The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini berisi kumpulan fabel yang ditulis oleh dosen dan mahasiswa.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by arirohmawatibatrasia, 2022-06-20 00:44:51

KUMPULAN FABEL

Buku ini berisi kumpulan fabel yang ditulis oleh dosen dan mahasiswa.

Keywords: fabel,dongeng,cerita anak

KUMPULAN FABEL
“Si Baik Hati”

Ari Rohmawati
Indah Kurniasari
Anisa Nurjanah

Septiyanah
Wulan Nisfu Laila

Evi Andriani
Esti Maulani
Defi Refika Nirmalasari

Kumpulan Fabel “ ”i

Hak Cipta pada penulis
Hak Penerbitan pada penerbit
dilarang memperbanyak/memproduksi sebagian
atau seluruhnya dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis
dari pengarang dan/atau penerbit.

Kutipan pasal 72:

Sanksi pelanggaran Undang-undang Hak Cipta
(UU No. 10 Tahun 2012)
1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal (49) ayat (1)
dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1
(satu) bulan dan/(atau) denda paling sedikit Rp. 1.000.000,00 (satu

juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan
atau dendan paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima milyar
rupiah).
2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan,

mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang
hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),
dipidana dengan pidana paling lama 5 (lima) tahun dan/ atau denda
paliKngumbapnuyalak nRpF.a5b0e0.l0“00.000,- (lima ratus juta rupiah).
ii


KUMPULAN FABEL
“Si Baik Hati”

Ari Rohmawati
Indah Kurniasari
Anisa Nurjanah

Septiyanah
Wulan Nisfu Laila

Evi Andriani
Esti Maulani
Defi Refika Nirmalasari

Kumpulan Fabel “ ” iii

KUMPULAN FABEL
“Si Baik Hati”

Penulis
Ari Rohmawati
Indah Kurniasari
Anisa Nurjanah

Septiyanah
Wulan Nisfu Laila

Evi Andriani
Esti Maulani
Defi Refika Nirmalasari

Desain Cover
Team Laduny Creative

Ilustrator
Galih Aryo Puspito

Lay Out
Team Laduny Creative

ISBN. 978-623-7829-00-3
14,8 x 21 cm; vi + 40 hal

Cetakan Pertama, Februari 2020

Dicetak dan diterbitkan oleh:
CV. LADUNY ALIFATAMA (Penerbit Laduny)

Anggota IKAPI
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 49 Iringmulyo, Metro – Lampung.

Telp. 0725 (7855820) - 0811361113
Email: [email protected]

iv Kumpulan Fabel “ ”

Kata Pengantar

Dawai-dawai kata teruntai penuh
makna menggambarkan rasa, fikir, dan jiwa.
Tidak semua fenomena tertuang dalam
balutan cerita. Kadang sebuah kata
merefleksikan segalanya.

Alloh SWT pemilik semesta telah
menganugerahkan manusia keindahan. Peran
manusia untuk mengimplementasikannya
dalam setiap gerak kehidupan termasuk
bahasa.

Semoga Tuhan YME memberi rahmat dan
Hidayah-Nya kepada semua pihak yang telah
mendukung kami. Kami menyadari dalam
penyusunan fabel ini masih terdapat banyak
kekurangan dan kesempurnaannya untuk itu
kritik dan saran dari semua pihak sangat
kami harapkan. Atas perhatian semua pihak
kami ucapkan terimakasih.

Kumpulan Fabel “ ”v

Daftar Isi

Semut Merah dan Burung Elang
Ari Rohmawati -------------------------------------------- 1

Gagah Si Gajah Penyelamat
Indah Kurniasari --------------------------------------- 6

Gaga Si Gajah Sang Penolong
Anisa Nurjanah------------------------------------------- 10

Nasihat Momo
Septiyanah--------------------------------------------------- 14

Balimbang Si Gajah Pemaaf
Wulan Nisfu Laila -------------------------------------- 20

Didi Si Gajah Cerdik
Evi Andriyani ---------------------------------------------- 26

Mulung Si Harimau yang Sabar
Esti Maulani ------------------------------------------------ 31

Galung Si Gajah Bijaksana
Devi Refika Nirmalasari--------------------------- 36

vi Kumpulan Fabel “ ”

Semut Merah dan Burung Elang

“Tolong...tolong.”

