The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Pedoman Nasional Kantin Sehat di Satuan Pendidikan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by miranda, 2025-12-08 19:42:16

Pedoman Nasional Kantin Sehat di Satuan Pendidikan

Pedoman Nasional Kantin Sehat di Satuan Pendidikan

Kementerian Pendidikan Dasar dan MenengahDirektorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini,Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah2025PEDOMAN NASIONALKANTIN SEHATDI SATUAN PENDIDIKAN


PEDOMAN NASIONAL KANTIN SEHAT DI SATUAN PENDIDIKANKementerian Pendidikan Dasar dan MenengahJakarta, 2025 PENGARAH: 1.Gogot Suharwoto (Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah)2.Maulani Mega Hapsari (Direktur SMP, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah)3.Lovely Daisy (Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan)PENANGGUNG JAWAB:1.Ariaty Dano (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah)2.Rr. Weni Kusumaningrum (Kementerian Kesehatan)EDITOR: 1.Airin Roshita (UNICEF)2.Catur Budi Santosa (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah)3.Yuni Zahraini (Kementerian Kesehatan)KONTRIBUTOR: Kelompok Kerja Perbaikan Gizi Masyarakat: Abdul Razak Thaha, Atmarita, Endang L. Achadi, Helda Khusun, Marudut Sitompul, Rina Agustina, TetraFajarwati. Kementerian Kesehatan: Adam Mutaqin, Adhi Sambodo, Agnes Mellisa, Amirul Khoiriyah Tejawati, Evi Nilawaty, Fatcha Nuraliyah, Marlina RullyWahyuningrum, Nanda Indah Permatasari, Putu Krisna Saputra, Tiara Karmila Mahardikni. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah: HarnowoSusanto, Maya Lia Sari Pardosi, Nastiyawati, Nia Nurhasanah, Nurhatimah, Rosfita Rusli. Kementerian Agama: Ade Marmita, Evi Rofiah, Farchan Jayadi,Miftahul Abshor, Papay Supriatna, Zulfakhri Sofyan. Kementerian Dalam Negeri: Endang Triastuti. Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia danKebudayaan: Wahyuni Aristyanti. Badan Pengawas Obat dan Makanan: Eva Yuliana Fitri, Ruki Fanaike. Badan Pangan Nasional: Sri Rebecca Sitorus.Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia: Fathimah S. Sigit, Trini Sudiarti. SEAMEO RECFON: Dwi Nastiti Iswarawanti. PERSAGI: DiditDamayanti, Iskari Ngadiarti. Pergizi Pangan: Ahmad Sulaeman, Khoirul Anwar. Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia: Elvina Karyadi. WHO: FransiscaMardiananingsih. WFP: Tania Barendz. UNICEF: Astrid Citra Padmita, David Colozza, Eriana Asri.PENYUSUN:Purnawati Hustina Rahman, Yayu Mukaromah.LAYOUT: Athifah Putri Rialdi


KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat Rahmat dan Karunia-Nya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dapat menerbitkan PedomanNasional Kantin Sehat di Satuan Pendidikan. Pedoman ini disusun oleh Kemendikdasmen bersama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama dengan dukungan dariUNICEF Indonesia, Tim Pakar Kelompok Kerja Perbaikan Gizi Masyarakat serta Kementerian/Lembaga lainnya yang sangat mendukung dalam mewujudkan kantin sehat disatuan pendidikan. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa salah satu tujuan pendidikan adalahmengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berakhlak mulia, sehat dan berilmu. Oleh karena itu, kesehatan sekolah penting untuk diselenggarakanmelalui pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Kantin sehat di satuan pendidikan merupakan bagian dari pembinaan lingkungan sekolah sehat serta mendukung pendidikan gizi dan penerapan perilaku hidup bersihdan sehat. Kantin sehat di satuan pendidikan tidak hanya menyediakan makanan sehat dan bergizi, tetapi juga perlu memastikan sanitasi dan higiene, keamanan pangan,sarana prasarana, sumber daya manusia dan pengelolaan kantin yang baik. Penyelenggaraan kantin sekolah sehat mendukung implementasi 7 Kebiasaan Anak IndonesiaHebat (7 KAIH) untuk makan sehat dan bergizi, serta sejalan dengan dimensi kesehatan dalam mencetak profil lulusan. Pedoman ini disusun sebagai acuan bagi Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) di tingkat Pusat dan Daerah, Tim Pelaksana UKS/M, pengelolakantin dan warga satuan pendidikan lainnya agar penyelenggaraan kantin di satuan pendidikan dapat dilakukan secara terarah dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pedoman ini memuat informasi tentang konsep kantin sehat di satuan pendidikan, kriteria, langkah-langkah dan pengelolaan kantin termasuk pembagian peran dantanggung jawab masing-masing sektor. Kami berharap, penyelenggaraan kantin sehat di satuan pendidikan dapat mendukung program prioritas Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan tercapainya generasiemas 2045. Kami juga mendorong Tim Pembina UKS/M dan Tim Pelaksana UKS/M di satuan pendidikan untuk berpartisipasi aktif dalam melakukan pendampingan danpembinaan kantin di satuan pendidikan. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh Kementerian/Lembaga, Tim Pakar, Akademisi, Organisasi Profesi, dan MitraPembangunan yang telah berkontribusi dalam penyusunan Pedoman Nasional Kantin Sehat di Satuan Pendidikan. Semoga pedoman ini dapat dimanfaatkan dengansebaik-baiknya dan memberikan manfaat nyata dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan sehat yang pada akhirnya dapat mendukung prestasi belajarpeserta didik.Jakarta, Oktober 2025Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, PendidikanDasar, dan Pendidikan MenengahGogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D.


