UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Hai'ah Tahfizh Al-Qur'an Edisi 19 E-bulletin 2 C a h a y a 3 B u l a n S u c i C a h a y a 3 B u l a n S u c i
E- BULLETIN | EDISI KE- 19 LSO AN-NABA' HAI'AH TAHFIZH AL-QUR'AN Page | 1 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Hai Sobat Qur`any Alhamdulillahirabbil alamin segala puji dan syukur kepada Allah SWT atas limpahan Rahmat-Nya sehingga kami dapat menerbitkan E-Bulletin edisi Ke-19. Dibuatnya E-Bulletin ini sebagai media informasi seputar HTQ dan media dakwah kami dalam menyebarkan informasi keislaman masa kini. edisi ke-19 kali ini mengusung tema “Cahaya di 3 Bulan Suci” Tema ini mencakup pembahasan 3 bulan suci yaitu bulan Rajab, Sya`ban dan Ramadhan. Tujuan dari tema ini yakni untuk menjelaskan keutamaan dan keistimewaan bula Rajab, Sya`ban dan Ramadhan dalam Islam sekaligus untuk mempersiapkan diri secara spiritual, mental dan fisik untuk menyambut bulan Ramadhan dengan optimal sehingga dapat menjalani ibadah dengan lebih baik. Ucapan terima kasih tidak lupa kami sampaikan kepada Tim Redaksi LSO An-Naba` sekaligus semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian EBulletin dan telah berupaya semaksimal mungkin akan hadirnya E-Bulletin edisi-19 ini. Semoga dengan terbitnya E-bulletin ini bisa menambah motivasi serta wawasan luas kepada seluruh Tim Redaksi dan pembaca sehingga bisa mengambil hikmah dan manfaat dari karya kami. tentunya menjadi wasilah untuk kita semakin dekat dengan rahmat dari yang Maha Pencipta. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pimpinan Umum Ust. Abd. Zainur Rouf, M.HI Pimpinan Redaksi Ning Aini Rohtul Nadhiyah Redaktur Ning Khikmatul Hidayah Editor Ning Aisyah Firyal Maulidya Reporter Gus Muhammad Khoirul Irfan A Gus Fariz Ardiansyah Ning Vallyna Seiryl Fuadiah Ning Roudlotul Mu`awwanah Ning Nayla Alfi Sajida Ning Aisyah Salsabila Fuaidah Fotografer Gus Muh. Akbar Saputra Ning Bening Mulyowati Ning Vivi Nesyatul Ridaini Gus Jibran Ammar Hisyam Lalu Arul Rizky Pangestu Layouter Publikasi Ning Renanda Najwa Q
E- BULLETIN | EDISI KE- 19 LSO AN-NABA' HAI'AH TAHFIZH AL-QUR'AN Page | 2 ANNABA– Sabtu (9/11) Hai’ah Tahfizh Al-Quran UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Progam Sekolah Tahfizh. Kegiatan Sosialisasi ini merupakan salah satu program unggulan Sekolah Tahfizh Hai’ah Tahfizh Al-Qur’an (HTQ) yang bertujuan untuk menginspirasi dan meningkatkan semangat para mahasiswa dalam menghafal Al-Qur`an ditengah sibuknya tugas kuliah. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Ulul Albab lantai dua yang dihadiri oleh 235 peserta. Kegiatan Sosialasi ini memberikan wawasan serta motivasi seputar menghafal Al-Qur`an kepada para mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut. Kegiatan ini mengusung tema Kuliah Jalan, Setoran Jalan: Inspirasi Menggapai Cita dalam Cinta Al-Qur`an sebagai agen Meningkatkan jiwa dalam mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dan istiqomah Fitroh, S.S, M.Pd selaku Kepala Sekolah Progam Sekolah Tahfizh HTQ UIN Malang dan penutupan sekaligus pembacaan do`a oleh Ustadz Muhammad Hasyim, M.A Kemudian dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi yang disampaikan oleh pemateri hebat yakni Ning Dewi Yukha Pesantren Bahrul Ulum Kedung Bajul Trenggalek dan juara 1 Musabaqah Hifzhil Qur`an (MHQ) 2022 di Kazan, Rusia. Materi yang disampaikan beliau penuh dengan motivasi dalam menghafal dan menjaga Al-Qur`an. Sebagian materi yang beliau sampaikan adalah “Salah satu cara untuk menguatkan hafalan Al-Qur`an adalah dengan membaca hafalan didalam shalat” dan beliau berpesan untuk selalu istiqomah dalam membaca dan menjaga hafalan Al-Qur`an. Nida, S.Pd selaku pengasuh Pondok dalam menjaga hafalan AlQur`an. Pe. mbukaan Sosialisasi Progam Sekolah Tahfizh dihadiri oleh Dewan Pembina. HTQ. Pembukaan sosialisasi iawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Ustadz Drs. Abdullah Zainur Rauf, M.HI selaku ketua HTQ UIN Malang, kemudian Kegiatan Sosialisasi Progam Sekolah Tahfizh berjalan dengan baik dari awal hingga akhir acara. Para peserta sangat antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan dilanjut oleh Ustadz Awwaludin tersebut. HarapanadanyaPemateri dalam kegiatan ini adalah bisa menjadikan motivasi para penghafal Al-Qur`an untuk bisa meningkatkan jiwa Qur’any dan mengamalkan pesan-pesan luar biasa yang telah beliausampaikan.(KH/Red)
