The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rianafa47, 2021-04-03 03:34:40

BAHAN AJAR

BAHAN AJAR

BAHAN AJAR

Kelas IV
Tema 6 (Hewan)
Subtema 1 (Hewan-Hewan di Sekitarku)
Pembelajaran 1

Disusun oleh : Elfa Riana Fauziyah (A510180130)

Satuan Pendidikan : SD/MI

Kelas : IV (Empat)

Tema : 1 (Hewan)

Subtema : 1 (Hewan-Hewan di Sekitarku)

Pembelajaran ke- :1

Muatan Pembelajaran : Bahasa Indonesia, IPA

Kompetensi Dasar :

Bahasa Indonesia

3.6 Menggali isi dan amanat puisi yang disajikan secara lisan dan tulis dengan
tujuan untuk kesenangan.

4.6 Melisankan puisi hasil karya pribadi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi
yang tepat sebagai bentuk ungkapan diri.

IPA

3.2 Membandingkan siklus hidup beberapa jenis makhluk hidup serta
mengaitkan dengan upaya pelestariannya.

4.2 Membuat skema siklus hidup beberapa jenis makhluk hidup yang ada di
lingkungan sekitarnya, dan slogan upaya pelestariannya.

PUISI

A. Pengertian Puisi
Puisi merupakan ragam sastra yang terikat oleh unsur-unsurnya, seperti irama, mantra, rima,

baris, dan bait. Puisi juga dapat dikatakan sebagai ungkapan emosi, imajinasi, ide, pemikiran, irama,
nada, susunan kata, kata-kata kiasan, kesan pancaindra, dan perasaan. Puisi adalah ungkapan yang
memperhitungkan aspek-aspek bunyi di dalamnya, serta berupa pengalaman imajinatif, emosional,
dan intelektual penyair dari kehidupan individu dan sosialnya. Puisi diungkapkan dengan teknik
tertentu sehingga dapat membangkitkan pengalaman tertentu dalam diri pembaca atau
pendengarnya.

B. Ciri-Ciri Puisi
 Teridiri atas kumpulan kata-kata yang tersusun menjadi baris-baris.
 Baris-baris tersebut terkumpul menjadi beberapa bagian.
 Setiap baris terakhir berbunyi kata vokal terkadang berupa huruf konsonan.
 Setiap baris terakhir bunyi vokal kata teratur.

C. Jenis-Jenis Puisi
 Puisi lama
Puisi lama merupakan puisi yang dihasilkan sebelum abad ke-20 sehingga puisi ini cenderung
memiliki aturan dan bermakna yang sering digunakan saat upacara adat. Puisi ini terbagi
menjadi beberapa jenis, seperti pantun, talibun, syair, dan gurindam.
 Puisi baru
Puisi baru merupakan sebuah karya sastra berisi ungkapkan
perasaan serta pikiran dengan menggunakan bahasa yang
memperhatikan irama, mantra, penyusunan lirik hingga makna
dalam puisi tersebut.
 Puisi kontemporer
Puisi kontemporer adalah puisi yang selalu berusaha menyesuaikan
perkembangan zaman atau keluar dari ikatan konvensional. Umumnya jenis puisi
ini tidak lagi mementingkan irama serta gaya bahasa seperti puisi lama dan puisi
baru.

D. Pengertian Amanat
Amanat adalah pesan moral dalam cerita yang ingin disampaikan pengarang kepadapembaca

berupa nilai-nilai luhur yang bisa dijadikan teladan atau dijadikan contoh.Penyampaian pesan dalam
cerita selalu di dasarkan pada tema dan tujuan yang sudah ditentukan oleh pengarang ketika
menyusun rancangan cerita.

Amanat atau pesandalam sebuah tulisan cerita tidak selalu tersurat (jelas), namun dapat juga
tersirat(tersembunyi).Umumnya amanat atau pesan bisa ditelusuru melalui percakapan para tokoh
dalamsebuah cerita. Apabila tema berkaitan dengan arti, maka sebuah amanat berkaitan dengan
makna. Lalu apabila tema mempunyai sifat yang sangat lugas, khusus, danobjektif maka amanat
mempunyai sifat kias, umum, dan subjektif. Amanat bersifat positif dimana semua isinya berkaitan
dengan pesan-pesan moral dalam kehidupan sehari-hari. Pesan moral tersebut bisa dijadikan contoh
oleh pembaca atau audiens sepanjang hidupnya dan juga menjadi bentuk peringatan agar orang tidak
melakukan perbuatan menyimpang.

