PUISI, CERPEN, & DRAMA
Kisah & Kasih
Tidak Ada Yang Tidak Mungkin, Semangat!!
MUHAMMAD HANIF SETYO NUGROHO
1900003102
Puisi,Cerpen & Drama
Kisah & Kasih
Muhammad Hanif Setyo Nugroho
1900003102
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan
Universitas Ahmad Dahlan
Kata Pengantar
Puji Syukur ke hadirat Allah SWT. Atas rahmat dan hidayah-
Nya, saya sebagai penulis dapat menyelesaikan tugas
kumpulan puisi dan cerpen yang berjudul "Kisah & Kasih"
dengan tepat waktu.
Tugas membuat buku kumpulan puisi dan cerpen ini disusun
untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah
Penulisan Karya Sastra. Selain itu tugas bertujuan untuk
menambah pengalaman cipta karya puisi dan cerpen bagi
pemula.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada Ibu Rina Ratih
selaku dosen pengampu mata kuliah terkait.
Penulis menyadari karya ini masih jauh dari kata sempurna.
Oleh sebab itu, saran serta kritik yang membangun sangat
diharapkan demi memperoleh kesempurnaan karya ini.
Sleman, 20 Januari 2022
Muhammad Hanif Setyo N
Daftar Isi
Cover............................................................................ 1
Judul............................................................................. 2
Kata Pengantar.......................................................... 3
Daftar Isi...................................................................... 4
Puisi.............................................................................. 5
A) Sulit........................................................................... 6
B) Corona merubah segalanya............................... 7
C) Romantisme Jogja................................................. 8
D) Melepaskan............................................................ 9
E) Penguasa Jalan...................................................... 10
F) Sesingkat Senja...................................................... 11
G) Jalan Terbaik.......................................................... 12
H) Mengenangmu..................................................... 13
I) Menari Diatas Tangis............................................ 14
Cerpen......................................................................... 15
A) Sahabat Sejati....................................................... 16
B) Kancil dan Pemburu............................................ 21
Drama.......................................................................... 30
A) Kelam....................................................................... 31
PUISI
Sulit
M Hanif SN
Ini sungguh sulit..
Ibarat menggenggam setangkai bunga mawar
berduri
Semakin erat ku menggenggamnya
semakin dalam luka yang aku rasakan
Jika aku melepasnya yang ada hanyalah kehilangan
Corona Merubah Segalanya
M Hanif SN
Sepi....
Perasaan seperti sedang dalam mimpi
Entah darimana kehadiranmu
Sungguh kami tidak mengharapkan kehadiranmu
Kehidupan seakan berubah 360 derajat ketika engkau
datang
Semua orang merasa bingung
Sebenarnya apa yang sedang terjadi
Berita kesana kemari membicarakanmu
Sungguh tidak enak rasanya hidup serba dibatasi
Masyarakat bertanya kapan kembali normal lagi
Tak ada satu pun yang bisa menjawab pertanyaan ini
Hanya bisa berharap virus ini segera pergi dari muka bumi
Romantisme Jogja
M Hanif SN
Orang bilang
Kamu itu serba murah dan ramah
Banyak juga yang bilang
Kamu itu terbuat dari Rindu dan Kenangan
Banyak mata tertuju kepadamu
Tugu yang menjadi simbol keistimewaan
Sinar yang terpancar remang dari sudut jalan
Menjadikanmu tujuan bersinggah di malam minggu
Yaa, Aku mengakui itu
Kamu memang tempat yang nyaman disinggahi
Tak kaget jika banyak orang merindukanmu
Wahai kota istimewa, Jogjakarta
Melepaskan
M Hanif SN
Jika hadirmu hanya memberikan luka
Maka kehadiranmu sungguh tidak ku harapkan
Sungguh bukan ini yang aku inginkan
Aku tak percaya luka yang akan engkau berikan
Aku mencintaimu sederas hujan, tetapi kamu berteduh
dan menghindar
Kalimat yang pernah kau ucapkan
Begitu meyakinkan akan sebuah kesetiaan
Kenyataannya itu hanya omong kosong
Jika meninggalkanku adalah angan-anganmu
Aku ikhlas untuk melepasmu
Aku hanya bisa diam tanpa memaksakan keadaan
Karena aku tahu ini keadaan yang sulit
Pergilah
Biarkan aku sendiri
Jika menurutmu bersamaku hanyalah luka
Maka Kejarlah apa yang engkau sebut itu bahagia
Penguasa Jalanan
M Hanif SN
Klitih
Sungguh geram
Melihat kelakuan yang mereka lakukan
Entah apa yang mereka cari
Sampai beraninya kalian melukai
Kota Jogja yang berhati nyaman
Seketika merhenti nyaman
Dengan hadirnya oknum yang tak tau diri
Hingga mencoreng nama kota pelajar ini
Pergilah dari sini
Jika memang kehadiranmu hanya ingin melukai
Buat onar kesana kemari
Tanpa memikirkan perbuatan yang kalian lakukan
Sesingkat Senja
M Hanif SN
Menatap langit Jogja ufuk barat
Tampak horizon indah membentang dilangit sore
Sendiri ditemani kicauan merpati yang terbang kesana kemari
Menambah riuh renyah suasana di sore hari
Sekilas teringat akan janji yang pernah kita ucap bersama
Saat senja menyebarkan virus jingganya
Kepadamu yang sempat melemahkan logika
Masihkah ingat pesan yang sempat terucap
Berjanji saling menjaga hati
Tapi hanya janji tinggal janji
Engkau pergi begitu saja tanpa kabar
Menunggu mu lama tak kunjung kembali
Ibarat senja yang sesaat
Namun senja tak pernah ingkar akan janjinya
Sejenak pergi untuk kembali membawa atmosfer senja dan
romantis rindu
Sesingkat senja kisah kita berjalan
Namun tak seromantis senja saat kembali
Jalan Terbaik
M Hanif SN
Terimakasih telah menjadi jejak manis mengisi masa masa
idnahku. Telah menemani dalam lelahku, menemani tuk
menempuh jalan panjangku. Engkau lebih dari sekedar teman
dalam mengarungi hari-hariku.
