The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by felicitafadhlilla20, 2021-10-07 07:41:40

E-BOOK BAHAN AJAR KELAS 5 TEMA 6 SUBTEMA 2 PEMBELAJARAN 2

BAHAN AJAR KELAS 5 TEMA 6 SUBTEMA 2 PEMBELAJARAN 2

Panas dan Perpindahannya

PERPINDAHAN KALOR DI SEKITAR KITA

Bahan Ajar Kelas 5 Tema 6 Sub Tema 2

FELICITA FADHLILLA, S. Pd 1

Pembelajaran 2

Kata Pengantar

Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan
rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Bahan Ajar Daring untuk
siswa kelas 5 Sekolah Dasar.

Bahan ajar ini disusun berdasarkan Buku Guru dan Buku Siswa Kelas 5
Tema 6: Panas dan Perpindahannya, Sub Tema 2: Perpindahan Kalor di Sekitar
Kita, Pembelajaran 2. Bahan ajar ini juga dilengkapi dengan Latihan soal untuk
menguji pemahaman siswa terkait dengan materi yang terdapat dalam bahan
ajar ini.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan bahan ajar
ini. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan masukan baik berupa kritik
maupun saran demi perbaikan dan penyempurnaan bahan ajar ini. Penulis
mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu proses
penyelesaian bahan ajar ini. Semoga bahan ajar ini dapat bermanfaat bagi kita
semua, khususnya bagi guru dan para peserta didik.

Jepara, 7 Oktober 2021
Penulis,

Felicita Fadhlilla

2

DAFTAR ISI

Halaman Judul......................................................................................................... 1
Kata Pengantar ....................................................................................................... 2
Daftar Isi ................................................................................................................ 3
Panduan Pendamping .............................................................................................. 4
Petunjuk Penggunaan Bahan Ajar ....................................................................... 5
Pemetaan Kompetensi Dasar ............................................................................... 6
Pemetaan Indikator ............................................................................................... 7
Tujuan Pembelajaran ............................................................................................. 8
Materi Pembelajaran.............................................................................................. 9
Tindak Lanjut........................................................................................................... 19
Sumber Referensi ................................................................................................. 20

3

PANDUAN PENDAMPING

A. Penjelasan tentang Bahan Ajar
1. Bahan Ajar kelas 5 ini memuat pembelajaran pada Tema 6: “Kalor dan
Perpindahannya ”, Sub Tema 2: “Perpindahan Kalor di Sekitar Kita”,
Pembelajaran 2
2. Bahan ajar ini dikembangkan dari Buku Guru, Buku Siswa Kelas 5 dan
berbagai sumber pendukung Pembelajaran Tematik Terpadu Kurikulum
2013 lainnya.
3. Untuk memudahkan anak belajar mandiri, kegiatan pembelajaran
dilakukan untuk setiap KD (Pengetahuan dan Keterampilan) dan IPK dari
setiap mata pelajaran.
4. Bapak/ibu diharapkan mengembangkan ide-ide pembelajaran kreatif
sesuai dengan situasi dan kondisi di lapangan.
5. Dalam setiap kegiatan, mohon menekankan pentingnya motivasi dan juga
nilai-nilai karakter yang akan dikembangkan oleh anak.

B. Penjelasan Pendampingan Kegiatan Belajar Mandiri
1. Berikan gambaran besar tujuan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran
berdasarkan bahan ajar.
2. Bantulah anak untuk memahami cara menggunakan bahan ajar.
3. Upayakan tidak berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lain sebelum
kegiatan tersebut dituntaskan oleh anak.

Selamat bertugas, semoga kesehatan dan kesuksesan senantiasa menyertai
Bapak/Ibu.
Terimakasih.

4

PANDUAN PENGGUNAAN BAHAN AJAR
1. Berdoalah sebelum memulai dan
menutup bahan ajar ini

2. Bacalah setiap petunjuk yang
diberikan dalam bahan ajar ini
3. Kerjakanlah soal latihan yang ada
dalam bahan ajar ini dengan
sungguh-sungguh
4. Bertanyalah kepada guru atau
orang tua bila mengalami kesulitan

5

KOMPETENSI DASAR
Bahasa Indonesia

3.3 Meringkas teks penjelasan (eksplanasi) dari media cetak atau
elektronik.

4.3 Menyajikan ringkasan teks penjelasan (eksplanasi) dari media cetak
atau elektronik dengan menggunakan kosakata baku dan kalimat efektif
secara lisan, tulis, dan visual.

