The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini digunakan untuk mengetahui asal usul penamaan desa yang ada di Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ahmad2118, 2024-03-17 17:21:21

SISTEM PENAMAAN DESA DI KECAMATAN ARJASA KABUPATEN JEMBER

Buku ini digunakan untuk mengetahui asal usul penamaan desa yang ada di Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember

Keywords: education

DAFTAR ISI DAFTAR ISI................................................................................................................................................ 1 1. Asal Usul Penamaan Desa Arjasa ........................................................................................................ 3 a. Dusun Krajan................................................................................................................................... 3 b. Dusun Calok .................................................................................................................................... 3 c. Dusun Tegal Bago............................................................................................................................ 4 d. Dusun Bendelan.............................................................................................................................. 4 2. Asal Usul Penamaan Desa Kemuning Lor............................................................................................ 4 a. Dusun Kopang Kebun ...................................................................................................................... 5 b. Dusun Darungan ............................................................................................................................. 5 c. Dusun Rayap ................................................................................................................................... 5 3. Asal Usul Penamaan Desa Darsono..................................................................................................... 5 a. Dusun Teratai.................................................................................................................................. 5 b. Dusun Padasan............................................................................................................................... 6 c. Dusun Gading................................................................................................................................. 6 4. Asal Usul Penamaan Desa Kamal ........................................................................................................ 6 a. Dusun Klanceng............................................................................................................................... 7 b. Dusun Duplang............................................................................................................................... 7 c. Dusun Gumitir................................................................................................................................ 7 5. Asal Usul Penamamaan Desa Biting.................................................................................................... 7 a. Dusun Mojo..................................................................................................................................... 8 b. Dusun Biting Gumuk....................................................................................................................... 8 c. Dusun Biting Pinggir....................................................................................................................... 8 d. Dusun Gembelwaru........................................................................................................................ 8 6. Asal Usul Penamaan Desa Candijati .................................................................................................... 8 a. Dusun Bataan.................................................................................................................................. 9 b. Dusun Sumberjati........................................................................................................................... 9


ASAL USUL PENAMAAN DESA DI KECAMATAN ARJASA KABUPATEN JEMBER 1. Asal Usul Penamaan Desa Arjasa Desa Arjasa berasal dari nama seorang Pangeran yang bernaman Pangeran Aryojoso. Pangeran Aryojoso memiliki tunangan yang sangat dicintai bernama Roro Mangli. Roro Mangli memiliki ayah yang bernama Empu Patrang. Empu Patrang sangat menentang dan tidak setuju dengan perjodohan antara Pangeran Aryojoso dan Roro Mangli. Empu Patrang berniat untuk membunuh Pangeran Aryojoso. Singkat cerita, Empu Patrang mencarinya dan bertemu di suatu tempat hingga terjadi peperangan. Pangeran Aryojoso meninggal dalam kejadian perang tersebut. Untuk mengabadikan dan menghormati Pangeran Aryojoso, nama desa tersebut diberi nama Desa Arjasa yang berkembang hingga saat ini. Berdasarkan uraian tersebut, dapat dibuktikan bahwa penamaan Desa Arjasa mengandung aspek kemasyarakatan, khususnya tokoh masyarakat. Nama Desa Arjasa kerap banyak digunakan oleh wilayah di kota lain seperti Arjasa Situbondo, Arjasa Sukowono, Arjasa Sumenep, bahkan Arjasa Jember. Nama kembar tersebut digunakan karena ada keterkaitan sejarah. Namun sumber untuk digunakan sebagai kajian akurat sangat terbatas, baik dalam bentuk narasumber maupun sumber pustaka. Nama Arjasa telah dikenal ratusan tahun lalu. Desa Arjasa Kecamatan Arjasa sendiri memiliki 5 nama dusun yakni, Dusun Krajan Barat, Dusun Krajan Timur, Dusun Calok, Dusun Tegal Bago, dan Dusun Bendelan. Dusun tersebut akan diulas asal usul penamaannya sebagai berikut. a. Dusun Krajan Nama krajan merupakan nama pusat dari sebuah pemerintahan. Krajan biasanya ditandai dengan kondisi lingkungan yang lebih baik, contohnya tersedianya bahan kebutuhan masyarakat yang lengkap, dapat ditandai juga dengan kondisi jalan yang lebih baik dibandingkan dengan dusun lain. Di Kecamatan Arjasa juga terdapat beberapa desa yang penamaan dusun krajan di pisah, yakni Dusun Krajan Barat dan Dusun Krajan Timur. Tujuan pembuatan nama terpisah tersebut karena daerah tersebut dipisah oleh jalan raya. Pengambilan nama Barat dan Timur karena disesuaikan dengan nama arah. b. Dusun Calok


