KATA PENGANTAR
Segala puji hanya bagi Allah SWT, yang memberikan berjuta
nikmat, sehingga pembuatan e-Modul 3D Page Flip Asam Basa
Berbasis Chemistry -Triplet- Representation dapat terselesaikan. e-
modul 3D Page Flip Asam BAsa Berbasis Chemistry -Triplet-
Representation adalah sebuah modul elektronik yang diperuntukkan
bagi peserta didik yang hendak mempelajari asam basa . eModul 3D
Page Flip Asam Basa Berbasis Chemistry-Triplet-Representation
dibuat sebagai salah satu bahan ajar untuk membantu peserta didik
mempelajari topic asam basa dengan menghubungkan ketiga level
representasi (Chemistry-Triplet- Representation). Secara garis besar,
FunChem ini terdiri atas beberapa bagian, yaitu:
1. Content Knowledge
Content Knowledge adalah penjelasan materi tentang konsep
Asam Basa yang disertai dengan 3 representasi (chemistry triplet
representation) dan penanaman nilai UoS (Unity of Sciences)
2. Aku Ingin Tahu
Segmen Aku Ingin Tahu di sini berisi tentang alamat – alamat di
website – website, yang bisa kalian kunjungi untuk melakukan
percobaan melalui dunia maya, ataupun sekedar melihat animasi
molekuler dari suatu reaksi kimia terkait reaksi Asam Basa.
2
3. Aku Mau Begitu
Segmen Aku Mau Begitu berisi tentang profil tokoh – tokoh yang
berjasa pada bidang kimia, ataupun tentang bagaimana kerja
keras usaha para tokoh- tokoh ini dalam perjalanannya mencapai
penemuannya. Diharapkan dengan adanya segmen ini, peserta
didik menjadi termotivasi untuk mengikuti langkah para tokoh
ini, ataupun mampu meneladani semangat dan antusiasme para
tokoh dan usaha keras mereka dalam menggapai apa yang
mereka inginkan.
4. Mari Berlatih
Soal latihan yang disertai dengan pembahasan
5. Learning Log
Ambak adalah lembar refleksi yang berfungsi agar peserta didik
menuliskan apa saja yang telah mereka pahami dan belum
dipahami setelah proses pembelajaran berlangsung.
Semarang, Februari 2020
Penyusun
3
1
Asam Basa
“Heartburn” adalah sensasi terbakar yang menyakitkan di
kerongkongan (tabung yang menghubungkan tenggorokan ke
perut) tepat di bawah dada. Rasa sakit disebabkan oleh asam
klorida (HCl), yang diekskresikan dalam perut untuk membunuh
mikroorganisme dan mengaktifkan enzim yang memecah
makanan.Asam hidroklorat kadang-kadang dapat keluar dari
lambung dan masuk ke esofagus yang dikenal sebagai refluks asam.
Sumber : www.gfycat.com
Ketika asam hidroklorat dari lambung bersentuhan dengan
lapisan kerongkongan, ion-ion tersebut mengiritasi jaringan
kerongkongan, mengakibatkan sensasi terbakar. Beberapa asam
bisa masuk ke tenggorokan bagian bawah dan bahkan mulut,
4
telah dikembangkan untuk membantu mendiagnosis dan
mengevaluasi perawatan GERD.
Menggunakan tabung yang turun melalui tenggorokan,
seorang dokter menempelkan sensor ke jaringan-jaringan di
kerongkongan pasien. Pasien berjalan seperti biasa bisnis untuk
beberapa hari ke depan sementara perekam memantau pH
esofagus. Sensor akhirnya jatuh dan dilewatkan di bangku. Catatan
pH esofagus dapat dibaca oleh dokter untuk membuat diagnosis
atau untuk mengevaluasi pengobatan.
Dalam bab ini, kita akan belajar perilaku asam dan basa.
Asam dan basa tidak hanya penting bagi kesehatan kita (seperti
yang baru saja kita lihat), tetapi juga ditemukan di banyak produk
rumah tangga, makanan, obat-obatan, dan tentu saja di hampir
setiap laboratorium kimia. Kimia asam-basa adalah juga pusat bagi
banyak biokimia dan biologi molekuler. Blok pembangun protein,
misalnya, adalah asam amino dan molekul yang membawa kode
genetik dalam DNA adalah basa.
6
menghasilkan rasa sakit di tenggorokan dan rasa asam
(karakteristik asam) di mulut. Hampir semua orang mengalami
mulas pada suatu waktu, paling umum setelah makan besar ketika
perut sangat penuh dan kemungkinan untuk refluks adalah yang
terbaik. Aktivitas berat atau berbaring dalam posisi horizontal
setelah makan besar meningkatkan kemungkinan refluks asam
lambung dan mulas yang dihasilkan.
Cara paling sederhana untuk meredakan mulas ringan adalah
dengan menelan berulang kali. Air liur mengandung ion bikarbonat
(HCO3-) yang bertindak sebagai basa dan, ketika tertelan, akan
menetralkan sebagian asam di esofagus. Kemudian dalam bab ini,
kita akan melihat bagaimana bikarbonat bertindak sebagai suatu
basa. Mulas juga dapat diobati dengan antasida seperti Tums, susu
magnesia, atau Mylanta. Obat-obatan yang dijual bebas ini
mengandung lebih banyak basa daripada air liur dan karenanya
melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk menetralisirnya asam
sophageal. Bagi sebagian orang, mulas menjadi masalah kronis.
Kondisi medis yang terkait dengan mulas kronis dikenal sebagai
penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Pada pasien dengan GERD,
pita otot (disebut sfingter esofagus) di bagian bawah kerongkongan
tepat di atas perut tidak cukup dekat, memungkinkan isi perut
bocor kembali ke kerongkongan secara teratur. Sensor nirkabel
5
Content
knowledge Sifat Asam Basa
Materi Asik
Kamu pernah makan jeruk nggak? Pernah dong yaa, dan
rasanya itu ada asam-asamnya gitu kan? Nah rasanya bisa asam
gitu, karena jeruk tersebut mengandung senyawa asam sitrat. Lalu,
apa saja sih sifat dan klasifikasi asam basa?
