The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

1900003102_Muhammad Hanif Setyo Nugroho_ Penulisan Karya Sastra 7A

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by , 2022-01-20 17:11:59

1900003102_Muhammad Hanif Setyo Nugroho_ Penulisan Karya Sastra 7A

1900003102_Muhammad Hanif Setyo Nugroho_ Penulisan Karya Sastra 7A

PUISI, CERPEN, & DRAMA

Kisah & Kasih

Tidak Ada Yang Tidak Mungkin, Semangat!!

MUHAMMAD HANIF SETYO NUGROHO
1900003102

Puisi,Cerpen & Drama

Kisah & Kasih

Muhammad Hanif Setyo Nugroho
1900003102



















Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan

Universitas Ahmad Dahlan

Kata Pengantar

Puji Syukur ke hadirat Allah SWT. Atas rahmat dan hidayah-

Nya, saya sebagai penulis dapat menyelesaikan tugas

kumpulan puisi dan cerpen yang berjudul "Kisah & Kasih"

dengan tepat waktu.

Tugas membuat buku kumpulan puisi dan cerpen ini disusun

untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah

Penulisan Karya Sastra. Selain itu tugas bertujuan untuk

menambah pengalaman cipta karya puisi dan cerpen bagi

pemula.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada Ibu Rina Ratih

selaku dosen pengampu mata kuliah terkait.

Penulis menyadari karya ini masih jauh dari kata sempurna.

Oleh sebab itu, saran serta kritik yang membangun sangat

diharapkan demi memperoleh kesempurnaan karya ini.

Sleman, 20 Januari 2022

Muhammad Hanif Setyo N

Daftar Isi

Cover............................................................................ 1
Judul............................................................................. 2
Kata Pengantar.......................................................... 3
Daftar Isi...................................................................... 4
Puisi.............................................................................. 5
A) Sulit........................................................................... 6
B) Corona merubah segalanya............................... 7
C) Romantisme Jogja................................................. 8
D) Melepaskan............................................................ 9
E) Penguasa Jalan...................................................... 10
F) Sesingkat Senja...................................................... 11
G) Jalan Terbaik.......................................................... 12
H) Mengenangmu..................................................... 13
I) Menari Diatas Tangis............................................ 14
Cerpen......................................................................... 15
A) Sahabat Sejati....................................................... 16
B) Kancil dan Pemburu............................................ 21
Drama.......................................................................... 30
A) Kelam....................................................................... 31

PUISI

Sulit

M Hanif SN

Ini sungguh sulit..
Ibarat menggenggam setangkai bunga mawar

berduri
Semakin erat ku menggenggamnya
semakin dalam luka yang aku rasakan
Jika aku melepasnya yang ada hanyalah kehilangan

Corona Merubah Segalanya

M Hanif SN

Sepi....
Perasaan seperti sedang dalam mimpi
Entah darimana kehadiranmu
Sungguh kami tidak mengharapkan kehadiranmu

Kehidupan seakan berubah 360 derajat ketika engkau

datang
Semua orang merasa bingung
Sebenarnya apa yang sedang terjadi
Berita kesana kemari membicarakanmu

Sungguh tidak enak rasanya hidup serba dibatasi
Masyarakat bertanya kapan kembali normal lagi
Tak ada satu pun yang bisa menjawab pertanyaan ini
Hanya bisa berharap virus ini segera pergi dari muka bumi

Romantisme Jogja

M Hanif SN

Orang bilang
Kamu itu serba murah dan ramah
Banyak juga yang bilang
Kamu itu terbuat dari Rindu dan Kenangan

Banyak mata tertuju kepadamu
Tugu yang menjadi simbol keistimewaan
Sinar yang terpancar remang dari sudut jalan
Menjadikanmu tujuan bersinggah di malam minggu

Yaa, Aku mengakui itu
Kamu memang tempat yang nyaman disinggahi
Tak kaget jika banyak orang merindukanmu
Wahai kota istimewa, Jogjakarta

Melepaskan

M Hanif SN

Jika hadirmu hanya memberikan luka
Maka kehadiranmu sungguh tidak ku harapkan
Sungguh bukan ini yang aku inginkan
Aku tak percaya luka yang akan engkau berikan

Aku mencintaimu sederas hujan, tetapi kamu berteduh

dan menghindar
Kalimat yang pernah kau ucapkan
Begitu meyakinkan akan sebuah kesetiaan
Kenyataannya itu hanya omong kosong

Jika meninggalkanku adalah angan-anganmu
Aku ikhlas untuk melepasmu
Aku hanya bisa diam tanpa memaksakan keadaan
Karena aku tahu ini keadaan yang sulit

Pergilah
Biarkan aku sendiri
Jika menurutmu bersamaku hanyalah luka
Maka Kejarlah apa yang engkau sebut itu bahagia

Penguasa Jalanan

M Hanif SN

Klitih
Sungguh geram
Melihat kelakuan yang mereka lakukan
Entah apa yang mereka cari
Sampai beraninya kalian melukai

Kota Jogja yang berhati nyaman
Seketika merhenti nyaman
Dengan hadirnya oknum yang tak tau diri
Hingga mencoreng nama kota pelajar ini

Pergilah dari sini
Jika memang kehadiranmu hanya ingin melukai
Buat onar kesana kemari
Tanpa memikirkan perbuatan yang kalian lakukan

Sesingkat Senja

M Hanif SN

Menatap langit Jogja ufuk barat
Tampak horizon indah membentang dilangit sore
Sendiri ditemani kicauan merpati yang terbang kesana kemari
Menambah riuh renyah suasana di sore hari

