36 mengajarkan bahwa “Islam didirikan atas lima hal: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, menunaikan ibadah haji ke Baitullah bagi yang mampu, dan berpuasa.” Simbol ini diambil dari validitas pemahaman tersebut. Ramadhan Hindu (Bukhari). 2. Tiga garis tepi merupakan representasi terbaik cara hidup warga Nadhlatul Ulama, yaitu: Iman, Islam dan Ihsan. 3. Ada sembilan bintang dengan masing-masing lima titik, tersusun melingkar di atas bola bumi, dan bintang-bintang tampak lebih besar di bagian atas. Selain sebagai tanda keagungan dan angka terbesar yaitu sembilan, hal ini juga merupakan wujud dari pola kepemimpinan walisanga dan idealisasi cita-cita yang maksimal. Hal ini sesuai dengan mimpi Nabi Yusuf tentang bintang yang dijadikan sebagai simbol kemuliaan. Firman Allah SWT: ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan, kulihat semuanya sujud kepadaku” (QS.Yusuf: 4). Bintang terbesar mengisyarakatkan adanya keseharusan kepemimpinan dalam Islam. 4. Trisula terdapat dibagian tengah bola bumi bagian atas, tepat dibawah bintang terbesar, merupakan pengakuan sejarah bahwa senjata jenis ini yang tertua dan lebih luas penyebarannya di nusantara. 5. Bola dunia yang berada di tengah melambangkan organisasi underbow Nahdlatul Ulama yang simbol utamanya adalah bumi dan tampar, seperti yang
37 dilukiskan KH. Ridwan Abdullah yang beliau peroleh dari istikharah-nya. 6. Pita menaungi bumi dengan tulisan “La Ghaliba Illa Billah”, memiliki makna tiada yang mengungguli melainkan dengan pertolongan Allah SWT merupakan tata nilai beladiri khas Pagar Nusa. 7. Warna Hijau dan Putih merupakan dua warna yang secara luas menyimpan arti baik.karena warna putih baik secara fisik maupun non fisik merupakan makna simbolik dari warna putih. Sementara itu warna hijau melambangkan sesuatu yang berkarakter sejuk, makmur, subur, enak dipandang, tenang, dan lain-lain yang menggembirakan.27 G. Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa riyadhoh adalah latihan, baik latihan jism/jasmani maupun latihan nafs/rohani. Pagar Nusa dengan segala bentuk metode dan ajarannya merupakan refleksi dari kata “latih”. “Latih” jika disandingkan dengan Pagar Nusa merupakan proses yang sistematis dan diulangulang untuk menggapai tujuan dari Pagar Nusa sebagai organisasi pencak silat, yaitu: kemampuan seni beladiri yang dibungkus dengan akhlakul karimah. Perjalanan yang dilakukan santri Pagar Nusa untuk menggapai hal tersebut dilalui dengan berbagai latihan fisik dan kerohanian, ditempuh dalam waktu yang tidak instan. Keteguhan dan kesungguhan menjadi pondasi klarifikasi pada para pendekar Pagar Nusa. Proses latihan santri Pagar Nusa yang dilalui tersebut mencakup latihan jism 27 Ibid., 31.
38 yang berupa fisik dan pernafasan, latihan nafs melalui amalan-amalan dari seorang guru seperti dzikir, puasa, sholat sunnah dan amalan lainnya. Latihanlatihan yang dilakukan santri pencak silat Pagar Nusa tersebut memiliki tujuan untuk mencapai pendekar yang cermat, tangguh, dan berani serta dibalut dengan rasa ketenangan menjadikan seorang pendekar yang memiliki akhlakul karimah dan ketakwaan kepada Allah SWT. Jauh dari kata sombong dan arogan, titik fokus tujuan riyadhoh di pencak silat Pagar Nusa padepokan Singo Manjat adalah untuk meningkatkan kesungguh-sungguhan. Sebagaimana termaktub dalam Prasetya Pagar Nusa : 1. Bertakwa Kepada Alloh SWT 2. Berbakti Kepada Nusa Dan Bangsa 3. Menjunjung Tinggi Persatuan Dan Kesatuan 4. Mempertahankan Kebenaran Dan Mencegah Kemungkaran 5. Mempertahankan Faham Ahlus Sunnah Wal Jama'ah28 Latihan fisik dan rohani secara sejalan dilatih pada santri pencak silat Pagar Nusa, sebab kedua bentuk latihan tersebut memiliki fungsi yang sama pentingnya yaitu untuk meningkatkan rasa kesungguh-sungguhan. Seorang pendekar yang cermat, tangguh dan berani namun memiliki hati yang tidak tenang cenderung bersikap arogan dan sulit untuk mengontrol emosional. Inilah mengapa olah rohani lebih utama daripada olah jasmani, namun bukan berarti olah jasmani kalah penting daripada olah rohani. Misalnya salah satu olah rohani yang kerap 28 Website Pagar Nusa, dalam https://pagarnusa.or.id/sejarah/, diakses 27 Agustus 2023.
39 dilakukan oleh santri pencak silat Pagar Nusa adalah dzikir. Seseorang yang secara istiqomah (konsisten) melakukan dzikir berdampak pada ketenangan batinnya. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur‟an : ْ ُبۗ لُو ُ ن انْق و ِٕى َ َطْم ت ِ ه ّ ْكِر اّلل ِذِ َََ ب ...ا ”Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram”. (AlQur‟an, Surah Ar-Ra‟d: 28)
40 BAB III PROFIL PONDOK PESANTREN AL-HUDA PETAK SUSUKAN DAN PADEPOKAN SINGO MANJAT A. Profil Umum Pondok Pesantren Al-Huda Petak Susukan Pondok pesantren Al-Huda adalah pondok pesantren yang berada di dusun Petak, desa Sidoharjo, kecamatan Susukan kabupaten Semarang Jawa Tengah. Desa Sidoharjo adalah salah satu desa dari 13 lainnya di kecamatan Susukan yang merupakan daerah agraris dengan tanah yang subur, tepatnya di sebelah barat desa Susukan dan sebelah Timur Desa Koripan. Sedangkan dusun Petak adalah bagian paling timur di kabupaten Semarang yang terletak 25 kilometer sebelah selatan-timur kota Salatiga. Pondok pesantren Al-Huda adalah salah satu pondok pesantren tertua di Jawa yang memadukan Salafiyah Thoriqoh dan juga sekolah formal lengkap dengan muatan unggulan serta ekstrakulikulernya. Pendalaman Salafiyah Thoriqoh-nya berupa Thoriqah Naqsyabandiyyah Kholidiyah, sedangkan pendidikan formalnya mencakup RA Miftahul Ulum, MI Miftahul Ulum dan SMK terpadu Al-Huda. B. Sejarah Pondok Pesantren Al-Huda Sejarah berdirinya pondok pesantren Al-Huda di Dusun Petak, Desa Sidoharjo, Kecamatan Susukan, Kabupaten Klaten tidak terlepas dari sebuah nama, yaitu Kiai Muhammad Rozi. Beliau pendiri pondok pesantren Tegalsari. Beliau merupakan anak dari Kiai Imam Rozi (pionir dan pendiri