Sumber : www.gfycat.com
Sebagian besar buah-buahan mengandung asam organik lemah,
seperti asam sitrat pada jeruk, asam maleat pada apel dan anggur.
7
Gambar 1. Struktur asam sitrat
Asam nitrat, asam klorida, dan asam sulfat merupakan jenis asam
yang banyak dijumpai di laboratorium. Asam sitrat dan asam asetat
merupakan jenis asam organic yang banyak dijumpai di rumah
tangga, yang mengandung gugus asam karboksilat
Gambar 2. Struktur asam karboksilat
8
Beberapa asam memiliki kemampuan untuk melarutkan logam, dan
mampu merubah kertas lakmus biru menjadi merah. Beberapa
asam yang lazim ditemukan disajikan dalam tabel berikut:
Tabel.1 Beberapa Asam yang Umum Dijumpai
Nama Kegunaan
Asam klorida (HCl) Pembersihan logam; persiapan makanan; pemurnian bijih;
komponen utama asam lambung
Asam sulfat (H2SO4) Pembuatan pupuk dan bahan peledak; produksi pewarna
dan lem; aki mobil; pelapisan tembaga
Asam Nitrat (HNO3) Pembuatan pupuk dan bahan peledak; produksi pewarna
dan lem
Asam Asetat (HC2H3O2) Pabrik plastik dan karet; pengawet makanan; komponen
aktif cuka
Asam sitrat (H3C6H5O3) Ada dalam buah jeruk seperti lemon dan limau; digunakan
untuk mengatur pH dalam makanan dan minuman
Asam Karbonat (H2CO3) Ditemukan dalam minuman berkarbonasi karena reaksi
karbon dioksida dengan air
Asam fosfat (H3PO4) Pembuatan pupuk; buffering biologis; pengawet dalam
minuman
Basa memiliki beberapa sifat : (a) dapat mengubah warna
kertas lakmus merah menjadi biru (b) mampu menetralisir asam,(c)
beberapa basa juga memiliki sifat licin, (d) beberapa memiliki rasa
pahit (jangan pernah mencoba mencicipi larutan di laboratorium
ya…jangaaaan). Beberapa makanan yang mengandung basa,
biasanya memiliki kecenderungan memiliki rasa pahit. Rasa pahit
ini dihubungkan dengan keberadaan alkaloid yaitu suatu basa
9
organic yang ditemukan di tanaman dan terkadang beracun, seperti
alkaloid coniine merupakan komponenaktif dalam hemlock
(tanaman beracun yang menyebabkan kematian filosof Yunani
Socrates).
Gambar 4. Tanaman Beracun Hemlock mengandung senyawa Coniine
Basa memiliki sifat licin karena mereka bereaski dengan
minyak di lapisan kulit kita untuk membentuk senyawa seperti
sabun. Beberapa larutan pembersih dlam rumah tangga seperti
ammonia, merupakan suatu basa yang berasa licin. Basa dapat
merubah kertas lakmus merah mejadi biru. Beberapa basa yang
umum ditampilkan pada Tabel 2.
TABEL .2 Basa Yang Umum
Nama Kegunaan
Natrium hidroksida (NaOH) Petroleum processing; soap and plastic manufacturing
Kalium hidroksida (KOH) Pengolahan kapas; elektroplating; produksi sabun;
baterai
Natrium bikarbonat Antacid; bahan baking soda; sumber CO2
(NaHCO3)
Natrium karbonat (Na2CO3) Industri gelas dan sabun; pembersih umum; pelembut air
Ammonia (NH3) Deterjen; pembuatan pupuk dan bahan peledak; produksi
serat sintetis
10
Content
knowledge Definisi Asam dan Basa
Materi Asik
Apa karakteristik utama dari molekul dan ion yang
menunjukkan perilaku asam dan basa? Dalam bab ini, kita menguji
tiga definisi yang berbeda: definisi Arrhenius, definisi Brønsted-
Lowry, dan definisi Lewis. Mengapa ada tiga definisi, dan yang mana
yang benar? Seperti yang dicatat Huheey tidak ada definisi "benar".
Sebaliknya, definisi yang berbeda sesuai untuk situasi yang berbeda.
A. Definisi Arrhenius
Pada tahun 1880 seorang kimiawan Swedia yaitu Svante Arrhenius
mengusulkan definisi asam basa sebagai berikut :
Asam : Sebuah senyawa yang menghasilkan ion H+ dalam larutan
yang mengandung air
Basa : Sebuah senyawa yang menghasilkan ion OH- dalam larutan
yang mengandung air
Sebagai contoh dalam definisi Arrhenius, HCl adalah suatu asam
karena dia menghasilkan ion-ion H+ dalam larutan.
HCl(aq) H (aq) + CI (aq)
+
-
11
Hidrogen klorida merupakan suatu senyawa kovalen dan tidak
mengandung ion-ion. Namun, di dalam air, HCl terionisasi
sepenuhnya untuk membentuk ion H+ dan ion Cl-. Ion-ion tersebut
sangat reaktif. Dalam larutan yang mengandung air, mereka
berikatan dengan molekul air sebagaimana dalam reaksi seperti
berikut ini:
HCI
Makroskopis
Bahasa Simbolis Sub Mikroskopis
Gambar 4. Chemistry Triplet Representation
Sumber : http://fg.cns.utexas.edu/fg/course_notebook_chapter_seven.html
Ion H3O disebut ion hydronium, dalam air, ion H selalu berikatan
+
+
dengan molekul H2O membentuk ion-ion hydronium (dengan rumus
12
umum H(H2O)n . Sebagai contoh, ion H+ dapat dihubungkan dengan
+
dua buah molekul air untuk membentuk H(H2O) . Para kimiawan
2+
seringkali menggunakan H+(aq) dan H3O+ (aq) secara bergantian,
namun memiliki maksud untuk mengatakan hal yang sama (ion H+
yang telah larut dalam air). NaOH merupakan suatu basa karena ia
menghasilkan ion-ion OH- dalam larutan.
