The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by 08 Ryani siti anjani sukarna, 2020-12-13 07:11:49

Bahan Ajar Virus

Bahan ajar

Keywords: Bahan ajar

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ................................................................................................................................... i
PETA KONSEP ............................................................................................................................. ii
A. PENGERTIAN .................................................................................................................... 1
B. Ciri – ciri Virus ..................................................................................................................... 2
C. Klasifikasi Virus .................................................................................................................. 4
D. Struktur Virus ..................................................................................................................... 8
E. Mekanisme Replikasi Virus ................................................................................................ 9
F. Peran Virus Pada Aspek Kesehatan Masyarakat............................................................ 12
RANGKUMAN............................................................................................................................ 16
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK ....................................................................................... 18
UJI KOMPETENSI..................................................................................................................... 21
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................... 24
GLOSARIUM ............................................................................................................................... 26
KUNCI JAWABAN....................................................................................................................... 30

i

PETA KONSEP

ii

A. PENGERTIAN

Virus merupakan mikroorganisme mikroskopis yang beruukran sangat kecil dan hanya
dapat dilihat menggunakan mikroskop. Virus berasal dari bahasa yunani “Venom” yang berarti
racun. Secara umum virus merupakan partikel tersusun atas elemen genetik (genom) yang
mengandung salah satu asam nukleat yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) atau asam ribonukleat
(RNA) yang dapat berada dalam dua kondisi yang berbeda, yaitu secara intraseluler dalam tubuh
inang dan ekstrseluler diluar tubuh inang. Virus memiliki sifat hidup dan mati. Sifat hidup
(seluler) yaitu memiliki asam nukleat namun tidak keduanya (hanya DNA atau RNA), dapat
bereproduksi dengan replikasi dan hanya dapat dilakukan didalam sel inang (parasit obligat
intraseluler). Sifat mati (aseluler) yaitu dapat di kristalkan dan dicairkan. Struktur berbeda dengan
sel dan tidak melakukan metabolisme sel.

Bentuk virus bervariasi dari segi ukuran, bentuk dan komposisi kimiawinya. Bentuk virus
ada yang berbentuk bulat, oval, memanjang, silindariis, dan ada juga yang berbentuk T. Ukuran
Virus sangat kecil, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron, ukuran virus
lebih kecil daripada bakteri. Unit pengukuran virus biasanya dinyatakan dalam nanometer (nm). 1
nm adalah 1/1000 mikrometer dan seperjuta milimeter. Virus cacar merupakan salah satu virus
yang ukurannya terbesar yaitu berdiameter 200 nm, dan virus polio merupakan virus terkecil yang
hanya berukuran 28 nm..Virus bereproduksi atau melakukan replikasi dengan 2 cara yaitu proses
litik atau proses lisogenik. Virus juga memiliki berbgai macam bentuk dan betuk tersebut juga
dapat menjadi ciri dari penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut.

Virus sangat berbahaya bagi kesehatan baik manusia,hewan dan tumbuhan. Karena virus
bersifat parasit obligat dan dapat menyebabkan kematian. Virus memiliki berbagai macam
klasifikasi yang dibedakan berdasar bentuk, jenis sel inangnya dan masih banyak lagi. Virus juga
memiliki pernanan yang merugikan dan menguntungkan, dimana peran menguntungkannya yaitu
berperan dalam pembuatan vaksin dan peran merugikannya yaitu menyebabkan penyakit. Oleh
karena itu, kita sebagai manusia harus bisa menjaga diri kita dari serangan virus ini karena dapat
merugikan. Kita dapat mencegah dampak dari virus ini dengan cara menerapkan pola hidup sehat
dan bersih agar dapat terhindar dari penyakit yang diakibatkan oleh virus.

1

B. Ciri – ciri Virus

Virus memiliki ciri dan struktur yang sangat berbeda sama sekali dengan organisme lain,
ini karena virus merupakan satu sistem yang paling sederhana dari seluruh sistem genetika.
Ciri virus yang telah diidentifikasi oleh para ilmuwan, adalah sebagai berikut.

1) Virus hanya dapat hidup pada sel hidup atau bersifat parasit intraselluler obligat,
misalnya dikembangbiakan di dalam embrio ayam yang masih hidup.

2) Virus memiliki ukuran yang paling kecil dibandingkan kelompok taksonomi lainnya.
Ukuran virus yang paling kecil memiliki ukuran diameter 20 nm dengan jumlah gen
4, lebih kecil dari ribosom dan yang paling besar memiliki
beberapa ratus gen, virus yang paling besar dengan
diameter 80 nm (Virus Ebola) juga tidak dapat
dilihat dengan mikroskop cahaya sehingga untuk
pengamatan virus di gunakan mikroskop elektron.

