IV/April 2019 - Buletin Kreasi | 1
Penasehat: Ach. Syaiful, M.Pd.I (Ketua STIT) | Pelindung: Sahnawi, S.Ag (PK III) |
Pembina: Abd. Kadir, M.Pd | Pimpinan Umum: Moh. Helmi | Sekretaris Jenderal: Tri
Setia Rini | Bendahara Umum: Dianatur Rosidah | Divisi Pengkaderan: Fahrun Anniza,
Ulil Abshor, Abd. Rofiq | Divisi Penerbitan: Fathorrosi, Khairul Anwar, Amin Rais | Divisi
Litbang: Agus Salim, Khairunnisak, Siti Fatimatul M | Divisi Jarkom: Annisa, Fatahilla Al-
Asyari | Anggota: Abd Wasid, Syarifatun Jamila, Khozin | Anggota Istimewa: Hairul Arifin,
Rafiqi, Wasatil Ilmi, Krisdiantoro, Ainyyatur Rahmah, Zubaidah
2 | Buletin Kreasi - IV/April 2019
Mengawal Pelindung:
Transformasi Kampus Sahnawi, S.Ag (PK III)
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Pembina:
Salam sejahtera dan keselamatan untuk kita semua, Abd. Kadir, M.Pd
semoga kita senantiasa berada dalam lindungan Yang
Maha Kuasa. Tak lupa kita panjatkan puji syukur, karena Pimpinan Umum:
berkat-Nya pada akhirnya Buletin Kreasi sebagai satu-sa- Moh. Helmi
tunya buletin yang berada di bawah naungan Lembaga
Pers Mahasiswa (LPM) Dialektika bisa terbit kembali den- Pimpinan Redaksi:
gan kemasan topik baru dan hangat. Selanjutnya, shala- Fathorrosi
wat dan salam atas panutan kita, yakni Nabi Muhammad
SAW, yang telah mengajarkan kita semua akan pentingn- Redaktur Tamu:
ya ilmu pengetahuan. Hairul Arifin, Rafiqi, Krisdiantoro
Mengawali sapa redaksi ini, kami sangat bersyukur
dengan terbitnya Buletin Kreasi. Vakumnya LPM Dialek- Dewan Redaksi:
tika dalam kurun waktu yang agak lama menyisakan Moh. Helmi, Fathorrosi
derita yang membekas bagi sejarah perkembangan STIT
Al Karimiyyah. Sehingga di tahun ini, meski langkah kami Redaktur Pelaksana:
masih tertatih, kurang tertata, pada akhirnya kumpulan Abd. Wasid
tulisan yang dibungkus dengan kemasan buletin, terbit
dan menjadi bukti dari kebangkitan LPM di tengah-tengah Reporter:
gencarnya arus perkembangan di STIT Al Karimiyyah yang Fahrun Anniza, Dianatur Rosidah,
begitu kompleks.
Selanjutnya, kami ucapkan banyak terima kasih terh- Khairunnisak, Annisa, Siti
adap para senior; Rafiqi Kalaras, Kak Ilung (Hairul Arifin), Fatimatul M, Abd. Rofiq
yang senantiasa selalu membimbing kami agar sesegera
mungkin bangkit kembali, serta menonjolkan keberadaan Editor:
kami di STIT Al Karimiyyah. Tak lupa juga para dosen dan Amin Rais, Syarifatun Jamila
Ketua STIT Al Karimiyyah yang telah bersedia diwawanca-
rai, serta bersedia menulis untuk Buletin Kreasi. Teman- Lay Outer:
teman kru dan semua yang telah ikut andil dalam pener- Fatahilla Al-Asyari
FOTO Fotografer:
Rektorat Ulil Abshor, Khozin
STIT Al Karimiyyah
SUMBER Distributor:
FB Fawaid Zaini Al An All Crew
IDE Diterbitkan oleh:
Helmy, Rosi LPM Dialektika STIT Al Karimiyyah
DESAIN COVER
Beraji, Gapura, Sumenep
Rafiqi
Email:
[email protected]
Kontak Person: 085 230 046 124
IV/April 2019 - Buletin Kreasi | 3
5 | EDITORIAL bitan ini yang telah bersemangat mulai sejak
awal hingga buletin ini sampai di tangan mer-
Singergitas Mengawal eka; para pembaca.
Peralihan Kampus Tentu, sebagai mahasiswa perlu kita
sadari bahwa kampus bukan sekadar tempat
6 | SAJIAN UTAMA 23 | SAJAK menempa ilmu, namun juga sebagai ajang
pencarian jati diri, membangun idealisme,
Menilik Peralihan STIT Menuju Wajah Metropolitan atau juga sebagai pemupuk pengalaman uta-
INKADHA Buram manya dalam organisasi. Jad,i kita pasti pasti
Mesemma Pornama dihadapkan dengan dua pertanyaan, menja-
13 | WAWANCARA Tak Sampai di mahasiswa andalan atau mahasiswa yang
Rindu Menjadi Luka terabaikan? Karena era saat ini memang sep-
MEningkatkan Kualitas, Sebuah Harap erti itu, yang lemah bakal tertindas, dan yang
Memberikan yang Terbaik Nyanyian Markona berkuasa bakal terus menindas.
untuk Markoya
Sangat MEngapresiasi Tidur Panjang Selain itu, sebagai perguruan tinggi, tun-
Kinerja Pihak Akademik tutan untuk semakin berkembang dan men-
jadi institusi yang maju adalah impian seti-
16 | KATA MEREKA ap mahasiswa dan para elit kampus STIT Al
Karimiyyah. Oleh karena itu, tak terasa dalam
17 | OPINI 25 | TAWA KREASI perkembangannya, STIT Al Karimiyyah seben-
tar lagi bakal beralih status menjadi Institut
INKADHA: Butuh Ketangguhan Kurang Mantul Kariman Wirayudha (INKADHA), dengan prodi
Pengelola dan Kepercayaan Setan Masuk Surga baru di tahun ini yang sudah siap untuk dipilih
Masyarakat oleh para mahasiswa baru.
26 | RESENSI
INKADHA ‘Kampus Ala Maka sebagai respon positif LPM Di-
Madrasah’ Romansa Nathan dan Laura alektika terhadap peralihan status ini, kami
pandang perlu untuk mengawal peralihan
20 | KISAH 27 | GALERI FOTO kampus dari sisi pemberitaan, yang di da-
lamnya bakal kami bahas pelbagai fakta,
Sekuntum Mawar Merah proses, maupun usaha yang telah dilakukan
oleh para elit kampus dalam proses mensuk-
seskan peralihan tersebut. Oleh karena itu,
kami tampil dalam bentuk buletin dengan
kemasan topik “Mengawal Transformasi STIT
Al Karimiyyah Menjadi INKADHA”. Semoga re-
spon positif ini bernilai ibadah, mengandung
pengetahuan, serta menambah pemahaman
bagi kita semua. Amin.
Namun, di balik semua itu sebagai bagian
dari kesadaran kami bahwa tidak mungkin da-
lam setiap hal selalu berbuah kesempurnaan,
maka apabila banyak kesalahan di dalamnya,
kami menerima kritik saran dari pembaca,
sebagai bahan evaluasi bagi kami supaya di
penerbitan selanjutnya bisa kita benahi ber-
sama. Akhirnya dari sapa redaksi ini, Salam
Pers Mahasiswa.
Wassalam...
Redaksi
4 | Buletin Kreasi - IV/April 2019
Sinergitas Mengawal Peralihan Kampus
Oleh: Fathorrosi*
Perihal problem pendidikan di Jika dibandingkan dengan kampus
Indonesia, Menteri Riset, Te- lainnya, seperti Univeritas Wiraraja,
knologi dan Perguruan ting-
gi (Menristekdikti), Mohammad kampus STIT Al Karimiyyah merupa-
Nasir, pernah memberikan zona kan kampus yang seumur jagung.
kuning. Ia mengkhawatirkan Harusnya hal ini menjadi apresiasi
kampus hanya akan menjadi ‘mu- sendiri dari kampus yang sudah leb-
seum’ di masa mendatang seiring ih dulu berdiri. Namun, hal itu akan
perkembangan teknologi ke depan, semakin diapresiasi apabila semua
khususnya perkuliahan. Ia khawatir bah- yang dicanangkan, semua pembelaja-
wa di masa yang akan datang, para maha- rannya bisa bersaing dengan kampus lain,
siswa tidak lagi kuliah di kampus, namun su- khususnya yang ada di Kabupaten Sumenep.
dah dikuasai oleh ranah yang berbasis online. Begitupun dengan para mahasiswa, di samp-
ing usaha pihak akademik, semua Organisasi
Perkembangan dalam setiap sektor Mahasiswa (Ormawa), Unit Kegiatan Mahasiswa
kini sudah mulai kita rasakan, khususnya (UKM), atau mahasiswa itu sendiri, supaya juga
perkembangan dunia pendidikan yang begitu ikut andil dan bekerja sama untuk mendorong
signifikan. Tak dapat kita hindari bahwa tun- kemajuan kampus di pelbagai bidangnya. Mis-
tutan untuk menjadi institusi yang semakin alnya dengan juga meningkatkan prestasi untuk
maju adalah harapan setiap penyelenggara menyokong terhadap kemajuan kampus. Jadi,
pendidikan, masyarakat, serta mahasiswa. Se- bukan secara kuantitas saja yang kita bangun,
hingga, tak ayal jika Sekolah Tinggi Ilmu Tar- akan tetapi secara kualitas bisa lebih unggul dari
biyah (STIT) AlKarimiyyah kini bakal bermeta- kampus yang ada di sebelah.
morfosa menjadi Institut Kariman Wirayudha Pada proses alih status di sini bukanlah
(INKADHA) dengan penambahan sejumlah lantas kita memasrahkan kepada pihak ak-
program studi di dalamya, yang di antaran- ademika. Selain itu, sokongan sinergi dari
ya; Manajemen Bisnis Syariah (S1), Pemikiran pelbagai pihak utamanya para mahasiswa
Politik Islam (S1), Psikologi Islam (S1), dan menjadi hal yang tak kalah penting dalam
Pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam sektor ini. Kita cukup renungi dulu bahwa usa-
(S2). Tentu, hal ini bukanlah perkara mudah. ha yang dilakukan dalam proses peralihan ini
Entah itu dari prosesnya yang menguras otak sungguh butuh proses yang lama. Sehingga,
civitas akademika, ataupun dari segi prasara- sangat disayangkan jika lantas semua elemen
na yang menuntut supaya semuanya mema- yang ada di kampus tidak bisa bekerja sama
dai untuk menampung para mahasiswa. untuk terus memajukan kampus.