+
NaOH (aq) Na (aq) + OH (aq)
-
Salah satu contoh asam lain adalah asam asetat yang seringkali
Anda jumpai terutama bagi pencinta bakso.
13
https://chemapps.stolaf.edu/jmol/jmol.php?model=CC%28O%29%3DO
B. Definisi Bronsted-Lowry
Definisi kedua menurut Bronsted-Lowry yang diperkenalkan
tahun 1923. Definisi ini berfokus pada transfer ion H+ dalam suatu
reaksi asam basa. Dikarenakan sebuah ion H+ sebuah proton (atom
hydrogen yang kehilangan sebuah elektronnya), maka bisa
dikatakan definisi ini focus pada ide terkait donor proton dan
aseptor proton.
Asam : donor proton (ion H+)
Basa : aseptor proton (ion H+)
Di bawah definisi ini, maka HCl dikatakan suatu asam karena dalam
larutannya, HCl mendonasikan sebuah proton kepada molekul H2O.
-
+
HCl (aq) + H 2 O (l) H 3 O (aq) + Cl (aq)
14
Definisi dapat menujukkan dengan apa yang terjadi pada ion H+
dari suatu asama (H+ berikatan dengan molekul air membentuk ion
hydronium H3O+). Definisi Bronsted – Lowry juga bekerja dengan
baik dengan basa (seperti NH3) yang tidak mengandung ion OH-
tapi itu masih menghasilkan ion dalam larutan. Dalam definisi
Brønsted – Lowry, adalah basis karena ia menerima proton dari air.
-
+
NH 3 (aq) + H 2 O (l) NH 4 (aq) + OH (aq)
Dalam definisi Brønsted – Lowry, asam (donor proton) dan basa
(akseptor proton) selalu terjadi bersama-sama. Dalam reaksi antara
HCl dan H2O, HCl adalah donor proton (Asam) dan H2O akseptor
proton (basa):
-
HCl(aq) + H 2 O (l) H 3 O (aq) + Cl (aq)
actd base
(Proton donce) (proton acceptor)
Pada reaksi antara NH3 dan H2O, di sini H2O berperan sebagai
donor proton (asam) dan NH3 adalah aseptor dari suatu proton
(suatu basa).
-
+
NH 3 (aq) + H 2 O (l) NH 4 (aq) + OH (aq)
base actd
(Proton acceptor) (proton donce)
15
Perhatikan bahwa di bawah definisi Brønsted – Lowry, beberapa zat
dapat bertindak sebagai asam atau basa. Zat yang bisa bertindak
sebagai asam atau basa disebut amfoterik. Perhatikan juga apa yang
terjadi ketika sebuah persamaan mewakili Perilaku asam-basa
Brønsted – Lowry dibalik:
-
+
NH 4 (aq) + OH (aq) NH 3 (aq) + H 2 O (l)
actd base
Dalam reaksi ini, NH4+ adalah donor proton (asam) dan OH- adalah
aseptor proton (OH-). Pada reaksi sebelumnya, NH3 yang berperan
sebagai basa, kini berperan sebagai asam (NH4+) dan sebaliknya.
NH4 + dan NH3 adalah pasangan asam-basa konjugat, dua zat yang
terhubung sama lain dengan transfer proton.
Add H + Remove H +
+
NH 3 H 2O -
NH 4 OH
(base) (Conjugate acid) (acid) (Conjugate base)
Conjugate acid-base pair Conjugate acid-base pair
16
Kita dapat mengidentifikasi konjugat pasangan asam-basa sebagai
berikut:
-
+
NH 3 (aq) + H 2 O (l) NH 4 (aq) + OH (aq)
Dalam suatu reaksi asam-bas,
Suatu basa menerima proton dan menjadi suatu asam
konjugasi
Suatu asam mendonasikan proton dan menjadi suatu basa
konjugasi
C. Definisi Lewis
Pada tahun 1923, G. N. Lewis mengemukakan teori asam basa yang
lebih luas dibanding kedua teori sebelumnya dengan menekankan
pada pasangan elektron yang berkaitan dengan struktur dan ikatan.
Menurut definisi asam basa Lewis,
asam adalah akseptor pasangan elektron.
basa adalah donor pasangan elektron
Berdasarkan definisi Lewis, asam yang berperan sebagai spesi
penerima pasangan elektron tidak hanya H+. Senyawa yang
memiliki orbital kosong pada kulit valensi seperti BF3 juga dapat
17
berperan sebagai asam. Sebagai contoh, reaksi antara BF3 dan
NH3 merupakan reaksi asam–basa, di mana BF3 sebagai asam Lewis
dan NH3 sebagai basa Lewis. NH3 memberikan pasangan elektron
kepada BF3 sehingga membentuk ikatan kovalen koordinasi antara
keduanya.
Kelebihan definisi asam basa Lewis adalah dapat menjelaskan
reaksi-reaksi asam–basa lain dalam fase padat, gas, dan medium
pelarut selain air yang tidak melibatkan transfer proton. Misalnya,
reaksi-reaksi antara oksida asam (misalnya CO2 dan SO2) dengan
oksida basa (misalnya MgO dan CaO), reaksi-reaksi pembentukan
ion kompleks seperti [Fe(CN)6]3−, [Al(H2O)6]3+, dan
[Cu(NH3)4]2+, dan sebagian reaksi dalam kimia organik.
18
Mari Berlatih
Tentukan manakah asam dan basa dalam reaksi asam–basa berikut
dengan memberikan alasan yang didasarkan pada teori asam basa
Arrhenius, Brønsted–Lowry, atau Lewis.
