Untuk Kelas XI SMA Semester 2
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Kata Pengantar
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
A Kompetensi Inti (KI)
1) Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
dianutnya.
2) Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun,
responsif dan proaktif, sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3) Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
4) Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
B Kompetensi Dasar (KD)
1.1. Menghayati nilai-nilai persatuan dan keinginan bersatu dalam
perjuangan pergerakan nasional menuju kemerdekaan bangsa
sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa terhadap bangsa dan
negara Indonesia.
2.1. Mengembangkan nilai dan perilaku mempertahankan harga
diri bangsa dengan bercermin pada kegigihan para pejuang
dalam melawan penjajah.
3.11.Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya
mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu dan
Belanda.
4.11.Mengolah informasi tentang perjuangan bangsa Indonesia
dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari ancaman,
Sekutu, Belanda dan menyajikannya dalam bentuk cerita
sejarah.
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
3.11. Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia
dalam upaya mempertahankan kemerdekaan
dari ancaman Sekutu dan Belanda
3.11.1 Menganalisis perjuangan 3.11.2 Menganalisis perjuangan
bangsa Indonesia dalam upaya bangsa Indonesia dalam upaya
mempertahankan kemerdekaan dari mempertahankan kemerdekaan dari
ancaman Sekutu ancaman Belanda
3.11.1.1 Mengegemukaan 3.11.1.2 Mengegemukaan 3.11.2.1 Mengegemukaan 3.11.2.2 Mengegemukaan
perjuangan bangsa Indonesia perjuangan bangsa perjuangan bangsa Indonesia perjuangan bangsa Indonesia
dalam upaya mempertahankan Indonesia dalam upaya dalam upaya dalam upaya
kemerdekaan dari ancaman mempertahankan mempertahankan mempertahankan
Sekutu melalui jalan kemerdekaan dari ancaman kemerdekaan dari ancaman kemerdekaan dari ancaman
Perundingan Sekutu melalui jalan Perang Belanda melalui jalan Belanda melalui jalan
Perundingan Perang
1.Agresi Militer Belanda I 2. Perundingan Renville 2. Agresi Militer Belanda II
Agresi Militer Belanda II
di Jawa Timur
Agresi Militer Belanda II
di Karisidenan Besuki
Agresi Militer Belanda II
di Jember
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
A Tujuan Umum
Peserta didik mampu Mengidentifikasi perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya
mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Agresi Militer Belanda II yang
dipimpin oleh Letkol Moch. Sroedji di wilayah Jember setelah pembelajaran baik
dan benar
B Tujuan Khusus
Setelah menggunakan Modul Elektronik Sejarah Perang Kemerdekaan di
Jember peserta didik diharapkan mampu:
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
A Petunjuk Bagi Peserta Didik
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
B Petunjuk Bagi Pendidik
Setiap kegiatan belajar peserta didik dengan menggunakan Modul Elektronik ini,
pendidik atau instruktur berperan untuk:
1) membantu peserta didik dalam merencanakan proses belajar;
2) membimbing peserta didik melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan
dalam tahap belajar;
3) membantu peserta didik dalam memahami uraian materi, dan menjawab
pertanyaan peserta didik mengenai proses belajarnya;
4) membantu peserta didik untuk menentukan dan mengakses sumber
tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Tujuan Pembelajaran
1. Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya
mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu
2. Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya
mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Belanda
1. Identifikasi Masalah
Jelajah Topik
Bacalah artikel di bawah ini !! sebelum kita membahas tentang Sejarah Perang
Kemerdekaan di Jember dari serangan Agresi Militer Belanda II oleh Brigade
III/Damarwulan yang di pimpin oleh Letkol Moch Sroedji, kita membahas dulu tentang
awal kedatangan Sekutu dan Belanda awal Perang Kemerdekaan di Indonesia.
Catatan: Identifikasi kecakupan data kalian untuk
dapat mengetahui masalah di bawah ini !
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Bacalah artikel dibawah ini !
Pengumuman Proklamasi Kemerdekaan RI yang diterima di luar negeri dalam
satu-dua hari saja sudah menimbulkan reaksi yang sangat hebat, peristiwa proklamasi ini
akan diikuti oleh negara jajahan semacam itu di tanah jajahan lainnya. Pemerintah
Jepang di Indonesia diperintahkan oleh Sekutu untuk tetap mempertahankan statusquo
pada waktu mereka menyerahkan kekuasaan kepada sekutu. Statusquo ini berarti
Indonesia tetap merupakan tanah jajahan pada tanggal 15 Oktober 1945 tentara Inggris
yang ditugaskan untuk menerima kapitulasi Jepang di Indonesia, mulai mendarat di
Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, Medan dan tempat lainnya.
Inggris segera mengirimkan pasukan komando khusus dari SEAC yang bernama
AFNEI. Pasukan ini dibawah komando Jenderal Sir Philip Christison, dengan
mengembangkan tugas sebagai berikut: (1) Menerima penyerahan kekuasaan tentara
Jepang tanpa syarat. (2) Membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu. (3)
Melucuti dan mengumpulkan orang-orang Jepang untuk dipulangkan ke negerinya. (4)
Menegakkan dan mempertahankan keadaan damai, menciptakan ketertiban, dan
keamanan, untuk kemudian diserahkan kepada pemerintahan sipil. (5) Mengumpulkan
keterangan tentang penjahat perang untuk kemudian diadili sesuai hukum yang berlaku.
