The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by uulapril30, 2021-04-20 11:00:56

Apresiasi dan Kreasi Sastra Anak

Modul Bahasa Indonesia KB 4

MATERI AJAR
MODUL 1

BAHASA INDONESIA
KEGIATAN BELAJAR 4
APRESIASI DAN KREASI SASTRA ANAK

Disusun Oleh:
Wulandhari Suratno, S.Pd

NIM : 2005721170

PENDIDIKAN PROFESI GURU ANGKATAN 1
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2021

DAFTAR ISI
1. PENDAHULUAN
1.1 Deskripsi Singkat
1.2 Capaian Pembelajaran
2. URAIAN MATERI
2.1 Pengertian Sastra
2.2 Ciri-ciri karya sastra
2.3 Fungsi karya sastra
2.4 Jenis-jenis Sastra
2.5 Pendekatan dalam mengapresiasi sastra anak
2.6 perkembangan kemampuan mengapresiasi sastra anak
2.7 pembelajaran sastra anak di SD
2.8 Tugas
2.9 Forum Diskusi
3. PENUTUP
3.1 Rangkuman
3.2 Tes formatif
DAFTAR PUSTAKA

2

1. PENDAHULUAN
1.1 Deskripsi Singkat

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, sastra merupakan bagian yang melekat
dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Sudiara (2014), menyatakan bahwa kelahiran
karya sastra akan hambar tanpa kehadiran apresiasi dan kritik sastra. Oleh karena itu,
kehadiran puisi dari siswa juga sangat memerlukan adanya sebuah apresiasi dan
kritik. Apresiasi dan kritik ini dilakukan guna menghargai puisi siswa dengan cara
menikmati dan memberikan masukan kepada puisi siswa.

Sastra memiliki peran penting bagi tumbuh kembang anak-anak khususnya
dalam hal komunikasi dan peningkatan perbendaharaan kata-kata. Sehingga
diharapkan jika dikenalkan sastra sedari kecil, kemampuan berbahasa anak akan
meningkat. Disisi lain, kemampuan berbicara dan menulis bisa menjadi modal besar
bagi anak untuk masa depannya.

Untuk itu, di modul saya kali ini ingin mengetengahkan penjelasan tentang
sastra anak, apresiasi sastra, dan beberapa metode dan pendekatan yang bisa
diaplikasikan dalam pembelajaran sastra untuk anak SD.

1.2 Capaian Pembelajaran
Sesuai dengan isi Kurikulum PPG PGSD 2019, Capaian Pembelajaran Mata
Kegiatan (CPMK) ke-2 Pendalaman Materi BidangStudi Bahasa Indonesia untuk
KB-4 adalah menguasai materi apresiasi dan kreasi sastra anak serta penerapannya
dalam pembelajaran di SD.
Berdasarkan capaian pembelajaran di atas, dijabarkan subcapaian pembelajaran
berikut ini:
1. menjelaskan pengertian sastra anak;
2. menjelaskan ciri-ciri karya sastra
3. jenis-jenis sastra anak SD dan contohnya
4. menjelaskan pendekatan dalam mengapresiasi sastra anak;
5. menjelaskan perkembangan kemampuan mengapresiasi sastra anak;
6. merencanakan pembelajaran sastra anak di SD

