The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by arief.jobonline, 2022-07-08 15:43:13

sampel emagz audiopaper

#pariwisata



audiopaper
















E MAGAZINE







































INDEPTH REPORTING
(menaruh) Asa pada kelola

Candi Muaro Jambi















KELESTARIAN GEOSITE DAMPAK PANDEMI LEBIH DARI SEKEDAR
RTH, TAMAN ANGGREK
MENGKARANG PURBA COVID-19, BONBIN HARUS DIFUNGSIKAN
PENTING UNTUK DAPAT TAMAN RIMBA TERIMA UNTUK PELESTARIAN
PENGAKUAN UNESCO DONASI DAR RELAWAN DAN PEMBIAKAN

AUDIOPAPER



























Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Geosite Mengkarang Purba
menurut Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Provinsi Karel Ibnu Suratno
akan mempengaruhi proses pengusulan mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai

bagian dari Global Geopark.


Dari 20 syarat untuk mendapatkan pengakuan tersebut satu diantaranya berupa fosil
daun periode Perm berusia 300 juta tahun yang ada di Geosite Mengkarang Purba
Sementara lainnya adalah fosil kayu yang ada di Batang Merangin.



by
"Keberadaan fosil-fosil “bernilai”
arief rahman
internasional tersebut sejatinya menjadi 27-01-2021

tantangan apakah Jambi serius ingin

mendapatkan pengakuan Unesco atau
sebaliknya membiarkan terjadinya aktivitas

PETI," papar Karel Ibnu Suratno






Upaya pengawasan dan pengendalian aktivitas PETI telah dilakukan Dinas ESDM yang

tergabung dalam tim bersama-sama Forum DAS provinsi dan kabupaten serta aparat
kepolisian.


Hanya saja, kerja tim tersebut akan lebih efektif apabila masyarakat sekitar kawasan
berinisiatif menolak kegiatan PETI tersebut tutup Karel Ibnu Suratno.

publish AUDIOPAPER BY
27-05-2020. #PARIWISATA ARIEF RAHMAN



DAMPAK PANDEMI


COVID-19,


BONBIN TAMAN

RIMBA JAMBI


TERIMA DONASI DARI


RELAWAN








Meski anggaran perawatan dan pakan untuk koleksi satwa
Kebun Binatang Taman Rimba Jambi dijamin pemerintah

provinsi, tak kurang warga dan komunitas peduli satwa

turut menyalurkan bantuannya.






Diki Johansyah, Staf administrasi Kebun
Binatang Taman Rimba Jambi menjelaskan,
donasi yang diberikan masyarakat itu tidak
lepas dari situasi Pandemi Covid-19.


Mereka khawatir dengan kesejahteraan satwa
yang ada, sehingga tidak hanya dalam bentuk DIKI JOHANSYAH

bantuan dana untuk pakan tapi juga obat-
obatan termasuk penyemprotan desinfektan,
Kabar tertularnya beberapa satwa di
.
beberapa kebun binatang di luar negeri
tak terjadi pada satwa yang ada di
Taman Rimba Jambi. Sampai saat ini
seluruh satwa dalam kondisi sehat





Dalam pada itu, menyinggung rencana Kebun
Binatang Taman Rimba Jambi menambah
koleksi satwa seekor harimau jantan yang
didatangkan dari Kebun Binatang Bukit Tinggi.
menurut Diki Johansyah terpaksa ditunda
karena pandemi COVID-19.

FOKUS audiopaper by

arief rahman
24-1-2021.





DUNIA PENDIDIKAN
MUARO JAMBI HARUS DUKUNG
EKOSISTEM CANDI MUARO JAMBI "Tak melulu melalui
pendidikan tekstual namun
hal itu dapat disiasati
dengan informasi-
informasiyang mudah
dikenali dan akan selalu
diingat siswa didik seperti

penamaan ruang sekolah
dengan nama-nama candi
maupun menyediakan
ruang ekspresi budaya
yang memuat kearifan
lokal setempat"

Agus Widiatmoko







Kompleks Candi Muaro Jambi tegas Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi Agus
Widiatmoko merupakan satu ekosistem yang terintegrasi dengan masyarakatnya.

Karena itu, tak hanya perlu didukung oleh komunitas dan pengusaha yang menjalankan bisnis wisata
para pemangku pendidaikan setempat juga harus masuk dalam ekosistem tersebut untuk
menguatkan karakter anak didik agar memiliki Identitas ke Indonesiaan yang kental.


