Kerajaan Kediri Sejarah DISUSUN OLEH : Adinda Nur Rifanti X MPLB 2/ 01
SUBJUDUL A. Sejarah berdirinya Kerajaan Kediri B. Perkembangan Sosial, Ekonomi, Budaya dan Politik Kerajaan Kediri C. Raja terkenal di Kerajaan Kediri D. Runtuhnya Kerajaan Kediri E. Sumber sejarah Kerajaan Kediri
Lahirnya Kerajaan Kediri erat hubungannya dengan pembagian kekuasaan Kerajaan Medang Kamulan oleh Airlangga. Pada akhir November 1042, Airlangga terpaksa membagi wilayah kerajaannya menjadi dua bagian karena kedua putranya bersaing memperebutkan takhta. Putra yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di kota baru, yaitu Daha. Sedangkan putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan timur bernama Jenggala yang berpusat di kota lama, yaitu Kahuripan. A. Sejarah berdirinya Kerajaan Kediri Kerajaan Kediri atau Kerajaan Panjalu, adalah sebuah kerajaan yang berdiri antara tahun 1042 Masehi - tahun 1222 Masehi di daerah Jawa Timur. Kerajaan ini berpusat di kota Daha, yang terletak di sekitar kota Kediri sekarang.
A. Sejarah berdirinya Kerajaan Kediri Kerajaan Kediri baru muncul kembali dalam sejarah pada tahun 1117 Masehi. Pada saat itu Kerajaan Kediri berada di bawah pemerintahan Sri Bameswara. Namun, masa pemerintahannya tidak banyak diketahui. Bameswara digantikan oleh Jayabhaya. Pada masa pemerintahan Sri Jayabhaya (1135 Masehi-1157 Masehi) inilah, Kerajaan Kediri mengalami masa kejayaannya. Pada masa kekuasaannya juga, pertentangan dengan Jenggala berakhir setelah ia dapat menguasai kerajaan tersebut. Peristiwa kemenangan atas Jenggala ini. Kemudian diabadikan oleh pujangga Kerajaan Kediri yang bernama Mpu Sedah dan Mpu Panuluh dalam sebuah kitab yang berjudul Kakawin Bharatayuddha. Sepeninggalan Jayabhaya, Kerajaan Kediri berturut-turut dipimpin oleh Sri Sarweswara, Sri Aryeswara, Sri Gandra, Sri Kameswara, dan Kertajaya.
B. Perkembangan Ekonomi, Sosial Budaya dan Politik Kerajaan Kediri • Rakyat kerajaan Kediri hidup dari pertanian, peternakan dan perdagangan. • Kerajaan Kediri banyak menghasilkan beras. • Barang barang dari kerajaan Kediri yang laku di pasaran pada saat itu adalah emas, perak, gading, dan kayu cendana • Pajak rakyat berupa hasil bumi, seperti besar dan palawija. Kerajaan Kediri sudah menerapkan transaksi modern, hal tersebut dibuktikan dengan, telah dikenal sistem pertukaran atau transaksi oleh masyarakat kerajaan Kediri dengan uang, emas atau perak. 1.Perkembangan Ekonomi
B. Perkembangan Ekonomi, Sosial Budaya dan Politik Kerajaan Kediri • Rakyat kerajaan Kediri pada umumnya memiliki tempat tinggal yang baik, bersih dan rapi. • Hukuman yang dilaksanakan ada dua macam, yakini hukuman denda (berupa emas) dan hukuman mati (khususnya bagi pencuri dan perampok) 2. Perkembangan Sosial • Pada masa Dharmawangsa disadur kotap Mahabarata ke dalam bahasa Jawa Kuno yang disebut kitab Wirataparwa dan disusun kitab hukum bernama Siwasasana. • Pada masa Airlangga disusun kitab Arjuna Wiwaha karya Empu Kanwa. • Pada masa Jayabaya, Empu Sedah dan Empu Panulu mengubah kitab Bharatayudha. Empu Panulu juga menulis kitab Hariwangsa dan Gatotkacasraya • Pada masa Kameswara, ditulis kitab Smaradhahana oleh Empu Dharmaja. Kitab Lubdaka dan Wertasancaya oleh Empu Tan 3. Perkembangan Kebudayaan
Dalam persaingan antara Panjalu dan Kediri, Kediri lah yang unggul dan menjadi kerajaan dengan kekuasaan terbesar. Raja terbesar Kerajaan Kediri adalah Jayabaya (1135 Masehi - 1157 Masehi). Jayabaya berhasil menyatukan kembali Panjalu dan Jenggala. Lencana kerajaan memakai simbol Garuda Mukha simbol Airlangga. Kerajaan Kediri udah menerapkan transaksi modern, hal tersebut dibuktikan dengan, telah dikenal sistem pertukaran atau transaksi oleh masyarakat kerajaan Kediri dengan uang, emas atau perak. 4. Perkembangan Politik B. Perkembangan Ekonomi, Sosial Budaya dan Politik Kerajaan Kediri
Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Kediri berhasil memperluas wilayahnya hingga ke Kalimantan dan Kerajaan Ternate. Dengan luas wilayah kekuasaan yang dimiliki, armada laut Kerajaan Kediri juga sangat kuat. C. Raja Raja terkenal di Kerajaan Kediri Raja terbesar di Kerajaan Kediri adalah Raja Jayabaya yang berkuasa sejak 1135 Masehi hingga 1159 Masehi. Sri Jayabaya adalah salah satu raja yang berhasil membawa Kerajaan Kediri mencapai puncak kejayaan. Bahkan, eksistensi Kerajaan Kediri diketahui sampai ke Tiongkok yang dibuktikan denagan tulisan seorang saudagar, Khou Ku Fei, yang menuliskan tentang karakteristik masyarakat pada era Kerajaan Kediri. Selain dikenal sebagai seorang raja yang bijaksana, Jayabaya juga sering digadang-gadang sebagai seorang pujangga pada zamannya.