3

2. URAIAN MATERI
2.1 Pengertian Sastra
Sastra merupakan suatu karya yang berasal dari imaginasi pengarang yang
tidak hanya merupakan kumpulan fakta atau fiksi, tetapi dapat berasal dari
kejadian yang terjadi di dalam dunia nyata. Mengacu kepada pendapat Eagleton,
sastra merupakan sebuah karya tulis dimana bahasa dalam sastra dapat diubah
menjadi bermacam-macam bentuk tetapi masih dapat dimengerti oleh
pembacanya, seperti bahasa formal atau non-formal (Wellek Warren, 1963: 22)
Sedangkan menurut Usman Efendi, “Kesusastraan ialah semua ciptaan
manusia dalam bentuk bahasa lisan maupun tulisan yang dapat menimbulkan
rasa keindahan”. Maka dari sini bisa disimpulkan bahwa sastra ialah media dalam
bentuk tulisan sebagai hasil dari apa yang terpikirkan oleh akal manusia untuk
menyampaikan gagasannya.
Adapun sastra anak pada hakekatnya adalah sastra yang sesuai dengan
dunia dan alam kehidupan anak-anak yang khas milik mereka. Sehingga sastra
anak ini fokus kepada nilai-nilai moral dan nasehat tertentu sebagai pedoman
tingkah laku dalam kehidupan.

2.2 Ciri-ciri karya sastra
Secara umum, berikut adalah ciri-ciri yang dimiliki oleh karya sastra:

a. Isinya dapat menggambarkan akan manusia dengan berbagai bentuk
permasalahnnya.

b. Terdapat tatanan bahasa yang baik dan indah.
c. Cara penyajiannya dapat memberi kesan dan menarik bagi.pembaca

2.3 Fungsi Sastra

Ada beberapa fungsi karya sastra, salah satunya disampaikan oleh Sapardi
Djoko Damono yaitu untuk mengkomunikasikan ide dan menyalurkan pikiran
serta perasaan estetis manusia pembuatnya. Ide itu disampaikan lewat amanat
yang pada umumnya ada dalam sastra.

Selain ide, dalam sastra terdapat juga deskripsi berbagai peristiwa,
gambaran psikologis, dan berbagai dinamika penyelesaian masalah. Hal ini
dapat menjadi sumber pemikiran dan inspirasi bagi pembacanya. Konflik-

4

konflik dan tragedi yang digambarkan dalam karya sastra memberikan
kesadaran pada pembaca bahwa hal itu dapat terjadi dalam kehidupan nyata dan
dialami langsung oleh pembaca. Kesadarannya itu membentuk semacam
kesiapan dalam diri untuk menghadapi kondisi sosial yang terjadi di
masyarakat. Sastra juga berguna bagi para pembacanya sebagai media hiburan.

Berdasarkan fungsinya sastra terbagi menjadi 5 yaitu:

1. Fungsi rekreatif adalah sastra yang memberikan kesenangan atau hiburan
bagi pembaca dan pendengarnya

2. Fungsi didaktfi adalah sastra yang memberikan wawasan pengetahuan bagi
pembaca dan pendengarnya.

3. Fungsi estetis adalah sastra yang mampu memberikan keindahan pembaca
dan pendengar

4. Fungsi moralitas adalah sastra yang memberi para pembaca dan pendengar
pengetahuan tentang moral yang baik dan buruk.

5. Fungsi religius adalah sastra yang menyajikan karya-karya yang berisi
ajaran agama yang menjadi teladan bagi pembaca dan pendengarnya.

2.4 Jenis-jenis sastra anak berdasarkan bentuknya
Seperti halnya karya sastra secara umum, karya sastra anak juga terdapat

bentuk prosa, puisi dan drama. Jenis-jenis sastra tersebut dapat digunakan sebagai
materi pembelalajaran sastra semua jenjang pendidikan. Dari bentuk-bentuk sastra
tersebut, umumnya anak-anak menyenangi hal-hal yang fantastic, pertualangan,
kepemimpian, keberanian, dan peristiwa aneh-aneh.

 Prosa termasuk seni sastra yang didalamnya menggunakan bahasa bebas serta tak
terikat oleh diksi, irama, rima, maupun kemerduan bunyi ataupun kaidah
kesusastraan lainnya. Umumnya prosa dipakai dalam mendeskripsikan fakta
ataupun ide. Jadi, prosa dapat dipakai untuk majalah, novel, surat kabar,
ensiklopedia, dan media lainnya. Adapun pembagian prosa terdiri atas 4 jenis yakni
prosa naratif, deskiptif, eksposisi, serta argumentatif.

