The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BUDAYA POSITIF PESERTA DIDIK SMAN 1 BOYOLANGU

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aris.defiana, 2024-01-21 22:28:26

BUDAYA POSITIF PESERTA DIDIK SMAN 1 BOYOLANGU

BUDAYA POSITIF PESERTA DIDIK SMAN 1 BOYOLANGU

BUDAYA POSITIF PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 BOYOLANGU


1 LEMBAR PERSETUJUAN Pedoman Budaya Positif Peserta Didik SMA Negeri 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung, berlaku bagi seluruh peserta didik di SMA Negeri 1 Boyolangu mulai dari Kelas X, XI, dan XII. Pedoman Budaya Positif Peserta Didik SMA Negeri 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung, berlaku selama peserta didik menjadi murid di SMA Negeri 1 Boyolangu.


2 TIM PENYUSUN BUDAYA POSITIF SMAN 1 BOYOLANGU TAHUN PELAJARAN 2023/2024 A. Penanggung Jawab Muji Rahayu, S.Pd., M.Pd. B. Penasihat 1. Endro Santoso, MM. 2. Muarif, S.Pd., M.MPd. 3. Mohammad Abdul Wakid, S.Pd., M.Pd. 4. Lilik Suryani, S.Pd. C. Tim Penyusun 1. Mohammad Abdul Wakid, S.Pd., M.Pd. 2. Nisa Nur Dina, S.Pd. 3. Aris Defiana, S.Kom. 4. Tria Bina Tama, S.Pd. 5. Dwi Maryana, S.Pd. 6. Septikasari, S.Pd. D. Tim Editor 1. Muarif, S.Pd., M.MPd. 2. Nisa Nur Dina, S.Pd.


3 BAB I BUDAYA POSITIF PESERTA DIDIK SMAN 1 BOYOLANGU Budaya positif peserta didik SMAN 1 Boyolangu Tulungagung ini digunakan sebagai rambu-rambu bagi peserta didik dalam bertindak, bersikap dan berucap di lingkungan sekolah dalam rangka menegakkan disiplin peserta didik untuk menciptakan kegiatan belajar mengajar yang efektif. Adapun beberapa istilah yang perlu diperjelas adalah: 1. Disiplin adalah ketaatan atau kepatuhan kepada peraturan, budaya positif dan normanorma yang berlaku dalam kehidupan. 2. Budaya positif peserta didik adalah kesepakatan yang berlaku bagi peserta didik SMAN 1 Boyolangu Tulungagung 3. Tata krama adalah suatu peradaban lahiriah, mencakup semua tindak-tanduk manusia yang keluar dari kesederhanaan dan selera baik. Berikut adalah pasal-pasal budaya positif peserta didik SMAN 1 Boyolangu Tulungagung : MASUK DAN MENINGGALKAN SEKOLAH Pasal 1 MASUK SEKOLAH 1. Seluruh peserta didik wajib hadir 5 menit sebelum KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dimulai 2. Peserta didik yang datang terlambat tidak diperkenankan masuk kelas, sebelum mengisi buku pedoman budaya positif dan mendapat izin masuk kelas dari guru piket / guru BK. 3. Seluruh peserta didik wajib berada di lingkungan sekolah selama jam efektif sekolah. 4. Seluruh warga sekolah wajib menghentikan semua aktivitas dan bersikap sempurna saat menyanyikan lagu Indonesia yang dipandu dari pusat, 5. Seluruh peserta didik tidak diperkenankan berada di luar kelas di setiap pergantian jam pelajaran Pasal 2 MENINGGALKAN SEKOLAH 1. Pada waktu pulang sekolah peserta didik diwajibkan langsung pulang ke rumah, kecuali mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. 2. Pada waktu pulang sekolah dilarang duduk-duduk (nongkrong) di tempat tertentu yang menimbulkan stigma negatif dengan menggunakan atribut sekolah. 3. Peserta didik yang meninggalkan sekolah sebelum waktunya, harus mendapat izin dari guru kelas, guru piket, guru BK, dengan persetujuan Wakil Kepala Sekolah dibuktikan dengan surat izin keluar. Pasal 3 HAL TIDAK MASUK SEKOLAH 1. Peserta didik yang tidak dapat hadir ke sekolah karena suatu hal, harus memberikan keterangan ke sekolah melalui surat izin yang ditandatangani orang tua/walinya atau melalui telepon yang dilakukan oleh orang tua/wali ke BK atau wali kelas (bukan pesan WA atau sejenisnya). 2. Peserta didik yang tidak masuk sekolah karena sakit selama 3 hari/lebih berturut-turut harus melengkapi dengan surat izin dari dokter atau koordinasi langsung orang tua/wali kepada wali kelas/BK. 3. Dalam keadaan darurat izin ketidakhadiran peserta didik dapat dilakukan oleh orang tua/ wali melalui telepon HP wali kelas/ BK dengan syarat apabila sudah masuk peserta didik yang bersangkutan wajib membawa surat izin orang tua untuk disampaikan kepada guru BK.


