TEORI EVOLUSI CHARLES DARWIN
Disusun untuk memenuhi tugas biologi oleh :
Kelompok 2
1. Chandra Oktavianto (5)
2. Faoziyyah Isfahani (10)
3. Ilham Dwiyana (18)
4. Puji Luthfiani (27)
5. Thoifatul Munawwaroh (34)
6. Tiara Putri Isnurfadiah (35)
XII MIPA 4
SMA NEGERI 1 PALIMANAN
Jl. K. H. Agus Salim No. 128 Palimanan Cirebon Jawa Barat 45161 Telp (0231) 882-5140
E-mail : [email protected]
Website : sman1palimanan.sch.id
2022
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur bagi Allah SWT yang telah memberi kami kekuatan dan petunjuk dalam
menyelesaikan tugas makalah guna memenuhi tugas kelompok mata pelajaran Biologi, dengan
judul “Teori Evolusi Charles Darwin“. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini
tidak terlepas dari beberapa pihak yang dengan tulus memberikan tenaga, waktu, dan pikirannya
sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Dengan kerendahan hati kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna
dikarenakan terbatasnya pengalaman dan pengetahuan yang kami miliki. Oleh karena itu kami
menerima sekiranya terdapat saran serta masukan bahkan kritik yang perlu disampaikan sebagai
bahan untuk memperbaiki pengalaman kami di keperluan atau masa yang akan datang. Akhirnya
kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat baik dalam penilaian maupun
sebagai media dalam menambah pengetahuan.
Palimanan, Januari 2022
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................ i
DAFTAR ISI ......................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .............................................................................................................. 2
1.3 Tujuan................................................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Siapakah Charles Darwin?.................................................................................................. 3
2.2 Bagaimana konsep teori evolusi menurut Charles Darwin?................................................. 4
A. Teori Seleksi Alam ........................................................................................................ 4
B. Teori Evolusi Manusia ................................................................................................... 6
2.3 Bukti-bukti teori evolusi Charles Darwin............................................................................ 7
2.4 Tanggapan terhadap teori evolusi Charles Darwin ............................................................ 11
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ...................................................................................................................... 15
3.2 Saran ................................................................................................................................ 15
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................... 16
LAMPIRAN ......................................................................................................................... 17
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Evolusi merupakan salah satu teori maupun cabang dalam khasanah ilmu pengetahuan.
Teori tersebut menyatakan terjadinya sebuah perubahan pada makhluk hidup atau spesies
secara gradual (perlahanlahan). Perubahan yang dihasilkan membutuhkan waktu yang cukup
lama dalam menghasilkan spesies atau makhluk hidup yang baru. Teori evolusi menjadi sebuah
teori yang tenar ketika dipopulerkan oleh seorang ilmuan Inggris Chalres Darwin (1809-1882).
Teori evolusi Darwin dihasilkan dari sebuah ekspedisi yang Darwin lakukan pada saat
pelayaran menjelajahi daratan maupun lautan Amerika Selatan.
Teori evolusi Darwin merupakan penyempurna dari teori evolusi sebelum-sebelumnya. Teori
evolusi sudah jauh hari muncul zaman yunani kuno. Pertama kali teori tersebut dipopulerkan
oleh Thales (600 SM), yang menyatakan air adalah induk asal usul serta sumber adanya
sesuatu. Anaximander (611–547 SM), menyatakan makhluk hidup berasal dari lumpur yang
dipanasi oleh sinar matahari. Aristoteles (384–322 SM), menyatakan bahwa makhluk hidup
berasal dari benda mati (Abiogenesis), Heraklitus, menyatakan bahwa segala sesuatu dirubah
menjadi bentuk baru. Hal tersebut menjadi tonggak sejarah perkembangan teori evolusi.
Namun seiring dengan perjalanan waktu teori evolusi mengalami penyempurnaan atau
modifikasi hingga sampai saat ini.
Secara resmi teori evolusi Darwin dapat dikonsumsi oleh khalayak publik saat bukunya The
Origin of Species, by Means of Natural Selection or the Preservation of Favoured Races in the
Strunggle for Life (1859) dipublikasikan. Berbagai respon negatif bermunculan sehingga
menjadikan teori evolusinya kontroversial ditengah-tengah masyarakat. Pada akhirnya dengan
latarbelakang tersebut Darwin menerbitkan buku The Descent of Man, and Selection in
Relation to Sex (1871) yang dijadikan sebagai penguat gagasan evolusinya. Menurut Michael
H. Hart (2009) karya Darwin ini merupakan penyempurna teori evolusinya. Buku yang
mendukung pemikiran bahwa manusia merupakan keturunan makhluk yang mirip kera ini
menambah minyak pada api perdebatan yang masih berkobar.
