PROGRAM KEAHLIAN
TEKNIK PENGELASAN
Oleh : Andrian Wisnu Bramantiya SMAW
Pembimbing : Dr. H. Hakkun Elmunsyah, ST. MT
SAMBUNGAN T PADA PELAT POSISI 3F DAN 4F
SAMBUNGAN TUMPUL (BUTT) POSISI 3G DAN 4G
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
TUJUAN
PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari topik ini peserta diharapkan mampu :
1. Menjelaskan Posisi Pengelasan
2. Melakukan pengelasan sambungan T pada posisi 3F
3. Melakukan pengelasan sambungan T pada posisi 4F
4. Melakukan pengelasan sambungan tumpul (butt)
kampuh V pada pelat dengan posisi 3G
5. Melakukan pengelasan sambungan tumpul (butt)
kampuh V pada pelat dengan posisi 4G
6. Melakukan Pengujian Hasil Pengelasan secara Visual
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
MENGAMATI
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
MENGAMATI
Hasil Pengelasan 3
1 4
2
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
MENGAMATI
Posisi Pengelasan
12
3
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
MENGAMATI
Posisi Pengelasan
45
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
Aplikasi Posisi Pengelasan
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
Aplikasi Posisi Pengelasan
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
Posisi Pengelasan
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
Posisi Pengelasan
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
Posisi Pengelasan
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
Posisi Pengelasan
1
2
3
Project Based
Learning
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
Melakukan Pengelasan
Sambungan T Posisi 3F
Di dalam pengelasan sambungan T Posisi 3F terdapat 2 cara arah
gerakan pengelasan
12
Vertikal Up (ke atas) Vertikal Down (ke bawah)
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
Melakukan Pengelasan Sambungan T Posisi 3F
1
1. Persiapan
- Bersihkan logam dasar dari kotoran dan minyak
2. Las Catat/Las Ikat (Tack Weld) 2
- Lakukan las ikat pada kedua ujung logam
- Aturlah arus las ikat pada 140-160 A
3. Penyalaan Busur 3
- Pasang logam dasar secara vertikal
- Atur arus las sesuai tebal benda kerja dan
spesifikasi Elektroda yg digunakan
- Jaga kemiringan sudut elektroda agar tetap pada
sudut 450 terhadap kedua sisi logam
- Jaga kemiringan elektroda agar tetap pada sudut
700 – 800 terhadap arah pengelasan
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
Melakukan Pengelasan Sambungan T Posisi 3F
4. Pengelasan Alur 4
- Nyalakan busur kira-kira 10 – 20 mm
diatas/dibawah titik dan putar balik
- Peganglah elektroda sesuai sudut yang ditentukan
- Lakukan pengelasan sambil mempertahankan busur
elektroda tetap menyala
- Gerakkan elektroda sehingga busurnya selalu terletak
di depan terak las 5
5. Mematikan busur las
- Untuk mematikan busur las,
pendekkan busur pelan-pelan
dan matikan busurnya
Busur
elektroda
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
ARAH DAN GERAKAN ELEKTRODA PADA
SAMBUNGAN T POSISI 3F
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
ARAH DAN GERAKAN ELEKTRODA PADA
SAMBUNGAN T POSISI 3F ( SINGLE PASS)
Hasil pengelasan
3F (single Pass)
Simbol Las
Fillet 3F
Arah dan gerakan
elektroda
Sambungan T
Posisi 3F
(single Pass)
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
ARAH DAN GERAKAN ELEKTRODA PADA
SAMBUNGAN T POSISI 3F (MULTI PASS)
Hasil pengelasan
3F (multi Pass)
Simbol Las
Fillet 3F
Arah dan gerakan
elektroda
Sambungan T
Posisi 3F
(multiPass)
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
JOB SHEET
Video Pengelasan Sambungan T
Posisi 3F
Lembar Kerja Pengelasan Sambungan T
Posisi 3F
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
Melakukan Pengelasan
Sambungan T Posisi 4F
Di dalam pengelasan sambungan T Posisi 4F terdapat arah gerakan
pengelasan seperti gambar dibawah
Arah Mundur/tarik
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
Melakukan Pengelasan Sambungan T Posisi 4F
1
1. Persiapan
- Bahan las harus bersih dari bahan-bahan
yang mudah terbakar dan karat