41 Pondok Pesantren Tempursari, Klaten). Pangeran Diponegoro memberikan gelar Singo Manjat kepada Kiai Imam Rozi, sekaligus beliau juga merupakan salah satu pengawal setia dari Pangeran Diponegoro. Kiai Imam Rozi kemudian menikahkan putranya dengan seorang wanita salehah asal Kecamatan Susukan, Dusun Petak, Desa Sidoharjo, Kabupaten Semarang. Berawal dari pernikahan itu, didirikanlah Pondok Pesantren Al-Huda Petak. Pada tahun 1806 M, beliau memulai usahanya dengan membangun sebuah masjid. Syekh Abdul Djalil melakukan renovasi kedua pada masjid ini. Syekh Abdul Djalil mendirikan Pondok Pesantren al-Huda dan menjabat sebagai pengurus pertamanya. Pondok pesantren mengalami kemajuan pesat pada masa Syekh Abdul Djalil memimpin. Terbukti, pesantren ini mempunyai jumlah santri yang banyak. Beliau memimpin Pondok Pesantren al-Huda selama 34 tahun tepatnya pada tahun 1867 hingga 1901 M. Namun pada tanggal 1 Muharram 1320H/1901 M beliau wafat di tengah-tengah kejayaan pondok pensantren, tepatnya pada usia 79 tahun. Beliau meninggalkan seorang istri dan delapan anaknya. Syekh Abdul Djalil dimakamkan di komplek Pondok Pesantren Petak yang terletak di sebelah selatan Masjid Petak. KH. Djufri Abdul Djalil sebagai putra dari Syaikh Abdul Djalil kemudian melanjutkan perjuangan ayahnya sebagai pemimpin Pondok Pesantren AlHuda Petak. Beliau lahir pada tahun 1877 M/1296 H. KH. Djufri Abdul Djalil sejak kecil telah dididik oleh ayahnya untuk mendalami berbagai ilmu agama
42 seperti, fiqh, pengetahuan dasar agama, tasawuf dan thariqoh. Tidak berbeda dari kebiasaan saudara lainnya, dalam keluarga Syaikh Abdul Djalil ketika seorang anak sudah beranjak dewasa, maka akan di-baiat thariqoh. KH. Djufri Abdul Djalil sejak kecil juga sudah melaksanakan amalan tirakat dan ketika beliau dewasa melakukan baiat thariqoh. Sehingga patutlah beliau menjadi mursyid thoriqoh. Pada usia 24 tahun KH. Djufri Abdul Djalil diangkat menjadi mursyid thariqoh, beliau terpilih menjadi mursyid thariqoh dikarenakan beliau memiliki kelebihan dan kemampuan yang terpilih, bukan semata-mata karena beliau merupakan putra dari Syaikh Abdul Djalil. Kealiman dan kepribadian luhur KH. Djufri dianugrahi keturunan dari ke tujuh istrinya yang banyak menjadi ulama atau kiai. Salah satu putra KH. Djufri yang kelak akan melanjutkan perjuangan memimpin pondok pesantren sekaligus meneruskan thariqoh dari ayahnya sendiri adalah KH. Maesur. KH. Maesur adalah putra ketiga dari KH. Djufri. Hingga pada 25 Jumadil awal 1383 H/1962 M, KH. Djufri dipanggil oleh Yang Maha Kuasa setelah memimpin pondok pesantren selama kurang lebi 60 tahun lamanya. Peristirahatan terakhirnya ditempatkan disamping makam ayah dan ibunya. Sebagai putra KH.Djufri dan istrinya KH. Nyai Hj. Sufinah, KH. Maesur meneruskan thariqoh yang dibawa ayahnya dan mendapatkan gelar Mursyid Naqsyabandiyah Khalidiyah. KH. Maesur kecil memang dipersiapkan untuk menjadi generasi ketiga untuk menjadi pemimpin pondok pesantren. Selain
43 didikan ayah dan pamannya KH. Hawari dan KH. Hisyam, KH. Maesur juga menempuh pendalaman ilmu agama melalui pondok pesantren Jampes, Kediri dibawah asuhan Syeikh Ihsan bin Muhammad Dahlan. Setelah terasa cukup beliau beliau di Pondok Pesantren tersebut beliau kembali pulang dan belajar lagi kepada sang ayah KH. Djufri. KH. Maesur juga merupakan aktivis di beberapa organisasi diantaranya yaitu NU, Jam‟iyyah Ahli Thariqah AlMu‟tabarah An-Nahdliyyah, Persis dan PPP,. Beliau juga dikenal seseorang yang tegas pada orang yang melakukan kesalahan dalam hal thariqoh dan pengalaman agama (fiqh). Dalam kepemimpinan beliau di Pondok Pesantrean Al-Huda Petak cukup lama, hingga pada tanggal 2 Muharram 2002 beliau dipanggil oleh Allah dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Petak. Selanjutnya amanah meneruskan kepemimpinan pondok pesantren diberikan kepada KH. Adib Maesur, beliau merupakan putra tertua KH. Maesur dan istrinya yang pertama yaitu Nyai Hj. Sunniyati. Untuk melanjutkan didikan dari orang tuanya dan tamat sekolah tingkat pertama, KH. Adib Maesur kemudian mondok di pondok pesantren Jenengan, Solo. Di pondok pesantren ini KH. Adib Maesur diasuh oleh KH. Muhammad Ma‟ruf As Syadzali selama empat tahun. Lalu KH. Maesur melanjutkan mondok di pondok pesantren Gontor selama satu tahun. KH. Adib Maesur kemudian melanjutkan memperdalam ilmu agamanya di pondok pesantren Tebuireng yang pada saat itu beliau diasuh oleh KH. Yusuf Hasyim Asy‟ari. Rasa haus akan ilmu, KH. Adib Maesur terus mengembara kepada banyak kiai di
44 Madura. Dalam kepempinan KH. Adib Maesur di Pondok Pesantren Al-Huda Petak dibantu oleh KH. Maghfur (koordinator dalam pembangunan), KH. Sidqon Maesur (koordinator dalam kemasjidan), dan K. Khusnussyiar (koordinator dalam kemadrasahan), dan K. Anhar Maesur (koordinator dalam kesantrian). Penerus di bidang thariqah selanjutnya adalah KH. Maghfur. Beliau merupakan santri dari KH. Muslih bin Abdurrahman, pengasuh Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Semarang. Selain menyelenggarakan Madrasah Diniyyah, mulai tingkat tamhidi (awaliyyah) sampai tingkat Aliyah, Pondok Pesantren Al-Huda Petak juga menyelenggarakan program tahfidhul qur‟an. Program ini diasuh oleh Nyai Ta‟mirotul Birroh dengan dibantu oleh Gus Fathan Adib. Nyai Ta‟miratul Birroh adalah santri dari KH. Ahmad Umar, Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Solo. Sedangkan Gus Fathan Adib adalah santri dari KH. Mufid Mas‟ud, Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Sleman Jogjakarta. 29 C. Padepokan Singo Manjat Nama Singo Manjat diambil dari nama Mbah Singo Manjat yang ada keterkaitannya dengan asal usul berdirinya pondok pesantren Al-Huda. Pondok pesantren Al-Huda didirikan oleh Mbah Kyai Muhammad Rozi Bin Imam Rozi. Kyai Imam Rozi mempunyai gelar Singo Manjat yang diberikan 29 Maslihatul Umami, “Hubungan Persepsi Santri Tentang Penerapan Ta‟zir Dengan Kedisiplinan Belajar Santri Putri Pondok Pesantren Al-Huda Petak Kec. Susukan, Kab. Semarang” Skirpsi (Salatiga, Jurusan Tarbiyah STAIN Salatiga, 2012), bab III.