UCAPAN TERIMAKASIHJakarta, Oktober 2025Tim Penyusun Penyusunan Pedoman Nasional Kantin Sehat di Satuan Pendidikan ini merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian, lembaga,akademisi, organisasi profesi, dan mitra pembangunan. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnyaatas dukungan, masukan, dan kerja sama dari berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan dan penyempurnaanpedoman ini. Ucapan terima kasih kami haturkan khususnya kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Kesehatan,Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri atas arahan, dukungan, dan komitmennya dalam penyusunan PedomanNasional Kantin Sehat di Satuan Pendidikan sebagai upaya penguatan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M).Apresiasi juga kami sampaikan kepada UNICEF sebagai Mitra Pembangunan yang berperan aktif dalam menginisiasi upaya ini,memberikan arahan program, masukan teknis, dan penguatan kebijakan. Selanjutnya kami sampaikan juga terima kasih kepada kementerian dan lembaga lain, para pakar, akademisi, organisasi profesidan mitra pembangunan lain yang turut berkontribusi dan memberikan masukan dan penguatan substansi bagi penyempurnaanPedoman ini: Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Badan Pengawas Obat dan Makanan,Badan Pangan Nasional, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, SEAMEO RECFON, Perhimpunan Dokter GiziMedik Indonesia (PDGMI), Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Pergizi Pangan Indonesia, WHO, dan WFP. Kami berharap pedoman ini dapat menjadi panduan praktis sekaligus inspirasi bagi satuan pendidikan dan seluruh pemangkukepentingan dalam mewujudkan kantin yang sehat, aman, dan mendukung gizi seimbang bagi peserta didik. Semoga kerja samalintas sektor ini membawa manfaat nyata bagi peningkatan kesehatan dan kualitas pendidikan anak-anak Indonesia.


...................................................Makanan Kantin Sehat di Satuan Pendidikan.....................................................................................Pedoman Gizi Seimbang (PGS)...........................................................................................Jenis Makanan Kantin di Satuan Pendidikan......................................Nutrient Profiling Sederhana Untuk Kantin Sehat..............................................................................Panduan Singkat Penyajian Makanan Sehat di Kantin Satuan Pendidikan....................Langkah-Langkah Membaca Kandungan GGL pada Makanan dan Minuman Kemasan..............Keamanan Pangan...............................................................................................Pengelolaan Kantin..............................................................................................Peran dan Tanggung Jawab ..............................................................................................LAMPIRAN..................................................................................................Daftar Isi


Cara Penggunaan PedomanInformasi UmumTim Pembina UKS/MKementerian Kesehatan/DinasKesehatanProvinsi/Kab/Kota/KecamatanKemendikdasmen/Dinas PendidikanProvinsi/Kab/Kota/KecamatanKementerian Agama, KantorKementerian AgamaProvinsi/Kab/Kota/KecamatanKementerian Dalam Negeri, Kantor BiroKesejahteraan Rakyat Provinsi/Kab/KotaKementerian atau Lembaga lain yangrelevan untuk pembinaan kantin sekolahTim PelaksanaUKS/MKepala SekolahGuru PembinaUKS/MKomite SekolahKader KesehatanSekolahOrang Tua Peserta DidikU K SUS1


Sekolah mempengaruhi status gizi anak dan remaja karenasebagian besar waktu anak dan remaja dihabiskan di sekolah.Kantin sekolah memiliki peran krusial pada pola konsumsimakanan anak usia sekolah dan remaja (Driessen et al.,2014)Namun, kondisi kantin di satuan pendidikan belumsemuanya memenuhi standard (sanitasi higiene,infrastruktur, kandungan gizi pada makanan)Lingkungan pangan di satuan pendidikan sering kali \"obesogenik\":Dominasi makanan tinggigula, garam, lemak (GGL)dengan harga murah.Pilihan pangan sehatterbatas di kantin.Pemasaran pangantidak sehat di sekitarsekolah.Aktivitas fisik rendah.2


Belum ada satu panduan yang integratif dan komprehensif mengaturmengenai kantin sehat di satuan pendidikan.PeraturanPemerintah No. 28/2024 Mengatur pembinaan lingkungansekolah sehat dengan kantin aman,bermutu, dan bergizi sebagai saranaprasarana dasar di satuanpendidikan.Mendukung 7 Kebiasaan AnakIndonesia Hebat (KAIH) untukmakan sehat dan bergizi sertamenunjang 8 profil lulusan untukdimensi kesehatanKantin Sehat3