1. HCN(aq) + H2O(l) CN−(aq) + H3O+(aq)
2−
2. Ni2+(aq) + 4CN−(aq) [Ni(CN)4] (aq)
Jawab:
1. Berdasarkan teori asam basa Arrhenius, HCN adalah asam
Arrhenius sebagaimana HCN akan melepaskan ion H+ jika
dilarutkan dalam air. Berdasarkan teori Brønsted–Lowry,
HCN adalah asam Brønsted–Lowry karena mendonorkan
proton (H+) sehingga menjadi ion CN− sedangkan H2O
adalah basa Brønsted–Lowry karena menerima proton
sehingga membentuk ion H3O+. Berdasarkan teori Lewis,
H2O adalah basa Lewis karena mendonorkan pasangan
elektron kepada ion H+ yang berasal dari molekul HCN
membentuk ion H3O+ sedangkan H+ dari HCN adalah asam
Lewis karena menerima pasangan elektron dari atom O pada
H2O.
2. Teori Arrhenius dan teori Brønsted–Lowry tidak dapat
menjelaskan reaksi ini. Berdasarkan teori Lewis, CN− adalah
19
basa Lewis karena mendonorkan pasangan elektron kepada
ion Ni sehingga terbentuk ikatan kovalen koordinasi
2+
sedangkan Ni adalah asam Lewis karena menerima
2+
−
pasangan elektron dari CN
20
Content
knowledge Reaksi Autoionisasi Air dan
Kw Materi Asik
Studi mengenai reaksi asam basa dalam larutan dengan pelarut air,
konsentrasi ion hydrogen merupakan suatu kunci, karena ia adalah
penentu dari sifat asam atau basa dari suatu larutan. Jika kita
menuliskan H3O+ dengan H+, maka kita bisa menuliskan konstanta
kesetimbangan reaksi autoionisasi dari air.
H2O (l) H (aq) + OH (aq)
-
+
21
Karena sebagian kecil molekul air terionisasi, konsentrasi air [H2O]
tetap tidak berubah, oleh karena itu maka kita bisa menuliskan
Kc [H2O] = Kw = [H+][OH-]
Konstanta kesetimbangan Kw disebut sebagai “ion-product
constant” atau konstanta produk ion, yang merupakan konsentrasi
molar produk ion H+ dan OH pada suhu tertentu. Konsentrasi H3O
+
-
dikalikan dengan konsentrasi OH- akan selalu 1 x 10
-14
Pada suhu 25oC. Jika konsentrasi H3O+ meningkat, maka
konsentrasi OH- pasti menurun untuk menjaga nilai konstanta
kesetimbangan tetap 1 x 10 . Sebagai contoh, jika [H3O ]=1,0 x 10
-3
-14
+
, maka [OH ] dapat diselesaikan melalui cara berikut :
-
-3
-
(1.0 x 10 ) (OH ) = 1.0 x 10 -14
-
(OH ) = 1.0 x 10 -14 = 1.0 x 10 -11 M
1.0 x 10 -3
Pada larutan asam, [H3O ] > OH -
+
Pada larutan basa mengandung tambahan ion OH , sehingga
-
meningkatkan konsentrasi OH dan [H3O ] menurun. Sebagai
-
+
contoh, jika diketahui konsentrasi OH = 1,0 x 10-2 maka
-
konsentrasi [H3O ] :
+
-2
-3
+
(H 3 O ] (1.0 x 10 ) = 1.0 x 10 -14
+
(H 3 O ) = 1.0 x 10 -14 = 1.0 x 10 -12 M
1.0 x 10 -2
22
Pada larutan basa, [OH ] > [H3O ]
-
+
Rangkuman tentang Kw
-14
+
-
Pada larutan netral mengandung [OH ] = [H3O ] = 1,0x10
Pada larutan asam mengandung [OH ] <[H3O ]
+
-
Pada larutan basa mengandung [OH ] > [H3O ]
-
+
Pada semua larutan aqueos, akan selalu ada ion OH dan
-
H3O dengan [OH ] = [H3O ] = Kw= 1,0x10 (pada 25 C)
-14
-
+
+
o
23
Content
knowledge Kekuatan Asam Basa dan
Ionisasi Asam Basa
Materi Asik
Kekuatan asam dan basa ditentukan oleh derajat ionisasi (α)-
nya, banyak sedikitnya ion H+ dan OH− yang dilepaskan. Asam dan
basa dalam air akan mengalami reaksi peruraian menjadi ion yang
merupakan reaksi kesetimbangan. Oleh karena itu, kekuatan asam
dan basa dapat dinyatakan oleh tetapan kesetimbangannya yaitu,
tetapan ionisasi asam (Ka) dan tetapan ionisasi basa (Kb). Sebagai
contoh, dalam air, HCl hampir terurai sempurna menjadi ion H+ dan
ion Cl−, sedangkan HF hanya terurai sebagian menjadi ion H+ dan
ion F−. Oleh karenanya, HCl disebut sebagai asam kuat dan HF
disebut sebagai asam lemah. Demikian juga, dalam air NaOH hampir
terurai sempurna menjadi ion Na+ dan ion OH−, sedangkan
NH3 hanya terurai sebagian menjadi ion NH4+ dan ion OH−. NaOH
disebut sebagai basa kuat dan NH3 disebut sebagai basa lemah.
24
Gambar 1. Tampilan Chemistry Triplet Representation
Coba perhatikan tingkatan makroskopis dan submikroskopis pada
larutan CH3COOH yang terlarut dalam air, hanya sebagian molekul
yang terlarut terionisasi membentuk H3O dan CH3COO-. Larutan
+
CH3COOH masih memiliki beberapa molekul CH3COOH yang utuh
(tidak terionisasi). Dengan kata lain, suatu larutan CH3COOH 1M
memiliki konsentrasi H3O+ yang jauh lebih rendah dari 1M
dikarenakan tidak semua molekul CH3COOH terionisasi untuk
membentuk H3O .
+
25
Kita ambil contoh lain, ketika HF terlarut dalam air, hanya
sebagian molekul yang terlarut terionisasi membentuk H3O+ dan F-.
LarutanHF masih memiliki beberapa molekul HF yang utuh (tidak
terionisasi). Dengan kata lain, suatu larutan HF 1M memiliki
konsentrasi H3O+ yang jauh lebih rendah dari 1M dikarenakan tidak
semua molekul HF terionisasi untuk membentuk H3O+.