2) Nama virus tergantung dari asam nukleat yang
menyusun genomnya (materi atau partikel genetik)
sehingga terdapat virus DNA dan juga virus RNA.

Sumber : memikatcahaya.com

Gambar 1 Virus Ebola

Virus Ebola adalah salah satu
jenis Virus yang dapat
menyebabkan penyakit Ebola.

2

3) Virus tidak memiliki enzim metabolisme dan
tidak memiliki ribosom ataupun
perangkat/organel sel lainnya, namun beberapa
virus memiliki enzim untuk proses replikasi dan
transkripsi dengan melakukan kombinasi
dengan enzim sel inang, misalnya Virus Herpes.

4) Setiap tipe virus hanya dapat menginfeksi

beberapa jenis inang tertentu. Jenis inang yang
Sumber : Kabarkampus.com

dapat diinfeksi oleh virus ini disebut kisaran

inang, yang penentuannya tergantung pada Gambar 2 Virus Influenza

evolusi pengenalan yang yang dilakukan virus Virus Influenza adalah Virus
tersebut dengan menggunakan kesesuaian " penyebab penyakit Influenza.
lock and key atau lubang dan kunci " antara

protein di bagian luar virus dengan molekul

reseptor (penerima) spesifik pada permukaan

sel inang. Beberapa virus memiliki kisaran inang

yang cukup luas sehingga dapat menginfeksi

dan menjadi parasit pada beberapa spesies.

Misalnya, virus flu burung dapat juga

menginfeksi babi, unggas ayam dan juga

manusia, virus rabies dapat menginfeksi

mammalia termasuk rakun, sigung, anjing dan

monyet.

3

5) Virus tidak dikategorikan sel karena hanya berisi partikel penginfeksi yang terdiri dari
asam nukleat yang terbungkus di dalam lapisan pelindung, pada beberapa kasus
asam nukleatnya terdapat di dalam selubung membran. Penemuan yang dilakukan
oleh Stanley Miller, bahwa beberapa virus dapat dikristalkan sehingga virus bukanlah
sel hidup, sebab sel yang paling sederhana pun tidak dapat beragregasi menjadi
kristal. Akan tetapi, virus memiliki DNA atau RNA sehingga virus dapat juga
dikategorikan organisme hidup.

C. Klasifikasi Virus

Klasifikasi virus tergolong cukup banyak, yaitu berjumlah enam. Semuanya didasarkan
pada persamaan ciri yang dimiliki

Tahukah Kamu ??
Setiap Virus memiliki
klasifikasinya masing-

masing, dan
pengklasifikasian virus
didasari pada persamaan
ciri yang dimiliki

Sumber : Jawapos.com
Gambar 3 Virus Corona

Klasifikasi virus adalah proses pemberian nama dan pengelompokan virus berdasarkan
karakter yang dimilikinya. Ada beberapa cara mengelompokkan virus, misalnya berdasarkan
karakteristik fenotipe mereka, seperti morfologi, jenis asam nukleat, cara replikasi, organisme
inang, serta jenis penyakit yang mereka timbulkan.

4

a) Klasifikasi virus berdasarkan ada tidaknya selubung pada nukleokapsid.
Terdapat dua kelompok virus dalam klasifikasi ini, yaitu sebagai berikut.
 Virus berselubung yaitu virus yang selubungnya terdiri dari lipoprotein dan
glikoprotein, contohnya Poxyvirus, Herpesvirus, Togavirus, Rhabdovirus, dan
Paramyxovirus.
 Virus telanjang yaitu virus yang tidak memiliki selubung pada nukleokapsidnya,
contohnya Papovirus, Adenovirus, Picornavirus, dan Reovirus.



b) Klasifikasi virus berdasarkan jumlah kapsomernya
Terdapat lima kelompok virus dalam klasifikasi ini, yaitu sebagai berikut.
 Virus dengan 32 kapsomer, contohnya Parvovirus.
 Virus dengan 60 kapsomer, contohnya Picornavirus.
 Virus dengan 72 kapsomer, contohnya Papovirus.
 Virus dengan 162 kapsomer, contohnya Herpesvirus.
 Virus dengan 252 kapsomer, contohnya Adenovirus.




c) Klasifikasi virus berdasarkan jenis sel inangnya
Berdasarkan jenis sel inangnya, virus dikelompokkan menjadi empat, yaitu sebagai
berikut.
 Virus penyerang bakteri, misalnya virus T.
 Virus penyerang tanaman, misalnya TMV dan Tungro.
 Virus penyerang hewan, misalnya virus rabies dan flu burung.
 Virus penyerang manusia, misalnya polio, HIV, dan flu.

