The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Produk-Kreatif-dan-Kewirausahaan-Kelas-XII-Bispar

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by wulanhasnadai, 2021-10-05 05:35:26

Produk-Kreatif-dan-Kewirausahaan-Kelas-XII-Bispar

Produk-Kreatif-dan-Kewirausahaan-Kelas-XII-Bispar

PRODUK KREATIF DAN
KEWIRAUSAHAAN

(BISNIS, KULINER, PARIWISATA DAN BUSANA)

(C3) KELAS XII

Penulis :
Niatingakisah, S.Pd
Endik Kuswantoro, S.Kom, MT

PT. KUANTUM BUKU SEJAHTERA

PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN
(BISNIS, KULINER, PARIWISATA DAN BUSANA)

SMK/MAK Kelas XII

Penulis : Niatingakisah, S.Pd

Endik Kuswantoro, S.Kom, MT

Editor : Tim Quantum Book

Perancang sampul : Tim Quantum Book

Perancang letak isi : Tim Quantum Book

Penata letak : Tim Quantum Book

Ilustrator : Tim Quantum Book

Tahun terbit : 2019

ISBN : (terlampir di cover)

Penerbit : PT. Kuantum Buku Sejahtera

Alamat : Jalan Pondok Blimbing Indah Selatan X N6 No 5 Malang - Jawa Timur

Tata letak buku ini menggunakan program Adobe InDesign CS3, Adobe IIustrator CS3, dan Adobe
Photoshop CS3.
Font isi menggunakan Myriad Pro (10 pt)
B5 (17,6 × 25) cm
vi + 126 halaman

© Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.
Dilarang menyebarluaskan dalam bentuk apapun

tanpa izin tertulis

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19Tahun 2002Tentang
Hak Cipta Pasal 72 Ketentuan Pidana Sanksi Pelanggaran.
1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan

perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau
Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana masing-
masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling
sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara
paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan; memamerkan,
mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan
atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana
penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling
banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Kata Pengantar

Dalam menyongsong revolusi industri 4.0 model pembelajaran abad 21 memiliki
karakteristik atau prinsip-prinsip: 1) pendekatan pembelajaran berpusat pada peserta didik;
2) peserta didik dibelajarkan untuk mampu berkolaborasi; 3) materi pembelajaran dikaitkan
dengan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, pembelajaran harus
memungkinkan peserta didik terhubung dengan kehidupan sehari-hari mereka; dan 4)
dalam upaya mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang bertanggung jawab.

Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat mengakomodir karakteristik
pembelajaran abad 21 tersebut adalah pendekatan Science, Technology, Engineering,
and Mathematics atau disingkat dengan STEM. STEM merupakan suatu pendekatan
dimana sains, teknologi, engineering, dan matematika diintegrasikan dengan fokus pada
proses pembelajaran pemecahan masalah dalam kehidupan nyata. Pembelajaran STEM
memperlihatkan kepada peserta didik bagaimana konsep-konsep, prinsip-prinsip sains,
teknologi, enjiniring, dan matematika digunakan secara integrasi untuk mengembangkan
produk, proses, dan sistem yang memberikan manfaat untuk kehidupan manusia.

Untuk menyiapkan peserta didik Indonesia memperoleh keterampilan abad 21, yaitu
keterampilan cara berpikir melalui berpikir kritis, kreatif, mampu memecahkan masalah dan
mengambil keputusan serta cara bekerja sama melalui kolaborasi dan komunikasi, maka
pendekatan STEM diadopsi untuk menguatkan impelementasi Kurikulum 2013. Pendekatan
STEM diyakini sejalan dengan ruh Kurikulum 2013 yang dapat diimplementasikan melalui
penggunaan model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning).

Buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan ini disusun berdasarkan tuntutan paradigma
pengajaran dan pembelajaran kurikulum 2013 yang didukung dengan metode STEM yang
juga dilengkapi dengan soal-soal HOTS sehingga sangat layak dipakai sebagai sumber belajar
peserta didik karena isinya yang lengkap, padat informasi, dan mudah dipahami.

Di dalam buku ini, peserta didik dapat mempelajari tentang bagaimana sikap dan perilaku
wirausaha yang sukses, serta mempelajari bagaimana menganalisis peluang pasar, sehingga
mampu menciptakan ide-ide kreatif untuk membuka usaha agar bisa menjadi pengusaha
yang sukses. Selain itu, di dalam buku ini juga dibahas tentang bagaimana menghindari
penyalahgunaan produk-produk kreatif yang diciptakan dengan mempelajari tentang Hak
Kekayaan Intelektual (HKI). Di dalam buku ini juga dibahas tentang bagaimana membuat
desain-desain kemasan produk yang bagus untuk meningkatkan penjualan, membuat
prorotipe produk, membuat gambar kerja, serta menganalisis biaya produksi secara lengkap
dan sederhana, sehingga mudah dipahami oleh siapapun yang membaca dan mempelajarinya.

Dalam mendukung revolusi industri 4.0 buku ini juga dilengkapi dengan QR Code untuk
menampilkan video-video tentang proses pembelajarannya. Kami menyadari buku ini masih
jauh dari sempurna, untuk itu mohon saran dan kritikan yang bersifat membangun agar
kualitas buku ini sesuai dengan harapan pengguna.


