Modul materi ajar
berbasis problem based learning
“Pendapatan nasional”
Disusun Oleh:
Ni Luh Made Meinarti Anggreni, S.Pd
SMA NEGERI 1 MENGWI
PENDIDIKAN PROFESI GURU
ANGKATAN 2
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
TAHUN 2021
0|Modul Pendapatan Nasional/Meinarti Anggreni
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan
Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan modul dengan
materi Pendapatan Nasional tepat pada waktunya. Modul ini disusun dengan tujuanagar
dapat dijadikan sebagai panduan belajar bagi peserta didik maupun pembaca untuk lebih
memahami konsep pendapatan nasional itu sendiri dan relevansinya dengan kehidupan
sehari-hari.
Modul ini tidak dapat penulis selesaikan tanpa bimbingan dan pengarahan dari
berbagai pihak yang telah meluangkan waktunya dalam upaya penyusunannya sampai
selesai. Sebagai rasa syukur, melalui kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima
kasih yang setulus-tulusnya kepada:
1. Bapak/ Ibu dosen pengajar PPG dalam jabatan di Universitas Swadaya Gunung Jati
yang telah senantiasa memberikan dorongan dan motivasinya.
2. Ibu Aan Anisah S.E, M.Pd. selaku mentor dalam penyusunan modul materi ajar
ini.
3. Bapak Drs. I Dewa Gede Artadiana, M.Pd. selaku kepala sekolah di SMA Negeri 1
Mengwi serta keluarga besar SMAN 1 Mengwi yang memberikan semangat kepada
penulis dalam mengikuti PPG.
4. Teman-teman PPG dalam jabatan Angkatan 2 yang selalu memberikan bantuan dan
inspirasi.
Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa dalam penyusunan modul ini masih
banyak terdapat kesalahan dan kekurangan yang disebabkan karena keterbatasan
kemampuan serta pengalaman penulis. Akhirnya penulis berharap semoga modul
Pendapatan Nasional ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Bali, 6 Juni 2021
Penulis
i|Modul Pendapatan Nasional/Meinarti Anggreni
DAFTAR ISI
Kata Pengantar -----------------------------------------------------------------------------------------------i
Daftar Isi ------------------------------------------------------------------------------------------------------- ii
Daftar Tabel -------------------------------------------------------------------------------------------------- iii
Daftar Gambar -------------------------------------------------------------------------------------------------- iv
A. PENDAHULUAN --------------------------------------------------------------------------------------- 1
1. Latar Belakang ---------------------------------------------------------------------------------------------- 1
2. Deskripsi Singkat ------------------------------------------------------------------------------------------ 2
3. Relevansi --------------------------------------------------------------------------------------------------- 2
4. Petunjuk Belajar -------------------------------------------------------------------------------------------- 3
B. KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS----------------------------------------------------------------- 4
1. Capaian Pembelajaran ------------------------------------------------------------------------------------ 4
2. Sub Capaian Pembalajaran ------------------------------------------------------------------------------- 4
3. Uraian Materi----------------------------------------------------------------------------------------------- 4
a. Definisi Pendapatan Nasional------------------------------------------------------------------------- 6
b. Manfaat Pendapatan Nasional ------------------------------------------------------------------------ 8
c. Konsep-konsep Pendapatan Nasional ------------------------------------------------------------- 10
d. Perhitungan Pendapatan Nasional------------------------------------------------------------------ 17
e. Pendapatan Perkapita--------------------------------------------------------------------------------- 23
4. Rangkuman ----------------------------------------------------------------------------------------------- 28
5. Tugas terstruktur------------------------------------------------------------------------------------------ 29
6. Forum Diskusi-------------------------------------------------------------------------------------------- 30
C. PENUTUP ----------------------------------------------------------------------------------------------31
1. Tes Formatif ---------------------------------------------------------------------------------------------- 31
2. Kunci Jawaban -------------------------------------------------------------------------------------------- 35
3. Glosarium ------------------------------------------------------------------------------------------------- 38
4. Refleksi Diri----------------------------------------------------------------------------------------------- 40
DAFTAR PUSTAKA --------------------------------------------------------------------------------------- 41
ii | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Pendapatan Nasional Indonesia dari Tahun 2014-2018 ------------------------------------------ 17
Tabel 2. Contoh Perhitungan Nilai Tambah ------------------------------------------------------------------ 19
Tabel 3. Kriteria Ketimpangan Pendapatan Berdasarkan Koefiien Gini --------------------------------- 27
iii | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
DAFTAR GAMBAR
Peta Konsep ---------------------------------------------------------------------------------------------------------- 5
Gambar 1. Peternakan ---------------------------------------------------------------------------------------------- 6
Gambar 2. Pertanian ------------------------------------------------------------------------------------------------ 6
Gambar 3. Kegiatan Produksi ------------------------------------------------------------------------------------- 7
Gambar 4. Ilustrasi Negara Maju --------------------------------------------------------------------------------- 8
Gambar 5. Ilustrasi Negara Berkembang ------------------------------------------------------------------------ 9
Gambar 6. Grafik Proyeksi PDB Per Kapita Negara G20 -------------------------------------------------- 23
Gambar 7. Kurva Lorenz----------------------------------------------------------------------------------------- 27
iv | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
PENDAPATAN NASIONAL
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Mata pelajaran ekonomi adalah mata pelajaran wajib yang diampu di
jurusan Ilmu Sosial di SMA baik di kelas X, XI maupun kelas XII. Mata pelajaran
ekonomi juga sangat penting untuk dipelajarari oleh peserta didik baik untuk
melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun untuk aplikasi dalam
kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu dibutuhkan bahan ajar yang sesuai dengan
karakteristik dan kebutuhan peserta didik dalam memahami pelajaran ekonomi.
Modul ekonomi dengan judul Pendapatan Nasional ini merupakan salah satu bahan
ajar efektif yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam menjawab permasalahan
ekonomi dan sesuai dengan tuntutan revolusi industri 4.0 dan program
Kemendikbud MBKM, dimana semua peserta didik dapat belajar merdeka serta
dapat belajar dimana saja dan kapan saja.
Kelebihan modul ekonomi ini yaitu dikembangkan dengan pendekatan
Saintific dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dalam
strategi pembelajarannya. Selain itu modul ini mampu meningkatkan motivasi
belajar peserta didik karena dilengkapi dengan fitur-fitur yang menarik seperti foto
atau gambar, peta konsep, materi HOTS, mengangkat masalah-masalah terkini
untuk dianalisis, soal-soal baik terstruktur maupun diskusi dan visual yang
dirancang sedemikian mungkin untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai
dengan tingkat kompleksitasnya.
Dengan modul ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta
didik kususnya pada materi pendapatan nasional karena modul ini dapat dipelajari
dimanapun dan kapanpun, dan didalamnya telah dilengkapi dengan petunjuk belajar
serta refleksi diri sehingga peserta didik dapat belajar secara mandiri. Selain peserta
didik, guru-guru lain ataupun pihak yang berkepentingan juga dapat mempelajari
modul ini dengan mudah
1|Modul Pendapatan Nasional/Meinarti Anggreni
2. Deskripsi Singkat
Modul ini akan menyajikan kegitan pembelajaran dengan materi inti
pendapatan nasional. Adapun dalam modul pendapatan nasional ini akan mengulas
berbagai masalah yang berhubungan dengan pendapatan nasional dan dijelaskan
dalam materi sebagai berikut: 1) Definisi pendapatan nasional; 2) Manfaat
pendapatan nasional; 3) Konsep pendapatan nasional; 4) Perhitungan pendapatan
nasional dan ; 5) Pendapatan perkapita.
Modul ini disusun dengan kegiatan pembelajaran berbasis problem based
learning, dimana sebelum memulai pada materi akan disajikan masalah-masalah
yang berkaitan dengan materi inti yang kemudian dianalisis oleh peserta didik
sehingga menemukan interkoneksi antara keadaan nyata dengan materi yang
disampaikan. Kegiatan pembelajaran dalam modul ini akan mampu melatih peserta
didik untuk berfikir kritis (critical thinking) serta melatih berfikir tingkat tinggi
sehingga nanti diharapkan peserta didik memiliki kompetensi yang diharapkan.
3. Relevansi
Guru maupun peserta didik harus memiliki kemampuan dalam memahami
materi pendapatan nasional ini dengan baik. Guru sebagai pengajar sekaligus
sebagai fasilitator dan mediator dalam kegiatan belajar mengajar harus benar-benar
memahami konsep pendapatan nasional untuk kelancaran dalam kegiatan belajar
sehingga kompetensi peserta didik yang diharapkan dapat tercapai. Bagi peserta
didik dengan mempelajari modul ini dapat memahami bagaimana negara mengelola
uang dan melakukan analisis dan pengambilan keputusan untuk kepentingan
bersama. Selain itu peserta didik juga dapat mempelajari berbagai metode
perhitungan pendapatan nasional, metode tersebut tentunya berbeda-beda sesuai
dengan kebutuhan dan kebijakan pemerintah. Perhitungan pendapatan nasional bisa
dilakukan dengan berbagai pendekatan, seperti pendekatan pendapatan, pendekatan
produksi dan pendekatan pengeluaran. Dari hasil perhitungan tersebut, pemerintah
dapat mengambil keputusan ekonomi secara makro dan memikirkan sektor yang
berpotensi dan dapat mengembangkan sektor tersebut untuk meningkatkan
perekonomian negara. Hal tersebut sangat penting sebagai bahan pembelajaran
untuk peserta didik dimana mereka dapat belajar untuk berfikir kritis dalam melihat
peluang-peluang besar di daerahnya masing-masing dalam meningkatkan
perekonomian.