Burung elang mendengar suara meminta
tolong.

“Siapa itu?”tanya burung elang. Dia tidak
melihat siapa pun di sekitarnya.

“Ini aku. Si semut merah.”

Burung elang menoleh ke kanan dan ke kiri
tetapi tetap tidak menemukan siapa pun.

Kumpulan Fabel “ ”1

“Di sini. Di atas ranting. Di tengah sungai”,
teriak si semut.

Burung elang akhirnya melihat seekor semut
merah sedang terapung di tengah sungai.
“Wahai semut. Mengapa kamu di situ?”

“Aku terjatuh dari atas pohon. Tolong aku”,
teriak si semut.

“Baiklah.” Burung elang mengepakkan
sayapnya lalu terbang menuju ranting yang
terapung-apung di tengah sungai.
“HAP” Sang elang berhasil mencengkeram
ranting kecil yang ditumpangi si semut.
“Pegangan yang erat”, perintah burung elang.

2 Kumpulan Fabel “ ”

Si semut merah memegang ranting dengan
erat. Burung elang dengan cepat membawanya
ke daratan.
“Terima kasih elang. Aku selamat”, kata
semut.

“Sama-sama. Aku bahagia bisa menolongmu.
Sesama makhluk hidup memang harus saling
menolong”, jawab burung elang.
“Sekarang kamu mau kemana semut merah?”
tanya burung elang.

“Aku ingin kembali ke sarang. Di sana ada
keluarga dan teman-temanku”, jawab semut.
“Apakah kamu mau kuantar?”tanya semut.

“Oh tidak usah. Aku bisa berjalan. Sudah
dekat dari sini”, jawab si semut.

“Baiklah. Sampai berjumpa lagi”, kata elang.

Lalu sang elang terbang tinggi ke udara dan
semut kembali ke sarang.

Keesokan harinya, semut dan kawan-
kawannya mengangkut makanan untuk di
bawa ke sarang.

Kumpulan Fabel “ ”3

“Lihat! Ada manusia memasuki hutan”, kata
semut.

“Benar. Lihat! Apa yang akan mereka
lakukan?” kata semut lain.

“Manusia itu akan menembak burung elang”

Mereka melihat manusia mengarahkan
senapan ke burung elang yang sedang hinggap
di atas pohon.
“Itu burung elang yang menolongku kemarin.
Ayo kita tolong dia.”

“Ayo.”

Lalu para semut beramai-ramai menggigit kaki
si manusia.

“Gigit yang dalam”

“Satu. Dua. Tiga”, aba-aba semut.

“HAAAPP”

Kaki manusia yang akan menembak burung
elang kemudian terasa gatal dan panas.

“Aduh. Kakiku”, kata sang manusia.

4 Kumpulan Fabel “ ”

Si manusia itu kemudian menjatuhkan
senapan. Dia sibuk menggaruk kaki.

Si elang yang mendengar suara manusia itu
terkejut. Dia terbang tinggi ke udara.

Kemudian para semut lari dengan kencang
setelah menggigit.

“Horeee. Akhirnya kita berhasil menolong
burung elang.”

Para semut riang gembira berhasil
menggagalkan penembakan. Kemudian
mereka kembali ke sarang.

Esok harinya burung elang mengucapkan
terima kasih kepada para semut. Mereka
hidup bahagia di hutan. Saling tolong
menolong dalam kebaikan.

Penulis
Ari Rohmawati

Kumpulan Fabel “ ”5

Gagah Si Gajah Penyelamat

Pada zaman dahulu, tepatnya di hutan Way
Kambas, hiduplah seekor gajah dan tapir yang
bernama Gagah dan Tata. Gagah dan Tata
bersahabat sejak kecil. Mereka tidak dapat
dipisahkan. Mereka memiliki sifat yang
berbeda. Gagah mempunyai sifat pemberani,
baik, dan suka menolong sedangkan Tata
mempunyai sifat penakut, baik, dan suka
menolong.