Trenggalek, Juni 2019

Penulis

Kata Pengantar iii

Daftar Isi

BAB I Menentukan Harga Pokok Produksi, Break Even Point (BEP) dan
Merencanakan Keuntungan Usaha............................................................ 1
A. Biaya Produksi............................................................................................................... 3
B. Unsur-Unsur Biaya Produksi..................................................................................... 4
C. Harga Pokok Produksi................................................................................................ 5
D. Tujuan Perhitungan Harga Pokok Produksi........................................................ 5
E. Metode Penentuan Harga Pokok Produksi......................................................... 6
F. Analisis Break Even Point (BEP) dalam produk.................................................. 7
G. Manfaat BEP dalam Produk...................................................................................... 7
H. Metode Penghitungan BEP (Break Event Point)............................................... 8
I. Merencanakan Keuntungan Usaha (Laba Usaha)............................................ 10
J. Strategi Penentuan Harga Produk......................................................................... 11
K. Hubungan Break Even Point Dengan Perencanaan Laba............................. 12
Uji Kompetensi....................................................................................................................... 13


BAB II Pemasaran Produk....................................................................................... 19
A. Pengertian Pemasaran............................................................................................... 21
B. Konsep Pemasaran...................................................................................................... 22
C. Bauran Pemasaran....................................................................................................... 23
D. Strategi Pemasaran..................................................................................................... 25
E. Jenis-Jenis Strategi Pemasaran............................................................................... 26
F. Langkah-Langkah Penerapan Strategi Pemasaran......................................... 27
G. Perencanaan Strategi Pemasaran.......................................................................... 28
H. Faktor-Faktor yang Dapat Mempengaruhi Strategi Pemasaran................. 29
I. Strategi Pemasaran Efektif........................................................................................ 30
J. Sistem pemasaran....................................................................................................... 31
Uji Kompetensi....................................................................................................................... 32

BAB III Laporan Keuangan Sederhana................................................................... 37
A. Pengertian Laporan Keuangan............................................................................... 39
B. Tujuan Laporan Keuangan....................................................................................... 39
C. Manfaat Laporan Keuangan.................................................................................... 40
D. Karakteristik Laporan Keuangan............................................................................ 41
E. Jenis-Jenis Laporan Keuangan Sederhana......................................................... 42
F. Prosedur/Tata Cara Menyusun Laporan Keuangan Sederhana.................. 43
G. Contoh menyusun laporan keuangan sederhana........................................... 44
H. Analisis rasio keuangan............................................................................................. 46
Uji Kompetensi....................................................................................................................... 51

iv

BAB IV Mengevaluasi Hasil Kegiatan Usaha .......................................................... 57
A. Konsep Evaluasi Kegiatan Usaha............................................................................ 59
B. Hal-Hal yang Perlu Dievaluasi dalam Usaha...................................................... 60
C. Kapan Melakukan Evaluasi Usaha.......................................................................... 61
D. Rencana Pengembangan Kegiatan Usaha......................................................... 61
E. Kiat agar Tetap Sukses dalam usaha..................................................................... 66
Uji Kompetensi....................................................................................................................... 67

BAB V Membuat Media Promosi Untuk Pemasaran Online ................................ 73
A. Konsep Media Promosi Produk dan Media Promosi Online/Online
Marketing....................................................................................................................... 75
B. Manfaat dan peranan media promosi untuk pemasaran online................ 76
C. Jenis-jenis media promosi online.......................................................................... 77
D. Tips cara sukses mengembangkan digital marketing dalam penjualan. 81
E. Kiat- kiat membangun personal branding dalam pemasaran media
online............................................................................................................................... 83
F. Cara meningkatkan pelanggan pada media promosi online...................... 86
Uji Kompetensi....................................................................................................................... 88

BAB VI Melakukan Pemasaran Online.................................................................... 93
A. konsep pemasaran online........................................................................................ 95
B. Manfaat pemasaran online ..................................................................................... 95
C. Sistem pemasaran pada bisnis online.................................................................. 96
D. Jenis-jenis pemasaran online.................................................................................. 98
E. Strategi pemasaran online....................................................................................... 101
Uji Kompetensi....................................................................................................................... 103

BAB VII Hak atas Kekayaan Intelektual ................................................................... 109
A. Konsep Hak Atas Kekayaan Intelektual................................................................ 111
B. HaKI sebagai Hak Kebendaan................................................................................. 112
C. Manfaat HAKI................................................................................................................. 114
D. Prinsip-Prinsip HAKI Atau Hak Atas Kekayaan Intelektual............................ 115
E. Macam-macam hak atas kekayaan intelektual................................................. 115
F. Tempat pengajuan Hak Atas kekayaan Intelektual (HAKI) di Indonesia.. 119
G. Syarat Pendaftaran Hak Cipta.................................................................................. 119
H. Dokumen yang Harus Dilengkapi.......................................................................... 119
Uji Kompetensi....................................................................................................................... 120

Daftar Pustaka............................................................................................................. 124
Biodata Penulis............................................................................................................ 126

v

vi

BAB Menentukan Harga Pokok
Produksi, Break Even Point (BEP)
1 dan Merencanakan Keuntungan

Usaha

Kompetensi Dasar

3.8 Menghitung harga pokok produksi
4.8 Menentukan BEP dan keuntungan usaha

Menentukan Break Even Point (BEP) dan Merencanakan Keuntungan Usaha 1

Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran adalah agar siswa mampu:
1. Peserta didik mampu menjelaskan harga pokok produksi dengan menunjukkan perilaku jujur, rasa ingin

tahu, dan objektif.
2. Peserta didik mampu menghitung harga pokok produksi dengan menunjukkan perilaku jujur, rasa ingin

tahu, dan objektif.
3. Peserta didik mampu menganalisis harga pokok produksi dengan menunjukkan perilaku jujur, rasa ingin

tahu, dan objektif.
4. Peserta didik mampu menghitung BEP dengan menunjukkan perilaku jujur, rasa ingin tahu, dan objektif.
5. Peserta didik mampu menentukan keuntungan usaha dengan menunjukkan perilaku jujur, rasa ingin

tahu, dan objektif.