IPA

3.6 Menerapkan konsep perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari.
4.6 Melaporkan hasil pengamatan tentang perpindahan kalor.

SBdP

3.3 Memahami pola lantai dalam gerak tari kreasi daerah.
4.3 Mempraktikkan pola lantai pada gerak tari kreasi daerah.

6

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

Bahasa Indonesia

3.3.1 Menemukan informasi penting dalam setiap paragraf dari teks bacaan
eksplanasi. (C4)

3.3.2 Menyusun konsep ringkasan teks bacaan eksplanasi dalam bentuk
bunga ide pokok (Budepok). (C6)

4.3.1 Mempresentasikan hasil membuat ringkasan teks bacaan eksplanasi
secara visual. (P3)

IPA

3.6.1 Mengkorelasikan contoh peristiwa perpindahan kalor secara konveksi
dalam kehidupan sehari-hari. (C4)

3.6.2 Membuktikan perpindahan kalor secara konveksi melalui percobaan
dan pengamatan perpindahan kalor secara konveksi dalam kehidupan
sehari-hari. (C5)

4.6.1 Menyusun laporan hasil pengamatan tentang perpindahan kalor secara
konveksi. (C6)

4.6.2Mempresentasikan laporan hasil pengamatan tentang perpindahan
kalor secara konveksi. (P3)

SBdP

3.3.1 Menganalisis pola lantai pada setiap tari daerah. (C4)
4.3.1 Memeragakan pola lantai berdasarkan video tari kreasi daerah. (P1)

7

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Setelah membaca teks eksplanasi “Perpindahan Panas secara Konveksi” pada
Canva, peserta didik dapat menemukan informasi penting dalam setiap paragraf
dengan tepat.

2. Setelah membaca teks ekplanasi pada Canva, peserta didik dapat menyusun
konsep ringkasan teks eksplanasi “Perpindahan Panas secara Konveksi” dalam
bentuk bunga ide pokok (budepok) dengan sistematis.

3. Setelah menyusun konsep ringkasan teks dalam bentuk bunga ide pokok, peserta
didik mempresentasikan hasil membuat ringkasannya dalam bentuk visual (foto)
dengan penuh tanggung jawab.

4. Setelah menonton video pembelajaran tentang perpindahan kalor pada Canva,
peserta didik dapat mengkorelasikan peristiwa perpindahan kalor secara
konveksi dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat.

5. Dengan melakukan percobaan dan pengamatan, peserta didik dapat membuktikan
peristiwa perpindahan kalor secara konveksi dalam kehidupan sehari-hari
dengan tepat.

6. Setelah membuktikan peristiwa perpindahan kalor, peserta didik dapat
menyusun laporan hasil pengamatan tentang perpindahan kalor secara konveksi
dengan tepat.

7. Setelah merancang laporan, peserta didik dapat mempresentasikan sebuah
laporan hasil pengamatan tentang perpindahan kalor secara konveksi dengan
percaya diri.

8. Dengan mengamati video pembelajaran tentang tari kreasi daerah pada Canva,
peserta didik dapat menganalisis pola lantai pada setiap tari kreasi daerah yang
ditampilkan tersebut dengan tepat.

9. Setelah mengamati video tentang tari kreasi daerah pada Canva, peserta didik
dapat memeragakan pola lantai tari kreasi daerah dengan rasa percaya diri.

8

MATERI PEMBELAJARAN

AYO KITA MEMBACA!

Perpindahan Panas atau Kalor secara Konveksi

Perpindahan kalor secara konveksi ialah perpindahan kalor yang disertai
dengan perpindahan zat perantaranya. Umumnya peristiwa perpindahan kalor
secara konveksi terjadi pada zat cair dan gas. Zat yang menerima kalor akan
memuai dan menjadi lebih ringan sehingga akan bergerak ke atas. Saat zat yang
lebih ringan tersebut pindah ke atas, molekul zat yang ada di atasnya akan
menggantikannya.

Perpindahan secara konveksi dapat diumpamakan dengan kegiatan
memindahkan setumpuk buku dari satu tempat ke tempat lain. Ketika kamu
memindahkan buku tersebut ke tempat lain, tentu kamu akan ikut bersama
dengan buku-buku tersebut. Jika buku-buku itu diumpamakan sebagai energi
panas dan kamu adalah medianya, maka perpindahan kalor dengan cara konveksi
akan menyertakan perantaranya.

