The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dina andra astutik, 2020-09-29 00:30:04

laju reaksi_clone

e modul

BAHAN
AJAR

DARING

KIMIA KELAS XI
LAJU REAKSI

KEGIATAN BELAJAR 1
HANDOUT KIMIA
LAJU REAKSI

A. Kompetensi Dasar , Indikator Pencapaian Kompetensi dan
. Tujuan Pembelajaran

Kompetensi Dasar Indikator

3.6 Menjelaskan faktor-faktor yang 3.6.1 Menjelaskan tentang laju reaksi
memengaruhi laju reaksi 3.6.2 Menentukan faktor-faktor yang
menggunakan teori tumbukan mempengaruhi laju reaksi.
3.6.3 Menjelaskan teori tumbukan pada
reaksi kimia.
4.6 Menyajikan hasil penelusuran 4.6.1
informasi cara-cara pengaturan dan Membuat peta konsep tentang cara-
penyimpanan bahan untuk cara pengaturan dan penyimpanan
mencegah perubahan fisika dan bahan kimia yang mudah bereaksi
kimia yang tak terkendali untuk mencegah perubahan fisika
dan kimia yang tak terkendali

Tujuan : 1. Setelah guru dan siswa menyimak video pembelajaran dari youtube tentang laju
reaksi , siswa dapat menjelaskan laju reaksi dengan cermat.

2. Setelah guru dan siswa menyimak dan berdiskusi video pembelajaran dari
youtube tentang percobaan laju reaksi, siswa dapat menentukan faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi dengan tepat.

3. Melalui kegiatan literasi dari buku teks dan eksplorasi dari internet,siswa dapat
menjelaskan teori tumbukan pada reaksi kimia dengan benar.

4. Melalui kegiatan literasi dari buku teks dan eksplorasi dari internet , siswa dapat
membuat peta konsep tentang cara-cara pengaturan dan penyimpanan bahan kimia
yang mudah bereaksi untuk mencegah perubahan fisika dan kimia yang tak
terkendali dengan benar.

B. URAIAN MATERI

LAJU REAKSI

A. Pengertian Laju Reaksi

Pernahkah kalian menyimpan buah jeruk di dalam kulkas? buah jeruk manakah yang
lebih tahan lama? buah jeruk yang disimpan dalam suhu ruang atau di dalam kulkas ya?
Contohnya lagi, kenapa pagar besi harus diberi cat? mana yang lebih cepat berkarat?
pagar besi yang sudah dicat atau tidak?
Ternyata, buah jeruk yang disimpan di dalam kulkas akan lebih awet daripada di suhu
ruang. Begitu juga dengan pagar yang sudah dicat. Ternyata, Pagar yang sudah dicat
menghambat terjadinya korosi.

gambar 1. (a) gambar 1. (b)
jeruk busuk yang disimpan suhu ruang jeruk segar yang disimpan di kulkas

(sumber : www. womentalk.com) (sumber : www. womentalk.com)

Peristiwa ini merupakan contoh dari laju reaksi. Karena, kecepatan reaksi pembusukan
jeruk dan korosi besi akan berbeda pada kondisi yang berbeda. Jadi, apa yang dimaksud
dengan laju reaksi?

Laju reaksi adalah besarnya perubahan konsentrasi per satu satuan waktu.

Yang dimaksud dengan konsentrasi disini yaitu :
 Berkurangnya konsentrasi pereaksi per satu satuan waktu.
 Bertambahnya konsentrasi hasil reaksi per satu satuan waktu.

misalkan untuk reaksi : aA --> bB
dimana A adalah pereaksi dan B adalah hasil reaksi/produk
Sehingga laju pereaksi dan laju hasil reaksi/produk dapat dirumuskan dengan :
VA = pengurangan konsentrasi A per satu satuan waktu.

