nusantara melulu
diatur oleh Batavia yang mengendalikan semua jaringan tata-niaga dibawah kebijakan satu pintu.
Penekanan ini membawa derita berkepanjangan bagi kegiatan usaha penduduk pedalaman
Minahasa.

3. Garis waktu kolonialisasi

o 1521 Spanyol memulai petualangannya di Sulawesi Utara

o 1560 Spanyol mendirikan pos di Manado.

o 1617 Gerakan perlawanan rakyat Minahasa di Sulawesi Utara untuk mengusir
kolonial Spanyol.

o 1646 Spanyol di usir dari Minahasa dan Sulawesi Utara. Tahun selanjutnya Spanyol masih
mencoba memengaruhi kerajaan sekitar untuk merebut kembali Minahasa tapi gagal, terakhir
dengan mendukung Bolaang Mongondow yang berakhir tahun 1692

C. Penjelajahan Spanyol dan Penjajahan di Indonesia

1. Penyebab Dilakukannya Penjelajahan Samudra

Para pedagang dari Eropa terutama dari Italia dan Yunani membawa barang
dagangan berupa rempah-rempah dan sutera dari Laut Tengah. Komoditas tersebut dibawa
ke Venesia atau Genoa lewat pegunungan Alpen terus menuju ke pasaran Eropa Barat.
Akan tetapi ada juga yang melalui para pedagang Portugis dan Spanyol yang
aktif berdagang di Laut Tengah. Para pedagang dari Portugis dan Spanyol setelah
mendapat rempah-rempah dan sutera dari kota-kota dagang di Laut Tengah seperti
Bizantium (Constantinopel), Roma, Venesia, Genoa, Aleksandria ( Iskandariah) dan Allepo,
kemudian dibawa kepasaran Eropa Barat, seperti Lisabon.

Perdagangan dunia baik melalui jalur sutera maupun jalur rempah-rempah dari dunia
Timur (termasuk dari Indonesia), akan bermuara di Laut Tengah. Laut Tengah adalah
sebuah inland sea (laut pedalaman) yang secara geografis terletak strategis; sebelah barat
dan utara membentang wilayah Eropa, di sebelah timur terhampar daratan Asia dan di
bagian selatan adalah pesisir Afrika Utara.

Dari Lisabon dibawa ke Eropa Utara oleh para pedagang Inggris dan
Belanda. Dengan demikian rempah-rempah yang berasal dari Indonesia telah menjadi
komoditi yang menghubungkan antara kota dagang dan antara para pedagang dari Asia
dan Eropa. Rempah-rempah itu sangat dibutuhkan di Eropa sebagai obat, pengawet
makanan dan bumbu masakan.

Ramainya perdagangan di Laut Tengah, terganggu selama dan setelah
berlangsungnya Perang Salib (1096-1291). Di tambah dengan jatuhnya kota
Constantinopel ( Bizantium ) pada tahun 1453 ke tangan Turki Usmani yang notabene
Islam. Maka berakhirlah kerajaan Romawi Timur dan dapat dikatakan aktivitas
perdagangan antara orang Eropa dan Asia terputus.

Sultan Muhammad II, penguasa Turki menjalankan politik yang mempersulit
pedagang Eropa beroperasi di daerah kekuasannya. Barang-barang yang sangat
dibutuhkan oleh orang-orang Eropa, terutama rempah-rempah menjadi berkurang di
pasaran Eropa.

Perang Salib berlangsung 200 tahun lebih dari tahun 1096 sampai 1291. Berawal
dari pernyataan perang Paus Urbanus II (1095) untuk merebut kota suci Yerusalem di
Timur Tengah dari kekuasaan bangsa Turki Seljuk. Tentara Salib dari Eropa terdiri atas para
biarawan, bangsawan, rakyat dan budak belian. Mereka menggunakan lencana salib
dibahunya sehingga perang itu disebut perang salib.

Orang-orang Eropa atau bangsa Barat menghadapi kendala krisis komoditi
perdagangan khususnya rempah-rempah, berusaha keras mencari sumbernya dengan
melakukan penjelajahan samudra. Faktor-faktor lain yang mendorong bangsa Barat
menjelajah samudra pada akhir abad ke –16 diantaranya :

1. Penemuan Copernicus yang didukung oleh Galileo yang menyatakan bahwa bumi itu bulat
seperti bola, matahari merupakan pusat dari seluruh benda-benda antariksa. Bumi dan
benda-benda antariksa lainnya beredar mengelilingi matahari ( teoriHeliosentris ).