Sekilas teringat akan janji yang pernah kita ucap bersama
Saat senja menyebarkan virus jingganya
Kepadamu yang sempat melemahkan logika
Masihkah ingat pesan yang sempat terucap

Berjanji saling menjaga hati
Tapi hanya janji tinggal janji
Engkau pergi begitu saja tanpa kabar
Menunggu mu lama tak kunjung kembali

Ibarat senja yang sesaat
Namun senja tak pernah ingkar akan janjinya
Sejenak pergi untuk kembali membawa atmosfer senja dan

romantis rindu
Sesingkat senja kisah kita berjalan
Namun tak seromantis senja saat kembali

Jalan Terbaik

M Hanif SN

Terimakasih telah menjadi jejak manis mengisi masa masa

idnahku. Telah menemani dalam lelahku, menemani tuk

menempuh jalan panjangku. Engkau lebih dari sekedar teman

dalam mengarungi hari-hariku.

Kini biarkan aku melangkah kedepan
Rrlakan aku berpisah denganmu
Cukup sudah menemaniku dalam kelabu
Mohon menghindarlah dari hadapanku

Kumohon jangan mengikutiku
Akanku kenang kau sebagai teman dalam sepiku
Akan ku ukir namamu dalam buku lama
Dan kan ku keas rapih sedemikian rupa

Berbagai cara telah ku coba
Untuk lepas dari parasmu yang candu
Alhamdulillah telah ku temukan arah tuk menjauh darimy
Tuk berusaha memperbaiki sujudku

Kini lembaran baru telah ku buka
Tuk mempersiapkan diri menyambut hari esok yang akan tiba
Karena aku sadar hidup sebatas 3 hari saja
Kemarin, hari ini, besok

Mengenangmu

M Hanif SN




Sungguh aku tak percaya ini terjadi
Aku tau ini bukan mimpi
Ini nyata, benar-benar terjadi
Tak ku sangka engkau akan pergi secepat ini

Membaca layang kepergianmu aku hanya bisa merenung dan

mengucap
Inna Lillahi Wa Inna ilaihi ra’jiun
Engkau datang menemani masa kecilku,
lalu pergi di kala kita beranjak dewasa

Tetapi aku sadar diri
Kehendak-NYA lah kita dipertemukan, Kepada-NYA lah kita

kembali
Itu semua sudah digariskan
Tiada yang bisa menghentikan

Sekarang dunia kita sudah berbeda
Aku hanya bisa berdo’a dari sini
Agar engkau baik-baik saja disana
Selamat Jalan Kawan

Menari diatas Tangis

M Hanif SN

76 tahun sudah Negri ini merdeka
Tetapi korupsi masih merajalela
Entah apa isi pikiran orang-orang itu
Sungguh perbuatan yang tak tau malu

Rakyat kecil menangis
Anda tersenyum manis
Sibuk memikirkan nasib sendiri
Tanpa peduli nasib rakyat kecil yang selalu berselimut dalam

tangis

Dimanakah Nuranimu wahai para maling yang terhormat?
Belum puaskah membuat saudaramu sengsara
Ku mohon, tengoklah sejenak ke bawah
Jutaan rakyat kelaparan menanti

Berharap akan hukuman yang berat bagimu
Mereka tidak mengharapkan semua hartamu
Mereka hanya bertanya kemanakah Keadilan
Yang tercantum dalam sila ke 5 pancasila

Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

CERPEN

Sahabat Sejati

M Hanif SN

Kala itu dihari yang cerah, disuatu tempat yang

dikelilingi oleh bukit dan pegunungan yang indah. Hiduplah

seekor kucing dan anjing. Mereka berdua kerap bertemu

dan bermain bersama. Taman dan hutan merupakan tempat

yang sering dijumpai untuk bermain. Berlarian kesana-

kemari. Mereka sudah lama bersahabat. Pada suatu hari,

kucing dan anjing bermain bersama menuju hutan. Mereka

berjalan mengelilingi hutan sambil bermain lari-larian.

Seketika sampai disuatu tempat yang belum pernah mereka

kunjungi. Terdapat sebuah batu yang tampak memiliki

ruang, meski sempit tetapi jika dilihat masih cocok untuk

tempat bersinggah. Anjing dan kucing menghampiri

menuju batu tersebut.
”Sepertinya tempat ini cocok untuk tempat tinggal, kalo gitu

aku tinggal di tempat ini saja lah” Ujar si Kucing "Ooh tidak

bisa cing, ini tadi yang lihat aku duluan, seharusnya akulah

yang cocok tinggal disini” kata si anjing. "Tapikan aku yang

mengajakmu bermain di hutan, aku juga yang

membangunkanmu saat masih tidur tadi" Kata si kucing

sedikit cemberut.

Setelah berdua saling ingin menang sendiri akhirnya

terbesit pada pikiran kucing untuk taruhan dengan
mengadakan lomba lari. Jika menang maka dialah yang

akan tinggal di rumah baru ini. Si Anjing menyetujui

taruhan tersebut dengan senang hati. Setelah kesepakatan

tersebut mereka pulang ke rumah masing-masing dengan

saling menunduk dan acuh. Padahal tak biasanya mereka

seperti ini. Sesampainya di rumahnya si Kucing lalu

memikirkan trik agar bisa memenangkan lomba lari

tersebut. Kucing terus memikirkan cara agar si Anjing

kalah dalam perlombaan, apapun caranya. Karena si

Kucing beranggapan bahwa, tidak mudah untuk

mengalahkan Anjing dalam lomba lari ini, karena kucing

tahu bahwa Anjing sering berlari bersama teman-teman

lain, salah satunya si Macan.