= - ∆[A] = - d[A]
∆t dt

VB = penambahan konsentrasi B per satu satuan waktu.
= + ∆[B] = + d[B]
∆t dt

gambar 2. grafik laju reaksi (sumber : www.siswapedia.com)

Contoh soal
1. Laju reaksi untuk N2(g) + H2(g) --> NH3(g) pada setiap saat dinyatakan sebagai :

a) Penambahan konsentrasi N2(g) per satuan waktu
b) Penambahan H2(g) per satuan waktu
c) pengurangan NH3(g) per satuan waktu
d) penambahan N2(g) dan H2(g) per satuan waktu
e) pengurangan N2(g) dan H2(g) per satuan waktu

Pembahasan :
Pada soal di atas N2(g) dan H2(g) sebagai pereaksi dan NH3(g) sebagai hasil produk.
Jadi laju reaksinya adalah
V= pengurangan konsentrasi N2(g) per satuan waktu

= pengurangan konsentrasi H2(g) per satuan waktu
= penambahan konsentrasi NH3(g) per satuan waktu
Jawaban : e

B. Teori Tumbukan

Dalam proses terjadinya reaksi, ada salah satu teori yang dapat menjelaskan tentang hal
tersebut, namanya teori tumbukan. Menurut teori ini, reaksi kimia dapat terjadi karena
partikel-partikel yang saling bertumbukan.

Kenapa bisa saling bertumbukan ya?
Bagaimana proses terjadinya tumbukan ya?

Tumbukan bisa terjadi kalau ada dua molekul atau lebih dan permukaannya saling
bersentuhan di satu titik.

Satu titik di sini itu merupakan anggapan bentuk molekul bulat seperti bola. Kalian harus
tahu bahwa tidak semua tumbukan akan menghasilkan reaksi kimia. Tumbukan yang
menghasilkan reaksi kimia disebut dengan tumbukan efektif. Energi minimum yang
harus dimiliki oleh partikel reaktan untuk bertumbukan efektif disebut energi aktivasi
(Ea). Supaya bisa terjadi tumbukan yang efektif harus ada orientasi tumbukan molekul
yang tepat. Orientasi itu sendiri merupakan arah atau letak posisi antar molekul yang
bertumbukan

Perhatikan gambar ilustrasi di samping.
Partikel harus dalam orientasi yang tertentu
ketika bertumbukan agar tumbukan yang
terjadi efektif menghasilkan reaksi. Sebagai
contoh, beberapa tumbukan yang mungkin
terjadi antara molekul gas NO dan molekul
gas NO3 dalam reaksi:
NO(g) + NO3(g) → 2NO2(g)

Dari gambar ilustrasi ini, reaksi terjadi ketika
arah tumbukannya tepat.

Agar lebih jelas, kalian dapat menyimak video
animasi tentang video tumbukan. dengan
membuka link berikut.

https://youtu.be/yfKCeFcMxlQ

gambar 3. Ilustrasi arah orientasi dari tumbukan
(Sumber: Silberberg, Martin S. 2009. Chemistry: The
Molecular Nature of Matter and Change (5th edition). New

York: McGraw Hill)

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi antara lain:

1. Konsentrasi Reaktan
Semakin tinggi konsentrasi reaktan, semakin banyak jumlah partikel reaktan yang
bertumbukan, sehingga semakin tinggi frekuensi terjadinya tumbukan dan lajunya
meningkat. Sebagai contoh, dalam reaksi korosi besi di udara, laju reaksi korosi besi
lebih tinggi pada udara yang kelembabannya lebih tinggi (konsentrasi reaktan H2O
tinggi)

perhatikan gambar ilustrasi ini.

Pada larutan encer jumlah partikelnya
merah dan biru lebih sedikit daripada
larutan yang pekat.

Bagaimana peluang partikel merah
bertumbukan dengan partikel biru?

Manakah yang lebih banyak peluangnya
untuk bertumbukan?