2. Semangat reconguesta, yaitu semangat pembalasan sebagai tindak lanjut Perang Salib,
terhadap kekuasaan Islam dimanapun yang dijumpainya

3. Semangat gospel, yaitu semangat untuk menyebarkan agama nasrani.
4. Semangat Glory, yaitu semangat memperoleh kejayaan atau daerah jajahan.
5. Semangat Gold, yaitu semangat untuk mengeruk kekayaan .
6. Perkembangan teknologi kemaritiman dimana keberadaan kapal-kapal laut yang besar

memungkinkan pelayaran dan perdagangan yang lebih luas, termasuk menyeberangi
samudra Atlantik.
7. Adanya sarana pendukung seperti kompas, teropong, mesiu dan peta yang
menggambarkan secara lengkap dan akurat garis pantai, terusan dan pelabuhan.
8. Adanya buku Imago Mundi yang menceritakan perjalanan Marco Polo (1271-1292).
9. Perjalanan Ordoric da Pardenone menuju Campa yang sempat singgah di Jawa pada
abad ke- Ordoric melaporkan sekilas mengenai kebesaran Majapahit.

Marco Polo adalah saudagar dari Venesia, bersama ayahnya Nicolo Polo dan
pamannya Maffeo Polo mengunjungi China (1271-1292) dengan menelusuri jalur sutera.
Ketika itu China diperintah oleh Kubilai Khan ( pengganti ayahnya,Jenghis Khan ).
Kembali dari China menggunakan kapal Khan Agung melalui jalur laut singgah di
pelabuhan Perlak ( 1292 ).

2. Pelayaran Bangsa Spanyol

a. Christopher Columbus
Pada tanggal 3 Agustus 1492, Christopher Columbus mulai berlayar mencari sumber

rempah-rempah di dunia timur. Berdasar pengetahuan bahwa dunia ini bulat, bermaksud
mencapai daerah Hindia Timur dari arah barat. Bermodal 3 buah kapal yang bernama Pinta,
Nina dan Maria, dengan awak 88 orang pelaut sebagai hadiah dari ratu Issabella penguasa
Spanyol, bertekad menyebrangi samudra Atlantik.Setelah berlayar lebih dari 2 bulan
mengarungi samudra Atlantik, sampailah Columbus di kepulauan Bahama di Karibia. Ia merasa
telah sampai di kepulauan Hindia Timur yang merupakan sumber rempah-rempah. Ia menamai

penduduk asli di kawasan itu sebagai Indian. Selanjutnya kepulauan Bahama dikenal sebagai
Hindia Barat.

Columbus bersama seorang penyelidik bernama Amerigo Vespucci berlayar antara
tahun 1492 – 1504 terhitung 4 kali :

1. Tahun 1492 – 1493 sampai di kepulauan Bahama, Cuba dan Hispaniola

2. Tahun 1493 – 1496 sampai di Puerto Rico dan Jamaica

3. Tahun 1498 – 1500 berlayar sepanjang pantai utara Amerika Selatan

4. Tahun 1502 – 1504 sampai di pantai Central Amerika

Mereka menemukan benua baru yang diberi nama Amerika. Jadi penemu benua Amerika
adalah Christophorus Columbus.

Amerigo Vespucci adalah seorang Italia yang bekerja untuk Spanyol, mencatat segala sesuatu yang
dilihat dan dialami di daerah orang Indian itu. Catatan Amerigo Vespucciini sampai ke tangan seorang
professor Ilmu Bumi di Universitas St. Die di Jerman yang bernama Martin Waldseemuller. Melalui professor
inilah daerah yang merupakan benua itu diberi nama Amerika, mengambil nama Amerigo Vespucci.

