The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Panduan dasar dan tips memotret lengkap dan mudah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ikisyahban99, 2021-01-16 22:13:05

Dasar-dasar dan tips tentang fotografi

Panduan dasar dan tips memotret lengkap dan mudah

Keywords: #photography #tutorial #tips

Temperatur Warna dan White Balance
White balance pada kamera akan berpengaruh pada tingkat ‘suhu’ dalam sebuah foto. Maksudnya di sini, bukan
anda meraba sebuah foto dan terasa panas atau dingin. Tapi warna foto yang dominan bisa membuat kita tahu
bahwa foto itu terasa dingin atau panas suasananya. White balance biasanya diukur dengan angka temperatur
Kelvin (K). Temperatur warna disini bermacam-macam, semakin tinggi temperaturnya, semakin terasa panas
suasananya (foto terlihat kekuningan).

Sebaliknya semakin rendah temperatur warna atau angka K semakin rendah, foto akan terasa dingin suasananya
(tampak kebiruan). Mari kita lihat contoh foto berikut ini.

Foto dengan tamperatur rendah Foto dengan temperatur tinggi

Kedua foto di atas merupakan foto yang sama, satu file yang diolah di Lightroom dengan menaikkan
dan menurunkan temperatur warnanya. Sudah cukup jelas perbedaan keduanya bukan?

Fotograferkampung

Berikut adalah foto yang sama, tapi koreksi White Balancenya tepat.

Dari rangkaian foto di slide sebelumnya bisa kita lihat bagaimana nilai white balance bisa mempengaruhi
keseluruhan foto. Yang biru akan terasa lebih dingin, sementara yang agak kekuningan lebih hangat. Hal ini
tergantung selera anda tentunya.

Fotograferkampung

Di setingan kamera atau smartphone biasanya ada beberapa pilihan WB selain Automatic yang bisa anda pilih
sesuai dengan situasi yang anda hadapi.
1. Mode Daylight gunakan jika memotret di luar ruangan dan kondisi yang ada cerah. Biasanya ditandai dengan

simbol matahari.
2. Mode Tungsten digunakan saat memotret di bawah sinar lampu pijar, simbolnya pun sama lampu pijar
3. Mode Fluorescent umumnya saat anda memotret diterangi lampu TL atau lampu neon. Simbolnya lampu neon.
4. Mode Shade saat kita memotret di tempat teduh, masih cukup terang namun tidak terkena sinar matahari

langsung. Biasanya dilambangkan dengan rumah atau pohon, tergantung tipe dan merk kamera.
5. Mode Cloudy digunakan jika anda memotret dan cuacanya kurang bersahabat, contoh saat berawan tebal

atau mendung. Simbol di pengaturan adalah gambar awan.
6. Mode Flash. Gunakan mode ini jika anda memotret menggunakan lampu flash baik itu internal atau eksternal.
7. Mode Preset. Merupakan mode yang paling akurat, karena anda menentukan warna berdasarkan preset yang

anda masukkan sendiri. Caranya dengan memotret benda warna putih dan dijadikan sebagai patokan.

Fotograferkampung

Gunakan Format RAW Untuk Kemudahan Edit White Balance Foto
Anda bisa bereksperimen dengan semua mode di Slide sebelumnya, misalnya jika dalam situasi tertentu
gunakan pengaturan yang berbeda. Jangan takut hasilnya jelek. Dengan begitu anda akan lebih memahami
dampak dari pengaturan tersebut di hasil foto anda.
Jika dalam situasi yang penting dan sulit diprediksikan white balance apa yang tepat, akali dengan memotret
menggunakan format RAW, dengan begitu anda bisa leluasa mengubah white balance pada saat editing atau
post processing di software.

