PROGRAM KERJA
PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
TAHUN PELAJARAN 2021- 2022
.
OLEH :
TIM BIMBINGAN KONSELING
SMA NEGERI 1 SUTOJAYAN
Jln. Diponegoro 103 Sutojayan Blitar
1
LEMBAR PENGESAHAN
Program Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 1 Sutojayan tahun pelajaran
2021/2022 ini telah disetujui dan disahkan pada :
Hari : Senin
Tanggal : 12 Juli 2021
Mengetahui Sutojayan, 13 Juli 2021
Kepala SMA N 1 SUTOJAYAN Guru BK
MURDIONO,S.Pd,M.Pd Drs. SUNARTO
NIP.19630815 198512 1 001 NIP. 19661125 200501 1 004
2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan YME, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun
program Bimbingan dan Konseling tahun pelajaran 2021/2022.
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014
tentang bimbingan dan konseling pada pendidikan dasar. Dalam permendiknas
tersebut menyebutkan bahawa Komponen layanan Bimbingan dan Konseling
memiliki 4 (empat) program yang mencakup: (a) layanan dasar; (b) layanan
peminatan dan perencanaan individual; (c) layanan responsif; dan (d) layanan
dukungan sistem. Sehubungan dengan hal tersebut guru Bimbingan dan konseling
perlu menyusun program guna menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan
bimbingan dan konseling di sekolah.
Penyusunan program Bimbingan dan Konseling ini di dahului dengan
menyusun angket kebutuhan yang telah di sesuaikan dengan kondisi kebutuhan di
sekolah, agar dapat memenuhi kebutuhan peserta didik dan pihak-pihak lain yang
terkait.
Pada kesempatan ini ijinkanlah kami mengucapkan terima kasih kepada
1. Bapak Murdiono, S.Pd, M.Pd selaku Kepala sekolah SMA Negeri 1 Sutojayan
2. Bapak/Ibu Guru dan Karyawan SMA Negeri 1 Sutojayan
Kami berharap buku program pelayanan Bimbingan dan Konseling ini
dapat bermanfaat untuk kita semua. Kritik dan saran sangat kami perlukan dari
teman-teman guru Bimbingan dan Konseling untuk peningkatan mutu dalam
menyusun buku program Bimbingan dan Konseling yang akan datang.
Akhirnya kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada semua
pihak yang membantu mudah-mudahan segala bantuan yang diberikan kepada
kami menjadi pahala dan mendapat imbalan pahala yang sepantasnya dari Tuhan
YME. Amin
Blitar, 13 Juli 2021
Hormat Kami
Penyusun
3
DAFTAR ISI
Halaman Judul ............................................................................................................. i
Lembar Pengesahan ........................................................................................................... iii
Kata Pengantar ................................................................................................................ v
Daftar Isi ................................................................................................................... vii
PROGRAM TAHUNAN ...................................................................................................... 1
A. Rasional ................................................................................................................... 1
B. Dasar Hukum ............................................................................................................. 3
C. Visi dan Misi ............................................................................................................... 4
1. Visi Misi SMA Sutojayan .................................................................................... 4
2. Visi Misi Bimbingan dan Konseling SMA Sutojayan ................................................ 4
D. Deskripsi Kebutuhan ................................................................................................ 5
1. Profil Kelas dari Hasil Angket Kebutuhan Peserta Didik .......................................... 5
2. Profil Peserta Didik dari Hasil Angket Kebutuhan Peserta Didik .............................. 7
3. Deskripsi Kebutuhan dari Hasil Asesmen ............................................................... 8
E. Rumusan Kebutuhan ................................................................................................. 10
F. Komponen Program ................................................................................................. 12
1. Layanan Dasar ........................................................................................................ 12
2. Layanan Responsif ................................................................................................ 12
3. Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual .................................................... 13
4. Dukungan Sistem .................................................................................................. 13
G. Bidang Layanan ........................................................................................................ 15
1. Bidang Pribadi ...................................................................................................... 15
2. Bidang Sosial ......................................................................................................... 15
3. Bidang Belajar ....................................................................................................... 15
4. Bidang Karir .......................................................................................................... 16
H. Pengembangan Tema atau Topik ................................................................................ 17
I. Rencana Kegiatan / Operasional ............................................................ 20
J. Rencana Evaluasi, Pelaporan dan Tindak Lanjut .......................................................... 28
K. Sarana Prasarana ...................................................................................................... 30
L. Anggaran Biaya ......................................................................................................... 31
4
A. RASIONAL
Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
menggariskan ”Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak serta ketrampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat bangsa dan negara”. Sebagai bagian integral dari kurikulum
sekolah, pelayanan konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik secara
individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat,
minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki sebagaimana
yang ditegaskan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun
2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, yang
memuat Pelayanan Konseling sebagai bagian yang terintegral dalam salah satu dari
tiga komponen struktur kurikulum yaitu pengembangan diri.