Setelah lama berpikir, akhirnya kucing menemukan

jawabannya. “ Ahhh.. aku tahu bagaimana caranya agar

Anjing tidak bisa memenangkan lomba hehehe” “ Aku bakal

melakukan sesuatu agar Anjing tidak focus dalam larinya”

ujar kucing. Kucing pun lanjut pergi dan mencari tulang.

Karena ia tahu bahwa si Anjing suka sekali dengan tulang.

Setelah menelusuri hutan akhirnya kucing menemukan

tulang besar lalu ia ambil dan ditaruh pada persimpangan

lintasan lari yang besok akan digunakan untuk lomba. “ Aku

taruh disini saja, begitu nanti Anjing lari sampai di

persimpangan, pastii akan mengambil tulang ini dan ia akan

keasyikan dengan tulang ini hahaha” Ucap kucing dengan

bangga.

Tibalah di esok hari, dimana perlombaan lari akan segera

dimulai. Para hewan lain, hadir di tempat perlombaan untuk

menyaksikan Kucing dan Anjing lomba lari. Dengan tenangnya

si Kucing datang tanpa ada rasa curiga dari si Anjing bahwa

akan dicurangi saat lomba nanti. “ Haii Anjing.. apakah kamu

sudah siap untuk berlari denganku?” Tanya si Kucing dengan

bangga “ Tentu siapp!! kamu tahu sendirikan aku sering lari,

bahkan aku juga pernah berlari dengan si Macan” Jawab Anjing

dengan lantang. Keduanya sudah bersiap di lintasan, si Kancil

sebagai wasit dalam perlombaan pun datang dan menyiapkan

bendera untuk memulai perlombaan. “Apakah sudah siap?”

ujar si Kancil. “Siappp” jawab si Anjing dan Kucing. “Okee..

bersedia! Siapp! satuu.. dua.. yak!!” aba-aba dari Kancil

Kucing dan Anjing pun mulai berlari. Terlihat saat berlari,
si Kucing tertinggal jauh dari si Anjing. Tetapi itu adalah trik
dari si Kucing, agar bersantai dahulu diawal, karena ia sudah
tahu kalau bakal menang. “ Heuhh.. mending biarin saja si
Anjing lari kencang, aku simpan tenagaku saja untuk nanti
saat si Anjing sudah terjebak oleh tulang yang aku taruh di
persimpangan. haha..” dalam hati kucing. Tepat tiba di
persimpangan tampak Anjing berhenti dan berbalik arah. ”
Sepertinya mataku tertuju pada tulang besar ini, Mumpung
si Kucing masih tertinggal jauh, boleh lahh aku nikmati
sebentar saja” Ucap si anjing dengan santai. Lalu si Anjing
menghampiri tulang tersebut dan seperti dugaan si Kucing,
Anjing akan terlena dan asyik dengan tulangnya. Melihat
Anjing sedang asyik dengan tulang, si Kucing langsung
tancap gas untuk lari kencang.

Tiba-tiba, ada buah apel yang jatuh tepat di kepala Anjing.

Dengan itu Anjing langsung sadar kembali dan teringat akan

lomba larinya. Anjing bergegas lari lagi dan mengejar si

kucing. Anjing sadar bahwa sudah tidak ada harapan lagi

untuk mengejar si Kucing karena, garis finish sudah terlihat di

ujung sana dan Kucing beberapa langkah lagi sampai dan

memenangkan lomba tersebut. “ Hiyaaa.. aku menang

yuhuu!!!” Teriak si Kucing dengan bangga. “ Selamat yaa kamu

memenangkan perlombaan ini, untuk itu kamu berhak tinggal

di tempat kemarin” ucap anjing dengan lesu. Setelah mereka

lomba, lalu bersepakat untuk memberikan pesinggahan

tersebut kepada kucing sebagai pemenang. Kucing pun

dengan senang menempati rumah baru yang nyaman tersebut.

Disisi lain, si Anjing pulang dengan tertunduk kesal dan

sedih. Tetapi ia tetap mengikhlaskan kekalahan tersebut,

meski ada firasat dicurangi oleh si Kucing dengan menaruh

tulang di persimpangan. Si Anjing juga menyadari, akan

kesalahannya sendiri. Sejak itu kisah persahabatan mereka

hancur. Suatu ketika, Si Kucing datang lagi menghampiri

Anjing. "Mauu apa kau kesini, bukannya kamu sudah

nyaman di tempat barumu yaa?” Tanya si Anjing. Si Kucing

mendekati Anjing dan memeluk Anjing. " Aku gak mau,

hanya karena hal sepele persahabatan kita jadi rusak, aku

sadar tak ada yang lebih indah dari sebuah persahabatan!"

Ujar si kucing sambil merangkul anjing. Akhirnya

merekapun kembali bersama di pesinggahan yang lama.

Meski tak seindah rumah baru di hutan, tetapi tak ada yang

lebih indah dari persahabatan. Kucing dan Anjing, akhirnya

tetap bersama dan sepakat untuk melupakan permasalahan

yang pernah terjadi.




Tamat

Kancil dan Pemburu

M Hanif SN

Alkisah disuatu hutan, hiduplah Sang raja hutan yang bernama

Leon. Menurut Trman-teman lain, Leon merupakan singa yang

sombong dan angkuh. Kedudukannya sebagai raja, membuat

dia memanfaatkan menjadi penguasa yang paling kuat dan

paling garang. Leon sering keliling hutan bersama 3 anak

buahnya yang sama sombongnya. Suatu ketika Peny si

kambing yang malang sedang kesulitan dalam hidupnya. Peny

sedang merenung sendiri di bawah pohon yang rindang.