Suatu Asam Lemah
Ketika HF dilarutkan dalam air, hanya beberapa bagian dari molekul
yang akan terionisasi
HF
HF
F -
H 3 O -
Untuk lebih jelasnya klik link berikut yuk supaya lebih jelas
tampilan dan kaitan antara tingkatan Makroskopis-Submikroskopis-
dan simbolik nya:
https://www.youtube.com/watch?v=rKqYE5sZi1s
26
Klik gambar di atas
Tingkatan keasaman tergantung pada tarikan antara anion dari
asam (basa konjugat) dan ion hidrogen. Misalkan HA adalah suatu
asam. Kemudian, sejauh mana reaksi berikut berlangsung dalam
arah maju tergantung pada kekuatan daya tarik antara H+ dan A-.
-
+
HA (aq) + H 2 O (l) H 3 O (aq) + A (aq)
Asam basa Konjugasi
Jika tarikan antara H+ dan A- lemah, maka reaksi cenderung akan ke
arah ke depan dan asam kuat. Jika tarikan antara H+ dan A- kuat,
maka reaksi cenderung ke arah sebaliknya dan asamnya cenderung
lemah.
27
Strong acid
Weak attraction
Complete ionization
Weak acid
Strong attraction
Partial ionization
Sebagai contoh, dalam HCl basa konjugat (Cl-) memiliki daya tarik
yang relatif lemah terhadap H +, yang berarti bahwa reaksi
sebaliknya tidak terjadi sampai batas tertentu. Berbeda pada kasus
HF, di sisi lain, basa konjugat (F-) memiliki daya tarik yang lebih
besar untuk H+, yang berarti bahwa reaksi balik terjadi pada tingkat
yang signifikan. Secara umum, semakin kuat asam, semakin
lemah basa konjugatnya dan sebaliknya. Ini berarti bahwa jika
reaksi maju (reaksi asam) memiliki kecenderungan tinggi untuk
terjadi, maka reaksi balik (reaksi basa konjugat) memiliki
kecenderungan rendah untuk terjadi.
28
TABLE 15.2 Relative strengths of Conjugate Acid-Base Pairs
ACID CONJUGATE BASE
HCIO4 (perchloric acid) CIO 4 (perchlorate ion)
-
HI (hydroiodic acid) I (iodide ion)
-
HBr (hydrochloric acid) Br (bromide ion)
-
HCl (hydrobromic acid)
CI (chloride ion)
-
H2SO4 (sulfuric acid)
-
HSO 4 (hydrogen sulfatevion ion
Acid strength increases Weak acids Strong Acids H3O (hydronium ion) H2O (water) Acid strength increases
NO 3 (nitrate ion)
HNO3 (nitric acid)
-
+
HSO 4 (hydrogen sulfatevion ion SO 4 (sulphate ion)
2 -
-
HF (hydrofluoric acid)
F (fluoride ion)
-
-
BO 2 (nitrite ion)
HNO2 (nitrous acid)
HCOO (formate ion)
HCOOH (formic acid)
-
CH3COOH (acetic acid)
CH3COO (acetate ion)
-
NH 4 (ammonium ion)
+
HCN (hydrocyanic acid)
CN (cyanide ion)
-
OH (hydroxide ion)
H2O (water) BH3 (ammonia)
-
NH3 (ammonia) NH 2 (amide ion)
-
Perhatikan bahwa dua asam lemah pada Tabel di atas adalah
diprotik, artinya mereka memiliki dua proton terionisasi, dan satu
asam adalah triprotik (tiga proton terionisasi). Mari kita lihat
asam sulfat sejenak. Asam sulfat adalah asam diprotik yang kuat
pada proton pertamanya yang terionisasi, tapi lemah pada ionisasi
kedua
H 2 SO 4 (aq) + H 2 O(l) H 3 O (aq) + HSO 4 (aq) (ionisasi pertama)
-
+
-
2-
HSO 4 (aq) + H 2 O(l) H 3 O+(aq) + SO 4 (aq) (ionisasi kedua)
29
Basa Kuat
Basa kuat adalah suatu basa yang dapat terdisosiasi secara
sempurna dalam larutan. Sebagai contoh adalah NaOH yang
merupakan suatu
basa kuat.
NaOH akan terdisosiasi semuanya di dalam larutan nya membentuk
Na (aq) dan OH (aq), dengan kata lain jika kita memiliki 1,0 M NaOH,
+
-
maka larutan tersebut memiliki konsentrasi [oH ] = 1,0M dan [Na ]
+
-
=1,0M. Beberapa jenis basa kuat lain adalah litium hidroksida
(LiOH), kalium hidroksida (KOH), Barium hidroksida Ba(OH)2 .
30
Sebagaimana yang Anda lihat, bahwa basa kuat merupakan
hidroksida pada golongan logam 1A dan 2A.
Basa Lemah
Suatu basa lemah akan menghasilkan OH- dengan cara menerima
suatu proton dari air, mengionisasi air untuk membentuk OH-
sebagaimana persamaan reaksi berikut (symbol B adalah symbol
dari suatu basa lemah):
B(aq) + H2O (l) BH (aq) + OH (aq)
-
+
Berikut ini contoh reaksi basa lemah dengan air yang digambarkan
dalam 3 representasi kimia
NH3(aq) + H2O (l) NH4 (aq) + OH (aq)
+
-
Tanda panah bolak balik menunjukkan bahwa ionisasi yang terjadi
tidak sempurna. Suatu larutan NH3 sebagian besar mengandung
NH3 dengan beberapa NH4+ dan OH-. Larutan 1,0M NH3 akan
memiliki [OH-]<1,0M.
31
Konstanta Ionisasi Asam (Ka) dan basa (Kb)
Kekuatan relative dari suatu asam lemah dapat dinilai secara
kuantitatif dengan konstanta ionisasi asam (Ka) yang merupakan
tetapan kesetimbangan untuk reaksi ionisasi asam lemah.