Dalam upaya mendukung pencapaian tugas perkembangan tersebut, program
bimbingan dan konseling dilaksanakan secara utuh dan kolaboratif dengan seluruh
stakeholder sekolah. Dewasa ini, layanan bimbingan dan konseling yang
diselenggarakan di sekolah memiliki banyak tantangan baik secara internal maupun
eksternal. Dari sisi internal, problematika yang dialami oleh sebagian besar peserta
didik bersifat kompleks. Beberapa diantaranya adalah problem terkait penyesuaian
akademik di sekolah, penyesuaian diri dengan pergaulan sosial di sekolah,
ketidakmatangan orientasi pilihan karir, dan lain-lainnya. Fakta ini sejalan dengan
hasil asesmen permasalahan yang telah dilakukan, yakni sebagian besar peserta
didik di kelas XII belum melakukan penyesuaian kemampuan belajar untuk
mencapai target rata-rata Ujian Nasional (UN) sebesar 0,5, budaya kelompok teman
sebaya yang seringkali tidak mendukung bagi terbentuknya iklim belajar kelompok,
dan masih terdapat kecenderungan ekstrim dari beberapa kelompok-kelompok
tertentu yang berpotensi memicu terjadinya perkelahian dan tawuran.
Atas dasar itu, maka kompetensi peserta didik yang harus dikembangkan
melalui pelayanan bimbingan dan konseling adalah kompetensi kemandirian untuk
mewujudkan diri (self actualization) dan pengembangan kapasitasnya (capasity
development) yang dapat mendukung pencapaian kelulusan. Sebaliknya, kesuksesan
peserta didik dalam mencapai SKL akan menunjang terwujudnya pengembangan
kemandirian. Oleh karena itu, implementasi bimbingan dan konseling di Sekolah
diorientasikan kepada upaya memfasilitasi perkembangan potensi peserta didik,
5
yang meliputi aspek pribadi, sosial, belajar, dan karir; atau terkait dengan
pengembangan pribadi peserta didik sebagai makhluk yang berdimensi
biopsikososiospiritual (biologis, psikis, sosial, dan spiritual).
B. DASAR
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidika Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003
Nomor 78, Tambaha Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru
dan Dosen;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang
StandaNasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2005 Nomor 41,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4496) sebagaimana telahdiubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32
Tahun 2013 tentang Perubahan Atas
4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71,
Tambahan LembaranNegara Republik IndonesiaNomor 5410);
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang
Guru (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194,
Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4941);
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun
2008tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi
Konselor;arasarLegal Pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah
(lampiran 1) yang terdiri dari :
7. Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No 22 tahun 2006 tentang Standar
Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah khususnya yang berkaitan
dengan Bimbingan Konseling yaitu Pengembangan Diri.
9. Panduan Pengembangan Diri melalui Pelayanan Konseling. Pusat
Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan tenaga Kependidikan
Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling, tahun 2008.
10. Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam jalur
Pendidikan Formal, Dirjen PMPTK Depdiknas, tahun 2007.
6
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 27 tahun
2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor
12. Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2008 tentang Guru.
13. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka
Kreditnya.
14. Peraturan Menteri Pendidikan Nsional Republik Indonesia nomor 39 tahun
2009 tentang beban kerja guru dan pengawas satuan pendidikan.
15. Peraturan Pemerintah no 23 tahun 2016 tentang SKL
16. SK Kepala SMA Negeri 1 Sutojayan tentang pembagian tugas Guru BK dan
jumlah siswa asuh tahun pelajaran 2019 - 2020
C. VISI DAN MISI SMA NEGERI 1 SUTOJAYAN
VISI
Terwujudnya sekolah yang bermutu dengan berlandaskan IMTAQ, IPTEK
dan Budaya Bangsa.
MISI
1.Mnyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, Kreatif,
inovatif yang seuaia perkmbangan IPTEK berlandaskan IMTAQ.
2. Menyelenggarakan layanana pendidikan yang profeional, efektif, fekibel
dan akuntabel.
3. Mnu8mbuhkan semangat berkompetii di bid. Akademik dan non
akademik.
4. Menumbuhkan kpedulian warga sekolah dalam prilaku hidup brsih,
keindahan dan kelestarian lingkungan hidup.
D.VISI DAN MISI BIMBINGAN DAN KONSELING
VISI
Visi Bimbingan dan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan
yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian
dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang
secara optimal, mandiri dan bahagia.
7
MISI
1. Misi pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui
pembentukan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan
masa depan.
2. Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan
kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah/ madrasah, keluarga
dan masyarakat.
3. Misi pengentasan masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta
didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.