4 4. Peserta didik yang tidak masuk karena suatu hal (bukan sakit) 3 hari berturut-turut atau lebih, maka orang tua/wali murid harus berkoordinasi secara langsung kepada pihak sekolah dengan menunjukkan bukti dari instansi terkait. KEGIATAN SEKOLAH Pasal 4 KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1. Peserta didik harus mengikuti KBM dengan tertib 2. Peserta didik harus mengerjakan tugas-tugas guru saat KBM berlangsung dengan penuh tanggung jawab. 3. Peserta didik tidak boleh curang/menyontek pada waktu ulangan. 4. Peserta didik dilarang makan dan minum saat KBM tanpa seizin Bapak/Ibu guru pengajar. Pasal 5 KEGIATAN KEAGAMAAN 1. Setiap peserta didik muslim laki-laki wajib melaksanakan Sholat Jum’at di sekolah sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh sekolah. 2. Setiap peserta didik muslim wajib mengikuti kegiatan keagamaan dan pondok Ramadhan sesuai jadwal yang ditentukan 3. Bagi peserta didik nonmuslim, wajib mengikuti kegiatan keagamaan yang diatur oleh sekolah dan atau guru agamanya. Pasal 6 KEGIATAN KESISWAAN 1. Setiap peserta didik baru wajib mengikuti MPLS ( Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) dan MOGD yang diadakan sekolah. 2. Setiap peserta didik wajib mengikuti ekstrakurikuler yang diadakan di sekolah, minimal satu macam kegiatan. TATA KRAMA PERGAULAN Pasal 7 SOPAN SANTUN PERGAULAN 1. Seluruh peserta didik harus membudayakan salam, senyum, sapa, sopan dan santun kepada semua warga sekolah. 2. Seluruh peserta didik harus saling menghormati, menghargai perbedaan agama, dan latar belakang sosial budaya masing-masing. 3. Seluruh peserta didik harus menghormati ide, hak cipta, dan hak milik teman atau warga sekolah. 4. Seluruh peserta didik harus menyampaikan pendapat secara sopan tanpa menyinggung perasaan orang lain. 5. Seluruh peserta didik harus mengetahui dan mengenal guru beserta karyawan SMAN 1 Boyolangu Tulungagung. 6. Seluruh peserta didik harus membiasakan diri mengucapkan maaf, tolong, dan terima kasih kepada warga sekolah. 7. Seluruh peserta didik harus berani mengakui kesalahan yang telah diperbuat dan segera meminta maaf kepada yang bersangkutan. 8. Seluruh peserta didik harus menggunakan bahasa yang sopan dalam berkomunikasi serta tidak menggunakan kata-kata yang kotor, kasar, dan cacian, baik secara lisan maupun di media sosial. 9. Seluruh peserta didik harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam situasi formal atau bahasa asing untuk menunjang mata pelajaran tertentu. 10. Seluruh peserta didik harus wajib menjaga kehormatan diri, orang tua dan sekolah selama menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 1 Boyolangu.


