13. Tajuk (Papok)
Tajuk adalah kili-kili (sepotong kayu) yang
dipasang mencuar atau menganjur di tepi perahu
(KBBI, 2020). Tajuk dikenal oleh masyarakat
nelayan sebagai tulang pada perahu. Kata tajuk
sepadan dengan papok. Masyarakat suku Tidung di
kota Tarakan telah menggunakan papok pada
perahunya sejak dahulu, baik perahu yang terbuat
dari kayu maupun perahu yang terbuat dari
fiberglass. Sehingga papok mengandung nilai
tradisi budaya secara turun temurun dari nenek
moyang.
Papok merupakan leksikon yang terdapat pada
Padaw Tuju Dulung yang berkategori nomina. Pada
Padaw Tuju Dulung terdapat sepuluh papok yang
berada di dalam lambung Padaw Tuju Dulung yang
tersebar dari depan hingga belakang sebagai tulang
penyangga antara kapi kanan dan kapi di sisi kiri
agar lebih kuat dan kokoh terhadap gelombang.
Papok terbuat dari kayu yang kuat dan keras seperti
kayu mahoni, kayu ulin, kayu lembasung dan kayu
46
keras lainya. Papok berbentuk menyerupai huruf V
dan huruf U dengan ketebalan 5cm.
Papok merupakan bagian penting pada Padaw
Tuju Dulung, karena papok berfungsi sebagai
penopang dan penahan antar sisi kapi. Kokoh
tidaknya Padaw Tuju Dulung sangat tergantung
pada papok yang terpasang pada Padaw Tuju
Dulung. papok pada Padaw Tuju Dulung harus
berjumlah 10, karena ada istilah pada masyarakat
suku Tidung, papok berjumlah satu, cina berearti
dua, dan buta berarti tiga. Membuat papok tidak
boleh berhenti pada hitungan buta yang berarti tiga,
enam dan Sembilan. Jika papok berhenti pada
hitungan buta, maka rezeki Padaw Tuju Dulung
kurang baik, jika papok berhenti pada hitungan raja
diantaranya satu, empat, tujuh, dan kelipatanya
maka Padaw Tuju Dulung tidak akan sering di
gunakan (menganggur) tetapi sekali digunakan
maka akan mendapatkan penghasilan yang banyak.
Dan jika papok berhenti pada hitungan cina
diantaranya angka dua, lima, delapan, dan
kelipatanya maka akan baik digunakan untuk
47
berniaga atau berusaha. Maka papok yang berada
pada Padaw Tuju Dulung harus sesuai hitungan
yang matang agar semua hasilnya sesuai dengan
harapan. Berikut gambar papok yang diambil secara
online.
Gambar Papok (dokumentasi antaranews)
14. Pari-Pari
Pari-pari adalah atap Padaw Tuju Dulung yang
mempunyai bentuk seperti ikan pari (Faizah, 2015:
hlm 29) Pari-pari pada saat ini dikenal secara
umum sebagai tenda atau atap pada perahu untuk
berlindung dari sinar matahari dan air hujan agar
nelayan tidak kepanasan dan ke basahan saat berada
48
di tengah laut untuk menangkap ikan. Pari-pari dari
sejak dahulu sudah banyak digunakan oleh para
nelayan, sehingga pari-pari mengandung nilai
pelestarian tradisi dari turun-temurun.
Pari-pari merupakan leksikon yang berada pada
Padaw Tuju Dulung yang berkategori nomina. Pari-
pari terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pari-pari
kepala, pari-pari badan, dan pari-pari ekor. Pada
bagian kepala Pari-pari berbentuk setengah
lingkaran, pada pari-pari bagian badan berbentuk
segi empat, dan pari-pari bagian ekor berbentuk
segitiga. Keseluruhan pari-pari terbuat dari kain
berwarna kuning dan coretan batik berwarna merah
dengan sedikit ornament dibagian depan atau
bagian kepala. kepala dan badan pari-pari terikat
pada bagian atas tiang tekalak dan ekor pari-pari
terikat pada bagian buritan Padaw Tuju Dulung.
49
Menurut masyarakat suku Tidung di kota
Tarakan pari-pari diambil dari filosofi ikan pari,
yaitu ikan pari yang terkenal kuat, apa bila terkena
mata pancing nelayan, ikan ini akan memberontak
dan tidak mudah untuk naik ke permukaan, karena
ikan pari memiliki badan yang menyerupai sayap
yang dapat menahan atau menempel pada dasar laut
maupun sungai. Di harapkan pari-pari yang berada
di atas meligai juga kuat dari segala hambatan, baik
berupa angin, gelombang dan lainya. Selain itu pari-
pari dapat membawa Padaw Tuju Dulung terbang
lebih cepat dan ekor yang beracun yang dapat
melindungi dirinya. Berikut gambar pari-pari.