Peta Konsep

Menentukan Break Biaya Produksi
Even Point (BEP)
Unsur-Unsur Biaya Produksi
dan Merencanakan
Keuntungan Usaha Harga Pokok Produksi
Tujuan Penghitungan
Harga Pokok Produksi
Metode Penentuan Harga Pokok

Produksi
Analisis BEP dalam Produk

Manfaat BEP dalam Produk

Metode Penghitungan BEP
Merencanakan Keuntungan Usaha

(Laba Usaha)
Strategi Penentuan Harga Produk
Hubungan Break Even Point dengan

Perencanaan Laba

2 Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XII untuk SMK/MAK

Materi Pembelajaran

A. Biaya Produksi
Biaya dalam pengertian Ekonomi ialah semua “beban“ yang harus ditanggung untuk

menyediakan suatu barang agar siap dipakai oleh konsumen, sedangkan biaya dalam
pengertian Produksi ialah semua “beban” yang harus ditanggung oleh Produsen untuk
menghasilkan suatu Produksi.

Bagi seorang pengusaha ataupun seorang manajer produksi, mengetahui jumlah biaya
produksi merupakan suatu hal yang sangat penting. Dengan mengetahui biaya pada setiap
langkah dalam produksinya, manajemen dapat mengoptimalkan proses produksi, jadwal
pengiriman dan kegiatan-kegiatan umum lainnya sehingga tercapai efisiensi produksi
yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Dengan mengetahui biaya produksi,
manajemen juga dapat menetapkan harga barang dan jasanya dengan tepat untuk mencapai
margin yang sesuai.

Sebagai contoh, manajemen perusahaan percetakan akan mencari harga kertas, tinta,
serta komoditas lainnya yang digunakan dalam kegiatan produksinya. Jika terdapat kenaikan
harga pada komoditas tersebut, perusahaan harus menaikkan harga untuk mendapatkan
keuntungan yang sama. Perusahaan kemudian menghitung biaya produksi untuk selanjutnya
menghitung dan menetapkan harga jual produk-produk yang dihasilkan.

Gambar 1.1. Bisnis Percetakan
Sumber: https://www.bitebrands.co

Di bawah ini adalah pengertian Biaya Produksi menurut para ahli:
a. Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi

produk jadi yang siap untuk dijual (Mulyadi, 1995:14).
b. Biaya produksi adalah biaya yang berkaitan dengan pembuatan barang dan penyediaan

jasa (Hansen dan Mowen, 2004:24).
c. Biaya produksi adalah semua biaya yang berkaitan dengan produk (barang) yang

diperoleh, di mana di dalamnya terdapat unsur biaya produk berapa biaya bahan baku,
biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik (M. Nafarin, 2009: 497).

Menentukan Break Even Point (BEP) dan Merencanakan Keuntungan Usaha 3

d. Menurut Amin Widjaja Tunggal (1993:1), biaya produksi adalah biaya-biaya yang
berhubungan dengan produksi suatu item, yaitu jumlah dari bahan langsung, upah
langsung dan biaya overhead pabrik.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa biaya produksi adalah biaya-biaya yang

digunakan dalam proses produksi meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung
dan biaya overhead pabrik yang jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan jenis biaya lain.

B. Unsur-Unsur Biaya Produksi

Gambar 1.2. Unsur-unsur biaya produksi
Sumber: https://khanfarkhan.com

Biaya produksi membentuk harga pokok produksi yang digunakan untuk menghitung
harga pokok produk jadi dan harga pokok produk pada akhir periode akuntansi masih dalam
proses. Menurut Charles T. Horngren, unsur-unsur biaya produksi adalah sebagai berikut:
1. Biaya Bahan Baku Langsung (Direct Material Cost)

Biaya bahan baku langsung merupakan biaya bahan yang secara langsung dipakai
untuk memproduksi suatu barang jadi yang siap dipasarkan. Semua bahan baku tersebut
secara fisik dapat diidentifikasi sebagai bagian dari produk jadi. Contoh biaya bahan
baku langsung adalah sebagai berikut:
1) Pada perusahaan penerbitan, perusahaan mengeluarkan biaya untuk pembelian

kertas dan tinta. Biaya yang dikeluarkan ini termasuk dalam biaya bahan baku
langsung.
2) Pada perusahaan mobil, perusahaan mengeluarkan biaya untuk pembelian baja,
besi, alumunium, kaca dan mesin mobil. Biaya yang dikeluarkan ini termasuk dalam
biaya bahan baku langsung.
2. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labour Cost)
Biaya tenaga kerja langsung (direct labour cost) merupakan biaya yang dikeluarkan
untuk pembiayaan tenaga kerja yang melakukan konversi terhadap bahan baku langsung
menjadi produk jadi yang siap dipasarkan. Tenaga kerja langsung ini merupakan tenaga
kerja yang ditempatkan dan diberdayakan dalam menangani kegiatan produksi secara
langsung.

4 Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XII untuk SMK/MAK

3. Biaya Overhead Pabrik (Factory Overhead Cost)
Biaya Overhead Pabrik adalah semua biaya yang dikeluarkan selama proses produksi
kecuali biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Dalam konsep Akuntansi,
Biaya Overhead Pabrik atau BOP sering dianggap sebagai biaya tidak langsung pabrik.
Beberapa elemen biaya overhead pabrik di antaranya:
1) Biaya bahan baku tidak langsung
2) Biaya tenaga kerja tidak langsung
3) Biaya depresiasi dan amortisasi aktiva tetap
4) Biaya reparasi dan pemeliharaan mesin
5) Biaya listrik dan air pabrik
6) Biaya asuransi pabrik
7) Biaya overhead lain-lain

C. Harga Pokok Produksi

Harga pokok produksi adalah akumulasi dari biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk
menghasilkan produk dan kemudian dibebankan pada produk. Perusahaan harus menghitung
harga pokok suatu produk karena sangat penting untuk pelaporan keuangan perusahaan.