Asal usul penamaan Dusun Calok berasal dari sesepuh desa yang merupakan pembabat desa bernama Buyut Ziman. Beliau membabat hutan yang luas dan angker. Hutan tersebut memiliki sebuah pohon besar bernama Pohon Bindung. Tepat di bawah Pohon Bindung terdapat segerombolan harimau. Harimau tersebut lari karena ada benda yang jatuh tepat di tengah segerombolan harimau. Benda yang jatuh tersebut menyerupai arit tapi melengkung panjang bernama calok. Calok tersebut dimanfaatkan sebagai benda untuk membabat hutan hingga menjadi sebuah pemukiman seperti saat ini. c. Dusun Tegal Bago Penamamaan Dusun Tegalbago didasarkan pada nama pohon yang bernama pohon bago. Pohon bago tersebut tumbuh di tengah-tengah ladang atau warga setempat umum menyebutkan tegalan. Jadi nama Tegal Bago berasal dari pohon bago yang tumbuh di tengah tegalan milik warga. d. Dusun Bendelan Asal usul penamaan Dusun Bendelan berawal ketika pada zaman Majapahit terdapat seorang pangeran yang bernama Pangeran Arjasa yang menjatuhkan bendelan kain. Bendelan tersebut menjadi latar belakang dalam penamaan. Pangeran Arjasa merupakan seorang pangeran yang hidup di kerajaan Majapahit yang terletak di Kecamatan Arjasa saat ini. Pada saat melakukan perjalanan perang, Pangeran Arjasa menjatuhkan bendelan kain. Bendelan kain yang jatuh dilihat oleh salah satu masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. Bendelan kain tersebut menjadi latar belakang penamaan Dusun Bendelan. Bendelan berarti sebuah bendelan kain. Hal ini menjadi kebiasaan masyarakat di zaman dahulu, apabila suatu tempat belum memiliki nama maka tempat tersebut diberikan nama sendiri oleh masyarakatnya. Penamaan tersebut tentunya tidak jauh dengan kebiasaan yang telah dialami sebelumnya. Penamaan ini tentunya telah dimusyawarahkan dan disepakati bersama dengan masyarakat lainnya. 2. Asal Usul Penamaan Desa Kemuning Lor Asal usul penamaan Desa Kemuning Lor Desa Kemuning Lor berasal dari suatu pohon yang bernama pohon kemuning. Pohon kemuning dipercaya oleh masyarakat setempat digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti sakit perut, sakit kepala, dan sejenis penyakit lainnya. Lebih dari itu, tanaman ini dapat dimanfaatkan