E. DESKRIPSI KEBUTUHAN
Bidang Layanan Hasil Asesmen Kebutuhan Rumusan Kebutuhan
Tidak percaya diri
Kepercayaan diri yang tinggi
Pribadi Kesulitan membagi waktu Kemampuan manajemen
waktu
Kesulitan mengelola emosi Kemampuan mengelola stres
Interaksi dengan lawan jenis
Interaksi dengan lawan jenis sesuai dengan etika dan
norma yang berlaku
Sosial Sulit menjalin hubungan dengan Menjalin hubungan baik
teman sebaya dengan teman sebaya
Konflik dengan teman Pergaulan remaja dan
mengelola emosi
Belajar Sulit memahami pelajaran Ketrampilan belajar yang
Karir efektif
Malas belajar
Bingung memilih jurusan di Motivasi belajar yang tinggi
perguruan tinggi
Pemahaman mengenai
Belum punya cita-cita
jurusan di perguruan tinggi
Mengidentifikasi profesi
yang sesuai dengan dirinya
F. TUJUAN Hasil Asesmen Kebutuhan Rumusan Kebutuhan
Peserta didik memiliki
Bidang Layanan kepercayaan diri yang tinggi
Pribadi Kepercayaan diri yang tinggi
8
Sosial Manajemen waktu Peserta didik memiliki
Belajar kemampuan untuk
Karir Kemampuan mengelola emosi memanajemen waktu dengan
baik
Interaksi dengan lawan jenis sesuai Peserta didik memiliki
dengan etika dan norma yang kemampuan mengelola
berlaku emosi
Menjalin hubungan baik dengan Peserta didik mampu
teman sebaya berinteraksi denganlawan
jenis sesuai dnegan etika dan
Pergaulan remaja dan mengelola norma yang berlaku
emosi Peserta didik mampu
menjalin hubungan baik
Ketrampilan belajar yang efektif dengan teman sebaya
Peserta didik memahami tata
Motivasi belajar yang tinggi cara pergaulan remaja yang
baik dan mampu mengelola
Pemahaman mengenai jurusan di emosi
perguruan tinggi Peserta didik memiliki
ketrampilan belajar yang
Mengidentifikasi profesi yang efektif dan efiisen
sesuai dengan dirinya Peserta didik memiliki
motivasi belajar yang kuat
Peserta didik memiliki
pemahaman mengenai
berbagai jurusan di
perguruan tinggi
Peserta didik mampu
mengidentifikasi profesi
yang sesuai dengan potensi
yang dimilikinya
G. KOMPONEN PROGRAM
Komponen program bimbingan dan konseling di SMA meliputi:
(1) Layanan Dasar
(2) Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual peserta didik
(3) LayananResponsif
(4) Dukungan sistem.
9
Berikut penjelasan mengenai masing-masing
1) Layanan Dasar,
Layanan dasar adalah pemberian bantuan kepada semua peserta didik/konseli
yang berkaitan dengan pengembangan keterampilan, pengetahuan, dan sikap dalam
bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir. Strategi layanan dasar yang dapat
dilaksanakan
Panduan operasional penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Sekolah
Menengah Atas antara lain adalah klasikal, kelas besar/lintas kelas, kelompok dan
menggunakan media tertentu. Materi layanan dasar dapat dirumuskan atas dasar
hasil asesmen kebutuhan, asumsi teoritik yang diyakini berkontribusi terhadap
kemandirian, dan kebijakan pendidikan yang harus diketahui oleh peserta
didik/konseli.
2) Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual Peserta Didik/Konseli
Layanan peminatan dan perencanaan individual merupakan proses pemberian
bantuan kepada semua peserta didik/konseli dalam membuat dan
mengimplementasikan rencana pribadi, sosial, belajar, dan karir. Tujuan utama
layanan ini ialah membantu peserta didik/konseli belajar memantau dan memahami
pertumbuhan dan perkembangannya sendiri dan mengambil tindakan secara proaktif
terhadap informasi tersebut.
Pelayanan peminatan mulai dari pemilihan dan penetapan minat (kelompok
matapelajaran, matapelajaran, lintas minat), pendampingan peminatan,
pengembangan dan penyaluran minat, evaluasi dan tindak lanjut. Strategi layanan
peminatan meliputi bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling kelompok,
dan konseling individual serta layanan konsultasi. Guru bimbingan dan konseling
atau konselor memimpin kolaborasi dengan pendidik pada satuan pendidikan,
berperan mengkoordinasikan layanan peminatan dan memberikan informasi yang
luas dan mendalam tentang kelanjutan studi dan dunia kerja, sampai penetapan dan
pemilihan studi lanjut.
3) Layanan Responsif
Layanan responsif adalah pemberian bantuan terhadap peserta didik/konseli
yang memiliki kebutuhan dan masalah yang memerlukan bantuan dengan segera.
Tujuan layanan ini ialah memberikan (1) layanan intervensi terhadap peserta
10
didik/konseli yang mengalami krisis, peserta didik/konseli yang telah membuat
pilihan yang tidak bijaksana atau peserta didik/konseli yang membutuhkan bantuan
penanganan dalam bidang kelemahan yang spesifik dan (2) layanan pencegahan bagi
peserta didik/konseli yang berada di ambang pembuatan pilihan yang tidak
bijaksana.
Isi dari layanan responsif ini antara lain berkaitan dengan penanganan masalah
belajar, pribadi, sosial, dan karir. Berkaitan dengan tujuan program Bimbingan dan
konseling di atas, isi layanan responsif adalah sebagai berikut;
a) Masalah-masalah yang berkaitan dengan belajar: kebiasaan belajar yang salah
dan PanduanOperasionalPenyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Sekolah
MenengahAtas kesulitan penyusunan rencana pelajaran.
b) Masalah yang berkaitan dengan karir, misalnya, kecemasan perencanaan karir,
kesulitan penentuan kegiatan penunjang karir, dan kesulitan penentuan
kelanjutan studi.
c) Masalah yang berkaitan dengan perkembangan sosial antara lain konflik
dengan teman sebaya dan keterampilan interaksi sosial yang rendah.
d) Masalah yang berkaitan dengan perkembangan pribadi antara lain konflik
antara keinginan dan kemampuan yang dimiliki, dan memiliki pemahaman
yang kurang tepat tentang potensi diri.