E- BULLETIN | EDISI KE- 19 LSO AN-NABA' HAI'AH TAHFIZH AL-QUR'AN Page | 3 ANNABA’ – Sabtu (30/11) LSO An-Naba’ Hai’ah Tahfizh Al-Qur’an UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan NEXTAR (New Expedition of Literation) V. Acara tersebut di laksanakan di LSO An-Naba' Hai'ah Tahfizh Al-Qur'an Agendakan Nextar V dengan Konsep Baru LSO An-Naba' Hai'ah Tahfizh Al-Qur'an Agendakan Nextar V dengan Konsep Baru Aula HTQ kampus 1 UIN Malang. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, NEXTAR kali ini diadakan dalam bentuk studi banding dengan Gasek Multimedia dari Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kolaborasi antar lembaga Multimedia untuk menghasilkan sebuah relasi yang bermanfaat baik dari Gasek Multimedia maupun dari LSO An-Naba’sendiri. Acara ini mengusung tema Dakwah Inovasi Qur’any di Era Digital sebagai Perubahan Masa Kini yang relevan dengan Era Gen Z saat ini. Kegiatan ini dihadiri oleh Dewan Asatidz/ah HTQ dan para Alumni Musa'id/ah periode 2023-2024. Pembukaan Studi Banding diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Ust. Muhammad Hasyim, S.Hum, M.A selaku pembina HTQ. Beliau berpesan untuk tetap menjaga akhlak dalam menyebarkan dakwah Islam dan semakin mengembangkan karya terkait konten-konten keislaman yang mempunyai peluang besar di media sosial Kemudian acara formal ditutup dengan pembacaan doa oleh Ust. Sholihin, S.E, M.EI selaku pembina HTQ dan dilanjut-kan dengan penyerahan cinderamata oleh Ning Aini Rohtul Nadhiyah selaku Pimpinan Redaksi LSO An-Naba` 2024/2025 kepada Gus Muhammad Antonio Qomaruddin selaku Direktur Gasek Multimedia. Acara selanjutnya dikemas dalam bentuk Informal yaitu sesi presentasi dari masing-masing CO divisi. Lalu dilanjutkan dengan forum group discussion (FGD) yang disampaikan oleh setiap partner divisi untuk sharing terkait program kerja masing-masing. Setelah sesi FGD selesai, juga terdapat sesi praktek dengan partner divisi masingmasing. Seluruh rangkaian kegiatan studi banding berjalan dengan lancar, para peserta mendapatkan pengetahuan dan memperluas wawasan mengenai multimedia. Dengan diadakannya kegiatan studi banding ini, diharapkan dapat menjalin silaturahmi antara LSO An-Naba` dengan Gasek Multimedia, serta bisa terus mengembangkan karya dan konten dakwah yang bermanfaat bagi banyak orang. (RM/Red)
E- BULLETIN | EDISI KE- 19 LSO AN-NABA' HAI'AH TAHFIZH AL-QUR'AN Page | 4 ARTIKEL Bulan Sya’ban adalah salah satu bulan yang sangat mulia dalam kalender Islam. Di bulan ini, umat Islam disarankan untuk meningkatkan kegiatan ibadah, terutama dalam berpuasa dan Bulan Sya 'ban dan Keutamaannya Dalam Agama Islam Bulan Sya 'ban dan Keutamaannya Dalam Agama Islam berdoa. Kemuliaan dan keberkahan bulan Sya’ban dapat dilihat dari banyaknya hadis yang membahas mengenai keutamaan dan amalan yang dianjurkan. Artikel ini akan membahas hadis mengenai bulan Sya’ban, manfaatnya, dan kegiatan-kegiatan yang dianjurkan dilaksanakan sepanjang bulan Sya’ban. Di bawah ini terdapat beberapa hadits mengenai bulan Sya’ban yang bisa memmemberikan wawasan lebih dalam mengenal bulan ini dalam kehidupan umat Islam. 1. H.R Al Bukhari dan Muslim Sayyidah Aisyah RA berkata: ِصَياًما ِمْنُه ِفى َشْعَباَن "Terkadang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, 'Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuhkecualidibulanRamadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Syaban." (HR. Al Bukhari dan Muslim) ِه – صلى الله عليه وسلم – َيُصوُم َّل َكاَن َرُسوُل ال َحَّتى َنُقوَل َال ُيْفِطُر ، َوُيْفِطُر َحَّتى َنُقوَل َال َيُصوُم . ِه – صلى الله عليه وسلم – َّل ْيُت َرُسوَل ال َما َرَأ َف ْيُتُه َأ ْكَثَر ِإ َّال َرَمَضاَن ، َوَما َرَأ ٍر اْسَت ْكَمَل ِصَياَم َشْه 2. H.R. Al Bukhari dan Muslim Sayyidah Aisyah RA berkata: َم َيُصوُم َشْهًرا ْيِه َوَسَّل ِبُّي َصَّلى اللُه َعَل الَّن ِن ْم َي ُك َل ُه ِإَّنُه َكاَن َيُصوُم َشْعَباَن ُكَّل َف َأ ْكَثَر ِمْن َشْعَباَن، "Belum pernah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Syaban. Terkadang hampir beliau berpuasa Syaban sebulan penuh." (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Dari riwayat ini, kita dapat memahami bahwa bulan Sya'ban adalah kesempatan yang tepat untuk membersihkan jiwa, banyak mengucapkan . E- BULLETIN | EDISI KE- 19 LSO AN-NABA' HAI'AH TAHFIZH AL-QUR'AN Page | 5 ARTIKEL istighfar, dan memperbaiki relasi dengan orang lain, sehingga amal ibadah kita dapat diterima oleh Allah SWT. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: َذِلَك َشْهٌر َيْغُفُل الَّناُس َعْنُه َبْيَن َرَجٍب َوَرَمَضاَن، َوُهَو َشْهٌر ُتْرَفُع ِفيِه ا َصاِئٌم ِحُّب َأْن ُيْرَفَع َعَمِلي َوَأ َن َف ُأ ِميَن، َل َعا ْل َلى َرِّب ا ا َأْلْعَماُل ِإ "Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa." (HR. An Nasa'i, Ahmad, dan sanadnya dihasankan Syaikh Al Albani) 3. H.R An Nasa'i, Ahmad, dan sanadnya dihasankan Syaikh Al Albani Usamah bin Zaid bertanya kepada Rasulullah SAW: "Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Syaban. Keutamaan Bulan Sya'ban Berdasarkan Hadits Keutamaan bulan Sya'ban sangat terlihat dalam berbagai hadits yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Bulan ini dikenal tidak hanya sebagai periode antara Rajab dan Ramadan, melainkan juga sebagai waktu yang penuh peluang untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri. Berikut ini beberapa keutamaan yang bisa bulan Sya'ban: 1. Bulan Penuh Pengampunan dalam hadits mengenai bulan Sya'ban, Allah SWT memberikan kesempatan kepada umat-Nya untuk mendapatkan pengampunan, terutama di malam diambil dari hadits-hadits tentang Nisfu Sya'ban. Ini adalah saat yang sangat berharga bagi umat Islam untuk meminta ampunan atas kesalahan yang telah dilakukan. 2. Amal Diangkat di Bulan Sya'ban Hadits mengenai bulan Sya'ban juga menyatakan bahwa segala amal perbuatan umat Islam diangkat pada bulan ini. Oleh karena itu, sangat disarankan dah, seperti berpuasa, sholat malam, dan berdoa agar amal kita diterima dalam keadaan yang terbaik. 3. Bulan yang Mendekatkan Umat kepada Allah Hadits tentang bulan Sya'ban mengajarkan kita untuk lebih banyak beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah pada bulan ini. Ini adalah waktu yang baik untuk berdoa, mohon ampunan, dan meminta berkah dalam hidup kita. untuk memperbanyak iba1. Bulan Penuh Pengampunan 2. Amal Diangkat di Bulan Sya'ban 3. Bulan yang Mendekatkan Umat kepada Allah
E- BULLETIN | EDISI KE- 19 LSO AN-NABA' HAI'AH TAHFIZH AL-QUR'AN Page | 6 BIOGRAFI Ustadz Muhammad Hasyim, M.A panggilan akrab beliau adalah Ustadz Hasyim. Beliau merupakan salah satu pembina Hai'ah Tahfizh Al-Qur’an UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris. Beliau lahir di Jombang pada tanggal 25 Mei 1981 yang kini tinggal bersama keluarnya di Rumah Dinas UIN Malang dan juga menjabat sebagai salah satu pengasuh Ma`had Sunan Ampel Al-Aly. Sejak kecil, beliau tumbuh di lingkungan pesantren, yang mana Pendidikan sekolah dasar beliau di PPQ Nurul Huda Singosari. Setelah lulus pada tahun 1993, beliau melanjutkan pendidikannya di MTS Madrasatul Quran Tebuireng Jombang dan dari sinilah muncul tekad beliau untuk menghafal Al-Qur’an. Hal ini merupakan pengaruh lingkungan yang mayoritas para penghafal AlQur'an serta dukungan dari pondok pesantren yang terdapat kegiatan yang memacu para santri untuk Fastabiqul Khoirot. Beliau juga melanjutkan pendidikan di MA Madrasatul Quran Tebuireng Jombang dan lulus pada tahun 1998. Setelah lulus, beliau masih menetap di Pondok Pesantren Madrasatul Quran selama 2 tahun. Pada tahun 2001-2004 beliau melanjutkan studinya di STAIN Malang, yang kini menjadi UIN Malang. Dalam perjalanan hidupnya, beliau memiliki tekad kuat dalam menghafal Al-Qur’an. Salah satu perjuangan beliau adalah supaya bisa membeli handphone yang tujuannya agar beliau bisa leluasa mendengarkan murottal Al-Qur’an karena pada masa dahulu CD murottal AlQur’an tergolong cukup mahal. Pada suatu hari, beliau menghadiri sebuah acara yang dihadiri oleh kepala . menyisihkan uang untuk ditabung Kementerian Agama (Kemenag). Dalam acara tersebut, diadakan tes hafalan khusus bagi para penghafal Al-Qur'an. Beliau menjadi salah satu peserta yang dipilih untuk maju ke podium untuk dites hafalannya, beliau juga mendapatkan hadiah uang tunai, yang kemudian beliau gunakan untuk tambahan membeli handphone. Akhirnya, beliau berhasil membeli handphone Nokia 3660 seharga sekitar 2 juta rupiah. Handphone tersebut dapat memuat lebih banyak murottal alquran daripada CD sehingga handphone tersebut menjadi saksi perjalanan hafalan beliau. Pengalaman hidup KH. Muhammad Hasyim mengajarkan kita betapa pentingnya kerja keras, pengorbanan, dan keteguhan untuk mencapai tujuan. Dalam perjalanan hidupnya, beliau menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang melainkan tantangan yang harus dihadapi dengan usaha maksimal. Ustadz Muhammad Hasyim M.A Ustadz Muhammad Hasyim M.A