Ternyata, semakin banyak jumlah

partikelnya maka semakin banyak pula

gambar 4. ilustrasi partikel zat pada larutan peluang untuk bertumbukan.

Sehingga dapat disimpulkan, semakin tinggi konsentrasi maka semakin besar laju

reaksinya

2. Luas Permukaan
Jika ada pencampuran reaktan yang terdiri dari dua fasa atau lebih, maka
tumbukannya terjadi di bagian permukaan zat. Nah, padatan yang bentuknya serbuk
halus, punya luas permukaan bidang sentuh yang lebih besar kalau dibandingkan
dengan padatan yang berbentuk lempeng atau butiran. Maka, berlaku bahwa semakin
luas permukaan partikelnya, maka frekuensi tumbukan bisa jadi semakin tinggi. Inilah
yang menyebabkan reaksi berlangsung bisa lebih cepat.

Perhatikan gambar ilustrasi ini.

bulatan warna merah dimisalkan ion
hidrogen dan warna hijau adalah logam
magnesium. manakah yang lebih mudah
berinteraksi keduanya? logam ion
magnesium yang belum dipecah atau
sudah dipecah menjadi lebih kecil?

gambar Ternyata ion hidrogen lebih mudah
berinteraksi (frekuensi tumbukannya
5. ilusrasi hubungan luas permukaan dengan laju reaksi lebih banyak) dengan potongan logam
magnesium yang lebih kecil.

Jadi, semakin luas permukaan maka semakin cepat laju reaksinya.
Untuk lebih jelasnya, silakan klik link berikut ya..

https://youtu.be/KmfatC9VBMs

3. Temperatur

Semakin tinggi temperatur maka semakin tinggi energi kinetik dari partikel reaktan,
sehingga frekuensi tumbukan dan energi tumbukan meningkat. Oleh karena itu,
semakin tinggi temperatur, laju reaksi juga semakin cepat. Sebagai contoh, pada jeruk
yang disimpan dalam kulkas akan lebih awet daripada yang di suhu ruang.

Perhatikan gambar berikut.

suhu berkaitan dengan energi kinetik
suatu partikel.

Bagaimanakah energi kinetik pada suhu
rendah dan tinggi? pada suhu apakah
frekuensi tumbukan banyak terjadi?

gambar 6. gambar ilustrasi tumbukan partikel (a) suhu rendah Ternyata, pada suhu rendah energi
(b) suhu tinggi kinetiknya rendah sehingga frekuensi
tumbukannya juga rendah. Begitu juga
sebaliknya sehingga semakin tinggi
energi kinetik semakin besar peluang
terjadinya reaksi.

Jadi, Semakin tinggi temperatur maka semakin cepat laju reaksinya

4. Keberadaan Katalis

Katalis adalah zat yang dapat mempercepat laju reaksi, tanpa terkonsumsi di dalam
reaksi tersebut. Katalis menyediakan alternatif jalur reaksi dengan energi aktivasi
yang lebih rendah dibanding jalur reaksi tanpa katalis sehingga reaksinya menjadi
semakin cepat.

gambar 7. gambar ilustrasi energi aktivasi

Untuk lebih jelasnya, silakan klik link berikut ya..

https://youtu.be/WBsrT11RzcU

CONTOH SOAL

1. Berikut ini yang termasuk faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah …

a. Luas permukaan, Suhu, konsentrasi
b. Jenis Larutan, Volume, Suhu
c. Tekanan,Volume, Luas permuka-aan
d. Katalis,Suhu,Volume
e. Tekanan, Jenis Larutan, Katalis

C. LATIHAN SOAL-SOAL

1. Berikut ini yang termasuk faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah …
a. Luas permukaan, Suhu, konsentrasi
b. Jenis Larutan, Volume, Suhu
c. Tekanan,Volume, Luas permuka-aan
d. Katalis,Suhu,Volume
e. Tekanan, Jenis Larutan, Katalis