Video 1.1. Menghitung Biaya Produksi
Sumber: https://bit.ly/2Zxo5kH
Gambar 1.3. Ilustrasi Menghitung Biaya Produksi
Sumber: https://bit.ly/345Nl4R

Penentuan harga pokok produksi dilakukan sebelum perusahaan menentukan
harga jual. Harga ini nantinya akan digunakan oleh manajemen untuk membandingkan
dengan pendapatan dan disajikan dalam laporan laba rugi. Selain itu, perusahaan juga akan
lebih mudah melakukan pengontrolan produksi jika mengetahui harga pokoknya. Banyak
perusahaan yang salah dalam penentuan harga pokok produksi karena mengira harga
pokok produksi sama dengan harga jual. Sebenarnya keduanya berbeda, karena harga jual
telah ditambah dengan keuntungan yang diinginkan perusahaan sedangkan harga pokok
produksi tidak.

D. Tujuan Perhitungan Harga Pokok Produksi

Menurut Mulyadi (2009), tujuan dari penentuan Harga Pokok Produksi adalah sebagai
berikut.
a. Menentukan nilai persediaan barang jadi dan biaya overhead pabrik yang tercantum

dalam neraca dan Laporan Laba Rugi pada akhir periode akuntansi.

Menentukan Break Even Point (BEP) dan Merencanakan Keuntungan Usaha 5

b. Sebagai alat untuk pengendalian biaya. Biaya yang sesungguhnya terjadi, akan
diperbandingkan dengan rencana biaya yang telah ditetapkan sebelumnya. Setelah itu
perusahaan dapat melakukan tindakan perbaikan atau koreksi yang diperlukan. Dari
sinilah, perusahaan dapat mengukur tingkat efisiensi pada proses produksi tersebut.

c. Sebagai alat untuk menentukan harga jual barang jadi dan menetapkan profit
(keuntungan) yang akan diperoleh perusahaan jika menjual barang tersebut.

d. Untuk mengetahui pos-pos biaya, agar tidak terjadi kesalahan dalam mengalokasikan
biaya sehingga penghitungan harga pokok produksi dapat dilakukan secara tepat dan
akurat. Penentuan harga pokok produksi yang akurat, akan memudahkan perusahaan
dalam menetapkan harga jual produk agar dapat bersaing dengan kualitas yang lebih
baik.

e. Sebagai dasar penetapan tindakan/cara produksi pada suatu perusahaan.
E. Metode Penentuan Harga Pokok Produksi

Dalam penentuan harga pokok poduksi dikenal dua metode pendekatan, yaitu
pendekatan full costing atau metode harga pokok penuh serta pendekatan variable costing
atau metode harga pokok variabel.
1. Metode Full Costing

Metode full costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang
memperhitungkan semua unsur biaya produksi kedalam harga pokok produksi yang
terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik,
baik yang berperilaku variabel maupun tetap ditambah dengan biaya nonproduksi
(biaya pemasaran dan biaya administrasi dan umum). Dengan demikian harga pokok
produksi metode full costing terdiri dari unsur biaya produksi berikut ini.

2. Metode Variabel Costing
Variabel costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya
memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel ke dalam harga pokok
produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya
overhead pabrik variabel ditambah dengan biaya nonproduksi variabel (biaya pemasaran
variabel dan biaya administrasi dan umum variabel) serta biaya tetap (biaya overhead
pabrik tetap, biaya pemasaran tetap dan biaya administrasi dan umum tetap). Dengan

6 Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XII untuk SMK/MAK

demikian harga pokok produksi menurut metode variabel costing terdiri dari unsur biaya
produksi seperti disajikan sebagai berikut:

Dalam menentukan harga pokok produksi pada umumnya dilakukan dengan
menggunakan metode full costing akan tetapi biasanya dengan dipertimbangkan teknis
seperti untuk tujuan pengambilan keputusan, maka digunakan metode varibel costing.
F. Analisis Break Even Point (BEP) dalam produk
Break Event Point (BEP) merupakan titik impas di mana posisi jumlah pendapatan dan
biaya sama atau seimbang sehingga tidak terdapat keuntungan ataupun kerugian dalam
suatu perusahaan.

Gambar 1.4. Ilustrasi Menghitung BEP Video 1.2. Menghitung BEP dan Merencanakan Laba Usaha

Sumber: https://bit.ly/2zudPz6 Sumber: https://bit.ly/2UaTIPO


Break Even Point ini digunakan untuk menganalisis proyeksi sejauh mana banyaknya
jumlah unit yang diproduksi atau sebanyak apa uang yang harus diterima untuk mendapatkan
titik impas atau kembali modal. Contributionmarginadalah selisih antara penghasilan penjualan
dan biaya variabel yang merupakan jumlah untuk menutup biaya tetap dan keuntungan.
Perusahaan akan memperoleh keuntungan dari hasil penjualannya apabila contribution
margin-nya lebih besar daripada biaya tetap, yang berarti bahwa total penghasilan penjualan
lebih besar daripada total biaya.

G. Manfaat BEP dalam Produk

Manfaat BEP adalah sebagai berikut.
a. Untuk mengetahui jumlah penjualan minimum yang harus dipertahankan perusahaan

agar tidak mengalami kerugian.
b. Mengetahui jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh tingkat

keuntungan tertentu.

Menentukan Break Even Point (BEP) dan Merencanakan Keuntungan Usaha 7

c. Mengetahui seberapa jauh berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak menderita
kerugian.

d. Mengetahui bagaimana efek perubahan harga jual, biaya dan volume penjualan.
e. Menentukan bauran produk yang diperlukan untuk mencapai jumlah laba yang

ditargetkan.
H. Metode Penghitungan BEP (Break Event Point)
Berikut adalah berbagai pendekatan yang digunakan dalam perhitungan BEP.
1. Metode Grafis

Menurut Simamora (2012:173) Grafis titik impas (BEP) mempunyai beberapa hal
penting yaitu selama harga jual melebihi biaya variabel (margin kontribusinya positif ),
maka penjualan yang lebih banyak akan menguntungkan perusahaan, baik dengan
meningkatkan laba ataupun mengurangi kerugian.

