The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by inez.maupula, 2021-10-05 19:23:25

E-Modul Kimia SMA Kelas X

Modul Ikatan Ion

Keywords: Ikatan ion

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

1

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

IKATAN ION
KIMIA X MIPA

PENYUSUN
Inesye Selfiana Maupula, S.Pd
SMA Negeri 13 Maluku Barat Daya

2

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

DAFTAR ISI

PENYUSUN ............................................................................................................. 2
DAFTAR ISI............................................................................................................. 3
PENDAHULUAN .................................................................................................... 4
A. Peta Konsep ....................................................................................................... 4
B. Deskripsi Singkat ................................................................................................ 5
C. Capaian Pembelajaran......................................................................................... 6
URAIAN MATERI................................................................................................... 9
A. Kestabilan Unsur................................................................................................. 9
B. Struktur Lewis................................................................................................... 11
C. Pembentukan Ikatan Ion ................................................................................... 12
D. Sifat Fisis Senyawa Ion..................................................................................... 18
E. Tugas................................................................................................................. 19
F. Forum Diskusi................................................................................................... 21
PENUTUP............................................................................................................... 22
A. Rangkuman ....................................................................................................... 22
B. Tes Formatif...................................................................................................... 23
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 28

3

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

PENDAHULUAN

A. Peta Konsep

4

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

B. Deskripsi Singkat

Modul ini membahas tentang materi ikatan ion. Ikatan ion merupakan
salah satu jenis dari ikatan kimia. Pada modul ini akan dibahas kestabilan unsur-
unsur, pembentukan ikatan ion dan sifat fisis senyawa ion. Ikatan ion atau
elektrovalen adalah ikatan yang terbentuk karena gaya elektrostatik antara ion
positif (+) dari unsur logam dengan ion negatif (-) dari unsur non logam. Sifat
fisis senyawa ion antara lain titik leleh dan titik didih yang tinggi, larut dalam
pelarut air, bersifat konduktor listrik.

Dengan mempelajari modul ini kalian akan mengetahui ketertarikan atom-
atom satu sama lainnya yang tersusun secar teratur dan beraturan sehingga
menghasilkan materi yang dapat bermanfaat bagi kesejahteraan manusia.
Siapakah yang menciptakan unsur-unsur yang terikat satu sama lain sehingga
dapat membentuk senyawa yang bermanfaat bagi kehidupan?. Semua itu
merupakan anugerah tuhan Yang Maha Esa bagi umatnya, supaya kita sebagai
umat dapat mensyukuri kebesaran-Nya.

Aktivitas pembelajaran dalam modul ini menggunakan model
pembelajaran Problem Based Learning (PBL), dengan sintaks 1) Orientasi peserta
didik kepada masalah; 2) Mengorganisasikan peserta didik; 3) Membimbing
penyelidikan individu dan kelompok; 4) Mengembangkan dan menyajikan hasil
karya; dan 5) Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
Masalah yang dibahas di dalam modul ini merupakan masalah konseptual yang
sering dialami oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari sehingga setelah
mempelajari modul ini harapannya proses belajar peserta didik dapat menjadi
lebih bermakna dan implikatif dalam kehidupannya.

5

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

C. Capaian Pembelajaran
Kompetensi Inti

KI 3 Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan
faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis,
spesifik, detil, dan kompleks berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

KI 4 Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara
efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan
solutif dalam ranah konkret dan abstrak terkait dengan pengembangan
dariyang dipelajarinya di sekolah, serta mampu menggunakan metoda
sesuai dengankaidah keilmuan

Kompetensi Dasar

3.5 Membandingkan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi,
dan ikatan logam serta kaitannya dengan sifat zat

4.5 Merancang dan melakukan percobaan untuk menunjukkan karakteristik
senyawa ion atau senyawa kovalen (berdasarkan titik leleh, titik didih, daya
hantar listrik atau sifat lainnya)

6

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.5.1 Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya.
3.5.2 Membandingkan susunan elektron valensi atom gas mulia dan elektron

bukan gas mulia
3.5.3 Menganalisis proses pembentukan ikatan ion
4.5.1 Merancang percobaan sederhana untuk menentukan sifat kepolaran pada

senyawa kovalen dengan bahan yang ada di sekitar
4.5.2 Mempresentasikan hasil percobaan sederhana untuk menentukan sifat

kepolaran pada senyawa kovalen dengan bahan yang ada di sekitar

Tujuan Pembelajaran

Melalui model Problem Based Learning siswa diharapkan mampu
menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya,
membandingkan susunan elektron valensi atom gas mulia dan elektron bukan gas
mulia, menganalisis proses pembentukan ikatan ion dengan tepat.