Gambar Pari-pari (dokumentasi peneliti)
50
15. Sambulayang
Sambulayang adalah kain berwarna kuning
dengan pinggiran bawah kain berwarna merah yang
diikat pada tiang Panji Haluan kanan dan tiang
panji haluan kiri Padaw Tuju Dulung hingga ke
bagian atas tiang tekalak kanan, dan tiang tekalak
kiri Meligay (Faizah, 2015: hlm27). Sambulayang
merupakan leksikon yang terdapat pada Padaw
Tuju Dulung yang berkategori nomina. terdapat dua
sambulayang yang masing-masing terpasang pada
sisi kanan Padaw Tuju Dulung dan sisi kiri Padaw
Tuju Dulung. Sambulayang berbahan dasar kain
dan terdapat tali di setiap ujungnya, Panjang
Sambulayang 50cm dan tinggi 10cm.
Sambulayang merupakan salah satu
kelengkapan aksesoris Padaw Tuju Dulung yang
mengapit secara langsung panji gating.
Sambulayang berfungsi untuk memperindah
Padaw Tuju Dulung. Sambulayang melambangkan
kehormatan dan jiwa keberanian yang tinggi, di
karenakan yang menggunakan aksesoris seperti ini
hanyalah kalangan orang terhormat seperti halnya
51
raja. Masyarakat suku Tidung percaya bahwa leluhur
mereka menggunakan sambulayang pada
kendaraan mereka agar bisa dapat melayang di
udara. Berikut gambar Sambulayang.
Gambar Sambulayang (dokumentasi peneliti)
16. Hiasan (Tabur-tabur)
Hiasan barang yang dipakai untuk menghiasi
sesuatu (KBBI,2020) kata hiasan sepadan dengan
kata tabur. Saat ini tabur banyak di gunakan oleh
nelayan suku Tidung sebagai hiasan mempercantik
dinding perahu bagian luar perahu mereka agar
memiliki ciri khas tersendiri sebagai nelayan suku
Tidung Kota Tarakan.
52
Tabur-tabur merupakan leksikon yang terdapat
pada Padaw Tuju Dulung yang berkategori nomina.
terdapat dua jenis tabur pada Padaw Tuju Dulung,
yaitu tabur berwarna emas dan tabur berwarna
merah (lia). Secara umum tabur memiliki fungsi
yang sama hanya saja terdapat perbedaan pada
maknanya. Tabur berbentuk bintang di dinding
pada Padaw Tuju Dulung dengan delapan sudut,
dan terbuat dari plastik yang berperakat khusus.
Sudut delapan pada tabur melambangkan
keramaian dan delapan arah mata angin atau
masyarakat yang akan menyaksikan Padaw Tuju
Dulung dating dari berbagai arah mana saja dan
semua kalangan. Tabur emas terdapat pada atap,
dan dinding meligay sebagai wujud keramaian dan
kemuliaan sang raja, sedangkan tabur merah (Lia)
terdapat pada dinding (Kapi) Padaw Tuju Dulung
53
melambangkan keberanian dalam mengarungi
tantangan. Berikut gambar tabur-tabur.
Gambar Tabur-tabur (dokumentasi peneliti)
17. Tiang (Tekalak)
Tiang adalah tonggak panjang yang dipasang di
perahu atau kapal untuk memasang layar dan
sebagainya (KBBI, 2020). Tiang banyak di gunakan
oleh masyarakat dengan berbagai fungsi, pada
masyarakat nelayan suku Tidung tiang digunakan
sebagai alat penopang. sejak dahulu tiang telah
banyak di gunakan. Tiang sepadan dengan kata
tekalak.
Tekalak merupakan leksikon yang terdapat pada
Padaw Tuju Dulung yang masuk dalam kategori
54
nomina. terdapat lima Tekalak yang berdiri tegak
pada setiap sudut meligay dan ada satu tekalak yang
berdiri di bagian depan meligay. Tekalak terbuat
dari kayu berbentuk bulat berdiameter 3cm dan
tinggi 70cm yang setiap bagian ujungnya berbentuk
runcing ke atas.