5

Contoh prosa:

Layar Terkembang Karya Sutan Takdir Alishahban

Novel ini menceritakan tentang perjuangan perempuan Indonesia untuk mencapai
tujuan mereka. Novel ini adalah novel modern ketika sebagian besar orang Indonesia
masih berpikir keras (1936). Novel ini memperkenalkan banyak perempuan Indonesia
ke pertemuan budaya baru yang mengarah ke pemikiran modern. Hak-hak perempuan,
yang sebagian besar dipromosikan oleh budaya kontemporer dengan perspektif
gender, tercermin dalam banyak novel ini dan merupakan perjuangan yang luas dan
independen. Ini juga memperkenalkan banyak tantangan baru mengenai bentrokan
budaya antara barat dan timur dan masalah agama.

Cerita dimulai dengan tokoh-tokoh saudari dengan nuansa berbeda dari Tuti dan Mary.
Tuti adalah seorang kakak perempuan yang selalu serius dan aktif dalam berbagai
urusan wanita. Dia bahkan aktif memberikan pidato tentang kesetaraan wanita. Pada
saat itu, antusiasme wanita sangat kejam sehingga mereka mulai menuntut kesetaraan
dengan pria. Sejauh ini, Maria adalah saudara perempuan yang ceria dan ceria,
sehingga semua orang yang berada di dekatnya pasti akan menikmati kehadirannya.
Di tengah-tengah dua gadis cantik ini, Yusuf, seorang mahasiswa kedokteran, muncul
pada waktu itu yang lebih dikenal sebagai dokter sekolah menengah. Sejak pertemuan
pertamanya di Akuarium Pasar Ikan, telah ada kontak internal antara Mary dan Joseph,
yang menjadikan keduanyapun saling menjalin sepasang kekasih.

Kemudian, membuat Tuti, melihat ikatan hubungan asmara saudara perempuannya,
sebenarnya juga ingin memiliki kekasih. Terutama setelah dia menerima surat cinta
dari Supomo, seorang pemuda berpendidikan yang baik dan berbudi luhur. Namun,
karena pemuda itu bukan mimpinya, ia meninggalkan cintanya. Sejak itu, hari-harinya
menjadi sangat sibuk dengan kegiatan organisasi dan hasrat untuk membaca buku
sehingga dia lupa beberapa pemikirannya tentang kekasihnya.

Setelah melalui tahap-tahap berkencan, pertemuan keluarga dan kunjungan Joseph,
pertunangan terjadi antara Maria dan Joseph. Namun, sayangnya, tak lama sebelum acara
pernikahan, dimana Maria tengah jatuh merasakan sakit. Penyakitnya yang parah, seperti
 PuiTsiBiCaldaahnbmeadlaardiaenyagnagnmpernoysaer,apnuginsyiad, miuerbaiukaatndiaolteehrpakkastaa dkiaratawaptidliihraunm, adhiksaski,itd. aSnegera
Maria menghela napas. Sebelum meninggal, Mary menyarankan Tuti, kakaknya, untuk
memmiliekniecriimriapJeomsebpahh.aTsuatni tpidaadkatmteanpoiliankddaahn. mUemmuumlani ypaerpteumispiumraanmanptuarma eTnuitmi dbaunlkYaunsuf.
kecenderungaAnksheirsneyoar,atnagk ldamalaamsetemlaehmkpederutaanjayma mkeensikaadhardaannyhaidluepwsaetlabmaahnaysaa. yang
mempunyai irama serta makna khusus. Contoh karya sastra puisi ialah sajak,
pantun, dan balada.