Sayang sekali bukan, apabila proses lama
Sinergi mengawal revolusi kampus seharus- ini hanya kita bayar dengan kemalasan. Di
nya bukan hanya datang dari elit kampus. Pas- samping itu, kita juga bakal menanggung malu.
alnya, tak dapat kita nafikan bahwa kemajuan Tentu hal ini perlu direnungi lebih dalam lagi,
dari kampus itu bukanlah hasil dari individual, sanggupkah kita menanggungnya? Akan tetapi,
melainkan dari hasil perpaduan dari semua ele- kita setidaknya bisa bersinergi untuk mengawal
men di kampus. Seperti yang pernah dikatakan peralihan ini dengan tangan terkepal dan per-
oleh Ketua STIT Al Karimiyyah, Ach. Syaiful, STIT satuan dari semua elemen kampus. Dan akhirn-
Al Karimiyyah merupakan satu-satunya kampus ya, selamat datang di Kampus INKADHA.
di Sumenep yang berbasis riset dan penelitian. * Pemimpin Redaksi Buletin Kreasi LPM
Sehingga, poin pentingnya, hal ini harusnya ter- Dialektika dan mahasiswa Semester II Prodi
us dicanangkan dan diaplikasikan supaya ber-
jalan dengan baik usai perubahan institusi. MPI STIT Al Karimiyyah.
IV/April 2019 - Buletin Kreasi | 5
TAMBAH PRODI: Visitasi Pembukaan Program Studi STIT Al Karimiyyah Tahun 2018. (Foto Dok. Civitas for Kreasi)
Menilik Dengan adanya pembatasan ini, nantinya
Peralihan juga akan semakin mendorong apapun dan
STIT Menuju siapapun untuk berubah. Termasuk sebuah
INKADHA lembaga pendidikan, lebih khusus perguruan
tinggi (PT).
Perubahan itu niscaya. Sehingga, stagnasi
dalam bentuk apapun harus dihindari. Perubahan ke arah kemajuan ini tidak
Dengan kata lain, setiap hal harus be- bisa dipungkiri juga merupakan imbas dari
rubah. Dalam hal ini tentu saja perubahan ke pesatnya arus globalisasi. Pada zaman yang
arah yang lebih baik dan maju. Bukan kemun- serba cepat, maju, dan modern ini, mereka
duran, apalagi sebuah kehancuran. yang tak beradaptasi akan mati. Sehingga,
lembaga pendidikan sebagai bagian di da-
Maka dari itu, tak salah kiranya jika pe- lam arus tersebut pun harus ikut dan siap
rubahan di sini kita persempit dengan kema- berubah. Entah pada sistem pelayanan atau
juan. Meski tak selalu demikian, setidaknya pada sistem pembelajaran, maupun pening-
identifikasi kata tersebut dalam konteks up- katan lainnya sebagai bentuk kemajuan guna
aya tentu tidak mungkin pada kemunduran. melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang
andal.
Tak heran, dalam lingkup ini, banyak
lembaga pendidikan berlomba-lomba dalam
meningkatkan kualitas pelayanan. Tak terke-
cuali perguruan tinggi tidak ketinggalan ikut
serta dalam perubahan tersebut. Selain agar
bisa bertahan, bersaing dengan perguruan
6 | Buletin Kreasi - IV/April 2019
tinggi lainnya, tentu saja agar bisa melahir- Kisah Nama dan Alasan Perubahan
kan cendikiawan-cendikiawan yang mampu Nama INKADHA atau Institut Kariman
menghadapi kemajuan zaman yang tak bisa
lagi ditahan. Wirayudha berembus kencang di awal tahun
2018 lalu. Nama tersebut diketahui dari foto
Jika membahas perguruan tinggi, tentu materi sekaligus kegiatan Focus Group Dis-
yang tergambar dipikiran kita pertama kali cussion (FGD) yang digelar civitas akademik
adalah bangunan tinggi, mewah, megah, STIT Al Karimiyyah pada Senin, 12 Maret 2018,
dan penuh fasilitas yang sangat jauh berbe- yang menjadi status WhatsApp (WA) sejumlah
da dengan suasana ketika kita masih duduk petinggi kampus.
dibangku sekolah menengah. Meski pada
kenyataanya, tidak setiap perguruan tinggi Untuk mencapai mimpi alih status men-
demikian adanya. Apalagi, bagi kampus yang jadi institut, sejauh ini pihak akademik su-
masih berstatus Sekolah Tinggi dan masih dah melakukan berbagai macam usaha agar
berhadapan dengan sederet pemenuhan in- nantinya kabar yang beredar itu tidak hanya
frastruktur dan penataan manajemen. menjadi omongan belaka. Peralihan bentuk
stastus ini sudah direncanakan sejak jauh-
Namun, justru di situlah keniscayaan jauh hari, karena memeras banyak keringat
perubahan berlaku. Karena selain berperan dalam mempersiapkan segala persyaratan
dalam mencetak calon sarjana yang intelek yang dibutuhkan.
dan berwawasan luas, perguruan tinggi juga
memiliki tugas yang sangat berat seperti ha- Mengutip SuaraJatimPost.com, Ketua
rus menyediakan sarana-prasana yang me- STIT AlKarimiyyah, Dr. Ach. Syaiful, M.Pd.I
madai sebagai media pembelajaran kepada mengatakan, pihaknya sudah melakukan
mahasiswa. Hal itu sangat berpengaruh terh- berbagai persiapan menuju INKADHA. “Kita
adap proses transfer pengetahuan, sehingga sudah melakukan FGD Senin (12/03/2018)
mau tidak mau perguruan tinggi harus terus kemarin, dalam rangka persiapan alih status
meningkatkan kemajuan guna memberikan menjadi INKADHA,” terangnya, Kamis, 15 Ma-
pelayanan terbaik kepada mahasiswanya. ret 2018.
Perubahan pada sebuah perguruan Kepada media tersebut, Syaiful mengaku
tinggi tentu sangat luas. Semisal penataan telah mempersiapkan sumber daya manu-
manajemen yang lebih baik dan transparan, sia (SDM) yang dibutuhkan untuk alih status.
pembangunan sarana-prasarana yang sema- “Dosen yang diperlukan sudah kami siapkan,
kin memadai, dan tak kalah penting adalah dan sudah aman, serta penambahan prodi
peningkatan kualitas intelektual yang harus juga sudah siap,” tuturnya.
menjadi arus utama. Bahkan, perubahan sta-
tus yang mengkover seluruh peningkatan dan Di samping itu, sarana dan prasarana
kemajuan itu sendiri, yakni metamorfosa Se- (Sarpras) untuk mendukung alih status Kam-
kolah Tinggi menjadi Institut atau Universitas, pus PATOT tersebut disampaikan Syaiful juga
juga bagian perubahan yang luar biasa. terus akan dibenahi.
Hal inilah yang sekarang terjadi di Seko- Lalu dari manakah nama Institut Kariman
lah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) AlKarimiyyah Wirayudha (INKADHA) muncul?
Beraji, Gapura, Sumenep. Awal tahun akade-
mik 2019/2020 nanti, Kampus Kuning tersebut Ada hal unik dan perlu kita ketahui ber-
dikabarkan sudah beralih status menjadi In- sama tentang nama seseorang yang disan-
stitut Kariman Wirayudha (INKADHA). Sederet dangkan pada nama baru STIT Al Karimiyyah
isu tentang alih status tersebut sudah hangat ketika resmi beralih status menjadi institut
diperbincangkan dikalangan mahasiswa, nanti. Ketua STIT, Ach. Syaiful menuturkan,
dosen, ataupun masyarakat sejak akhir tahun nama tersebut diusung berdasarkan hasil
2017 lalu. bincang-bincang dengan KH. A. Busyro Karim
selaku Pengasuh Pondok Pesantren Al Karim-
iyyah sekaligus Bupati Sumenep, Madura,
Jawa Timur.
Menurut Syaiful, penggunaan nama
IV/April 2019 - Buletin Kreasi | 7
INKADHA tidak sembarangan untuk pergu- TEBAL: Tumpukan proposal Perubahan Bentuk STIT Al Karimiyyah
ruan tinggi yang dipimpinnya itu. Usut pun- Sumenep Menjadi INKADHA Sumenep, Madura. (Foto Helmy/Kreasi)
ya usut, INKADHA diangkat sebagai bentuk
sanad keilmuan kepada pendiri Ponpes Al kologi,” tutur Syaiful.
Karimiyyah alm. KH. Kariman Wirayudha. Untuk mewujudkan keinginan para siswa
“Itu sudah usulan pengasuh. Saya ngo- saat sosialisasi, pihak akademik bertindak ce-
mong-ngomong dengan K. Busyro kita ini mau pat menanggapi beberapa permintaan siswa
alih status langsung dirujuk nama yang sepuh dengan menggenjot persyaratan pembukaan
K. Kariman Wirayudha. Jadi, nyambungnya ke prodi yang dibutuhkan. Alhasil, dari bebera-
sana,” terang Syaiful, saat ditemui Kru Kreasi pa prodi yang diajukan kepada Ban-PT me-
di ruangannya, Kamis, 14 Maret 2019. menuhi akreditasi minimal SK pada tanggal
12 Februari 2019 lalu. Empat prodi baru terse-
Pihak akademik sengaja tidak mengambil but, antara lain: Manajemen Bisnis Syariah
nama ‘ilmu keislaman’ sebagai awalan dari (S1), Pemikiran Politik Islam (S1), Psikologi Is-
INKADHA, karena itu tidak menjadi masalah lam (S1), dan Pasca Sarjana Manajemen Pen-
terhadap proses alih status STIT. Hakikatnya, didikan Islam (S2).
kata Syaiful, STIT Al Karimiyyah berada di
lingkungan pesantren dan itu sudah cukup un- “Pembukaan-pembukaan prodi baru di Al
tuk dijadikan brand perguruan tinggi berbasis Karimiyyah saat itu disusul dengan niat untuk
keislaman. Hal itu juga diperkuat dengan vi- beralih bentuk status,” ungkap Syaiful.
si-misi yang diangkat yaitu menjadi perguruan
tinggi Islam berbasis riset dan intrepreneur,
di mana merupakan satu-satunya perguruan
tingggi yang menggagas penelitian kepada
mahasiswa dan dosen, khususnya di Madura.
