MODUL SEJARAH INDONESIA
ANTARA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME
Disusun Oleh:
Erna Setyaningsih, S. Pd
SMAK ST ALBERTUS MALANG
Page 1
1. Identitas : Sejarah Indonesia
a. Nama Mata Pelajaran :3
b. Semester : 3.1-4.1
c. Kompetensi Dasar
3.1 Menganalisis proses masuk dan perkembangan penjajahan bangsa Eropa
(Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris) sampai dengan abad ke-20
4.1 Mengolah informasi tentang proses masuk dan perkembangan penjajahan
bangsa Barat di Indonesia dan menyajikannya dalam bentuk cerita sejarah.
d. MateriPokok : Proses masuk dan perkembangaan
penjajahan bangsa Eropa sampai abad ke-20
e. AlokasiWaktu : 8x45 menit (4x pertemuan)
f. TujuanPembelajaran :
Indikator pencapaian kompetensi
3.5.1 Menelaah pengertian kolonialisme dan imperialisme
3.5.2 Menganalisis latar belakang proses masuknya bangsa barat ke Indonesia
3.5.3 Menganalisis proses penjelajahan samudera bangsa Barat
3.5.4 Menganalisis perkembangan kolonialisme dan imperialisme bangsa barat di Indonesia
4.1.1 Membuat kesimpulan informasi tentang proses masuk dan perkembangan penjajahan bangsa Eropa
(Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris) ke Indonesia dan menyajikannya dalam bentuk table
4.1.2 Mengolah informasi tentang proses masuk dan perkembangan penjajahan bangsa Eropa (Portugis,
Page 2
g. Peta Konsep
h. MateriPembelajaran
1. Menelaah pengertian kolonialisme dan imperialisme
a. Pengertian Kolonialisme
Kolonialisme berasal dari bahasa latin ‘colonia’ yang artinya tanah, tanah
permukiman, atau jajahan. Secara istilah, kolonialisme adalah upaya yang dilakukan untuk
memperluas wilayah oleh negara-negara penguasa dalam rangka menguasai suatu daerah atau
wilayah untuk mendapatkan sumber daya. Kolonialisme umumnya dilakukan oleh negara-
negara yang memiliki kekuatan lebih dibandingkan dengan negara lain. Contohnya seperti
Spanyol yang menguasai wilayah Filipina dan Kolombia, Belanda yang menguasai wilayah
Indonesia, dan Inggris yang menguasai wilayah India dan Semenanjung Malaya.
b. Pengertian Imperialisme
Selanjutnya, imperialisme berasal dari bahasa latin ‘imperare’ yang artinya
menguasai. Secara istilah, imperialisme berarti upaya untuk memegang kendali pemerintahan
dari negara lain yang bertujuan untuk menguasainya dalam memperoleh kekuasaan atau
keuntungan dari negara yang dikuasainya.
2. Latar belakang Proses masuknya bangsa-bangsa Eropa ke Indonesia.
Sekitar tahun 1500 masehi akifitas perdagangan antar negara mulai berkembang
menjadi hubungan dagangan internasional antara Eropa, Asia Barat, Asia Selatan, Asia
Tenggagara dan Asia Timur. Aktifitas tersebut semakin tambah ramai setelah dibukanya jalur
pelayaran yang menghubungkan Eropa, Asia Barat, Asia Selatan, Asia Tenggagara dan Asia
Timur. Dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan tersebut, selain terjadi hubungan dagang
antar negara, masuk pula pengaruh unsur-unsur kebudayaan asing terutama dari Eropa ke
negara-negara Asia, khususnya Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Indonesia mempunyai peranan penting, yaitu sebagai penyedia
barang-barang dagangan seperti rempah-rempah, beras, tembakau, kayu, emas, timas, tembaga
dan sebagainya. Juga memiliki posisi yang strategis yaitu berada ditengah-tengah jalur
pelayaran dan perdagangan dunia. Serta didukung oleh keberadaan selat Malaka yang menjadi
Page 3
pintu masuk bagi pedagang-pedagang asing ke Indonesia. Selain itu penduduk Indonesia
sangat padak, maka sangat baik sebagai tempat pemasaran bagi para pedagangan-pedagang
asing.\Berkembangnnya hubungan dagang internasional melalui jalur laut pada jaman kuno,
karena dipengaruhi oleh empat faktor sebagai berikut :
a. Berkembangnya ilmu pengetahun dan teknologi modern di Eropa, sehingga
ditemukan kapal uap, kompas, navigasi, peralatan kapal dan mesin yang
mempermudah pelayaran. Penemuan tersebut dapat menggantikan alat
transportasi dan petunjuk arah pelayaran yang sifatnya tradisioonal. Maka
kegiatan pelayaran tidak tergantung pada alam, baik arah angin untuk
menggerakkan kapal layar maupun rasi bintang bisuk sebagai petunjuk arah
pelayaran.
b. Setelah bangsa Turki Usmani dapat menguasai Konstatinopel pada tahun 1453
masehi, maka para pedagang bangsa Eropa dilarang berdagang dilaut tengah.
