The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bahan ajar ini memuat uraian materi terkait makna dan nilai-nilai Pancasila serta proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ayu.juliastrid07, 2023-09-10 21:10:06

BAHAN AJAR PPKN KELAS 4 (Makna dan Niliai-nilai Pancasila serta Proses Perumusannya)

Bahan ajar ini memuat uraian materi terkait makna dan nilai-nilai Pancasila serta proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia

Keywords: Makna simbol Pancasil,Nilai-nilai Pancasila,Proses perumusan Pancasila

PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN PPKN MAKNA DAN NILAI-NILAI PANCASILA SERTA PROSES PERUMUSAN PANCASILA MAKNA DAN NILAI-NILAI PANCASILA SERTA PROSES PERUMUSAN PANCASILA UNTUK SISWA SD/MI KELAS IV BAHAN AJAR


Tujuan Pembelajaran 1. Peserta didik dapat memahami makna dan nilai-nilai Pancasila. 2. Peserta didik dapat memahami proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. BAHAN AJAR Satuan Pendidikan : UPT SPF SD Inpres Antang I Kelas / Semester : 1V / I Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Bab / Tema : I. Pancasila Sebagai Nilai Kehidupan Materi : Makna dan nilai-nilai Pancasila serta proses perumusannya Alokasi Waktu : 2 x 35 menit ii Petunjuk Belajar 1. Berdoalah sebelum dan sesudah belajar. 2. Bacalah dan pahami dengan baik uraian materi pada bahan ajar ini. 3. Selamat belajar.


MATERI Pancasila adalah dasar negara dan pedoman hidup bangsa Indonesia. Kata Pancasila berasal dari bahasa sansekerta yang tercantum dalam Kitab Sutasoma yang merupakan karangan dari Empu Tantular, Pancasila terdiri dari dua kata yaitu Panca dan Sila. Panca memiliki arti lima, dan sila memiliki arti dasar atau prinsip. Sebagai pedoman hidup bangsa dan dasar negara, Pancasila dilambangkan dengan Burung Garuda. Makna Burung Garuda sebagai lambang Pancasila menyimpan berbagai nilai luhur. Makna lambang Garuda Pancasila secara keseluruhan melambangkan persatuan dan juga kesatuan bangsa Indonesia. Ini terlihat dari cakar burung garuda yang menggenggam semboyan Indonesia, yaitu “Bhinneka Tunggal Ika ” yang artinya meski berbeda-beda, tapi tetap satu. 1


Burung Garuda melambangkan kekuatan dan gerak yang dinamis yang terlihat dari sayapnya yang mengembang, siap terbang ke angkasa. Dengan sayapnya yang mengembang siap terbang ke angkasa melambangkan dinamika dan semangat untuk menjunjung tinggi nama baik bangsa dan negara Indonesia. MATERI A. Makna Lambang Garuda Pancasila Burung Garuda Burung Garuda sebagai lambang negara dan lambang Pancasila digambarkan dengan warna kuning emas. Arti warna ini yakni melambangkan keagungan. Warna emas Burung Garuda dimaknai sebagai bangsa Indonesia senantiasa selalu menjunjung tinggi martabat yang bersifat agung dan luhur. Warna Emas Kedua kaki burung Garuda yang kokoh mencengkram pita putih yang bertuliskan seloka yang berbunyi: "Bhinneka Tunggal Ika ". Seloka ini diambil dari buku-buku Sutasoma, karangan Empu Tantular. Bhinneka Tunggal Ika berarti "berbeda-beda tetapi tetap satu jua ". Slogan ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia yang memiliki perbedaan suku, agama, budaya, dan sebagainya. Cengkraman Kaki Burung Garuda 2


Jumlah masing-masing sayap bulunya berjumlah 17 yang mempunyai makna, tanggal kemerdekaan negara kita yakni tanggal 17. Bulu ekor memiliki jumlah 8 yang melambangkan bulan kemerdekaan negara kita bulan Agustus yang merupakan bulan ke-8. Dan bulu-bulu di pangkal ekor atau perisai berjumlah 19 helai dan di lehernya berjumlah 45 helai. Sehingga kesemua jumlah bulu yang ada di setiap bagiannya melambangkan tanggal kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945. MATERI Jumlah Bulu Perisai berbentuk jantung yang digantungkan dengan rantai emas pada leher burung garuda. Makna perisa tersebut adalah lambang perlindungan atas perjuangan bangsa. Garis melintang di tengah perisai melambangkan khatulistiwa atau ekuator. Hal ini menunjukkan kepulauan Indonesia seperti ratna mutu manikam bertaburan di sekitar garis khatulistiwa. Perisai 3