sebagai tanaman hias karena memiliki bunga yang cantik dan wangi. Nama Lor dikutip dari tempat yang berada di sebelah utara. Lor diambil dari Bahasa Jawa yang berarti utara. Desa Kemuning Lor memiliki 4 nama dusun, yakni Dusun Krajan, Dusun Kopang Kebun, Dusun Darungan, dan Dusun Rayap. Nama-nama dusun tersebut akan dijelaskan terkait asal usul penamaannya pada uraian berikut ini. a. Dusun Kopang Kebun Penamaan Dusun Kopang Kebun berawal dari suatu profesi pada zaman penjajahan Belanda. Masyarakat yang berkebun di suatu ladang milik pemerintah. Kopang diartikan sebagai suatu perkumpulan. Perkumpulan diartikan sebagai perkumpulan masyarakat yang sedang bekerja di suatu perkebunan. Oleh karena itu, nama dusun ini bernama Dusun Kopang Kebun. b. Dusun Darungan Nama Darungan berasal dari kata Darung yang artinya tinggal atau menginap. Pada zaman dulu pembabat desa membuat suatu gubuk sebagai penginapan. Semakin lama banyak warga yang juga ikut membuat gubuk. Kemudian gubuk tersebut bertambah banyak dan membentuk suatu pemukiman. Jadi, darungan memiliki arti beberapa tempat tinggal atau beberapa hunian. c. Dusun Rayap Nama Rayap berasal dari nama hewan rayap atau biasa dikenal hewan pemakan kayu. Pada zaman dulu terdapat rumah warga yang rumahnya dikerumuni oleh banyak rayap. Hal tersebut dijadikan masyarakat sebagai asal usul penamaan tempat huniannya. 3. Asal Usul Penamaan Desa Darsono Nama Desa Darsono berasal dari nama jambu yang bernama Darsono. Jambu Darsono di era zaman sekarang dikenal sebagai jambu air. Asal usul penamaan Desa Darsono berawal dari tumbuhnya pohon jambu Darsono yang berada di tengah-tengah ladang milik warga. Pohon tersebut memiliki ukuran yang cukup besar dan dipercaya dapat mendatangkan suatu keberuntungan. Jambu ini hanya bisa berbuah satu kali dalam satu tahun. Konon jambu ini dipercaya dapat mendatangkan suatu rezeki. Hal ini dibuktikan dengan tanah yang belum ditanami pohon ini yang awalnya panas akan berubah menjadi tanah pembawa keberuntungan. Keberuntungan yang dimaksud adalah tanah tersebut menjadi subur apabila ditanami bibit tanaman lain akan bertumbuh subur atau banyak. Desa Darsono sendiri memiliki 4 Dusun, yakni Dusun Krajan, Dusun Teratai, Dusun Padasan, dan Dusun Gading. Nama-nama dusun tersebut akan dijelaskan asal usul penamaannya pada uraian berikut ini. a. Dusun Teratai Nama Dusun Teratai dilatar belakangi oleh nama tumbuhan teratai. Tumbuhan teratai tersebut tumbuh di tengah-tengah kolam yang tempatnya berada di daerah


para mandor bekerja. Tumbuhan teratai tersebut dilihat oleh para mandor dengan jumlah yang sangat banyak. Oleh karena itu, penamaan Dusun Teratai berasal dari tumbuhan teratai yang menjadi latar belakang penamaan. b. Dusun Padasan Awal mula penamaan Dusun Padasan adalah berasal dari kata Padasan yang berarti Gentong. Benda ini digunakan sebagai tempat untuk mengisi air yang memiliki manfaat untuk mengasuh anggota tubuh. Dusun Padasan terdapat banyak padasan atau dikenal sebagai gentong. Padasan berasal dari tanah liat yang dibentuk seperti gentong. Padasan memiliki manfaat untuk mengisi air untuk membasuh anggota tubuh seperti wajah, tangan, atau kaki. Padasan juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat mengisi air minum. Pada zaman dulu, nenek moyang memberikan petuah untuk membersihkan diri di padasan. Hal tersebut dilakukan agar tidak terkena sawan. Sawan merupakan sebuah penyakit ringan yang biasanya menimpa anak kecil. Konon dipercaya bahwa sawan berarti ditempeli arwah makhluk halus. Oleh sebab itu, masyarakat di Dusun Padasan membuat padasan yang dipercaya untuk membasuh anggota tubuh agar tidak terkena sawan. c. Dusun Gading Asal usul penamaan Dusun Gading dilatarbelakangi oleh makam sesepuh atau pembabat desa yang bernama Mbah Gading. Mbah Gading merupakan sesepuh atau pembabat desa. Pada saat ini makam Mbah Gading dijadikan sebagai sembah. Menurut masyarakat setempat, sembah digunakan untuk memenuhi janji apabila meminta kesehatan atau keselamatan. Apabila memiliki keluarga yang sedang sakit, biasanya masyarakat setempat memiliki janji untuk membawa keluarganya ke makam Mbah Gading dengan acara selamatan sederhana karena keluarganya telah sembuh dari suatu penyakit. Untuk menghormati dan mengenang Mbah Gading maka dusun tersebut bernama Dusun Gading 4. Asal Usul Penamaan Desa Kamal Asal usul nama Desa Kamal berasal dari Bahasa Kawi yang memiliki arti daun asam muda atau sinom. Pada abad ke-17, Desa Kamal merupakan sebuah hutan. Pada zaman dahulu datanglah seorang pelarian dari Blambangan Banyuwangi yang dikenal sebagai prajurit Kerajaan Blambangan bernama Buyut Nyami. Beliau melarikan diri dari Kerajaan Blambangan karena terjadi peperangan antara Kerajaaan Blambangan dengan Kerajaan Majapahit. Buyut Nyami meninggalkan Kerajaan Blambangan karena beliau memiliki maksud untuk bersemedi di Gunung Argopuro di Desa Kamal untuk memperdalam ilmu. Buyut Nyami memiliki dua saudara yang bermana Kek Inem dan Kek Musira. Singkat cerita, kedua saudara Buyut Nyami telah bertahun-tahun mencari keberadaan Buyut Nyami. Mereka bertemu di gunung kecil yang merupakan tempat istirahat Buyut Nyami yang bernama Gunung Toba. Gunung Toba dimanfaatkan sebagai tanda arah dalam melakukan perjalanan ke Gunung Argopuro. Mereka tinggal di Gunung Toba selama bertahun-tahun dengan berniat akan melanjutkan perjalanannya ke Gunung