Tekalak merupakan simbol dari solat lima waktu
dalam agama islam yang harus selalu di tegakkan
dengan keberanian dan oenuh tanggung jawab.
Motif lilitan ular python menambah keindahan
tekalak, namun selain itu motif tersebut merupakan
simbol kekuatan lilitan ular python yang menjaga
tekalak agar tetap tegak berdiri dan kokoh. Karena
apabila tekalak roboh maka meligay akan ikut
roboh. Begitu pula dalam kehidupan apabila solat
lima waktu dalam agama islam bila tidak dilakukan
55
maka akan hancur dan merugi manusia tersebut.
Berikut gambar tekalak.
Gambar Tekalak (dokumentasi peneliti)
18. Perahu tujuh haluan (Padaw Tuju
Dulung)
Tujuh haluan perahu adalah tujuh bagian haluan
yang terdapat pada Padaw Tuju Dulung yang
terbagi menjadi tiga (Faizah, 2015: hlm 26). Kata
tujuh haluan perahu sepadan dengan kata Padaw
Tuju Dulung. masyarakat nelayan suku Tidung
mengenal perahu sejak dahulu, karena pada
dasarnya masyarakat suku Tidung bermata
pencaharian sebagai nelayan, sehari-hari mereka
menggunakan perahu dalam berbagai aktivitas.
Mereka menyebut istilah perahu dengan Padaw.
56
Tuju Dulung Merupakan leksikon yang terdapat
pada Padaw Tuju Dulung yang berkategori nomina.
Haluan pada Padaw Tuju Dulung terbagi menjadi
tiga bagian, yaitu haluan kanan bersusun duadengan
warna hijau di bagian atas dan warna merahpada
bagian bawah, pada haluan tengah bersusun tiga
dengan warna kuning di bagian atasnya, warna hijau
dibagian tengah dan warna merah dibagian paling
bawah, dan pada sisi haluan sebelah kiri terdapat
dua susun Padaw berwarna hijua dibagianatasnya
dan warna merah pada bagian bawahnya. Sehingga
jika dijumlahkan semua berjumlah tujuh haluan.
Menurut suku Tidung haluan Padaw Tuju
Dulung berjumlah tujuh karena mengikuti jumlah
hari dalam satu minggu. Siklus satu minggu ini yang
harus dilalui oleh para nelayan suku Tidung dalam
usaha mereka mencari rezeki sebagai nelayan,
artinya tidak ada hari libur dan terus bekerja keras.
Susunan warna pada Padaw Tuju Dulung, semua
bagian bawah haluan padaw berwarna merah,
57
bagian atas sisi kanan, sisi kiri dan sisi tengah
padaw berwarna hijau, dan hanya ada satu haluan
yang paling atas berwarna kuning. Hal itu
bermaksud hanya ada satu penguasa tertinggi di
alam semesta yaitu ALLAH SWT.
Sedangkan warna kuning, hijau dan merah
merupakan pengaruh dari budaya melayu. Warna
kuning mempunyai arti mulia, kehormatan dan yang
sangat ditinggikan, sedangkan warna hijau memiliki
arti kepercayaan yang teguh dan warna merah
merupakan lambang keberanian dan ketegasan.
Masyarakat suku Tidung di Kota Tarakan warna
kuning, hijau, dan merah dapat diartikan sebagai
ucapan selamat dating. Hal ini sering dilakukan oleh
masyarakat suku Tidung di Kota Tarakan dalam
acara pernikahan adat atau acara sejenisnya pada
suku Tidung dalam hiasan atau dekorasi selalu ada
58
warna kuning, hijau dan merah. Berikut gambar
Padaw Tuju Dulung.
Gambar Padaw Tuju Dulung (dokumentasi peneliti)
59
Pakan (Sesajian)
Seperangkat sajen dalam bahasa Tidung disebut
pakan. Pakan terdiri dari beberapa makanan dan
benda seperti ayam, ketan, telur, rokok, air minum,
raja besila, pisang hijau, ungkol, dan lainya. Pakan
merupakan sesembahan untuk makhluk
supernatural agar tidak menganggu manusia. Dalam
ritual Iraw Tengkayu di kota Tarakan pakan di
sediakan dua. Satu pakan diletakkan di darat
biasanya di bagian samping panggung. pakan yang
sudah di susun di dalam meligay diletakkan di atas
kayu yang berdiri tinggi. Pakan yang diletakkan di
darat dimaksud untuk makhluk supernatural yang
berada di darat. Satu pakan lagi yang sudah disusun
di dalam meligay di letakkan di tenga tengah Padaw
Tuju Dulung. Pakan yang terletak di Padaw Tuju
Dulung dimaksud untuk makhluk supernatural yang
berada laut. Menurut pawang Padaw Tuju Dulung
tidak bisa hanya membuat pakan hanya untuk
makhluk supernatural yang berada di laut saja,
walaupun ritual Iraw Tengkayu merupakan acara
pesta pesisir pantai. Makhluk supranatural yang
60
berada di darat pun harus di beri juga karena
makhluk supranatural yang berada di darat berbeda
dengan yang di laut.