45 oleh keraton sebagai panglima Pangeran Diponegoro, meskipun Kyai Imam Rozi ini sebenarnya adalah guru dari Pangeran Diponegoro. Gelar Singo manjat yang diberikan kepada Kiai Imam Rozi bermakna “telik sandi” (mata-mata) karena Kyai Imam Rozi memiliki tugas sebagai Badan Intelijen Negara (istilah modern). Karena itulah diambil nama Singo Manjat sebagai nama padepokan pencak silat Pagar Nusa di pondok pesantren Al-Huda dusun Petak, desa Sidoharjo, kecamatan Susukan, kabupaten Semarang.30 Pemilihan ini didasari sebagai bentuk penghormatan kepada Kiai Imam Rozi sebagai pendiri pondok pesantren Al-Huda dusun Petak, desa Sidoharjo, kecamatan Susukan, kabupaten Semarang. Berdirinya padepokan Singo Manjat ini dilatar belakangi oleh keinginan untuk melanjutkan perjuangan di Nahdlatul Ulama atau Ahli Sunnah Wal Jamaah di kalangan santri yang masih muda dan dikaitkan dengan seni dan budaya. Pada tahun 2018 berdirilah padepokan Singo Manjat yang dikelolai langsung oleh bapak Abdul Muktil Hakim, beliau juga seorang penasehat Pagar Nusa di tingkat kecamatan. Pengurus PAC (Pimpinan Anak Cabang) kecamatan menyatakan sah padepokan Singo Manjat dengan SK. Sebab semua pelatih awal di seluruh padepokan Pagar Nusa harus didatangkan dari pengurus Pagar Nusa tingkat kabupaten, tentunya secara SOP padepokan 30 Abdul Muktil Hakim, 17 September 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang.
46 Singo Manjat sudah diakui sebagai padepokan pencak silat Pagar Nusa.31 Sejak awal berdirinya hingga berkembang padepokan Singo Manjat mengajarkan hal-hal yang umum diajarkan di pencak silat seperti kanuragan, seni bela diri untuk jasmani dan pendidikan rohani. Pendidikan jasmani diperoleh oleh santri melalui latihan-latihan fisik, sedangkan pendidikan rohaninya melalui pengamalan tirakat- tirakat yang dilakoni oleh para santri. Seperti yang disampaikan oleh bapak Abdul Muktil Hakim : “Memang kita fokuskan kepada pengelolaan kerohanian. Jadi biar seimbang ketika prestasi kanuragannya meningkat, ya harapan kita rohaninya juga siap sebagai wadah. Jadi kanuragannya untuk jasmani dan tirakatnya untuk kerohaniannya.” Adapun daftar ketua padepokan dari awal berdiri hingga kini adalah sebagai berikut : 1. Kang Misbahun menjabat sebagai ketua padepokan Singo Manjat pada tahun 2018. 2. Kang Hasyim dibantu oleh kang Aziz Sanib menjabat sebagai ketua padepokan Singo Manjat pada tahun 2019-2021. 3. Kang Ihwan Purnomo menjabat sebagai ketua padepokan Singo Manjat pada tahun 2022-sekarang (tahun penulisan skripsi).32 31 Abdul Muktil Hakim, 17 September 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang. 32 Ihwan Purnomo, 9 Agustus 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang.
47 BAB IV RIYADHOH PADEPOKAN PAGAR NUSA SINGO MANJAT DI PONDOK PESANTREN AL-HUDA SUSUKAN A. Penerapan Riyadhoh Penelitian ini berpusat pada riyadhoh padepokan pencak silat Pagar Nusa Singo Manjat di pondok pesantren Al-Huda dusun Petak, desa Sidoharjo, kecamatan Susukan, kabupaten Semarang. Peneliti melakukan observasi sebanyak dua kali, pada observasi pertama terdapat 27 (dua puluh tujuh), dan observasi kedua terdapat 22 (dua puluh dua) santri yang mengikuti latihan Pagar Nusa. Peneliti memilih empat orang santri dengan tiga orang santri putri dan satu orang santri laki-laki, satu orang dewan pendekar (ketua padepokan pencak silat Pagar Nusa Singo Manjat), satu orang penasehat pencak silat Pagar Nusa Singo Manjat dan satu orang Pengurus Cabang Pagar Nusa tingkat kecamatan Susukan, kabupaten Semarang. Peneliti memilih empat orang santri atau siswa pencak silat Pagar Nusa padepokan Singo Manjat untuk menggali lebih dalam mengenai riyadhoh yang akrab dilakukan oleh mereka. Pemilihan ketua padepokan Singo Manjat karena narasumber tersebutlah yang aktif mendampingi dan membimbing dalam pengajaran materi dan latihan jasmani di padepokan Singo Manjat. Pemilihan penasehat sekaligus ustadz di pondok pesantren Al-Huda dusun Petak, desa Sidoharjo, kecamatan Susukan, kabupaten Semarang sebagai narasumber karena beliau yang sejak awal perintisan padepokan turut
48 mendampingi hingga padepokan Singo Manjat berkembang sampai saat ini. Beliau yang memahami sekaligus kerap memberikan ijazah amalan kepada santri padepokan Singo Manjat. Dengan perhatian beliau sendiri padepokan Singo Manjat terus eksis sesuai pada ranah pesantren yang mencetak santri berakhlakul karimah. Dan pemilihan Pengurus Cabang (PC) Pagar Nusa tingkat kecamatan sebagai narasumber karena pada dasarnya padepokan Singo Manjat tetap di bawah naungan PC Pagar Nusa tingkat kecamatan Susukan dan PC Pagar Nusa tingkat kabupaten Semarang. Berbagai perihal dan kepentingan padepokan, PC Pagar Nusa tingkat kecamatan tetap turut serta membantu. Seperti pada saat kenaikan tingkat (UKT), pengesahan dan lain-lain, PC Pagar Nusa tingkat kecamatan turut hadir dan bertugas di lapangan. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan, peneliti menemukan penerapan riyadhoh pada pencak silat Pagar Nusa padepokan Singo Manjat yang dilaksanakan menurut sumber-sumber data tersebut meliputi riyadhoh Al-Jism (latihan jasmani) dan riyadhoh Al-Nafs (latihan rohani). B. Riyadhoh Al-Jism (Latihan Jasmani) Pendidikan olahraga yang dilakukan melalui gerakan fisik atau pernapasan dengan tujuan untuk kesehatan jasmani.33 Abdul Mujib juga menyebutkan bahwa kata riyadhoh jika dinisbatkan kepada olahraga berarti latihan fisik dengan tujuan menyehatkan tubuh. Dan perlu ditegaskan kembali bahwa, 33 Abdul Mujib, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana, 2018), 22.
49 meskipun Riyadhoh Al-Jism menurut Abdul Mujib keutamaannya di bawah dari Riyadhoh Al-Nafs namun bukan berarti Riyadhoh Al-Jism tidak penting. banyak sekali hikmah yang dapat diambil bagi para pelaksananya. Riyadhoh Al-Jism atau latihan jasmani dapat ditemui disetiap latihan utama padepokan Singo Manjat. Hal-hal yang berkaitan dengan latihan jasmani di padepokan Singo Manjat di antaranya adalah : latihan fisik dan materi paketan Pagar Nusa. Berikut terkait latihan jasmani padepokan Singo Manjat : a. Jadwal Latihan Jasmani Jadwal latihan jasmani di padepokan Singo Manjat dibagi menjadi dua kelompok sesuai dengan jenjang sekolah formalnya, yaitu kelompok MTs/sederajat dan kelompok SMK. Untuk SMK, jadwal latihannya diminggu pagi (jam 08:00 WIB - selesai) dan malam selasa (usai Isya‟ - selesai). Sedangkan untuk jenjang MTs/sederajat jadwal latihannya dijum‟at pagi (jam 08:00 WIB - selesai) dan malam selasa (usai Isya‟ - selesai). Pada jadwal dimalam selasa latihan jasmani antara jenjang MTs/sederajat dengan SMK digabung atau melaksanakan latihan bersama.34 b. Pelaksanaan Latihan Jasmani Ada banyak sekali macam-macam latihan jasmani di pencak silat 34 Dina, 24 September 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang.
