SAMBUTAN DIREKTUR
CERDASMULIA INSTITUTE
Oleh : Arry Rahmawan, ST, MT
Alhamduilllah,
puji
syukur
kehadirat
Allah
yang
atas
karuniaNya,
terwujudlah
sebuah
situs
pembelajaran
online
public
speaking
yang
sudah
lama
kami
nan9kan.
Saya
berharap
teknikpublicspeaking.com
menjadi
salah
satu
dari
sekian
kontribusi
besar
CerdasMulia
Ins9tute
dalam
membangun
generasi
muda
Indonesia.
Saya
teringat
betapa
banyaknya
tantangan
yang
akan
dihadapi
bangsa
ini
ke
depannya.
Terutama
persaingan
kualitas
sumber
daya
manusia
Indonesia
dengan
negara
–
negara
tetangga,
serta
negara
–
negara
maju.
Indonesia
memiliki
potensi
luar
biasa
hebat
karena
jumlah
penduduknya
yang
sangat
besar.
Namun
apalah
ar9nya
dari
itu
semua
jika
Indonesia
9dak
berani
dan
9dak
bisa
mengungkapkan
gagasan,
ide,
dan
berkomunikasi
dengan
baik,
khususnya
di
depan
umum?
2
SAMBUTAN DIREKTUR
CERDASMULIA INSTITUTE (2)
Oleh : Arry Rahmawan, ST, MT
Maka
dari
itu,
dalam
sambutan
kali
ini
saya
mengucapkan
banyak
terima
kasih
kepada
9m
di
CerdasMulia
Ins9tute
yang
senan9asa
peduli
terhadap
pengembangan
generasi
muda
Indonesia.
Salah
satu
kontribusi
terbesar
yang
kami
targetkan
adalah
meningkatkan
kepercayaan
diri
bangsa
dalam
berbicara
dan
berkomunikasi,
agar
kelak
bisa
memberikan
dampak
yang
lebih
besar
lagi
bagi
Indonesia
dan
dunia.
Ebook
33
Prinsip
Utama
yang
Wajib
Diketahui
oleh
Pembicara
Publik
ini
juga
merupakan
salah
satu
upaya
CerdasMulia
Ins9tute
dalam
mewujudkan
Indonesia
yang
berani
menginspirasi
Indonesia
dengan
kata
–
katanya.
Walaupun
isinya
ringan,
bisa
saya
pas9kan
Anda
akan
mendapatkan
banyak
sekali
manfaat
di
dalamnya.
Selamat
menikma9
buku
ini,
salam
CerdasMulia!
3
Bagaimana Memaksimalkan Ebook Ini?
Buku
ini
dirancang
khusus
dari
berbagai
macam
in9sari
prinsip
–
prinsip
dalam
public
speaking
yang
perlu
Anda
ketahui.
Tidak
perlu
bingung
dalam
membaca
buku
ini,
karena
Anda
bebas
memulainya
dari
mana
saja.
Ya,
prinsip
dalam
buku
ini
TIDAK
Disusun
secara
urut.
Dalam
ar9an
prinsip
1
bukan
berar9
lebih
pen9ng
dari
prinsip
33.
Maka,
Anda
bebas
memulainya
dari
yang
Anda
mau.
Dalam
buku
ini,
terdapat
juga
beberapa
link
yang
bisa
Anda
akses
sebagai
pengayaan
materi.
Link
yang
diberikan
adalah
9ps
yang
relevan
dan
diambil
dari
teknikpublicspeaking.com,
website
founder
atau
website
Young
Trainer
Academy.
Pesan
kami,
baca
dengan
seksama,
resapi
maknanya,
dan
prak9kkan
isinya.
4
Bagaimana Bila Anda Ingin Bertanya?
Apabila
Anda
ada
pertanyaan
lebih
dalam
terkait
dengan
apa
yang
ada
dalam
buku
ini,
Anda
bisa
mengirimkan
pertanyaan
Anda
dengan
menggunakan
beberapa
cara
berikut
ini:
1. Silakan
men;on
TwiQer
@cerdasmulia
dan
berikan
pertanyaan
Anda.
Jangan
lupa
berikan
hashtag
#33Prinsip
2. Silakan
kirimkan
pertanyaan
Anda
melalui
alamat
email
kami
di
[email protected]
3. Anda
juga
bisa
bertanya
melalui
kotak
komentar
di
halaman
tempat
Anda
mendownload
buku
ini,
yaitu
hQp://teknikpublicspeaking.com/ebook-‐33-‐prinsip/
Dalam
beberapa
waktu,
kami
dari
9m
redaksi
teknikpublicspeaking.com
akan
berusaha
menjawab
pertanyaan
Anda.
