Properti Tari
Seni Budaya dan Prakarya (SBdP)
PROPERTI TARI
Tahukah Kamu?
Tari merupakan seni yang memadukan unsur gerak, ekspresi, dan musik.
Tentunya terdapat kelengkapan dalam tari yang memiliki nilai dan sejarahnya
tersendiri. Sangat jarang jika setiap tarian tradisional tanpa adanya alat pelengkap.
Alat pelengkap tersebutlah dinamakan properti.
Tari Pendet Tari Piring
Apa itu properti tari?
Properti tari adalah semua alat yang digunakan sebagai media atau pelengkap dari
pementasan tari. Penggunaan properti tari bertujuan untuk menambah nilai estetika tarian
yang ditampilkan serta sebagai media dalam penyampaian pesan dan makna dari tarian
tersebut.
Apa tujuan properti tari?
Properti tari pada dasarnya dapat digunakan untuk memberikan keindahan bentuk
tari secara baik agar kesan tari lebih sempurna. Penggunaan properti tari harus
mempertimbangkan jenis, fungsi, dan asas pakai properti secara baik dan benar.
Hal ini dikarenakan penggunaan properti tari secara mendasar menentukan penguasaan
keterampilan penari secara pokok.
Apa fungsi properti tari?
Fungsi properti tari adalah sebagai penambah nilai keindahan tarian yang
ditampilkan, selain itu juga sebagai media penyampai pesan atau makna yang
terkandung dalam gerakan tari yang dipertunjukkan.
Dasar pemilihan
Alat yang dijadikan properti tari harus menyimbolkan atau menggambarkan
makna gerakan tari.
Alat yang digunakan tidak boleh menghambat gerakan tari (asas pakai).
Alat yang digunakan harus menyatu dengan gerakan, pakaian, dan makna
dari gerakan tari.
Apa saja contohnya?
Setiap daerah tentunya memiliki adat istiadat dan ciri khas tertentu hal tersebut
yang memberi pengaruh besar terhadap gerak atau properti tari yang digunakan
berikut beberapa nama tarian dengan properti yang digunakan
1. Tari Serimpi
Tari Serimpi merupakan tari tradisional yang berasal dari Yogyakarta. Kata serimpi
dalam bahasa setempat berarti empat. Sesuai dengan namanya, tari ini
diperagakan oleh empat orang penari wanita yang cantik dan anggun. Properti tari
yang digunakan diantaranya jebeng, cundrik atau keris kecil, jemparing dan
tombak pendek
2. Tari Musyoh
Tari Musyoh merupakan tari tradisional yang berasal dari Papua. Tari musyoh
diadakan jika ada sanak saudara atau warga yang mengalami kecelakaan maut
dan dipercaya arwahnya tidak tenang. Properti yang digunakan dalam tarian
tersebut, yaitu koteka rumbai dan peralatan perang. Alat musik yang mengiringi
tarian musyoh adalah tifa
3. Tari Cakalele
Tari cakalele berasal dari Maluku Utara. Tari cakalele biasanya ditampilkan di
berbagai acara adat maupun hiburan. Tari cakalele diperagakan oleh beberapa
penari pria sebagai penari utama dan beberapa penari wanita sebagai penari
pendamping. Properti yang digunakan oleh penari pria, yaitu parang atau pedang
dan salawaku atau biasa disebut perisai. Properti yang digunakan penari wanita,
yaitu lenso atau sapu tangan. Tari cakalele biasanya dipimpin oleh seorang penari
yang berperan sebagai kapitan dan seorang yang menggunakan tombak sebagai
lawan tandingya
4. Tari Angguk
Tari angguk adalah tarian tradisional yang berasal dari Kulon Progo Yogyakarta.
Properti yang digunakan adalah baju berwarna hitam berlengan panjang yang
dibagian dada dan punggungnya diberi hiasan lipatan-lipatan kain kecil yang
memanjang serta berkelok-kelok, celana sepanjang lutut yang dihiasi pelet vertikal
berwarna merah-putih disisi luarnya, topi berwarna hitam dengan pinggir topi diberi
kain berwarna merah-putih dan kuning emas, kaus kaki, dan rompi
5. Tari Piring
Tari Piring adalah tarian tradisional Minangkabau yang menampilkan atraksi
menggunakan piring. Para penari mengayunkan piring di tangan mengikuti
gerakan-gerakan cepat yang teratur, tanpa satu pun piring terlepas dari tangan.
Gerakannya diambil dari langkah dalam silat Minangkabau atau silek.
Tari ini dipopulerkan oleh Huriah Adam. Saat ini, tari piring dipertunjukkan untuk
penyambutan tamu terhormat atau pembukaan upacara adat. Bersama dengan tari
saman, pendet, dan jaipong, tari ini menjadi tarian populer Indonesia yang kerap
ditampilkan di ajang promosi pariwisata dan kebudayaan Indonesia.
6. Tari Kecak
Tari Kecak adalah pertunjukan dramatari seni khas Bali yang lebih utama
menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian
ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk
berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan "cak" dan mengangkat
kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu
Rama melawan Rahwana. Namun, Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu
tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan
komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan
harapan-harapannya kepada masyarakat.
7. Tari Rangguk Ayak
Tari Rangguk Ayak adalah tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten Kerinci,
Provinsi Jambi. Masyarakat setempat percaya bahwa Tari Rangguk Ayak
diciptakan oleh seorang ulama sebagai sarana dakwah di zaman tersebut. Properti
yang digunakan dalam Tari Rangguk Ayak diantaranya; busana, rebana,
selendang, dll.
8. Tari Janger
Tari Janger adalah salah satu tari Bali yang terpopuler. Tari ini dibawakan oleh 10
penari yang berpasangan, yaitu kelompok putri (janger) dan putra (kecak). Mereka
menari sambil menyanyikan Lagu Janger secara bersahut-sahutan. Janger
mengenakan busana seperti gelungan janger, badong gelang kanan, sabuk, kain,
oncer, dan ompak-ompak. Perlengkapan lainya yang digunakan janger adalah
kipas. Kecak mengenakan busana yang terdiri dari kain kekancutan, sabuk,
ampok-ampok, badong, gelang kana, dan udeng.
9. Tari Klana Topeng
Tari topeng merupakan kesenian yang lahir dan berkembang di sekitar wilayah
Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Tarian ini disebut Tari Topeng karena penari
menggunakan topeng atau kedok sebagai asesoris tariannya, yang berfungsi
untuk menutupi wajah penari.
10. Tari Payung
Tari payung adalah salah satu tarian yang tradisional dari Minangkabau, Sumatra
Barat. Tarian ini mencerminkan pergaulan muda-mudi, sehingga penggunaan
payung ini bertujuan untuk melindungi mereka dari hal-hal negatif.
SUMBER BELAJAR
Buku Pedoman Guru :
Udara Bersih bagi Kehidupan. Tema 2 Kelas 5 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum
2013). Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017
Buku Siswa :
Udara Bersih bagi Kehidupan. Tema 2 Kelas 5 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum
2013). Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017