Kini biarkan aku melangkah kedepan
Rrlakan aku berpisah denganmu
Cukup sudah menemaniku dalam kelabu
Mohon menghindarlah dari hadapanku
Kumohon jangan mengikutiku
Akanku kenang kau sebagai teman dalam sepiku
Akan ku ukir namamu dalam buku lama
Dan kan ku keas rapih sedemikian rupa
Berbagai cara telah ku coba
Untuk lepas dari parasmu yang candu
Alhamdulillah telah ku temukan arah tuk menjauh darimy
Tuk berusaha memperbaiki sujudku
Kini lembaran baru telah ku buka
Tuk mempersiapkan diri menyambut hari esok yang akan tiba
Karena aku sadar hidup sebatas 3 hari saja
Kemarin, hari ini, besok
Mengenangmu
M Hanif SN
Sungguh aku tak percaya ini terjadi
Aku tau ini bukan mimpi
Ini nyata, benar-benar terjadi
Tak ku sangka engkau akan pergi secepat ini
Membaca layang kepergianmu aku hanya bisa merenung dan
mengucap
Inna Lillahi Wa Inna ilaihi ra’jiun
Engkau datang menemani masa kecilku,
lalu pergi di kala kita beranjak dewasa
Tetapi aku sadar diri
Kehendak-NYA lah kita dipertemukan, Kepada-NYA lah kita
kembali
Itu semua sudah digariskan
Tiada yang bisa menghentikan
Sekarang dunia kita sudah berbeda
Aku hanya bisa berdo’a dari sini
Agar engkau baik-baik saja disana
Selamat Jalan Kawan
Menari diatas Tangis
M Hanif SN
76 tahun sudah Negri ini merdeka
Tetapi korupsi masih merajalela
Entah apa isi pikiran orang-orang itu
Sungguh perbuatan yang tak tau malu
Rakyat kecil menangis
Anda tersenyum manis
Sibuk memikirkan nasib sendiri
Tanpa peduli nasib rakyat kecil yang selalu berselimut dalam
tangis
Dimanakah Nuranimu wahai para maling yang terhormat?
Belum puaskah membuat saudaramu sengsara
Ku mohon, tengoklah sejenak ke bawah
Jutaan rakyat kelaparan menanti
Berharap akan hukuman yang berat bagimu
Mereka tidak mengharapkan semua hartamu
Mereka hanya bertanya kemanakah Keadilan
Yang tercantum dalam sila ke 5 pancasila
Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
CERPEN
Sahabat Sejati
M Hanif SN
Kala itu dihari yang cerah, disuatu tempat yang
dikelilingi oleh bukit dan pegunungan yang indah. Hiduplah
seekor kucing dan anjing. Mereka berdua kerap bertemu
dan bermain bersama. Taman dan hutan merupakan tempat
yang sering dijumpai untuk bermain. Berlarian kesana-
kemari. Mereka sudah lama bersahabat. Pada suatu hari,
kucing dan anjing bermain bersama menuju hutan. Mereka
berjalan mengelilingi hutan sambil bermain lari-larian.
Seketika sampai disuatu tempat yang belum pernah mereka
kunjungi. Terdapat sebuah batu yang tampak memiliki
ruang, meski sempit tetapi jika dilihat masih cocok untuk
tempat bersinggah. Anjing dan kucing menghampiri
menuju batu tersebut.
”Sepertinya tempat ini cocok untuk tempat tinggal, kalo gitu
aku tinggal di tempat ini saja lah” Ujar si Kucing "Ooh tidak
bisa cing, ini tadi yang lihat aku duluan, seharusnya akulah
yang cocok tinggal disini” kata si anjing. "Tapikan aku yang
mengajakmu bermain di hutan, aku juga yang
membangunkanmu saat masih tidur tadi" Kata si kucing
sedikit cemberut.
Setelah berdua saling ingin menang sendiri akhirnya
terbesit pada pikiran kucing untuk taruhan dengan
mengadakan lomba lari. Jika menang maka dialah yang
akan tinggal di rumah baru ini. Si Anjing menyetujui
taruhan tersebut dengan senang hati. Setelah kesepakatan
tersebut mereka pulang ke rumah masing-masing dengan
saling menunduk dan acuh. Padahal tak biasanya mereka
seperti ini. Sesampainya di rumahnya si Kucing lalu
memikirkan trik agar bisa memenangkan lomba lari
tersebut. Kucing terus memikirkan cara agar si Anjing
kalah dalam perlombaan, apapun caranya. Karena si
Kucing beranggapan bahwa, tidak mudah untuk
mengalahkan Anjing dalam lomba lari ini, karena kucing
tahu bahwa Anjing sering berlari bersama teman-teman
lain, salah satunya si Macan.