Sebagai awal penerapan dari kampus
berbasis riset, pihak akademik tidak tanggu-
ng-tanggung mengambil tindakan tegas dan
mengintruksikan kepada mahasiswa maupun
dosen agar nanti ketika pulang dari Kuliah
Kerja Nyata (KKN) bersama-sama membawa
hasil laporan. Hal itu dilakukan sebagai re-
alisasi kepada warga kampus atas kebijakan
yang dilahirkan bersamaan dengan upaya
alih status.
Tentu saja, alih status ini tak lahir dari
ambisi perubahan oleh pihak akademik se-
mata. Syaiful menceritakan, mulanya empat
prodi yang berhasil digagas tahun ini sebagai
salah satu syarat memenuhi alih status ber-
dasarkan hasil pengembangan dari proses
sosialisasi perekrutan mahasiswa baru di se-
kolah-sekolah tahun 2018 lalu. Di antara para
siswa saat promosi waktu itu, sedikit banyak
menanyakan prodi-prodi yang belum tersedia
di STIT Al Karimiyyah.
“Muncul (pertanyaan, red) dari siswa, ke-
napa tidak ada prodi yang lain, Pak? Kemudi-
an saya cari prodi, yang sampean minati apa,
ada yang menginginkan Ushuluddin dan Psi-
8 | Buletin Kreasi - IV/April 2019
Jalan Terjal Menuju INKADHA ke dalam pembentukan tim yang akan men-
Upaya menyediakan sejumlah prodi gurus Proposal Pembukaan Prodi Baru. Ber-
dasarkan penuturan Kepala Statistik STIT Al
baru yang berlanjut pada keinginan beralih Karimiyyah, Fawaid, M.Pd.I, tim tersebut terdiri
status menjadi institut bukanlah hal mudah dari Dr. Ach. Syaiful, M.Pd.I, Kacung Wahyudi,
dan instan. Forum Group Discussion (FGD) M.Pd.I, Zainullah, M.Pd.I, Rasuki, M.Fil.I, Anwar
sebagaimana disebutkan di atas menjadi Rudi, M.Pd.I, Amiruddin, M.Pd.I, dan Mukhlis,
langkah serius yang diambil pihak civitas aka- M.Pd.I.
demik STIT Al Karimiyyah untuk mewujudkan
semua keinginan tersebut. Namun, proses awal tersebut tak begitu
saja dapat digarap dengan mulus. Pasalnya,
Di dalam forum yang berlangsung pada untuk memenuhi persyaratan alih status ada
pertengahan Maret 2018 tersebut, sejumlah hal yang paling urgen harus dipersiakan, yaitu
hal yang bakal dibutuhkan untuk pembukaan kualitas tenaga pendidik yang harus dibenahi
prodi yang nantinya menjadi fakultas dibahas oleh pihak akademik. Sebab, untuk menjadi
bersama Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim institut yang di dalamnya ada program pas-
selaku Pengasuh Ponpes Al Karimiyyah. Mulai casarjana yang menuntut perguruan tinggi
dari administrasi, SDM, sarpras, tak terkecuali minimal harus memiliki enam dosen bertitel
pendanaan. doktor atau profesor.
Selanjutnya, langkah pasti diwujudkan Guna mengantisipasi hal itu, mau tak mau
pihak akademik membuka perekrutan dosen.
Upaya mencapai target yang ditentukan itu
pun bukan hal mudah, karena banyak dosen
bergelar doktor sudah menjadi dosen tetap
di perguruan tinggi lain. Beruntung, akhirnya
STIT Al Karimiyyah berhasil memenuhi_bah-
kan lebih_ jumlah dosen yang memenuhi kri-
teria dan ketentuan dari Ban-PT, di antaranya
Ketua STIT Al Karimiyyah sendiri, Dr. Ach. Syai-
ful, M.Pd.I, Dr. KH. A. Busyro Karim, Dr. Rahbini,
M.Pd, Dr. Jamilah, S.Hum, M.Ag, Dr. Musleh,
M.Pd, Dr. Mukhlisi, M.Pd, Dr. Maimun, M.Ag,
dan Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Pd.
“Dosen merupakan hal penting yang ha-
rus dibenahi, karena sebagus apapun kampus
dan dananya, bila dosen tidak berkualitas,
maka tidak baik juga,” ujar Syaiful.
Sementara itu, Fawaid mengatakan, da-
lam mempersiapkan persyaratan menjadi
institut membutuhkan banyak personel, ter-
utama saat menggarap proposal pembukaan
empat prodi dan peralihan status. Untuk
mensukseskan Borang (semacam proposal
yang diajukan kepada Ban-PT, red), akhirn-
ya seluruh pimpinan prodi, LP2M, dan LP3M
diterjunkan dan dibagi menjadi beberapa
tim di bawah kendali tim utama. Adapun
nama-nama yang menggarap Borang, di an-
taranya Fawaid dan Kacung Wahyudi meng-
garap Borang Pascasarjana, Amiruddin dan
IV/April 2019 - Buletin Kreasi | 9
Ali Rahmat menggarap Psikologi, Mukhlis Islam (S1), Pendidian Bahasa Arab (S1), Pen-
dan Zainullah menggarap Ekonomi dan Bisnis didikan Islam Anak Usia Dini (S1), dan Pendi-
Syariah, sedangkan Anwar Rudi menggarap dikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (S1); Fakultas
Pemikiran Politik Islam. Ekonomi dan Bisnis Syariah dengan Prodi Ma-
najemen Bisnis Syariah (S1); Fakultas Ushulud-
Setelah berjuang kurang lebih tiga bulan, din dengan Prodi Pemikiran Politik Islam (S1);
pada Ramadan tahun lalu (sekitar Juni 2018, dan Fakultas Psikologi dengan Prodi Psikologi
red), tepatnya di Hotel Santika, Tanggerang, Islam (S1); serta program Pascasarjana den-
Jakarta, selama dua hari satu malam Syaiful gan Prodi Manajemen Pendidikan Islam (S2),”
bersama Fawaid mempresentasikan hasil Bo- tandas Fawaid.
rang yang digarap di hadapan empat profes-
sor. Dalam pertemuan itu, kata Fawaid, mer- Di tahun akademik baru nanti, empat
eka membahas beberapa standar kelayakan, prodi yang sudah disiapkan sudah bisa dipas-
standart isi, kurikulum, visi-misi, dan beberapa tikan dibuka. Begitu pula dengan alih status,
hal lainnya di dalam Borang. Fawaid optimis tidak akan meleset dari tahun
Menurut Fawaid, ada sejumlah per- BERBENAH: Perpustakaan STIT Al Karimiyyah sudah menggunakan
tanyaan dari para profesor yang diutarakan sistem OPAC dan terus menambah jumlah buku. (Foto Helmy/Kreasi)
padanya. Mulai dari soal SDM, sarana prasa-
rana, tenaga pendidik, dan diakhiri dengan ini. “Saya optimis tahun ajaran baru ini sudah
bimbingan. “Salah satu persyaratan yang dibuka prodi baru. Dan untuk alih status men-
harus dipenuhi ialah tiga fakultas (untuk jadi INKADHA, kami optimis juga bahwa tahun
menjadi institut, red). Kami sudah ada empat ini sudah bisa,” tegasnya, Jumat, 01 Maret lalu.
fakultas. Kemarin ada empat professor yang
menguji beberapa pertanyaan semisal mu- Ketua STIT Al Karimiyyah, Ach. Syaiful pun
lai dari SDM hingga sarana prasana,” terang membenarkan bahwa di tahun akademik baru
Kepala Statistik STIT Al Karimiyyah itu, Ming- nanti perguruan tinggi yang dipimpinnya su-
gu, 10 Maret 2019 lalu. dah dipastikan menjadi Institut. Hal itu karena
dari bebagai persyaratan sudah dipenuhi dan
Enam bulan berselang, pada Kamis, 27 prodi yang diajukan sudah mendapatkan SK
Desember 2018 lalu, akhirnya dilakukan Visi- dari Ban-PT.
tasi oleh Tim BAN-PT (dua orang) dan Kemen-
terian Agama (1 orang). Dengan dilakukannya “Persiapan alih status menjadi INKADHA
visitasi itu, harapan pembukaan prodi baru sudah positif 90 persen. Saya berharap se-
sekaligus alih status menjadi institut mulai belum launching yang diagendakan liburan
terbuka di depan mata. Terbukti, pada Selasa, ini, semua aktivitas di kampus segera diper-
12 Februari 2019 lalu, SK sejumlah prodi baru siapkan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya, di
yang diajukan sudah keluar. hari yang sama.
“Beberapa prodi yang memang sudah ada
di STIT Al Karimiyyah saat ini, sudah terakred-
itasi B. Ternyata, hasil dari akreditasi prodi
bulan Februari kemarin juga berpengaruh
terhadap proses peralihan menjadi institut,”
ungkap Fawaid.
Empat prodi baru yang sudah mendapat
SK itu, lanjut dia, secara otomatis terakredita-
si C. Maka dari itu, pihak akademik nantinya
akan melakukan reakreditasi kembali guna
memperbaiki hasil akreditasi saat ini.
“Sekarang STIT Al Karimiyyah sudah men-
gantongi empat fakultas. Yaitu Fakultas Tar-
biyah dengan Prodi Manajemen Pendidikan
10 | Buletin Kreasi - IV/April 2019
Siapkan Beasiswa, Upgrade buku. “Komputer sebelah utara itu untuk men-
Perpustakaan cari judul,” ucap Sahmari, saat ditemui pada
Jumat, 15 Februari lalu.
Berbagai macam usaha untuk beralih sta-
tus menjadi institut itu tidak selesai sampai di Pembenahan tidak cukup sampai di situ.
sana. Usaha yang dilakukan pihak akademik Untuk meningkatkan pelayanan kepada ma-
untuk memperbaiki pelayanan, juga disusul hasiswa, di dalam perpustakaan sendiri su-
dengan peningkatan kuliatas mahasiswa. dah tersedia 918 judul buku, 888 jenis buku,
Untuk menanggulangi sejumlah sektor yang dan 1624 item example. Tidak hanya itu,
menjadi problem, khususnya di kalangan ma- rencananya dalam jangka waktu dekat ini
hasiswa sendiri, Syaiful mengaku sudah meny- perpustakaan juga akan menambah koleksi
iapkan beberapa solusi. Serangkaian solusi buku. Sebab, kata Sahmari, buku-buku yang
yang sudah dicanangkan tersebut, salah sat- ada di perpustakaan masih kurang untuk me-
unya kepada jurusan Pendidikan Bahasa Arab madai kebutuhan mahasiswa dalam menuju
(PBA). Tahun ini dikatakan ada kuota bea- peralihan status menjadi institut.
siswa untuk tiga puluh orang, sehingga ketiga
puluh orang penerima beasiswa itu nantinya Masih untuk mengimbangi peralihan sta-
tidak akan dipungut biaya pendaftaran sam- tus, sebelumnya sempat direncanakan per-
pai wisuda. pustakaan akan diperluas dengan mendobrak
dinding agar perpustakaan STIT Al Karimiyyah
“Sudah kemarin (ngurus beasiswa, red) di menjadi satu dengan perpustakaan Madrasah
Mojekerto, kami ke sana penandatanganan Aliyah (MA). Namun, lanjut Sahmari, setelah
yang PBA. Sebanyak tiga puluh orang dari konfirmasi dengan yayasan hal itu diurungkan
pendaftaran sampai wisuda tidak dipungut bi- karena beberapa faktor yang dipertimbang-
aya,” jelas Ketua STIT Al Karimiyyah dua peri- kan.
ode itu, Kamis, 14 Maret 2019.