Sebenarnya sebelum Inggris mengemban tugas dari pihak Sekutu, ia telah terikat
perjanjian dengan Belanda. Persetujuan tersebut ditandatangani di London pada tanggal
24 Agustus 1945 yang kemudian dikenal dengan nama London Civil Affairs Agreement.
Dalam perjanjian tersebut dinyatakan pihak Inggris akan membantu Belanda untuk
mengembalikan kekuasaannya di Indonesia. Pihak Inggris datang ke Indonesia dengan
memboncengi tentara NICA (Netherlands-Indies Civil Administration), nantinya dapat
mengatur pemerintahan di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah menentukan haluan
politiknya dalam menghadapi Sekutu yang dalam hal ini diwakili oleh Inggris.
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Oleh karena itu, di dalam menghadapi pendaratan tentara Inggris, pemerintah Indonesia
telah berusaha membantu meringankan tugas-tugas mereka dengan satu syarat, yaitu
menentang pendaratan NICA di Indonesia (Sumardiati, 2010).
Sementara Christison sebagai pemimpin AFNEI menyadari bahwa, untuk
menjalankan tugasnya tidak mungkin tanpa bantuan pemerintah RI. Oleh karena itu,
Christison bersedia berunding dengan pernerintah RI. Kemudian, Christison pada
tanggal 1 Oktober 1945 mengeluarkan pernyataan pengakuan secara de facto tentang
negara Indonesia. Akan tetapi ketika berlangsung perundingan diplomatik secara de
facto, kemudiaan terjalin suatu usaha kerja sama antara pihak Sekutu dengan pihak
pemerintah Indonesia, ternyata serdadu Belanda telah dimasukkan ke Indonesia. Namun,
dalam kenyataannya pernyataan tersebut banyak dilanggarnya.
Video 2. Usaha mempertahankan
Gambar 1. Kedatangan Tentara sekutu
kemedekaan Indonesia.
Sumber:(https://www.google.co.id/search Sumber:(https://www.youtube.com/watch?
kedatangan+sekutu+dan+belandahtml) v=-TfVj1qKgJU)
Masalah:
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Kemukakanlah hipotesis jawaban kalian
terkait masalah diatas !
2. Penyelesaian Strategi Masalah
1. Pilih Konsep yang sesuai dengan
pengetahuan kalian !
2. Tetapkanlah Penyelesaian kalian !
3. Melaksanakan Rencana Penyelesaian
Jelajah Topik
Lakukanlah penyelesaian sesuai dengan langkah-
langkah yang telah dirancang serta dengan konsep-
konsep kalian untuk memecahkan masalah diatas !
Langkah-langkah:
1. Pilihan alternatif untuk memecahkan masalah.
2. Pertimbangkanlah kalian secara kritis, selektif
dengan berfikir secara logis.
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
4. Menguji Kebenaran Strategi
Jelajah Topik
Bacalah serta pahamilah materi dibawah ini untuk
menjawab apakah strategi pemecahan kalian benar dan
cocok !
1. Agresi Militer Belanda I
Diplomasi antara Indonesia dengan Belanda mengalami jalan butu karena
kedua belah pihak saling menuduh melakukan pelanggaran-pelanggaran, dan masing
masing pihak bersikukuh atas interprestasi isi Perjanjian Linggarjati dan saling tidak
mempercayayai satu sama lain tentang pelaksanaan perjanjian tersebut. Berbagai aksi
kekerasan dan pelanggaran segala perjanjian yang dilakukan oleh pihak Belanda
dtengarai oleh pihak Republik sering terjadi diberbagai tempat, sehingga membuat
suasana tidak kondusif. Di tengah-tengah upaya mencari kesepakatan dalam
pelaksanaan isi Persetujuan Linggarjati, ternyata Belanda terus melakukan tindakan
yang justru bertentangan dengan isi Persetujuan Linggarjati. Di samping
mensponsori pembentukan pemerintahan boneka, Belanda juga terus memasukkan
kekuatan tentaranya. Belanda pada tanggal 27 Mei 1947 mengirim nota ultimatum
yang isinya antara lain sebagai berikut.
a. Pembentukan Pemerintahan Federal Sementara (Pemerintahan Darurat)
secara bersama.
b. Pembentukan Dewan Urusan Luar Negeri.
c. Dewan Urusan Luar Negeri, bertanggung jawab atas pelaksanaan ekspor,
impor, dan devisa.
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
d. Pembentukan Pasukan Keamanan dan Ketertiban Bersama (gendarmerie),
Pembentukan Pasukan Gabungan ini termasuk juga di wilayah RI.
Pada prinsipnya PM Syahrir (yang kabinetnya jatuh Juni 1947) dapat menerima
beberapa usulan, tetapi menolak mengenai pembentukan Pasukan Keamanan
Bersama di wilayah RI. Tanggal 3 Juli dibentuk kabinet baru di bawah Amir
Syarifuddin yang juga tetap menolak pembentukan Pasukan Keamanan Bersama di
wilayah RI. Pada tanggal 21 Juli 1947 tengah malam, pihak Belanda melancarkan
„aksi polisional‟ mereka yang pertama. Pasukan-pasukan bergerak dari Jakarta dan
Bandung untuk menduduki Jawa Barat, dan dari Surabaya untuk menduduki Madura
dan Ujung Timur. Gerakan-gerakan pasukan yang lebih kecil mengamankan wilayah
Semarang. Dengan demikian Belanda menguasai semua pelabuhan di Jawa. Di
Sumatera, perkebunan-perkebunan di sekitar Medan, instalasi-instalasi minyak dan
batu bara di sekitar Palembang dan Padang diamankan. Pasukan-pasukan Republik
bergerak mundur dalam kebingungan dan menghancurkan apa saja yang dapat
mereka hancurkan.