Menurut leluhur suku Tidung kota Tarakan ini
mempunyai lapisan tanah berbentuk kerucut, tidak
seutuhnya terlapisi. Jadi, ada makhluk supernatural
yang menopang kota Tarakan ini agar tidak mudah
terkena musibah. Jadi, sebagai ucapan terima kasih
penduduk kota Tarakan membuat pakan untuk
makhluk supernatural. Berikut ini bagian-bagian
yang terdapat dalam pakan
1. Ayam
Ayam termasuk kedalam kelompok unggas.
Kelompok unggas adalah kelompok hewan sejenis
burung yang dimanfaatkan sebagai hewan ternak.
Ayam merupakan hewan omnivora. Omnivora
(pemakan segala) melekat pada ciri ayam yang
memakan segala hal, mulai dari biji-bijian, rumput,
hingga cacing dan serangga. Ayam berkembangbiak
dengan cara bertelur (Ovipar). Sudah sangat jelas,
semua ayam berkembangbiak dengan cara bertelur.
Telur yang dierami selama ± 21 hari nantinya akan
61
menetas menjadi anak ayam. Ayam memiliki
sepasang kaki bercakar. Kaki bercakar pada ayam
merupakan bentuk adaptasi untuk mempermudah
ayam mencari makanan dengan mengais tanah.
Ayam memiliki bentuk paruh yang kecil sedikit
runcing. Bentuk yang sesuai dengan makanan yang
dimakan. Ayam memiliki jengger di kepalanya.
Jengger ini pada ayam jantan mampu dijadikan
kode oleh ayam betina ketika mereka mendapat
makanan. Ayam memiliki bulu sebagai penutup
tubuh. Bulu ini beefungsi sebagai penutup tubuh
yang melindungi tubuh ayam terutama dari
pengaruh suhu. Hanya ayam jantan yang berkokok.
Di pagi hari kita sering mendengar ayam jantan
berkokok. Ada sebuah hipotesis yang menyatakan
hal ini berkaitan dengan ritme sirkadian (kebiasaan
perilaku) pada ayam jantan. Ayam betina memiliki
ukuran tubuh yang lebih kecil dari ayam jantan di
umur yang sama. Pada umur yang sama seekor ayam
jantan akan memiliki tubuh yang lebih besar
daripada tubuh ayam betina yang memiliki umur
yang sama. Ayam tidak bisa terbang. Sebenarnya
62
untuk jarak tertentu yang pendek, ayam bisa
terbang. Khususnya ditemui ketika ayam melompat
dari ketinggian. Akan tetapi ayam tidak memiliki
kemampuan terbang seperti halnya pada burung.
Ayam bernafas dengan paru-paru. Sebagai hewan
dengan habitat di darat, ayam bernapas dengan
paru-paru. Ayam termasuk hewan berdarah panas.
Tetapi karena
kemampuannya untuk
menyesuaikan suhu tubuh
dengan suhu di
lingkungan. Ayam
memiliki mata di samping.
Seperti jenis unggas lain,
mata ayam berada di
kanan dan kiri (terletak
terpisah sisi) Habitat ayam berada di darat.
63
Ayam yang digunakan dalam ritual Iraw
Tengkayu ada yang hidup dan ada yang sudah di
panggang. Ayam yang di panggang harus jantan,
ayam panggang merupakan lambang dari suatu
permintaan. Karena ritual Iraw Tengkayu ini
merupakan sebuah ritual yang bertujuan memohon
agar seluruh penduduk kota Tarakan di beri
keselamatan. Ayam dalam ritual Iraw Tengkayu di
ibaratkan sebagai pengganti tubuh manusia, agar
makhluk supernatural tidak menggambil korban
tubuh manusia.
Penggunaan ayam
dalam sesaji
memang sudah
biasa digunakan,
Karena ayam mudah
di cari dan harganya
terjangkau. Dalam membuat sesaji biasanya diikuti
dengan kemampuan materi dari pembuat sesaji.