Sehingga bangsa-bangsa Eropa sulit memperoleh rempah-rempah.
c. Bangsa-bangsa Eropa ingin membalas kekalahannya pada orang-orang Islam,
terutama terhadap bangsa Turki, sehingga timbul semangat untuk melanjutkan
Perang Salib kedunia timur ( negara-negara dikawasan benua Asia)
d. Kisah perjalanan Marcopollo seorang musafir dari Venesia, Italia, yang berhasil
mengunjungi India, Indonesia dan China. Maka memberikan inspirasi bangi
bangsa Eropa mencari jalan kedunia timur.
e. Ajaran Copernicus yang menyetakan bahwa bentuk bumi itu bulat.
f. Terdorong oleh semangat semboyan imperialisme kuno, yaitu :
• Gold adalah keinginan untuk mencari kekayaan.
• Glory adalah Keinginan untuk memperoleh kejayaan.
• Gospel adalah keinginan untuk menyebarkan agama Nasrani.
Faktor-faktor tersebut diatas mendorong bangsa-bangsa Eropa mengadakan
penjelajahan samudra guna mencari jalan ke negara-negara penghasil rempah-rempah.
Penjelajahan samudra tersebut pertama kali dipelopori oleh bangsa Portugis dan Spanyol.
Setelah bangsa Portugis dan Spanyol berhasil menemukan jalan ke negara-negara di
benua Asia dan Afrika, maka diikuti oleh bangsa-bangsa Eropa yang lain.
3. Penjelajahan Samudera Bangsa Barat
1) Penjelajahan samudra bangsa Portugis
Bangsa Portugis mengadakan penjelajahan samudra dimulai sejak tahun 1450 masehi.
Tokoh-tokoh penjelajahan samudra bangsa Portugis antara lain :
1. Bartholomeus Diaz (1450 -1500 masehi )
2. Vasco da Gama (1469 -1524 masehi )
3. Alfonso d’Albuquerque (1453-1515 masehi )
Rute pejelajahan samudra yang ditempuh oleh bangsa Portugis dimulai dari kota
Lisabon (1486 dan 1497 ), menyusuri pantai barat Afrika, semenanjung Harapan, pantai
timur Afrika berlayar kearah timur menuju ke Calicut (India) pada tahun 1498 masehi. Di
India Vasco da Gama mendirikan kantor dagang. Kemudian pada tahun 1511 Alfonso
d’Albuquerque yang menggantikan Vasco da Gama berhasil menguasai selat Malaka.
Setelah menguasai Malaka, bangsa Portugis melanjutkan pelayarannya kearah timur
menuju Indonesia. Pada tahun 1512 masehi berhasil menanamkan pengaruhnya di
Maluku.
2) Penjelajahan samudra bangsa Spanyol
Mulai tahun 1451 masehi atas perintah Ratu Isabella bangsa Spanyol
mengadakan penjelajahan samudra. Tokoh-tokoh penjelajahan samudra bangsa Spanyol
sebagai berikut:
1. Christophorus Columbus (1451-1506)
2. Ferdinand Magelhaens (1480-1521)
3. Juan Sebastian del Cano (1480-1522)
Rute penjelajahan samudra Christophorus Columbus dimulai dari kota Lisbon berlayar
kearah barat menyeberangi samudra Atlantik. Pada tahun 1492 berhasil menemukan benua
Page 4
Amerika. Pada tahun 1519 dilanjutkan Ferdinand Magelhaens dan Juan Sebastian del Cano
dengan menempuh rute yang pernah dilalui oleh Christophorus Columbus. Pada tahun 1521
sampai dikepulauan Massava (sekarang Filipina). Setelah Ferdinand Magelhaens meninggal,
pelayaran dilanjutkan oleh Juan Sebastian del Cano dari Filipina menuju arah selatan, maka
sampailah dikepulauan Maluku tahun 1522 masehi
Dengan demikian di Maluku terjadi persaingan dagang antara bangsa Portugis dengan
bangsa Spanyol. Untuk menghindari persaingan tersebut maka pada tahun 1528 masehi dikota
Saragosa (Spanyol) diadakan perjanjian. Isi perjanjian tersebut bahwa Portugis tetap
melanjutkan perdagangannya di Maluku. Sedangkan Spanyol melanjutkan kegiatan
dagangnnya di kepulauan Massava di Filipina.