50 Pagar Nusa khususnya di padepokan Singo Manjat ini. Penulis hanya mampu untuk menjelaskan sebagian kecil metode-metode yang dilakukan secara sederhana. Namun pada intinya, latihan jasmani yang dilakoni oleh anggota padepokan Singo Manjat mempunyai tujuan untuk melatih fisik baik dari kekuatan maupun ketahanan tubuh, reflek, ketepatan dan tentunya seni beladiri. Untuk pelaksanaannya latihan jasmani diawali dengan pembukaan dan berdo‟a bersama. Lalu dilanjutkan dengan pemanasan, ada beberapa metode pemanasan yang digunakan antara lain : lari mengelilingi lapangan atau di tempat dengan tiga tahapan (tahap satu lari di tempat dengan interval sedang dan tangan di samping lurus, tahap dua lari di tempat dengan interval cepat dan badan seperti posisi rukuk namun tangan lurus kebawah disertai telapak tangan menyatu kiri dan kanan, tahap tiga berlari di tempat dengan kaki diangkat tinggi, tangan diayunkan dari samping bawah keatas kepala dan kepala menengadah keatas), stretching lain guna untuk mempersiapkan otot untuk melakukan aktifitas latihan pencak silat dan peregangan otot untuk menghindari nyeri saat melakukan gerakan materi yang diajarkan. Pemanasan biasanya dilakukan kurang lebih 20-30 menit. Setelah pemanasan selesai dilanjutkan dengan latihan fisik atau penyampaian materi. Untuk latihan fisik terdapat banyak
51 sekali metode yang digunakan, diantara lain : Push up (posisi badan tengkurap dengan lurus dan tangan ditekuk kebawah) disertai tangan mengepal. Sit up (adalah posisi telentang dengan kaki lurus, tangan ditekuk kesamping telinga lalu mengangkat setengah badan keatas). Back up (posisi badan tengkurap lurus lalu mengangkat setengah badan bagian kepala sampai pinggang kearah atas) Mengangkat kaki posisi lurus dengan badan terlentang. Saat mengangkat kaki juga terdapat tahapan-tahapan yang dilakukan, mengangkat kaki dengan 90 derajat, 45 derajat hingga 15 derajat. Roll depan, gerakan berguling kedepan. Roll belakang, gerakan berguling kebelakang. Squat jump, bermula dari posisi berdiri lurus kemudian menurukan pinggul hingga posisi jongkok dan berdiri kembali, dilakukan berulang-ulang. Latihan pernafasan perut, dada, punggung dan kepala. Pemantapan tangkisan dan serangan (pukulan dan tendangan).
52 Dll.35 Berbagai tujuan dari melakukan latihan jasmani yang telah disebutkan di atas, pada dasarnya semua latihan tersebut adalah untuk melatih otot sesuai gerakannya. Misalnya Squat jump fokus gerakannya adalah untuk melatih otot bagian perut. Di samping latihan-latihan yang sudah disebutkan di atas, padepokan Singo Manjat sebagai pencak silat resmi Pagar Nusa juga mendalami materi-materi gerakan paketan (materi wajib Pagar Nusa). Materimateri yang disampaikan pembina juga harus sesuai dengan tingkatan sabuknya, berikut adalah materi yang disampaikan adalah : 35 Zahra, Didik, 24 September 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang. Nama tingkatan Setrip/palet Standar rangkaian dasar/jurus yang diajarkan dan materi Pra Sakral/Polos Gerak dasar, fisik, salam Pagar Nusa dan beserta artinya, prasetya Pagar Nusa Hijau Setrip Kuning SD A dan B, salam NU, langkah lambang/Badge Pagar Nusa, NU, hafalan surat pendek dan doa. Hijau Setrip Merah SMP A dan B, teknik, IPSI tanding, tahlil dan praktik ibadah/fasholatan. Hijau Setrip Biru SMA A dan B, teknik, IPSI seni, pembinaan mental spiritual dan belajar organisasi.
53 36 Ihwan Purnomo 9 Agustus 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang. Hijau Setrip Hitam Penguatan materi dan jurus dari pra sakral sampai setrip biru, belajar menjadi asisten pelatih. Wajib hafal mars Pagar Nusa, hymne menyusul. Hijau Selendang Penguatan materi dan jurus melalui LATBER, LATGAB, berkhidmah di Pagar Nusa, sesuai dengan rekomendasi dan kemampuan. Peningkatan kualitas diri melalui kegiatan pelatihan pelatih baik wasjur, penanganan cidera, spiritual, organisasi, event kejuaraan, pencak dor, DIKTAMA PASUKAN INTI, dll. Dapat memberikan kontribusi baik dengan mencetak atlit, calon warga, pandangan baik dari masyarakat.36 Tabel 4.1: Materi paketan Pagar Nusa sesuai tingkatan sabuk
54 Berdasarkan tabel di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa materi peketan Pagar Nusa secara fisik atau gerakan di setiap tingkatan sabuk berbeda-beda. Tujuannya adalah memberikan tahapan khusus sesuai dengan standar materi yang diberikan oleh Pagar Nusa. Pada ujian kenaikan tingkat (UKT) para anggota Pagar Nusa yang mengikutinya dites pada beberapa aspek yaitu mental, fisik dan materi-materi yang didapat dari tingkatan sabuk paling awal hingga tingkat sabuk paling akhir dari siswa tersebut. Para peserta dinyatakan lulus ujian apabila berhasil melewati semua tes yang diberikan oleh pembina. Ini bertujuan untuk menguji kemampuan dan memberikan pembinaan kepada para peserta UKT agar lebih matang dan siap untuk melanjutkan tingkatan sabuk berikutnya. Hal ini dijelaskan oleh Bapak Abdul Muktil Hakim selaku penasehat pencak silat Pagar Nusa padepokan Singo Manjat sekaligus ustadz pondok pesantren AlHuda Susukan : “Tujuan dari tes kenaikan sabuk itu untuk menguji kematangan mereka, di samping itu materi tes yang diberikan sebagai pembinaan biar lebih matang. Selain itu usai melewati tes diharapkan santri dapat menerapkan rasa kasih sayang kepada adik tingkatnya, rasa persaudaraan dan solidaritas yang terukur. Begitu juga adik tingkat yang harus tetap hormat kepada kakak seniornya meskipun sehebat apapun prestasinya sehingga para santri yang melakoni tes dipandang layak untuk menyandang sabuk sesuai tingkatannya.”37 37 Abdul Muktil Hakim, 17 September 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang.