Fotograferkampung

Baru saja memiliki kamera DSLR atau kamera saku ? Hal paling lumrah yang dilakukan orang pada umumnya
adalah membiarkan kameranya tersimpan rapi dalam tas kamera bawaan atau yang didapatkan bersama
dengan kamera. Hal tersebut bukanlah hal yang sepenuhnya salah, mungkin anda bertanya untuk apa tas
kamera kalau tak dipakai menyimpan kamera bukan ? Hehe.
Oke, memang tas kamera diperuntukkan menyimpan kamera, tapi tidaklah untuk jangka waktu yang lama atau
permanen. Mengapa begitu? Karena pada dasarnya kamera adalah peralatan elektronik yang pastinya memiliki
komponen-komponen yang sensitif terhadap lingkungan penyimpanan.
Faktor-faktor sederhana seperti tingkat suhu, kelembaban, debu dan hal-hal semacam itu bisa mempengaruhi
umur dari kamera kesayangan anda. Dalam hal ini tas kamera anda tidaklah dirancang utuk bisa mengatasi
secara maksimal faktor-faktor tadi.

Fotograferkampung

Sebelum melihat perangkat atau peralatan yang bisa mengatasinya, kita akan mempelajari mengapa kamera
rentan terhadap hal-hal semacam debu dan kelembaban serta suhu.
Pengaruh Kelembaban Udara Bagi Kamera
Apakah kelembaban udara? Kelembaban udara adalah tingkat konsentrasi uap air dalam udara (Wiki.id). Semakin
tinggi uap air dalam udara, maka udara tersebut dikatakan semakin lembab. Kelembaban udara yang tinggi akan
berakibat terhadap munculnya mikroorganisme yaitu jamur, jamur akan bertumbuh dengan cepat di daerah
dengan tingkat kelembaban yang tinggi.
Parahnya Indonesia termasuk negara tropis yang memiliki tingkat kelembaban tinggi. Jika kamera atau optik
lensa anda sudah ditumbuhi jamur, akan butuh biaya yang tak sedikit untuk membersihkannya. Pertanyaan
berikutnya berapa kelembaban yang ideal bagi kamera? Nah hal ini biasanya telah dicantumkan produsen kamera
tersebut dalam buku manual yang ikut disertakan dalam pembelian. Karena itu jangan malas untuk membuka dan
membaca buku manual kamera ya.
Umumnya kelembaban udara yang ideal bagi penyimpanan kamera dan lensa di kisaran 45%-55%. Selain
kelembaban yang tinggi, tingkat suhu juga berpengaruh bagi kamera. Suhu yang terlalu panas tentunya bisa
membawa efek langsung pada sensor dan komponen-komponen elektronik yang peka terhadap panas.

Fotograferkampung

Debu Dalam Kamera
Mengenai debu, jika kamera anda tak memiliki fitur dustproof tentu butuh penanganan lebih ekstra lagi, karena
debu merupakan partikel mikro yang umumnya beterbangan di udara, saat masuk ke kamera dan hinggap di sensor
bisa berakibat buruk pada hasil foto anda nantinya.
Selain itu debu yang masuk juga bisa membuat macet kamera khususnya jika itu hinggap di bagian atau komponen
yang bergerak, jika gerakan komponen seret tentu berpengaruh pada keseluruhan kinerja kamera.
Setelah melihat beberapa ‘bahaya’ yang bisa dialami kamera ketika disimpan secara sembarangan tadi, kini kita
akan melihat beberapa alat yang bisa digunakan untuk menyimpan kamera dan menjaganya dari ‘bahaya’ tadi.

Dry Cabinet atau Dry Box
Seperti namanya, Dry Cabinet atau Dry Box adalah kotak ‘kering’ penyimpanan kamera yang populer di kalangan
fotografer. Utamanya bagi yang memiliki gear yang sudah cukup banyak serta bermacam-macam. Dry Cabinet atau
dry box adalah sebuah kotak yang dirancang sedemikian rupa sehingga tingkat kelembaban di dalam kotak
tersebut bisa terjaga secara konstan.

Untuk menjaga tingkat kelembaban udara dalam kotak tetap konstan
dipergunakan alat yang dinamakan Humidity Controler dengan fungsi
semacam termostat, bedanya jika termostat mengatur suhu maka alat ini
mengatur kelembaban. Selain itu biasanya juga sudah terpasang di dalam
kotak tersebut adalah hygrometer, fungsi alat ini tentunya untuk mengukur
tingkat kelembaban dalam kotak tersebut.