2|Modul Pendapatan Nasional/Meinarti Anggreni
4. Petunjuk Belajar
Agar kegiatan pembelajaran dalam modul ini dapat digunakan secara maksimal
maka anda diharapkan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Pelajarilah dan pahami capaian pembelajaran dan sub capaian pembelajaran
2. Pelajarilah uraian materi secara sistematis dan mendalam.
3. Kerjakan tugas di akhir kegiatan pembelajaran untuk mengetahui tingkat
penguasaan materi.
4. Jawab forum diskusi secara berkelompok untuk mengembangkan pengetahuan
terkait dengan materi ajar
5. Kerjakan tes formatif di akhir kegiatan pembelajaran untuk mengetahui tingkat
penguasaan materi, ketuntasan yang diharapkan yaitu mendapat nilai 75.
6. Jika belum memperoleh nilai ketuntasan yang diharapkan, ulangi kembali
mempelajari kegiatan belajar tersebut.
3|Modul Pendapatan Nasional/Meinarti Anggreni
B. KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS
1. Capaian Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta didik mampu memahami,
mengidentifikasi, menganalisis, menyimpulkan, merekonstruksi, memodifikasi
secara terstruktur materi ekonomi khusunya mengenai pendapatan nasonal secara
bermakna dalam penyelesaian masalah praktis kehidupan sehari-hari melalui kerja
problem solving, koneksi dan komunikasi ekonomi, critical thinking, serta
kreatifitas berfikir yang selaras dengan tuntutan masa depan.
2. Sub Capaian Pembelajaran
Sub capaian dari pembelajaran materi pokok pendapatan nasional peserta didik akan
kompeten dalam; 1) memahami definisi pendapatan nasional, 2) menyimpulkan
manfaat perhitungan Pendapatan nasional, 3) menganalisis komponen-komponen
dalam pendapatan nasional dari GDP sampai dengan Disposible income, 4)
menganalisis perhitungan pendapatan nasional melalui berbagai pendekatan
(pendekatan produksi, pengeluaran dan pendapatan), 5) menganalisis tentang
pendapatan per kapita.
3. Uraian Materi
Kompetensi Inti
Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
4|Modul Pendapatan Nasional/Meinarti Anggreni
Kompetensi Dasar
3.1 Menganalisis konsep dan metode penghitungan pendapatan nasional
3.2 Menganalisis konsep dan metode penghitungan pendapatan nasional
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1.1 Menjelaskan pengertian pendapatan nasional
3.1.2 Menganalisis manfaat pendapatan nasional
3.1.3 Menganalisis konsep-konsep pendapatan nasional
3.1.4 Menganalisis metode penghitungan pendapatan nasional
3.1.5 Menganalisis pendapatan per kapita
PETA KONSEP
5|Modul Pendapatan Nasional/Meinarti Anggreni
MARI MENGAMATI !
Gambar 1. Sumber: republika.co.id Gambar 2. Sumber: eddymumu.blogspot.com
Coba perhatikan gambar di atas, Kegiatan apa yang kalian lihat? Lalu apa
kegiatan ekonomi yang orang tua kalian lakukan? Mengapa orang-orang melakukan
berbagai macam kegiatan ekonomi? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut
tentunya bervariasi, namun pada intinya mereka sedang bekerja untuk memperoleh
pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Pendapatan itu didapatkan
sebagai balas jasa atas tenaga, keuntungan berdagang, sewa dan lain-lain. Besarnya
kecilnya pendapatan seseorang menunjukan besarnya kemakmuran dari orang tersebut.
Begitu pula halnya dengan suatu negara, pendapatan Nasional (national income)
merupakan tolak ukur yang paling baik untuk menunjukkan keberhasilan dan kegagalan
perekonomian suatu negara, dari tingkat kesempatan kerja, tingkat harga barang, dan
posisi neraca pembayaran luar negeri, serta pendapatan per kapitanya. Jika faktor-faktor
yang memengaruhi tersebut menunjukkan posisi yang sangat menguntungkan atau
positif, maka tingkat keberhasilan atau tingkat kemajuan ekonomi suatu negara akan
mudah tercapai, dan begitu pula sebaliknya. Dalam perhitungan ekonomi terdapat
prinsip yang harus dipegang teguh dalam perhitungan pendapatan nasional agar tujuan
negara dapat terlaksanakan dengan baik dan masyarakat mendapatkan kesejahteraan
dan kebahagiaan dalam bernegara. Untuk lebih memahami tentang pendapatan nasional
mari pelajari uraian materi di bawah ini.
a. DEFINISI PENDAPATAN NASIONAL
Pendapatan nasional secara sederhana dapat diartikan sebagai jumlah
pendapatan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu (biasanya satu tahun).
Masyarakat pelaku kegiatan ekonomi akan terus berusaha memperoleh pendapatan
untuk memenuhi semua kebutuhan sehingga menjadikan masyarakat makmur. Jika
seluruh pendapatan atau pengeluaran yang dilakukan pelaku ekonomi di dalam suatu
6|Modul Pendapatan Nasional/Meinarti Anggreni
negara dijumlahkan maka akan terbentuklah pendapatan nasional. Besarnya
pendapatan nasional ditentukan oleh jumlah produk yang dihasilkan oleh para pelaku
ekonominya.
Pada konsep pendapatan nasional, kegiatan masyarakat dalam berbagai sektor
ekonomi berpengaruh terhadap tingkat pendapatan nasional. Pendapatan nasional
adalah jumlah pendapatan yang diterima seluruh pelaku ekonomi dalam suatu negara
selama satu tahun. Pendapatan nasional dapat diartikan dari tiga pendekatan yaitu
pendekatan produksi, pendekatan pedapatan, dan pendekatan pengeluaran. Adapun
yang mempengaruhi pendapatan nasional adalah keseluruhan permintaan dan
penawaran, konsumsi dan tabungan, investasi, kualitas sumber daya manusia, keadaan
sumber daya alam, ketersediaan modal, dan stabilitas dan kebijakan yang mantap.
Pendapatan nasional juga dapat didefinisikan sebagai jumlah dari total hasil
produksi nasional yang dihasilkan oleh semua dari anggota masyarakat pada sebuah
negara itu dalam periode tertentu, umumnya ialah dalam 1 tahun. Dari penjelasan
tersebut, terdapat 3 poin yang harus kita perhatikan, diantaranya :
1. Nilai total hasil produksi akhir (barang dan jasa), artinya bahwa nilai yang
dihitung ialah nilai akhir barang serta jasa.
2. Suatu perekonomian, ini menjelaskan mengenai batasan penduduk dari
sebuah negara.
3. Adanya periode, hal ini menjelaskan mengenai batasan perhitungan tiap-
tiap periode (umumnya dalam satu tahun)
Gambar 3.
Produksi
Produksi barang
dan jasa memegang
peranan penting
dalam menentukan
besarnya
pendapatan
nasional
Sumber: rumus.co.id
7|Modul Pendapatan Nasional/Meinarti Anggreni
Pendapatan nasional menggambarkan tingkat produksi barang dan jasa yang
dihasilkan oleh suatu negara dalam kurun waktu satu tahun tertentu. Dengan demikian
pendapatan nasional mempunyai peran penting dalam menggambarkan tingkat
kegiatan ekonomi yang dicapai serta perubahan dan pertumbuhannya dari tahun ke
tahun. Kegiatan perekonomian negara dalam menghasilkan barang dan jasa yang
dibutuhkan masyarakat, merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan
kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Aktivitas tersebut melibatkan individu,
keseluruhan masyarakat baik pemerintah, swasta, dan rumah tangga. Setiap negara
akan mengumpulkan berbagai informasi mengenai kegiatan ekonominya agar secara
kontinu dapat diperhatikan perubahan-perubahan tingkat dan corak kegiatan ekonomi
yang berlaku.
Pada dasarnya pendapatan nasional dapat dilihat melalui tiga pendekatan
yaitu sebagai berikut:
a) Pendekatan produksi, melalui pendekatan ini pendapatan nasional diartikan
sebagai penjumlahan nilai tambah dari setiap barang dan jasa yang dihasilkan
oleh suatu negara dalam periode tertentu.
b) Pendekatan pendapatan, pendapatan nasional didapatkan dengan menghitung
jumlah pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi yang digunakan
untuk memproduksi barang dan jasa suatu negara dalam periode tertentu.
c) Pendekatan pengeluaran, pendekatan ini menghitug pendapatan nasional dari
jumlah pengeluaran seluruh pelaku ekonom, baik di dalam negeri maupun di
luar negeri selama periode tertentu
b. MANFAAT PENDAPATAN NASIONAL
Mari amati kedua gambar di bawah ini!
Gambar 4. Ilustrasi Negara Maju Sumber: apapuntulisannya.blogspot.com
8|Modul Pendapatan Nasional/Meinarti Anggreni
Gambar 5. Ilustrasi Negara Berkembang Sumber: tipsmembedakan.blogspot.com
Gambar pertama menyajikan ilustrasi megahnya negara maju, dan digambar
kedua disajikan gambar negara berkembang. Dari gambar tersebut terlihat
perbedaan yang mencolok antara negara maju dan negara berkembang. Mari
bersama-sama kita analisis perbedaan apa saja yang terlihat dari gambar tersebut.
Yang pertama negara maju terlihat sangat modern dan tertata rapi, sedangkan
negara berkembang penataan lingkungannya masih tidak tertata rapi. Yang kedua
pada negara maju terlihat gedung-gedung megah dan berbagai infrastruktur yang
memadai, hal ini menandakan bahwa negara tersebut kaya atau memiliki
pendapatan nasional yang tinggi, sedangkan digambar kedua terlihat bangunan
padat penduduk dan terkesan kumuh yang menandakan negara tersebut memiliki
pendapatan nasional yang rendah karena infrastruktur yang kurang memadai.