55 Perbedaan materi yang didapat setiap tingkatan sabuk juga berpengaruh pada kekuatan dan kematangan seni beladirinya, meskipun tidak menutup kemungkinan adik tingkat dapat mengungguli prestasi kanuragan kakak seniornya. Hal ini dibuktikan melalui pengakuan narasumber bernama Didik selaku anggota pencak silat Pagar Nusa padepokan Singo Manjat sabuk biru : “Dulu waktu pertama kali ikut Pagar Nusa disuruh sabung itu iseh kaku, belum luwes. Pernah sabung dengan teman seangkatan, dan warga (pelatih padepokan Singo Manjat). Kalau sabung sama pelatih itu beda banget, dari serangan sama pukulan itu rata-rata masuk semua (mengenai sasaran) dan lebih antep (berisi/berbobot/mantap). Terus serangannya juga lebih cepet sama nggak grusa-grusu (tergesa-gesa), lebih tenang dan nggak emosi. Kalau gerakan dan tekniknya sama aja kayak kita (sebagai adik tingkat).”38 Semua latihan jasmani yang dilakukan secara istiqomah (berulang-ulang) berpengaruh secara main effect atau pengaruh langsung terhadap kesehatan fisik, kebugaran, kekuatan dan ketahanan tubuh, kelincahan, kecepatan, ketepatan, reflek, dan seni beladiri. Hal ini dibuktikan dengan pengakuan dari salah satu narasumber yaitu Didik (anggota pencak silat Pagar Nusa padepokan Singo Manjat sabuk biru) : “Pas dipukul itu ndak terlalu terasa sakit, buat tubuh jadi kuat, ndak mudah sakit sama ketahanan tubuh itu jadi meningkat kalau ngelakuin kegiatan lain kayak ro‟an (bersihbersih pondok) dll”39 C. Riyadhoh Al-Nafs (Latihan Rohani) Riyadhoh Al-Nafs adalah pendidikan olah batin yang dilakukan melalui olah pikir dan olah hati yang bertujuan untuk memperoleh kesadaran dan kualitas 38 Didik, 24 September 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang. 39 Ibid.,
56 rohani.40 Sesuai namanya, Riyadhoh Al-Nafs berfokus kepada pengelolaan hawa nafsu yang sifatnya bathiniyah. Menurut ilmu tasawuf, riyadhoh dapat diimplementasikan melalui beberapa jalan yaitu : uzlah (mengasingkan diri dari keramaian untuk fokus beribadah), diam atau berbicara seperlunya, bangun malam untuk beribadah, seperti sholat tahajud dan berdzikir, menahan lapar dengan melakukan puasa sunnah. 41 Mengacu pada penjelasan di atas bahwa riyadhoh al-nafs merupakan latihan yang segala faktornya mempengaruhi dari dalam diri. Dalam hal ini peneliti menemukan realisasi atau penerapan riyadhoh al-nafs yang sesuai dengan penjelasan tersebut. Pencak silat Pagar Nusa padepokan Singo Manjat merupakan program ekstrakulikuler pondok pesantren Al-Huda dusun Petak, desa Sidoharjo, kecamatan Susukan kabupaten Semarang. Sebagai padepokan dalam lingkup pesantren, padepokan Singo Manjat tidak bisa dipisahkan dengan segala budaya lingkup pesantren. Salah satu budaya pesantren yang sangat kental adalah tirakat atau melakukan amalan-amalan keagamaan. Pagar Nusa khususnya padepokan Singo Manjat juga tidak lepas dari budaya tersebut. Di antara metode yang diterapkan untuk melakukan amalan seperti puasa, dzikir dan sholat sunnah menjadi jalan riyadhoh al-nafs yang banyak diminati dikalangan santri dan siswa yang mengikuti padepokan Singo Manjat. 40 Abdul Mujib, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana, 2018), 22. 41Zubairi, Paradigma Pendidikan Islam (Indramayu : Penerbit Adab, 2023), 18.
57 1. Puasa Ngrowot Adalah salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa. Puasa Ngrowot berbeda dengan puasa pada umumnya. Dalam Islam puasa itu boleh makan apa saja di waktu sahur dan buka puasa, namun dalam Puasa Ngrowot ini ada aturan dalam sahur dan berbuka puasa, yaitu dalam mengamalkan Puasa Ngrowot seseorang tidak boleh mengkonsumsi nasi dan semua makanan yang terbuat dari beras, pelaku Ngrowot hanya diperbolehkan memakan makanan yang berasal dari umbi-umbian, buah, dan sayuran.42 “Srowot” adalah asal kata dari ngrowot, yang berarti ketela diparut, yang pada zaman dahulu dijadikan makanan pokok. Maka dari itu puasa yang memakan umbi-umbian sekarang disebut dengan puasa ngrowot. Puasa ngrowot bertujuan sama seperti kebanyakan puasa jawa pada lainnya, atau tujuan puasa pada umumnya. Yaitu untuk penguatan batin dan simbol keprihatinan. Puasa ngerowot adalah salah satu amalan yang paling diminati oleh para santri padepokan Singo Manjat, hal ini disampaikan oleh Bapak Abdul Muktil Hakim: “Rukun puasa yang dilakukan itu kan sama seperti syarat dan rukun puasa pada umumnya, seperti puasa Ramadhan. Meskipun ada juga seperti puasa mutih, puasa wetonnya, nanti ada mutih terus ada puasa tidak tidur (puasa patih geni dll). Yang paling banyak ya puasa mutih, dan patih geni. Dan yang paling banyak serta paling 42Anisaul Mubarokatun Ni‟mah, “Puasa Ngerowot (Kajian Antropologi Terhadap Praktik Puasa Ngrowot di Pondok Pesantren Al-Musyaffa‟ Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal)” Skripsi (Semarang: UIN Wali Songo Semarang, 2019), 6.
58 diminati adalah puasa daud dan ngerowot.”43 Hal ini juga disampaikan oleh santri padepokan Singo Manjat bernama Zahra yang mengungkapkan temannya menjalani puasa ngrowot : “Mbak Leli niku malah puasa ngrowot sampe 3 tahun mas, dewek e niku awet mbiyen tekan saiki urung putus”44 Penasehat padepokan Singo Manjat sekaligus salah satu ustadz di pondok pesantren Al-Huda Susukan tersebut juga kerap memberikan ijazahan berupa amalan-amalan puasa dan dzikir. Pada saat memberikan ijazahan tersebut beliau selalu menekankan kepada santri agar tidak ada tujuan apapun kecuali mengharap ridha Allah SWT. 2. Puasa Daud Puasa Daud adalah salah satu puasa yang disunnahkan, puasa ini merupakan amalan yang dilakukan oleh nabi Daud. Pada pada pelaksanaannya puasa Daud tidak ada hari khusus. Namun puasa ini dilakukan dengan cara sehari puasa dan sehari berbuka, begitu untuk seterusnya. Puasa Daun juga menjadi amalan puasa yang banyak diminati oleh santri padepokan Singo Manjat. Sebagaimana yang 43 Abdul Muktil Hakim, 17 September 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang. 44 Zahra, 24 September 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang.