5 KETERTIBAN DAN KEDISIPLINAN Pasal 8 UPACARA BENDERA DAN PERINGATAN HARI BESAR 1. Seluruh peserta didik wajib mengikuti upacara bendera dengan memakai pakaian seragam lengkap dan bersepatu hitam. 2. Peringatan hari-hari besar : a. Seluruh peserta didik wajib mengikuti upacara hari-hari besar nasional (hari Kemerdekaan RI, Hari Kebangkitan Nasional dsb.) b. Seluruh peserta didik wajib mengikuti kegiatan peringatan hari-hari besar nasional dan keagamaan yang dilaksanakan oleh sekolah. Pasal 9 HAL PENGURUS KELAS DAN PIKET KELAS 1. Setiap kelas harus dibentuk pengurus yang meliputi ketua kelas, wakil ketua kelas, sekretaris, bendahara, piket harian, dan seksi 7K (Ketertiban, Keindahan, Kebersihan, Keamanan, Kekeluargaan, Kerindangan dan Kedisiplinan) 2. Ketua kelas bertugas memimpin kelas, melaporkan tindakan pelanggaran yang terjadi di kelas, dan tugas lain yang telah disepakati bersama. 3. Sekretaris kelas bertugas mengisi jurnal kelas, mengisi daftar hadir kelas, dan tugas lain yang telah disepakati bersama. 4. Tim piket kelas menyiapkan sarana dan prasarana pembelajaran, seperti: membersihkan kelas, mengambil/mengisi spidol, menghapus papan tulis, dan sebagainya. Pasal 10 KEBERSIHAN DAN KETERTIBAN 1. Setiap peserta didik wajib menjaga kebersihan kelas, kamar kecil/ toilet dan lingkungan sekolah lainnya. 2. Setiap peserta didik wajib membuang sampah sesuai dengan jenis sampahnya. 3. Setiap peserta didik wajib membudayakan antre dalam mengikuti berbagai kegiatan. 4. Setiap peserta didik wajib menjaga ketenangan saat berada di kelas, perpustakaan, laboratorium, maupun di lingkungan sekolah lainnya. Pasal 11 KETENTUAN PARKIR SEPEDA / SEPEDA MOTOR 1. Setiap peserta didik yang membawa kendaraan (sepeda atau sepeda motor) ke sekolah wajib memarkir kendaraannya di tempat parkir yang telah disediakan dengan tertib dan teratur 2. Bagi peserta didik yang membawa sepeda motor ke sekolah wajib taat aturan lalu lintas. 3. Pada saat berada di area sekolah dan pada jam efektif sekolah mesin kendaraan harus dimatikan mulai dari pintu parkir utara. Pasal 12 LARANGAN-LARANGAN 1. Setiap peserta didik dilarang memakai perhiasan atau berdandan berlebihan (lipstik, lipbalm berwarna, bulu mata, maskara, eye shadow, pewarna rambut). 2. Setiap peserta didik dilarang membawa/mengedarkan/menggunakan narkoba, miras, rokok, dan sejenisnya di lingkungan sekolah. 3. Setiap peserta didik dilarang berkelahi dan main hakim sendiri ataupun melakukan perundungan (bullying). 4. Setiap peserta didik dilarang memakai seragam sekolah yang tidak sesuai ketentuan. 5. Setiap peserta didik dilarang membawa mengedarkan gambar atau video porno. 6. Setiap peserta didik dilarang keluar kelas/lingkungan sekolah pada jam efektif sekolah kecuali dengan surat izin. 7. Setiap peserta didik dilarang melakukan live streaming saat pembelajaran. 8. Setiap peserta didik dilarang bermain judi di sekolah


