The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ADI ISKANDAR, 2021-07-28 00:33:38

BAB 1 HAKIKAT BANGSA & NEGARA

BAB 1 HAKIKAT BANGSA & NEGARA

Fungsi Dan Tujuan Negara 1. Fungsi Negara
2. Tujuan Negara
Negara & Bentuk Negara 3. Faham Tentang
Bentuk
Kenegaraan Tujuan Negara

Bentuk Kenegaraan 1. Kesatuan
2. Serikat
Adi Iskandar, S.Pd
1. Koloni
2. Protektorat
3. Mandat
4. Trustee
5. Dominion
6. Uni

3. Hakikat Negara & Bentuk-bentuk Kenegaraan

a. Fungsi Negara

Fungsi negara (minimal)

1. Sebagai Stabilisator (law and order),

2. Mengusahakan kesejahteraan & kemakmuran rakyatnya;

3. Mengusahakan Pertahanan & menjaga serangan dr luar;

4. Menegakkan keadilan.

Adi Iskandar, S.Pd Menurut Charles E. Merriam,
1. Keamanan ekstern;
2. Ketertiban intern;
3. Keadilan;
4. Kesejehateraan umum;
5. Kebebasan.

Menurut Para Ahli Goodnow, fungsi
negara ada dua :
Montesquieu, fungsi negara 1. Policy Making.
mencakup tiga tugas pokok
“Trias Politica” : 2. Policy Executing.
1. Fungsi Legislatif.
2. Fungsi Eksekutif.
3. Fungsi Yudikatif.

Mohammad Kusnardi, S.H., fungsi negara ada dua :

1. Menjamin ketertiban (law and order).

2. Mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Adi Iskandar, S.Pd

Lanjutan ……………….

Tugas Negara Secara Umum :
1. Tugas Esensial.

2. Tugas Fakultatif.

Pandangan Lain Tentang Tugas Negara, yaitu :

1. Mengendalikan dan mengatur gejala kekuasaan
sosial yang bertentangan satu dengan lainnya agar
tidak membahayakan.

2. Mengorganisasikan dan mengintegrasikan kegiatan
manusia dan golongan ke arah tercapainya tujuan
dari masyarakat seluruhnya.

Adi Iskandar, S.Pd

b. Tujuan Negara

Tujuan masing-masing negara sangat
dipengaruhi oleh tata nilai sosial budaya,

kondisi geografis, sejarah terbentuknya,
serta politik dari penguasa yang
bersangkutan.

Pada umumnya, suatu negara didirikan dengan
tujuan untuk :
❑ Menciptakan kesejahteraan
❑ Mewujudkan ketertiban dan ketenteraman.
Semua rakyat yang menjadi bagiannya.

Adi Iskandar, S.Pd

Lanjutan ……………….

Pandangan Para Ahli Tentang Tujuan Negara

1. Ajaran Plato, negara bertujuan utk memajukan kesusilaan

manusia, sbg perseorangan (individu) & sbg makhluk sosial.
2. Ajaran Negara Kekuasaan (Machiavelli dan Shang Yang),

negara bertujuan utk memperluas kekuasaan semata-mata.
3. Ajaran Theokratis (Kedaulatan Tuhan), tujuan negara untuk

men-capai penghidupan dan kehidupan aman dan tenteram
dengan taat kepada dan di bawah pimpinan Tuhan (T.
Aquinas, Agustinus).
4. Ajaran Negara Hukum, negara bertujuan untuk menyeleng-
garakan ketertiban hukum dengan berdasarkan dan berpe-
doman kepada hukum (Immanuel Kant).

5. Negara kesejahteraan (welfare state), tujuan negara adalah

Amdi Isekawndaur,jSu.Pdd kan kesejahteraan umum (Mr. R. Kranenburg).

Teori Fasisme

Kata fasisme berasal dari kata “fascio” = “kelompok
politik”. Muncul istilah Fascio de Combattimento atau

“Barisan Tempur”, yg dipraktikkan di Italia pada zaman B.
Mussolini (1883-1945).

Pandangan Fasisme :
▪ Negara bukan ciptaan rakyat melainkan ciptaan

orang kuat.
▪ Negara wajib ”menggembleng” dan mengisi jiwa

rakyat secara totaliter, diktatorial, dan
nasionalisme.

Adi Iskandar, S.Pd

Lanjutan ……………….