64
2. Ketan
Beras ketan merupakan salah satu bahan pangan
yang biasa di konsumsi sebagai makanan pokok atau
olahan menjadi tepung untuk aneka kue dan
makanan kecil, selain itu beras ketan sangat
bermanfaat bagi kesehatan yang berguna mengatur
metebolisme normal lemak, untuk pertumbuhan
dan pembentukan tulang serta gigi. Untuk kesehatan
beras ketan juga dapat mengobati penyakit kencing
manis atau diabetes melitus (Sartika dan
Rozakurniati, 2010). Beras ketan mengandung
karbohidrat yang cukup tinggi yaitu sekitar 80 %,
lemak sekitar 4%, protein 6% dan air 10%. Selain
kandungan karbohidrat yang terdapat didalamnya,
terdapat juga kandungan kalori, kalsium dan fosfat
yang lebih tinggi dibandingkan dari padi biasa.
Ketan juga mengandung berbagai jenis mineral serta
vitamin B1 dan B2. Sifat kelunakan pada beras ketan
di pengaruhi oleh suhu gelatinisasinya dan
konsentrasi gel beras. Beras ketan memiliki
kandungan amilosa rendah sehingga bila diolah
hasil nya sangat lengket dan basah
65
(Juliano, 1971. Cit. Alawiati, 2003). Beras ketan
merupakan beras yang memiliki kandungan
amilopektin yang tinggi sehingga dapat memberikan
tekstur lengket (sticky) atau pulen jika di masak.
Sedangkan kandungan amilosa, fraksi penting pati
lainnya, sangat rendah berkisar antara dari 0-2 %.
Oleh karena kandungan amilosa tersebut, beras
ketan banyak dimanfaatkan dalam olahan makanan
berstruktur lunak dan liat (Haryadi, 2006).
Ketan dalam ritual Iraw Tengkayu menggunakan
lima warna yaitu, kuning, hijau, merah, putih dan
hitam. Pada dasarnya beras ketan hanya terbagi
menjadi tiga warna, yaitu warna putih, warna
merah, dan warna hitam. Untuk ketan yang
berwarna kuning dan, hijau pada pakan merupakan
ketan yang berwarna dasar putih yang ditambah
sedikit pewarna makanan kuning dan hijau. Ketan
yang digunakan ada yang mentah dan ada yang
sudah di masak. Menurut leluhur suku Tidung
warna kuning, hijau, merah, putih dan hitam
merupakan warna-warna pakaian makhluk
supranatural. Warna-warna ini juga merupakan
66
perlambang. Warna kuning dan hijau ditujukan
untuk para dewa dan ratu, warna merah ditujukan
untuk yang jahat dan pemarah, warna putih
ditujukan untuk yang mempunyai hati bersih dan
baik hati, dan warna hitam ditujukan untuk iblis.
Ketan ditujukan untuk makhluk supranatural
sebagai
makanan
mereka. Ada
yang mentah
karena
lambang dari
sebuah tolak
bala atau
untuk
membuang sial dan ada yang sudah di masak untuk
makanan makhluk supranatural.
67
3. Telur
Telur ayam adalah salah satu sumber pangan
protein hewani yang berasal dari hasil perkawinan
ayam jantan dan ayam betina sehingga terjadi proses
pembuahan yang akhirnya menjadi telur. Telur
ayam populer dan sangat diminati oleh masyarakat.
Hampir seluruh kalangan masyarakat dapat
mengonsumsi telur ayam ras untuk memenuhi
kebutuhan protein hewani. Hal ini karena telur
ayam ras relatif murah dan mudah diperoleh serta
dapat memenuhi kebutuhan gizi yang diharapkan
(Lestari, 2009). Telur tersusun oleh tiga bagian
utama yaitu kulit telur (kerabang), bagian cairan
bening (albumen), dan bagian cairan yang berwarna
kuning (yolk) (Rasyaf, 2004). Suprapti (2002)
mengatakan bahwa secara umum telur terbagi atas
tiga komponen pokok, yaitu kulit telur atau
cangkang (11% dari bobot tubuh), putih telur (57%
dari bobot tubuh) dan kuning telur (32% dari bobot
tubuh). Kandungan protein pada bagian kuning
telur tergolong tinggi dan memiliki susunan protein
yang lengkap, akan tetapi lemak yang
68
terkandung di dalamnya juga tinggi. Secara umum
telur ayam ras dan telur itik merupakan telur yang
paling sering di konsumsi oleh masyarakat
(Sudaryani, 2003)
Telur dalam pakan (sesajian) merupakan
makanan bagi makhluk supernatural. Telur juga
biasanya digunakan untuk bermain khususnya
makhluk supernatural yang masih kecil. Telur dalam
sesaji juga merupakan makanan jika mempunyai
keturunan. Keturunan adalah jika seseorang
mempunyai kembaran atau sahabat dari bangsa
supernatural. Telur ini dalam sesaji digunakan
sebagai makanan dari manusia untuk kembarannya
atau sahabatnya agar tidak menganggu.