Sejak Columbus menemukan benua Amerika, menyusul pelaut-pelaut Spanyol, seperti :

Cortez, menduduki Mexico pada tahun 1519 dengan menakhukkan suku Indian yaitu Kerajaan
Aztec dan suku Maya di Yucatan. Pizzaro, pada tahun 1530 menaklukkan kerajaan Indian di
Peru yaitu suku Inca.

b. Ferdinand Magelhaens ( Magellan )

Pada tanggal 10 Agustus 1519, Magelhaens ( Magellan, keturunan Portugis) dengan
lima buah kapal berawak 250 orang, berlayar ke barat mengikuti jejak Columbus.
Magelhaens didampingi Kapten Juan Sebastian del Cano ( Sebastian Ecano) dan seorang
penulis dari Italia yang bernama Pigafetta. Penulis inilah yang mengisahkan perjalanan
Magelhaens-del Cano mengelilingi dunia yang membuktikan bahwa bumi itu bulat seperti bola.

Pada tahun 1520, setelah menyeberangi samudra Pasifik, sampailah
rombongan Magelhaens di kepulauan Massava. Kepulauan ini kemudian diberi nama Filipina,
mengambil nama raja Spanyol, Philips II. Rombongan Magelhaensmendirikan batu peringatan
dan mengklaim sebagai daerah kekuasaannya.Magelhaens juga menyebarkan agama Katolik
dan berhasil menggaet raja Cebu. Dalam suatu pertempuran melawan orang
Mactan, Magelhaens gugur (27 April 1521). Akibat peristiwa itu rombongan bergegas
meninggalkan Filipina di pimpin olehSebastian del Cano, menuju kepulauan Maluku. Tersisa
tinggal 2 kapal, yaitu Victoriadan Trinidad dengan awak kapal 17 orang, berhasil memborong
rempah-rempah di Maluku kemudian melanjutkan perjalanan kembali menuju Spanyol lewat
Tanjung Harapan. Kapal Victoria berhasil sampai di Spanyol (6 September 1522 ) sedang
kapalTrinidad dirampas Portugis di tengah jalan.

Magelhaens dianggap sebagai orang besar dalam dunia pelayaran. Raja Spanyol
memberi hadiah sebuah tiruan bola bumi. Pada tiruan bola bumi itu dililitkan pita bertuliskan
‘ Engkaulah yang pertama kali mengetahui diriku’.

3. Karasteristik bangsa spanyol

Spanyol menjajah Indonesia hanya sementara karena mereka lebih memfokuskan
kekuasaannya di Philipina, walaupun hanya sementara namun termasuk bangsa yang pernah
menduduki Indonesia.

Sesuai dengan hasil perjajnjian Tordesislas bahwa Spanyol mendapat bangian wilayah
Barat, rombongan kapal Spanyol bertolak dari negerinya menuju ke arah Barat di bawah
pimpinan Magelhaen. Setelah melintasi Samudra Atlantik, mereka tiba di Amerika Selatan.
Setelah melintasi Samudra Pasifik, tiba di Philipina. Magelhaen sendiri tewas dalam perang
dengan penduduk pulau Cebu di Philipina, tetapi rombongannya meneruskan perjalanan ke
Maluku dan tiba di Tidore tahun 1521.

Waktu itu Tidore dipimpin oleh Sultan Al-Mansur, rombongan Spanyol ini disambut
baik oleh Sultan Tidore dengan ramah tamah. Hal ini disebabkan Tidore sedang berselisih
dengan Ternate, maka Tidore mencari dukungan seperti halnya Ternate didukung Portugis.
Namun akhirnya kedua bangsa ini mengadakan kesepakatan dan hasil kesepakatan Portugis
memperoleh Maluku, sedangkan Spanyol memperoleh Filipina, maka mundurlah Spanyol dari
Maluku dan memutuskan perhatiannya di Philipina.