Fotograferkampung

Dua perangkat tersebut merupakan fitur standar dan sudah seharusnya ada dalam sebuah dry cabinet atau
drybox. Saat ini harga dry cabinet dan dry box berkisar di 1 jutaan, sangat tergantung pada besar volume dry
cabinet itu sendiri, semakin luas volumenya tentu semakin banyak peralatan yang bisa anda simpan di dalamnya.

Tahukah Kamu?
“Jamur yang menumpuk pada
lensa akan berpengaruh pada
ketajaman hasil lensa tersebut.
Selain itu beberapa jenis jamur

juga bisa merusak lapisan
coating pada lensa kamu.”

Fotograferkampung

Ada juga dry box sederhana yang dijual di pasaran, bentuknya lebih semacam kotak kedap udara dan dilengkapi
moisture absorber, absorber disini biasanya menggunakan silica gel, semacam bahan sintetis yang dibuat dari
natrium silikat.

Silica gel ini bentuknya berupa butiran-butiran padat yang bersifat menyerap molekul air di udara. Untuk harga
dry box semacam ini biasanya lebih terjangkau, di kisaran 500 ribuan.

Dry box Silica gel

Fotograferkampung

Jika anda seorang yang kreatif sebenarnya bisa memanfaatkan kotak plastik kedap udara merk tupperware,
tinggal ditambah silica gel yang dibeli sendiri, plus hygrometer untuk mengukur kelembabannya. Maka jadilah
dry box made in dewe. Hehe.
Satu hal penting, jika silica gel yang dipakai sudah berubah warna karena sudah terlalu banyak mengandung uap
air, silakan dikeringkan dengan cara ditaruh di oven, sampai dia kembali ke warna semula dan dapat berfungsi
normal lagi. Jika silica gel yang anda miliki sudah termasuk kotaknya, tinggal colokkan saja ke colokan listrik di
dinding, tunggu hingga warnanya sudah berubah, dan bisa dipakai lagi
Demikian tips sederhana bagi anda dalam menyimpan kamera, baik itu kamera DSLR atau kamera saku maupun
lensa anda dengan benar.

Fotograferkampung

Bab III – Memahami Lensa dan Fungsi Pentingnya Dalam Fotografi

Lensa adalah salah satu dari dua komponen utama yang membentuk sebuah kamera, khusunya kamera DSLR.
Yang pertama adalah body kamera dan kedua adalah lensa kamera itu sendiri. Keduanya tidak bisa anda
pisahkan, karena kalau dipisahkan tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya (yah kecuali anda ngeyel mau pake
kamera tanpa lensa hehe).
Kita akan melihat terlebih dahulu jenis-jenis lensa pada umumnya. Lensa yang biasanya dipakai dalam fotografi
secara garis besarnya terbagi dua yaitu lensa zoom dan lensa fix. Mari kita lihat keunikan kedua jenis lensa ini.
1. Lensa Zoom
Lensa zoom adalah lensa yang panjang fokal lensanya bisa diubah-ubah. salah satu lensa zoom yang paling
terkenal mungkin sudah anda miliki yaitu lensa kit. Umumnya panjang fokal lensa kit dimulai dari 18mm dan
berakhir di 55mm. Lensa kit begitu terkenal karena harganya murah namun kualitasnya masih bisa diandalkan.

Fotograferkampung

Kelebihan utama dari lensa zoom adalah fleksibilitas yang anda bisa dapatkan dalam satu lensa, maksudnya
anda tak perlu gonta-ganti lensa lagi untuk bisa mendapatkan jarak fokal lensa yang anda inginkan.
Jika mau memotret dengan fokal lensa lebar tinggal pindah ke rentang fokal lebar seperti 18mm, jika mau
memotret dengan jarak fokal tele silakan putar lagi ke posisi 55mm. Demikian umumnya kelebihan lensa zoom
dari lensa fix.
2. Lensa Fix
Lensa fix atau lensa tetap (fix = tak berubah) merupakan kebalikan dari lensa zoom, jarak fokal lensa ini tak bisa
diubah-ubah.
Anda hanya bisa pasrah dengan fokal lensa yang tertera di bodi lensa tersebut, contohnya jika anda memiliki
lensa fix 50mm anda takkan mungkin bisa memotret landscape dan mendapatkan sudut pandang sama seperti
lensa 18mm, bahkan sekalipun anda mundur hingga jarak yang jauh tetap hasilnya akan berbeda.