Grafik biaya – volume –laba (cost volume profit graph) menggambarkan hubungan
antara biaya, volume dan laba. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih terperinci
perlu dibuat grafik dengan dua garis terpisah, yaitu garis total pendapatan dan garis
total biaya (Hansen dan Mowen, 2011:21).

Pembuatan garis dilakukan dengan rumus sebagai berikut.
Rumus Break Even Point (BEP) Metode Grafis


Analisis titik impas atau break even point (BEP) dengan metode grafis digambarkan
dalam kurva seperti gambar di bawah ini:

Grafik atau Kurva Titik Impas - Break Even Point (BEP)

8 Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XII untuk SMK/MAK

Keterangan:
1. Sumbu datar (sumbu x) menyatakan volume penjualan yang dapat dinyatakan

dalam satuan kuantitas atau rupiah pendapatan penjualan.
2. Sumbu tegak (sumbu y) menyatakan pendapatan penjualan dan biaya dalam

rupiah.
3. Impas (BEP) adalah terletak pada perpotongan garis pendapatan penjualan dengan

garis biaya. Bila dari titik perpotongan tersebut ditarik garis tegak ke sumbu x, akan
diketahui pencapaian impas berdasarkan volume penjualan. Jika dari titik impas
ditarik garis tegak lurus ke sumbu y, akan diketahui pencapaian impas berdasarkan
pendapatan penjualan.
4. Daerah sebelah kiri titik impas, yaitu bidang di antara garis total biaya dengan garis
pendapatan penjualan merupakan daerah rugi, karena pendapatan penjualan
lebih rendah dari total biaya. Sedangkan daerah di sebelah kanan titik impas yaitu,
bidang di antara garis pendapatan penjualan dengan garis total biaya merupakan
daerah laba, karena pendapatan penjualan lebih tinggi dari total biaya.
2. Metode Persamaan
Metode Persamaan (equation method) adalah metode yang berdasarkan pada
pendekatan laporan laba rugi. Penentuan break even atau impas dengan teknik
persamaan dilakukan dengan mendasarkan pada persamaan pendapatan sama dengan
biaya ditambah laba.
Laba dihitung dengan rumus berikut:

Keterangan:
y = laba
c = harga jual persatuan
x = jumlah produk yang dijual
b = biaya variabel persatuan
a = biaya tetap
Adapun rumus Break Even Point (BEP) dengan metode persamaan adalah sebagai berikut.
a. Rumus Break Even Point (BEP) metode persamaan dalam rupiah

b. Rumus Break Even Point (BEP) metode persamaan dalam unit

Menentukan Break Even Point (BEP) dan Merencanakan Keuntungan Usaha 9

3. Metode Kontribusi Unit
Metode kontribusi unit merupakan variasi metode persamaan. Setiap unit atau satuan
produk yang terjual akan menghasilkan jumlah margin kontribusi tertentu yang akan
menutup biaya tetap. Metode kontribusi unit adalah metode jalan pintas di mana harus
diketahui nilai margin kontribusi (Simamora, 2012:171).
Margin kontribusi adalah hasil pengurangan pendapatan dari penjualan dengan biaya
variabel. Untuk mencari titik Impas atau Break Even Point (BEP) rumusnya adalah sebagai
berikut.
a. Rumus Break Even Point (BEP) Metode Kontribusi dalam Rupiah.

b. Rumus BEP Metode Kontribusi dalam Unit.

I. Merencanakan Keuntungan Usaha (Laba Usaha)
Pengertian laba (keuntungan) yaitu hasil penjualan yang telah dikurangi dengan seluruh

komponen biaya yang digunakan dalam proses produksi, dengan demikian, laba tersebut
merupakan nilai atau hasil yang diperoleh dari pertukaran ( penjualan ) atas barang dan
jasa yang dihasilkan. Menurut Zaki Baridwan, (2000 : 215), menyatakan bahwa keuntungan
(laba) yang dihasilkan dengan penjualan barang dan jasa, jumlahnya dapat diukur dengan
pembebanan yang dilakukan terhadap pembeli, klien atau penyewa untuk barang-barang
atau jasa-jasa yang diserahkan kepada mereka.

Gambar 1.5. Ilustrasi Laba Usaha
Sumber: https://bit.ly/2HwRtkO

10 Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XII untuk SMK/MAK

Dari penjelasan di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan, sebagai berikut.
a. Labadapatterjadisetiapsaat,dandapatpulaterjadidalamwaktutertentuatausecaraberkala.
b. Pendapatan diperoleh melalui penjualan barang-barang dagangan atau jasa diserahkan

kepada pembeli dan dapat diperoleh karena pertukaran aktiva, sebagai hasil dari
penanaman-penanaman atau investasi seperti bunga, deviden dan lain-lain.
c. Laba dalam pembebanannya kepada pembeli atau langganan, harus diukur dengan
satuan mata uang tertentu yang telah diperoleh.
d. Pendapatan mempunyai sifat menaikkan atau menambah nilai kekayaan pemilik
perusahaan. Namun perlu diketahui bahwa tidak semuanya yang menaikkan atau
menambah nilai kekayaan pemilik itu, dapat dikategorikan sebagai pendapatan, seperti
halnya dengan penilaian aktiva tetap yang mengakibatkan naiknya atau meningkatnya
nilai kekayaan pemilik dengan jalan menimbulkan perkiraan baru yaitu perkiraan
penyesuaian modal.