Dari ilustrasi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pendapatan nasional
sangat berperan dalam menentukan makmur atau tidaknya suatu negara, selain itu
terdapat banyak manfaat lagi yang kita peroleh dari perhitungan pendapatan
nasional yaitu sebagai berikut.
a) Mendapatakan informasi tentang tingkat kemakmuran sebuah negara.
b) Membantu pada proses evaluasi kinerja perekonomian dalam skala tertentu.
c) Kemudahan didalam mengukur perubahan perekonomian pada sebuah negara
itu secara berkala.
d) Kemudahan didalam membandingkan kinerja ekonomi dari tiap-tiap sektor.
e) Sebagai ukuran kualitas hidup masyarakat sebuah negara.
f)Sebagai ukuran perbandingan kinerja tiap-tiap negara.
9|Modul Pendapatan Nasional/Meinarti Anggreni
g) Sebagai alat ukur perbandingan kualitas standar hidup sebuah negara.
h) Sebagai indikator serta juga perbandingan tingkat pertumbuhan ekonomi dari
waktu ke waktu.
i) Sebagai indikator serta juga perbandingan pertumbuhan ekonomi dan juga
kekayaan suatu negara.
Jadi tujuan mempelajari pendapatan nasional adalah untuk mengetahui
kemajuan perekonomian masyarakat dan hal-hal berikut, yaitu:
a) Memperoleh taksiran akurat mengenai nilai barang dan jasa yang dihasilkan
masyarakat suatu negara dalam satu tahun.
b) Membantu membuat rencana dan melaksanakan program pembangunan
berjangka untuk mencapai tujuan pembangunan.
c) Mengkaji dan mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat
perekonomian suatu negara.
c. KONSEP-KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
Mari Mengamati!
Alasan Sri Mulyani Yakin PDB Kuartal II-2021 Bisa 8,3%
Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempertanyakan kepada
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang meyakini pertumbuhan ekonomi pada Kuartal
II-2021 bisa tembus hingga 8,3%.
Anggota Komisi XI DPR Andreas Eddy Susetyo memandang bahwa jika melihat kondisi
ekonomi saat ini, Indonesia masih jauh dari kata recovery atau pulih.
Pasalnya, selama empat kuartal di tahun 2020, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi.
Oleh karena itu, yang sebetulnya terjadi pada ekonomi di Kuartal II-2021 adalah terjadinya
rebound.
"Kita (proyeksi) bertumbuh di Kuartal II-2021 tinggi, tapi based yang sangat rendah (di
Kuartal II-2020). Ini yang kita harapkan rebound, kalau dikatakan recovery itu
sebetulnya belum," ujar Andreas saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR,
Senin (24/5/2021).
Pilihan kebijakan yang harus dilakukan pemerintah menurut Andreas serba dilematis dan
harus menghadapi segala risiko agar pertumbuhan bisa tumbuh dengan cepat.
"APBN sudah kerja keras, namun kita harus digarisbawahi kontribusi APBN tidak lebih
dari 9%. Yang harus didorong adalah konsumsi rumah tangga dan investasi. Dalam PEN
ini belum dielaborasi," jelas Andreas.
Hal yang sama juga ditanyakan oleh Anggota Komisi XI DPR Jon Erizal. Jon
mengatakan, pendongkrak pertumbuhan ekonomi RI adalah konsumsi rumah tangga,
konsumsi pemerintah investasi, ekspor, dan impor.
10 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
Lanjutan artikel…..
Sementara realisasi pertumbuhan ekonomi hingga Kuartal I-2021 kondisinya masih
berat untuk mencapai positif.
"Tiba-tiba di Kuartal II-2021 lonjakannya sampai 7,1%. Bagaimana cara memperoleh
lonjakan setinggi itu?," ujarnya.
Jon khawatir, demi untuk mengejar pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan itu malah
bersumber dari utang.
"Kalau kejadiannya tumbuh seperti (proyeksi) kami, maksimal 3% sementara alokasi
belanja pemerintah sudah 4,5% hingga 5,3%, delta itu ditutup dari utang. Karena
enggak ada solusi lain, ini yang kami khawatirkan," ujarnya.
"Atau lebih keras lagi memotong anggaran yang sudah ditetapkan. Ini akan jadi
suasana tidak kondusif, bagaimana strategi yang rasionalnya?," lanjut Jon Erizal
menanyakan.
Sri Mulyani langsung merespon dari kedua pernyataan anggota DPR Komisi XI
tersebut. Sri Mulyani membenarkan bahwa situasi yang akan terjadi pada Kuartal II-
2021 adalah situasi rebound dan bukan recovery.
Kendati demikian, jika secara teknikal rebound ekonomi mencapai hingga ratusan
persen, maka bisa juga disebut recovery. Saat ini semua mesin pertumbuhan ekonomi
masih bergantung dari APBN.
"Kita mencoba katalistik dari APBN, namun risiko harus dipindahkan atau di belokan
menuju ke netral atau ada optimisme, tergantung pada momentum juga. Ekonomi
sudah mulai berdegup," jelas Sri Mulyani.
Masalahnya selama pandemi Covid-19 belum bisa teratasi, kelas menengah ke atas
belum berani untuk melakukan konsumsi. Sehingga pemulihan ekonomi jadi tertahan.
"Jadi memang ini persoalannya, mulanya adalah covid dan akhirnya adalah covid.
Kalau tidak diselesaikan, begitu punya daya beli, resiko tadi akan menjadi netral dan
ekonomi akan tumbuh berjalan," jelasnya.
Sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati memprediksi perekonomian Indonesia pada kuartal
II-2021 bisa tumbuh hingga 8,3%. Ramalan ini melesat dibandingkan kuartal I-2021
yang masih negatif 0,74%.
Perekonomian kuartal II tumbuh melesat didorong oleh berbagai faktor penopang
perekonomian yang mulai pulih dibandingkan dengan tahun dan kuartal sebelumnya.
Terutama konsumsi rumah tangga yang sejak April hingga Mei dilihat semakin
meningkat.
Secara detail, untuk kuartal II, konsumsi rumah tangga diprediksi di kisaran 6%-6,8%
di periode. Sebelumnya di kuartal I, konsumsi masyarakat ini masih terkontraksi 2,2%.
Kemudian, konsumsi pemerintah diproyeksi tumbuh 8,1%-9,7% dan investasi
diperkirakan tumbuh 9,4%-11,1%. Lalu ekspor diprediksi bisa tumbuh kisaran 14,9%-
19,7% dan impor tumbuh 13%-19,7%.
Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210524190513-4-248048/alasan-sri-mulyani-
yakin-pdb-kuartal-ii-2021-bisa-83/2
Setelah membaca artikel tersebut, informasi apa yang anda dapatkan?
Terdapat banyak informasi yang kita dapatkan dari artikel di atas, misalnya anggota
DPR yang menanyakan keyakinan ibu Sri Mulyani tentang naiknya PDB negara
kita, membicarakan anggaran belanja pemerintah, serta membicarakan tentang
11 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
berbagai sektor perekonomian yang mengalami pertumbuhan selama kuartal II
tahun ini. Dari artikel tersebut kita dapat mengetahui bahwa pendapatan nasional
dihitung dari berbagai sektor perekonomian dari suatu negara. Untuk memahami
setiap sektor tersebut kita harus memahami terlebih dahulu berbagai konsep yang
ada dalam pendapatan nasional.
Dalam penghitungan pendapatan nasional suatu negara dikenal beberapa
konsep pendapatan nasional, yaitu:
a. Produk Domestik Bruto (PDB)/Gross Domestic Product (GDP)
Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) merupakan
nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh unit-unit produksi di dalam batas
wilayah suatu negara (domestik) dalam periode tertentu, biasanya satu tahun.
Nilai GDP didapat dengan menjumlahkan semua hasil produksi barang dan jasa
dari perusahaan/masyarakat yang tinggal di suatu negara, termasuk barang dan
jasa yang dihasilkan perusahaan/masyarakat asing yang ada di negara tersebut.
Kita tahu bahwa barang atau jasa yang ada di Indonesia dihasilkan oleh warga
negara Indonesia maupun warga negara asing, begitupun barang atau jasa yang
diluar negeri ada pula yang dihasilkan oleh warga negara Indonesia dinegara
tersebut. Hasil produksi warga negara/perusahaan asing didalam negeri
sebenarnya bukan merupakan milik Indonesia sehingga Indonesia harus tetap
membayar kepada pihak luar negeri yang menghasilkan barang/jasa tersebut
pembayaran tersebut dinamakan factor income payment to abroad, sebaliknya
barang/jasa yang dihasilkan oleh warga negara/perusahaan Indonesia diluar
negeri juga harus dibayar kepada Indonesia sehingga Indonesia akan
mendapatkan penerimaan dari negara luar, penerimaan tersebut dinamakan
factor income reciept from abroad. Apabila yang dibayarkan lebih kecil
dibandingkan dengan yang diterima, maka akan terjadi pembayaran ke dalam
negeri atau net factor income to domestic, sebaliknya jika yang dibayarkan lebih
besar dibanding yang diterima, maka terjadi pembayaran neto ke luar negeri atau
disebut net factor income payment to abroad. Apabila net factor income tersebut
diberi notasi n maka:
GDP-n = GNP atau GNP + n = GDP
12 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
Jika pendapatan neto faktor produksi yang diperoleh dari luar negeri cukup
besar, maka GDP merupakan cara yang tepat atau lebih baik untuk menghitung
pendapatan nasional dinegara tersebut.
b. Produk Nasional Bruto (PNB)/Gross Nasional Product (GNP)
Produk Nasional Bruto (PNB)/Gross National Product (GNP) adalah nilai
barang dan jasa yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara
baik yang tinggal di dalam negeri maupun di luar negeri, namun tidak termasuk
warga negara asing yang tinggal di negara tersebut, atau dengan kata lain
PNB/GNP merupakan jumlah Produk Domestik Bruto ditambah dengan
pendapatan neto dari luar negeri (penghasilan neto) yaitu penghasilan dari warga
negara yang bekerja di luar negeri dikurangi penghasilan warga negara lain yang
bekerja di dalam negeri. Ada dua aliran pembayaran penggunaan jasa faktor
produksi.