4) Dukungan Sistem
Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen,
tata kerja infrastruktur dan pengembangan keprofesionalan guru bimbingan dan
konseling atau konselor secara berkelanjutan yang secara tidak langsung
memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran
perkembangan peserta didik.
H. BIDANG LAYANAN
Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat bidang
layanan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Pada
hakikatnya perkembangan tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang tidak dapat
dipisahkan dalam setiap diri individu peserta didik/konseli. Materi layanan
bimbingan dan konseling disajikan secara proporsional sesuai dengan hasil asesmen
kebutuhan 4 (empat) bidang layanan.
1) Pribadi
Proses pemberian bantuan dari guru bimbingan dan konseling atau konselor
11
kepada peserta didik/konseli untuk memahami, menerima, mengarahkan,
mengambil keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara bertanggung
jawab tentang perkembangan aspek pribadinya, sehingga dapat mencapai
perkembangan pribadi yang optimal dan mencapai kemandirian, kebahagiaan,
kesejahteraan dan keselamatan dalam kehidupannya. Aspek perkembangan
peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi (1) memahami potensi diri
dan memahami kelebihan dan kelemahannya, baik kondisi fisik maupun psikis,
(2) mengembangkan potensi untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupannya,
(3) menerima kelemahan kondisi diri dan mengatasinya secara baik, (4)
mencapai keselarasan perkembangan antara cipta-rasa-karsa, (5) mencapai
kematangan/kedewasaan cipta-rasa-karsa secara tepat dalam kehidupanya sesuai
nilai PanduanOperasionalPenyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Sekolah
MenengahAtas.36 nilai luhur, dan (6) mengakualisasikan dirinya sesuai dengan
potensi diri secara optimal berdasarkan nilai-nilai luhur budaya dan agama.
2) Sosial
Proses pemberian bantuan dari guru bimbingan dan konseling atau
konselor kepada peserta didik/konseli untuk memahami lingkungannya dan
dapat melakukan interaksi sosial secara positif, terampil berinteraksi sosial,
mampu mengatasi masalah masalah sosial yang dialaminya, mampu
menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan dengan lingkungan
sosialnya sehingga mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan dalam
kehidupannya. Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan
meliputi (1) berempati terhadap kondisi orang lain, (2) memahami keragaman
latar sosial budaya, (3) menghormati dan menghargai orang lain, (4)
menyesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku, (5) berinteraksi sosial yang
efektif, (6) bekerjasama dengan orang lain secara bertanggung jawab, dan (8)
mengatasi konflik dengan orang lain berdasarkan prinsip yang saling
menguntungkan.
3) Belajar
Proses pemberian bantuan guru bimbingan dan konseling atau konselor
kepada peserta didik/ konseli antara lain adalah mengenali potensi diri untuk
belajar, memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan
pendidikan, memiliki kesiapan menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar
teratur dan mencapai hasil belajar secara optimal sehingga dapat mencapai
kesuksesan, kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya. Aspek
12
perkembangan yang dikembangkan meliputi;(1) menyadari potensi diri dalam
aspek belajar dan memahami berbagai hambatan belajar; (2) memiliki sikap dan
kebiasaan belajar yang positif; (3) memiliki motif yang tinggi untuk belajar
sepanjang hayat; (4) memiliki keterampilan belajar yang efektif; (5) memiliki
keterampilan perencanaan dan penetapan pendidikan lanjutan; dan (6) memiliki
kesiapan menghadapi ujian.
4) Karir
Proses pemberian bantuan guru bimbingan dan konseling atau konselor
kepada peserta didik/ konseli untuk memahami pertumbuhan, perkembangan,
eksplorasi, aspirasi dan pengambilan keputusan karir sepanjang rentang
hidupnya secara rasional dan realistis berdasar informasi potensi diri dan melihat
kesempatan yang tersedia di lingkungan PanduanOperasionalPenyelenggaraan
Bimbingan dan Konseling Sekolah MenengahAtas.37 hidupnya untuk mencapai
kesuksesan dalam kehidupannya. Aspek perkembangan yang dikembangkan
meliputi; (1) memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat danmkepribadian)
yang terkait dengan pekerjaan; (2) memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja
dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir; (3) memiliki
sikap positif terhadap dunia kerja; (4) memahami relevansi kemampuan
menguasai pelajaran dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang
pekerjaan yang menjadi cita-cita karir di masa depan; (5) memiliki kemampuan
untuk membentuk identitas karir, dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan,
persyaratan kemampuan yang dituntut, lingkungan sosio-psikologis pekerjaan,
prospek kerja, kesejahteraan kerja; memiliki kemampuan merencanakan masa
depan, berupa kemampuan merancang kehidupan secara rasional untuk
memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi
kehidupan sosial ekonomi; membentuk pola-pola karir; mengenal keterampilan;
serta memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir.