Ciri-ciri Negara Fasis :

a. Ditandai oleh kediktatoran satu partai yang kaku;
b. Adanya penindasan terhadap oposisi;
c. Menganut paham nasionalisme yang sempit;
d. Seluruh aspek kehidupan warga negara diatur, dikontrol,

dan dikendlikan secara ketat oleh pemerintah fasis yang
sentralistis;
e. Moralitas sering diabaikan demi mencapai tujuan negara
fasis;
f. Pengaturan perekonomian sangat sentralistis;
g. Tujuan negara fasis adalah “Imperium Dunia”. Pemimpin
bercita-cita untuk mempersatukan semua bangsa di dunia
Amdi Iesknanjdaar,dS.iPdsatu negara atau kekuatan bersama.

Teori Individualisme
Individualisme dalam arti luas adalah

perjuangan menuju kebebasan atau liberalisme.
Negara hanya berfungsi sebagai “Penjaga
Malam”.

Adi Iskandar, S.Pd Dalam arti ekonomis, bahwa
kebebasan dalam kehidupan
ekonomi tidak boleh dibatasi oleh
pemerintah atau masyarakat.

Dalam arti politis,
Negara ada untuk individu, bukan
individu untuk negara.

Teori Sosialisme

Sosialisme menentang kemutlakan milik pribadi dan
menyokong pemakaian milik pribadi tersebut untuk
kesejahteraan umum.

Sosialisme sebagai tahap transisi
menuju komunisme.

Pada tahap komunisme, hak milik
pribadi, kelas-kelas, dan negara benar-
benar dihapus;

Sarana-sarana produksi dimiliki secara
bersama-sama negara tanpa kelas.

Adi Iskandar, S.Pd

Lanjutan ……………….

Persamaan dan perbedaan antara Sosialisme dan
Komunisme

Persamaan Sosialisme Perbedaan
dan Komunisme
Sosialisme Komunisme
Negara mempunyai hak
campur tangan dalam a. Negara masih a. Negara melakukan
berbagai segi kehidupan mengakui hak milik hak milik pribadi
masyarakat. Hal ini pribadi atas alat atas alat produksi.
dilakukan demi terca- produksi terbatas.
painya tujuan negara, b. Untuk menciptakan
yaitu memberi Kebaha- b. Untuk menciptakan kesejahteraan ber-
giaan yang sebesar- kesejahteraan sama secara revolu-
besarnya dan merata bersama, negara sioner, negara
bagi setiap anggota menggunakan cara- menghalalkan segala
masyarakat. cara damai. cara.

Adi Iskandar, S.Pd c. Keberadaan negara c. Keberadaan negara
diperlukan untuk hanya sementara
selama-lamanya. waktu diperlukan.

Teori Integralistik

Paham Integralistik, beranggapan bahwa negara didiri-
kan bukan hanya untuk kepentingan perorangan atau
golongan tertentu saja, tetapi juga untuk kepentingan
seluruh masyarakat negara yang bersangkutan.

Paham integralistik Indonesia pertama kali
dikemukakan oleh Prof. Dr. Soepomo.

Merupakan aliran pemikiran yg paling sesuai dengan
karakteristik bangsa Indonesia yg kekeluargaan.

Gagasan ini kemudian menjadi dasar terbentuknya
Tujuan Negara Republik Indonesia, seperti termaktub

dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea IV.

Adi Iskandar, S.Pd

4. Bentuk Negara Dan Bentuk Kenegaraan

Bentuk Negara

Jika ditinjau dari sifat hubungan dan cara
pengelolaan suatu negara baik ke dalam maupun ke
luar, maka dapat dibedakan antara “Bentuk Negara”

dengan “Bentuk Kenegaraan”.

Perihal Pengertian Contoh
▪ Negara Kesatuan
Bentuk Apabila hubungan atau ikatan itu ▪ Negara Serikat
Negara “merupakan suatu negara” ▪ Perserikatan Negara
▪ Daerah Mandat, dll.
Bentuk Apabila hubungan atau ikatan itu
Kenegaraan “tidak merupakan suatu negara”
Adi Iskandar, S.Pd

Lanjutan ………………. Negara Kesatuan, adlh
negara merdeka dan
NEGARA berdaulat yg pemerinta-
KESATUAN hannya diatur oleh pe-
merintah pusat. Negara
NEGARA Kesatuan ada sentra-
SERIKAT lisasi & desentralisasi.

