Laporan Orientasi CPNS Kemenkes 2022
Dwi Herryanto
198703312022021001
Direktorat Perencanaan Tenaga Kesehatan
Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
atas berkat dan rahmat-Nya sehingga tersusun Laporan Orientasi Calon Pegawai
Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan.
Laporan Orientasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan
Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan Tahun 2022 ini, sebagai wujud awal
proses pengabdian kami sebagai insan CPNS dan juga sebagai penggerak
terwujudnya pengembangan dan pemberdayaan sumberdaya manusia kesehatan
yang profesional sesuai Visi Misi Direktorat Jendral Tenaga Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI.
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam
menyusun Laporan Orientasi CPNS ini, semoga pelaksanaan orientasi yang telah
dilaksanakan selama ini dapat memberikan dampak positif bagi para CPNS, serta
melatih kemampuan adaptasi dalam melaksanakan tugas serta yang paling
terpenting adalah terlibat dalam pengembangan target kinerja yang diharapkan
kedepannya di lingkungan Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan.
Jakarta, 11 April 2022
Penulis
Dwi Herryanto
NIP 198703312022031001
A. PENDAHULUAN
1. Umum
CPNS adalah para pelamar yang berhasil lulus seleksi penerimaan Calon
Pegawai Negeri Sipil yang terdiri dari tes SKD dan SKB dan akan diangkat
menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun sebelumnya akan ada masa uji
coba selama 1 tahun, dimana selama masa uji coba ini CPNS akan dinilai
berdasarkan kinerja, dan kompetensi.
Saat kamu dinyatakan diterima sebagai CPNS, kamu baru mendapatkan
gaji sebesar 80%, ini berdasarkan SK CPNS di masing-masing formasi. Jika
sudah diangkat menjadi PNS akan mendapatkan gaji penuh 100%.
Saat berstatus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, kompetensi dan
kinerja akan dinilai berdasarkan formasi saat dinyatakan lulus seleksi
menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil. Jika CPNS belum memenuhi kriteria
penilaian tahap kedua, status calon dapat ditunda dengan ketentuan waktu
tertentu. Jika belum memenuhi persyaratan berdasarkan waktu yang telah
ditentukan, mereka dinyatakan gugur atau dibatalkan untuk menjadi Pegawai
Negeri Sipil.
Saat ini kami telah menjalankan orientasi selama 1 (satu) Minggu di
Direktorat Perencanaan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI yang
merupakan Satuan Kerja Eselon II dibawah Direktorat Jenderal Tenaga
Kesehatan yang mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan perumusan dan
pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria,
pemberian bimbingan teknis dan supervisi, evaluasi, dan pelaporan di bidang
perencanaan tenaga kesehatan.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, Direktorat
Perencanaan Tenaga Kesehatan menyelenggarakan fungsi :
Penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan tenaga kesehatan
Pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan tenaga kesehatan
• Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang
perencanaan tenaga kesehatan
Pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang perencanaan tenaga
kesehatan;
Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan; dan pelaksanaan urusan
administrasi
Direktorat.
Menurut SOTK Permenkes 5 Tahun 2022 Direktorat Jenderal
Tenaga Kesehatan terdiri dari 6 Unit Organisasi yang masing-masing
mempunyai tugas dan kegiatan , berikut 6 Unit Organisasi yang ada di
Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan :
1. Sekretariat Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan
2. Direktorat Perencanaan Tenaga Kesehatan
3. Direktorat Penyediaan Tenaga Kesehatan
4. Direktorat Pendayagunaan Tenaga Kesehatan
5. Direktorat Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan
6. Direktorat Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kesehatan
2. Maksud dan Tujuan
CPNS diharapkan dapat memahami norma, standar dan prosedur serta
nilai-nilai organisasi dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan tugas fungsi
yang diembannya dan untuk memperkenalkan tentang kehidupan sosial,
budaya, dan lingkungan kerja di Direktorat Perencanaan Tenaga Kesehatan.
3. Ruang Lingkup
Jadwal Orientasi
Struktur Organisasi Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan
Struktur Organisasi Direktorat Perencanaan Kesehatan
Tim Kerja Proyeksi dan Pemetaan Produksi Tenaga Kesehatan
Tim Kerja Perencanaan Kebutuhan dan Pemenuhan Tenaga
Kesehatan
Tim Kerja Strategi Nasional Pemenuhan dan Pengembangan
Tenaga Kesehatan
Tim Kerja Perencanaan Pengembangan Tenaga Kesehatan
B. Pembahasan
1 Jadwal Orientasi
Tanggal Kegiatan Pembahasan
1 April 2022 Orientasi Gabungan Pembukaan
Ditjen Nakes Organisasi dan tata k
Nakes
Serah terima Peserta
Kesehatan
3 April 2022 Orientasi hari ke 2 Organisasi dan tata kerja ser
Direktorat yang ada dibawah
7-8 April Orientasi di Unit Perkenalan Tim Kerja Direkto
kerja
Keterangan
Auditorium Lt. 4
kerja serta tugas dan fungsi Ditjen
a Orientasi oleh bu Dirjen Tenaga
rta tugas dan fungsi Satuan Kerja Auditorium Lt. 4
h Ditjen Nakes
orat Perencanaan Direktorat Perencanaan lt. 8
1 Struktur Organisasi
Struktur Organisasi Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan
Struktur Organisasi Direktorat Perencanaan Tenaga Kesehatan
1 Tugas dan Fungsi Tim Kerja
Tim Kerja Proyeksi dan Pemetaan Produksi Tenaga Kesehatan
Ketua Tim : Erni Endah Sulistioratih, SKM, M.Erg.