5
Inilah 33 Prinsip yang Akan Anda Pelajari
Prinsip
1
:
Audience
adalah
Bintang
Utama
Prinsip
2
:
Kurangi
berla9h
di
Depan
Cermin
Prinsip
3
:
La9hlah
Kontak
Mata
Anda
Prinsip
4
:
Ketahui
Penyebab
Gugup
Prinsip
5
:
Gunakan
Penyampaian
Terstruktur
Prinsip
6
:
Libatkan
Seluruh
Indra
Prinsip
7
:
Membuat
Aturan
untuk
Audience
Prinsip
8
:
Audience
Tidak
Bisa
Disalahkan
Prinsip
9
:
Mulai
dari
Tujuan
Akhir
yang
Jelas
Prinsip
10
:
Bicaralah
dengan
Sejujurnya
Prinsip
11
:
Jadilah
Seorang
yang
Oten9k
Prinsip
12
:
Harus
Siap
menjadi
Role
Model
Prinsip
13
:
Biasakan
Warming
Up
Voice
Prinsip
14
:
Hindari
Permohonan
Maaf
Di
Awal
Prinsip
15
:
Berpikirlah
Krea9f
saat
Membuat
Slide
Prinsip
16
:
Rahasia
Menjadi
Expert
Prinsip
17
:
Memahami
Deliberate
Prac9ce
Prinsip
18
:
Kapan
Membagikan
Handout?
6
Inilah 33 Prinsip yang Akan Anda Pelajari
Prinsip
19
:
Bisakah
Handout
Dibagikan
Saat
Awal
Prinsip
20
:
La9h
Akurasi
Waktu
Anda
Prinsip
21
:
Menangani
Tanya
Jawab
Prinsip
22
:
Dresscode
sebagai
Pembicara
Prinsip
23
:
Manfaatkan
Social
Media
Anda
Prinsip
24
:
Perha9kan
Penekanan
Kata
Anda
Prinsip
25
:
Prinsip
Contrast
dalam
Slide
Prinsip
26
:
Menjawab
4
Pertanyaan
Audience
Prinsip
27
:
Tekankan
Bahasa
Tubuh
Anda
Prinsip
28
:
Menjaga
Postur
Tetap
Tegak
Prinsip
29
:
Mindset
Pembicara
yang
Sering
Salah
Prinsip
30
:
Uang
Mengiku9
Kapasitas
Anda
Prinsip
31
:
Tingkatkan
Terus
Daya
Saing
Anda
Prinsip
32
:
Perha9kan
Kecepatan
Berbicara
Prinsip
33
:
Datanglah
Lebih
Awal
7
SHARE and BE HAPPY!
Keinginan
kami
untuk
berbagi
dan
menginspirasi
membuat
kami
menghabiskan
banyak
waktu
dan
tenaga
untuk
menerbitkan
ebook
sederhana
ini.
Anda
9dak
perlu
membayar
apapun
kepada
kami,
namun
jika
boleh
kami
9m
redaksi
teknikpublicspeaking.com
meminta
bantuan
Anda.
Jika
Anda
telah
selesai
membaca
ebook
ini
dan
ternyata
bagus
/
bermanfaat
untuk
Anda,
maka
:
1. Bagikan
kepada
minimal
5
orang
kerabat
Anda
yang
sekiranya
membutuhkan.
Anda
bisa
membagikannya
via
email
Anda
kepada
kerabat
Anda
2. Bagikan
tes9moni
atau
feedback
posi9f
Anda
terkait
buku
ini
dengan
men;on
@cerdasmulia
atau
mengisi
komentar
di
bagian
hQp://teknikpublicspeaking.com/ebook-‐33-‐prinsip/
Kami
berterima
kasih
sekali
jika
Anda
melakukan
kedua
hal
tersebut
dan
memacu
kami
untuk
berkarya
dengan
lebih
baik
lagi.
8
Prinsip 1 : Audience adalah Bintang Utama
Prinsip
utama
yang
perlu
Anda
pegang
sebagai
pembicara
publik
adalah
Anda
harus
menyadari
sepenuhnya
bahwa
audience
adalah
bintang
utama
sesungguhnya,
bukan
Anda.