+
-
HA (aq) + H 2 O (l) 2H 3 O (aq) + A (aq)
+
-
HA (aq) 2H 3 O (aq) + A (aq)
Konstanta kesetimbangan dari reaksi di atas adalah
-
+
-
+
K a = (H 3 O )(A ) = (H ) (A )
(HA) (HA)
Karena konsentrasi H3O+ sama dengan konsentrasi H+, maka kedua
bentuk ekspresi di atas sama. Meskipun konstanta ionisasi untuk
semua asam lemah relatif kecil, namun besarnya nilai mereka
bervariasi. Semakin kecil konstanta, semakin jauh ke kiri letak titik
ekuilibrium untuk reaksi ionisasi, dan semakin lemah asam.
Tabel di bawah ini mencantumkan beberapa asam lemah yang
umum.
TABLE 15.4 Some Weak Acids
Hydrofluoric acid (HF) Sulfurous acid ( (H 2S0 3) (diprotic)
Acetic acid (HC 2H 3O 2) Carbonic acid ( (H 2CO 3) (diprotic)
Formic acid (HCHO 2) Phosphoric acid ( (H 3PO 4) (triprotic)
32
Tingkat ionisasi dari suatu basa lemah dapat dilihat secara
kuantitiatif melalui nilai Kb yaitu konstanta ionisasi basa sebagai
berikut:
33
Content
knowledge Derajat Keasaman
Materi Asik
Hujan Asam Kado Industri Untuk Kerusakan Lingkungan
Banyak bukti yang meyakinkan tentang hujan dan salju yang turun di USA adalah lebih asam
dibandingkan kondisi normalnya. Embun, kabut dan curah hujan memiliki pH (derajat keasaman)
3 (padahal pH air normal yaitu 7) atau lebih rendah. Dan beberapa penelitian menyebutkan
bahwa turunnya pH hujan ini muncul setelah adanya revolusi industri. Hujan dengan pH yang
sangat rendah ini kemudian disebut sebagai hujan asam. Dampak nya sungguh beragam. Salah
satunya adalah kerusakan lingkungan yang terkait dengan matinya organisme danau dan sungai,
mempercepat terjadinya pelapukan, dan mempercept terjadinya korosi paada bangunan logam
yang reaktif.
Komponen utama penyebab hujan asam adalah adanya gas SO2 dan nitrogen oksida NO2 yang
keduanya merupakan hasil dari proses pembakaran. Zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi
dengan air untuk membentuk H2SO4 dan HNO3 yang mudah larut sehingga jatuh bersama air
hujan.
Sumber : Stanitski, et.al. 2000. Chemistry in Context: Applying Chemistry to Society . USA: Mc
Graw Hill Companies
34
Berbicara tentang hujan asam, ternyata menimbulkan
beberapa dampak di lingkungan. Salah satu dampak yang
diakibatkan adanya hujan asam dapat dilihat pada Patung Caryatids.
Patung Caryatids di bawah ini, dibangun oleh Acropolis di Atena
dengan batuan marmer. Kandungan utama dalam batuan marmer
adalah kalsium karbonat. Pada tahun 1980 patung-patung tersebut
dipindahkan ke museum acropolis dan digantikan dengan
replikanya. Hal ini dilakukan karena patung-patung asli terkikis oleh
adanya hujan asam.
Hal ini sebagaimana disampaikan dalam Al Qur’an QS. Ar-Rum ayat
41-42.
َ
ْ
ْ
ْ
۟ ُ
َّ
ُ
اىلِمَع يِذلٱ َ ضْعَب مُهَقيِذُيِل ِ ساَّىلٱ يِدْيأ ْ تَبَسَك امب زْحَبلٱو زَبلٱ ًِف داَسَفلٱ زهَظ
َ ِّ
َ َ
َ ِ ِ
َّ
َنىُع ِ ج ْ زَي ْ مُهلعَل
َ
35
۟
۟
َّ ُ
َ
َٰ
َ ْ
ُ
مُه ُزَثْكأ َناَك ُلْبَق هِم َهيِذلٱ ةَبِقَع َناَك فْيَك و ُ زظوٱَف ِ ض ْ رلْٱ ًِف او ُ زيِس ْلُق
ۚ
ا
َ
َهيِكزْشُْم
ِ
Yang memiliki arti :
41. telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena
perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka
sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali
(ke jalan yang benar). 42. Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di
muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang
yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang
yang mempersekutukan (Allah).”
Untuk menentukan apakah kondisi hujan termasuk hujan asam atau
tidak seperti di atas, kita bisa menggunakan ukuran kantitatif yaitu
pH. Skala pH merupakan cara yang praktis dan mudah untuk
menentukan tingkat keasaman dari suatu larutan. Kita dapat
mendefinisikan pH sebagai berikut:
pH = -log [H3O ]
+
Sebuah larutan dengan konsentrasi H3O = 1,0x 10 (bersifat asam),
+
-3
maka perhitungan pH nya adalah sebagai berikut:
pH = -log [H3O ]
+
= -log [1,0 x 10 ]
-3
= -(-3,00) =3,00
36
Sebuah larutan dengan konsentrasi H3O = 1,0x 10 (bersifat netral),
-7
+
maka perhitungan pH nya adalah sebagai berikut:
pH = -log [H3O ]
+
-7
= -log [1,0 x 10 ]
= -(-7,00) =7,00
37
Menentukan pH Larutan Asam
Berbicara tentang larutan asam terdapat dua jenis larutan asam
yaitu larutan asam kuat dan asam lemah, oleh karena itu terdapat
dua sumber H3O+ potensial yaitu dari asam itu sendiri dan dari
hasil ionisasi dari air.
+
HA (aq) + H 2O (l) H 3O (aq) + A (aq) Asam kuat atau lemah
-
H 2O (l) + H 2O (l) H 3O (aq) + A (aq) Kw = 1,0 x 10
-
-14
+
Terdapat pengecualian yaitu dalam larutan asam yang sangat encer,
ionisasi air berkontribusi sangat kecil (sehingga bisa diabaikan)
dibandingkan dengan ionisasi asam kuat atau lemah. Oleh karena
itu, kita dapat fokus pada jumlah H3O yang diproduksi oleh asam
+
saja.