Argopuro. Kek Inem dan Kek Musira melarang Buyut Nyami untuk melanjutkan perjalannya karena usia yang telah sepuh, namun Buyut Nyami tetap ingin ke gunung tersebut. buyut Nyami menyampaikan pesan kepada kedua saudaranya bahwa beliau akan kembali ke Blambangan. Di tengah perjalanan, Buyut Nyami menetap di suatu daerah yang saat ini bernama Desa Kamal. Beliau menetap di daerah tersebut sampai beliau meninggal. Sebelum meninggal, beliau telat berpesan untuk dimakamkan di bawah pohon asam. Pohon asam menurut istilah Bahasa Kawi berarti Kamal. Desa Kamal memiliki 4 dusun, yaitu Dusun Krajan, Dusun Klanceng, Dusun Duplang, dan Dusun Gumitir. Nama-nama dusun tersebut akan dijelaskan terkait asal usul penamaannya pada penjelasan berikut ini. a. Dusun Klanceng Asal usul penamaan Dusun Klanceng berasal dari nama hewan lebah. Dalam Bahasa masyarakat setempat (Bahasa Madura) lebah dikenal sebagai klanceng. Klanceng tersebut berjumlah sangat banyak yang berada di suatu tempat. Sehingga nama hewan tersebut menjadi asal usul penamaan dibentuknya sebuah nama dusun. b. Dusun Duplang Duplang dikutip dari nama sebuah situs. Situs ini terdiri dari berbagai variasi batu, contohnya batu kenong, menhir, dolmen, dan sebagainya. Situs duplang telah ada sejak zaman Majapahit pada tahun 1985. Jadi, asal usul penamaan Dusun Duplang dari nama sebuah situs yang bernama Situs Duplang. c. Dusun Gumitir Asal usul penamaan Dusun Gumitir berasal dari sebuah bukit yang bernama Gumitir. Bukit Gumitir memiliki asal usul penamaan yang berhubungan dengan penamaan di Desa Biting. Penamaan Gumitir berasal dari sejarah Damarwulan yang telah berhasil membunuh dan membawa kepala Minakjinggo. Singkat cerita, Damarwulan bertemu dengan Layang Seto dan Layang Gumitir. Layang Seto dan Layang Gumitir menggunakan siasat licik untuk menipu Damarwulan. Rencana mereka berhasil yaitu ingin merampas kepala Minakjinggo. Tempat Damarwulan ditipu oleh Layang Seto dan Layang Gumitir akhirnya diberi nama Bukit Gumitir. 5. Asal Usul Penamamaan Desa Biting Penamaan Desa Biting berasal dari kata Benteng atau sebuah pertahanan. Pada zaman dulu terdapat sebuah cerita rakyat yang mengisahkan seorang ratu pada zaman kerajaan Majapahit bernama Ratu Kencono Wungu. Singkat cerita terdapat seorang pemuda bernama Damarwulan yang mengabdi di Kraton Majapahit sebagai pemelihara kuda. Damarwulan ikut sang paman bernama Patih Lohgendir. Pada suatu hari sang Damarwulan dapat menaklukkan Minakjinggo dan membunuhnya. Sebagai bukti, Damarwulan membawa kepala sang Prabu Minakjinggo. Di tengah perjalanan pulang Kembali ke Majapahit, Damarwulan di hadang oleh kedua putra Patih Lohgendir yaitu Layang Seto dan Layang Gumitir yang berkeinginan merebut kepala Sang Prabu