Di suatu malam, Tata sedang tidur dengan
lelap. Gagah merasa haus. Dia pun pergi
untuk mencari minum. Dia meninggalkan

6 Kumpulan Fabel “ ”

Tata sendirian yang sedang tertidur tanpa
pamit karena takut tata akan terbangun.
Gagah pun dengan berani mencari air di
hutan yang penuh dengan pohon besar dan
semak-semak.

Di saat Gagah sedang mencari minum,
datanglah seekor harimau yang mendekati
Tata. Harimau itu sudah sejak sore hari
mengincar Tata. Sambil berjalan pelan
mendekati Tata, harimau tersebut berkata,
“Hei tapir kecil, aku sudah mengincarmu sejak
tadi untukku jadikan makananku”.

Tiba-tiba Tata terbangun. Dia bingung
mencari gagah karena Gagah tidak ada. Saat
tata sedang kebingungan mencari Gagah, Tata
menoleh ke belakang karena merasa ada yang
sedang mengintainya. Tata terkejut pun
terkejut karena mendapati harimau yang
sudah siap menerkamnya. Lalu Tata menjerit.

Kumpulan Fabel “ ”7

“Gagaaahh!!!! Tolong aku!!!! Ada harimau
yang mau memakanku!!”.

Gagah mendengar teriakan Tata. Dia segera
kembali untuk melihat yang terjadi.

Gagah berlari sangat kencang. Saat sudah
sampai, Gagah melihat tata yang sudah siap
diterkam oleh harimau. Lalu gagah berseru.
“Hei harimau! Jangan kau mendekati
sahabatku!!.

Harimau menjawab, “Aku sudah sangat
lapar gajah. Jadi aku akan memakan tapir
gemuk ini!”.

Lalu terjadilah pertarungan antara gagah
dan harimau. Tata sangat ketakutan melihat
pertarungan itu. Pertarungan pun
berlangsung sengit. Namun, Gagah bisa
memenangkannya. Harimau jahat akhirnya
pergi dengan kaki terpincang-pincang.

8 Kumpulan Fabel “ ”

Tata, sang tapir pun selamat. Persahabatan
antara Gagah dan Tata pun semakin erat.
Mereka saling hidup damai dan saling tolong-
menolong.

Penulis
Indah Kurniasari

Kumpulan Fabel “ ”9

Gaga Si Gajah Sang Penolong

Ada seekor gajah yang bernama Gaga.
Gaga adalah gajah yang penolong. Dia suka
membantu hewan-hewan yang mengalami
kesulitan. Walaupun Gaga berbadan besar,
dan kuat, tetapi tidak membuatnya sombong.

Saat Gaga sedang berjalan-jalan
mengelilingi hutan, dia melihat Hara yang
tertimpa batang pohon. Gaga pun mengangkat
batang pohon itu.

“Terima kasih Gaga. Tanpa bantuan darimu
aku tidak akan bisa bebas dari batang pohon
ini”, kata Hara.

10 Kumpulan Fabel “ ”

“Sama-sama Hara. Apakah kau mau ikut
denganku berjalan-jalan?”, tanya Gaga.

“Ya, aku ikut,” ujar Hara.

Mereka pun berjalan bersama.

Mereka mengelilingi hutan bersama.
Mereka melihat kambing sedang memakan
bayam.

Kambing itu tidak mengetahui bahwa
perbuatannya ini dilihat oleh Gaga dan Hara.
Dia tetap asyik melahap tanaman bayam.

“Ah, perutku sudah kenyang, sekarang
saatnya aku minum. Haus sekali rasanya”,
kata kambing.