Petunjuk Penggunaan Modul

Modul ikatan ion berisi tentang materi jenis-jenis ikatan kimia yaitu ikatan
ion yang akan menjadi prasyarat pengetahuan untuk mempelajari jenis ikatan
lainnya. Agar modul ini dapat digunakan secara maksimal maka peserta didik
diharapkan melakukan langkah langkah berikut :
1. Pelajari peta materi yang disajikan pada modul
2. Pahami tujuan yang tercantum dalam setiap kegiatan pembelajaran
3. Pelajari uraian materi secara sistematis dan mendalam

7

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

4. Lakukan uji kompetensi di setiap akhir kegiatan pembelajaran untuk
menguasai tingkat penguasaan materi.

5. Diskusikan dengan guru atau teman jika mengalami kesulitan dalam
pemahaman materi.

6. Lanjutkan pada modul berikutnya jika sudah mencapai ketuntasan yang
diharapkan.

8

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

URAIAN MATERI

Dalam kehidupan sehari-hari kita tentu pernah memakan garam. Sekarang
coba perhatikan garam dapur yang berwujud padatan putih. Garam dapur
mengandung senyawa NaCl. Garam dapur tersusun atas unsur narium dan unsur
klorin, unsur –unsur tersebut bergabung dengan terikat secara kimia.

Sumber : https://rebrand.ly/gogw6ou
Gambar 1. Garam dapur dan garam laut

NaCl atau yang biasa disebut dengan garam dapur adalah gabungan dari senyawa ion
natrium dan ion klorin. Kita juga sering ‘kan kamu mendengar iklan dengan kata-
kata”Go Ion ? Nah apa siswa tahu apa maksudnya ? Bagaimana pula terjadinya ikatan
ion dan pembentukannya ? jika masih bingung dan belummemahaminya, mari simak
pembahasan ikatan ion pada modul ini. Baca baik- baik ya ...!

A. Kestabilan unsur-unsur
Unsur-unsur di alam umumnya tidak stabil sehingga ditemukan dalam

bentuk senyawanya. Atom-atom unsur tersebut saling berikatan membentuk
molekul unsur atau molekul senyawa, untuk mencapai keadaan yang lebih stabil.

Gas mulia merupakan unsur golongan VIII A dan bersifat inert. Hal ini
karena gas mulia sulit bereaksi dengan atom unsur lainnya. Di alam, gas mulia
berada sebagai atom tunggal. Atom-atom gas mulia bersifat stabil karena kulit
terluarnya terisi penuh oleh elektron. Perhatikan Tabel 1 konfigurasi elektron gas
mulia.

9

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

Tabel 1. Konfigurasi elektron beberapa unsur gas mulia

Unsur Nomor Konfigurasi Elektron Elektron
Atom Pada Kulit Atom Valensi
Gas
Mulia K L MN O P

Helium (He) 2 2 2

Neon (Ne) 10 2 8 8

Argon (Ar) 18 2 8 8 8

Kripton (Kr) 36 2 8 18 8 8

Xenon (Xe) 54 2 8 18 18 8 8

Radon (Rn) 86 2 8 18 32 18 8 8

G.N. Lewis (Amerika) dan W. Kossel (Jerman) menjelaskan bahwa

kestabilan suatu atom unsur dalam ikatan kimianya, terkait dengan upaya atom

unsur tersebut untuk memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia terdekat.

 Dikemukakan bahwa jumlah elektron pada kulit terluar dari dua atom yang
berikatan akan berubah sedemikian rupa sehingga konfigurasi elektron kedua
atom tadi sama dengan konfigurasi elektron gas mulia yaitu mempunyai 8
elektron pada kulit terluarnya. Pernyataan ini disebut aturan oktet

 Unsur-unsur dengan nomor atom kecil seperti H dan Li, stabil dengan 2
elektron valensi seperti He, disebut aturan duplet

Suatu atom dapat mencapai kestabilan konfigurasi elektron gas mulia dengan cara
melepaskan elektron, menangkap elektron, atau berbagi elektron.