Datanglah si Kancil yang sedang berlarian. Kancil

menghampiri Peny “Apa yang sedang terjadi padamu Peny,

kelihatannya kamu sedang bersedih?” (Tanya Kancil)

“Sebenarnya berat cil untuk aku ungkapkan. Tapi bagaimana

pun aku juga butuh bantuan” “Bicaralah Peny, aku akan

membantumu!” (Tegas si Kancil) Terimakasih kancil, kejadian

ini dimulai tadi malam. Aku melihat ada 2 orang yang

memasuki hutan dan dua orang itu sengaja merusak rumah

aku dan mengambil Rasel teman kita!” ( Sontak kancil terkejut)

“Apaa? Rasel di ambil pemburu? kenapa kamu tidak teriak

Peny, waktu pemburu itu mengambil Rasel?"
Bagaimana aku mau teriak kalau mulut ku di bungkam dan

kepalaku di todong pakai senapan” (Sahut Peny)

Kancil: “Waduhh!! ini gak bisa di biarin. Ayo kita lapor kepada

Leon, siapa tau dia bisa membantu”.
Peny: “Hah Leon? kayak kamu gak tau saja Leon seperti apa?

Apakah dia bakal mau membantu kita yang hanya sebatas

rakyat kecil ini!”
Kancil: “Emmm. tenang Peny, aku akan cari cara untuk

membujuk Leon. Karena ini menyangkut nyawa Rasel sahabat

kita”.
Peny:” Terinakasih kancil, kamu selain cerdik juga punya hati

yang baik”.
Kancil lalu pulang untuk makan dan bersiap menuju

pesinggahan Leon. Setelah bersiap sore itu Kancil menuju

pesinggahan Leon. Dijalan bertemu dengan Rio si kerbau.
Rio: “Hai kancil, sepertinya engkau sedang buru-buru mau

kemana?”
Kancil:” Ohh ehh, iyaa Rio aku ingin menemui Leon!”
Rio: “Ada perlu apa kamu sama Leon?”
Kancil: “Akan aku ceritakan nanti Rio, setelah aku selesai

berbincang dengan Leon, aku pergi dulu yaa.”
Rio: “Okee!”

Kancil melanjutkan perkalanan dan tiba di depan

pesinggahan Leon. Belum juga masuk, singa-singa lain sudah

menyoraki kancil.
Kawanan singa: “Heyy kancil, berani-beraninya kamu

memasuki wilayah sini, mau cari apa kamuu?”
Kancil: “Owhh baik para tuan-tuan yang terhormat, izinkanlah

saya bertemu dengan Leon”
Kawanan singa:” Hahaha.. Rakyat kecil ingin bertemu Leon.

Mending kamu balik aja lahh, memalukan!” (Kawanan singa

tertawa )
Kancil: “Maafkan aku para tuan yang terhormat, saya hanya

ingin bertemu ada hal penting yang akan saya sampaikan

kepadanya. Plis izinkan saya bertemu”
Ada satu singa yang mendorongnya hingga kancil terjungkal.

Dengan sengaja mendorong setelah melihat kancil terjungkal

mereka semua tertawa. Tetapi kancil tetap terlihat tersenyum.

Dari depan terlihat Leon sedang menuju Kancil.
Leon:” Heyy pecundang, ada perlu apa kau kemari? “
Kancil: “Ya Mulia Leon, saya ingin melaporkan bahwa Rasel

saudara Peny telah dibawa kabur oleh pemburu.”
Leon: “Aku tidak peduli itu.”
Kancil: “Plis Leon, ini penting, dia butuh bantuan untuk

mencari Rasel dan pemburu itu. Aku harap kamu bisa

membantu. “

Leon: “Aku tidak butuh rakyat miskin seperti kalian.

Biarkan saja dia mati hahaha!” ( Tertawa Leon )
Kancil: “Sungguh tak punya hati kau Leon. Engkau adalah

seorang peminpin di hutan ini, seharusnya kamu bisa

memperhatikan rakyatmu bukan malah berkata seperti

itu. Dasar pemimpin gak tau diri.” (Dengan perasaan

marah)
Leon: “Hah? Kamu bilang apaa? Berani-beraninya kamu

bicara seperti itu kepadaku. Pergi kamu, aku tidak butuh

rakyat miskin seperti kamu ini.”
Kancil:” Okee! Baiklah aku tidak butuh lagi menemui

kamu. Aku akan berusaha sendiri membantu Peny.”

(Kancil kesal dan marah)
Leon: “Haha.. silakan pergi, tunggu apa lagi? Cepat sana

bantu temanmu yang bego itu, syukur-syukur kamu ikut

tertangkap dehh hahaha!” (Tertawa bersama kawan-

kawan)

Kancil pergi meninggalkan Leon. Kancil merasa

sangat kesal dengan Leon. Kemudian kancil bertemu

dengan kerbau dan monyet menceritakan kejadian yang

sebenarnya terjadi. kemudian bertiga menuju rumah

Peny, untuk menginap di sana menemani Peny yang

sedang dilanda kesepian dan kegelisahan. Malam

semakin larut. Rio, Peny dan Kancil terlelap tidur. Tiba-

tiba Rio terbangun ingin buang air kecil. Setelah Rio

hendak balik ke rumah Peny, Rio melihat ada orang yang

masuk dari kejauhan. Sontak Rio pun membangunkan

Kancil dan Peny.