E- BULLETIN | EDISI KE- 19 LSO AN-NABA' HAI'AH TAHFIZH AL-QUR'AN Page | 7 Teka Teki Silang ACROSS Bulan Rajab bulan keberapa dalam tahun hijriyah Lailatul Qadar disebut dengan 1000 Bulan setelah bulan Sya’ban adalah Ibadah wajib pada bulan Ramadhan adalah Malam utama pada bulan ramadhan adalah Bulan keberapa Sya’ban dalam hijriyah Peristiwa penting di bulan Rajab Sholat Sunnah setelah sholat adalah sholat Salah satu syarat menjalankan ibadah puasa Ramadhan adalah Amalan utama bulan Sya’ban Puasa di bulan Rajab hukumnya DOWN Siapa nabi yang melakukan Isra’ Mi’raj Waktu berbuka puasa Apa amalan terbaik di akhir bulan Rajab Surat apa yang menjelaskan pentingnya menghormati bulan suci Apa arti kata Rajab dalam bahasa Arab Hari pertengahan pada bulan Sya’ban disebut Apa arti Sya’ban dalam bahasa Arab Saat bulan Ramadhan dianjurkan untuk memperbanyak membaca Hukum puasa di bulan Ramadhan 1. 3. 5. 6. 8. 9. 12. 16. 18. 2. 4. 7. 10. 11. 13. 14. 15. 17. 19. 20. Isya’ saat Ramadhan
E- BULLETIN | EDISI KE- 19 LSO AN-NABA' HAI'AH TAHFIZH AL-QUR'AN Page | 8 TIPS & TRIK Hallo gawagis dan nawaning ada info menarik nihh !!! Bagaimana sih tips diet yang baik di bulan puasa??? Banyak orang yang menganggap bahwa puasa adalah salah satu solusi untuk menurunkan berat badan. Hal tersebut memang tidak sepenuhnya salah, sebab diet ketika berpuasa akan lebih memudahkan, karena jam makan lebih sedikit dibandingkan hari hari TIPS DIET CERDAS DI BULAN PUASA biasanya. Namun, ketika salah dalam menjaga pola makan justru akan bisa membuat berat badan naik. Yukk simak tips and trik berikut ini 1. Tidak Melewatkan Sahur Sahur memiliki peranan yang sangat penting dalam praktik puasa. Perut yang kosong dari pagi hingga sore menyebabkan kontrol terhadap asupan makanan menjadi sulit saat waktu berbuka tiba. Kebanyakan orang mungkin berpikir dengan tidak makan saat sahur, mereka bisa mengurangi asupan kalori. Namun, ini bukan pendekatan yang disarankan. Sahur sebenarnya membantu kita untuk tetap bertenaga dan mencegah dehidrasi sepanjang hari. Selain itu, tidak makan saat sahur bisa membuat kita sangat lapar dan cenderung makan berlebihan saat berbuka. Hal ini terjadi karena rasa lapar yang menggebu-gebu akibat perut yang benar-benar kosong. 2. Memilih Makanan yang Sehat Memilih makanan bergizi seimbang sangat penting untuk menurunkan berat badan selama puasa. Karena hanya ada dua waktu untuk makan, yaitu sahur dan berbuka, pastikan makanan yang dipilih mengandung nutrisi yang seimbang. Saat sahur, cukupkan cairan dan pilih makanan yang mengenyangkan, seperti roti gandum, beras merah, buah, sayuran, serta sumber protein seperti susu, telur, dan kacang-kacangan. Saat berbuka, awali dengan cairan dan makanan rendah lemak yang mengandung gula alami, seperti kurma. dan sup kaldu. Kunci sukses adalah menu diet yang seimbang dengan peningkatan konsumsi protein dan serat. TIPS DIET CERDAS DI BULAN PUASA
E- BULLETIN | EDISI KE- 19 LSO AN-NABA' HAI'AH TAHFIZH AL-QUR'AN Page | 9 TIPS & TRIK Berbuka puasa dengan makanan manis dianjurkan untuk mengembalikan energi, namun perlu diingat untuk tidak berlebihan. Konsumsi gula yang berlebihan yoga lebih disarankan daripada olahraga berat, karena dapat tetap membakar kalori tanpa menguras tenaga. Tetaplah disiplin dalam menjalani gaya hidup sehat, bahkan saat puasa. Jika merasa lelah, kurangi intensitas latihan. Sore hari adalah waktu ideal untuk berolahraga, karena cuaca yang lebih sejuk dapat mengurangi risiko dehidrasi sebelum berbuka puasa. 3. Menghindari Gula Berlebihan Menjaga tubuh terhidrasi sangat penting selama puasa untuk mencapai berat badan ideal. Perhatikan beberapa hal saat minum: konsumsi cairan secara berkala di malam hari, pilih minuman tanpa kafein, dan cukupkan cairan saat berbuka puasa. dapat menyebabkan penumpukan lemak karena produksi insulin menurun saat puasa. Meskipun gula membantu mengisi energi, sebaiknya dikonsumsi dalamjumlah wajar. Konsumsi makanan kaya karbohidrat kompleks seperti buah dan sayur sangat disarankan. 4. Rajin Berolahraga Studi di Journal of Nutrition and Metabolism menunjukkan tubuh mencari sumber energi dari cadangan lemak saat berolahraga dalam keadaan puasa. Namun, penting untuk menyesuaikan intensitas latihan karena asupan energi yang berkurang. Aktivitas seperti 5. Perbanyak Air Putih 6. Kurangi Makanan Berminyak