5

d) Klasifikasi virus berdasarkan tipe genom dan metode replikasinya
Berdasarkan tipe genom dan replikasinya, virus dibagi menjadi tujuh kelompok, yaitu
sebagai berikut.
 Virus tipe I memiliki DNA utas ganda dan reproduksinya dengan cara replikasi,

contohnya Herpesvirus.
 Virus tipe II memiliki DNA utas tunggal dan reproduksinya dengan cara replikasi,

contohnya virus MVM.
 Virus tipe III memiliki RNA utas ganda dan reproduksinya secara replikasi, contohnya

Reovirus.
 Virus tipe IV memiliki RNA utas tunggal (+) dan reproduksinya secara replikasi,

contohnya virus polio.
 Virus tipe V memiliki RNA utas tunggal (-) dan reproduksinya secara replikasi,

contohnya virus rabies.
 Virus tipe VI memiliki RNA utas tunggal (+) dengan DNA perantara dan reproduksinya

secara transkriptasi balik, contohnya virus AIDS.
 Virus tipe VII memiliki RNA utas ganda dengan RNA perantara dan reproduksinya

secara transkriptasi balik, contohnya Heparnavirus.

6

e) Klasifikasi virus berdasarkan jenis asam nukleatnya
Berdasarkan asam nukleatnya, virus dikelompokkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
 Virus DNA yaitu virus yang asam nukleatnya berupa DNA, contoh Parvovirus.
 Virus RNA yaitu virus yang asam nukleatnya berupa RNA, contoh Picornavirus.
f) Klasifikasi virus berdasarkan bentuk dasarnya

Berdasarkan bentuk dasarnya, virus dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai
berikut.
 Virus bentuk iksohedral memiliki sumbu rotasi ganda dan tata ruangnya dibatasi oleh

20 segitiga sama sisi, contohnya virus polio.
 Virus helikal memiliki satu sumbu rotasi, bentuknya menyerupai batang panjang,

nukleokapsid tidak kaku, dan berbentuk heliks, contohnya virus flu.
 Virus kompleks memiliki struktur lebih kompleks daripada jenis virus lainnya, contoh

virus cacar.

7

D. Struktur Virus Info Biologi
Walaupun virus memiliki
Virus memiliki beberapa bagian dengan berbagai berbagai ukuran dan
ukuran dan bentuk yang berbeda. bentuk, mereka memiliki

a) Kepala motif struktur yang sama,

Kepala bagian dalam mengandung asam nukleat,
sedangkan bagian luarnya diselubungi oleh kapsid.
Untuk virus bakteriofag, kepalanya berbentuk
polihedral dengan jenis asam nukleatnya DNA.

b) Kapsid

Kapsid merupakan selubung luar virus yang
mengandung banyak subunit protein yang disebut
kapsomer. Kapsid terdiri dari beberapa bentuk,
sehingga berpengaruh pada bentuk virusnya.Kapsid
yang paling kompleks ditemukan pada virus
Bbakteriofaga (faga). Faga yang pertama kali
dipelajari mencakup tujuh faga yang menginfeksi
bakteri Escherichia coli, ketujuh faga ini diberi nama
tipe 1 (T1), tipe 2 (T2), tipe 3 (T3) dan seterusnya
sesuai dengan urutan ditemukannya.

c) Asam nukleat

Asam nukleat yang dimiliki virus hanya satu,
yaitu DNA atau RNA saja. Asam nukleat inilah yang
nantinya berfungsi sebagai informasi genetik untuk
replikasi.

8

Sumber : Brainly.com
Gambar 4 Struktur Bakteriofag

d) Leher

Leher merupakan penghubung antara kepala dan ekor. Leher berfungsi sebagai saluran
keluarnya asam nukleat menuju ekor.

e) Ekor
Ekor Virus terdiri dari serabut ekor dan lempeng dasar. Ekor ini berfungsi untuk

menempel pada inang.

E. Mekanisme Replikasi Virus

Perkembangbiakan virus sering disebut dengan replikasi/sintesa protein virus, dimana
protein adalah materi genetik dasar yang menunjukkan kehidupan. Faga adalah jenis virus
yang paling dipahami dibandingkan jenis-jenis virus lainnya, walaupun beberapa faga ini
memiliki struktur yang kompleks. Penelitian pada faga ini menghasilkan penemuan bahwa

9

beberapa virus DNA untai ganda dapat bereproduksi dengan menggunakan dua mekanisme
alternatif, yaitu siklus litik dan siklus lisogenik.
a). Daur litik

Siklus litik adalah siklus reproduksi atau replikasi genom virus yang pada akhirnya
menyebabkan kematian sel inang. Istilah lisis mengacu pada tahapan akhir dari infeksi, yaitu
saat sel inang bakteri lisis atau pecah dan melepaskan faga yang dihasilkan di dalam sel
inang tersebut. Virus yang hanya dapat bereplikasi melalui siklus litik disebut dengan virus
virulen.