Sontak kancil dan Peny memantau pemburu itu yang ia

duga si pemburu penculik Rasel. Dengan sangat hati- hati

Peny, Kancil dan Rio mengikuti secara sembunyi. Saking

paniknya sampai si kancil menyenggol Ular yang sedang

asyik tidur.
Ular: “Apaan sihh baru tidur asyik main injak ajaa!”
Kancil: “Sstt. Kamu diamlah sejenak. Kau lihat itu, pemburu

sedang berjalan menuju pesinggahan singa”(Seru kancil

dengan suara lirih)
Ular: “Waduh bahaya ini! Ini tidk bisa dibiarkan. Aku bantu

kalian menangkap pemburu itu!”
Melanjutkan perjalanan mengikuti pemburu. Sesampainya

di rumah Singa. Terlihat pemburu mengeluarkan tali dan

senapan. Tiba- tiba pemburu langsung mengikat mulut

Leon, Leon sempat meronta-ronta dan berhasil lepas. Singa

lain temannya seketika kaget dan bangun lalu melirik

kearah pemburu hendak menyergapnya. Tetapi pemburu

sangat sigap dan mengeluarkan senapan menembakkan

tepat ke arah Leon. Terus menembakkan ke arah atas
sehingga para singa ketakutan.

Peny: “Kita harus cari cara untuk menyelamatkan Leon

dan kawan-kawan!” (Seru Peny)
Kancil: “Sebenarnya aku masih ada dendam sama

mereka, saat tadi membuat aku tersinggung. Tetapi

demi keselamatan aku ikhlas membantu.”
Kemudian Kancil berembuk dan dengan teman-teman

untuk mengatur strategi perencanaan menyerang

pemburu yang terlihat sedang mengikat Leon. Teman-

teman lain sudah berlari pergi. Setelah melihat Leon di

angkat, ularpun lari menghampiri melalui ranting

pohon. Ular menjulurkan kepalanya menuju muka

pemburu. Pemburu mencoba mundur dengan serangan

ular. Lalu kancil menghampiri.
Kancil: “Halo tuan,, apakah kalian butuh bantuan ?”
Pemburu: “Bantu aku untuk mengusir ular itu, kalo tidak

kamu juga aku tangkap!”
Kancil: “ Eitss, tenang saja tuan, ku akan membantumu,

mari ikut saya! (Bujuk kancil)
kancil membawa pemburu pergi memutari pohon yang

ada ular. Dengan cerdik Kancil menipu pemburu.
Kancil: “Awas ular berada di atas kepalamu!”

Seketika pemburu merunduk dan kancil berhasil

menendang muka pemburu hingga terjungkal. Sontak

Kancil lari sambil dikejar oleh 3 pemburu yang kesal,

saking kesalnya pada kancil pemburu pun terlupa

meninggalkan Leon. Dengan cerdiknya Kancil

mengarahkan pemburu pada jebakan yang sudah dibuat

oleh Rio, alhasil Kancil melompati jebakan dan si pemburu

menginjak tumpukan duri yang sudah disiapkan oleh Rio

dan Peny pemburu pun tersungkur kesakitan. Rio

menghampiri dengan raut muka marah membuat

pemburu diam ketakutan. Peny berhasil melepaskan

jeratan si Leon yang terpincang kakinya terkena tempak

senapan dari pemburu. Kancil dan teman-teman

menginterogasi pemburu menanyakan dimana

Saudaranya di bawa. Akhirnya Pemburu mengaku dan

mengembalikan Rasel yang ternyata masih di simpan
dalam mobil box. Si Pemburu kapok dan pergi

meninggalkan hutan itu dengan kondisi terluka.

Rasel: “Akhirnya kita bertemu lagi!” (Terharu)
Peny: “Rasel saudaraku, senang sekali rasanya bisa berjumpa

denganmu lagi. Aku berjanji akan selalu menjagamu”. (Rasel

dan peny berpelukan menahan tangis haru)
Kancil: “Semoga pemburu itu tidak kembali lag!i”
Terlihat kawanan singa datang kembali menghampiri Kancil,

Rio, Peny dan Rasel. Singa berterimakasih kepada Kancil dan

meminta maaf kepada teman-teman semua yang dulu pernah

di ejek dan direndahkan. Leon sangat menyesal atas

perilakunya terhadap kancil dan rakyat kecil lainnya. Leon

berterimakasih kepada Kancil atas pertolongan yang sangat

berharga itu.
Leon: “Kalian boleh tinggal bersama kami di pesinggahan, ada

beberapa ruangan yang masih kosong. Silakan semoga kalian

bisa memaafkan kesalahan ku yang selama ini aku selalu

merendahkan kalian .”(Sambil menangis )
Kancil: “Emm.. Tidak apa-apa Leon. Kami memaafkan kok!”

(Ucap kancil tersenyum)
Leon: “Apakah engkau serius, mau memaafkan aku? sedangkan

aku menghujat habis-habisan kalian semua.”
Kancil:” Yap.. kami memaafkan apa yang kalian perbuat kepada

kami. Ambil saja hikmah dari kejadian ini. Tolong menolong

suatu hal yang lumrah dilakukan dalam kehidupan sosial.

Intinya kita harus saling menghargai orang lain. Karena pada

suatu saat siapapun itu pasti akan saling membutuhkan. Jadi,

tidak ada salahnya untuk berubah menjadi baik!”
Leon: “Terimakasih Kancil dan semua, yang mau memaafkan

kesalahanku selama ini. Aku benar-benar menyesal, melakukan

itu kepada kalian semua.