6

Contoh puisi

Indahnya Pantaiku
Gelombang bergulung-gulung
Dari jauh menuju tepi
Ombak datang lalu berdebur
Pecah ombak di bibir pantai
Duduk aku di batu karang
Kesabaran-Nya puas kupandang

 Drama yang termasuk karya sastra yang didalamnya berbahasa bebas dan juga
panjang. Penyajian karya sastra ini dengan berdialog ataupun monolog. Pengertian
drama ada 2 jenis yakni berbentuk naskah dan drama yang dipentaskan.

Contoh drama

Serombongan angin musim kemarau bertiup kencang di tepian Sungai Mesuji.
Mereka menerobos masuk dari semua celah sebuah rumah kayu di tepian sungai.
Faiz segera sibuk mengumpulkan kertas-kertas tugas sekolahnya yang berserakan
di lantai. Ditindihnya kertas-kertas itu dengan sebuah mangkuk kecil berisi nasi
putih. Berkali-kali ia menoleh ke pintu rumah menanti kepulangan umak.

“Sedang apa kau, Iz?”
“Umak dem balek? Dari mane tadek ne? Bak lah balek dari tadek, tapi
Umak idag balek-balek juge.” Faiz tak langsung menjawab pertanyaan ibunya. Ia
malah balik bertanya saat melihat ibunya sudah berada di ambang pintu sambil
menepuk-nepuk debu di ujung celana.

7

“Kau ini, Iz ... ditanya umak, eh ... bukannya menjawab malah bertanya
pula.”

“Iye, maaf, Mak.” Faiz berdiri dan menyambut kiding3 umaknya. “Aku
sedang membuat kliping, Mak. Tugas sekolah. Tadi aku juga minta nasi
sejumput di rumah Bi Eti untuk menempel guntingan koran-koran itu, Mak.”

Umak tak terlalu memerhatikan. Keringat membasahi pakaiannya
sehingga membentuk pola-pola abstrak di beberapa bagian. Setelah
menggantung pakaian yang biasa dipakainya ke ladang, ia segera mendekati
kiding yang diletakkan Faiz di pojok dapur. Wadah nasi dan botol bekas air
dikeluarkan dan diletakkan di tumpukan piring kotor. Kemudian ia
mengeluarkan sebuah kantong hitam besar yang tampak sarat muatan.

Faiz menelisik dengan ekor matanya. Ia juga penasaran dengan isi
kantong hitam yang dibawa Umak. Tak biasanya Umak belanja sebanyak itu.
Tak sabar melihat umaknya yang kesulitan membuka ikatan kantong hitam itu,
Faiz meletakkan penanya dan mendekati perempuan itu.

“Aiii... Mak, alangkah banyaknya Umak belanja? Dapat duit dari mana,
Umak?” Faiz tak percaya melihat isi kantong yang baru berhasil mereka buka.

Ada tiga kilogram beras kualitas super yang berbentuk lonjong sempurna,
putih, dan beraroma wangi. Ada dua liter minyak goreng yang mereknya tertulis
dengan warna mencolok. Padahal selama ini, mereka hanya membeli minyak
goreng curah yang dibungkus kantong plastik biasa dan diikat karet. Ada satu
kotak teh yang selama ini hanya ia lihat iklannya di televisi.

2.5 Pendekatan dalam mengapresiasi sastra anak
1. Pendekatan didaktis
Pendekatan didaktis mengantar pembaca untuk memperoleh berbagai amanat,
petuah, nasihat atau pandangan keagamaan yang sarat dengan nilai-nilai yang
dapat memperkaya kehidupan rohaniah pembaca. Aminuddin (2004:47)
“Pendekatan didaktis adalah suatu pendekatan yang berusaha
menemukaan dan memahami gagasan, tanggapan, evaluatif maupun sikap
pengarang terhadap kehidupan. Gagasan, tanggapan maupun sikap itu
dalam hal ini akan mampu terwujud dalam suatu pandangan etis, filosofis,

8

maupun agamis sehingga akan mampu memperkaya kehidupan rohaniah
pembaca.”