59 disampaikan oleh bapak Abdul Muktil Hakim: “Puasa yang dilakukan itu bermacam-macam, tergantung dengan kesiapan anaknya. Jadi ada yang puasa 7 hari, ada yang 3 hari, ada yang puasa Daud setahun, ada yang 3 tahun, karena memang diniati untuk kerohaniannya”. 45 3. Puasa Mutih Puasa ini sama dengan puasa pada umumnya yang menahan makan, minum. Namun yang mebedakan adalah makanan yang dimakan ketika buka dan sahur cukup nasi putih murni tanpa garam, sayur dan minumnya air putih saja tanpa pemanis, dan minuman sejenisnya yang memiliki rasa. Biasanya puasa mutih dilakukan dengan jumlah hari yang ganjil. Bisa dilakukan selama 1 hari, selama 3 hari, selama 5 hari, 7 hari dan seterusnya. Sebagaimana yang disampaikan oleh bapak Abdul Muktil Hakim: “Rukun puasa yang dilakukan itu kan sama seperti syarat dan rukun puasa pada umumnya, seperti puasa Ramadhan. Meskipun ada juga seperti puasa mutih, puasa wetonnya, nanti ada mutih terus ada puasa tidak tidur (puasa patih geni dll). Yang paling banyak ya puasa mutih, dan patih geni. Dan yang paling banyak serta paling diminati adalah puasa daud dan ngerowot. Yang laki-laki memang jarang, laki-laki paling lama dan selesai melaksanakan amalan itu 7 hari. Nanti puasa mutih dan patih geninya sekali di hari terakhir”. 46 4. Puasa Patigeni Puasa Patigeni adalah amalan puasa yang dilakukan dengan syarat tidak tidur, tidak makan dan tidak minum, dan mengurangi aktivitas lainnya serta mengurangi berbicara. Tujuan dari puasa ini adalah untuk penguatan batin, ajian yang semuanya berporos pada mencari ridho 45 Ibid., 46 Ibid.,
60 Allah SWT. Sebagaimana yang disampaikan oleh bapak Abdul Muktil Hakim: “Nanti puasa mutih dan patih geninya sekali di hari terakhir. Sedangkan yang putri ini puasa daud sama ngerowot itu banyak, minimal 1 tahun”. 47 5. Dzikir Pada penerapa Riyadhoh Al-Nafs melalui dzikir atau pembacaan kalimat-kalimat ijazah yang diberikan oleh seorang guru tidak dapat dituliskan dalam penelitian ini dikarenakan harus melalui mu‟jiz (pemberi ijazah). Hal ini sangat dijaga dikalangan pencak silat Pagar Nusa sebagaimana yang disampaikan oleh bapak Abdul Muktil Hakim : “Kalimat-kalimat dan dzikir yang dibaca itu kan sudah masuk di amalan tirakat, jadi memang mekanisme kami harus melalui ijazah. Jadi kalau dijadikan bahan literasi secara umum, itu kebanyakan tidak diperbolehkan. Kalaupun ada di media sosial, youtube, di facebook atau di manapun yaitu tanggung jawab mereka. Karena kalau bagi santri seorang mu‟jiz atau yang pemberi ijazah dan penerima ijazah harus benarbenar berhadapan khusus, ada baiat-nya, ada janjinya, dan ada ijab kabulnya. Di samping itu memang sanad itu sangat penting, karena sanad ini yang diambil adalah keberkahannya. Tidak lantas asal comot, sehingga kalau itu menjadi bahan literasi secara umum dikhawatirkan orang yang menemukan asal comot, terus dia semaunya sendiri. Lah nanti kalau terjadi apa-apa terus siapa yang tanggung jawab”48 Sebagaimana juga yang disampaikan oleh santri padepokan Singo Manjat yang bernama Laili : “Nak kulo namung amalan-amalan biasa mas, kados sholat sunnah tahajjud, sholat sunnah hajat birrul walidain kaleh dzikir.”49 47 Ibid., 48 Ibid., 49 Laili, 24 September 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang.
61 Dan Dina (salah satu santri padepokan Singo Manjat) : “Dzikir e nggeh nate mas, tapi taseh bolong-bolong. Nak teng pondok niku enten sholat sunnah rutinan kados qimulail niku, nggeh seng rutin diamalke nggeh pas sak bar e sholat sunnah bareng-bareng niku”50 D. Hikmah melaksanakan Riyadhoh Banyak sekali hikmah yang dapat diperoleh dari pelaksanaan riyadhoh, baik riyadhoh jism maupun riyadhoh nafs.Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di Pondok Pesantren Al-Huda dusun Petak, desa Sidoharjo, kecamatan Susukan, kabupaten Semarang sebagai pelaksana aktif kedua metode riyadhoh yang sudah dijabarkan diatas sebagai bukti bahwa pentingnya keselarasan dalam melatih jiwa dan raga. Hikmah menerapkan riyadhoh jism pada Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di Pondok Pesantren Al-Huda dusun Petak, desa Sidoharjo, kecamatan Susukan, kabupaten Semarang mencakup aspek kanuragan yaitu kecepatan, keakuratan, kekuatan dan ketahanan. Seperti pada penjelasan sebelumnya, semua gerakan latihan jasmani yang dilakukan memiliki tujuannya sendiri. Dalam melatih pernafasan contohnya, tujuannya adalah melatih ketahanan (sebagai perisai ketahanan tubuh saat menerima serangan) dan kekuatan (sebagai support power pada saat melakukan serangan). Hal ini dijelaskan dalam wawancara bersama Ihwan Purnomo: “Kalau latihan pernafasan niku nggeh tujuane ngelatih ketahanan, misal pernafasan punggung niku nggeh diatur dan diolah, mangkeh dites kalian pelatihe. Sak lintune niku nggeh ngelatih 50 Dina, 24 September 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang.
62 kekuatan, semisal kekuatan pukulan lan tendangan.”51 Sebagai perbandingan sekaligus menentukan perbedaan terhadap santri Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di Pondok Pesantren AlHuda dusun Petak, desa Sidoharjo, kecamatan Susukan, kabupaten Semarang yang telah lebih lama dalam melatih pernafasan dengan santri yang lebih muda melatih pernafasan melalui penjelasan Didik (santri Padepokan Singo Manjat): “Kalau sabung sama pelatih itu beda banget, dari serangan sama pukulan itu rata-rata masuk semua (mengenai sasaran) dan lebih antep (berisi/berbobot/mantap). Terus serangannya juga lebih cepet sama nggak grusa-grusu (tergesa-gesa), lebih tenang dan nggak emosi. Kalau gerakan dan tekniknya sama aja kayak kita (sebagai adik tingkat)” 52 Sedangkan hikmah dalam melakukan riyadhoh nafs (latihan rohani) yang dilakoni oleh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di Pondok Pesantren Al-Huda dusun Petak, desa Sidoharjo, kecamatan Susukan, kabupaten Semarang melalui lakon berbagai jenis puasa dan dzikir mencakup aspek peningkatan kecermatan, ketenangan, tangguh dan rasa berani. Hal ini dibenarkan oleh Ihwan Purnomo: “Nggeh mas bener niku, kulo nggeh merasakan imbase mas. Nek seumpama kulo ketemu musuh ngeteniku pilihane namung dua mas. Dianjurkan untuk menghindar, tapi nek memaksa untuk melawan nggeh nembe kulo lawan. InsyaAllah nggeh mboten gentar.” Menghindar yang dimaksud adalah bentuk pengaplikasian rasa tangguh 51 Ihwan Purnomo, 9 Agustus 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang. 52 Didik, 24 September 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang.
63 dan berani yang sebenarnya, menyadari kemampuan dan dampak yang akan terjadi, apakah lebih baik melawan atau akan lebih bijak menghindari pertempuran untuk menjauhi kerusuhan. Melalui puasa dan dzikir yang dilakukan pada Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di Pondok Pesantren Al-Huda dusun Petak, desa Sidoharjo, kecamatan Susukan, kabupaten Semarang juga memberikan hikmah yang besar terhadap rasa ketenangan dan ketentraman jiwa. Hal ini juga dijelaskan pada wawancara bersama Abdul Muktil Hakim: “Puasa, wirid dan dzikir gunanya untuk pembersihan jiwa dan penyembuhan dari segala penyakit hati. Dan inti dari tujuan amalan-amalan itu adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT.”53 53 Abdul Muktil Hakim, 17 September 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang.