BENTUK Negara Serikat, mrp bentuk gabungan
NEGARA beberapa negara bagian (tidak berdau-
lat) yg menyerahkan sebagian urusannya
Adi Iskandar, S.Pd kepada pemerintah pusat yg menyang-
kut kepentingan bersama dlm beberapa
urusan.

Lanjutan ……………….

Pemerintah Pusat Negara Serikat : Pada negara
- Pemegang Kedaulatan ke luar serikat, jabatan
- Berperan thd negara bagian Kepala Negara
bagian antara
NEGARA lain : Gubernur
BAGIAN (AS, Australia).

A Negara
Indonesia
NEGARA NEGARA Serikat (27 Des
BAGIAN BAGIAN 1949 s.d. 17
Ags 1950).
B C

Adi Iskandar, S.PNd EGARA SERIKAT

Bentuk Kenegaraan Konfederasi, mrp
gabungan beberapa
Pemerintah Pusat
Perserikatan Negara : negara yg
- Kurang berperan thd negara anggota anggotanya masing-
- Hanya merupakan lambang
masing berdaulat
NEGARA penuh baik ke
ANGGOTA dalam/ke luar.

A Ikatan tsb dibuat
atas dasar
NEGARA NEGARA
ANGGOTA ANGGOTA perjanjian baik
tentang politik LN,
B C
pertahanan dsb.

Adi IsPkanEdaRr, SS.PEd RIKATAN NEGARA

Lanjutan ……………….

Bentuk- 1. Koloni
bentuk 2. Protektorat
Kenegaraan 3. Mandat
4. Trustee (Perwalian)
Pada 5. Dominion
Umumnya : 6. Uni

Adi Iskandar, S.Pd a. Uni Personil;
b. Uni Riil;
c. Uni Zui Generalis.

Penugasan Praktik Kewarganegaraan 6

Setelah mempelajari materi-materi tentang : Fungsi Negara dan Tujuan
Negara, dilanjutkan Penugasan dgn menjawab pertanyaan sebagai berikut :

1. Jelaskan fungsi-fungsi negara sebagai berikut :

Fungsi Negara Uraian Singkat Contoh
Sebagai Stabilisator .................................................. ……………………..
Mengusahakan .................................................. ……………………..
Kesejahteraan
.................................................. ……………………..
Menegakkan Keadilan

2. Berikan penjelasan tentang tugas essensial negara !

Berikan contoh masing-masing yang internal dan eksternal :
Internal : ..........................................................................................................
Eksternal : ..........................................................................................................

Adi Iskandar, S.Pd

Lanjutan ……………….

3. Berikan tanggapan penjelasan singkat, mengapa Indonesia lebih
memilih “Teori Integralistik” dalam penyelenggaraan negara ! ............
.......................................................................................................................
Tuliskan sekurang-kurangnya 2 (dua) kelemahan dalam penerapan
teori integralistik !
a. ...................................................................................................................
b. ...................................................................................................................

4. Berikan alasan, mengapa bentuk-bentuk kenegaraan banyak muncul
pada sekitar abad 18 dan 19 ....................................................................

Adi Iskandar, S.Pd

Waktu : 2 x 45 Menit

Standar Kompetensi :

Memahami HakiKat Bangsa dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Kompetensi Dasar :
1.3. Menjelaskan pengertian, fungsi dan tujuan

NKRI
1.4. Menunjukkan semangat kebangsaan, nasio-

nalisme dan patriotisme dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Adi Iskandar, S.Pd

(INDIKATOR)
HASIL YANG DIHARAPKAN :

• Menguraikan pengertian Negara Kesatuan Republik

Indonesia

• Mendeskripsikan fungsi Negara Kesatuan Negara Republik

Indonesia

• Menganalisis tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
• Mendeskripsikan semangat kebangsaan, nasionalisme dan

patriotisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara.

Adi Iskandar, S.Pd

Pengertian NKRI

NEGARA Fungsi & Tujuan NKRI Fungsi
KESATUAN Semangat Kebangsaan Tujuan
REPUBLIK
INDONESIA Nasionalisme
Patriotisme
Adi Iskandar, S.Pd

5. Pengertian NKRI

NKRI adalah negara kepulauan yang terbentang pada
06.080 Lintang Utara (LU) – 11.150 Lintang Selatan (LS)
dan 94.450 – 141.050 Bujur Timur (BT) yang diapit oleh dua
benua (Asia dan Australia) serta dua samudra (Indonesia

dan Pasifik).