Contoh:

1. Unsur natrium, 11Na : 2 8 1 , mempunyai elektron valensi satu, sesuai
kaidah oktet unsur ini akan stabil dengan cara melepaskan 1e tersebut
membentuk ion Na+

Na → Na+ + e

10

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

2. Unsur 13Al : 2 8 3, mempunyai elektron valensi tiga, sesuai kaidah oktet
unsur ini akan stabil dengan cara melepaskan 3e tersebut membentuk ion
Al3+ .

Al → Al3+ + 3e

3. Unsur 8O : 2 6 , mempunyai elektron valensi 6, sesuai kaidah oktet unsur ini
akan stabil dengan cara menyerap 2e membentuk ion O2- .

O + 2e → O2-

4. Unsur 17Cl : 2 8 7 , mempunyai elektron valensi 7, sesuai kaidah oktet
unsur ini akan stabil dengan cara menyerap 1 elektron membentuk ion Cl-

Cl + e → Cl-

Jadi unsur logam akan melepaskan elektron valensinya membentuk ion positif (+),
sedangkan unsur nonlogam akan menangkap elektron membentuk ion negatif (-)

Gambar 2. Contoh unsur yang membentuk ion positip dan unsur yang membentuk ion negatif

B. Struktur Lewis
Pada saat atom-atom membentuk ikatan, hanya elektron-elektron pada

kulit terluar yang berperan yaitu elektron valensi. Elektron valensi dapat
digambarkan dengan struktur Lewis yaitu lambang kimia suatu atom atau ion

11

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

yang dikelilingi oleh titik-titik elektron valensi. Coba cermati tabel berikut :
Tabel 2. Struktur Lewis unsur-unsur golongan utama

\

Contoh simbol Lewis untuk atom 17Cl, 8O dan 11Na

Unsur Konfigurasi elektron Elektron Rumus lewis
17Cl 2 87 valensi

7

8O 2 6 6

11Na 281 1

C. Pembentukan Ikatan Ion

Ikatan ion atau elektrovalen umumnya terbentuk antara atom logam dan
non logam. Hal ini terjadi karena atom unsur logam cenderung melepas elektron
membentuk ion positip (+) dan atom unsur non logam cenderung menangkap
elektron sehingga membentuk ion negatif (-). Ikatan antara ion positip dengan
ion negatif melalui gaya elektrostatis disebut ikatan ion.

Contoh:

a. Senyawa garam dapur, NaCl , terbentuk dari ikatan ion antara atom Na
denganatom Cl.

 11Na :2 8 1

Na → Na+ + e

 17Cl :287

12

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

Cl + e → Cl-
 Ikatan ion

Na+ + Cl- → NaCl

Gamabr 3. Ilustrasi pembentukan ikatan ion

b. Senyawa calcium clorida , terbentuk dari ikatan ion antara atom Na dengan
atom Cl.

 20Ca : 2 8 8 2
Ca → Ca2+ + 2e

 17Cl : 2 8 7
Cl + e → Cl-

 Ikatan ion

Ca2+ + - → CaCl2

2Cl

13

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

Gambar 4. Ilustrasi pembentukan ikatan ion pada senyawa CaCl2

1. Ikatan ion antara unsur golongan IA dengan VIIA
Contoh Ikatan antara atom 11Na dan 9F dalam NaF
Konfigurasi elektron Na dan F adalah:

Na : 2, 8, 1 (melepas 1 elektron) membentuk Na+
F : 2, 7 (menerima 1 elektron) membentuk F−

Proses pembentukan ikatan adalah sebagai berikut:

Na → Na+ + e
F+e → F−
Na + F → Na+ + F−
→ NaF

Dengan menggunakan struktur lewis, proses pembentukan NaF dapat
digambarkan sebagai berikut:

Sumber : https://rebrand.ly/e0a58f
Gambar 5. Proses pembentukan NaF

14

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

2. Ikatan ion antara unsur golongan IIA dengan VIA

Contoh Ikatan antara atom 12Mg dan 8O dalam MgO
Konfigurasi elektron Mg dan O adalah:

Mg :2, 8, 2 (melepas 2 elektron) membentuk Mg2+
O :2, 6 (menangkap 2 elektron) membentuk O2−

Proses pembentukan ikatan adalah sebagai berikut:

Mg → Mg2+ + 2e
O + 2e → O2−
Mg + O → Mg2+ + O2−
→ MgO

Dengan menggunakan struktur lewis, proses pembentukan MgO dapat
digambarkan sebagai berikut:

Sumber : https://rebrand.ly/c8a09f
Gamabr 6. Proses pembentukan MgO

3. Ikatan ion antara unsur golongan IA dengan VIA
Atom unsur golongan IA melepaskan 1 elektron, sedangkan atom

unsur golongan VIA menerima 2 elektron untuk memperoleh konfigurasi
seperti gas mulia. Untuk membentuk ikatan ion, jumlah elektron yang
dilepaskan harus sama dengan jumlah elektron yang diterima.