64 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Secara bahasa, riyadhoh artinya pengajaran dan pelatihan. Sedangkan secara istilah, riyadhoh artinya melakukan amalan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Riyaḍhoh merupakan latihan kerohanian dengan membiasakan hal-hal terpuji yang bertujuan untuk membentuk akhlakul karimah pada diri seseorang. Semua amalan tersebut biasanya dilakukan di bawah bimbingan dan pengawasan guru mursyid, atau orang yang ditunjuk oleh guru. Menurut jenisnya riyadhoh dibagi menjadi 2 macam : riyadhoh Al-Jism dan Riyadhoh Al-Nafs. Pada penerapan riyadhoh di padepokan Singo Manjat, para santri melakoni latihan-latihan yang dibagi menjadi dua macam. Yaitu latihan fisik yang bersifat AlJism dan latihan rohani yang bersifat Al-Nafs. Pelatihan fisik yang dilakoni mencakup latihan jasmani yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan, kekuatan, kelentukan, kelincahan, ketepatan, reflek dan tentunya seni untuk membela diri. Di samping itu materi paketan Pagar Nusa secara wajib juga dilatih sesuai dengan tingkatan sabuk. Sedangkan penerapan riyadhoh al-nafs di padepokan Singo Manjat lebih bersifat individual, melalui ijazahan yang diberikan oleh seorang guru para santri melakoni olah rohani melalui dzikri, puasa, sholat sunah dan amalan-amalan lainnya. Hal ini bertujuan untuk menjaga sanad dari amalan-amalan tersebut. Sebab amalan-amalan yang ditelah diberikan oleh seorang guru, merupakan pandangan kemampuan seorang santri. Amalan yang dilakukan sangat ditekankan untuk tidak mengharapkan apapun
65 kecuali keridhoan Allah SWT. B. Saran 1. Untuk santri Pagar Nusa padepokan Singo Manjat agar tetap menjaga rasa persaudaraan dan kasih sayang, tanpa adanya sikap takabur dan sombong terhadap apapun kemampuan atau prestasi yang diraih. Baik dari segi kanuragan maupun dari segi rohani. Dan apa yang telah diberikan oleh guru tetap diamalkan. 2. Untuk peneliti selanjutnya yang hendak meneliti padepokan Singo Manjat agar mengembangkan atau mencari sudut pandang berbeda. Tujuannya adalah diharapkan menambah khazanah keilmuan.
66 DAFTAR PUSTAKA Alba Cecep, Tasawuf dan Tarekat: Dimensi Esorteris Ajaran Islam (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2014). Al-Faruq Ahmad Irvan, “Konsep La Ghaliba Illa Billah Pagar Nusa Sebagai Peningkatan Spiritual Quotient (SQ) Pemuda Desa Sugiharjo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban”, Skripsi (Surabaya: UIN Sunan Ampel, 2022). Badrudin, Pengantar Ilmu Tasawuf (Banjarmasin : Penerbit A-Empat, 2015). Didik, 24 September 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang. Dina, 24 September 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang. Gunandi Dwi, “Peran Olahraga Dan Pendidikan Jasmani Dalam Pembentukan Karakter”, Jurnal Ilmiah Spirit (Vol. 18, No. 3, 2018). Firman, "Analisis Data Dalam Penelitian Kualitatif" (Padang, Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Padang, 2018). Hakim Abdul Muktil, 17 September 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang. Hasbullah M. Afif, “Profil Pagar Nusa”, website (Universitas Islam Darul Ulum
67 Lamongan, 2016), dalam https://unisda.ac.id/unit-kegiatan-mahasiswa/pagarnusa/, diakses 23 Agustus 2023. Kriswanto Erwin Setyo, Pencak Silat (Yogyakarta : Pustaka Baru Press, 2015). Laili, 24 September 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang. Meiran Hengki Koes, “Aplikasi Kegiatan Riyadhah Dalam Membentuk Akhlak Santri”, Skripsi (Bengkulu, UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu, 2022). Mujib Abdul, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana, 2018). Nada Nabilatun, “Tradisi Riyadhoh Santri Penghafal Al-Qur‟an” Studi Pada Pondok Pesantren Tahfidzul Qur`an Ma‟unah Sari Bandar Kidul Kediri Jawa Timur, Skripsi (Jakarta: IIQ Jakarta, 2019). Ni‟mah Anisaul Mubarokatun, “Puasa Ngerowot (Kajian Antropologi Terhadap Praktik Puasa Ngrowot di Pondok Pesantren Al-Musyaffa‟ Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal)” Skripsi (Semarang: UIN Wali Songo Semarang, 2019), 6. Oktaviana Dini Melinda, “Penerapan Riyadhoh Santri Strata-1 (S1) Nonformal Pondok Pesantren Jagad „Alimussirry Dalam Meraih Pengalaman Spiritual” Skripsi (Surabaya: UIN Sunan Ampel Surabaya, 2022). Purnomo Ihwan, 9 Agustus 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-
68 Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang. Riyaddussolihin, “Peran Pencak Silat Pagar Nusa Dalam Mengembangkan Pendidikan Karakter Siswa di SMK NU Kabupaten Cirebon”, Skripsi (Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, 2020). Salamuddin, Filsafat Sains Islam (Jakarta: Kencana 2020). Utami Fatimah Aria, “Kontruksi Sosial Masyarakat Mengenai Perpustakaan Desa di Surabaya”, Skripsi (Surabaya, Jurusan Informatika dan Perpustakaan UIN Airlangga, 2016). Umami Maslihatul, “Hubungan Persepsi Santri Tentang Penerapan Ta‟zir Dengan Kedisiplinan Belajar Santri Putri Pondok Pesantren Al-Huda Petak Kec. Susukan, Kab. Semarang” Skirpsi (Salatiga, Jurusan Tarbiyah STAIN Salatiga, 2012). Website Pagar Nusa, dalam https://pagarnusa.or.id/sejarah/, diakses 27 Agustus 2023. Zahra, 24 September 2023, wawancara tentang “Riyadhoh Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di PP. Al-Huda Petak” di pondok pesantren Al-Huda Petak, Kec. Susukan Kab. Semarang.
69 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran 1. Pedoman Wawancara Narasumber 1 Nama : Abdul Muktil Hakim Jabatan : Pembina dan Penasehat Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di Pondok Pesantren Al-Huda Dusun Petak, Desa Sidoharjo, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Tanggal wawancara : 17 September 2023 1. Bagaimana berdirinya Padepokan Singo Manjat? Jawaban: Berdirinya padepokan Singo Manjat ini dilatar belakangi oleh keinginan untuk melanjutkan perjuangan di Nahdlatul Ulama atau Ahli Sunnah Wal Jamaah di kalangan santri yang masih muda dan dikaitkan dengan seni dan budaya. Nama Singo Manjat diambil dari nama Mbah Singo Manjat yang ada keterkaitannya dengan asal usul berdirinya pondok pesantren Al-Huda. Pondok pesantren AlHuda didirikan oleh Mbah Kyai Muhammad Rozi Bin Imam Rozi. Kyai Imam Rozi mempunyai gelar Singo Manjat yang diberikan oleh keraton sebagai panglima Pangeran Diponegoro, meskipun Kyai Imam Rozi ini sebenarnya adalah guru dari Pangeran Diponegoro. Pada tahun 2018 berdirilah padepokan Singo Manjat. Pengurus PAC (Pimpinan Anak Cabang) kecamatan menyatakan sah padepokan Singo Manjat dengan SK. Sebab semua pelatih awal di seluruh padepokan Pagar Nusa harus didatangkan dari pengurus Pagar Nusa tingkat kabupaten, tentunya secara SOP padepokan Singo Manjat sudah diakui sebagai padepokan pencak silat Pagar Nusa. 2. Ajaran apa saja dalam Padepokan Singo Manjat? Jawaban: Memang kita fokuskan kepada pengelolaan kerohanian. Jadi biar seimbang ketika prestasi kanuragannya meningkat, ya harapan kita rohaninya juga siap sebagai wadah. Jadi kanuragannya untuk jasmani dan tirakatnya untuk kerohaniannya.