Setelah lama berpikir, akhirnya kucing menemukan
jawabannya. “ Ahhh.. aku tahu bagaimana caranya agar
Anjing tidak bisa memenangkan lomba hehehe” “ Aku bakal
melakukan sesuatu agar Anjing tidak focus dalam larinya”
ujar kucing. Kucing pun lanjut pergi dan mencari tulang.
Karena ia tahu bahwa si Anjing suka sekali dengan tulang.
Setelah menelusuri hutan akhirnya kucing menemukan
tulang besar lalu ia ambil dan ditaruh pada persimpangan
lintasan lari yang besok akan digunakan untuk lomba. “ Aku
taruh disini saja, begitu nanti Anjing lari sampai di
persimpangan, pastii akan mengambil tulang ini dan ia akan
keasyikan dengan tulang ini hahaha” Ucap kucing dengan
bangga.
Tibalah di esok hari, dimana perlombaan lari akan segera
dimulai. Para hewan lain, hadir di tempat perlombaan untuk
menyaksikan Kucing dan Anjing lomba lari. Dengan tenangnya
si Kucing datang tanpa ada rasa curiga dari si Anjing bahwa
akan dicurangi saat lomba nanti. “ Haii Anjing.. apakah kamu
sudah siap untuk berlari denganku?” Tanya si Kucing dengan
bangga “ Tentu siapp!! kamu tahu sendirikan aku sering lari,
bahkan aku juga pernah berlari dengan si Macan” Jawab Anjing
dengan lantang. Keduanya sudah bersiap di lintasan, si Kancil
sebagai wasit dalam perlombaan pun datang dan menyiapkan
bendera untuk memulai perlombaan. “Apakah sudah siap?”
ujar si Kancil. “Siappp” jawab si Anjing dan Kucing. “Okee..
bersedia! Siapp! satuu.. dua.. yak!!” aba-aba dari Kancil
Kucing dan Anjing pun mulai berlari. Terlihat saat berlari,
si Kucing tertinggal jauh dari si Anjing. Tetapi itu adalah trik
dari si Kucing, agar bersantai dahulu diawal, karena ia sudah
tahu kalau bakal menang. “ Heuhh.. mending biarin saja si
Anjing lari kencang, aku simpan tenagaku saja untuk nanti
saat si Anjing sudah terjebak oleh tulang yang aku taruh di
persimpangan. haha..” dalam hati kucing. Tepat tiba di
persimpangan tampak Anjing berhenti dan berbalik arah. ”
Sepertinya mataku tertuju pada tulang besar ini, Mumpung
si Kucing masih tertinggal jauh, boleh lahh aku nikmati
sebentar saja” Ucap si anjing dengan santai. Lalu si Anjing
menghampiri tulang tersebut dan seperti dugaan si Kucing,
Anjing akan terlena dan asyik dengan tulangnya. Melihat
Anjing sedang asyik dengan tulang, si Kucing langsung
tancap gas untuk lari kencang.
Tiba-tiba, ada buah apel yang jatuh tepat di kepala Anjing.
Dengan itu Anjing langsung sadar kembali dan teringat akan
lomba larinya. Anjing bergegas lari lagi dan mengejar si
kucing. Anjing sadar bahwa sudah tidak ada harapan lagi
untuk mengejar si Kucing karena, garis finish sudah terlihat di
ujung sana dan Kucing beberapa langkah lagi sampai dan
memenangkan lomba tersebut. “ Hiyaaa.. aku menang
yuhuu!!!” Teriak si Kucing dengan bangga. “ Selamat yaa kamu
memenangkan perlombaan ini, untuk itu kamu berhak tinggal
di tempat kemarin” ucap anjing dengan lesu. Setelah mereka
lomba, lalu bersepakat untuk memberikan pesinggahan
tersebut kepada kucing sebagai pemenang. Kucing pun
dengan senang menempati rumah baru yang nyaman tersebut.
Disisi lain, si Anjing pulang dengan tertunduk kesal dan
sedih. Tetapi ia tetap mengikhlaskan kekalahan tersebut,
meski ada firasat dicurangi oleh si Kucing dengan menaruh
tulang di persimpangan. Si Anjing juga menyadari, akan
kesalahannya sendiri. Sejak itu kisah persahabatan mereka
hancur. Suatu ketika, Si Kucing datang lagi menghampiri
Anjing. "Mauu apa kau kesini, bukannya kamu sudah
nyaman di tempat barumu yaa?” Tanya si Anjing. Si Kucing
mendekati Anjing dan memeluk Anjing. " Aku gak mau,
hanya karena hal sepele persahabatan kita jadi rusak, aku
sadar tak ada yang lebih indah dari sebuah persahabatan!"
Ujar si kucing sambil merangkul anjing. Akhirnya
merekapun kembali bersama di pesinggahan yang lama.
Meski tak seindah rumah baru di hutan, tetapi tak ada yang
lebih indah dari persahabatan. Kucing dan Anjing, akhirnya
tetap bersama dan sepakat untuk melupakan permasalahan
yang pernah terjadi.
Tamat
Kancil dan Pemburu
M Hanif SN
Alkisah disuatu hutan, hiduplah Sang raja hutan yang bernama
Leon. Menurut Trman-teman lain, Leon merupakan singa yang
sombong dan angkuh. Kedudukannya sebagai raja, membuat
dia memanfaatkan menjadi penguasa yang paling kuat dan
paling garang. Leon sering keliling hutan bersama 3 anak
buahnya yang sama sombongnya. Suatu ketika Peny si
kambing yang malang sedang kesulitan dalam hidupnya. Peny
sedang merenung sendiri di bawah pohon yang rindang.