1. Penyiapan bahan kebijakan teknis terkait proyeksi dan pemetaan produksi
tenaga kesehatan
2. Penyusunan dan sosialisasi dokumen proyeksi tenaga kesehatan
berdasarkan suplly dan demands/ needs tenaga kesehatan
3. Mengkoordinasikan pelaksanaan pemetaan produksi tenaga Kesehatan
Tim Kerja Perencanaan Kebutuhan dan Pemenuhan Tenaga Kesehatan
Ketua Tim : dr. Indriya Purnamasari, MARS
1. Penyusunan dan sosialisasi kebijakan perencanaan
2. Pelaksanaan, evaluasi dan monitoring perencanaan kebutuhan SDMK
3. Penyusunan petunjuk teknis perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan
berdasarkan program prioritas
4. Mengkoordinasi perencanaan kebutuhan SDMK tingkat Provinsi
5. Analisis perencanaan kebutuhan SDMK tingkat Provinsi
Tim Kerja Strategi Nasional Pemenuhan dan Pengembangan Tenaga Kesehatan
Ketua Tim : Nusli Imansyah, SKM, M.Kes.
1. Penyiapan bahan kebijakan teknis terkait strategi nasional pemenuhan dan
pengembangan tenaga kesehatan
2. Menyusun strategi nasional pemenuhan dan pengembangan tenaga
kesehatan
3. Penyusunan dokumen strategi nasional pengembangan tenaga kesehatan
2025-2030
Diseminasi dokumen strategi nasional pengembangan tenaga kesehatan
2025-2030
Tim Kerja Perencanaan Pengembangan Tenaga Kesehatan
Ketua Tim : Tumpal Pardomuan H., S.Kom, MSc.(PH)
1. Penyiapan bahan kebijakan teknis terkait perencanaan pengembangan
tenaga kesehatan
2. Penyusunan Pedoman Perencanaan Pengembangan Tenaga Kesehatan
dengan Skill Mix
3. Mengkoordinasikan pelaksanaan perencanaan pengembangan tenaga
kesehatan
4. Koordinasi pembinaan wilayah terkait PIS-PK
5. Koordinasi pembinaan wilayah terkait lokus Nusantara Sehat
Penutup
Dalam penyusunan laporan kegiatan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak,
untuk itu saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Ibu drg. Aryanti Anaya, MKM selaku Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan
2. Bpk. Sugianto, SKM, M.Sc, PH selaku Sekretaris Direktorat Jenderal
Tenaga Kesehatan
3. Bpk. Dr. Sugiyanto, SKM, S.Pd, M.App.Sc selaku Direktur Perencanaan
Tenaga Kesehatan
4. Bpk Dedy Suryadi, S.ST, S.AP, MM selaku Kepala Sub Bagian
Administrasi Umum
5. Ibu Erni Endah Sulistioratih, SKM, M.Erg selaku Ketua Tim Kerja Proyeksi
dan Pemetaan Produksi Tenaga Kesehatan
6. Ibu dr. Indriya Purnamasari, MARS selaku Ketua Tim Kerja Perencanaan
Kebutuhan dan Pemenuhan Tenaga Kesehatan
7. Bpk. Nusli Imansyah, SKM, M.Kes selaku Ketua Tim Kerja Strategi
Nasional Pemenuhan dan Pengembangan Tenaga Kesehatan
8. Bpk. Tumpal Pardomuan H, S.Kom, MSc.(PH) selaku Ketua Tim Kerja
Perencanaan Pengembangan Tenaga Kesehatan
9. Seluruh rekan-rekan yang ada di Direktorat Perencanaan Tenaga
Kesehatan
10. Seluruh rekan-rekan CPNS 2022 Direktorat Jenderal Tenaga Kesahatan
11. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah
membantu.
Selama kegiatan ini, Saya menyadari bahwa Laporan Kegiatan Orientasi
ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu,
saya sangat mengharapkan saran dan kritik dalam melengkapi laporan
kegiatan ini.