- Pada sambungan sudut cukup di las catat pada
kedua ujung sepanjang penampang sambungan 2
( tebal bahan tersebut )
2. Las Catat/Las Ikat (Tack Weld)
- Bila dilakukan pengelasan sambungan sudut ( T )
pada kedua sisi, maka konstruksi sambungan harus 90
terhadap bidang datarnya. Bila hanya satu sisi saja,
maka sudut perakitannya adalah 3 - 5 menjauhi sisi tegak sambungan, yakni
untuk mengantisipasi tegangan penyusutan / distorsi setelah pengelasan
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
Melakukan Pengelasan Sambungan T Posisi 4F
3. Penyalaan Busur dan Proses Pengelasan 3
- Atur arus las sesuai spesifikasi elektroda 4
- Jaga kemiringan elektroda agar tetap pada sudut 450
terhadap kedua sisi logam
- Jaga kemiringan elektroda agar tetap pada sudut 150
terhadap arah pengelasan
- Nyalakan busur dibagian kiri sambungan bergeser
bergeser dari garis pengelasan, dan mulailah
pengelasan setelah busurnya stabil
5. Mematikan busur las
- Untuk mematikan busur las,
pendekkan busur pelan-pelan
dan matikan busurnya
CATATAN :
Pada sambungan sudut atau T posisi di atas kepala (4F), secara umum tidak dilakukan
ayunan/ gerakan elektroda ( hanya ditarik ) dengan sudut yang sesuai dengan
prosedurnya
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
POSISI BENDA KERJA DAN ELEKTRODA
2
1
3
KETERANGAN :
1. Penempatan Benda Kerja Posisi 4F
2. Posisi Elektroda Pengelasan Pelat Posisi 4F (single Pass)
3. Posisi Elektroda Pengelasan Pelat Posisi 4F (multi Pass)
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
JOB SHEET
Video Pengelasan Sambungan T
Posisi 4F
Lembar Kerja Pengelasan Sambungan T
Posisi 4F
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
Teknik Pengelasan Sambungan
Tumpul (Butt) Posisi 3G
1. Persiapan 1
- Siapkan logam dasar dengan kampuhnya
- Siapkan satu potong logam penahan
bagian belakang
- berikan bevel 30 pada satu sisi penahan
2. Tack Weld 2
- Tempel kedua logam dasar di atas
logam penahan
- Diantara kedua logam dasar berikan
jarak celah sebesar Diameter elektroda
yg akan dipakai
- Lakukan las ikat secara hati-hati
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
3
3. Penyalaan Busur Las
- Atur arus las sesuai spesifikasi elektroda
- Atur posisi elektroda sesuai ketentuan
4. Pengelasan Pertama 4
- Lakukan pengelasan secara vertikal
- Buatlah rigi-rigi yang tipis dan rata
5. Pengisian Kawah Las
- Ulangi mematikan dan menghidupkan
busur pada titik akhir sampai 5
kawah terisi penuh
- Bersihkan bagian logam las secara
keseluruhan dengan sikat kawat
dan palu terak
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
6. Pengelasan Lajur Kedua 6
- Aturlah arus las sesuai spesifikasi elektroda
- Gerakkan elektroda dari tepi ke tepi
dan berhenti sejenak di
masing-masing sisi
- Ayunannya harus selebar rigi2 yg
pertama
- Lakukan ayunan sehingga permukaan
Las bisa rata
- Setelah mengelas, rontokkan terak dan
bersihkan permukannya
7. Pengelasan Alur Kedua dan Alur-Alur Berikutnya
- Atur arus las sesuai spesifikasi elektroda
- Selesaikan lajur-lajurnya 1 mm lebih
rendah dari pada permukaan logam induk 7
- Lakukan ayunan sehingga permukaan
las menjadi rata
- Setelah mengelas,rontokkan terak dan
bersihkan permukaannya
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
8
8. Pengelasan Lajur Terakhir
- Atur arus las sesuai spesifiksi elektroda
- Buat pengelasan lapisan penutup (caping)
Sampai lebar caping kira-kira + 1 sampai 2 mm dari lebar
kampuh
- Setelah pengelasan, rontokkan
terak-terak secara keseluruhan dan
bersihkan permukaannya
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
POSISI BENDA KERJA DAN ELEKTRODA
90
12
0 - 15
KETERANGAN :
1. Penempatan Benda Kerja Posisi 3G
2. Posisi Elektroda Pengelasan Pelat Posisi 3G (single Pass)
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
ARAH DAN GERAKAN ELEKTRODA PENGELASAN
SAMBUNGAN TUMPUL POSISI 3G
jalur 1
atau
jalur 2 dst
capping
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
JOB SHEET
Video Pengelasan Sambungan
Tumpul (Butt) Posisi 3G