Fotograferkampung

Keuntungan utama dari lensa fix adalah kualitasnya secara rata-rata lebih baik daripada lensa zoom di rentang
harga yang sama yah. Mengapa begitu?
Untuk membuat lensa zoom maka dibutuhkan struktur lensa yang lebih kompleks sehingga jumlah elemen dalam
lensa pun lebih banyak, secara teoritis semakin banyak elemen yang dilalui cahaya maka kualitas gambar pun
akan menurun (diasumsikan kualitas optik elemen lensanya sama).
Selain itu masih ada beberapa keuntungan dari lensa fix seperti harga yang murah, ringan serta memiliki bukaan
maksimum yang besar (umumnya di f/1.8 – 1.2). Kekurangan utamanya ya itu, tak bisa zoom hehehe.
Anda harus maju mundur manual dengan kaki sendiri untuk mengkomposisikan gambar, yah hitung-hitung
olahragalah.
Dari dua jenis lensa tadi masih ada pembagian juga dengan melihat jarak fokal lensa tersebut, mari kita lihat
pembagiannya seperti apa. Oh ya untuk catatan, panjang fokal yang disebutkan di sini adalah panjang fokal yang
berlaku untuk kamera format full frame ya, tentu panjang fokalnya akan berbeda dengan APSC.

Fotograferkampung

1. Lensa super lebar (ultra wide).
Merupakan kategori yang mengelompokkan lensa dengan focal length yang sangat lebar dimulai dari 11mm-
14mm, efek dari lensa super lebar adalah anda mampu menangkap foto dengan luas cakupan foto sangat lebar
bisa mencapai 126 derajat. Contohnya di panjang fokal terlebar 11 mm, oh ya lensa lebar yang baik juga takkan
menimbulkan distorsi berlebihan seperti ketika anda menggunakan lensa fisheye.
2. Lensa Lebar (wide).
Lensa lebar adalah lensa yang memiliki panjang fokal lensa mulai dari 14mm sampai 24mm. Untuk pembagian ini
sebenarnya cukup rancu karena ada juga yang menyebutkan rentang fokal 24mm sampai 35mm masih termasuk
rentang lensa lebar, tetapi kita permudah saja dengan mengikuti rentang lensa yang populer di pasaran.
Umumnya rentang lensa populer yang dijual ada tiga yaitu dari 14-24 mm ( Contohnya Nikkor 14-24mm dsb), 24-
70 mm (lensa kelas pekerja), dan 70-200 (lensa tele) oleh karena kita sepakat saja dari 14-24mm merupakan
lensa lebar (kalau tidak setuju terseraahhhh.. Haha).
Kegunaan lensa lebar ini umumnya untuk memotret landscape, sama seperti ultrawide tapi rentang lebarnya tak
selebar yang ultra.

Fotograferkampung

3. Lensa Zoom Standar
Jarak fokal lensa yang termasuk lensa zoom standar adalah 24-70mm, rentang lensa ini begitu populer karena
mencakup rentang yang masih cukup lebar di 24mm hingga cukup tele di 70mm.
Sering juga disebut sebagai lensa kelas pekerja karena banyak digunakan fotografer sebagai kuda pekerja mereka
dalam pekerjaan entah itu memotret wedding, portrait model, landscape, apa saja bisa dengan mudah dicover
oleh rentang lensa ini.
Bahkan untuk lensa ini memiliki versi APSC yaitu di fokal 18-55mm yang setara.
4. Lensa Tele
Lensa tele adalah kelompok lensa kamera yang memiliki panjang fokal lensa 70-200mm, Dengan jarak fokal lensa
sejauh itu anda bisa dengan mudah memotret objek foto yang berada jauh dari anda. biasanya digunakan untuk
memotret satwa liar yang sulit didekati, atau memotret candid sangat mudah dengan rentang lensa tele ini.