Tonggak sejarah berdirinya NKRI :

• Berdirinya Budi Utomo (1908) sbg tonggak perintis.

• Lahirnya Konggres Pemuda II pada tanggal 28
Oktober 1928 sebagai tonggak penegas.

• Diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia tgl 17
Agustus 1945 sebagai tonggak pendobrak.

Adi Iskandar, S.Pd

6. Fungsi Dan Tujuan NKRI

Berdirinya NKRI, Fungsi-fungsi negara scr
memiliki fungsi umum mencakup :
yaitu, sebagai
• Sebagai Stabilisator.
pengatur
kehidupan • Mengusahakan kesejahteraan
dalam negara dan kemakmuran rakyat.

untuk • Mengusahakan pertahanan
menciptakan untuk menangkal kemung-
tujuan-tujuan kinan serangan dari luar.

negara. • Menegakkan keadilan.

Adi Iskandar, S.Pd

Lanjutan ……………….

Tujuan negara, ditujukan utk mengarahkan segala kegiatan
dan sekaligus menjadi pedoman dlm penyusunan & pengen-
dalian alat kelengkapan negara serta kehidupan rakyatnya.

Bagi NKRI, Fungsi dan sekaligus tujuan NKRI
bahwa fungsi yaitu mencakup :
negara sekaligus • Melindungi Segenap Bangsa Indonesia
mrp tujuan
negara yang dan Seluruh Tumpah Darah Indonesia,
ingin dicapai • Memajukan Kesejahteraan Umum,
• Mencerdaskan Kehidupan Bangsa,
sesuai • Ikut Melaksanakan Ketertiban Dunia
Pembukaan
UUD 1945.Adi Iskandar, S.Pd yang Berdasarkan Kemerdekaan,
Perdamaian Abadi, dan Keadilan
Sosial.

7. Semangat Nasionalisme dan Patriotisme

a. Nasionalisme
Nasionalisme adalah faham kebangsaan yg tumbuh
karena ;
▪ Adanya persamaan nasib dan sejarah serta

kepentingan untuk hidup bersama,
▪ Sbg suatu bangsa yg merdeka, bersatu, berdaulat,

demokratis, dan maju di dalam suatu kesatuan
bangsa dan negara, serta
▪ Cita-cita bersama guna mencapai, memelihara,
dan mengabdikan identitas, persatuan,
kemakmuran, dan kekuatan atau kekuasaan
negaraAdi Iskandar, S.Pdbangsa yang bersangkutan.

Lanjutan ……………….

Manifestasi Faham Nasionalisme :

1. Kesadaran Seseorang Bahwa Dirinya Merupakan
Anggota Atau Warga Negara Bangsanya;

2. Kebanggaan Seseorang Akan Negara Bangsanya;
3. Kecintaan Seseorang Akan Negara Bangsanya;
4. Kesetiaan & Ketaatan Seseorang Thd Negara

Bangsanya;
5. Perjuangan Seseorang Bagi Kepentingan Negara

Bangsanya;
6. Kerelaan Berkorban Bagi Nagara Bangsanya

Adi Iskandar, S.Pd

Lanjutan ……………….

Nasionalisme :

Dalam arti sempit, yaitu perasaan kebangsaan atau
cinta terhadap bangsanya yang tinggi atau berlebih-
lebihan, shg memandang bangsa lain lebih rendah
(Chauvinisme).

Dalam arti luas, yaitu perasaan cinta atau bangga
thd tanah air & bangsanya sendiri dgn tetap
menghormati bangsa lain karena merasa sebagai
bagian dari bangsa lain di dunia.

Adi Iskandar, S.Pd

b. Semangat Nasionalisme

Mrp semangat/sikap yang bersumber dari
perasaan cinta kepada tanah air dan
bangsa sehingga menimbulkan sikap

gagah berani, pantang menyerah dan rela
berkorban demi bangsa dan negaranya.

Implementasi Patriotisme Dapat Dilaksanakan :

Pada Masa Darurat (Perang), perjuangan melawan
penjajah dalam mewujudkan kemerdekaan &
kedaulatan.

Pada Masa Damai (Paska Kemerdekaan), mampu

Adi Iskandar, S.Pdmeningkatkan kemampuan diri, memelihara

persatuan, dan lain-lain.

c. Penerapan Semangat Kebangsaan

Mrp kesadaran budi yang mendorong orang rela
menyerahkan kesetiaan tertinggi kepada bangsa dan
atau negara bangsa.