Jika seseorang mempunyai keturunan orang
tersebut harus selalu memberi makan dalam
setahun sekali. Terkadang ada saja orang yang
mempunyai keturunan tidak mau memberi makan.
Orang tersebut bisa terkena penyakit yang jika
berobat kemana-mana tidak akan sembuh. Keluarga
yang sedang terkena penyakit memanggil seoran
dukan, dan dukun tersebut akan melakukan ritual
69
yang disebut besitan. Ritual besitan merupakan
suatu kegiatan yang dilakukan dukun yakni,
semacam suatu aksi seperti kerasukan sambil
menari-nari diiringi pula oleh nyanyi serta tabuhan
rebana. Konon iringan irama itu cukup merdu
bercampur syahdu, Gerakan tariannya pun begitu
indah, aneh, dan menakjubkan. Tujuan ritual
besitan menurut kepercayaan suku Tidung dahulu
kala adalah memohon kepada makhluk supernatural
agar mengusir roh jahat atau setan yang merasuki
tubuh yang sedang sakit. Dengan ritual besitan
diharapkan si sakit jadi sembuh setelah di beri
jampi-jampi dan disertai dengan ramuan obat-
obatan tradisional.
Kondisi keadaan kesurupan itu adakalanya
bermacam-macam pembicaraan dukun, yang sering
kali meminta permintaan-permintaan. Biasanya
permintaan itu berupa syarat-syarat yang harus
dipenuhi oleh keluarga yang sedang sakit. Biasanya
dukun meminta agar menunaikan kewajiban
melepas semacam sesajen ke laut. Ketika dukun
sedang berbicara dalam keadaan kesurupan itu,
70
menurut kepercayaan suku Tidung dahulu kala
adalah ucapan dari makhluk supernatural, jika tidak
ditunaikan akan tabu atau kualat. Namun
adakalanya dukun tidak meminta pakan, tetapi
cukup dengan permintaan lainnya yang bersifat
lebih ringan untuk
dilaksanakan.
Jadi, sangat
tergantung pada
ucapan dukun
yang lagi dalam
keadaan
kesurupan
tersebut, tentang
apa saja yang
harus dilaksanakan oleh pihak keluarga yang sedang
sakit. Ritual besitan ini bisa berlangsung dalam
tujuh hari tujuh malam.
71
1. Pisang hijau
Pisang merupakan tanaman yang memiliki
banyak kegunaan, mulai dari buah, batang, daun,
kulit hingga bonggolnya. Tanaman pisang yang
merupakan suku Musaceae termasuk tanaman yang
besar memanjang. Tanaman pisang sangat
menyukai sekali pada daerah yang beriklim tropis
panas dan lembab terlebih didataran rendah.
Ditemui pula di kawasan Asia Tenggara, seperti
Malaysia, Indonesia serta termasuk pulau Papua,
Australia Topika, Afrika Tropi. Pisang dapat berubah
sepanjang tahun pada daerah dengan hujanmerata
sepanjang tahun. Pisang yang di sediakan untuk
pakan pada upacara adat Iraw Tengkayu merupakan
jenis pisang hijau.
Pisang hijau sebagai makanan penutup atau
cemilan bagi makhluk supernatural. Pisang yang
digunakan adalah pisang hijau dengan jumlah buah
yang ganjil. Berjumlah ganjil karena jumlah ganjil
lambang dari bertambahnya rezeki, sedangkan
jumlah genap lambang dari rezeki yang pas-pasan.
Dalam membeli bahan untuk perlengkapan sesaji
72
tidak boleh di tawar, karena kita memberi dengan
ikhlas tanpa ada tawar-menawar. Penggunaan
pisang hijau dalam sesaji sudah menjadi tradisi
turun-menurun, karena tanaman pisang merupakan
lambang dari kesuburan atau kemakmuran.