3) Penjelajahan samudra bangsa Belanda
Pada tahun 1580 Spanyol melarang orang-orang Belanda membeli rempah-rempah di
pelabuhan Lisabon. Karena dirugikan oleh Spanyol, maka orang-orang Belanda melakukan
penjelajahan untuk mencari jalan kepusat penghasil rempah-rempah. Tokoh-tokoh
penjelajahan samudra bangsa Belanda antara lain :
1. Barents (1594 masehi)
2. Cornelis de Houtman (1595 masehi)
Rute penjelajahan samudra bangsa Belanda dimulai pada tahun 1594, dipelopori oleh
Barents yang berlayar kearah kutub utara dan menemukan pulau Novaya Zemlya. Kemudian
pada tahun 1595 masehi dilanjutkan oleh Cornelis de Houtman, menempuh jalur pelayaran
bangsa Portugis. Setelah melewati semenanjung Harapan, samudra Hindia dan selat Malaka,
rombongan Cornelis de Houtman sampai di pelabuhan Banten pada tahun 1596 masehi. Dari
Banten Cornelis de Houtman melanjutkan pelayarannya kearah Indonesia bagian timur, untuk
memperoleh rempah-rempah. Mereka singgah di Madura, Bali, kemudian berlayar kearah
utara sehingga sampai di kepulauan Maluku pada tahun 1598 masehi. Cara-cara yang
digunakan oleh bangsa Eropa untuk mencapai tujuan. Melalui penjelajahan samudra maka
sejak tahun 1511 sampai tahun 1598 masehi bangsa-bangsa Eropa datang ke Indonesia.
Adapun bangsa-bangsa Eropa yang datang ke Indonesia adalah Portugis, Spanyol, Belanda
dan Inggris. Mereka datang ke Indonesia dengan tujuan sebagai berikut :
a. Mencari kekayaan atau gold yaitu dengan cara berdagang, mencari rempah-
rempah, menanamkan modal. Sehingga di negara-negara Asia dan Afrika berdiri
perusahaan-perusahaan swasta milik bangsa-bangsa Eropa.
b. Mencari kejayaan atau glory yaitu dengan cara menguasai negara-negara
dibenua Asia dan Afrika.
c. Menyebarkan agama Nasrani atau gospel ke negara-negara di Asia dan Afrika,
serta melanjutkan perang Salib terhadap orang-orang Islam.
Agar tujuan tersebut diatas dapat tercapai, maka bangsa-bangsa Eropa melakukan
upaya-upaya sebagai berikut :
1) Melaksanakan politik monopoli dagang di Indonesia, dengan maksud agar bangsa-
bangsa Eropa dapat menguasai serta mengendalikan kegiatan ekonomi dan
perdagangan di Indonesia. Untuk itu maka bangsa-bangsa Eropa membentuk kongsi
atau perusahaan perdagangan. Contohnya adalah Verenigde oost Indische Copagnie
(VOC) merupakan kongsi dagang milik orang-orang Belanda.
2) Melaksanakan politik Devide Et Impera atau politik adu domba. Untuk menguasai
wilayah Indonesia maka bangsa-bangsa Eropa mengadu domba rakyat Indonesia.
Contoh pemerintah VOC Belanda mengadu domba Sultan Ageng Tirtaya dari
kerajaan Banten dengan putranya yaitu Sultan Haji.
3) MengEropakan bangsa Indonesia, maksudnya kondisi politik, ekonomi, sosial dan
budaya yang ada di Indonesia diganti seperti kondisi yang ada di negara-negara Eropa.
Contohnya kota Jakarta pada masa pemerintahan VOC Belanda diganti menjadi
Batavia, karena di Belanda ada negara bagian yang namanya Republik Batav.
4) Di Indonesia bangsa-bangsa Eropa membentuk pemerintah jajahan atau kolonial.
Dengan tujuan agar dapat mengendalikan seluruh kegiatannya di Indonesia.