Dari gagasan tentang teori evolusinya, Darwin tidak pernah menyatakan ataupun
1
mengungkapkan bahwa manusia berasal dari kera. Beberapa tokoh ada yang mengtakan bahwa
gagasan evolusinya Darwin dipengaharui oleh karya-karya filosof muslim yang lebih dahulu
menyatakan gagasan tentang evolusi. Muhammad bin Syaikir bin Abdurrahman Al-Kutubi Al-
Duraini, dalam ulasannya tentang kera, Darwin mengatakan bahwa, dikalangan para ahli yang
membahas soal alam, kera dipandang mempunyai unsur campuran, yakni unsur manusia dan
unsur hewan. Kera tersebut merupakan proses peningkatan tahap demi tahap dari hewan
kepada manusia. Ibnu Maskawaih, menyatakan bahwa proses perubahan dari tahap demi tahap
dari tumbuhan sampai dengan hewan yang paling mirip dengan manusia, seperti kera dan
hewan sejenis dengannya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Siapakah Charles Darwin?
2. Bagaimana konsep teori evolusi menurut Darwin?
3. Apa saja bukti-bukti yang mendukung teori evolusi Darwin?
4. Bagaimana tanggapan dari berbagai mengenai teori evolusi Darwin?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui tentang Charles Darwin.
2. Untuk mengetahui konsep teori evolusi menurut Darwin.
3. Untuk mengatahui bukti-bukti yang mendukung teori evolusi Darwin.
4. Untuk mengetahui tanggapan berbagai pihak mengenai teori evolusi Darwin.
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Siapakah Charles Darwin?
Charles Robert Darwin (12 Februari 1809 – 19 April 1882) adalah seorang naturalis dan
ahli geologi Inggris, paling dikenal untuk kontribusinya kepada teori evolusi. Dia
mengemukakan bahwa semua spesies berasal dari nenek moyang bersama dan berkembang
dari waktu ke waktu. Dalam publikasi bersama dengan Alfred Russel Wallace, dia
memperkenalkan teori ilmiah yang menyatakan pola percabangan evolusi dihasilkan dari
sebuah proses yang dia sebut seleksi alam, di mana perjuangan untuk eksistensi memiliki efek
yang sama dengan seleksi buatan yang terlibat dalam seleksi buatan.
Darwin menerbitkan teori evolusi dengan bukti kuat dalam bukunya terbitan tahun 1859 On the
Origin of Species, mengatasi penolakan ilmiah dari konsep awal dari transmutasi spesies. Pada
1870-an, komunitas ilmiah dan kebanyakan masyarakat umum menerima evolusi sebagai fakta.
Namun, banyak yang menyukai penjelasan yang berlawanan dan konsensus bahwa seleksi
alam adalah mekanisme dasar evolusi baru tercapai ketika sintesis evolusi modern muncul dari
tahun 1930-an sampai tahun 1950-an. Dengan modifikasi, penemuan ilmiah Darwin adalah
teori pemersatu ilmu kehidupan, menjelaskan keanekaragaman kehidupan.
3
Minat awal Darwin di alam membuatnya mengabaikan pendidikan kedokteran yang dia
tempuh di Universitas Edinburgh. Dia justru membantu penelitian invertebrata laut. Studinya
di Universitas Cambridge (Christ's College) mendorong ketertarikannya terhadap ilmu
alam. Pelayarannya selama lima tahun di HMS Beagle mengukuhkan dirinya sebagai ahli
geologi terkemuka yang observasi dan teorinya mendukung ide uniformitarian Charles
Lyell dan publikasi jurnal tentang pelayaran itu membuatnya terkenal sebagai penulis populer.
Darwin memulai penyelidikan rinci dan pada 1838 menyusun teorinya tentang seleksi alam
setelah merasa bingung dengan distribusi geografis satwa liar dan fosil yang ia kumpulkan
dalam pelayaran. Meskipun ia membahas ide-idenya dengan beberapa naturalis, ia butuh waktu
untuk penelitian dan masih memiliki pekerjaan geologi. Ia menuliskan teorinya pada tahun
1858 ketika Alfred Russel Wallace mengirimnya esai yang menggambarkan ide yang sama.