Di beberapa daerah terjadi aksi-aksi pembalasan.Orang-orang Cina di Jawa
Barat dan kaum bangsawan yang dipenjarakan di Sumatera Timur dibunuh.
Beberapa orang Belanda, termasuk Van Mook ingin melanjutkan merebut Yogykarta
dan membentuk suatu pemerintahan Republik yang lebih lunak, tetapi pihak
Amerika dan Inggris yang tidak menyukai „aksi polisional‟ tersebut menggiring
Belanda untuk segera menghentikan peperangan terhadap Republlik Indonesia.
Ibu kota RI dapat dikurung Belanda. Hubungan ke luar bagi Indonesia juga
mengalami kesulitan, karena pelabuhan-pelabuhan telah dikuasai Belanda. Secara
ekonomis, Belanda juga berhasil menciptakan kesulitan bagi RI. Daerah-daerah
penghasil beras jatuh ke tangan Belanda. Hubungan ke luar juga terhambat karena
blokade Belanda. Tetapi Belanda belum berhasil menghancurkan mental dan
kekuatan Tentara Indonesia yang didukung oleh kekuatan rakyat.
Pada tanggal 30 Juli 1947, pemerintah India dan Australia mengajukan
permintaan resmi agar masalah Indonesia-Belanda dimasukan dalam agenda Dewan
Keamanan PBB. Pemintaan itu diterima baik dan dimasukkan dalam agenda sidang
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Dewan Keamanan PBB. Tanggal 1 Agustus 1947, Dewan Keamanan PBB
memerintahkan penghentian permusuhan kedua belah pihak dan mulai berlaku sejak
tanggal 4 Agustus 1947. Sementara itu untuk mengawasi pelaksanaan gencatan
senjata, Dewan Keamanan PBB membentuk Komisi Konsuler dengan anggota-
anggotanya yang terdiri dari para Konsul Jenderal yang berada di wilayah Indonesia.
Komisi Konsuler diketuai oleh Konsul Jenderal Amerika Serikat Dr. Walter Foote
dengan beranggotakan Konsul Jenderal Cina, Belgia, Perancis, Inggris dan
Australia.
Komisi Konsuler itu diperkuat dengan personil militer Amerika Serikat dan
Perancis sebagai peninjau militer. Dalam laporannya kepada Dewan Keamanan
PBB, Komisi Konsuler menyatakan bahwa tanggal 30 Juli sampai 4 Agustus 1947
pasukan masih mengadakan gerakan militer. Pemerintah Indonesia menolak garis
demarkasi yang dituntut oleh pihak Belanda berdasarkan kemajuan-kemajuan
pasukannya setelah pemerintah melakukan gencatan senjata. Namun penghentian
tembak-menembak tidak dimusyawarahkan dan belum ditemukan tindakan yang
tepat untuk menyelesaikannya agar jumlah korban bisa dikurangi.
Tanggal 3 Agustus 1947 Belanda menerima resolusi DK (Dewan Keamanan)
PBB dan memerintahkan kepada Van Mook untuk menghentikan tembakmenembak.
Pelaksanaannya dimulai pada malam hari tanggal 4 Agustus 1947. Tanggal 14
Agustus 1947, dibuka sidang DK PBB. Dari Indonesia hadir, antara lain Sutan
Syahrir. Dalam pidatonya, Syahrir menegaskan bahwa untuk mengakhiri berbagai
pelanggaran dan menghentikan pertempuran, perlu dibentuk Komisi Pengawas. Pada
tanggal 25 Agustus 1947, DK PBB menerima usul Amerika Serikat tentang
pembentukan suatu Commitee of Good Offices (Komisi Jasa-jasa Baik) atau yang
lebih dikenal dengan Komisi Tiga Negara (KTN). Belanda menunjuk Belgia sebagai
anggota, sedangkan Indonesia memilih Australia. Kemudian Belanda dan Indonesia
memilih negara pihak ketiga, yakni Amerika. Komisi resmi terbentuk tanggal 18
September 1947. Australia dipimpin oleh Richard Kirby, Belgia dipimpin oleh Paul
Van Zeelland dan Amerika Serikat dipimpin oleh Dr. Frank Graham.
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Ternyata Belanda masih terus berulah, sebelum Komisi Tiga Negara datang di
Indonesia. Belanda terus mendesak wilayah dan melakukan perluasan wilayah
kedudukannya. Kemudian tanggal 29 Agustus 1947, secara sepihak Van Mook
memproklamasikan garis demarkasi Van Mook, menjadi garis batas antara daerah
pendudukan Belanda dan wilayah RI pada saat gencatan senjata dilaksanakan. Garis-
garis itu pada umumnya menghubungkan titik terdepan posisi Belanda. Menurut
garis Van Mook, wilayah RI lebih sedikit dari sepertiga wilayah Jawa, yakni
wilayah Jawa Tengah bagian timur, dikurangi pelabuhan-pelabuhan dan perairan
laut.