J. Strategi Penentuan Harga Produk

Berikut ini merupakan beberapa cara dalam menghitung harga jual produk.
1. Penetapan harga berdasarkan biaya

Penetapan harga berdasarkan biaya merupakan penetapan harga yang paling
sering dilakukan. Harga ditetapkan berdasarkan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk
setiap satuan produk ditambah dengan laba atau keuntungan yang dikehendaki. Berikut
ini adalah beberapa pendekatan cara menentukan harga jual berdasarkan biaya.
a) Harga biaya plus (cost plus pricing method)

Penetapan harga produk menggunakan metode ini ialah dengan menghitung
jumlah biaya produksi kemudian ditambahkan dengan nilai keuntungan yang
diinginkan (margin)
Rumusnya adalah sebagai berikut.

2) Harga mark-up
Dalam perusahaan dagang, pedagang membeli barang dari suplier kemudian
dijual kembali dengan menambahkan mark up harga. Keuntungan yang diperoleh
pedagang berasal dari sebagian mark up tersebut. Sebagian lain dari mark up
digunakan untuk menutup biaya operasional yang dikeluarkan pedagang.
Rumusnya adalah sebagai berikut.

3) Harga Break Even
Harga break even dapat ditentukan dengan harga jual yang didasarkan pada
permintaan pasar dengan masih memperhitungkan biaya. Perusahaan dikatakan
break even jika penerimaan sama dengan biaya yang telah dikeluarkan. Penjualan

Menentukan Break Even Point (BEP) dan Merencanakan Keuntungan Usaha 11

pada periode berikutnya adalah keuntungan. Jika penjualan perusahaan berada
di bawah titik break even maka perusahaan mengalami kerugian. Perusahaan baru
bisa memperoleh laba/keuntungan setelah titik break even terlampaui.
2. Menentukan harga berdasarkan harga kompetitor
Pada strategi ini, pada umumnya digunakan untuk produk standar dengan konsisi
pasar oligopoli. Penentuan harga jual dilakukan dengan menjadikan harga kompetitor
sebagai referensi. Harga jual dipergunakan perusahaan sebagai salah satu siasat untuk
memenangkan persaingan dengan kompetitor. Caranya adalah dengan menetapkan
harga yang lebih rendah dibandingkan dengan harga produk perusahaan pesaing.
3. Penetapan harga berdasarkan permintaan (demand based pricing)
Penetapan harga berdasarkan permintaan, dilakukan berdasarkan persepsi
konsumen terhadap value yang diterima (value price), preceived quality, dan sensitivitas
harga. Caranya dapat dilakukan dengan melakukan analisis PSM (Price Sensitivity Meter),
yaitu dengan meminta konsumen untuk memberikan pernyataan berkaitan dengan
kualitas produk, seperti apakah konsumen merasa harga terlalu mahal, merasa mahal,
merasa murah, atau merasa terlalu murah.
K. Hubungan Break Even Point Dengan Perencanaan Laba
Di dalam perencanaan laba, perusahaan dapat menekan biaya produksi dan biaya operasi
serendah mungkin dengan mempertahankan tingkat harga jual dan volume penjualan yang
ada, menentukan harga jual yang sesuai dengan laba yang dikehendaki, dan meningkatkan
volume penjualan sebesar mungkin. Biaya, harga jual dan volume penjualan mempunyai
hubungan yang erat dan saling berkaitan. Oleh karena itu dalam perencanaan hubungan
antara biaya, volume dan laba memegang peranan yang penting sebagai perumusan kebijakan
untuk masa yang akan datang. Salah satu alat analisis yang digunakan dalam perencanaan
laba adalah Analisis Break-even Point.
Perusahaan dikatakan break even jika penerimaan sama dengan biaya yang telah
dikeluarkan. Keuntungan, akan diperoleh pada penjualan periode berikutnya. Jika perusahaan
memperoleh penjualan di bawah titik break even, maka perusahaan akan merugi.

12 Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XII untuk SMK/MAK

Rangkuman

1. Harga pokok produksi yaitu akumulasi dari biaya yang dikeluarkan perusahaan
untuk menghasilkan produk dan kemudian dibebankan pada produk.

2. Dalam penentuan harga pokok poduksi terdapat dua metode pendekatan yaitu
pendekatan full costing pendekatan variable costing.

3. Break Even Point merupakan titik impas di mana posisi jumlah pendapatan dan biaya
sama atau seimbang sehingga tidak terdapat keuntungan ataupun kerugian dalam
suatu perusahaan.

4. Pendekatan yang digunakan dalam perhitungan BEP yaitu metode Grafis, metode
Persamaan, dan metode Kontribusi Unit.

5. Laba yaitu hasil penjualan yang telah dikurangi dengan seluruh komponen biaya
yang digunakan dalam proses produksi.

6. Beberapa cara dalam menghitung harga jual produk yaitu penetapan harga
berdasarkan biaya, menentukan harga berdasarkan harga kompetitor, penetapan
harga berdasarkan permintaan.

Uji Kompetensi

A. Pilihlah jawaban yang tepat!
1. Di bawah ini adalah unsur-unsur yang terdapat dalam harga pokok produksi, yaitu ....

a. Biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, biaya variabel
b. Biaya bahan baku langsung, biaya variabel, biaya tetap
c. Biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik
d. Biaya variabel, biaya tetap, biaya overhead pabrik
e. Biaya variabel, biaya tetap, biaya campuran
2. A. Biaya komersial dengan biaya tenaga kerja
B. Semua biaya yang dikeluarkan untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi

yang siap untuk dijual
C. Jumlah biaya produksi yang melekat pada persediaan barang jadi sebelum barang

tersebut laku dijual.
D. Biaya langsung adalah biaya untuk direktur perusahaan.
E. Biaya produksi terdiri atas pemakaian bahan, tenaga kerja langsung, dan biaya

pemasaran.
Dari pernyataan di atas, manakah yang merupakan pengertian dari harga pokok produksi?

a. A dan B
b. B dan C
c. C dan D
d. D dan E
e. salah semua
3. A. Bahan baku adalah bahan yang membentuk suatu kesatuan yang tak terpisahkan
dari produk jadi.
B. Biaya variabel adalah biaya produksi atau pengeluaran yang berubah secara

proporsional dengan jumlah barang yang diproduksi.

