HAKIKAT PROFESI PENDIDIKAN
INDRI NURWAHIDAH, M.Pd
KARAKTERISTIK PROFESI
Flexner sebagaimana dikutip Prayitno (2009:466) memaparkan ciri-ciri profesi dalam 6
(enam) karakteristik :
1. Keintelektualan.
Kegiatan professional merupakan pelayanan yang lebih berorientasi mental daripada
manusia (kegiatan yang memerlukan ketrampilan fisik), lebih memerlukan proses
intelektual atau berpikir daripada kegiatan rutin. Melalui proses berpikir tersebut,
pelayanan professional merupakan hasil pertimbangan yang matang, berdasarkan kaidah-
kaidah keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
2. Kompetensi professional yang dipelajari.
Pelayan professional didasarkan pada kompetensi yang tidak diperoleh begitu saja,
melainkan kompetensi tersebut diperoleh melalui proses pembelajaran secara intensif
KARAKTERISTIK PROFESI
3. Objek praktek spesifik.
Pelayanan suatu profesi tertentu terarah kepada objek praktek spesifik yang tidak
ditangani oleh profesi lain. Tiap-tiap profesi menangani objek praktek spesifiknya
sendiri.
4. Komunikasi.
Segenap aspek pelayanan professional meliputi objek praktek spesifik profesinya,
keilmuan dan teknologinya, kompetensi dari dinamika operasionalnya, aspek hokum
dan sosialnya, termasuk kode etik dan atiran kredensialisasi, serta imbalan yang
terkait dengan pelaksanaan pelayanannya, semuan dapat dikomunikasikan kepada
siapapun yang berkepentingan, kecuali satu hal, yaitu materi berkenaan dengan asas
kerahasiaan yang menurut kode etik profesi harus dijaga kerahasiaannya itu.
KARAKTERISTIK PROFESI
5. Motivasi altruistik.
Motivasi kerja seorang professional bukanlah berorientasi kepada kepentingan dan
keuntungan pribadi, melainkan untuk kepentingan, keberhasilan dan kebahagiaan sasaran
pelayanan, serta kemaslahatan kehidupan masyarakat pada umumnya. Motivasi alturistik
diwujudkan melalui peningkatan keintelektualan, kompetensi dan komunikasi dalam
menangani objek praktek spesifik profesi. Motivasi altruistic akan menjauhkan tenaga
professional mengutamakan pamrih atau keuntungan pribadi dan sebaliknya mengutamakan
kepentingan sasaran layanan.
6. Organisasi profesi.
Tenaga professional dalam profesi yang sama membentuk suatu organisasi profesi untuk
mengawasi pelaksanaan tugas-tugas professional. Organisasi profesi itu di samping
membesarkan profesi itu sendiri juga sangat berkepentingan untuk ikut serta memenuhi
kebutuhan dan membahagiakan warga negara dan masyarakat luas.
HAKIKAT PROFESIONALISME GURU
Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian tertentu.
Artinya, jabatan profesional tidak bisa dilakukan atau dipegang oleh sembarang
orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan
pekerjaan tersebut.
Melainkan melalui proses pendidikan dan pelatihan yang disiapkan secara khusus
untuk bidang yang diembannya. Misalnya, seorang guru profesional yang memiliki
kompetensi keguruan melalui pendidikan guru seperti (S1 PGSD, S1
Kependidikan) yang diperoleh dari pendidikan khusus untuk bidang tersebut.
HAKIKAT PROFESIONALISME GURU
Jadi kompetensi guru tersebut diperoleh melalui apa yang disebut
profesionalisasi, yang dilakukan baik sebelum seseorang menjadi profesi itu
(preservice training atau prajabatan) maupun setelah menjalani suatu profesi
(in-service training).
Profesi dapat diartikan juga sebagai suatu jabatan atau suatu pekerjaan yang
mensyaratkan pengetahuan dan keterampilan khusus yang diperolehnya dari
pendidikan akademis yang intensif (Webster, 1989).
