The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nurulazizah59, 2022-10-24 01:29:34

Bahan Ajar - Zat Aditif

Bahan Ajar - Zat Aditif

BAHAN AJAR IPA KELAS 8 SMP ZAT ADITIF

BAHAN AJAR
Zat Aditif dan Zat Adiktif

Sekolah : SMP Negeri 3 Madiun
Mata Pelajaran : IPA
Sub Materi : Zat Aditif
Kelas/Semester : VIII/1

A. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui diskusi, peserta didik menganalisis zat aditif alami dan buatan pada makanan dengan
benar.
2. Melalui diskusi, peserta didik dapat menyajikan hasil karya terkait zat aditif yang digunakan
dalam makanan dengan benar.

B. Uraian Materi

ZAT ADITIF

Zat aditif adalah bahan kimia yang ditambahkan kedalam makanan yang bertujuan untuk
meningkatkan kualitas makanan, menambah kelezatan, dan mengawetkan makanan Secara
umum, tujuan penambahan zat aditif untuk meningkatkan nilai gizi makanan, memperbaiki
nilai sensori ( bau, dan warna) makanan, dan memperpanjang masa simpan makanan Dengan
tujuan tersebut, penambahan zat aditif dalam makanan dapat bermanfaat, antara lain sebagai
berikut:
1. Membuat makanan menjadi lebih baik
2. Membuat makanan menjadi tahan lama
3. Mempertahankan nilai gizi
4. Memperbaiki penampilan makanan
5. Menghemat biaya produksi

Jenis jenis zat aditif meliputi pewarna, pemanis, pengawet, penyedap rasa dan aroma, serta
penguat rasa. Masing masing jenis zat tersebut ada yang alami dan ada yang buatan. Zat aditif
alami merupakan bahan tambahan makanan yang diperoleh dari alam sedangkan zat aditif
buatan merupakan bahan tambahan makanan yang berasal dari berbagai bahan makanan kimia
dan biasanya dibuat di pabrik.

1. Pewarna
a. Pewarna alami
Pewarna alami merupakan pewarna yang dapat diperoleh dari alam, misalnya dari
tumbuhan dan hewan. Banyak sekali bahan bahan di sekitarmu yang dapat dipakai
sebagai pewarna alami. Pewarna alami mempunyai keunggulan, yaitu umumnya lebih
sehat untuk dikonsumsi daripada pewarna buatan. Namun, pewarna makanan alami
memiliki beberapa kelemahan, yaitu cenderung memberikan rasa dan aroma khas yang

BAHAN AJAR IPA KELAS 8 SMP ZAT ADITIF

tidak diinginkan, warnanya mudah rusak karena pemanasan, warnanya kurang kuat
(pucat) dan macam warnanya terbatas.

Sumber: Dok. Kemdikbud
Gambar 1. Pewarna alami

Tabel 1. Jenis-jenis pewarna alami

Warna Bahan

Ungu Buah murbei, buah anggur

Kuning Kunyit

Oranye Wortel

Hijau Daun suji, daun pandan

Cokelat Kakao

Merah Buah naga, stroberi

Hitam Arang (tidak dianjurkan)

b. Pewarna buatan (sintetis)

Pewarna buatan adalah zat warna yang dihasilkan dari proses sintesis melalui rekayas

kimiawi yang biasanya digunakan di dalam makanan untuk mewarnai makanan. Saat

ini, sebagian besar orang lebih senang menggunakan pewarna buatan untuk membuat

aneka makanan yang berwarna. Bahan pewarna buatan dipilih karena memiliki

beberapa keunggulan dibanding pewarna alami, yaitu harganya murah, praktis dalam

penggunaan, warnanya lebih kuat, variasi warnanya lebih banyak, dan warnanya tidak

rusak karena pemanasan. Penggunaan bahan pewarna buatan untuk makanan harus

melalui pengujian yang ketat untuk kesehatan konsumen. Namun, di masyarakat masih

sering ditemukan penggunaan bahan pewarna buatan yang tidak sesuai dengan

peruntukannya.

Tabel 2. Jenis-jenis pewarna buatan yang dapata

digunakan dalam makanan atau minuman

Warna Bahan

Biru Brilliant Blue FCF

Kuning Tartrazine

Oranye Sunset Yellow FCF

Hijau Fast Green FCF

Merah Allura Red AC

BAHAN AJAR IPA KELAS 8 SMP ZAT ADITIF

Tabel 3. Perbedaan antara pewarna alami dan buatan

Pewarna alami Pewarna buatan

Lebih aman dikonsumsi Kadang-kadang memiliki efek negatif tertentu
Warna yang dihasilkan kurang stabil, Dapat mengembalikan warna asli, kestabilan
mudah berubah oleh pengaruh tingkat wama lebih tinggi, tahan lama, dan dapat
keasaman tertentu melindungi vitamin atau zat-zat makanan lain
yang peka terhadap cahaya selama
Untuk mendapatkan warna yang bagus penyimpanan
diperlukan bahan pewarna dalam jumlah Praktis dan ekonomis
banyak
Keanekaragaman warnanya terbatas Warna yang dihasilkan lebih beraneka ragam
Tingkat keseragaman warna kurang baik Keseragaman warna lebih baik
Kadang-kadang memberi rasa dan aroma Biasanya tidak menghasilkan rasa dan aroma
yang agak mengganggu yang mengganggu