4. Proses Masuknya Bangsa Spanyol ke Indonesia

Portugis dan Spanyol merupakan tumpuan kekuatan gereja Katholik Roma memperluas
wilayah yang dilakukan kesultanan Ottoman di Mediterania pada abad ke-XV. Selain itu Portugis
dan Spanyol juga tempat pengungsian pengusaha dan tenaga-tenaga terampil asal
Konstantinopel ketika dikuasai kesultanan Ottoman dari Turki pada 1453. Pemukiman tersebut
menyertakan alih pengetahuan ekonomi dan maritim di Eropa Selatan. Sejak itupun Portugis
dan Spanyol menjadi adikuasa di Eropa. Alih pengetahuan diperoleh dari pendatang asal
Konstantinopel yang memungkinkan bagi kedua negeri Hispanik itu melakukan perluasan
wilayah-wilayah baru diluar daratan Eropa dan Mediterania. Sasaran utama adalah Asia-Timur
dan Asia-Tenggara. Mulanya perluasan wilayah antara kedua negeri terbagi dalam perjanjian
Tordisalles, tahun 1492. Portugis kearah Timur sedangkan Spanyol ke Barat. Masa itu belum
ada gambaran bahwa bumi itu bulat. Baru disadari ketika kapal-kapal layar kedua belah pihak
bertemu di perairan Laut Sulawesi. Kenyataan ini juga menjadi penyebab terjadi proses
reformasi gereja, karena tidak semua yang menjadi "fatwa" gereja adalah Undang-Undang,
hingga citra kekuasaan Paus sebagai penguasa dan wakil Tuhan di bumi dan sistem
pemerintahan absolut theokratis ambruk. Keruntuhan ini terjadi dengan munculnya gereja
Protestan rintisan Martin Luther dan Calvin di Eropa yang kemudian menyebar pula ke
berbagai koloni Eropa di Asia, Afrika dan Amerika.

Dari kesepakatan Tordisalles itu, Portugis menelusuri dari pesisir pantai Afrika dan
samudera Hindia. Sedangkan Spanyol menelusuri Samudera Atlantik, benua Amerika Selatan
dan melayari samudera Pasifik. Pertemuan terjadi ketika kapal-kapal Spanyol pimpinan
Ferdinand Maggelan menelusuri Pasifik dan tiba di pulau Kawio, gugusan kepulauan Sangir dan
Talaud di Laut Sulawesi pada 1521. Untuk mencegah persaingan di perairan Laut Sulawesi dan
Maluku Utara, kedua belah pihak memperbarui jalur lintas melalui perjanjian Saragosa pada
tahun 1529. Perjanjian tersebut membagi wilayah dengan melakukan batas garis tujuhbelas
derajat lintang timur di perairan Maluku Utara. Namun dalam perjanjian tersebut,

Spanyol merasa dirugikan karena tidak meraih lintas niaga dengan gugusan kepulauan
penghasil rempah-rempah. Untuk itu mengirimkan ekspedisi menuju Pasifik Barat pada 1542.
Pada bulan Februari tahun itu lima kapal Spanyol dengan 370 awak kapal pimpinan Ruy Lopez
de Villalobos menuju gugusan Pasifik Barat dari Mexico . Tujuannya untuk melakukan perluasan
wilayah dan sekaligus memperoleh konsesi perdagangan rempah-rempah di Maluku Utara.

Dari pelayaran ini Villalobos mendarat digugusan kepulauan Utara disebut Filipina, di
ambil dari nama putera Raja Carlos V, yakni Pangeran Philip, ahli waris kerajaan Spanyol.
Sekalipun Filipina tidak menghasilkan rempah-rempah, tetapi kedatangan Spanyol digugusan
kepulauan tersebut menimbulkan protes keras dari Portugis. Alasannya karena gugusan
kepulauan itu berada di bagian Barat, di lingkungan wilayahnya. Walau mengkonsentrasikan
perhatiannya di Amerika-Tengah, Spanyol tetap menghendaki konsesi niaga rempah-rempah
Maluku-Utara yang juga ingin didominasi Portugis. Tetapi Spanyol terdesak oleh Portugis
hingga harus mundur ke Filipina. Akibatnya Spanyol kehilangan pengaruh di Sulawesi Utara
yang sebelumnya menjadi kantong ekonomi dan menjalin hubungan dengan masyarakat
Minahasa.

Pergerakan Mengusir Penjajahan lawan Spanyol

Minahasa juga pernah berperang dengan Spanyol yang dimulai tahun 1617 dan
berakhir tahun 1645. Perang ini dipicu oleh ketidakadilan Spanyol terhadap orang-orang
Minahasa, terutama dalam hal perdagangan beras, sebagai komoditi utama waktu itu. Perang
terbuka terjadi nanti pada tahun 1644-1646. Akhir dari perang itu adalah kekalahan total
Spanyol, sehingga berhasil diusir oleh para waranei (ksatria-ksatria Minahasa).