70 3. Apa tujuan dari perbedaan materi pada setiap tingkatan sabuk Padepokan Singo Manjat? Jawaban: Tujuan dari tes kenaikan sabuk itu untuk menguji kematangan mereka, di samping itu materi tes yang diberikan sebagai pembinaan biar lebih matang. Selain itu usai melewati tes diharapkan santri dapat menerapkan rasa kasih sayang kepada adik tingkatnya, rasa persaudaraan dan solidaritas yang terukur. Begitu juga adik tingkat yang harus tetap hormat kepada kakak seniornya meskipun sehebat apapun prestasinya sehingga para santri yang melakoni tes dipandang layak untuk menyandang sabuk sesuai tingkatannya. 4. Bagaimana pelaksanaan amalan puasa di Padepokan Singo Manjat? Jawaban: Rukun puasa yang dilakukan itu kan sama seperti syarat dan rukun puasa pada umumnya, seperti puasa Ramadhan. Meskipun ada juga seperti puasa mutih, puasa wetonnya, nanti ada mutih terus ada puasa tidak tidur (puasa patih geni dll). Yang paling banyak ya puasa mutih, dan patih geni. Dan yang paling banyak serta paling diminati adalah puasa daud dan ngerowot. Puasa yang dilakukan itu bermacam-macam, tergantung dengan kesiapan anaknya. Jadi ada yang puasa 7 hari, ada yang 3 hari, ada yang puasa Daud setahun, ada yang 3 tahun, karena memang diniati untuk kerohaniannya. 5. Bagaimana pelaksanaan amalan dzikir di Padepokan Singo Manjat? Jawaban: Kalimat-kalimat dan dzikir yang dibaca itu kan sudah masuk di amalan tirakat, jadi memang mekanisme kami harus melalui ijazah. Jadi kalau dijadikan bahan literasi secara umum, itu kebanyakan tidak diperbolehkan. Kalaupun ada di media sosial, youtube, di facebook atau di manapun yaitu tanggung jawab mereka. Karena kalau bagi santri seorang mu‟jiz atau yang pemberi ijazah dan penerima ijazah harus benar-benar berhadapan khusus, ada baiat-nya, ada janjinya, dan ada ijab kabulnya. Di samping itu memang sanad itu sangat penting, karena sanad ini yang diambil adalah keberkahannya. Tidak lantas asal comot, sehingga kalau itu menjadi bahan literasi secara umum dikhawatirkan orang yang menemukan asal comot, terus dia semaunya sendiri. Lah nanti kalau terjadi apa-apa terus siapa yang tanggung jawab. 6. Apa tujuan dari penerapan riyadhoh di Padepokan Singo Manjat?
71 Jawaban: Kalau latihan fisik ya untuk kanuragannya. Sedangkan puasa, wirid dan dzikir gunanya untuk pembersihan jiwa dan penyembuhan dari segala penyakit hati. Dan inti dari tujuan amalan-amalan itu adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT.
72 Narasumber 2 Nama : Ihwan Purnomo Jabatan : Ketua Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di Pondok Pesantren Al-Huda Dusun Petak, Desa Sidoharjo, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Tanggal wawancara : 9 Agustus 2023 1. Materi apa saja yang diajarkan di Padepokan Singo Manjat? Jawaban: Materi dari paketan Pagar Nusa itu dibagi-bagi, mulai dari sabuk Pra Sakral/Polos, Hijau Setrip Kuning, Hijau Setrip Merah, Hijau Setrip Biru, Hijau Setrip Hitam dan Hijau Selendang. 2. Apa tujuan dari latihan pernafasan? Kalau latihan pernafasan niku nggeh tujuane ngelatih ketahanan, misal pernafasan punggung niku nggeh diatur dan diolah, mangkeh dites kalian pelatihe. Sak lintune niku nggeh ngelatih kekuatan, semisal kekuatan pukulan lan tendangan. 3. Apa tujuan dari latihan rohani? Nggeh mas bener niku, kulo nggeh merasakan imbase mas. Nek seumpama kulo ketemu musuh ngeteniku pilihane namung dua mas. Dianjurkan untuk menghindar, tapi nek memaksa untuk melawan nggeh nembe kulo lawan. InsyaAllah nggeh mboten gentar
73 Narasumber 3 Nama : Didik Jabatan : Anggota Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di Pondok Pesantren Al-Huda Dusun Petak, Desa Sidoharjo, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Tanggal wawancara : 24 September 2023 1. Apa perbedaan yang dirasakan setelah mengikuti latihan-latihan di Padepokan Singo Manjat? Jawaban: Dulu waktu pertama kali ikut Pagar Nusa disuruh sabung itu iseh kaku, belum luwes. Pernah sabung dengan teman seangkatan, dan warga (pelatih padepokan Singo Manjat). Kalau sabung sama pelatih itu beda banget, dari serangan sama pukulan itu rata-rata masuk semua (mengenai sasaran) dan lebih antep (berisi/berbobot/mantap). Terus serangannya juga lebih cepet sama nggak grusa-grusu (tergesa-gesa), lebih tenang dan nggak emosi. Kalau gerakan dan tekniknya sama aja kayak kita (sebagai adik tingkat). Pas dipukul itu ndak terlalu terasa sakit, buat tubuh jadi kuat, ndak mudah sakit sama ketahanan tubuh itu jadi meningkat kalau ngelakuin kegiatan lain kayak ro‟an (bersihbersih pondok).
74 Narasumber 4 Nama : Dina Jabatan : Anggota Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di Pondok Pesantren Al-Huda Dusun Petak, Desa Sidoharjo, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Tanggal wawancara : 24 September 2023 1. Bagaimana jadwal latihan jasmani di Padepokan Singo Manjat? Jawaban: Nek latiane niku enten kaleh, seng SMK niku malam selasa bar ngisya‟ kalih dinten minggu enjeng jam 8. Nek seng Mts dinten Jum‟at enjeng jam 8 kalih malam selasa bar ngisya‟. Lha seng malam selasane niku latihane sareng-sareng teng halaman gedung sekolahan niko. 2. Amalan apa saja yang kamu lakukan? Dzikir e nggeh nate mas, tapi taseh bolong-bolong. Nak teng pondok niku enten sholat sunnah rutinan kados qimulail niku, nggeh seng rutin diamalke nggeh pas sak bar e sholat sunnah bareng-bareng niku.
75 Narasumber 4 Nama : Zahra Jabatan : Anggota Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di Pondok Pesantren Al-Huda Dusun Petak, Desa Sidoharjo, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Tanggal wawancara : 24 September 2023 1. Amalan apa saja yang kamu lakukan? Jawaban: Nggeh tahajjud, poso senin kamis kaleh ryen nate daud 2. Apakah pernah menjalankan puasa ngerowot? Jawaban: Dereng, Mbak Leli niku malah puasa ngrowot sampe 3 tahun mas, dewek e niku awet mbiyen tekan saiki urung putus.
76 Narasumber 4 Nama : Laili Jabatan : Anggota Pencak Silat Pagar Nusa Padepokan Singo Manjat di Pondok Pesantren Al-Huda Dusun Petak, Desa Sidoharjo, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Tanggal wawancara : 24 September 2023 1. Amalan apa saja yang pernah kamu lakukan? Jawaban: Nak kulo namung amalan-amalan biasa mas, kados sholat sunnah tahajjud, sholat sunnah hajat birrul walidain kaleh dzikir.”