Apa itu Kantin Sehat di Satuan Pendidikan?Kantin sehat di satuan pendidikan adalah sarana di lingkungan satuan pendidikanyang menyediakan makanan dan jajanan bergizi, aman, dan sehat, serta memenuhikriteria penyelenggaraan kantin sehat. Kantin sehat juga berfungsi sebagai salahsatu kegiatan dari pembinaan lingkungan sekolah sehat serta mendukungpendidikan gizi dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehatKantin sekolah berupa ruang tersendiri atau bagian dari ruang lain, berlokasi ditempat yang aman dari potensi pencemaran dan dilengkapi dengan peralatan danperlengkapan kantin sehat sesuai kondisi satuan pendidikan (Permendikbud No. 22Tahun 2023 tentang Standar Sarana Prasarana pada jenjang PAUD DIKDASMEN).4


Memiliki kebijakan dan komitmen tertulis.Menyediakan makanan dan minuman yang bergiziseimbang, aman, bersih dan halal.Kriteria Kantin Sehat di Satuan PendidikanMemiliki penanggungjawab dan tim pengelola kantin.Menyediakan sarana prasarana yang dapatmendukung kantin.Memperhatikan sanitasi dan higiene.Memperhatikan keamanan pangan.Melakukan pengelolaan kantin (edukasi, koordinasi,perencanaan, penganggaran, peningkatan kapasitas,promosi, pemantauan dan evaluasi).5


AMANHALAL BERSIHBERGIZISEIMBANGPeserta Didik GuruPengelolaKantinWarga sekolah/madrasah lainnyaKomitmen Kebijakan Sarana dan Prasarana Tata KelolaTIM PEMBINA UKS/MTIM PELAKSANA UKS/MKantin Sekolah SehatLingkungan SekolahKonsep Kantin Sehat di Satuan Pendidikan1.Bergizi seimbang mengacu pada pola makansehari-hari yang mengandung berbagai zat gizipenting dalam jumlah yang sesuai, dandisesuaikan dengan kebutuhan tubuh untukpertumbuhan, perkembangan, dan kesehatanyang optimal.2.Aman artinya terhindar dari cemaran biologis,kimia dan fisik.3.Bersih artinya memperhatikan kebersihanlingkungan dan individu.4.Halal artinya semua produk yang dijual dikantin halal dan mengikuti ketentuan kantinhalal.Konsep Kantin Sehat6Kantin Sehat


PROGRAM MBGMerupakan program prioritasnasional dan langkah strategisdalam mempersiapkan generasiunggul menuju visi IndonesiaEmas 2045 Mendukung Pemenuhan gizi Peserta DidikCegah stunting, tingkatkan konsentrasi & kehadiran sekolah,dan mendukung penguatan pendidikan karakterUntuk mendukung tujuan tersebut, perlukerjasama berbagai pihak, termasuk menciptakanlingkungan sekolah yang mendukung. Kantinsatuan pendidikan yang sehat dapat mendukungpeningkatan akses terhadap makanan bergizi.Menyediakan makanan yang sehat dan bergizi,membatasi dan tidak menyediakan makananyang kurang direkomendasikanMengatur jam buka kantin sekolah agar tidakberbenturan dengan waktu pemberian MBGMenjadikan kantin sehat sebagai sarana edukasigizi berkelanjutan, sekaligus membiasakan siswamemilih makanan sehat setiap hariMemberikan edukasi dan pendampingankepada pedagang makanan di sekitar sekolahuntuk menyediakan jajanan alternatif yang sehatdan bergizi7


Persiapan PelaksanaanKoordinasiPendataanPerencanaan danpenganggaranPenyusunan daftarmenuKomitmen dan kontrakkerjasamaSosialisasi dan orientasiImplementasiPromosi kantinPembinaanPemantauan danEvaluasiPemantauanEvaluasiSertifikasiPendokumentasianpraktik baikUmpan balikKeberadaan kantin sekolahSatuan pendidikan yang tidakmemiliki kantin fokus padakoordinasi dengan Tim PembinaUKS/M untuk sosialisasi, edukasi,serta pembinaan pada penjualmakanan di sekitar sekolah.Satuan pendidikan yang sudahmemiliki kantin namun belummemenuhi kriteria fokus padapeningkatan kualitas persiapan,pelaksanaan, pemantauan danevaluasi kantin.Satuan pendidikan yang sudahmemiliki kantin dan sudahmemenuhi kriteria fokus padapemenuhan sertifikasi kantin danpendokumentasian praktik baik.8