9

Sumber: https://3.bp.blogspot.com/-
FhVt9m0yqMY/WlXzm7B0bYI/AAAAAAAAO14/BWAYhCTMuZ4W9HwLg-

7338eKHvMpvEbygCLcBGAs/s1600/memindahkan_buku.gif

Peristiwa perpindahan panas secara konveksi terjadi pada saat merebus
air. Air yang letaknya dekat dengan api akan mendapat panas sehingga air
menjadi lebih ringan. Air akan bergerak ke atas dan digantikan oleh air yang ada
di atasnya. Demikian seterusnya.

Perpindahan kalor secara konveksi juga mengakibatkan terjadinya angin
darat dan angin laut. Angin darat terjadi karena udara di darat pada malam hari
lebih cepat dingin daripada udara di laut, sehingga udara yang berada di atas
laut akan naik dan udara dari darat akan menggantikan posisi udara yang naik
tadi. Angin laut terjadi karena pada siang hari daratan lebih cepat panas
dibandingkan di laut, sehingga udara di darat akan naik dan udara dari laut akan
mengalir ke darat menggantikan tempat udara yang naik tadi. Keadaan ini
digunakan para nelayan untuk pergi melaut pada malam hari dan kembali ke darat
pada pagi atau siang hari.

Sedangkan contoh peristiwa konveksi yang lain adalah penggunaan
cerobong asap pada pabrik. Apakah di rumahmu dipasang jendela ventilasi?
Pemanfaatan ventilasi sebagai sirkulasi udara di dalam rumah juga
memanfaatkan perpindahan panas secara konveksi.

10

MENEMUKAN INFORMASI PENTING DARI TEKS
EKSPLANASI

Langkah - langkah untuk menemukan informasi penting
dalam teks eksplanasi sebagai berikut:

1. Bacalah teks dengan seksama.
2. Pahamilah makna setiap kalimat yang ada pada

teks.
3. Temukannlah kalimat utama atau gagasan pokok

dalam setiap paragraf.
4. Tandailah kata atau kalimat yang mengandung

kata kunci. Kita dapat mengenali kata kunci
berdasarkan judul teks dan objek pembahasan.
5. Buatlah beberapa pertanyaan yang mengandung
unsur 5W + 1H, kemudian cobalah jawab
pertanyaan tersebut agar mendapatkan
informasi penting.

11

AYO PERHATIKAN CONTOH!

Berdasarkan teks eksplanasi “Perpindahan Panas atau Kalor secara Konveksi”,

kamu bisa membuat daftar hal-hal penting yang kamu temui pada setiap
paragraf di dalam bacaan. Kamu bisa menggunakan tabel untuk menuliskannya
dengan kalimat lengkap dan kata-kata baku yang tepat. Adapun contohnya
sebagai berikut:

Paragraf Informasi penting

Paragraf 1 Perpindahan kalor secara konveksi adalah perpindahan
Paragraf 2 kalor disertai dengan perpindahan zat perantaranya yang
biasanya terjadi pada benda cair dan gas.
Paragraf 3
Paragraf 4 Perpindahan kalor secara konveksi diumpamakan kegiatan
kita memindahkan buku yaitu buku sebagai energi panas
Paragraf 5 dan kita sebagai medianya, maka perpindahan kalor
dengan cara konveksi akan menyertakan perantaranya.

Peristiwa perpindahan panas secara konveksi terjadi pada
saat merebus air.

Perpindahan kalor secara konveksi pda kehidupan sehari
hari mengakibatkan terjadinya angin darat dan angin laut
yang dimanfaatkan oleh nelayan tradisional dalam mencari
ikan.

Pemanfaatan perpindahan panas secara konveksi dalam
kehidupans sehari-hari terjadi pada cerobong asap pada
pabrik dan ventilasi udara di rumah.

12

MERINGKAS TEKS EKSPLANASI

Setelah memperoleh informasi penting dari teks eksplanasi, kita dapat membuat
sebuah ringkasan. Ringkasan atau rangkuman merupakan bentuk ringkas dari
suatu uraian atau bacaan berisi pokok-pokok pikiran yang dirangkai menjadi
sebuah paragraf yang padu. Meringkas suatu teks bacaan bertujuan untuk
menguji kemampuan pembaca dalam menemukan pokok pikiran yang ada dalam
teks bacaan.
Cara meringkas teks eksplanasi adalah sebagai berikut:

1. MEMBACA TEKS EKSPLANASI DENGAN SEKSAMA

2. MENULISKAN IDE POKOK PARAGRAF

Ide pokok setiap paragraf dituliskan dalam bentuk bunga ide pokok (Budepok)

sebagai berikut:

Ide Pokok
Paragraf 1

Ide Pokok Judul Ide Pokok
Paragraf 5 Teks Paragraf 2

Ide Pokok Ide Pokok
Paragraf 4 Paragraf 3

3. MERANGKAI IDE POKOK MENJADI PARAGRAF RINGKAS

13

AYO PERHATIKAN CONTOH!