Menururt Martinis Yamin (2007) “profesi mempunyai pengertian seseorang
yang menekuni pekerjaan berdasarkan keahlian, kemampuan teknik, dan
prosedur berdasarkan intelektualitas.
HAKIKAT PROFESIONALISME GURU
Berdasarkan definisi tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa profesi
adalah suatu pekerjaan atau keahlian yang mensyaratkan kompetensi
intelektualitas, sikap dan ketrampilan tertentu yang diperoleh melalui prosees
pendidikan secara akademis, sehingga guru harus profesional dalam mengajar.
KONSEP PROFESIONAL GURU
Guru profesional tidak boleh terombang-ambing oleh selera masyarakat, karena
tugas guru membantu dan membuat peserta didik belajar.
Menurut Aysad dan Salahudin (2018) belajar merupakan cara seseorang untuk
mendapatkan prestasi agar mampu melakukan sesuatu.
Seorang guru memang tidak diharamkan untuk menyenangkan peserta didik dan
mungkin orangtua mereka.
Namun demikian, tetap harus diingat bahwa tugas profesional seorang pendidik
adalah membantu peserta didik belajar yang bahkan terlepas dari persoalan
apakah mereka suka atau tidak suka.
KONSEP PROFESIONAL GURU
Karakteristik profesional minimum seorang guru, yaitu:
a. Mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya
b. Menguasai secara mendalam bahan belajar atau mata pelajaran serta
cara pembelajarannya
c. Bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai cara evaluasi
d. Mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar
dari pengalamannya
e. Menjadi partisipan aktif masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya
KONSEP PROFESIONALISME GURU
Guru perlu didukung oleh suatu kode etik guru yang berfungsi sebagai norma
hukum dan sekaligus sebagai norma kemasyarakatan.
Profesionalisme guru harus didukung oleh kompetensi yang standar yang
harus dikuasai oleh para guru professional dan juga guru yang profesional
harus mampu meningkatkan daya belajar para peserta didiknya.
Kompetensi tersebut adalah pemilikan kemampuan atau keahlian yang bersifat
khusus, tingkat pendidikan minimal, dan sertifikasi keahlian haruslah dipandang
perlu sebagai prasarat untuk menjadi guru professional dalam pengembangan
profesionalisme tenaga kependidikan, perlu ditekankan pada kompetensi.
KONSEP PROFESIONALISME GURU
Dalam hal ini, P3G (Program Pengembangan Profesi Guru) telah merumuskan
sepuluh kompetensi seorang guru :
1. Menguasai bahan
2. Mengelola program belajar-mengajar
3. Mengelola kelas
4. Menggunakan media atau sumber
5. Menguasai landasan-landasan kependidikan
KONSEP PROFESIONALISME GURU
6. Mengelola interaksi belajar mengajar
7. Menilai prestasi untuk kepentingan pengajaran
8. Menguasai fungsi dan program pelayanan bimbingan dan penyuluhan
9. Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah
10.Memahami dan menafsirkan hasil-hasil penelitian guna keperluan
pengajaran
KONSEP PROFESIONALISME GURU
Prinsip-prinsip profesionalisme guru merujuk kepada UU guru dan dosen sebagai
berikut :
a. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme
b. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan dan
akhlak mulia.
c. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang
tugasnya.
d. Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya.
e. Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan
Cara meningkatkan profesionalisme guru adalah:
1. Meningkatkan kualitas dan kemampuan dalam melaksanakan pembelajaran.
2. Berdiskusi tentang rencana materi pembelajaran.
3. Berdiskusi tentang pelaksanaan belajar mengajar termasuk evaluasi.
4. Melaksanakan observasi.
5. Mengembangkan kompetensi dan performasi guru.
6. Mengkaji jurnal dan buku pendidikan.
Cara meningkatkan profesionalisme guru adalah:
7. Melakukan penelitian.
8. Menulis artikel
9. Menyusun laporan penelitian.
10. Menyusun makalah.
11. Menyusun laporan.
KARAKTERISTIK GURU
PROFESIONAL DI ABAD 21
Life-long learner
Kreatif dan inovatif
Mengoptimalkan teknologi
Reflektif
Kolaboratif
Menerapkan student centered
Menerapkan pendekatan
diferensiasi
KARAKTERISTIK GURU PROFESIONAL DI
ABAD 21
Pada pendidikan abad 21, guru diharap bisa mengubah pendekatannya dari
pendekatan gaya lama kepada gaya yang lebih adaptif di zaman ini.
1. Life-long learner (Pembelajar seumur hidup)
Guru perlu mengupgrade terus pengetahuannya dengan banyak membaca serta
berdiskusi dengan pengajar lain atau bertanya pada para ahli. Tak pernah ada kata
puas dengan pengetahuan yang ada, karena zaman terus berubah dan guru wajib up to
date agar dapat mendampingi siswa berdasarkan kebutuhan mereka.
2. Kreatif dan inovatif.
Siswa yang kreatif lahir dari guru yang kreatif dan inovatif. Guru diharap mampu
memanfaatkan variasi sumber belajar untuk menyusun kegiatan di dalam kelas
KARAKTERISTIK GURU PROFESIONAL DI
ABAD 21
3. Mengoptimalkan teknologi. Salah satu ciri dari model pembelajaran abad 21 adalah
blended learning, gabungan antara metode tatap muka tradisional dan penggunaan digital
dan online media. Pada pembelajaran abad 21, teknologi bukan sesuatu yang sifatnya
additional, bahkan wajib.
4. Reflektif. Guru yang reflektif adalah guru yang mampu menggunakan penilaian hasil
belajar untuk meningkatkan kualitas mengajarnya. Guru yang reflektif mengetahui kapan
strategi mengajarnya kurang optimal untuk membantu siswa mencapai keberhasilan
belajar. Ada berapa guru yang tak pernah peka bahkan setelah mengajar bertahun-tahun
bahwa pendekatannya tak cocok dengan gaya belajar siswa. Guru yang reflektif mampu
mengoreksi pendekatannya agar cocok dengan kebutuhan siswa, bukan malah terus
menyalahkan kemampuan siswa dalam menyerap pembelajaran.
KARAKTERISTIK GURU PROFESIONAL DI
ABAD 21
5. Kolaboratif. Ini adalah salah satu keunikan pembelajaran abad 21. Guru dapat
berkolaborasi dengan siswa dalam pembelajaran. Selalu ada mutual respect dan
kehangatan sehingga pembelajaran akan lebih menyenangkan. Selain itu guru juga
membangun kolaborasi dengan orang tua melalui komunikasi aktif dalam memantau
perkembangan anak.
6. Menerapkan student centered. Ini adalah salah satu kunci dalam pembelajaran
kelas kekinian. Dalam hal ini, siswa memiliki peran aktif dalam pembelajaran sehingga
guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Karenanya, dalam kelas abad 21 metode
ceramah tak lagi populer untuk diterapkan karena lebih banyak mengandalkan
komunikasi satu arah antara guru dan siswa.
KARAKTERISTIK GURU PROFESIONAL DI
ABAD 21
7. Menerapkan pendekatan diferensiasi. Dalam menerapkan pendekatan ini,
guru akan mendesain kelas berdasarkan gaya belajar siswa. pengelompokkan
siswa di dalam kelas juga berdasarkan minat serta kemampuannya. Dalam
melakukan penilaian guru menerapkan formative assessment dengan menilai
siswa secara berkala berdasarkan performanya (tak hanya tes tulis). Tak hanya itu,
guru bersama siswa berusaha untuk mengatur kelas agar menjadi lingkungan yang
aman dan suportif untuk pembelajaran.
THANK
YOU
[email protected]