2. Pendekatan analitis
Salah satu pendekatan yang perlu dipahami supaya dalam mengapresiasi sastra
anak semakin baik dan komprehensif adalah Pendekatan Analitis. Pendekatan ini
membimbing guru untuk memahami secara lebih lengkap dibanding pendekatan
emotif dan didaktis. Aminuddin (2004:44) mengungkapkan bahwa:
“Pendekatan analitis merupakan pendekatan yang berupaya membantu
pembaca memahami gagasan, cara pengarang menampilkan gagasan,
sikap pengarang, unsur instrinsik dan hubungan antara elemen itu sehingga
dapat membentuk keselarasan dan kesatuan dalam rangka terbentuknya
totalitas bentuk dan maknanya.”

3. Pendekatan emotif
Pendekatan emotif merupakan pendekatan yang mengarahkan pembaca untuk
mampu menemukan dan menikmati nilai keindahan (estetis) dalam suatu karya
sastra tertentu, baik dari segi bentuk maupun dari segi isi. Kaitannya dengan
pendekatan emotif, Aminuddin (2004:42) mengemukakan bahwa: S8 - 4 Unit 8
“Pendekatan emotif adalah suatu pendekatan yang berusaha menemukan
unsur-unsur yang mengajuk emosi atau perasaan pembaca. Ajukan emosi
itu berhubungan dengan keindahan penyajian bentuk maupun ajukan emosi
yang berhubungan dengan isi atau gagasan yang lucu atau menarik”

4. Pendekatan behavioristik
Pendekatan behavioristik, berdasarkan pendekatan ini proses penguasaan
kemampuan berbahasa sebenarnya dikendalikan dari luar. Ini merupakan akibat
berbagai rangsangan yang diterapkan linngkungan kepada si anak. Bahasa
sebagai wujud prilaku manusia dan merupakan kebiasaan yang harus dipelajari.
Jadi kemampuan berkomunikasi anak melalui bahasa pada prinsipnya sangat
ditentukan oleh stimulus, respons dan peniruan.

9

5. Pendekatan nativisme
Pendekatan nativisme, berdasarkan pendekatan ini dinyatakan bahwa anak
sudah dibekali secara alamiah dengan apa yang disebut LAD (Language
Acquisition Device). LAD sudah diprogramkan untuk mengolah butir-butir tata
bahasa yang dianggap sebagai suatu bagian dari otak. LAD membekali anak
dengan kemampuan alamiah untuk dapat berbahasa. Dengan demikian belajar
berbahasa pada hakikatnya hanya mengisi detail dalam struktur yang sudah ada
secara alamiah.

2.6 Perkembangan kemampuan mengapresiasi sastra anak
Menurut perkembangan anak bahwa pemahaman anak terhadap bahasa

(sastra) disesuaikan dengan perkembangan usia anak. Memasuki usia 4-7 tahun
anak sudah dapat menangkap cerita-cerita yang dikisahkan, meskipun belum
bisa membedakan antara khayalan dn kenyataan. Fantasi mereka masih tinggi,
karena itu, pengajar sastra sulit menuntut mereka menceritakan unsur cerita
secara terperinci dan detail.

Pada usia sekolah dasar (7-12) tahun kemampuan anak sudah
cenderung meningkat, disamping mendengarkan, anak-anak umunya sudah
dapat membaca. Mereka itu dikategorikan pengamat-pengamat yang teliti dan
serius karena pandangan mereka yang realistis terhadap dunia, serta pandangan
mereka yang serius terhadap segala sesuatu yang terjadi di lingkungan
sekelilingnya.