Datanglah si Kancil yang sedang berlarian. Kancil
menghampiri Peny “Apa yang sedang terjadi padamu Peny,
kelihatannya kamu sedang bersedih?” (Tanya Kancil)
“Sebenarnya berat cil untuk aku ungkapkan. Tapi bagaimana
pun aku juga butuh bantuan” “Bicaralah Peny, aku akan
membantumu!” (Tegas si Kancil) Terimakasih kancil, kejadian
ini dimulai tadi malam. Aku melihat ada 2 orang yang
memasuki hutan dan dua orang itu sengaja merusak rumah
aku dan mengambil Rasel teman kita!” ( Sontak kancil terkejut)
“Apaa? Rasel di ambil pemburu? kenapa kamu tidak teriak
Peny, waktu pemburu itu mengambil Rasel?"
Bagaimana aku mau teriak kalau mulut ku di bungkam dan
kepalaku di todong pakai senapan” (Sahut Peny)
Kancil: “Waduhh!! ini gak bisa di biarin. Ayo kita lapor kepada
Leon, siapa tau dia bisa membantu”.
Peny: “Hah Leon? kayak kamu gak tau saja Leon seperti apa?
Apakah dia bakal mau membantu kita yang hanya sebatas
rakyat kecil ini!”
Kancil: “Emmm. tenang Peny, aku akan cari cara untuk
membujuk Leon. Karena ini menyangkut nyawa Rasel sahabat
kita”.
Peny:” Terinakasih kancil, kamu selain cerdik juga punya hati
yang baik”.
Kancil lalu pulang untuk makan dan bersiap menuju
pesinggahan Leon. Setelah bersiap sore itu Kancil menuju
pesinggahan Leon. Dijalan bertemu dengan Rio si kerbau.
Rio: “Hai kancil, sepertinya engkau sedang buru-buru mau
kemana?”
Kancil:” Ohh ehh, iyaa Rio aku ingin menemui Leon!”
Rio: “Ada perlu apa kamu sama Leon?”
Kancil: “Akan aku ceritakan nanti Rio, setelah aku selesai
berbincang dengan Leon, aku pergi dulu yaa.”
Rio: “Okee!”
Kancil melanjutkan perkalanan dan tiba di depan
pesinggahan Leon. Belum juga masuk, singa-singa lain sudah
menyoraki kancil.
Kawanan singa: “Heyy kancil, berani-beraninya kamu
memasuki wilayah sini, mau cari apa kamuu?”
Kancil: “Owhh baik para tuan-tuan yang terhormat, izinkanlah
saya bertemu dengan Leon”
Kawanan singa:” Hahaha.. Rakyat kecil ingin bertemu Leon.
Mending kamu balik aja lahh, memalukan!” (Kawanan singa
tertawa )
Kancil: “Maafkan aku para tuan yang terhormat, saya hanya
ingin bertemu ada hal penting yang akan saya sampaikan
kepadanya. Plis izinkan saya bertemu”
Ada satu singa yang mendorongnya hingga kancil terjungkal.
Dengan sengaja mendorong setelah melihat kancil terjungkal
mereka semua tertawa. Tetapi kancil tetap terlihat tersenyum.
Dari depan terlihat Leon sedang menuju Kancil.
Leon:” Heyy pecundang, ada perlu apa kau kemari? “
Kancil: “Ya Mulia Leon, saya ingin melaporkan bahwa Rasel
saudara Peny telah dibawa kabur oleh pemburu.”
Leon: “Aku tidak peduli itu.”
Kancil: “Plis Leon, ini penting, dia butuh bantuan untuk
mencari Rasel dan pemburu itu. Aku harap kamu bisa
membantu. “
Leon: “Aku tidak butuh rakyat miskin seperti kalian.
Biarkan saja dia mati hahaha!” ( Tertawa Leon )
Kancil: “Sungguh tak punya hati kau Leon. Engkau adalah
seorang peminpin di hutan ini, seharusnya kamu bisa
memperhatikan rakyatmu bukan malah berkata seperti
itu. Dasar pemimpin gak tau diri.” (Dengan perasaan
marah)
Leon: “Hah? Kamu bilang apaa? Berani-beraninya kamu
bicara seperti itu kepadaku. Pergi kamu, aku tidak butuh
rakyat miskin seperti kamu ini.”
Kancil:” Okee! Baiklah aku tidak butuh lagi menemui
kamu. Aku akan berusaha sendiri membantu Peny.”
(Kancil kesal dan marah)
Leon: “Haha.. silakan pergi, tunggu apa lagi? Cepat sana
bantu temanmu yang bego itu, syukur-syukur kamu ikut
tertangkap dehh hahaha!” (Tertawa bersama kawan-
kawan)
Kancil pergi meninggalkan Leon. Kancil merasa
sangat kesal dengan Leon. Kemudian kancil bertemu
dengan kerbau dan monyet menceritakan kejadian yang
sebenarnya terjadi. kemudian bertiga menuju rumah
Peny, untuk menginap di sana menemani Peny yang
sedang dilanda kesepian dan kegelisahan. Malam
semakin larut. Rio, Peny dan Kancil terlelap tidur. Tiba-
tiba Rio terbangun ingin buang air kecil. Setelah Rio
hendak balik ke rumah Peny, Rio melihat ada orang yang
masuk dari kejauhan. Sontak Rio pun membangunkan
Kancil dan Peny.
Sontak kancil dan Peny memantau pemburu itu yang ia
duga si pemburu penculik Rasel. Dengan sangat hati- hati
Peny, Kancil dan Rio mengikuti secara sembunyi. Saking
paniknya sampai si kancil menyenggol Ular yang sedang
asyik tidur.