Gambar 2. Gerak tentara Belanda di Jawa dan daerah yang dikuasai pada
agresi militer Belanda.
(sumber:
2. Perundingan Renvile
Komisi Tiga Negara tiba di Indonesia pada tanggal 27 Oktober 1947 dan
segera melakukan kontak dengan Indonesia maupun Belanda. Indonesia dan Belanda
tidak mau mengadakan pertemuan di wilayah yang dikuasai oleh salah satu pihak.
Oleh karena itu, Amerika Serikat menawarkan untuk mengadakan pertemuan di
geladak Kapal Renville milik Amerika Serikat. Indonesia dan Belanda kemudian
menerima tawaran Amerika Serikat.Perundingan Renville secara resmi dimulai pada
tanggal 8 Desember 1947 di kapal Renville yang sudah berlabuh di pelabuhan
Tanjung Priok. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Amir Syarifuddin, sedangkan
delegasi Belanda dipimpin oleh R. Abdulkadir Wijoyoatmojo, orang Indonesia yang
memihak Belanda.
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Indonesia menyetujui isi
Perundingan Renville yang terdiri dari tiga hal sebagai berikut.
a. Persetujuan tentang gencatan senjata yang antara lain diterimanya garis
demarkasi Van Mook (10 pasal).
b. Dasar-dasar politik Renville, yang berisi tentang kesediaan kedua pihak
untuk menyelesaikan pertikaiannya dengan cara damai (12 pasal)
c. Enam pasal tambahan dari KTN yang berisi, antara lain tentang kedaulatan
Indonesia yang berada di tangan Belanda selama masa peralihan sampai
penyerahan kedaulatan (6 pasal).
Sebagai konsekuensi ditandatanganinya Perjanjian Renville, wilayah RI semakin
sempit dikarenakan diterimanya garis demarkasi Van Mook, dimana wilayah Republik
Indonesia meliputi Yogyakarta dan sebagian Jawa Timur. Dampak lainnya adalah
Anggota TNI yang masih berada di daerah-daerah kantong yang dikuasai Belanda, harus
ditarik masuk ke wilayah RI,misaInya dari Jawa Barat ada sekitar 35.000 orang tentara
Divisi Siliwangi. Divisi Siliwangi tanggal 1 Februari 1948 dihijrahkan menuju wilayah
RI di Jawa Tengah dan ada yang ditempatkan di Surakarta. Juga 6.000 anggota TNI dari
Jawa Timur masuk ke wilayah RI.
Gambar 3. Peta wilayah RI berdasar demarkasi Van Mook
(Sumber:https: http://belajarhistoriavitae.blogspot.co.id/2016/11/revolusi-menegakkan-
panji-panji-revolusi.html)
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Isi Perjanjian Renville mendapat tentangan sehingga muncul mosi tidak percaya
terhadap Kabinet Amir Syarifuddin dan pada tanggal 23 Januari 1948, Amir
menyerahkan kembali mandatnya kepada Presiden. Dengan demikian perjanjian Renville
menimbulkan permasalahan baru, yaitu pembentukan pemerintahan peralihan yang tidak
sesuai dengan yang terdapat dalam perjanjian Linggarjati.
Video 2. Perundingan Renvile
(Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=fSizC_v3ZVM)
3. Agresi Militer Belanda II
Sebelum macetnya perundingan Renville sudah ada tanda-tanda bahwa
Belanda akan melanggar persetujuan Renville. Oleh karena itu pemerintah RI dan
TNI sudah memperhitungkan bahwa sewaktu-waktu Belanda akan malakukan aksi
militernya untuk menghancurkan RI dengan kekuatan senjata. Untuk menghadapi
kekuatan Belanda, maka dibentuk Markas Besar Komando Djawa (MBKD) yang
dipimpin oleh A.H. Nasution dan Hidayat.
Seperti yang telah diduga sebelumnya, pada tanggal 19 Desember 1948
Belanda melancarkan agresinya yang kedua. Sebelum pasukan Belanda begerak lebih
jauh, Van Langen (wakil jenderal Spoor) berbisik kepada Van Beek (komandan
lapangan agresi II): “overste tangkap Sukarno, Hatta, dan Sudirman, mereka bertiga
masih ada di istana”, demikian perintah pimpinan Belanda terhadap ketiga pimpinan
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
nasional kita. Agresi militer II itu telah menimbulkan bencana militer maupun politik
bagi mereka walaupun mereka tampak memperoleh kemenangan dengan mudah.
Dengan taktik perang kilat, Belanda melancarkan serangan di semua front RI.
Serangan diawali dengan penerjunan pasukan-pasukan payung di Pangkalan Udara
Maguwo dan dengan cepat berhasil menduduki ibu kota Yogyakarta. Presiden
Sukarno dan Wakil Presiden Hatta memutuskan untuk tetap tinggal di ibukota,
meskipun mereka tahu akan ditawan musuh. Alasannya, agar mereka dengan mudah
ditemui oleh TNI, sehingga kegiatan diplomasi dapat berjalan terus. Disamping itu,
Belanda tidak mungkin melancarkan serangan secara terusmenerus, karena Presiden
dan wakil Presiden sudah ada di tangan musuh.