1) Apabila hasil produksi perusahaan asing yang berada di dalam negeri lebih
besar dari hasil produksi perusahaan nasional di luar negeri, maka akan
terjadi pembayaran penggunaan jasa faktor produksi ke luar negeri. Selisih
tersebut dinamakan pendapatan neto terhadap luar negeri dari faktor
produksi atau net factor income to abroad.
2) Apabila hasil produksi perusahaan asing yang berada di dalam negeri lebih
kecil daripada produksi perusahaan nasional di luar negeri maka akan terjadi
pembayaran ke dalam negeri. Selisihnya dinamakan pendapatan neto ke
dalam negeri dari faktor produksi atau net factor income domestic.
Jika PDB lebih besar daripada PNB maka menunjukkan bahwa investasi negara
asing di dalam negeri lebih besar daripada investasi negara tersebut di negara
lain. Dengan demikian menunjukkan perekonomian negara tersebut belum maju
karena masih menerima banyak modal dari luar negeri. Sedangkan sebaliknya
jika PDB lebih kecil daripada PNB maka menunjukkan bahwa investasi negara
tersebut di luar negeri lebih besar daripada investasi negara lain di dalam negeri.
Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian negara tersebut sudah maju karena
mampu menanamkan modalnya lebih besar di luar negeri daripada menerima
penanaman modal dari negara lain. Dengan demikian dapat dirumuskan:
13 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
GNP= GDP- Pendapatan Neto terhadap luar negeri
Keterangan:
PNB = Produk Nasional Bruto/Gross National Product (GNP)
PDB = Produk Domestic Bruto/Gross Domestic Product (GDP)
Pendapatan Neto = Penghasilan/pendapatan dari warga negara yang bekerja/tinggal di
luar negeri dikurangi pendapatan warga negara asing yang bekerja/tinggal di dalam
negeri
c. Produk Nasional Neto atau Net National Product (NNP)
Adalah nilai pasar barang dan jasa yang dihasilkan dalam satu tahun. Untuk
menghitung NNP adalah Produk Nasional Bruto (PNB) dikurangi dengan
penyusutan (depreciation). Penyusutan di sini artinya penyusutan barang-barang
yang digunakan dalam proses produksi atau barang modal. Rumus NNP:
NNP = PNB – Penyusutan/Depresiasi
d. Pendapatan Nasional Neto atau Net National Income (NNI)
Pendapatan Nasional Neto atau Net National Income adalah pendapatan yang
dihitung menurut jumlah balas jasa yang diperoleh masyarakat sebagai pemilik
faktor produksi. NNI dapat dilihat dari dua sisi. 1) Dari sisi pendapatan, yaitu
pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh
masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. 2) Dari sisi produksi, yaitu
sejumlah nilai bersih barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara. Untuk
mengetahui besarnya NNI yaitu NNP dikurangi dengan pajak tidak langsung.
Pajak tidak langsung adalah pajak yang pembebanannya dapat dilimpahkan
kepada pihak lain, misalnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak
Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung
e. Pendapatan Perseorangan/Personal Income (PI)
Personal Income adalah pendapatan yang diterima oleh setiap lapisan
masyarakat dalam satu tahun. dalam pendapatan perseorangan termasuk juga
14 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment merupakan
penerimaan yang bukan merupakan balas jasa proses produksi tahun ini,
melainkan penerimaan yang diperoleh dari sebagian pendapatan nasional tahun
sebelumnya, contohnya pembayaran dana pensiun, tunjangan sosial, tunjangan
veteran, bunga utang pemerintah dan sebagainya.Berikut ini pendapatan yang
tergolong dalam pendapatan nasional tetapi tidak termasuk sebagai pendapatan
pribadi yaitu 1) Keuntungan perusahaan yang tidak dibagikan, 2) Pajak yang
dikenakan pemerintah atas keuntungan perusahaan, 3) Kontribusi yang
dilakukan oleh perusahaan. Rumus PI yaitu:
PI = NNI– (Laba ditahan+ iuaran jaminan sosial +
asuransi+ pajak perseorangan) + Transfer
payment
Tranfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas
jasa pada tahun yang bersangkutan, melainkan diambil dari pendapatan tahun
sebelumnya.
f. Pendapatan Bebas/Disposable Income (DI)
Disposible Income adalah pendapatan yang siap dimanfaatkan guna membeli
barang dan jasa konsumsi, dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan
sebagai investasi. Disposible income diperoleh dari personal income (PI)
dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) merupakan pajak
yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus
ditanggung langsung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan. Disposible
income dapat dirumuskan sebagai berikut:
Rumus DI yaitu:
DI = PI – Pajak Langsung
Untuk memberikan gambaran tentang perhitungan pendapatan nasional, di
bawah ini diberikan contoh cara menghitung pendapatan nasional dalam suatu
negara. Angka berikut hanya merupakan contoh saja, agar memudahkan cara
berpikir. (Dalam milyar Rupiah)
15 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
GDP (Gross Domestic Product) Rp 156.000,00
Produk yang dihasilkan masy. Asing di dalam negeri
Rp 26.000,00 -
Rp 130.000,00
Produk yang dihasilkan masy. Nasional di luar negeri Rp 10.000,00 +
Rp 140.000,00
GNP (Gross National Product)
Penyusutan dan penggantian barang modal Rp 15.000,00 -
Rp 125.000,00
NNP (Nett National Product)
Pajak tidak langsung Rp 22.000,00 -
Rp 103.000,00
NNI (Nett National Income) atau NI (National Income)
Dana sosial Rp 3.000,00
Laba yang ditahan Rp 6.000,00
Pajak perusahaan/perseroan Rp 12.000,00 +
Rp 21.000,00 -
Rp 82.000,00
Transfer pemerintah (Pembayaran pindahan pemerintah) Rp 8.000,00 +
PI (Personal Income) Rp 90.000,00
Pajak langsung
DI (Disposible Income) Rp 4.000,00 -
Tabungan (saving) Rp 86.000,00
Pengeluaran konsumsi perseorangan
Rp 15.000,00 -
Rp 71.000,00
g. Produk Domestik Regional Bruto (PDBRT)
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator
ekonomi makro yang digunakan untuk mengevaluasi seluruh hasil pembangunan
di suatu daerah dalam lingkup kota dan kabupaten. Produk domestik ragional
bruto merupakan jumlah nilai tambah atau jumlah nilai barang dan jasa akhir
yang dihasilkan oleh seluruh unit-unit produksi dalam suatu daerah pada satu
tahun tertentu. PDRB dihitung berdasarkan atas harga konstan dan harga yang
berlaku. PDRB atas harga yang berlaku menunjukan seluruh nilai tambah barang
dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada tahun tersebut,
lain lagi dengan PDRB atas harga konstan yang menunjukan nilai tambah
barang dan jasa yang dihitung memakai harga pada tahun dasar yang di
Indonesia sendiri ditetapkan tahun 1993. PDRB merupakan total pendapatan
yang berasal dari suatu daerah tertentu. Akan tetapi, pendapatan yang dimaksud
bukan seluruh pendapatan dari penduduk atau pemilik dari faktor produksi yang
tinggal di daerah tertentu tersebut karena ada sebagian pendapatan yang diterima
oleh penduduk daerah lain, misalnya perusahaan yang modalnya berasal dan
dimiliki oleh orang luar daerah tersebut, maka keuntungan perusahaan itu
sebagian akan menjadi milik orang luar daerah tersebut. Dan sebaliknya jika ada
penduduk daerah tersebut yang berinvestasi di luar daerah, maka sebagian
16 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
keuntungan dari luar daerah tersebut menjadi milik penduduk daerah penanam
modal.
d. PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
Amatilah data pada tabel di bawah ini!
Tabel 1. Pendapatan Nasional Indonesia dari tahun 2014-2018 Sumber: http://www.bps.go.id
Tabel di atas menyajikan perhitungan pendapatan nasional dari PDB atas
harga berlaku menurut metode pengeluaran. Coba analisis informasi apa yang
bisa didapatkan dari data di atas! Mari kita coba analisis bersama-sama.
Berdasarkan tabel diatas dapat dianalisis beberapa hal berikut: a) terdapat 7 jenis
pengeluaran yang digunakan dalam pendekatan pengeluaran yaitu pengeluaran
konsumsi rumah tangga, pengeluaran konsumsi LNRT, pengeluaran konsumsi
pemerintah, pembentukan modal tetap bruto, perubahan inventori, ekspor barang
17 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
dan jasa, dikurangi impor barang dan jasa. b) Dari data didapatkan pengeluaran
konsumsi rumah tangga selalu menjadi penyumbang tertinggi pada pengeluaran,
dilanjutkan dengan pembentukan modal bruto dan ekspor barang dan jasa. c)
pada tahun 2016 dan 2017 jumlah ekspor lebih besar dari impor, tapi di tahun
2018 jumlah impor lebih besar. d) berdasarkan pendekatan pengeluaran PDB
tahun 2016 sebesar 12.401.728,5, meningkat di tahun 2017 menjadi
13.587.212,6, dan menjadi 14.837.357,5 ditahun 2018.