2. Teori tumbukkan menyatakan, bahwa reaksi terjadi jika antar partikel saling

bertumbukkan. Akan tetapi h-anya tumbukkan antar partikel yang memiliki energy yang
cukup dan arah yang tetap yang dapat menghas-ilkan reaksi. Hal apa yang menentuk-an
kelajuan reaksi saat tumbukkan:
a. Energi potensial, arah tumbukka-n dan kompleks teraktivasi
b. Frekuensi tumbukkan, energy potensial, dan arah tumbukkan.
c. Arah tumbukkan, frekuensi tum-bukkan, dan energy partikel per-eaksi.
d. Katalis, komplek teraktivasi, dan energy potensial.
e. Frekuensi tumbukkan, arah tum-bukkan, dan energy potensial.
Jawaban: C
3. Bagaimanakah pengaruh suhu terhadap laju reaksi …
a. Semakin tinggi, laju reaksi semakin cepat

b. Semakin rendah, laju reaksi semakin cepat
c. Semakin tinggi, laju reaksi semakin lambat
d. Semakin rendah, tidak ada laju reaksi
e. Tidak mempengaruhi laju reaksi
Jawaban : A
4. Diantara reaksi berikut, reaksi yang berlangsung lebih cepat adalah …
a. Serbuk Al + 0.5 M H2SO4 pada 27 ˚C.
b. Serbuk Al + 2 M H2SO4 pada 27 ˚C.
c. Serbuk Al + 3 M H2SO4 pada 27 ˚C.
d. Serbuk Al + 4 M H2SO4 pada 27 ˚C.
e. Serbuk Al + 5 M H2SO4 pada 27 ˚C.
Jawaban: E
5. Laju reaksi A + B → AB dapat dinyatakan sebagai …
a. penambahan konsentrasi A tiap satuan waktu
b. penambahan konsentrasi B tiap satuan waktu
c. penambahan konsentrasi AB tiap satuan waktu
d. penambahan konsentrasi A dan B tiap satuan waktu
e. penambahan konsentrasi A, B dan AB tiap satuan waktu
Jawaban : C
6

.
gambar 8. soal laju reaksi (www.zenius.com)

Jawaban : jika pada musim kemarau maka suhu nya tinggi. pada suhu tinggi energi
kinetiknya juga tinggi sehingga laju reaksinya cepat (4) dan semakin tinggi konsentrasi
maka laju reaksinya besar(1) .jawaban b

D. RANGKUMAN

Kecepatan suatu reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor suhu, konsentrasi,
luas permukaan, dan katalis. Dengan naiknya suhu, maka energi kinetik akan semakin
tinggi dan tumbukan akan semakin banyak sehingga laju reaksi akan semakin cepat.
Kenaikan konsentrasi pun mempercepat reaksi dimana semakin rapat partikel maka
tumbukan akan semakin banyak. Luas permukaan akan mempermudah terjadinya
tumbukan sehingga semakin luas permukaan zat peraksi semakin cepat reaksi. Katalis
berfungsi menurunkan energi aktivasi. Agar lebih memahami materi laju reaksi silahkan
Anda lihat pada link
https://www.youtube.com/watch?v=4SK4IlQjZZ4&t=86s

E. DAFTAR PUSTAKA

Atep Sujana,2014, Sains Kimia 2 untuk SMA/MA Kelas XI IPA, Bandung : PT. Galaxy Puspa Mega

KEGIATAN BELAJAR 2
HANDOUT KIMIA
LAJU REAKSI

A. Kompetensi Dasar , Indikator Pencapaian Kompetensi dan
Tujuan Pembelajaran

Kompetensi Dasar Indikator

3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju 3.7.1. mengkorelasikan hubungan orde

reaksi berdasarkan data hasil reaksi. reaksi dan persamaan reaksi melalui
penyajian data

4.7Merancang, melakukan, dan 4.7.1 membuat grafik hubungan antara laju
reaksi dengan konsentrasi reaktan
menyimpulkan serta menyajikan hasil berdasarkan data percobaan

percobaan faktor-faktor yang

mempengaruhi laju reaksi dan orde

reaksi

Tujuan : 1. melalui kegiatan berdiskusi tentang tayangan video pembelajaran percobaan laju
reaksi , siswa dapat mengkorelasikan hubungan orde reaksi dengan persamaan
reaksi melalui penyajian data dengan kritis.