Kepala sekolah melakukan identifikasi kebutuhan kantin dansumber dayaKepala sekolah melakukan koordinasi dengan Tim PembinaUKS/MKepala sekolah menerbitkan kebijakan kantin sehat danmenunjuk pengelola kantin Kepala sekolah dan pengelola kantin melakukan perencanaandan penganggaran kantinKepala sekolah dan pengelola kantin menyiapkan infrastruktur,daftar menu dan kontrak kerjasama dengan penjual Kepala sekolah dan pengelola kantin mendapatkan orientasikantin sehat dari Tim Pembina UKS/MPengelola kantin melakukan promosi, edukasi, sosialisasi kantinsehat kepada seluruh warga sekolahPengelola kantin melakukan pembinaan, pemantauan, danevaluasi kantinTidak memiliki kantin Memiliki kantin tetapi belummemenuhi kriteria kantin sehatMemiliki kantin dan sudahmemenuhi kriteria kantin sehatKepala sekolah dan pengelola kantin melakukananalisis situasi kantin sekolahKepala sekolah melakukan koordinasi denganTim Pembina UKS/M untuk penguatan kantinsekolahKepala sekolah dan pengelola kantin melakukanupaya perbaikan kantinKepala Sekolah dan pengelola kantinmendapatkan orientasi kantin sehat dari TimPembina UKS/MPengelola kantin melakukan promosi, edukasi,sosialisasi kantin sehat kepada seluruh wargasekolahPengelola kantin melakukan pembinaan,pemantauan, dan evaluasi kantinPengelola kantin melakukan promosi,edukasi, sosialisasi kantin sehat kepadaseluruh warga sekolahPengelola kantin melakukan pembinaan,pemantauan, dan evaluasi kantinPengelola kantin melakukan sertifikasikantinPengelola kantin melakukan pembinaan,pemantauan, dan evaluasi kantinAlur Penyelenggaraan Kantin di Satuan Pendidikan9


Jenis KetentuanBangunan Lantai, dinding, langit-langit kantin, pintu, jendela, dan lubang angin/ventilasi dalam keadaanbersih, kuat, dan aman.Air Sumber air yang bersih, layak, dan cukup tersedia di kantin termasuk air minum yang bersih.Fasilitas Sanitasi Tersedia bak cuci piring dengan air mengalir dan alat pembersih yang baik dan terawat,tersedia saluran pembuangan, tempat cuci tangan, dan tempat sampah tertutup.Tempat pengolahan Tempat pengolahan tertutup, terpisah dari tempat penyajian, bersih, terdapat penerangan yangcukup, dan luasnya sesuai dengan jumlah pengolah makanan.Tempat penyajian Tempat penyajian selalu dalam keadaan bersih, tertutup, dan terpisah untuk masing-masingjenis makanan.Tempat penyimpananTempat penyimpanan dapat mencakup kulkas atau showcase jika diperlukan. Bahan baku,bahan jadi, dan peralatan disimpan terpisah, dalam keadaan bersih, menjauhkan bahanberbahaya, serta disimpan sesuai suhu yang dianjurkan.Tempat makan Meja dan kursi dalam jumlah cukup dan mudah dibersihkan.Lokasi kantin Tidak bersebelahan atau bersinggungan langsung dengan toilet, berjarak minimal 20 meter dariTPS (Tempat Pengumpulan Sampah Sementara).Sarana Prasarana10


Makanan dan minuman yangdisediakan di kantin satuanpendidikan adalah yang mengacupada: Kebutuhan gizi anak sekolahPedoman Gizi SeimbangStandar keamanan panganAnak sekolah memerlukan energisebesar 1650 kkal - 2100 kkal.Berikut ini merupakan anjuran porsimakan anak sekolah untuk setiapkelompok pangan dalam sehari.Keterangan: L= Laki-laki P=PerempuanKebutuhan Kalori dan Anjuran Porsi Makan Sehari Anak SekolahMakanan dan minuman yangdijual di kantin sekolah dapatmemenuhi 5-30% kebutuhanenergi anak dalam sehari11


Estimasi Ukuran Porsi1 porsi karbohidrat= 1 kepalan tanganSumber: Gibson et al. (2016); Shinozaki et al. (2025) 12


Pedoman Gizi Seimbang (PGS)Panduan “Isi Piringku”SumberSeratSayuranDari Satu PiringSumberKarbohidratMakananPokokDari Satu PiringMakanan PokokSumber karbohidrat antara lain: beras, kentang,singkong, ubi jalar, jagung, talas, sagu, sukun. Sebagai “Zat Tenaga” yang menyediakan tenagauntuk beraktivitasLauk PaukSumber protein antara lain: Ikan, telur, unggas,daging, susu dan kacang-kacangan serta hasilolahannya (tahu dan tempe).Sebagai “Zat Pembangun” untuk membantupertumbuhan serta sumber tenaga tambahanbagi tubuh.Sayur dan BuahSebagai “Zat Pengatur” yang mengandungvitamin, mineral, dan serat untuk menjagaimunitas dan mengatur proses metabolisme didalam tubuh. 13