Disamping itu juga membangun kekuatan militer untuk mempertahankan
Page 5
kekuasaannya di Indonesia. Contohnya adalah “ Pemerintahan VOC Belanda yang
dipimpin oleh Gubernur Jendral.”
4. Perkembangan kolonialisme dan imperialisme bangsa barat di Indonesia
Untuk memperkuat kedudukannya di Indonesia, maka bangsa-bangsa Eropa
membentuk pemerintahan dan kekuatan militer. Hal ini dilakukan setelah bangsa-bangsa
Eropa berhasil mengadu domba dan memecah belah persatuan bangsa Indonesia. Maka
kekuasaan raja-raja yang ada di Indonesia secara bertahap dapat dihancurkan oleh
bangsa-bangsa Eropa. Kemudian diganti dengan kekuasaan baru yang dikendalikan oleh
bangsa-bangsa Eropa sendiri. Dengan demikian seluruh kegiatan, khususnya dibidang
ekonomi banyak memberi keuntungan bagi bangsa-bangsa Eropa. Karena pemerintahan
di Indonesia dipegang dan dikendalikan oleh bangsa-bangsa Eropa maka dikenal dengan
sebutan “ Pemerintah Kolonial Eropa” atau “Pemerintahn Jajahan.” Adapun pemerintah
kolonial Eropa yang ada di Indonesia adalah sebagai berikuT:
1. Pemerintah VOC Belanda
Pemerintahan Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) Belanda dibentuk
pada tanggal 31 Desember 1602 oleh para pedagang-pedagang Belanda. Maka sejak
tahun 1602 Indonesia diperintah oleh perusahaan dagang swasta Belanda yaitu VOC.
Untuk mengendalikan jalannya pemerintahan VOC mengangkat seorang gubernur jendral
eperti Jacob van Nesk dan Jan Pieter Jhon Coen, sebagai pemimpin pemerintahan. Selain
itu VOC juga memiliki tentara yang disebut tentara kompeni Bertugas mengawasi
jalannya monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku, dengan pelayaran Hongi.
Pusat pemerintahannya dikota Batavia, sekarang menjadi kota Jakarta.
Pada tanggal 31 Desember 1799 VOC dibubarkan karena mengalami
kebangkrutan. Kemudian pemerintahan VOC di Indonesia secara resmi diambil alih oleh
pemerintah Belanda. Selanjutnya untuk melaksanakan pemerintahan di Indonesia,
pemerintah Belanda membentuk Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.
2. Pemerintah Kolonial Hindia Belanda
Pemerintah Kolonial Hindia Belanda merupakan pemerintahan resmi yang
menggantikan Pemerintahan VOC Belanda di Indonesia. Kemudian pemerintah Belanda
mengangkat gubernur jendral untuk memimpin jalannya pemerintahan di Indonesia.
A. Republic Bataaf
Situasi di Eropa membawa perubahan pemerinahan di Belanda. Pada tahun 1795
tentara Perancis menyerbu Belanda sehingga pangeran Willem V melarikan diri ke
Inggris. Kerajaan Belanda (Holand)selanjutnya dipimpin oleh Louis Napoleon, adik
Napoleon Bonaparte, Kaisar Prancis. Louis Napoleon kemudian mengangkat Gubernur
Jenderal untuk memerintah daerah kononial Hindia Belanda bernama Herman Willem
Daendels.
• Masa Pemerintahan Herman W. Daendels (1808-1811)
Pada masa Daendels berkuasa, Prancis bermusuhan dengan Inggris dalam perang
koalisi di Eropa. Maka tugas utama Dandels di Hindia Belanda adalah mempertahankan pulau
Jawa dari serangan pasukan Inggris. Bidang Birokrasi Pemerintahan:
a. Pusat pemerintahan (Weltervreden) dipindahkan agak masuk ke pedalaman.
b. Dewan Hindia Belanda sebagai dewan legislatif pendamping gubernur jendral
dibubarkan dan diganti dengan Dewan Penasihat.
c. Membentuk Sekretariat Negara (Algemene Secretarie)
d. Pulau jawa dibagi menjadi 9 prefektuur dan 31 kabupaten.
e. Para bupati dijadikan pegawai pemerintahan.
Bidang Hukum dan Peradilan
Dalam bidang hukum Dandels membentuk 3 jenis pengadilan yaitu sebagai
berikut.
1) Pengadilan untuk orang Eropa.
2) Pengadilan untuk orang pribumi.