I. JENIS LAYANAN
a. Layanan orientasi, merupakan layanan yang memungkinkan siswa memahami
lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang
dipelajari, untuk mempermudah dan memperlancar berperannnya siswa di
lingkungan yang baru itu.
13
b. Layanan informasi, merupakan layanan yang memungkinkan siswa menerima
dan memahami berbagai informasi (seperti pergaulan, belajar, jabatan,
pendidikan lanjutan).
c. Layanan penempatan dan penyaluran, merupakan layanan yang
memungkinkan siswa memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat
(misalnya penempatan dan penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar,
jurusan/program studi, program ektrakulikuler dll).
d. Layanan pembelajaran, merupakan layanan yang memungkinkan siswa
mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai
materi belajar yang cocok dengan kemampuan dirinya, serta berbagai aspek
tujuan dan kegiatan belajar lainnya
e. Layanan Konseling, merupakan layanan yang memungkinkan siswa
mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan maupun
kelompok) maupun bisa juga melalui tatap muka seperti konseling untuk
mengentaskan permasalahan yang sedang dialami.
f. Layanan bimbingan kelompok, merupakan layanan yang memungkinkan
sejumlah siswa secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh
bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang
pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan
keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok
g. Layanan konsultasi, merupakan layanan yang memungkinkan seseorang
memperoleh wawasan, pemahaman dan cara-cara yang perlu dilaksanakan
dalam menangani kondisi dan atau permasalahan orang lain yang menjadi
kepeduliannya.
14
J. RENCANA OPERASIONAL
RENCANA KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING
SMA TAHUN PELAJARAN 2021 - 2022
Bidang Tujuan Layanan Komponen
Layanan Layanan
Pribadi Siswa Mampu Menerima Layanan
Kondisi Ekonomi Keluarga Responsif
Peserta didik/konseli mampu Layanan dasar
mengidentifikasi kecerdasan
jamak (multi Kecerdasan)
yang dimiliki
Sosial Peserta Didik Tidak Layanan
Menyukai Sesama Jenis Responsif
Belajar Siswa Mampu Berkonsetrasi Layanan dasar
Dalam Belajar
Karir Peserta Didik dpt memahami Layanan
kemampuan & Keinginan utk Peminantan Dan
menentukan kelanjutan. Perencanaan
Individual
Adanya Pemahaman
Kemampuan & Keinginan
dlm menentukan Jenis
Pekerjaan
Layanan Kelas Materi Metode Media Evaluasi
Strategi
Menerima
Kondisi Siswa dapat
Keluarga
Bimbingan X Sosiodrama Kostum mengidentifi
kelompok kasi emosi
Bimbingan X Informasi Jigsaw Power proses dan
klasikal kecerdasan point hasil
jamak
Konseling XI Pergaulan Bermain Costum Memiliki
Individual Sehat & peran/ , rasa
Normal sosiodrama Koran, tenggang
X, XI, asesoris rasa
Bimbingan XII Prinsip Dan Diskusi (evaluasi
Klasikal Gaya Buku, proses)
Belajar Proyektor
Siswa
Menetapkan Mengetahui
pilihan Gaya
kelanjutan Belajar yang
studi. Baik
Konsultasi XII Pemahaman Diskusi Power Proses dan
Jenis poin, hasil
Peluang Internet,
kerja Alumni
15
SEBARAN TEMA PEL
SMA NEGERI 1 SSUETBAORJAANYATENMTA
SMA NEGERI TA
NO KEGIATAN PRIBADI S
3
12 (2) Obyek-obyek p
1 Layanan Orientasi (1) Obyek-obyek pemahaman pribadi sosial
2 Layanan Informasi (5) Informasi tentang pemahaman, (6) Informasi tenta
potensi, kemampuan dan kondisi potensi, kemam
pribadi hubungan sosi
3 Layanan Penempatan dan (9) Penempatan dan penyaluran untuk (10) Penempatan d
pengembangan
Penyaluran/Peminatan dan pengembangan kemampuan pribadi Lintas Minat
Lintas Minat Lintas Minat
4 Layanan Penguasaan Konten (13) Pemahaman Kompetensi dan (14) Pemahaman K
kebiasaan dalam kehidupan pribadi kebiasaan dala
5 Layanan Konseling Individu (17) Pemahaman masalah pribadi : (18) Pemahaman m
dalam kehidupan pribadi dalam kehidup
6 Layanan Bimbingan Kelompok (21) Topik tentang kemampuan dan (22) Topik tentang
kondisi pribadi kondisi hubun
7 Layanan Konseling Kelompok (25) Masalah pribadi dalam kehidupan (26) Masalah priba
pribadi sosial
8 Layanan Konsultasi (29) Pemberdayaan pihak tertentu untuk (30) Pemberdayaa
dapat membantu peserta didik dalam dapat memban
pengembangan pribadi pengembangan
9 Layanan Mediasi ('33) (34) Upaya menda
tertentu (pese
NO KEGIATAN PRIBADI S
12 3
10 Aplikasi Instrumentasi
(37) Instrumen tes dan non tes untuk (38) Instrumen tes