Pada usia 9-10 tahun anak-anak mulai terbuka minatnya,
penglihatannya lebih realistis, analisisnya lebih tajam dan kritis. Segala yang
dibaca ingin diketahui seluk beluknya, sedangkan pada usia 11-12 tahun anak-
anak sudah mulai merasa cukup mempunyai dasar untuk menelaan segala ilmu
pengetahuan dan dengan dorongan jiwa mereka sudah mulai ingin coba-coba
menjelajahi dunia

10

2.7 Pembelajaran sastra anak di SD
Pembelajaran sastra di SD bisa menggunakan berbagai macam metode, diantaranya
adalah:
a) Metode berkisah
Metode bercerita adalah cara bertutur kata dalam penyampaian cerita atau
memberikan penjelasan kepada anak secara lisan, dalam upaya memperkenalkan
atau-pun memberikan keterangan hal baru pada anak (Depdiknas, 2004).

b) Metode peragaan
Prinsip peragaan (visualisasi) dalam pembelajaran mengharuskan bagi setiap
guru dalam menyajikan bahan pelajaran selalu menggunakan alat peraga sebagai
alat bantu. Dengan menggunakan alat peraga dalam pembelajaran diharapkan
pengetahuan, pengertian, tanggapan-tanggapan yang masuk ke dalam jiwa
melalui indera (pendengaran, penglihatan, dan perabaan) dapat menjadi jelas dan
bertahan lama dalam ingatan anak didik. (Ngalimun dkk, 2015)

c) Metode tanya jawab
Metode tanya-jawab ialah penyampaian pelajaran dengan cara guru mengajukan
pertanyaan dan murid menjawab. Dalam metode tanya-jawab terdapat
kelemahan dan kelebihan, sehingga seorang guru benar-benar harus
memperhatikan kesesuaian materi pelajaran dengan metode yang akan
digunakan.

d) Metode penugasan
Pengertian metode penugasan atau metode pemberian tugas adalah cara dalam
proses belajar mengajar dengan jalan memberi tugas kepada siswa.

.

11

2.8 Tugas
Buatlah puisi dengan tema kepahlawanan sebanyak 2 bait!

2.9 Forum diskusi
Perhatikan puisi di bawah ini!

Senja di Isola
Karya T Hartati
Kata Bapak
Senja adalah perpindahan siang ke malam
Kata Emak
Senja adalah waktu terindah di ujung hari
Kata teman
Senja adalah waktu pulang ke rumah
Di hatiku
Senja adalah semua yang terindah
Ketika PR telah selesai dan tugas-tugas sudah usai
Sementara mentari sembunyi sembari burung pulang ke sarang
Tuhanku adakah yang lebih indah dari senja?
Ketika segala karunia-Mu telah tumpah di dadaku
Di bumi isola tercinta

Pertanyaan :
1. Mengapa puisi di atas dapat di golongkan pada jenis karya sastra anak?
2. Apa isi dari puisi di atas?

3. Penutup
3.1 Rangkuman

Sastra anak-anak meliputi semua jenis penulisan kreatif dan imajinatif yang
khusus untuk dibaca dan menghibur anak-anak. Sastra anakberkorelasi dengan dunia
anak-anak dan bahasa yang digunakan sesuaidengan perkembangan intelektual dan
emosional anak yang menempatkan anak-anak sebagai fokusnya. Sastra anak
sebagai sumber pembelajaran bahasa di sekolah dasar terdiri atas berbagai genre,
yaitu: buku bergambar, fiksi realistik, fiksi sejarah, fantasi/fiksi ilmiah, sastra
tradisional, puisi, danbiografi yang difiksikan.

Tujuan pembelajaran sastra anak di sekolah dasar antara lain: memberi
kebahagiaan dan kesenangan, mengembangkan imajinasi, menambah pengetahuan,
mengembangkan berpikir kreatif, mengembangkan karakter, mengembangkan

12

apresiasi sastra,mengembangkan kesadaran bersastra, dan menginterpretasi bacaan
sastra.