3) Pengadilan untuk orang Timur Asing.
Page 6
Pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu termasuk terhadap bangsa Eropa. Tetapi ia
sendiri malah melakukan korupsi besar-besaran dalam kasus penjualan tanah kepada pihak
swasta.
Bidang Militer dan Pertahanan
a. Membangun jalan antara Anyer-Panarukan, baik sebagai lalulintas pertahanan
maupun perekonomian.
b. Menambah jumlah angkatan perang dari 3000 orang menjadi 20.000 orang.
c. Membangun pabrik senjata di Gresik dan Semarang
d. Membangun pangkalan angkatan laut di Ujung Kulon dan Surabaya.
e. Membangun benteng-benteng pertahanan.
f. Meningkatkan kesejahteraan prajurit.
Bidang Ekonomi dan Keuangan
a. Membentuk Dewan Pengawas Keuangan Negara (Algemene Rekenkaer) dan
dilakukan pemberantasan korupsi dengan keras.b)Mengeluarkan uang kertas.
b. Memperbaiki gaji pegawai.
c. Pajak in natura (contingenten) dan sistem penyerahan wajib (verplichte leverantie)
yang diterapkan pada zaman VOC tetap dilanjutkan, bahkan diperberat.
d. Mengadakan monopoli perdagangan beras.
e. Mengadakan pinjaman paksa kepada orang-orang yang dianggap mampu. Bagi yang
menolak pinjaman bisa dikenakan hukuman.
f. Penjualan tanah kepada pihak swasta, seperti di daerah sekitar Batavia dan beberapa
daerah di Jawa Tengah dan di Jawa Timur
g. Mengadakan Preanger Stelsel, yaitu kewajiban bagi rakyat Priangan dan sekitarnya
untuk menanam tanaman ekspor (kopi).
Bidang Ekonomi dan Keuangan
a. Membentuk Dewan Pengawas Keuangan Negara (Algemene Rekenkaer) dan
dilakukan pemberantasan korupsi dengan keras.b)Mengeluarkan uang kertas.
b. Memperbaiki gaji pegawai.
c. Pajak in natura (contingenten) dan sistem penyerahan wajib (verplichte leverantie)
yang diterapkan pada zaman VOC tetap dilanjutkan, bahkan diperberat.
d. Mengadakan monopoli perdagangan beras.
e. Mengadakan pinjaman paksa kepada orang-orang yang dianggap mampu. Bagi yang
menolak pinjaman bisa dikenakan hukuman
f. Penjualan tanah kepada pihak swasta, seperti di daerah sekitar Batavia dan beberapa
daerah di Jawa Tengah dan di Jawa Timur
g. Mengadakan Preanger Stelsel, yaitu kewajiban bagi rakyat Priangan dan sekitarnya
untuk menanam tanaman ekspor (kopi).
Bidang Sosial
a. Rakyat dipaksa untuk melakukan kerja rodi untuk membangun jalan Anyer-
Panarukan.
b. Perbudakan dibiarkan berkembang.
c. Menghapus upacara penghormatan kepada residen, sunan, atau sultan.
d. Membuat jaringan pos distrik dengan menggunakan kuda pos.
• Masa Pemerintahan Thomas Stamfort Raffles (1811-1816)
Pada tahun 1811 pimpinan Inggris di India yaitu Lord Muito memerintahkan Thomas
Stamford Raffles yang berkedudukan di Penang (Malaya) untuk menguasai Pulau Jawa.
Dengan mengerahkan 60 kapal, Inggris berhasil menduduki Batavia pada tanggal 26 Agustus
1811 dan pada tanggal 18 September 1811 Belanda menyerah melalui Kapitulasi Tuntang.
Penjajahan Inggris di Indonesia 1811-1816, Kebijakan Pemerintahan Thomas Stamford
Raffles 1) Bidang Birokrasi Pemerintahan 2) Bidang Ekonomi dan Keuangan 3) Bidang
Hukum 4) Bidang Sosial 5) Bidang Ilmu Pengetahuan b. Berakhirnya Kekuasaan Thomas
Stamford Raffles
Page 7
1. Bidang Birokrasi Pemerintahan
Langkah-langkah Raffles pada bidang pemerintahan sebagai berikut. Pulau Jawa
dibagi menjadi 16 keresidenan (sistem keresidenan ini berlangsung sampai tahun 1964).