Setelah membandingkan hasil dari ke 2 pendekatan ini didapatkan hasil
yang sama/ seimbang dengan jumlah yang masing-masing sama antara PDB di
tahun 2016, 2017 dan 2018. Jumlah pendapatan nasional mengalami
peningkatan yang signifikan dari tahun 2016 sebesar 9.429.089,9 menjadi
10.037.033,1 dan meningkat lagi ditahun 2018 menjadi 10.843.451,3. Hal ini
menunjukan hal yang positif, karena peningkatan pendapatan nasional pertahun
menunjukan keberhasilan negara dalam meningkatkan laju pembangunan dan
pertumbuhan negara dari wakyu ke waktu (pendapatan nasional adalah salah
satu inikator keberhasilan pertumbuhan ekonomi). Dengan meningkatnya
pendapatan nasioanl maka kemakmuran dan kesejahteraan rakyat juga
meningkat, dengan erjadinya pertumbuhan ekonomi dapat menurunkan tingkat
kemiskinan karena terciptanya lapangan pekerjaan dan tumbuhnya jumlah
pekerja yang cepat dan merata.
Hasil analisis di atas hanya menunjukan perhitungan pendapatan nasional
berdasarkan metode pengeluaran saja. Hasil penghitungan pendapatan nasional
tergantung pada metode atau pendekatan yang digunakan. Sebenarnya ada tiga
pendekatan dalam menghitung pendapatan nasional yaitu pendekatan produksi,
pendekatan pendapatan, dan pendekatan pengeluaran. Mari kita bahas satu
persatu.
a. Pendekatan Produksi (Production Approach)
Yaitu dengan menjumlahkan nilai produksi tiap-tiap sektor ekonomi atau
dengan menjumlahkan secara keseluruhan nilai tambah (value added) dari
semua kegiatan ekonomi yang dihasilkan perusahaan. BPS (Badan Pusat
Statistik) pada tahun 2014 melakukan penghitungan pendapatan nasional
dengan pendekatan produksi yang terdiri atas 17 sektor ekonomi berikut:
1) Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan.
2) Sektor pertambangan dan penggalian.
18 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
3) Sektor industri pengolahan.
4) Sektor pengadaan listrik dan gas.
5) Sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang.
6) Sektor konstruksi.
7) Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda
motor.
8) Sektor transportasi dan pergudangan.
9) Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum.
10) Sektor informasi dan komunikasi.
11) Sektor jasa keuangan dan asuransi.
12) Sektor real estate.
13) Sektor jasa perusahaan.
14) Sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan sosial wajib.
15) Sektor jasa pendidikan.
16) Sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial.
17) Sektor jasa lain.
Untuk menghindari penghitungan ganda, dalam menghitung PDB dengan
metode produksi yang dijumlahkan adalah nilai tambah tiap-tiap sektor.
Nilai tambah adalah sumbangan perusahaan terhadap produksi nasional.
Penghitungan nilai tambah adalah biaya atau harga bahan baku output
dikurangkan dari harga produk perusahaan atau input.
Tabel 2. Contoh Penghitungan Nilai Tambah
No Jenis Kegiatan Nilai Produksi (Rp) Nilai Tambah
(Rp)
1. Mengambil singkong 120.000
2. Membuat tepung 350.000 120.000
3. Membuat kue 680.000 230.000
330.000
Dari penghitungan di atas, besar sumbangan bagi pendapatan nasional
adalah jumlah seluruh nilai tambah produk kue sebesar Rp680.000,00 atau
harga akhir dari produk kue dari singkong. Proses penghitungan dengan
cara menjumlahkan nilai tambah yang dihasilkan berbagai sektor
perekonomian bertujuan mengetahui sumbangan berbagai sektor ekonomi
19 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
dalam penghitungan pendapatan nasional dan menghindari penghitungan
ganda karena yang dihitung hanya nilai produk neto.
Rumus menghitung pendapatan nasional berdasarkan pendekatan produksi
(Production Approach) yaitu:
Y = P1Q1 + P2Q2 + P3Q3+………. + PnQn
Keterangan: P = Tingkat Harga Q = Jumlah Produk
b. Pendekatan Pendapatan (Income Approah)
Yaitu dengan cara menjumlahkan seluruh penerimaan atas faktor produksi,
sebagai berikut:
1. Upah/gaji sebagai penerimaan bagi tenaga tenaga kerja.
2. Sewa sebagai penerimaan pagi pemilik property.
3. Bunga sebagai penerima bagi pemilik modal.
4. Laba sebagai imbalan atas kerjanya sebagai pengusaha yang di
dalamnya termasuk deviden.
Berdasarkan metode pendekatan pendapatan, besarnya pendapatan
nasional dihitung dengan menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima
oleh pemilik faktor-faktor produksi yang digunakan dalam menghasilkan
barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara selama satu tahun.
Pendapatan dari faktor produksi meliputi upah dan gaji, sewa tanah, bunga
modal, dan laba.
Dalam penghitungan pendapatan nasional yang sebenarnya,
penggolongan pendapatan faktor-faktor produksi seperti yang dinyatakan di
atas tidak ditentukan dengan menghitung dan menjumlahkan seluruh gaji
dan upah, sewa, bunga, dan keuntungan yang diterima oleh seluruh faktor-
faktor produksi dalam satu tahun tertentu. Hal ini dikarenakan dalam
perekonomian terdapat banyak kegiatan di mana pendapatannya merupakan
gabungan dari gaji atau upah, sewa bunga, dan keuntungan. Contoh dari
bentuk pendapatan yang demikian adalah pendapatan yang diperoleh
perusahaan-perusahaan perorangan. Untuk suatu perusahaan perorangan
(misalnya restoran yang dikelola anggota keluarga) yang dimaksud
20 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
keuntungan usaha adalah gabungan dari gaji, upah, bunga, sewa, dan
keuntungan yang sebenarnya dari usaha yang dilakukan oleh keluarga.
Oleh karenanya, penghitungan pendapatan nasional dengan cara pendapatan
pada umumnya menggolongkan pendapatan yang diterima faktor-faktor
produksi sebagai berikut:
1. pendapatan para pekerja, yaitu gaji dan upah
2. pendapatan dari usaha perorangan
3. pendapatan dari sewa
4. bunga neto
5. keuntungan perusahaan.
Rumus menghitung pendapatan nasional berdasarkan pendekatan pendapatan
(Income Approach) adalah sebagai berikut:
Y=r+w+i+p
Keterangan:
Y : Yearly income (pendapatan nasional)
r : rent (sewa), yaitu balas jasa atas faktor produksi tanah
w : wages (upah), yaitu balas jasa atas faktor produksi tenaga kerja
i : interest (bunga) yaitu balas jasa atas faktor produksi modal
p : profit (laba) yaitu balas jasa atas faktor produksi kewirausahaan
Contoh:
Diketahui data-data sebagai berikut (dalam miliar)
Sewa tanah Rp 30.000
Upah Rp 250.000
Bunga modal Rp. 50.000
Laba usaha Rp. 40.000
Hitunglah pendapatan nasional dengan pendekatan
pendapatan
Jawab:
Y=r+w+i+p
Y = Rp. 30.000 + Rp. 250.000 + Rp. 50.000 + Rp. 40.000
= Rp. 370.000
21 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
c. Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)
Yaitu dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh para
penerima pendapatan seperti rumah tangga konsumen, rumah tangga produsen,
rumah tangga negara, dan masyarakat luar negeri.
Dari sisi pengeluaran, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan
pengeluaran atau expenditure dari masing-masing sektor dalam perekonomian,
yaitu:
a. Pengeluaran konsumsi (C), meliputi semua pengeluaran rumah tangga
keluarga dan perseorangan serta lembaga swasta bukan perusahaan untuk
membeli barang dan jasa dalam memenuhi kebutuhan.
b. Pengeluaran Investasi (I) meliputi semua pengeluaran domestik (dalam
negeri) yang dilakukan oleh swasta untuk mendirikan bangunan, mesin-
mesin, perlengkapan dan jumlah persediaan perusahaan.
c. Pengeluaran pembelian pemerintah (G), meliputi pembayaran pensiun, bea
siswa, subsidi dalam berbagai bentuk, dan transfer pemerintah.
d. Expor netto (X-M), meliputi keseluruhan jumlah barang dan jasa yang
diekspor dan diimpor. Jika ekspor lebih besar dari impor maka ekspor netto
bertanda positif (+) dan sebaliknya bila ekspor lebih kecil dari impor, maka
ekspor netto bertanda negatif (-).
Rumus perhitungan pendapatan nasional dengan Pendekatan Pengeluaran
(Expenditure Approach) adalah sebagai berikut:
Y = C + I + G + (X – M)
Keterangan:
C = Pengeluaran masyarakat / konsumen
I = Pengeluaran pengusaha
G = Pengeluaran pemerintah
X = Ekspor
M = Impor
Perhatikan contoh berikut!
22 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
Contoh:
Diketahui data debagai berikut (dalam miliar)
Pengeluaran konsumen Rp. 125.000
Tingket investasi Rp. 150.700
Pengeluaran pemerintah Rp. 130.000
Nilai ekspor Rp. 225.250
Nilai impor Rp. 170.500
Hitunglah besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan
pengeluaran!
Jawaban:
Y = C + I + G + (X-M)
= Rp. 125.000 + Rp. 150.700+ Rp. 130.000+ (Rp. 225.250- Rp. 170.500)
= Rp. 405.700 + Rp. 54.750
= Rp. 460.450
e. PENDAPATAN PER KAPITA
Mari mengamati:
Gambar 6. Grafik Proyeksi PDB Per Kapita Negara G20 Sumber: katadata.co.id
Dari gambar grafik di atas informasi apa yang dapat kita peroleh? Mari
analisis bersama. Amerika Serikat menduduki negara yang memiliki PDB per
kapita paling tinggi, disusul oleh negara Kanada, Inggris, Korea Selatan,
Tiongkok, Turki dan Indonesia. PDB per kapita Indonesia jauh berada di
bawah negara-negara lain. Hal ini menunjukan bahwa perekonomian negara
Indonesia jauh di bawah negara-negara G20 (Kelompok 20 negara ekonomi
23 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
utama) lainnya. PDB per kapita ini sering disebut sebagai pendapatan per
kapita.