Di Indonesia, awal semangat kebangsaan
dipelopori antara lain Dr. Soetomo, Dr. Wahidin

Sudirohusodo, yang ditandai lahirnya (Boedi
Oetomo) dengan tujuan mencerdaskan bangsa

berdasarkan kesadaran, tekad, dan upaya
untuk maju atas dasar falsafah dan wawasan
yang bersumber pada kepribadian nusantara.

Adi Iskandar, S.Pd

Lanjutan ……………….

Semangat kebangsaan adalah kekuatan yang
terpokok dari setiap ideologi yang ada di dunia

Semangat kebangsaan antara lain dapat diterapkan
dengan cara :
1. Keteladanan, merupakan sikap dan perilaku yang patut

dicontoh karena perkataan & perbuatan.
2. Pewarisan, mrp cara atau proses dalam menu-runkan,

memberikan sesuatu kepada pihak lain.
3. Ketokohan, mrp sosok yg terkenal dan disegani krn

pangaruhnya sangat besar di masyarakat.

Adi Iskandar, S.Pd

Lanjutan ……………….

Cara Menanamkan Semangat Kebangsaan

1. Menyampaikan Sejarah Para Pahlawan Dalam
Mempertahankan Negara Bangsanya Atau Dalam
Memperjuangkan Eksistensi Negara Bangsanya.

2. Menyampaikan Gambaran Tentang Kebolehan &
Kehebatan Negara Bangsa Indonesia.

3. Menyampaikan Berbagai Tantangan Negara
Bangsa Yang Perlu Diwaspadai Dan Diantisipasi
Dengan Tindakan-tindakan Tertentu.

Adi Iskandar, S.Pd

SOAL ESSAY/URAIAN

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas !

1. Identifikasikan, unsur-unsur apa sajakah yang ada dalam memaknai suatu
bangsa yang secara umum ada pada bangsa-bangsa di dunia !

2. Klasifikasi pengertian negara, dapat ditinjau dari organisasi kekuasaan,
organisasi politik, organisasi kesusilaan dan integralistik. Manurut anda,
manakah di antara tinjauan negara tersebut yang paling sesuai dengan kondisi
negara Indonesia ? berikan alasannya !

3. Pemerintah Indonesia merasa penting untuk menyelesaikan masalah-masalah
landas kontinen dengan negara tetangga. Jelaskan yang dimaksud landas
kontinen dan beri alasan mengapa hal tersebut dianggap penting bagi bangsa
Indonesia !

4. Berikan penjelasan tentang fungsi negara Indoneisa pada umumnya dalam
menegakkan keadilan yang dilaksanakan melalui badan-badan peradilan !

5. Semangat kebangsaan harus tetap kita pertahankan dalam membela bangsa
dan negara. Tuliskan 5 (lima) contoh semangat kebangsaan yang paling sesuai
dAedinIsgkaanndadr,aSe.Prdah anda pada situasi sekarang ini !

INQUIRI

NASIONALISME BUKAN BARANG JADI

Menurut Hilmar Farid, nasionalisme merupakan konstruksi sosial dan politik, bukan realitas
nyata. Artinya, nasionalisme bukanlah barang jadi dan bukan pula warisan leluhur.
Sebuah persepsi yang begitu lama ditanamkan selama Orde Baru yang mengatakan bangsa
Indonesia merupakan sesuatu yang pasti dan final. Implikasi dari pemikiran ini adalah tidak
pernah dibukanya peluang memikirkan kembali konsep tentang bangsa.

Sumber : Kompas, 11/1/2006

Berdasarkan wacana di atas, berikan tanggapan penjelasan !
1. Rumuskan kembali yang dimaksud dengan nasionalisme !
2. Apa sesungguhnya inti sari pendapat H. Farid tentang nasionalisme !
3. Tuliskan perbedaan perwujudan nasionalisme pada masa orde baru

dengan masa sekarang (reformasi) !
4. Jelaskan, mengapa nasionalisme bukan merupakan barang jadi dan

bukan pula warisan leluhur !
5. Berikan penjelasan, benarkah masa orde baru “tidak membuka peluang

meAdmi Isikkainrdkaar, nS.Pkdembali konsep tentang bangsa” !

Adi Iskandar, S.Pd


Click to View FlipBook Version