Mengubah sistem pemerintahan yang semula dilakukan oleh penguasa pribumi menjadi sistem
pemerintahan kolonial yang bercorak Barat. vBupati-bupati atau penguasa-penguasa pribumi
dilepaskan kedudukannya yang mereka peroleh secara turun-temurun.
2. Bidang Ekonomi dan Keuangan
Petani diberikan kebebasan untuk menanam tanaman ekspor, sedang pemerintah
hanya berkewajiban membuat pasar untuk merangsang petani menanam tanaman ekspor yang
paling menguntungkan. Penghapusan pajak hasil bumi (contingenten) dan sistem penyerahan
wajib (verplichte leverantie) yang sudah diterapkan sejak zaman VOC. Menetapkan sistem
sewa tanah(landrent) yang berdasarkan anggapan pemerintah kolonial. Pemungutan pajak
secara perorangan. Mengadakan monopoli garam dan minuman keras.
3. Bidang Hukum
Sistem peradilan yang diterapkan Raffles lebih baik daripada yang dilaksanakan oleh
Daendels. Karena Daendels berorientasi pada warna kulit (ras), Raffles lebih berorientasi pada
besar kecilnya kesalahan. Badan-badan penegak hukum pada masa Raffles sebagai berikut.
Court of Justice, terdapat pada setiap residen. Court of Request, terdapat pada setiap divisi.
Police of Magistrate.
4. Bidang Sosial
Penghapusan kerja rodi (kerja paksa) Penghapusan perbudakan, tetapi dalam
praktiknya ia melanggar undang-undangnya sendiri dengan melakukan kegiatan sejenis
perbudakan. Peniadaan pynbank (disakiti), yaitu hukuman yang sangat kejam dengan
melawan harimau.
5. Bidang Ilmu Pengetahuan
Ditulisnya buku berjudul History of Java di London 1817 dan dibagi dua jilid.
nDitulisnya buku berjudul History of the East Indian Archipelago, di Eidenburg 1820 dan
dibagi tiga jilid. nRaffles juga aktif mendukung Bataviaach Genootschap, sebuah
perkumpulan kebudayaan dan ilmu pengetahuan. nDitemukannya bunga Rafflesia Arnoldi.
Dirintisnya Kebun Raya Bogor.
• Sistem Tanam Paksa/Cultuurstelsel
Tanam Paksa atau Cultuurstelsel merupakan sistem yang bertujuan dan bermanfaat
bagi Belanda, Tanam Paksa adalah Peraturan Mempekerjakan seseorang dengan paksa tanpa
diberi gaji dan tanpa istirahat, sehingga sangat merugikan pekerja dan menyengsarakan.
Sistem Tanam Paksa telah menjadi sejarah bagi Rakyat indonesia. Sejak awal abad ke-19,
pemerintah Belanda mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk membiayai peperangan,
baik di Negeri Belanda sendiri (pemberontakan Belgia) maupun di Indonesia (terutama
perlawanan Diponegoro) sehingga Negeri Belanda harus menanggung hutang yang sangat
besar. Untuk menyelamatkan Negeri Belanda dari bahaya kebangkrutan maka Johanes van
den Bosch diangkat sebagai gubernur jenderal di Indonesia dengan tugas pokok menggali
dana semaksimal mungkin untuk mengisi kekosongan kas negara, membayar hutang, dan
membiayai perang.
Untuk melaksanakan tugas yang sangat berat itu, Van den Bosch memusatkan
kebijaksanaannya pada peningkatan produksi tanaman ekspor. Oleh karena itu, yang perlu
dilakukan ialah mengerahkan tenaga rakyat jajahan untuk melakukan penanaman tanaman
yang hasil-hasilnya dapat laku di pasaran dunia secara paksa. Setelah tiba di Indonesia (1830)
Van den Bosch menyusun program sebagai berikut.
1) Sistem sewa tanah dengan uang harus dihapus karena pemasukannya tidak banyak dan
pelaksanaannya sulit.
Page 8
2) Sistem tanam bebas harus diganti dengan tanam wajib dengan jenis-jenis tanaman
yang sudah ditentukan oleh pemerintah.
3) Pajak atas tanah harus dibayar dengan penyerahan sebagian dari hasil tanamannya
kepada pemerintah Belanda.
Aturan-Aturan Tanam Paksa
Sistem tanam paksa yang diajukan oleh Van den Bosch pada dasarnya merupakan
gabungan dari sistem tanam wajib (VOC) dan sistem pajak tanah (Raffles) dengan ketentuan-
ketentuan sebagai berikut.