Tingkat kemakmuran suatu negara tidak hanya dilihat dari besar kecilnya
GNP atau GDP, karena GNP atau GDP tidak bisa menunjukkan berapa jumlah
penduduk yang harus dihidupi dari GNP maupun GDP tersebut. GNP tinggi
yang dimiliki suatu negara bukan suatu ukuran bahwa negara tersebut telah
makmur. Karena bisa jadi jumlah penduduk yang harus dihidupi dari GNP
tersebut juga sangat tinggi jumlahnya. Dengan demikian, ukuran yang lebih
tepat untuk mengukur kemakmuran suatu negara adalah dengan menghitung
pendapatan perkapitanya.
Pendapatan per kapita adalahpendapatan rata-rata penduduk sutau
negara. Pendapatan perkapita ini merupakan salah satu tolak ukur
kemakmuran dari suatu negara. Negara yang memiliki nilai pendapatan
nasional yang tinggi belum tentu lebih makmur bila dibandingkan dengan
negara yang berpendapatan rendah dikarenakan jumlah penduduk pun
menentukan tingkat kemakmuran dari negara tersebut. Begitupun sebalik nya,
apabila pendapatan nasional suatu negara kecil tetapi jumlah penduduk nya
sedikit maka belum tentu negara tersebut tergolong miskin, malah bisa jadi
negara tersebut tergolong sebagai negara yang makmur.
Ilustrasi:
Misalnya, GNP Negara Indonesia pada tahun 2019 lebih tinggi daripada
Malaysia, yaitu sebesar 130.600 juta dolar Amerika, sedangkan Malaysia
81.311 juta dolar Amerika. Akan tetapi, Indonesia bisa dibilang tidak lebih
makmur dari Malaysia. Mengapa? karena dari GNP tersebut, Indonesia harus
menghidupi 204 juta penduduk, sedangkan Malaysia hanya menghidupi 22
juta penduduk saja
Contoh lain, Misalnya dua negara mempunyai pendapatan nasional
yang sama besarnya, namun belum tentu kesejahteraan penduduk negara-
negara tersebut sama. Misalkan pada tahun tertentu diketahui bahwa
pendapatan nasional negara A dan pendapatan nasional negara B sama, yaitu
Rp200 juta. Jumlah penduduk negara A adalah 200 jiwa sedangkan jumlah
penduduk negara B adalah 400 jiwa. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa
pendapatan rata-rata penduduk negara A adalah Rp200 juta dibagi 200 maka
24 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
hasilnya Rp1.000.000,00 sedangkan pendapatan rata-rata penduduk B adalah
Rp200 juta dibagi 400 adalah Rp500.000,00.
Dengan demikian terlihat bahwa pendapatan rata-rata penduduk di
negara A lebih besar dibandingkan di negara B. Namun, apakah penduduk di
negara A lebih makmur dari negara B? Jawabnya, belum tentu! Karena
bagaimana pendistribusian pendapatan di negara A atau B belum diketahui.
Berdasarkan contoh di atas, pendapatan rata-rata penduduk negara A sebesar
Rp1.000.000,00, artinya nilai barang dan jasa yang dapat diperoleh masing-
masing penduduk sebesar Rp1.000.000,00.
Jadi apa yang dimaksud pendapatan per kapita? Pendapatan per kapita
adalah pendapatan rata-rata penduduk suatu negara selama satu periode
tertentu. Atau pendapatan per kapita dapat juga diartikan sebagai nilai atau
jumlah suatu barang dan jasa rata-rata yang tersedia bagi setiap penduduk
suatu negara selama satu periode tertentu.
Secara matematis, pendapatan per kapita dapat dirumuskan sebagai berikut:
Adapun saat ini Bank Dunia mengelompokkan negara-negara di dunia
berdasarkan pendapatan per kapitanya menjadi empat kelompok:
a. Kelompok negara berpendapatan rendah (lower income economies),
yaitu negara-negara yang memiliki PNB per kapita lebih kecil dari US
$ 1.035.
b. Kelompok negara berpendapatan menengah bawah (lower-middle
income economies), yaitu negara yang memiliki PNB perkapita
sekitar US $ 1.036 - US $ 4.045
c. Kelompok negara berpendapatan menengah atas (upper-middle
income economies) yaitu negara yang mempunyai PNB per kapita
sekitar US $ 4.046 – US $ 12.535
25 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
d. Kelompok negara berpendapatan tinggi (high income economies),
yaitu negara yang memiliki PNB per kapita lebih dari US $ 12.535.
Bagaimana dengan negara Indonesia? Bank Dunia telah menaikkan
status Indonesia dari lower-middle income country menjadi upper-middle
income country pada Rabu 1 Juli 2020. Kenaikan status tersebut diberikan
berdasarkan assessment Bank Dunia terkini, GNI per kapita Indonesia tahun
2019 naik menjadi US $ 4.050 dari posisi sebelumnya US $ 3.840.
Kenaikan status Indonesia tersebut merupakan bukti atas ketahanan
ekonomi Indonesia dan kesinambungan pertumbuhan yang terjaga dalam
beberapa tahun terakhir. Hal tersebut menunjukkan hasil kerja keras
masyarakat dan Pemerintah Indonesia dalam upaya untuk terus mendorong
pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.
Manfaat penghitungan pendapatan per kapita meliputi hal-hal berikut ini:
a. Untuk mengetahui tingkat kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat
suatu negara dari tahun ke tahun.
b. Untuk mengetahui tingkat produktivitas suatu negara.
c. Pedoman pengambilan kebijakan dalam bidang ekonomi.
Distribusi Pendapatan Nasional
Ada dua tolok ukur untuk mengetahui kemerataan pendapatan:
a. Rasio Indek Gini biasa disebut Koefisien Gini.
Koefisien gini adalah ukuran ketimpangan atau ketidakmerataan
pendapatan suatu negara. Angka koefisien gini berkisar antara 0-1.
Semakin kecil koefisien gini, semakin merata distribusi pendapatannya.
Semakin besar koefisien gini atau mendekati 1, semakin tidak merata
pendapatannya.
Kriteria ketimpangan pendapatan berdasarkan besarnya koefisien gini
yaitu:
26 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
Tabel 3. Kriteria Ketimpangan Pendapatan berdasarkan Koefisien Gini
Nilai Koefisien Gini Distribusi Pendapatan
X=0 Merata Sempurna
0 < X < 0,4 Tingkat Ketimpangan Rendah
0,4< X < 0,5 Tingkat Ketimpangan Sedang
0,5< X < 1 Tingkat Ketimpangan Tinggi
X=1 Tidak Merata Sempurna
Nilai Rasio Indeks Gini / Koefisien Gini dapat digambarkan dalam bentuk
kurva yang disebut Kurva Lorenz sebagaimana yang tampak pada gambar di
bawah ini:
Gambar 7. Kurva Lorenz Sumber: Slideshare, 2020
Kurva Lorenz adalah kurva yang menujukkan perbandingan persentase
pendapatan yang diperoleh dengan persentase jumlah penduduk. Jika
garis Kurva Lorenz mendekati garis diagonal, maka distribusi
pendapatan semakin merata, artinya pendapatan nasional yang diterima
suatu negara dapat secara merata dirasakan oleh masyarakat. Sebaliknya
semakin menjauh garis Kurva Lorenz dari garis diagonal, semakin tidak
merata distribusi pendapatan.
b. Kriteria Bank Dunia dalam menghitung persentase distribusi
pendapatan, menurut Kriteria Bank Dunia yang menjadi patokan adalah
40% penduduk termiskin kriterianya sebagai berikut.
27 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
1) Jika 40% penduduk termiskin menikmati < 12% pendapatan
nasional maka ketimpangan tinggi.
2) Jika 40% penduduk termiskin menikmati 12% - 17% pendapatan
nasional, maka ketimpangan sedang.
3) Jika 40% penduduk termiskin menikmati > 17% pendapatan
nasional, maka ketimpangan rendah.
4. Rangkuman
1. Pendapatan nasional secara sederhana dapat diartikan sebagai jumlahpendapatan
masyarakat suatu negara dalam periode tertentu (biasanya satu tahun).
2. Manfaat Pendapatan Nasional
a. Dapat mengetahui dan menganalisis struktur ekonomi suatu negara apakah
struktur ekonomi industri, agraris, atau jasa.
b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu karena
pendapatan nasional dicatat setiap tahun.
c. Dapat membandingkan perekonomian antarnegara di dunia.
d. Pedoman bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan yang berkaitan
dengan pembangunan ekonomi nasional.
3. Konsep-konsep Pendapatan Nasional
a. PDB (GDP) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang
dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara
(domestik) selama satu tahun, termasuk hasil produksi barang dan jasa yang
dihasilkan oleh perusahaan orang asing yang beroperasi di wilayah negara
yang bersangkutan. GDP bersifat bruto/kotor.
b. PDRB (GRDP) adalah menghitung pendapatan nasional dalam lingkup
wilayah atau daerah.
c. PNB (GNP) adalah jumlah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh
warga negara dalam waktu satu tahun termasuk barang dan jasa yang
dihasilkan warga negara yang berada di luar negeri.
d. PNN (NNP) adalah hasil produksi yang dihasilkan oleh suatu negara
setelah dikurangi penyusutan barang modal.
e. NNI adalah NNP setelah dikurangi dengan pajak tidak langsung.
f. PI adalah pendapatan yang secara formal diterima oleh masyarakat.