“Kemarin saya usulkan tembus ke sini ke
Guna mengimbangi alih status menja- perpustakaan milik MA di sebelah utara. Jadi,
di institut, persiapan juga dilakukan oleh ini masih diotak-atik,” terangnya.
perpustakaan. Kepala Perpustakaan STIT Al
Karimiyyah, Sahmari mengatakan, pihaknya Siapkah Mahasiswa?
sudah melakukan berbagai macam usaha un- Perubahan status STIT Al Karimiyyah
tuk menyambut INKADHA sejak tahun 2017
lalu. menjadi INKADHA nantinya diinginkan Pem-
bantu Ketua (PK) III Bidang Kemahasiswaan,
Terbukti, saat Kru Kreasi masuk ke da- Sahnawi, S.Ag bisa membawa beberapa pe-
lam perpustakaan pada pertengahan Feb- rubahan yang cukup signifikan. Terutama,
ruari lalu, di dalamnya ruang dan tata letak pada struktur harus benar-benar ditempati
rak buku sudah jauh berbeda dengan tahun oleh orang yang kompeten di bidangnya. Tak
sebelumnya. Perpustakaan yang terletak di terkecuali, mindset mahasiswa harus berubah
ujung selatan Kampus PATOT tersebut, dari seiring dengan proses menuju status institut.
tahun sebelumnya sudah menggunakan basis Mahasiswa diharapkan menjadikan kampus
Online Public Acces Catalog (OPAC). Hal itu sebagai dunia akademik, sehingga lambat
dilakukan untuk mempermudah mahasiswa laun pola pikir mereka mampu mencermink-
ketika ingin meminjam buku. an sikap sebagai mahasiswa yang sesung-
guhnya.
Sedangkan salah satu usaha yang ber-
buah hasil saat ini, yaitu penambahan dua “Untuk mencapai itu semua perlu dimulai
unit komputer yang sudah dapat digunakan dari kesadaran bersama entah dari maha-
untuk mengakses berbagai macam buku di siswa, BEM, DPM, hingga ke pihak akedemik
perpustakaan. Dua komputer tersebut di harus mempunyai pola pikir searah,” ujarnya,
antaranya digunakan sebagai absensi para Sabtu, 16 Maret lalu.
pengunjung, sedangkan satu unit komputer
lainnya digunakan sebagai pengimput data Hal yang tak jauh beda sebelumnya di-
ungkapkan Ketua STIT Al Karimiyyah, Ach.
IV/April 2019 - Buletin Kreasi | 11
PK III STIT Al Karimiyyah, Sahnawi, S.Ag saat ditemui di ruangannya. (Foto haknya selalu menggalakkan ucapan selamat
Fahrun Anniza/Kreasi) terhadap perlaihan status tersebut sejak jauh-
jauh hari.
Syaiful. Menyambut peralihan status, pihak-
nya menginginkan kegiatan-kegiatan dalam “Itu sudah dari kemarin kami gelembung-
kampus semakin baik. Mulai dari Badan Ek- kan di media, baik di halaman BEM sendiri
sekutif Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa, maupun perindividu. Kalau masalah persia-
dan lembaga mahasiswa lainnya diharapkan pannya secara matang masih belum, karena
agar berjalan aktif. “Entah itu diskusi, debat, SK-nya belum diberlakukan. Kan yang akan
dan acara-acara akademik yang lainnya,” sah saat penerimaan mahasiswa baru dan
ucapnya, Jumat, 01 Maret lalu. mungkin sebelum OSPEK atau ORMABA jauh-
jauh hari kami sudah mempersiapkan hal
Mantan aktivis PMII Surabaya itu men- yang sepatutnya,” terang dia.
jelaskan, ketika sudah menjadi INKADHA,
sistem pendidikan di STIT Al Karimiyyah akan Namun, sambung Yudi, BEM memiliki ini-
berbasis riset. Sistem tersebut akan diberlaku- siatif akan mengadakan semacam acara yang
kan kepada seluruh warga kampus, baik ma- di dalamnya akan membahas peralihan status
hasisawa maupun dosen. STIT menjadi INKADHA. “Kalau ada waktu In-
syaAllah sebelum liburan ini. Doakan saja se-
“Cita-cita kami mengusung kampus riset moga terealisasi,” ucapnya.
jadi INKADHA ikonnya memang kampus riset,”
imbuh dia. Yang pasti, sebagai Presiden Mahasiswa
(Presma) ia berharap ketika resmi menjadi
Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif INKADHA nanti, mahasiswa bisa konsisten
Mahasiswa (BEM) STIT Al Karimiyyah, Yudi terhadap waktu, dan komitmen terhadap se-
Harianto mengatakan, setelah beralih status gala aturan, terutama dalam berpakaian. Se-
nanti pihaknya akan mengimbau kepada ma- dangkan untuk pihak akademik, ia berharap
hasiswa agar setelah beralih status, dari segi perekrutan dosen-dosen baru sesuai dengan
penampilan tidak ada lagi yang memakai pakem alias memang kompeten di bidangnya.
sandal.
“Dari segi infrastruktur, kami harap ma-
“Istilahnya, formallah ke kampus. Kedua, hasiswa di sini sudah memiliki kelas mas-
kami dari BEM, ketika sudah beralih status, ing-masing. Tidak ada lagi yang namanya kita
nanti kita di kampus tidak hanya nongkrong, belajar di luar kelas karena tidak adanya ke-
tetapi bagaimana budaya-budaya literasi kita las. Terus dari DPM, BEM, dan UKM punya kan-
itu hidup. Saya harapkan itu,” ungkapnya, tor sendiri dan infrastruktur juga lebih baik ke
Minggu, 24 Maret 2019. depannya,” harap Yudi.
Sejauh ini, belum ada hal khusus yang Sampai detik ini, Yudi memastikan be-
dilakukan BEM menghadapi alih status nanti. lum ada aspirasi dari mahasiswa kepada BEM
Akan tetapi, Yudi mengaku di dunia maya pi- yang diterimanya terkait peralihan status STIT
Al Karimiyyah menjadi INKADHA. Bahkan,
saat BEM melakukan penyebaran angket ter-
kait informasi alih status beberapa waktu lalu,
hasilnya ternyata fifty fifty (50/50).
“Ada (sebagian) mahasiswa yang meng-
etahui tentang peralihan kampus. Kami dari
BEM sangat membuka hati untuk saran pera-
lihan status dari STIT menjadi INKADHA akan
lebih baik ke depannya. Untuk saat ini masih
belum ada suara aspirasi mahasiswa kepada
BEM,” tandasnya.
| Amin Rais, Fahrun Anniza, Khairunnisak,
Annisa, Rofiq, Fathorrosi, Helmy
12 | Buletin Kreasi - IV/April 2019
Benarkah desas-desus untuk berubah dan kemauan institusi, termasuk pengasuh K.
menjadi institut digadang-gadang sejak Busyro (Dr. KH A. Busyro Karim, M.Si, red) su-
tahun 2017? Lalu, kapan kampus PATOT dah mulai ke sana.
benar-benar mewujudkan mimpinya? Lantas,
bagaimana tanggapan Ketua STIT menyikapi Apa Tujuan beralih status menjadi
hal tersebut. Berikut hasil penelusuran Amin INKADHA?
Rais, Fahrun Anniza, Khairunnisak, Annisa, dan
Saidah Salama pada Kamis, 14 Maret 2019 Sebenarnya setiap lembaga kan ingin
lalu, yang dikemas secara eksklusif oleh bule- meningkatkan kualitas. Sebuah lembaga yang
tin Kreasi. bagus bagaimana service pelayanan kepada
masyarakat juga baik. Jadi, intinya kita akan
Kapan ide alih status menjadi INKADHA memberikan pelayanan terhadap keinginan
muncul? dan kebutuhan masyarakat. Setelah keingi-
nan itu dicapai, yang jelas kuncinya juga satu,
Habis akreditasi empat prodi kemarin, di intern itu diubah pola pikirnya.
kemudian rencana untuk pengenmbangan
kampus itu ada. Sebenarnya tidak langsung Nanti setelah resmi menjadi institut ge-
datang dari nol, salah satunya saat sosialisasi dungnya di mana?
ke sekolah-sekolah. Pembukaan-pembukaan
prodi ini sekaligus berniat beranjak beralih Kita mengusulkan berpisah. Tapi dalam
status menjadi institut. konteks institut kita berunding lain dan ben-
tuk gedungnya juga bercirian (memiliki ciri
Apa benar alih status ini sudah diren- khas, read) dan insya Allah dalam minggu ini
canakan sejak tahun 2017? sudah ketemu.
Ya. Akhir 2017 kan itu pasca akreditasi. Kira-kira kapan kampus ini resmi menjadi
Setelah akreditasi usai kita melakukan peru- institut?
bahan-perubahan yang nampak dan ada yang
tidak nampak. Tapi berbicara arah kebijakan Kalau secara legal formalnya, saya konfirmasi
IV/April 2019 - Buletin Kreasi | 13
Yudi Harianto
Presiden Mahasiswa
STIT Al Karimiyyah
Periode 2018-2019
Sangat
Mengapresiasi
Kinerja Pihak
Akademik
Proses peralihan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyyah (STIT) Al Karimiyyah menjadi Institut Kari-
man Wirayudha (INKADHA) tentu perlu kesiapan semua pihak. Tak hanya pihak civitas
akademik yang sudah setahun ini sibuk dengan segala prosesnya, namun menjelang peru-
bahan itu mahasiswa juga perlu bersiap memberikan yang terbaik.