1) Penduduk desa yang punya tanah diminta menyediakan seperlima dari tanahnya untuk
ditanami tanaman yang laku di pasaran dunia.
2) Tanah yang disediakan bebas dari pajak.
3) Hasil tanaman itu harus diserahkan kepada pemerintah Belanda. Apabila harganya
melebihi pembayaran pajak maka kelebihannya akan dikembalikan kepada petani.
4) Waktu untuk menanam tidak boleh melebihi waktu untuk menanam padi.
5) Kegagalan panenan menjadi tanggung jawab pemerintah.
6) Wajib tanam dapat diganti dengan penyerahan tenaga untuk dipekerjakan di
pengangkutan, perkebunan, atau di pabrik-pabrik selama 66 hari.
7) Penggarapan tanaman di bawah pengawasan langsung oleh kepala-kepala pribumi,
sedangkan pihak Belanda bertindak sebagai pengawas secara umum.
Pelaksanaan Tanam Paksa
Melihat aturan-aturannya, sistem tanam paksa tidak terlalu memberatkan, namun
pelaksanaannya sangat menekan dan memberatkan rakyat. Adanya cultuur procent
menyangkut upah yang diberikan kepada penguasa pribumi berdasarkan besar kecilnya
setoran, ternyata cukup memberatkan beban rakyat. Untuk mempertinggi upah yang diterima,
para penguasa pribumi berusaha memperbesar setoran, akibatnya timbulah penyelewengan-
penyelewengan, antara lain sebagai berikut.
1) Tanah yang disediakan melebihi 1/5, yakni 1/3 bahkan 1/2, malah ada seluruhnya,
karena seluruh desa dianggap subur untuk tanaman wajib.
2) Kegagalan panen menjadi tanggung jawab petani.
3) Tenaga kerja yang semestinya dibayar oleh pemerinah tidak dibayar
4) Waktu yang dibutuhkan tenyata melebihi waktu penanaman padi.
5) Perkerjaan di perkebunan atau di pabrik, ternyata lebih berat daripada di sawah.
6) Kelebihan hasil yang seharusnya dikembalikan kepada petani, ternyata tidak
dikembalikan.
Undang Undang Agraria tahun 1870 berisihal – hal sebagai berikut..
• Gubernur jenderal tidak diperbolehkan menjual tanah milik pemerintah. Tanah itu
dapat disewakan paling lama 75 tahun.
• Tanah milik pemerintah, antara lain hutan yang belum dibuka, tanah yang berada di
luar wilayah milik desa dan penghuninya, dan tanah milik adat.
• Tanah milik penduduk, antara lain semua sawah, ladang, dan sejenisnya yang dimiliki
langsung oleh penduduk desa.
Tanah semacam itu boleh disewa oleh pengusaha swasta selama 5 tahun. Setelah
dikeluarkan Undang – Undang agaria dan Undang – Undang Gula (1870), kaum liberal
Eropa dapat menanamkan modalnya diperkebunan, pertambangan , perindustrian, dan
perdagangan Indonesia. Dengan demikian, sejak saat itu pemerintah Hindia Belanda
menjalankan politik pintu terbuka. Artinya, Indonesia terbuka untuk penanaman modal asing.
Sejak saat itu, banyak pemilik modal dari Belanda, Inggris, Amerika, Belgia, dan Prancis
mulai berdatangan . Mereka menyewa tanah – tanah milik negara yang sudah ditentukan
dalam undang-undang agraria.
Page 9
TUGAS MODUL 3.1
ANTARA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME
Kegiatan belajar 1
Isilah titik-titik dibawah ini dengan isian yang benar !
1. Pasar rempah-rempah di Eropa setelah pindah terdapat di ……
2. Peristiwa khusus pendorong penjelajahan samudra oleh bangsa Eropa adalah ....
3. Semboyan yang mendorong penjelajahan samudra oleh bangsa barat yaitu .....
4. Semboyan itu memiliki arti ......
5. Penjelajahan samudra diawali oleh bangsa …..
6. Urutan penjelajahan yang dilakukan bangsa barat ke Nusantara dimulai dari bangsa
..........................................- .........................................-........................................-
...........................................
7. Bangsa Portugis pertama kali masuk ke Nusantara dipimpin oleh .......
8. Portugis masuk ke Nusantara pada tahun .... dan mendarat tepatnya di …..
9. Tokoh penjelajah Cristoper Colombus menemukan suatu daerah yang diberi nama benua .....
10. Pelaut Portugis yang menemukan Tanjung Harapan yang terletak di Afrika Selatan bernama
…..
