The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MODUL- MENCATAT TRANSAKSI KE DALAM JURNAL

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sitiilestariiii, 2021-10-08 08:49:39

MODUL- MENCATAT TRANSAKSI KE DALAM JURNAL

MODUL- MENCATAT TRANSAKSI KE DALAM JURNAL

B MENCATAT TRANSAKSI KE DALAM JURNAL
(JOURNALIZING)

Jurnal berasal dari bahasa Perancis journal yang berarti ‘buku harian’. Jadi, jurnal

diartikan sebagai buku harian yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang

terjadi berupa penerbitan dan Pengkreditan beserta penjelasan yang diperlukan

secara kronologis.

Jurnal merupakan catatan pertama setelah adanya bukti transaksi. Oleh karena

itu, jurnal sering disebut sebagai books of original entry. Pencatatan transaksi di

dalam jurnal disebut jurnal (journalizing).

1. Jurnal Umum

Pada bagian ini akan dibahas pemakaian Jurnal Umum, sedangkan Jurnal Khusus

akan disajikan pada bagian lain. Bentuk Jurnal Umum adalah sebagai berikut:

Jurnal Umum

Tanggal No. SB Akun dan Keterangan Ref Debit Kredit
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Keterangan:
1) Kolom tanggal digunakan untuk mencatat tanggal, bulan, dan tahun terjadinya

transaksi.
2) No. SB adalah nomor kode bukti transaksi. Kolom ini berguna untuk mencatat

nomor bukti, misanya nomor faktur dan nomor cek. Dalam latihan, No. SB dapat
dihilangkan (tidak dipakai).
3) Kolom akun/keterangan digunakan untuk mencatat akun yang didebit atau dikredit
beserta keterangan singkat. Biasanya, akun yang dikredit ditulis menjorok ke
dalam.
4) Ref adalah singkatan dari reference. Kolom ini digunakan sebagai tanda bahwa
transaksi sudah di-posting ke akun Buku Besar. Istilah lain yang digunakan untuk
Ref adalah sebagai berikut.
P/R = Post Reference
F = Fol = Folio buku besar

1

Tahapan Siklus Akuntansi Kelas X SMK

KP = Kode pindah buku
No. Rek = Nomor rekening
(5 & 6) kolom debit dan kredit digunakan untuk mencatat jumlah akun yang akan
dicatat di sebelah debit dan jumlah akun yang akan dicatat sebelah kredit.
2. Jurnal Khusus
Pada perusahaan yang besar, terdapat banyak transaksi keuangan sehingga
pencatatan dalam Jurnal Umum dan posting tidak mungkin dilakukan tiap transaksi.
Salah satu cara memperbaiki sistem pencatatan adalah dengan mengelompokkan
transaksi sejenis, yang kerap kali dilakukan dengan menggunakan Jurnal Khusus.
3. Jenis Jurnal Khusus
a) Jurnal pembelian (Purchase Journal)

Jurnal pembelian dipakai untuk mencatat pembelian barang dagangan secara
kredit. Apabila kita ingin mencatat pembelian lain, buku pembelian dapat dibuat
sesuai kebutuhan.
Contoh:

b) Jurnal penjualan
Dipakai untuk mencatat transaksi-transaksi penjualan barng dagangan secara
kredit.
Contoh:

c) Jurnal penerimaan kas
Dipakai untuk mencatat penerimaan kas dari segala sumber penerimaan
(semua transaksi yang bersifat menambah kas)
Contoh:

2

Tahapan Siklus Akuntansi Kelas X SMK

d) Jurnal pengeluaran kas
Digunakan untuk mencatat semua pengeluaran (pembayaran) kas ke berbagai
kas ke berbagai pos pengeluaran.
Contoh:

e) Jurnal umum
Digunakan untuk mencatat berbagai traksaksi yang tidak dapat dicatat dalam
jurnal khusus. Transaksi tersebut antara lain retur pembelian, retur penjualan,
jurnal pennyesuaian, jurnal penutup, jurnal koreksi, dan jurnal pembalik.
Contoh:

3

Tahapan Siklus Akuntansi Kelas X SMK


Click to View FlipBook Version