28 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
g. DI adalah pendapatan yang benar-benar diterima oleh masyarakat dan siap
untuk dibelanjakan.
2. Ada tiga pendekatan dalam menghitung pendapatan nasional yaitu pendekatan
produksi, pendekatan pendapatan dan pendekatan pengeluaran.
a. Pendekatan Produksi (Production Approach) yaitu dengan menjumlahkan
nilai produksi tiap-tiap sektor ekonomi atau dengan menjumlahkan secara
keseluruhan nilai tambah (value added) dari semua kegiatan ekonomi yang
dihasilkan perusahaan.
b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) yaitu dengan cara menjumlahkan
seluruh penerimaan atas faktor produksi, sebagai berikut:
• Upah/gaji sebagai penerimaan bagi tenaga tenaga kerja.
• Sewa sebagai penerimaan pagi pemilik properti.
• Bunga sebagai penerimaan bagi pemilik modal.
• Laba sebagai imbalan atas kerjanya sebagai pengusaha yang di dalamnya
termasuk deviden.
c. Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach) yaitu dengan cara
menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh para penerima
pendapatan seperti rumah tangga konsumen, rumah tangga produsen, rumah
tangga negara, dan masyarakat luar negeri.
3. Pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata penduduk suatu negara selama
periode tertentu.
4. Untuk mengukur distribusi pendapatan nasional, ada dua indikator yang
digunakan yaitu Rasio Indeks Gini dan Kriteria Bank Dunia.
5. Kurva Lorenz merupakan kurva yang mengambarkan nilai Rasio Indeks Gini/
Koefisien Gini.
5. Tugas Terstruktur
Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman anda terhadap materi yang telah
dipelajari, jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Diketahui data tentang pendapatan negara X di tahun 2020 sebagai berikut:
GDP (Gross Domestic Product) Rp 800.000,00
Produk yang dihasilkan masy. Asing di dalam negeri Rp 50.000,00
Produk yang dihasilkan masy. Nasional di luar negeri Rp 40.000,00
Penyusutan dan penggantian barang modal Rp 20.000,00
29 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
Pajak tidak langsung Rp 40.000,00
Laba yang ditahan Rp 30.000,00
Pajak perusahaan/perseroan Rp 20.000,00
Transfer pemerintah (Pembayaran pindahan pemerintah) Rp 18.000,00
Pajak langsung Rp 6.000,00
Buatlah suatu urutan perhitungan pendapatan nasional sehingga menunjukkan besarnya
Disposible Income negara tersebut !
2. Suatu Negara memiliki data tentang pendapatan sebagai berikut:
(1) Upah tenaga kerja Rp. 2.000
(2) Sewa tanah Rp . 5.000
(3) Investasi Rp . 1.500
(4) Laba usaha Rp . 300
(5) Export Rp . 1.300
(6) Import Rp . 1.250
(7) Bunga modal Rp . 1.000
(8) Konsumsi masyarakat Rp . 2.600
(9) Belanja pemerintah Rp . 1.200
Dari data tersebut hitunglah besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan
pendapatan dan pendekatan pengeluaran.
5. Forum Diskusi
Setelah anda mempelajari materi dalam kegiatan belajar ini, saatnya anda melakukan
diskusi berikut untuk memperdalam pemahaman anda:
Diskusikan hal berikut!
Carilah data melalui internet tentang pendapatan perkapita Negara
Indonesia selama 5 tahun terakhir dan perbandingan pendapatan
perkapita tersebut dengan beberapa Negara maju. Kemudian
diskusikan dengan kelompokmu tentang cara meningkatkan
pendapatan perkapita suatu Negara, baik Negara maju maupun
Negara berkembang!
30 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
C. PENUTUP
1. TES SUMATIF
Untuk lebih memastikan pemahaman anda, silakan mengerjakan soal-soal latihan berikut
ini.
1. Total penerimaan negara dalam satu periode (satu tahun) atau pendapatan yang
diterima oleh masyarakat/pemilik faktor produksi suatu negara selama kurun
waktu tertentu adalah pengertian dari....
a. pendapatan nasional
b. pengeluaran nasional
c. pendapatan perseorangan
d. pendapatan setelah kena pajak
e. pendapatan tidak kena pajak
2. Perhatikan data komponen pendapatan nasional negara X berikut:
• GNP Rp30.000
• Penyusutan Rp4.500
• Pajak Langsung Rp2.750
• Pajak Tidak Langsung Rp3.300
• Subsidi Rp1.000
Besarnya NNI (Net National Income) negara X adalah....
a. Rp22.200
b. Rp23.200
c. Rp28.900
d. Rp27.900
e. Rp29.900
3. Diketahui negara Y memiliki data dalam suatu tahun :
• Sewa Rp800.000
• Upah Rp500.000
• Investasi Rp100.000
• Bunga Rp 30.000
• Konsumsi Rp900.000
• Ekspor Rp 20.000
• Impor Rp 15.000
31 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
• Belanja Pemerintah Rp700.000
Besarnya pendapatan nasional negara Y dihitung dengan menggunakan
pendekatan pengeluaran adalah ....
a. Rp1.735.000
b. Rp1.330.000
c. Rp1.700.000
d. Rp1.705.000
e. Rp1.695.000
4. Negara berkembang biasanya memiliki nilai PDB yang lebih besar dari nilai PNB.
Alasan yang paling tepat untuk menjawab pernyataan di atas adalah….
a. Perusahaan di negara-negara berkembang biasanya banyak dimiliki
oleh orang asing sehingga akan meningkatkan nilai PDB suatu negara.
b. Perhitungan PDB dilakukan dengan menjumlahkan seluruh faktor
produksi yang dihasilkan masyarakat suatu negara, baik yang tinggal
di dalam maupun di luar negeri.
c. Warga negara yang bekerja diluar negeri memberikan jumlah devisa
yang banyak sehingga meningkatkan nilai PDB.
d. Perusahaan asing yang berada di dalam negeri tidak menambah
besarnya jumlah PDB
e. PNB didapatkan dengan menambahkan nilai PDB dengan pendapatan
masyarakat asing yang berada didalam negeri.
5. Terdapat banyak komponen yang digunakan dalam menghitung besarnya
pendapatan nasional. Komponen-komponen yang termasuk pendapatan nasional
menurut metode pengeluaran adalah...
a. Konsumsi, investasi, dan Pengeluaran Pemerintah serta Ekpor Impor
Konsumsi dan investasi
b. Konsumsi, upah, gaji dan Ekspor-Impor
c. Sewa, bunga, investasi, dan Pengeluaran Pemerintah
d. Upah, sewa, bunga dan investasi
e. Investasi, upah, gaji dan ekspor
6. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
1) Koefisien gini yang makin besar menunjukan adanya kecenderungan
pemerataan
32 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
2) Koefisien gini dengan 0,20 menunjukan kecenderungan pemerataan
pendapatan
3) Koefisien gini yang kecil menunjukan ketidakmerataan pendapatan
nasional
4) Koefisien gini angka 0,60 mengidentifikasi ketimpangan besar distribusi
pendapatan
5) Koefisien gini angka 0 mengidentifikasi kemerataan sempurna
Pernyataan yang benar ditunjukan pada nomor….
a. 1, 2 dan 3
b. 2, 3 dan 5
c. 1, 4 dan 5
d. 2, 3 dan 4
e. 2, 4 dan 5
7. Negara X mempunyai Produk Domestik Bruto US$550.000 juta, pendapatan
disposabel US$50.000 juta, dan jumlah penduduk 200 juta. Negara Y
mempunyai Produk Domestik Bruto US$675.000 juta, pendapatan disposabel
US$75.000 juta, dan jumlah penduduk 250 juta. Pernyataan yang benar
berdasarkan data tersebut adalah . . . .
a. pendapatan per kapita negara X sama besar dengan pendapatan per kapita
negara Y dengan jumlah pendapatan per kapita US$2.700
b. pendapatan per kapita negara X lebih besar daripada pendapatan per kapita
negara Y dengan jumlah pendapatan per kapita negara X US$2.750 dan
negara Y US$2.700
c. pendapatan per kapita negara X lebih besar daripada pendapatan per kapita
negara Y dengan jumlah pendapatan per kapita negara X US$2.500 dan
negara Y US$2.400
d. pendapatan per kapita negara Y lebih besar daripada pendapatan per kapita
negara X dengan jumlah pendapatan per kapita negara Y US$2.750 dan
negara X US$2.700
e. pendapatan per kapita negara Y lebih besar daripada pendapatan per kapita
negara X dengan jumlah pendapatan per kapita negara Y US$2.500 dan
negara X US$2.400
33 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
8. Secara umum tentunnya pendapatan nasional memiliki suatu manfaat sebagai
sumber informasi, berikut ini yang bukan merupakan manfaat dari pendapatan
nasional sebagai sumber informasi adalah........
a. Menganalisis perkembangan pendapatan dari tahun ketahun
b. Mengetahui struktur perekonomian suatu negara
c. Mengatasi berbagai masalah agar masalah itu menjadi masalah sempurna
d. Mengetahui kemajuan suatu negara dalam mencapai kemakmuran
e. Membantu pemerintah merumuskan kebijakan
9. Berikut ini pilihan jawaban yang tepat, mengenai pendapatan perkapita akan
rendah apabila….
a. Pendapatan sebuah negara rendah tetapi jumlah penduduknnya besar
b. Pendapatan sebuah negara dan jumlah negara sama sama rendah
c. Pendapatan sebuah negara tinggi, tetapi jumlah penduduk juga besar
d. Pendapatan sangat tinggi
e. Jumlah penduduk yang penting sedikit
10. Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini:
1. Membantu pemerintah merumuskan kebijakan di bidang perekonomian
2. Meningkatkan peluang kerja masyarakat ke luar negeri
3. Mengetahui struktur perekonomian suatu negara
4. Membandingkan data pendapatan dari waktu kewaktu
5. Sebagai sarana dan sumber dalam pembangunan infrastruktur negara
Dari pernyataan tersebut yang merupakan fungsi perhitungan pendapatan
nasional adalah…..
a. 1,2 dan 3
b. 3, 4 dan 5
c. 1, 2 dan 5
d. 1, 4 dan 5
e. 1, 3 dan 4
34 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
2. Kunci Jawaban
a. Kunci jawaban tugas terstruktur
1. Diketahui data tentang pendapatan negara X di tahun 2020 sebagai berikut:
GDP (Gross Domestic Product) Rp 800.000,00
Produk yang dihasilkan masy. Asing di dalam negeri Rp 50.000,00
Produk yang dihasilkan masy. Nasional di luar negeri Rp 40.000,00
Penyusutan dan penggantian barang modal Rp 20.000,00
Pajak tidak langsung Rp 40.000,00
Laba yang ditahan Rp 30.000,00
Pajak perusahaan/perseroan Rp 20.000,00
Transfer pemerintah (Pembayaran pindahan pemerintah) Rp 18.000,00
Pajak langsung Rp 6.000,00
Ditanya: Disposible Income/ DI =......?