Dia mencari sumur untuk diminum
airnya tetapi sudah tidak ada air di
sekelilingnya. Setelah berjalan lebih jauh,
Kaka bisa menemukan sumur yang ada
airnya. Tanpa pikir panjang, Kaka yang

Kumpulan Fabel “ ” 11

sedang kehausan mendekat ke arah sumur. Di
dekat sumur itu terdapat jebakan. Kaka pun
terperangkap. Dia sangat takut.
“ Tolong aku Gaga” seru Kaka.

Hara yang mengikuti Kaka pun berkata
“Ini karena kamu sering memakan bayam
pemilik ladang.
“Ampun. Aku memang bersalah.”
“Kami bersedia menolongmu tetapi dengan
satu syarat. Kau tidak boleh mencuri lagi”.
“Baiklah, aku berjanji. Aku menyesal”.

12 Kumpulan Fabel “ ”

Gaga lalu membelitkan belalainya ke
tubuh Kaka dan menariknya agar terlepas dari
jebakan.

Dia sangat berterima kasih karena
kebaikan hati Gaga dan Hara. Dia berjanji
tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Penulis
Anisa Nurjanah

Kumpulan Fabel “ ” 13

Nasihat Momo

Di tengah hutan belantara tinggallah
tiga hewan yang bernama Mamau, Amoy dan
Momo. Mereka adalah seekor harimau, anjing,
dan burung elang.

Di pagi hari yang cerah, Momo merasa
kesepian. Dia tidak menemukan dua
sahabatnya Mamau dan Amoy. Lalu Momo
memutuskan untuk mencari mereka.

“Hay Amoy, aku tadi mencarimu untuk
mengajakmu berburu bersama denganku,
apakah kamu mau?” Tanya Momo.

“Iya aku mau, tapi aku merasa takut jika kita
mencari makanan hanya berdua saja.

14 Kumpulan Fabel “ ”

Bagaimana kalo kita ajak Mamau untuk
mencari makanan bersama?” Tanya Amoy.

“Baiklah mari kita cari Mamau untuk
mengajaknya mencari makanan bersama.”
Jawab Momo.

Kemudian Momo dan Amoy
memutuskan untuk mencari Mamau. Mereka
mencari makanan bersama. Di tengah
perjalanan, mereka berdua akhirnya bertemu
dengan Mamau.

“Hay Mau akhirnya kita menemukanmu juga.”
Kata Amoy.

“Ada apa kalian berdua mencariku?” Tanya
Mamau.

“Kita berdua ingin mengajakmu mencari
makanan bersama. Apa kamu mau?” Tanya
Momo.

Kumpulan Fabel “ ” 15

“Aku mau. Mari kita mencari makanan
sekarang sebelum siang. Aku yakin pasti aku
yang akan mendapatkan makanan yang paling
banyak,” kata Mamau.

Setelah mereka berkumpul, Mamau,
Amoy dan Momo memutuskan untuk memulai
pemburuan makanan bersama-sama. Mereka
pun mendapatkan hasil yang lumayan banyak
untuk mereka bertiga.

Cuaca yang tadinya panas sudah
berubah menjadi sedikit redup. Mereka pun
memutusan untuk menyudahi pemburuan
dan membagi makanan yang mereka dapat
secara adil.

“Amoy cepat bagikan makanan yang sudah
kita dapatkan ini karna aku sudah sangat
lapar !” kata Mamau.

16 Kumpulan Fabel “ ”

“Baiklah. Aku akan menghitung dan membagi
ini secara adil,” Sahut Amoy.

Setelah Amoy membagikan makanan
ternyata Mamau tidak menyetujuinya. Dia
meminta untuk paling banyak mendapatkan
buruan tidak mendapatkan hasil yang sama
seperti Amoy dan Momo.

“Aku merasa ini tidak adil dengan pembagian
makanan ini, seharusnya aku yang
mendapatkan makanan yang paling banyak
karena aku yang sudah mendapatkan
makanan ini paling banyak” Ujar Mamau.

“Lalu apa yang kamu mau ?” Tanya Momo.

Kumpulan Fabel “ ” 17

“Coba Momo kamu sekarang yang
membagikan makanan ini ” Kata Mamau.