MATERI Tahukah kalian, simbol sila pertama pada Pancasila yaitu Bintang. Sila pertama Pancasila berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Bintang emas artinya sebagai sebuah cahaya. Cahaya ini dapat dimaknai seperti Tuhan yang merupakan cahaya bagi setiap manusia. Adapun latar berwarna hitam melambangkan . B. Makna dan Nilai-nilai Pancasila 1. Simbol Sila Pertama warna alam atau warna asli yang menunjukkan bahwa Tuhan bukanlah sekedar rekaan manusia tetapi sumber dari segalanya dan telah ada sebelum segala sesuatu di dunia ini ada. Bintang emas memiliki lima sudut juga diartikan sebagai cahaya yang menyinari dasar negara yang lima, yakni Pancasila. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung nilai-nilai luhur yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan sila pertama Pancasila mampu menciptakan kehidupan bangsa Indonesia yang rukun dan damai. Berikut penerapan sila Pertama dalam kehidupan sehari-hari. 1. Mengimani adanya Tuhan Yang Maha Esa serta mematuhi perintah dan menjauhi larangan-Nya. 2. Senantiasa menerapkan sikap toleransi antarumat beragama. 3. Tidak merendahkan atau mencemooh agama atau pemeluk agama lain. 4. Tidak melakukan pemaksaan dan menghormati kebebasan beragama. Pada sila pertama juga terkandung nilai luhur di dalamnya yakni mencintai sesama manusia dan lingkungan yang mana contoh penerapannya dalam sila pertama yaitu menyayangi setiap makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. 4


MATERI Rantai merupakan simbol sila kedua pada Pancasila. Sila kedua pada Pancasila berbunyi Kemanusian yang Adil dan Beradab. Amati gambar simbol sila kedua di samping! Terdapat mata rantai bulat yang berjumlah 9 dan mata rantai persegi yang berjumlah 8. Mata rantai yang bulat melambangkan perempuan . 2. Simbol Sila Kedua sedangkan mata rantau persegi saling berkait dan tidak putus. Mata rantai tersebut selalu menyambung yang artinya generasi penerus yang turun temurun. Makna dari sila kedua pada Pancasila yaitu saling menghargai, saling menolong dan saling membantu satu sama lain baik itu perempuan maupun laki-laki agar menjadi kuat seperti rantai tersebut. Sila Kemanusian yang Adil dan Beradab mengandung nilai-nilai luhur yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut contoh penerapan sila kedua dalam kehidupan sehari-hari. 1. Mengakui persamaan hak, kewajiban, dan kedudukan semua orang di mata hukum, agama, sosial, dan lainnya. 2. Berani menyuarakan kebenaran untuk mempertahankan keadilan. 3. Saling mengedepankan sikap toleransi atau tenggang rasa antarmasyarakat. 4. Menjalin pertemanan dengan siapa pun tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama, dan budaya. Pada sila kedua juga terkandung nilai luhur di dalamnya yakni mencintai sesama manusia dan lingkungan yang mana contoh penerapannya dalam sila kedua yaitu mempunyai rasa kemanusiaan untuk merawat dan menjaga hewan, tumbuhan, dan lingkungan sekitar. 5


MATERI Simbol sila ketiga pada Pancasila yaitu Pohon Beringin, seperti gambar di samping!. Bunyi sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia. Kalian amati gambar pohon beringin pada gambar di samping! Pohon beringin dengan akar yang menjulur ke bawah diartikan sebagai tempat berteduh. Jadi, Pancasila sebagai dasar . 3. Simbol Sila Ketiga negara diibaratkan sebagai peneduh bangsa Indonesia untuk berlindung dan merasa aman. Makna sila ketiga yaitu bangsa Indonesia harus mempertahankan persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia. Begitu banyak keberagaman yang ada di Indonesia artinya banyak sekali perbedaan baik itu suku, budaya, bahasa, warna kulit, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu kita harus memiliki sikap toleransi, saling menghargai, dan saling menghormati dengan sesama. Makna sila ketiga mengandung nilai-nilai luhur yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut contoh penerapan sila ketiga dalam kehidupan sehari-hari. 1. Saling bekerja sama menjaga keutuhan negara dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila. 2. Bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari. 3. Membantu keluarga, teman, dan kerabat yang mengalami kesulitan. 4. Melestarikan budaya Indonesia. Pada sila ketiga juga terkandung nilai luhur di dalamnya yakni mencintai sesama manusia dan lingkungan yang mana contoh penerapannya dalam sila ketiga yaitu menjunjung tinggi persatuan dengan menyayangi setiap hewan dan tumbuhan. 6


MATERI Musyawarah merupakan salah satu pengamalan sila Pancasila yaitu sila keempat. Bunyi sila keempat Pancasila adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Sila keempat ini bersimbol kepala banteng. Banteng menjadi simbol hewan yang . 4. Simbol Sila Keempat kuat dan sering berkelompok atau berkumpul. Ini bermakna bahwa masyarakat harus bermusyawarah dan berkumpul untuk mengambil suatu keputusan yang seadil-adilnya. Selain itu, seluruh bangsa Indonesia harus mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan. Sila keempat mengandung nilai-nilai luhur yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut contoh penerapan sila keempat dalam kehidupan sehari-hari. 1. Melakukan musyawarah untuk memperoleh keputusan bersama. 2. Mengedepankan toleransi dan keadilan dalam mengemukakan dan mendengar pendapat dalam musyawarah. 3. Keputusan akhir dalam musyawarah harus disetujui oleh semua pihak karena atas kesepekatan bersama. 4. Ikut serta dalam pemilihan umum. Pada sila keempat juga terkandung nilai luhur di dalamnya yakni mencintai sesama manusia dan lingkungan yang mana contoh penerapannya dalam sila keempat yaitu bermusyawarah untuk melindungi hewan dan tumbuhan dari kepunahan serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. 7