2. Pemanis
Bahan pemanis merupakan bahan yang dapat memperbaiki atau memberi rasa manis pada
makanan dan minuman. Bahan pemanis dibedakan menjadi bahan pemanis alami dan
pemanis sintesis.
a. Pemanis alami
Pemanis alami yang umum dipakai adalah gula pasir, gula kelapa, gula aren, gula lontar,
dan bit. Senyawa yang membuat rasa manis pada gula tersebut adalah sukrosa. Gula
tersebut digunakan sebagai pemanis pada makanan dan minuman sesuai dengan
keperluan. Penggunaan pemanis alami juga perlu mengikuti takaran tertentu.

Gambar 2. Pemanis alami

b. Pemanis buatan
Pemanis buatan mempunyai rasa manis hampir sama atau lebih manis dibandingkan
dengan pemanis alami. Pemanis buatan dibuat melalui reaksi kimia tertentu sehingga
dapat dihasilkan senyawa yang mempunyai rasa manis. Pemanis buatan dibuat dengan
tujuan sebagai pengganti gula alami. Beberapa contoh pemanis buatan adalah siklamat,
aspartam, kalium asesulfam, dan sakarin. Pemanispemanis ini mempunyai tingkat
kemanisan lebih besar dibandingkan dengan gula pasir. Pemanis buatan dapat
digunakan untuk menggantikan pemanis alami bagi orang-orang yang tidak
diperbolehkan mengonsumsi pemanis alami, seperti penderita kencing manis (diabetes
mellitus). Selain itu, pemanis buatan tidak menghasilkan kalori dalam tubuh, sehingga
sering digunakan oleh orang yang diet.

BAHAN AJAR IPA KELAS 8 SMP ZAT ADITIF

Tabel 4. Perbandingan tingkat kemanisan pemanis buatan

No Nama pemanis Tingkat kemanisan Asupan maksimal/kg
dinbandingkan gula berat badan

pasir (sukrosa)

1 Gula pasir (sukrosa) 1 30 - 60 mg

2 Siklamat 30-50 11 mg

3 Aspartam 160 - 200 40 - 50 mg

4 Kalium asesulfam 200 15 mg

5 Sakarin 200 - 500 5 mg

Penggunaan pemanis buatan yang berlebihan dan tidak sesuai dengan jumlah yang
diperbolehkan dapat membahayakan kesehatan. Oleh sebab itu, bila menggunakan
pemanis buatan periksalah aturan pemakaiannya.

3. Pengawet
Bahan pengawet merupakan bahan tambahan yang dapat mencegah atau menghambat
terjadinya kerusakan makanan atau minuman oleh mikroorganisme. Mikroorganisme
tersebut dapat berupa jamur, ragi (khamir) dan bakteri. Pemberian pengawet makanan dapat
memperpanjang masa penyimpanan suatu makanan atau minuman. Bahan pengawet
dibedakan menjadi bahan pengawet alami dan pengawet buatan (sintesis).
Pengawet alami merupakan pengawet yang diperoleh dari tubuhan atau hewan. Pengawet
alami yang sering dipakai dalam masyarakat antara lain kunyit, kluwak, asam, gula, garam,
cuka, dan madu. Pengawet buatan merupakan teknik pengawetan makanan yang dilakukan
dengan menggunakan bahan bahan kimia. Penggunaan pengawet buatan dalam bahan
makanan atau minuman harus tepat, baik jenis maupun dosisnya. Suatu pengawet mungkin
efektif untuk mengawetkan makanan tertentu, tetapi tidak untuk makanan lainnya. Hal ini
karena sifat dari makanan yang berbeda beda dan juga jenis mikroorganisme perusaknya.

Gambar 3. Pengawet alami

4. Penyedap rasa dan aroma serta penguat rasa
Penyedap rasa dan aroma serta penguat rasa merupakan bahan tambahan yang dapat
memberikan atau menambah rasa lezat dan aroma yang sedap pada makanan atau minuman.
a. Penyedap rasa
Penyedap rasa adalah bahan tambahan makanan yang digunakan untuk meningkatkan
cita rasa makanan. Penyedap rasa ada yang diperoleh dari bahan alami maupun
sintetis.