Aku berjanji untuk menjadi pemimpin yang adil

dan bijaksana. Aku dan teman-teman akan selalu

menjaga hutan ini agar tidak ada lagi penyusup

yang masuk untuk merusak habitat yang alami ini.

(Ujar Leon, Lantang)
Semua hewan yang berada di situ pun, ikut senang

dan berjanji akan bersama-sama untuk menjaga

keutuhan rumah mereka yang asri itu.

Tamat

DRAMA

Kelam

M Hanif SN

Suatu ketika di sebuah kampong. Tinggallah

satu keluarga bapak wahyudi dan ibu sri yang

sudah lama menikah dan dikaruniai 2 anak laki-

laki dan perempuan. Kedua anak tersebut kini

beranjak remaja dan dewasa. Siska merupakan

anak pertama yang kini telah berusia 17 tahun
dan adiknya bernama Salsa yang sekarang

berusia 15 tahun, keduanya terpaut 2 tahun. Ibu

sri tinggal sendiri bersama kedua anaknya

karena pak wahyudi sudah lama wafat. Keluarga

ini dikenal sebagai keluarga yang baik dan suka

berbagi meski kondisi ekonomi yang terbilang

masih tertinggal dari tetangga di kampong.

Setiap pagi ibu sri bekerja sebagai penjual sayur

keliling. Pada pagi hari, ibuk menyiapkan

makanan untuk dimakan bersama.

Siska: ”Tahu tempe lagiii! gak bosen apa buk,

tiap hari makan tahu tempe?”
Ibu Sri: “Ibu adanya itu nak, sudah dimakan

saja besok kalau ibuk ada rezki banyak, ibu

belikan ayam.”
Siska: “Tiap hari omongnya gitu terus! tapi

mana? Sampai sekarang Siska gak pernah

makan ayam, pokonya makan nanti malam

lauknya harus yang enak, titik!” ( Sambil

menggebrak meja dan bergegas pergi)
Ibu Sri: “Astaghfirullah!” (Sambil mengelus

dada)
Salsa: “Yang sabar ya buuk. Salsa suka kok

makanan ibuk, enak kok masakannya. Sudah

buu, sekarang makan saja dulu, salsa temenin

makan yaa, biar ibuk gak sakit”.

Ibu Sri dan salsa melanjutkan makan pagi,

sedangkan Siska bergegas pergi menuju

sekolahan. Setelah makan, Salsa juga lanjut

pergi ke sekolah. Ibu Sri berjualan sayur keliling

menggunakan gerobak peninggalan Alm. Pak

Wahyudi. Sesampainya di sekolah, Siska

berbaur dengan teman-temannya. Teman-

temannya terlihat sangat modis dengan

penampilan yang mewah, Siska pun muncul

rasa iri.

Siska: “Wahh pada pake sepatu baruu niee!”
Friska: “Jelass donkkk! gak kayak sepatu kamu

yang cuman mungut dari tong sampah haha!”

(Berlagak Sombong)
Siska: “hehh jaga yaa mulut loo, jangan asal

omong donk, heuhh!” (Siska pergi dengan raut

muka kesal) Sesampainya di depan kelas, Siska

bertemu dengan Reno, si ketua kelas yang

terkenal tajir.
Reno: “Heii Siskaa, tumben eluu sendirian,

biasanya ngumpul sama temen elu”.
Siska:” Owhh Renn,emm iya nihh hari ini hawa

nya lagi bad mood mulu”.
Reno: “ Bad mood Kenapa? Udah lahh gak usah
terlalu dipikirin! Oww iyaa, elu mau gak Sis besok

malam tahun baru aku ajak kamu main, disuatu

tempat?”
Siska: “Eee! Mau kemana Ren? “
Reno: “Udahh, pokoknya tempat yang spesial, aku

yakin kamu bakalan suka”.
Siska: “Emm.. tapii aku gak punya baju bagus Ren,

ibuk ku gak pernah beliin, baju aja cuman dari

tetangga sama bekas punya ibuk dulu”.
Reno: “Halahh, santuy aja kalii! Nanti sepulang

sekolah aku ajak kamu keliling Mall. Kamu boleh

pilih bebas baju,tas,celana, apapun itu yang kamu

perlukan, biar aku yang bayar”.

Siska: “Hah? Serius kamu Ren? “ (Tanya Siska)
Reno: “Iyaaa serius lahh masa’ bercanda”.
Terdengar Bel masuk pun berbunyi. Reno dan

Siska bergegas masuk kelas untuk pelajaran.

Saat istirahatpun tiba, Reno menghampiri Siska

untuk makan di Kantin. Sesampainya di kantin

mereka makan berdua.
Friska: “Hemmh.. ada yang PDKT niehh”
Siska: “Kenapa, Elo iri yaa? Kasihan deh gak ada

yang nagajak hahaha!”
Friska: “Hidihh Pede banget sihh, sapa juga yang

iri”.
Reno: “Uah-udah, kalian malah pada ribut apa

sihh? kita mau makan nii, kamu mending pergi

aja Fris! Ganggu orang makan aja! “

Friska dan geng nya pun pergi, Reno dan

Siska melanjutkan makan sambil bergurau.

Sepulang sekolah, Siska lalu pergi bersama

Reno menuju Mall.
Reno: “Sampe nihh di Mall, gimana kamu suka

engga? “
Siska: “Eumm suka banget, baru pertama ini

aku ke mall, makasih banget ya Ren! “
Reno: “Langsung pokoknya, kamu pilih aja

yang kamu mau nanti aku yang bayar, Okey!