C. Raja Raja terkenal di Kerajaan Kediri Tidak hanya itu, konon Jayabaya juga disebut-sebut pandai meramal. Sedikitnya, ada sembilan ramalan Jayabaya tentang Indonesia yang terbukti, seperti munculnya kereta api, pesawat terbang, dan radio atau televisi. Ramalan-ramalan Jayabaya ini dituangkan ke dalam sebuah buku bertajuk Kitab Jangka Jayabaya. Terkait benar atau tidaknya ramalan Jayabaya, belum ada yang bisa membuktikan secara ilmiah. Tidak hanya itu, dia juga sosok dibalik penerjemahan kisah Mahabharata dari India Kuno ke dalam bahasa Jawa. Berkat dirinya, lahirlah kisah populer Bharatayudha, reproduksi kisah Mahabharata yang menempatkan dan menyesuaikan cerita ke dalam lingkungan, adat istiadat dan mentalitas Jawa. Meski demikian, keberhasilan ini bukanlah yang membuat Jayabaya terkenal. Dia justru dikenal karena ramalannya, yang sebetulnya dia sendiri tidak pernah tercatat membuat ramalan. Artinya, ramalan yang merujuk pada Jayabaya dibuat oleh orang lain.
D. Runtuhnya Kerajaan Kediri Kerajaan Kediri runtuh pada masa pemerintahan Kertajaya, dan dikisahkan dalam Pararaton dan Nagarakretagama. Pada tahun 1222 Masehi Kertajaya sedang berselisih melawan kaum brahmana, perselisihan ini terjadi karena Raja Kertajaya memerintahkan kaum brahmana untuk menyembah dia sebagai raja, namun para kaum Brahmana menolak yang kemudian meminta perlindungan Ken Arok akuwu Tumapel. Kertajaya Ken Arok
D. Runtuhnya Kerajaan Kediri Kebetulan Ken Arok juga bercita-cita memerdekakan Tumapel yang merupakan daerah bawahan Kediri. Perang antara Kediri dan Tumapel terjadi dekat Desa Ganter. Pasukan Ken Arok berhasil menghancurkan pasukan Kertajaya. Dengan demikian berakhirlah masa Kerajaan Kediri, yang sejak saat itu kemudian menjadi bawahan Tumapel atau Singasari. Setelah Ken Arok mengangkat Kertajaya, Kediri menjadi suatu wilayah di bawah kekuasaan Kediri. Ken Arok mengangkat Jayasabha, putra Kertajaya sebagai bupati Kediri. Tahun 1258 Masehi Jayasabha digantikan putranya yang bernama Sastrajaya. Pada tahun 1271 Masehi Sastrajaya digantikan putranya, yaitu Jayakatwang.