5. Dampak Spanyol Bagi Indonesia

Diplomasi para pemimpin pemerintahan Walak mendekati Belanda berhasil mengusir
Spanyol dari Minahasa. Namun konsekwensi yang harus dialami adalah rintisan jalur niaga laut
di Pasifik hasil rintisan Spanyol sejak abad ke-17 terhenti dan memengaruhi perekonomian
Sulawesi Utara. Sebab jalur niaga ini sangat bermanfaat bagi penyebaran komoditi eskpor ke
Pasifik. Sejak itupun pelabuhan Manado menjadi sepi dan tidak berkembang yang turut
memengaruhi pengembangan kawasan Indonesia bagian Timur hingga Pasifik Barat Daya.
Dilain pihak, pelabuhan Manado hanya menjadi persinggahan jalur niaga dari Selatan (berpusat
di Surabaya, Tanjung Priok yang dibangun oleh Belanda sejak abad ke-XVIII) ke Asia-Timur

melalui lintasan Selat Makassar. Itupun hanya digunakan musiman saat laut Cina Selatan tidak
di landa gelombang ganas bagi kapal-kapal. Sedangkan semua jalur niaga Asia-Timur
dipusatkan melalui Laut Cina Selatan, Selat Malaka, Samudera Hindia, Tanjung Harapan
Atlantik-Utara yang merupakan pusat perdagangan dunia.

Sebagai akibatnya kegiatan hubungan ekonomi diseputar Laut Sulawesi secara langsung dengan
dunia luar praktis terlantar. Karena penyaluran semua komoditi diseluruh gugusan nusantara
melulu diatur oleh Batavia yang mengendalikan semua jaringan tata-niaga dibawah kebijakan
satu pintu. Penekanan ini membawa derita berkepanjangan bagi kegiatan usaha penduduk
pedalaman Minahasa.

6. Dampak Penjelajahan Samudra

Dampak penjelajahan samudra dan penemuan daerah baru yakni berupa sisi positif dan
negatif, sisi postifnya antara lain yakni adanya uji coba terhadap kebenaran suatu ilmu
pengetahuan. Seperti pembuktian terhadap kebenaran bumi bulat serta penerapan ilmu-ilmu
Navigasi dan maritim yang berguna bagi dunia pelayaran hingga saat ini, berkembangnya
agama katolik dan protestan. Di berbagai belahan dunia. Yang di bawa dan disebarkan oleh para
penjelajah dan penemu daerah baru ( Gospel ). Serta berubanya pola perdagangan yang semula
bersumber langsung dari daerah asal menjadi sistem perdagangab transito yang mengakibatkan
berbaurnya kebudayaan lokal dengan kebudayaan yang baru atau asing yang dibawa oleh para
pejelajah samudra terserbut.

Namun semua sisi baik atau positif tersebut tidak terbayar mahal dengan sisi negatif
yang ditimbulkan oleh penjelajahan samudra dan penemuan daerah baru tersebut segi
negatifnya yakni kebencian terhadap kaum muslim. Dilandasi Semangat reconguesta, yaitu
semangat pembalasan terhadap kekuasaan Islam di mana pun yang dijumpainya sebagai tindak
lanjut dari Perang Salib. Selain itu dampak atau sisi negatif lain dari penjelajahan dan penemuan
daerah baru yakni adanya suatu faham yang berkembang dan cenderung menyimpang
yakni Kolonialisme dan Imperialisme dimana pengertiannya bahwa Kolonialisme adalah
suatu usaha untuk melakukan system permukiman warga dari suatu Negara diluar wilayah
Negara induknya atau Negara asalnya.sedangakan Imperialisme sendiri adalah usaha
memperluas wilayah kekuasaan atau jajahan untuk mendirikan imperium atau kekaisaran. Atau
secara implisit dapat diartiakan sebagai sebuah penjajahan yang dilakukan oleh bangsa barat
terhadap bangsa atau daerah baru yang telah ditemukan bahkan dikuasainya baik secara moril
ataupun materil atau kekayaan dan eksploitasi terhadap kekayaan alamnya. Dengan semboyan
Glory dan Goldnya. Disamping monopoli perdagangan yang diterapkanya.