Untuk itu, Kreasi menemui Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIT Al Karimiyyah se-
bagai perwakilan mahasiswa guna mendapat banyak hal terkait alih status ini. Dalam konteks
ini bagaimana sikap atau tanggapan BEM menyikapi perbincangan hangat di kalangan maha-
siswa maupun dosen tentang peralihan STIT menjadi INKADHA?
Berikut hasil wawancara Rofiq, Fahrun Anniza, Annisa bersama Presiden Mahasiswa (Pres-
ma) STIT Al Karimiyyah Periode 2018-2019, Yudi Harianto pada Minggu, 24 Maret 2019 lalu.
***
Bagaimana tanggapan Anda tentang per- ti menuntaskan kepada teman-teman ma-
alihan STIT menjadi INKADHA? hasiswa setelah beralih status, dari segi
penampilan tidak ada lagi yang memakai san-
Terkait peralihan tersebut memang diu- dal. Istilahnya formal-lah ke kampus. Kedua
mumkan sejak penerimaan mahasiswa baru, kami dari BEM, ketika sudah beralih status,
tepatnya saat sosialisasi ke sekolah-sekolah, nanti kita di kampus tidak hanya nongkrong,
di situ diumumkan bahwa STIT akan menjadi tetapi bagaimana budaya-budaya literasi kita
institut. Kami sangat mengapresiasi terhadap itu hidup, saya harapkan itu.
pihak akademik karena dari digelembung-
kannya isu tersebut, itu tidak sampai satu ta- Hal apa saja yang sudah BEM lakukan un-
hun sudah beralih status. Namun, itu belum tuk menghadapi STIT menuju INKADHA?
mendapatkan SK dari Kopertais. Yang saya
ketahui dari salah satu pihak akademik, itu Untuk itu sendiri memang dari segi ak-
akan disahkan dan SK-nya akan turun saat sinya masih belum. Tapi kalau di dunia maya
Penerimaan Mahasiswa Baru 2019 ini. kami dari BEM selalu menggalakkan yang
namanya ucapan selamat terhadap perlai-
Sejauh ini kesiapan Anda sebagai PRES- han status ini. Itu sudah dari kemarin kami ge-
MA sudah sejauh mana untuk memimpin ma- lembungkan di media, baik di halaman BEM
hasiswa yang sebentar lagi STIT akan menjadi sendiri maupun perindividu. Kalau masalah
INKADHA? persiapannya secara matang masih belum,
karena SK-nya belum diberlakukan. Kan yang
Sejauh ini dari BEM, yang pertama nan-
14 | Buletin Kreasi - IV/April 2019
akan sah saat penerimaan mahasiswa baru beberapa waktu lalu, SK sudah dibuat di kemente-
dan mungkin sebelum OSPEK atau ORMABA rian karena yang tanda tangan Pak Menteri bukan
jauh-jauh hari kami sudah mempersiapkan Dirjen. Saya targetkan bulan puasa kita launching.
hal yang sepatutnya. Kalau gedung masih menunggu.
Ketika STIT sudah menjadi INKADHA hal Apa saja Persyaratan untuk menjadi institut?
apa yang akan Anda lakukan pertama kali? Sebenarnya ringan, hanya butuh tiga fakul-
tas, itu minimal. Kalau kita malah lebih banyak,
Kami juga dari BEM ada inisiatif, doakan ada Tarbiyah, Ushuluddin, FEB, Psikologi, sudah
saja semoga terealisasi, akan mengadakan memenuhi semua. Kalau Anda cek di online, su-
semacam acara yang di dalamnya akan kami dah akreditasi minimum di situ.
singgung ucapan selamat ataupun menying-
gung peralihan alih status itu. Kalau ada wak- Mengapa penambahan empat prodi
tu Insya Allah sebelum liburan ini. memilih FEB, Psikologi, dan Ushuluddin?
Apa harapan Anda ketika STIT resmi men- Karena permintaan masyarakat seperti
jadi INKADHA? itu. Bahkan lahirnya dua prodi kemarin kan
juga seperti itu.
Tentu kalau dari saya pribadi mewakili
teman-teman BEM untuk mahasiswa sendiri Apakah ada perbedaan sistem pendidikan
seperti yang disebutkan tadi, yang pertama ketika nanti benar-benar menjadi institut?
tepat waktu, terus pakaian ke kampus itu
formal, pakai sepatu dan sebagainya. Yang Saya juga minta ke penjaminan mutu, pen-
kedua, kalau untuk pihak akademik saya jaminan mutu pendidikan, penjaminan mutu
rasa harapan kami itu dari perekrutan dosen- dosen. Saya bilang di awal target kita setiap ta-
dosen baru memang pakem (kompeten, red) hun ada ruangan yang layak untuk perkuliahan.
di bidangnya. Tidak ada kesalahan untuk Kalau besok ketemu dengan K. Busyro (Dr. KH
dosen ketika mengampu mata kuliah. Misal- A. Busyro Karim, M.Si, red) teman-teman akan
kan pakemnya di bidang fiqih, tapi dosennya minta fasilitas, kita harus masuk pagi. Sekarang
bukan ahli di bidang fiqih, itu kan tidak etis. tidak bisa kan kalau masuk pagi. Di sini juga
diterapkan riset untuk mahasiswa dan dosen.
Dari segi infrastruktur kami harap maha- Cita-cita kami mengusung ‘Kampus Riset’ jadi
siswa di sini sudah memiliki kelas masing-mas- INKADHA, ikonnya memang Kampus Riset.
ing, tidak ada lagi yang namanya kita belajar
di luar kelas karena tidak adanya kelas. Terus Minimal perguruan tinggi harus mempu-
dari DPM, BEM, dan UKM punya kantor sendiri nyai berapa dosen setalah mejadi isntitut?
dan infrastruktur juga lebih baik ke depannya.
Sesuai target negara minimal enam yang ma-
Sejauh ini apakah ada respon atau aspi- suk forlab Dikti persatu prodi. Kalau MPI harus leb-
rasi dari mahasiswa yang masuk kepada BEM ih rasionya. Kan setiap dosen membimbing empat
terkait peralihan STIT menjadi INKADHA? puluh mahasiswa, jadi itu tinggal dibagi saja.
Kalau masalah aspirasi dari mahasiswa Kalau yang S2 enam yang bertitel doktor,
kepada BEM sampai detik ini untuk saya kalau ada profesor.
sendiri tidak ada. Kami dari BEM sempat
menyebarkan angket kemarin, setelah kami Menyikapi alih status ini, bagaimana
lihat ternyata ya 50/50 ada yang mahasiswa harapan Anda ke depannya?
mengetahui tentang peralihan kampus. Kami
dari BEM sangat membuka hati untuk saran Saya berharap kegiatan-kegiatan dalam
peralihan status dari STIT menjadi INKADHA kampus semakin baik, baik Badan Eksekutif
agar lebih baik ke depannya. Untuk saat ini Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa, agar
masih belum ada suara aspirasi mahasiswa berjalan semua. Entah itu diskusi, debat, dan
kepada BEM. (*) acara-acara akademik yang lainnya. (*)
IV/April 2019 - Buletin Kreasi | 15
Pencapaian
yang Sangat Baik
Peralihan STIT menjadi INKHADA mer-
upakan suatu pencapaian yang sangat baik,
karena peralihan tersebut merupakan bentuk
kelebihan dari berbagai macam usaha yang
dilakukan oleh civitas akademik, karena da-
lam jangka waktu singkat selangkah lebih
baik, tentunya dengan menjadi Institut.
Hendri, Menteri Dalam Negeri (Mendagri)
BEM STIT Al Karimiyyah
Sangat Luar Biasa
Mengenai peralihan status dari sekolah
tinggi menjadi INKHADA menurut saya sangat
luar biasa dalam pencapaian kampus STIT Al
Karimiyyah, karena dari berbagai impian yang
dicita-citakan dari kemarin Alhamdulillah
akan terealisasikan. Maka dari itu, harapan
saya nantinya ketika beralih menjadi INKHA-
DA akan lebih progres ke depan dalam hal
kemajuan kampus STIT Al Karimiyyah.
Khaliq, Ketua UKM Pengembangan
Intelektual (PI)
Bangga dan Bahagia
Sangat bangga dan bahagia, sebab dari
bayaknya usaha baik dari pihak akademik dan
juga para mahasisawa sudah mampu terlihat
sebagai wujud nyata dengan peralihan STIT
menuju INKADHA. Dalam bidang akademik
sudah mampu menampakkan bahwa kampus
PATOT yang kita banggakan dapat member-
ikan pandangan yang cerah bagi kami yang
masih dalam proses menempa diri. Selamat
semoga barokah serta selalu jaya.
Khairul Umam A, Ketua UKM Rakyat Taresna
16 | Buletin Kreasi - IV/April 2019
INKADHA:
Butuh Ketangguhan Pengelola
dan Kepercayaan Masyarakat
Oleh: HM Hafid*
Dalam umur yang relatif pendek Yayasan Supaya jangan sampai secara institusi terjadi
Kariman yang memayungi beberapa peningkatan status, akan tetapi secara penge-
Lembaga Pendidikan Islam melangkah lolaan (manajemennya) semakin lemah. Oleh
dengan pasti untuk menjawab tuntutan mas- karena itu, INKADHA membutuhkan pengelo-
yarakat yang semakin konpleks. la yang tangguh dan profesional.
Lembaga perguruan tinggi yang pertama Ada 3 komponen utama dalam mengelo-
kali dikelola Yayasan Kariman adalah Seko- la Perguruan Tinggi menurut Dirjen Kemente-
lah Tinggi Islam Al Karimiyyah (STIA). Beber- rian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi,
apa tahun kemudian berubah status menjadi Djoko Santoso, yaitu:
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Karimiyyah
(STIT Al Karimiyyah). Baru lepas dari sewin- Dosen dan Tenaga Kependidikan. Kampus
du perjalanan waktunya lalu (akan) berubah adalah instansi pendidikan oleh karena itu
status menjadi Institut Kariman Wirayudha peran dosen atau tenaga kependidikan san-
(INKADHA). gat dibutuhkan dengan sinergitas yang tinggi.
Bukan asal kerja tanpa program dan aturan
Keberhasilan merubah Sekolah Tinggi main yang jelas.
menjadi Institut bukan semudah membalik-
kan tangan. Akan tetapi, penuh dengan per- Pengelola Kampus. Rektor, Dekan, Ka Pro-
juangan berkeringat-keringat siang malam di adalah pengelola perguruan tinggi level
dari semua pihak, baik dari Yayasan Kariman Institut yang terus dituntut inovasi pemikiran-
terlebih dari pihak Ketua, Pembantu-pemban- nya bagaimana INKADHA ini dapat diterima
tu dan semua dosen di Perguruan Tinggi ter- dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.
cinta ini. Secara intitusi kita melangkah lebih Raker lengkap menjadi kebutuhan dalam se-
maju ke depan. tiap tahunnya agar perjalanan Inkadha sema-
kin meyakinkan.