Maksudnya
adalah,
public
speaker
yang
baik
berusaha
untuk
membawakan
pesan
dalam
rangka
mencerhkan
audience,
bukan
membanggakan
dirinya
sendiri.
Maka
dari
itu,
sebelum
berbicara
di
depan
umum
Anda
harus
paham
topik
apa
yang
sebenarnya
dibutuhkan
oleh
audience.
Jika
Anda
benar
–
benar
menghormaB
audience
Anda,
maka
mereka
pun
akan
sangat
menghormaB
Anda
sebagai
bintang
yang
mencerahkan
mereka.
9
“Bintang utama sesungguhnya
saat Anda berbicara di depan
publik adalah : Audience Anda.”
10
Prinsip 2 : Kurangi Berlatih di Depan Cermin
Anda
pas9
sering
mendengar
bahwa
untuk
berla9h
agar
bisa
berbicara
dengan
lancar
:
berla9hlah
di
depan
cermin.
Kami
9dak
menyarankan
Anda
banyak
berla9h
public
speaking
di
depan
cermin.
Mengapa?
Karena
CERMIN
TIDAK
DAPAT
MEMBERIKAN
UMPAN
BALIK
kepada
Anda.
Anda
hanya
bisa
menilai
bagus
atau
9daknya
kemampuan
Anda
berdasarkan
pendapat
subjek9f
Anda.
Jadi,
perbanyak
tampil
di
depan
audience
dan
kurangi
berla9h
di
depan
cermin.
11
“Kurangi berbicara di depan
cermin, karena cermin tidak bisa
memberikan umpan balik kepada
Anda.”
12
Prinsip 3 : Latihlah Kontak Mata Anda
Saat
Anda
sedang
mendengarkan
seseorang
berbicara
kepada
Anda,
apa
yang
Anda
rasakan
saat
mereka
berbicara
namun
9dak
menatap
wajah
atau
mata
Anda?
Tentu
kebanyakan
orang
akan
merasa
9dak
dihargai.
Hal
tersebut
berlaku
dalam
public
speaking.
Salah
satu
hal
yang
paling
sulit
adalah
mempertahankan
kontak
mata
kepada
audience.
Padahal
kontak
mata
adalah
cara
paling
sederhana
memberi
perha9an
kepada
audience
Anda.
La9hlah
dengan
melihat
mata,
dahi,
atau
hidung
rekan
Anda
dalam
komunikasi
sehari
–
hari.
Hindari
membuang
pandangan
saat
berbicara,
untuk
membiasakan
diri
Anda
menjaga
kontak
mata.
13
“Kontak mata yang tulus adalah
cara paling sederhana
memberikan perhatian kepada
audience Anda saat berbicara di
depan umum.”
14
Prinsip 4 : Ketahui Penyebab Gugup
Baik,
Anda
mungkin
ingin
tahu
apa
sebenarnya
yang
membuat
seseorang
gugup
berbicara
di
depan
publik.
Satu
hal
yang
perlu
Anda
tahu,
bahwa
semua
pembicara
publik
yang
hebat
pun
mengalami
apa
yang
namanya
gugup.
Gugup
adalah
hal
yang
wajar,
bukan
penyakit.
Penyebab
gugup
paling
umum
ada
dua
:
KeBdaksiapan
dan
Kurang
Jam
Terbang.
Semakin
Anda
9dak
siap
dengan
apa
yang
akan
Anda
sampaikan,
Anda
akan
semakin
gugup.
Begitu
pula
jika
Anda
minim
jam
berla9h,
gugup
akan
terus
menghantui
Anda
saat
berbicara
di
depan
publik.
15
“Gugup adalah Hal yang Wajar.
Penyebab Gugup Saat Berbicara
di Depan Panggung ada 2 :
Ketidaksiapan dan Minim Jam
Terbang.”
16
Prinsip 5 : Gunakan Penyampaian Terstruktur
Tahukah
Anda
bagaimana
membuat
penyampaian
pesan
yang
sistema9s
dan
mudah
dicerna
oleh
orang
lain?
Berikut
ini
adalah
cara
–
caranya:
• Membuat
alur
dari
umum
ke
khusus
• Membuat
alur
dari
why,
what,
how,
what
if
• Membuat
alur
sesuai
kronologis
kejadian
• Membuat
alur
sesuai
dengan
urutan
prosedur
• Membuat
alur
dari
pemaparan
masalah,
dampak,
lalu
pemaparan
solusinya
• Membuat
alur
dari
satu
kategori
pemaparan
ke
satu
kategori
lainnya.