“Baiklah, biar aku hitung ulang dan
membaginya dengan rata.” Jawab Momo.

Momo lalu menghitung satu persatu
hasil pemburuannya dan membagikan
makanan yang mereka peroleh dengan adil
tetapi lagi-lagi Mamau tidak menyetujui dan
marah atas pembagian makanan yang mereka
peroleh bersama.

“Inikan sudah jadi kesepakatan kita bersama
untuk membagi adil hasil pemburuan kita.
Jadi disini tidak ada yang mendapatkan lebih
banyak atupun sedikit dari hasil perburuan
yang kita dapatkan hari ini,” Kata Momo.

“Iya kita harus menyepakati yang sudah kita
sepakati bersama, bukan mementingkan
dirinya sendiri.” Sahut Amoy.

18 Kumpulan Fabel “ ”

“Baiklah, aku akan menyepakati kesepakatan
yang telah kita buat tadi.” Jawab Mamau.

“Kalau begitu aku akan menghitung ulang
untuk membagikan makanan ini secara adil
dan merapa tanpa perbedaan sediitpun.” Kata
Momo.

Setelah diberi nasehat. oleh Momo.
Mamau kemudian setuju. Dia menerima hasil
pembagian. Lalu mereka memakan bersama-
sama hasil dari pemburuan dengan riang
gembira tanpa rasa iri.

Penulis
Septiyanah

Kumpulan Fabel “ ” 19

Balimbang Si Gajah Pemaaf

Pada zaman dahulu, di hutan belantara
hidup seekor rusa yang bernama Salung.
Salung memiliki tubuh langsing serta tanduk
indah yang menghiasi kepalanya.

Suatu ketika Salung sedang mencari
makan, Salung bertemu dengan seekor gajah
yang bernama Balimbang. “Hay Balimbang,
apa yang kau lakukan disini?”

“Aku sedang mencari makan”, jawab
Balimbang.

20 Kumpulan Fabel “ ”

“Haha, untuk apa kau makan? Bukankah
badanmu sudah besar?”

“Jika tidak makan, aku akan kelaparan.”

Keesokan harinya Salung hendak
mencari makan di hutan. Saat sedang
menikmati makanannya, Salung tidak sadar
bahwa ada binatang yang mengawasinya.
Binatang tersebut tidak lain adalah harimau
yang bernama Toro.

Toro perlahan-lahan berjalan mendekati
Salung. Tak lama kemudian terdengar suara
prakkkk!!!!. Rupanya Toro tak sengaja
menginjak ranting pohon. Salung yang sedang
menikmati makanannya pun terkejut.

Kumpulan Fabel “ ” 21

“Haha, mau lari kemana kau Salung?” Tanya
Toro dengan sangar.

“Pergi! Jika tidak aku akan memanggil teman-
temanku agar mereka semua memukulmu”
jawab Salung dengan rasa takut.

“Siapa yang hendak kau panggil. Semua
binatang di hutan ini takut kepadaku” ujar
Toro.

“Tolongggggg…. Tolonggg….” Teriak Salung.

Di hutan sebelah, Balimbang yang
mendengar suara teriakan Salung langsung
berlari mencari sumber suara. Balimbang
ingin mengetahui yang sedang terjadi. Namun
saat Balimbang menemukan keberadaan
Salung, ia terkejut melihat Toro yang hendak

22 Kumpulan Fabel “ ”

memangsa Salung. Kemudian Balimbang
menutupi
melangkah maju dan

kegugupannya.

“Jangan sakiti temanku.”

Toro yang mendengar perkataan Balimbang
langsung tertawa. “

Rupanya aku mendapatkan makanan besar
pada hari ini.”

Balimbang kemudian mencari cara agar dapat
mengalahkan Toro. Kemudian Balimbang
melihat sarang lebah yang berada di pohon
dan letaknya tepat berada di atas kepala Toro.

“Saat aku menghentakkan kaki sebelah
kanan, maka kau harus lari dari sini,” bisik
Balimbang kepada Salung. “Lalu bagaimana
dengan kau?” Tanya Salung.