Saat ini, semakin banyaknya perguruan
tinggi, maka peningkatan manajemen INKAD- Sistem Informasi dan Sarana-prasarana
HA yang profesional memegang peranan ter- Kampus. Dengan adanya sistem yang baik ten-
penting untuk dapat menjamin keberlangsun- tu akan membuat kampus lebih maju. Namun
gan dan eksistensi sebuah perguruan tinggi sistem yang baik saja tidaklah cukup, sistem
dan diperhitungkan di masyarakat. Oleh kare- harus mampu mengakomodir kebutuhan
na itu, INKADHA harus menggunakan segala kampus. Dengan demikian sekat-sekat yang
energi dan sumber daya yang ada untuk sela- sering membikin kebuntuan akan menjadi
lu berusaha melakukan peningkatan pengelo- terbuka. Sarana prasarana akan terpenuhi
laan organisasinya. sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan.
Pada dasarnya pengelolaan semua per- Akhirul kalam, jika semua komponen
guruan tinggi pada umumnya adalah proses tersebut di atas dikelola dengan baik dan
bagaimana meningkatkan produktivitas dan pofesional, maka insya Allah INKADHA dapat
efisiensi pada proses, konten dan sumber mencapai hasil yang maksimal. Masyarakat
daya yang ada. Tentu saja membutuhkan pi- akan terbangun kepercayaannya untuk ber-
hak pengelola untuk mengembangkan dan partisipasi aktif terhadap INKADHA. Semoga.
mengelola INKADHA semakin baik ke depan.
* Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam
(MPI) STIT Al Karimiyyah.
IV/April 2019 - Buletin Kreasi | 17
INKADHA
‘Kampus Ala Madrasah’
Oleh: Dr. Jamilah, S.Hum, M.Ag*
Perubahan di sebuah lem- Manajemen Pendidikan Islam.
baga pendidikan merupa- Sebuah pengembangan
kan sebuah keharusan, ter-
utama inovasi untuk melakukan yang sangat cepat untuk se-
perubahan ke arah yang lebih buah kampus yang baru ber-
baik. Tuntutan zaman yang diri di tahun 2008, namun
semakin berkembang dengan hal ini perlu diapresiasi oleh
perkembangan teknologi 4.0 semua civitas akademika untuk
maupun perkembangan soci- melakukan upaya peningkatan
ety 5.0 telah membuka ‘mimpi’ kualitas dan kuantitas semua
bahwa inovasi sebuah kelem- elemen dari kampus ‘STIT Al
bagaan dalam menghadapi Karimiyyah’. Meskipun, penulis
tantangan zaman merupakan kadangkala bertanya apakah
sebuah keniscayaan. ini sebuah inovasi pengemban-
gan atau sebuah upaya pening-
Tidur panjang yang telah kita alami da- katan yang ‘dipaksakan’. Waktu dan catatan
lam zona kenyamanan mengharuskan semua sejarah yang akan menjawabnya. Artinya
civitas akademika dalam lembaga pendidikan ketika perubahan menuju institut dibarengi
untuk segera tersadar dan berlari merebut dengan pengembangan dan perbaikan semua
sebuah ‘rencana’ pengembangan yang telah elemen, maka peningkatan pengembangan
dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan ini merupakan sebuah inovasi yang memang
lainnya. Ketertinggalan yang dialami oleh diharapkan oleh semua civitas akademika ter-
lembaga kita. masuk masyarakat.
Kampus STIT Al Karimiyyah dengan
Kampus yang berdiri di tahun 2008 ini sistem pendidikan saat ini memperlihatkan
dengan empat suksesi kepemimpinan kini pola pendidikan ala sekolah menengah (atau
melakukan perubahan melalui peningkatan penulis menyebutnya ala madrasah). Kampus
status dari ‘Sekolah Tinggi’ menuju ‘Institut’. seharusnya melakukan Tri Dharma Perguruan
Perubahan ini membawa konsekuensi penam- Tinggi (Pendidikan & Pengajaran; Penelitian;
bahan program studi dan pembentukan dan Pengabdian), namun saat ini masih yang
fakultas selain tarbiyah. Program studi awal berjalan dalam sistem pendidikan kita masih
‘Kependidikan Islam’ dan ‘Pendidikan Bahasa satu yakni pendidikan dan pengajaran. Pene-
Arab’, kini bertambah dengan dua program litian dan pengabdian masih sifatnya tentatif,
studi tambahan dan perubahan nomenklatur belum terpadu dalam sebuah sistem kampus,
satu program studi, yakni ‘Manajemen Pendi- yakni penelitian melalui pengajuan ke DIKTIS,
dikan Islam’, ‘Pendidikan Islam Anak Usia Dini’ sehingga bisa dipastikan dosen yang dapat
dan ‘Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah’. hanya maksimal satu orang setiap tahunn-
Program-program studi yang sedang diajukan ya; pengabdian menginduk kepada kegiatan
untuk menjadi Institut ‘INKADHA’, yakni Psi- KKN. Hal ini berdampak terhadap sulitnya
kologi Islam (Fakultas Psikologi); Pemikiran karya-karya tulis yang dihasilkan oleh dosen-
Politik Islam (Fakultas Ushuluddin); Manaje- dosen STIT Al Karimiyyah, baik dalam bidang
men Bisnis Syariah (Fakultas Fakultas Ekonom penelitian dan pengabdian. Apalagi, karya-
dan Bisnis Syariah); dan Program Pascasarjana
18 | Buletin Kreasi - IV/April 2019
karya mahasiswanya maupun tenaga pen- sebuah tuntutan yang akan semakin mem-
didikannya. Sebuah ironi yang harus segera persulit gerak kampus kita, kalau sistem at-
dilakukan perbaikan. mosfer akdemiknya masih berpola ‘madra-
sah’. Apalagi akreditasi BAN-PT juga sudah
Sistem pengelolaan kampus yang ber- berbasis online, akreditasi SAPTO dengan
jalan baik ini sangat terlihat dalam setiap 12 standar. Artinya perubahan status menu-
harinya, di mana sistem pendidikan dan pen- ju institut seharusnya juga dibarengi dengan
gajaran yang masih disamakan waktunya un- peningkatan atmosfer akademik, dengan
tuk semua mata kuliah, padahal seharusnya melakukan perubahan sistem manajemen
setiap mata kuliah ada jumlah Sistem Kredit ala Perguruan Tinggi (Tri Dharma), bukan
Semester (SKS) yang berbeda, dengan waktu ala madrasah (hanya berbasis pendidikan
50 menit setiap SKS-nya. Sehingga, terlihat dan pengajaran). Mungkinkah?
perkuliahan hanya di siang hari – sore hari
dengan waktu empat hari. Hal ini kemudian Pertanyaan ini tidak perlu dijawab kare-
akan berdampak terhadap atmosfer akade- na merupakan sebuah keharusan dalam
mik kampus yang semua aktivitasnya berbasis memperbaiki sistem pendidikan di Perguru-
insidentik, bukan sesuatu yang rutin dilaku- an Tinggi. Oleh karenanya sistem akademik
kan. Akreditasi (BAN-PT) merupakan sesuatu di Perguruan Tinggi tidak mengenal istilah
yang harus dilakukan untuk memotret sebuah liburan, karena semuanya sudah terstruktur
kualitas dari kampus, meskipun dua program dalam kalender akademik yang utuh. Sehing-
studi terakreditasi B, namun untuk pembua- ga, semua civitas akademik harus mendukung
tan borangnya masih insidentil tidak men- dan melakukannya. Pimpinan, dosen, tenaga
jadi bagian utuh dari kegiatan harian untuk pendidikan, dan mahasiswa semua menjadi
meningkatkan atmosfer akademik kampus. satu elemen untuk mendukung penguatan
kegiatan atmosfer akademik di STIT Al Karim-
Saat ini ada tuntutan yang harus dilaku- iyyah ala Perguruan Tinggi, bukan malah
kan, yakni SISTER. Sebuah basis sistem on- INKADHA ala Madrasah.
line untuk menilai kinerja setiap Perguruan
Tinggi dan individu-individu dosen dalam * Dosen STIT Al Karimiyyah Beraji, Gapura,
melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Sumenep.
IV/April 2019 - Buletin Kreasi | 19
Sekuntum
Mawar
Merah
Oleh: Helmy Khan*
Merah. Darah itu terus keluar. Seak- Di sini gubuk tempatku menghabiskan
an seperti mimpi mengalir begitu sisa waktu hampir sembilan puluh derajat be-
saja tanpa ada adegan-adegan rubah. Atapnya yang terbuat dari ilalang kini
yang tak kutahu sebelumnya. Tiba-tiba kau sudah banyak yang rontok dan bolong. Setiap
terbujur kaku di bahu jalan. Tubuhku rubuh, sudutnya berlubang-lubang mungkin dimak-
air mata tak bisa aku bendung. Mengalir de- an rayap atau terlalu rapuh untuk menyang-
ras, sederas darah yang semakin memuncak ga berdiri kokoh menahan hembusan angin,
dari kepalamu. terik matahari, dan air bila musim penghujan.
Pendengaranku masih cukup jelas menang-
Aku pernah bermimpi untuk hidup ber- kap gemercik aliran air. Biasanya menjelang
samamu hingga kematian menjemput salah petang banyak anak-anak dan perempuan
satu di antara kita. Atau tanpa perpisahan, paruh baya mandi dan mencuci baju mere-
sekalipun kematian akan bertandang. Semua ka di sungai ini. Kerbau-kerbau pun juga ikut
begitu jelas tergambar di depan mata saat en- berendam di hilir sungai. Berendam seharian
gkau terpelanting ke sisi jalan. Hingga detik menghilangkan penat sehabis membajak.
ini aku masih menggingatnya.
Batu-batu besar di pinggir sungai tak lagi
Aku hampir lupa sudah berapa lama aku aku lihat. Berganti bangunan besar dan resto-
berada di sini. Satu hari, satu bulan, setahun, ran. Lampu-lampu pun berkedap-kedip be-
satu abad, atau barangkali ini kematian yang raneka ragam warna menghias waktu malam.
telah aku tempa. Aku hanya ingat saat per- Pohon beringin berdahan rindang, daunnya
tama memanggilmu Mawar dan kelahiran berserakan dimana-mana tak lagi aku sandari
peristiwa yang mengerikan di hadapanku itu.