A. Asam Kuat
Suatu asam kuat didefinisikan sebagai larutan yang terionisasi
sempurna (kita dapat mengabaikan kontribuso dari autoionisasi
dari air), sehingga konsentrasi dari H3O dalam suatu larutan
+
asam kuat adalah sama dengan konsentrasi dari asam kuat.
38
Sebagai contoh 0,1 M larutan HCl memiliki konsentrasi H3O
+
sebesar 0,1 Msehingga pH nya dapat kita tentukan :
pH = -log [H3O ]
+
= -log [0,1]
= -(-1) =1
B. Asam Lemah
Penentuan pH suatu asam lemah jauh lebih rumit karena kita
tidak bisa mengabaikan konsentrasi H3O yang dihasilkan dari
+
kontribusi reaksi autoionisasi air. Sebagai contoh, jika kita
membuat suatu larutan HCl 0,10M HCl yang merupakan asam
kuat dan 0,10 M asam asetat yang merupakan asam lemah dan
kita mengukur pH nya maka kalian akan mendapatkan hasil
sebagai berikut :
0,10 M HCl akan memiliki pH = 1,00
0,10 M CH3COOH akan memiliki pH = 2,87
pH dari larutan asam asetat lebih tinggi karena dia merupakan
asam lemah, oleh karena itu hanya sebagian yang akan
terionisasi.
Untuk menghitung konsentrasi H3O dari suatu asam lemah
+
membutuhkan penyelesaian masalah kesetimbangan kimia
terlebih dahulu. Misalnya diketahui suatu larutan asam lemah HA
39
dengan konsentrasi 0,1 M dengan suatu konstanta ionisasi Ka,
maka langkah pertama adalah kita perlu melihat reaksi
kesetimbangan yang terjadi antara asam lemah HA dan H2O(l),
sehingga kita bisa menentukan konsentrasi dari H3O+
Reaksi : HA(aq) H3O (aq) A (aq)
+
-
Mula-mula 0,10 M ≈0,00M 0,00M
Reaksi -x +x +x
Setimbang 0.01-x x x
Konsentrasi H3O mula-mula dituliskan sebanding dengan 0,
+
karena kontribusi dari reaksi autoionisasi air terlalu kecil
sehingga bisa diabaikan (seperti penjelasan dari subbab
sebelumnya). Variabel x merupakan representasi jumlah HA
yang terionisasi. Untuk menemukan konsentrasi H3O+ pada saat
setimbang, kita perlu mencari nilai x, melalui rumus konstanta
ionisasi.
Sebagaimana cara menyelesaikan soal kesetimbangan kimia, kita
akan berhubungan dengan masalah persamaan kuadrat. Mari kita
lihat contoh soal beserta cara menyelesaikannya :
40
Prosedur untuk menentukan pH dari asam Lemah
Tentukan pH dari 0,200 M HNO2
1. Tulislah reaksi yang telah setimbang. Buatlah table m, r, s
(mula-mula, reaksi, setimbang).
Reaksi : HNO2(aq) H3O (aq) NO2 (aq)
+
-
Mula-mula 0,200 M ≈0,00M 0,00M
Reaksi
Setimbang
2. Gambarkan perubahan konsentrasi H3O+ menggunakan suatu
variable x (ingat pada kolom reaksi berlaku hukum
perbandingan mol = perbandingan koefisien).
Reaksi : HNO2(aq) H3O (aq) NO2 (aq)
-
+
Mula-mula 0,200 M ≈0,00M 0,00M
Reaksi -x +x +x
Setimbang
3. Jumlahkan masing-masing kolom
+
Reaksi : HNO2(aq) H3O (aq) NO2 (aq)
-
41
Mula-mula 0,200 M ≈0,00M 0,00M
Reaksi -x +x +x
Setimbang 0,200-x x x
4. Masukkan nilai konsentrasi semua specimen pada kondisi
setimbang ke dalam persamaan Ka. Kemudian,
konfirmasikan bahwa rasio nilai x harus kurang dari atau
sama dengan 5%.
5. Hitung nilai konsentrasi H3O+ dan hitung pula nilai pH.
42
Menentukan pH Larutan Basa
A. Basa Kuat
Untuk menentukan [OH-] dan pH larutan basa kuat relatif
mudah, seperti yang ditunjukkan dalam contoh berikut ini.
Seperti dalam menghitung [H3O+] dalam larutan asam kuat, kita
dapat mengabaikannya kontribusi autoionisasi air ke [OH ] dan
-
hanya fokus pada basa yang kuat itu sendiri.
Sebagai contoh, misal ditanyakan pH dan konsentrasi dari suatu
basa kuat, maka kita dapat menjawab dengan tahapan berikut
ini:
Berapakah konsentrasi OH- dan tentukan pH dari larutan
0,225 M KOH
Langkah-Langkah
Menjawab
a) Kita lihat dulu KOH Basa kuat
termasuk basa kuat
atau basa lemah
b) Tuliskan reaksi yang
terjadi (Jika merupakan 0,225M 0,225M
43
basa kuat, artinya 0,225M
reaksi ionisasi terjadi
secara sempurna)
-
-
c) Tentukan nilai [OH ] [OH ]= 0,225
d) Tentukan nilai pH pH = 14-pOH = 14-(-log [OH ])
-
dengan rumus = 14-(- log (0,225))
pH = 14-pOH = 13,353
44
Mari Berlatih
Contoh 1. Calculating from pH [H 3O ] or [OH ]
+
-
Calculate the pH of each of the following solutions at 25 C and indicate whether the
0
solution is acidic or basic.
