The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

materi kls 11 IPA, kurikulum merdeka

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Roh Miatin, 2024-02-27 21:00:13

SISTEM REPRODUKSI

materi kls 11 IPA, kurikulum merdeka

Keywords: Biologi,sistem reproduksi

Sistem Reproduksi Manusia Organ reproduksi dalam • Testis • Saluran pengeluaran Epididimis Vas deferens Saluran ejakulasi Uretra • Kelenjar asesoris Vesikula seminalis Kelenjar prostat Kelenjar Cowper Organ reproduksi luar • Penis • Skrotum SISTEM REPRODUKSI PRIA


Organ reproduksi dalam Organ reproduksi pria tampak dari (a) samping dan (b) depan.


Organ reproduksi luar Potongan melintang penis pada organ reproduksi luar pria.


Spermatogenesis Spermatogenesis pada tubulus seminiferus.


Hormon-hormon pada Pria • Testosteron • LH • FSH • Estrogen • Hormon pertumbuhan


Sistem Reproduksi Wanita Organ reproduksi dalam • Oviduk • Uterus • Vagina •ovarium Organ reproduksi luar • Vulva • Mons pubis • Labium mayor • Labium minor • Klitoris


Organ reproduksi dalam Organ reproduksi wanita tampak dari (a) depan dan (b) samping.


Oogenesis Tahapan oogenesis.


Oogenesis Oogenesis pada ovarium.


Siklus menstruasi • Fase menstruasi • Fase pra-ovulasi • Fase ovulasi • Fase pasca-ovulasi


Fertilisasi Proses terjadinya fertilisasi di dalam oviduk pada organ reproduksi wanita.


Kehamilan (gestasi) Tahapan pembelahan zigot hasil fertilisasi dalam perjalanan ke uterus untuk proses implantasi.


Kehamilan (gestasi) (2) Proses pembentukan membran kehamilan pada embrio. Amnion Amnion Korion Sakus vitelinus Kantung telur Pembuluh darah Awal korion Massa sel dalam Endometrium Uterus Blastosol Trofoblas


Kehamilan (gestasi) (3) Bagian plasenta, cairan amnion, dan tali pusar.


Kehamilan (gestasi) (4) Embrio manusia pada usai kehamilan: (a) 4 minggu, (b) 5-6 minggu, (c) 8 minggu, dan (d) 16 minggu.


Laktasi Kondisi payudara (a) sebelum kehamilan dan (b) setelah kehamilan.


Gangguan pada Sistem Reproduksi Manusia Gangguan pada Sistem reproduksi wanita • Gangguan menstruasi • Kanker genitalia Kanker vagina Kanker serviks Kanker ovarium • Endometriosis • Infeksi vagina Kanker ovarium. Endometriosis.


Gangguan pada sistem reproduksi pria • Hipogonadisme • Kriptokorkidisme • Uretritis • Prostatitis • Epididimitis • Orkitis Prostatitis.


Sistem Reproduksi Vertebrata Fertilisasi Fertilisasi eksternal Perkembangan embrio dan kelahiran keturunannya Ovipar Vivipar Ovovivipar Fertilisasi internal Berbagai proses fertilisasi.


Reproduksi ikan (Pisces) Alat reproduksi ikan (a) betina dan (b) jantan.


Reproduksi amfibi (Amphibia) Alat reproduksi katak (a) betina dan (b) jantan.


Reproduksi reptil (Reptilia) Alat reproduksi reptil (a) betina dan (b) jantan.


Reproduksi burung (Aves) Alat reproduksi burung (a) betina dan (b) jantan.


Reproduksi mamalia (Mammalia) Alat reproduksi mamalia (a) betina dan (b) jantan.


Sistem Reproduksi Invertebrata Reproduksi Invertebrata Reproduksi aseksual Reproduksi seksual Fragmentasi Partenogenesis Pertunasan


Reproduksi aseksual pada Invertebrata Pertunasan pada Hydra. Partenogenesis pada kutu daun (Aphid).


Reproduksi seksual pada Invertebrata Cacing tanah bersifat hermafrodit. Reproduksi seksual ditandai dengan adanya penyatuan gamet yaitu sperma dan ovum.