2. Melalui kegiatan pengamatan data percobaan, siswa dapat membuat grafik
hubungan antara laju reaksi dengan konsentrasi reaktan dengan tepat

B. URAIAN MATERI

Hukum laju reaksi dan penentuan laju reaksi

A. Molaritas

Masih ingatkah kalian dengan molaritas sewaktu di kelas x?Kita kembali mengingat tentang
molaritas ya......

Karena sebelum belajar tentang persamaan laju reaksi, kita harus paham terlebih dahulu
tentang molaritas.

Molaritas menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam satu liter larutan. Molaritas dirumuskan
sebagai berikut.

M= n mol/L
V

Keterangan : M= kemolaran (mol/L)
n = Jumlah mol zat terlarut (mol)
V = Volum larutan (L)

Selain itu, molaritas dapat dinyatakan dengan :

M = m x 1000
Mr V

Keterangan : M= kemolaran (mol/L)
m = massa zat terlarut
V = Volum larutan (ml)
Mr=massa molekul relatif zat terlarut

Pengenceran :

V1 x M1 = V2 x M2

Keterangan : M1= kemolaran (mol/L) Larutan 1
M2= kemolaran (mol/L) Larutan 2
V1 = Volum (ml) larutan 1
V2 = Volum (ml) larutan 2

M= ρ x 10 % massa
Mr

Keterangan :
M= kemolaran (mol/L) Larutan 1
Mr=massa molekul relatif zat terlarut

Mcamp = V1M1 + V2M2
V1 + V2

Keterangan : M1= kemolaran (mol/L) Larutan 1
M2= kemolaran (mol/L) Larutan 2
Mcamp = molaritas campuran
V1 = Volum (ml) larutan 1
V2 = Volum (ml) larutan 2

Contoh soal :

1. Untuk membuat larutan dari zat padat, diperlukan massa zat dengan jumlah tertentu,

lalu dilarutkan ke dalam aquades sebanyak volume yang diinginkan. Misalnya

membuat larutan KOH 0,05 M (Mr= 56 g/mol) sebanyak 500 ml. Massa KOH yang

diperlukan sebagai berikut.

Jawab :

M = m x 1000

Mr V

0,05 mol/L = m x 1000

56 g/mol 500 ml

m = 0,05 mol/L x56 g/mol x 500 ml

2

= 1,4 gram

2. Sebanyak 100 mL larutan gula 2 M akan dibuat menjadi larutan gula 0,25 M.
Tentukan volume larutan setelah diencerkan dan volume air yang harus ditambahkan!
Jawab :
Pembahasan:
Di soal tertulis bahwa larutan gula 2 M akan dijadikan 0,25 M. Artinya, ada
penambahan air ke dalam larutan tersebut. Dengan rumus pengenceran, volume
larutan setelah diencerkan dirumuskan sebagai berikut.

Dengan demikian, volume air yang harus ditambahkan adalah sebagai berikut.

Jadi, volume larutan gula setelah diencerkan menjadi 800 mL dan volume air yang
harus ditambahkan adalah 700 mL.

3. Terdapat 20 mL larutan HCl pekat dengan massa jenis 1,2 g/mL. Jika kadar HCl
dalam larutan tersebut sebesar 40%, tentukan massa HCl!
Pembahasan:
Sebelum menentukan massa HCl, kalian harus mencari massa larutan HCl dengan
persamaan berikut.