Hal ini mendorong publikasi bersama dari kedua teori mereka.
Karya Darwin mendirikan penurunan dengan modifikasi evolusioner sebagai penjelasan ilmiah
yang dominan dari diversifikasi di alam. Pada tahun 1871 ia membahas evolusi
manusia dan seleksi seksual dalam The Descent of Man, and Selection in Relation to Sex,
diikuti oleh The Expression of the Emotions in Man and Animals. Penelitiannya pada tanaman
diterbitkan dalam serangkaian buku. Dalam buku terakhirnya, ia membahas cacing tanah dan
efeknya pada tanah.
Darwin terkenal secara internasional dan telah digambarkan sebagai salah satu tokoh paling
berpengaruh dalam sejarah manusia. Dia dihormati sebagai ilmuwan dengan pemakaman
di Westminster Abbey.
2.2 Bagaimana konsep teori evolusi menurut Darwin?
A. Teori Seleksi Alam
Charles Darwin mengungkapkan teori seleksi alam ke publik pada abad ke-19. Bukan hanya
teori Darwin, pada abad ini juga banyak sekali bermunculan teori-teori evolusi manusia. Teori
yang diciptakan oleh Darwin menggunakan landasan atau acuan dari teori yang diciptakan oleh
Lyell dengan judul Principles of Geology. Bukan hanya Lyel yang menjadi inspirasi Darwin,
4
teori yang diciptakan oleh Thomas Malthus dengan karya tulisnya yang berjudul An Essay on
the Principle of Population juga menjadi teori inspirasi Darwin.
Darwin menemukan teori ini ketika ia sedang melakukan pelayaran dengan kapal dari Inggris,
HMS Beagle. Pelayaran utu dilakukan pada tahun 1831 dengan tujuan untuk melakukan
pengamatan terhadap hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan. Dari pengamatan yang telah
Darwin lakukan ternyata ia memiliki sebuah keraguan pada penelitian-penelitian sebelumnya
yang mengatakan bahwa setiap makhluk hidup tidak mengalami pertumbuhan atau
perkembangan. Menurut, Darwin setiap makhluk hidup akan mengalami pertumbuhan atau
perkembangan,
Untuk membuktikan hal itu, maka Darwin pergi ke sebuah kepulauan Galapagos yang jaraknya
600 mil atau 1.000 km dari lepas peti pantai Amerika Serikat. Ketika sampai di sana, beliau
mulai melakukan pengamatannya terhadap hewan kura-kura yang berukuran cukup besar. Dari
pengamatannya terhadap kura-kura itulah, Darwin mulai memahami bahwa kura-kura itu
berasal dari nenek moyang yang sama, hanya saja kura-kura dengan ukuran raksasa tersebut
sudah mengalami evolusi karena sudah berisolasi di pulau-pulau yang berbeda.
Pada dasarnya, Darwin sudah mengetahui bahwa setiap makhluk hidup ketika ingin memiliki
keturunan hanya bisa melalui hubungan perkawinan atau bisa dikatakan sebagai penggabungan
antara sel sperma dan sel telur. Akan tetapi, dari pemikiran itu, di dalam diri Darwin muncul
pertanyaan “apakah dari sebuah keragaman (sel telur dan sel sperma) dapat memunculkan suatu
spesies yang baru? Dan “dengan menunggu perubahan yang terjadi pada makhluk hidup,
apakah bumi masih memiliki cukup umur?”
Setelah muncul kedua pertanyaan tersebut, Darwin mulai mencari dari jawaban tersebut dan ia
menemukan sebuah inspirasi jawaban dari seorang geologiwan yang bernama Charles Lyell.
Charles Lyell mengatakan bahwa usia yang dimiliki oleh bumi jauh lebih lama bila
dibandingkan dengan manusia. Charles Lyell lahir pada tahun 1797 dan meninggal dunia pada
tahun 1875.
Berdasarkan dari ungkapan dari Charles Lyell, Darwin mulai tertarik untuk membuat dan
mengembangkan sebuah teori yang saat ini dikenal sebagai teori seleksi alam. Teori seleksi
alam milik Charles Darwin dapat kamu lihat pada burung mocking bird yang sudah diamati dan
5
diteliti oleh Darwin. Pengamatan atau penelitian ini dilakukan di kepulauan Galapagos,
Amerika Serikat. Kemudian dari pengamatan tersebut beliau mengatakan bahwa spesies-spesies
baru akan muncul.