GULA GARAM LEMAK4 sendok makan/orang/hari(50 gram)setara dengan200 kkal1 sendok teh/orang/hari(5 gram)setara dengan2000 mg natrium5 sendok makan/orang/hari(67 gram)setara dengan703 kkalPedoman Gizi Seimbang (PGS)Anjuran Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL)per HariNote: Anjuran konsumsi GGL meliputi seluruh asupan darimakanan/minuman, baik yang ditambahkan maupun yang terkandungsecara alami atau dalam makanan olahan dan kemasan.Bahaya terlalu banyak konsumsiGula, Garam, dan LemakKelebihanberatbadanTekanandarahtinggiPenyakitjantung DiabetesScan barcode berikutuntuk informasi lebihlengkap tentangPedoman Gizi Seimbang14


Kandungan GGL Beberapa Jenis MakananMie instan rebus (1 porsi)Energi: ±350 kkalLemak: ±14 gGula: ±7 gGaram: ±3 gNatrium: ±1.200 mgEs teh manis (1 gelas, 200 ml)Energi: ±90 kkalGula: ±20 gLemak: 0 gGaram: ±0.1 gNatrium: ±5 mgKeripik kentang kemasan(1 bungkus kecil, 30 g)Energi: ±160 kkalLemak: ±10 gGula: ±1 gGaram: ±1 gNatrium: ±350 mgMinuman berperisa dalamkemasan (1 botol 250 ml)Energi: ±110 kkalGula: ±24 gLemak: 0 gGaram: ±0.1 gNatrium: ±40 mgSosis goreng (1 batang)Energi: ±120 kkalLemak: ±10 gGula: ±1 gGaram: ±1 gNatrium: ±400 mgGorengan (1 buah, ±50 g)Energi: ±120–150 kkalLemak: ±8–10 gGula: ±1 gGaram: ±0.8Natrium: ±200–250 mg15


Ultra Processed Food (UPF): Kenali dan Kurangi KonsumsinyaUPF adalahmakanan/minuman hasilolahan industri yangmengandung banyak bahantambahan, rendah gizi,tinggi gula, garam, danlemak jenuh.Dampak Terhadap KesehatanRisiko obesitas & diabetesGangguan metabolismeKesehatan jantung menurunTips Mengurangi UPFPilih makanan segar & minimprosesCek label giziBatasi camilan kemasanContoh UPF:Makanan ringandan manisMinuman bersoda,minuman kemasanmanis, minumanberenergiMakanan siap saji/ cepat saji16


Makanan Utama Jajanan/CemilanMakanan sepinggan Menu nasi Cemilan basah/keringtidak berkemasanMakanankemasanMinumanHidangan utamayang disajikan dalamsatu piring/one dishmeal dengan sumberkarbohidrat, protein,dan sayuran untukmemenuhikebutuhan giziHidangan utamadengan nasi sebagaimakanan pokok dandisertai dengan laukpauk dan sayurMakanan siap sajiyang dikonsumsidiantara waktumakan utamasebagai selingan dandiolah menggunakanmetode sederhanaatau produk industrirumah tanggaMakanan olahanproduksi industriyang dikemasdan terdapatlabel panganCairan yang amandikonsumsi berupaminuman kemasanmaupun minumanyang disiapkansendiri oleh penjualmakanan 17


Makanan dan Minuman yangDianjurkanMakanan dan Minuman yangDibatasi Makanan dan Minuman yangTidak Boleh TersediaKategori Makanan dan Minuman Kantin Sehatdi Satuan PendidikanDianjurkan sebagai pilihanmakanan utamaMemiliki kandungan gula,garam, dan lemak rendahMerupakan makananalami atau diolah sendiri(bukan makanan olahanindustri besar)Merupakan makanan lokalatau khas wilayahMemiliki kandungangula, garam, dan lemakyang lebih tinggi darikategori makanan yangdianjurkanMakanan kemasan danolahan industriMakanan dan minuman yangmemiliki kandungan gula,garam, dan lemak sangattinggiMakanan dengan nilai gizi nol18


No Kategori produk Batasan Gula Garam Lemak Kategori Dianjurkan, Dibatasi, atauTidak Boleh Tersedia1 Air mineral Tidak ada batasan gula garam lemak Dianjurkan2 Buah segar Tidak ada batasan gula garam lemak Dianjurkan3Sayur segar atau rebus, sepertilalapan, sayur bening, sup sayuran Tidak ada batasan gula garam lemak Dianjurkan4Telur rebus, tahu, tempe, ikanlokal Tidak ada batasan gula garam lemak Dianjurkan5 Ubi, singkong, jagung kukus Tidak ada batasan gula garam lemak DianjurkanNutrient Profiling Sederhana untuk Kantin Sehat19