(a) [H 3O] = 1.8 X 10 M (b) [OH ] = 1.3 x 10
-2
-4
-
Solution
(a) To calculate pH, substitute the given pH = -log[H 3O ]
+
[H 3O ] into the pH equation. Since pH = -log(1.8 x 10-4 )
+
<7, this solution is acidic. = (-3.74)
= 3.74 (acidic)
-
(b) First use K w to find [H 3O] from [OH ] [H 3O ] = K w = 1.0 x 10 -14
+
[H 3O ] (1.3 x 10 ) = 1.0 x 10-14
+
-2
Then substitute [H 3O] into the pH [H 3O ] = 1.0 x 10 = 7.7 x 10 -13 M
+
14
expression to find pH. 1.3 x 10
-2
+
pH = - log [H 3O ]
Since pH >7, this solution is basic. = - log (7.7 x 10 )
-13
= - (-12.11)
= 12.11 (basic)
45
Contoh 2. Calculate the pH of (a) a 1.0 x 10 M HCI salutation and (b) a 0.020 M
-3
Ba (OH) 2 solution.
Solution
(a) Since HCI is a strong acid, it is completely ionized in solution:
+
-
HCI (aq) H (aq) + CI (aq)
The concentration of all the species (HCI, H , and CI ) before and after ionization
+
-
can be represented as follows:
+
-
HCI (aq) H (aq) + CI (aq)
Initial (M): 1.0 x 10 0.0 0.0
-3
Change (M): -1.0 x 10 +1.0 x 10. -3 + 1.0 x 10 -3
-3
-3
Final (M): 0.0 1.0 x 10 1.0 x 10 -3
A positive (+) change represents an increase and a negative (-) change indicates a
decrease in concentrations. Thus
[H ] = 1.0 x 10 M
-3
+
pH= -log (1.0 x 10 -3
= 3.00
-
(b) Ba (OH) 2 is a strong base : each Ba (OH) 2 unit proceduces two OH ins:
-
Ba(OH) 2(aq) Ba (aq) + 2 OH (aq)
2+
46
Content
knowledge Indikator Asam-Basa
Materi Asik
Indikator itu merupakan suatu senyawa kompleks yang bisa
bereaksi dengan asam dan basa. Dengan indikator, kita jadi bisa
mengetahui suatu zat bersifat asam atau basa. Nah indikator sendiri
terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu indikator alami, indikator
universal, dan yang paling umum digunakan adalah kertas lakmus
dan pH meter. Biar lebih jelas lagi, yuk baca penjelasannya di
bawah ini!
1. Indikator alami
Kamu tahu apa itu indikator alami? Indikator alami itu adalah
indikator yang dibuat menggunakan ekstrak tumbuhan-tumbuhan
seperti bunga, umbi, kulit buah, juga daun-daun
berwarna. Nah contoh spesifiknya itu kunyit, kubis merah, kubis
ungu, bunga sepatu, bunga mawar, bayam merah, geranium.
Dengan menggunakan indikator ini, kita bisa nih menentukan suatu
larutan bersifat asam, basa, atau netral. Cara mengetahuinya itu
dengan meneteskan ekstrak tumbuhan tadi ke dalam sebuah
larutan, kemudian lihat perubahan warnanya. Dari perubahan
47
warna itulah kita bisa tahu mana larutan yang mengandung asam
atau basa.
Ekstrak tanaman Warna asli Perubahan warna dalam Perubahan warna
larutan asam dalam larutan basa
Kubis merah Ungu/merah Merah muda Hijau
lembayung
Bunga sepatu Merah tua Merah Kuning
Bunga mawar Merah muda Merah muda Hijau
Bayam merah Merah Merah muda Kuning
Kunyit Jingga Kuning Merah
tua/oranye
Geranium Merah Jingga tua/orange Kuning
2. Indikator universal
Berbeda dengan indikator alami, indikator universal merupakan
campuran dari berbagai macam indikator yang dapat
menunjukkan pH (power of hydrogen) suatu larutan dari
perubahan warnanya. Untuk menunjukkan keasaman dan kebasaan,
kamu bisa lihat pada rentang pH 1-14. Oke, sekarang kita lihat
warna-warna yang menandakan pH larutan yang telah ditambahkan
indikator universal:
48
Rentang pH Keterangan Warna
<3 Asam Kuat Merah
3-6 Asam lemah Jingga/Kuning
7 Netral Hijau
8-11 Basa lemah Biru
>11 Basa kuat Ungu/violet
Kamu bisa lihat kan ada warna kuning, merah, hijau, juga biru.
Untuk yang warna kuning sampai merah itu menunjukkan larutan
asam, kemudian warna biru sampai biru tua, begitu juga ungu itu
menunjukkan larutan basa, sedangkan warna hijau berarti
menunjukkan bahwa larutan tersebut netral.
Sekarang kita lihat komponen indikator universalnya.
Indikator Warna pada Rentang Warna pada
pH rendah pH transisi pH tinggi
Timol biru (transisi pertama) Merah 1,2 – 2,8 Kuning
Metil merah Merah 4,4 – 6,2 Kuning
Bromotimol biru Kuning 6,0 – 7,6 Biru
Timol biru ( transisi kedua) Kuning 8,0 – 9,6 Biru
Fenolftelein Tak berwarna 8,3 – 10,0 Fuchsia
49
Indikator universal dapat berbentuk kertas maupun larutan, begini
penjelasannya ya:
1. Kertas
Kertas di sini berupa kertas serap berbentuk strip, dan tiap kotak
kemasan indikator jenis ini
dilengkapi dengan peta
warna. Nah cara menggunakannya
itu mudah banget. Kamu tinggal
mencelupkan sehelai kertas
indicator ke dalam larutan yang akan
kamu ukur pH-nya. Jika berubah
menjadi merah, berarti larutan
tersebut asam, jika berwarna biru,
maka larutan tersebut basa.
2. Larutan
Salah satu contoh dari larutan indikator universal ini adalah
larutan metil jingga (Metil Orange = MO). Nah, jika pH-nya kurang
dari 6, larutan ini akan berwarna jingga, sedangkan pada pH lebih
dari 7, warnanya menjadi kuning. Kamu sudah tahu kan rentang pH
beserta warna-warnanya? Yap, seperti yang sudah dijelaskan pada
tabel di atas.
50