Pada spesies mocking bird, spesies baru yang ada pada mocking bird dapat dilihat pada paruh
burungnya. Paruh mocking bird akan berbeda yang disesuaikan dengan spesies dari burung
tersebut dan disesuaikan dengan tempat tinggal atau habitat dari mocking bird.
B. Teori Evolusi Manusia
Darwin dalam membuat teori evolusi manusia ini memadukan 3 teori sekaligus, pertama,
spesies, kedua, adapasi, dan ketiga, evolusi. Beliau mendapatkan pemikiran ini saat sedang
melakukan perjalanan atau pelayaran keliling dunia di atas kapal HMS Beagle. Ketika
melakukan pelayaran tersebut, Darwin masih berusia sangat muda, yaitu 20 tahun. Oleh sebab
itu, tak perlu diragukan lagi kecintaan beliau terhadap penelitian tentang makhluk hidup.
Di dalam teori evolusi manusia, Darwin mengatakan bahwa perkembangan makhluk hidup ini
sudah mengalami atau melewati proses yang sangat panjang, sehingga sudah banyak peristiwa
yang dilewati demi mempertahankan hidup dari manusia itu sendiri. Beliau juga menambahkan
bahwa perkembangan atau evolusi makhluk hidup itu berasal dari sebuah proses pembelahan
dari makhluk hidup bersel satu dan menjadi seperti manusia yang sering kita lihat sekarang.
Makhluk hidup yang mengalami perkembangan harus bisa menyesuaikan dirinya dengan
lingkungannya atau agar mampu bertahan hidup. Hal seperti itu dapat dikatakan sebagai cara
makhluk hidup untuk beradaptasi dengan lingkungannya atau bisa dikatakan survive. Makhluk
hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan alam, maka manusia tersebut bisa mengalami
kematian atau bahkan kepunahan.
Akan tetapi, Darwin mengatakan bahwa dengan kematian para makhluk hidup yang tidak dapat
beradaptasi, maka akan menghasilkan suatu perubahan. Kemunculan perubahan itu didasari
pada adanya seleksi alam.
6
Para makhluk hidup yang mati akan meninggalkan jejak berupa fosil-fosil tak terkecuali
manusia. Dari fosil-fosil itulah, Darwin mulai melakukan pengamatan atau penelitian tentang
evolusi manusia. Beliau melakukan penelitian tentang evolusi manusia itu berdasarkan
keingintahuannya tentang asal-usul manusia bisa hidup di dunia ini. Namun, sangat sayang
disayangkan ternyata dalam penelitian itu, Darwin tidak menemukan jawaban tentang
pertanyaan asal-usul manusia.
Dengan tidak ditemukan asal-usul manusia yang telah dilakukan Darwin, maka ia hanya sampai
pada suatu kesimpulan bahwa setiap makhluk hidup termasuk manusia akan hanya berasal dari
makhluk bersel satu yang kemudian membelah diri dan mengalami perkembangan atau
pertumbuhan.
Dengan demikian, Darwin mengatakan bahwa selama perjalanan mengelilingi dunia
menggunakan kapal laut, ia tidak menemukan bagaimana manusia itu bisa muncul ke dunia ini.
Kemudian setelah 4 tahun buku The Origin of Species ditemukan, ada seorang ahli yang
bernama Thomas H. Huxley menggunakan hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh
Darwin untuk melakukan penelitian tentang perkembangan atau evolusi manusia. Huxley
menulis catatan hasil dari penelitian itu ke dalam buku dengan judul Man’s Place in Nature.
Dari hasil penelitian itu, Huxley mulai sedikit menemukan suatu hal yang berkaitan dengan
manusia yaitu adanya makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan
manusia. Makhluk hidup yang dimaksud adalah simpanse. Menurut Huxley, kesamaan itu
terletak pada struktur anatomi simpanse dengan manusia dan proses perkembangan simpanse
dengan manusia.
Dari penelitian yang sudah dilakukan oleh Charles Darwin dan Thomas H. Huxley, maka dapat
dikatakan bahwa manusia bukanlah keturunan langsung dari spesies kera atau simpanse.