Minakjinggo untuk ditunjukkan kepada Ratu Kencono Wungu bahwa yang berhasil membunuh Minakjinggo adalah Layang Seto dan Layang Gumitir. Akan tetapi, Damarwulan beserta para pengawalnya mempertahankan kepala Sang Minakjinggo dan terjadilah pertempuran antara mereka. Dalam pertempuran pasukan Damarwulan terdesak dan mundur membuat benteng pertahanan di tempat dimana sebuah Desa Biting Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember sekarang. Untuk mengabadikan peperangan dan benteng sebagai pertahanan tersebut, maka wilayah tersebut diberi nama Biting yang berarti Benteng. Desa Biting memiliki 5 nama dusun, yakni Dusun Krajan, Dusun Mojo, Dusun Biting Gumuk, Dusun Biting Pinggir, dan Dusun Gembelwaru. Dusun tersebut akan dijelaskan asal usul penamaannya di bawah ini. a. Dusun Mojo Penamaan Dusun Mojo diambil dari nama sebuah pohon yang bernama pohon mojo. Pohon mojo merupakan sebuah pohon yang memiliki buah menyerupai Jeruk Bali. Akan tetapi, buah ini memiliki perbedaan dengan buah Jeruk Bali karena buah ini rasanya sangat pahit. Oleh sebab itu, pohon mojo ini menjadi latar belakang penamaan di Dusun Mojo. b. Dusun Biting Gumuk Penamaan Biting Gumuk dilatarbelakangi oleh kondisi wilayah yang berada di pinggir gumuk. Gumuk dapat disebut juga dengan bukit. c. Dusun Biting Pinggir Nama Biting Pinggir terbentuk karena wilayah tersebut berada di paling pinggir, yakni di jalan raya. Hal tersebut menjadi awal mula penamaan dusun tersebut. d. Dusun Gembelwaru Gembel dalam bahasa Jawa memiliki arti lebat atau banyak. Sedangkan Waru berasal dari nama pohon waru. Nama Dusun Gembelwaru memiliki arti pohon waru yang memiliki daun yang sangat lebat atau sangat banyak. Pohon waru ini tumbuh di daerah dusun tersebut dengan jumlah yang sangat banyak. Oleh sebab itu, pohon waru menjadi latar belakang penamaan dusun ini. 6. Asal Usul Penamaan Desa Candijati Penamaan Desa Candijati berasal dari penggabungan dari dua dusun yaitu Dusun Plindu dan Dusun Candrih. Pada tahun 1960, di Desa Candijati mengadakan pemilihan calon kepala desa yaitu Bunarso dan Taruto. Sebelum melakukan pemilihan, masingmasing kepala desa memberikan usulan nama untuk diberikan kepada desa tersebut. Bunarso memberikan usulan nama Desa Sumberbaru dan Taruto memberikan usulan nama Desa Candijati. Setelah diadakan voting, mayoritas masyarakat memilih Desa Candijati. Desa Candijati memiliki 4 nama dusun, yaitu Dusun Krajan Barat, Dusun Krajan Timur, Dusun Bataan, dan Dusun Sumberjati. Nama-nama dusun tersebut akan dijelaskan asal usul penamaannya pada uraian berikut ini.


a. Dusun Bataan Nama Dusun Bataan dilatarbelakangi oleh para masyarakat yang memiliki profesi pekerja bata. Pada zaman dahulu terdapat banyak pekerja bata, sehingga di dusun etrsebut terdapat banayk bata. Oleh karena itu, bata tersebut dijadikan sebagai asal usul penamaan dusunnya. b. Dusun Sumberjati Nama Dusun Sumberjati dilatarbelakangi oleh pohon jati yang di tengahtengahnya terdapat sumber mata air. Keberadaan pohon jati tersebut telah ditebang dan dijadikan sebagai pemukiman warga. Akan tetapi, untuk sumber mata air masih ada hingga saat ini. Sumber mata air tersebut digunakan sebagai tempat mandi dan sebagai tempat mengambil sumber air bersih oleh masyarakat setempat.


Click to View FlipBook Version