Kecelakaan.
Ingin aku kirimkan sajak padamu beta-
pa perihnya penantian yang aku derita ini.
Bertahan sendiri di tengah kasak-kusuk rin-
du. Berkawan sepi. Tanpa berarti aku tetap
bertahan hingga detik ini karena aku yakin
bahwa kau di sana juga merindukan sebuah
pertemuan.
20 | Buletin Kreasi - IV/April 2019
semua lenyap berganti jalan licin beraspal, ta terakhirku sebelum kau terbujur kaku dan
membuat aku semakin takut akan peristiwa menghilang sampai detik ini. Tanpa kabar.
yang amat mencekam itu. Begitu, sejuah mata
memandang semua tak lagi seperti dulu. Aku merasa terasingkan dalam penantian
ini, menahan derita rindu yang memenggal
Separuh jiawaku pergi di tengah usahaku rasaku untuk singga di hati yang lain. Aku rin-
membangunkan dari tidur panjangmu. Aku du ceritamu tentang mentari yang menyinari
benar-benar merasa kehilangan. Begitupun jagat raya memberi kehidupan pada semesta.
dengan kau hilang tanpa jejak bak ditelan Biasanya di akhir cerita kau selalu katakan
bumi. Aku tak banyak berbuat seakan ada be- bahwa kau ingin menjadi surya yang me-
ban berat menimpaku. Sampai detik ini bagi- mantulkan sinarnya hingga membuat bulan
ku kau tetap ada meski tak di dekatku. Ada menjadi penerang di waktu malam. Aku baru
dalam imaji dan ingatanku. Aku rindu saat- mengerti sekarang akan potongan carita mu
saat seperti dulu. Saat aku memetik mawar itu. Sepertinya aku adalah bulan yang tak lagi
dan kuselipkan di sebelah kuping kananmu. bersinar sebab pantulan kasih sayang sang
Kini, mawar yang sempat aku ceritakan pada- surya tak lagi berada. Kamu.
mu telah kering, layu, tak lagi mekar indah
seperti dulu. Kelopaknya kecokelatan tangka- ***
inya keriput tak lagi segar. Tetap melekat di “Kamu benar-benar gila, Rel. Sudahlah
genggamanku. lupakan Zulfa, lebih baik kamu segera me-
nikah. Kamu tak lagi muda,” kata Rahman,
Kau adalah mawar yang akan aku petik menyadarkanku dari lamunan.
sebelum musim hujan datang. Begitu kata-ka- “Iya, Rel. Benar, sampai kapan kamu begi-
ni. Asal kamu tahu Rahman sudah punya dua
anak, sedangkan kamu masih seperti ini,” sa-
hut Firman menguatkan ucapan Rahman.
“Kamu sungguh aneh, bertahan menung-
gu Zulfa yang tak jelas pergi kemana. Mun-
gkin dia sudah lama meninggal. Kalaupun
masih hidup pasti dia sudah menikah dan pu-
nya anak.”
Aku terhenyak seperti ada sesuatu
menimpaku. Teringat kata-kataku berjanji
menjadi ayah yang baik dari anak-anakmu
nanti. Mataku jauh menerawang bermimpi
hidup bersama kasih dan damai. Sesekali
terbayang seorang anak yang memanggilku
Ayah.
“Aku mau pulang, aku rindu anak dan
istriku,” Firman berdiri sambil memangku
cangkulnya yang di depanku.
Sekejap mereka hilang ditelan kelokan,
keadaan kembali sepi. Pikiranku kembali jauh
melayang bercabang-cabang. Tiada cerita
lain yang melintas dalam ingatanku, semua
masih tentangn dirimu. Hingga aku hafal se-
tiap adegan kisah pertemuanku denganmu.
***
Akhir-akhir ini aku jarang pulang ke ru-
mah. Tubuhku masih melekat bersandar di
pilar gubuk. Mataku agak buram melihat se-
IV/April 2019 - Buletin Kreasi | 21
keliling, semua remang-remang tak jelas di membagi hatinya untuk orang lain, tetap
menunggu walau nyawa taruhannya. Hem...!”
kejauhan. Tapi, aku cukup jelas melihat ben- Pak Lurah mengeleng-gelengkan kepala.
tuk mawar yang aku genggam. Tak ada yang ***
Mendung. Awan hitam bertebaran di
berubah sedikitpun kelopaknya tetap kecoke- bawah langit dan sebentar lagi hujan akan
turun. Menebar aroma tanah dan kembali
latan bertabur butiran debu menumpuk di mambangun kehidupan. Ada banyak gundu-
kan tanah berjajar rapi di ujung desa, rum-
atasnya. Saking lamanya penantian ini. put-rumput kecil tumbuh di atasnya. Gun-
dukan tanah itu beraneka ragam. Dicor dari
Au...! Entah kenapa tiba-tiba terasa sedikit semen, berornamen keramik, ada juga yang
tak terawat akar belukar menggerogoti gun-
ngilu di dada. Mungkin karena aku kecapaian, dukan tanah itu. Tapi, bukan itu yang ia cari.
Tatapannya tajam seperti mencari sesuatu
pikirku. Aku tarik nafas dalam-dalam terasa yang hilang, sangat berharga. Matanya begitu
teliti memeriksa setiap sesuatu yang tergam-
sangat segar udara yang masuk ke dalam hi- bar di depannya.
Itu. Itu gundukan tanah yang ia cari. Te-
dung pagi ini. Aku kembali hirup udara segar, pat di bawah pohon kenanga. Tanah itu masih
anyar, bekas galian masih utuh di setiap po-
sebelum aku mencari ketenangan dan kem- joknya.
Hatinya terpukul, air matanya tumpah.
bali kedalam lamunanku melanjutkan ke- Hanya sesal yang ia rasakan atas perpisahan
yang kedua kalinya. Kematian.
nangan yang sempat terpotong karena ngilu “Maafkan aku, Rel.” Nafasnya tersedak,
kata-katanya terpotong.
tadi. Ingin rasanya aku “Aku terpaksa mengikuti keinginan orang
tuaku menikah dengan orang lain, maaf aku
melukis tak mengabarimu selama ini. Dan maafkan
wajahmu di an- aku pula atas kepergianku malam itu. Aku tak
tara kelopak mata, kuasa membangunkanmu, sebab orang tuaku
menyimpan senyummu, dan memaksa dan aku tak ingin kau terluka,” ucap
kembali memanggilmu Mawar sebagai pen- Zulfa dalam hatinya. Dan meletakkan bunga
gantar tidurku. mawar di atas kuburan itu.
Kali ini sakit yang aku rasa semakin “Ibu, ini makam siapa. Mengapa ibu
menusuk-nusuk dada seperti ada jarum yang menaruh bunga mawar di atas kuburan ini,
menyangkut di organ tubuh. Rasa sakit ini se- biasanya kalau orang mati ditaburi melati, Bu.
makin menekan. Aku mengerang menahan Bukan mawar,” tanya Tasya.
rasa sakit. Tak pernah kubayangkan sedini “Tidak apa-apa sayang, dulu teman ibu ini
ini mata tertutup, aku masih ingin bersama memang suka bunga mawar."
bayanganmu menunggu matahari terbit hari “Ayo kita pergi. Sebentar lagi hujan akan
esok sebelum mata ini benar-benar tertutup turun,” ajaknya. Mereka bergegas pulang. Rin-
selamanya. tik-rintik hujan membasahi setiap langkah Zu-
“Tolong...” lfa. Benar-benar basah dengan air mata.
“Tolong...” *Mahasiswa Semester VI Prodi MPI. Lahir di
“Ada mayat.” orang-orang berdatangan
melihat siapa sebenarnya pemilik tubuh yang Desa Banuaju Barat, Batang-Batang.
terpisah dari rohnya itu. Penikmat Dunia Potret. Suka Menulis Cerpen
“Astagfirullah, ini mayat Farel,” kata Fir-
man yang hendak berangkat ke sawah. dan Puisi.
“"Benar-benar malang nasibnya, mender-
ita karena cinta hingga ia mati di gubuk pen-
antiannya ini. Sungguh lelaki sejati tak mudah
22 | Buletin Kreasi - IV/April 2019
Buram
Oleh: Fahrun Anniza*
Mengeja kembali terompet mulutmu
Terasa kaku dan beku
Nyanyian angkasa menghardikku
Dengan siluet tenganmu menjadi lusuh
Manismu terasa pahit
Namun membuangnya tak lagi bisa
Elangmu meminta aku mau
Mengapa?
Lagi-lagi lidahmu memeluk nafas
Suaramu berjingkrak diantara lumpur darah
Membentuk gumpalan besar
Mengapa dustamu menyakinkan?
*Mahasiswi Semester II Prodi MPI STIT Al
Karimiyyah asal Desa Tenunan, Manding.
Wajah Metropolitan
Oleh: Dianatur Rosidah* Mesemma Pornama
Dari mana hendak ke mana Oleh: Si Anak Sulung
Wayang-wayang di tubuhmu
Mata jenning tera’ nyapa ate
Semrawut wajah kusam Pepe koning kadiya ombarre are
Mengucur sari putik Ninggha’ ka palabbuwan aragha tak duggha
Entah apa Robana dika elang asapo’ angin sengalesser
Asanding bang-abang senyapa bumi
Metropolitan Lebati okara e sabban mempe
Tubuh gagah Maryati
Mencakar atap anak cucu Adam Bintang se padha ajhajhar e ondhem petteng
Mengorek segala rupa Alambai misem daddi kembhang kaodi’an
Entah bagaimana kehidupan setelahnya dalem careta
Nyamana manossa sengarep bhunga
Aku bertanya Sampe’ loppa mate ngarep odhi’ e sabban are
Di mana aku tidur Abharengngi sokma ngantos sonarra porna-
Usai ladang, kebun dan pekarangan ma
Sepertiga dari bentuknya Eseddi’na bakto jilhena bula kerreng daddi
Membuat aku kejang-kejang bato
Terbaring teriring doa nan dingin 19 Desember 2018
Pusara tak lagi aku ingin *Nama Pena dari Khairul Anwar, Mahasiswa
Semester II Prodi MPI STIT Al Karimiyyah asal
*Mahasiswi Semester II Prodi MPI STIT Al Desa Tamidung, Batang-Batang.
Karimiyyah asal Desa Banuaju Timur, Batang-
Batang.