2.3 Bukti-bukti Teori Evolusi Charles Darwin
Evolusi dapat dilihat dari dua segi yaitu sebagai proses historis dan cara bagaimana proses
itu terjadi. Sebagai proses historis evolusi itu telah dipastikan secara menyeluruh dan
lengkap sebagaimana yang telah dipastikan oleh ilmu tentang suatu kenyataan mengenai
7
masa lalu yang tidak dapat disaksikan oleh mata. Hal ini berarti bahwa evolusi itu ada dan
merupakan suatu kenyataan yang telah terjadi. Berikut ini merupakan bukti-bukti evolusi
yang ada.
1. Adanya variasi antar individu dalam satu keturunan
Di dunia ini tidak pernah dijumpai dua individu yang identik sama, bahkan anak kembar
sekalipun pasti punya suatu perbedaan. Demikian pula individu yang termasuk dalam satu
spesies. Misalnya perbedaan warna, ukuran, berat, kebiasaan, dan lain-lain. Jadi antar
individu dalam satu spesies pun terdapat variasi. Variasi adalah segala macam perbedaan
yang terdapat antar individu dalam satu spesies. Hal ini dapat terjadi karena pengaruh
berbagai faktor seperti suhu, tanah, makanan, dan habitat.
Perhatikan bahwa dalam satu keturunan pun akan selalu memunculkan variasi. Ini
disebabkan karena pada perkawinan selalu terjadi rekombinasi gen.
Seleksi yang dilakukan bertahun-tahun terhadap suatu spesies akan menyebabkan
munculnya spesies baru yang berbeda dengan moyangnya. Oleh karena itu adanya variasi
merupakan bahan dasar terjadinya evolusi yang menuju ke arah terbentuknya spesies baru.
2. Pengaruh penyebaran geografis
Makhluk hidup yang berasal dari satu spesies yang hidup pada satu tempat setelah
mengalami penyebaran ke tempat lain sifatnya dapat berubah. Perubahan itu terjadi karena
di tempat yang baru makhluk hidup tersebut harus beradaptasi demi kelestariannya.
Selanjutnya, adaptasi bertahun-tahun yang dilakukan akan menyebabkan semakin
banyaknya penyimpangan sifat bila dibandingkan dengan makhluk hidup semula. Dua
tempat yang dipisahkan oleh pegunungan yang tinggi atau samudera yang luas mempunyai
flora dan fauna yang berbeda sama sekali. Perbedaan susunan flora dan fauna di kedua
tempat itu antara lain disebabkan adanya isolasi geografis.
Perkembangan variasi paruh burung Finch. Terjadi karena terseleksi secara alami oleh jenis
makanan yang berbeda.
Contohnya adalah mengenai bentuk paruh burung Finch yang ditemukan Darwin di
kepulauan Galapagos. Dari pengamatannya tampak burung-burung Finch tersebut memiliki
bentuk paruh dan ukuran yang berbeda, dan menunjukkan mempunyai hubungan dengan
8
burung Finch yang ada di Amerika Selatan. Mungkin karena sesuatu hal burung itu
bermigrasi ke Galapagos.
Mereka menemukan lingkungan yang baru yang berbeda dengan lingkungan hidup
moyangnya. Burung itu kemudian berkembangbiak dan keturunannya yang mempunyai
sifat sesuai dengan lingkungan akan bertahan hidup, sedang yang tidak akan mati. Karena
lingkungan yang berbeda, burung-burung itu menyesuaikan diri dengan jenis makanan
yang ada di Galapagos. Akhirnya terbentuklah 14 spesies burung Finch yang berbeda
dalam bentuk dan ukuran paruhnya.
3. Ditemukannya fosil di berbagai lapisan batuan bumi
Fosil adalah sisa tumbuhan atau hewan yang telah membatu atau jejak-jejak yang tercetak
pada batuan. Darwin menyatakan bahwa fosil yang ditemukan pada lapisan batuan muda
berbeda dengan fosil yang terdapat pada lapisan batuan yang lebih tua, dan menunjukkan
suatu bentuk perkembangan.
Dari sekian banyak fosil yang ditemukan, yang paling lengkap dan dapat digunakan
sebagai petunjuk adanya evolusi adalah fosil kuda yang ditemukan oleh Marsh dan Osborn.
Dari studi yang dilakukan dapat dicatat beberapa perubahan dari nenek moyang kuda
(Eohippus) yang hidup 58 juta tahun yang lalu menuju ke bentuk kuda modern sekarang
(Equus), yaitu:
tubuh bertambah besar, dari sebesar kucing hingga sebesar kuda sekarang leher makin
panjang, kepala makin besar, jarak antara ujung mulut hingga bagian mata menjadi makin
jauh perubahan dari geraham depan dan belakang dari bentuk yang sesuai untuk makan
daun menjadi bentuk yang sesuai untuk makan rumput bertambah panjangnya anggota
tubuh hingga dapat dipakai untuk berlari cepat, tetapi bersamaan dengan itu kemampuan
rotasi tubuh menurun.