Menentukan Break Even Point (BEP) dan Merencanakan Keuntungan Usaha 13

C. Produk jadi berarti produk yang selesai dikerjakan dan siap untuk dikirim kepada
pelanggan

Dari pernyataan di atas, manakah pernyataan yang benar?
a. A dan B
b. A dan C
c. B dan C
d. salah semua
e. betul semua

4. Biaya yang jumlahnya menyesuaikan dengan volume aktivitas produksi disebut ….
a. Biaya overhead pabrik
b. Biaya campuran
c. Biaya tetap
d. Biaya variabel
e. Biaya bahan baku langsung

5. Salah satu contoh biaya tetap adalah ….
a. Biaya pembelian gula
b. Biaya pembelian telur
c. Biaya pembelian mentega
d. Biaya sewa tempat
e. Biaya karyawan baru

6. Berikut ini adalah jenis-jenis biaya yang dibutuhkan perusahaan untuk membuat
kerajinan souvenir dari bubur kertas ...
A. Biaya sewa gedung
B. Biaya peralatan
C. Biaya bahan baku
D. Biaya tenaga kerja langsung
E. Biaya listrik
Dari jenis-jenis biaya di atas, yang termasuk dalam biaya tetap adalah .... (Menggunakan
HOTS)
a. A dan B
b. C dan D
c. C, D, dan E
d. B, C, D, dan E
e. A, B, C, D, dan E

7. Dari soal no. 6, maka dapat kita ketahui yang termasuk dalam biaya variabel perusahaan
kerajinan souvenir dari bubur kertas yaitu .... (Menggunakan HOTS)
a. A dan B
b. C dan D
c. C, D, dan E
d. B, C, D, dan E
e. A, B, C, D, dan E

8. Tujuan dari pengendalian kualitas produk adalah ....
a. Agar pembelian yang dilakukan perusahaan terkait dengan proses produksi lebih
hemat biaya.
b. Biaya yang digunakan untuk penyimpanan dapat dikendalikan
c. Mencegah adanya penyimpangan terhadap standar kualitas produk yang
ditetapkan

14 Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XII untuk SMK/MAK

d. Agar proses produksi berjalan lancar
e. Agar bahan baku dapat dikendalikan
Perhatikanlah data perusahaan di bawah ini, untuk menjawab pertanyaan no 7, 8, 9
Sebuah perusahaan tempe memiliki rincian biaya sebagai berikut.
Pembelian mesin dan peralatan produksi sebesar Rp. 28.000.000,00
Biaya bangunan produksi seluas 50 m² sebesar Rp. 25.000.000,00
Tenaga kerja langsung untuk lima orang per bulan sebesar Rp. 3.500.000,00
Kedelai sebanyak 2.500 kg dengan harga Rp. 25.000.000,00
Ragi tempe sebanyak 2,5 kg dengan harga Rp. 50.000,00
Kemasan tempe sebanyak 25 kg dengan harga Rp. 1.500.000,00
Gas elpiji 5 tabung seharga Rp. 400.000,00
Jumlah produk yang dihasilkan 1.000 pack (1 pack = 100 bungkus kecil)
9. Dari sejumlah biaya di atas, jumlah biaya tetapnya sebesar .... (Menggunakan HOTS)
a. Rp. 58.000.000,00
b. Rp. 53.000.000,00
c. Rp. 30.450.000,00
d. Rp. 30.000.000,00
e. Rp. 33.000.000,00
10. Jumlah biaya variabel perusahaan sebesar ....
a. Rp. 58.000.000,00
b. Rp. 53.000.000,00
c. Rp. 30.450.000,00
d. Rp. 30.000.000,00
e. Rp. 33.000.000,00
11. Jika keuntungan yang diinginkan sebesar 30%, maka harga jual produk tempe tersebut
per pack sebesar ....
a. Rp. 26.535,00
b. Rp. 58.000,00
c. Rp. 88.450,00
d. Rp. 114.985,00
e. Rp. 84.535,00
12. A. Menentukan Harga Jual yang akan dibebankan kepada Pemesan
B. Mempertimbangkan Penerimaan atau Penolakan Pesanan
C. Memantau Realisasi Biaya Produksi
D. Menghitung Laba atau Rugi setiap Pesanan
E. Menentukan Harga Pokok Persediaan Produk Jadi dan Produk Dalam Proses yang
disajikan dalam Neraca.
Dari pernyataan di atas yang termasuk dalam tujuan dari menghitung harga pokok
produksi adalah ....
a. A dan B
b. B dan C
c. C dan D
d. D dan E
e. semua benar
13. Berapa rupiah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan agar perusahaan dapat
mencapai titik impas (BEP)...
a. Rp. 78.911.564,00

Menentukan Break Even Point (BEP) dan Merencanakan Keuntungan Usaha 15

b. Rp. 68.915.774,00
c. Rp. 58.000.000,00
d. Rp. 53.000.000,00
e. Rp. 53.778.882,00
14. Diketahui, sebuah perusahaan memiliki data sebagai berikut.
Jumlah barang yang di produksi = 100
Biaya tetap = Rp 100.000,00
Biaya variable = Rp 10.000,00
Harga barang = Rp 5.000
Maka laba yang diperoleh perusahaan adalah sebesar …. (Menggunakan HOTS)
a. Rp 100.000
b. Rp 210.000
c. Rp 260.000
d. Rp 390.000
e. Rp 450.000
15. Untuk memproduksi suatu barang, pengusaha mengeluarkan biaya tetep Rp
1.000.000,00 dan biaya variable rata –rata Rp 400.000,00 Apabila harga jual Rp 500.000,00
maka produksi minimal untuk dapat mencapai titik impas adalah…
a. 5
b. 10
c. 25
d. 50
e. 100