11. Tokoh penjelajah Magellan dinobatkan sebagai salah satu penjelajah yang berhasil .....
12. Penjelajahan Magellan menggunakan jalur atau Rutenya yang dilewatinya adalah .....
13. Barent penjelajah samudra yang terdampar di .......
14. Mutiara dari timur adalah penyebutan Nusantara yaitu untuk wilayah ......
15. Ratu Isabella memberikan fasilitas kepada Christoper Columbus untuk penjelajahan samudra
dengan 88 ABK dan 3 buah kapal yang bernama …
Page 10
Kegiatan belajar 2 Latihan ulangan Bab 1
Isilah titik-titik dibawah ini dengan isian yang benar !
1. Jelaskan latar belakang dibentuknya VOC di Nusantara!
2. Mengapa dibentuk jabatan Gubernur jenderal di Nusantara?
3. Jelaskan tugas dari De Hereen XVII/ Dewan 17!
4. Jelaskan faktor penyebab bangkrutnya VOC !
5. Terbentuknya pemerintahan Bataaf di Belanda dipengaruhi oleh semboyan .....................
mempunyai arti yaitu .....................................................................................
6. Republik Bataaf di Belanda adalah bagian dari pemerintahan Perancis yang dipimpin oleh
....................................
7. Tugas utama Herman William Daendels sebagai gubernur jenderal di Nusantara adalah untuk
.............................................
8. Sistem kerja rodi yang diterapkan pemerintahan Daendels bertujuan untuk ................................
9. Daendels juga membangun pabrik senjata di ................................ dan pelabuhan
di….......................
10.Masa H.W Daendels pemerintahan daerah di wilayah pulau Jawa dibagi menjadi .......................
11.Daendels membentuk Algeme Rekenkaer tujuannya yaitu ............................................................
Algeme Rekenkaer merupakan
...................................................................................................................
12.Kebijakan hukum peradilan yang diberlakukan pada masa pemerintahan Daendels yaitu
.............................................................................................................................................................
...........
13.Daendels memberlakukan kebijakan mengurangi praktek feodalisme dengan cara .................
14. Alasan utama Daendels menerapkan kebijakan Preanger stelsel yaitu ...........................................
15.Ketentuan preanger stelsel yang dijalankan oleh rakyat pada masa pemerintahan Daendels dengan
cara ......................................................................................................................................
16.Dipanggilnya Daendels untuk kembali ke negeri Belanda menyebabkan jabatan gubenur jenderal
diserahkan kepada ........................... yang sebelumnya berkedudukan di .........................
17.Kapitulasi Tuntang ditandatangani oleh S. Auchmuty (pihak Inggris) dan Janssens (pihak
Belanda) dilaksanakan pada tanggal .........................................................................................
18.Kapitulasi Tuntang berisi tentang
..............................................................................................................
19.Thomas Stanford Raffles membagi pulau Jawa menjadi ........................................ karisidenan
Page 11
20.Usaha memperbaiki kehidupan ekonomi rakyat di pulau Jawa, Raffles memberlakukan suatu
sistem yaitu ..................................... yang artinya
................................................................................
21.Buku Thomas Stanford Raffles berjudul “History of Java” bercerita tentang .............................
sedangkan Bataviaach Genootschap adalah
.........................................................................................
22.Sebutkan ketentuan-ketentuan sistem sewa tanah yang berlaku pada saat pemerintahan Thomas
Stanford Raffles antara lain ...........................................................................
23.Sebab sistem sewa tanah Thomas Stanford Raffles mengalami berbagai kegagalan karena
.............................................................................................................................................................
........
24.Penyerahan tanah jajahan Hindia Timur dari Inggris ke pemerintahan Belanda lagi terjadi pada
tanggal .....................................
25.Penyerahan tersebut dengan ditanda tanganimya perjanjian ..............................
Page 12
DAFTAR PUSTAKA
Restu gunawan. 2014 (Cetakan kedua). Buku Siswa Sejarah Indonesia X Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, hal 86 sd 110
https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar dan buku lain yang sekiranya kalian temukan
dan berkaitan dengan materi Proses masuk dan perkembangaan penjajahan bangsa
Eropa,untuk keperluan ini Anda bolehmencarinya di internet.
https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-kolonialisme-dan-imperialisme
Page 13