Pihaknya ungkap Agus sangat berkeinginan sekolah–sekolah yang ada disekitar kawasan juga
berwawasan cagar budaya agar terintegrasi dengan Candi Muaro Jambi

Agus Widiatmoko mengatakan BPCB Jambi sejauh ini telah memfasilitasi terbentuknya ekosistem
yang mendukung keberadaan Candi Muaro Jambi seperti memfasilitasi warga tempatan peralatan
Rebana Siam, mendukung kegiatan petani madu di kawasan Danau Lamo hingga memberi akses
kepada para nelayan setempat memanfaatkan jalur sungai dan kanal –kanal kuno di Candi Muaro
Jambi.

simak juga



(menaruh) Asa pada kelola

01 Candi Muaro Jambi


(menaruh) Asa pada kelola

02 Candi Muaro Jambi

AUDIOPAPER 27-03-2017.








PARIWISATA DAPAT ATASI



KESENJANGAN ANTAR WILAYAH






Kepala UPTB Bappeda Provinsi Jambi Imron Rosyadi mengatakan, pengembangan
kawasan wisata dapat memperkecil kesenjangan antar wilayah di 11 kabupaten
kota dalam Provinsi Jambi.



Menurutnya, fenomena pelarian modal atau capital flight dari daerah-daerah
pemilik sumberdaya alam seperti migas dan perkebunan dapat diminimalisir jika

saja pemerintah daerah setempat menyiapkan sarana prasana pengembangan
pariwisata seperti yang belakangan kerap disuarakan Gubernur Zumi Zola.






Selama ini, banyak daerah memberi kemudahan
berinvestasi , namun sayangnya tidak diimbangi dengan
strategi lanjutan yang dapat mendorong pengembalian
modal. Alhasil, banyak daerah yang kaya sumber daya
alam hanya dijadikan tempat mencari uang- sementara
keuntungan yang didapat justru dinikmati daerah lain
atau bahkan negara lain.









Kepala UPTB Bappeda Provinsi Jambi ini mengatakan, strategi lain untuk mencegah
pelarian modal keluar Jambi dapat dilakukan dengan menggerakkan pengusaha local
maupun BUMD sebagai mitra investor asing.



Sejalan dengan itu, dalam skala lebih kecil, seperti di tingkat desa, pemerintah setempat
harus menjadikan Badan Usaha Milik Desa _BUMDES sebagai pelaku ekonomi yang
RENOWNED TRAVEL BLOGGER RONALD HUMMER TAKES US
memayungi usaha masyarakat. Hal ini menurutnya dapat dilakukan karena Pemerintah
ON A JOURNEY TO THE LAND OF ICE
Provinsi Jambi kini punya program pengembangan desa dengan anggaran bantuan 200
juta tiap desa.

TAK SEKEDAR RTH, TAMAN ANGGREK JAMBI HARUS


DIFUNGSIKAN UNTUK PELESTARIAN DAN PEMBIAKAN





























Wacana Gubernur H Fachrori Umar menyerahkan pengelolaan Taman Anggrek Sri
Soedewi ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH )Provinsi Jambi menurut kepala UPTD Taman
Anggrek Poppy Handayani harus dikaji lebih lanjut, apakah hanya menyangkut Ruang
Terbuka Hijauyang baru direnovasi atau menyangkut operasional areal Taman Anggrek
secara keseluruhan.



Pasalnya, Taman Anggrek sejak awal pendiriannya memiliki tugas khusus melakukan
upaya konservasi dan pemuliaan anggrek langka melalui teknik kultur jaringan bukan
sebatas difungsikan sebagai ruang terbuka hijau,


UPTD Taman Anggrek yang secara
struktural berada dibawah Dinas Pertanian
Provinsi Jambi tetap harus menjalankan

peran khususnya

Poppy Handayani..



Disisi lain, pengalihan pengelolaan, dengan dibukanya RTH Taman Anggrek sebagai area
publik “gratis” menurut Poppy mau tidak mau akan menggerus potensi PAD yang didapat
dari retribusi tiket masuk.



Masyarakat akan “merasa” telah ke Taman Anggrek walau sebenarnya hanya berada di
kawasan RTH yang luasnya hanya 500 meter persegi padahal area taman itu luasannya
hampir mencapai 2 hektar ungkapnya lebih lanjut..



AUDIOPAPER 07-07-2019.


Click to View FlipBook Version