No Kategori produk Batasan Gula Garam Lemak Kategori Dianjurkan, Dibatasi, atau Tidak Boleh Tersedia6 Minuman kemasan Gula maksimum setengah sendokmakan atau 5g per 100mlDibatasi (jika gula kurang dari 5g per 100ml).Tidak boleh tersedia (jika gula lebih dari 5g per 100ml).7Minumanbubuk/serbukGula maksimum setengah sendokmakan atau 5g per 100ml (setelahdiseduh)Dibatasi (jika gula kurang dari 5g per 100ml).Tidak boleh tersedia (jika gula lebih dari 5g per 100ml).8Teh manis seduhsendiriGula maksimum 1 sendok makanatau 10g per gelasDibatasi (jika gula kurang dari 1 sendok makan per gelas).Tidak boleh tersedia (jika gula kurang dari 1 sendok makan pergelas).9 Susu UHT Gula maksimum 1 sendok makanatau 10g per 200mlDianjurkan (jika susu plain/ tanpa perisa).Dibatasi (jika berperisa, dengan gula kurang dari 10g per 200ml).Tidak boleh tersedia (jika gula lebih dari 10g per 200 ml)10Makanan ringankemasan termasukkeripik, kacang, atausnack berbumbu gurihNatrium maksimum 200mg per100g.Lemak maksimum 1,5 sendokmakan atau 15g per 100g.Dibatasi (jika sesuai, dibatasi jumlahnya yang dijual).Tidak boleh tersedia (jika sangat asin atau sangat berminyak).Nutrient Profiling Sederhana untuk Kantin Sehat20


No Kategori produk Batasan Gula Garam Lemak Kategori Dianjurkan, Dibatasi, atau Tidak Boleh Tersedia11 Biskuit atau wafer Gula maksimum 2 sendok makan atau20g per 100gDibatasi (jika gula kurang dari 20g per 100g, dibatasi palingbanyak 1 bungkus per anak per hari).Tidak boleh tersedia (jika gula lebih dari 20g per 100g).12 Kue basah atau kuetradisionalGula maksimum 1 sendok makan atau10g per 100g.Lemak maksimum 1,5 sendok makanatau 15g per 100g.Dibatasi (jika sesuai, dibatasi frekuensi maksimal 2 haridalam seminggu).Tidak boleh tersedia (jika sangat manis atau sangatberminyak).13Gorengan sepertipisang goreng dan tahuisiLemak maksimum 2 sendok makanatau 20g per 100gDibatasi (jika sesuai dan menggunakan minyak baru,dibatasi frekuensi maksimal 2 hari dalam seminggu).Tidak boleh tersedia (jika terlalu berminyak ataumenggunakan minyak bekas).14 Mie instantTidak boleh tersedia (karena kandungan natrium dan lemaksangat tinggi, natrium melebihi 500mg per 100 g).15 Permen atau cokelatTidak boleh tersedia (karena merupakan produk dengannilai gizi nol, kandungan gula sangat tinggi melebihi 20gper 100 g).Nutrient Profiling Sederhana untuk Kantin Sehat21


Nutrient Profiling Sederhana untukKantin Sehat Dianjurkan DibatasiTidakDiperbolehkan22 Gula: 12 g


Jenis makanan dari kategori Dianjurkan memenuhi 75% dari totalmakanan yang disediakan di kantin satuan pendidikan,diperbolehkan menyediakan 25% makanan dari kategori Dibatasi.Panduan Singkat Penyajian Makanan Sehatdi Kantin Satuan PendidikanBuah segar disimpan di showcasedengan suhu minimal 4° celciusPerlu ada pengawasan makananyang lebih dari 2 jam agarmencegah kasus keracunanMakanan yang panas tidakbisa langsung dibungkusKemasan makanan harusmeminimalisir sampah plastikdan sterofoam23


Panduan Singkat Penyajian Makanan Sehatdi Kantin Satuan PendidikanTinjau metode pengolahan makananuntuk memaksimal kandungan gizimakanan.Tetapkan harga yang sesuai yaitumemberikan keuntungan bagi penjualdan sesuai dengan kemampuanpeserta didik.Lakukan evaluasi dan modifikasimenu sesuai dengan tingkatkepuasan, saran, dan masukan darikonsumen.Tonjolkan makanan yang dianjurkan, dantampilkan menu yang dibatasi secukupnya24 DianjurkanDibatasi


*Persen AKG berdasarkan kebutuhan energi 2150 kkal.Kebutuhan energi anda mungkin lebih tinggi atau lebihrendah.GulaCek \"Total Gula\" atau \"Gula Tambahan\"Pilih produk dengan kadar gula rendah (hindari>10% AKG per saji).Garam (Natrium)Cek kandungan NatriumPilih produk dengan natrium rendah (≤140 mg persaji lebih baik).LemakPerhatikan Lemak Jenuh & TransPilih produk dengan lemak jenuh/trans rendah,hindari bila tinggi.Langkah-Langkah Membaca Informasi GGLpada Makanan dan Minuman Kemasan25


Keamanan PanganKeamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangandari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu,merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan denganagama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.Aman dari Cemaran FisikPangan tidak mengandung benda fisikseperti rambut, pangan tidak dibungkusdengan pembungkus yang distapler.Aman dari Cemaran BiologisPangan terlihat bersih, pangantidak basi, kemasan pangan tidakrusak, es batu yang digunakanaman.Aman dari Cemaran KimiaPangan tidak menggunakan BahanTambahan Pangan (BTP) berlebih,tidak mengandung bahan berbahaya(formalin, boraks, pewarna tekstil).26