Sumber : SupervisorblogMipa.com
Gambar 5 Siklus Litik
Terjadinya daur litik disebabkan oleh ketahanan sel inang lebih lemah daripada daya
infeksi virus. Akibatnya sel inang akan pecah dan mati, serta akan menghasilkan virion-
virion baru. Adapun tahapan pada daur litik adalah adsorpsi, penetrasi, sintesis dan replikasi,
pematangan atau perakitan, dan lisis.

10

b) Daur lisogenik

Siklus lisogenik merupakan siklus replikasi genom virus tanpa meng-hancurkan sel
inang, dengan kata lain faga berintegrasi ke dalam kromosom bakteri, integrasi ini disebut
profaga. Istilah lisogenik mengimplikasikan bahwa profaga pada kondisi tertentu dapat
menghasilkan faga aktif yang melisis inangnya dikarenakan adanya pemicu dari lingkungan
seperti radiasi atau adanya beberapa zat kimia tertentu, hal inilah yang menyebabkan virus
mengubah mekanisme reproduksinya dari cara lisogenik menjadi cara lisis. Untuk
membandingkan siklus lisis dengan siklus lisogenik maka digunakan contoh virus temperata,
yaitu virus yang dapat menjalankan kedua cara replikasi tersebut di dalam suatu bakteri. Faga
temperata atau yang disebut dengan lambda (λ) mirip dengan T4, tetapi ekornya hanya
memiliki satu serabut ekor yang lebih pendek. Infeksi pada E. Coli yang disebabkan oleh
virus dimulai ketika faga mengikatkan diri pada permukaan sel dan menginfeksikan DNA-
nya ke dalam inang, kemudian DNA membentuk lingkaran yang terjadi selanjutnya
tergantung cara replikasinya, apakah dengan siklus lisis atau lisogenik. Selama siklus litis,
gen-gen virus dengan cepat mengubah sel inang menjadi semacam pabrik yang memproduksi
virus dan sel tersebut segera lisis dan melepaskan virusnya. Genom virus berperilaku berbeda-
beda, selama siklus lisogenik, molekul DNA dimasukkan melalui rekombinasi genetik
(pindah silang) ke dalam suatu tempat spesifik di kromosom sel inang, virus ini kemudian
disebut dengan profaga. Satu gen profaga mengkode suatu protein yang menghambat ekspresi
sebagian besar gen-gen profaga lainnya. Dengan demikian, genom faga lebih banyak diam
saat berada di dalam bakteri, lalu bagaimana faga tersebut bereplikasi? Setiap kali E. coli
bersiap-siap membelah diri, E. coli juga mereplikasi DNA faga bersama-sama dengan DNA-
nya sendiri dan menurunkan salinannya kepada keturunannya. Satu sel yang terinfeksi dengan
cepat dapat menghasilkan satu populasi besar bakteri yang membawa virus tersebut di dalam
bakteriofaga. Mekanisme ini membuat virus dapat berprofagasi tanpa membunuh sel inang
tempat mereka bergantung.

11

Sumber : SupervisorblogMipa.com
Gambar 6 Siklus Lisogenik

Daur lisogenik terjadi jika pertahanan tubuh inang lebih kuat daripada daya infeksi
virus. Pada daur ini sel inang masih bisa bereproduksi dengan normal dan tidak akan
langsung pecah. Akan tetapi, DNA virus bakteriofag akan berinteraksi dengan kromosom
sel inang membentuk profag. Saat sel inang yang mengandung profag tersebut membelah
diri, barulah profag akan diwariskan ke sel berikutnya. Adapun tahapan pada daur lisogenik
adalah adsorpsi dan infeksi, penetrasi, penggabungan, pembelahan, sintesis.

F. Peran Virus Pada Aspek Kesehatan Masyarakat

Para ahli sekarang telah menemukan beberapa vaksin yang dapat mencegah virus
menginfeksi kita. Vaksin merupakan varian atau derivat yang tidak merusak dari mikroba
(virus) patogenik yang menstimulasi sistem imun untuk membangun sistem pertahanan
tubuh yang kuat agar tubuh dapat melawan patogen yang sesungguhnya. Jadi untuk
melawan virus maka para ahli memanfaatkan virus tersebut untuk membuat penangkalnya.