“Lakukan saja!” perintah Balimbang.

Kumpulan Fabel “ ” 23

Kemudian Balimbang menghentakkan
kaki sebelah kanannya dan Salung berlari
menjauh. Saat Salung menjauh, Balimbang
kemudian meloncat-loncat agar sarang lebah
yang ada di pohon tersebut jatuh dan
mengenai Toro.

Rencana Balimbang berjalan dengan lancar.
Sarang lebah tersebut jatuh tepat di kepala
Toro. Toro merasa keesakitan karena
dikerumuni oleh lebah-lebah yang
menyengatnya. Karena merasa kesakitan, Toro
berlari meninggalkan Balimbang. Salung yang
merasa bersalah karena telah mengolok-olok

24 Kumpulan Fabel “ ”

Balimbang kemudian meminta maaf kepada
Balimbang. Balimbang pun memaafkna
Salung dan mereka akhirnya menjadi teman
baik.

Penulis
Wulan Nisfu Laila

Kumpulan Fabel “ ” 25

Didi Si Gajah Cerdik

Pada zaman dahulu kala hiduplah
seekor harimau yang bernama Mamaung.
Mamaung merasa lapar. Ia pun mencari
makan. Lalu di tengah hutan, ia terperangkap
di kandang. Harimau mencoba untuk keluar
tetapi itu hanya sia-sia.

Lalu datanglah si monyet yang bernama
Coco. Mamaung memanggil Coco untuk
dimintai bantuan.

Ia berkata “Coco. Tolong bantu aku agar
keluar dari kandang ini.”

Coco pun menjawab “Tidak harimau! Nanti
kau pasti akan memangsaku”.

“Tidak akan!” seru harimau.

“Aku akan menjadi teman baikmu” kata
harimau. Harimau memohon pada Coco.

26 Kumpulan Fabel “ ”

Coco pun merasa kasihan pada harimau dan
akhirnya membukakan pintu kandang itu.
Namun tiba-tiba “hap” .

“Haha..dasar. Saya akan memangsamu.” kata
harimau. “Wahai harimau. Tolong biarkan aku
hidup”.

Si Harimau yang sudah lapar tidak
mendengarkan ucapan si monyet. Dia tetap
akan memangsa si coco.

Saat itu juga datanglah seekor gajah yang
bernama Didi. “Hai harimau!! Lepaskan
monyet itu!’’seru gajah pada harimau.

“Tidak akan saya melepaskan monyet ini.’’

Kumpulan Fabel “ ” 27

Didi pun berinisiatif membuat siasat untuk
Mamaung. “Hai harimau. Jika engkau
lepaskan monyet itu saya akan memberikan
apa saja yang kamu mau!’’

“Apakah kamu benar-benar dengan ucapan
kau wahai gajah?”

“Aku bersungguh-sungguh dengan yang
kuucapkan. Tolong kamu masuk dahulu ke
dalam kandang. Aku mau mengukur luas
kandang sehingga aku bisa memasukkan
hewan buruan sesuai ukuran kandang.

Mamaung pun akhirnya setuju. Dia masuk ke
dalam kandang. Ketika Mamaung sudah
masuk, pintu kandang lalu dikunci dari luar.

28 Kumpulan Fabel “ ”

“Maafkan aku Mamaung, aku terpaksa
membohongimu.”

“Tidak. Jangan masukkan aku ke dalam
kandang ini lagi.”

Mamaung menangis minta dikeluarkan.

“Aku akan mengeluarkanmu setelah
mengantar Coco. Itu pun jika kamu sudah
menyadari kesalahanmu.

Si Coco berterimakasih kepada didi yang
sudah menolongnya.

“Terimakasih Didi, kamu telah menolongku.”

“Sama-sama. Mulai sekarang kita berteman”
kata gajah dengan perasaan senang.

Kumpulan Fabel “ ” 29

Setelah Didi mengantar Coco pulang. Didi
beserta gajah-gajah lainnya mendatangi
Mamaung.