Fotograferkampung

5. Lensa Super Tele
Kelompok lensa super tele adalah lensa-lensa yang memiliki jarak fokus sudah lebih dari 200mm, lensa
seperti ini biasanya spesialis memotret satwa atau pertandingan olahraga seperti sepakbola, bahkan
ekstrimnya ada yang juga dipakai untuk mata-mata hohoo…
Anda yang ingin memata-matai pacar mungkin bisa untuk mencoba memakai lensa semacam ini !

Fotograferkampung

Selain kategori lensa yang di slide-slide sebelumnya, masih ada juga pembagian lensa yang khusus. Dimaksud
khusus karena selain terbagi atas panjang fokal tertentu lensa ini juga memiliki fungsi spesial yang tak bisa
digantikan dengan lensa yang lain. Mari kita lihat :
1. Lensa Makro
Lensa jenis ini sepertinya sudah banyak pembahasan di internet atau di forum-forum fotografer.
Jadi seperti yang telah umum diketahui lensa ini memiliki fungsi untuk mengambil foto dengan perbesaran hingga
1x atau gambar objek yang dipotret memiliki ukuran yang sama dengan aslinya.
Foto makro ini sangat cocok kalau anda memotret hewan kecil seperti serangga ataupun binatang berukuran
mungil lainnya. Selain itu kalau anda hobi memotret makanan juga bisa dimanfaatkan kemampuan lensa makro ini
untuk mengambil detail yang ada.

Fotograferkampung

2. Lensa Fisheye
Lensa ini memiliki kemampuan unik yaitu menghasilkan distorsi yang luar biasa (baca di sini tentang
keistimewaan lensa fisheye). Umumnya lensa ini dirancang dengan fokal lensa sangat lebar dan didesain
sedemikian rupa sehingga menghasilkan distorsi yang unik.

Fotograferkampung

Berdasarkan besarnya aperture atau bukaan diafragma yang dimiliki sebuah lensa, maka kita bisa membagi
lensa kedalam dua bagian besar. Mari kita lihat :
1. Lensa Cepat (Fast Lens)
Lensa yang termasuk cepat adalah lensa yang memiliki bukaan sangat besar mulai dari f/1.2 -f/2.8, malahan ada
beberapa lensa spesial yang mencapai bukaan f/0.75, mengapa disebut lensa cepat? Karena dengan kemampuan
aperture yang sangat besar ini, maka lensa bisa menerima cahaya jauh lebih banyak dengan begitu anda bisa
menggunakan shutter speed yang jauh lebih cepat dengan begitu tak perlu mengorbankan ISO untuk
mendapatkan shutter speed yang cepat tadi.
2. Lensa Lambat (Slow Lens)
Lensa dikategorikan lambat jika bukaan yang dimilikinya tak terlalu besar sehingga shutter speed yang bisa
digunakan pun mengikuti bukaan diafragma tadi. Contohnya lensa kit termasuk lensa lambat karena bukaan
maksimumnya hanya di f/3.5-5.6. Anda kadang perlu menaikkan ISO untuk bisa mendapatkan foto dengan shutter
speed yang cukup cepat, namun hal ini tentunya tak jadi masalah jika anda memotret memang menggunakan
speed lambat dan menggunakan tripod.

Fotograferkampung

Demikian pembahasan panjang lebar tinggi rendah Tahukah Kamu?
tentang lensa dalam dunia fotografi, beserta dengan “Jika kita membalik lensa dengan
fungsi masing-masingnya.
ujungnya menghadap ke kamera
Memang kategori lensa sebenarnya tak bisa dengan
subjektif kita tentukan tapi setidaknya sudah bisa serta mountnya menghadap keluar,
menggambarkan keseluruhan lensa itu serta fungsi
utama dan manfaatnya kala kita memotret. kita bisa mendapat lensa makro

murah meriah. Teknik ini sering
dikenal dengan reverse lens.”

Fotograferkampung


Click to View FlipBook Version