Kemudian, tentukan massa HCl dengan cara berikut.

Jadi, massa HCl tersebut adalah 9,6 gram.

B. Hukum Laju Reaksi dan Orde Reaksi

Untuk reaksi :
aA + bB --> cC + dD
dapat dituliskan persamaan laju reaksinya :

V= k [A]m [B]n

keterangan : V = Laju reaksi
k = Konstanta Laju reaksi
m = orde reaksi zat A
n = orde reaksi zat B
m+n = orde total
dimana m,n ≠ a,b

di mana nilai konstanta laju, k dan nilai m dan n ditentukan berdasarkan eksperimen,
bukan berdasarkan koefisien stoikiometri persamaan reaksi setara. Untuk reaksi tersebut,
dikatakan reaksi orde ke-m terhadap A, orde ke-n terhadap B, dan orde reaksi total sama
dengan m+ n..

Berikut adalah contoh grafik hubungan laju reaksi dengan konsentrasi untuk menentukan
laju reaksi :

gambar 8.
gambar grafik hubungan laju reaksi dan konsentrasi (https://images.app.goo.gl/a7PCCSFtJiuv2szh7)

Konstanta laju reaksi (k) adalah tetapan yang harganya bergantung pada jenis pereaksi,
suhu, dan katalis. Nilai konstanta laju reaksi berbanding terbalik dengan perubahan
waktu. Semakin cepat reaksi berlangsung, maka nilai k semakin besar. Dan nilai
konstanta laju reaksi berbanding lurus dengan perubahan suhu. Semakin tinggi
suhu reaksi, maka nilai k semakin besar.
Kelajuan suatu reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Hal ini dapat dijelaskan
menggunakan teori dan praktik/eksperimen.Secara eksperimen, faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi, terdapat:
Variabel bebas/manipulasi, yaitu variabel yang dapat diubah-ubah dalam eksperimen.
Contoh: ukuran keping pualam (faktor luas permukaan), konsentrasi zat (faktor
konsentrasi).
Variabel terkontrolyaitu variabel yang dibuat tetap dalam seluruh eksperimen. Contoh:
larutan yang diubah-ubah konsentrasinya, walaupun konsentrasinya berubah tetapi jenis
larutannya tetap.
Variabel terikat/responsyaitu variabel yang dihasilkan eksperimen. Contoh: dari
seluruh eksperimen terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dihasilkan
data berupa laju reaksi dan lama reaksi (waktu).

Orde Nol

Ketika satu pereaksi, misal [A] diubah konsentrasinya ternyata tidak mempengaruhi laju
reaksi (besarnya laju reaksi tidak berubah, maka orde reaksi terhadap pereaksi tersebut
bernilai nol.

gambar 9. laju reaksi orde 0 (www. urip.info)

Orde Satu
Ketika satu pereaksi ( misal [A] ) diubah konsentrasinya sehingga laju reaksi juga
berubah berbanding lurus terhadap perubahan konsentrasi pereaksi tersebut, maka orde
reaksi terhadap pereaksi tersebut bernilai satu.

gambar 10. laju reaksi orde 1 (www. urip.info)

Orde dua
Ketika satu pereaksi (misal [A] ) diubah konsentrasinya sehingga laju reaksi meningkat
setara pangkat dua dari laju konsentrasi sebelumnya, maka orde reaksinya adalah 2.

gambar 11. laju reaksi orde 2 (www. urip.info)

contoh :
Pilihlah jawaban yang kamu anggap benar.
1. Pada reaksi A + B → C berlangsung dengan orde total 2, manakah grafik yang

memperlihatkan perubahan hasil kali [A][B] lawan waktu, t? Keterangan [A] =
konsentrasi A, [B] = konsentrasi B.

gambar 12. orde reaksi (www. urip.info)

Jawab
Grafik konsentrasi lawan waktu itu sebenarnya sama dengan grafik konsentrasi lawan
1/v atau boleh dituliskan v = 1/t. Bila v = [A][B] → 1/t = [A][B] . Reaksi berorde 2
jadi grafik yang sesuai adalah grafik A.