Strategi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran sastra anak di
sekolah dasar adalah sebagai berikut; bercerita, berbicara, bercakap- cakap,
mengungkapkan pengalaman, membacakan puisi, mengarang terikat dan bebas,
menulis narasi, deskripsi, eksposisi & argumentasi, menulis berdasarkan
gambar/visual, mendramatisasikan karya sastra.

3.2 Tes Formatif

1. Adapun sastra anak pada hakekatnya adalah sastra yang sesuai dengan dunia dan alam
kehidupan anak-anak yang khas milik mereka. Sehingga sastra anak ini fokus kepada
nilai-nilai …
A. moral
B. fisik
C. agama
D. kebudayaan

2. Sastra yang menyajikan karya-karya yang berisi ajaran agama yang menjadi teladan
bagi pembaca dan pendengarnya, termasuk fungsi dari sastra ….
A. rekreatif
B. didaktif
C. religius
D. estetis

3. Manfaat yang diperoleh dari membaca karya sastra adalah ...
A. Memperoleh kenikmanatan
B. Mendapatkan pelajaran
C. Mendidik nilai-nilai kehidupan
D. Memperoleh kenikmatan, pelajaran, dan mendidik nilai-nilai kehidupan

4. Deklamasi dan membaca cerpen, tergolong jenis membaca...
A. Indah
B. Dalam hati
C. Nyaring
D. Pemahaman

13

5. Jalan-jalan ke pasar baru
Jangan lupa beli celana
Kalau punya teman baru
Jangan lupa teman lama
Puisi di atas berbentuk :
A. Pantun
B. Gurindam
C. Syair
D. Puisi bebas

6. Tujuan memberikan cerita anak/dongeng, tertera di bawah ini,kecuali....
A. Memberikan hiburan
B. Mengembangkan imajinasi
C. Mengembangkan bahasa
D. Mengembangkan keinginan dan kebebasan

7. Yang bukan termasuk metode pembelajaran sastra pada anak SD adalah ….
A. ceramah
B. berkisah
C. Tanya jawab
D. penugasan

8. Sastra yang memberi para pembaca dan pendengar pengetahuan tentang moral yang
baik dan buruk. Termasuk fungsi dari sastra ….
A. estetis
B. moral
C. didaktif
D. rekreatif

9. Di bawah ini terdapat kegiatan apresiasi sastra anak, kecuali...
A. Mendongeng
B. Mengarang puisi
C. Membaca puisi
D. Membaca pengumuman

14

10. Puisi di samping sesuai untuk anak SD karena …. Aksara
A. bahasanya indah dan mudah dipahami Karya Adi Utama
B. menggunakan kata-kata yang sulit di pahami Ajarkan kami wahai guru
C. bahasanya mempunyai arti yang luas Kelak kami akan melangkah
D. bahasanya lucu dan indah Seperti bulan dan matahari
Agar kami tahu kapan tuk padam dan
bersinar
Rahmatilah ilmu kami
Dalam akhlak dan aksara

15

DAFTAR PUSTAKA
Aminuddin. 1988. Pengantar Apresiasi Sastra. Malang: Y.A.3 Malang
Depdiknas, 2004. Pedoman Pembuatan Cerita Anak Taman Kanak-Kanak. Jakarta
Ngalimun, dkk. (2015). Strategi dan Model Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja

Pressindo.
Sudiara, I Nyoman Seloka.Dalam forum kuliah Kritik Sastra pada 26 Agustus 2014 di

Universitas Pendidikan Ganesha
Wellek, Rene and Warren A. 1956. Theory of Literature. A Harvest Book. New York:

Harcourt, Brace and World Inc
https://www.sastrawan.web.id/sastra-untuk-anak-sekolah-dasar/
https://www.berbagaireviews.com/2017/09/ciri-ciri-karya-sastra-dan-fungsi-
karya.html?m=1
http://ajengharyatisaribhspgsd.blogspot.com/2012/10/sastra-anak-danpembelajarannya-
di.html

16


Click to View FlipBook Version