Mana
yang
cocok
untuk
Anda?
17
“Salah satu cara untuk
memudahkan pemahaman
kepada audience adalah dengan
cara membuat materi terstruktur
dan memiliki flow.”
Pembukaan
Isi
Penutup
18
Prinsip 6 : Libatkan Seluruh Indra
Saat
Anda
memberikan
pela9han,
usahakan
memaksimalkan
penggunaan
semua
indra
yang
ada
pada
audience.
Se9daknya
Anda
melibatkan
indra
berikut
ini:
• Penglihatan
(Visual)
:
dengan
menyertakan
slide
atau
alat
bantu
visual
untuk
menggambarkan
pesan
Anda.
• Pendengaran
(Auditori)
:
Pas9kan
suara
Anda
terdengar
dengan
jelas.
Gunakan
suara
pendukung
untuk
menekankan
pesan
Anda
• KinesteBk
(Peraba)
:
Jika
memungkinkan,
libatkan
audience
dalam
prak9k
langsung
atau
ak9vitas
tertentu
untuk
menguatkan
pesan
yang
disampaikan.
Menggunakan
salah
satu
saja
dari
keBga
itu
akan
menyebabkan
audience
menjadi
bosan
(boring)
19
AUDITORI VISUAL KINESTETIK
“Semakin banyak Anda melibatkan
indra dalam memberikan informasi,
maka audience akan semakin bisa
menangkap serta mempertahankan
pesan yang Anda sampaikan.”
20
Prinsip 7 : Membuat Aturan untuk Audience
Seper9
layaknya
sedang
memberikan
kelas,
Anda
juga
bisa
membuat
perjanjian
aturan
dengan
audience
Anda
agar
kelas
yang
Anda
berikan
bisa
lebih
kondusif.
Sebelum
mengawali
materi
Anda,
pas9kan
bahwa:
• Peserta
SEPAKAT
untuk
mengiku9
materi
Anda
dengan
penuh
perha9an
dan
antusias
• Peserta
SEPAKAT
untuk
membuat
handphone
mereka
dalam
kondisi
silent
• Peserta
SEPAKAT
untuk
menjadi
audience
yang
responsif
terhadap
pertanyaan
atau
ak9vitas
–
ak9vitas
yang
nan9nya
akan
Anda
berikan.
*
Aturan
ini
umumnya
diberlakukan
jika
durasi
untuk
memberikan
materi
cukup
panjang.
21
“Buat sebuah aturan yang jelas
terkait do/don’t yang harus
dipatuhi seisi kelas agar kelas
berjalan lebih kondusif.”
22
Prinsip 8 : Audience Tidak Bisa Disalahkan
Jika
Anda
menjadi
seorang
pembicara,
Anda
sudah
semangat
namun
ternyata
audience
Anda
9dak
bersemangat
sama
sekali.
Bahkan,
banyak
juga
audience
yang
9dak
menger9
apa
yang
Anda
sampaikan.
Jika
begini,
siapa
yang
patut
disalahkan?
Pembicara
profesional
akan
mengatakan,
“itu
adalah
salah
saya,
karena
gagal
memahami
audience
saya.”
Berbeda
audience,
berbeda
pula
penanganannya.
Pelajari
cara
–
cara
menangani
audience
yang
ak9f,
pasif,
atau
bahkan
menolak
materi
dari
Anda.
Pembicara
publik
9dak
pernah
menyalahkan
audience
mereka.
23
“Pembicara terbaik adalah mereka
yang selalu berkaca untuk
memperbaiki diri mereka sendiri
secara terus – menerus.”
24
Prinsip 9 : Mulai dari Tujuan Akhir yang Jelas
Banyak
pembicara
publik
yang
terjebak
dengan
hanya
berfokus
pada
materi
yang
akan
mereka
buat.
Mereka
sibuk
dengan
membuat
slide
yang
memukau,
mencari
gambar
–
gambar
di
internet,
mencari
musik
–
musik
yang
antusias.
Kadang,
mereka
lupa
menjawab
satu
hal:
“Apa
tujuan
saya
berbicara
kali
ini?
Di
akhir
presentasi
nan9,
tujuan
apa
yang
ingin
saya
capai?”