15

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

Satu atom golongan IA hanya melepaskan 1 elektron, agar dapat
memenuhi ikatan ion dengan atom O yang membutuhkan 2 elektron, maka
harus ada 2 atom golongan IA yang berikatan.

Contoh Ikatan antara atom 11Na dan 8O dalam Na2O

Konfigurasi elektron Na dan O adalah:

Na :2, 8, 1 (melepas 1 elektron) membentuk Na+
O :2, 6 (menangkap 2 elektron) membentuk O2−

Proses pembentukan ikatan adalah sebagai berikut:

Na → Na+ + e |×2| 2Na → 2Na+ + 2e
O + 2e → O2− |×1| O + 2e → O2−
→ 2Na+ + O2−
2Na + O → Na2O

Dengan menggunakan struktur lewis, proses pembentukan Na2O dapat
digambarkan sebagai berikut:

Gambar 7. Pembentukan ikatan Na2O

4. Ikatan ion antara atom unsur golongan IIA dengan VIIA

Contoh Ikatan antara atom 12Mg dan 17Cl dalam MgCl2

Konfigurasi elektron Mg dan Cl adalah:

Mg :2, 8, 2 (melepas 2 elektron) membentuk Mg2+
Cl :2, 8, 7 (menangkap 1 elektron) membentuk Cl−

16

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

Proses pembentukan ikatan adalah sebagai berikut:

Mg → Mg2+ + 2e |×1| Mg → Mg2+ + 2e
Cl+ e → Cl− |×2| 2Cl + 2e → 2Cl−
→ Mg2+ + 2Cl−
Mg + 2Cl → MgCl2

Dengan menggunakan struktur lewis, proses pembentukan MgCl2 dapat
digambarkan sebagai berikut:

Gambar 8. Proses pembentukan MgCl2

5. Ikatan ion antara atom unsur golongan IIIA dengan VIIA

Contoh Ikatan antara atom 13Al dan 17Cl dalam AlCl3

Konfigurasi elektron Al dan Cl adalah:

Al :2, 8, 3 (melepas 3 elektron) membentuk Al3+
Cl :2, 8, 7 (menangkap 1 elektron) membentuk Cl−

Proses pembentukan ikatan adalah sebagai berikut:

Al → Al3+ + 3e |×1| Al → Al3+ + 3e
Cl+ e → Cl− |×3| 3Cl + 3e → 3Cl−
→ Al3+ + 3Cl−
Al + 3Cl → AlCl3

Dengan menggunakan struktur lewis, proses pembentukan AlCl3 dapat
digambarkan sebagai berikut:

17

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

Sumber : https://rebrand.ly/bd0534
Gambar 9. Proses Pembentukan AlCl3

D. Sifat Fisis Senyawa Ion
Sifat fisis senyawa ion ditentukan oleh gaya elektrostatis yang kuat antara

ion positif dan negatif senyawa tersebut. Dalam fase padat, membentuk struktur
kristal. Contoh Susunan ion-ion Na+ dan Cl- yang membentuk struktur kristal
NaCl. Setiap ion Na+ dikelilingi oleh 6 ion Cl- dan setiap ion Cl- dikelilingi oleh
6 ion Na+.

Gambar 10. Ilustrasi struktur kristal NaCl

Beberapa sifat fisis senyawa ion lainnya adalah :
a) Bersifat keras tetapi rapuh

Jika senyawa ion dikenakan suatu energi, misalnya dipukul menggunakan
palu, lapisan yang terkena pukulan akan bergeser. Ion-ion yang muatannya
sama akan saling menolak. Tolak-menolak antar ion inilah yang menyebabkan
kekuatan ikatan ion akan berkurang sehingga senyawa ion bersifat mudah
rapuh. Perhatikan ilustrasi berikut:

18

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

Gambar 11. Ilustrasi sifat rapuh senyawa ion

b) Mempunyai titik leleh dan titik didih yang tinggi.