D. Runtuhnya Kerajaan Kediri Jayakatwang memberontak terhadap Singasari yang dipimpin oleh Kertanegara, karena dendam masa lalu dimana leluhurnya Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok. Setelah berhasil membunuh Kertanegara, Jayakatwang membangun kembali Kerajaan Kediri, namun hanya bertahan satu tahun dikarenakan serangan gabungan yang dilancarkan oleh pasukan Mongol dan pasukan menantu Kertanegara, Raden Wijaya. Jayakatwang Raden Wijaya
E. Sumber sejarah Kerajaan Kediri Berangka tahun 1044 Masehi, ditemukan di Desa Truneng, Kecamatan Kemlagi, Mojokerto. Isi prasasti ini menceritakan tentang nama raja-raja Jenggala dan dijelaskan pula raja kediri bernama Samarawijaya. Prasasti Turun Hyang dibuat untuk penghargaan penduduk setempat dalam membantu Jenggala. PrasastiTurunHyangII Prasasti berangka tahun 1104 Masehi, menceritakan tentang raja-raja Kerajaan Kediri saat ibukotanya berada di Daha. Raja-raja yang disebut dalam prasasti ini antara lain Sri Samarawijaya dan Sri Jayawarsa. PrasastiSirahKeting
E. Sumber sejarah Kerajaan Kediri Prasasti berangka tahun 1181 Masehi, dibuat pada masa Raja Gandra. Isinya sangat unik, yakni beberapa nama hewan seperti Tikus Finda dan Kebo Waruga. PrasastiJaring Ditemukan di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Berisi mengenai penghargaan kepada masyarakat setempat atas dukungan terhadap raja Jayabaya melawan Jenggala. Beberapa semboyan seperti "Panjalau Menang" dan "Panjalu Jayanti" terdapat dalam prasasti yang berangka tahun 1145 Masehi ini. PrasastiNgantang
E. Sumber sejarah Kerajaan Kediri Dibuat pada masa Raja Kertajaya, ditemukan di Desa Kamulan, Kec. Durenan, Trenggalek. Nama kediri terdapat pada isi prasati yang berangka tahun 1194 Masehi ini. Isinya menceritakan tentang pemberian hadiah berupa tanah bebas pajak kepada rakyat Desa Ngantang. PrasastiKamulan Satu lagi penemuan yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Kediri adalah Situs Tondowongso, terletak di Dusun Gayam, Kec. Gurah, Kediri. Luasnya 1 Hektar, ditemukan pada awal tahun 2007 Masehi berupa komplek percandian. Situs ini diyakini sebagai peninggalan kerajaan Kediri karena gaya tatahan arca dan bentuknya. SitusTondowongso
PENUTUP A. Kesimpulan Lahirnya Kerajaan Kediri berkaitan dengan adanya pembagian kekuasaan di Kerajaan Medang Mataram pada tahun November 1041 Masehi. Airlangga membagi kerajaan bertujuan untuk menghindari terjadinya perang saudara di Mataram. Setelah Mataram dibagi 2 oleh Mpu Bharada seorang Brahmana yang terkenal akan kesaktiannya, muncullah Panjalu dan Janggala yang dibatasi gunung Kawi dan sungai Brantas. Perekonomian Kediri bersumber atas usaha perdagangan, peternakan dan pertanian untuk masyarakat yang hidup di daerah pedalaman. Sedangkan yang berada di pesisir hidupnya bergantung dari perdagangan dan pelayaran. Mereka telah mengadakan hubungan dagang dengan Maluku dan Sriwijaya. Kediri terkenal sebagai penghasil beras, kapas dan ulat sutra. Kertajaya adalah raja terakhir kerajaan Kediri. Ia memakai lencana Garuda Mukha seperti Ria Airlangga, sayangnya ia kurang bijaksana, sehingga tidak disukai oleh rakyat terutama kaum Brahmana. Dalam masa pemerintahannya, terjadi pertentangan antara dirinya dan para Brahmana hal inilah akhirnya menjadi penyebab berakhirnya Kerajaan Kediri.
Dalam pembuatan tugas ini mungkin masih terdapat beberapa kesalahan baik dari isi maupun cara penulisan. Untuk itu kami, mohon maaf apabila pembaca tidak merasa puas dengan hasil yang kami sajikan. Kritik dan saran kami harapkan untuk memperbaiki tugas yang kami buat ini agar lebih baik. PENUTUP B. Saran
DAFTAR PUSTAKA Prasetyo, D. 2009. Mengenal Kerajaan-Kerajaan Nusantara. Indonesia: Pustaka Widyatama. Detik.com. 31 Agustus 2021. Kerajaan Kediri : Sejarah berdiri, Masa Kejayaan, dan Keruntuhan. Diakses pada 27 Januari 2023 Pukul 09.16, dari https://www.detik.com/edu/detikpedia/d5702819/kerajaan-kediri-sejarah-berdiri-masa-kejayaan-dankeruntuhan Intisari.grid.id. 16 Januari 2022. Sumber Sejarah Kerajaan Kediri Masih Lengkap, Ini Dia Daftarnya. Diakses pada 27 Januari 2023 pukul 09.26, dari https://intisari.grid.id/read/033096610/sumbersejarah-kerajaan-kediri-masih-lengkap-ini-dia-daftarnya Kompas.com 31 Agustus 2022. Kerajaan Kediri : Jayabaya, raja terbesar di kerajaan Kediri. Diakses pada 28 Januari 2023 pukul 10.10, dari https://www.kompas.com/stori/read/2022/08/31/120000279/jayaba ya-raja-terbesar-di-kerajaan-kediri?amp=1&page=2 Pengayaan.com. 9 November 2022. Faktor Penyebab Runtuhnya Kerajaan Kediri. Diakses pada 2 Februari 2023 pukul 09.00, dari https://pengayaan.com/faktor-penyebab-runtuhnya-kerajaankediri/index.html Desember 27, 2021. Kehidupan ekonomi dan kehidupan sosial. Diakses pada 2 Februari 2023 pukul 10.37, dari https://www.pinhome.id/blog/kehidupan-ekonomi-kerajaan-kediri/
Thank You