E- BULLETIN | EDISI KE- 19 LSO AN-NABA' HAI'AH TAHFIZH AL-QUR'AN Page | 10 TIPS & TRIK 7. Menjaga Porsi Makan Saat berbuka puasa, banyak orang tergoda untuk menyantap gorengan yang berlemak. Namun, kita sebaiknya berhati-hati dengan pilihan makanan, karena gorengan yang kaya lemak jenuh dapat meningkatkan risiko penambahan berat badan dan kolesterol jahat (LDL). Sebaiknya, pilihlah makanan yang kaya akan lemak tak jenuh seperti kacangkacangan, sayuran, alpukat, dan ikan. Mengurangi makanan berminyak sangat disarankan untuk mencapai kesuksesan diet. Meskipun tidak makan seharian, penting untuk menjaga porsi makan seimbang saat sa.hur dan berbuka puasa. Makan berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan penambahan berat badan, terutama karena produksi insulin tubuh menurun selama puasa. Menggunakan piring kecil dan mendengarkan sinyal lapar membantu mencegah makan berlebihan. 8. Makan dengan Perlahan Setelah seharian berpuasa, banyak orang terburu-buru ingin segera makan saat berbuka. Namun, kebiasaan ini dapat mengganggu kesehatan karena makan terlalu cepat bisa menyebabkan ketidaknyamanan di perut dan meningkatkan risiko makan berlebihan. Sebaiknya, nikmati makanan perlahan agar rasa kenyang lebih cepat dirasakan dan konsumsi berlebihan terhindarkan. Pilihlah makanan yang kaya protein atau serat agar merasa kenyang lebih lama. Mulailah berbuka dengan tiga kurma dan segelas air mineral, lalu lanjutkan dengan hidangan utama untuk mengendalikan nafsu makan dan menjaga kadar gula darah stabil. 9. Tidur dengan Cukup Tidur merupakan metode efektif untuk menurunkan berat badan saat berpuasa, karena kurang tidur mengganggu metabolisme dan meningkatkan nafsu makan. Meskipun sulit mendapatkan tidur berkualitas saat puasa, ada cara untuk memperbaikinya. Rencanakan rutinitas tidur yang baik dan lakukan tidur siang selama 20 menit untuk memulihkan energi. Kurangi konsumsi makanan berlemak atau manis sebelum tidur dan hindari minuman berkafein. Jauhkan diri dari layar perangkat elektronik dan ciptakan lingkungan tidur yang tenang.
E- BULLETIN | EDISI KE- 19 LSO AN-NABA' HAI'AH TAHFIZH AL-QUR'AN Page | 11 OPINI Kita sebagai umat muslim pasti tahu betul bahwa, di dalam kalender hijriyah ada 3 bulan yang sangat istimewa daripada bulan-bulan lainnya. Bulan–bulan tersebut di-antaranya Bulan Rajab, Bulan Sya’ban, dan Bulan Ramadhan. Ketiga bulan suci ini yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia, karena Dibulanini,umat Islamdianjurkanmemperbanyak ibadah, seperti berpuasa sunnah, memperbanyak zikir, serta membaca AlQur'an. Salah satu ibadah yang dianjurkan pada apa???Karenasemuaamalkebaikan yang dilakukan pada bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Oleh karena itu,paraulamamenganjurkanuntuk memperbanyak doa, istighfar dan amalan lainnya Bulan Rajab termasuk dalam empat bulan yang dihormati dalam Islam yang dikenal dengan istilah "Bulan Haram". agarpahalakebaikankitabertambah. Dari Abu Bakar Al-Waraq Al-Balkhi berkata "Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya'ban adalah bulan menyiram, dan bulan Ramadan adalah bulan memetik buahnya". Cahaya di 3 Bulan Suci bulan ini adalah berpuasa mulai bertanggal 1-10 dan juga tanggal 27 Rajab. Di bulan ini kita diibaratkan seperti sedang menanam benih-benih kebaikan, yakni dengan mulai membiasakan diri melakukan amalan sholeh sekecil apapun karena pada bulan ini semua amal kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah seperti memperbanyak sedekah,memohonampunandanbertaubat pada-Nya. Salahsatudoa yangseringdiamalkanpara ulama yaitu َنا ُذُنْوَبَنا اَواْغِفْرَل ْغَناَرَمَضاَن ِّل َنا ِفْيَرَجَبَوَشْعَباَنَوَب ِرْك َل ُهَّمَبا َّل ال "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhandanampunilahdosakami” 1. Bulan Rajab َنا ُذ ُنْوَبَنا اَواْغِفْرَل ْغَناَرَمَضاَن ِّل َنا ِفْيَرَجَبَوَشْعَباَنَوَب ِرْك َل ُهَّمَبا َّل ال Begitu juga sama halnya ketika kita melakukan perbuatan buruk dan maksiat, dosa kita juga akan dilipatgandakan. Maka dari itu kita harus senantiasa berhati–hati dalam bertindak dalam kehidupan sehari– hari.