Ular: “Apaan sihh baru tidur asyik main injak ajaa!”
Kancil: “Sstt. Kamu diamlah sejenak. Kau lihat itu, pemburu
sedang berjalan menuju pesinggahan singa”(Seru kancil
dengan suara lirih)
Ular: “Waduh bahaya ini! Ini tidk bisa dibiarkan. Aku bantu
kalian menangkap pemburu itu!”
Melanjutkan perjalanan mengikuti pemburu. Sesampainya
di rumah Singa. Terlihat pemburu mengeluarkan tali dan
senapan. Tiba- tiba pemburu langsung mengikat mulut
Leon, Leon sempat meronta-ronta dan berhasil lepas. Singa
lain temannya seketika kaget dan bangun lalu melirik
kearah pemburu hendak menyergapnya. Tetapi pemburu
sangat sigap dan mengeluarkan senapan menembakkan
tepat ke arah Leon. Terus menembakkan ke arah atas
sehingga para singa ketakutan.
Peny: “Kita harus cari cara untuk menyelamatkan Leon
dan kawan-kawan!” (Seru Peny)
Kancil: “Sebenarnya aku masih ada dendam sama
mereka, saat tadi membuat aku tersinggung. Tetapi
demi keselamatan aku ikhlas membantu.”
Kemudian Kancil berembuk dan dengan teman-teman
untuk mengatur strategi perencanaan menyerang
pemburu yang terlihat sedang mengikat Leon. Teman-
teman lain sudah berlari pergi. Setelah melihat Leon di
angkat, ularpun lari menghampiri melalui ranting
pohon. Ular menjulurkan kepalanya menuju muka
pemburu. Pemburu mencoba mundur dengan serangan
ular. Lalu kancil menghampiri.
Kancil: “Halo tuan,, apakah kalian butuh bantuan ?”
Pemburu: “Bantu aku untuk mengusir ular itu, kalo tidak
kamu juga aku tangkap!”
Kancil: “ Eitss, tenang saja tuan, ku akan membantumu,
mari ikut saya! (Bujuk kancil)
kancil membawa pemburu pergi memutari pohon yang
ada ular. Dengan cerdik Kancil menipu pemburu.
Kancil: “Awas ular berada di atas kepalamu!”
Seketika pemburu merunduk dan kancil berhasil
menendang muka pemburu hingga terjungkal. Sontak
Kancil lari sambil dikejar oleh 3 pemburu yang kesal,
saking kesalnya pada kancil pemburu pun terlupa
meninggalkan Leon. Dengan cerdiknya Kancil
mengarahkan pemburu pada jebakan yang sudah dibuat
oleh Rio, alhasil Kancil melompati jebakan dan si pemburu
menginjak tumpukan duri yang sudah disiapkan oleh Rio
dan Peny pemburu pun tersungkur kesakitan. Rio
menghampiri dengan raut muka marah membuat
pemburu diam ketakutan. Peny berhasil melepaskan
jeratan si Leon yang terpincang kakinya terkena tempak
senapan dari pemburu. Kancil dan teman-teman
menginterogasi pemburu menanyakan dimana
Saudaranya di bawa. Akhirnya Pemburu mengaku dan
mengembalikan Rasel yang ternyata masih di simpan
dalam mobil box. Si Pemburu kapok dan pergi
meninggalkan hutan itu dengan kondisi terluka.
Rasel: “Akhirnya kita bertemu lagi!” (Terharu)
Peny: “Rasel saudaraku, senang sekali rasanya bisa berjumpa
denganmu lagi. Aku berjanji akan selalu menjagamu”. (Rasel
dan peny berpelukan menahan tangis haru)
Kancil: “Semoga pemburu itu tidak kembali lag!i”
Terlihat kawanan singa datang kembali menghampiri Kancil,
Rio, Peny dan Rasel. Singa berterimakasih kepada Kancil dan
meminta maaf kepada teman-teman semua yang dulu pernah
di ejek dan direndahkan. Leon sangat menyesal atas
perilakunya terhadap kancil dan rakyat kecil lainnya. Leon
berterimakasih kepada Kancil atas pertolongan yang sangat
berharga itu.
Leon: “Kalian boleh tinggal bersama kami di pesinggahan, ada
beberapa ruangan yang masih kosong. Silakan semoga kalian
bisa memaafkan kesalahan ku yang selama ini aku selalu
merendahkan kalian .”(Sambil menangis )
Kancil: “Emm.. Tidak apa-apa Leon. Kami memaafkan kok!”
(Ucap kancil tersenyum)
Leon: “Apakah engkau serius, mau memaafkan aku? sedangkan
aku menghujat habis-habisan kalian semua.”
Kancil:” Yap.. kami memaafkan apa yang kalian perbuat kepada
kami. Ambil saja hikmah dari kejadian ini. Tolong menolong
suatu hal yang lumrah dilakukan dalam kehidupan sosial.
Intinya kita harus saling menghargai orang lain. Karena pada
suatu saat siapapun itu pasti akan saling membutuhkan. Jadi,
tidak ada salahnya untuk berubah menjadi baik!”
Leon: “Terimakasih Kancil dan semua, yang mau memaafkan
kesalahanku selama ini. Aku benar-benar menyesal, melakukan
itu kepada kalian semua.
Aku berjanji untuk menjadi pemimpin yang adil
dan bijaksana. Aku dan teman-teman akan selalu
menjaga hutan ini agar tidak ada lagi penyusup
yang masuk untuk merusak habitat yang alami ini.