Pas9kan
Anda
mengetahui
dengan
jelas
tujuan
yang
ingin
Anda
capai
sebelum
Anda
berbicara
dan
membuat
materi.
Jika
Anda
Bdak
tahu
apa
tujuan
Anda
berbicara,
maka
secanggih
apapun
materi
yang
Anda
rancang
akan
sia
–
sia
belaka.
25
“Sebelum merancang dan
membawakan materi Anda, pastikan
Anda tahu apa tujuan akhir Anda.”
26
Prinsip 10 : Bicaralah dengan Sejujurnya
Ini
adalah
prinsip
yang
menurut
kami
fundamental
:
Speak
with
honesty
–
berbicaralah
dengan
kejujuran.
Seorang
yang
sudah
terbiasa
dipercaya
sebagai
pembicara
di
depan
publik,
kadang
malu
untuk
mengakui
kekurangan
–
kekurangan
yang
ada
di
dalam
dirinya
demi
terlihat
tampil
sempurna.
Kenyataannya,
pembicara
yang
akan
selalu
dipercaya
adalah
mereka
yang
berani
untuk
berbicara
dengan
jujur.
Mereka
9dak
menyembunyikan
sesuatu,
atau
memanipulasi
fakta
agar
audience
terkagum
–
kagum.
Pembicara
terbaik
adalah
mereka
yang
Bdak
hanya
mengandalkan
kepala,
namun
juga
haBnya.
27
“Untuk menjadi seorang
pembicara yang
dipercaya hingga kapan
pun, berbicaralah selalu
dengan jujur.”
28
Prinsip 11 : Jadilah Seorang yang Otentik
Di
Indonesia,
saat
ini
jumlah
pembicara
publik
semakin
lama
semakin
banyak.
Pembicara
publik
saat
ini
sudah
sedemikian
sesaknya
dan
semakin
lama
membentuk
kerumunan
yang
besar.
Bagaimana
cara
agar
Anda
bisa
terangkat
dan
keluar
dari
kerumunan
tersebut?
Jadilah
oten9k.
Jadilah
diri
Anda
sendiri.
Jangan
berusaha
menjadi
orang
lain.
Pahami
kekuatan
Anda,
pahami
minat
Anda,
pahami
passion
Anda.
Semakin
Anda
mengenal
diri
Anda
sendiri,
semakin
mudah
orang
mengenal
Anda.
29
“Untuk dapat keluar dari
kerumunan pembicara yang
semakin sesak – Anda hanya
perlu menjadi diri Anda sendiri.
Jadilah otentik.”
30
Prinsip 12 : Harus Siap Menjadi Role Model
Prinsip
ini
merupakan
prinsip
pen9ng
yang
sangat
fundamental
bagi
seorang
pembicara.
Se9ap
pembicara
harus
siap
untuk
menjadi
role
model
atas
apa
yang
dia
ucapkan
atau
katakan.
Menjadi
role
model,
berar9
Anda
sangat
menjaga
konsistensi
atas
apa
yang
Anda
katakan
dengan
apa
yang
Anda
ucapkan.
Begitu
pula
sebaliknya,
Anda
mengucapkan
apa
yang
Anda
lakukan.
Melakukan
di
sini
bisa
dengan
sudah
melakukan,
atau
sedang
berusaha
melakukannya.
Jika
Anda
senanBasa
menjadi
role
model,
maka
Bdak
perlu
kemampuan
teknis
yang
besar
untuk
membuat
audience
terkesima
kepada
Anda
31
“Selama Anda menjadi
seorang role model,
audience pasti akan
mendengarkan kata
yang Anda ucapkan.
32
Prinsip 13 : Biasakan Warming Up Voice
Bagi
seorang
pembicara
di
depan
publik,
sebelum
memulai
materi,
ada
baiknya
melakukan
warming
up
voice.
Warming
up
voice
merupakan
sebuah
cara
yang
dilakukan
agar
pita
suara
menjadi
hangat
dan
membuat
sirkulasi
udara
di
pita
suara
menjadi
lancar.
Beberapa
cara
yang
bisa
Anda
lakukan
adalah
dengan
melakukan
chit
–
chat
ringan
dengan
audience
Anda
sambil
menunggu
waktu
tampil
Anda.
Hindari
juga
makan
–
makanan
yang
berminyak,
kacang
–
kacangan,
atau
yang
manis.
Perbanyak
minum
air
pu9h
/
hangat
agar
suara
Anda
lebih
baik.