Hal-hal tersebut diatas adalah contoh dan dampak serta akibat yang ditimbulkan oleh
penjelajahan samudra dan penemuan daerah baru yang dilakukan oleh bangsa-bangsan barat
baik Portugis, Spanyol, Belanda maupun Inggris

7. Akibat Dari Penjajahan di Berbagai Bidang

Penjajahan sangat berpengaruh besar terhadap peri kehidupan bangsa Indonesia di
berbagai bidang kehidupan, khususnya penderitaan akibat penjajahan Belanda yang hampir
350 tahun lamanya dan penjajahan Jepang kurang lebih 3,5 tahun. Akibatnya antara lain.

a. Bidang Ekonomi
Penjajahan memporak-porandakan tatanan ekonomi bangsa Indonesia yang semula

tersusun rapi berdasarkan kesepakatan antara penguasa dengan rakyatnya. Pernyataan ini
diungkapkan dengan asumsi bahwa sebelum kedatangan bangsa barat, bangsa Indonesia hidup
dalam suasana kekeluargaan dibawah kepemimpinan seorang raja, pemangku adat, dll.
Akibat yang paling nyata adalah setelah diberlakukannya pelaksanaan tanam paksa bagi
Indonesia menimbulkan kemiskinan, kesengsaraan dan kelaparan yang menimpa petani. Hal ini
dikarenakan oleh beban pajak, panen yang gagal, kerja rodi yang jalan terus.

b. Bidang Politik dan Ideologi
Bidang politik dan ideologi pun oleh kaum penjajah di upayakan dibekukan atau

dikondisikan supaya tidak dapat berkembang. Karena apabila pemerintah kolonial
membebaskan tumbuh berkembangnya paham ideologi dan politik dengan lahirnya partai-
partai ini merupakan bumerang bagi pemerintah kolonial.

c. Bidang Sosial Budaya
Kaum federal telah kehilangan fungsinya sebagai pemimpin dan pergerak rakyat untuk

berjuang. Oleh karena itu di beberapa daerah timbul huru-hara perlawanan rakyat yang bersifat
lokal menentang pungutan-pungutan pajak yang memberatkan dan bentuk-bentuk pemerasan
dan penindasan.
Disamping itu, terjadi pula diskriminasi rasial dimana masyarakat Indonesia dibagi menjadi tiga
golongan berdasarkan keturunan dan asal usul yang mengakibatkan terjadinya tiga jenis
peraturan hukum yang berbeda dalam satu negara.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Tujuan kedatangan bangsa Spanyol ke Indonesia sama dengan tujuan bangsa Portugis, yaitu
mencari kekayaan, menyebarkan agama Nasrani, dan mencari daerah jajahan. Pada tanggal 8
November 1521, kapal dagang Spanyol berlabuh di Maluku, setelah melalui Filipina, Kalimantan
Utara, kemudian langsung ke Tidore. Disini bangsa Spanyol diterima baik oleh rakyat Tidore. Namun
Portugis yang ada di Ternate merasa terancam dan tidak mau disaingi sesama bangsa Eropa, yang
dianggap akan mengganggu monopolinya. Kemudian mereka bersengketa, dan dibuatlah perjanjian
di Saragosa pada tahun 1526, yang menyebabkan Spanyol harus meninggalkan Tidore.

o 1521 Spanyol memulai petualangannya di Sulawesi Utara

o 1560 Spanyol mendirikan pos di Manado.

o 1617 Gerakan perlawanan rakyat Minahasa di Sulawesi Utara untuk mengusir kolonial Spanyol.

o 1646 Spanyol di usir dari Minahasa dan Sulawesi Utara. Tahun selanjutnya Spanyol masih mencoba
memengaruhi kerajaan sekitar untuk merebut kembali Minahasa tapi gagal, terakhir dengan
mendukung Bolaang Mongondow yang berakhir tahun 1692.

Pelaut Spanyol berhasil mencapai Kepulauan Maluku pada tahun 1521 setelah terlebih dahulu
singgah di Filipina disambut baik oleh rakyat Tidore. Bangsa Spanyol dimanfaatkan oleh rakyat Tidore
untuk bersekutu dalam melawan rakyat Ternate. Maka pada tahun 1534, diterbitkan perjanjian
Saragosa (tahun 1534) yang isinya antara lain pernyataan bahwa bangsa Spanyol memperoleh wilayah
perdagangan di Filipina sedangkan bangsa Portugis tetap berada di Kepulauan Maluku


Click to View FlipBook Version