E- BULLETIN | EDISI KE- 19 LSO AN-NABA' HAI'AH TAHFIZH AL-QUR'AN Page | 12 OPINI Pada bulan ini kita digambarkan sedang menyiram, memupuk dan merawat apa yang telah kita tanam pada bulan Rajab. Yang dimaksud dengan peribahasa tersebut adalah dengan memperbanyak amal sholeh di bulan ini agar ketika bulan Ramadhan datang, kita sudah terbiasa melakukan amal sholeh sehingga di bulan Ramadhan kita benarbenar bisa memanen pahala. Abu Bakar Al-Waraq Al-Balkhi berkata : “Perumpamaan bulan Rajab seperti angin, bulan Sya’ban seperti awan yang membawa hujan, dan bulan Ramadhan seperti hujan. Barang siapa yang tidak menanam di bulan Rajab dan tidak menyiraminya di bulan Sya’ban bagaimana mungkin dia akan memanen hasilnya di bulan Ramadhan. Pada bulan Sya’ban amal perbuatan manusia diangkat untuk dihadapkan kepada Tuhan semesta alam. Pada bulan ini juga kita juga dianjurkan memperbanyak sholawat karena pada bulan inilah turun ayat yang berisi tentang perintah shalawat dan salam kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. dalam QS. Al. Ahzab ayat 56. Selain bersholawat juga dianjurkan untuk berpuasa. Namun, banyak sekali orang–orang ketika bulan itu, mereka banyak yang lalai. Mereka sibuk dengan persiapanpersiapan menyambut Ramadhan akan tetapi seringnya persiapan itu berkisar hanya tentang urusan duniawi saja. Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid Radhiyallahu 'Anhuma, Rasulullah SAW. bersabda : َذِلَكَشْهٌرَيْغُفُلالَّناُسَعْنُهَبْيَنَرَجٍبَوَرَمَضاَنَوُهَوَشْهٌرُيْرَفُع اَصاِئٌم ِحُّبَأْنُيْرَفَعَعَمِليَوَأَن ِميَن َف ُأ َل َعا ْل َلىَرِّبا ِفيِها َأْلْعَماُلِإ “Bulan Sya’ban adalah bulan dimana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Itulah bulan orang-orang banyak yang lalai antara . bulan Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan ditampakkannya amalan-amalan, dan aku suka ketika amalanku diperlihatkan dihadapan Rabbku, sedangkan aku dalam keadaan berpuasa." (HR. Ahmad) 2. Bulan Sya'ban
E- BULLETIN | EDISI KE- 19 LSO AN-NABA' HAI'AH TAHFIZH AL-QUR'AN Page | 13 OPINI Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling di tunggu–tunggu oleh seluruh umat Islam. Bagaimana tidak, setelah kita melewati bulan Rajab dan Sya’ban dimana di bulan itu kita senantiasa menanam dan merawat dengan mela-kukan semua amal kebaikan kini waktu-nya kita memetik apa telah kita tanam sebelumnya. Bulan yang penuh barakah dan ampunan. Bulan dimana semua pintu ampunan dibuka untuk semua hamba yang bertaubat kepada-Nya. Begitu banyak kemuliaan yang dikasih Allah SWT pada bulan Ramadhan. Dalam sebuah Hadits dikatakan bahwa, “Sepuluh hari pertama pada bulan Ramadhan adalah Rahmat, sepuluh hari kedua adalah ampunan dan sepuluh hari ketiga adalah pembebasan dari api neraka”. Dan selain itu, Rasulullah SAW bersabda: ِبِه ُه َما َتَقَّدَم ِمْن َذْن ا َواْحِتَساًبا ُغِفَر َل َمْن َصاَم َرَمَضاَن ِإيَماًن Artinya : “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan dengan iman dan ikhlas, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lewat.” (HR. Bukhori Muslim). Ramadhan adalah kesempatan emas bagi umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah mereka, dan ketika kita menga-malkan Sunnah, pahalanya sama dengan ketika kita melakukan tindakan wajib. Dan ketika kita mengerjakan amalan wajib, pahalanya sama dengan mengerjakan ibadah wajib 70 kali diluar Ramadhan. Salah satu alasan Ramadhan menjadi bulan yang paling mulia adalah turunnya Al-Qur'an pada tanggal 17 Ramadhan, atau lebih dikenal dengan malam Al-Qur'an Nuzulul. Karena segala sesuatu yang berhubungan dengan AlQur'an adalah mulia. Bulan Rajab, Sya'ban, dan Ramadhan merupakan serangkaian waktu istimewa yang Allah SWT anugerahkan kepada kita sebagai umat Islam. Mari kita jadikan momen ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri padaNya, dan meningkatkan amal ibadah. Dengan demikian kita bisa memperoleh keberkahan pada bulan-bulan tersebut dan bertemu dengan Ramadhan dalam keadaan bersih dan suci. 3. Bulan Ramadhan