Sebagai akibat dari keputusan itu, Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Hatta
beserta sejumlah Menteri, Kepala Staf Angkatan Udara Komodor Suryadarma dan
lainnya juga ikut ditawan tentara Belanda. Namun kelangsungan pemerintahan RI
dapat dilanjutkan dengan baik, karena sebelum pihak Belanda sampai di Istana,
Presiden Sukarno telah berhasil mengirimkan radiogram yang berisi mandat kepada
Menteri Kemakmuran Syafruddin Prawiranegara yang sedang melakukan kunjungan
ke Sumatera untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).
Perintah sejenis juga diberikan kepada Mr. A.A. Maramis yang sedang di India.
Apabila Syafruddin Prawiranegara ternyata gagal melaksanakan kewajiban
pemerintah pusat, maka Maramis diberi wewenang untuk membentuk pernerintah
pelarian (Exile Goverment) di luar negeri.
Sementara itu, Panglima Besar Jenderal Sudirman yang sedang sakit harus
dirawat oleh dr. Suwondo selaku dokter pribadinya di rumah di kampung Bintaran.
Setelah mendengar Belanda melancarkan serangan, Jenderal Sudirman segera
menuju istana Presiden di Gedung Agung. Ketika mengetahui Presiden, Wakil
Presiden, dan beberapa pemimpin lainnya ingin tetap bertahan di ibu kota, maka
Jenderal Sudirman, dengan para pengawalnya pergi ke luar kota untuk mengadakan
perang gerilya. Para ajudan yang menyertai Jenderal Sudirman, antara lain Suparjo
Rustam dan Cokropranolo. Sedangkan pasukan di bawah pimpinan Letkol Soeharto
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
terus berusaha menghambat gerak maju pasukan Belanda. Kemudian beberapa tokoh
militer vang mengikuti jejak Jenderal Sudirman, antara lain Kolonel Gatot Subroto,
dan Kolonel TB. Simatupang.
Aksi militer Belanda yang kedua ini ternyata menarik perhatian PBB, karena
Belanda secara terang-terangan tidak mengikuti lagi Persetujuan Renville di depan
Komisi Tiga Negara yang ditugaskan oleh PBB. Pada tanggal 24 Januari 1949,
Dewan Keamanan PBB membuat resolusi, agar Republik Indonesia dan Belanda
segera menghentikan permusuhan dan membebaskan Presiden RI dan para pemimpin
politik yang ditawan Belanda. Kegagalan Belanda di medan pertempuran serta
tekanan dari AS yang mengancam akan memutuskan bantuan ekonomi dan
keuangan, memaksa Belanda untuk kembali ke meja perundingan.
Gambar 4. Tentara Belanda pada saat Video 3. Agresi Militer I dan II.
Agresi Militer II. (Sumber:https://www.youtube.com/w
(Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/ atch?v=HsWa-4z5kUg)
Agresi_Militer_Belanda_II)
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
5. Perencanaan Proyek
Berdasarkan uraian materi yang telah kalian baca,
Tuangkan ide-ide kalian untuk aktivitas pembelajaran ke
dalam proposal mini yang telah untuk pembuatan proyek !
PROPOSAL MINI
Nama Anggota Kelompok: 1.
2.
3.
4.
Dst.
1. Tuliskan Judul dan tujuan proyek yang akan dilakukan
Judul :...........................................................................................................
Tujuan :...........................................................................................................
2. Pilihlah alat dan bahan yang tersedia untuk membuat rancangan
dalam menyelesaikan proyek tentang perjuangan bangsa Indonesia
dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu dan
Belanda. Kalian dapat menambahkan alat dan bahan yang lain sesuai
kebutuhan.
Alat : Pensil, spidol warna, penggaris, peta geografi kesejarahan (sebagai
objek proyek), dll.
Bahan : Kertas manila
Alat/bahan Kegunaan Jumlah
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
6. Penyusunan Jadwal Proyek
Kegiatan !!
Prosedur Pembuatan Proyek
1 :.........................................................................................................................
2 :.........................................................................................................................
3 :.........................................................................................................................
4 :.........................................................................................................................
7. Pengujian Hasil Proyek
Berdasarkan proyek yang telah kalian buat, sajikan dalam
presentasi di depan kelas !
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
8. Evaluasi
Perikasalah kembali jawaban kalian bersama
dengan bantuan guru. Berdasarkan proyek yang
telah kalian buat, apakah proyek kalian ini benar
dalam kesesuaian materi sebelumnya?
Jawab:
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
9. Rangkuman
Diplomasi antara Indonesia dengan Belanda mengalami jalan butu karena
kedua belah pihak saling menuduh melakukan pelanggaran-pelanggaran, dan
masing masing pihak bersikukuh atas interprestasi isi Perjanjian Linggarjati dan
saling tidak mempercayayai satu sama lain tentang pelaksanaan perjanjian
tersebut. Berbagai aksi kekerasan dan pelanggaran segala perjanjian yang
dilakukan oleh pihak Belanda dtengarai oleh pihak Republik sering terjadi
diberbagai tempat, sehingga membuat suasana tidak kondusif. Di tengah-tengah
upaya mencari kesepakatan dalam pelaksanaan isi Persetujuan Linggarjati,
ternyata Belanda terus melakukan tindakan yang justru bertentangan dengan isi
Persetujuan Linggarjati. Isi Perjanjian Renville mendapat tentangan sehingga
muncul mosi tidak percaya terhadap Kabinet Amir Syarifuddin dan pada tanggal
23 Januari 1948, Amir menyerahkan kembali mandatnya kepada Presiden.
Dengan demikian perjanjian Renville menimbulkan permasalahan baru, yaitu
pembentukan pemerintahan peralihan yang tidak sesuai dengan yang terdapat
dalam perjanjian Linggarjati.