Berdasarkan bacaan “Perpindahan Panas atau Kalor secara Konveksi”, kamu bisa
membuat ringkasan dalam bentuk Budepok yang menjelaskan pemahamanmu
tentang konsep perpindahan panas secara konveksi. Adapun contohnya sebagai
berikut:

Ide Pokok Paragraf 5 Ide Pokok Paragraf 1 Ide Pokok Paragraf 2
Contoh peristiwa Perpindahan kalor Perpindahan secara
konveksi cerobong
secara konveksi ialah konveksi dapat
asap pada pabrik dan perpindahan kalor diumpamakan dengan
ventilasi udara. yang disertai dengan
perpindahan zat kegiatan
perantaranya memindahkan
setumpuk buku dari
“Perpindahan satu tempat ke
Panas atau Kalor tempat lain.
secara Konveksi”

Ide Pokok Paragraf Ide Pokok Paragraf 3
4 Perpindahan kalor Peristiwa

secara konveksi perpindahan panas
mengakibatkan secara konveksi
terjadinya angin terjadi pada saat
darat dan angin laut. merebus air.

Ringkasan Teks “Perpindahan Panas atau Kalor secara Konveksi” :
Perpindahan kalor secara konveksi ialah perpindahan kalor yang disertai
dengan perpindahan zat perantaranya. Perpindahan secara konveksi
dapat diumpamakan dengan kegiatan memindahkan setumpuk buku dari
satu tempat ke tempat lain. Peristiwa perpindahan panas secara konveksi
terjadi pada saat merebus air, terjadinya angin darat dan angin laut,
cerobong asap pabri dan ventilasi udara.

14

Dari teks eksplanasi di atas, dapat kita simpulkan
bahwa perpindahan panas secara konveksi adalah
perpindahan panas yang disertai partikel zat tersebut.
Oleh karenanya jika zat tersebut dipanaskan maka
panas akan dipindahkan beserta partikel zatnya.
Contoh yang paling mudah adalah saat kamu memasak
air. Panas berpindah dari panci ke air bagian bawah
terus naik ke bagian atas. Ketika air mendidih tampak
ada uap air yang keluar dari panci tersebut.

Gambar Perpindahan Panas secara Konveksi

Sumber : https://i.ytimg.com/vi/BkLUmsfHCwc/maxresdefault.jpg

15

POLA LANTAI TARI KREASI DAERAH

Pola lantai tari perlu diketahui dan dipelajari oleh seseorang yang ingin
menguasai tarian. Pola Lantai Tari merupakan garis-garis di lantai yang dilalui
penari ketika melakukan gerak tari dari perpindahan tempat satu ke tempat
lainnya..Garis tersebut dapat digambarkan dengan melihat formasi para penari
ketika sedang memperagakan tarian. Pola lantai tari bisa dilakukan oleh penari
tunggal, berpasangan atau berkelompok, meskipun sebagian besar pola tari
dilakukan oleh berkelompok.

Tujuan dengan menguasai pola lantai yaitu penari akan lebih mudah
melakukan perpindahan gerak. Sehingga sang penari akan mengetahui area mana
yang menjadi area miliknya tanpa harus khawatir mengganggu atau bertabrakan
dengan area penari lainnya.

Jenis-jenis Pola Lantai Pada Tari Kreasi Daerah :

1. Pola Lantai Lurus Vertikal.

Pola lantai lurus vertikal berarti pola lantai yang lurus dan Sumber:
memanjang dari depan ke belakang maupun sebaliknya. https://haloedukasi.com/
Pola lantai ini melambangkan antara ikatan manusia dengan
Tuhan. Beberapa tarian daerah yang menggunakan pola pola-lantai
lantai ini adalah tari serimpi dari Jawa Tengah, tari
yospan dari Papua, tari pasambahan dari Sumatera Barat 16
dan tari baris cengkedan dari Bali.

2. Pola Lantai Horizontal. Sumber:
https://haloedukasi.com/
Pola lantai horizontal merupakan barisan dari kiri ke kanan
maupun dari kanan ke kiri. Pola horizontal melambangkan pola-lantai
antara ikatan manusia satu dengan manusia yang lain.
Beberapa tarian yang menggunakan pola lantai horizontal
yaitu tari indang dari Sumatera Barat dan tari saman dari
Aceh.