Ikatan ion antara kation dan anion sangat kuat. Untuk memutuskan ikatan
ion diperlukan energi yang cukup besar. inilah penyebab senyawa ion
mempunyai titik didih dan titik leleh yang cukup tinggi. Contohnya : NaCl
mempunyai titikleleh 801 oC dan titik didih 1.465 oC.

a. Larut dalam pelarut air, tetapi umumnya tidak larut dalam pelarut
organik.

b. Bersifat konduktor listrik

Tidak menghantarkan listrik pada fase padat, tetapi menghantarkan
listrikdalam fase cair (lelehannya) atau jika larut dalam air.

E. Tugas

Penyajian Masalah

Ion memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu,
kandungan ion di dalam tubuh harus dalam jumlah yang tepat. Salah satunya
kandungan ion natrium yang normal adalah 135-145 mmol/liter. Jika asupan di
atas 2.400 mg akan membahayakan tubuh. Ketika seseorang sakit diare, tubuh
banyak kehilangan cairan, karena meningkatnya frekuensi buang air besar. Orang
yang diare dapat buang air besar lebih dari tiga kali sehari. Bahaya utama diare
adalah kematian yang disebabkan karena tubuh banyak kehilangan air dan garam
(dehidrasi)

19

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

Salah satu cara mengatasi dehidrasi yaitu dengan mengkonsumsi minuman
pengganti cairan tubuh.
Berdasarkan wacana kira-kira minuman apa yang dapat mengembalikan cairan
tubuh ?, apakah komposisi dari minu
man tersebut yang berikatan ion ?, bagaimana proses pembentukan ikatan ion dari
komposisi minuman tadi ?

Perencanaan Menyelesaikan Masalah

Diskusikan dengan teman sekelasmu permasalahan tersebut. Carilah informasi
mengenai minuman yang dapat mengatasi kekurangan cairan tubuh beserta
gambar dan komposisinya

Penyelidikan Masalah

Tuliskanlah hasil diskusi kalian pada format berikut.
1. Jenis-jenis minuman yang mengandung ion yang ada disekitar kita

……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………

2. Carilah di internet salah satu contoh gambar minuman yang mengandung
ion
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………

20

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

3. Komposisi minuman yang mengandung ion
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………

4. Proses pembentukan senyawa ion yang terkandung dalam komposisi
minuman

……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………

Menyajikan Hasil
Presentasikanlah hasil diskusi kelompok kalian di depan kelas serta mintalah
pendapat teman dan guru tentang hasil diskusi tersebut.

Menganalisis dan Menganalisa

Bagaimakah cara menghindari kekurangan cairan tubuh dengan bahan alami?
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………

F. Forum Diskusi
a. Garam dapur salah satu contoh senyawa berikatan ion. Garam dapur atau
natrium klorida (NaCl) sudah sangat akrab dengan kita semua, sebenarnya
masih bnyak contoh senyawa ion lainnya. Diskusikanlah contoh-contoh
senyawa ion dalam kehidupan sehari-hari.

21

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

b. Sebagian besar senyawa ion tidak menghantarkan listrik dalam keadaan padat
tetapi saat dilarutkan dalam air atau dilelehkan dapat menghantarkan arus
listrik. Diskusikanlah kenapa hal ini bisa terjadi.

22

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

PENUTUP

A. Rangkuman
1. Suatu atom dapat mencapai kestabilan konfigurasi elektron gas mulia
dengan cara melepaskan elektron, menangkap elektron, atau menggumakan
pasangan elektron secara bersama
2. Ikatan ion atau elektrovalen adalah ikatan yang terbentuk karena gaya
elektrostatik antara ion positif (+) dari unsur logam dengan ion negatif (-) dari
unsur non logam
3. Sifat fisis senyawa ion antara lain ; berifat keras tapi rapuh, titik leleh dan
titik didih yang tinggi, larut dalam pelarut air, bersifat konduktor listrik,