33
“Sebelum tampil, Anda bisa
membiasakan melakukan
sedikit chit-chat untuk
menghangatkan suara Anda.”
34
Prinsip 14 : Hindari Permohonan Maaf di Awal
Pernahkah
Anda
mendengarkan
seorang
pembicara
yang
pada
saat
sebelum
memulai
materi,
dia
berkata:
“Mohon
maaf,
semalam
saya
kurang
9dur.
Jadi
harap
maklum
ya
kalau
hari
ini
saya
agak
lemas….”
Walaupun
hal
ini
terdengar
lazim,
namun
peneli9an
menunjukkan
kebanyakan
audience
akan
menganggap
bahwa
narasumber
atau
pembicara
tersebut
9dak
profesional
/
9dak
kredibel
Membuat
dalih
seperB
ini
juga
sama
saja
dengan
Anda
menanamkan
pada
pikiran
audience
Anda
bahwa
apa
yang
akan
Anda
sampaikan
seperBnya
Bdak
akan
berjalan
dengan
baik.
35
“Sebisa mungkin, hindari
permohonan maaf di awal materi
karena dapat menjatuhkan
kredibilitas Anda sendiri.
Give your best!”
36
Prinsip 15 : Berpikirlah Kreatif saat Membuat Slide
Membuat
slide
adalah
salah
satu
pekerjaan
yang
paling
sering
dilakukan
oleh
pembicara
publik.
Siapapun
dan
di
manapun
dia
berada.
Seringkali
kita
‘terjebak’
oleh
Powerpoint
yang
menawarkan
kita
bullets
atau
poin
–
poin,
sehingga
membuat
kita
juga
secara
9dak
sadar
terpengaruh
untuk
membuat
poin
–
poin
dalam
slide
presentasi
kita.
Pembicara
–
pembicara
terbaik,
berpikir
untuk
merdeka
dari
bullets
dan
membuat
slide
mereka
dengan
cara
yang
jauh
lebih
kreaBf.
Mereka
mengombinasikan
unsur
–
unsur
gambar,
jenis
fonts,
dan
ukuran
besar
–
kecilnya
huruf
dengan
gaya
yang
krea9f.
Pikiran
mereka
merdeka
dari
bullets.
Bagaimana
dengan
Anda?
37
“Cobalah untuk berpikir kreatif
dan tidak terjebak dalam bullets
powerpoint.”
38
Prinsip 16 : Rahasia Menjadi Expert
Apa
saja
ukuran
seseorang
dikatakan
expert
atau
ahli
sebagai
orang
yang
bisa
berbicara
di
depan
publik?
Anda
dapat
lihat
dari
3
hal:
• Pengetahuan
(Knowledge)
• Keterampilan
(Skill)
• Pengalaman
(Experience)
Semakin
9nggi
ke9ganya,
semakin
besar
kemungkinan
Anda
dikatakan
expert.
Cara
melaBhnya
adalah
dengan
terus
mengasah
hingga
10,000
jam
dengan
deliberate
prac;ce.
Apa
maksud
dari
deliberate
prac;ce?
Pelajari
di
prinsip
selanjutnya.
39
“Raih kepiawaian Anda melalui
deliberate practice selama
10,000 jam.”
40
Prinsip 17 : Memahami Deliberate Practice
Pembicara
publik
yang
unggul,
mereka
melakukan
deliberate
prac;ce
secara
ru9n
untuk
meningkatkan
Knowledge,
Skill
serta
experience
mereka.
Deliberate
prac;ce
adalah
sebuah
pembelajaran
atau
prakBk
langsung
dengan
didampingi
coach
atau
pelaBh
yang
senanBasa
memberikan
umpan
balik
kepada
Anda.
Deliberate
prac;ce
adalah
sebuah
pela9han
yang
terstruktur
dan
ter
feddback
dengan
baik.
Pela9han
biasa
tanpa
struktur
yang
jelas,
bisa
jadi
membuat
Anda
hanya
bertambah
kompetensi
selama
1
tahun,
yang
diulang
9
tahun
berikutnya.
Deliberate
prac;ce
membuat
Anda
terus
–
menerus
berkembang
menjadi
lebih
baik
dari
tahun
ke
tahun.
41
“Deliberate practice berbeda dengan
berlatih biasa karena memang
dikhususkan untuk meningkatkan
performa.”
42
Prinsip 18 : Kapan Membagikan Handout?