BAHAN AJAR IPA KELAS 8 SMP ZAT ADITIF

Penyedap rasa alami dapat berupa bawang putih, gula, garam dapur, udang, teri atau
ebi, dan kaldu ayam atau sapi. Penyedap rasa sintetis yang sering digunakan adalah
Monosodium glutamat (MSG). MSG dibuat dari fermentasi tetes tebu oleh bakteri
Bakteri membentuk bahan yang dinamakan asam glutamate. Asam glutamat ini
kemudian akan diolah sehingga menjadi Monosodium glutamat (MSG) yang sering
digunakan untuk penguat rasa protein.

b. Bahan penyedap alami
Bahan penyedap alami yang sering digunakan untuk menimbulkan rasa gurih pada
makanan, antara lain santan kelapa, susu sapi, dan kacang kacangan. Selain itu, bahan
penyedap lainnya yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan, antara lain lengkuas,
ketumbar, cabai, kayu manis, dan pala. Tujuan ditambahkannya penyedap adalah
meningkatkan cita rasa makanan, mengembalikan cita rasa makanan yang mungkin
hilang saat pemprosesan dan memberi cita rasa tertentu pada makanan.

c. Pemberi aroma
Pemberi aroma adalah zat yang memberikan aroma tertentu pada makanan.
Penambahan zat pemberi aroma dapat menyebabkan makanan memiliki daya tarik
tersendiri untuk dinikmati. Zat pemberi aroma ada yang bersifat alami dan sintesis. Zat
pemberi aroma yang berasal dari bahan segar atau ekstrak dari bahan alami, misalnya
dari ekstrak buah strawberry, ekstrak buah anggur, minyak atsiri atau vanili disebut
pemberi aroma alami. Pemberi aroma yang merupakan senyawa sintetis, misalnya
amil kaproat (aroma apel) amil asetat (aroma pisang ambon), etil butirat (aroma
nanas), vanilin (aroma vanili), dan metil antranilat (aroma buah anggur) disebut
pemberi aroma sintetis. Selai merupakan salah satu contoh bahan makanan yang
menggunakan zat pemberi aroma.

Gambar 4. Peenyedap alami

BAHAN AJAR IPA KELAS 8 SMP ZAT ADITIF

C. Latihan Soal

1. Monosodium glutamate (MSG) memiliki rasa yang khas dan dapat membuat makanan menjadi
lebih sedap, namun penggunaan MSG harus dibatasi. Bahan campuran yang dapat digunakan
untuk menggantikan MSG adalah ...
A. Garam dan sebuk lada
B. Gula dan asam
C. Garam dan asam
D. Gula dan garam

2. Ikan adalah salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan protein tinggi. Tetapi, ikan
mudah sekali busuk jika tidak segera diolah. Berikut ini cara pengawetan ikan yang tepat adalah

A. Pendinginan, pengalengan, dan penambahan garam
B. Pengeringan, pembekuan, dan penambahan gula
C. Pendinginan, pengasapan, dan penambahan enzim
D. Pengalengan, pengeringan, dan penambahan enzim

3. Berikut ini yang tidak termasuk bahan pewarna alami adalah …
A. Kunyit
B. Kakao
C. Tartrazine
D. Daun suji

4. Pada proses pembuatan kue biasanya ditambahkan soda kue ke dalam adonan. Fungsi dari soda
kue pada proses tersebut adalah …
A. Meningkatkan cita rasa pada roti
B. Menghambat pertumbuhan jamur pada roti
C. Membuat adonan roti mengembang sempurna
D. Membuat adonan menjadi keras dan tidak lembek

5. Di Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat minuman khas yaitu “wedang uwuh”. Minuman ini
menggunakan rempah-rempah sehingga cocok diminum saat cuaca dingin karena dapat
menghangatkan tubuh. Saat diteduh, wedang uwuh berwarna merah yang berasal dari bahan
alami. Bahan alami yang dapat memberikan warna merah adalah …
A. Daun suji
B. Serbuk kunyit
C. Kayu secang
D. Bunga telang

6. Bahan pewarna yang disarankan untuk dipakai dalam produk makanan dan minuman adalah …
A. Pewarna buatan karena pewarna buatan lebih mudah dibeli di toko
B. Pewarna alami karena lebih mudah diperoleh dibandingkan pewarna buatan
C. Pewarna alami karena tidak memiliki efek samping dalam penggunaan dengan skala besar
D. Pewarna buatan karena tidak akan menimbulkan penyakit apapun meski dipakai dalam
jumalah banyak.

BAHAN AJAR IPA KELAS 8 SMP ZAT ADITIF

7. Siska mencoba mengawetkan ikan air tawar menggunakan garam dapur. Pertama ia membuang
isi perut ikan, lalu membelahnya dan melumurkan garam ke seluruh bagian tubuh ikan. Setelah
itu, ikan dijemur di bawah terik matahari, lalu disimpan. Namun, tiga hari kemudian ikan tersebut
mengeluarkan bau busuk. Kemungkinan penyebabnya adalah ...
A. pemberian garam terlalu banyak
B. ikan belum kering ketika disimpan
C. garam dapur bukan merupakan bahan pengawet
D. tidak semua jenis ikan dapat diawetkan menggunakan garam dapur

D. Daftar Pustaka
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs
Kelas VIII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs
Kelas VIII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

BAHAN AJAR IPA KELAS 8 SMP ZAT ADITIF


Click to View FlipBook Version