“Apakah kamu sudah sudah menyesali
perbuatanmu?” tanya Didi

“Iya. Aku menyesal”, jawab Mamaung

“Berjanji tidak akan mengulangi lagi?”

“Iya. Aku berjanji tidak akan mengulangi lagi.”

“Baik. Karena kamu sudah berjanji. Kami
akan membebaskanmu. Setelah kami buka
pintu kandang. Larilah kamu jangan
menengok ke belakang. Kalau kamu
menengok ke belakang, kami akan
memasukkanmu ke dalam kandang.”

Akhirnya Mamaung dikeluarkan dari kandang.
Dia berlari meninggalkan gerombolan gajah.

30 Kumpulan Fabel “ Penulis
Evi Andriyani



Mulung Si Harimau yang Sabar

Di hutan Way Kambas, hiduplah seekor
harimau bernama Mulung. Mulung
merupakan harimau Sumatera yang sabar.
Suatu ketika Mulung bertemu dengan seekor
monyet sombong dan angkuh bernama
Moyam. Dengan rasa sombong dan angkuh
Moyam datang menghampiri Mulung dan
langsung melompat keatas punggung Mulung.
Dengan rasa sabar Mulung hanya diam dan
membiarkan Moyam berada dipunggungnya
untuk beberapa saat.

Kumpulan Fabel “ ” 31

“Apa yang sedang kamu lakukan
dipunggungku Moyam?” tanya Mulung dengan
penuh rasa kesabaran, “Aku tidak
melakuakan apapun, aku hanya ingin menguji
seberapa kuatnya si raja hutan Way Kambas
ini.” Ujar Moyam.

Dengan penuh kesabaran, Mulung hanya

tersenyum. Mulung terus berjalan mengelilingi

hutan dengan membawa Moyam

dipunggungnya. Ketika Mulung ingin menyapa

segerombolan kera, tiba-tiba Moyam melempar

kulit pisang kedepan kaki Mulung. Mulung

pun jatuh.

“Dasar harimau lemah, membawa monyet
kecil sepertiku saja tidak bisa. Raja hutan
macam apa, kamu ini?”Seharusnya ku yang
menjadi Raja hutan. Aku pintar dan cerdas”.

“Besok kita melawan Bula!” ujar Moya.

32 Kumpulan Fabel “ ”

“Siapa yang menang maka akan menjadi
Raja hutan”, ujar Moyam.

“Baiklah jika itu maumu Moyam, aku
terima tantanganmu.” Ujar Mulung.

Keesokan hari, perlombaan yang ditunggu-
tunggu dimulai.

Moyam berjalan menuju sungai. Dia
memanggil Bula sambil membawa ikan segar.
Dari kejauhan nampak seekor buaya dengan
mata tajam penuh dengan rasa kelaparan
kepermukaan.

Dengan gemetar Moyam memberanikan

diri mendekati Bula. Seekor buaya besar

berukuran 3 meter mucul kepermukaan.

Kumpulan Fabel “ ” 33

Semua penghuni hutan takut dan lari
menjauh dari Bula.

Moyam melempar jaring di atas Bula. Bula
mengibas ekornya. Badan Moyam terlempar
lalu jatuh pingsan.

Ketika Bula akan menyantap Moyam,
Mulung datang dan mencakar mata Bula.
Bula kesakitan dan pergi menuju sungai.

Semua penghuni hutan Way Kambas
bersorak. Mereka gembira dan mengucapkan
selamat kepada Mulung.

“Maafkan aku Mulung. Aku telah
menghinamu. Aku berjanji tidak akan
melakukan kesalahan yang sama. Aku akan
mengakuimu sebagai raja hutan Way
Kambas”, ujar Moyam.

“Aku sudah memaafkan semua
kesalahanmu Moyam. Lagipula bukannkah
kita bersahabat?” Ujar Mulung.

34 Kumpulan Fabel “ ”

“Apakah kau mau menjadi sahabatku
Mulung? Aku sudah jahat kepadamu.” tanya
Moyam.