Lembar Kerja Pengelasan Sambungan
Tumpul (Butt) Posisi 3G
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
Teknik Pengelasan Sambungan
Tumpul (Butt) Posisi 4G
1. Penempatan Bahan 21
- Posisi 4G posisi di mana bahan
atau bidang yang dilas ditempatkan 60
secara rata atau sejajar dengan 1 (root)
bidang rata/ flat tetapi kampuh las
menghadap ke bawah sehingga
pengelasan dilakukan mengarah ke 2 & 3 (filler)
atas atau kebalikan dengan
posisi di bawah tangan
4 (capping)
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
2
2. Posisi Elektroda
- Adapun posisi elektroda untuk pengelasan pelat pada
sambungan tumpul posisi di atas kepala adalah berkisar antara
70 - 85 terhadap jalur las dan 90 terhadap bidang rata
melintang
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
3
3. Arah dan Gerakan Elektroda serta
Urutan Pengelasan
- Pada pengelasan sambungan tumpul
posisi di atas kepala pada jalur pertama
( root ) dapat digunakan jenis elektroda
low hydrogen dengan gerakan elektroda tanpa diayun atau segi-tiga,
sedang jika menggunakan elektroda jenis cellulose cukup ditarik
tanpa diayun.
- Sedang pada jalur-jalur berikutnya ( filler ) sangat tergantung pada
bentuk jalur pertama. Jika hasil dari pengelasan jalur pertama cukup
lebar dan rata, maka berikutnya dapat ditarik dua jalur saling
bertumpuk, tapi beberapa prosedur ( WPS ) dapat juga diterapkan
bentuk ayunan zig-zag atau ½ C. Sedang pada jalur akhir ( capping )
yang banyak diterapkan adalah tiga atau lebih jalur las saling
bertumpuk ( sangat tegantung pada tebal bahan yang dilas)
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
JOB SHEET
Video Pengelasan Sambungan
Tumpul (Butt) Posisi 4G
Lembar Kerja Pengelasan Sambungan
Tumpul (Butt) Posisi 4G
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
Pemeriksaan Hasil Pengelasan
Setelah mempelajari topik ini, peserta diharapkan
mampu :
1. Menjelaskan macam-macam alat pemeriksa
hasil pengelasan
2. Menerapkan cara-cara pemeriksaan hasil las
secara visual
Project Work
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
1. HI-LO WELDING GAGE
Penggunaan Welding gauge ini
cukup sederhana baik untuk
mengukur ketidak sejajaran
material bagian dalam maupun
tinggi hasil las
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
2. Economy Single Purpose HI-LO
Mengukur ketidak kesejajaran
material sebelum di las. Langkah-
langkah untuk
Mengukur ketidak kesejajaran
material sebelum di las sama
dengan pembacaan HILO
Welding gauge Memeriksa celah
akar sebelum pengelasan
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
3. Adjustable Fillet Weld Gauge
Mengukur panjang Kaki Las
dan Throat Las
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
4. Bridge Cam Gauge
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
4. Bridge Cam Gauge
Welding gauge ini dapat
digunakan untuk mengukur
ketidak sejajaran benda kerja
baik sebelum maupun sesudah
dilakukan pengelasan dan juga
digunakan untuk mengukur
sudut bevel
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
Selain itu juga dapat digunakan
untuk mengukur kedalaman
undercut serta yang tidak kalah
penting Welding gauge tipe ini
juga dapat mengukur ketinggian
manik-manik las
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
5. V-WAC Welding Gauge
Welding gauge ini dapat
digunakan untuk mengukur
undercut pada hasil las selain
itu dapat juga memeriksa
panjang porosity dari hasil
pengelasan
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
6. Automatic Weld Size Gauge
Welding gauge tipe
ini dapat
digunakan untuk
mengukur ukuran
kaki las dari las
fillet, Mengukur
kecembungan dan
kecekungan dari las
fillet
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
6. Automatic Weld Size Gauge
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
6. Automatic Weld Size Gauge
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
Digital Weld Gauge
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN
Weld Fillet Gauge
PROGRAM KEAHLIAN GANDA – TEKNIK PENGELASAN