12

Manfaat virus antara lain adalah sebagai berikut.
13

Ingatlah ! 1) Anti bakterial Dapat menghancurkan
bakteri- bakteri yang mengganggu, misalnya
Virus-virus hewan sering bakteri pengganggu pada produk makanan
memiliki sebuah selubung yang diawetkan.
yang didapatkan dari membran
sel inang, yang membuatnya 2) Pembuatan insulin Virus penyebab kanker dapat
dapat keluar masuk sel inang. dicangkokkan bersama gen-gen penghasil insulin
Vaksin terhadap suatu virus atau zat lain ke bakteri sehingga bakteri tersebut
akan menstimulasi sistem imun berbiak dengan cepat dan sekaligus
untuk mempertahankan inang memproduksi insulin atau zat lain.
dari infeksi

3) embuatan vaksin Contoh kasus pada akhir tahun

1700, Edward Jenner seorang dokter asal Inggris

mengetahui dari pasien-pasien di pedesaan

bahwa para pemerah susu yang telah terkena

cacar sapi (penyakit ringan yang menginfeksi

sapi) ternyata resisten terhadap infeksi cacar

sesudahnya. Dalam percobaannya, Jenner

menggoreskan jarum yang mengandung cairan

dari luka seorang pemerah sapi yang telah

terkena cacar sapi ke seorang anak laki-laki. Anak

tersebut ternyata resisten terhadap wabah cacar.

Sumber : BBC Virus cacar sapi dengan virus cacar sangat mirip
Gambar 7 Edwar Jenner sehingga sistem imun tidak dapat membedakan
adanya partikel asing. Selain vaksin cacar juga
Edward Jenner adalah dokter asal sudah ditemukan vaksin lainnya, misalnya vaksin
Inggris. Pelopor vaksinasi cacar polio, vaksin rubela, vaksin campak dan vaksin
dan bapak imunologi ini lahir di gondongan.

Berkeley, Gloucestershire, pada 17 Mei 1749, anak dari pendeta setempat.

14

4) Virus memiliki selubung yang tersusun dari subunit protein. Protein selubung dari
virus ini bisa dimanfaatkan untuk membuat vaksin protein agar terbentuk respon
kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.

5) Bisa digunakan untuk terapi gen melalui rekayasa genetika.
6) Pengobatan secara biologis, yaitu dengan melemahkan atau membunuh bakteri yang

bersifat patogen.
7) Ilmuwan dari Inggris berhasil menginokulasi partikel virus dan mencampurnya

dengan senyawa Fe atau besi untuk membuat kapasitor.
8) Sebagai biopestisida, yaitu pestisida biologis di bidang pertanian yang tidak

mencemari lingkungan.
9) Produksi interferon, yaitu senyawa yang mampu mencegah replikasi virus di dalam

inang.
10) Pembuatan hormon insulin, dengan cara mencangkokkan virus ke dalam gen

penghasil insulin dalam tubuh bakteri agar dihasilkan insulin dalam jumlah besar.

15

RANGKUMAN

Virus adalah parasit mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus sendiri
bersifat sebagai parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi
di dalam material yang hidup dengan menginvansi dan memanfaatkan sel makhluk hidup,
karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri.

Struktur Tubuh Virus: Guna mempermudah dan memahami struktur virus, yang akan kita
pelajari struktur virus T yaitu Bakteriofage. Struktur tubuh Bakteriofage terdiri atas:

 Kapsid: Kapsid merupakan selubung terluar virus yang tersusun atas banyak subunit
protein yang disebut kapsomer. Kapsid inilah yang memberi bentuk pada virus
sekaligus sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus. Bentuk
kapsid virus berbeda-beda yaitu polihedral, batang, bulat, oval, dan lain-lain.

 Kepala: Kepala virus berisi materi genetik yaitu berupa DNA dan bagian luarnya
diselubungi kapsid.

 Isi Tubuh: Bagian isi tersusun atas asam nukleat, yakni DNA saja atau RNA saja. Bagian
isi disebut sebagai virion. DNA atau RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-
kode pembawa sifat virus. Berdasarkan isi yang dikandungnya, virus dapat dibedakan
menjadi virus DNA (virus T, virus cacar) dan virus RNA (virus influenza, HIV, H5N1).

 Ekor: Ekor virus merupakan alat untuk menempel pada inangnya. Ekor virus terdiri
atas tabung bersumbat yang dilengkapi serabut. Pada bagian ekor terdapat lempengan
dasar dan serabut ekor yang berfungsi sebagai alat menempel dan tempat
penginjeksian DNA ke dalam sel inang.

 Pada bagian kepala hingga ekor terdapat kapsid dan selubung ekor (bagian terluar)
serta asam nukleat (bagian dalam).

Mekanisme Replikasi Virus: Perkembangbiakan virus sering disebut dengan replikasi/sintesa
protein virus, dimana protein adalah materi genetik dasar yang menunjukkan kehidupan. Faga
adalah jenis virus yang paling dipahami dibandingkan jenis-jenis virus lainnya, walaupun
beberapa faga ini memiliki struktur yang kompleks. Penelitian pada faga ini menghasilkan
penemuan bahwa beberapa virus DNA untai ganda dapat bereproduksi dengan menggunakan
dua mekanisme alternatif, yaitu siklus litik dan siklus lisogenik.