Adanya reduksi jari kaki dari lima menjadi satu, yaitu jari ketiga yang selanjutnya
memanjang, kemudian disokong teracak. Untuk menetapkan umur fosil dapat dilakukan
dengan dua cara: secara langsung dan tak langsung. Secara langsung dengan menetapkan
umur batuan tempat fosil ditemukan. Cara yang ini kurang valid. Secara tak langsung
dengan carbon dating menggunakan isotop C14. Cara yang kedua ini lebih valid.
9
4. Adanya homologi organ pada berbagai jenis makhluk hidup
Organ-organ berbagai makhluk hidup yang mempunyai bentuk asal sama dan kemudian
berubah struktur sehingga fungsinya berbeda disebut organ yang homolog. Homologi
organ menunjukkan tingkat kekerabatan makhluk yang bersangkutan. Makin banyak organ
yang homolog kemungkinan kekerabatannya makin dekat, yang artinya nenek moyangnya
mungkin sama.
Homologi organ: perhatikan bahwa anggota gerak pada setiap makhluk memiliki bentuk
berbeda, tetapi pada dasarnya memiliki bagian yang sama. Perbedaan ini disebabkan
karena perbedaan fungsi.
Contohnya: tangan manusia berfungsi untuk memegang adalah homolog dengan sirip
depan paus yang digunakan untuk berenang, atau sayap kelelawar yang berguna untuk
terbang homolog dengan tungkai depan kucing yang berguna untuk berjalan.
Lawan dari homolog adalah organ yang analog, yaitu organ-organ dari berbagai makhluk
hidup yang fungsinya sama tanpa memperhatikan bentuk asalnya. Bisa juga diartikan
organ-organ tubuh dari berbagai makhluk hidup yang fungsinya sama tetapi bentuk asalnya
berbeda.
5. Studi perbandingan embriologi
Perkembangan embrio berbagai spesies yang termasuk kelas vertebrata menunjukkan
adanya persamaan pada fase tertentu yakni pada fase morulla, blastula, dan gastrula/awal
embrio. Hal ini menunjukkan adanya hubungan kekerabatan di antara hewan-hewan
sesama vertebrata, yang mungkin pula mereka memiliki satu nenek moyang.
Ernst Haeckel menyatakan dalam hukum Rekapitulasi yang dikemukakannya bahwa
ontogeni suatu organisme merupakan rekapitulasi (ulangan singkat) dari filogeni. Ontogeni
adalah sejarah perkembangan individu mulai zigot sampai dewasa. Filogeni adalah sejarah
perkembangan makhluk hidup dari bentuk sederhana sampai dengan bentuk yang paling
sempurna (evolusi).
6. Studi perbandingan biokimia
Bila membandingkan makhluk hidup pada tingkat biokimia, ternyata hasilnya mendukung
teori evolusi. Sebagai contoh, Hb manusia lebih mirip dengan simpanse atau gorilla
10
daripada dengan anjing atau cacing tanah. Tingkat kemiripan ini menunjukkan manusia
lebih dekat kekerabatannya dengan simpanse atau gorilla daripada dengan anjing atau
cacing tanah.
2.4 Tanggapan terhadap Teori Evolusi Charles Darwin
Teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin menuai beberapa tanggapan dari
sejumlah tokoh maupun kelompok. Menurut kaum agamawan teori evolusi Charles Darwin
yang mengatakan bahwa manusia merupakan tahap akhir dari evolusi primata wajib ditolak
karena bertentangan dengan wahyu Tuhan. Sedangkan menurut teori Darwin, teori evolusi
diturunkan bukan dari abstraksi, melaikan hasil dari observasi ilmiah yang di rekonstruksi
menurut saintifik, sehingga tak bisa dibatalkan bahkan oleh wahyu sekalipun. Kedua hal ini
menjadi pola pikir yang sangat bertentangan. Di sini sains lebih berkaitan dengan proses-proses
penjelasan tentang alam semesta, seperti bagaimana planet-planet bergerak, komposisi materi
dan atmosfernya, juga asal mula dan fungsi organisme, sedangkan agama lebih berkaitan
dengan makna dan tujuan dari dunia serta kehidupan manusia, seperti hubungan yang sesuai
antara manusia dengan Tuhan selagi penciptanya juga hubungan dengan sesama manusia, serta
nilai-nilai moral yang mengatur kehidupan manusia.