(Mrmberikan jari jempol)
Siska: “Ogheyy, makasih banyak Reno”

Siska lanjut untuk keliling mall dan memilih

pakaian yang ia sukai. Tiba-tiba bertemu

dengan Friska bersama Geng nya.
Friska: “Waduhhh.. kayaknya ada OKB nihh,

sekarang main nya di Mal” Reno mendatangi

Siska
Friska: “Ohhh, jadi sama elu Ren, hmm

pantesan bisa ke Mall, ga mungkin juga dia ke

sini sendiri, dia kan Miskin haha!”
Reno: “Friska, jaga ya mulut luu! Gua emang

sengaja ajak Siska ke sini, gua suruh beli baju

buat besok malam tahun baru”.
Friska: “Upss! jadi kalian berdua? Okey, maaf

ganggu, bye-bye Reno!”

Reno dan Siska di Mall sampai Malam dan

lanjut mengajak Siska ke tempat dugem.

Padahal Ibu dan Adiknya sudah menunggu di

Rumah dengan menyiapkan makanan yang

Siska inginkan, yaitu ayam goreng.
Salsa: “Bukk, kenapa ibuk kayak cemas gitu,

dari tadi Salsa liatin!”
Ibu Sri: “EE, Iyaa nak, dari tadi Kak Siska belum

juga pulang, ibuk kepikiran terus”

Salsa: “Owhh kak Siska, yaa mungkin aja lanjut

kerja kelompok, maklum juga Kak Siska

sekarang sudah kelas 11 SMA mungkin aja

banyak tugas bu”.
Ibu Sri: “Iyaa, tapi yang namanya Ibu juga pasti

khawatir, kalau Siska kenapa-kenapa di luar

sana.
Salsa: “Udahh bu, mending kita makan aja, nanti

pasti Kak Siska juga balik”.
Malam semakin larut, lihat jam dinding sudah

menunjukkan pukul 3 subuh tetapi Siska tak

kunjung pulang, ibu semakin khawatir. Tak lama

berselang, tibalah suara mobil di depan Rumah

Siska. Siska menggedor-gedor pintu keras

dengan posisi sempoyongan.
Ibu Sri: “Astaghfirullah nak, kamu kenapa nak

jam segini baru pulang, kamu dari mana aja

nak?”
Siska: “Hushh Mending ibuu gausah ikut

campurdeh ya! Sekarang Siska capek mau tidur!”
Ibu Sri: “Tapi nakk, kamu dari mana terus baju-

baju ini kamu beli dimana nak, ini sepertinya

baju-baju mahal”.
Siska:” Alahh cerewet, punya ibuk gak tau diri!

Biarin lah Siska seneng-seneng, yang penting ini

baju bukan dari uang ibu! dahlahh, Siska

ngantuk mau tidur!” (Sambil menutup pintu

kamar keras).

Ibu dan Salsa hanya bisa diam dan sabar

menghadapi Siska yang sudah keterlaluan.

Tibalah di keesokan harinya tepat sekolahan

libur karena hari sabtu dan juga bertepatan

dengan malam tahun baru. Dimana Siska dan

Reno sudah berjanjian untuk makan malam.
Ibu Sri: “Mau kemana nak pagi-pagi sudah siap-

siap aja?”
Siska: “Iyaa donkk, nanti malem kan Siska mau

diajak keluar sama ayang Reno”.
Ibu Sri: “Mending tidak usah saja nak, malam

tahun baru kita di rumah saja, ibuk khawatir

sama kamu nak!”
Siska:” hehh! Ibukk ini gimana sihh? Yang

namanya tahun baru itu, orang-orang pada

keluar jalan-jalan, shooping. Gak kayak ibuk

tahun baru di rumah terus!”
Salsa: “Kakak! kalo omong sama ibuk gausah

bentak-bentak bisa enggak sihh? Kasihan ibuk!”

( Sambil menatap tajam Siska)
Siska: “Halahh, bisa-bisanya elo belain ibuk,

dahh minggir sono minggir! kalian cuman mau

ganggu aja”.

Salsa dan Ibu pun bergegas menjauh dari

kamar Siska. Sore hari tepatnya pukul 18.00

WIB. Siska sudah berpenampilan rapih, bak

seorang putri dari khayangan, ibuk dan Salsa

pun terkejut.
Ibu Sri: “Ya Ampun nak kamu cantik banget”.
Salsa: “Iya kak, Kakak cantik banget dehh, pasti

pacarnya sukak nanti!”
Siska: “Hiyaa donkk. Baju aja juga mahal. Hussh

minggir kalian, nanti malah ngotorin lagi

heuhh!”
Salsa: “Ya Ampunn kak, Salsa sama Ibuk cuman

lihat aja kok”
Suara klakson mobil terdengar di luar sana,

ternyata mobil Reno. Bergegas Siska menuju

mobil untuk berangkat makan malam, di

malam tahun baru 2022 ini. Ibu dan Salsa

berdua di rumah sambil berharap kalau

anaknya baik-baik saja di luar sana. Datanglah

Bu Rusmini selaku tetangga, terlihat sedang

membawakan makanan.

Rusmini: “Itu siska mau kemana sih buk, apa itu
cowoknya?”
Ibu Sri: “Ohh ituu. Itu Si Reno, temen sekolah
Siska. Mari masuk dulu bu!”
Bu Rusmini: “Tidak usah bu, saya cuman ngasih

ini, ada sedikit makanan buat ibuk dan Salsa”.
Ibu Sri: “Wahh, makasih banget bu, malah jadi

ngerepotin”.
Ibu Rusmini: “Sama-sama bu, tidak apa-apa.