2. Suatu percobaan reaksi larutan tertentu dengan asam sangat encer ternyata berorde
satu terhadap asam pada konsentrasi rendah, tetapi berorde nol terhadap asam ketika
asam tersebut konsentrasinya tinggi.
Manakah grafik yang benar sesuai hasil percobaan di tersebut?

gambar 12. orde reaksi (www. urip.info)

Jawab :
Karena terdapat dua orde reaksi maka perlu analisis dua macam bentuk grafik.
 Saat asam konsentrasi rendah reaksi berode satu terhadap asam, grafiknya akan

miring dengan kemiringan positif. Seperti reaksi berode satu pada umumnya,
ketika konsentrasi dinaikkan laju juga akan naik sebanding dengan laju reaksi.
 Saat asam konsentrasi tinggi ternyata berorde nol artinya konsentrasi tidak lagi
mempengaruhi laju reaksi. Artinya perubahan konsentrasi berikutnya laju tidak
berubah.
Jawaban yang tepat adalah C.

C. LATIHAN SOAL-SOAL

1. Diketahui persamaan reaksi A + 3B → 2C + 2D Molaritas B mula-mula 0,9986 M dan
dalam waktu 13,2 menit molaritas B berubah menjadi 0,9746 M. Berapa kecepatan reaksi
rata-rata selama waktu tersebut dalam M per detik.
a. 1,01 x
b. 1,01 x
c. 1,01 x
d. 2,01 x
e. 2,01 x

Jawaban : A

Pembahasan :

Molaritas B berubah selama reaksi berlangsung 13,2 menit dapat dihitung sebagai berikut.
Δ[B] = 0,9746 M – 0,9986 M
= –0,0240 M
Δt = 13,2 menit

2. Berapa molaritas larutan yang terjadi jika 4 gram NaOH dilarutkan ke
dalam air sampai volumenya menjadi 500 mL…

a. 0,1 M

b. 0,2 M

c. 0,3 M

d. 0,4 M

e. 0,5 M

Jawaban : B

Pembahasan

Massa zat terlarut (NaOH) = 4 gram

Mr NaOH = 40

Volume = 500 mL

= 0,2 M (b)

(KIMIA SMA XI. Sri Rahayu Ningsih. Bumi Aksara. 2013, hal: 80)

3. Berdasarkan eksperimen pada reaksi berikut.
H2O2(aq) + 2HI(aq) → 2H2O(l) + I2(aq)

Diketahui bahwa konsentrasi I2 bertambah dari 0 menjadi 0,002 mol/L
dalam waktu 10 sekon. Berapakah laju reaksi pembentukan I2…

a. 1 x 10-3

b. 1 x 10-4

c. 1 x 10-5
d. 2 x 10-3
e. 2 x 10-4
Pembahasan

Jawaban : E

D. RANGKUMAN
 Orde hukum laju reaksi ditentukan dari data percobaan
 Orde reaksi 0 jika laju reaksi nya tidak berpengaruh pada konsentrasi lajunya
 orde reaksi 1 jika laju reaksinya berbanding lurus dengan konsentrasinya

 orde 2 jika laju reaksinya berbang pangkat dua dengan konsentrasinyam [B]n

 Rumus Laju reaksi yaitu : V= k [A]m [B]n

E. DAFTAR PUSTAKA

KIMIA SMA XI. Sri Rahayu Ningsih. Bumi Aksara. 2013,

KEGIATAN BELAJAR 3
HANDOUT KIMIA
LAJU REAKSI

A. Kompetensi Dasar , Indikator Pencapaian Kompetensi dan
Tujuan Pembelajaran

Kompetensi Dasar Indikator

3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan 3.7.2 Menganalisis laju reaksi dan tetapan
laju reaksi berdasarkan data hasil laju reaksi dari data percobaan
reaksi.
4.7.2 membuat video tutorial/dokumentasi
4.7 Merancang, melakukan, dan tentang penerapan laju reaksi
menyimpulkan serta menyajikan hasil
percobaan faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi dan orde
reaksi.

