LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
TOPIK : PENGUKURAN
KELAS / SEMESTER : VII / I
OLEH : DEWITA, S.Pd
UPTD SMPN 2 KEC.LUAK
1. Tujuan Praktikum
Melalui model pembelajaran discovery Learning dengan menggali informasi dari bahan ajar, PPt, dan
video pembelajaran yang disajikan Guru pada Google Classroom, berbagai sumber belajar yang relevan,
internet, peserta didik dapat Menerapkan prinsip-prinsip pengukuran besaran fisis, ketepatan, ketelitian,
dan angka penting, serta notasi ilmiah dan Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis berikut
ketelitiannya dengan menggunakan peralatan dan teknik yang tepat serta mengikuti kaidah angka penting
untuk suatu penyelidikan ilmiah dengan mengembangkan rasa tanggung jawab, disiplin dan jujur.
2. Kompetensi Dasar dan Indikator
3.2 Menerapkan prinsip-prinsip pengukuran besaran fisis, ketepatan, ketelitian dan
angka penting, serta notasi ilmiah.
Indikator :
1. Membedakan ketelitian mistar dengan jangka sorong dan mikrometer
sekrup
2. Mejelaskan bagian-bagian jangka sorong dan mikrometer sekrupbeserta
fungsinya.
3. Menentukan hasil bacaan dari cuplikan gambar skala jangka sorongdan
mikrometer sekrup.
4. Menjelaskan kelebihan dan kekurangan pengukuran menggunakan jangka
sorong dan mikrometer sekrupdibandingkan pengkuran dengan mistar
4.2 Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis berikut ketelitiannya dengan
menggunakan peralatan dan teknik yang tepat serta mengikuti kaidah angka
penting untuk suatu penyelidikan ilmiah
Indikator:
1. Menggunakan mistar, jangka sorong dan mikrometer sekrupdalam
percobaan.
2. Menyajikan laporan hasil pengukuran jangka sorong dan mikrometer
sekrupbeserta ketidakpastiannya.
3. Materi Pendukung
Seberapa tinggi tubuh Anda, 150 cm , 160 cm atau 170cm?
Bagaimana Anda dapat mengetahui tinggi Anda tersebut?. Anda dapat
mengetahui tinggi Anda tersebut dengan cara mengukur tinggi tubuh Anda
dengan menggunakan timbangan badan. Meteran dalah alat yang dapat
digunakan untuk mengukur panjang atau tinggi benda. Selain Meteran masih
banyak lagi alat ukur yang dapat kita gunakan untuk mengukur Besaran
Panjang, salah satunya jangka sorong.
Jangka Sorong
Jangka sorong memiliki nonius dengan panjang 9 mm yang terbagi atas 10 skala
yang sama. Pembagian ini mengakibatkan beda satu skala nonius dan satu skala
utama sebesar 0,1 mm atau 0,01 cm. Dengan demikian, ketelitian jangka sorong
sebesar 0,1 mm. kadang jangka sorong juga memiliki nilai skala terkecil 0,05
mm, biasanya jenis jangka sorong ini memilliki 20 skala nonius.
Cara membaca hasil pengukuran dengan jangka sorong:
Xo = Skala Utama + ( skala nonius yang berimpi x Nst)
Ketidakpastian pada pengukuran tunggal
Pengukuran tunggal adalah pengukuran yang dilakukan satu kali
saja. Pada pengukuran tunggal :
Ketidakpstian pada pengukuran berulang
Dalam pengukuran berulang, suatu besaran fisis diukur N kali pada
kondisi yang sama, dan diperolah hasil-hasil pengukuran x1, x2, x3 dan .....xN
( disebut sebagai sampel). Nilai rata-rata sampel x didefinisikan sebagai
Nilai ketidakpatian dalam pengukuran berulang dinyatakan sebagai
simpangan baku yang dapat dicari dengan menggunakan persamaan :
Ketidakpastian adanya ketidakpastian dalam pengukuran maka tingkat
ketelitian hasil pengukuran dapat dilihat dari ketidakpastian relatif.
Ketidakpastian relatif diperoleh dari hasil bagi antara nilai ketidakpastian
dengan nilai benar dikalikan seratus persen
Pelaporan hasil pengukuran tunggal
X = X0 + ΔX
Pelaporan hasil pengukuraBerulang
X = X0 + ΔX
Gambar1.mengukurpanjangdenganmikrometersekrup
Mikrometersekrup ditunjukanpadagambar 1.Jikaskala nonius di putar lengkap 1
kalimakarahanggeserdanskalanoniusmajumundur0.5mm.Karenaskalanoniusmemilikis
kala50skala,makaketelitianmikrometersekrup0.5mm/50=0.01mm(Kanginan,2002).De
ngandemikianketidakpastianya∆x
∆x = 1/2 x nilai satuan terkecil (nst) = 1/2 x 0.001 mm= 0.005
mmMakacaramenentukannilaix(panjangbenda)yaitu:
1. Perhatikangarisskalautamadenganskalanonius.Padagambar1.garisskalauta
maadalah7mmlebih.
2. Perhatikangarismendatarpadaskalanoniusyangberhimpitdengangarismendat
ar
pada skala utama. Pada gambar 1.garis mendatar tersebut 24. maka nilai x =
7,0+( 24x0,01mm)=7,24mm.