Seperti yang telah diduga sebelumnya, pada tanggal 19 Desember 1948
Belanda melancarkan agresinya yang kedua. Sebelum pasukan Belanda begerak
lebih jauh, Van Langen (wakil jenderal Spoor) berbisik kepada Van Beek
(komandan lapangan agresi II): “overste tangkap Sukarno, Hatta, dan Sudirman,
mereka bertiga masih ada di istana”, demikian perintah pimpinan Belanda
terhadap ketiga pimpinan nasional kita. Agresi militer II itu telah menimbulkan
bencana militer maupun politik bagi mereka walaupun mereka tampak
memperoleh kemenangan dengan mudah.
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
UJI KOMPETENSI 1
1. Pada tanggal 1 Juli 1947 Belanda melakukan Agresi Militer I. Jelaskan latar
belakang dan dampak terjadinya Agresi Militer Belanda I!
2. Terjadinya Perundingan Renville menimbulkan perbedaan pendapat para
tokoh bangsa Indonesia. Jelaskan alasan para tokoh yang menentang hasil
perundingan Renville!
3. Bagaimana dampak dari perundingan Renville bagi Pemerintah
Indonesia ?
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
UMPAN BALIK
Koreksi hasil jawaban kalian yang ada pada bagian akhir modul ini.
Hitunglah jawaban yang benar yang kalian peroleh. Kemudian gunakan
rumus di dibawah ini untuk mengetahui tingkat pemahaman kalian pada
materi kegiatan satu 1.
Jumlah jawaban yang benar
Tingkat Penguasaan= X 100%
Jumlah Soal
Kriteria Penguasaan: 85%-100% Sangat Baik
75%-84% Baik
65%-74% Cukup
55%-64% Kurang
0-54% Kurang Sekali
Jika tingkat penguasaan mencapai > 80%, kalian telah menguasai materi yang
ada pada kegiatan 1 dan siap melanjutkan kegiatan berikutnya. Tetapi jika
tingkat penguasaan anda <80% kalian harus memahami kembali materi yang
ada pada kegiatan 1.
Bagaimana tingkat pemahaman
anda ???
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Tujuan Pembelajaran
1. Perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari
ancaman Agresi Militer Belanda II di Karisidenan Besuki
2. Perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari
ancaman Agresi Militer Belanda II di Jember
1. Identifikasi Masalah
Jelajah Topik
Bacalah artikel di bawah ini !! kita membahas tentang Sejarah Perang Kemerdekaan di
Jember dari serangan Agresi Militer Belanda II oleh Brigade III/Damarwulan yang di
pimpin oleh Letkol Moch Sroedji, dengan baik dan benar !!
Kemukakan yang menjadi masalah utama dalam artikel tersebut !!
Catatan: Identifikasi kecakupan data kalian untuk
dapat mengetahui masalah di bawah ini !
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Kedatangan Belanda yang secara terang-terangan ingin menguasai Indonesia
mengundang perlawanan rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Perlawanan
inilah yang disebut sebagai Perang Kemerdekaan. Perang Kemerdekaan adalah suatu wujud
perjuangan yang dilakukan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.
Perjuangan ini dilakukan baik dengan cara diplomasi maupun dengan peperangan. Kegagalan
diplomasi yang dilakukan oleh kedua belah pihak telah memunculkan peperangan. Belanda
melancakan Agresi Militernya pada tanggal 21 Juli 1947. Tujuan pertama Agresi Militer
Belanda adalah menduduki beberapa daerah yang politik dan ekonomis sangat penting yakni
Sumatera Timur, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Pulau Madura serta daerah perkebunan
Ujung Jawa Timur antara lain meliputi daerah Situbondo, Bondowoso, Jember dan
Banyuwangi (Nasution, 1978: 137; Yuliani, 2014: 3).
Penandatanganan Persetujuan Renville kemudian muncul untuk meredam Agresi
Militer yang pertama. Persetujuan Renville dilaksanakan di atas Kapal Pengangkut Renville
pada tanggal 17 Januari 1948 (Nasution, 1978: 456). Perjanjian Renville menimbulkan
dampak buruk bagi Indonesia, karena wilayah Indonesia menjadi semakin sempit. Wilayah
Indonesia di Pulau Jawa hanya terdiri dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta sampai
di Kediri, Blitar dan sebagian daerah Malang. Akibat dari Persetujuan Renville, Indonesia
terpaksa harus menarik mundur kesatuan-kesatuan militer yang berada di daerah kekuasaan
Belanda dan kantong kantong gerilya untuk kemudian hijrah ke wilayah Republik Indonesia.
Perjanjian Renville yang baru berjalan tiga bulan tidak berjalan dengan apa yang telah
disetujui, di mana Belanda tetap melaksanakan serangan total di segala bidang. Perang Politik,
Perang Militer dan Perang Ekonomi. Belanda terus menyusun negara boneka di luar Republik
Indonesia (Nasution, 1978: 165). Hal ini bertujuan untuk menghancurkan Republik Indonesia
yang wilayahnya menjadi sempit.