6 9. Setiap peserta didik dilarang memakai jaket, sweater dan sejenisnya di lingkungan sekolah. 10. Setiap peserta didik dilarang berbuat asusila, LGBT dan sejenisnya. 11. Setiap peserta didik dilarang menjadi provokator, menyebarkan ujaran kebencian, dan hoax. 12. Setiap peserta didik dilarang membawa/menggunakan senjata tajam/senjata api yang membahayakan keselamatan orang lain. Pasal 13 HAK-HAK PESERTA DIDIK 1. Seluruh peserta didik berhak mengikuti pelajaran selama tidak melanggar budaya positif sekolah. 2. Seluruh peserta didik dapat meminjam buku-buku perpustakaan sesuai dengan ketentuan. 3. Seluruh peserta didik berhak mendapat perlakuan yang sama selama tidak melanggar budaya positif sekolah. 4. Seluruh peserta didik berhak menggunakan fasilitas-fasilitas yang tersedia dengan penuh tanggung jawab. TATA BUSANA Pasal 14 KEWAJIBAN MEMAKAI SERAGAM SEKOLAH 1. Ketentuan umum : a. Hari Senin dan Selasa memakai seragam putih abu-abu lengkap, bersepatu hitam dan kaos kaki putih yang menutupi mata kaki b. Hari Rabu memakai seragam khas SMABOY dengan lengkap. c. Hari Kamis memakai seragam batik SMABOY. d. Hari Jum’at memakai seragam pramuka lengkap dengan atributnya. e. Pakaian seragam harus rapi, tidak ketat, dan sesuai ketentuan sekolah. f. Memakai ikat pinggang sekolah warna hitam. g. Badge kelas dipasang di lengan sebelah kiri. 2. Peserta didik laki-laki : a. Baju dimasukkan ke dalam celana. b. Model celana sesuai ketentuan sekolah c. Lengan baju tidak boleh digulung atau dilipat 3. Peserta didik perempuan : a. Baju dimasukkan ke dalam rok. b. Model rok sesuai ketentuan sekolah c. Lengan baju tidak boleh digulung atau dilipat 4. Peserta didik berjilbab : a. Jilbab yang dikenakan adalah jilbab polos. b. Warna putih untuk seragam abu-putih c. Warna hijau untuk seragam khas SMABOY d. Warna hitam untuk seragam batik SMABOY e. Warna coklat tua untuk seragam pramuka. 5. Pakaian olah raga dan praktik : Pada saat olah raga dan praktik peserta didik harus menggunakan pakaian olah raga dan pakaian praktik sesuai dengan ketentuan sekolah.


7 Pasal 15 KETENTUAN RAMBUT, KUKU, TATO DAN MAKE-UP 1. Peserta didik dilarang berkuku panjang, mengecat rambut, mengecat kuku, dan bertato. 2. Bagi peserta didik laki-laki : a. Tidak boleh berambut panjang (gondrong) dan model rambut standar b. Rambut tidak boleh dikuncir c. Tidak boleh memakai anting, gelang, dan kalung. d. Rambut tidak boleh dicat/semir selain warna hitam. 3. Bagi peserta didik perempuan : a. Tidak boleh memakai make-up/riasan wajah yang berlebihan. b. Bagi yang tidak berjilbab, rambut harus dirapikan (diikat, dijepit, dll) c. Bagi yang berjilbab harus memakai jilbab yang benar sesuai dengan ketentuan. Pasal 16. PENJELASAN TAMBAHAN 1. Rambut peserta didik laki-laki dikatakan panjang (gondrong) apabila rambut belakang melewati kerah baju dan apabila disisir ke arah depan menutupi alis mata, disisir ke samping menyentuh telinga. 2. Yang dimaksud sarana atau alat perjudian antara lain: kartu, klethek, bingo, dadu, chap jie kie, dan lain-lain. 3. Sepatu dinyatakan hitam apabila warna hitamnya lebih dominan. 4. Panggilan orang tua tidak boleh diwakilkan. 5. Apabila terdapat indikasi bahwa peserta didik membawa barang terlarang, maka sekolah akan mengadakan pemeriksaan secara mendadak (razia) kepada semua peserta didik SMAN 1 Boyolangu. 6. Setiap satu kali pelanggaran nilainya sesuai dengan pelanggarannya, apabila dilakukan berulang-ulang, maka poin pelanggarannya bertambah (bersifat kumulatif). Pasal 17 LAIN-LAIN 1. Budaya positif peserta didik ini berlaku sejak peserta didik memasuki gerbang sekolah sampai tiba di rumah kembali. 2. Hal-hal yang belum tercantum dalam budaya positif ini akan diputuskan dalam rapat pleno guru. 3. Dengan dikeluarkannya pedoman budaya positif ini maka budaya positif yang terdahulu dinyatakan tidak berlaku lagi. 4. Budaya positif ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.