Sedangkan mengenai manusia, agama menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk istimewa,
berasal dari Adam yang langsung diciptakan oleh Tuhan. Namun lagi-lagi, fakta sains
menunjukan bahwa manusia terbentuk melalui evolusi panjang jutaan tahun. Manusia tak lain
adalah hewan. Hanya saja, seleksi alam menjadikan manusia memiliki daya berpikir kognitif
yang lebih tinggi dari hewan-hewan lainnya. Tapi kemudian ada yang bilang: “teori evolusi itu
sesat dan tidak bermakna apa-apa selain mencoba meruntuhkan ajaran-ajaran agama. Charles
Darwin sebagai pelopor teori ini bukanlah ilmuan, dia hanya orang bodoh yang berpikiran
dangkal”.
Namun kenyataannya, teori evolusi yang dibilang sesat dan tidak bermakna itu justru berperan
penting terutama dalam ilmu genetika. Tempe yang kita makan sehari-hari itu berasal dari
fermentasi melalui proses genetika yang berbasis pada teori evolusi ala Darwin yang dibilang
dangkal dan sesat itu.
Yang sering disalahpahami mengenai teori evolusi Charles Darwin tak lain juga adalah manusia
berevolusi dari kera. Darwin tidak pernah menyatakan demikian. Dalam bukunya The origin of
11
species mengatakan bahwa manusia dan kera berevolusi dari makhluk primitif yang sama. Hal
ini mampu memberikan suatu pengertian bahwa manusia berevolusi dari kera. Analoginya:
motor honda dan mobil honda merupakan kendaraan dari pabrik yang sama, akan menjadi
kekeliruan apabila kita menyimpulkan bahwa mobil honda adalah evolusi dari motor honda.
Berikut beberapa tanggapan sejumlah pihak terhadap teori evolusi yang dikemukakan oleh
Charles Darwin.
Dua orang eks guru Darwin, Adam Sedgwick dan John S. Henslow, menolak konsep
seleksi alam. Sebagai pendeta, keduanya jengah dengan gagasan bahwa makhluk hidup
bisa berevolusi tanpa ada yang membimbing.
Charles Lyell, ahli ilmu batuan bumi yang semula mendukung Darwin menerbitkan The
Origin of Species, secara pribadi ia setuju dengan Darwin tentang evolusi dan seleksi
alam. Namun, ia juga tidak pernah memberikan dukungan itu secara terbuka.
Dua ahli tumbuhan, Joseph Dalton Hooker dan Asa Gray, mendukung hasil penelitian
Darwin. Sedangkan ahli perbandingan taksonomi hayati asal Inggris, Thomas Henry
Huxley, terpesona kesederhanaan argumen Darwin. "Betapa bodohnya untuk tidak
memikirkan buku ini!" ujarnya.
Charles Kingsley, pendeta gereja Inggris dan penulis sejarah Hypatia (1853), tidak
melihat ada konflik antara evolusi dan Tuhan. Menurutnya, antara "Tuhan telah
menciptakan makhluk hidup yang mampu mengembangkan diri" atau "Tuhan telah
menciptakan makhluk hidup secara pribadi" merupakan dua pemikiran yang sama
mulianya.
Pendeta asal Amerika Serikat, Henry Ward Beecher, pun berkata: "Saya menganggap
evolusi sebagai penemuan metode Ilahi dalam penciptaan."
Weismann terhadap Teori Darwin
Menegaskan bahwa sifat-sifat hasil dari seleksi alam tidaklah dapat di turunkan
kepada keturunannya
Evolusi adalah menyangkut maslah bagaimana pewarisan genetika melalui sel-
sel kelamin, dengan kata lain evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor-
faktor genetika.
Hubungan hal tersebut dengan teori Darwin adalah bahwa jerapah-jerapah leher
pendek gennya bersifat resesif. sedangkan, jerapah leher panjang bersifat
dominan. Jerapah ber-gen resesif jumlahnya akan lebih sedikit dari pada jerapah
yang berleher panjang dan tidak mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan.
12
oleh karena itu jerapah yang berleher pendek pun punah.
Harun Yahya terhadap Teori Darwin
Penolakan terhadap teori evolusi Darwin yang menye bu tkan bahwa makhluk
hidup di muka bumi Ini ada sebagi akibat dari peristiwa kebetulan dan muncul
dengan sendirinya dari kondisi alamiah.