B. Soal Isian Singkat
1. ... ialah Semua “beban” yang harus ditanggung oleh Produsen untuk menghasilkan

suatu Produksi.
Jawab : ..........................................................................
2. Tujuan penentuan biaya produksi pada dasarnya adalah untuk ...
Jawab : ...........................................................................
3. Biaya bahan yang secara langsung dipakai untuk memproduksi suatu barang jadi yang
siap dipasarkan disebut dengan ....
Jawab : ..........................................................................
4. ... adalah semua biaya yang dikeluarkan selama proses produksi kecuali biaya bahan
baku dan biaya tenaga kerja langsung.
Jawab : ..........................................................................
5. Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan meskipun perusahaan tidak melakukan proses
produksi disebut dengan ....
Jawab : ..........................................................................
6. Biaya yang besar kecilnya yang dikeluarkan produsen sesuai dan tergantung pada skala
proses produksi yang dilakukan disebut dengan biaya ....
Jawab : ..........................................................................
7. Biaya yang dihitung dengan cara menjumlahkan biaya tetap dengan biaya variabel
disebut dengan ....
Jawab : ..........................................................................
8. Kondisi di mana keuangan perusahaan tidak mendapatkan keuntungan ataupun
mengalami kerugian dari proses produksi disebut dengan ....

16 Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XII untuk SMK/MAK

Jawab : ..........................................................................
9. Biaya sewa gedung

Biaya penyusutan alat
Biaya-biaya di atas merupakan contoh dari ....
Jawab : ..........................................................................
10. Biaya tenaga kerja langsung
Biaya bahan baku
Biaya-biaya di atas merupakan contoh dari ....
Jawab : ..........................................................................

C. Soal Uraian
1. Jelaskan yang dimaksud dengan biaya produksi ....

Jawab : ..........................................................................
2. Mengetahui biaya produksi perusahaan, sangat dibutuhkan baik bagi manajemen

ataupun bagi pemilik perusahaan.
Jelaskan pentingnya mengetahui biaya produksi tersebut bagi manajemen ataupun
pemilik perusahaan. (Menggunakan HOTS)
Jawab : ..........................................................................
3. Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur biaya produksi menurut Charles T. Horngren.
Jawab : ..........................................................................
4. Jelaskan pengertian biaya tetap dan biaya variabel serta berikan contohnya.
Jawab : ..........................................................................
5. Suatu perusahaan beroperasi dengan biaya sebagai berikut.
Biaya tetap sebesar Rp 300.000,00.
Biaya variabel per unit Rp 40,00.
Harga jual produksi per unit Rp 100,00.
Kapasitas produksi maksimal 10.000 unit.
Hitunglah Break Event Point (BEP) dalam unit…. (Menggunakan HOTS)
Jawab :...........................................................................

D. Lembar Kerja Siswa (STEM)

JOBSHEET PRAKTIKUM

Satuan Pendidikan : SMK
Kelas/Semester : XI /
Mata Pelajaran : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Alokasi Waktu :

Kompetensi Dasar:
1. Menganalisis biaya produksi contoh/prototype produk barang/jasa.
2. Menghitung biaya produksi contoh/prototype produk barang/jasa.

Materi Dasar:
1. Pengertian Biaya Produksi
2. Tujuan Perhitungan Biaya Produksi
3. Unsur-Unsur Biaya Produksi Produk
4. Menghitung Biaya Produksi

Menentukan Break Even Point (BEP) dan Merencanakan Keuntungan Usaha 17

A. Petunjuk Praktik
1. Bersihkan terlebih dahulu ruang praktik
2. Siapkan alat dan bahan praktik
3. Nyalakan komputer sesuai SOP
B. Tugas Peserta Didik
Membuat rancangan usaha mikro atau usaha kecil berdasarkan pilihan dari hasil
pengamatan kemudian menghitung biaya produksi, harga jual serta BEP-nya dalam unit
dan dalam rupiah.
C. Tujuan
1. Siswa mampu menyusun komponen-komponen biaya produksi suatu produk barang

dan jasa dengan tepat.
2. Siswa mampu menganalisis biaya produksi suatu produk barang dan jasa dengan

tepat.
3. Siswa mampu menghitung biaya produksi suatu produk dengan tepat.
4. Siswa mampu mempresentasikan hasil penyusunan biaya produksi suatu produk

dengan baik.
D. Alat dan Bahan:
1. Kertas HVS ukuran A4
2. Bolpoint
3. Kalkulator
4. Satu unit komputer
5. Satu unit printer
E. Langkah kerja
1. Buatlah kelompok yang terdiri dari 2-3 orang anggota.
2. Amatilah bersama kelompok kalian peluang usaha apa saja yang ada di daerah sekitar.

Pilihlah salah satu usaha yang memiliki peluang bagus dan cukup menjanjikan.
3. Rancanglah sebuah usaha mikro atau usaha kecil berdasarkan pilihan hasil

pengamatan peluang usaha yang telah kalian lakukan tersebut.
4. Analisislah semua biaya yang dibutuhkan dalam kegiatan produksinya.
5. Identifikasilah semua biaya yang termasuk dalam biaya tetap dan biaya variabel.
6. Tulislah hasil identifikasimu dalam tabel.
7. Hitunglah biaya produksi, BEP serta perencanaan labanya.
8. Salinlah hasil penghitungan kalian dengan mengetiknya menggunakan microsoft

word.
9. Print jika sudah selesai, kemudian presentasikan hasil pekerjaanmu di depan kelas.

18 Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XII untuk SMK/MAK


Click to View FlipBook Version