Ke9ka
Anda
presentasi
atau
diminta
berbicara
di
depan
publik,
biasanya
sering
juga
ada
peserta
yang
meminta
handout
dari
Anda.
Handout
umumnya
berupa
lembaran
kertas
yang
berisikan
slide
atau
ringkasan
materi
Anda.
Kapan
saat
yang
tepat
untuk
membagikannya?
Saran
terbaik
adalah
saat
di
Akhir
Presentasi
Anda.
Hal
ini
membuat
audience
sepenuhnya
fokus
kepada
Anda
saat
presentasi,
bukan
handout
nya.
Persilakan
peserta
membawa
pulang
handout
agar
bisa
didalami
di
rumah
mereka
masing
–
masing,
bukan
saat
Anda
di
depan
panggung.
43
“Bagikan handout materi Anda lebih
baik setelah Anda selesai
menyampaikan materi. Kecuali jika
ada kondisi khusus.”
44
Prinsip 19 : Bisakah Handout Dibagikan saat Awal?
Tentunya
bisa
saja,
namun
Anda
perlu
tahu
sebab
/
situasi
mengapa
biasanya
handout
dibagikan
sejak
awal.
Bagikan
handout
di
awal
jika:
• Materi
Anda
berdurasi
sangat
panjang
• Materi
Anda
sifatnya
amat
sangat
teknis
akan
sesuatu
(misalkan
tentang
rantai
suplai
industri
atau
hal
teknis
lainnya)
• Materi
Anda
berorientasi
pada
de9l,
bukan
pada
konsep
• Terlalu
padat
/
kecil
jika
dibaca
dalam
slide.
Untuk
memudahkan
membacanya
maka
Anda
memberikan
handout
• Terdapat
lembar
kerja
yang
harus
dikerjakan
oleh
audience,
sehingga
harus
diberikan
di
awal.
Di
awal
atau
di
akhir,
sesuaikan
dengan
kondisi
Anda.
45
“Handout bisa dibagikan sejak awal jika
dalam beberapa kondisi tertentu, seperti
orientasi detil, atau content di slide
terlalu kecil untuk dilihat audience.”
46
Prinsip 20 : Latih Akurasi Waktu Anda
Tidak
selamanya
seorang
pembicara
diberikan
waktu
yang
panjang
untuk
memberikan
materi.
Ada
kalanya
hanya
diberikan
waktu
20
–
40
menit
saja
yang
membuat
pembicara
harus
berha9
–
ha9
menggunakan
waktunya.
Jika
ini
yang
Anda
dapatkan,
maka
perbanyaklah
melakukan
rehearse
;ming
pada
materi
Anda.
Jika
Anda
menggunakan
powerpoint,
pada
bagian
slideshow
terdapat
pilihan
‘Rehearse’.
Pilih
itu
untuk
berla9h
mengukur
waktu
Anda.
Jika
Anda
sudah
bisa
menggunakan
waktu
dengan
baik,
ingat
/
catatlah
hal
apa
saja
yang
ingin
Anda
bicarakan.
La9h
lagi
dan
terus
berla9h
hingga
semakin
sempurna.
47
“Rekam dan berlatihlah dengan
mengukur waktu yang Anda
habiskan. Usahakan Anda
menyesuaikan dengan durasi
penyampaian yang diberikan
kepada Anda.”
48
Prinsip 21 : Menangani Tanya - Jawab
Seorang
pembicara
perlu
terampil
dalam
menangani
tanya
jawab
(Q&A)
yang
diberikan
oleh
audience.
Bagaimana
cara
menanganinya?
• Buat
kejelasan
di
awal
apakah
audience
boleh
menginterupsi
Anda
dengan
pertanyaan,
atau
Anda
akan
menyediakan
sesi
tanya
jawab
di
akhir
sesi
Anda.
• Untuk
membuat
suasana
menjadi
lebih
interak9f,
Anda
bisa
mencoba
untuk
mentrigger
peserta
lain
membantu
Anda
menjawabnya.
• Jika
Anda
tahu
jawaban
dari
pertanyaan
audience
sangat
kompleks,
untuk
menjaga
;ming
katakanlah
bahwa
pertanyaan
audience
sangat
menarik
dan
akan
dijawab
di
belakang
panggung.
49
“Pahami bagaimana cara – cara
untuk menangani tanya jawab
yang dilempar audience. Buat
kesepakatan apakah boleh
menginterupsi atau tidak.”
50