16

Ciri-ciri Virus:
 Virus bersifat aseluler (tidak mempunyai sel)
 Virus berukuran sangat kecil, jauh lebih kecil dari bakteri, yakni berkisar antara 20 mµ -
300mµ (1 mikron = 1000 milimikron). untuk mengamatinya diperlukan mikroskop
elektron yang pembesarannya dapat mencapai 50.000 kali.
 Virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA)
 Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi. Ada
yang berbentuk oval , memanjang, silindris, kotak dan kebanyakan berbentuk seperti
kecebong dengan "kepala" oval dan "ekor" silindris.
 Tubuh virus terdiri atas: kepala , kulit (selubung atau kapsid), isi tubuh, dan serabut ekor.
 Virus memiliki lapisan protein yang disebut kapsid.
 Virus hanya dapat berkembang biak di sel hidup lainnya. Seperti sel hidup pada
bakteri, hewan, tumbuhan, dan sel hidup pada manusia.
 Virus tidak dapat membelah diri, dan
 Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa, namun dapat di kristalkan.

Peranan Virus
Virus juga berguna bagi kelangsungan hidup manusia. Berikut peranan virus yang
menguntungkan dan merugikan:
Peranan virus yang menguntungkan:

 Pembuatan antitoksin
 Melemahkan bakteri
 Memproduksi vaksin
Peranan virus yang merugikan: yakni berupa penyakit, baik penyakit pada manusia, hewan,
maupun tumbuhan.

17

1. Materi LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
2. Sub Materi
: Virus
3. Indikator : Ciri-ciri virus, Klasifikasi Virus, Struktur Tubuh Virus,

Mekanisme replikasi virus, Peranan virus.
:

3.4.1. Mengidentifikasi ciri-ciri virus
3.4.2. Mengklasifikasi virus
3.4.3. Menganalisis struktur tubuh virus
3.4.4. Menguraikan mekanisme replikasi virus
3.4.5. Menganalisis replikasi virus
3.4.6. Menganalisis peran virus pada aspek

kesehatan masyarakat

4. Langkah Kegiatan :

a. Perhatikan gambar virus di bawah ini!

Berdasarkan gambar, ciri-ciri virus meliputi:
………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
……………………………………………………...
……………………………………………………...

b. Lengkapi tabel di bawah ini! Deskripsi
No. Tipe Virus Memiliki DNA utas tunggal dan
1 reproduksinya dengan cara replikasi,
contohnya virus MVM.
2 Memiliki RNA utas ganda dan
reproduksinya secara replikasi, contohnya
Reovirus.

18

3 Selubung terluar virus yang tersusun atas
banyak subunit protein yang disebut
kapsomer

4 Memiliki DNA utas ganda dan
reproduksinya dengan cara replikasi,
contohnya Herpesvirus.

5 Alat untuk menempel pada inangnya

c. Perhatikan gambar di bawah ini!

Berdasarkan gambar di
samping, uraikanlah siklus litik

tersebut:
………………………………
………………………………
………………………………
………………………………

Berdasarkan gambar di

samping, uraikanlah siklus
lisogenik tersebut:
………………………………
………………………………
………………………………
………………………………

19

d. Lengkapi Tabel di bawah ini!

No. Jenis Virus Penyakit Bagian yang Menginfeksi
diserang

1. TMV Mosaic (Bercak pada

daun tanaman

tembakau)

2. Orthomyxovirus Influenza

3. New Castle Disease Penyakit tetelo

Virus

4. Paramyxovirus Campak (Bercak merah

pada kulit)

5. HIV AIDS

20

UJI KOMPETENSI

SOAL A

Jawablah Pertanyaan Berikut Dengan Singkat dan Tepat.

1. Apa yang dimaksud dengan virus?
2. Sebutkan ciri ciri Virus!
3. Apa fungsi ekor pada virus?
4. Apa yang dimaksud dengan Daur Lisogenik?
5. Apa fungsi dari Protein yang terdapat pada selubung virus?
6. Apa fungsi Asam Nukleat pada struktur Virus?
7. Virus yang berbentuk huruf T adalah?
8. Sebutkan Fase- Fase dari siklus “Litik” pada Reproduksi Virus secara berurutan!
9. Sebutkan beberapa contoh virus dari klasifikasi berdasarkan jumlah kapsomernya!
10. Apa saja peran yang dimiliki oleh virus pada aspek kesehatan?