Tujuan Pembelajaran :

1. Melalui kegiatan literasi matematik dengan penyajian data percobaan dan eksplorasi
dari internet,siswa dapat Menganalisis laju reaksi dan tetapan laju reaksi dari data
percobaan dengan teliti.

2. Melalui kegiatan literasi dari buku teks dan eksplorasi dari internet, siswa dapat
membuat video tutorial/dokumentasi tentang penerapan laju reaksi

B. URAIAN MATERI

Penentuan laju reaksi

A. Perhitungan Laju Reaksi dan Orde Reaksi

Pada pertemuan sebelumnya, kalian dikenalkan dengan Hukum laju. Bagaimana
penerapan hukum laju pada data eksperimen? Bagaimana menghitung orde reaksi,
konstanta laju reaksi dan rumus laju dari data percobaan?
Supaya lebih memahami, simak materi berikut ini.
Misalkan ada data percobaan dari reaksi berikut :

Eksperimen Laju reaksi awal (M s-1) [NO2] awal (M) [CO] awal (M)

1 0,005 0,10 0,10

2 0,080 0,40 0,10

3 0,005 0,10 0,20

Berdasarkan data eksperimen reaksi di atas, tentukan:

a) orde reaksi terhadap NO2
b) orde reaksi terhadap CO
c) orde reaksi total
d) konstanta laju
e) laju reaksi ketika [NO2] = 0,40 M dan [CO] = 0,40 M
Jawab:

Pertama, asumsikan bahwa hukum laju dari reaksi ini yaitu:

a) Untuk menghitung nilai x pada [NO2]x, kita perlu membandingkan data eksperimen 1 dan 2,
di mana [NO2] bervariasi namun [CO] konstan.

Diperoleh 16 = (4)x, dengan demikian x = 2. Jadi, orde reaksi terhadap NO2 = 2.
b) Untuk menghitung nilai y pada [CO]y, kita perlu membandingkan data eksperimen 1 dan 3, di

mana [CO] bervariasi namun [NO2] konstan.

Diperoleh 1 = (2)y, dengan demikian y = 0. Jadi, orde reaksi terhadap CO = 0.

c) Hukum laju reaksi ini yaitu . Orde reaksi keseluruhan = x + y = 2 + 0 = 2

d) Untuk menghitung konstanta laju, digunakan salah satu data eksperimen di atas, misalnya

eksperimen 1.

e)

C. LATIHAN SOAL-SOAL

1. Reaksi gas bromin dengan gas nitrogen oksida sesuai dengan persamaan
reaksi :
2NO(g) + Br(g) → 2 NOBr(g)
Berdasarkan hasil dari percobaan diperoleh data sebagai berikut :

Tentukan orde reaksi terhadap NO…
a. X=6
b. X=5
c. X=9
d. X=3
e. X=2
Jawaban : E
pembahasan

2. Dari hasil percobaan reaksi

Diperoleh data sebagai berikut

Tingkat reaksi untuk reaksi diatas adalah…
a. 0
b. Tetap
c. 2.0
d. 2.5
e. 3.0
Jawaban : E
Pembahasan :

D. RANGKUMAN

V= k [A]m [B]n

 Rumus Laju reaksi yaitu : V= k [A]m [B]n
 Dari rumus ini dapat digunakan untuk mencari orde dan tetapan laju reaksi dari

analisis data percobaan

E. DAFTAR PUSTAKA

KIMIA SMA XI. Sri Rahayu Ningsih. Bumi Aksara. 2013,


Click to View FlipBook Version