mengungkapkan kondisi dan masalah mengungkapk
pribadi peserta didik sosial peserta
LAYANAN KONSELING
TAAPHEULANYPAENLAANJKAORNASNEL2I0N2G1 - 2022
AHUN PELAJARAN 2017-2018
MATERI PENGEMBANGAN KEHIDUPAN *)
SOSIAL BELAJAR KARIR
45 6
(4) Obyek-obyek pemahaman
pemahaman hubungan (3) Obyek-obyek pemahaman
kemampuan belajar kemampuan karier
ang pemahaman, (7) Informasi tentang pemahaman, (8) Informasi tentang pemahaman,
mpuan dan kondisi potensi, kemampuan kegiatan potensi, kemampuan kegiatan
ial dan hasil belajar dan hasil karier
dan penyaluran untuk (11) Penempatan dan penyaluran untuk (12) Penempatan dan penyaluran/
n kemampuan sosial peminatan/lintas minat untuk peminatan/lintas minat untuk
pengembangan kemampuan hasil pengembangan kemampuan hasil
Kompetensi dan karier karier
am kehidupan sosial
(15) Pemahaman Kompetensi dan (16) Pemahaman Kompetensi dan
kebiasaan dalam kegiatan serta kebiasaan dalam kebiasaan
penguasaan bahan belajar pengembangan karir
masalah pribadi : (19) Pemahaman masalah pribadi : (20) Pemahaman masalah pribadi :
pan sosial dalam pengembangan kegiatan dan dalam pengembangan karir
hasil belajar
g kemampuan dan (23) Topik tentang kemampuan, kegiatan (24) Topik tentang kemampuan arah
ngan sosial
dan hasil belajar karir
adi dalam kehidupan (27) Masalah pribadi dalam kemampuan (28) Masalah pribadi dalam pengembangan
kegiatan belajar karir
n pihak tertentu untuk (31) Pemberdayaan pihak tertentu untuk (32) Pemberdayaan pihak tertentu untuk
ntu peserta didik dalam
n kemampuan sosial dapat membantu peserta didik dalam dapat membantu peserta didik dalam
pengembangan kemampuan belajar pengembangan karir
amaikan pihak-pihak ('35) ('36)
erta didik) yang berselisih
MATERI PENGEMBANGAN KEHIDUPAN *)
SOSIAL BELAJAR KARIR
5 6
4 16
dan non tes untuk (39) Instrumen tes dan non tes untuk (40) Instrumen tes dan non tes untuk
kan kondisi dan masalah mengungkapkan kondisi dan masalah mengungkapkan kondisi dan masalah
didik belajar peserta didik karir
K. PENILAIAN, EVALUASI, TINDAK LANJUT
1. PENILAIAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Sebagai upaya pendidikan, khususnya dalam rangka pengembangan
kompetensi siswa, hasil-hasil layanan Bimbingan dan Konseling harus dinilai, baik
melalui penilaian terhadap hasil layanan maupun proses pelaksanaannya. Penilaian
ini selanjutnya dapat dipakai untuk melihat keefektifan layanan di satu sisi, dan
sebagai dasar pertimbangan bagi pengembangannya di sisi lain.
a. Penilaian Hasil Layanan
1) Untuk mengetahui keberhasilan layanan dilakukan penilaian. Dengan
penilaian ini dapat diketahui apakah layanan tersebut efektif dan membawa
dampak positif terhadap siswa yang mendapatkan layanan.
2) Penilaian ditujukan kepada perolehan siswa yang menjalani layanan.
Perolehan ini diorientasikan pada :
Pengentasan masalah siswa : sejauh manakah perolehan siswa menunjang
bagi pengentasan masalahnya ? Perolehan itu diharapkan dapat lebih
menunjang terbinanya tingkah laku positif, khususnya berkenaan dengan
permasalahan dan perkembangan diri siswa.
Perkembangan aspek-aspek kepribadian siswa, seperti sikap, motivasi,
kebiasaan, keterampilan dan keberhasilan belajar, konsep diri, kemam-
puan berkomunikasi, kreatifitas, apresiasi terhadap nilai dan moral.
3) Secara khusus fokus penilaian diarahkan kepada berkembangnya:
Pemahaman baru yang diperoleh melalui layanan, dalam kaitannya
dengan masalah yang dibahas.
Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan
melalui layanan.
Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa sesudah
pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut
pengentasan masalah yang dialaminya.
Semua fokus penilaian itu, khususnya rencana kegiatan secara jelas mengacu
kepada kompetensi yang diaplikasikan siswa untuk pengentasan
permasalahan yang dihadapinya dalam rangka kehidupan sehari-hari yang
lebih efektif.
4) Penilaian dapat dilakukan melalui :
• format individual, kelompok, dan/atau klasikal
17
• media lisan dan/atau tulisan
• penggunaan panduan dan/atau instrumen baku dan/atau yang disusun
sendiri oleh guru pembimbing.
a. Tahap-tahap penilaian meliputi :
• Penilaian segera (laiseg), merupakan penilaian tahap awal, yang
dilakukan segera setelah atau menjelang diakhirinya layanan yang
dimaksud.