Keamanan PanganPastikan pangan yang dikonsumsi aman dengan menerapkan:5 KUNCI KEAMANAN PANGANJagalahkebersihanPisahkan makananmatang dan mentahJaga panganpada suhu amanGunakan air dan bahanbaku yang sesuaiScan barcode berikutuntuk informasi lebihlengkap tentangkeamanan pangan27


Kenali pangan yang aman dari cemaran biologis,kimia dan fisik.Beli pangan yang aman dengan cara membelidari penjual yang sehat dan bersih, membeli ditempat yang bersih, memilih pangan yang telahdimasak dengan baik, membeli pangan yangdipajang, disimpan dan disajikan dengan baik,mengonsumsi pangan dengan benar, memeriksapangan aman dari cemaran fisik.Baca label dengan seksama dengan cara CEKKLIK.Jaga kebersihan dengan mencuci tangan,membuang sampah dan menjaga kebersihanlingkungan.Catat/laporkan apa yang ditemukan melaluiBPOM mobile dengan scan barcode berikut.Keamanan Pangan 28


KEMASAN LABEL IZIN EDAR KEDALUWARSAKeamanan PanganPastikan kemasandalam kondisi baikBaca informasi padalabel dengan saksamaPastikan memiliki izin edar BPOM RI MD/BPOM RIPastikan belum melewatitanggal kedaluwarsa29


Higiene Menekankan pada kebersihanpersonal penjual danpenjamah makanan, sepertimemotong kuku, mencucitangan, menyikat gigi, danmembersihkan rambut.Sanitasi Menekankan pada kebersihanlingkungan, sepertimembuang sampah,membersihkan lantai, danmenghindari genangan air.Higiene dan sanitasi sangatpenting sebagai langkah awaldalam mencegah penyebaranpenyakit dan menjagakesehatan kantin di satuanpendidikan.Higiene & SanitasiGunakan hairnet yang menutupirambut dengan benarGunakan masker dengan benarmenutupi hidung dan mulutGunakan pakaian khusus bekerja(pakaian bersih dan dicuci setiap hari)Gunakan celemek khusus untuk areakerja (ganti jika kotor dan rusak)Gunakan sarung tangan (ganti jikarobek). Sebelum menggunakansarung tangan pastikan mencucitangan terlebih dahuluGunakan alas kaki yang sesuaiScan barcode berikut untukinformasi lebih lengkap tentanghigiene sanitasi kantin30


Peningkatan kapasitas Tim Pembina dan pelaksana UKSpenjamah makanan, guru dan peserta didikPembinaan kantin melalui sosialisasi, edukasi, promharga serta sertifikasiPengelolaan KantinPemantauan dan evaluasi31


Orientasi, Edukasi dan Sosialisasi32


Promosi dan KemitraanPromosi hanya untuk makanan/minuman yang dianjurkandisediakan melalui papan menu, poster, majalah dinding, ataumedia sosial satuan pendidikan33Pengelolaan kantin dapat bermitra dengan dunia usaha/ swastamisalnya untuk penyediaan infrastruktur, peningkatan kapasitaspengelola, atau edukasi bagi peserta didik dan warga sekolah.Kemitraan tidak boleh melibatkan sponsor dari perusahaan rokokmaupun pihak yang mempromosikan konsumsi tinggi gula, garam,dan lemak.


Sertifikasi Kantin1.Sertifikat kantin sehat dan laik higiene melalui pemberian labelpengawasan dan pembinaan merupakan tanda/bukti sepertistiker/label yang dikeluarkan oleh Dinas KesehatanKabupaten/Kota atau KKP.2.Piagam Bintang Keamanan Pangan (PBKP) didapatkan olehsatuan pendidikan yang kantinnya telah memiliki sertifikat laikhigiene dan pengelola kantin mengikuti pelatihan PBKP sertamenerapakan materi pelatihan. 3.Sertifikasi halal merupakan upaya untuk memastikan kantinmemenuhi persyaratan halal. Persyaratan umum meliputimakanan dan minuman yang disajikan di kantin harus halal, saranadan prasarana termasuk lokasi dan tempat kantin harus sesuaiketentuan halal. Sedangkan persyaratan khusus kantin halalmeliputi sumber daya manusia, komitmen, dan persyaratanadministratif lainnya. Informasi dan tata cara sertifikasi kantin halaldapat dilihat melalui link berikut :34