(Ujar Leon, Lantang)
Semua hewan yang berada di situ pun, ikut senang
dan berjanji akan bersama-sama untuk menjaga
keutuhan rumah mereka yang asri itu.
Tamat
DRAMA
Kelam
M Hanif SN
Suatu ketika di sebuah kampong. Tinggallah
satu keluarga bapak wahyudi dan ibu sri yang
sudah lama menikah dan dikaruniai 2 anak laki-
laki dan perempuan. Kedua anak tersebut kini
beranjak remaja dan dewasa. Siska merupakan
anak pertama yang kini telah berusia 17 tahun
dan adiknya bernama Salsa yang sekarang
berusia 15 tahun, keduanya terpaut 2 tahun. Ibu
sri tinggal sendiri bersama kedua anaknya
karena pak wahyudi sudah lama wafat. Keluarga
ini dikenal sebagai keluarga yang baik dan suka
berbagi meski kondisi ekonomi yang terbilang
masih tertinggal dari tetangga di kampong.
Setiap pagi ibu sri bekerja sebagai penjual sayur
keliling. Pada pagi hari, ibuk menyiapkan
makanan untuk dimakan bersama.
Siska: ”Tahu tempe lagiii! gak bosen apa buk,
tiap hari makan tahu tempe?”
Ibu Sri: “Ibu adanya itu nak, sudah dimakan
saja besok kalau ibuk ada rezki banyak, ibu
belikan ayam.”
Siska: “Tiap hari omongnya gitu terus! tapi
mana? Sampai sekarang Siska gak pernah
makan ayam, pokonya makan nanti malam
lauknya harus yang enak, titik!” ( Sambil
menggebrak meja dan bergegas pergi)
Ibu Sri: “Astaghfirullah!” (Sambil mengelus
dada)
Salsa: “Yang sabar ya buuk. Salsa suka kok
makanan ibuk, enak kok masakannya. Sudah
buu, sekarang makan saja dulu, salsa temenin
makan yaa, biar ibuk gak sakit”.
Ibu Sri dan salsa melanjutkan makan pagi,
sedangkan Siska bergegas pergi menuju
sekolahan. Setelah makan, Salsa juga lanjut
pergi ke sekolah. Ibu Sri berjualan sayur keliling
menggunakan gerobak peninggalan Alm. Pak
Wahyudi. Sesampainya di sekolah, Siska
berbaur dengan teman-temannya. Teman-
temannya terlihat sangat modis dengan
penampilan yang mewah, Siska pun muncul
rasa iri.
Siska: “Wahh pada pake sepatu baruu niee!”
Friska: “Jelass donkkk! gak kayak sepatu kamu
yang cuman mungut dari tong sampah haha!”
(Berlagak Sombong)
Siska: “hehh jaga yaa mulut loo, jangan asal
omong donk, heuhh!” (Siska pergi dengan raut
muka kesal) Sesampainya di depan kelas, Siska
bertemu dengan Reno, si ketua kelas yang
terkenal tajir.
Reno: “Heii Siskaa, tumben eluu sendirian,
biasanya ngumpul sama temen elu”.
Siska:” Owhh Renn,emm iya nihh hari ini hawa
nya lagi bad mood mulu”.
Reno: “ Bad mood Kenapa? Udah lahh gak usah
terlalu dipikirin! Oww iyaa, elu mau gak Sis besok
malam tahun baru aku ajak kamu main, disuatu
tempat?”
Siska: “Eee! Mau kemana Ren? “
Reno: “Udahh, pokoknya tempat yang spesial, aku
yakin kamu bakalan suka”.
Siska: “Emm.. tapii aku gak punya baju bagus Ren,
ibuk ku gak pernah beliin, baju aja cuman dari
tetangga sama bekas punya ibuk dulu”.
Reno: “Halahh, santuy aja kalii! Nanti sepulang
sekolah aku ajak kamu keliling Mall. Kamu boleh
pilih bebas baju,tas,celana, apapun itu yang kamu
perlukan, biar aku yang bayar”.
Siska: “Hah? Serius kamu Ren? “ (Tanya Siska)
Reno: “Iyaaa serius lahh masa’ bercanda”.
Terdengar Bel masuk pun berbunyi. Reno dan
Siska bergegas masuk kelas untuk pelajaran.
Saat istirahatpun tiba, Reno menghampiri Siska
untuk makan di Kantin. Sesampainya di kantin
mereka makan berdua.
Friska: “Hemmh.. ada yang PDKT niehh”
Siska: “Kenapa, Elo iri yaa? Kasihan deh gak ada
yang nagajak hahaha!”
Friska: “Hidihh Pede banget sihh, sapa juga yang
iri”.
Reno: “Uah-udah, kalian malah pada ribut apa
sihh? kita mau makan nii, kamu mending pergi
aja Fris! Ganggu orang makan aja! “
Friska dan geng nya pun pergi, Reno dan
Siska melanjutkan makan sambil bergurau.
Sepulang sekolah, Siska lalu pergi bersama
Reno menuju Mall.
Reno: “Sampe nihh di Mall, gimana kamu suka
engga? “
Siska: “Eumm suka banget, baru pertama ini
aku ke mall, makasih banget ya Ren! “
Reno: “Langsung pokoknya, kamu pilih aja
yang kamu mau nanti aku yang bayar, Okey!