Sehinggajikadituliskan.Panjang=(7,240±0,005)mm
A. Jangka Sorong
1. Video Tutorial Praktikum : https://youtu.be/jq7TTyodkUc
2. Alat dan Bahan Praktikum Jangka Sorong
No Alat dan Bahan Jumlah
1. Jangka Sorong 1
2. Mistar 1
3. Tutup Botol 1
3. Langkah Kegiatan Jangka Sorong
1. Identifikasikanlah peralatan yang diperlukan dalam percobaan berikut ini.
Nst = ………. fungsi
No. Nama Bagian Jangka sorong
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
2. Kalibarasi jangka sorong yang akan digunakan
3. Ukur dimeter Luar botol di rahang bawah diantara kedua rahang jangka sorong,
kemudian geser rahang sampai menjepit benda
4. Catat skala utama yang berada sebelum nilai 0 pada skala nonius
5. Catat skala nonius yang berhimpit dengan skala utama
6. Catat hasil pengukuran Pada Tabel 1 hasil pengukurannya dengan memperhatikan faktor
ketelitian dan ketepatan
7. Ukur diameter dalam tutup botol kemudian dengan cara meletakan botol pada
rahang atas jangka sorong. Kemudian ulangi langkah 4 sampai 6
8. Ukur kedalaman tutup botol dengan memanfaatkan ekor jangka sorong,
kemudian ulangi langkah 4 sampai 6
9. Ukur diameter dalam dan diameter luar t utup botol menggunakan mistar sebagai
pemabnding
Pengukuran berulang
10. Ukur diameter luar tutup botol sebanyak 5 kali dengan dengan mengulangi
langkah 3 sampai 6 kemudian catat hasil Pengukurn Pda Tabel 2.
4. Data Hasil Percobaan Jangka Sorong
1. Tabel 1. Hasil Pengukuran Tutup botol
Begian Yang Pengukuran Pengukuran dengan Jangka sorong
di Ukur denagn mistar
Skala Skala Hasil pengukuran
Diameter
Utama Nonius X= SU+(SN x Nst)
dalam
Diameter luar
kedalaman
Tabel 2. Hasil Pengukuran Berulang Diameter Tutup Botol
Pengukuran ke.. Diameter luar tutup botol
1
2
3
4
5
Rata-rata
B. Mikrometer Sekrup
1. Video Tutorial Praktikum : https://youtu.be/xqPNewRvFpo
2. Alat dan Bahan Praktikum Mikrometer Sekrup
No Alat dan Bahan Jumlah
1. Mikrometer Sekrup 1
2. Kertas 1
3. Uang Koin 1
4. Manik manik/ kelereng 1
3. Langkah Kegiatan Mikrometer Sekrup
Identifikasikanlah peralatan yang diperlukan dalam percobaan berikut ini.
Nst = ……….
No. Nama Bagian Mikrometer Sekrup fungsi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
a. Mengukurtebalkertas
1. ukurlahtebalkertasdenganmikrometersekrup(carapenggunaandapatdilihat
padateoridasar)
2. lakukanpengukuranolehorangyangberbeda
3. lakukan5kalipengukuran
4. tuliskandatayangdidapatpadatabeldata
b. Mengukurtebaluang koin
1. ukurlahtebalkertasdenganmikrometersekrup(carapenggunaandapatdilihat
padateoridasar)
2. lakukanpengukuranolehorangyangberbeda
3. lakukan5kalipengukuran
4. tuliskandatayangdidapatpadatabeldata
c. Mengukurdiameter manik-manik
1. ukurlahdiametermanik-
manikdenganmikrometersekrup(carapenggunaandapatdilihatpadateoridasar)
2. lakukanpengukuranolehorangyangberbeda
3. lakukan5kalipengukuran
4. tuliskandatayangdidapatpadatabeldata
d. Data Hasil Percobaan Jangka Sorong
Tabel 1. Hasil Pengukuran Tebal kertas
Pengukuran ke.. Hasil Pengukuran Tebal
kertas
1
2
3
4
5
Rata-rata
Tabel 2. Hasil Pengukuran tebaluang koin
Pengukuran ke.. Hasil Pengukuran
tebaluang koin
1
2
3
4
5
Rata-rata
Tabel 3. Hasil Pengukuran diameter manik-manik
Pengukuran ke.. Hasil Pengukuran
diameter manik-manik
1
2
3
4
5
Rata-rata
e. Analisis Data
1. Olah data yang diperoleh pada Tabel 1. Kemudian laporkan hasil berapakah
dimeter luar , diameter dalam dan kedalaman tutup botol, sesuai dengan aturan
ilmiah
………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
……
2. Olah data yang diperoleh pada Tabel 2. Kemudian laporkan hasil berapakah hasil
pengukuran dimeter luar tutup botol sesuai dengan aturan ilmiah
………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
……
3. Dari hasil pengukuran diameter mulut botol lebih teliti pengukuran dengan mistar
dibandingan jangka sorong ? Berikan alasannya!
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
……
4. Hitunglah ketidakpastian pengukuran berulang pada masing-masing percobaan
dan hitunglah ketidak pastian relative masing-masing alat ukur tersebut!
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
……………………………………
……………………………………………………………………………
A. Pertanyaan Kesimpulan
1. Melakukan pengukuran secara berulang atau lebih bertujuan untuk
………………….
………………………………………………………………………………………
….
2. Melakukan pengukuran harus menggunakan alat ukur yang tepat sepaya hasil
pengukurannya lebih ………………………………………
karena…………………...
………………………………………………………………………………………
….
3. Ketelitian pengukuran bisa terlihat dari skala alat ukur yang digunakan. Semakin
kecil satuan yang digunakan maka ketelitiannya semakin ………………………
Nilai :