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Kondisi Republik Indonesia bertambah parah ketika Belanda melakukan blokade
ekonomi. Rakyat Republik Indonesia menjadi sangat menderita, kurang pakaian, kurang obat-
obatan dan kurang peralatan untuk produksi (Nasution, 1978: 165). Hijrahnya pasukan TNI ke
daerah Republik Indonesia juga menambah beban bagi pemerintah Republik Indonesia.
Kondisi ini memicu Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi meletusnya Agresi
Militer Belanda yang kedua serta kembali menguasai daerah-daerah yang telah Belanda
kuasai.
Untuk mempersiapkan diri menghadapi Agresi Militer Belanda II, TNI telah
menyusun rencana umum yang terkenal dengan nama Perintah Siasat No. 1 atau Intruksi
Panglima Besar Sudirman tertanggal November 1948 dan telah mendapat pengesahan dari
Pemerintah RI pada awal November 1948 (Nasution, 1979: 281). Di dalam Perintah Siasat
No. 1 ini tercantum soal tugas pasukan-pasukan yang berasal dari daerah federal untuk ber-
wingate dan membentuk kantong-kantong (Disjarah TNI-AD, 1972: 103).
Wingate sendiri merupakan usaha untuk melakukan penyusupan kembali ke daerah
semula secara tersembunyi (Hadi, N. dan Sutopo. 1997:131). Tugas utama wingate ini ialah
selekas mungkin sampai ke daerah kantong untuk melakukan wehrkreise. Perlu gerak cepat
dan sebisa mungkin menghindari pertempuran, supayadapat tiba di tempat tujuan dalam
keadaan utuh dan segar bugar (Nasution, 1978: 305). Wingate action ini dilaksanakan
bersamaan dengan meletusnya Agresi Militer Belanda ke II, di mana Belanda telah
menyatakan tidak terikat lagi dengan Perjanjian Renville.
Pada saat itu pasukan Brigade III Damarwulan melaksanakan wingate action
ke Karesidenan Besuki. Karesidenan Besuki merupakan daerah asal Brigade III Damarwulan
sebelum terkena dampak dari Persetujuan Renville. Divisi I Brigade III/Damarwulan
melakukan wingate untuk menghadapi front Jember dan mengawasi jalur Lumajang-Klakah-
Jember-Banyuwangi (Pusat sejarah dan tradisi TNI, 2000: 167). Letkol Moch Sroeudji
ditunjuk sebagai Komandan Brigade III Damarwulan. Brigade III Damarwulan ini terdiri dari
3 Batalyon Infanteri yakni: Batalyon 25 di bawah pimpinan Mayor Safiudin, Batalyon 26
Mayor Magenda, dan Batalyon 27 Mayor Sudarmin, ditambah dengan Depot Batalyon
Darsan Iru (Nasution, 1979: 305).
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Masalah:
1. Apa yang melatar belakangan Wingate actoin Brigade III/Damarwulan ke
Karisidenan besuki?
2. Mengapa Jember dipilih sebagai daerah medan pertempuran para
pasukan Brigade III/Damarwulan ?
Kemukakan hipotesis/jawaban kalian terkai masalah
diatas !
2. Perencanaan Strategi Penyelesaian
Langkah-langkah:
1. Pilih konsep sesuai dengan pengetahuan kalian !
2. Tetapkanlah langkah penyelesaian kalian !
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
3. Melaksanakan rencana Penyelesaian
Jelajah Topik
Lakukanlah penyelesaian sesuai dengan langkah-langkah yang
telah kalian rancang serta konsep-konsep untuk memecahkan
masalah di atas !
Langkah-langkah:
Pertimbangkanlah langkah-langkah kalian secara kritis, selektif
dengan berfikir logis !
4. Menguji Kebenaran Strategi
Jelajah Topik
Bacalah serta pahamilah materi dibawah ini untuk menjaawab
apakah strategi pemecahan lain kalian benar dan cocok !
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
1. Persiapan Wingate Action Brigade III Damarwulan
Persetujuan Renville antara Indonesia dengan Belanda menimbulkan dampak
buruk bagi Indonesia, karena TNI yang wilayahnya berhasil diduduki Belanda
diperintahkan untuk meninggalkan daerahnya. Tentara yang meninggalkan daerahnya
untuk pergi ke daerah Republik ini yang dimaksud dengan tentara hijrah. Pasukan
TNI hijrah ini di samping menjalankan perintah hijrah sebagai pengosongan daerah-
daerah yang dikuasai Belanda, juga ditunjukan untuk mempersiapkan diri guna
peperangan jangka lama dengan bertemakan gerilya (Dewan Harian Daerah, 1972: 1).
Menjelang bulan Februari 1948 dihijrahkan 35.000 TNI dari kantong kantong
di Jawa ke daerah Republik, yang disusul kemudian oleh beratus-ratus ribu pengungsi
sipil yang meningkat sampai lebih dari sejuta (Nasution, 1968: 123). Penghijrahan ini
dilakukan setelah terjadi kesepakatan antara Indonesia dengan Belanda di atas Kapal
Renville. Hijrah di Jawa Timur juga terdapat di daerah Besuki dan Madura yang
dilakukan oleh masing-masing Resimen 40/Damarwulan dan Kesatuan Jokotole
(Dewan Harian Daerah, 1972: 1). Hijrahnya kedua Resimen ini karena daerah mereka
berhasil dikuasai olehBelanda pada Agresi Militer I, sehingga mereka harus rela
meninggalkan aerahnya untuk menuju daerah Republik.