B. Tes Formatif
1. Atom unsur 19K akan menjadi stabil dengan kecenderungan . . . .
A. Melepaskan sebuah elektron dan membentuk ion K+
B. Mengikat sebuah elektron dan membentuk ion K+
C. Mengikat sebuah elektron dan membentuk ion K-
D. Membentuk pasangan elektron bersama
E. Melepaskan sebuah elektron membentuk ion K-
2. Cara untuk mendapatkan kestabilan unsur yang mempunyai nomor atom 6
adalah . . . .
A. Valensinya membentuk ion dengan muatan -4
B. Mengikat 4 elektron dari atom lain menjadi ion dengan muatan -4
C. Melepaskan 4 elektron valensinya membentuk ion dengan muatan +4
D. Mengikat 4 elektron dari atom lain menjadi ion dengan muatan -4
E. Membentuk 4 pasangan elektron dengan atom lain
3. Apabila suatu unsur kurang stabil maka ia akan cenderung . . . .
A. Melepaskan ion
B. Membentuk ikatan

23

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

C. Melepaskan proton
D. Melepaskan neutron
E. Menangkap proton
4. Diketahui beberapa unsur dengan konfigurasi elektron sebagai berikut :
P:287
Q:2881
R : 2 8 18 2
S:288
T : 2 8 18 4
Diantara unsur di atas yang paling stabil (paling sukar membentuk ikatan
kimia) adalah . . . .
A. P
B. Q
C. R
D. S
E. T
5. Diantara atom-atom unsur berikut yang paling mudah membentuk ion negatif
adalah . . . .
A. 6C
B. 7N
C. 9F
D. 10Ne
E. 19K
6. Salah satu persayatan terjadinya ikatan ion adalah . . .
A. Elektropositip dengan elektronegatif
B. Sesama unsur elektropositip
C. Sesama unsur elektronegatif
D. Salah satu unsur memiliki elektron valensi 4
E. Salah satu unsur memiliki 5 elektron terluar

24

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

7. Perhatikan pernyataan dibawah ini
1. Mengggambarkan susunan atm-atom dalamsuatu molekul
2. Mengambarkan distribusi atau sebaran elektron valensi di sekitar atom-
atom
3. Mengambarkan jenis ikatan yang terjadi antara atom –atom dalam suatu
molekul
4. Menunjukan panjang ikatan yang terdapat dalam satu molekul
5. Mengambarkan bentuk molekul dalam ruang tiga dimensi
Fungsi dari struktur lewis ditunjukan oleh nomor . . . .
A. 1, 2,dan 3
B. 1, 3 dan 4
C. 2, 3 dan 4
D. 2, 3 dan 5
E. 3, 4 dan 5

8. Atom unsur yang akan membentuk ikatan ion dengan atom unsur X yang
bernomor atom 17 adalah . . . .
A. 6C
B. 8O
C. 11Na
D. 14Si
E. 16S

9. Terdapat beberapa senyawa sebagai berikut :
1. Kalsium klorida
2. Karbon dioksida
3. Belerang oksida
4. Kalium oksida
5. Magnesium sulfida
Dari senyawa tersebut yang dapat berikatan ion adalah . . .
A. 1, 2 dan 3

25

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

B. 1, 2 dan 4
C. 1, 3 dan 4
D. 1, 3 dan 5
E. 1, 4 dan 5
10. Perhatikan data berikut
1. Titik didih dan titik leleh relatif tinggi
2. Dalam air membentuk larutan yang dapat menghantarkan arus listrik
3. Umumnya tidak larut dalam pelarut organik
4. Larut dalam pelarut organik
Yang merupakan ciri senyawa ion adalah . . . .
A. 1, 2 dan 3
B. 2 dan 4
C. 1, 3 dan 4
D. 3 dan 4
E. 2, 3 dan 4

26

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

Kunci Jawaban

No Soal Kunci
1 A
2 E
3 B
4 E
5 C
6 A
7 A
8 C
9 E
10 A

27

Modul Kimia Kelas X Ikatan Ion

DAFTAR PUSTAKA

1. Doni Berkat Tabah Hulu. 2019. Ikatan Kimai e-Modul. Kemetrian pendidikan
Nasional : Jakarta

2. Harjani Tarti, dkk. 2012. Kimia untuk SMA/Makelas X. Masmedia : Jakarta.
3. Purba Michael. 2017. Kimia untuk SMA/MA Kelas X kelompok Peminatan

Matematika dan ilmu-Ilmu Alam. Erlangga : Jakarta
4. https://youtu.be/cEqY-vb9dnA, diakses hari senin, 4 oktober 2021 pukul 08.00

WIT.

28


Click to View FlipBook Version