E- BULLETIN | EDISI KE- 19 LSO AN-NABA' HAI'AH TAHFIZH AL-QUR'AN Page | 14 CERPEN Rindu di Balik Jendela Kota Oleh : Ning Nana orangtuanya yang hanya dibulanRajab. Namun, iasempatmemSena menatap langit dari balik jendela kecil di kamar kosnya. Kota ini begitu asing, meskipun sudah hampir empat tahun ia menetap di sini untuk kuliah. Suara kendaraan yang tak henti-henti dan hiruk-pikuk perkotaan selalu mengingatkannya bahwa ia jauh dari rumah, jauh dari keluarganya di kampung kecil yang damai. Liburan kali ini, Sena kembali harus mengubur keinginannya untuk pulang. Tiket pulang terlalu mahal, dan ia tak ingin memberatkan Hari-hari liburan di kota terasa sunyi bagi Sena. Benar kata orang, kota ini dipenuhi oleh orang rantau. Karena ketika musim liburan seperti ini, tidak ada kemacetan di jalan. Sena merasa . seorang nelayan sederhana. Ditambah cuaca yang tidak memungkinkan untuk ia berlayar. Ibunya sempat menawarkan uang, tetapi Sena menolak dengan tegas. "Sena kuat, Bu. Doakan saja, ya," ucapnya waktu itu sambil menahan air mata. Rintik hujan mulai membasahi kaca jendelanya. Kedua matanya menatap syahdu air dari langit. Dalam hati, ia sempat menggerutu, menyalahkan hujan yang tak kunjung reda. Hujan yang membuat pekerjaan orang tuanya terganggu. Namun, di samping itu, ia berusaha untuk selalu bersyukur dengan apa yang sudah terjadi. Ia percaya akan ada hal baik di balik semua ini. sedikit beruntung bisa menikmati suasana asli kota ini. Meskipun dilanda kebosanan, Sena mencoba untuk selalu bersyukur dengan hari-harinya yang hanya dipenuhi dengan rindu. Rutinitasnya hanya menyendiri di dalam kamar bersama kertaskertas yang berserakan di meja belajarnya, memasak mie instan jika lapar, dan tidur apabila tubuhnya sudah sangat penat. Ketika Sena semangat, ia menyempatkan untuk olahraga meskipun hanya berjalan santaidi sekitar lingkungankosnya. Di pertengahan liburan dan di tahun baru kali ini bertepatan dengan 1 Rajab. Sena belum begitu paham dengan amaliah baca di Twitter mengenai hikmah di balik amaliah bulan Rajab. Jika di tahun-tahun sebelumnya Sena menyalakan kembang api untuk merayakan tahun baru, kali ini Sena merayakan tahun baru dengan pergi ke masjid untuk menghidupkan malam 1 Rajabdenganberiktikafhinggapagi tiba. Jika hari-hari biasanya di tahun baru Sena sibuk untuk menyiapkan acara bakar-bakar dan bersenang-senang di malam tahun baru, kali ini Sena sibuk menahan hawa nafsu agar bisa menjadi lebih baik pada tahun berikutnya. Hingga tak sadar, hari sudah berganti. Sena terbangun karena terdengar suara kembang api dari sudut manapun. Kedua matanya menatap langit yang penuh dengan meriahnya kembang
E- BULLETIN | EDISI KE- 19 LSO AN-NABA' HAI'AH TAHFIZH AL-QUR'AN Page | 15 CERPEN "Apa makna pulang menurut Anda?" tanya seorang wanita yang tiba-tiba berdiri di sebelahnya. "Pulang adalah saat kita kembali ke tempat asal kita," jawab Sena seadanya tanpa menoleh. "Kemana kita harus pulang?" tanyanya lagi. Sena menoleh dan menjawab, "Rumah." Wanita itu pun menoleh, dan mengulurkan tangannya sembari memperkenalkan diri. "Panggil saja Naya." Kemudian, kedua wanita itu saling berbagi cerita. Naya lebih muda setahun Menurut Sena, bertanya bukanlah pertanda kita bodoh, justru dengan bertanyalah ilmu yang dimiliki semakin bertambah. Dari situ, Sena seperti mendapat sebuah pelipur dari lukanya selama ini. Mulai dari rasa cinta pada seseorang yang tengah mati rasa hingga tentang dosen skripsi yang tak kunjung memberi kepastian mengenai judul skripsi yang harus ia buat. Dua bulan berjalan begitu cepat. Bulan Rajab yang disebut dengan bulan menanam kebajikan dan bulan Sya'ban yang dikenal dengan bulan penyiraman amal terlewati begitu saja. Sesuai pesan Naya saat itu, Sena menghabiskan hari-harinya dengan memperbaiki diri menjadi lebih baik. Hingga bulan Ramadan tiba, Sena masih disibukkan dengan skripsi