Jawab:
GDP (Gross Domestic Product) Rp 800.000,00
Produk yang dihasilkan masy. Asing di dalam negeri
Rp 50.000,00 -
Rp 750.000,00
Produk yang dihasilkan masy. Nasional di luar negeri Rp 40.000,00 +
Rp 790.000,00
GNP (Gross National Product)
Penyusutan dan penggantian barang modal Rp 20.000,00 -
Rp 770.000,00
NNP (Nett National Product)
Pajak tidak langsung Rp 40.000,00 -
Rp 430.000,00
NNI (Nett National Income) atau NI (National Income)
Laba yang ditahan Rp 40.000,00
Pajak perusahaan/perseroan Rp 30.000,00 +
Rp 70.000,00 -
Rp 360.000,00
Transfer pemerintah (Pembayaran pindahan pemerintah) Rp 18.000,00 +
PI (Personal Income) Rp 378.000,00
Pajak langsung
DI (Disposible Income) Rp 6.000,00 -
Rp 372.000,00
2. Diketahui:
(1) Upah tenaga kerja Rp. 2.000
(2) Sewa tanah Rp . 5.000
(3) Investasi Rp . 1.500
(4) Laba usaha Rp . 300
(5) Export Rp . 1.300
(6) Import Rp . 1.250
(7) Bunga modal Rp . 1.000
(8) Konsumsi masyarakat Rp . 2.600
35 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
(9) Belanja pemerintah Rp . 1.200
Ditanya: pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan dan pendekatan
pengeluaran?
Jawaban:
a. Pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan
Y= r + w + i + p
= 5.000 + 2.000 + 1.000 + 300
= Rp. 8.300
b. Pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran
Y = C + I + G+ (X-M )
= 2.600 + 1.500 + 1.200 + ( 1.300- 1.250)
= Rp. 5.350
b. Kunci jawaban tes formatif
Setelah anda mengerjakan tes formatif, silakan mengukur kemampuan anda
dengan cara mencocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban Latihan Soal
Kegiatan Pembelajaran 1 yang terdapat di bawah ini:
Kunci Jawaban Latihan Soal Pedoman Penskoran
Nomor Kunci Jumlah Nilai
Soal Jawaban
1 benar
2 A
3 C 10 100
4 D
5 A 9 90
6 A
7 E 8 80
8 B
9 C 7 70
10 C
E 6 60
5 50
4 40
3 30
2 20
1 10
36 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
Untuk memudahkan pengukuran anda, cocokkan hasil perhitungan nilaimu
dengan rubrik di bawah ini:
Rentang Nilai Predikat
90 - 100 Sangat Baik
79 - 89
65 – 78 Baik
<65 Cukup
Kurang
37 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
3. Glosarium
1. Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan masyarakat suatu negara dalam
periode tertentu (biasanya satu tahun).
2. Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) adalah
nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh unit-unit produksi di dalam batas
wilayah suatu negara (domestik) dalam periode tertentu, biasanya satu tahun.
3. Produk Nasional Bruto (PNB)/Gross National Product (GNP) adalah nilai
barang dan jasa yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara
baik yang tinggal di dalam negeri maupun di luar negeri, namun tidak termasuk
warga negara asing yang tinggal di negara tersebut.
4. Produk Nasional Neto atau Net National Product (NNP) adalah nilai pasar
barang dan jasa yang dihasilkan dalam satu tahun
5. Pendapatan Nasional Neto atau Net National Income (NNI) adalah
pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diperoleh masyarakat
sebagai pemilik faktor produksi.
6. Personal Income (PI) adalah pendapatan yang diterima oleh setiap lapisan
masyarakat dalam satu tahun. dalam pendapatan perseorangan termasuk juga
pembayaran transfer (transfer payment).
7. Tranfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas
jasa pada tahun yang bersangkutan, melainkan diambil dari pendapatan tahun
sebelumnya.
8. Disposible Income adalah pendapatan yang siap dimanfaatkan guna membeli
barang dan jasa konsumsi, dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan
sebagai investasi.
9. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah jumlah nilai tambah atau
jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit-unit
produksi dalam suatu daerah pada satu tahun tertentu.
10. Pendekatan Produksi (Production Approach) adalah perhitungan pendapatan
nasional dengan menjumlahkan nilai produksi tiap-tiap sektor ekonomi atau
dengan menjumlahkan secara keseluruhan nilai tambah (value added) dari
semua kegiatan ekonomi yang dihasilkan perusahaan.
38 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
11. Pendekatan Pendapatan (Income Approah) adalah perhitungan pendapatan
nasional dengan menjumlahkan seluruh penerimaan atas faktor produksi upah,
sewa, bunga dan laba.
12. Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach) adalah perhitungan
pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran yang
dilakukan oleh para penerima pendapatan seperti rumah tangga konsumen,
rumah tangga produsen, rumah tangga negara, dan masyarakat luar negeri.
13. Pendapatan per kapita adalahpendapatan rata-rata penduduk sutau negara.
14. Koefisien gini adalah ukuran ketimpangan atau ketidakmerataan pendapatan
suatu negara.
15. Kurva Lorenz adalah kurva yang menujukkan perbandingan persentase
pendapatan yang diperoleh dengan persentase jumlah penduduk.
39 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
4. Penilaian Diri
Setelah anda menyelesaikan semua langkah pembelajaran termasuk tagihan-tagihan
dalam kegiatan pembelajaran di modul ini maka saatnya anda menilai kemampuan
anda dalam memahami materi pada kegiatan pembelajaran serta apa yang anda rasakan
selama mengikuti pembelajaran.
No. Pernyataan Ya Tidak
Saya sudah mampu menjelaskan pengertian pendapatan
1. nasional
Saya sudah mampu menyimpulkan manfaat pendapatan
2. nasional
Saya sudah mampu membedakan konsep-konsep
3. pendapatan nasional
Saya sudah mampu menghitung konsep-konsep
4. pendapatan nasional
5. Saya sudah mampu menjelaskan pengertian
perhitungan pendapatan nasional dengan 3 pendekatan
(produksi, pendapatan, pengeluaran)
6. Saya sudah mampu menghitung pendapatan nasional
dengan 3 pendekatan
7. Saya sudah mampu menguraikan konsep pendapatan
per kapita
8. Saya sudah mampu menguraikan konsep distribusi
pendapatan nasional
9. Saya mampu mengerjakan tugas-tugas dalam kegiatan
pembelajaran secara mandiri
10. Saya merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan
semua tagihan dalam kegiatan pembelajaran di modul ini
Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada
bagian yang masih "Tidak". Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke
pembelajaran berikutnya
40 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i
DAFTAR PUSTAKA
Alam dan Rudianto, 2014. Ekonomi Untuk SMA/MA Kelas XI Kurikulum 2013
yang Disempurnakan Kelompok Peminatan. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Ismawanto. 2009. Ekonomi Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta:
Departemen Pendidikan Nasional.
Mulyani, Endand. 2009. Ekonomi untuk Kelas XI SMA/MA. Solo: Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri.
Thamrin. 2019. Modul 2 Ekonomi Makro. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan.
Sutarno, dkk. 2012. Ekonomi Untuk Kelas XI SMA dan MA. Solo: PT. Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri .
Wijatmika, Adi. 2019. Ekonomi XIA (Peminatan Ilmu-ilmu Sosial untuk
SMA/MA). Klaten: CV.AVIVA
https://pendidikan.co.id/pengertian-pendapatan-nasional-manfaat-konsep-dan-
pendekatannya/ (diakses tanggal 6 Juni 2021)
https://republika.co.id/berita/ekonomi/pertanian/poayto383/(diakses tanggal 6
Juni 2021)
https://rumus.co.id/jenis-jenis-produksi/(diakses tanggal 6 Juni 2021)
https://www.akuntansilengkap.com/ekonomi/pendapatan-perkapita-
pengertian-rumus-dan-contoh/(diakses tanggal 6 Juni 2021)
https://www.cnbcindonesia.com/news/20210524190513-4-248048/alasan-sri-
mulyani-yakin-pdb-kuartal-ii-2021-bisa-83/2
https://www.ilmu-ekonomi-id.com/2015/12/konsep-pendapatan-nasional.html
https://www.slideshare.net/YUSUFULAL/5-distribusi-
pendapatandankemiskinan-1 (diakses tanggal 6 Juni 2021)
41 | M o d u l P e n d a p a t a n N a s i o n a l / M e i n a r t i A n g g r e n i