Penolakan terhadap teori evolusi Darwin yang menyebutkan bahwa kehidupan di
mulai dari sel yang pertama muncl dari factor kebetulan secara mandiri lalu sel
ini berkembang dan berevolusi, dan dengan mengambil bentuk-bentuk yang
berbeda-beda, menghasilkan berjuta-juta spesies mak hl uk hidup di buml.
Harun Yahya Beberapa hal yang ditolak dari teori evolusi Darwin diantaranya
adalah:
Seleksi alam dan mutasi : mekansme e volusi yang keliru Seleksi alam yang
berlaku pada makhluk hidup di alam tidak pernah menghasilkan spesies baru.
Sedangkan mutasi hanya akan merugikan makhluk hidup dan tidak menambah
kandungan inforasi dalam materi genetis makhluk hidup
Tidak di temukan bentuk peralihan dalam makhluk hidup
Keanekaragaman dan kekerabatan makhluk hidup sebagai fakta penciptaan
Kerumitan dan kesempurnaan makhluk hidup sebagai bukti kre asionisme
Prof. Didier Raoult
Menentang teori yang didengungkan Darwin bahwa "Makhluk hidup berasal dari
satu leluhur yang sama
Hal ini diketahui setelah ilmuwan Perancis menemukan suatu jenis virus raksasa
baru pada tubuh seekor amoeba yang mana dalam gudang gennya terdapat unsur
keturunan makhluk jenis lain. Penemuan inilah yang secara langsung menentang
teori Darwin bahwa semua makhluk bersumber dari satu leluhur yang sama.
"Lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia se
barkan di bumi itu segala jenis dabbah" (Q.S. Al-Baqarah [2]:162)
Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan menciptakan semua makhluk hidup di bumi
dengan berbagai jenis, organisme tinggi tidak berasal atau berevolusi dari
organisme renah. Tetapi memang semua benar-benar di ciptakan dengan
berbagai jenis.
Pasca kematian Charles Robert Darwin pada 1882, teori evolusinya akhirnya mendapat
pengakuan umum. Untuk menghormati karya ilmiahnya, ia dimakamkan di Westminster Abbey
di samping raja, ratu, dan tokoh terkenal lainnya dari sejarah Inggris. Perkembangan
13
selanjutnya dalam genetika dan biologi molekuler menyebabkan modifikasi dalam teori evolusi
yang diterima, tetapi gagasan Darwin tetap menjadi inti bidang ini.
14
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Charles Darwin, seorang ilmuwan Inggris mencetuskan teori evolusi yang menyatakan bahwa
evolusi terjadi melalui seleksi alam. Individu yang cocok dengan lingkungannya akan bertahan
hidup sedangkan yang tidak cocok akan mati. Teori ini cukup kontroversial dan menimbulkan
tanggapan yang berbeda dari beberapa pihak. Meskipun demikian, terdapat beberapa bukti
yang mendukung, baik bukti dari data pengamatan Darwin itu sendiri maupun bukti yang
ditemukan di masa sekarang.
3.3 Saran
Teori evolusi sebagaimana definisinya dapat bermakna benar maupun tidak benar, dan hal ini
masih bisa diperdebatkan, bahkan hingga di masa sekarang. Sebagai pelajar, kita harus cermat
dan berhati-hati dalam menggali informasi terkait sebuah teori, terlebih teori evolusi. Jadikan
informasi tersebut sebagai referensi dalam menambah wawasan dan jangan sampai dijadikan
sebagai bahan untuk berselisih dalam memikirkannya karena akan menimbulkan perpecahan.
15
DAFTAR PUSTAKA
http://klikdinamika.com/pro-kontra-teori-evolusi-dengan-keagamaan.html
https://voi.id/memori/20771/kontroversi-teori-evolusi-charles-darwin
https://id.scribd.com/presentation/381131189/6-Pro-Kontra-Teori-Evolusi-
Review
https://amp.tirto.id/menghujat-dan-memuja-teori-evolusi-darwin-cArK
https://www.qureta.com/post/teori-dan-bukti-evolusi
https://www.qureta.com/post/teori-dan-bukti-evolusi#
http://repository.ut.ac.id/4251/1/PEBI4204-M1.pdf
https://www-britannica-com.translate.goog/biography/Charles-Darwin
16
LAMPIRAN
17