yang baru saja disetujui judulnya dua minggu yang lalu, sesuai dengan permintaan Naya saat itu. Lebaran kali ini Sena akan pulang ke rumah Naya. Meskipun Sena sendiri belum tahu jelas di mana rumah Naya. api. Jemarinya sibuk memutar biji-biji tasbih di tangannya. Hatinya tidak henti-hentinya memuji Sang Pemilik hatinya. setahun dari Sena, dan juga sedang menempuh kuliah di kampus yang sama dengan Sena. Namun, ilmu agama yang dimilikinya sudah jauh diatas Sena karena dia lulusan pesantren dan mungkin juga dari latar belakang keluarganya. Meskipun Sena lebih tua umurnya, ia tidak segan bertanya-tanya kepada Naya yang notabene lebih muda darinya. "Kalo kamu mau, lebaran besok pulang saja ke rumahsaya," tawar Naya. Meskipun hanya sekali pertemuan, keduanya sudahsangat akrab.hsaya," tawar Naya. Ketika malam takbiran tiba, rindu itu semakin menggigit. Meskipun saat ini Sena telah duduk di rumah Naya, namun namun, rindu itu tetap memenuhi perasaannya. Sena duduk di depan jendela kaca, mendengar gema takbir yang menggema dari masjid-masjid sekitar. Ia mencoba memejamkan mata,
E- BULLETIN | EDISI KE- 19 LSO AN-NABA' HAI'AH TAHFIZH AL-QUR'AN Page | 16 CERPEN Keesokannya, Sena sudah bersiapsiap untuk salat Idul Fitri di masjid samping rumah Naya.Sebelumberangkat, sudah berkumpul di ruang keluarga. ngen, tapi tahun ini belum bisa pulang." dalam hati. Setelah panggilan berakhir, membayangkan suasana di rumah. Ayahnya pasti sedang sibuk mempersiapkan salat Id, adik-adiknya mungkin tengah membantu ibunya membuat ketupat dan opor ayam. Sena. Kamu anak yang kuat, ibu bangga sama kamu." Kata-kata itu membuat tangis Sena pecah. Namun, ia segera menghapus air matanya, tak ingin keluarganya merasa sedih. "Iya, Bu. Sena juga doakan Ibu, Ayah, dan semuanya sehat selalu." Panggilan itu berlangsung cukup lama, dan meski hanya lewat layar, Sena merasa kehangatan rumahnya meresap ke Meski sudah pulang ke rumah Naya, nyatanya hati Sena masih belum merasakan makna sebuah pulang yang sebenarnya. Dan ternyata Idul Fitri bukan hanya sekadar tentang pulang ke rumah, tetapi tentang bagaimana hati tetap merasa dekat dengan mereka yang dicintai. Di tengah keramaian jamaah salat Id ini, Sena berbisik pada dirinya sendiri, "Aku mungkin tak bisa pulang kali ini, tapi aku yakin, doa dan cinta kami selalu bertemu di langit yang sama." sambil menunggu Naya yang masih bersiap, ia menyalakan ponselnya yang bergetar. Sebuah panggilan video dari keluarga muncul di layar. Ia segera menjawab, dan wajah-wajah yang dirindukannya muncul dengan senyum lebar. Terlihat di sana semua keluarganya Wajar jika semua keluarga Sena sudah beramai-ramai di ruang keluarga, karena kampung halaman Sena dua jam lebih cepat dari kota rantau yang ditinggalinya ini. “Assalamu’alaikum, Kak Sena!" seru adik bungsunya. "Kapan pulang? Kami kangen!" Sena tersenyum, meski air matanya mulai menggenang. "Wa’alaikumussalam. Kakak juga kaIbunya menyela, "Nak, di sana jangan sedih, ya. Meski jauh, kita selalu doakan ia menatap masjid yang mulai dipenuhi para jamaah. Tak lama, Naya beserta keluarganya sudah bersiap untuk berangkat bersama.
Allah, cahaya dalam hati menerangi jalan, menghilangkan kebencian dengan nama-Mu, aku memulai mengharapkan ridho, mengharapkan kebahagiaan Dalam Al-Qur'an aku menemukan ayat-ayat yang membimbingku dalam Hadis, aku menemukan teladan yang menginspirasiku Muhammad, teladan yang agung mengajarkan kesabaran, mengajarkan kebijaksanaan dengan sunnah-Mu, aku berjalan Allah, ampunilah aku ampuni dosa, hilangkan kesalahan dengan rahmat-Mu, aku berharap mengharapkan kebahagiaan, menghilangkan kesedihan E- BULLETIN | EDISI KE- 19 LSO AN-NABA' HAI'AH TAHFIZH AL-QUR'AN Page | 17 PUISI Cahaya dalam Hati
E- BULLETIN | EDISI KE- 19 LSO AN-NABA' HAI'AH TAHFIZH AL-QUR'AN Page | 18 Gallery HTQ NEXTAR V
E- BULLETIN | EDISI KE- 19 LSO AN-NABA' HAI'AH TAHFIZH AL-QUR'AN Page | 19 Gallery HTQ SYAUQY XV
Edisi 19 E-Bulletin 2