(Mrmberikan jari jempol)
Siska: “Ogheyy, makasih banyak Reno”
Siska lanjut untuk keliling mall dan memilih
pakaian yang ia sukai. Tiba-tiba bertemu
dengan Friska bersama Geng nya.
Friska: “Waduhhh.. kayaknya ada OKB nihh,
sekarang main nya di Mal” Reno mendatangi
Siska
Friska: “Ohhh, jadi sama elu Ren, hmm
pantesan bisa ke Mall, ga mungkin juga dia ke
sini sendiri, dia kan Miskin haha!”
Reno: “Friska, jaga ya mulut luu! Gua emang
sengaja ajak Siska ke sini, gua suruh beli baju
buat besok malam tahun baru”.
Friska: “Upss! jadi kalian berdua? Okey, maaf
ganggu, bye-bye Reno!”
Reno dan Siska di Mall sampai Malam dan
lanjut mengajak Siska ke tempat dugem.
Padahal Ibu dan Adiknya sudah menunggu di
Rumah dengan menyiapkan makanan yang
Siska inginkan, yaitu ayam goreng.
Salsa: “Bukk, kenapa ibuk kayak cemas gitu,
dari tadi Salsa liatin!”
Ibu Sri: “EE, Iyaa nak, dari tadi Kak Siska belum
juga pulang, ibuk kepikiran terus”
Salsa: “Owhh kak Siska, yaa mungkin aja lanjut
kerja kelompok, maklum juga Kak Siska
sekarang sudah kelas 11 SMA mungkin aja
banyak tugas bu”.
Ibu Sri: “Iyaa, tapi yang namanya Ibu juga pasti
khawatir, kalau Siska kenapa-kenapa di luar
sana.
Salsa: “Udahh bu, mending kita makan aja, nanti
pasti Kak Siska juga balik”.
Malam semakin larut, lihat jam dinding sudah
menunjukkan pukul 3 subuh tetapi Siska tak
kunjung pulang, ibu semakin khawatir. Tak lama
berselang, tibalah suara mobil di depan Rumah
Siska. Siska menggedor-gedor pintu keras
dengan posisi sempoyongan.
Ibu Sri: “Astaghfirullah nak, kamu kenapa nak
jam segini baru pulang, kamu dari mana aja
nak?”
Siska: “Hushh Mending ibuu gausah ikut
campurdeh ya! Sekarang Siska capek mau tidur!”
Ibu Sri: “Tapi nakk, kamu dari mana terus baju-
baju ini kamu beli dimana nak, ini sepertinya
baju-baju mahal”.
Siska:” Alahh cerewet, punya ibuk gak tau diri!
Biarin lah Siska seneng-seneng, yang penting ini
baju bukan dari uang ibu! dahlahh, Siska
ngantuk mau tidur!” (Sambil menutup pintu
kamar keras).
Ibu dan Salsa hanya bisa diam dan sabar
menghadapi Siska yang sudah keterlaluan.
Tibalah di keesokan harinya tepat sekolahan
libur karena hari sabtu dan juga bertepatan
dengan malam tahun baru. Dimana Siska dan
Reno sudah berjanjian untuk makan malam.
Ibu Sri: “Mau kemana nak pagi-pagi sudah siap-
siap aja?”
Siska: “Iyaa donkk, nanti malem kan Siska mau
diajak keluar sama ayang Reno”.
Ibu Sri: “Mending tidak usah saja nak, malam
tahun baru kita di rumah saja, ibuk khawatir
sama kamu nak!”
Siska:” hehh! Ibukk ini gimana sihh? Yang
namanya tahun baru itu, orang-orang pada
keluar jalan-jalan, shooping. Gak kayak ibuk
tahun baru di rumah terus!”
Salsa: “Kakak! kalo omong sama ibuk gausah
bentak-bentak bisa enggak sihh? Kasihan ibuk!”
( Sambil menatap tajam Siska)
Siska: “Halahh, bisa-bisanya elo belain ibuk,
dahh minggir sono minggir! kalian cuman mau
ganggu aja”.
Salsa dan Ibu pun bergegas menjauh dari
kamar Siska. Sore hari tepatnya pukul 18.00
WIB. Siska sudah berpenampilan rapih, bak
seorang putri dari khayangan, ibuk dan Salsa
pun terkejut.
Ibu Sri: “Ya Ampun nak kamu cantik banget”.
Salsa: “Iya kak, Kakak cantik banget dehh, pasti
pacarnya sukak nanti!”
Siska: “Hiyaa donkk. Baju aja juga mahal. Hussh
minggir kalian, nanti malah ngotorin lagi
heuhh!”
Salsa: “Ya Ampunn kak, Salsa sama Ibuk cuman
lihat aja kok”
Suara klakson mobil terdengar di luar sana,
ternyata mobil Reno. Bergegas Siska menuju
mobil untuk berangkat makan malam, di
malam tahun baru 2022 ini. Ibu dan Salsa
berdua di rumah sambil berharap kalau
anaknya baik-baik saja di luar sana. Datanglah
Bu Rusmini selaku tetangga, terlihat sedang
membawakan makanan.
Rusmini: “Itu siska mau kemana sih buk, apa itu
cowoknya?”
Ibu Sri: “Ohh ituu. Itu Si Reno, temen sekolah
Siska. Mari masuk dulu bu!”
Bu Rusmini: “Tidak usah bu, saya cuman ngasih
ini, ada sedikit makanan buat ibuk dan Salsa”.
Ibu Sri: “Wahh, makasih banget bu, malah jadi
ngerepotin”.
Ibu Rusmini: “Sama-sama bu, tidak apa-apa.