IV/April 2019 - Buletin Kreasi | 23
Puisi-Puisi Aik Sakara*
Tak Sampai
Pada teluk laut samudra Puisi-puisi Ach. Wasid*
Kuusaikan percakapan yang meluka
Tentang kata dari kisah kehancuran pecinta
Pada ujung gelombang mengalir tanda tanya
Usai senja mati di simpang jalan
Derap langkah mulai kau jadikan bayangan
Mengunci semua kata makin terlantarkan
Menjadi diam tak bicara
Rindu Menjadi Luka Nyanyian Markona Untuk
Markoya
Rindu menyayat kalbu
Dengan sekecap duka lara Olle…Ollang…
Aku masih belum paham
Di hatiku Maksud kedipan petir di ujung sana
Aku sakit Sayang Sementara di tempat aku menanam padi
Kala kau mainkan sandiwara Belum ada tanda-tanda turun hujan
Tentang bagaimana hancurnya jiwa Markoya, bagaimana dikau di sana
Sembari merasuk ceritaku Belum tibakah kau berlayar
Lewat percakapan kalang pada senja
Sebuah Harap Olle…Ollang…
Biduk kecil kini telah mengapung
Kuterdiam dalam air yang bergelombang Berlayar kesana-kemari
Berlayar dengan hati bimbang Membawa serpihan kesah
Dalam jiwaku
Hingga kuharus setubuhi dahulu Markoya, belum tibakah saatnya kau kembali
Kening langit yang berwajah rembulan
Tidur Panjang
Mengimpit arus gelombang
: dalam Jiwa Kematian adalah tidur panjang
Penyambung cerita; kisah kemarin
*Mahasiswi Semester II Prodi MPI STIT Al Usai kau berladang
Karimiyyah asal Desa Batudinding, Gapura. Bercocok tanam mimpi dan angan
Sebab kematian
Awal perjalanan panjang
Menuju keabadian
*Mahasiswa MPI Semester VI asal Jadung,
Dungkek.
24 | Buletin Kreasi - IV/April 2019
Kurang Mantul Setan Masuk Surga
Oleh: Agus Salim* Oleh: Mantan Koruptor*
Di suatu hari, di sebuah warung tempat Pada suatu hari, ada sebuah pengajian
nongkrong berkumpullah beberapa remaja. di masjid Baiturrahman. Penceramahnya K
Lalu datanglah Andi, anak paling kaya dari Siddiq dari Luar Jawa. Pengajian itu bersifat
anak-anak itu. terbuka dan para audiens dipersilakan men-
yanggah dan bertanya.
Firman : “Wih… lihat itu Andi.”
Wahyu : “Wah… Keren banget dia.” K Siddiq: "Kita jangan sampai masuk ke-
Adi : “Keren apanya? Dia biasa saja pada bujuk rayu setan, kita adalah khalifah di
kok.” bumi. Sesungguhnya setan tidak akan masuk
surga dan kekal di dalamnya," dawuhnya lan-
Lalu duduklah Andi di antara mereka. tang.
Duduk dengan penuh ekspresi bahwa ia ingin
menunjukkan gaya barunya. Tiba-tiba Totok di tengah hadirin nga-
cung tangan lalu bertanya.
Wahyu : “Tampil beda nih.”
Firman : “Biasalah dia kan anak orang Totok: "Kata bapak saya kemarin, ibu ada-
kaya.” lah surga baginya. Namun kata ibu, ayah itu
Andi : “Gimana, Bro, mantulkan?” Setan baginya. Lalu kenapa ada setan yang
Firman : “Ya. Mantul banget, Bro.” masuk surga Pak Kiai?"
Wahyu : “Kayaknya masih ada yang
kurang mantul.” K Siddiq: "Ndasmu itu!" kata kiai keras,
Andi : “Jangan ledekin gue lo. Masak lalu semua hadirin tertawa.
sudah cakep gini masih dibilang kurang
mantul.” *Mahasiswa abal-abal Semester II STIT Al
Karimiyyah.
Adi hanya bengong. Tak mengerti mantul
apa yang dibicarakan mereka.
Adi : “Apanya sih yang kurang man-
tul?”
Firman : “Itu, Men, menurut gue rambutn-
ya masih kurang mantul.”
Tanpa berfikir panjang Adi mengam-
bil bola dan memukulkan ke kepala Andi
berkali-kali. “Buk…buk..buk.” bola volly itu di
pukulkan sangat keras.
Andi : “Adu…adu…!” suara lantang Andi
berseru.
Firman : “Ngapain kamu pukulkan bola
ke kepala Andi?”
Adi : “Katanya kurang mantul.”
Wahyu : “Dasar bodoh. Maksudnya itu
mantap betul.”
Adi menunduk, tersipu malu. Beta-
pa bodohnya ia ketinggalan bahasa keren
masa kini.
*Mahasiswa Prodi MPI Semester II. Asal Pulau
Kangean.
IV/April 2019 - Buletin Kreasi | 25
Romansa Nathan
dan Laura
Judul Buku: Nathan dan Laura tuanya menyimpan rahasia bahwa ternyata Laura
Penulis: Aqilah Tisalsabilah yang mengidap penyakit Leukimia. Hingga suatu
hari Laura harus menjalani perawatan di rumah
Penerbit: Best Media PT. Melvana sakit hingga berbulan-bulan lamanya. Bahkan,
Media Indonesia Laura sempat menjalani pengobatan di Amerika.
Terbit: Januari, 2017 Beruntung, akhirnya perjuangan Laura sele-
Halaman: 408 Halaman sai dalam melawan penyakitnya. Saat itu, Bila
ISBN: 978-602-6940-54-4 pun juga mengakui kesalahannya dan meminta
maaf kepada Laura. Singkat cerita, Nathan dan
Oleh: Khairunnisak* Laura pun akhirnya menikah dan mempunyai
anak kembar yang diberi nama Alexa dan Alexi.
Novel Nathan dan Laura ini bergenre roman
yang mengisahkan dua insan yang memiliki Nilai plus dari novel ini terletak pada bahasanya
kepribadian yang sangat berbeda bak lan- yang mudah dipahami. Novel ini juga memiliki alur
git dan bumi yang begitu jauh. Tokoh di dalamnya yang menarik bagi pembaca, terutama bagi para
Nathan dan Laura. Seperti yang diceritakan dalam remaja, karena menceritakan kisah 2 orang remaja
buku ini, Laura adalah gadis SMA pindahan dari yang sama-sama ingin melupakan masa lalunya dan
Amerika ke Indonesia. Ia memiliki perawakan memperjuangkan cinta yang baru.
yang cantik, rambut yang hitan, hidung mancung,
serta tinggi. Sehingga dengan parasnya, membuat Akan tetapi, novel ini memiliki cover yang
para lelaki yang melihatnya tertarik. terlalu sederhana, sinopsis novel ini juga kurang
menarik perhatian para pembaca, serta peng-
Laura mempunyai sahabat bernama Ferlu gambaran latar yang dikisahkan dalam novel ini
dan Angel. Ia mempunyai kekasih di Amerika, tapi kurang mendalam dan menyebabkan para pemb-
hubungan asmara mereka tidak berjalan dengan aca kesulitan untuk menghayati isi ceritanya.
mulus. Sementara Nathan adalah termasuk teman
sekelas Laura. Ia mempunyai sahabat bernama Di sisi lain, novel ini tidak hanya layak un-
Rafli dan Gilang. Nathan juga mempunyai kekasih tuk dibaca para remaja, tetapi juga layak dib-
bernama Bila. Hubungan mereka juga tidak berjalan aca oleh semua kalangan pada umumnya. Se-
dengan mulus, karena Bila hanya memanfaatkan bab, novel ini tidak hanya berkutat pada kisah
Nathan untuk memenuhi kebutuhannya semata. cinta di masa remaja, tetapi dari tokoh Laura
bisa kita petik semangatnya dalam mengha-
Masalah yang menimpa kisah asmara Laura dapi setiap ujian yang menimpanya.
dan kekasihnya, Michael, juga Nathan dan Bila,
menyebabkan tumbuhnya asmara baru antara *Mahasiswi Semester II Prodi MPI STIT Al
Nathan dan Laura. Hubungan keduanya (Na- Karimiyyah. Tinggal di Desa Andulang,
than dan Laura) awalnya baik-baik saja, sampai Gapura, Sumenep.
suatu ketika Michael datang kembali ke dalam
kehidupan Laura. Bahkan, kini Michael pindah
sekolah ke tempat Laura menempuh pendidikan.
Bukan hanya itu, Michael juga bekerja sama den-
gan Bila untuk menghancurkan Nathan dan Laura.
Mereka memulai rencananya dengan mencelaka-
kan Laura, sampai suatu ketika akhirnya Laura
masuk rumah sakit akibat keracunan tinta.
Parahnya, tanpa sepengetahuan Laura, orang
26 | Buletin Kreasi - IV/April 2019
Pembentukan Struktur Rutinitas Ngumpul
Pengurus Baru LPM Mingguan LPM Dialektika
dan Pembahasan Koran
Dialektika Periode 2018-
2019 di Cafe Az Zahra STIA Pos di emperan
Gapura. Kampus.
Kru STIA Pos saat Pembagian Tugas dan
wawancara kepada Yudi Fungsi Antar Pengurus
Harianto, Presma STIT Al Dipimpin oleh Rafiqi, Mantan
Sekretaris LPM 2013-2014.
Karimiyyah.
Kru STIA POS bersama Hairul Arifin, Ketua Pertama
Rapat Pembentukan Pengurus LPM sedang LPM Dialektika saat mengisi
Redaksi Buletin KREASI melakukan evaluasi Kelas Berita anggota baru
Edisi IV LPM Dialektika mingguan Koran STIA Pos.
angkatan 2018.
Periode 2018-2019.
Penentuan Tema Buletin KREASI
Edisi IV didampingi oleh Hairul
Arifin (PU 2013-2015), Rafiqi
(Sekretaris 2013-2014), dan
Krisdiantoro (PU 2016-2018).
Pengurus LPM Dialektika Mendagri saat memberikan
(belakang: tiga dari semangat baru kepada UKM
LPM Dialektika saat Rapat
kanan) saat mengikuti
DJTL di LPM Activita IAIN Tindak Lanjut penerbitan
Buletin KREASI Edisi IV.
Madura Pamekasan.
Pemberian Penghargaan oleh
PU LPM Activita IAIN Madura
kepada salah satu Delegasi
Terbaik LPM Dialektika saat
mengikuti DJTL.
IV/April 2019 - Buletin Kreasi | 27
“Orang boleh pandai
setinggi langit,
tapi selama ia tak
menulis,
ia akan hilang
di dalam masyarakat
dan dari sejarah”
(Rumah Kaca, h. 353)
Pramoedya Ananta Toer
28 | Buletin Kreasi - IV/April 2019