Ehh apa ibu tau kalau temen nya Siska itu anak

baik-baik? “
Ibu Sri: “Kalau dari tampilannya sih baik bu”.
Ibu Rusmini:” Zaman sekarang jangan lihat

tampilan aja, bu. Sapa tau tampilan luar bagus,

dalemnya buruk. Pokoknya hati-hati aja bu,

yaa!”
Ibu Sri: “Kita gak boleh suudzon juga bu,

semoga saja dia orang baik, bisa menjaga

Siska”.
Rusmini: “Ya, sapa tauu kana ada niat buruk,

gitubu. Yaudah, saya lanjut pulang dulu bu,

suamiku sudah nungguin”.

Siska dan Reno pun sampai di lokasi mereka

berdua duduk berdua di tempat yang sepi tapi

penuh lampion serta ditemani bulan dan

bintang.
Reno:” Gimana, kamu seneng enggak?”
Siska: “humm seneng bangettt!”
Reno: “Pokoknya malaM ini hanya milik kita

berdua, kamu boleh nikmati apa saja semau

kamu!”
Siska: “Makasih reno sayang, kamu baik banget

sihh”.

Malam semakin larut Reno pun mengajak

Siska ke sebuah penginapan yang sudah

disiapkan oleh Reno. Dengan alasan capek

akhirnya Reno mengajak Siska untuk menginap.

Awalnya Siska merasa takut akan hal itu.
Siska: “lohh Ren,Bukannya kita mau pulang ya?

Tapi kenapa kita berhenti di sini?”
Reno: “Iyaa Sis, aku capek banget soalnya, kita

pulang besok saja gimana?”
Siska: “Emm, tapi Ren, aku takut!”
Reno: “Takut apa sihh sayang? gak ada apa-apa

kok! cuman ada aku sama kamu ajaa, hehehe!”
Akhirnya Siska nurut aja dengan ajakan Reno.

Sesampainya di kamar, Reno mulai beraksi

dengan mendekat ke tubuh Siska, sontak Siska

terkaget dan berusaha mendorong Reno.

Siska: “Ishh apaan sih Ren, inget ya kita masih 2

SMA dan kita di sini hanya istirahat, gak ada

yang lain”.
Reno: “Halahh.. bentar saja Sis, kamu yang

tenang donk sayangg. Aku gak bakal nyakitin

kamu!” ( sambil mendorong Siska )
Siska: “Ishh Ren, lepasin Renn! Lepasin!
Reno: “Ssstt! Kamu diem Yaa, bentar aja kok!”
Reno berusaha membekap mulut Siska dan

memulai untuk memaksa berhubungan dengan

Siska. Siska menangis minta tolong, tetapi sudah

tidak bisa, karena mulut Siska sudah tersumpal
dengan kain. Pagi Harinya Siska diantar Reno

pulang. Kehidupan berjalan baik-baik saja,

hingga suatu ketika kondisi Siska melemah dan

merasa mual.

Siska: “Huekk!”( Menahan muntah)
Ibu Sri: ‘Siskaa, kamu kenapa nakk? Apa kamu

sakitt? Kalo sakit, nanti ibu bawa ke dokter ‘.
Siska hanya terdiam. Akhirnya Siska lemah dan

di bawa ke dokter oleh tetangganya. Sesampai

di klinik, dokter mengira Siska sehat-sehat saja

dan tidak ada gangguan. Dengan itu muncul

kecurigaan bahwa Siska sedang Hamil. Tetapi

kecurigaan itu hanya terbesit dalam pikiran

Salsa. Akhirnya dokter menyarankan untuk test

pack. Alhasil setelah melalui test pack, siska

dinyatakan hamil. Ibu Siska dan Salsa seakan

kaget melihat hal ini.

Ibu Sri: “Astaghfirullah nakk, kamu tega sama

ibuk. Ibuk sudah berapa kali bilang, kamu hati-

hati. Kalau sudah seperti ini, sekarang mau apaa?

Nasi sudah terlanjur jadi bubur nak, semua

sudah terlambat!” (Ibu meluk Siska sambil

menangis)
Siska: “Ibu! Maafin Siska buu. Ini semua salah

Siska,gak dengerin perkataan ibuk dan siska

selalu membantah ibu ketika menasehati Siska!”
Ibu Sri terus menangis, Seolah tidak menyangka,

bahwa apa yang selama ini dikhawatirkan, benar

terjadi. Alhasil, gimanapun juga Nasi sudah

terlanjur menjadi bubur, semuanya sudah

terlanjur. Mau tidak mau Siska menanggung

akibat yang telah ia perbuat. Siska pun hamil dan

meminta tanggungjawab Reno. Saat Siska

menghubungi Reno, memberi tahu bahwa Ia

sedang hamil, tetapi Reno malah seakan tidak

percaya dan tidak menganggap bahwa itu adalah

anak hasil kekhilafan merek Akhirnya Reno

memutuskan untuk pergi jauh keluar Indonesia

yang tidak diketahui lagi oleh Siska akan

keberadaannya, Loss kontak dengan Siska.

Sehingga Siska merasa terpukul atas kejadian ini

dan sangat menyesal tidak mendengarkan

nasehat dari ibu kandungnya sendiri.

Tamat

Biodata

Nama: Muhammad Hanif Setyo Nugroho
Tempat, tanggal,lahir: Sleman, 26 Oktober

2000
Hobi: Main Game
Ig: @real_mhsn._
Twitter: @ Jodohmu25899606
WA: 08157563558


Click to View FlipBook Version