8 BAB II KONSEKUENSI DAN POIN PELANGGARAN A. KONSEKUENSI Peserta didik yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku dikenakan sanksi berupa poin pelanggaran, selanjutnya akan mendapat tindakan pembinaan dengan berpedoman pada ketentuan sebagai berikut. 1. Tahap Pembinaan Secara umum proses pelaksanaan pembinaan peserta didik yang melanggar ketentuan tata tertib sekolah dilaksanakan secara bertahap, yaitu: a. Teguran secara lisan b. Dicatat dalam buku poin pelanggaran c. Penugasan d. Perjanjian tertulis bersama orang tua/wali dengan konsekuensi: 1) Skorsing 2) Dikembalikan kepada orang tua/wali 3) Dilimpahkan kepada penegak hukum atau kepolisian setempat 2. Mekanisme Pembinaan a. Teguran lisan langsung, dilakukan oleh guru yang mendapati atau menemukan peserta didik yang melakukan pelanggaran. b. Pencatatan pada buku penghubung peserta didik di bagian poin pelanggaran oleh guru/piket/wali kelas/guru BK/Staf. c. Catatan pelanggaran poin tersebut diinventarisasi oleh bagian kesiswaan, untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh guru BK/wali kelas. d. Bentuk dan jenis penugasan menjadi kewenangan wali kelas/guru mata pelajaran. e. Perjanjian tertulis dilakukan wali kelas, guru BK, dan Kepala Sekolah. f. Untuk pelanggaran yang berulang-ulang atau dinilai sudah cukup berat atau dapat berakibat fatal, maka tahapan pembinaannya dapat dilakukan tanpa melalui urutan sebagaimana diatur di atas. 3. Bentuk Sanksi a. Wajib lapor Peserta didik mengisi buku monitoring kehadiran yang ditandatangani oleh guru BK hingga skorsing berakhir. b. Dikembalikan pada orang tua Sanksi atau hukuman dikembalikan kepada orang tua/wali oleh Kepala Sekolah, apabila: 1) Jumlah poin pelanggaran telah mencapai batas maksimal yang ditentukan, 2) Berbuat asusila, baik dilakukan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. 3) Melakukan tindakan yang dinilai oleh sebagian besar guru dan Kepala Sekolah patut menjadi alasan untuk dikembalikan kepada orang tua/wali, di antaranya dapat berupa: a) Hamil di luar nikah b) Menikah c) Melakukan tindakan kriminalitas dan sejenisnya c. Dilimpahkan kepada Penegak Hukum atau Kepolisian Setempat Hal ini dilakukan oleh pihak sekolah apabila peserta didik sudah melakukan pelanggaran di atas batas toleransi yang ditentukan, antara lain: 1) Melakukan tindak pidana atau membantu melindungi, bersekongkol, dengan pelaku tindak kejahatan. 2) Melanggar Undang-undang psikotropika antara lain: membawa, memiliki, mengedarkan, serta memakai Narkoba/NAPZA. 3) Melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.