“Tentu. Kita semua disini adalah sahabat.
Sahabat harus saling memaafkan.” Ujar
Mulung.

Semua penghuni hutan merasa bahagia.
Mereka pun hidup bahagia, damai dan rukun.

Penulis
Esti Maulani

Kumpulan Fabel “ ” 35

Galung Si Gajah Bijaksana

Di sebuah hutan lindung hiduplah
seekor gajah yang bijaksana yang bernama
Galung. Galung adalah gajah Lampung yang
suka menolong.

Pada suatu hari, Galung sedang
berjalan-jalan di hutan untuk mencari makan.
Tanpa sengaja, Galung bertemu dengan Rula,
Si Rusa Lampung yang sedang menangis.
“ Kenapa kamu menangis ?” tanya Galung.
“Tolong aku Galung. Makananku diambil oleh
Mocil”, jawab Rula.

36 Kumpulan Fabel “ ”

Kemudian Galung menghampiri Mocil si
monyet usil itu.
“Hey Mocil kembalikan makanan itu kepada
Rula” kata Galung.
“Aku tidak mau” ujar Mocil.
“Makanan itu bukan milikmu Mocil” kata
Galung.
“Jika kamu ingin makanan ini, aku berikan
kamu satu syarat” kata Mocil
“Apa syaratnya?” ujar Galung.
“ Kita adu lari. Bagi yang paling cepat sampai
di tepi hutan maka dialah pemenangnya.” ujar
Mocil.
Galung menyetujui persyaratan yang
diberikan oleh Mocil.
“Aku menerima persyaratanmu. Jika aku yang
menang, maka kembalikan makanan milik
Rula” kata Galung .

“ Oke siapa takut.” ujar Mocil dengan
gaya tengilnya.
“pppprrrrrrriiiiiiitttttt!!!!!!!”.

Kumpulan Fabel “ ” 37

Setelah mendengar peluit, mereka
berlari dengan cepat.

Semula pertandingan berjalan dengan
lancar, namun dipertengahan jalan Mocil pun
memulai siasat liciknya.

Mocil berlari melewati jalan pintas.
“Kemana larinya si Mocil?”ujar Galung.
“Tolong, tolong tolong!!!!!!”

Galung mencari sumber suara. Galung
menemukan si Mocil sedang di kerumuni oleh
lebah.

38 Kumpulan Fabel “ ”

Ternyata si Mocil tidak sengaja
menabrak sarang lebah saat berlari.
Kemudian Galung pun menolong Mocil.
Galung menyemprotkan air ke Mocil
menggunakan belalainya.

“Terimakasih Galung, kau sudah
menolongku”, ujar Mocil sambil menangis
tersedu-sedu.
“Iya sama-sama. Itulah akibatnya jika kamu
mengambil makanan yang bukan milikmu dan
curang dalam bermain. Lain kali kamu tidak
boleh seperti itu.”
“Huhuhu...baiklah”, jawab Mocil.
“Sekarang kamu kembalikan makanan milik
Rula dam minta maaf”, ujar Galung.
“Baik Galung. Aku akan meminta maaf kepada
Rula”.

Kemudian mereka kembali dan
menemui Rula. Dengan rasa menyesal,

Kumpulan Fabel “ ” 39

Mocilpun meminta maaf dan mengembalikan
makanan milik Rula.
“Rula maafkan aku telah mengambil
makananmu. Aku memang salah. Aku janji
tidak akan megulanginnya lagi” ujar Mocil
dengan nada menyesal.
“Aku memaafkan mu Mocil. Aku harap kamu
menepati janjimu untuk tidak mengambil
makanan yang bukan milikmu lagi” ujar Rula.
“Baiklah Galung” ujar Mocil.
Setelah kejadian itu, mereka sekarang
bersahabat dan hidup rukun di dalam hutan.

Penulis
Devi Refika Nirmalasari

40 Kumpulan Fabel “ ”

Kumpulan Fabel “ ” 41


Click to View FlipBook Version