E. Ciri-Ciri Amanat
 Pesan moral dalam suatu karya biasanya disampaikan pada bagian akhir cerita.
 Amanat bisa diketahui secara jelas (eksplisit) dalam bentuk seruan, nasehat, peringatan, saran,
anjuran, maupun larangan yang berhubungan dengan tema utama suatu cerita.
 Amanat bisa disampaikan secara langsung maupun secara tersirat melalui karakter tokoh atau
penokohan dalam suatu cerita.
 Pesan moral yang disampaikan oleh pengarang bertujuan agar pendengar atau penonton mau
melakukan sesuai dengan amanat di dalam cerita.

F. Menentukan Isi dan Amanat dalam Puisi
Dalam puisi, amanat dan isi pesan moral kebanyakan bersifat subjektif, karenatergantung dari

tafsiran pembaca. Pesan moral yang paling tepat tentunya berasal
daripenulis atau pembuat puisi, karena dia lebih tahu mengenai pesan
yang ingindisampaikannya kepada pembaca atau pendengarnya.

G. Contoh Puisi

Amatilah teks Puisi di bawah ini!

Burung Kutilang

Di pucuk pohon cemara
Burung kutilang berbunyi
Bersiul-siul sepanjang hari
Dengan tak jemu-jemu
Mengangguk-angguk sambil berseru

Tri-li-li-li-li-li-li-li-li
Sambil berloncat-loncat
Paruhnya selalu terbuka
Digeleng-gelengkan kepalanya
Menentang langit biru
Tandanya suka ia berseru

Tri-li-li-li-li-li-li-li-li

SIKLUS HIDUP HEWAN

A. Pengertian Siklus Hidup Hewan
Siklus hidup hewan adalah rangkaian proses tahapan hidup yang dilalui oleh hewan mulai dari

telur, menetas (bagi hewan ovipar, jika bagi hewan vivipar maka mulai dari anak hewan), masa remaja,
dewasa, sampai menghasilkan sel kelamin yang siap dibuahi. Setelah dewasa hewan dapat
menghasilkan keturunan kembali.

B. Jenis Siklus Hidup Hewan
 Siklus hidup tanpa Metamorfosis
Sebagian besar hewan mengalami daur hidup tanpa metamorfosis. Daur hidup tanpa
metamorfosis tidak mengakibatkan perubahan bentuk tubuh yang sangat berbeda. Beberapa
contoh hewan yang tidak mengalami metamorfosis adalah ayam, kucing, kambing, ikan dan
burung. Misalnya saja siklus hidup hewan kucing, zigot kucing berkembang di dalam rahim induk
betina. Setelah beberapa waktu anak kucing lahir dan menjadi kucing muda. Kucing muda tumbuh
menjadi kucing dewasa yang organ reproduksinya telah siap melakukan fertilisasi. Jika fertilisasi
terjadi maka akan terbentuk kembali zigot.
 Siklus Hidup dengan Metamorfosis
Metamorfosis adalah proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan
penampilan fisik dan/atau struktur setelah kelahiran atau penetasan. Perubahan fisik itu terjadi
akibat pertumbuhan sel dan differensiasi sel yang secara radikal berbeda. Dalam
bermetamorfosis hewan akan mengalami tahap-tahap metamorfosis. Berdasarkan perubahan
bentuk tubuh hewan, metamorfosis dibagi menjadi dua golongan,
yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.
1. Metamorfosis Sempurna
Metamorfosis sempurna adalah proses perubahan bentuk tubuh
hewan dari kecil hingga dewasa. Hewan serangga yang
mengalami metamorfosis sempurna mengalami empat tahap
dalam siklus hidupnya yaitu tahap: telur --- larva --- pupa
(kepompong) --- dewasa (imago). Contohnya, kupu-kupu,
nyamuk, lalat, katak dan semut.

2. Metamorfosis Tidak Sempurna
Metamorfosis tidak sempurna (tidak lengkap), adalah proses perubahan bentuk hewan
yang saat lahir tidak berbeda bentuknya dengan saat hewan tersebut dewasa. Hewan
yang mengalami metamorfasis tidak sempurna bentuk hewan muda mirip dengan
induknya, tetapi ada bagianbagian tubuh yang belum terbentuk, misalnya sayap.
Metamorfosis tidak sempurna terjadi pada serangga seperti kecoa, capung, jangkrik,
belalang, semut, dan capung. Hewan-hewan yang mengalami metamorfosis tidak
sempurna tidak mengalami tahap larva dan pupa (kepompong). Tahap metamorfi sis
tidak sempurna yaitu : Telur – Nimfa – Dewasa.


Click to View FlipBook Version