Tanaman
pisang
hanya
bisa
tumbuh
pada
tanah
yang
lembab
dan subur. Setiap tanaman yang ditanam disekitar
tanaman pisang pasti akan tumbuh, karena tanaman
pisang hanya dapat tumbuh pada tanah yang lembab
dan subur.
73
4. Ungkol
Ungkol terbuat dari daun sirih yang dalamnya di
isi dengan kapur sirih, pinang dan gambir. Guna
ungkol untuk membersihkan gigi sehabis makan.
Ungkol dalam sesaji ritual Iraw Tengkayu biasanya
digunakan untuk makhluk supernatural yang sudah
tua. Biasanya ungkol dibuat seratus buah. Ungkol
biasa disebut dengan nginang yaitu sebutan dari
tradisi makan sirih. Pada zaman dahulu nginang
wajib hukumnya, terutama bagi kaum perempuan.
Nginang merupakan salah satu kebudayaan atau
kebiasaan yang diturunkan secara turun temurun
dari nenek moyang yang berkembang hingga
sekarang dan dipercaya dapat membuat gigi dangusi
lebih sehat dan kuat, serta dapat menghilangkan bau
mulut. Nginang juga merupakan ucapan selamat
datang atau sebagai penjamu tamu. Zaman dahulu
biasanya bila ada tamu yang berkunjung ke rumah,
sebelum tuan rumah menyiapkan minuman atau
makanan. Tuan
74
rumah akan
menyugukan nginang
terlebih dahulu, sebagai
suguhan perjamuan
tamu.
5. Kirai (Rokok)
Kirai merupakan bahasa Tidung yang berarti
rokok, dalam sesaji terbuat dari daun kirai yang di isi
tembakau lempeng. Kirai dalam sesaji ritual Iraw
Tengkayu sebagai permainan bibir makhluk
supernatural di waktu senggang. Biasanya kirai
dalam ritual Iraw Tengkayu di buat seratus batang.
Tembakau oleh masyarakat
Indonesia dipakai dalam
berbagai ritual atau upacara adat.
Dalam ritual-ritual tersebut,
tembakau sudah dipakai sejak
ratusan tahun lalu. Tembakau
bersama pinang dan sirih
menjadi pelengkap setiap
75
upacara adat. Keragaman penggunaan tembakau
menunjukkan bahwa tembakau telah menjadi
bagian dari kebudayaan Indonesia.
6. Air minum
Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi
syarat kesehatan dan dapat langsung diminum,
syarat kesehatan yang dimaksud adalah
mikrobiologi; kimia, fisika, dan radio aktif.
Pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat saat
ini sangat bervariasi (Widiarto, 1996)
Air minum dalam sesaji ritual Iraw Tengkayu
untuk minum makhluk supernatural. Air minum
dalam sesaji biasanya di sediakan lima gelas air
mineral. Diletakkan di setiap sudut meligay. Air juga
mempunyai fungsi yang banyak, air juga dapat
digunakan makhluk supernatural sebagai air untuk
memasak atau keperluan lain yang menggunakan
76
air, karena air
merupakan
kebutuhan yang
sangat penting
bagi kehidupan.
77
Glossarium Beras Ketan
Bagas Pulut
Dekorasi Hiasan Ornament
Dilit Mendolon
Iraw Tengkayu Lilitan Ular
Kapi Ijow Upacara Adat Melarung
Perahu Masyarakat
Kapi Lia Suku Tidung
Kapi Padaw Dinding Perahu
Kapi Silow Berwarna Hijau
Kirai Dinding Perahu
Manuk Berwana Merah
Meligay Dinding Perahu
Padaw Tuju Dulung Dinding Perahu
Pakan Berwarna Kuning
Panji Gating Rokok Terbuat Dari
Panji Haluan
Panji Kapi Daun Nipah Kering
Panji Tekalak Ayam
Panji Ulin
Mahligai (Rumah Istana
Raja)
Perahu Tujuh Haluan
Sesajen Upacara Adat
Suku Tidung
Bendera Gantung
Bendera Bagian Depan
Bendera Diatas Dinding
Perahu
Bendera Tiang
Bendera Di Bagian
Belakang Perahu
78
Papok Tajuk Perahu
Pari Pari
Kain Penutup
Punti Ijow
Sambulayang Menyerupai Ikan Pari
Tabur-Tabur Pisang Hijau
Talu Manuk Sambulayang
Tekalak
Tepung Tawar Hiasan Menyerupai
Gambar Bintang
Timug Salui Bersudut Delapan
Ungkol
Telur Ayam
Tiang Atau Tongkat
Prosesi Penyambutan
(Sambutan) Yg
Dilakukan Suku
Air Minum
Alat Pembersih Gigi
79
Daftar Pustaka
Akbarsyah, 2002. Faktor-faktor yang mempengaruhi
ekspor perikanan. Tarakan. Universitas Borneo
Tarakan
Faizah, 2015. Makna simbol budaya dalam ritual Iraw
Tengkayu. Tarakan. Universitas Borneo Tarakan.