SOAL B

Berilah Tanda (X) Pada Jawaban Yang Benar

1. Virus dapat dianggap sebagai makhluk hidup, sebab virus:
A. Hanya dapat hidup dalam sel–sel hidup
B. Dapat dikristalkan
C. Dapat menduplikasikan diri
D. Kulitnya terdiri atas protein
E. tubuhnya terdiri atas DNA atau RNA

2. Pada siklus lisogenik terjadi fase penggabungan antara DNA virus dan DNA bakteri
membentuk:
A. Profase
B. Viral
C. Profage

21

D. Bakteriofage

E. Virion

3. Asam nukleat pada virus diselubungi oleh kapsid yang disebut …..
A. DNA

B. RNA

C. Selubung membrane

D. Nukleokapsid

E. Kapsomer

4. Pada bakterifag , kaki serabutnya merupakan perpanjangan ekor yang berfungsi untuk

….

A. Menanjankan diri ke bakteri

B. Menancapkan diri ke b erbagai substrat

C. Bergeraknya bakteri

D. Bergeraknya virus

E. Reproduksi virus

5. Virus akan menghancurkan sel induk setelah melakukan

reproduksi. Pernyataan diatas termasuk dalam infeksi secara ….

A. Litik

B. Lisogenik

C. Fase absorpsi dan infeksi

D. Fase penggabungan

E. Replika

6. Fag menyusun dan memperbanyak DNA merupakan fase ....... dalam infeksi secara......

A. Fase sintesis dalam litik

B. Fase sintesis dalam lisogenik

C. Fase absorpsi dalam litik

D. Fase replika dalam lisogenik

E. Fase repllika dalam litik

7. Setelah dinding sel terhidrolis (rusak) maka DNA fag masuk ke dalam sel bakteri

disebut fase ......

A. Fase penetrasi C.Fase perakitan

B. Fase absorpsi D.Fase pembebasna
E. Fase replikasi dan sintesis. 22

8. Ganbar dibawah ini untuk mengisi nomor 8, 9, dan 10

Virus pada gambar diatas yang ditunjuk oleh anak panah pada bagian a adalah …..
A. Kepala
B. Ekor virus
C. Serabut ekor
D. Leher
E. DNA
9. Virus pada gambar diatas yang ditunjuk oleh anak panah pada bagian b adalah …..
A. kepala
B. ekor virus
C. serabut ekor
D. leher
E. DNA
10. virus pada gambar diatas yang ditunjuk oleh anak panah pada bagian c adalah …..
A. kepala
B. ekor virus
C. serabut ekor
D. leher
E. DNA

23

DAFTAR PUSTAKA

Anshori, Moch. dkk. (2009). BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.
Campbell, N.A., Reece, J.B., Mitchell, L.G. 2002. Biologi. Alih bahasa lestari, R. et al. safitri,
A., Simarmata, L., Hardani, H.W. (eds). Erlangga, Jakarta.
Campbell, N. A. & J. B. Reece. (2008). Biologi, Edisi Kedelapan Jilid 1. Terjemahan:
Damaring Tyas Wulandari. Jakarta: Erlangga.
Irnaningtyas. 2014. BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.

24

25

GLOSARIUM

Asam nukleat : Makromolekul biokimia yang kompleks, berbobot molekul tinggi,
dan tersusun atas rantai nukleotida yang mengandung informasi
Daur lisogenik genetic yang biasa ditemukan pada semua sel hidup serta pada virus.
: Fase ketika virus akan membaur dengan sel inang (bakteri) dengan
Daur Litik membentuk profage sehingga sel inang tidak terlisis (rusak) setelah
DNA akhir masa inkubasi virus.
Genetika : Siklus reproduksi atau replikasi genom virus, yang pada akhirnya
Genom akan menyebabkan kematian bagi sel inang tempat virus hidup.
: Molekul identitas yang terdapat pada tubuh makhluk hidup yang
Kapsid biasa disebut gen turunan dari orang tua.
Parasit intraseluler : Cabang biologi yang mempelajari pewarisan sifat pada organisme
obligat maupun suborganisme (seperti virus dan prion).
RNA : Keseluruhan informasi genetik yang dimiliki suatu sel atau
Rekayasa genetik organisme, atau khususnya keseluruhan asam nukleat yang memuat
informasi tersebut.
Vaksin : selubung terluar virus yang tersusun atas banyak subunit protein yang
disebut kapsomer.
Virus : Mikroorganisme parasit yang tidak dapat bereproduksi di luar sel
inang, memaksa inang untuk membantu reproduksi parasit.
: (Ribonucleic Acid) Molekul pembantu pembentukan DNA pada saat
proses sintesis protein pada gen terjadi.
: Cabang ilmu yang berhubungan dengan modifikasi langsung atau
perubahan susunan genetik dari suatu organisme hidup untuk
mengekspresikan sifat-sifat yang tidak alami.
: Bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan
terhadap suatu penyakit yang biasanya mengandung agen yang
menyerupai mikroorganisme.
: Parasit mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis yang
bersifat parasit obligat