Pemantauan kantin merupakan serangkaian kegiatanyang dilakukan untuk mengumpulkan dan menganalisisdata secara rutin terhadap pelaksanaan kantin.Evaluasi kantin merupakan proses penilaian yangsistematis untuk melihat pelaksanaan dan pengelolaankantin, termasuk mengetahui permasalahan, solusi, danrekomendasi rencana perbaikan.Pemantauan dan evaluasi meliputi jenis makanan yangdijual di kantin, keamanan pangan, sanitasi dan higiene,sarana prasarana dan pengelolaan kantin.Pemantauan dan evaluasi dilaksanakan secara rutin danberjenjang minimal 3 bulan sekali oleh Tim PembinaUKS/M dan 1 bulan sekali oleh Tim Pelaksana UKS/M.Tim Pembina UKS/M PusatPemantauan dan Evaluasi35Tim Pembina UKS/M ProvinsiTim Pembina UKS/M Kabupaten/KotaTim Pembina UKS/M KecamatanTim Pelaksana UKS/MAlur Pemantauan


Peran dan Tanggung JawabU K SUS36


Pusat Provinsi Kota/Kabupaten KecamatanTim Pembina UKS/Mpendidikan kepada TP UKS/MProvinsiMelaksanakan koordinasimultisektor untuk kantin sehatsecara rutinMelaksanakan pembinaan kantinsehat kepada Tim PembinaProvinsiMemberikan penghargaan kantinsehat di satuan pendidikanMelakukan pemantauan danevaluasi kantin sehat di satuanpendidikan minimal 3 bulan sekali Melaksanakan koordinasimultisektor untuk kantin sehatsecara rutinMelaksanakan pembinaankantin sehat kepada TimPembina Kota/KabupatenMemberikan penghargaankantin sehat di satuanpendidikanMelakukan pemantauan danevaluasi kantin sehat di satuanpendidikan minimal 3 bulansekali.37


1.Mengeluarkan Surat Edaran tentang pelaksanaan kantin sehat di satuan pendidikan termasuk mengaturketentuan peran dan tanggung jawab penanggung jawab dan pengelola kantin, serta aturan untuk penjualmakanan di kantin.2.Membuat perencanaan dan penganggaran kantin sehat di satuan pendidikan Sehat terintegrasi ke dalamrencana kerja dan anggaran sekolah.3.Membentuk Tim Pelaksana kantin sehat di satuan pendidikan.4.Melakukan koordinasi rutin dengan Puskesmas, Guru, Komite Sekolah, dan pengelola kantin.5.Memfasilitasi pelatihan kantin sehat di satuan pendidikan untuk guru, peserta didik, pengelola kantin, danpenjaja/penjual makanan.6.Mengalokasikan waktu untuk pendidikan gizi, orientasi, dan sosialisasi.7.Mengkoordinir semua kegiatan yang berhubungan dengan keamanan pangan di satuan pendidikantermasuk perizinan untuk vendor kantin sehat di satuan pendidikan.8.Menyediakan lokasi dan sarana dan prasarana kantin.9.Membentuk forum komunikasi dengan komite sekolah untuk membina penjaja/penjual makanan yang adadi sekolah.10.Melakukan pengawasan, pemantauan, dan evaluasi minimal 1 bulan sekali Kepala SekolahTim Pelaksana UKS/M1.Memberikan pendidikan gizi, bimbingan dan pengarahan kepada peserta didik agar dapat memilih danmembeli serta mengonsumsi makanan yang mempunyai nilai gizi dan aman dikonsumsi.2.Mengawasi para penjaja agar menjual makanan dan minuman yang telah memenuhi syarat kesehatan.3.Menyusun praktik baik kantin sehat di satuan pendidikan bersama dengan pengelola kantin.38Guru PembinaUKS/M dan GuruLainnya


dengan penjual/vendorMenyiapkan media informasi dan edukasi kantin satuan pMelakukan promosi kantin satuan pendidikan yang sehatdan halalMenyiapkan proses sertifikasi kantin laik higiene, amanketentuanMelakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaapendidikan termasuk jaminan produk halal oleh para peminuman di kantin.Pengelola Kantin39


Membantu Kepala Sekolah/Madrasah dan pengelolakantin dalam mengkoordinir semua kegiatan yangberhubungan dengan kantin sehat di satuan pendidikanMembantu Kepala Sekolah/Madrasah dalammenentukan penjaja/penjual makanan yang bolehberjualan di lingkungan sekolah.Membantu menyediakan sarana dan parasana kantinsehat di satuan pendidikanMemberikan informasi dan pengarahan kepada anakselama berada di rumah dan memberikan contoh yangbaikOrang Tua40


CropRotationuntuk meningkatkan kebersihan, keamanan dan kualitas gizidari makanan yang dijajakan di satuan pendidikan denganmelakukan kegiatan yang menarik (lomba makanan sehat dikantin, lomba kebersihan kantin, sosialisasi bagi penjamahmakanan)Menyebarkan pesan-pesan mengenai makanan bergiziseimbang dan Kantin Sehat melalui media sosialMenerapkan 5 kunci keamanan pangan Peserta Didik41


LAMPIRAN42


Lembar Pemantauan KantinNama sekolah :Alamat :Nama Penanggungjawab kantin : Tantangan:..................................................................................................................................................................................................................................................................Rencana perbaikan:..................................................................................................................................................................................................................................................................Tanggal Pemantauan :Petugas pemantauan 43


Click to View FlipBook Version