9 4. Ketentuan Poin Pelanggaran Bagi peserta didik SMAN 1 Boyolangu Berikut ini adalah ketentuan poin pelanggaran bagi peserta didik yang melanggar tata tertib yang telah ditentukan. a. Setiap peserta didik yang melakukan pelanggaran tata tertib akan mendapat poin pelanggaran, tergantung pada jenis pelanggaran yang dilakukannya. b. Apabila dalam tiga bulan, jumlah poin pelanggaran seorang peserta didik telah mencapai 60, maka peserta didik yang bersangkutan akan dikembalikan kepada orang tua/ wali. c. Apabila dalam satu semester poin pelanggarannya mencapai 80, maka peserta didik yang bersangkutan akan dikembalikan kepada orang tua/wali. d. Apabila pada akhir tahun pelajaran seorang peserta didik mencapai poin pelanggaran 100, maka peserta didik yang bersangkutan akan mendapat sanksi tidak naik kelas dan dikembalikan kepada orang tuanya/walinya. 5. Bagi peserta didik yang melakukan pelanggaran akan mendapatkan konsekuensi sebagai berikut. Bobot Poin Konsekuensi 2 – 6 7 – 15 16 – 30 31 – 50 51 – 70 71 – 100 Teguran lisan Panggilan dan diadakan pembinaan Panggilan, diadakan pembinaan, dan wajib lapor Panggilan, diadakan pembinaan, dan Surat Peringatan Pertama Panggilan, diadakan pembinaan, dan Surat Peringatan Kedua Dikembalikan ke orang tua untuk selamanya B. POIN PELANGGARAN 1. Masuk dan Meninggalkan Kelas NO JENIS PELANGGARAN BOBOT SANKSI 1. Datang terlambat kurang dari 30 menit 1 - 2. Datang terlambat lebih dari 30 menit 2 Membersihkan lingkungan sekolah selama 10 menit 3. Dengan izin keluar kelas dan tidak kembali 1 - 4. Keluar kelas tanpa izin 2 - 5. Tidak masuk sekolah tanpa keterangan atau dengan keterangan palsu 3 Panggilan orang tua 2. Kegiatan Belajar Mengajar NO JENIS PELANGGARAN BOBOT SANKSI 1. Tidak tertib dalam mengikuti KBM (mondarmandir, berisik, keluar masuk ruangan) 1 - 2. Tidak mengerjakan tugas-tugas guru saat KBM berlangsung 2 - 3. Menyontek pada waktu ulangan 3 - 4. Tidur dikelas pada saat pelajaran berlangsung. 2 -


10 NO JENIS PELANGGARAN BOBOT SANKSI 5. Mengoperasikan HP yang tidak berhubungan dengan KBM yang berlangsung 3 - 6. Merusak/ menghilangkan alat praktikum pada waktu praktikum 3 menggantinya 3. Tata Krama Pergaulan NO JENIS PELANGGARAN BOBOT SANKSI 1. Berpacaran di lingkungan sekolah 3 - 2. Berperilaku tidak sopan terhadap guru atau karyawan sekolah. 5 - 3. Berpesta ulang tahun di lingkungan sekolah secara berlebihan 5 - 4. Membuat gaduh kelas 2 - 5. Mengendarai/ membunyikan mesin motor tidak pada tempatnya 3 - 6. Melompat pagar sekolah 7 - 7. Mengendarai motor di lingkungan sekolah dengan ugal-ugalan. 7 - 8. Melakukan tindak perundungan/ bullying 20 - 9 Tidak menjaga kehormatan/ nama baik diri sendiri, sekolah, dan lingkungan sekolah 15 - 4. Ketertiban dan Kedisiplinan NO JENIS PELANGGARAN BOBOT SANKSI 1 Menggunakan alat judi 10 - 2 Melakukan perjudian 25 - 3 Membawa, menggunakan, menjualbelikan rokok di lingkungan sekolah atau merokok di luar sekolah dengan memakai seragam sekolah. 10 - 4 Membawa/menjualbelikan buku/ majalah / file/ link/ VCD porno 20 - 5 Membawa minuman keras 25 - 6 Menggunakan/ menjualbelikan minuman keras di sekolah 50 - 7 Membawa/menggunakan obat terlarang/ narkoba 50 - 8 Mengedarkan/ menjualbeli-kan obat terlarang/ narkoba 100 - 9 Membawa dan menggunakan senjata tajam yang dapat membahayakan keselamatan orang lain 25 - 10 Membawa/menggunakan senjata api 100 - 11 Menghasut sehingga terjadi perkelahian (provokator) 25 -