• Penilaian jangka pendek (laijapen), merupakan penilaian lanjutan yang
dilakukan setelah satu (atau lebih) jenis layanan dilaksanakan selang
beberapa hari sampai paling lama satu bulan.
• Penilaian jangka panjang (laijapang), merupakan penilaian lebih
menyeluruh setelah dilaksanakannya layanan dengan selang satu unit
waktu tertentu, seperti satu semester.
b. Penilaian Proses Kegiatan
a) Penilaian dalam Bimbingan dan Konseling dilakukan juga terhadap proses
kegiatan dan pengelolaannya, yaitu terhadap :
• kegiatan layanan Bimbingan dan Konseling
• kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling
• mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam kegiatan
• pengelolaan dan administrasi kegiatan
b) Hasil penilaian proses digunakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan
Bimbingan dan Konseling secara menyeluruh.
2. EVALUASI
Evaluasi atau penilaian harus diketahui oleh Kepala Sekolah dan dibina oleh
Pengawas Sekolah. Evaluasi atau penilaian yang bertujuan keterlaksanaannya
kegiatan yang telah dituangkan dalam rencana program Pelayanan Bimbingan
Konseling selama satu tahun pelajaran secara internal. Penilaian tersebut
dilaksanakan oleh Guru Bimbingan Konseling / Konselor dan Koordinator
Bimbingan Konseling /Konselor di sekolah tersebut.
Evaluasi atau penilaian dilaksanakan dalam kurun waktu yang ditentukan
oleh pihak sekolah atau berkala dan berkelanjutan. Hasilnya dianalisa, serta
didokumentasikan untuk di tindaklanjuti sebagai upaya perbaikan peningkatan mutu
pendidikan melalui perencanaan dan pelaksanaan program Pelayanan Bimbingan
Konseling.
18
JENIS KRITERIA EVALUASI
NO
Komponen Indikator Keberhasilan
EVALUASI
1 Evaluasi Proses 1. Pelaksanaan a. Peserta didik terlibat secara aktif
II Evaluasi Hasil Layanan dalam kegiatan
b. Peserta didik memiliki antuasisme
yang tinggi dalam kegiatan
c. Konselor melaksanakan layanan
sesuai dengan prosedur
d. Alokasi waktu pemberian layanan
sesuai dengan rencana yang telah
ditetapkan
1. Pemahaman diri, a. Peserta didik memiliki pengetahuan
sikap, dan dan pemahaman diri sesuai dengan
perilaku layanan yang dberikan
b. Peserta didik mengalami perubahan
sikap sesuai dengan layanan yang
diberikan
c. Peserta didik dapat memodifikasi
atau melakukan perubahan perilaku
sesuai dengan layanan yang
diberikan
2. Perasaan Positif a. Peserta didik merasa yakin atas
kinerja konselor dalam
melaksanakan layanan
b. Peserta didik merasa yakin atas
potensi yang dimilikinya
c. Peserta didik termotivasi untuk
mengembangkan potensi secara
optimal
3. Rencana kegiatan a. Peserta didik memiliki berbagai
yang akan alternatif upaya pengembangan
dilaksanakan pengentasan masalah
pasca layanan b. Peserta didik memutuskan upaya
pengembangan pengentasan
masalah yang akan dilakukan
c. Peserta didik memiliki rencana
19
3. ANALISA
Analisa terhadap hasil evaluai atau penilaian harus melalui perencanaan.
Perencanaan dan pelaksanaan program Pelayanan Bimbingan Konseling selalu
mempertimbangkan kemampuan atau potensi sekolah, atau potensi daerah yang
berkaitan dengan pengembangan kehidupan pribadi dan sosial serta pengembangan
kehidupan belajar dan karir, berupa kemampuan akademik maupun non akademik.
Analisa yang dilakukan dapat berupa analisa kekuatan / kemampuan potensi
sekolah atau analisis SWOT (Strenghts-Weaknesses-Opportunities-Treats).
4. TINDAK LANJUT
Hasil evaluasi dan analisa, ditindaklanjuti berdasarkan potensi sumber daya
manusia dan keberadaan sumber daya alam serta keberagaman budaya yang dapat
mendukung untuk peningkatan mutu pendidikan dan pengambilan keputusan
pemilihan karier bagi peserta didik di SMA.