MATERI Padi dan kapas merupakan lambang atau simbol sila kelima dalam Pancasila. Bunyi sila kelima adalah Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Tumbuhan padi mengartikan makanan (pangan), sedangkan kapas mengartikan pakaian (sandang) sehingga bermakna kemakmuran dan kesejahteraan . 5. Simbol Sila Kelima serta sumber kebutuhan bagi rakyat Indonesia. Makna dari sila kelima yaitu mewujudkan negara yang makmur dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan adanya ketersediaan pangan dan pakaian, manusia akan bisa bertahan dan hidup dengan nyaman. Setiap warga Indonesia berhak atas pangan dan sandang secara adil dan setara tanpa membedabedakan suku, agama, dan ras. Sila kelima mengandung nilai-nilai luhur yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut contoh penerapan sila kelima dalam kehidupan sehari-hari. 1. Melaksanakan kewajiban dan menghormati hak orang lain. 2. Mengedepankan sikap adil antarsesama manusia. 3. Menghargai hasil karya orang lain. 4. Menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan. Pada sila kelima juga terkandung nilai luhur di dalamnya yakni mencintai sesama manusia dan lingkungan yang mana contoh penerapannya dalam sila kelima yaitu membangun sikap rukun dan adil kepada keluarga, teman, dan tetangga serta adil dalam merawat hewan, tumbuhan, dan lingkungan sekitar. 8


MATERI Badan penyelidik usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) diketuai oleh dr Radjiman Wedyodiningrat. Selaku ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), dr. Radjiman Wedyodiningrat dari mulai sidang mengajukan suatu masalah sebagai agenda utamanya. Masalah tersebut merupakan hal penting dan mendasar dalam suatu negara yang baru terbentuk. Dalam sidang BPUPKI tersebut, proses perumusan dasar negara Indonesia dimulai. Pada pembicaraan rumusan calon dasar negara majulah beberapa orang pembicara dalam sidang tersebut, diantaranya Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno untuk memaparkan gagasannya. C. Perumusan Dasar Negara Indonesia (Pancasila) Pada pelaksanaan sidang pertama BPUPKI tanggal 29 Mei 1945, peristiwa ini menjadi tonggak sejarah karena pada saat itu yang mendapat kesempatan pertama berbicara adalah Mr. Muhammad Yamin untuk menyampaikan mengenai buah pikirannya tentang dasar negara. Gagasannya, yaitu: (1) Peri Kebangsaan. (2) Peri Kemanusiaan. (3) Peri Ketuhanan. (4) Peri Kerakyatan. (5) Kesejahteraan Rakyat. Mr. Muhammad Yamin 9


MATERI Prof. Dr. Mr. Soepomo Selanjutnya tampil Prof. Dr. Mr. Soepomo berpidato di hadapan sidang BPUPKI pada tanggal 31 Mei 1945. Dalam pidatonya beliau menyampaikan usulan tentang dasar negara Indonesia merdeka yaitu: (1) Persatuan (2) Kekeluargaan (3) Keseimbangan lahir batin (4) Musyawarah (5) Keadilan rakyat Di hadapan sidang BPUPKI, Ir. Soekarno menyampaikan pandangan dan pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Usulan secara lisan berupa lima asas yang diajukan dalam pidatonya sebagai bentuk dasar negara Indonesia. Adapun rumusan dasar negara tersebut adalah sebagai berikut: (1) Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia. (2) Internasionalisme atau Perikemanusiaan. (3) Mufakat atau Demokrasi. (4) Kesejahteraan sosial. (5) Ketuhanan yang berkebudayaan. Ir. Soekarno 10


MATERI Ir. Soekarno mengatakan bahwa saran dari salah seorang ahli bahasa, lima asas di atas diusulkan agar diberi nama “Pancasila ”. Istilah “Pancasila ” sebagai dasar negara tersebut diterima oleh sidang secara penuh sehingga pada setiap tanggal 1 Juni akan diperingati sebagai hari kesaktian Pancasila. Selanjutnya, beliau mengungkapkan usulan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas lagi menjadi Tri Sila, yaitu: (1) Sosio Nasionalisme, yaitu Nasionalisme dan Internasionalisme. (2) Sosio Demokrasi, yaitu Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat. (3) Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemudian, Ir. Soekarno menyampaikan kembali bahwa Tri Sila tersebut masih dapat diperas lagi menjadi Eka Sila atau satu sila yang intinya adalah “ gotong-royong ”. 11


PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN PPKN MAKNA DAN NILAI-NILAI PANCASILA SERTA PROSES PERUMUSAN PANCASILA MAKNA DAN NILAI-NILAI PANCASILA SERTA PROSES PERUMUSAN PANCASILA BAHAN AJAR


Click to View FlipBook Version