26

INDEKS

A I
Adsorpsi, 16, 18
Antitoksin, 22 Iksohedral, 13
Asam nukleat, 4, 7, 9, 10, 14, 15, 21, 22, Inang, 4, 9, 10, 15, 16, 17, 18, 20, 21, 30,

30 33
Influenza, 9, 25
B Insulin, 19, 20
Bakteri., 4, 17 Intraselluler, 7
Bakterifag, 27 Intraseluler, 4, 30
Bakteriofag, 14, 18
Biopestisida, 20 K

C Kapsomer, 11, 14, 21, 24, 30
Campak, 25 Klasifikasi, 10, 11, 12, 23
Kromosom, 17, 18
D
Daur litik, 16 H
Derivat, 18
DNA, 4, 7, 9, 10, 12, 14, 16, 17, 18, 21, Helikal, 13
HIV, 11, 21
22, 23, 24, 26, 27, 28, 30 Hormon, 20

E
Ebola, 7, 8
Embrio, 7
Enzim, 9
Evolusi, 9

F
Fenotipe, 10

G
Genom, 4, 10, 12, 16, 17, 30
Glikoprotein, 11

27

L
Lipoprotein, 11
Lisis, 16, 17
Lisogenik, 4, 5, 16, 17, 18, 21, 24, 26,
27,

30
Litik, 4, 5, 16, 21, 24, 27
M
Membelah diri, 17, 18, 22
Metabolisme, 4, 9
Mikroskop cahaya, 7
Mikroskop elektron, 4, 7, 22
N
Nukleokapsid, 11, 13
Nukleokapsid, 27
O
Obligat, 4, 7, 21, 30
Organisme, 7, 9, 10, 21, 30, 33
P
Parasit, 4, 7, 9, 21, 30
Patogen, 18, 20
Penetrasi, 16, 27
Pestisida, 20

28

Polihedral, 14, 21 Sintesis, 16, 18, 27, 30
Protein, 9, 14, 15, 17, 20, 21, 22, 24, 26, Stanley Miller, 9

30 T

R Transkripsi, 9

Replikasi, 4, 5, 9, 10, 12, 14, 15, 16, 17, V
20, 21, 23, 24, 27, 30
Vaksin, 4, 18, 19, 20, 22
Reproduksi, 16, 27, 30 Virion, 16, 21
Resisten, 19 Virus, 2, 4, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15,
RNA, 4, 7, 9, 10, 12, 14, 21, 22, 23, 26,
16, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 25, 26, 27, 28,
27, 30 33

S

Sel, 4, 7, 9, 11, 16, 17, 18, 21, 22, 26, 27,
30

29

KUNCI JAWABAN

Pembahasan Soal A

1. Virus adalah organisme super kecil (mikroskopik) yang cenderung bersifat parasit
2. Ciri-ciri virus :

1) Virus bisa bersifat seperti benda hidup, contohnya bisa berkembang biak jika
berada di dalam sel hidup;

2) Memiliki satu asam nukleat, DNA atau RNA saja;
3) Virus bisa bersifat seperti benda mati, contohnya tidak melakukan metabolisme,

tidak bernapas, tidak bergerak, dan berbentuk kristal jika berada di luar sel
hidup;
4) Berukuran sangat kecil, yaitu antara 20 dan 300 nm.
3. Ekor pada virus berfungsi untuk menempel pada inang
4. Daur Lisogenik merupakan siklus replikasi genom virus tanpa meng-hancurkan sel
inang, dengan kata lain faga berintegrasi ke dalam kromosom bakteri, integrasi ini
disebut profaga.
5. Protein yang terdapat pada selubung virus berfungsi untuk membuat vaksin protein
agar terbentuk respon kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.
6. Asam nukleat berfungsi sebagai informasi genetik untuk replikasi
7. Virus penyerang bakteri
8. Siklus Litik meliputi : Fase Adsorbsi – Fase Injeksi – Fase Eklifase – Fase Sintesis –
Fase Replikasi – Fase Perakitan – Fase Lisis
9. Virus dengan 32 kapsomer, contohnya Parvovirus. Virus dengan 60 kapsomer,
contohnya Picornavirus.Virus dengan 72 kapsomer, contohnya Papovirus. Virus dengan
162 kapsomer, contohnya Herpesvirus.
10. Sebagai Anti bakterial, Pembuatan insulin, Pembuatan vaksin, dan bisa digunakan
untuk terapi gen melalui rekayasa genetika

Soal B
1. E

30

2. C
3. A
4. A
5. A

31

6. E
7. A
8. A
9. B
10. C

32


Click to View FlipBook Version