Haryadi, 2006. Teknologi Pengolahan beras.
Yogyakarta.
Indah Hertatik, 2014. Buku praktis pengembangan.
Laksana. Jogjakarta
Lestari G. 2009. Berkebun Sayuran Hidroponik di
Rumah. Jakarta : Prima Info Sarana.
Muthoar, Ahmad. 2015. Islam Dayak. Dialektika
Identitas Dayak Tidung Pulau Kalimantan.
Semarang: Fatawa Publishing.
Nanang, Martinus. 2012. Sejarah dan Kebudayaan
Tidung di Malinau.
Norisman, 2018. Nilai sosial dalam kumpulan cerita
rakyat tidung bunga rampai cerita lisan tidung
kalimantan utara. Tarakan. Universitas Borneo Tarakan.
Sudaryani, T. 2003. Kualitas Telur. PT Penebar
Swadaya. Jakarta.
80
Biografi penulis
Lukman nul hakim Lahir di kota Banyuwangi
Jawa Timur desa Sumber Kencono pada 16 Agustus
1994, dari pasangan Bapak Morsam dan Ibu
Nihatun. Pernah bersekolah di SDN 1 SUMBER
KENCONO, lalu pindah ke SDN 041 Tarakan saat
naik kelas 5 SD, kemudian melanjutkan ke SMPN 2
Tarakan- SMKN 1 Tarakan dan menyelesaikan
Pendidikan Strata-1 di Universitas Negeri Borneo
Tarakan program studi Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia dan menyelesaikan Pendidikan
Magister pada fakultas Pendidikan Bahasa
Indonesia di Universitas Pendidikan Indonesia
Bandung pada tahun 2023. Saat ini bekerja sebagai
Pemandu Wisata (guide) dan sedang aktif dalam
beberapaorganisasi kepemudaan, dan menjadi salah
satu aktivis kebudayaan dengan beberapa karya
diantaranya, Makna Ukiran Selibit Pada Rumah
Adat Dayak Kenyah di Desa Setulang Kabupaten
Malinau, Analisis simbol dan makna cerita rakyat
suku Bulungan Kalimantan Utara dan aktif
membuat konten dalam sosial Media Youtube.
81
Email : [email protected]
Youtube : Jejak Tebe.
Tedi permadi lahir di Kota Bandung, 24 Juni
1970.Riwayat pekerjaan 2006-2012 Tutor UT
UPBJJ Bandung untuk mata kuliah Bahasa
Indonesia SD dan Penulisan Karya Ilmiah. 2012-
2019 Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra
Indonesia, Fakultas PendidikanBahasa dan Sastra,
Universitas Pendidikan Indonesia.Juga aktif dalam
keorganisasian/kemasyarakatan diantaranya,
sebagai Seksi Litbang Pada Masyarakat Pernaskahan
Nusantara (Manassa) Jawa Barat, Anggota Asosiasi
Pengajar Bahasa Indonesia (APBI) Komisariat UPI,
dan masih banyak lainya.
PRESTASI DAN PENGHARGAAN didapatkan pada
Tahun 2006 Pemuda Pelopor Kota Bandung
bidang Budaya dan Pariwisata. 2013 Dosen
berprestasi terbaik III di Lingkungan FPBS UPI.
Tahun 2013 Guru Budaya atas Kujang sebagai
Senjata Tradisional Sundapada penetapan Warisan
Budaya takbenda Indonesia2013. 2014 Guru
Budaya atas Daluang, Kertas
Tradisional Indonesia dan Kertas Suci Ummat
HinduIndonesia di Kemdikbud RI pada Penetapan
WarisanBudaya takbenda Indonesia 2014.
Email : [email protected]
82
Yunus Abidin, lahir di Kota Cilacap pada Tahun
17 Agustus 1979 . Saat ini menjabat sebagai salah
satu Lektor di Universitas Pendidikan Indonesia
dan aktif mengajar sebagai Dosen Pendidikan
Bahasa Indonesia.
83
Scan Barcode Buku Digital
https://anyflip.com/didgf/otvf/
84