3. Pola Lantai Diagonal. Sumber:
https://haloedukasi.com/
Pola lantai diagonal membentuk garis menyudut ke kanan
atau ke kiri. Pola lantai ini memberikan kesan yang dinamis pola-lantai
tetapi tetap kokoh untuk para penonton atau penikmatnya.
Tarian daerah yang menggunakan pola lantai ini adalah tari
sekapur sirih dari Jambi, tari gending Sriwijaya dari
Sumatera Selatan dan tari pendet dari Bali.

4. Pola Garis Melengkung.

Pola garis melengkung sendiri terdiri dari tiga macam Sumber:
yaitu garis lingkaran, angka delapan, huruf U dan lengkung https://haloedukasi.com/
ular. Pola garis yang melengkung akan memberikan kesan
yang lembut tetapi lemah. Misalnya tari ma’badong Toraja pola-lantai
dari Sulawesi Utara, tari piring dari Sumatera Barat dan
tari randai dari Sumatera Barat.

Memahami pola lantai pada tari tradisional sangat penting agar penari mudah
dalam melakukan gerakan tarian. Penari mampu mengatur jarak sendiri dengan
penari lainnya. Mampu mengatur jarak maka akan mencegah antar penari
bersinggungan badan maupun kesalahan dalam memperagakan gerakan. Manfaat
memahami pola lantai yaitu:

1. Menjaga setiap penari tidak bertabrakan.

2. Membantu Penari menentukan gerakan selanjutnya.

3. Penari lebih energik.

4. Menciptakan kekompakan.

5. Ciri Khas Suatu Tarian

17

AYO AMATI CONTOH!

Perhatikanlah gambar tari di bawah ini! Secara mandiri, tentukan nama dan
gambar pola lantai pada setiap tari daerah di bawah ini.

Pola lantai: garis lurus vertikal Pola lantai: garis lurus vertikal
Gambar pola lantai Gambar pola lantai

Pola lantai: garis lengkung melingkar Pola lantai: diagonal

Gambar pola lantai Gambar pola lantai

Sumber: https://moodleone.org/

18

TINDAK LANJUT

REMIDI

1. Mengulas kembali materi dan berlatih untuk menentukan informasi penting
dan meringkas teks eksplanasi.

2. Mengulas kembali materi tentang perpindahan panas secara konveksi.
3. Mengulas kembali materi mengenai ragam pola lantai pada tari kreasi

daerah.

PENGAYAAN

1. Meminta peserta didik untuk berlatih menentukan informasi penting dan
meringkas teks eksplanasi lanjutan.

2. Meminta peserta didik untuk berdiskusi tentang aliran perpindahan panas
secara konveksi dan korelasi dalam kehidupan sehari-hari.

3. Meminta peserta didik berdiskusi untuk mencari minimal 2 ragam tari kreasi
daerah dari sabang sampai Merauke dan menganalisis pola lantai pada tari
kreasi daerah.

19

SUMBER REFERENSI

Anonim. 2018. Pola lantai Tari Tradisional. https://moodleone.org/. Diakses 06
Oktober 2021 pukul 21.30 WIB.

Depdikbud. 2017. Buku Guru Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Kelas 5 Tema 6
Panas dan Perpindahannya. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
kebudayaan.

__________. 2017. Buku Siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Kelas 5 Tema
6 Panas dan Perpindahannya. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
kebudayaan.

Irvana Natasya. 2020. Pola Lantai Tari. https://haloedukasi.com/pola-lantai.
Diakses 06 Oktober 2021 pukul 09.30 WIB.

Riyanto Kerri. 2018. Perpindahan Kalor secara Konveksi.
https://www.youtube.com/watch?v=BkLUmsfHCwc. Diakses 06 Oktober
2021 pukul 08.43 WIB.

Sulistiowati Nengsih. 2019. Membuat Ringkasan dan Kesimpulan Berdasarkan
Teks Eksplanasi. https://sulistiowatinengsih.blogspot.com/2019/05/soal-
bahasa-indonesia-tema-6-subtema-1.html. Diakses 06 Oktober 2021
pukul 09.14 WIB.

Vannisa. 2020. Pola lantai tari. https://perpustakaan.id/pola-lantai-tari/
Diakses 06 Oktober 2021 pukul 09.21 WIB.

20


Click to View FlipBook Version