20
L. SARANA DAN PRASARANA
KEBUTUHAN SARANA DAN SARANA DAN TUJUAN
Sarana PRASANA PRASANA KEGIATAN
YANG YANG
TERSEDIA DIBUTUHKAN Dimilikinya
aplikasi AUM
Aplikasi Aplikasi
instrumentasi ITP instrumentasi
AUM
Prasarana 2 Unit Komputer Penambahan Dimilikinya
2 Unit Komputer perangkat
Ruang konseling komputer
berada di satu -Ruang konseling dimilikinya
ruangan dengan yang mampu sekat/pembatas
ruang guru menjaga privasi permanen ruang
konseli guru dengan ruang
Ruang Kerja, R. konseling
Konseling, R. -Ruang Rileksasi
Bimb. Batas pembatas Dimilikinya
Kelp.R.Data, antar Ruang Ruangan lebih
R.Tamu, nyaman
Ruang Rileksasi
21
RENCANA ANGGARAN BIAYA PENYELENGGA
SMA NEGERI 1
TAHUN 20
NO NAMA BARANG JUMLAH HARGA
BARANG SATUAN
ATK
b. Kertas HVS 70 gr 8 Rim Rp
b.Buku folio besar 8 bh 45.000.00
c. Kertas Buram 1 Rim
d. Map file plastik 4 Dozen Rp. 8.500
e. Spidol Besar 6 Buah Rp
f. Spidol kecil 6 Buah
g. Lem 2 Buah 24.500.00
h. Lakban 2 Buah Rp
i. Pulpen 2 ds
j. Pensil 10 Buah 2.000.00
Rp
5000.00
Rp
2.000.00
Rp
3.000.00
Rp
8.500.00
Rp
2.000.00
Rp
2.000.00
ARAAN PROGRAM BIMBINGAN KONSELING
1 SUTOJAYAN
021 - 2022
HARGA SUMBER KETERANGAN
JUMLAH DANA
TERPENUHI TIDAK
TERPENUHI
p. Rp. 360
0 .000.00 RABS
Rp.
0 68.000,00 RABS
p. Rp.
0 24.500.00 RABS
p. Rp.
0 96.000.00 RABS
p. Rp.
0 30.000.00 RABS
p. Rp.
0 12.000.00 RABS
p. Rp.
0 6.000.00 RABS
p. Rp.
0 17.000.00 RABS
p. Rp.
0 48..000.00 RABS
p. Rp.
0 20.000.00 RABS
22
k. Correct Pen (Tip -X) 5 Buah Rp. 3.500.00
l. isi staples 5 Dos kecil Rp
m. Double Tip
Pembuatan Media Layanan BK 5 Buah 2.500.00
Rp
2
Banner materi 7.500.00
3 Banner Rp.
100.000.00
Penyelenggaran Himpunan Data 360 Buah Rp
1050 Lembar 5.000.00
a. Buku Pribadi 450 lembar
500 lembar X 3 Rp
3 b. Fc. Angket Need Assesment 125.00
150 Kali
c. Fc. Angket Sosial Ekonomi Rp
c. Fc. FORM BK (home visit, surat 125.00
panggilan wali, Surat undangan Siswa)
4 Transport Home Visit Rp
125.00
6 a. Tissue 12 Buah
b. Air minum kemasan, Permen 15 Dos Rp
20.000.00
Rp
4.500.00
Rp.20.000
Rp.
0 17.500.00 RABS
p. Rp.
0 12.500.00 RABS
p. Rp.
0 37.500.00 RABS
Rp. RABS
300.000.00
p. Rp.
0 1.800.000.00 RABS
p. Rp.
0 131.250.,00 RABS
p. Rp.
0 56.250.00
p. Rp. 187.
0 500.00 RABS
p. Rp. 3.
0 000.000.00 RABS
p. Rp.
0 54.000.00 RABS
0 Rp. 300.000 RABS
23
c. Materai 50 lb 26.000.00
Rp
6.500.00
JUMLAH
0 260.000.00
p. Rp.
0 325.000.00 RABS
Rp.
7.163.000.00
24
M. PENUTUP
Dalam rangka penerapan Kurikulum 13 (Kurtilas) Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, menyatakan
bahwa pelaksanaan pelayanan Bimbingan dan Konseling harus memuat pengembangan diri
yang dilaksanakan dan difasilitasi oleh Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran, Guru
Bimbingan Konseling / Konselor dan tenaga kependidikan lainnya yang berkompeten.
Program pengembangan diri yang dilaksanakan dalam program Pelayanan
Bimbingan Konseling ini disusun dan dikembangkan, sesuai kebutuhan peserta didik/siswa
dan kemampuan fasilitas sarana prasarana di sekolah. Diharapkan dapat memberikan
gambaran kepada Guru Bimbingan Konseling/Konselor dalam memberikan layanan kepada
peserta didik/siswa, agar mereka dapat mengembangkan dirinya dalam kehidupan pribadi,
sosial, belajar dan karir .
Untuk mewujudkan pelaksanaannya serta peningkatan mutu pendidikan diperlukan
keterpaduan seluruh personil sekolah, terutama Guru Bimbingan Konseling / Konselor
berperan bersama Pembina OSIS, Guru Mata Pelajaran, Guru Wali Kelas dan bekerjasama
dengan institusi terkait serta orang tua / wali peserta didik yang keseluruhan kegiatannya
diketahui, disetujui dan didukung oleh Komite Sekolah dan Kepala Sekolah selaku
peanggungjawab seluruh aktivitas di sekolah yang dipimpinnya.
Akhir kata, dengan dukungan semua pihak yang terkait program kegiatan Bimbingan
Konseling tahun pelajaran 2021 -2022 dapat dijadikan acuan bagi Guru Bimbingan
Konseling/Konselor, untuk menghantar peserta didik/siswa mampu mengoptimalkan potensi,
bakat dan minat yang dimiliki serta mampu mengambil keputusan secara mandiri.
25
26