11 NO JENIS PELANGGARAN BOBOT SANKSI 12 Terlibat perkelahian 50 - 13 Melakukan tindakan premanisme di lingkungan sekolah 50 - 14 Melakukan demonstrasi yang bersifat anarkis 50 - 15 Terbukti mencuri di lingkungan sekolah. 50 - 16 Membawa/ menyebarkan selebaran/ informasi yang menimbulkan keresahan 50 - 17 Memalsukan data sekolah 60 - 18 Merusak/ mengotori/ menghilangkan barang inventaris/ fasilitas sekolah 20 Mengganti/ memperbaiki 19 Menghilangkan buku penghubung siswa 25 Mengganti 20 Tidak menyampaikan panggilan untuk orang tua 20 - 21 Tidak mengikuti upacara tanpa alasan yang jelas 5 - 22 Ketahuan tidak puasa pada bulan Ramadhan (bagi yang beragama Islam)/ makan minum di tempat umum di lingkungan sekolah dengan sengaja 10 - 23 Tidak melaksanakan tugas piket 3 - 24 Menaiki/ membunyikan kendaraan bermotor di area parkir sekolah selama KBM berlangsung 5 - 25 Bermain di tempat kendaraan/ parkiran atau bermain di luar kelas atau bermain sepak bola/ voli/ basket tidak pada tempatnya baik saat KBM, ganti pelajaran, jam kosong maupun istirahat. 10 - 26 Berurusan dengan pihak berwajib karena melakukan kejahatan/ tindak pidana. 10 - 27 Ketahuan/ tertangkap di tempat penginapan/ tempat lain karena perbuatan negatif/asusila. 100 - 28 Hamil atau menghamili melakukan hubungan selayaknya suami/istri. 100 - 29 Tidak mengikuti kegiatan keagamaan yang telah diprogramkan sekolah tanpa keterangan yang sah. 100 - 30 Menggunakan HP pada waktu proses KBM/ live streaming tanpa izin guru kelas 8 - 31 Berbicara kotor, mengumpat, menggunjing, menghina atau menyapa sesama siswa atau warga sekolah dengan kata sapaan atau panggilan yang tidak senonoh. 40 - 32 Tidak membawa buku sesuai dengan jadwal pelajaran 5 - 33 Membuat surat palsu atau surat izin palsu. 20 - 34 Tidak menempatkan kendaraan di tempat yang telah ditentukan/parkir kendaraan di tempat parkir guru & karyawan 10


12 NO JENIS PELANGGARAN BOBOT SANKSI 35 Berperilaku jorok atau asusila. 40 - 36 Membuang sampah tidak pada tempatnya. 5 5. Tata Busana Sekolah NO JENIS PELANGGARAN BOBOT SANKSI 1. Seragam tidak sesuai ketentuan 3 - 2. Seragam tidak lengkap/ tidak rapi 2 Melengkapi atribut / merapikan seragam 3. Tidak bersepatu hitam di hari Senin dan Selasa 3 Sepatu dilepas satu, diambil orang tua 4. Berpakaian ketat/transparan (baju, celana, dan rok) 4 - 5. Pakaian sobek ada tempelan/ gambar stiker/ dicoret-coret 3 Melepas stiker 6. Tidak memakai pakaian olah raga sesuai ketentuan pada saat olah raga. 3 Mengganti pakaian 7. Jilbab tidak sesuai ketentuan sekolah (bagi yang berjilbab), bukan jilbab segi empat. 3 - 8. Memakai topi atau jaket selain jas almamater di dalam kelas 2 - 9. Memakai topi umum di lingkungan sekolah pada waktu KBM 3 - 10. Memakai sepatu diinjak bagian belakangnya pada jam efektif sekolah 2 - 11. Berhias berlebihan/ tidak sesuai dengan norma sekolah 5 - 12. Bagi peserta didik perempuan yang tidak berjilbab, rambut panjang tidak diikat/ dijepit rapi 2 Dirapikan dan dijepit/ diikat ekor kuda bagi yang panjang di bawah bahu 13. Bagi peserta didik perempuan yang berjilbab, tidak memakai jilbab yang baik dan benar. (Lepas dan pasang jilbab di ruang publik.) 2 Dirapikan dan pakai dengan benar 14. Peserta didik laki-laki memakai anting, gelang, dan kalung 4 Dilepas 15. Peserta didik laki-laki berambut gondrong/ dicat selain warna hitam 5 Dipotong/ dihitamkan 16. Berkuku panjang dan dicat kuku/ kutek 3 Dihilangkan cat kukunya dan dipotong 17. Memakai sandal pada saat KBM dan saat mengurus administrasi sekolah 3 Ganti sepatu


13 DAFTAR POIN PELANGGARAN NO HARI / TANGGAL JENIS PELANGGARAN POIN PEMBINA Mengetahui, Guru BK Wali Kelas _____________________ _____________________


Click to View FlipBook Version