Ehh apa ibu tau kalau temen nya Siska itu anak
baik-baik? “
Ibu Sri: “Kalau dari tampilannya sih baik bu”.
Ibu Rusmini:” Zaman sekarang jangan lihat
tampilan aja, bu. Sapa tau tampilan luar bagus,
dalemnya buruk. Pokoknya hati-hati aja bu,
yaa!”
Ibu Sri: “Kita gak boleh suudzon juga bu,
semoga saja dia orang baik, bisa menjaga
Siska”.
Rusmini: “Ya, sapa tauu kana ada niat buruk,
gitubu. Yaudah, saya lanjut pulang dulu bu,
suamiku sudah nungguin”.
Siska dan Reno pun sampai di lokasi mereka
berdua duduk berdua di tempat yang sepi tapi
penuh lampion serta ditemani bulan dan
bintang.
Reno:” Gimana, kamu seneng enggak?”
Siska: “humm seneng bangettt!”
Reno: “Pokoknya malaM ini hanya milik kita
berdua, kamu boleh nikmati apa saja semau
kamu!”
Siska: “Makasih reno sayang, kamu baik banget
sihh”.
Malam semakin larut Reno pun mengajak
Siska ke sebuah penginapan yang sudah
disiapkan oleh Reno. Dengan alasan capek
akhirnya Reno mengajak Siska untuk menginap.
Awalnya Siska merasa takut akan hal itu.
Siska: “lohh Ren,Bukannya kita mau pulang ya?
Tapi kenapa kita berhenti di sini?”
Reno: “Iyaa Sis, aku capek banget soalnya, kita
pulang besok saja gimana?”
Siska: “Emm, tapi Ren, aku takut!”
Reno: “Takut apa sihh sayang? gak ada apa-apa
kok! cuman ada aku sama kamu ajaa, hehehe!”
Akhirnya Siska nurut aja dengan ajakan Reno.
Sesampainya di kamar, Reno mulai beraksi
dengan mendekat ke tubuh Siska, sontak Siska
terkaget dan berusaha mendorong Reno.
Siska: “Ishh apaan sih Ren, inget ya kita masih 2
SMA dan kita di sini hanya istirahat, gak ada
yang lain”.
Reno: “Halahh.. bentar saja Sis, kamu yang
tenang donk sayangg. Aku gak bakal nyakitin
kamu!” ( sambil mendorong Siska )
Siska: “Ishh Ren, lepasin Renn! Lepasin!
Reno: “Ssstt! Kamu diem Yaa, bentar aja kok!”
Reno berusaha membekap mulut Siska dan
memulai untuk memaksa berhubungan dengan
Siska. Siska menangis minta tolong, tetapi sudah
tidak bisa, karena mulut Siska sudah tersumpal
dengan kain. Pagi Harinya Siska diantar Reno
pulang. Kehidupan berjalan baik-baik saja,
hingga suatu ketika kondisi Siska melemah dan
merasa mual.
Siska: “Huekk!”( Menahan muntah)
Ibu Sri: ‘Siskaa, kamu kenapa nakk? Apa kamu
sakitt? Kalo sakit, nanti ibu bawa ke dokter ‘.
Siska hanya terdiam. Akhirnya Siska lemah dan
di bawa ke dokter oleh tetangganya. Sesampai
di klinik, dokter mengira Siska sehat-sehat saja
dan tidak ada gangguan. Dengan itu muncul
kecurigaan bahwa Siska sedang Hamil. Tetapi
kecurigaan itu hanya terbesit dalam pikiran
Salsa. Akhirnya dokter menyarankan untuk test
pack. Alhasil setelah melalui test pack, siska
dinyatakan hamil. Ibu Siska dan Salsa seakan
kaget melihat hal ini.
Ibu Sri: “Astaghfirullah nakk, kamu tega sama
ibuk. Ibuk sudah berapa kali bilang, kamu hati-
hati. Kalau sudah seperti ini, sekarang mau apaa?
Nasi sudah terlanjur jadi bubur nak, semua
sudah terlambat!” (Ibu meluk Siska sambil
menangis)
Siska: “Ibu! Maafin Siska buu. Ini semua salah
Siska,gak dengerin perkataan ibuk dan siska
selalu membantah ibu ketika menasehati Siska!”
Ibu Sri terus menangis, Seolah tidak menyangka,
bahwa apa yang selama ini dikhawatirkan, benar
terjadi. Alhasil, gimanapun juga Nasi sudah
terlanjur menjadi bubur, semuanya sudah
terlanjur. Mau tidak mau Siska menanggung
akibat yang telah ia perbuat. Siska pun hamil dan
meminta tanggungjawab Reno. Saat Siska
menghubungi Reno, memberi tahu bahwa Ia
sedang hamil, tetapi Reno malah seakan tidak
percaya dan tidak menganggap bahwa itu adalah
anak hasil kekhilafan merek Akhirnya Reno
memutuskan untuk pergi jauh keluar Indonesia
yang tidak diketahui lagi oleh Siska akan
keberadaannya, Loss kontak dengan Siska.
Sehingga Siska merasa terpukul atas kejadian ini
dan sangat menyesal tidak mendengarkan
nasehat dari ibu kandungnya sendiri.
Tamat
Biodata
Nama: Muhammad Hanif Setyo Nugroho
Tempat, tanggal,lahir: Sleman, 26 Oktober
2000
Hobi: Main Game
Ig: @real_mhsn._
Twitter: @ Jodohmu25899606
WA: 08157563558