Struktur dan fungsi alat kelamin laki-laki • Penis (alat kelamin jantan) berfungsi: memasukkan sperma kedalam saluran kelamin wanita • Skrotum /kantong pelir (kantong yang membungkus atau melindungi testis) berfungsi: memberikan testis suatu lingkungan yg memiliki suhu 1-8 C • Testis (gonat jantan) berfungsi: memproduksi sperma melalui proses spermatogenesis dan hormon tertosteron


• Epididimis (merupakan saluran berkelokkelok dalam skrotum yg keluar dari testis) berfungsi: tempat penyimpanan sperma sementara • Vas deferens (saluran yg mengarah keatas dan merupakan lanjutan dari epididimis) berfungsi: sebagai saluran yg dilalui sperma dari epididimis menuju vesikula seminalis (kantong sperma)


• Saluran ejakulasi (saluran penghubung vesikula seminalis dengan uretra) berfungsi: untuk mengeluarkan sperma menuju uretra • Uretra (saluran reproduksi terakhir) berfungsi: sebagai saluran kelamin dari vesika seminalis dan saluran urine dari kantong kemih • Vesika seminalis menghasilkan cairan yg berfungsi sebagai sumber energi dan untuk memudahkan gerakan sperma


• Kelenjar prostat menghasilkan cairan yg memberi suasana basa pada cairan sperma.cairan tersebut mengandung kolesterol,garam,dan fosfolipid • Kelenjar cowper/kelenjar bulbouretra menghasilkan cairan yg bersifat basa.kelenjar cowper berhubungan langsung dengan uretra


Struktur dan fungsi alat kelamin wanita • Vulva, merupakan celah paling luar dari organ kelamin wanita.pada bagian dalam vulva terdapat saluran urine dan saluran reproduksi.pada daerah dekat ujung saluran kelamin terdapat HIMEN(selaput dara),banyak mengandung pembuluh darah • Labium,merupakan bagian yg membatasi vulva.Ada dua macam labium yaitu labium mayor(terletak di sebelah luar) dan labium minor(terletak di sebelah dalam)


• Vagina,merukan saluran akhir organ reproduksi wanita.banyak mengandung lendir yg dihasilkan kelenjar BARTHOLI.lendir berguna saat koitus dan mempermudah kelahiran bayi • Uterus, merupakan rongga besar yg merupakan pertemuan oviduk kanan dan kiri.Uterus berfungsi sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio hingga siap lahir


• Oviduk atau tuba fallopii, merupakan sepasang saluran yg ujungnya berbentuk corong yg disebut infundibulum.Tuba fallopii berfungsi sebagai tempat terjadinya fertilisasi • Ovarium, merupakan penghasij ovum, kiri dan kanan.


Siklus menstruasi terdiri atas empat fase yaitu • Fase menstruasi: terjadi apabila ovum tidak dibuahi oleh sperma.dalam keadaan tersebut korpus luteum menghentikan produksi estrogen dan progesteron.akibatnya ovum meluruh bersama endometrium.kondisi ini ditandai adanya pendarahan melalui vagina. • Fase Pra-ovulasi (fase folikel): hipotalamus menghasilkan hormon gonadotropin yg merangsang pembentukan FSH.


FSH merangsang pembentukan folikel yg mengelilingi oosit primer hingga matang. Ovum matang yg diselubungi folikel disebut FOLIKEL DE GRAAF. Folikel de graaf menghasilkan estrogen yg merangsang pembentukan endometrium.estrogen mempengaruhi serviks utk mengeluarkan lendir bersifat basa dan menetralkan sifat asam dlm serviks shg sperma mampu hidup di dlmnya


• Fase ovulasi: peningkatan kadar estrogen mengakibatkan terhambatnya pembentukan FSH shg hipofisis melepaskan LH. LH merangsang terjadinya ovulasi.ovulasi biasanya terjadi pada hari ke-14 dihitung sejak pertama menstruasi.pada saat ovulasi,oosit sekunder terlepas dari folikel. • Fase Pasca-ovulasi (fase luteal): LH merangsang folikel yg telah kosong menjadi korpus luteum(badan kuning).