Perintah Reorganisasi dan Rasionalisasi di kesatuan Brigade III Damarwulan
akan dilaksanakan sejak awal April, namun menjelang pelaksanaan Reorganisasi dan
Rasionalisasi terjadi perubahan pemimpin dalam kesatuan Resimen 40 Damarwulan.
Semula jabatan komandan dipegang oleh Letkol Prayudi kemudian digantikan oleh
Letkol Moch Sroedji (Irawati, 2014). Letkol Moch Sroedji sebagai komandan
Resimen 40 Damarwulan yang baru dihadapkan pada dua tugas, yaitu memperhatikan
pemeliharaan anak buah anggota hijrah daridaerah Besuki dan melaksanakan Re-Ra
sebagai persiapan pembentukan Brigade Mobil untuk Karesidenan Besuki khususnya
(Djoeri, 1963: 7).
Pada bulan Mei 1948 persiapan ditingkat pimpinan Angkatan Perang RI sudah
direncanakan yaitu rencana umum TNI menghadapi Agresi Militer 2 Belanda.
Perintah Siasat No. 1 yang berisi soal “wingate” satuan-satuan ke masing-masing
daerah “wehrkreise” dan pelaksanaannya dengan Perintah Kilat No.1/PB/D/1948
(Soetojo, 1983: 45). Brigade III Damarwulan dalam perintah siasat itu berada di
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
dalam Medan I yang bertugas untuk melakukan serbuan ke daerah Besuki.
Untuk menghadapi serangan tentara Belanda di Jawa Timur maka pada tanggal 19
Desember 1948 pukul 20.00 melalui RRI Kediri Panglima TNI Divisi I/Jawa Timur
memerintahkan kepada pasukannya untuk melaksanakan Perintah Siasat No. 1/ GMUDT/48.
Adapun persiapan fase pertama Komando Divisi I/Jawa Timur untuk Brigade III
Damarwulan yaitu Brigade III Damarwulan dengan kesatuan-kesatuannya melakukan
wingate untuk menghadapi front Jember dengan memperhatikan jurusan Lumajang- Klakah-
Jember- Banyuwangi (Sukadri, Soewarno dan Umiati, 1991: 154). Tugas utama wingate ini
ialah selekas mungkin sampai ke daerah Besuki untuk melakukan wehrkreise di sana. Karena
itu perlu gerak cepat dan menghindar sedapat mungkin pertempuran, supaya dapat tiba di
tempat tujuan dalam keadaan utuh dan segar bugar (Nasution, 1979:305).
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
5. Perencanaan Proyek
Berdasarkan uraian materi yang telah kalian baca,
Tuangkan ide-ide kalian untuk aktivitas pembelajaran ke
dalam proposal mini yang telah untuk pembuatan proyek !
PROPOSAL MINI
Nama Anggota Kelompok: 1.
2.
3.
4.
Dst.
1. Tuliskan Judul dan tujuan proyek yang akan dilakukan
Judul :...........................................................................................................
Tujuan :...........................................................................................................
2. Pilihlah alat dan bahan yang tersedia untuk membuat rancangan dalam
menyelesaikan proyek tentang Jember Masa Perang Kemerdekaan. Kalian
dapat menambahkan alat dan bahan yang lain sesuai kebutuhan.
Alat :
Bahan : Ke
Alat/bahan Kegunaan Jumlah
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
6. Penyusunan Jadwal Proyek
Kegiatan !!
Prosedur Pembuatan Proyek
1 :.........................................................................................................................
2 :.........................................................................................................................
3 :.........................................................................................................................
4 :.........................................................................................................................
7. Pengujian Hasil Proyek
Berdasarkan proyek yang telah kalian buat, sajikan dalam
presentasi di depan kelas !
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
8. Evaluasi
Perikasalah kembali jawaban kalian bersama
dengan bantuan guru. Berdasarkan proyek yang
telah kalian buat, apakah proyek kalian ini benar
dalam kesesuaian materi sebelumnya?
Jawab:
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
9. Rangkuman
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
UJI KOMPETENSI 2
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
UMPAN BALIK
Koreksi hasil jawaban kalian yang ada pada bagian akhir modul ini.
Hitunglah jawaban yang benar yang kalian peroleh. Kemudian gunakan
rumus di dibawah ini untuk mengetahui tingkat pemahaman kalian pada
materi kegiatan satu 1.
Jumlah jawaban yang benar
Tingkat Penguasaan= X 100%
Jumlah Soal
Kriteria Penguasaan: 85%-100% Sangat Baik
75%-84% Baik
65%-74% Cukup
55%-64% Kurang
0-54% Kurang Sekali
Jika tingkat penguasaan mencapai > 80%, kalian telah menguasai materi yang
ada pada kegiatan 1 dan siap melanjutkan kegiatan berikutnya. Tetapi jika
tingkat penguasaan anda <80% kalian harus memahami kembali materi yang
ada pada kegiatan 1.
Bagaimana tingkat pemahaman
anda ???
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
UJI KOMPETENSI AKHIR
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
KUNCI JAWABAN
Uji Kompetensi Bab 1
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Uji Kompetensi Bab 2
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Uji Kompetensi Akhir
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Glosarium
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember
Glosarium
Modul Sejarah Perang Kemerdekaan di Jember