Korpus luteum(badan kuning) tetap menghasilkan estrogen dan progesteron.kerja sama estrogen dan progesteron memacu pembentukan endometrium. progesteron merangsang sekresi lendir pada vagina dan pertumbuhan kelenjar susu. Hal ini berguna utk persiapan penanaman zigot dalam uterus setelah fertilisasi.apabila akhir fase ini tdk terjadi pembuahan,akan kembali ke fase menstruasi lagi.


Selama berlangsung siklus menstruasi, tubuh wanita mengalami perubahan hormon,perubahan ketebalan endometrium dan perubahan suhu tubuh.


Fertilisasi dan kehamilan • Fertilisasi (pembuahan) adalah peleburan antara ovum dan sperma yg berlangsung di oviduk (tuba fallopi) shg terbentuk zigot(2n). • Zigot akan membelah scr mitosis scr terus-menerus yg dikenal sbg tahap pembelahan. • Zigot membelah menjadi 2 sel,4 sel, 8 sel,16 sel, 32 sel, yg berkelompok spt buah arbei yg disebut MORULA


• Morula mengalami pembelahan membentuk BLASTULA,blastula mempunyai rongga yg disebut BLASTOSOL. • Blastula terdiri dari sel bagian luar dan dalam, sel bagian luar disebut TROFOBLAS.Trofoblas membantu implantasi blastula pada uterus.Trofoblas kemudian berkembang membentuk plasenta dan membran kehamilan.


• Sel bagian dalam blastula berkembang menjadi calon embrio/embrioblas. • Embrioblas dilindungi oleh dua lapisan yaitu ektoderm dan endoderm.selanjutnya blastula berkembang menjadi gastrula.pada fase gastrula,diantara ektoderm dan endoderm terbentuk lapisan mesoderm. • Semua bagian tubuh manusia terbentuk dari ketiga lapisan tersebut yaitu:


1 Ektoderm, berkembang menjadi kulit,saraf,rambut dan kuku. 2 Mesoderm,berkembang menjadi sistem pernafasan,reproduksi,transportasi,sistem ekskresi,rangka,otot. 3 Endoderm, berkembang menjadi sistem pencernaan dan kelenjar pencernaan.


• Organogenesis dari ketiga lapisan terjadi pd minggu ke 4 – 8. pada minggu ke 9 terjadi penyempurnaan organ dan pertumbuhan tubuh shg terbentuk janin (fetus). • Selama berlangsungnya kehamilan,terbentuk membran kehamilan yaitu: 1. sakus vitelinus(kantong telur) 2. korion


3. Amnion 4. Alantois Proses persalinan diawali dg kontraksi uterus yg dipengaruhi oleh hormon: 1.Estrogen dihasilkan oleh plasenta 2.Oksitosin dihasilkan oleh hifofisis ibu dan janin. 3.Prostaglandin dihasilkan oleh membran pada janin


• Selain ketiga hormon tsb,korpus luteum pada ovarium menghasilkan hormon RELAKSIN.Hormon relaksin berfungsi untuk melunakkan serviks dan melonggarkan tulang panggul.Adanya perubahan hormon dan kontraksi otot mengakibatkan serviks membuka.setelah selaput amnion pecah dan cairan didalamnya keluar,bayi segera lahir.


• Setelah bayi lahir, ASI sudah diproduksi dalam kelenjar payudara.Pertumbuhan awal kelenjar payudara di pengaruhi oleh hormon MAMMOTROPIN.Hormon ini dihasilkan oleh hipofisis ibu dan plasenta janin.Plasenta juga menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.Hormon lain yg mempengaruhi sekresi ASI yaitu PROLAKTIN.Hormon prolaktin berfungsi meningkatkan sekresi ASI pada minggu


kelima kehamilan sampai kelahiran bayi.ASI yg dikelurkan pertama kali berwarna kekuningan disebut KOLOSTRUM. Kolostrum mengandung zat antibodi dan protein yg tinggi.Adapun keunggulan ASI dibanding susu formula adl: 1. ASI mengandung antibodi 2. ASI mengandung nutrisi lengkap 3. ASI bebas dr kontaminasi bakteri 4. ASI mengandung enzim lipase


Click to View FlipBook Version